1 MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MONTASE PADA ANAK KELOMPOK B2 DI TK DWP DIKPORA AMPENAN TAHUN AJARAN 20172018

  

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI

KEGIATAN MONTASE PADA ANAK KELOMPOK B2 DI TK DWP

DIKPORA AMPENAN TAHUN AJARAN 2017/2018

  

JURNAL SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Menyelesaikan

Program Sarjana (S1) Pendidikan Anak Usia Dini

Oleh

  

NANDA YUNIA ASTIRA

NIM E1F 013 021

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM

2018

  

IMPROVING OF FINE MOTOR SKILLS THROUGH MONTAGE

ACTIVITIES TO CHILDREN GROUP B2 IN KINDERGARTEN DWP

DIKPORA AMPENAN ACADEMIC YEAR 2017/2018

  1

  1

  1 Nanda Yunia Astira , , dan Ika Rachmayani, M.Pd

  Drs. Syukran Ma’sum, M.Pd

1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram, NTB, Indonesia

  email: nandadwi1902@gmail.com

  Abstract

  This research is conducted by the lack of fine motor skills of group B2 children in kindergarten DWP Dikpora Ampenan. The childrens feel difficulties in doing activities associated with fine motor such as cutting and sticking activities. The formulation of the problem in this research is how to improve the fine motor skills through montage activity to children group B2 in kindergarten DWP Dikpora Ampenan Academic Year 2017/2018. The purpose of this study is to improve the fine motor skills through montage activities to children group B2 in kindergarten DWP Dikpora Ampenan. This type of research is development research. Subjects in this study were 10 children. Data was collected by observation and documentation, then the data continued to analyzed by qualitative descriptive analysis.

  Tools and materials used in the montage activities include pictures, scissors, glue, and drawing paper. The steps in the montage activities are: 1) selecting pictures, 2) cutting pictures, 3) applying glue on the cut image, 4) sticking the image on the drawing paper. The results showed that children's fine motor skills improved after montage activity with percentage acquisition at development stage I was 49.9%, development stage II was 60%, and development stage III was 84.2%. Thus, it can be concluded that the applied montage activity can improve the fine motor skills of the group B2 children in kindergarten DWP Dikpora Ampenan Academic Year 2017/2018.

  Keywords: fine motor, montage.

  

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI

KEGIATAN MONTASE PADA ANAK KELOMPOK B2 DI TK DWP

DIKPORA AMPENAN TAHUN AJARAN 2017/2018

  1

  1

  1 Nanda Yunia Astira , dan Ika Rachmayani, M.Pd

  , Drs. Syukran Ma’sum, M.Pd

1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram, NTB, Indonesia

  email: nandadwi1902@gmail.com

  Abstrak

  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya keterampilan motorik halus anak kelompok B2 TK DWP Dikpora Ampenan. Anak merasa kesulitan dalam mengerjakan kegiatan yang berhubungan dengan motorik halus seperti kegiatan menggunting dan menempel. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan montase pada anak kelompok B2 TK DWP Dikpora Ampenan Tahun Ajaran 2017/2018. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan montase pada anak kelompok B2 TK DWP Dikpora Ampenan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 orang anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif.

  Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan montase antara lain gambar, gunting, lem, dan kertas gambar. Adapun langkah-langkah dalam kegiatan montase yaitu: 1) memilih gambar, 2) menggunting gambar, 3) mengoleskan lem pada gambar yang telah digunting, 4) menempel gambar pada kertas gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus anak mengalami peningkatan setelah diterapkan kegiatan montase dengan perolehan persentase pada tahap pengembangan I sebesar 49,9%, tahap pengembangan II sebesar 60%, dan tahap pengembangan III sebesar 84,2%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan montase yang diterapkan dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok B2 TK DWP Dikpora Ampenan Tahun Ajaran 2017/2018.

  Kata kunci: motorik halus, montase.

  1. Pendahuluan

  Program pendidikan motorik sangat penting bagi anak karena perkembangan motorik seorang anak akan menentukan keterampilan anak dalam bergerak. Agar anak mencapai perkembangan secara optimal, sangat dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, salah satunya dengan kegiatan montase. Montase merupakan karya lukisan rekatan yang dibuat dengan cara menyusun guntingan-guntingan gambar sehingga menciptakan kesatuan bentuk yang baru (Sunaryo, 2010: 59).

  Berdasarkan hasil pengamatan pada anak kelompok B2 di TK DWP Dikpora, keterampilan motorik halus anak masih belum berkembang. Oleh karena itu peneliti ingin meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan montase.

  Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

  Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus melalui Kegiatan Montase pada

  Anak Kelompok B2 TK DWP Dikpora Ampenan Tahun Ajaran 2017/2018 ”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan montase pada anak kelompok B2 di TK DWP Dikpora Ampenan.

  2. Waktu dan Tempat Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap pada 10 anak kelompok B2 di TK DWP Dikpora Ampenan.

  3. Metode Pengumpulan Data

  Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi.

  a. Observasi

  Observasi yang dilakukan yaitu keterampilan motorik halus pada anak kelompok B2 melalui kegiatan montase.

  b. Dokumentasi

  Dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil foto anak pada saat proses atau kegiatan montase berlangsung.

4. Instrumen Penelitian

  Instrumen penelitian menurut Sanjaya yang dikutip oleh Indriyani (2014: 34) adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Adapun kisi-kisi instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 1.1 Kisi – Kisi Instrumen Penelitian Meningkatkan Keterampilan

  

Motorik Halus melalui Kegiatan Montase pada Anak Kelompok B2

di TK DWP Dikpora Ampenan

  No Indikator Deskriptor

  1 Menggunakan alat

  1. Anak mampu memengang pensil antara ibu jari, tulis dengan benar telunjuk dan jari tengah No Indikator Deskriptor

  2. Anak mampu menggerakkan pensil dengan jari- jemari yang lentur saat menulis nama di hasil karyanya

  2. Menggunting sesuai

  1. Anak terampil memegang gunting dengan 3 jari dengan pola yaitu ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah

  2. Anak mampu menggerakkan jari saat membuka gunting

  3. Anak mampu menggerakkan jari saat menutup gunting

  4. Anak mampu menggerakkan pergelangan tangan saat menggunting

  5. Anak mampu mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata saat menggunting

  6. Anak mampu menggunting pola lingkaran

  7. Anak mampu menggunting pola segitiga

  8. Anak mampu menggunting pola segiempat

  9. Anak mampu menggunting pola zigzag

  3 Menempel gambar

  1. Anak mampu menggunakan jari tangan untuk dengan tepat mengambil lem sesuai kebutuhan

  2. Anak mampu mengoles lem pada gambar menggunakan jari tangan secara merata sebelum ditempelkan pada kertas gambar

  3. Anak mampu menggerakkan pergelangan tangan saat menempel gambar

  4. Anak mampu menggerakkan jari-jemari untuk merekatkan gambar

  5. Anak mampu menempel dengan rapi

  6. Anak mampu mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata saat menempel Petunjuk pengisian dalam lembar kisi-kisi instrumen peningkatan keterampilan motorik halus melalui kegiatan montase pada anak kelompok

  B2 TK DWP Dikpora Ampenan adal ah dengan memberi tanda centang (√) pada kolom skor 1, 2, 3, atau 4 sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Adapun jenjang atau keterangan dalam skala Likert yang digunakan antara lain : 1 3 = Berkembang sesuai harapan

  = Belum berkembang 2 4 = Berkembang sangat baik = Mulai berkembang 5.

   Teknik Analisis Data

  Adapun rumus yang digunakan untuk perhitungan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (Sudijono, 1997: 146):

  P = × 100%

  Keterangan: P = Persentase f = jumlah skor yang diperoleh N = skor maksimal (jumlah frekuensi/ banyaknya individu) 6.

   Indikator Keberhasilan

  Indikator keberhasilan digunakan sebagai acuan unuk mengetahui tingkat keberhasilan anak pada tahap pengembangan. Penelitian ”Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Montase pada Anak Kelompok B2 di TK DWP Dikpora Ampenan tahun ajaran 2017/2018” dikatakan berhasil apabila keterampilan motorik halus anak memperoleh rata-rata persentase 76%.

7. Hasil Penelitian dan Pembahasan

  Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap pengembangan, yakni tahap pengembangan I (11-13 April 2018), tahap pengembangan II (18-20 April 2018), dan tahap pengembangan III (25-27 April 2018).

a. Tahap Pengembangan Akhir dengan Montase

  Pelaksanaan pembelajaran pada tahap III sebagai tahap akhir ini dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan yaitu tanggal 25-27 April 2018 dengan tema alam semesta dan subtema alam bawah laut. Berikut adalah hasil penelitian pada tahap akhir:

Tabel 1.2 Hasil Penelitian Keterampilan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Montase pada Tahap Pengembangan III Hari ke-3

  No Deskriptor Skor 1 % 2 % 3 % 4 %

  1. Anak terampil memegang 0% 0% 3 30% 7 70% gunting dengan 3 jari yaitu ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah

  2. Anak mampu 0% 0% 0% 10 100 menggerakkan jari saat % membuka gunting

  3. Anak mampu 0% 0% 0% 10 100 menggerakkan jari saat % menutup gunting

  4. Anak mampu 0% 0% 10 100 0% menggerakkan % pergelangan tangan saat menggunting

  5. Anak mampu 0% 0% 2 20% 8 80% No Deskriptor Skor 1 % 2 % 3 % 4 % mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata saat menggunting

  6. Anak mampu 0% 0% 4 40% 6 60% menggunting pola lingkaran

  7. Anak mampu 0% 0% 2 20% 8 80% menggunting pola segitiga

  8. Anak mampu 0% 0% 2 20% 8 80% menggunting pola segiempat

  9. Anak mampu 0% 0% 2 20% 8 80% menggunting pola zigzag

  10. Anak mampu 0% 0% 5 50% 5 50% menggunakan jari tangan untuk mengambil lem sesuai kebutuhan

  11. Anak mampu mengoles 0% 0% 5 50% 5 50% lem pada gambar menggunakan jari tangan secara merata sebelum ditempelkan pada kertas gambar

  12. Anak mampu 0% 0% 2 20% 8 80% menggerakkan pergelangan tangan saat menempel gambar

  13. Anak mampu 0% 0% 2 20% 8 80% menggerakkan jari-jemari untuk merekatkan gambar

  14. Anak mampu menempel 0% 0% 7 70% 3 30% dengan rapi

  15. Anak mampu 0% 0% 6 60% 4 40% mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata saat menempel

  16. Anak mampu memegang 0% 0% 0% 10 100 pensil antara ibu jari, % telunjuk dan jari tengah

  17. Anak mampu 0% 0% 3 30% 7 70% menggerakkan pensil dengan jari-jemari yang lentur saat menulis nama di hasil karyanya

  Berdasarkan tabel di atas, tahap pengembangan III pada hari ketiga menunjukkan bahwa:

  1. Indikator yang berkembang sangat baik (76-100%) yaitu: 1) Menggunting sesuai dengan pola dengan deskriptor antara lain anak terampil memegang gunting dengan 3 jari yaitu ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah (92,5%), anak mampu menggerakkan jari saat membuka gunting (100%), anak mampu menggerakkan jari saat menutup gunting (100%), anak mampu menggerakkan pergelangan tangan saat menggunting (80%), anak mampu mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata saat menggunting (95%), anak mampu menggunting pola lingkaran (90%), anak mampu menggunting pola segitiga (95%), anak mampu menggunting pola segiempat (95%), dan anak mampu menggunting pola zigzag (95%), 2) Menempel gambar dengan tepat dengan deskriptor antara lain anak mampu menggunakan jari tangan untuk mengambil lem sesuai kebutuhan (87,5%), anak mampu mengoles lem pada gambar menggunakan jari tangan secara merata sebelum ditempelkan pada kertas gambar (87,5%), anak mampu menggerakkan pergelangan tangan saat menempel gambar (95%), anak mampu menggerakkan jari-jemari tangan untuk merekatkan gambar (95%), anak mampu menempel dengan rapi (82,5%), dan anak mampu mengkoordinasikan gerakan tangan dan mata saat menempel (85%), 3) Menggunakan alat tulis dengan benar dengan deskriptor antara lain anak mampu memegang pensil antara ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah (100%), dan anak mampu menggerakkan pensil dengan jari-jemari yang lentur saat yang menulis nama di hasil karyanya (92,5%).

  2. Indikator yang berkembang sesuai harapan (51-75%) tidak ada.

  3. Indikator yang mulai berkembang (26-50%) tidak ada.

  4. Indikator yang belum berkembang (0-25%) tidak ada.

  5. Rata-rata persentase keterampilan motorik halus anak kelompok B2 TK DWP Dikpora Ampenan pada hari ketiga tahap pengembangan III adalah 92,2% dengan kategori berkembang sangat baik.

  6. Rata-rata persentase keterampilan motorik halus anak kelompok B2 TK DWP Dikpora Ampenan pada tahap pengembangan III adalah 84,2% dengan kategori berkembang sangat baik

8. Kesimpulan

  Montase adalah mengkombinasikan beberapa gambar menjadi satu- kesatuan gambar yang utuh dengan cara menggunting dan menempel. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan montase antara lain gambar, gunting, lem, dan kertas gambar. Adapun langkah-langkah dalam kegiatan montase yaitu: 1) memilih gambar, 2) menggunting gambar, 3) mengoleskan lem pada gambar yang telah digunting, 4) menempel gambar pada kertas gambar.

  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada

  bab IV, dapat diketahui bahwa keterampilan motorik halus anak mengalami peningkatan setelah diterapkan kegiatan montase. Pada tahap pengembangan I anak memperoleh rata-rata nilai sebesar 49,9% dengan kategori mulai berkembang dan mengalami peningkatan sebesar 10,1% pada tahap pengembangan II menjadi 60% dengan kategori berkembang sesuai harapan, kemudian pada tahap pengembangan III mengalami peningkatan sebesar 24,2% menjadi 84,2% dengan kategori berkembang sangat baik dan telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu

  ≥76%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan montase dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok B2 di TK DWP

  Dikpora Ampenan tahun ajaran 2017/2018.

DAFTAR PUSTAKA

  Indriyani, Fitria. Skripsi: 2014. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui

  Kegiatan Menggunting dengan Berbagai Media Pada Anak Usia Dini di

Kelompok A TK ABA Gendingan Kalasan Sleman . Yogyakarta.

  Sudjiono, Anas. (1997). Pengantar Statistika. Jakarta: Rajawali Press. Sunaryo, A. 2010.

  “Bahan Ajar Seni Rupa” Handout. Jurusan Seni Rupa UNNES.


Dokumen yang terkait

Artikel Publikasi PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE DEMONSTRASI DENGAN KOLASE PADA ANAK KELOMPOK B TK PERTIWI II BANGKLE BLORA TAHUN AJARAN 2015/2016.

0 2 19

UPAYA MENINGKAKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MELUKIS PADA KELOMPOK A DI TK 02 KALING UPAYA MENINGKATKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MELUKIS PADA KELOMPOK A DI TK 02 KALING TASIKMADU KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

0 2 13

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI PERMAINAN MENGGUNTING PADA ANAK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI PERMAINAN MENGGUNTING PADA ANAK KELOMPOK A TK AISYIYAH SROYO II TAHUN AJARAN 2010/2011.

0 0 15

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN RECORDER.

0 3 55

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBATIK DI KELOMPOK A TK AL-HIKMAH II.

5 37 49

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI MELALUI KEGIATAN MEMBATIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK B TK BERINGIN, PURWOREJO TAHUN 2013/2014.

0 0 1

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA PENGOLAHAN BAHAN BEKAS PADA ANAK KELOMPOK A TK MUTIARA SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014.

2 12 1

PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MOSAIK PADA ANAK KELOMPOK B DI TK PAMARDISIWI MUJA-MUJU YOGYAKARTA.

0 1 111

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS PADA KELOMPOK B4 DI TK MASJID SYUHADA YOGYAKARTA.

1 3 126

MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN

0 0 6

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

64 1370 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 370 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 327 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 210 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 306 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 408 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 371 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 226 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 378 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 429 23