JURNAL PENERAPAN STRATEGI THINK-TALK-WRITE DALAM KELOMPOK KECIL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 47 AMPENAN TAHUN AJARAN 20142015

  

PENERAPAN STRATEGI THINK-TALK-WRITE DALAM KELOMPOK KECIL UNTUK

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA

PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 47 AMPENAN TAHUN AJARAN

2014/2015

  

Oleh

MUHAMMAD NURZULFAN

NIM. E1E010079

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM

  

2014

  

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA

PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 47 AMPENAN TAHUN AJARAN

2014/2015

  

ABSTRAK

  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas V SDN 47 Ampenan tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan strategi TTW (Think-Talk-Write) dalam kelompok kecil. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes hasil belajar menggunakan lembar kerja siswa. Aktivitas guru diperoleh melalui lembar observasi aktivitas guru, dan aktivitas belajar siswa diperoleh melalui lembar observasi aktivitas siswa. Dari hasil penelitian diperoleh jumlah skor aktivitas dalam dua siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I jumlah skor aktivitas guru sebesar 19 berkategori baik, sedangkan jumlah skor aktivitas siswa sebesar 42 dengan kategori cukup aktif dengan (KKM) ≥65 dan ketuntasan klasikal 71,42%. Pada penelitian siklus II mengalami peningkatan jumlah skor aktivitas guru yaitu dari 19 berkategori baik menjadi 23 dengan kriteria sangat baik, jumlah skor aktivitas siswa adalah 59 dan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal 82,14%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi TTW (Think-Talk-Write) dalam kelompok kecil dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas V SDN 47 Ampenan tahun ajaran 2014/2015.

  Kata-kata kunci: Strategi think-talk-write, aktivitas dan hasil belajar

  

ABSTRACT

APPLICATION OF THINK TALK WRITE STRATEGY IN SMALL GROUP INCREASING THE

ACTIVITY AND THE RESULT OF STUDY STUDENTS IN INDONESIA IN FIVE GRADE OF

SDN 47 AMPENAN ACADEMIC YEAR 2014/2015

Adviser Lecturer I : Drs. H. Nasruddin, M. Kes

  Adviser Lecturer II : Drs. H. Abdul Azis

  This research is aimed to improve students activity and students score in bahasa indonesia at five grade students of SDN 47 Ampenan in academic year 2014/2015. This research used ( PTK )Penelitian tindakan kelas Carried by two cycle. The data conducted through test result of study us LKS. Teacher activity conducted through observation teacher activity ,and students study activity conductedthrough observation activity. From the research acquired the total score activity is increase in two cycle. At the first cycle total score teacher activity 19 get good category, mean while total score students activity 42 with category last active with (KKM ) 65 and classical’s thoroughness 71,42%. On research cycle II in creasing total score teacher activity which is 19 with good category became 23 with very good criteria ,total score students criteria is 59 and result students study with classical thoroughness 82,14% .Based on the observational result can be concluded that the us of TTW stratyegy in small group be able to increase activity and students learnel result in Bahasa Indonesia at five grade of SDN 47 Ampenan in academic year 2014/2015.

PENDAHULUAN A.

   Latar Belakang Rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia.

  Berdasarkan hasil observasi di kelas V SDN 47 Ampenan tahun ajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari nilai siswa yang masih rendah dan belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang sudah ditentukan yaitu 65. Dari 29 orang siswa, hanya 17 siswa mencapai ketuntasan belajar minimal dengan memperoleh nilai

  ≥ 60 dan 12 orang siswa belum mencapai ketuntasan belajar minimal dengan memperoleh nilai ≤ 60. Hal ini belum memenuhi indikator keberhasilan yang sudah ditentukan yakni ketuntasan klasikal minimal sebesar 80% .

  Dari hasil pengamatan tersebut, nampaknya guru kurang menggunakan metode-metode yang bervariasi yang dapat menarik perhatian siswa. Metode pembelajaran haruslah sesuai dengan materi/isi pelajaran yang diajarkan, supaya terjadi keselarasan antara proses belajar dengan performa yang dibutuhkan oleh siswa..

  Jika disesuaikan dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas V SDN 47 Ampenan, perlu diterapkan suatu strategi pembelajaran yang mampu menekankan keterampilan proses dalam upaya peningkatan peran aktif dan hasil belajar siswa di kelas.

  Strategi think-talk-write yang diterapkan dalam kelompok kecil merupakan salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat digunakan.

  Strategi think-talk-write dipilih, karena melalui tahap think memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikirnya dalam memecahkan masalah. Membangun interaksi siswa yang merupakan pengembangan kemampuan sosial seperti berkomunikasi dan berpendapat dilakukan pada tahap talk. Interaksi dapat ditingkatkan dengan belajar kelompok (Muslich, 2007: 50). Pada tahap write siswa belajar menuliskan bahasa.

  Jadi berdasarkan masalah yang di temukan di SD tersebut, solusi yang tepat agar siswa SDN 47 Ampenan Kelas V yang belum mencapai ketuntasan, peneliti mencoba melaksanakan penelitian dengan judul “penerapan strategi think-talk-write dalam kelompok kecil untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajran bahasa Indonesia kelas V SDN 47 Ampenan tahun ajaran 2014/2015 ?”

  A. Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah

  1. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana menerapkan Strategi think-talk-write dalam kelompok kecil dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN 47 Ampenan tahun ajaran 2014/2015 ?”.

  2. Pemecahan Masalah.

  Pemecahan masalah menggunakan strategi TTW diawali dengan Siswa dikondisikan secara berkelompok masing-masing anggotanya 3-5 orang siswa. Guru menjelaskan materi langkah-langkah pembelajaran menulis karangan dengan strategi TTW kemudian menunjukkan contoh beberapa karangan, baru dilanjutkan dengan membagikan LKK (Lembar Kerja Kelompok), Siswa berdiskusi dengan anggota kelompoknya untuk menyelesaikan LKK.Selanjutnya siswa menulis karangan dari hasil LKK yang telah dikerjakan baru kemudian siswamaju menyampaikan hasil diskusi kelompoknya masing- masing

  B. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Bahasa indonesia siswa melalui penerapan strategi think talk-write dalam kelompok kecil .

  Manfaat yang bisa di ambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagi Siswa Siswa dapat tertarik, termotivasi untuk melatih kemampuan berpikir dan bernalar serta terbiasa mengembangkan sikap kerja sama yang baik dengan temannya dalam belajar dengan menggunakan strategi TTW .

  2. Bagi guru Dengan penelitian ini menambah pengetahuan ,wawasan dan keterampilan serta menjadikan guru lebih kreatif, inovatif , dalam memilih strategi pembelajaran. Selain itu juga hal ini sebagai salah satu bahan masukan di dalam perencanaan pembelajaran serta proses pembelajaran sehingga dengan menerapkan stategi TTW ini dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

  3. Bagi Kepala Sekolah Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam mengambil kebijakan untuk menentukan penerapan strategi pada mata pelajaran bahasa Indonesia dan mata pelajaran lainnya ,sehingga dapat meningkatkan Aktivitas dan Hasil belajar siswa secara keseluruhan, dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang bersangkutan

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

  Widdiharto (2004: 5) mengungkapkan, “pengetahuan akan melekat lebih lama apabila siswa dilibatkan secara langsung dalam proses mengkonstruksi konsep tersebut”. Menyikapi hal tersebut, penerapan strategi think-talk-write memungkinkan siswa dapat berperan lebih aktif dalam proses pembelajaran.

  Jika penerapan strategi think-talk-write dalam kelompok kecil pada mata pelajaran bahasa indonesia dilakukan secara baik dan benar, maka Aktivitas dan Hasil belajar siswa kelas V

  D. Hipotesis Tindakan Dari kajian teori di atas, maka peneliti dapat membuat hipotesis tindakan sebagai berikut:

  Oleh karenanya, penerapan strategi think-talk-write diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran berupa aktivitas siswa di dalam kelas yang pada akhirnya berujung pada meningkatnya hasil belajar siswa.

  siswa dapat dinilai dari apa yang mereka tuliskan, sebagai implikasi dari pengetahuan yang mereka miliki.

  write , hasil dari tahap think dan talk dipaparkan dalam bentuk tulisan. Kemampuan kognitif

  Pada tahap think, siswa mengumpulkan informasi melalui sumber belajar atau tindakan (aktivitas) dan dengan mengalami langsung, seperti pemahaman konsep bagi siswa akan lebih mudah tertanam. Pada tahap talk, ide-ide dan pengetahuan yang diperoleh pada tahap think yang berkaitan dengan pemecahan masalah dikomunikasikan dalam kelompok. Pada tahap

  A. Teori yang Relevan

  1. Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar

  c. Strategi BBM diperkenalkan pertama kali oleh Huinker dan Laughlin (Huda, 2013: 218) dengan sebutan asli dalam bahasa Inggris think-talk-write (TTW). TTW adalah strategi yang memfasilitasi latihan berbahasa lisan dan menulis bahasa tersebut dengan lancar. Strategi ini mendorong siswa untuk berpikir, berbicara, dan kemudian menuliskan suatu topik tertentu (Huda, 2013: 218).

  b. Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan di gunakan oleh pengajar untuk memilih kegiatan belajar yang akan digunakan selama proses pembelajaran (aqib,zainal,2013: 72).

  a. Pembelajaran kooperatif adalah suatu model belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau prilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih (Surtikanti dan Santoso, 2008: 54).

  2.Penerapan Strategi TTW (Think-Talk-Write)

  b. Gagne (dalam Ahmad susanto, 2013: 2) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia seperti sikap, minat atau nilai dan perubahan kemampuannya yakni peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai jenis performance (kinerja) sebagai akibat dari adanya perubahAn tingkah laku.

  a. Aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik itu secara jasmani maupun rohani. Sardiman (2003: 95) Aktivitas adalah kegiatan yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mendiskusikan materi ajar, dan mengerjakan tugas-tugas.

  C.Kerangka Berpikir Model pengajaran langsung yang diterapkan guru kelas di kelas V menjadikan KBM terpusat pada guru. Aktivitas siswa terbatas pada mendengarkan, mencatat, menjawab pertanyaan guru bila guru memberikan pertanyaan.

METODOLOGI PENELITIAN

  1.Faktor Siswa Yang diteliti adalah peningkatan aktivitas dan hasil belajar Bahasa indonesia siswa dengan strategi think-talk-write dalam kelompok kecil

  Research . Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4

  E. Rancangan dan Langkah-langkah Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action

  3. Definisi Operasional Hasil Belajar Hasil belajar adalah perubahan prilaku yang disebabkan karena pencapaian penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses pembelajaran berupa perubahan-perubahan dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik.

  2. Definisi Operasional Aktivitas Belajar Aktivitas yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan segala hal yang berkenaan dengan kegiatan guru dan siswa dalam kegiatan belajar

  1. Definisi Operasional Penerapan Strategi TTW . Strategi TTW merupakan pembelajaran yang menekankan pada keterampilan proses yang diawali dengan pembagian kelompok secara heterogen yang terdiri atas 3-5 orang kemudian melakukan diskusi yang diakhiri dengan penyampaian hasil diskusi dari masing-masing kelompok .

  D. Variabel Penelitian

  2.Faktor Guru Yang diteliti adalah aktivitas guru dalam mengajar menggunakan strategi think-talk-write melalui belajar dalam kelompok kecil pada mata pelajaran bahasa Indonesia apakah sudah sesuai dengan skenario pembelajaran yang direncanakan dan indikator perilaku guru dalam mengajar.

  A. Setting Penelitian

  1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 47 Ampenan tahun ajaran 2014/2015. SDN tersebut berlokasi di Jl. H. Muhammad Ruslan, S.H Bintaro Jaya Kecamatan Ampenan, Kota Mataram 2. Waktu Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

  2. Observer Penelitian Bertindak sebagai observer dalam penelitian ini adalah guru kelas V SDN 47 Ampenan yaitu Ibu Desak.P Candrawati. S,Pd

  1. Subjek Penelitian Subjek penelitian difokuskan pada siswa kelas V SDN 47 Ampenan yang berjumlah 29 orang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 16 orang perempuan.

  B. Subjek dan Observer

  d. Penyusunan laporan dilaksanakan pada bulan Oktober 2014.

  c. Siklus II dilaksanakan pada bulan September tanggal 29 dan 2 Oktober 2014.

  b. Siklus I dilaksanakan pada bulan September tanggal 22 dan 25 2014.

  Waktu pelaksanaan penelitian ini pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Adapun waktu pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut: a. Penyusunan proposal dimulai pada bulan Juli sampai September 2014.

  C. Faktor yang Diteliti

  Pelaksanaan setiap siklus 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu yang sama yaitu 2 × 35 menit untuk setiap pertemuan.

  F. Metode Pengumpulan Data

  1. Observasi Observasi merupakan teknik mengumpulkan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya pada lembar observasi yang telah dibuat

  (Sanjaya: 1990).

  Berdasarkan pengertian tersebut maka observasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah melakukan pengamatan terhadap segenap aktivitas pembelajaran bahasa Indonesia, guru dan siswa kelas V SDN 47 Ampenan ketika menerapkan strategi TTW dalam kelompok kecil.

  2. Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar merupakan instrumen pengumpulan data untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif, atau tingkat penguasaan terhadap materi pelajaran

  (Sanjaya, 2009: 99. Adapun tes yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah tes hasil belajar yang berupa isian dan menjodohkan untuk mengukur hasil belajar siswa.

  G. Instrumen Pengumpulan Data

  1. Instrumennt pengumpulan data dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini termasuk pada tahap pengamatan atau observasi.

  2. Adapun tes yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah tes hasil belajar yang berupa uraian dan menjodohkan untuk mengukur hasil belajar siswa H. Teknik Analisis Data

  1. Teknik Analisis Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Setelah data diperoleh dari lembar observasi guru, kemudian data tersebut dianalisis dengan cara sebagai berikut:

  1) Menentukan skor yang diperoleh guru dengan ketentuan sebagai berikut :

  a) Skor 4 diberikan jika 3 indikator dalam setiap aspek dilaksanakan

  b) Skor 3 diberikan jika 2 indikator dalam setiap aspek dilaksanakan

  c) Skor 2 diberikan jika 1 indikator dalam setiap aspek dilaksanakan

  d) Skor 1 diberikan jika tidak ada indikator yang dilaksanakan 2) Menetukan skor aktivitas maksimal yang ideal

  1) Banyaknya aspek yang diamati = 6 2) Banyaknya indikator = 18 3) Skor maksimal setiap aspek = 4 4) Skor minimal tiap aspek = 1 Jadi untuk skor maksimal ideal (SMi) adalah 4 x 6 = 24 Sedangkan untuk skor terendah adalah 1 x 6 = 6

  3) Menentukan Mi (Mean ideal) dan SDi (Simpangan deviasi ideal) dengan rumus sebagai berikut:

  1 Mi = (skor tertinggi + skor terendah)

  2

  1

  = (24 + 6)

  2

  = 15

  1 SDi = x Mi

  3

  1

  = x 15

  3 Setelah data diperoleh dari lembar observasi siswa, kemudian data tersebut dianalisis dengan cara sebagai berikut : 1) Menentukan skor yang diperoleh siswa dengan ketentuan sebagai berikut:

  a) Skor 4 diberikan jika indikator yang diamati dilakukan oleh siswa antara 75 – 100 %.

  1

  65

  2. Hasil belajar siswa dikatakan meningkat apabila nilai siswa ≥

  1. Aktivitas belajar siswa dikatakan meningkat apabila skor aktivitas siswa minimal berkategori “ aktif ”.

  I. Indikator Keberhasilan

  ≥ 70 N : Jumlah siswa yang mengikuti tes (Nurkancana dan Sunartana, 1990: 100)

  Keterangan : KK : Ketuntasan Klasikal P : Jumlah siswa yang memperoleh nilai

  N P

  Adapun ketuntasan klasikal dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: KK = % 100 x

  Skor maksimal Skor aktual

  NA = 100 x

  3. Teknik Analisis Data Hasil Belajar Siswa Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai siswa secara individual adalah sebagai berikut:

  (Nurkancana dan Sunartana, 1990: 100)

  x 45 = 15

  3

  b) Skor 3 diberikan jika indikator yang diamati dilakukan oleh siswa antara 50 - 74 %.

  x Mi =

  1

  3

  (72+18) = 45 SDi =

  1

  2

  ( skor tertinggi + skor terendah ) =

  1

  2

  Mi =

  3) Menentukan Mi (mean ideal) dan SDi (simpangan deviasi) dengan rumus sebagai berikut :

  1) Banyaknya aspek = 6 2) Banyaknya indikator yang diamati = 18 3) Skor maksimal setiap indikator = 4 4) Skor minimal setiap indikator = 1 Jadi untuk skor maksimal semua indikator adalah 4x18 = 72 Sedangkan skor minimal semua indikator adalah 1x18 = 18

  d) Skor 1 diberikan jika indikator yang diamati dilakukan oleh siswa antara 0 - 24 %. 2) Menentukan skor aktivitas maksimal yang ideal

  c) Skor 2 diberikan jika indikator yang diamati dilakukan oleh siswa antara 25 - 49 %.

  (nilai KKM) dan tercapai nilai ketuntasan belajar secara klaksikal 80%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  A. Deskripsi Data Siklus I Siklus I aktivitas guru termasuk kategori baik dengan skor 19, aktivitas siswa termasuk kategori cukup aktif dengan skor 42, dan jumlah siswa yang tuntas 20 orang dengan persentase ketuntasan sebesar 71,42%. Pada siklus ini, skor aktivitas siswa belum mencapai aktif dan presentase ketuntasan hasil belajar siswa belum mencapai indikator yang telah ditetapkan,maka dilanjutkan pada siklus II.

  B. Deskripsi Data Siklus II Proses pembelajaran pada siklus II, menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa, skor aktivitas guru dari 19 menjadi 23 dan berkategori sangat baik, begitu halnya skor aktivitas siswa dari 42 menjadi 59 dan berkategori aktif. Sedangkan hasil belajar siswa dengan persentase ketuntasan dari 71,42% menjadi 82,14%. Hal ini menunjukkan penelitian ini berhasil dengan hasil yang memuaskan, sehingga penelitian dihentikan pada siklus II.

  C. Pembahasan

Tabel 4.7 Ringkasan Analisis Data Hasil Evaluasi dan Hasil Observasi Siklus I dan II

  Siklus Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Ketuntasan Belajar Siswa Skor Katagori Skor Katagori Nilai KKM Ketuntasan rata- klasikal rata

  I

  19 Baik

  42 Cukup 64,46 71,42% Aktif

  II

  23 Sangat

  59 Aktif 72,03

  65

  ≥

  82,14% Baik

  Dari tabel 4.7 diatas merupakan ringkasan hasil penelitian siklus I dan II yang mengalami peningkatan dan terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

  ≥ 65 di peroleh rata-rata nilai siklus I 64,46 meningkat menjadi 72,03 pada siklus II. Begitu juga dengan ketuntasan Klasikal pada siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 71,42% meningkat menjadi 82,14%.

  Sedangkan untuk aktivitas siswa dan guru pada siklus I dan II.Pada hasil observasi siklus I menunjukan bahwa aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran berkatagori cukup aktif dengan skor 42 dari skor maksimal 72, sedangkan pada siklus II aktivitas siswa berkategori aktif dengan skor perolehan 59 dari skor maksimal 72, sehingga disimpulkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I mengalami peningkatan di siklus II. Sedangkan aktivitas mengajar guru siklus I menunjukan bahwa kriteria yang diperoleh adalah baik dan mendapatkan skor 19 dari skor maksimal 24, dan pada siklus II meningkat menjadi 23 dengan kriteria sangat baik.

KESIMPULAN DAN SARAN

  A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan bahwa penerapan strategi

  Think-Talk-Write dalam kelompok kecil terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas V SDN 47 Ampenan tahun ajaran 2014/2015.

  B. Saran Adapun saran-saran yang dapat peneliti sampaikan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagi siswa, diharapkan lebih aktif dan mendengarkan arahan guru dalam pembelajaran dengan penerapan strategi Think-Talk-Write dalam kelompok kecil sehingga pembelajaran dapat berjalan lebih baik dan materi yang akan disampaikan oleh guru dapat diterima.

  2. Bagi guru, diharapkan dapat menerapkan strategi Think-Talk-Write dalam kelompok kecil sebagai salah satu strategi pembelajaran alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa serta aktivitas siswa dalam pembelajaran khususnya pada pelajaran bahasa indonesia. Selain itu, diharapkan untuk tetap memberikan dukungan moril dan bimbingan kepada siswa yang belum tuntas dalam pencapaian hasil belajar supaya terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa.

  3. Bagi kepala sekolah, diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan strategi ,metode maupun tehnik pembelajaran yang lainnya yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta menjadi salah satu alternatif dalam mengambil kebijakan. Ansari. 2003. http://rezaliah.blogspot.com/2013/06/makalah-model-pembelajaran-tipe- think.html?m=1 , diakses pada tanggal 17 juli 2014. Aqib,zainal. 2013. Model-model,media, dan strategi pembelajaran kontekstual

  (inovatif).Bandung:Yrama Widya Daud. 2004. Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta : Erlangga. Halmaheri. 2004. http://rezaliah.blogspot.com/2013/06/makalah-model-pembelajaran-tipe-

  think.html?m=1 , diakses pada tanggal 17 juli 2014

  Hasani, Aceng. 2003. Diktat Menulis Kreatif. Serang : Untirta Press Huda, Miftahul. 2013. Model-Model Pengajaran Dan Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Husnawati. 2010. Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf dengan Media Peta Pikiran pada Siswa Kelas V SDN 2 Sandik Tahun Pelajaran 2009/2010. Mataram: Universitas Mataram. Keraf, Gorys. 1997. Argumentasi dan Narasi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Lamuddin. 2009. http://lalalmalay.blogspot.com/2013/04/makalah-menulis- diakses tanggal 15 juli 2014.

  argumentasi.html?m=1 ,

  Musaddat, Saiful. 2010. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas Rendah. Mataram : Cerdas Press. Nurkancana dan Sunartana. 1990. Evaluasi Hasil Belajar. Surabaya : Usaha Nasional. Puspitasari, Heny. 2012. Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi dengan Metode Quantum

Writing di kelas V SD Negeri Kacapiring Bandung Tahun Pelajaran 2011/2012 .

  Bandung : STKIP Siliwangi Sanjaya, Wina. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Kencana Prenada Media Group Semi, M. Atar. 2007. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung : Angkasa.

  Slameto. 2003. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Slavin. 2000. http://senyummuamar.blogspot.com/2012/04/teori-pemrosesan-informasi.html , diakses pada tanggal 10 Juni 2014.

  Suparman. 1997. http://dedi26.blogspot.com/2012/6/pengertian-strategi-pembelajaran.html?m=1 , diakses pada tanggal 19 juli 2014. Suparno dan Mohamad Yunus. 2008. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka. Surtikanti dan Santoso, 2008. Strategi Belajar Mengajar. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta. Susanto,Ahmad, 2013.Teori Belajar dan Pembelajaran di SD. Jakarta : Kencana

  Prenada Media Group Susanto, Eko. 2012. Penerapan Metode Think-Talk-Write (TTW) Dengan Menggunakan Media

  

Gambar Seri Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Narasi Di Kelas Kelas

  VB SDN 61 Kota Bengkulu Tahun Pelajaran 2011/2012 . Bengkulu : FKIP UNIB

  Tarigan, Djago. 2008. Membina Keterampilan Menulis Paragraf Dan Pengembangannya. Bandung : Angkasa Bandung

  Trianto.2012.Model Pembelajaran Terpadu.Jakarta:Bumi Aksara Winkel. 1996. http://hasanahworld.wordpress.com/2009/03/01/teori-belajar-kognitif/ , diakses pada tanggal 17 juli 2014.

  Yamin. 2008. http://rezaliah.blogspot.com/2013/06/makalah-model-pembelajaran-tipe- think.html?m=1 , diakses pada tanggal 17 juli 2014.


Dokumen yang terkait

PENGGUNAAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SDN 2 PURWODADI TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 11 44

PENERAPAN PENDEKATAN PAILKEM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn KELAS V SD NEGERI 3 METRO BARAT TAHUN PELAJARAN 2015/2016

0 11 88

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR TUNTAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI 060967 MEDAN BELAWAN TAHUN AJARAN 2011/2012.

0 1 18

PENERAPAN BELAJAR KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III SD NEGERI KEPEK, PENGASIH, KULON PROGO TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

0 1 272

PENERAPAN METODE SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 30 AMPENAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 - Repository UNRAM

0 0 14

JURNAL PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SISTEM AMONG UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS V SDN 8 PEMENANG BARAT TAHUN PELAJARAN 20142015

0 0 10

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TARI BAMBU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM MATA PELAJARAN IPA SDN 3 SESELA TAHUN AJARAN 20152016

0 0 16

PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN ABC DALAM PENINGKATAN PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III SDN 33 AMPENAN TAHUN PELAJARAN 20142015

0 0 7

PENERAPAN METODE LATIHAN (DRILL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V E PADA MATERI KPK DAN FPB SEMESTER 1 SDN 13 AMPENAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 - Repository UNRAM

0 0 12

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN 26 AMPENAN TAHUN PELAJARAN 20152016

0 0 17

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

64 1370 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 370 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 327 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 210 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 306 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 408 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 371 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 225 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 378 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 429 23