Makalah Matrikulasi Pendidikan Kewarnega (1)

Makalah Matrikulasi Pendidikan
Kewarnegaraan

Nama : Aldy Aflahul F
Kelas : XI IIS 2

Mengarungi bahtera keadilan bangsa
indonesia

1. Konsep hukum
Beberapa pengertian hukum menurut para ahli
a. Leon duguit
Hukum adalh aturan tingkah laku para anggota masyarakat yang harus
diindahkan oleh setiap masyarakat.
b. E.utrecht
Hukum adalah himpunan petunjuk hidup berupa perintah dan
larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakt yang
seharusnya ditaati oleh seluruh anggota masyarakat.
c. Drs. C. S. T. Kansil, SH
Pakar hukum ini menyatakan bahwa hukum itu mengadakan
ketatatertiban dalam pergaulan manusia supaya keamanan dan
ketertiban terpelihara.

2.

Konsep keadilan
Keadilan berasal dari kata dasar “adil” yang berati tidak memihak.
Ada beberapa teori keadilan menurut para ahli.
a. Teori keadilan menurut Aristoteles.
- Keadilan komutitatif adalah perlakuan terhadap seseorang dangan
tidak melihat jas-jas yang telah dibuatnya.
- Keadilan distributif adalah perlakuan terhadap seseorang sesuai
dengan jasa-jasa yang telah dibuatnya.
- Keadilan kodarat alam adalah memeberi sesuatu sesuai denga yang
diberikan orang lain kepada kita.
- Keadilan konvensional adalah apabila seorang warga negara telah
menaati segala peraturan perundang-undangan yang telah
diwajibkan.
- Keadilan menurut teori perbaikan adalah apabila seseorang telah
berusaha memulihkan nama baik seseorang yang telah tercemar.
b. Teori keadilan menurut Plato
- Keadilan moral
Suatu perbuatan dapat dikatakan adil secara moral apabila mampu
memberikan perlakuan yang seimbang antara hak dan
kewajibannya.

-

Keadilan prosuderal
Suatu perbuatan dikatakan adil secara prosedural apabila seorang
telah mampu melaksanakan perbuatan adil berdasarkan tata cara
yang telah diterapkan.

3.

Konsep ketertiban
Ketertiban asal kata tertib yang berati teratur; menurut; rapi.
Sedangkaan ketertiban yaitu peraturan atau keadaan serba teratur dan
baik.

4.

Hubungan hukum , keadilan, dan ketertiban
Hubungan hukum, keadilan, dan ketertiban sangatlah penting karena
usaha akan mendapatkan hal-hal sebagai berikut.
- Mewujudkan keaman dan ketertiban di seluruh wilayah negara.
- Menjamin kelancaran penyelenggaraan negara/pemerintah.
- Mendorong kelancaran pelaksanaan pembangunan nasional.
- Meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa.
- Menanggulangi berbagai ancaman yang datang dari dalam dan dari
luar.
- Menjamin stabilitas nasional.

1. Kasus pelanggaran hukum, keadilandan ketertiban
a. Pengertian korupsi
Korupsi yaitu suatu penyelewengan dan penggelapan terhadap uang
negara untuk kepentingan pribadi, golongan atau orang lain.
b. Faktor-faktor penyebab munculnya korupsi
- Kurangnya transparansi pada pengambilan keputusan pemerintah.
- Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.
- Lingkungan tetutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan
“teman lama”
- Lemahnya profesi hukum.
- Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa
- Hukuman yang tidak setimpal.
c. Dasar hukum pemberantasan korupsi
- Tap MPR No. XI/MPR/1998
- Undang – undang nomor 28 tahun 1999
- Inpres no. 7 tahun 1999
- UU no 3 tahun 1971
- UU No 31 tahun 1999 jo UU no 20 tahun 2000
d. Klasifikasi perbuatan korupsi
Korupsi yang terjadi di negara republik indonesia berdasarkan UU no 20
tahun 2001 dapat dikelompokkan menjadi 30 bentuk atau jenis

korupsi.diantaranya yaitu suap-menyuap, pemerasan uang, pencucian
uang, penggelapan dana dan lainnya.

e. Upaya pembrantasan korupsi di indonesia
Melalui upaya supervisi, monitor, penyelidikanpenyelidikan,penuntutan,hingga pemeriksaan di sidang pengadilan.
f. Peran serta masyarakat dalam upaya pemberantsan korupsi di indonesia.
- Mencari, memeperoleh, dan memeberikan informasi adanya
dugaan terjadinya tindak pidana korupsi.
- Memeperoleh dan memberikan pelayanan dalam mencari,
memeperoleh, dan memberikan hukum yang menangani terjadinya
tindak korupsi.
- Berhak memeperoleh jawaban atas pertanyaan tenetang laporan
yang diberikan paling lama dalam waktu 30 hari.
- Berhak memeperoleh perlindungan hukum.
C. Sistem hukum nasional
a. Pengertian sistem hukum nasional
Sistem hukum nasional adalh keseluruhan unsur-unsur hukum
nasional yang saling terkait guna tatanan sosial yang
berkeadilan.

b. Tujuan hukum
- Prof Soebekti, S.H,. tjuan hukum adalh menyelenggarakan keadilan
dan ketertiban untuk mendatangkan kemakmuran dan kebahgiaan.
- Prof I.J. Apeldron hukum bertujuan untuk mengatur pergaulan
hidup secara damai.
c. Penggolongan hukum
- Berdasarkan wujudnya
1). Hukum tertulis
2). Hukum tidak tertulis
-

Berdasarkan ruang atau wilayah berlakunya
1). Hukum lokal
2). Hukum nasioanal
3). Hukum internasional

-

Berdasarkan waktu dan diaturnya
1). Hukum yang berlaku saat ini
2). Hukum yang berlaku pada waktu yang akan datang
3). Hukum antarwaktu
4). Hukum antargolongan

-

Berdasarkan isi masalah yang diaturnya
1). Hukum publik
2). Hukum privat
Dibagi menjadi 2 yaitu : hukum perorangan dan hukum keluarga
3). Hukum kekayaan
4). Hukum perikatan
5). Hukum waris

d. Peradilan di indonesia
- pengertian lembaga peradilan
sistem peradilan nasioanal diartikan sebagai suatu keseluruhan
komponen peradilan nasioanl yang meliputi pihak-pihak dalam
proses peradilan.
-

Kekuasaan kehakiman menurut UU No 4 tahun 2004 merupakna
kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guan
menegakkan hukum dan peradilan.

Struktur lembaga peradilan nasional

a) Lingkungan

Peradilan Umum

Kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan umum dilaksanakan oleh pengadilan
negeri, pengadilan tinggi, dan Mahkamah Agung.

Pengadilan negeri berperan dalam proses pemeriksaan, memutuskan, dan
menyelesaikan perkara pidana dan perdata di tingkat pertama.

Pengadilan tinggi berperan dalam menyelesaikan perkara pidana dan perdata
pada tingkat kedua atau banding.

Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan
terakhir yang putusannya bersifat final untuk menyelesaikan sengketa hasil
pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah langsung.

Mahkamah Agung mempunyai kekuasaan tertinggi dalam lapangan peradilan
di Indonesia.


b) Lingkungan Peradilan Agama
Peradilan Agama adalah Peradilan Agama Islam. Peradilan agama berperan dalam
memeriksa dan memutus sengketa antara orang-orang yang beragama Islam
mengenai bidang hukum perdata tertentu yang harus diputuskan berdasarkan
Syariat Islam, misalnya sengketa yang berkaitan dengan thalaq (perceraian), waris,
pernikahan, dan sebagainya

c) Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara

Peradilan Tata Usaha Negara berperan dalam proses penyelesaian sengketa tata
usaha negara. Sengketa tata usaha negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang
tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau
pejabat tata usaha negara, baik di pusat maupun di daerah sebagai akibat dari
dikeluarkannya keputusan tata usaha negara, termasuk sengketa kepegawaian
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

d) Lingkungan Peradilan Militer
Peradilan militer berperan dalam menyelenggarakan proses peradilan dalam
lapangan hukum pidana, khususnya bagi:
1.
Anggota TNI,
2.
Seseorang yang menurut undang-undang dapat dipersamakan dengan
anggota TNI,
3.
Anggota jawatan atau golongan yang dapat dipersamakan dengan TNI
menurut undang-undang,
4.
Seseorang yang tidak termasuk ke dalam huruf 1, 2, dan 3 tetapi menurut
keputusan Menteri Pertahanan dan Keamanan yang ditetapkan berdasarkan
persetujuan Menteri Hukum dan Perundangundangan harus diadili oleh
pengadilan militer.

e) Mahkamah Konstitusi

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia mempunyai empat kewenangan dan satu
kewajiban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945. Kewenangan Mahkamah Konstitusi adalah sebagai berikut.
1.
Menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
2.
Memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya
diberikan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
3.
Memutus pembubaran partai politik.
4.
Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

Kewajiban :
Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa
Presiden dan/atau Wakil Presiden diduga memenuhi tindakan berikut.
1.
Melakukan pelanggaran hukum berupa: a. pengkhianatan terhadap negara, b.
korupsi, c. penyuapan, dan d. tindak pidana berat lainnya.
2.
Melakukan perbuatan tercela.

3.

Tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945.

Macam-macam Lembaga Peradilan
-

Peradilan umum
Peradilan khusus

f) alat kelengkapan lembaga peradilan
-

Kepolisian
Kejaksaan
Kehakiman
Advokat
Notaris
Lembaga pemasyarakatan

g) menunjukkan sikap yang sesuai dengan ketentuan hukum
yang berlaku:
-

Sikap terbuka
Sikap objektif/rasional
Sikap mengutamakan kepentingan umum

 Warga negara dan demokrasi
a. Pengertian warga negara
Warga Negara Indonesia adalah orang orang yang menempati
wilayah negara Indonesia, atau pun tidak menempati wilayah
Indonesia namun masih memiliki pengakuan resmi dari
pemerintah Indonesia, sebagai penduduk atas negara
Indonesia.
dalam Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2006 tentang
Kewarganegaraan Republik Indonesia, yang dimaksud warga negara Indonesia
adalah sebagai berikut.

1.

Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau
berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain
sebelum Undang-Undang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia.
2.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu warga
negara Indonesia.
3.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara
Indonesia dan ibu warga negara asing.
4.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara
asing dan ibu warga negara Indonesia.
5.
Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara
Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara
asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
6.
Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya
meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya warga negara Indonesia.
7.
Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara
Indonesia.
8.
Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara
asing yang diakui oleh seorang ayah warga negara Indonesia sebagai anaknya dan
pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun
atau belum kawin.
9.
Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir
tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
10.
Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia
selama ayah dan ibunya tidak diketahui.
11.
Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan
ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.
12.
Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang
ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat
anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang
bersangkutan.
13.
Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan
kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum
mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

b. Sistem demokrasi
Sistem demokrasi merupakan gabungan dari dua istilah, yaitu
sistem dan demokrasi. Sistem adalah keseluruhan dari beberapa
bagian yang mempunyai hubungan fungsional, baik antara
bagian maupun hubungan struktural sehingga hubungan
tersebut menimbulkan suatu ketergantungan.
Dalam suatu negara yang menganut kedaulatan rakyat atau demokrasi harus
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1.
Adanya lembaga perwakilan rakyat yang mencerminkan kehendak rakyat.
2.
Adanya pemilihan umum yang bebas dan rahasia.
3.
Adanya kekuasaan atau kedaulatan rakyat yang dilaksanakan oleh lembaga
yang bertugas mengawasi pemerintahan. Adanya susunan kekuasaan badan atau
lembaga negara yang ditetapkan dalam undang-undang dasar negara.

Negara yang menganut paham demokrasi dalam sistem pemerintahannya memiliki
landasan pokok berupa pengakuan hakikat manusia, yaitu bahwa pada dasarnya
manusia itu mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungannya antara
manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Dari gagasan dasar tersebut
terdapat dua asas pokok demokrasi, yaitu sebagai berikut.
1.
Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan. Misalnya, pemilihan
presiden dan wakil presiden, serta pemilihan wakil rakyat yang akan duduk di
majelis atau dewan.
2.
Pengakuan hakikat warga negara sebagai manusia. Misalnya, adanya
pengakuan dan jaminan dari pemerintah untuk melindungi dan menegakkan hak
asasi bersama demi kepentingan bersama.
Demokrasi Pancasila merupakan suatu sistem pemerintahan yang mengakui bahwa
rakyatlah yang memegang kekuasaan.
Inti demokrasi yang dimuat dalam Pancasila dapat ditemukan dalam sila keempat
Pancasila, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan. Makna yang terkandung dalam sila tersebut, yaitu
sebagai berikut.
1.

Kerakyatan dalam hubungannya dengan sila keempat Pancasila berarti bahwa
kekuasaan yang tertinggi berada di tangan rakyat.
2.
Hikmat kebijaksanaan mempunyai arti bahwa penggunaan pikiran manusia
harus selalu mempertimbangkan integritas bangsa, kepentingan rakyat, serta
dilaksanakan dengan sadar, jujur, bertanggung jawab dan didorong dengan itikad
baik sesuai dengan hati nurani.
3.
Permusyawaratan, merupakan suatu cara khas kepribadian bangsa Indonesia
dalam mencari keputusan sesuai dengan kehendak rakyat yang memegang
kedaulatan yang akhirnya dapat mencapai suatu keputusan yang mufakat.
4.
Perwakilan, merupakan suatu sistem atau suatu cara yang berupaya
menggugah partisipasi rakyat mengambil bagian dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, yaitu melalui pemilihan umum untuk memilih para wakil rakyat dan
pemimpin bangsa dan negara.

c. Hak warga negara dan kewajiban
- Pengertian hak
kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu yang mestinya kita
terima atau bisa dikatakan sebagai hal yang selalu kita lakukan dan
orang lain tidak boleh merampasnya entah secara paksa atau tidak .

Contoh hak warga negara :
1. Berhak mendapat perlindungan hukum (pasal 27 ayat (1))
2. Berhak mendapakan pekerjaan dan penghidupan yang layak. (pasal 27 ayat
2).

3. Berhak mendapatkan kedudukan yang sama di mata hukum dan dalam
pemerintahan. (pasal 28D ayat (1))
4. Bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama yang dipercayai.
(pasal 29 ayat (2))
5. Berhak memperleh pendidikan dan pengajaran.
6. Memiliki hak yang sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul dan
mengeluarkan pendapat secara lisan dantulisan sesuai undang-undang yang
berlaku. (pasal 28)

- Pengertian kewajiban
Suatu hal yang wajib kita lakukan demi mendapatkan hak atau
wewenang kita. Bisa jadi kewajiban merupakan hal yang harus kita
lakukan karena sudah mendapatkan hak. Tergantung situasinya.

Contoh kewajiban warga negara :
1. Wajib berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara
indonesia dari serangan musuh. (asal 30 ayat (1) UUD 1945)
2. Wajib membayar pajak dan retribusi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah
pusat maupun pemerintah daerah. (UUD 1945)
3. Wajib menaati dan menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan
pemerintahan tanpa terkecuali serta dijalankan dengan sebaik-baiknya.
4. Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. (pasal 28J ayat 1)
5. Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang.
(pasal 28J ayat 2)
6. Tiap negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk memajukan bangsa
ke arah yang lebih baik. (pasal 28)
Bentuk pelanggaran hak warga negara :
a.

Penangkapan dan penahanan seseorang demi menjaga stabilitas, tanpa
berdasarkan hukum.
b. Pengeterapan budaya kekerasan untuk menindak warga masyarakat yang dianggap
ekstrim yang dinilai oleh pemerintah mengganggu stabilitas keamanan yang akan
membahayakan kelangsungan pembangunan.
c.
Pembungkaman kebebasan pers dengan cara pencabutan SIUP, khususnya
terhadap pers yang dinilai mengkritisi kebijakan pemerintah, dengan dalih
mengganggu stabilitas keamanan.
d. Menimbulkan rasa ketakutan masyarakat luas terhadap pemerintah, karena takut
dicurigai sebagai oknum pengganggu stabilitas atau oposan pemerintah (ekstrim),
hilangnya rasa aman demikian ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak
asasi warga negara.

e.

Pembatasan hak berserikat dan berkumpul serta menyatakan pendapat, karena
dikhawatirkan akan menjadi oposan terhadap pemerintah.

1. Proses demokrasi di indonesia
- Pelaksanaan demokrasi orde lama (1945-1959)
a. Berdasarkan pembukaan UUD 1945 alinea IV.
b. Batang tubuh UUD 1945 Pasal 1 ayat 2 dan3, pasal 3, pasal 5 ayat 1,
pasal 20 ayat 1, pasal 19 ayat 1, dan pasal 23 ayat 1.
c. Pasal 4 ayat 1 dan pasal 17 menunjukkan sistem kabinet adalah
presidensial.
d. Tanggal 16 oktober 1945 dikeluarkan maklumat wakil presieden nomor
X yang isinya merubah KNIP dari pembantu presiden menjadi sejajar
dengan presiden.
-

Pelaksanaan demokrasi pada orde baru (1965-1998)
Pada periode ini biasa disebut dengan pemerintahan orde baru,
yaitu suatu tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang
bertekad melaksanakan pancasila dan UUD 1945 secara murni dan
konsekuen.

-

Pelaksanaan demokrasi pada era reformasi (1998-sekarang)
Pada masa ini biasa disebut dengan orde reformasi. Bergulirnya
reformasi yang mengiringi keruntuhan rezim tersebut menandakan
tahap awal bagi transisisi demokrasi indonesia yang merupakan
tahap fase krusial yang kritis.

2. Fungsi warga negara dalam proses demokrasi
- Sebagai advokasi
- Sebagai empowerment
- Sebagai kontrol sosial
3. Tanggung jawab warga negara dalam proses demokrasi
- Setiap warga negara inonesia bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan sistem demokrasi pancasila.
- Setiap warga negara indonesia bertanggung jawab atas pelaksanaan
hukum dan pemerintah RI.
- Setiap warga negara indonesia bertanggung jawab atas pelaksanaan
hak-hak asais manusia, memeprthankan, dan mengisi kemerdekaan
indonesia.

A. Komitemen persatuan dalam keberagaman

-

Perbedaan suku agama, bahasa, adat istiadat,ras dan lainnya dalam
masyarakat

-

Hubungan persatuan dan keberagaman

-

-

Hubungan persatuan dan keberagaman sangat erat karena jika ada
persatuan antara sesama maka keberagaman yang ada kan hancur
dan terjadi perselisihan antar keberagaman.
Tujuan persatuan dalam keberagaman :
Kehidupan yang serasi, selaras, dan seimbang
Pergaulan antar sesama yang lebih akrab
Perbedaan yang ada tidak menjadi sumber masalah
Pembangunan berjalan lancar
B. Pentingnya integrasi nasional dalm bingkai bhinneka
tunggal ika
Integrasi nasional sebagai suatu konsep dalam ikatan dengan
wawasan kebangsaan dalam negara kesatuan indonesia yang
berlandaskan pada aliran pemikiran.

Faktor-faktor pendorong integrasi nasional sebagai berikut:
1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.
2. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia sebagaimana
dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
3. Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa Indonesia, sebagaimana dibuktikan
perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.

4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara, sebagaimana
dibuktikan oleh banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan perjuangan.
5. Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan Proklamasi
Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera Merah Putih, lagu
kebangsaan Indonesia Raya, bahasa kesatuan bahasa Indonesia.

Pengertian konsep bela negara
Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non fisik dengan mengangkat
senjata menghadapi serangan atau agresi musuh,initinya ialah berperan aktif dalam
memajukan bangsa dan negara.
Unsur dasar bela negara

a. Dasar hukum
- Tap MPR No.IV Tahun 1973 tentang konsep wawasan nusantara
dan keamanan nasional.
- UU no 29 tahun 1954 tentang poko-pokok perlawanan rakyat.
- UU no 20 tahun 1982 tentang ketentuan pokok perlawanan rakyat
RI.
- Tap mpr VI Tahun 2000 tentang pemisahan TNI dengan POLRI.
- Tap MPR NO VII Tahun 2000 tentang perlawanan POLRI dan TNI.
- Amandemen UUD 1945 Pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3.
- Undang-undang No 3tahun 2002 tentang pertahanan negara.
b. Landasan hukum bela negara
- Landasan idiil: Pancasila.
- Landasan konstitusional.
Pentingnya kesadaran warga negara untuk bela negara
-

Sebagai syarat berdirinya suatu negara
Untuk melindungi keadaulatan negara
Untuk memeprtahankan keutuhan wilayah negara
Warga negara memiliki kewajiban dan hak dalam bela negara

Membangun kesediaan warga negara untuk melakukan bela negara
1. Alasan melakukan bela negara
- Menghormati dan menghargai jasa pahlawan
- Ingin memajukan negara
- Memepertahankan negara untuk tidak dijajah
- Meningkatkan harkat dan martabat bangsa
2. Sikap yang menunujukkan bela negara
- Ikut membantu menegakkan keadialan
- Menjaga dan menghormati lambang-lambang kedaulatan negara
- Membantu dan meringakan para korban bencana
- Melestarikan sumber daya alam negaranya
- Memerangai segala bentuk narkotika
- Memelihara kebersiahan lingkungan sekitar
- Melaporkan seluruh kegiatan yang bersifat mencurigakkan
3. Usaha pembelaan negara
- Secara fisik
TNI ( mengangkat senjata, rakyat berkarya nyata dalam prose
pembangunan )
- Secara nonfisik
Upaya bela negar terhadap anacaman militer,upaya mencegah
penyalahgunaan narkoba,upaya terhadap ancaman KKN,upaya

terhadap perusakn lingkungan,upaya membrantas kemiskinan dan
kebodohan.

Membangun kesadaran berbangsa dan bernegara
1. Pengertian kesadaran berbangsa dan bernegaara
Kesadaran individu yang hidup dan terikat dalam NKRI harus memiliki sikap
perilaku yang tumbuh atas kemauan sendiri yang dilandasi dengan ikhlas
2. Faktor pendukung dan penghambat kesadaran berbangsa dan bernegara
Faktor pendukung:
-

Tingkat keamanahn seorang pejabat
Pemerataan kesejahteraan setiap daerah
Keadialan dalm memeberikan hak dan kewajiban semua rakyat
Kepercayaan kepada wakil rakyat atau pemerintahan
Tegasnya hukum dan aturan pemerintahan

Faktor penghambat:
-

Rasa malu berbangsa dan bernegara indonesia
Ketidaktahuan akan niali-nilai positif/kekayaan negara indonesia
Ketidakpercayaan terhadap pemerintahan
Ketidaktegasan hukum yang berlaku
Ketiadaan kesahajaan para pemimpin

3. Bentuk-bentuk kesadaran berbangsa dan bernegara
- Tidak memecahbelah bangsa dan negara
- Berbuat baik/saling membantu
- Membuang sampah pada tempatnya
- Tidak melakukan hal negatif
- Selalu berpartisipasi terhadap warga sekitar
4. Pentingnya kesadaran berbengsa dan bernegara
- Berbangsa dan bernegara sangat penting karena dapat
meningkatkan nilai toleransi antar sesama
- Dapat menjadikkan sifat nasionalisme
- Memiliki sifat menyayangi dan memiliki terhadap bangsa ini
- Menjadikan kehidupan bangsa lebih sejahtera dan makmur
- Menjadikan warga negara menjadi disiplin dan tertib
5. Kesadaran berbangsa dalam kontteks geopolitik

a. Letak startegis negara indonesia
- Letak astronomis
90° BT-141° BT dan 6° LU-11° LS
- Letak geologis
Relief yang bervariasi,terdapat bermacam galaian
berharga,terbentuknya dataran sunda dan dataran sahul,banyak
terjadi erupsi gunung api dan gempa bumi.
-

Letak geografis
Diapit oleh dua samudera dan dua benua yaitu samudera pasifik
dan samudera hindia benua asia dan australia

-

Letak ekonomis
Posisi silang indonesia bgi lalu lintas perdagangan dunia

-

Lahirnya kebudayaan dan perdaban yang tinggi

5. Jiwa patriotisme dan nasionalisme
1. Makna patriotisme
Patriotisme dimaknai sebagai suatu semangat atau jiwa cinta
tanah air.
2. Makna nasionalisme
Nasioanalisme isalah kesadaran dalam keanggotaan dalam
suatu negara sehingga membuatnya cinta tanah air.

-

3. Penerapan patriotisme
Bhinekkka tunggal ika
Menghargai kedaulatan dan kemerdekaan bangsa
Kebebasan yang bertanggung jawab
Wawasan nusantara
Persatuan dalam pembangunan bangsa

6. Konsep geopolitik
Geopolitik adalah kesatuan masyarakat yang berdiri dalam suatu negar
- Unsur utama geopolitik
Konsepsi ruang,konsepsi frontier,konsepsi politik.
- Geopolitik indonesia
Wawasan nusantara mengandung unsur ekspanionisme, cara
pandang tentang diri dan lingkungannya dilandasi UUD 1945,
wawasan nusantara adalah hsail aspek ASTAGATRA.
7. Membangun kesadaran berbangsa dan bernegara
- Kebijaksanaan dalam mengelola SDA
- Bertanggung jawab terhadap lingukungan

-

Mencintai lingkungan

Dokumen yang terkait

Dokumen baru