KCO001 PP03 TU02 TU06 TU07 C. blanci C. lopis C. ornate

Gambar 3 Hasil rekonstruksi pohon filogeni pengelompokan tujuh sampel dan empat spesies
pembanding berdasarkan dua basa pertama setiap kodon a Menggunakan metode NJ angka cetak tebal, ME angka dengan garis bawah, MP angka italik dan asam
amino b Pada ruas gen cyt b mtDNA menggunakan metode NJ dengan bootsrap 1000x.
Tabel 1 Jarak genetik bawah diagonal dan rasio transisi terhadap transversi atas diagonal antara tujuh sampel dan empat spesies anggota Notopteridae dari Genebank
No. Sampel
1 2
3 4
5 6
7 8
9 10
11 1.
KALTIM02 7.3
9.8 13.0
1.0 2.0
1.0 5.9
13.0 7.7
2.6

2. KCO001


0.049 6.4
8.8 8.1
6.6 6.0
4.2 8.8
5.1 2.2
3.
KCO005 0.033
0.049 0.0
12.7 13.0
9.3 5.2
0.0 6.5
2.5

4. PP03


0.032 0.043
0.005 19.0
19.5 12.3
6.5 -
8.6 2.5

5. TU02


0.002 0.047
0.032 0.030
0.5 0.3
5.4 19.0
6.9 2.5

6. TU06


0.004 0.049
0.033 0.032
0.002 2.0
6.4 19.5
8.5 2.5

7. TU07


0.002 0.047
0.032 0.030
0.000 0.002
5.9 12.3
7.5 2.4

8. C. blanci


0.051 0.051
0.051 0.045
0.049 0.051
0.049 6.5
8.4 2.4

9. C. lopis


0.032 0.043
0.005 0.000
0.030 0.032
0.030 0.045
8.6 2.5

10. C. ornate


0.045 0.037
0.045 0.041
0.043 0.045
0.043 0.030
0.041 3.2
11.
N. notopterus 0.047
0.059 0.043
0.041 0.045
0.047 0.045
0.037 0.041
0.037
Gambar 2 Produk PCR hasil running pada PAGE 6 dengan target sekitar 1200 bp; Keterangan: 1. KCO001 2. KCO005 3. PP03 4. KALTIM02 5. TU02 6. TU06 7. TU07.
PEMBAHASAN
Hasil amplifikasi gen cyt b dengan menggunakan pasangan primer W8-W7 selalu
diperoleh amplikon yang tidak spesifik unspecific PCR products. Pita multiband
yang dihasilkan dari amplifikasi fragmen DNA
target diduga
disebabkan oleh
spesifisitas primer. Spesifitas primer adalah ukuran ketepatan primer menempel pada
DNA target. Spesifitas primer terhadap genom pada
beberapa spesies berkisar antara 66-86 terhadap runutan nukleotida genom mtDNA
pada beberapa spesies pembanding. Primer yang digunakan merupakan primer universal
untuk gen cyt b sehingga primer tidak 100 menempel pada gen target Lavoue´ S dan
Sullivana 2004. Selain masalah primer yang digunakan, ketidakberhasilan PCR juga dapat
terjadi akibat kualitas sampel DNA dan pereaksi PCR lainnya. Walaupun begitu,
ukuran amplikon yang sesuai dengan desain primer kemudian dipotong setelah dipisahkan
menggunakan metode gel extraction-spin coloumn.
Jarak genetik merupakan nilai kekerabatan yang diukur dari jumlah mutasi nukleotida
dan dianalisis berdasarkan dua basa pertama setiap
kodon untuk
ruas gen
yang menyandikan mRNA. Jarak genetik antar
populasi lokal spesies yang diperoleh dari Sungai
Mahakam dan
Indragiri yang
dibandingkan dengan spesies lainnya. Dilihat dari tingkat kesamaan dengan sampel yang
lain, ada peluang bahwa sampel KCO001 bukan C. lopis. Dari topografi, dapat dilihat
bahwa sampel KCO001 memiliki jarak evolusi lebih besar, karena terpisah dengan
sampel lainnya yang berada dalam satu kelompok dan bagian yang sama dengan
spesies dari Genebank C. lopis. Hal ini dapat dijelaskan oleh pernyataan Iguchi et
al. 1999 bahwa isolasi perbedaan jarak merupakan salah satu faktor yang
dipertimbangkan akan mempengaruhi laju penghanyutan gen antara lokasi yang terpisah
dan pada akhirnya akan mengakibatkan meningkatnya perbedaan genetik. Alikodra
2002
menjelaskan bahwa
fluktuasi permukaan laut dan iklim mengisolasi satuan-
satuan daratan dari sesamanya. Hal ini menjadi
keadaan yang
ideal bagi
pembentukan spesies baru akibat fragmentasi habitat.
Populasi yang bermukim di pulau tertentu pada
suatu saat
memperoleh kembali
hubungan gen dengan populasi daratan utama. Beberapa diantaranya, merupakan spesies-
spesies yang masih memiliki gen yang sama. Walaupun demikian, banyak diantara populasi
lainnya telah cukup terpisah sehingga tidak dapat melakukan perkembangbiakan silang
dengan individu-individu di daratan utama. Hal ini terjadi karena banyak penghalang
reproduktif sehingga anggota populasi yang bersangkutan telah menjadi spesies baru.
Transisi merupakan substitusi basa purin A atau G dengan basa purin yang berbeda
atau substitusi basa pirimidin C atau T dengan
basa pirimidin
yang berbeda,
sedangkan transversi adalah substitusi basa purin dengan basa pirimidin atau sebaliknya.
Substitusi nukleotida pada protein coding region yang menghasilkan kodon berbeda
tetapi penyusun protein yang sama disebut dengan substitusi sinonim, sedangkan apabila
menghasilkan kodon berbeda dan menyusun protein yang berbeda pula maka disebut
substitusi nonsinonim. Substitusi sinonim seringkali terjadi di basa ke-1 dan ke-3 setiap
kodon, sedangkan substitusi nonsinonim sering terjadi di basa ke-2 Kumar dan Nei
2000.
Rata-rata keragaman seluruh populasi sampel relatif rendah yaitu 0.05. Rendahnya
nilai keragaman tersebut dapat disebabkan karena populasi terisolasi dan tidak ada aliran
gen yang masuk. Pada populasi yang kecil dan terisolasi variasi genetik akan turun secara
drastis. Penurunan tersebut dapat terjadi karena adanya perkawinan antar kerabat dekat
Maes dan Volckaert 2007.
Hasil Penelitian Madang 1999 pada ikan belida yang diperoleh dari Sungai Sunur,
Kelekar, dan Lematang diperoleh data jarak genetik terendah 0.008 pada Sungai Sunur
dengan Kelekar dan jarak genetik tertinggi 0.948 pada Sungai Kelekar dengan Lematang.
Dari kedekatan jarak genetik menunjukkan bahwa populasi ikan belida dari Sungai Sunur
dengan Kelekar memiliki kekerabatan yang lebih erat dibandingkan dengan populasi dari
Sungai Lematang. Hal tersebut disebabkan adanya kedekatan jarak geografi antara
Sungai Sunur dengan Kelekar, sehingga masih memungkinkan
terjadinya aliran
gen dibandingkan dengan Sungai Lematang.
Pada ikan belida yang diambil dari Sungai Kampar Fatimah 2010, diperoleh hasil
kekerabatan paling erat hingga paling rendah ialah antara Langgam dengan Rantau Baru,
Waduk kuto Panjang dengan Rantau Baru, dan Waduk Kuto Panjang dengan Langgam.
Diduga bahwa populasi langgam dan Rantau Baru berasal dari induk yang sama. Semakin
ke hilir, badan sungai dan volume air semakin besar karena adanya tambahan air dari anak
sungai lainnya yang akan bermuara ke Selat Malaka. Semakin panjang dan lebar ukuran
sungai maka keragaman jenis ikannya akan semakin tinggi Kottelat et al. 1996.
Hasil dari kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa kekerabatan individu
dalam satu aliran sungai memungkinkan perpindahan individu dari satu tempat ke
tempat lain. Menurut Sarre 1995, adanya tipe haplotipe yang konsisten menunjukkan
populasi tersebut tidak terganggu akibat efek jarak geografi yang menimbulkan tingginya
tingkat keragaman.
Adanya hubungan positif antara kekayaan jenis dengan suatu area yang ditempati
tergantung pada
dua faktor.
Pertama, peningkatan jumlah mikro habitat akan dapat
meningkatkan keragaman. Kedua, area yang lebih luas sering memiliki variasi habitat yang
lebih besar dibanding dengan area yang lebih sempit Yustina 2001. Keanekaragaman dan
kelimpahan
ikan juga
ditentukan oleh
karakteristik habitat perairan. Karakteristik habitat di sungai sangat dipengaruhi oleh
kecepatan aliran sungai. Kecepatan aliran tersebut
ditentukan oleh
perbedaan kemiringan sungai, keberadaan hutan atau
tumbuhan di sepanjang daerah aliran sungai yang akan berasosiasi dengan keberadaan
hewan-hewan penghuninya Yustina 2001.
Nilai rata-rata keseluruhan jarak genetik antara Sungai Mahakam dan Sungai Indragiri
menunjukkan bahwa populasi ikan belida yang berasal dari Sungai Mahakam lebih
berkerabat dibandingkan dengan populasi ikan belida dari Sungai Indragiri yang memiliki
nilai rata-rata jarak genetik cukup tinggi. Bahagiawati et al. 2006 melaporkan bahwa
laju migrasi yang rendah menyebabkan populasi lokal berkembang secara lebih bebas
dari populasi lokal lainnya dan terjadi pergeseran genetik. Terbatasnya ruang gerak
individu-individu dalam populasi akibat adanya penghalang tertentu menyebabkan
keterbatasan interaksi. Kondisi seperti ini jika berlangsung cukup lama bisa berujung pada
terbentuknya adaptasi lokal pada sub-sub populasi yang terpisah, akibatnya kelompok
kecil ini akan memiliki karakter genetik yang berbeda dengan kelompok asalnya.
Pola penyebaran ikan belida sangat berkaitan erat dengan arus. Sebagai predator
air tawar, ikan belida hidup di habitat sungai dan daerah yang sering tergenang banjir.
Hidupnya di
dataran rendah
dengan ketinggian
tidak lebih
dari 30
mdpl Widyastuti 1993. Ditegaskan pula oleh
Sjafei et al. 1989 bahwa ikan ini merupakan contoh ikan yang berdistribusi di dataran
rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi ikan air tawar adalah faktor fisik
yang meliputi suhu, derajat fluktuasi air, gradien, urutan aliran, dan turbiditas; faktor
kimia yang meliputi oksigen terlarut, pH, senyawa nitrogen, klorinitas, dan salinitas;
serta faktor biologi yang meliputi hubungan predator
dan mangsa,
kompetisi, dan
simbiosis.
SIMPULAN
Keragaman genetik dan hubungan filogeni berdasarkan gen cyt b mtDNA pada tujuh
sampel yang berasal dari Sungai Mahakam; Kalimantan dan Sungai Indragiri; Sumatera
berada dalam kelompok yang sama dengan Chitala lopis, kecuali sampel KCO001 yang
berasal dari Sungai Indragiri. Kekerabatan intrapopulasi yang paling erat terdapat pada
populasi Sungai Mahakam.
SARAN
Dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan ruas gen pada mtDNA selain
gen cyt b dan pengambilan sampel dari berbagai populasi yang berbeda dari Sungai
Mahakam dan
Sungai Indragiri
untuk membuktikan kekerabatan antara sampel
dengan C. lopis.
DAFTAR PUSTAKA
Alikodra HS. 2002. Pengelolaan Satwa Liar. Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan
IPB. Bogor. Hal 38-83. Bahagiawati
B, Damayanti,
Nurindah, Rizjaani, Dwinita WU, Sahari B, Sari A.
2006. Struktur
populasi Trichogrammatoidea armigera. J Agro
Biogen. 2: 52-58. Fatimah RAS. 2010. Karakterisasi genom
Mitokondria Gen Cyt b pada Ikan Belida Anggota Famili Notopteridae [skripsi].
Bogor: Institut Pertanian Bogor. Haryono. 2008. Potensi ikan belida dan upaya
konservasinya. Fauna Indonesia. 8: 5-8. Iguchi K, Tanimura Y, Takeshima H, Nishida
M. 1999. Genetic variation and geographic population structure of amphidromous ayu
Plecoglossus altivelis as examined by mitochondrial
DNA sequencing.
J Fisheries Science 65:63-67.
Inoue JG, Kumazawa Y, Miya M ,Nishida M. 2009. The historical biogeography of the
freshwater knifefishes using mitogenomic approaches: A mesozoic origin of the
Asian Notopterids
Actinopterygii: Osteoglossomorpha. Mol Phyl and Evol
51:486 –499.
Irwin DM, Kocher TD, Wilson AC. 1991. Evolution of the cytochrome b gene of
mammals. J. Mol. Evol. 32: 128-144. Kottelat M, Whitten JA, Wirjoatmodjo S,
Kartikasari SN. 1996. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi.
Jakarta: Periplus Edition Ltd.Kumar S, Nei M. 2000. Molecular Evolution and
Phylogenetics.
New York:
Oxford University Press.
Kumar S, Dudley J, Nei M, Tamura K. 2008. MEGA: A biologist-centric software for
evolutionary analysis of DNA and protein sequences. Briefings in Bioinformatics
9:299-306.
Lavoue´ S, Sullivana JP. 2004. Simultaneous analysis of five molecular markers
provides a well-supported phylogenetic hypothesis for the living bony-tongue
fishes Osteoglossomorpha: Teleostei. Molecular Phylogenetics and Evolution
33: 171
–185. Lundberg JG. 1993. African-South American
Freshwater Fish Clades and Continental Drift: Problems with Paradigm. Di dalam:
Goldblatt P, editor. Biological relationship between Africa and South America. New
Haven: Yale University Press. hlm 156- 159.
Madang K. 1999. Morfologi Habitat dan Keragaman Genetik Kerabat Ikan Belida
di Perairan Sumatera Selatan [tesis]. Bogor: Program Pasca Sarjana, Institut
Pertanian Bogor.
Maes GE, Volckaert FAMJ. 2007. Challenges for genetic research in European eel
management ICES J. Mar. Sci.J. Cons. int. Explor. Mer 67: 1463-1471.
Meyer A. 1994. Shortcomings of the cytochrome b gene as a molecular marker.
Trends Ecol. Evol. 9:278-280. Sarre S. 1995. Mitochondrial DNA variation
among population of Oedurareticulate Gekkonidae in remnant vegetation:
implications formetapopulation structure and
population decline.
Molecular Ecology. 4: 395-405.
Sjafei S, Rahardjo MF, Affandi R, Brodjo M. 1989.
Sistematika Ikan.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat
Jendral Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat, Institut Pertanian
Bogor. Solihin DD. 1994. Peran DNA mitokondria
mtDNA dalam studi keragaman genetik dan biologi populasi pada hewan. J Hayati
1:1-4. Sunarno MTD. 2002. Selamatkan plasma
nutfah ikan belida. Warta Penelitian Perikanan Indonesia. 84: 2-6.
Tamura K, Dudley J, Nei M, Kumar S. 2007. MEGA4: Molecular Evolutionary Genetics
Analysis MEGA software version 4.0. Molecular
Biology and
Evolution 10.1093molbevmsm092.
Tegelstrom H. 1986. Mitochondrial DNA in natural populations: an improve routine for
the screening of genetic variation based on sensitive silver staining. Elecytrophoresis
7:226-229.
Wibowo A, Sunarno MTD, Makmur S, Subagja, Muflikhah N. 2006. Ikan Belida
Chitala lopis Potensinya Sebagai Ikan Hias Unggulan dan Berbagai Hambatan
Pengembangannya. Palembang:
Balai Riset Perikanan Perairan Umum.
Widyastuti YE. 1993. Flora-Fauna Maskot Nasional dan Propinsi. Penebar Swadaya:
Jakarta. Yustina. 2001. Keanekaragaman jenis ikan di
sepanjang perairan Sungai Rangau, Riau Sumatera. J. Nat. Indonesia. 4: 1-14.
LAMPIRAN
1. Chitala Marga ini dicirikan antara lain terdapatnya sirip dorsal, 13-18 tulang belakang, tulang kepala
bergerigi, sirip perut rudimenter, 10 baris sisik atau lebih sebelum mata, panjang rahang sampai jauh di batas mata bagian belakang. Karakter utama yang membedakan marga ini dengan
Notopterus adalah bentuk kepala dekat punggung sangat cekung Haryono 2008.
2. Notopterus Marga ini dicirikan antara lain oleh adanya sirip dorsal, jumlah tulang belakang 13-18, tulang
kepala bergerigi, sirip perut rudimenter, sisik sebelum mata lebih dari 6-8 baris, panjang rahang hampir berbatasan dengan batas mata bagian belakang. Karakter utama yang membedakan marga
ini dengan Chitala adalah bentuk kepala dekat punggung relatif lurus Haryono 2008.
3. Sampel ikan belida Chitala lopis dari Sungai Mahakam dan Indragiri Lampiran 1 Morfologi Notopteridae Asia dan sampel ikan belida dari Sungai Indragiri.
Lampiran 2 Ruas DNA sebesar 830 nt yang homolog ruas gen Cyt b dengan posisi 14666 –15495.
14666 ttctt cttcatctgt atctacctac acgtagctcg 14701 aggcctctac tacggctcat atctctataa agaaacatga aacgtagggg ttatcctcct
14761 actcctagta ataatgaccg cctttgtagg atacgtacta ccctgggggc aaatatcatt 14821 ctgaggggcc acagtcatta caaacctttc atccgccgtc ccctacactg gaaatgcttt
14881 agcacaatga atctgaggag gtttttcagt ggacaacgca acactaaccc gatttttcgc 14941 attccacttc ctattcccct tcctaattgc aggcgcaacc atcatacacc tccttttctt
15001 acacgaaaca ggatccagca acccaacagg actaaattca gacacagaca aagtgccatt 15061 tcacccatac ttctcataca aagacctgct cggatttatt attatactcc tagcccttgc
15121 aacactagca ctattttcac caaacctact aggagaccca gaaaacttca cacccgcaaa 15181 cccattagtc acccctccac acatcaaacc cgaatgatac ttcctatttg cgtacgcaat
15241 tctacgatcc attcctaaca agctaggagg cgtcctagcc ctattattct caatcctcgt 15301 actaatacta gtaccaatcc tacacacatc caaaatacga accataacat tccgaccact
15361 atcacaattc ctattctgat ccttagtcgc agacatagcc attctcacat gaatcggagg 15421 tataccagta gaaaacccat atatcatcat tggacaagtc gcatccgtga tttacttcgc
15481 actatttcta ctact Lampiran 3 Hasil pensejajaran tujuh runutan DNA ikan belida dari Sungai Mahakam dan Indragiri sepanjang 830 nt.
111 111 111 122 222 222 223 333 333 333 444 444 444 455 555 555 556 666 666 666 777 777 777 788 888 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234
1. KALTIM02 TTC TTC TTC ATC TGT ATT TAC CTA CAC GTG GCC CGA GGC CTC TAT TAC GGC TCA TAC CTA TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
2. KCO001 TTC TTC TTC ATT TGT ATT TAC CTG CAC GTA GCC CGA GGC CTT TAC TAC GGC TCA TAC CTA TAT AAA GAA ACA TGA AAT GTA GGA
3. KCO005 TTC TTC TTC ATC TGT ATC TAC CTA CAC GTA GCT CGA GGC CTC TAC TAC GGC TCA TAT CTC TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
4. PP03 TTC TTC TTC ATC TGT ATC TAC CTA CAC GTA GCT CGA GGC CTC TAC TAC GGC TCA TAT CTC TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
5. TU02 TTC TTC TTC ATC TGT ATT TAC CTA CAC GTG GCC CGA GGC CTC TAT TAC GGC TCA TAC CTA TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
6. TU06 TTC TTC TTC ATC TGT ATT TAC CTA CAC GTG GCC CGA GGC CTC TAT TAC GGC TCA TAC CTC TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
7. TU07 TTC TTC TTC ATC TGT ATT TAC CTA CAC GTG GCC CGA GGC CTC TAT TAC GGG TCA TAT CTC TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 888 889 999 999 999 000 000 000 011 111 111 112 222 222 222 333 333 333 344 444 444 445 555 555 555 666 666 666
567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 1. KALTIM02
GTT ATC CTC CTA ATC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGA CAA ATA TCA TTC TGA GGA GCC ACA 2. KCO001
GTT ATC CTT CTA CTT CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGG TAC GTC TTA CCT TGA GGA CAA ATA TCA TTC TGA GGA GCC ACA 3. KCO005
GTT ATC CTC CTA ATC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGG CAA ATA TCA TTC TGA GGG GCC ACA 4. PP03
GTT ATC CTC CTA CTC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGG CAA ATA TCA TTC TGA GGG GCC ACA 5. TU02
GTT ATC CTC CTA ATC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGA CAA ATA TCA TTC TGA GGA GCC ACA 6. TU06
GTT ATC CTC CTA ATC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGA CAA ATA TCA TTC TGA GGA GCC ACA 7. TU07
GTT ATC CTC CTA ATC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGA CAA ATA TCA TTC TGA GGA GCC ACA
111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 122 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 677 777 777 778 888 888 888 999 999 999 900 000 000 001 111 111 111 222 222 222 233 333 333 334 444 444 444 555
901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 1. KALTIM02
GTC ATT ACA AAC CTT TTA TCC GCC ATC CCC TAC ATT GGA AAT GTT TTA GTA CAA TGA ATC TGA GGA GGC TTT TCA GTA GAC AAC 2. KCO001
GTC ATT ACA AAC CTT TTA TCC GCC ATC CCC TAC ATT GGA AAT GCT CTA GTA CAA TGA ATT TGA GGG GGC TTT TCA GTA GAC AAC 3. KCO005
GTC AAT ACA AAC CTT TCA TCC GCC GTC CCC TAC ACT GGA AAT GCT TTA GCA CAA TGA ATC TGA GGA GGT TTT TCA GTG GAC AAC 4. PP03
GTC ATT ACA AAC CTT TCA TCC GCC GTC CCC TAC ACT GGA AAT GCT TTA GCA CAA TGA ATC TGA GGA GGT TTT TCA GTG GAC AAC 5. TU02
GTC ATT ACA AAC CTT TTA TCC GCC ATC CCC TAC ATT GGA AAT GTT TTA GTA CAA TGA ATC TGA GGA GGC TTT TCA GTA GAC AAC 6. TU06
GTC ATT ACA AAC CTT TTA TCC GCC ATC CCC TAC ATT GGA AAT GTT TTA GTA CAA TGA ATC TGA GGA GGC TTT TCA GTA GAC AAC 7. TU07
GTC ATT ACA AAC CTT TTA TCC GCC ATC CCC TAC ATT GGA AAT GTT TTA GTA CAA TGA ATC TGA GGA GGC TTT TCA GTA GAC AAC 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 223 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333
555 555 566 666 666 667 777 777 777 888 888 888 899 999 999 990 000 000 000 111 111 111 122 222 222 223 333 333 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456
1. KALTIM02 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC CTA ATT GCA GGC GCA GCC ATC ATA CAC CTC CTT TTC TTA
2. KCO001 GCA ACT TTA ACC CGA TTC TTT GCA TTT CAC TTT CTA TTT CCT TTC CTA ATT GCA GGC GCA ACT GTC ATG CAC CTC CTT TTC TTA
3. KCO005 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC GTA ATT GCA GGC GCA ACC ATC ATA CAC CTC CTTTTC TTA
4. PP03 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC CTA ATT GCA GGC GCA ACC ATC ATA CAC CTC CTT TTC TTA
5. TU02 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC CTA ATT GCA GGC GCA GCC ATC ATA CAC CTC CTT TTC TTA
6. TU06 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC CTA ATT GCA AGC GCA GCC ATC ATA CAC CTC CTT TTC TTA
7. TU07 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC CTA ATT GCA GGC GCA GCC ATC ATA CAC CTC CTT TTC TTA
333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 444 444 444 444 444 444 444 333 444 444 444 455 555 555 556 666 666 666 777 777 777 788 888 888 889 999 999 999 000 000 000 011 111 111 112
789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 1. KALTIM02
CAC GAA ACA GGA TCC AAC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 2. KCO001
CAC GAA ACA GGG TCC AAC AAT CCA GTA GGA CTA AAC TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 3. KCO005
CAC GAA ACA GGA TCC AGC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 4. PP03
CAC GAA ACA GGA TCC AGC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 5. TU02
CAC GAA ACA GGA TCC AAC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 6. TU06
CAC GAA ACA GGA TCC AAC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 7. TU07
CAC GAA ACA GGA TCC AAC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 455 555
222 222 222 333 333 333 344 444 444 445 555 555 555 666 666 666 677 777 777 778 888 888 888 999 999 999 900 000 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234
1. KALTIM02 CTG CTC GGA TTC ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT ACA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAT CCA GAA AAC TTC
2. KCO001 TTA TTC GGA TTC ATT ATT ATA CTC CTC GCC CTC ACA ACA TTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTT CTA GGA GAC CCA GAA AAC TTC
3. KCO005 CTG CTC GGA TTT ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT GCA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAC CCA GAA AAC TTC
4. PP03 CTG CTC GGA TTT ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT GCA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAC CCA GAA AAC TTC
5. TU02 CTG CTC GGA TTC ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT ACA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAT CCA GAA AAC TTC
6. TU06 CTG CTC GGA TTC ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT ACA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAT CCA GAA AAC TTC
7. TU07 CTG CTC GGA TTC ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT ACA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAT CCA GAA AAC TTC
555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555
000 001 111 111 111 222 222 222 233 333 333 334 444 444 444 555 555 555 566 666 666 667 777 777 777 888 888 888 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678
1. KALTIM02 ACA CCC GCA AAC CCA CTA GTT ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAG TGA TAC TTC CTA TTT GCA TAC GCA ATC CTA CGG TCC ATT
2. KCO001 ACA CCC GCA AAC CCA CTA GTT ACC CCT CCA CAC ATC AAG CCC GAG TGA TAC TTC CTA TTT GCA TAC GCA ATT CTA CGA TCC ATT
3. KCO005 ACA CCC GCA AAC CCA TTA GTC ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAA TGA TAC TTC CTA TTT GCG TAC GCA ATT CTA CGA TCC ATT
4. PP03 ACA CCC GCA AAC CCA TTA GTC ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAA TGA TAC TTC CTA TTT GCG TAC GCA ATT CTA CGA TCC ATT
5. TU02 ACA CCC GCA AAC CCA CTA GTT ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAG TGA TAC TTC CTA TTT GCA TAC GCA ATC CTA CGG TCC ATT
6. TU06 ACA CCC GCA AAC CCA CTA GTT ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAG TGA TAC TTC CTA TTT GCA TAC GCA ATC CTA CGG TCC ATT
7. TU07 ACA CCC GCA AAC CCA CTA GTT ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAG TGA TAC TTC CTA TTT GCA TAC GCA ATC CTA CGG TCC ATT
555 555 555 556 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 899 999 999 990 000 000 000 111 111 111 122 222 222 223 333 333 333 444 444 444 455 555 555 556 666 666 666 777
901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 1. KALTIM02
CCT AAC AAA CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TCC TCA GTC CTC GTA CTA ACA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCT AAA ATA 2. KCO001
CCT AAT AAG CTA GGA GGA GTC CTA GCC TTA TTA TTC TCG ATC CTT GTA CTA ATA CTA ATA CCA ATC CTA CAT ACA TCC AAA ATA 3. KCO005
CCT AAC AAG CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TTC TCA ATC CTC GTA CTA ATA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCC AAA ATA 4. PP03
CCT AAC AAG CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TTC TCA ATC CTC GTA CTA ATA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCC AAA ATA 5. TU02
CCT AAC AAA CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TCC TCA GTC CTC GTA CTA ACA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCT AAA ATA 6. TU06
CCT AAC AAA CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TCC TCA GTC CTC GTA CTA ACA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCT AAA ATA 7. TU07
CCT AAC AAA CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TCC TCA GTC CTC GTA CTA ACA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCT AAA ATA 666 666 666 666 666 666 666 666 666 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777
777 777 788 888 888 889 999 999 999 000 000 000 011 111 111 112 222 222 222 333 333 333 344 444 444 445 555 555 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456
1. KALTIM02 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTT CTA TTC TGA TCC TTA GCC GCA GAC ATA GCC ATC CTC ACA TGA ATC GGA AGC
2. KCO001 CAA ACC ATA ACA TTC CAA CCA CTA TCA CAA TTC CTA TTC TGA TCC TTA ATT GCA GAT ATG CTC ATC CTC ACA TGA ATT GGA GGA
3. KCO005 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTC CTA TTC TGA TCC TTA GTC GCA GAC ATA GCC ATT CTC ACA TGA ATC GGA GGT
4. PP03 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTC CTA TTC TGA TCC TTA GTC GCA GAC ATA GCC ATT CTC ACA TGA ATC GGA GGT
5. TU02 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTT CTA TTC TGA TCC TTA GCC GCA GAC ATA GCC ATC CTC ACA TGA ATC GGA AGC
6. TU06 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTT CTA TTC TGA TCC TTA GCC GCA GAC ATA GCC ATC CTC ACA TGA ATC GGA AGC
7. TU07 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTT CTA TTC TGA TCC TTA GCC GCA GAC ATA GCC ATC CTC ACA TGA ATC GGA AGC
777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 788 888 888 888 888 888 888 888 888 888 88 555 666 666 666 677 777 777 778 888 888 888 999 999 999 900 000 000 001 111 111 111 222 222 222 23
789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 90 1. KALTIM02
ATA CCA GTA GAA AGC CCA TAC ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC ATG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTC CT 2. KCO001 ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAC ATC ATT ATT GGA CAA GTC GCA TCC GTG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTA CT
3. KCO005 ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAT ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC GTG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTA CT 4. PP03
ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAT ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC GTG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTA CT 5. TU02
ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAC ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC ATG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTA CT 6. TU06
ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAC ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC ATG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTC CT 7. TU07
ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAC ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC ATG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTC CT
LAMPIRAN
1. Chitala Marga ini dicirikan antara lain terdapatnya sirip dorsal, 13-18 tulang belakang, tulang kepala
bergerigi, sirip perut rudimenter, 10 baris sisik atau lebih sebelum mata, panjang rahang sampai jauh di batas mata bagian belakang. Karakter utama yang membedakan marga ini dengan
Notopterus adalah bentuk kepala dekat punggung sangat cekung Haryono 2008.
2. Notopterus Marga ini dicirikan antara lain oleh adanya sirip dorsal, jumlah tulang belakang 13-18, tulang
kepala bergerigi, sirip perut rudimenter, sisik sebelum mata lebih dari 6-8 baris, panjang rahang hampir berbatasan dengan batas mata bagian belakang. Karakter utama yang membedakan marga
ini dengan Chitala adalah bentuk kepala dekat punggung relatif lurus Haryono 2008.
3. Sampel ikan belida Chitala lopis dari Sungai Mahakam dan Indragiri Lampiran 1 Morfologi Notopteridae Asia dan sampel ikan belida dari Sungai Indragiri.
Lampiran 2 Ruas DNA sebesar 830 nt yang homolog ruas gen Cyt b dengan posisi 14666 –15495.
14666 ttctt cttcatctgt atctacctac acgtagctcg 14701 aggcctctac tacggctcat atctctataa agaaacatga aacgtagggg ttatcctcct
14761 actcctagta ataatgaccg cctttgtagg atacgtacta ccctgggggc aaatatcatt 14821 ctgaggggcc acagtcatta caaacctttc atccgccgtc ccctacactg gaaatgcttt
14881 agcacaatga atctgaggag gtttttcagt ggacaacgca acactaaccc gatttttcgc 14941 attccacttc ctattcccct tcctaattgc aggcgcaacc atcatacacc tccttttctt
15001 acacgaaaca ggatccagca acccaacagg actaaattca gacacagaca aagtgccatt 15061 tcacccatac ttctcataca aagacctgct cggatttatt attatactcc tagcccttgc
15121 aacactagca ctattttcac caaacctact aggagaccca gaaaacttca cacccgcaaa 15181 cccattagtc acccctccac acatcaaacc cgaatgatac ttcctatttg cgtacgcaat
15241 tctacgatcc attcctaaca agctaggagg cgtcctagcc ctattattct caatcctcgt 15301 actaatacta gtaccaatcc tacacacatc caaaatacga accataacat tccgaccact
15361 atcacaattc ctattctgat ccttagtcgc agacatagcc attctcacat gaatcggagg 15421 tataccagta gaaaacccat atatcatcat tggacaagtc gcatccgtga tttacttcgc
15481 actatttcta ctact Lampiran 3 Hasil pensejajaran tujuh runutan DNA ikan belida dari Sungai Mahakam dan Indragiri sepanjang 830 nt.
111 111 111 122 222 222 223 333 333 333 444 444 444 455 555 555 556 666 666 666 777 777 777 788 888 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234
1. KALTIM02 TTC TTC TTC ATC TGT ATT TAC CTA CAC GTG GCC CGA GGC CTC TAT TAC GGC TCA TAC CTA TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
2. KCO001 TTC TTC TTC ATT TGT ATT TAC CTG CAC GTA GCC CGA GGC CTT TAC TAC GGC TCA TAC CTA TAT AAA GAA ACA TGA AAT GTA GGA
3. KCO005 TTC TTC TTC ATC TGT ATC TAC CTA CAC GTA GCT CGA GGC CTC TAC TAC GGC TCA TAT CTC TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
4. PP03 TTC TTC TTC ATC TGT ATC TAC CTA CAC GTA GCT CGA GGC CTC TAC TAC GGC TCA TAT CTC TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
5. TU02 TTC TTC TTC ATC TGT ATT TAC CTA CAC GTG GCC CGA GGC CTC TAT TAC GGC TCA TAC CTA TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
6. TU06 TTC TTC TTC ATC TGT ATT TAC CTA CAC GTG GCC CGA GGC CTC TAT TAC GGC TCA TAC CTC TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
7. TU07 TTC TTC TTC ATC TGT ATT TAC CTA CAC GTG GCC CGA GGC CTC TAT TAC GGG TCA TAT CTC TAT AAA GAA ACA TGA AAC GTA GGA
111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 888 889 999 999 999 000 000 000 011 111 111 112 222 222 222 333 333 333 344 444 444 445 555 555 555 666 666 666
567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 1. KALTIM02
GTT ATC CTC CTA ATC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGA CAA ATA TCA TTC TGA GGA GCC ACA 2. KCO001
GTT ATC CTT CTA CTT CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGG TAC GTC TTA CCT TGA GGA CAA ATA TCA TTC TGA GGA GCC ACA 3. KCO005
GTT ATC CTC CTA ATC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGG CAA ATA TCA TTC TGA GGG GCC ACA 4. PP03
GTT ATC CTC CTA CTC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGG CAA ATA TCA TTC TGA GGG GCC ACA 5. TU02
GTT ATC CTC CTA ATC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGA CAA ATA TCA TTC TGA GGA GCC ACA 6. TU06
GTT ATC CTC CTA ATC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGA CAA ATA TCA TTC TGA GGA GCC ACA 7. TU07
GTT ATC CTC CTA ATC CTA GTA ATA ATG ACC GCC TTT GTA GGA TAC GTA CTA CCC TGG GGA CAA ATA TCA TTC TGA GGA GCC ACA
111 111 111 111 111 111 111 111 111 111 122 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 677 777 777 778 888 888 888 999 999 999 900 000 000 001 111 111 111 222 222 222 233 333 333 334 444 444 444 555
901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 1. KALTIM02
GTC ATT ACA AAC CTT TTA TCC GCC ATC CCC TAC ATT GGA AAT GTT TTA GTA CAA TGA ATC TGA GGA GGC TTT TCA GTA GAC AAC 2. KCO001
GTC ATT ACA AAC CTT TTA TCC GCC ATC CCC TAC ATT GGA AAT GCT CTA GTA CAA TGA ATT TGA GGG GGC TTT TCA GTA GAC AAC 3. KCO005
GTC AAT ACA AAC CTT TCA TCC GCC GTC CCC TAC ACT GGA AAT GCT TTA GCA CAA TGA ATC TGA GGA GGT TTT TCA GTG GAC AAC 4. PP03
GTC ATT ACA AAC CTT TCA TCC GCC GTC CCC TAC ACT GGA AAT GCT TTA GCA CAA TGA ATC TGA GGA GGT TTT TCA GTG GAC AAC 5. TU02
GTC ATT ACA AAC CTT TTA TCC GCC ATC CCC TAC ATT GGA AAT GTT TTA GTA CAA TGA ATC TGA GGA GGC TTT TCA GTA GAC AAC 6. TU06
GTC ATT ACA AAC CTT TTA TCC GCC ATC CCC TAC ATT GGA AAT GTT TTA GTA CAA TGA ATC TGA GGA GGC TTT TCA GTA GAC AAC 7. TU07
GTC ATT ACA AAC CTT TTA TCC GCC ATC CCC TAC ATT GGA AAT GTT TTA GTA CAA TGA ATC TGA GGA GGC TTT TCA GTA GAC AAC 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 222 223 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333
555 555 566 666 666 667 777 777 777 888 888 888 899 999 999 990 000 000 000 111 111 111 122 222 222 223 333 333 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456
1. KALTIM02 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC CTA ATT GCA GGC GCA GCC ATC ATA CAC CTC CTT TTC TTA
2. KCO001 GCA ACT TTA ACC CGA TTC TTT GCA TTT CAC TTT CTA TTT CCT TTC CTA ATT GCA GGC GCA ACT GTC ATG CAC CTC CTT TTC TTA
3. KCO005 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC GTA ATT GCA GGC GCA ACC ATC ATA CAC CTC CTTTTC TTA
4. PP03 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC CTA ATT GCA GGC GCA ACC ATC ATA CAC CTC CTT TTC TTA
5. TU02 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC CTA ATT GCA GGC GCA GCC ATC ATA CAC CTC CTT TTC TTA
6. TU06 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC CTA ATT GCA AGC GCA GCC ATC ATA CAC CTC CTT TTC TTA
7. TU07 GCA ACA CTA ACC CGA TTT TTC GCA TTC CAC TTC CTA TTC CCC TTC CTA ATT GCA GGC GCA GCC ATC ATA CAC CTC CTT TTC TTA
333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 333 444 444 444 444 444 444 444 333 444 444 444 455 555 555 556 666 666 666 777 777 777 788 888 888 889 999 999 999 000 000 000 011 111 111 112
789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 1. KALTIM02
CAC GAA ACA GGA TCC AAC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 2. KCO001
CAC GAA ACA GGG TCC AAC AAT CCA GTA GGA CTA AAC TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 3. KCO005
CAC GAA ACA GGA TCC AGC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 4. PP03
CAC GAA ACA GGA TCC AGC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 5. TU02
CAC GAA ACA GGA TCC AAC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 6. TU06
CAC GAA ACA GGA TCC AAC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 7. TU07
CAC GAA ACA GGA TCC AAC AAC CCA ACA GGA CTA AAT TCA GAC ACA GAC AAA GTG CCA TTT CAC CCA TAC TTC TCA TAC AAA GAC 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 444 455 555
222 222 222 333 333 333 344 444 444 445 555 555 555 666 666 666 677 777 777 778 888 888 888 999 999 999 900 000 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234
1. KALTIM02 CTG CTC GGA TTC ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT ACA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAT CCA GAA AAC TTC
2. KCO001 TTA TTC GGA TTC ATT ATT ATA CTC CTC GCC CTC ACA ACA TTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTT CTA GGA GAC CCA GAA AAC TTC
3. KCO005 CTG CTC GGA TTT ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT GCA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAC CCA GAA AAC TTC
4. PP03 CTG CTC GGA TTT ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT GCA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAC CCA GAA AAC TTC
5. TU02 CTG CTC GGA TTC ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT ACA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAT CCA GAA AAC TTC
6. TU06 CTG CTC GGA TTC ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT ACA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAT CCA GAA AAC TTC
7. TU07 CTG CTC GGA TTC ATT ATT ATA CTC CTA GCC CTT ACA ACA CTA GCA CTA TTT TCA CCA AAC CTA CTA GGA GAT CCA GAA AAC TTC
555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555 555
000 001 111 111 111 222 222 222 233 333 333 334 444 444 444 555 555 555 566 666 666 667 777 777 777 888 888 888 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678
1. KALTIM02 ACA CCC GCA AAC CCA CTA GTT ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAG TGA TAC TTC CTA TTT GCA TAC GCA ATC CTA CGG TCC ATT
2. KCO001 ACA CCC GCA AAC CCA CTA GTT ACC CCT CCA CAC ATC AAG CCC GAG TGA TAC TTC CTA TTT GCA TAC GCA ATT CTA CGA TCC ATT
3. KCO005 ACA CCC GCA AAC CCA TTA GTC ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAA TGA TAC TTC CTA TTT GCG TAC GCA ATT CTA CGA TCC ATT
4. PP03 ACA CCC GCA AAC CCA TTA GTC ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAA TGA TAC TTC CTA TTT GCG TAC GCA ATT CTA CGA TCC ATT
5. TU02 ACA CCC GCA AAC CCA CTA GTT ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAG TGA TAC TTC CTA TTT GCA TAC GCA ATC CTA CGG TCC ATT
6. TU06 ACA CCC GCA AAC CCA CTA GTT ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAG TGA TAC TTC CTA TTT GCA TAC GCA ATC CTA CGG TCC ATT
7. TU07 ACA CCC GCA AAC CCA CTA GTT ACC CCT CCA CAC ATC AAA CCC GAG TGA TAC TTC CTA TTT GCA TAC GCA ATC CTA CGG TCC ATT
555 555 555 556 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 666 899 999 999 990 000 000 000 111 111 111 122 222 222 223 333 333 333 444 444 444 455 555 555 556 666 666 666 777
901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 1. KALTIM02
CCT AAC AAA CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TCC TCA GTC CTC GTA CTA ACA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCT AAA ATA 2. KCO001
CCT AAT AAG CTA GGA GGA GTC CTA GCC TTA TTA TTC TCG ATC CTT GTA CTA ATA CTA ATA CCA ATC CTA CAT ACA TCC AAA ATA 3. KCO005
CCT AAC AAG CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TTC TCA ATC CTC GTA CTA ATA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCC AAA ATA 4. PP03
CCT AAC AAG CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TTC TCA ATC CTC GTA CTA ATA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCC AAA ATA 5. TU02
CCT AAC AAA CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TCC TCA GTC CTC GTA CTA ACA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCT AAA ATA 6. TU06
CCT AAC AAA CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TCC TCA GTC CTC GTA CTA ACA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCT AAA ATA 7. TU07
CCT AAC AAA CTA GGA GGC GTC CTA GCC CTA TTA TCC TCA GTC CTC GTA CTA ACA CTA GTA CCA ATC CTA CAC ACA TCT AAA ATA 666 666 666 666 666 666 666 666 666 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777
777 777 788 888 888 889 999 999 999 000 000 000 011 111 111 112 222 222 222 333 333 333 344 444 444 445 555 555 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456
1. KALTIM02 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTT CTA TTC TGA TCC TTA GCC GCA GAC ATA GCC ATC CTC ACA TGA ATC GGA AGC
2. KCO001 CAA ACC ATA ACA TTC CAA CCA CTA TCA CAA TTC CTA TTC TGA TCC TTA ATT GCA GAT ATG CTC ATC CTC ACA TGA ATT GGA GGA
3. KCO005 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTC CTA TTC TGA TCC TTA GTC GCA GAC ATA GCC ATT CTC ACA TGA ATC GGA GGT
4. PP03 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTC CTA TTC TGA TCC TTA GTC GCA GAC ATA GCC ATT CTC ACA TGA ATC GGA GGT
5. TU02 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTT CTA TTC TGA TCC TTA GCC GCA GAC ATA GCC ATC CTC ACA TGA ATC GGA AGC
6. TU06 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTT CTA TTC TGA TCC TTA GCC GCA GAC ATA GCC ATC CTC ACA TGA ATC GGA AGC
7. TU07 CGA ACC ATA ACA TTC CGA CCA CTA TCA CAA TTT CTA TTC TGA TCC TTA GCC GCA GAC ATA GCC ATC CTC ACA TGA ATC GGA AGC
777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 777 788 888 888 888 888 888 888 888 888 888 88 555 666 666 666 677 777 777 778 888 888 888 999 999 999 900 000 000 001 111 111 111 222 222 222 23
789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 901 234 567 890 123 456 789 012 345 678 90 1. KALTIM02
ATA CCA GTA GAA AGC CCA TAC ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC ATG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTC CT 2. KCO001 ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAC ATC ATT ATT GGA CAA GTC GCA TCC GTG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTA CT
3. KCO005 ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAT ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC GTG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTA CT 4. PP03
ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAT ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC GTG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTA CT 5. TU02
ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAC ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC ATG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTA CT 6. TU06
ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAC ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC ATG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTC CT 7. TU07
ATA CCA GTA GAA AAC CCA TAC ATC ATC ATT GGA CAA GTC GCA TCC ATG ATT TAC TTC GCA CTA TTT CTA CTC CT

Dokumen yang terkait

Variasi Gen Cyt b Mitokondria pada ikan belida