PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)

PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA
PADA FILM THE RAID REDEMPTION
(STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Malang
Sebagai Persyaratan Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana ( S-1 )

OLEH :

Noor Julviar Anggraini
09220405

KOSENTRASI AUDIO VISUAL
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014

LEMBAR PENGESAHAN

Nama

: Noor Julviar Anggraini

Nim

: 09220405

Jurusan

: Ilmu Komunikasi

Fakultas

: Fakultas Ilmu Sosial dan IlmuPolitik

Judul Skripsi

: Penerimaan Atlet Silat Tentang Adegan Pencak Silat Indonesia
Pada Film The Raid Redemption
(Studi Resepsi Pada Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia Malang)
Telah dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Skripsi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Komunikasi
Dan dinyatakan LULUS
Pada hari

: Sabtu

Tanggal

: 3 April 2014

Tempat

: 607

Mengesahkan
Dekan FISIP UMM

Dr. Asep Nurjaman, M.Si
DewanPenguji :
1. Dr. Muslimin Machmud, M.Si

Penguji I

(

)

2. Novin Farid Setyo W, M.Si

Penguji II

(

)

3. Sugeng Winarno, S.Sos, MA

Penguji III

(

)

4. Jamroji, M.Comm

Penguji IV

(

)
ii

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahhirobbil’alamin
Segala Puja dan Puji hanya milik Allah SWT, dengan segenap rasa
syukur akan ke-Esaan Nya yang telah memberi nikmat dan anugerah yang
sangat indah pada waktunya, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan
penulisan skripsi yang berjudul Penerimaan Atlet Silat Tentang Adegan
Pencak Silat Indonesia Pada Film The Raid Redemption (Studi Resepsi
Pada Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia Malang) ini dapat
terselesaikan dengan baik.
Melalui skripsi ini, penulis ingin mengetahui penerimaan para atlet
silat IPSI Malang tentang adegan pencak silat pada film The Raid
Redemption. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah reception
studies dimana membagi khalayak atau penonton menjadi tiga bagian
yaitu posisi pembaca dominan, menegosiasi dan oposisi.
Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan
bimbingan dan petunjuk serta bantuan yang bermanfaat dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Bapak Drs. H. Muhadjir
Efendi, MAP dan seluruh pembantu rektor UMM.

2.

Bapak Dr. Asep Nurjaman, M.Si selaku dekan Fakultas Ilmu Sosial
dan Politik Universitas Muhammadiyah Malang.

viii

3.

Bapak Sugeng Winarno, S.Sos. MA dan Bapak Jamroji, M.Comm
selaku pembimbing I dan pembimbing II yang telah banyak
meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, arahan, motivasi
yang sangat berguna, hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan baik.

4.

Segenap dosen prodi Ilmu Komunikasi yang telah memberikan segala
ilmunya kepada mahasiswa, khususnya peneliti.

5.

Kedua orang tua tercinta Bapak Djayus Mahman dan Ibu Nurul P.
Agustin yang senantiasa mengiringi dengan do’a, kasih sayang,
dorongan, dukungan, nasehat, kesabaran saat mendengarkan cerita,
perhatian dan materi yang tidak pernah berhenti selama penulis
menyelesaikan skripsi ini.

6.

Kakak kandung terkasih Noor Ariesta Anggraini Mahman yang selalu
memberikan semangat, do’a, materi dan selalu sabar menghadapi
keluh kesah dan tangis adiknya saat mengerjakan skripsi serta seluruh
keluarga besar dinasti Eyang Soeradi.

7.

Sahabat-sahabat tersayang : Novelia, Tya, Prima, Amel Mifta, Uul
NH, Mega DY, Yheyhen, Irvan Setya Rakhman, Edo YPP. Mereka
yang selalu menyemangati peneliti dari awal hingga akhir perkuliahan
serta dalam proses penyelesaian skripsi.

8.

Crew laboratorium IKOM UMM : Riri Anggono, Master Tejo, Wien
HR, Joko Dwi yang selalu memberi motivasi, hiburan, pengalaman
hingga selesainya penulisan.

9.

Untuk teman terdekat yang selalu mendukung, menghibur dan
memberikan motivasi serta tempat diskusi Fatmalawati dan Annessia,
teman seperjuangan bimbingan Pak Jamroji, Shary Zamrud dan
Derawati serta teman senasib Chaca, Ira. Terima kasih buat kalian
semua untuk diskusi, kesabaran, cerita, pengalaman, keseruan, dan
hari indah yang sudah kita lewati bersama selama ini. Saya bangga
dengan kalian semua.

ix

10. Teman-teman kos Mbak Marga, Dek Windy, Dek Irma, Mbak Pungi,
Riris, Sela yang telah menghibur, memotivasi, mendoakan dan
mensupport peneliti dalam proses penyelesaian skripsi. Big Hug for
you guys.
11. Keluarga Besar IPSI Malang yang sudah meluangkan waktu, tenaga
dan pikiran untuk proses wawancara penelitian hingga akhir
penelitian.
12. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah
banyak memberikan bantuan pada penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
Terimakasih atas semuanya yang telah mendukung dan mendoakan
saya. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti
khususnya dan pembaca pada umumnya.
Malang, 3 Mei 2014
Penyusun,

Noor Julviar Anggraini

x

DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN .......................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... ii
PERNYATAAN ORISINALITAS ............................................................... iii
BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI ................................................. iv
ABSTRAKSI .................................................................................................. v
MOTTO .......................................................................................................... vii
KATA PENGANTAR .................................................................................... viii
DAFTAR ISI................................................................................................... xi
DAFTAR BAGAN dan TABEL ................................................................... xiv
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xv

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1.

LATAR BELAKANG ............................................................... 1

1.2.

RUMUSAN MASALAH ........................................................... 7

1.3.

TUJUAN PENELITIAN ........................................................... 7

1.4.

MANFAAT PENELITIAN ....................................................... 7
1.4.1.

Manfaat Akademis ........................................................ 7

1.4.2.

Manfaat Sosial . ............................................................ 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................... 9
2.1.

Film Sebagai Medium Komunikasi Massa .............................. 9

2.2.

Jenis-Jenis Film ......................................................................... 13
2.2.1.

Film Fiksi. .................................................................... 13

2.2.2.

Film Dokumenter. ........................................................ 13

2.2.3.

Film Eksperimental. ..................................................... 14
xi

2.3.

Genre Film ................................................................................. 14

2.4.

Film Aksi atau Laga .................................................................. 16

2.5.

Film dan Faktor Pembentuknya .............................................. 18

2.6.

Audiens atau Penonton ............................................................. 23

2.7.

Studi Resepsi .............................................................................. 24

2.8.

Pengertian Atlet ......................................................................... 28

2.9.

Pencak Silat sebagai Warisan Luhur Budaya Bangsa ........... 28

2.10. Teknik Dasar dalam Pencak Silat ............................................ 34
BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 37
3.1.

JENIS PENELITIAN ................................................................ 37

3.2.

SUBJEK PENELITIAN ............................................................ 37

3.3

RUANG LINGKUP PENELITIAN ........................................ 38

3.4

FOKUS PENELITIAN ............................................................. 39

3.5

JENI S DAN SUMBER DATA ................................................ 39

3.6

TEKNIK PENGUMPULAN DATA ........................................ 40

3.7

TEKNIK ANALISIS DATA .................................................... 42

3.8

TEKNIK KEABSAHAN DATA .............................................. 43

3.9

DESKRIPSI SUBJEK PENELITIAN..................................... 44

BAB IV GAMBARAN OBJEK DAN SUBJEK PENELITIAN ................ 46
4.1.

Gambaran Objek Penelitian ..................................................... 46
4.1.1 Sekilas Tentang Film The Raid Redemption .................... 46
4.1.2 Sinopsis Film ..................................................................... 47
4.1.3 Profil Sutradara Film The Raid Redemption ..................... 48
4.1.4 Profil Pemain Utama The Raid Redemption ...................... 50

4.2.

Gambaran Umum Subjek Penelitian ....................................... 53
4.2.1 Profil Singkat IPSI Malang ................................................ 53
xii

4.2.2 Struktur Organisasi IPSI Malang ....................................... 58
4.2.3 Prestasi yang Diraih IPSI Malang...................................... 59
BAB V PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA
5.1.

Penerimaan Secara Umum Atlet Silat Anggota IPSI Malang
tentang Film The Raid Redemption ....................................... 60

5.2.

Jenis-Jenis Jurus Pencak Silat yang Ada Pada Film The
Raid Redemption ...................................................................... 68

5.3.

Falsafah Pencak Silat dengan Unsur Adegan Pencak Silat
Pada Film The Raid Redemption ............................................. 78

5.4.

Tanggapan Positif IPSI Malang terhadap Film The Raid
Redemption ................................................................................ 87

5.5.

Unsur Seni yang ada pada Jurus Pencak Silat di Film The
Raid Redemption ....................................................................... 92

5.6.

ANALISIS DATA ...................................................................... 99
5.6.1.

Analis secara umum ...................................................... 99

5.6.2.

Implementasi Teori ....................................................... 107
5.6.2.1.

Teori Khalayak ............................................. 107

BAB VI PENUTUP ....................................................................................... 112
6.1.

KESIMPULAN .......................................................................... 112

6.2.

SARAN ....................................................................................... 115
6.2.1.

Saran Akademis ............................................................ 115

6.2.2.

Saran Praktis ................................................................. 115

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 116
LAMPIRAN.................................................................................................... 119

xiii

DAFTAR BAGAN dan TABEL
BAGAN 1
BAGAN 2
TABEL 1
TABEL 2

Teori SOR ...............................................................................
Struktur Organisasi ..................................................................
Deskripsi Subjek Penelitian .....................................................
Kategorisasi Subjek .................................................................

11
58
45
103

xiv

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4
Gambar 5
Gambar 6
Gambar 7
Gambar 8

Sutradara Film The Raid Redemption. ...........................
Foto Pemain (Ray Sahetapy)...........................................
Foto Pemain (Donny Alamsyah).....................................
Foto Pemain (Yayan Ruhiyan) ........................................
Foto Pemain (Iko Uwais) ................................................
Foto Pemain (Pierre Gruno) ............................................
Foto Pemain (Joe Taslim) ...............................................
Logo IPSI ........................................................................

48
50
50
51
52
52
53
56

xv

DAFTAR PUSTAKA
Barker, Chris. 2009. Cultural Studies, Teori dan Praktik. Penerjemah : Nurhadi.
Yogyakarta : Kreasi Wacana
Biagi, Shirley. 2011. Media / impact Pengantar Media Massa. Jakarta : Salemba
Humanika
Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung :
Citra Aditya Bakti
Eriyanto. 2001. Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta :
LKiS Pelangi Aksara
Hamidi. 2007. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi (Pendekatan Praktis
Penulisan Proposal dan Laporan Penelitian). Malang : UMM Press
Iskandar, Eddy D. 1999. Panduan Praktis Menulis Skenario. Remaja Rosdakarya
Johansyah Lubis. 2004. Pencak Silat Panduan Praktis. Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2005
Kristanto, JB. 2008. Katalog Film Indonesia 2008. Jakarta : Penerbit Nalar
La Pastina, Antonio. Eric W Rothenbuhler dan Mihai Coman (ed.). 2005.
Audiences Ethnographies : A Media Engagement Approach dalam Media
Anthropologi. California : Sage Publication
Mahmud, Muslimin. 2011. Komunikasi Tradisional. Yogyakarta : Litera
Maryono, O’ong. 1999. Pencak Silat Merentang Waktu. Yogyakarta :Galang
Press
McQuail, Denis. 1987. Mass Communication Theory : An Introduction. Beverly
Hills : Sage Publication

116

. 2005. Teori Komunikasi Massa, EdisiKedua. Jakarta :
Erlangga
Moleong, Lexy. J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Bandung
Rosdakarya
Notosoejitno. 1997. Khazanah Pencak Silat. Jakarta : CV. Infomedika
Nurudin, 2007. Pengantar Komunikasi Massa, Jakarta : Rajawali Pers
Pratista, Himawan. 2008. Memahami Film. Yogyakarta : Homerian Pustaka
Stokes, Jane. 2007. How To Do Media and Cultural Studies Panduan Untuk
Melaksanakan Kajian dalam Kajian Media dan Budaya. Penterjemah
Santi Indra Astuti. Jogjakarta: Bentang Pustaka
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif. Bandung : CV.
Alfabeta
Sumarno, Marselli. 1996. Dasar-dasar Apresiasi Film. Jakarta : Gramedia
Wiryanto. 2000. Teori Komunikasi Massa. Jakarta : PT. Grasindo

Sumber Rujukan Lain
Hadi, Ido Prijana. 2008. Penelitian Khalayak Dalam Perspektif reception Analysis
dalam Jurnal Ilmiah SCRIPTURA. Vol.2, No.1. Januari 2008; 1-7.
Surabaya ; Universitas Kristen Petra
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1992
http://tangtungan.com/rekam-jejak-pencak-silat-dalam-film-laga-indonesia/
Diakses 12 November 2013 pukul 13.23

117

http://montase.blogspot.com/2010/05/sekilas-sejarah-film-indonesia.html
Diakses 19 Februari 2014 pukul 13.59
http://comunitiy.blogspot.com/2012/10/perkembangan-film-insonesia-world.html
Diakses 19 Februaripukul 12.57
Reception

Analysis,

http://www.cultsock.ndirect.co.uk/

MUHome/cshtml/index.html, Retrieved 8 Oktober 2002
Diakses 28 Desember 2013 pukul 09.53
http://celebrity.okezone.com/read/2011/12/05/206/538262/the-raid-menujusundace-film-festival
Diakses 19 Februari 2014 pukul 13.57

PenelitianTerdahulu
Nugroho, Muhammad Akbar. 2010. Pemaknaan Film Sang Pencerah pada warga
Muhammdiyah dan Nahdlatul Ulama. Semarang: UNDIP
Wardani, Ani. 2010. Simbol-Simbol Keagamaan Dalam Film (Analisis Resepsi
Film Perempuan Berkalung Sorban). Semarang:UNDIP

118

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Film atau biasa disebut dengan layar lebar saat ini begitu familiar di
masyarakat luas, selain sebagai hiburan, film juga sudah menjadi kebutuhan. Film
sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Kebutuhan akan hiburan,
informasi, maupun gaya hidup. Layar lebar atau dunia perfilman berlomba-lomba
menampilkan suatu tema yang menarik, yang dekat dengan cerita kehidupan
sehari-hari. Film telah berkembang dari pertunjukkan keliling menjadi salah satu
alat penting komunikasi dan hiburan.
Film merupakan produk kebudayaan manusia yang dianggap berdampak
besar bagi masyarakat, ia merupakan salah satu bentuk seni, dan alat ampuh untuk
mendidik serta mengindoktrinasi para penontonnya. Melalui mental dan budaya
yang dimiliknya, penonton berperan aktif secara sadar maupun tidak sadar untuk
memahami sebuah film ( Pratista, 2008:3). Film dapat dikelompokkan menjadi
dua kategori yaitu film dokumenter dan film fiksi, kedua jenis film tersebut masih
mempunyai cabang sendiri-sendiri. Jika film dokumenter lebih kepada informasi,
maka film fiksi lebih bersifat memberikan hiburan kepada penontonnya. Film
mampu membangun keterikatan emosi dengan penontonnya, sehingga penonton
menjadi penggemar, menjadi fanatik, bahkan menerapkan gaya hidup dan
mencontoh karakter-karakter yang terdapat pada film tertentu.

1

Salah satu genre film yang digemari masyarakat adalah film action, hal ini
dikarenakan film action biasanya tidak membutuhkan pemikiran yang menyedot
energi penonton. Penonton tinggal duduk menikmati adegan kejar-kejaran dalam
mobil, baku hantam, adegan tembak menembak antara si tokoh baik dan tokoh
penjahat dan biasanya dimenangkan oleh tokoh baik atau protagonis atau
superhero (Pratista, 2008:14).
Film aksi atau laga saat dengan tema – tema menarik dan dekat dengan
keseharian masyarakat, maka dengan mudah film tersebut dapat diterima dan
segera di tonton. Di Indonesia sendiri, layar lebar atau dunia film sedang marak
diperbincangkan dan dipelajari. Film-film yang berkualitas dan menarik menjadi
perbincangan wajib dari penikmat film itu sendiri.
Namun untuk film bergenre aksi atau laga di Indonesia masih sangat
jarang, akhir era 90 an film dengan tema laga atau aksi ibarat mati suri di negeri
ini. Munculnya film The Raid Redemption pada tahun 2011 di kancah perfilman
internasional dengan tema pencak silat murni asal Indonesia berhasil meraih
perhatian khusus dari penikmat film nasional maupun internasional. Dalam film
ini, warisan budaya nusantara, seni beladiri pencak silat dikemas secara epic
dengan alur cerita yang tak biasa.
Pencak silat memang mengandung beraneka ragam aspek. Walaupun
budaya asli Indonesia, namun pencak silat tetap mempunyai ciri khas dari daerah
gugusan pulau-pulau. Hal ini mengarah kepada banyaknya aliran dan ragam
perguruan pencak silat di seluruh nusantara. Sebagai salah satu identitas bangsa,
pencak silat juga mulai dikenal di berbagai belahan dunia. Oleh karenanya,
2

dibentuklah suatu organisasi persatuan dari perguruan pencak dan perguruan silat
di Indonesia yang diberi nama Ikatan Pencak Silat Indonesia, disingkat IPSI pada
tahun 1948 di Surakarta. Sejak saat itu pencak silat menjadi istilah resmi di
Indonesia. Perguruan – perguruan yang mengajarkan Pencak dan Silat asal
Indonesia di berbagai negara kemudian juga menggunakan istilah Pencak Silat.
Sejak saat itulah kata Pencak Silat merupakan istilah nasional. Hal ini muncul
karena bagian dari usaha kolektif untuk mempersatukan semua perguruan di
Indonesia, yang akhirnya terwujud pada tahun 1973 (Maryono, 1999:8).
Di dukung dengan perkembangan teknologi, termasuk media massa,
membuat pencak silat kini lebih dikenal dan diketahui masyarakat luas dan manca
negara melalui televisi, iklan, film dan lain-lain. Layar lebar atau film merupakan
salah satu media massa yang muncul ke permukaan dan menjadi salah satu produk
elektronik yang sangat digemari masyarakat.
Bagian terpenting dalam pencak silat adalah jurus. Dalam Khazanah
Pencak Silat, Notosoejitno (1997:62) memaparkan jurus adalah rangkaian teknik
pencak silat sebagai satu susunan atau paket yang penggunaannya diarahkan pada
bagian dan gerak tubuh yang rentan dan rawan. Jurus dimaksudkan untuk
membela diri maupun menyerang tanpa maupun menggunakan senjata. Kemudian
terus dikembangkan, sejalan dengan perkembangan budaya manusia. Demikian
dengan senjata yang digunakan.
Dari penjabaran dasar mengenai jurus, dapat disimpulkan bahwa jurus
merupakan elemen penting dalam pencak silat. Gerak tubuh yang indah namun

3

mematikan adalah hal menarik untuk diketahui. Sama halnya adegan-adegan silat
dalam film The Raid Redemption.
Salah satu yang sukses mendapat pujian dan apresiasi positif dalam
Festival Film Internasional Toronto 2011 The Raid Redemption. Film ini
menyajikan adegan-adegan seni beladiri khas Indonesia, pencak silat, yang
dikemas secara dramatik dan cerita yang super seru. Film yang dipuji kritikus film
dunia ini memboyong penghargaan di Festival Film Toronto 2011, The Cadillac
People’s Choice Midnight Madness Award. Hal ini berdasarkan pada fenomena
menjamurnya perbincangan mengenai seni beladiri pencak silat yang diperankan
oleh para pemain dan ceritanya yang tidak pasaran.
Film ini menjadi spesial karena disutradarai oleh pria berkebangsaan
Inggris, Gareth Evans. Disajikan dengan cerita yang menarik dan dikemas secara
epic melalui adegan-adegan silat yang banyak di ekspos dalam setiap scene.
Gareth Evans yang juga menyutradarai film Merantau. Pria berkebangsaan Inggris
ini sangat aktif di dunia perfilman Indonesia.
Film yang dirilis di Indonesia pada 21 Maret 2012 bercerita tentang
sebuah pertarungan 20 orang anggota pasukan khusus dalam membasmi bandar
narkoba kejam di sebuah gedung 30 lantai yang tak tersentuh oleh aparat hukum.
Selain untuk menyelesaikan misi, mereka juga berjuang untuk tetap bertahan
hidup. Film ini juga di bintangi oleh artis laga profesional seperti Donny
Alamsyah, Iko Uwais, Joe Taslim, Yayan Ruhiyan dan Ray Sahetapy. Proses
pengerjaan film ini juga tergolong lama, membutuhkan waktu tiga bulan, namun
biaya produksinya termasuk murah jika dibandingkan dengan film-film aksi lain.
Yang tak kalah menarik, film ini hanya dilakukan dalam single location.
4

Dengan

melihat

film

The

Raid

Redemption,

masyarakat

dapat

menyaksikan seni beladiri asli Indonesia yang sangat indah, khususnya untuk
warga Indonesia, agar selalu bangga dengan semua hal yang dimiliki bangsanya.
Namun, banyak diantara kita para sineas pribumi kurang dapat mengangkat tema
film dengan genre action atau laga dengan cerita yang menarik dan lebih
terkonsep. Tema yang mengusung nasionalisme atau budaya masih kurang
diperhatikan.
Jika melihat kenyataan yang ada, pencak silat saat ini kurang diminati
warga Indonesia sendiri, kecuali para sesepuh desa atau adat dan beberapa orang
yang mendalami ilmu beladiri asli Indonesia. Banyak contoh yang menyebutkan
bahwa pencak silat kalah dengan beladiri impor. Ironisnya, pencak silat sudah
mulai berkembang di manca negara. Sekarang mulai berdatangan seni beladiri
impor dari Asia Tenggara, Eropa dan Amerika. Sebut saja macam Capoeira dan
Brazilian Jiu Jitsu dari Brazil. Dalam hal ini peneliti menggunakan informan atlet
pencak silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia Kota Malang
(IPSI), dimana IPSI membawahi berbagai perguruan pencak silat di Kota Malang
dan berhasil mencetak atlet – atlet silat unggulan bangsa.
Berkaitan dengan posisi audiens, menurut Stuart Hall dalam Eriyanto
(2009:94), posisi pembaca dominan (dominant hegemonic position), pembacaan
yang dinegosiasi (negotiated code/ position), pembacaan posisi opposisi (opposisi
code/ position).
Selain itu untuk referensi dalam menyelesaikan penelitian ini diperlukan
beberapa data penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan studi resepsi
diantaranya adalah referensi penilitian yang dilakukan oleh Muhammad Akbar
5

Nugroho (2010) Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang dengan judul
“Pemaknaan Film Sang Pencerah pada warga Muhammdiyah dan Nahdlatul
Ulama.”
Penelitian lain yang hampir serupa dilakukan oleh Wardani Ani (2010)
dengan judul “Simbol-Simbol Keagamaan Dalam Film ( Analisis Resepsi Film
Perempuan Berkalung Sorban ).” Penelitian tersebut dibagi menjadi 3 posisi
penonton menurut study resepsi diantaranya posisi pembaca dominan (dominant
hegemonic position), posisi pembaca menegosiasi (negotiated code/ position) dan
posisi pembaca opsisi (opposisi code/ position). Namun secara keseluruhan posisi
pemaknaan para informan lebih kepada dua posisi, yaitu dominant hegemonik dan
oposisional.
Berawal dari fenomena yang telah dijelaskan, peneliti ingin melakukan
penelitian tentang “PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN
PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION”
dengan menggunakan studi resepsi pada anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia
wilayah Malang.

6

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti merumuskan masalah
yaitu bagaimana penerimaan atlet silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat
Indonesia wilayah Malang tentang adegan seni beladiri asli Indonesia, pencak
silat, pada film The Raid Redemption ?

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginterpretasikan penerimaan
anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia wilayah Malang tentang adegan seni
beladiri asli Indonesia, pencak silat, pada film The Raid Redemption.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1. Manfaat Akademis
1.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi ilmiah yang
dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam penelitian-penelitian
selanjutnya terkait dengan bagaimana pemaknaan audiens atau
penonton tentang suatu analisis teks media dengan menggunakan studi
resepsi.

2.

Penelitian

ini

diharapkan

bermanfaat

bagi

mahasiswa

Ilmu

Komunikasi khususnya dalam mendalami studi resepsi tentang genre
film aksi atau laga.

7

1.4.2. Manfaat Sosial
Penelitian ini sangat diharapkan dapat memberikan masukan kepada
pembaca dalam memaknai dan memahami suatu adegan beladiri pada sebuah
film. Serta membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap analisis teks
media.

8

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)