33
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian adalah mixed methods, yaitu gabungan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penggabungan kedua metode digunakan sebagai
satu cara proses triangulasi penelitian, dengan asumsi bahwa bias yang disebabkan oleh sumber data, asumsi peneliti, dan metode yang digunakan pada salah satu jenis
metode penelitian, diharapkan dapat dinetralisir melalui metode lainnya. Kedua metode diterapkan baik dalam proses pengumpulan dan analisis data penelitian.
Abbas and Charles, 2003 Metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang
terjadi pada kasus penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskriptif yang hanya berisikan situasi atau peristiwa dan tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.
Penelitian deskriptif ini, tujuannya untuk menggambarkan tentang karakteristik ciri- ciri individu, situasi atau kelompok tertentu Moleong, 2005.
Selanjutnya digunakan metode deskriptif yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala
menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan Arikunto, 2002. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara
sistematis, faktual, akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.
Universitas Sumatera Utara
Dari 24 obyek wisata andalan yang ada di kota Tapaktuan, hanya 5 obyek wisata yang akan peneliti jadikan bahan penelitian yaitu Obyek Wisata Gunung
Lampu Tuan Tapa, Air Terjun Tingkat Tujuh, Pantai Rindu Alam, Pantai Pasir Putih dan Taman Wisata Ie Sejuk.
3.2 Variabel penelitian
Pengertian variabel penelitian dijelaskan oleh beberapa ahli, diantaranya Nazir 1999 menjelaskan bahwa variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-
macam nilai. Sedangkan menurut Sugiyono 2009 mendefinisikan variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Berdasarkan definisi tersebut, ada dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel Community Based Tourism CBT dan Variabel Objek
Daya Tarik Wisata. Variabel CBT digunakan untuk menilai tingkat partisipasi masyarakat lokal pada sektor pariwisata dengan mengacu kepada indikator-indikator
yang telah ditentukan sesuai dengan prinsip ekonomi, prinsip sosial, prinsip budaya, prinsip lingkungan, dan prinsip politik. Sedangkan variabel objek daya tarik Wisata
digunakan untuk menilai sejauh mana sarana dan prasarana yang ada disekitar objek wisata dan bagaimana kondisi dari komponen objek daya tarik wisata apakah.
Keseluruhan variabel CBT dan variabel ODTW seperti pada Tabel 3.1 dan 3.2.
Universitas Sumatera Utara
Tabel 3.1 Variabel Community Based Tourism CBT
No Variabel Indikator
1. Ekonomi
Adanya dana untuk pengembangan wisata berbasis masyarakat
Terciptanya lapangan pekerjaan Timbulnya pendapatan masyarakat lokal
2. Sosial
Peningkatan kualitas hidup Peningkatan kebanggaan komunitas
Kesediaan dan kesiapan masyarakat 3.
Budaya Membantu berkembangnya pertukaran budaya
Mendorong masyarakat untuk menghormati budaya yang berbeda
Mengenalkan budaya lokal
4. Lingkungan
Kepedulian akan perlunya konservasi Mengatur pembuangan sampah dan limbah
Ketersediaan air bersih
5. Politik
Meningkatkan partisipasi dari penduduk lokal Peningkatan kekuasaan komunitas yang lebih luas
Menjamin hak-hak dalam pengelolaan SDA
Tabel 3.2 Variabel Objek Daya Tarik Wisata No Variabel
Indikator
1 Atraksi
1. Tempat Bersejarah
2. Pemandangan
3. Kebudayaan
2 Aksesibilitas
1. Transportasi Lokal
2. Kondisi Jalan
3. Infrastuktur
3 Amenitas
1. LosmenHotel
2. Rumah Makan
3. Fasilitas Dasar
a. MCK
b. Tempat Ibadah
c. Souvenir
Universitas Sumatera Utara
3.3 Populasi dan Sampel