BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep - Analisis Komparatif Struktur Upacara Perayaan Tahun Baru Imlek Pada Masyarakat Cina Di Rrc Dengan Etnis Cina Di Kota Pematang Siantar 印尼先达华人与中国人的春节习俗对比分析 (Yìnní xiāndá huārén yǚ zhōngguó rén

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep

  Pengertian konsep dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:588) adalah gambaran mental dari suatu objek, proses, atau apapun yang ada diluar bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain. Oleh karena itu, konsep penelitian ini adalah sebagai berikut.

2.1.1 Tahun Baru Imlek

  Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting masyarakat Cina. Perayaan Tahun Baru Imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa mandarin: 正月; pinyin: zh

  ēng yuè) di penanggalan Cina dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam Tahun Baru Imlek dikenal sebagai Chúx

  ī yang berarti "malam pergantian tahun”.

  Di Indonesia, Sejak tahun 1968 s/d 1999, perayaan Tahun Baru Imlek dilarang untuk dirayakan di depan umum. Hal itu berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto. Serta melarang segala hal yang berbau Tionghoa, termasuk di antaranya Tahun Baru Imlek.

  Sejak kepemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, masyarakat Tionghoa di Indonesia, kembali mendapatkan kebebasan dalam merayakan Tahun Baru Imlek, yaitu di mulai pada tahun 2000. Di mana, Presiden Abdurrahman Wahid secara resmi mencabut Inpres Nomor 14/1967. Serta menggantikannya dengan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya).

  Pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu Hari Libur Nasional, oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003 hingga saat ini.

  2.1.2 Budaya

  Koentjaraningrat, mendefinisikan bahwa budaya adalah seluruh total dari fikiran, karya, dan hasil karya manusia yang tidak berakal kepada nalurinya dan yang hanya dicetuskan oleh manusia sesudah proses belajar.

  2.1.3 Struktur Upacara Perayaan Tahun Baru Imlek di Cina

  Tahun Baru Imlek merupakan tradisi penting bagi seluruh masyarakat Cina dan masyarakat Tionghoa, sehingga di Cina liburan Tahun Baru Imlek tidak hanya sehari, tetapi hingga hari ke lima belas bulan pertama penanggalan Imlek. Selama liburan, setiap keluarga mengisinya dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan rasa kasih sayang dan kebersamaan seperti nonton tv bersama, bermain kartu, dan jalan ke mall bersama. Yang paling penting dan paling menonjol dalam Tahun Baru Imlek di Cina adalah New Years Eve dan Spring Festival.

  New Years Eve

  Malam Tahun Baru Imlek adalah momentum paling penting dalam tradisi Cina. Pada saat ini semua masyarakat Cina di seluruh dunia, tidak peduli seberapa jauh mereka berada, atau sesibuk apapun mereka bekerja, pasti akan pulang kerumah masing –masing untuk berkumpul dengan keluarga dan melakukan makan malam bersama. Hal lain yang wajib dilakukan pada malam Tahun Baru Imlek adalah menempelkan photo dewa pintu di pintu rumah mereka, agar kelak keluarga mereka mendapat perlindungan dari sang dewa. Selain dewa pintu, gambar dewa berkah, dewa kemakmuran , dan dewa lainnya menghiasi ruang keluarga dan kamar tidur dengan harapan segala kebaikan, keberuntungan dan umur panjang dilimpahkan kepada seluruh anggota keluarga.

  Spring Festival Hari pertama di awal Tahun Baru Imlek disebut dengan festifal musim semi.

  Masyarakat Cina menyambutnya dengan memakan makanan tradisional. Cina bagian utara, makanan pertama tahun baru adalah jiaozi (pangsit rebus). Kedua makanan tersebut menandakan keinginan akan kemakmuran yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Setelah makanan tahun baru dimakan, para keluarga bergegas untuk mempersiapkan persembahan untuk para leluhur mereka, dan kepada dewa keberuntungan. Mereka membakar dupa sambil berdoa agar diberi keberuntungan dan prestasi yang tinggi ditahun mendatang.

  Festifal tahun baru tidak akan lengkap tanpa kembang api. Kembang api tidak hanya untuk memeriahkan tahun baru, kembang api juga melambangkan doa untuk perdamaian.

  Oleh karena itu kembang api menghiasi langit sepanjang malam tahun baru. Kegiatan lain yang dilakukan pada hari festifal musim semi di Cina ini adalah mengundang keluarga jauh, teman, dan kerabat untuk berkunjung kerumah dan menyampaikan salam tahun baru. Mereka percaya bahwa undangan tahun baru adalah apresiasi hidup. Saling mengunjungi merupakan simbol kasih sayang serta media untuk memperkuat ikatan silaturahmi. Namun jika karena kesibukan yang tak dapat dielakkan, bagi keluarga yang tidak sempat untuk mengunjungi semua kerabat, mereka bisa menyampaikan salam tahun baru dengan mengirimkan paket dan

  

hongbao (amplop merah) atau di Indonesia lebih akrab dengan sapaan “angpao

atau melalui telepon, email, pesan singkat.

2.1.4 Struktur Upacara Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Pematang Siantar

  Di malam tahun baru masyarakat Tionghoa di kota Pematang Siantar biasanya

bersantap di rumah atau di restoran. Setelah selesai makan malam mereka bergadang

semalam suntuk, dengan pintu rumah dibuka lebar-lebar agar rezeki bisa masuk ke rumah

dengan leluasa. Pada waktu ini disediakan camilan khas Imlek berupa kuaci, kacang, dan

permen.

  Pada waktu Imlek di Kota Pematang Siantar, makanan yang tidak boleh dilupakan

adalah lapis legit, kue nastar, kue semprit, kue mawar, serta manisan kolang-kaling. Agar

pikiran menjadi jernih, disediakan agar-agar yang dicetak seperti bintang sebagai simbol

kehidupan yang terang.

  Tujuh hari sesudah Imlek dilakukan persembahyangan kepada Sang Pencipta.

Tujuannya adalah sujud kepadaNya dan memohon kehidupan yang lebih baik di tahun yang

baru dimasuki. Di hari kedelapan perayaan tahun baru Imlek, masyarakat Tionghoa di hari ini

mereka merayakan makan malam reuni lagi. Namun di zaman sekarang ini, di Kota

Pematang Siantar sudah tidak banyak lagi masyarakat keturunan Tionghoa melakukan makan

malam ini dikarenakan kesibukan yang dimiliki oleh setiap keluarganya.

  Lima belas hari sesudah Imlek dilakukan sebuah perayaan yang disebut dengan Cap

Go Meh. Masyarakat keturunan Tionghoa di Kota Pematang Siantar merayakannya dengan

  

menyuguhkan lontong Cap Go Meh yang terdiri dari lontong, gulai ayam, lodeh terung,

sampai dengan telur pindang.

  Pada waktu perayaan Imlek juga dirayakan berbagai macam keramaian yang menyuguhkan atraksi barongsai dan kembang api.

2.2 Landasan Teori

  Landasan teori yang berhubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis gunakan adalah teori perbandingan dan teori struktural. Teori perbandingan digunakan untuk mengkaji sejauh apa perbandingan struktur upacara dalam rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dalam kebudayaan masyarakat Cina di Cina dengan masyarakat Tionghoa di Kota Pematang Siantar.

  Teori struktural adalah salah satu teori yang dikemukakan dan dikembangkan oleh Claude Levi Strauss. Namun untuk memperjelas pemahaman konseptual, maka kedua teori ini penulis uraikan sebagai berikut.

2.2.1 Teori Perbandingan

  Teori merupakan alat yang terpenting dari suatu pengalaman. Tanpa teori hanya ada pengetahuan tentang serangkaian fakta saja, tetapi tidak akan ada ilmu pengetahuan. Teori adalah landasan dasar keilmuan untuk menganalisis berbagai fenomena. Teori adalah rujukan pertama dalam memecahkan masalah penelitian didalam ilmu pengetahuan. Teori perbandingan adalah salah satu teori yang dikemukakan dan dikembangkan oleh John Steinbeck. Teori perbandingan adalah teori yang digunakan untuk membandingkan suatu objek yang memiliki kecenderungan yang sama ataupun berbeda dalam suatu rangkaian kegiatan. Kaitan teori perbandingan terhadap penelitian skripsi ini diterapkan penulis dalam bab IV pada uraian perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Beijing Cina dengan di Kota Pematang Siantar.

2.2.2 Teori Struktural

  Dalam rangka mendeskripsikan perbandingan struktur upacara perayaan Tahun Baru Imlek masyarakat Cina di Cina dengan masyarakat Tionghoa di Kota Pematang Siantar, penulis menggunakan teori struktural. Teori struktural adalah salah satu teori yang dikemukakan dan dikembangkan oleh Claude Levi Strauss. Teori struktural adalah teori strategi penelitian untuk mengungkapkan struktur pikiran manusia yaitu struktur dari proses pikiran manusia yang oleh kaum strukturalis dipandang sama secara lintas budaya.

  Struktural berasumsi bahwa pikiran manusia senantiasa distrukturkan menurut oposisi binari, dan kaum strusturalis mengklaim bahwa oposisi-oposisi tersebut tercermin dalam berbagai variasi fenomena kebudayaan, termasuk bahasa, mitologi, kekerabatan, dan makanan. Penggunaan teori struktural ini penulis gunakan dalam bab II pada uraian konsep yang mencakup struktur upacara perayaan Tahun Baru Imlek di Cina dengan struktur upacara perayaan Tahun Baru Imlek di kota Pematang Siantar.

2.3 Tinjauan Pustaka

  Ada beberapa sumber pustaka atau hasil penelitian sebelumnya yang mengkaji tentang struktur upacara secara umum atau upacara dalam kebudayaan Tionghoa.

  Diantaranya adalah sebagai berikut.

  (1) Permanasari, skripsi (2008): Makna dan tradisi tahun baru imlek dewasa ini: studi

  

kasus pada beberapa masyarakat Tionghoa di Kota Bogor . Skripsi ini menjelaskan bahwa

  sebagian masyarakat Tionghoa di Kota Bogor merayakan Tahun Baru Imlek. Telah terjadi perubahan dalam pemahaman dan pelaksanaan tradisi perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa di Kota Bogor. Penulis berpendapat bahwa faktor penguasaan bahwa dan pemahaman akan tradisi budaya Cina serta keadaan lingkungan sosial budaya sebagai penyebab berbagai perubahan yang terjadi.

  (2) Qinxiang Ju, skripsi (2008): Kebiasaan tahun baru Imlek dan konotasi perubahan

  

budaya perkotaan . Skripsi ini menjelaskan Festival Musim Semi adalah festival tradisional

  Cina pertama terbesar di Cina. Sejak zaman kuno yang memiliki warna-warni kebiasaan tradisi. Akibat adanya perkembangan sosial, maka terdapatnya konotasi perubahan budaya perayaan Tahun Baru Imlek di Cina itu sendiri.