Identifikasi Tingkat Kepuasan Mahasiswa Berdasarkan Pilihan Masuk Ke Departemen (Studi Kasus pada Departemen yang Terdapat Mahasiswa yang Ditentukan IPB)

(1)

FITRY INDRIANIE

DEPARTEMEN STATISTIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2011


(2)

Penerimaan mahasiswa baru di IPB dapat dilalui dalam beberapa jalur, yaitu USMI, SNMPTN, UTM, BUD, dan PIN. Jalur USMI merupakan persentase terbesar dalam penerimaan mahasiswa baru di IPB. Calon mahasiswa baru pada jalur USMI dihadapkan pada dua pilihan departemen. Apabila memenuhi syarat, pelamar akan diterima pada pilihan pertama atau pilihan kedua. Namun, jika tidak diterima dikedua pilihan, calon pelamar akan diterima di departemen lain yang ditentukan oleh IPB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan pilihan masuk ke departemen, yaitu pada departemen yang terdapat mahasiswa yang ditentukan pilihannya oleh IPB serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa. Teknik penarikan contoh yang digunakan adalah penarikan contoh acak bertahap. Penelitian ini menggunakan penarikan contoh acak stratifikasi secara bertahap dengan penentuan jumlah responden dilakukan menggunakan alokasi sebanding. Analisis yang digunakan adalah CHAID untuk segmentasi peubah-peubah yang berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan mahasiswa berdasarkan prestasi akademik, dan Importance-Performance Analysis serta Customer Satisfaction Index untuk melihat tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan pilihan masuk ke departemen. Mahasiswa pada departemen yang merupakan pilihan 1 dan pilihan 2 merasa perlu peningkatan prestasi akademik Sedangkan pada mahasiswa yang departemennya ditentukan oleh IPB, preastasi akademik bukan merupakan pilihan pertama. Secara umum, tingkat kepuasan mahasiswa pada departemen baik untuk pilihan 1, pilihan 2, dan plihan IPB untuk faktor internal dan eksternal sudah cukup baik. Secara umum yang mempengaruhi tingkat keberhasilan mahasiswa adalah keaktifan berorganisasi.

Kata kunci : teknik penarikan contoh stratifikasi, alokasi sebanding, analisis CHAID, Importance Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI)


(3)

Oleh :

Fitry Indrianie

G14070005

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Statistika pada

Depertemen Statistika

DEPARTEMEN STATISTIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2011


(4)

Nama : Fitry Indrianie

NRP : G14070005

Disetujui

Pembimbing I

Pembimbing II

Utami Dyah Syafitri, S.Si, M.Si

Dr.Ir. Hari Wijayanto, M.S

NIP. 197709172005012001

NIP. 196504211990021001

Diketahui,

Ketua Departemen Statistika

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor

Dr. Ir. Hari Wijayanto, M.S NIP. 196504211990021001


(5)

rangka memenuhi tugas akhir yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Statistika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu Utami Dyah Syafitri, S.Si, M.Si dan Bapak Dr. Ir. Hari Wijayanto, M.S selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan yang membangun kepada penulis dalam menyelesaikan penelitian. Terima kasih kepada Bapak Agus M. Soleh, S.Si, MT selaku dosen penguji luar yang telah memberikan masukan-masukan terkait skripsi pada saat ujian sidang. Terima kasih juga penulis sampaikan kepada orang tua dan keluarga tercinta atas doa dan dukunganya serta semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan tulisan ini.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Bogor, Agustus 2011


(6)

Pendidikan formal penulis dari SD sampai SMA diselesaikan di Nanggroe Aceh Darussalam. Pada tahun 2001 penulis lulus dari SDS Iskandar Muda dan melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama di SMPS Iskandar Muda dan lulus tahun 2004. Penulis menyelesaikan studi di SMA Negeri 1 Lhokseumawe pada tahun 2007 dan melanjutkan pendidikan ke Departemen Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI).

Selama kuliah di IPB, penulis aktif dalam kegiatan Sekretaris Departemen informasi dan komunikasi, Ikatan Mahasiswa Tanah Rencong (IMTR) Bogor, Serambi Ruhiyah Mahasiswa Muslim FMIPA (Serum-G) sebagai anggota keputrian pada tahun 2008/2009, Lembaga Pengajaran Al-Qur’an (LPQ) Al-Hurriyyah sebagai anggota divisi Bahasa Arab pada tahun 2009/2010, Divisi Kesekretariatan Himpunan Keprofesian Gamma Sigma Beta (GSB) pada tahun 2010/2011, kepanitiaan Statistika Ria sebagai anggota kesekretariatan pada tahun 2009.


(7)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

PENDAHULUAN... 1

Latar Belakang ... 1

Tujuan ... 1

TINJAUAN PUSTAKA Penarikan contoh bertahap ... 1

Importance Performance Analysis ... 1

Customer Satisfaction Index ... 2

Metode CHAID ... 3

METODOLOGI Sumber Data ... 4

Metode Analisis Data ... 5

HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Responden ... 5

Gambaran tingkat kepuasan mahasiswa ... 7

Hasil analisis IPA dan CSI berdasarkan pilihan masuk ke departemen. ... 7

Segmentasi demografi responden hasil analisis CHAID ... 12

KESIMPULAN ... 13

DAFTAR PUSTAKA ... 13


(8)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

1. Diagram kartesius Importance-Performance Analysis ... 2

2. Sebaran asal daerah responden ... 5

3. Sebaran tempat tinggal di Bogor responden ... 5

4. Sebaran informasi awal mengenai departemen responden ... 6

5. Sebaran pekerjaan orang tua responden... 6

6. Grafik IPA pada responden pilihan 1 berdasarkan atribut-atribut internal ... 7

7. Grafik IPA pada responden pilihan 1 berdasarkan atribut-atribut eksternal ... 8

8. Grafik IPA pada responden pilihan 2 berdasarkan atribut-atribut internal ... 9

9. Grafik IPA pada responden pilihan 2 berdasarkan atribut-atribut eksternal ... 9

10 Grafik IPA pada responden pilihan IPB berdasarkan atribut-atribut internal ... 10

11 Grafik IPA pada responden pilihan IPB berdasarkan atribut-atribut eksternal ... 10

12 Grafik IPA secara umum untuk keseluruhan tipe pilihan masuk pada atribut internal ... 11

13 Grafik IPA secara umum untuk keseluruhan tipe pilihan masuk pada atribut eksternal ... 11


(9)

DAFTAR TABEL

Halaman

1. Skor tingkat kepentingan dan tingkat kinerja ... 1

2. Kriteria Customer Satisfaction Index ... 3

3. Pengelompokkan departemen berdasarkan strata ... 4

4. Daftar departemen yang terpilih menjadi target penelitian ... 4

5. Perhitungan jumlah responden pada setiap strata ... 5

6. Jumlah responden pilihan 1 pada masing-masing departemen ... 5

7. Jumlah responden pilihan 2 pada masing-masing departemen ... 5

8. Jumlah responden yang pilihan masuknya ditentukan oleh IPB pada masing-masing departemen ... 5

9 Hasil uji chi-square tipe pilihan masuk dan kesesuaian terhadap departemen ... 7

10 Tabulasi tingkat kepuasan mahasiswa pada masing-masing pilihan masuk ... 7

11 Nilai CSI masing-masing tipe pilihan masuk ke departemen ... 12

12 Segmentasi hasil analisis CHAID ... 12

13 Tabulasi prestasi akademik berdasarkan hasil analisis CHAID ... 13

DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Kategori peubah-peubah yang digunakan ... 15

2. Kuesioner penelitian ... 17


(10)

PENDAHULUAN Latar Belakang

IPB memiliki cara yang berbeda terkait dengan sistem penerimaan mahasiswa baru sampai tahun 2010. Ada beberapa jalur masuk yang terdapat di IPB, salah satu yang utama dan memiliki persentase terbesar dalam jalur penerimaan mahasiswa baru adalah Undangan Seleksi Masuk IPB, atau dikenal dengan sebutan USMI. IPB merupakan salah satu perguruan tinggi senior yang menerapkan sistem ini dan cenderung berbeda dengan sistem undangan seleksi masuk dari Universitas atau Institut lainnya. USMI merupakan sistem seleksi calon mahasiswa baru yang tidak menggunakan ujian tertulis melainkan dengan prestasi belajar yang diperoleh selama di SMA. Sejumlah SMA di Indonesia yang sudah ditetapkan oleh IPB, ditawarkan untuk mengajukan lamaran bagi siswa-siswa terbaik di sekolahnya.

Pada saat pendaftaran, para pelamar berhak memilih dua pilihan departemen yang diinginkan dan disertai dengan pernyataan bersedia atau tidak untuk ditentukan oleh IPB apabila tidak terpilih di kedua departemen. Pelamar akan masuk ke departemen pada pilihan pertamanya apabila memenuhi syarat. Apabila tidak terpilih pada pilihan pertama, namun masih memenuhi syarat untuk masuk ke pilihan kedua, maka pelamar akan masuk ke pilihan kedua. Namun, jika kedua pilihan departemen tidak terpenuhi tetapi masih memungkinkan diterima menjadi calon mahasiswa baru di IPB, maka pelamar akan masuk ke departemen yang ditentukan IPB.

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa yang pilihan departemennya ditentukan oleh IPB. Sebagai bahan perbandingan, maka tingkat kepuasan tersebut akan dibandingkan dengan mahasiswa yang memperoleh departemen karena pilihan 1 dan pilihan 2 pada saat pendaftaran.

Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengidentifikasi tingkat kepuasan dan kepentingan mahasiswa terhadap pilihan masuk ke departemen.

2. Segmentasi mahasiswa berdasarkan peubah-peubah yang berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan mahasiswa.

TINJAUAN PUSTAKA Penarikan Contoh Bertahap

Menurut Agresti (1997), penarikan contoh bertahap adalah penarikan unit contoh yang dilakukan bertahap menggunakan kombinasi berbagai teknik sampling. Dalam penerapannya, sering kali karena penarikan contoh bertahap lebih sederhana untuk diterapkan daripada penarikan contoh acak sederhana, namun demikian penarikan contoh bertahap memberikan sampel populasi yang lebih luas dibandingkan metode tunggal, seperti penarikan contoh acak gerombol.

Importance Performance Analysis (IPA)

Menurut Ainin & Hisham 2008, analisis kepentingan kinerja (Importance Performance Analysis) diperkenalkan oleh Martilla dan James (1977) dalam sebuah riset pemasaran untuk membantu memahami kepuasan konsumen (responden) sebagai fungsi dari kedua harapan tentang kesignifikanan atribut dan penilaian kinerja mereka. Data kepentingan dan kinerja disajikan dalam bentuk grafik dua dimensi dengan kepentingan (importance) pada sumbu Y dan kinerja (performance) pada sumbu X.

Menurut Huang et al 2006, IPA adalah teknik sederhana yang berguna untuk mengidentifikasi atribut produk atau jasa yang paling membutuhkan perbaikan untuk penghematan biaya tanpa kondisi buruk yang signifikan terhadap kualitas secara keseluruhan.

Tingkat kepentingan diukur dari harapan pelanggan, sedangkan tingkat kinerja diukur dari kenyataan pelaksanaan. Analisis tingkat kepentingan dan kinerja diukur dengan menggunakan skala likert 1-5. Tingkat kepentingan dikategorikan sebagai (1) sangat tidak penting, (2) tidak penting, (3) biasa saja, (4) penting, (5) sangat penting. Sedangkan kinerja dikategorikan sebagai (1) sangat tidak puas, (2) tidak puas, (3) biasa saja, (4) puas, (5) sangat puas. Skor yang digunakan disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1 Skor tingkat kepentingan dan tingkat kinerja.

Skor Kepentingan Kinerja 1 sangat tidak penting sangat tidak puas 2 tidak penting tidak puas 3 biasa saja biasa saja

4 penting puas

5 sangat penting sangat puas

Intepretasi IPA berupa diagram dengan menggunakan rataan skor tingkat kepentingan


(11)

dan kinerja per atribut. Sebagai garis batas atau nilai tengah digunakan rataan skor tingkat kepentingan dan tingkat kinerja seluruh atribut. Berikut ini adalah rumus cara mencari skor rata-rata tingkat kepentingan dan tingkat kinerja.

̅ ∑ ̅

Keterangan :

̅ = rataan skor kinerja

̅ = rataan skor kepentingan n = jumlah responden

Sementara itu, untuk mencari nilai garis batas kepentingan dan kinerja menggunakan rumus sebagai berikut:

̿ ∑ ̅ ̿ ∑ ̅

Keterangan :

̿ = batas sumbu x (tingkat kinerja)

̿ = batas sumbu y (tingkat kepentingan) n = banyaknya atribut yang diteliti

Selanjutnya tingkat atribut-atribut tersebut dijabarkan dan dibagi menjadi empat bagian diagram kartesius yang menunjukkan bahwa kuadran ke-1 adalah Prioritas Utama, kuadran 2 adalah Pertahankan Prestasi, kuadran ke-3 adalah Prioritas Rendah, kuadran ke-4 adalah Berlebihan. Selengkapnya lihat Gambar 1.

Gambar 1 Diagram kartesius Importance-Performance Analysis

Menurut Supranto (2006), penjelasan masing-masing kuadran akan dijabarkan sebagai berikut:

1. Kuadran 1(Prioritas Utama)

Kuadran ini memuat faktor atau atribut yang dianggap mempengaruhi kepuasan pelanggan, akan tetapi pada kenyataannya atribut-atribut tersebut belum sesuai dengan harapan pelanggan. Tingkat kepuasan atribut tersebut lebih rendah daripada tingkat harapan/kepentingan pengunjung. Atribut-atribut yang terdapat dalam kuadran ini harus ditingkatkan lagi kinerjanya agar dapat memuaskan pelanggan.

2. Kuadran 2 (Pertahankan Prestasi)

Atribut-atribut yang terdapat dalam kuadran ini menunjukkan bahwa atribut tersebut penting dan memiliki kinerja/kepuasan yang tinggi. Atribut ini perlu dipertahankan untuk waktu selanjutnya.

3. Kuadran 3 (Prioritas Rendah)

Atribut-atribut yang terdapat dalam kuadran ini dianggap kurang penting oleh konsumen dan pada kenyataannya kinerja/kepuasannya tidak terlalu istimewa. Peningkatan terhadap atribut yang masuk dalam kuadran ini dapat dipertimbangkan kembali karena pengaruhnya kepada manfaat yang dirasakan oleh pengunjung sangat kecil. 4. Kuadran 4 (Berlebihan)

Kuadran ini menunjukkan faktor atau atribut yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan dan dirasakan terlalu berlebihan. Peningkatan kinerja pada atribut-atribut yang terdapat dalam kuadran ini hanya akan menyebabkan terjadinya pemborosan sumber daya.

Customer Satisfaction Index (CSI)

Menurut Supranto (2006), Customer Satisfaction Index atau Indeks Kepuasan Pelanggan adalah indeks yang menggambarkan tingkat kepuasan konsumen berdasarkan atribut-atribut tertentu. CSI

digunakan untuk menentukan tingkat kepuasan pelanggan secara menyeluruh dengan pendekatan yang mempertimbangkan tingkat kepentingan dari atribut-atribut yang diukur. Perhitungan dilakukan beberapa tahap:  Mean Importance Score (MIS), adalah penilaian rata-rata contoh terhadap tingkat kepentingan dari setiap atribut.

MIS

=

(∑ )

Keterangan : n = jumlah contoh

Yi = nilai kepentingan atribut ke-i

Weigth Factors (WF), bobot ini merupakan persentase nilai MIS per atribut terhadap total nilai MIS.

WF

=

Keterangan :

p = atribut kepentingan ke-p i = atribut ke-i

Mean Satisfaction Score (MSS), adalah penilaian rata-rata contoh terhadap tingkat kinerja dari setiap atribut.


(12)

MSS

=

(∑ )

Keterangan : n = jumlah contoh

Xi = nilai kinerja atribut ke-i

Weight Score (WS), hasil kali WF dengan

MSS

Customer Satisfaction Index (CSI), yaitu total WS dibagi dengan skor maksimum yang digunakan pada skala likert (HS)

CSI

=

(∑ )

Keterangan :

i = atribut kepentingan ke-i

HS = skala maksimum yang digunakan Hasil perhitungan kemudian diklasifikasikan menjadi :

Tabel 2 Kriteria Customer Satisfaction Index No Skor (%) Kriteria

1 00-34 Sangat tidak puas 2 35-50 Tidak puas 3 51-65 Biasa saja 4 66-80 Puas 5 81-100 Sangat puas

Metode CHAID

Menurut Gallager (2000), CHAID merupakan singkatan dari Chi-squared Automatic Interaction Detector. CHAID pertama kali diperkenalkan dalam sebuah artikel berjudul “An Exploratory Technique

for Investigating Large Quantities of Categorical Data” oleh Dr. G.V. Kass, tahun 1980. Prosedurnya merupakan bagian dari teknik terdahulu yang dikenal dengan

Automatic Interaction Detector (AID), dan menggunakan chi-square sebagai alat utamanya. CHAID secara keseluruhan bekerja untuk menduga sebuah peubah tunggal, disebut peubah dependen/peubah respon, yang didasarkan pada sejumlah peubah penjelas. CHAID merupakan suatu teknik iterasi yang menguji satu-persatu peubah penjelas yang digunakan dalam klasifikasi, dan menyusunnya berdasarkan pada tingkat signifikansi statistik chi-square terhadap peubah responnya.

Metode CHAID digunakan bila peubah responnya berskala nominal atau ordinal dengan kriteria statistik uji chi-square pada setiap pemisahannya. Statistik uji yang digunakan adalah dengan rumus:

∑ ∑ [

]

Keterangan :

= banyaknya pengamatan pada baris ke-i

dan kolom ke-j.

= nilai harapan pengamatan pada baris

ke-I dan kolom ke-j.

Algoritma CHAID menurut Kass (1980), adalah sebagai berikut:

1. Untuk masing-masing peubah penjelas, dibuat tabulasi silang antara kategori peubah penjelas dengan kategori-kategori peubah respon.

2. Dari setiap tabulasi yang diperoleh, disusun semua subtabel berukuran 2xd

yang mungkin. d adalah banyaknya kategori peubah respon. Carilah nilai

semua subtabel tersebut. Dari

seluruh yang diperoleh dari yang terkecil katakan . Jika

< maka kedua kategori peubah

penjelas yang memiliki

digabungkan menjadi satu

kategori campuran atau gabungan.

3. Pada setiap kategori gabungan terdiri atas tiga atau lebih kategori asal, dicari pembagian biner yang paling signifikan. Dari pembagian ini dicari terbesar. Jika terbesar > maka pembagian biner berlaku. Kembali ke tahap 2.

4. Setelah diperoleh penggabungan optimal untuk setiap peubah penjelas, cari nilai-p yang terkecil dari masing-masing subtabel tersebut. Jika nilai-p terkecil < α yang telah ditetapkan maka peubah penjelas pada nilai-p tersebut adalah peubah penjelas yang paling signifikan terhadap respon.

5. Jika pada tahap 4 diperoleh yang pengaruhnya paling signifikan, kembali ke tahap 1 untuk setiap data hasil pemisahan. Pengurangan tabel kontingensi pada algoritma CHAID membutuhkan suatu uji signifikan. Jika tidak ada pengurangan dari tabel kontingensi asal, maka statistika chi-square dapat digunakan. Apabila terjadi pengurangan, yaitu c kategori dari peubah asal menjadi r kategori (r<c) maka nilai-p dari chi-square yang baru dikalikan dengan penggali Bonferroni berikut sesuai dengan tipe:

1.

Peubah bebas

2.

Peubah montonik B ( )


(13)

3.

Peubah float B = ( ) ( ) Keterangan :

B = penggali Bonferroni c = kategori peubah respon r = kategori peubah penjelas

METODOLOGI Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder yang digunakan adalah data mahasiswa IPB jalur USMI yang diperoleh dari PPMB-IPB, data tersebut berupa daftar mahasiswa beserta pilihan departemen, dan data dari Direktorat Akademik Pendidikan berupa data IPK mahasiswa. Sedangkan data primer diperoleh dari survei langsung melalui penyebaran kuesioner kepada sejumlah mahasiswa IPB jalur USMI angkatan 46 yang departemennya terdapat mahasiswa yang ditentukan IPB.

Tahapan pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Penyusunan kuesioner

Kuesioner terdiri dari beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut terdiri dari :

(1) Demografi responden, yaitu mengenai identitas responden, latar belakang responden, aktifitas, dan kesesuaian terhadap departemen.

(2) Tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan pilihan masuk ke departemen, berisikan sejumlah atribut yang mengacu pada format Importance Performance Analysis

dan Customer Satisfaction Index.

Peubah-peubah yang digunakan dapat dilihat pada Lampiran 1 dan kuesioner penelitian pada Lampiran 2.

b. Teknik penarikan contoh.

Populasi pada penelitian ini adalah departemen-departemen yang terdapat mahasiswa yang pilihan masuknya ditentukan IPB. Dari populasi tersebut diambil contoh untuk digunakan dalam penelitian.

Penarikan contoh dilakukan secara acak bertahap. Tahapan pertama dilakukan pengelompokkan berdasarkan strata. Strata yang digunakan terbagi menjadi tiga, yaitu strata pertama merupakan mahasiswa yang pilihan masuknya adalah pilihan pertama, strata kedua merupakan mahasiswa yang pilihan masuknya adalah pilihan kedua, dan strata ketiga merupakan mahasiswa yang pilihan masuknya ditentukan oleh IPB.

Departemen-departemennya sama untuk setiap strata. Berikut ini adalah daftar departemen berdasarkan ketiga strata tersebut dan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Pengelompokkan departemen berdasarkan strata.

Pilihan 1 Pilihan 2 Pilihan 3

A1 A1 A1

A3 A3 A3

C2 C2 C2

C3 C3 C3

C4 C4 C4

D1 D1 D1

D2 D2 D2

E1 E1 E1

E2 E2 E2

E3 E3 E3

E4 E4 E4

G7 G7 G7

H1 H1 H1

H4 H4 H4

I2 I2 I2

Terdapat 15 departemen yang merupakan irisan dari ketiga strata. Kemudian, tahapan selanjutnya adalah pengelompokkan kembali departemen-departemen tersebut berdasarkan fakultas. Namun, dalam hal ini departemen G7 dan I2 digabung menjadi satu kelompok karena jumlah mahasiswa yang hampir sama pada kedua departemen tersebut. Setelah itu, masing-masing fakultas dipilih secara acak satu departemen untuk menjadi target dalam penelitian ini. Hasilnya terpilih 6 departemen yang menjadi target dalam penelitian ini. Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4 Daftar departemen yang terpilih menjadi target penelitian.

Pilihan 1 Pilihan 2 Pilihan IPB

A3 A3 A3

C2 C2 C2

D1 D1 D1

E4 E4 E4

H4 H4 H4

I2 I2 I2

Masing-masing departemen akan dipilih mahasiswa-mahasiswa yang akan menjadi responden dalam penelitian ini. Perhitungan jumlah responden menggunakan rumus alokasi sebanding (proportional allocation). Persamaannya adalah sebagai berikut:

∑ ∑

kemudian, untuk mencari jumlah responden masing-masing strata digunakan persamaan berikut :


(14)

(

)

Keterangan :

L = ukuran banyaknya strata n = ukuran contoh

Ni = jumlah mahasiswa pada strata ke-i D = , dimana B = tingkat kesalahan (5%) N = jumlah dari unit contoh dalam populasi

= = ragam strata ke-i.

Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 Perhitungan jumlah responden pada setiap strata.

Selanjutnya, dari banyaknya jumlah responden pada setiap strata yang diperoleh pada Tabel 5, jumlah responden akan ditentukan pada masing-masing departemen. Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 6, Tabel 7, dan Tabel 8.

Tabel 6 Jumlah responden pilihan 1 pada masing-masing departemen.

Tabel 7 Jumlah responden pilihan 2 pada masing-masing departemen.

Tabel 8 Jumlah responden pilihan yang ditentukan IPB pada masing-masing departemen.

Keterangan : mi = jumlah responden masing- masing departemen.

Metode Analisis Data

Langkah – langkah analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Analisis statistika deskriptif untuk mengetahui deskripsi responden.

2. Melihat gambaran tingkat kepuasan responden berdasarkan pilihan masuk ke departemen.

3. Identifikasi tingkat kepuasan dan kepentingan mahasiswa berdasarkan pilihan masuk ke departemen menggunakan IPA dan CSI.

4. Segmentasi tingkat keberhasilan mahasiswa berdasarkan prestasi akademik menggunakan analisis CHAID.

HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Responden

Berdasarkan analisis statistika deskriptif terhadap 166 responden, dapat dilihat bahwa sebesar 70% mahasiswa berjenis kelamin perempuan. Selanjutnya, asal daerah responden sebagian besar responden berasal dari Jawa (61%). Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Sebaran asal daerah responden. Asal daerah SMA dikategorikan menjadi empat wilayah, yaitu (1) Sumatera, (2) Jawa, (3) Nusa Tenggara, dan (4) Sulawesi. Sebesar 45,78% mahasiswa berasal dari SMA di Jawa. Sisanya adalah luar Jawa terutama Sumatera. Sedangkan mengenai tempat tinggal di Bogor paling banyak mahasiswa bertempat tinggalkan dengan menyewa kamar/kostan, yaitu sebesar 59%. Selengkapnya dapat dlihat pada Gambar 3.

Gambar 3 Sebaran tempat tinggal responden di Bogor.

KODE Ni ni

P1 76 43 0,242705

P2 78 44 0,255457

P IPB 143 79 0,258196

N 297 166

kode P-1 jml mhs Ni ni mi

A3 13 76 43 7

C2 11 76 43 6

D1 15 76 43 8

E4 12 76 43 7

H4 17 76 43 10

I2 8 76 43 5

kode P-2 jml mhs Ni ni mi

A3 6 78 44 3

C2 8 78 44 5

D1 17 78 44 10

E4 7 78 44 4

H4 27 78 44 15

I2 13 78 44 7

kode P-IPB jml mhs Ni ni mi

A3 31 143 79 17

C2 22 143 79 12

D1 22 143 79 12

E4 29 143 79 16

H4 25 143 79 14


(15)

Deskripsi responden selanjutnya adalah mengenai latar belakang pemilihan departemen. Terdapat lima kategori terkait peubah ini, meliputi (1) dipilihkan IPB, (2) kemauan sendiri, (3) rekomendasi orang tua, (4) rekomendasi guru, (5) lainnya (teman, saudara, paman, usulan kakak kelas, suka dengan departemennya, dan terkait prospek kerja). Kategori paling besar persentasenya adalah kemauan sendiri (41.57%). Hal ini berarti paling banyak latar belakang mahasiswa memilih departemen adalah atas kemauan sendiri.

Pihak yang berperan dalam pemilihan departemen dikelompokkan menjadi lima kategori, meliputi (1) orang tua, (2) kemauan sendiri, (3) Guru di SMA, (4) IPB, dan (5) lainnya (kakak kelas di IPB, paman, tante, saudara, teman, guru les, dosen, kakak kandung, tidak ada). Pihak yang paling berperan dalam pemilihan departemen adalah kemauan sendiri, yaitu sebesar 39.75%.

Informasi awal mengenai departemen pilihan, yang dikategorikan menjadi lima kategori, meliputi (1) brosur/publikasi oleh pihak IPB, (2) Orang tua, (3) Guru di SMA, (4) kakak kelas di IPB, (5) lainnya (dosen, kakak kandung, teman, saudara, tidak ada informasi awal). Sebesar 42% responden memperoleh informasi awal adalah dari brosur/publikasi oleh pihak IPB. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4 Sebaran informasi awal mengenai departemen pilihan.

Pendidikan terakhir orang tua dikategorikan menjadi lima kategori, meliputi (1) setinggi-tingginya SD, (2) SMP, (3) SMA, (4) Diploma (D1,D2,D3), dan (5) Sarjana (S1,S2,S3). Pendidikan terakhir orang tua yang paling besar nilai persentasenya adalah Sarjana (51,80%). Selanjutnya, pekerjaan orang tua dikategorikan menjadi lima kategori, meliputi (1) PNS, (2) Wiraswasta, (3) Swasta, (4) Petani, (5) Pensiunan, (6) lainnya (ABRI, Buruh, Supir, dan tidak ada (meninggal dunia). Pekerjaan orang tua yang memiliki persentase paling besar adalah PNS (45.18%). Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5 Sebaran pekerjaan orang tua. Penghasilan orang tua dikategorikan menjadi delapan kategori, meliputi (1) penghasilan yang lebih kecil dari 500 ribu rupiah, (2) penghasilan antara 500 ribu sampai 1 juta rupiah, (3) penghasilan antara 1 juta sampai 2.5 juta rupiah, (4) penghasilan antara 2.5 juta sampai 5 juta rupiah, (5) penghasilan antara 5 juta sampai 7.5 juta rupiah, (6) penghasilan antara 7.5 juta sampai 10 juta rupiah, (7) penghasilan lebih besar dari 10 juta rupiah, dan (8) lainnya. Mahasiswa yang memiliki orang tua yang penghasilannya berada pada kategori 4 memiliki persentase terbesar, yaitu sebesar (36.14%). Sedangkan kategori lainnya adalah mahasiswa yang tidak memiliki orang tua lagi/meninggal dunia.

Besar penerimaan per bulan dikategorikan menjadi lima kategori, meliputi (1) penerimaan antara 100.000-200.000 rupiah, (2) penerimaan 200.001-300.000 rupiah, (3) penerimaan 300.001-400.000 rupiah, (4) 400.001-500.000 rupiah, (5) penerimaan lebih besar dari 500.000 rupiah. Mahasiswa yang memiliki penerimaan per bulan lebih besar dari 500.000 rupiah memiliki persentase terbesar, yaitu sebesar 54.81%.

Besarnya BPMP per semester dikategorikan menjadi enam kategori, meliputi BPMP per semester yang besarnya (1) 600 ribu rupiah, (2) 900 ribu rupiah, (3) 1.2 juta rupiah, (4) 1.6 juta rupiah, (5) 1.7 juta rupiah, (6) lainnya ( 0 rupiah, 1.9 juta rupiah, 2 juta rupiah, 2.3 juta rupiah). Paling banyak mahasiswa membayar BPMP per semester sebesar 1.2 juta rupiah (45.18%).

Keaktifan berorganisasi dapat dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu (1) aktif, dan (2) tidak aktif. Sebanyak 148 (89.15%) orang mahasiswa menyatakan aktif berorganisasi. Hal tersebut berkaitan dengan pengaruh organisasi atau kepanitiaan terhadap minat belajar. Dari lima kategori, yaitu (1) sangat berpengaruh, (2) berpengaruh, (3) biasa saja, (4) tidak berpengaruh, dan (5) sangat tidak berpengaruh, sebesar 40.36% responden menganggap bahwa organisasi atau kepanitiaan berpengaruh terhadap minat belajar. Mengenai deskripsi responden, selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 3.


(16)

Gambaran Tingkat Kepuasan Mahasiswa

Dari 166 responden terpilih, persentase terbesar dari tipe pilihan masuk adalah pilihan yang ditentukan oleh IPB. Selain itu, secara umum dapat dilihat tingkat kesesuaian terhadap pilihan masuk ke departemen. Sebagian besar responden menyatakan sesuai dengan pilihan masuk ke departemen, yaitu sebesar 81.92%, sedangkan yang menyatakan tidak sesuai adalah sebesar 18.08%.

Berdasarkan hasil uji chi-square antara tipe pilihan departemen dan kesesuaian terhadap departemen (Tabel 9), tampak bahwa tipe pilihan departemen memiliki asosiasi dengan kesesuaian terhadap departemen, yaitu dengan nilai-p sebesar 0.002 pada taraf nyata 5%.

Tabel 9 hasil uji chi-square tipe pilihan masuk dan kesesuaian terhadap departemen.

Nilai db Nilai-p Pearson Chi-Square 12.478a 2 .002

Likelihood Ratio 12.996 2 .002 N of Valid Cases 166

Secara umum, tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pilihan masuk ke departemen dibagi menjadi 5 kategori, yaitu (1) sangat tidak puas, (2) tidak puas, (3) biasa saja, (4) puas, (5) sangat puas. Namun dalam hal ini tidak ada mahasiswa yang menyatakan sangat tidak puas terhadap pilihan masuknya. Distribusi mahasiswa terhadap tingkat kepuasan berdasarkan pilihan masuk ke departemen dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10 Tabulasi tingkat kepuasan mahasiswa pada masing-masing pilihan masuk.

tidak puas

biasa

saja puas

sangat puas P1 1 (2%) 14 (33%) 23 (53%) 5 (12%) P2 1 (2%) 14 (32%) 25 (57%) 4 (9%) P-IPB 3 (4%) 24 (30%) 43 (54%) 9 (11%) Hasil analisis IPA dan CSI berdasarkan

pilihan masuk ke departemen.

Hasil analisis IPA berupa grafik. Grafik tersebut dibentuk berdasarkan tingkat kepuasan mahasiswa yang dibagi ke dalam tiga segmen, yaitu tingkat kepuasan yang diperoleh dari kelompok mahasiswa yang departemennya merupakan pilihan pertama, pilihan kedua, dan pilihan yang ditentukan oleh IPB. Atribut yang diukur terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian internal dan eksternal responden. Atribut yang menjadi bagian internal responden terdiri dari prestasi akademik, kondisi lingkungan tempat tinggal apakah mendukung prestasi, pemilihan departemen pengampu, informasi awal mengenai departemen, metode belajar, keberadaan teman dekat, keaktifan berorganisasi, dan keikutsertaan dalam kepanitiaan. Sedangkan atribut-atribut yang termasuk bagian eksternal adalah kondisi lingkungan kelas, fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, layanan akademik, kesesuaian matakuliah, dan peluang kerja. Hasilnya dijelaskan dalam masing-masing tipe pilihan masuk. Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 6 sampai dengan Gambar 13.

performance im po rt an ce 3,8 3,7 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 4,4 4,3 4,2 4,1 4,0 3,56 4,16 ikutSertaKpntiaan aktifOrganss temanDekat metBel InfoAwlDept PemDept KLTT prestasi


(17)

Berdasarkan Gambar 6, atribut yang ada dalam kuadran 1 yaitu atribut Prestasi akademik (prestasi) dan atribut Metode belajar (metBel). Dengan demikian, mahasiswa pada pilihan 1 sebaiknya melakukan peningkatan terhadap kedua atribut tersebut. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2, yaitu Kondisi lingkungan tempat tinggal (KLTT), Keberadaan teman dekat (temanDekat), dan Pemilihan departemen pengampu (PemDept). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus.

Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah Keaktifan berorganisasi (aktifOrganss) dan Keikutsertaan dalam kepanitiaan (ikutSertaKpntiaan). Meskipun tidak begitu penting menurut responden, kedua atribut ini harus dapat dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi responden semakin meningkat.Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah.

Atribut tersebut adalah Informasi awal mengenai departemen (InfoAwlDept).

Berdasarkan Gambar 7, tidak ada atribut pada kuadran 1, hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah kesesuaian matakuliah (KesesuaianMatkul), Peluang kerja, dan Layanan akademik (LayAkademik). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus. Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar (Fasilitas). Meskipun tidak begitu penting menurut responden, atribut ini harus dapat dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi responden semakin meningkat. Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah kondisi lingkungan kelas (konLingKelas) dan Beasiswa.

performance

im

po

rt

an

ce

3,8 3,7

3,6 3,5

3,4 3,3

3,2 3,1

3,0 4,40 4,35 4,30 4,25 4,20 4,15

3,5

4,28

peluangKerja

KesesuaianMatKul

LayAkademik

beasiswa

Fasilitas konLingkKelas

Gambar 7 Grafik IPA pada responden pilihan 1 berdasarkan atribut-atribut eksternal. Berdasarkan Gambar 8, atribut yang ada

pada kuadran 1 adalah prestasi akademik (prestasi). Atribut tersebut adalah atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah keberadaan teman dekat (temanDekat), pemilihan departemen pengampu (pemDept), Kondisi lingkungan tempat tinggal (KLTT). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus. Dalam hal ini tidak ada atribut yang terletak pada kuadran 4. Sedangkan Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah metode belajar (metBel), Informasi awal

mengenai departemen (infoAwlDept), dan Keaktifan berorganisasi (aktifOrganss).

Berdasarkan Gambar 9, tidak ada atribut pada kuadran 1, hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah Peluang kerja, dan Layanan akademik (LayAkademik). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus. Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar (Fasilitas) dan Kesesuaian mata kuliah (kesMatKul). Meskipun tidak begitu penting menurut responden, atribut ini harus dapat


(18)

dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi responden semakin meningkat.

Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki

tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah kondisi lingkungan kelas (konLingKelas) dan Beasiswa.

Performance

Im

po

rt

an

ce

3,9 3,8 3,7 3,6 3,5 3,4 3,3 3,2 3,1 3,0 4,4 4,3 4,2 4,1 4,0 3,9 3,8

3,45

4,07

ikutSertaKpntiaan

aktifOrganss

temanDekat

metBel

InfoAwlDept

PemDept

KLTT prestasi

Gambar 8 Grafik IPA pada responden pilihan 2 berdasarkan atribut-atribut internal.

performance

im

po

rt

an

ce

3,7 3,6

3,5 3,4

3,3 3,2

3,1 3,0

4,4

4,3 4,2 4,1

4,0

3,42

4,16

peluangKerja

KesMatKul LayAkademik

beasiswa

Fasilitas

konLingkKel

Gambar 9 Grafik IPA pada responden pilihan 2 berdasarkan atribut-atribut eksternal. Berdasarkan Gambar 10, tidak ada atribut

pada kuadran 1, hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah Prestasi akademik (prestasi), Keberadaan teman dekat (temanDekat), dan Kondisi lingkungan tempat tinggal (KLTT). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus. Atribut yang terletak pada kuadran 4 adalah keaktifan berorganisasi (aktifOrganss). Meskipun atribut tersebut tidak begitu penting menurut responden, atribut ini harus dapat dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi

responden semakin meningkat. Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah metode belajar (metBel), Informasi awal mengenai departemen (infoAwlDept), Keaktifan berorganisasi (aktifOrganss), dan keikutsertaan dalam kepanitiaan (ikutSertaKpntiaan).

Berdasarkan Gambar 11, tidak ada atribut pada kuadran 1, hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah


(19)

Peluang kerja, dan kesesuaian mata kuliah (KesMatKul). Dalam hal ini atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus.

Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah Layanan akademik (LayAkademik). Meskipun tidak begitu penting menurut responden, atribut ini harus dapat dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi responden semakin

meningkat. Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah Kondisi lingkungan kelas (konLingKelas), Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar (Fasilitas) dan Beasiswa.

performance

im

po

rt

an

ce

3,8 3,7

3,6 3,5

3,4 3,3

3,2 3,1

4,5 4,4 4,3 4,2 4,1 4,0

3,47

4,22

ikutSertaKpntiaan aktifOrganss

temanDekat

metBel

InfoAwlDept

PemDept

KLTT prestasi

Gambar 10 Grafik IPA pada responden pilihan IPB berdasarkan atribut-atribut internal.

performance

im

po

rt

an

ce

3,7 3,6

3,5 3,4

3,3 3,2

3,1 4,60 4,55 4,50 4,45 4,40 4,35 4,30

3,44

4,37

peluangKerja

KesMatKul

LayAkademik beasiswa

Fasilitas konLingkKel

Gambar 11 Grafik IPA pada responden pilihan IPB berdasarkan atribut-atribut eksternal. Berdasarkan Gambar 12, secara umum

atribut yang ada pada kuadran 1 adalah Prestasi akademik (prestasi), hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah Keberadaan teman dekat (temanDekat), dan Kondisi lingkungan tempat tinggal (KLTT). Dalam hal ini atribut ini perlu

dipertahankan. Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah pemilihan departemen pengampu (PemDept), keaktifan organisasi (aktifOrganss), dan keikutsertaan dalam kepanitiaan (ikutSertaKpntiaan). Meskipun tidak begitu penting bagi responden, atribut ini harus ditingkatkan agar nilai kepentingannya semakin meningkat. Tingkat


(20)

kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah Informasi awal mengenai departemen (InfoAwlDept).

Berdasarkan Gambar 13, secara umum tidak ada atribut pada kuadran 1, hal ini berarti tidak terdapat atribut yang perlu ditingkatkan. Sedangkan atribut yang ada pada kuadran 2 adalah Peluang kerja, Layanan akademik (LayAkademik), dan kesesuaian mata kuliah (KesMatKul). Dalam hal ini

atribut ini perlu dipertahankan secara terus-menerus. Atribut yang berada pada kuadran 4 adalah fasilitas penunjaung kegiatan belajar mengajar (Fasilitas). Meskipun tidak begitu penting menurut responden, atribut ini harus dapat dipertahankan agar nilai kepentingannya bagi responden semakin meningkat. Tingkat kepentingan atribut yang berada pada kuadran 3 tidak begitu penting dan memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Atribut tersebut adalah Kondisi lingkungan kelas (konLingKelas) dan Beasiswa.

performance

im

po

rt

an

ce

3,8 3,7

3,6 3,5

3,4 3,3

3,2 3,1

4,4

4,3

4,2

4,1

4,0

3,48

4,16

ikutSertaKpntiaan aktifOrganss

temanDekat

metBel

InfoAwlDept

PemDept KLTT prestasi

Gambar 12 Grafik IPA secara umum untuk keseluruhan tipe pilihan masuk pada atribut internal.

performance

im

po

rt

an

ce

3,7 3,6

3,5 3,4

3,3 3,2

3,1 4,50 4,45 4,40 4,35 4,30 4,25 4,20

3,45

4,29

peluangKerja

KesMatKul LayAkademik

beasiswa

Fasilitas konLingkKel


(21)

Nilai CSI masing-masing pilihan masuk berdasarkan atribut internal dan internal disajikan pada Tabel 11.

Tabel 11 Nilai CSI masing-masing tipe pilihan masuk ke departemen.

Nilai CSI untuk responden yang departemennya merupakan pilihan 1 berdasarkan atribut-atribut internal dan eksternal berturut-turut adalah 71% dan 70%. Nilai CSI untuk responden yang departemennya merupakan pilihan 2 berdasarkan atribut-atribut internal dan eksternal berturut-turut adalah 69% dan 68%. Serta Nilai CSI untuk responden yang departemennya merupakan pilihan yang ditentukan IPB berdasarkan atribut-atribut internal dan eksternal berturut-turut adalah 69% dan 68%. Sedangkan nilai CSI secara umum untuk keseluruhan tipe pilihan masuk untuk atribut-atribut internal dan eksternal berturut-turut adalah sebesar 69,71% dan 69,10%. Dilihat dari semua nilai CSI, dapat disimpulkan bahwa responden sudah merasa puas terhadap departemen yang dijalani saat ini baik dari peubah internal maupun eksternal responden pada masing-masing tipe pilihan masuk.

Segmentasi demografi responden hasil analisis CHAID

Segmentasi yang dihasilkan oleh analisis CHAID dapat dilihat pada diagram pohon klasifikasi CHAID seperti pada Gambar 14. Dendogram hasil analisis CHAID pada Gambar 7 menerangkan bahwa pada node teratas diketahui jumlah mahasiswa berdasarkan prestasi akademik yang diperoleh. Dalam hal ini prestasi akademik yang dimaksud adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada semester ketiga. Sebanyak 8 orang (5%) memiliki prestasi

Cumlaude, 85 orang (51%) sangat memuaskan, 62 orang (37%) memuaskan, dan 6 orang (7%) tidak memuaskan.

Peubah penjelas paling signifikan dalam membedakan prestasi akademik dalam hal ini adalah keaktifan dalam organisasi atau kepanitiaan. Sekitar 89% responden aktif berorganisasi dan 11% responden tidak aktif

dalam organisasi. Dari 18 orang yang tidak aktif sekitar 5 orang (28%) memperoleh predikat sangat memuaskan. Hal ini berbeda dengan mahasiswa yang aktif berorganisasi. Sekitar 80 mahasiswa dari 148 mahasiswa (sekitar 54%) mahasiswa memperoleh predikat sangat memuaskan. Faktor lain yang mempengaruhi tingkat keberhasilan mahasiswa pada mahasiswa yang aktif berorganisasi adalah asal daerah. Mahasiswa yang berasal dari Sumatera dan Jawa sekitar 54% memperoleh predikat sangat memuaskan. Sedangkan mahasiswa aktif dan berasal dari Nusa Tenggara dan Sulawesi sekitar 2 mahasiswa dari 4 mahasiswa memperoleh predikat tidak memuaskan. Namun secara umum, mahasiswa yang aktif berorganisasi cenderung mempunyai predikat sangat memuaskan.

Gambar 14 Dendogram hasil analisis CHAID Keterangan :

CL = Cumlaude SM = Sangat Memuaskan M = Memuaskan TM = Tidak Memuaskan

Hasil dendogram CHAID dapat dinyatakan dalam tiga segmen pada Tabel 12.

Tabel 12 Segmentasi hasil analisis CHAID

Segmen Karakteristik

Ke-1 Mahasiswa yang menyatakan tidak aktif

dalam berorganisasi/kepanitiaan. Ke-2 Mahasiswa yang menyatakan aktif dalam

berorganisasi atau kepanitiaan, berasal dari SMA di Jawa dan Sumatera. Ke-3 Mahasiswa yang menyatakan aktif dalam

berorganisasi atau kepanitiaan, berasal dari SMA di Sulawesi dan Nusa tenggara. Tipe pilihan

departemen Nilai CSI (%) Internal Eksternal

Pilihan 1 71 70

Pilihan 2 69 68

Pilihan IPB 69 68


(22)

Ketiga segmen yang terbentuk dapat ditabulasi jumlah masing-masing prestasi akademik yang disajikan dalam Tabel 13. Tabel 13 Tabulasi prestasi akademik berdasarkan hasil analisis CHAID.

Secara umum yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa adalah keaktifan berorganisasi.

KESIMPULAN

Mahasiswa pada departemen yang merupakan pilihan 1 dan pilihan 2 merasa perlu peningkatan prestasi akademik. Mahasiswa yang departemennya ditentukan oleh IPB, prestasi akademik bukan merupakan pilihan pertama. Secara umum, tingkat kepuasan mahasiswa pada departemen baik untuk pilihan 1, pilihan 2, dan plihan IPB untuk faktor internal dan eksternal sudah cukup baik. Secara umum yang mempengaruhi tingkat keberhasilan mahasiswa adalah keaktifan berorganisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Agresti A, Finlay B. 1997. Statistical Methods For The Social Sciences Third Edition. New Jersey : Prentice Hall. Ainin S, Hisham, N.H. 2008. Applying

Importance-Performance Analysis to Information Systems: An Exploratory Case Study. Jurnal of Information, Information Technology, and Organizations, 3(8):95-193.

Gallagher, C.A. 2000. An Iterative Approach to Classification Analysis. [jurnal on-line].

http://www.casact.org/library/ratemaking /90dp237.pdf.[25 jul 2011].

Huang, Y.C, Wu, C.H., Hsu, C.J. 2006. Using Importance Performance Analysis in Evaluating Taiwan Medium and Long Distance National Highway Passenger Transportation Service Quality. Jurnal of American Academy Business, 8(2):98-104.

Kass, GV. 1980. An Exploratory Technique for Investigating Large Quantities of

Categorical Data. Applied Statistics, 29(2):119-127.

Supranto J. 2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Segmen CL SM M TM

1 0

(0%) 5 (28%)

10 (56%)

3 (17%)

2 8

(6%)

79 (55%)

51 (35%)

6 (4%)

3 0

(0%) 1 (25%)

1 (25%)

2 (50%)


(23)

(24)

Daftar kategori peubah yang digunakan

No Peubah Respon Kategori

1. Tingkat kepuasan terhadap pilihan masuk ke departemen

1. Sangat puas 2. Puas 3. Biasa saja 4. Tidak puas

1 2 3 4

Peubah penjelas

2 Jenis kelamin

1. Laki-laki 2. perempuan

1 2 3 Asal Daerah

1. Bogor 2. Jawa 3. Pulau Jawa

1 2 3 4 Asal Daerah SMA

1. Sumatera 2. Jawa

3. Nusan Tenggara 4. Sulawesi

1 2 3 4 5 Tempat tinggal di Bogor

1. Rumah orang tua 2. Asrama

3. Kontrakan 4. Kostan

5. Rumah saudara

1 2 3 4 5 6 Latar belakang pemilihan departemen

1. Dipilihkan oleh IPB 2. Kemauan sendiri 3. Rekomendasi orang tua 4. Rekomendasi guru 5. lainnya

1 2 3 4 5 7 Mendapatkan beasiswa bidik misi

1. Ya 2. Tidak

1 2 8 Pihak yang berperan dalam pemilihan departemen

1. Orang tua 2. Kemauan sendiri 3. Guru di SMA 4. IPB

5. Lainnya

1 2 3 4 5 9 Informasi awal mengenai departemen pilihan

1. Brosur/publikasi oleh pihak IPB 2. Orang tua

3. Guru di SMA 4. Kakak kelas di IPB 5. Lainnya

1 2 3 4 5


(25)

Lampiran 1 (lanjutan)

10 Pendidikan terakhir orang tua

1. Setinggi-tingginya SD 2. SMP

3. SMA

4. Diploma (D1,D2,D3) 5. Sarjana (S1,S2,S3)

1 2 3 4 5 11 Besar penerimaan per bulan

1. Rp. 100.000-200.000 2. Rp. 200.001-300.000 3. Rp. 300.001-400.000 4. Rp. 400.001-500.000 5. > Rp. 500.000

1 2 3 4 5 12 Pekerjaan orang tua

1. PNS 2. Wiraswasta 3. Swasta 4. Petani 5. Pensiunan 6. Lainnya

1 2 3 4 5 6 13 Besar BPMP per semester

1. Rp. 600.000 2. Rp. 900.000 3. Rp. 1.200.000 4. Rp. 1.600.000 5. Rp. 1.700.000 6. lainnya

1 2 3 4 5 6 14 Penghasilan orang tua

1. P≤500.000

2. 500.000<P≤1000.000 3. 1000.000<P≤2.500.000 4. 2.500.000<P≤5000.000 5. 5000.0000<P≤7.500.000 6. 7.500.000<P≤10.000.000 7. >10.000.000

8. lainnya

1 2 3 4 5 6 7 8 15 Keaktifan organisasi

1. Aktif 2. Tidak aktif

1 2 16 Pengaruh organisasi terhadap minat belajar

1. Sangat berpengaruh 2. Berpengaruh 3. Biasa saja

4. Tidak berpengaruh 5. Sangat tidak berpengaruh

1 2 3 4 5 17 Tipe pilihan departemen

1. Pilihan 1 2. Pilihan 2 3. Pilihan 3

1 2 3 18 Kesesuaian departemen

1. Sesuai 2. Tidak sesuai

1 2


(26)

KUESIONER PENELITIAN

PENGUKURAN KEPUASAN MAHASISWA

”IDENTIFIKASI TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA

BERDASARKAN PILIHAN MASUK KE DEPARTEMEN”

Responden Yth.

Saya FITRY INDRIANIE, mahasiswa Departemen Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Sehubungan dengan penelitian yang akan Saya lakukan mengenai tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan pilihan masuk ke departemen di IPB melalui jalur USMI, saya meminta kesediaan Saudara/i menjadi salah satu responden untuk mengisi kuesioner ini. Informasi yang Saudara/i berikan bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Terima kasih atas partisipasi dan kerjasama Saudara/i.

Bagian I. Identitas

NAMA …

Jenis Kelamin : 1. Laki-Laki 2. Perempuan

Asal Daerah : 1. Bogor 2. Jawa 3. Luar Jawa Daerah asal SMA (sebutkan

Provinsinya saja) : Tempat tinggal di Bogor :

No. HP : Email :

1. Rumah Orang tua 2. Asrama

3. Kontrakan 4. Kostan

5. Lainnya

Bagian II. Latar Belakang

Latar Belakang Pemilihan Departemen

Apakah mendapatkan

Beasiswa bidik misi 1. Ya (...) 2. Tidak Siapakah pihak yang

berperan dalam pemilihan departemen

Dari mana Saudara/i mendapatkan informasi awal mengenai departemen pilihan:

1. Orang tua 2. Kemauan Sendiri

1. Brosur/publikasi oleh pihak IPB

2. Orang Tua

3. Guru BK di SMA 4. Kakak kelas di IPB

3. Guru BK/Wali Kelas SMA

4. Kakak kelas di IPB

5. Lainnya ....

5. Lainnya ....

Pendidikan terakhir orangtua 1. Setinggi-tingginya SD 2. SMP

3. SMA

4. Diploma (D1,D2,D3)

5.Sarjana (S1,S2,S3) Besar penerimaan perbulan 1. Rp. 100.000-Rp.200.000

2. Rp. 200.001-Rp.300.000

3. Rp.300.00-Rp.400.000 4. Rp.400.001Rp.500.000


(27)

Bagian III. Latar belakang (lanjutan)

Bagian III. Aktivitas

Apakah saat ini Anda aktif dalam organisasi dan kepanitiaan (sebutkan jika Ya)

1. Ya (...) 2. Tidak

Bagaimanakah pengaruh organisasi/kepanitiaan terhadap minat belajar Anda :

1. Sangat berpengaruh 2. Berpengaruh

3. Biasa saja

4. Tidak Berpengaruh

5. Sangat tidak berpengaruh

Bagian IV. Kesesuaian Departemen

Departemen Anda saat ini

merupakan pilihan : 1. Pilihan 1 2. Pilihan 2 3. Pilihan IPB Menurut Anda, apakah

departemen Anda saat ini sesuai dengan anda :

1. Ya 2. Tidak

Jika ya, apa alasan anda: …

Jika tidak, apa yang membuat anda bertahan di departemen ini:

Pekerjaan orangtua

Besarnya BPMP per semester

1. PNS 2. Wiraswasta 1. Rp. 600.000 2. RP. 900.000

3. Swasta 4. ABRI/Tentara 3. Rp. 1.200.000 4. Rp. 1.600.000

5.Lainnya… 5.Lainnya…

Penghasilan orang tua (dalam Ribuan Rp.)

1. P≤500

2. 500<P≤1000

3. 1000<P≤2500

4. 2500<P≤5000

5. 5000<P≤7500

6. 7500<P≤10.000


(28)

Bagian IV. Tingkat kepuasan atribut

Dibawah ini terdapat pertanyaan mengenai tingkat kepuasan atribut menurut persepsi Saudara/i. Pada pertanyaan tersebut dimohon Saudara/i memberi tanda check list (√) pada kolom yang menurut Saudara/i paling tepat. Dalam hal ini tidak ada jawaban yang benar atau salah, tetapi melihat angka-angka terbaik menurut persepsi Saudara/i.

Secara umum, bagaimana tingkat kepuasan di departemen? a. Sangat puas b. Puas c. Biasa saja d. Tidak puas e. Sangat tidak puas

No Atribut

Harapan Kepuasaan/kenyataan

Sangat Tidak Penting

(1)

Tidak penting

(2)

Biasa saja

(3)

Pentin g (4)

Sangat penting (5)

Sangat tidak puas (1)

Tidak puas

(2)

Biasa saja

(3)

Puas (4)

Sangat Puas (5)

1 Prestasi akademik

2 Kondisi lingkungan kelas

3

Kondisi lingkungan tempat tinggal apakah mendukung prestasi

belajar

4 Kelengkapan fasilitas yang menunjang proses belajar mengajar 5 Pemilihan departemen pengampu 6 Informasi awal mengenai departemen

7 Metode belajar

8 Keberadaan teman dekat / sahabat

9 Beasiswa

10 Keaktifan berorganisasi

11 Keikutsertaan dalam kepanitiaan-kepanitiaan 12 Layanan Akademik di Departemen 13 Kesesuaian mata kuliah


(29)

Lampiran 3 Frekuensi peubah-peubah yang digunakan

Peubah Kategori Jumlah Persentase (%)

Jenis kelamin Laki-laki perempuan

49 117

29,52 70,48

Total 166 100

Asal daerah Bogor Jawa Luar Jawa 30 101 35 18,07 60,85 21,08

Total 166 100

Asal daerah SMA Sumatera Jawa Nusa Tenggara Sulawesi 29 132 2 3 17,48 79,52 1,20 1,80

Total 166 100

Tempat tinggal di Bogor Rumah orang tua Asrama Kontrakan Kostan Rumah saudara 24 8 32 98 4 14,46 4,82 19,28 59,03 2,41

Total 166 100

Latar belakang pemilihan departemen

Dipilihkan IPB Kemauan sendiri Rekomendasi orang tua Rekomendasi guru Lainnya 59 68 21 5 13 35,54 40,97 12,65 3,01 7,83

Total 166 100

Mendapatkan beasiswa bidik misi Ya Tidak

0 166

0 100

Total 166 100

Pihak yang berperan dalam pemilihan departemen

Orang tua Kemauan diri Guru di SMA IPB Lainnya 47 66 9 30 14 28,31 39,76 5,42 18,07 8,43

Total 166 100

Informasi awal mengenai departemen

Brosur/publikasi oleh pihak IPB Orang tua

Guru di SMA Kakak kelas di IPB Lainnya 70 22 34 18 22 42,17 13,25 20,49 10,84 13,25

Total 166 100

Pendidikan terakhir orang tua Setinggi-tingginya SD SMP SMA Diploma (D1,D2,D3) Sarjana (S1,S2,S3) 12 12 46 10 86 7,23 7,23 27,71 6,02 51,81


(30)

Lampiran 3 (lanjutan)

Besar penerimaan per bulan Rp. 100.000-200.000 Rp. 200.001-300.000 Rp. 300.001-400.000 Rp. 400.001-500.000 >Rp. 500.000 1 11 21 42 91 0,60 6,62 12,65 25,30 54,82

Total 166 100

Pekerjaan orang tua PNS Wiraswasta Swasta Petani Pensiunan lainnya 75 26 28 8 11 18 45,18 15,67 16,87 4,81 6,63 10,84

Total 166 100

Besar BPMP per semester Rp. 600.000 Rp. 900.000 Rp. 1.200.000 Rp. 1.600.000 Rp. 1.700.000 Lainnya 18 35 75 12 11 15 10,84 21,09 45,18 7,23 6,62 9,04

Total 166 100

Penghasilan orang tua P≤ Rp. 500.000

Rp. 500.000 < P ≤ Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 < P ≤ Rp. 2.500.000 Rp. 2.500.000 < P ≤ Rp. 5.000.000 Rp. 5.000.000 < P ≤ Rp. 7.500.000 Rp. 7.500.000 < P ≤ Rp. 10.000.000 P>10.000.000 Lainnya 10 21 51 60 9 6 7 2 6,02 12,66 30,72 36,15 5,42 3,61 4,22 1,20

Total 166 100

Keaktifan organisasi Aktif Tidak aktif

148 18

89,15 10,85

Total 166 100

Pengaruh organisasi terhadap minat belajar

Sangat berpengaruh Berpengaruh Biasa saja

Tidak berpengaruh Sangat tidak berpengaruh

30 67 60 8 1 18,72 40,36 36,14 4,82 0,60

Total 166 100

Tipe pilihan departemen Pilihan 1 Pilihan 2

Pilihan alokasi IPB

43 44 79 25,90 26,50 47,59

Total 166 100

Kesesuaian departemen Sesuai Tidak sesuai

136 30

81,93 18,07


(31)

Penerimaan mahasiswa baru di IPB dapat dilalui dalam beberapa jalur, yaitu USMI, SNMPTN, UTM, BUD, dan PIN. Jalur USMI merupakan persentase terbesar dalam penerimaan mahasiswa baru di IPB. Calon mahasiswa baru pada jalur USMI dihadapkan pada dua pilihan departemen. Apabila memenuhi syarat, pelamar akan diterima pada pilihan pertama atau pilihan kedua. Namun, jika tidak diterima dikedua pilihan, calon pelamar akan diterima di departemen lain yang ditentukan oleh IPB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan pilihan masuk ke departemen, yaitu pada departemen yang terdapat mahasiswa yang ditentukan pilihannya oleh IPB serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa. Teknik penarikan contoh yang digunakan adalah penarikan contoh acak bertahap. Penelitian ini menggunakan penarikan contoh acak stratifikasi secara bertahap dengan penentuan jumlah responden dilakukan menggunakan alokasi sebanding. Analisis yang digunakan adalah CHAID untuk segmentasi peubah-peubah yang berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan mahasiswa berdasarkan prestasi akademik, dan Importance-Performance Analysis serta Customer Satisfaction Index untuk melihat tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan pilihan masuk ke departemen. Mahasiswa pada departemen yang merupakan pilihan 1 dan pilihan 2 merasa perlu peningkatan prestasi akademik Sedangkan pada mahasiswa yang departemennya ditentukan oleh IPB, preastasi akademik bukan merupakan pilihan pertama. Secara umum, tingkat kepuasan mahasiswa pada departemen baik untuk pilihan 1, pilihan 2, dan plihan IPB untuk faktor internal dan eksternal sudah cukup baik. Secara umum yang mempengaruhi tingkat keberhasilan mahasiswa adalah keaktifan berorganisasi.

Kata kunci : teknik penarikan contoh stratifikasi, alokasi sebanding, analisis CHAID, Importance Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI)


(32)

PENDAHULUAN Latar Belakang

IPB memiliki cara yang berbeda terkait dengan sistem penerimaan mahasiswa baru sampai tahun 2010. Ada beberapa jalur masuk yang terdapat di IPB, salah satu yang utama dan memiliki persentase terbesar dalam jalur penerimaan mahasiswa baru adalah Undangan Seleksi Masuk IPB, atau dikenal dengan sebutan USMI. IPB merupakan salah satu perguruan tinggi senior yang menerapkan sistem ini dan cenderung berbeda dengan sistem undangan seleksi masuk dari Universitas atau Institut lainnya. USMI merupakan sistem seleksi calon mahasiswa baru yang tidak menggunakan ujian tertulis melainkan dengan prestasi belajar yang diperoleh selama di SMA. Sejumlah SMA di Indonesia yang sudah ditetapkan oleh IPB, ditawarkan untuk mengajukan lamaran bagi siswa-siswa terbaik di sekolahnya.

Pada saat pendaftaran, para pelamar berhak memilih dua pilihan departemen yang diinginkan dan disertai dengan pernyataan bersedia atau tidak untuk ditentukan oleh IPB apabila tidak terpilih di kedua departemen. Pelamar akan masuk ke departemen pada pilihan pertamanya apabila memenuhi syarat. Apabila tidak terpilih pada pilihan pertama, namun masih memenuhi syarat untuk masuk ke pilihan kedua, maka pelamar akan masuk ke pilihan kedua. Namun, jika kedua pilihan departemen tidak terpenuhi tetapi masih memungkinkan diterima menjadi calon mahasiswa baru di IPB, maka pelamar akan masuk ke departemen yang ditentukan IPB.

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa yang pilihan departemennya ditentukan oleh IPB. Sebagai bahan perbandingan, maka tingkat kepuasan tersebut akan dibandingkan dengan mahasiswa yang memperoleh departemen karena pilihan 1 dan pilihan 2 pada saat pendaftaran.

Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengidentifikasi tingkat kepuasan dan kepentingan mahasiswa terhadap pilihan masuk ke departemen.

2. Segmentasi mahasiswa berdasarkan peubah-peubah yang berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan mahasiswa.

TINJAUAN PUSTAKA Penarikan Contoh Bertahap

Menurut Agresti (1997), penarikan contoh bertahap adalah penarikan unit contoh yang dilakukan bertahap menggunakan kombinasi berbagai teknik sampling. Dalam penerapannya, sering kali karena penarikan contoh bertahap lebih sederhana untuk diterapkan daripada penarikan contoh acak sederhana, namun demikian penarikan contoh bertahap memberikan sampel populasi yang lebih luas dibandingkan metode tunggal, seperti penarikan contoh acak gerombol.

Importance Performance Analysis (IPA)

Menurut Ainin & Hisham 2008, analisis kepentingan kinerja (Importance Performance Analysis) diperkenalkan oleh Martilla dan James (1977) dalam sebuah riset pemasaran untuk membantu memahami kepuasan konsumen (responden) sebagai fungsi dari kedua harapan tentang kesignifikanan atribut dan penilaian kinerja mereka. Data kepentingan dan kinerja disajikan dalam bentuk grafik dua dimensi dengan kepentingan (importance) pada sumbu Y dan kinerja (performance) pada sumbu X.

Menurut Huang et al 2006, IPA adalah teknik sederhana yang berguna untuk mengidentifikasi atribut produk atau jasa yang paling membutuhkan perbaikan untuk penghematan biaya tanpa kondisi buruk yang signifikan terhadap kualitas secara keseluruhan.

Tingkat kepentingan diukur dari harapan pelanggan, sedangkan tingkat kinerja diukur dari kenyataan pelaksanaan. Analisis tingkat kepentingan dan kinerja diukur dengan menggunakan skala likert 1-5. Tingkat kepentingan dikategorikan sebagai (1) sangat tidak penting, (2) tidak penting, (3) biasa saja, (4) penting, (5) sangat penting. Sedangkan kinerja dikategorikan sebagai (1) sangat tidak puas, (2) tidak puas, (3) biasa saja, (4) puas, (5) sangat puas. Skor yang digunakan disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1 Skor tingkat kepentingan dan tingkat kinerja.

Skor Kepentingan Kinerja 1 sangat tidak penting sangat tidak puas 2 tidak penting tidak puas 3 biasa saja biasa saja

4 penting puas

5 sangat penting sangat puas

Intepretasi IPA berupa diagram dengan menggunakan rataan skor tingkat kepentingan


(33)

PENDAHULUAN Latar Belakang

IPB memiliki cara yang berbeda terkait dengan sistem penerimaan mahasiswa baru sampai tahun 2010. Ada beberapa jalur masuk yang terdapat di IPB, salah satu yang utama dan memiliki persentase terbesar dalam jalur penerimaan mahasiswa baru adalah Undangan Seleksi Masuk IPB, atau dikenal dengan sebutan USMI. IPB merupakan salah satu perguruan tinggi senior yang menerapkan sistem ini dan cenderung berbeda dengan sistem undangan seleksi masuk dari Universitas atau Institut lainnya. USMI merupakan sistem seleksi calon mahasiswa baru yang tidak menggunakan ujian tertulis melainkan dengan prestasi belajar yang diperoleh selama di SMA. Sejumlah SMA di Indonesia yang sudah ditetapkan oleh IPB, ditawarkan untuk mengajukan lamaran bagi siswa-siswa terbaik di sekolahnya.

Pada saat pendaftaran, para pelamar berhak memilih dua pilihan departemen yang diinginkan dan disertai dengan pernyataan bersedia atau tidak untuk ditentukan oleh IPB apabila tidak terpilih di kedua departemen. Pelamar akan masuk ke departemen pada pilihan pertamanya apabila memenuhi syarat. Apabila tidak terpilih pada pilihan pertama, namun masih memenuhi syarat untuk masuk ke pilihan kedua, maka pelamar akan masuk ke pilihan kedua. Namun, jika kedua pilihan departemen tidak terpenuhi tetapi masih memungkinkan diterima menjadi calon mahasiswa baru di IPB, maka pelamar akan masuk ke departemen yang ditentukan IPB.

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa yang pilihan departemennya ditentukan oleh IPB. Sebagai bahan perbandingan, maka tingkat kepuasan tersebut akan dibandingkan dengan mahasiswa yang memperoleh departemen karena pilihan 1 dan pilihan 2 pada saat pendaftaran.

Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengidentifikasi tingkat kepuasan dan kepentingan mahasiswa terhadap pilihan masuk ke departemen.

2. Segmentasi mahasiswa berdasarkan peubah-peubah yang berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan mahasiswa.

TINJAUAN PUSTAKA Penarikan Contoh Bertahap

Menurut Agresti (1997), penarikan contoh bertahap adalah penarikan unit contoh yang dilakukan bertahap menggunakan kombinasi berbagai teknik sampling. Dalam penerapannya, sering kali karena penarikan contoh bertahap lebih sederhana untuk diterapkan daripada penarikan contoh acak sederhana, namun demikian penarikan contoh bertahap memberikan sampel populasi yang lebih luas dibandingkan metode tunggal, seperti penarikan contoh acak gerombol.

Importance Performance Analysis (IPA)

Menurut Ainin & Hisham 2008, analisis kepentingan kinerja (Importance Performance Analysis) diperkenalkan oleh Martilla dan James (1977) dalam sebuah riset pemasaran untuk membantu memahami kepuasan konsumen (responden) sebagai fungsi dari kedua harapan tentang kesignifikanan atribut dan penilaian kinerja mereka. Data kepentingan dan kinerja disajikan dalam bentuk grafik dua dimensi dengan kepentingan (importance) pada sumbu Y dan kinerja (performance) pada sumbu X.

Menurut Huang et al 2006, IPA adalah teknik sederhana yang berguna untuk mengidentifikasi atribut produk atau jasa yang paling membutuhkan perbaikan untuk penghematan biaya tanpa kondisi buruk yang signifikan terhadap kualitas secara keseluruhan.

Tingkat kepentingan diukur dari harapan pelanggan, sedangkan tingkat kinerja diukur dari kenyataan pelaksanaan. Analisis tingkat kepentingan dan kinerja diukur dengan menggunakan skala likert 1-5. Tingkat kepentingan dikategorikan sebagai (1) sangat tidak penting, (2) tidak penting, (3) biasa saja, (4) penting, (5) sangat penting. Sedangkan kinerja dikategorikan sebagai (1) sangat tidak puas, (2) tidak puas, (3) biasa saja, (4) puas, (5) sangat puas. Skor yang digunakan disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1 Skor tingkat kepentingan dan tingkat kinerja.

Skor Kepentingan Kinerja 1 sangat tidak penting sangat tidak puas 2 tidak penting tidak puas 3 biasa saja biasa saja

4 penting puas

5 sangat penting sangat puas

Intepretasi IPA berupa diagram dengan menggunakan rataan skor tingkat kepentingan


(34)

dan kinerja per atribut. Sebagai garis batas atau nilai tengah digunakan rataan skor tingkat kepentingan dan tingkat kinerja seluruh atribut. Berikut ini adalah rumus cara mencari skor rata-rata tingkat kepentingan dan tingkat kinerja.

̅ ∑ ̅

Keterangan :

̅ = rataan skor kinerja

̅ = rataan skor kepentingan n = jumlah responden

Sementara itu, untuk mencari nilai garis batas kepentingan dan kinerja menggunakan rumus sebagai berikut:

̿ ∑ ̅ ̿ ∑ ̅

Keterangan :

̿ = batas sumbu x (tingkat kinerja)

̿ = batas sumbu y (tingkat kepentingan) n = banyaknya atribut yang diteliti

Selanjutnya tingkat atribut-atribut tersebut dijabarkan dan dibagi menjadi empat bagian diagram kartesius yang menunjukkan bahwa kuadran ke-1 adalah Prioritas Utama, kuadran 2 adalah Pertahankan Prestasi, kuadran ke-3 adalah Prioritas Rendah, kuadran ke-4 adalah Berlebihan. Selengkapnya lihat Gambar 1.

Gambar 1 Diagram kartesius Importance-Performance Analysis

Menurut Supranto (2006), penjelasan masing-masing kuadran akan dijabarkan sebagai berikut:

1. Kuadran 1(Prioritas Utama)

Kuadran ini memuat faktor atau atribut yang dianggap mempengaruhi kepuasan pelanggan, akan tetapi pada kenyataannya atribut-atribut tersebut belum sesuai dengan harapan pelanggan. Tingkat kepuasan atribut tersebut lebih rendah daripada tingkat harapan/kepentingan pengunjung. Atribut-atribut yang terdapat dalam kuadran ini harus ditingkatkan lagi kinerjanya agar dapat memuaskan pelanggan.

2. Kuadran 2 (Pertahankan Prestasi)

Atribut-atribut yang terdapat dalam kuadran ini menunjukkan bahwa atribut tersebut penting dan memiliki kinerja/kepuasan yang tinggi. Atribut ini perlu dipertahankan untuk waktu selanjutnya.

3. Kuadran 3 (Prioritas Rendah)

Atribut-atribut yang terdapat dalam kuadran ini dianggap kurang penting oleh konsumen dan pada kenyataannya kinerja/kepuasannya tidak terlalu istimewa. Peningkatan terhadap atribut yang masuk dalam kuadran ini dapat dipertimbangkan kembali karena pengaruhnya kepada manfaat yang dirasakan oleh pengunjung sangat kecil. 4. Kuadran 4 (Berlebihan)

Kuadran ini menunjukkan faktor atau atribut yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan dan dirasakan terlalu berlebihan. Peningkatan kinerja pada atribut-atribut yang terdapat dalam kuadran ini hanya akan menyebabkan terjadinya pemborosan sumber daya.

Customer Satisfaction Index (CSI)

Menurut Supranto (2006), Customer Satisfaction Index atau Indeks Kepuasan Pelanggan adalah indeks yang menggambarkan tingkat kepuasan konsumen berdasarkan atribut-atribut tertentu. CSI

digunakan untuk menentukan tingkat kepuasan pelanggan secara menyeluruh dengan pendekatan yang mempertimbangkan tingkat kepentingan dari atribut-atribut yang diukur. Perhitungan dilakukan beberapa tahap:  Mean Importance Score (MIS), adalah penilaian rata-rata contoh terhadap tingkat kepentingan dari setiap atribut.

MIS

=

(∑ )

Keterangan : n = jumlah contoh

Yi = nilai kepentingan atribut ke-i

Weigth Factors (WF), bobot ini merupakan persentase nilai MIS per atribut terhadap total nilai MIS.

WF

=

Keterangan :

p = atribut kepentingan ke-p i = atribut ke-i

Mean Satisfaction Score (MSS), adalah penilaian rata-rata contoh terhadap tingkat kinerja dari setiap atribut.


(35)

MSS

=

(∑ )

Keterangan : n = jumlah contoh

Xi = nilai kinerja atribut ke-i

Weight Score (WS), hasil kali WF dengan

MSS

Customer Satisfaction Index (CSI), yaitu total WS dibagi dengan skor maksimum yang digunakan pada skala likert (HS)

CSI

=

(∑ )

Keterangan :

i = atribut kepentingan ke-i

HS = skala maksimum yang digunakan Hasil perhitungan kemudian diklasifikasikan menjadi :

Tabel 2 Kriteria Customer Satisfaction Index No Skor (%) Kriteria

1 00-34 Sangat tidak puas 2 35-50 Tidak puas 3 51-65 Biasa saja 4 66-80 Puas 5 81-100 Sangat puas

Metode CHAID

Menurut Gallager (2000), CHAID merupakan singkatan dari Chi-squared Automatic Interaction Detector. CHAID pertama kali diperkenalkan dalam sebuah artikel berjudul “An Exploratory Technique

for Investigating Large Quantities of Categorical Data” oleh Dr. G.V. Kass, tahun 1980. Prosedurnya merupakan bagian dari teknik terdahulu yang dikenal dengan

Automatic Interaction Detector (AID), dan menggunakan chi-square sebagai alat utamanya. CHAID secara keseluruhan bekerja untuk menduga sebuah peubah tunggal, disebut peubah dependen/peubah respon, yang didasarkan pada sejumlah peubah penjelas. CHAID merupakan suatu teknik iterasi yang menguji satu-persatu peubah penjelas yang digunakan dalam klasifikasi, dan menyusunnya berdasarkan pada tingkat signifikansi statistik chi-square terhadap peubah responnya.

Metode CHAID digunakan bila peubah responnya berskala nominal atau ordinal dengan kriteria statistik uji chi-square pada setiap pemisahannya. Statistik uji yang digunakan adalah dengan rumus:

∑ ∑ [

]

Keterangan :

= banyaknya pengamatan pada baris ke-i

dan kolom ke-j.

= nilai harapan pengamatan pada baris

ke-I dan kolom ke-j.

Algoritma CHAID menurut Kass (1980), adalah sebagai berikut:

1. Untuk masing-masing peubah penjelas, dibuat tabulasi silang antara kategori peubah penjelas dengan kategori-kategori peubah respon.

2. Dari setiap tabulasi yang diperoleh, disusun semua subtabel berukuran 2xd

yang mungkin. d adalah banyaknya kategori peubah respon. Carilah nilai

semua subtabel tersebut. Dari

seluruh yang diperoleh dari yang terkecil katakan . Jika

< maka kedua kategori peubah

penjelas yang memiliki

digabungkan menjadi satu

kategori campuran atau gabungan.

3. Pada setiap kategori gabungan terdiri atas tiga atau lebih kategori asal, dicari pembagian biner yang paling signifikan. Dari pembagian ini dicari terbesar. Jika terbesar > maka pembagian biner berlaku. Kembali ke tahap 2.

4. Setelah diperoleh penggabungan optimal untuk setiap peubah penjelas, cari nilai-p yang terkecil dari masing-masing subtabel tersebut. Jika nilai-p terkecil < α yang telah ditetapkan maka peubah penjelas pada nilai-p tersebut adalah peubah penjelas yang paling signifikan terhadap respon.

5. Jika pada tahap 4 diperoleh yang pengaruhnya paling signifikan, kembali ke tahap 1 untuk setiap data hasil pemisahan. Pengurangan tabel kontingensi pada algoritma CHAID membutuhkan suatu uji signifikan. Jika tidak ada pengurangan dari tabel kontingensi asal, maka statistika chi-square dapat digunakan. Apabila terjadi pengurangan, yaitu c kategori dari peubah asal menjadi r kategori (r<c) maka nilai-p dari chi-square yang baru dikalikan dengan penggali Bonferroni berikut sesuai dengan tipe:

1.

Peubah bebas

2.

Peubah montonik B ( )


(1)

Lampiran 1 (lanjutan)

10 Pendidikan terakhir orang tua 1. Setinggi-tingginya SD 2. SMP

3. SMA

4. Diploma (D1,D2,D3) 5. Sarjana (S1,S2,S3)

1 2 3 4 5 11 Besar penerimaan per bulan

1. Rp. 100.000-200.000 2. Rp. 200.001-300.000 3. Rp. 300.001-400.000 4. Rp. 400.001-500.000 5. > Rp. 500.000

1 2 3 4 5 12 Pekerjaan orang tua

1. PNS 2. Wiraswasta 3. Swasta 4. Petani 5. Pensiunan 6. Lainnya

1 2 3 4 5 6 13 Besar BPMP per semester

1. Rp. 600.000 2. Rp. 900.000 3. Rp. 1.200.000 4. Rp. 1.600.000 5. Rp. 1.700.000 6. lainnya

1 2 3 4 5 6 14 Penghasilan orang tua

1. P≤500.000

2. 500.000<P≤1000.000 3. 1000.000<P≤2.500.000 4. 2.500.000<P≤5000.000 5. 5000.0000<P≤7.500.000 6. 7.500.000<P≤10.000.000 7. >10.000.000

8. lainnya

1 2 3 4 5 6 7 8 15 Keaktifan organisasi

1. Aktif 2. Tidak aktif

1 2 16 Pengaruh organisasi terhadap minat belajar

1. Sangat berpengaruh 2. Berpengaruh 3. Biasa saja

4. Tidak berpengaruh 5. Sangat tidak berpengaruh

1 2 3 4 5 17 Tipe pilihan departemen

1. Pilihan 1 2. Pilihan 2 3. Pilihan 3

1 2 3 18 Kesesuaian departemen

1. Sesuai 2. Tidak sesuai

1 2


(2)

Lampiran 2 Kuesioner

KUESIONER PENELITIAN

PENGUKURAN KEPUASAN MAHASISWA

”IDENTIFIKASI TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA

BERDASARKAN PILIHAN MASUK KE DEPARTEMEN”

Responden Yth.

Saya FITRY INDRIANIE, mahasiswa Departemen Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Sehubungan dengan penelitian yang akan Saya lakukan mengenai tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan pilihan masuk ke departemen di IPB melalui jalur USMI, saya meminta kesediaan Saudara/i menjadi salah satu responden untuk mengisi kuesioner ini. Informasi yang Saudara/i berikan bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Terima kasih atas partisipasi dan kerjasama Saudara/i.

Bagian I. Identitas

NAMA …

Jenis Kelamin : 1. Laki-Laki 2. Perempuan

Asal Daerah : 1. Bogor 2. Jawa 3. Luar Jawa

Daerah asal SMA (sebutkan Provinsinya saja) :

Tempat tinggal di Bogor :

No. HP : Email :

1. Rumah Orang tua 2. Asrama

3. Kontrakan 4. Kostan

5. Lainnya

Bagian II. Latar Belakang Latar Belakang Pemilihan Departemen

… Apakah mendapatkan

Beasiswa bidik misi 1. Ya (...) 2. Tidak Siapakah pihak yang

berperan dalam pemilihan departemen

Dari mana Saudara/i mendapatkan informasi awal mengenai departemen pilihan:

1. Orang tua 2. Kemauan Sendiri

1. Brosur/publikasi oleh pihak IPB

2. Orang Tua

3. Guru BK di SMA 4. Kakak kelas di IPB

3. Guru BK/Wali Kelas SMA

4. Kakak kelas di IPB

5. Lainnya ....

5. Lainnya ....

Pendidikan terakhir orangtua 1. Setinggi-tingginya SD 2. SMP

3. SMA

4. Diploma (D1,D2,D3)

5.Sarjana (S1,S2,S3) Besar penerimaan perbulan 1. Rp. 100.000-Rp.200.000

2. Rp. 200.001-Rp.300.000

3. Rp.300.00-Rp.400.000 4. Rp.400.001Rp.500.000


(3)

Lampiran 2 (lanjutan)

Bagian III. Latar belakang (lanjutan)

Bagian III. Aktivitas Apakah saat ini Anda aktif dalam organisasi dan kepanitiaan (sebutkan jika Ya)

1. Ya (...) 2. Tidak

Bagaimanakah pengaruh organisasi/kepanitiaan terhadap minat belajar Anda :

1. Sangat berpengaruh 2. Berpengaruh

3. Biasa saja

4. Tidak Berpengaruh

5. Sangat tidak berpengaruh

Bagian IV. Kesesuaian Departemen Departemen Anda saat ini

merupakan pilihan : 1. Pilihan 1 2. Pilihan 2 3. Pilihan IPB Menurut Anda, apakah

departemen Anda saat ini sesuai dengan anda :

1. Ya 2. Tidak

Jika ya, apa alasan anda: …

Jika tidak, apa yang membuat anda bertahan di departemen ini:

… Pekerjaan orangtua

Besarnya BPMP per semester

1. PNS 2. Wiraswasta 1. Rp. 600.000 2. RP. 900.000

3. Swasta 4. ABRI/Tentara 3. Rp. 1.200.000 4. Rp. 1.600.000

5.Lainnya… 5.Lainnya… Penghasilan orang tua

(dalam Ribuan Rp.)

1. P≤500 2. 500<P≤1000 3. 1000<P≤2500

4. 2500<P≤5000 5. 5000<P≤7500 6. 7500<P≤10.000


(4)

Lampiran 2 (lanjutan)

Bagian IV. Tingkat kepuasan atribut

Dibawah ini terdapat pertanyaan mengenai tingkat kepuasan atribut menurut persepsi Saudara/i. Pada pertanyaan tersebut dimohon Saudara/i memberi tanda check list (√) pada kolom yang menurut Saudara/i paling tepat. Dalam hal ini tidak ada jawaban yang benar atau salah, tetapi melihat angka-angka terbaik menurut persepsi Saudara/i.

Secara umum, bagaimana tingkat kepuasan di departemen? a. Sangat puas b. Puas c. Biasa saja d. Tidak puas e. Sangat tidak puas

No Atribut

Harapan Kepuasaan/kenyataan

Sangat Tidak Penting

(1)

Tidak penting

(2)

Biasa saja

(3)

Pentin g (4)

Sangat penting (5)

Sangat tidak puas (1)

Tidak puas

(2)

Biasa saja

(3)

Puas (4)

Sangat Puas (5)

1 Prestasi akademik

2 Kondisi lingkungan kelas

3

Kondisi lingkungan tempat tinggal apakah mendukung prestasi

belajar

4 Kelengkapan fasilitas yang menunjang proses belajar mengajar

5 Pemilihan departemen pengampu

6 Informasi awal mengenai departemen

7 Metode belajar

8 Keberadaan teman dekat / sahabat

9 Beasiswa

10 Keaktifan berorganisasi

11 Keikutsertaan dalam kepanitiaan-kepanitiaan

12 Layanan Akademik di Departemen

13 Kesesuaian mata kuliah 14 Peluang Kerja


(5)

Lampiran 3 Frekuensi peubah-peubah yang digunakan

Peubah Kategori Jumlah Persentase (%)

Jenis kelamin Laki-laki

perempuan

49 117

29,52 70,48

Total 166 100

Asal daerah Bogor

Jawa Luar Jawa

30 101 35

18,07 60,85 21,08

Total 166 100

Asal daerah SMA Sumatera

Jawa

Nusa Tenggara Sulawesi

29 132 2 3

17,48 79,52 1,20 1,80

Total 166 100

Tempat tinggal di Bogor Rumah orang tua Asrama

Kontrakan Kostan

Rumah saudara

24 8 32 98 4

14,46 4,82 19,28 59,03 2,41

Total 166 100

Latar belakang pemilihan departemen

Dipilihkan IPB Kemauan sendiri Rekomendasi orang tua Rekomendasi guru Lainnya

59 68 21 5 13

35,54 40,97 12,65 3,01 7,83

Total 166 100

Mendapatkan beasiswa bidik misi Ya Tidak

0 166

0 100

Total 166 100

Pihak yang berperan dalam pemilihan departemen

Orang tua Kemauan diri Guru di SMA IPB

Lainnya

47 66 9 30 14

28,31 39,76 5,42 18,07 8,43

Total 166 100

Informasi awal mengenai departemen

Brosur/publikasi oleh pihak IPB Orang tua

Guru di SMA Kakak kelas di IPB Lainnya

70 22 34 18 22

42,17 13,25 20,49 10,84 13,25

Total 166 100

Pendidikan terakhir orang tua Setinggi-tingginya SD SMP

SMA

Diploma (D1,D2,D3) Sarjana (S1,S2,S3)

12 12 46 10 86

7,23 7,23 27,71 6,02 51,81


(6)

Lampiran 3 (lanjutan)

Besar penerimaan per bulan Rp. 100.000-200.000 Rp. 200.001-300.000 Rp. 300.001-400.000 Rp. 400.001-500.000 >Rp. 500.000

1 11 21 42 91

0,60 6,62 12,65 25,30 54,82

Total 166 100

Pekerjaan orang tua PNS Wiraswasta Swasta Petani Pensiunan lainnya

75 26 28 8 11 18

45,18 15,67 16,87 4,81 6,63 10,84

Total 166 100

Besar BPMP per semester Rp. 600.000 Rp. 900.000 Rp. 1.200.000 Rp. 1.600.000 Rp. 1.700.000 Lainnya

18 35 75 12 11 15

10,84 21,09 45,18 7,23 6,62 9,04

Total 166 100

Penghasilan orang tua P≤ Rp. 500.000

Rp. 500.000 < P ≤ Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 < P ≤ Rp. 2.500.000 Rp. 2.500.000 < P ≤ Rp. 5.000.000 Rp. 5.000.000 < P ≤ Rp. 7.500.000 Rp. 7.500.000 < P ≤ Rp. 10.000.000 P>10.000.000

Lainnya

10 21 51 60 9 6 7 2

6,02 12,66 30,72 36,15 5,42 3,61 4,22 1,20

Total 166 100

Keaktifan organisasi Aktif Tidak aktif

148 18

89,15 10,85

Total 166 100

Pengaruh organisasi terhadap minat belajar

Sangat berpengaruh Berpengaruh Biasa saja

Tidak berpengaruh Sangat tidak berpengaruh

30 67 60 8 1

18,72 40,36 36,14 4,82 0,60

Total 166 100

Tipe pilihan departemen Pilihan 1 Pilihan 2

Pilihan alokasi IPB

43 44 79

25,90 26,50 47,59

Total 166 100

Kesesuaian departemen Sesuai Tidak sesuai

136 30

81,93 18,07