Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Perkembangan Usaha Studi Pada Debitur Kupedes Kredit Umum Pedesaan Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Setia Budi Medan

 8  206  90

PENGARUH PEMBERIAN KREDIT TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA
STUDI PADA DEBITUR KREDIT UMUM PEDESAAN pada PT BANK
RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk UNIT SETIA BUDI MEDAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana
Administrasi Bisnis

OLEH
SILVIA MAYANA SILALAHI
NIM 090907027

DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NIAGA / BISNIS
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITTIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2013
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Universitas Sumatera Utara

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
PROGRAM STUDI STRATA 1 ILMU ADMINISTRASI NIAGA/BISNIS

HALAMAN PERSETUJUAN

Hasil skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dan diperbanyak oleh :

Nama

: Silvia Mayana Silalahi

NIM

: 090907027

Program Studi

: IlmuAdministrasiNiaga/Bisnis

Judul

:Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Perkembangan Usaha Studi
Pada Debitur Kupedes Kredit Umum Pedesaan Pada PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Setia Budi Medan

Medan, September 2013

Pembimbing

Ketua Program Studi

Onan Marakali,S.Sos, M.Si

Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA

NIP. 19

NIP.195908161986111001

Dekan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Prof. Dr. Badaruddin, M.Si
NIP. 196805251992031002

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Syallom,
Penulis mengucapkan Syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Pemberian Kredit
Terhadap Perkembangan Usaha Kecil ( Studi Pada Debitur Kupedes PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk Unit Setia Budi Medan)”.
Penulis mengucapkan terima kasih selama proses penyelesaian skripsi dan juga selama
mengikuti pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, yang
mana penulis banyak menerima tuntunan, bantuan dan petunjuk serta motivasi dari berbagai
pihak. Menyadari hal tersebut, maka pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa
penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Polittik
Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Prof. Dr. Marlon Sihombing, M.A, selaku Ketua Departemen Ilmu Administrasi
Niaga/Bisnis dan Bapak M.Arifin nasution, S.Sos, M.SP selaku Seketaris Departemen Ilmu
Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Polittik Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Onan Marakali S.sos, M.si ,selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan
waktunya dengan penuh kesabaran untuk memberikan pengarahan, bimbingan, saran yang
berguna, dukungan moril dan proses penyusunan dan penyelesain skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

4. Segenap dosen dan staf pengajar di ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Polittik Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan bekal dan ilmu pengetahuan
yang bermanfaat.
5. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua tercinta Papa saya
Alm. M.Silalahi dan Mama saya Rohaya D.L.Simbolon yang telah banyak memberikan
dorongan moral dan materi serta kasih sayang dan perhatian yang tiada terhingga kepada penulis
selama masa kuliah terlebih-lebih selama masa penyusunan skripsi ini di Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
6. Seluruh pimpinan dan karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Setia Budi
Medan, khusus nya buat Staff Account Officer BRI Mario Valentino Hutabarat, S.sos terima
kasih atas bantuannya.
7. Abang saya Alex Petrus Pratama Silalahi, S.kom dan adik saya Uthari Gustriani Silalahi yang
telah memberikan dukungan melaului semangat dan doa kepada penulis.
8. Buat Aditya David Siagian dan seluruh “Siagian Family”, serta seluruh keluarga saya “
Silalahi Family” dan “Simbolon Family”yang telah memberikan semangat dan doa kepada
penulis.
9. Buat sahabat-sahabat saya di Administrasi Bisnis, “My JJ”, Kakak Rica Marthasari Sagala,
Anastasya Stefani S.X.S, Febrina C. Nainggolan, Royana Maranatha dan Hania Nathalie
terimakasih buat hal – hal gila selama ini . Juga kepada teman-teman lain, kelas A’09 khususnya
buat Abdul Rahman terimakasih 4 tahun kebersamaannya dan thanks for everything..
i

Universitas Sumatera Utara

10. Buat sahabat – sahabat saya Pdm. Anderson Sitorus, Santi Malau, Boaz Zendrato, Yus
Angreman Mendrofa. Dan seluruh HTK GTDI wil.Medan – Langkat. Thankyou for everythinhg
guys.
Penulis memohon maaf atas segala kekurangan yang ada selama penulisan skripsi ini. Karena
tidak ada gading yang tak retak. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
pihak peneliti selanjutnya yang akan menulis topik yang sama demi perkembangan dan
kelanjutan Civitas Akademika.
Medan, Agustus 2013
Penulis

Silvia Mayana Silalahi

ii

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR………………………………………………….

i

DAFTAR ISI……………………………………………………………

iii

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………...

vi

DAFTAR TABEL……………………………………………………...

vii

DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………...

viii

ABSTRAK…………….....................................................................

ix

ABSTRACT………….................................................................…..

x

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………

1

1.2 Rumusan Masalah..………………………………………...

6

1.4 Tujuan Penelitian..………………………………………….

6

1.5 Manfaat Penelitian.………………………………………….

6

BAB II KERANGKA TEORI……………………………………..……..8
2.1 Kredit……..…………………………………………………..8
2.1.1 Pengertian Kredit…………………………………… 8
2.1.2. Unsur-Unsur Kredit……………………..…….

9

2.1.3. Tujuan dan Fungsi Kredit…………….…………… 10
2.1.4. Pengelompokkan Kredit……………….….……

11

2.1.5. Prinsip-Prinsip Pemberian Kredit………………

13

2.1.6. Unsur-Unsur Kredit…………………………….

15

2.2. Usaha Kecil…………………………………………………

16

Universitas Sumatera Utara

2.2.1. Pengertian Usaha Kecil……………………….

16

2.2.2. Jenis-Jenis Usaha Kecil………………………….

18

2.2.3. Ciri-Ciri Usaha Kecil……………………………..

19

2.2.4. Masalah-Masalah Yang Dihadapi Usaha Kecil…… 20
2.2.5. Strategi Pengembangan Usaha Kecil……………..

22

2.3. Kerangka Berfikir…………………………………………… 23
2.4. Hipotesis……………………………………………………..

24

BAB III METODE PENELITIAN……………………………………….. 25
3.1. Bentuk Penelitian……………………………………………..25
3.2. Lokasi Penelitian……………………………………………...25
3.3. Populasi dan Sampel………………………………………… 25
3..3.1. Populasi…………………………………………… 25
3.3.2. Sampel……………………………………………… 26
3.4. Defenisi Konsep……………………………………………..

26

3.5. Defenisi Operasional………………………………………...

26

3.6. Teknik Pengumpulan Data…………………………………..

26

3.6.1. Sumber Data……………………………………….

26

3.6.2. Instrumen Pengumpulan Data…………………….

27

3.7. Tehnik Analisis Data………………………………………..

27

BAB IV HASIL PENELITIAN……………………………………………32
4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian…………………………………. 32
4.1.1. Sejarah dan Kegiatan BRI…………………………

32

4.1.2. Struktur Organisasi………………………………… 36

Universitas Sumatera Utara

4.1.3. Bidang- Bidang Kerja………………………….

37

4.2. Deskripsi Data Variabel Penelitian…………………………

58

4.2.1. Karakteristik Debitur BRI Unit Setia Budi………

58

4.2.1. Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin….. 58
4.2.2. Karakteristik Berdasarkan Usia…………...

58

4.2.3. Karakteristik Berdasarkan Pendidikan…….

59

4.2.2. Penjelasan Pemberian Kredit dan Pendapatan…….

61

4.3. Analisis Data dan Pembahasan……………………………… 62
4.3.1. Analisis Data………………………………………

62

4.3.1.1. Uji Asumsi Klasik………………………...62
4.3.2. Pembahasan………………………………………… 68
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………………………………….. 69
5.1. Kesimpulan………………………………………………….. 69
5.2. Saran…………………………………………………………

70

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

v

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Paradigma Berfikir Peneliti……………………………………….

24

Gambar 4.1. Struktur Organisasi BRI Unit Setia Budi………………………….

37

vi

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Jumlah Realisasi Debitur KUPEDES………………………………..

3

Tabel 4.1. Gambaran Umum KUPEDES……………………………………….

55

Tabel 4.2. Karakteristik Debitur Berdasarkan Jenis Kelamin……………………

58

Tabel 4.3. Karakteristik Debitur Berdasarkan Usia………………………………. 59
Tabel 4.4. Karakteristik Debitur Berdasarkan Tingkat Pendidikan……………… 60
Tabel 4.5. Tingkat Pendapatan Usaha Kecil…………………………………….

61

Tabel 4.6. Uji Normalitas Data Pendapatan ( Kolmogrov – Smirnov)…………… 63

vii

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Perkembangan Usaha Kecil
( Studi Pada Debitur KUPEDES dagang Bank Rakyat Indonesia Unit Setia Budi Medan)”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kredit KUPEDS
terhadap perkembangan usaha kecil dari segi perkembangan pendapatan usaha kecil debitur
Bank Rakyat Indonesia Unit Setia Budi Medan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer. Penelitian ini menggunakan
data series periode Januari s/d Juni 2013. Metode analisis yang digunakan adalah analisis
deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang terdiri dari Uji t dan Uji R². Pengujian dilakukan
dengan menggunakan bantuan SPSS versi 18.00 for windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kredit umum pedesaan berpengaruh
terhadap perkembangan usaha kecil dari perkembangan pendapatan.

Kata Kunci : Kredit Umum Pedesaan, Usaha Kecil

vii

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The study is titled "The Effect of Credit Against Small Business Development (Studies in trade
debtors of Bank Rakyat Indonesia KUPEDES Unit Medan Setia Budi)". The purpose of this
study was to determine the effect of credit KUPEDS to the development of small businesses in
terms of the development of small business income debtors Bank Rakyat Indonesia Unit Medan
Setia Budi.
This study uses secondary data and primary data. This study uses data series from January s / din
June 2013. The analytical method used is descriptive analysis with a quantitative approach
consisting of a t-test and test R ². Tests carried out using SPSS for windows version 18 o'clock.
The results showed that the general rural credit effect on the development of small business
revenue growth.
Keywords: Rural Public Credit, Small Business

ix

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Perkembangan Usaha Kecil
( Studi Pada Debitur KUPEDES dagang Bank Rakyat Indonesia Unit Setia Budi Medan)”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kredit KUPEDS
terhadap perkembangan usaha kecil dari segi perkembangan pendapatan usaha kecil debitur
Bank Rakyat Indonesia Unit Setia Budi Medan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer. Penelitian ini menggunakan
data series periode Januari s/d Juni 2013. Metode analisis yang digunakan adalah analisis
deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang terdiri dari Uji t dan Uji R². Pengujian dilakukan
dengan menggunakan bantuan SPSS versi 18.00 for windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kredit umum pedesaan berpengaruh
terhadap perkembangan usaha kecil dari perkembangan pendapatan.

Kata Kunci : Kredit Umum Pedesaan, Usaha Kecil

vii

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
The study is titled "The Effect of Credit Against Small Business Development (Studies in trade
debtors of Bank Rakyat Indonesia KUPEDES Unit Medan Setia Budi)". The purpose of this
study was to determine the effect of credit KUPEDS to the development of small businesses in
terms of the development of small business income debtors Bank Rakyat Indonesia Unit Medan
Setia Budi.
This study uses secondary data and primary data. This study uses data series from January s / din
June 2013. The analytical method used is descriptive analysis with a quantitative approach
consisting of a t-test and test R ². Tests carried out using SPSS for windows version 18 o'clock.
The results showed that the general rural credit effect on the development of small business
revenue growth.
Keywords: Rural Public Credit, Small Business

ix

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Usaha kecil merupakan basis usaha rakyat. Dari perspektif dunia, diakui bahwa usaha kecil
memainkan suatu peran yang sangat penting di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi,
baik di negara-negara maju (NM) maupun di negara-negara sedang berkembang (NSB) termasuk
Indonesia.
Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia usaha kecil selalu digambarkan sebagai sektor yang
mempunyai peranan penting, karena sebagian jumlah penduduknya hidup dalam kegiatan usaha
kecil di sektor tradisional maupun modern, serta mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Besarnya kontribusi usaha kecil dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, membuat
pemerintah sadar bahwa usaha kecil perlu dikembangkan. Pemerintah berusaha membantu
pengembangan usaha kecil mulai berbagai program seperti program latihan pegembangan,
manajemen usaha kecil serta pengembangan teknologi usaha kecil. Walaupun telah banyak
dilakukan program-program pembinaan usaha kecil oleh pemerintah, namun kenyataannya di
lapangan masih banyak usaha usaha kecil yang perkembangannya masih jauh dari harapan. Hal
ini disebabkan oleh beberapa kelemahan dari pihak internal dan eksternal usaha kecil.
Faktor internal yang menghambat perkembangan usaha kecil adalah terbatasnya kepemilikan
modal, kurangnya pengembangan SDM, pemakaian teknologi sederhana yang kurang produktif,
sistem manajemen tradisional, kurang menguasai informasi serta masalah pemasaran. Selain itu,
faktor eksternal yang menjadi penghambat perkembangan usaha kecil adalah adanya persaingan
antara usaha kecil dan usaha besar, dimana usaha besar memproduksi barang yang relatif sama

Universitas Sumatera Utara

dengan usaha kecil seperti kecap, gula, garam, tepung, terasi dan bahan-bahan pangan lainnya,
diantara masalah internal dan eksternal, salah satu masalah yang paling krusial adalah masalah
kepemilikan modal, modal yang umumnya diharapkan oleh sebagian besar usaha kecil adalah
modal yang berasal dari kredit perbankan maupun kredit non bank.
Sesuai Undang-undang No. Tahun 1998 perubahan atas Undang-undang No. 7 Tahun 1992
Tentang Perbankan yang tertulis dalam pasal 1 ayat 11 “ Kredit adalah penyediaan uang atau
tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjammeminjam antara bank dengan pihak lain mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya
setelah jangka waktu dengan pemberian bunga”.
Kredit berasl dari bahasa yunani, credere, yang berarti kepercayaan. Istilah kredit memiliki arti
khusus, yaitu meminjamkan uang atau penundaan pembayaran. Apabila orang mengatakan
membeli secara kredit maka hal itu berarti si pembeli tidak harus membayarnya pada saat itu
juga.
Menurut Rivai ( 2007 : 439 ), kredit diberikan dengan tujuan untuk memperoleh laba/keuntungan
bagi bank ( lembaga keuangan), sedangkan bagi pengusaha/debitur kredit diberikan dengan
tujuan potensi untuk mengembangkan usahanya.
Dalam pemberian kredit, perbankan melalui bank merupakan salah satu perantara pemberian
kredit

dengan

menjalankan

fungsinya

sebagai

lembaga

keuangan

yang

bertugas

memberikan/menyalurkan dana ke masyarakat.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Setia Budi merupakan salah satu lembaga milik pemerintah
yang kegiatannya bergerak dalam bidang keuangan. Usaha-usaha utama keuangan yang dikelola
BRI Unit Setia Budi meliputi : (a) menghimpun dana, (b) menyalurkan dana, dan (c)
menyediakan jasa bank lainnya seperti jasa setoran telepon, listrik, air, pembayaran uang kuliah,

Universitas Sumatera Utara

pembayaran gaji dan pension, kartu kredit, valas ( valuta asing), dan jasa-jasa lainnya. Dalam
kegiatan pemberian/penyaluran dana, BRI Unit Setia Budi mengembalikan dana yang dikelola ke
masyarakat dalam bentuk pinjaman/kredit yang diberikan berdasarkan prinsip konvensional.
Salah satu maksud dari pemberian kredit kepada masyarakat adalah untuk membiayai kegiatan
bisnis mikro. Pinjaman ataupun kredit merupakan aspek penting bagi BRI Unit Setia Budi,
karena laba terbesar BRI Unit Setia Budi adalah laba dari pinjaman/kredit. Salah satu produk
pinjaman yang ada pada Bank Rakyat Indonesia Unit Setia Budi adalah KUPEDES (Kredit
Umum Pedesaan), yang ditujukan untuk individual (badan usaha maupun perorangan) yang
didalamnya termasuk usaha kecil untuk mendukung berbagai keperluan pembiayaan semua jenis
usaha dengan memenuhi kebutuhan modal kerja dan investasi.
Untuk mengatasi permodalan pada usaha kecil, BRI Unit Setia Budi membantu usaha kecil
dengan memberikan KUPEDES (Kredit Umum Pedesaan) yaitu kredit awal modal kerja yang
berplafon

1.000.000



100.000.000,

yang

tentunya

membantu

usaha

kecil

dalam

pengembangannya. Penyaluran kredit KUPEDES dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI)
sampai pada seluruh pelosok-pelosok di Indonesia.
Berikut adalah tabel jumlah realisasi kredit KUPEDES terhadap debitur UMKM.
Tabel 1.1
Jumlah Realisasi Debitur Kupedes UMKM
Pada BRI Unit Setia Budi Medan
Tahun 2008 – 2012
Tahun

Jumlah Debitur

2008

84

2009

87

% Kenaikan

3,5%

Universitas Sumatera Utara

2010

80

-8%

2011

85

6,25%

2012

88

3,5%

Sumber : BRI Unit Setia Budi, Medan.
Tabel 1.1 menjelaskan mengenai jumlah realisasi debitur baru KUPEDES mulai dari tahun 20082012. Dari tabel diatas dapat dilihat pertumbuhan jumlah debitur yang selalu berfluktuasi setiap
tahunnya. Pada tahun 2008 jumlah realisasi debitur baru KUPEDES ada 84 debitur ; pada tahun
2009 sebesar 87 debitur baru, terjadi peningkatan jumlah debitur dari tahun 2008 ke tahun 2009,
meskipun persentasenya tidak begitu besar yaitu 3,5% ; namun pada tahun 2010 jumlah realisasi
debitur baru hanya ada 80 debitur atau mengalami penurunan sebesar 8% dari tahun 2009. Pada
tahun 2011 jumlah realisasi debitur baru mencapai 85 debitur, mengalami peningkatan sebesar
6,25% ; dan pada tahun 2012 jumlah realisasi debitur baru mencapai 88 debitur atau mengalami
peningkatan sebesar 3,5% dari tahun 2011.
Berdasarkan tabel 1.1 terlihat bahwa pada tahun terakhir yaitu tahun 2012 penyaluran/pemberian
kredit terhadap UMKM meningkat sebesar 3,5% dari tahun 2011. Sehingga terlihat bahwa BRI
Unit Setia Budi membantu UMKM untuk memperoleh kredit sehingga permodalan UMKM
terbantu,
Berdasarkan hasil pra penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan usaha kecil
mengenai kredit KUPEDES BRI, menyebabkan banyaknya usaha kecil meminjam modal kepada
rentenir dan koperasi dan ditemukan juga bahwa usaha kecil yang memiiki pinjaman di BRI Unit
Setia Budi mengalami perkembangan.

Universitas Sumatera Utara

Dalam penelitian ini, penulis melakukan pembatasan penelitian, yakni sektor usaha kecil dan
perkembangan usaha kecil yang meliputi perkembangan pendapatan pada debitur KUPEDES
perdagangan BRI Unit Setia Budi Medan.
Penelitian terkait dengan pengaruh pemberian kredit terhadap perkembangan usaha kecil pernah
diteliti oleh peneliti terdahulu. Sofia Rita ( 2004 ) dalam penelitiannya berjudul,” Analisis
Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Perkembangan Pendapatan Usaha Kecil Menengah di PT.
BPR Laksana Abadi Sunggal Medan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa modal kerja
berpengaruh nyata terhadap jumlah pendapatan debitur, namun kredit yang diterima tidak
berpengaruh nyata terhadap jumlah pendapatan debitur PT. BPR Laksana Abadi.
Hernowo ( 2004 ) dalam penelitiannya berjudul, “ Pengaruh Pemberian Kredit Kupedes PT.BRI
( Persero ) Tbk Terhadap Tingkat Pendapatan Pengusaha Kecil di Lubuk Pakam”. Hasil
penelitiannya menunjukkan bahwa pemberian kredit berpengaruh positif terhadap perkembangan
usaha kecil yang ditunjukkan adanya kenaikan pendapatan dari usahanya.
Lambok ( 2006 ) dalam penelitiannya berjudul ,” Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap
Perkembangan Usaha Kecil Pada Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (PKBL) PT.
Angkasa Pura II Polonia Medan”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pemberian kredit
berpengaruh signifikan atas perkembangan usaha kecil sebelum dan sesudah menerima kredit
dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ( PKBL ) PT. Angkasa Pura II Polonia Medan.
Andry Hendrawan ( 2009 ) dalam penelitiannya berjudul, “ Pengaruh Pemberian Kredit
Terhadap Perkembangan Usaha Kecil Pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ( PKBL )
PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan “. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
pemberian kredit berpengaruh terhadap perkembangan pendapatan usaha kecil.

Universitas Sumatera Utara

Kiki Marbun (2011) dalam penelitiannya berjudul ,”Pengaruh Pemberian Kredit Angsuran
Fidusia Terhadap Perkembangan Usaha Kecil Debitur Perum Pegadaian Cabang Padang Bulan
Medan”. Hasil penelitian nya menunjukkan bahwa pemberian kredit tidak berpengaruh
signifikan terhadap perkembangan pendapatan tetapi pemberian kredit berpengaruh signifikan
terhadap perkembangan pelanggan debitur Perum Pegadaian Cabang Padang Bulan Medan.
Berdasarkan fenomena tersebut penulis tertarik untuk melakukan penilitian dengan judul
“Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Perkembangan Usaha Kecil (Studi Kasus pada Debitur
KUPEDES Perdagangan dan Jasa Bank BRI Unit Setia Budi Medan).
1.2.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dikemukakan perumusan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
“Bagaimana pengaruh pemberian kredit terhadap perkembangan pendapatan usaha kecil debitur
KUPEDES BRI Unit Setia Budi Medan ?
1.3.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui besar pengaruh pemberian kredit terhadap perkembangan pendapatan usaha
kecil pada BRI Unit Setia Budi Medan.
1.4.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
a. Bagi BRI Unit Setia Budi, sebagai bahan masukan dan informasi khususnya dalam
pengembangan usaha kecil debitur Kupedes.

Universitas Sumatera Utara

b. Bagi penulis, sebagai bahan informasi untuk memperluas wawasan penulis dalam bidang
kredit, khususnya mengenai pemberian kredit Kupedes serta pengaruhnya terhadap
perkembangan usaha kecil.
c. Bagi usaha kecil, sebagai bahan pertimbangan bagi para pelaku usaha kecil dalam
menjalankan serta mengembangkan kegiatan usahanya.
d. Bagi pihak lain, sebagai bahan masukan bagi para peneliti lain yang ingin mengetahui
tentang kredit khususnya tentang pemberian kredit Kupedes serta pengaruhnya terhadap
perkembangan usaha kecil, sehingga dapat dipakai sebagai bahan perbandingan ataupun
referensi untuk peneliti selanjutnya.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
KERANGKA TEORI
Teori digunakan sebagai landasan atau alasan mengapa suatu yang bersangkutan memang bisa
mempengaruhi variabel tak bebas atau merupakan salah satu penyebab. Secara umum , teori
merupakan bahan dasar yang digunakan untuk meramalkan atau memprediksi jawaban atas
permasalahan peneliti. Teori menjelaskan mengenai hubungan antar konsep, antar variabel serta
berbagai penjelasan mengenai gejala sosial yang ada.
Vredenbergt (1978) dalam Azuar Juliandi (2013 : 40) menyatakan bahwa teori berfungsi untuk
menjelaskan hubungan antara suatu gejala dan pengamatan yang telah dilakukan ; meramalkan
fungsi dari gejala-gejala yang diamati berdasarkan pengetahuan yang telah dipersoalkan oleh
teori.
Adapun teori-teori yang dianggap relevan dengan penelitian ini yaitu Kredit Kupedes BRI,
Usaha Kecil dan Perkembangannya.
2.1. Kredit
2.1.1. Pengertian Kredit
Menurut Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 pasal 1 ayat 12, Kredit adalah penyediaan uang atau
tagihan yang dapat dipersamkan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam
meminjam antar bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi
hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil
keuntungan.

Universitas Sumatera Utara

Kredit berasal dari bahasa Yunani, credere, yang berarti kepercayaan, dari bahasa Latin yaitu
credo, yang berarti pengakuan iman/kepercayaan dimana kreditur (pihak yang memiliki
modal/dana) memberikan kepercayaan (kredit/credere) kepada debitur (pihak yang meminjam
dana) untuk mengelola sejumlah dana guna diputarkan agar dapat menghasilkan.
Umumnya sebagai atas kepercayaan yang diberikan pemilik dana (kreditur), maka pihak
peminjam (debitur) merealisasikan syarat-syarat yang diminta kreditur dalam bentuk perilakuperilaku (dalam bahasa Yunani perilaku tersebut disebut credenda). Credenda merupakan
perilaku debitur yang diwujudkan dalam bentuk barang jaminan (berupa benda bergerak atau
benda tidak bergerak seperti BPKB kendaraan bermotor/mobil, sertifikat tanah). Dengan kata
lain, credere (kepercayaan) akan dibalas dengan credenda (perilaku) yang sesuai dengan
kepercayaan yang diberikan.
Dalam bahasa Indonesia credenda dapat diartikan dengan agunan/jaminan.
pinjaman debitur tersebut.
2.1.2. Unsur-unsur Kredit
Unsur-unsur yang terdapat dalam kredit adalah :
a.

Kepercayaan, yaitu : keyakinan dari si pemberi kredit bahwa dana yang diberikan
benar-benar akan diterima kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan
datang.

b.

Waktu, yaitu : masa yang memisahkan antara pemberian kredit ( prestasi) dengan
kontra prestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang. Dalam unsur waktu

Universitas Sumatera Utara

ini, nilai uang yang akan diterima dimasa yang akan datang lebih tinggi dari nilai uang
itu sekarang.
c.

Degree of Risk, yaitu suatu tingkat resiko yang akan dihadapi sebagai akibat adanya
jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontra prestasi yang
akan diterima di masa yang akan datang.

d.

Prestasi, yaitu merupakan objek dari kredit tersebut dapat berupa uang tapi dapat juga
berbentuk barang dan jasa.

Tetapi dalam kehidupan modern sekarang ini kredit didasarkan kepada uang maka transaksitransaksi yang menyangkut uanglah yang sering kita jumpai dalam praktek perkreditan.
2.1.3. Tujuan dan Fungsi Kredit
Pemberian kredit tentunya memiliki beberapa tujuan yang tidak terlepas dari misi perusahaan
didirikan. Menurut Kasmi (2009 : 105), tujuan pemberian kredit adalah :
1.

Mencari keuntungan

Tujuan utama dari pemberian kredit kepada debitur adalah untuk mendapatkan keuntungan
dalam bentuk bunga kredit sesuai perjanjian antara pihak debitur dengan bank yang
bersangkutan.
2.

Membantu usaha nasabah

Tujuan berikutnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana
untuk investasi maupun untuk modal kerja. Dana terseut digunakan untuk mengembangkan dan
memperluas usahanya.
3.

Membantu pemerintah

Universitas Sumatera Utara

Tujuan lainnya adalah membantu pemerintah dalam rangka peningkatan pembangunan di
berbagai sektor terutama sektor rill, karena semakin banyak kredit disalurkan untuk
pengembangan usaha kecil, semakin baik pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan fungsi kredit menurut Untung (2005 : 4), funsi kredit bagi perdagangan usaha kecil
adalah :
1.

Meningkatkan daya guna uang

2.

Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang

3.

Meningkatkan daya guna dan peredaran barang

4.

Sebagai satu alat stabilitas ekonomi

5.

Meningkatkan kegairahan berusaha

6.

Meningkatkan pemerataan pendapatan

7.

Meningkatkan hubungan internasional

2.1.4. Pengelompokan Kredit
Menurut Untung (2005), kredit dapat dikelompokkan menurut berbagai kriteria, yaitu dari
kriteria lembaga pemberi-penerima kredit, jangka waktu serta penggunaan kredit.
1.

Kredit dikelompokkan berdasarkan kriteria lembaga pemberi-penerima kredit :
a. Kredit perbankan kepada masyarakat untuk kegiatan usaha dan konsumsi.

Kredit ini merupakan kredit yang diberikan oleh bank pemerintah maupun swasta kepada dunia
usaha guna untuk membiayai kebutuhan permodalan, ataupun kepada individu untuk membiayai
pembelian kebutuhan hidup yang berupa barang maupun jasa.
b. Kredit likuiditas

Universitas Sumatera Utara

Kredit likuiditas adalah kredit yang diberikan oleh Bank Sentral kepada bank-bank yang
beroperasi di Indonesia, yang digunakan sebagai dana untuk membiayai kegiatan perkreditannya.
Kredit ini dilaksanakan oleh Bank Indonesia sesuai pasal 29

UU Bank Sentral tahun 1968,

berguna untuk memajukan urusan perkreditan dan sekaligus bertindak sebagai pengawas atas
urusan kredit tersebut.
c. Kredit langsung
Kredit langsung adalah kredit yang diberikan oleh Bank Indonesia kepada lembaga pemerintah,
atau semi pemerintah. Misalnya Bank Indonesia memberikan kredit langsung kepada Bulog
dalam rangka pelaksanaan program pengadaan pangan.
2.

Kredit dikelompokkan berdasarkan segi tujuan penggunaanya, dapat digolongkan
menjadi :
a. Kredit konsumtif

Kredit konsumtif adlah kredit yang diberikan bank pemerintah atau bank swasta kepada
perseorangan untuk membiayai keperluan konsumsi sehari-hari.
b. Kredit produktif
Kredit produktif terbagi atas kredit investasi dan kredit eksploitasi.
Kredit investasi adalah kredit yang ditujukan untuk membiayai modal tetap, yaitu peralatan
produksi, gedung dan mesin-mesin (jangka waktu panjang).
c. Kredit perdagangan
Kredit perdagangan digunakan untuk perdagangan , biasanya untuk membeli barang dagangan
yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagang tersebut.
Kredit eksploitasi adalah kredit yang ditujukan untuk pembiayaan kebutuhan dunia usaha akan
modak kerja untuk membiayai kebutuhan persediaan bahan baku (jangka waktu pendek).

Universitas Sumatera Utara

3.

Kredit dikelompokkan berdasarkan segi waktu, dapat digolongkan menjadi :
a. Kredit jangka pendek (short term loan), yaitu kredit yang

berjangka waktu

maksimum 1 tahun. Bentuknya dapat berupa kredit rekening koran, kredit
penjualan, kredit pembeli dan kredit wesel.
b. Kredit jangka menengah (medium term loan), yaitu kredit yang berjangka waktu 1
sampai 3 tahun.
c. Kredit jangka panjang (long term loan), yaitu kredit yang berjangka waktu lebih
dari 3 tahun. Yang termasuk dalam kredit jangka panjang pada umumnya adalah
kredit investasi yang bertujuan untuk menambah modal perusahaan dalam rangka
rehabilitasi, ekspansi (perluasan) dan pendirian proyek baru.

2.1.5. Prinsip-Prinsip Pemberian Kredit
Prinsip-prinsip pemberian kredit dapat dilihat dari Analisi 5 C (BRI, Analaisa Kupedes 2012),
yaitu :
1. Character
Analisis karakter dapat dilihat dari :
a. Rasa tanggung jawab debitur
b. Kejujuran debitur
c. Keseriusan debitur dalam berbisnis
d. Keinginan debitur untuk membayar semua kewajiban kepada bank dengan
seluruh kekayaan yang dimiliki

Menganalisis watak dapat dilihat dari :

Universitas Sumatera Utara

a. Riwayat hubungan dengan bank
b. Riwayat peminjam
c. Reputasi dalam bisnis
d. Keuangan, manajemen dan legalitas usaha
2. Capacity, merupakan kemampuan debitur membuat rencana dan mewujudkan
menjadi kenyataan, menjalankan usahanya guna memperoleh laba yang diharapkan,
Menganalisa capacity seseorang debitur dapat dilihat dari : kemampuan manajerial dan
kemampuan finansial.
3. Capital
Capital adalah kemampuan perusahaan dalam memikul beban pembiayaan dan risk sharing
perusahaan.
4. Collateral
Collateral adalah jumlah jaminan yang berfungsi untuk menutupi pinjaman debitur berupa
agunan seperti sertifikat tanah.
5. Condition
Condition merupakan kondisi suatu perusahaan saat mengatasi ancaman dan peluang yang
berasal dari lingkunga eksternal maupun internal perusahaan yang akan berpengaruh terhadap
keberhasilan perusahaan.

2.1.6. Unsur-Unsur Kredit
Unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian kredit adalah :
1. Kepercayaan

Universitas Sumatera Utara

Kepercayaan adalah suatu keyakinan pemberian kredit bahwa kredit yang diberikan akan benarbenar diterima kembali dimasa tertentu di masa yang akan datang.
2. Kesepakatan
Kesepakatan merupakan perjanjian antara kedua belah pihak dimana masing-masing pihak
menandatangani hak dan kewajiban masing-masing.
3. Jangka waktu
Jangka waktu merupakan masa pengembalian kredit yang telah disepakati.
4. Resiko
Resiko merupakan suatu kemungkinan tidak tertagihnya pinjaman atau macetnya pengembalian
kredit.
5. Balas jasa
Balas jasa merupakan suatu keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa, yang dikenal
dengan nama bunga.

2.2.

Usaha Kecil

2.2.1. Pengertian Usaha Kecil
Terdapat beberapa perbedaan mengenai pengertian usaha kecil, baik menurut Undang-undang,
Perbankan, Biro Pusat Statistik dan lembaga-lembaga lainnya. Apa yang menjadi batasan usaha
kecil masih sulit untuk dijelaskan. Penentuan batasan usaha kecil cenderung kepada modal awal,
aset dan pendapatan,

Universitas Sumatera Utara

Menurut Tohar (2000 : 2), beberapa batasan usaha kecil dilihat dari total asset, total penjualan
bersih per tahun dan status kepemilikan antara lain :
1.

Definisi-definisi usaha kecil dari berbagai segi tersebut :
a.

Berdasarkan Total Aset

Berdasarkan total asset, pengusaha kecil adalah pengusaha yang memilik kekayaan
bersih paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat membuka usaha.
b.

Berdasarkan Total Penjualan Bersih Per Tahun

Berdasarkan total penjualan bersih per tahun, pengusaha kecil adalah pengusaha yang
memiliki hasil total penjualan bersih per tahun paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar
rupiah)
c.

Berdasarkan Status Kepemilikan

Berdasarkan status kepemilikan, usaha kecil adalah usaha berbentuk perseorangan, bisa
berbadan hukum atau tidak berbadan hukum, yang didalamnya termasuk koperasi.
Menurut Tohar (2000 : 2), kriteria-kriteria usaha kecil antara lain :
Usaha kecil termasuk koperasi merupakan kegiatan ekonomi rakyat dengan skala kecil yang
memiliki kriteria :
a.

Memiliki kekayaan bersih atau total asset paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua
ratus juta rupiah)

b.

Memiliki hasil penjualan bersih per tahun paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu
milyar rupiah)
c.

Milik Warga Negara Indonesia

Universitas Sumatera Utara

d.

Berdiri sendiri, artinya bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan
yang dimiliki, atau berafiliasi entah langsung atau tidak langsung dengan usaha
menengah atau dengan usaha besar.

e.

Berbentuk usaha perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum atau badan
usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi.
2.

Berdasarkan surat edaran Bank Indonesia kepada Bank Umum di

Indonesia No. 3/9Bkr, tgl. 17 Mei 2001, Usaha Kecil adalah usaha yang memiliki kriteria
:
a.

Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus

juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha ;
b.

Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- ;

c.

Milik Warga Negara Indonesia

d.

Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang

perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak
langsung dengan usaha menengah atau usaha besar.
e.

Berbentuk usaha perorangan, badan usaha tidak berbadan hukum, atau

badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
3.

Usaha kecil menurut Biro Pusat Statistik :

Usaha rumah tangga yaitu, mempunyai 1-5 tenaga kerja,
Usaha kecil yaitu, mempunyai 6-19 tenaga kerja.
Usaha menengah yaitu, mempunyai 20-99 tenaga kerja.
Usaha besar yaitu, mempunyai 100 lebih tenaga kerja.

Universitas Sumatera Utara

4.

Menurut Undang-undang No. 9 tahun 1995 yaitu, usaha kecil adalah

kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki kekayaan paling bersih paling banyak Rp.
200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau yang memiliki hasil
penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- dan milik warga negara Indonesia.
2.2.2. Jenis-Jenis Usaha Kecil
Usaha kecil dikelompokkan dalam 4 kelompok :
1.

Usaha Perdagangan

Keagenan : agen koran/majalah, sepatu, pakaian, dan lain-lain ; pengecer : minyak, kebutuhan
pokok, buah-buahan, dan lain-lain ; Ekspor/Impor : produk lokal dan internasional ; sektor
informal : pengumpul barang bekas, pedagang kaki lima dan lain-lain,
2.

Usaha Pertanian

Meliputi Perkebunan : pembibitan dan kebun buah-buahan, sayur-sayuran dan lain-lain ;
Peternakan : ternak ayam, petelur, susu sapi ; Perikanan : darat/laut seperti tambank udang,
kolam ikan dan lain-lain.
3.

Usaha Industri

Industri Makanan/Minuman ; Pertambangan ; Pengrajin ; Konveksi dan lain-lain.
4.

Usaha Kecil

Jasa Konsultan ; perbengkelan ; restoran ; jasa konstruksi ; jasa transportasi ; jasa telekomunikasi
; jasa pendidikan dan lain-lain.

2.2.3. Ciri-Ciri Usaha Kecil
Menurut Anoraga (2002 : 16) para ahli sering menciptakan ciri-ciri usaha kecil dilihat dari sisi
kewirausahawan (Entrepreneurship). Dimana entrepreneurship muncul apabila seseorang berani

Universitas Sumatera Utara

mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Menurut Longenecker dan Moore (2000 : 9),
karakteristik seorang wirausaha adalah kebutuhan akan keberhasilan, keinginan untuk
mengambil resiko, percaya diri dan keinginan untuk berbisnis, entasi pada masa depan dan
penuh gagasan.
Sedangkan menurut Soetadi (2010 : 63), wirausaha memiliki ciri-ciri :
1.

Percaya diri dan mandiri yang tinggi untuk mencari penghasilan

dan keuntungan melalui usaha yang dilaksanakannya.
2.

Mau dan mampu mencari dan menangkap peluang yang

menguntungkan dan memanfaatkan peluang tersebut
3.

Mau dan mampu bekerja keras dan tekun untuk menhasilkan

barang dan jasa yang lebih tepat dan efisien.
4.

Mau dan mampu berkomunikasi, tawar menawar dan musyawarah

dengan berbagai pihak, terutama kepada pembeli.
5.

Mengahadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana, jujur,

hemat, dan disiplin
6.

Mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas

perusahaan dengan memanfaatkan dan memotivasi orang lain.

2.2.4. Masalah-Masalah Yang Dihadapi Usaha Kecil
Secara umum menurut Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dalam Hendrawan (2000 : 138),
masalah-masalah yang dihadapi sektor usaha kecil antara lain :
1.

Permodalan

Universitas Sumatera Utara

Masalah dari permodalan antara lain : suku bunga kredit yang tinggi, kurangnya
informasi sumber pembiayaan dari lembaga keuangan non bank, sistem dari lembaga keuangan
yang rumit memakan waktu yang relatif lama.
Menurut Anoraga dan Sudantoko (2000 : 227), bagi pengembangan usaha kecil, masalah modal
merupakan kendala terbesar.
Ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan usaha kecil untuk mendapatkan pembiayaan untuk
modal dasar maupun langkah-langkah pengembangan usaha kecil, yaitu : melalui kredit
perbankan, pinjaman lembaga keuangan bukan bank, modal ventura, pinjaman dari dana
penyisihan sebagian laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hibah, dan jenis-jenis
pembiayaan lainnya.
2.

Pemasaran

Pengusaha kecil banyak yang kurang memiliki daya saing jika berhadapan dengan usaha besar,
adanya persaingan tidak sehat diantara jenis usaha dan kurangnya indormasi pemasaran produk.
3.

Bahan Baku

Penyaluran bahan baku yang kurang memadai dan harga bahan baku yang relative tinggi dapat
menyebabkan rendahnya tingkat kualitas bahan baku dari suatu produk.
4.

Teknologi

Tenaga kerja yang ahli dan terampil dalam bidangnya masih sedikit, akses dan teknologi yang
tidak merata pada segala bidang dan kurangnya peralatan teknologi yang memadai serta
kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkembangan teknologi yang ada saat ini.
5.

Manajemen

Universitas Sumatera Utara

Usaha kecil banyak yang tidak memiliki manajemen yang baik. Usaha kecil tidak dapat membuat
pembukuan keuangan yang teratur serta kemampuan mengorganisasi diri dan karyawan yang
masi lemah. Untuk itu dibutuhkan pelatihan manajemen.
6.

Birokrasi

Usaha kecil yang berbadan hukum masih sedikit disebabkan proses birokrasinya cukup sulit dan
membutuhkan dana yang cukup besar serta jangka waktu yang cukup lama.
7.

Kemitraan

Kemitraan usaha kecil dan usaha besar memiliki manfaat yang cukup berarti bagi kemajuan
sektor usaha kecil, demikian hal transfer ilmu manajemen dan teknologi yang kurang
dimaksimalkan usaha kecil.
8.

Peraturan

Peraturan-peraturan yang berkaitan dan berhubungan dengan pengembangan bisnis secara umum
juga memiliki dampak terhadap pengembangan usaha kecil. Hal ini tentu berkaitan dengan
kebijakan oleh pemerintah dalam rangka memajukan sektor usaha kecil.
9.

Masalah Internal Perusahaan

Pengembangan usaha kecil dicirikan dengan lemahnya kondisi internal yaitu, lemahnya
penguasaan teknologi, manajemen yang sederhana, lemahnya jaringan distribusi pemasaran serta
sifat ketergantungan yang kuat.
10. Masalah Desain
Salah satu kelemahan usaha kecil adalah usaha kecil masih memiliki desain yang
terkesan lemah dan sederhana, masih melakukan peniruan desain serta kurang memiliki
kemampuan untuk menguasai teknologi dalam bidang menguasai desain.

Universitas Sumatera Utara

2.2.5. Strategi Pengembangan Usaha Kecil
Menurut Suryana (2003 : 87), strategi yang tepat dalam mengembangkan sektor usaha kecil
adalah meliputi aspek-aspek antara lain :
1.

Peningkatan akses kepada aset produktif terutama modal,

teknologi manajemen, pemasaran dan segi-segi penting lainnya.
2.

Peningkatan akses pada pasar yang meliputi: suatu

spectrum kegiatan yang luas mulai dari perdagangan usaha sampai pada
informasi pasar, bantuan produksi dan prasarana serta sarana pemasaran.
Khususnya bagi usaha kecil dipedesaan, prasarana ekonomi yang dasar
dan akan sangat membantu adalah perhubungan.
3.

Kewirausahawan,

dalam

hal

ini

pelatihan-pelatihan

mengenai pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berusaha
sangatlah penting. Namun, bersamaan dengan atau dalam pelatihan
tersebut maka sangat penting ditanamkan semangat berwirausaha. Hal ini
harus diperluas sejak dini dalam sistem pendidikan kita dalam rangka
membangun bangsa Indonesia yang mandiri yakni, bangsa niaga yang
maju dan bangsa industri yang tangguh.
4.

Kelembagaan, kelembagaan ekonomi dalam arti luas

adalah pasar. Maka memperkuat pasar adalah penting, tetapi harus disertai
pengendalian agar bekerjanya pasar tidak melenceng dan mengakibatkan
melebarnya kesenjangan. Untuk itu diperlukan intervensi-intervensi yang
tepat yang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah dasar dalam ekonomi
bebas tetapi tetap menjamin pemerataan sosial (social equity).

Universitas Sumatera Utara

5.

Kemitraan, kemitraan usaha merupakan jalur penting dan

strategis bagi perkembangan ekonomi rakyat. Kemitraan telah terbukti
berhasil diterapkan di negara-negara lain seperti : Jepang, Hongkong,
Singapura, dan Korea Selatan. Dengan pola backward linkages akan
terkait erat antara usaha besar dan menengah dan kecil serta usaha asing
(PMA) dengan usaha kecil lokal.
2.3.

Kerangka Berfikir
Keterbatasan modal yang dimiliki oleh para pengusaha kecil menyebabkan usaha kecil

sulit untuk berkembang. Modal yang biasanya dibutuhkan oleh pengusaha kecil dapat diperoleh
melalui kredit lembaga keuangan bank maupun kredit lembaga keuangan non-bank. Namun,
pengusaha kecil kurang mengetahui kredit yang berasal dari perbankan karena kurangnya
sosialisasi antara pihak perbankan dan pengusaha kecil serta pola pikir pengusaha kecil yang
berpendapat sulitnya bagi pengusaha kecil untuk mengakses persyaratan-persyaratan yang
diajukan perbankan dalam proses pencairan pinjaman/ kredit. Terdapat dua permasalahan di
dalam hak aspek para pelaku usaha kecil yaitu, mobilisasi awal dan akses ke modal kerja serta
finansial jangka panjang ( Tambunan dalam Hendrawan, 2004 : 74). Modal awal usaha kecil
biasanya bersumber dari tabungan pribadi pengusaha sedangkan untuk modal kerja dan finansial
jangka panjang diperoleh dari pinjaman/kredit ( Hendrawan dalam Marbun, 2009 ). Secara
sederhana kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat dilihat dalam gambar 2.1 :

Gambar 2.1

Universitas Sumatera Utara

Paradigma Berpikir Peneliti
Pemberian Kredit
KUPEDES

Pengembangan Usaha Kecil
(Y)

(X)
Perkembangan Pendapatan
Jumlah Pemberian Kredit
Sumber : penulis, 2013

2.4. Hipotesis
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah : perkembangan
usaha kecil yaitu perkembangan pendapatan usaha kecil di BRI Unit Setia Budi Medan.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1.

Bentuk Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif. Sebagaimana dikatakan Nazir (2003 : 63) bahwa penelitian deskriptif
adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu
sistem pemikiran, maupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari metode
deskriptif adalah untuk membuat suatu deskripsi, gambaran, lukisan secara sistematis, factual,
akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan fenomena yang diselidiki.
Analisis kuantitatif adalah suatu metode analisis dimana data – data yang dikumpulkan,
diklasifikasikan, dianalisis, dan diinterpretasikan secara objektif sehingga memberikan informasi
dan

gambaran

mengenai

masalah

yang

akan

diteliti

dengan

perhitungan

statistik

(Sugiyono,2007).
3.2. Lokasi Penelitian
Tempat di dalam penelitian akan dilaksanakan pada BRI Unit Setia Budi Medan yang berada di
Jalan Setia Budi no. 94 J Medan.
3.3.

Populasi dan Sampel
3.3.1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh debitur aktif Kredit Umum Pedesaan di BRI Unit
Setia Budi Medan sampai tanggal 1 Juli 2013 yaitu sebanyak 167 debitur.
3.3.2. Sampel

Universitas Sumatera Utara

Sampel dalam penelitian ini adalah debitur Kupedes perdagangan BRI Unit Setia Budi 6 bulan
terakhir dari bulan Januari – Juni 2013.
3.4. Defenisi Konsep
Defenisi konsep pada penelitian ini adalah :
- Pemberian Kredit merupakan fasilitas yang ditawarkan bank kepada pengusaha kecil
yang membutuhkan.
- Perkembangan Usaha Kecil merupakan upaya yang dilakukan oleh bank dalam
memberdayakan usaha kecil.
3.5.

Defenisi Operasional

Berdasarkan defenisi konsep yang telah dikemukakan, maka peneliti merumuskan :
1. Pemberian Kredit : Jumlah Kredit yang diberikan.
2. Perkembangan Usaha Kecil : Jumlah Pendapatan.
3.6.

Teknik Pengumpulan Data
3.6.1. Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari :
a. Data Sekunder adalah data yang berasal dari dokumen – dokumen di BRI Unit
Setia Budi Medan yang relevan dengan penelitian ini khususnya dokumen –
dokumen tentang debitur.

Universitas Sumatera Utara

b. Data primer adalah data yang diperoleh dengan wawancara kepada staff account
officer BRI Unit Setia Budi Medan.
3.6.2. Instrumen Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara :
Penelusuran Dokumen Bank BRI berupa jumlah nasabah Kredit Umum Pedesaan, gambaran
umum perusahaan BRI Unit Setia Budi Medan, info tentang produk Kredit Umum Pedesaan, dan
data pelengkap lainnya, bersama account officer dan deskman kredit dengan persejutuan kepala
unit BRI Unit Setia Budi.
3.7.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif, dengan menggunakan
statistik – statistik tertentu.
1. Metode Analisis Deskriptif
Metode

analisis

deskriptif

yaitu

metode

penganalisisan

data

yang

mengumpulkan,

mengklasifikasikan dan menganalisa data sehingga memberi gambaran menyeluruh mengenai
masalah yang dihadapi ( Sugiyono, 2007 : 110).
2. Metode Analisis Statistik
Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan analisis :
a. Regresi Sederhana

Universitas Sumatera Utara

Analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui seberapa besarnya hubungan dan
pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Untuk memperoleh hasil yang lebih
terarah, maka penelitian menggunakan bantuan program software SPPS Statistic Product and
Service Solution versi 18.0. Menurut Sugiyono (2005 : 194 ) persamaan regresi sederhana dapat
dirumuskan sebagai berikut :
Hipotesis : Y = a + bX
Keterangan :
Y = Perkembangan pendapatan
a = Konstanta
b = Koefisien regresi
X = Pemberian Kredit
Model regresi sederhana harus memenuhi syarat asumsi klasik sebelum data tersebut dianalisis,
yaitu :
1. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regrsi, varibel terikat,
variabel bebas atau keduanya mempunyai residu yang berdistribusi normal atau tidak. Model
yang paling baik adalah data distribusi data normal atau mendekati normal. Uji ini dilakukan
melalui tiga pendekatan yaitu : pendekatan histogram, pendekatan grafik dan pendekatan
Kolmogorov – Smirnov.
2. Uji Heteroskedastisitas

Universitas Sumatera Utara

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi
ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain sama, maka
disebut homoskedastisitas. Cara mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan
melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scartterplot disekitar nilai x dan y. Jika pada grafik
scartterplot yang disajikan, terlihat titik-titik menyeba

Dokumen serupa

Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Perkembangan Usaha Studi Pada Debitur Kupedes Kredit Umum Pedesaan Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Setia Budi Medan

Bebas