Bila diperoleh r hitung r tabel pada tingkat signifikansi α 0,05 maka
pertanyaan pada kuesioner mempunyai validitas atau terdapat konsistensi dalam pertanyaan tersebut dan layak digunakan.
2. Uji Reliabilitas Jika alat ukur telah dinyatakan valid, maka berikutnya alat ukur
tersebut diuji reliabilitasnya. Reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukan konsistensi suatu alat ukur dalam mengukur gejala yang
sama. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten. Menurut Umar 2001
pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan beberapa teknik salah satunya adalah dengan menggunakan teknik Apha Cronbach. Cara ini
digunakan untuk data yang instrumen skornya bukan 0-1, tetapi merupakan rentang antara beberapa nilai, misalnya 1-10 atau 1-100 atau
bentuk skala 1-3,1-4,1-5 atau 1-7 dan seterusnya dapat menggunakan teknik ini. Pengujian reliabilitas dianalisis dengan menggunakan rumus
Alpha Cronbach dan nilai alpha α 0,05. Berdasarkan hasil perhitungan,
jika r hitung r tabel, maka kuesioner dinyatakan andal. Rumus ini ditulis sebagai berikut :
.......................................................2 dimana : r
11 =
reliabilitas instrumen
k = banyak butir pertanyaan
2 t
α = ragam total
∑
2 b
α = jumlah butir ragam
3.5 Metode Sampling
Sampling adalah suatu cara pengumpulan data sifatnya tidak menyeluruh, artinya tidak mencakup seluruh objek penelitian populasi = universe akan tetapi
hanya sebagian dari populasi saja, yaitu hanya mencakup sampel yang diambil dari populasi tersebut.
−
−
=
∑
2 2
11
1 1
t b
k k
r
α α
1. Kriteria Populasi Populasi adalah kumpulan elemen – elemen yang mempunyai karakteristik
tertentu yang sama dan mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pelanggan PT. TELKOM Area pelayanan 3 Dramaga-Bogor pengguna ponseltelepon selular yang saat diadakan survei berada di
Dramaga dan berkunjung ke Plasa Telkom Area Pelayanan 3 Dramaga serta berusia 15 tahun ke atas baik pengguna ataupun non pengguna
TelkomFlexi. 2. Ukuran sampel
Pemilihan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling dengan menggunakan teknik convenience sampling. Convenience
sampling merupakan prosedur sampling yang memilih sampel dari orang atau unit yang mudah dijumpai atau diakses. Peneliti bebas memberikan
petunjuk-petunjuk penelitian pada orang yang dijumpai dan bersedia menjadi responden Nazir, 2009. Responden tersebut dipilih dari
pelanggan PT. TELKOM Area Pelayanan 3 Dramaga sesuai dengan kriteria populasi yang telah ditetapkan pengguna dan non-pengguna
TelkomFlexi prabayar yang bersedia menjadi responden. Definisi pelanggan yang digunakan adalah berbagai pihak yang yang menggunakan
jasa yang disediakan oleh TELKOM, pihak – pihak yang berhubungan dengan TELKOM serta berbagai pihak lainnya yang memiliki kepentingan
dengan PT TELKOM Area Pelayanan 3 Dramaga. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak manajemen Plasa
Telkom AP 3 Dramaga, diketahui jumlah pengunjung plasa selama tahun 2011 mencapai 11.386 orang pengunjung dengan berbagai keperluan.
Jumlah pengunjung per bulan bervariasi. Ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang dihitung berdasarkan Rumus
Slovin dengan nilai e sebesar 10, dengan proporsi akhir 50 orang pengguna dan 50 orang non-pengguna. Rumus Slovin digunakan dengan
asumsi bahwa populasi yang digunakan dalam penelitian berdistribusi normal. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut :
n =
1
2
Ne N
+
...................................................3 di mana : n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi e = Tingkat kesalahan yang masih dapat ditolerir 10
maka dengan menggunakan rumus tersebut dapat dihitung jumlah sampel yang akan digunakan sebagai berikut :
n =
1 ,
386 .
11 1
386 .
11
2
+
n = 99,13 ≈ 100
3.6. Pengolahan dan Analisis Data