RUANG LINGKUP DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAA

RUANG LINGKUP DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan
(ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup dan cara memperoleh
peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya.
Menurut Soeharto Prawirokusumo, kewirausahaan adalah disiplin ilmu tersendiri yang
independen dan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen karena
memilik hal-hal berikut :
1

Kewirusahaan berisi bidang pengetahuan ( Body of knowledge) yang utuh dan nyata, yaitu

terdapat teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.
2

Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu posisi permulaan usaha /ventura dan

perkembangan usaha.
3

Kewirusahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri, yaitu kemampuan

untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda ( ability to create new and different things).
4

Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan atau

kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.

CIRI CIRI SEORANG WIRAUSAHA :


Percaya diri



Berorientasikan tugas dan hasil



Pengambil risiko



Kepemimpinan



Keorisinilan



Berorientasi ke masa depan



Jujur dan tekun
karakteristik wirausaha yang meliputi :
1. Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
2. Lebih memilih risiko yang moderat.

3. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil
4. Selalu menghendaki umpan balik yang segera
5. Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan
6. Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa
depan yang lebih baik .
7. Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai
tambah
8. Selalu menilai prestasi dengan uang.

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha :
1. Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha
mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha
baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan
franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian,
industri / manufaktur / produksi atau jasa.
2. Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan", tahap ini seorang
wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspekaspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi
bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan
evaluasi.
3. Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah
dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai
dengan kondisi yang dihadapi
4. Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau
mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu
pilihan yang mungkin diambil.

Fungsi adanya wirausaha adalah :
 Mengusahakan inovasi-inovasi baru
 Membuka pasaran baru
 Memasuki usaha-usaha baru yang belum pernah dicoba oleh orang lain
 Memulai produksi jenis barang dan jasa baru

Peran kewirausahaan adalah sebagai motor penggerak pembangunan nasional adalah sebagai
berikut :
 Wirausaha berusaha mengurangi pengangguran
 Wirausaha berusaha mengurangi ketegangan sosial
 Wirausaha berusaha meningkatkan taraf hidup anggota dan masyarakat lingkunganya
 Wirausaha berusaha memajukan perekonomian bangsa dan negara
 Wirausaha berusaha memperkecil sifat ketergantungan terhadap bantuan luar negeri
 Wirausaha berusaha memenuhi segala macam kebutuhan masyarakat terhadap produk
dan adanya jasa

IDE KEWIRAUSAHAAN
Terwujudnya suatu ide agar terealisasi dibutuhkan suatu rencana. Karena dalam teorinya,
bisnis sekecil apapun tetap memerlukan perencanaan untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang
lebih matang. Dalam perspektif Philip Kotler, ada bebera prosedur standar untuk dapat
merealisasikan ide bisnis yang benar dalam bentuk rencana bisnis yaitu:

1.

Pembangkitan gagasan

2.

Penyaringan

3.

Pengembangan dan pengujian konsep

4.

Strategi pemasaran

5.

Analisis bisnis atau usaha

6.

Pengembangan produk

7.

Pegujian pasar

8.

Komersialisasi

SUMBER PENEMUAN IDE-IDE BARU
Sumber ide biasanya berkaitan dengan hal-hal atau kegiatan yang menyangkut organisasi
atau lembaga yang ada hubungannya dengan bisnis, seperti :
1.

Konsumen

2.

Perusahaan yang sudah ada

3.

Saluran Distribusi

4.

Pemerintah

5.

Penelitian dan Pengembangan

SUMBER PELUANG
Peluang sendiri sebenarnya berasal dari sebuah ide, inspirasi atau kesempatan yang muncul
untuk dimanfaatkan bagi kepentingan seseorang baik dalam kehidupan sehari hari dalam bisnis.
1.Diri Anda Sendiri
Beberapa sumber peluang yang muncul dari diri anda sendiri seperti:
Hobi Anda
Keahlian Anda
Peluang dari Pengetahuan dan Latar Belakang Pendidikan
2.Lingkungan
3.Konsumen
Suara konsumen itu penting karena sering menciptakan gagasan baru dalam memperbaiki produk
yang ada dan peluang bagi yang akan mendirikan usaha baru.
4.Gagasan Orang Lain

Seperti halnya suara dari konsumen, gagasan dari orang lain (mungkin karena keluhan-keluhan
terhadap suatu produk atau layanan yang disampaikan teman anda ke anda), dapat memberi ide
yang membuka peluang bagi anda dalam membuat suatu bisnis.
5.Informasi yang Diperoleh
Dalam perjumpaan dengan orang lain terkadang kita mendapatkan informasi baru. Bagi orang
yang mendengarnya, informasi baru itu bisa berguna untuk dijadikan sebagai peluang bisnis
karena informasi tersebut memiliki hubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dia
miliki. Namun bagi orang-orang tertentu informasi baru itu tidak bermanfaat karena informasi
tersebut tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Hal
ini yang bisa membedakan mengapa ada orang yang merasa tidak memiliki peluang dibanding
orang yang memiliki peluang.

Merintis usaha baru (starting)
1.

Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola
sendiri oleh seseorang.

2.

Persekutuan (partnership), suatu kerjasama (aosiasi) dua orang atau lebih yang secara
bersama-sama menjalankan usaha bersama.

3.

Perusahaan berbadan hukum (corporation), perusahaan yang didirikan atas dasar badan
hukum dengan modal saham-saham

Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil
(small business operator), ia harus memiliki:


Kecakapan untuk bekerja



Kemampuan mengorganisir



Kreatif



Lebih menyukai tantangan

-Bidang dan jenis usaha yang dimasuki.
-Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih
-Tempat usaha yang akan dipilih
-Organisasi usaha yang akan digunakan.

-Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha dan skala usaha.
Fungsi kewirausahaan dasarnya adalah kreativitas dan inovasi, sedangkan manajerial dasarnya
adalah fungsi-fungsi manajemen. Semakin kecil perusahaan maka semakin besar fungsi
kewirausahaan, tetapi semakin kecil fungsi manajerial yang dimilikinya.
-Lingkungan usaha

Pengelolaan Usaha
Perencanaan Usaha
Suatu hal yang tertulis berisikan misi usaha, usulan usaha, operasional usaha, rincian strategi
dan peluang yang mungkin di raih (pasar). Fungsi dari perencanaan :
1.

Sebagai pedoman untk mencapai keberhasilan manajemen usaha yang berupa: Maksud

usaha, Usulan finansial, Permintaan dana, Cara penggunaan & pembayaran kembali pinjmn
2.

Sebagai alat untk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar yang

berupa : Manajemen usaha, Pemasaran, Produksi / operasional, keu. perusahaan
Pengelolaan keuangan adalah bgmn mengusahakan sumber dana, menggunakan /
mengendalikan dana-dana perusahaan. Ada 3 aspek dalam pengelolaan keuangan, yaitu :
1. Sumber dana/ keu. perusahaan
2. Perencanaan dan penggunaan dana
3. Pengawasan dan pengendalian dana
Teknik dan strategi pemasaran
Pemasaran merupakan kegiatan meliputi :
1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (Probe)
2. Menghasilkan barang atau jasa (Product)
3. Menetukan harga (Price)
4. Mendistribusikan barang dan jasa (Place)
5. Mepromosikan (Promotion)

Etika bisnis adalah acuan bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usaha termasuk dalam
berinterkasi dengan pemangku kepentingan (stakeholders).
Faktor-faktor yang Mendorong Timbulnya Masalah Etika Bisnis:
1. Mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi
2. Tekanan persaingan terhadap laba perusahaan
3. Pertentangan antara nilai-nilai perusahaan dengan perorangan

Untuk menjalankan bisnis yang beretika, perhatikan hal-hal berikut :


· Jangan masuk kedalam bisnis yang tidak riil, apalagi menjanjikan kekayaan dalam
waktu cepat (instant). Hindari buku-buku yang menjanjikan cara-cara cepat, instan dan
memotong kompas.



Yakin dan ucapkan terus dalam diri anda bahwa anda mampu bekerja keras dan kerja
keras selalu berakhir baik



· Berbisnislah dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan, persamaan, keterbukaan, win-win
solution, melayani dan tanamkan nilai-nilai itu diusaha yang anda bangun.



· Jangan tergoda untuk cepat berhasil, Ingatlah, semua ada waktunya. Waktu yang terlalu
cepat dipacu dapat berisiko negative



· Rekrutlah karyawan yang jujur dan jalankan apa yang anda ucapkan.

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

RUANG LINGKUP DISIPLIN ILMU KEWIRAUSAHAA