LAPORAN METODE ANALISIS FAKTOR Diajukan

LAPORAN
METODE ANALISIS FAKTOR
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Kelompok Besar
Mata Kuliah Metode Analisis Perencanaan
Dosen: Firsta Rekayasa H,ST, MT

DISUSUN OLEH :
D1091151006

Bagus Hidayat

D1091151007

Bella Widya Pertiwi

D1091151009

Kasih Anggarini

D1091151020

Nur Devianti

PROGRAM SARJANA PERENCANAAN WILAYAH KOTA
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2017

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.
Salam dan shalawat dipanjatkan kepada junjungan kita semua, Rasulullah
Muhammad SAW, keluarga, dan seluruh sahabat-Nya yang selalu menjadi suri
teladan yang baik.
Makalah ini berjudul “Meode Analisis Faktor”. Laporan ini bertujuan
untuk memenuhi tugas mata kuliah metode analisis perencanaan . Selain itu,
laporan ini juga dapat menambah wawasan kita tentang metode apa saja yang bisa
digunakan untuk menganalisis masalah perencanaan wilayah dan kota
salahsatunya metode faktor. Banyak pihak yang telah membantu dalam proses
penyelesaian laporan ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada
ibu Firsta Rekayasa H,ST,MT selaku dosen mata kuliah metode analisis
perencanaan yang telah memberikan tugas ini sekaligus membimbing kami dalam
membuatnya. Kami menyadari, bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
memperbaiki laporan ini. Kami juga berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi
siapa pun yang membacanya.

Pontianak, 24 Maret 2017
Penyusun

1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar..........................................................................................................i
Daftar Isi ..................................................................................................................ii
BAB 1. PENDAHULUAN
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang ............................................................................................1
Rumusan Masalah .......................................................................................2
Tujuan ..........................................................................................................2
Manfaat ........................................................................................................3

BAB 2 METODE ANALISIS FAKTOR
A. Pengertian Metode Analisis Faktor.............................................................4
B. Tujuan analisis faktor...................................................................................4
C. Aumsi-asumsi analisis faktor.......................................................................5
D. Model analisis faktor....................................................................................5
E. Langkah-Langkah Dalam Menggunakan Analsis Faktor............................6
F. Studi kasus...................................................................................................7
G. aplikasi penggunaan metode analisis faktor dalam spss..............................7
H. output dari spss...........................................................................................15
I. interpretasi hasil analisis............................................................................21
BAB 5 PENUTUP
A. Kesimpulan ...............................................................................................23
B. Saran ..........................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………24
JOB DESK.............................................................................................................25

2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehidupan manusia di dunia dipenuhi dengan banyak pilihan
termasuk dalam hal memfasilitasi kebutuhan hidup, masyarakat banyak
diberikan pilihan pelayanan yang akan digunakan untuk memenuhi
kebutuhannya. Dari sekian banyak pelayanan yang menjadi pilihan
masyarakat akan memilih satu atau lebih fasilitas pelayanan yang akan
dipilih untuk memenuhi kebutuhannya.
Pemerintah sebagai penyedia pelayanan harus mampu membaca
kebutuhan masyarakat, jika fasilitas tersebut sudah di lempar ke
lingkungan masyarakat maka pemeintah harus tetap memantau apakah
fasilitasnya tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat atau tidak,
sehingga jika stakeholdernya sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan
masyarakat, pemerintah harus melakukan inovasi pelayanan. Salah satu
metode untuk mengetahui tingkat kebutuhan pelayanan terhadap suatu
fasilitas adalah dengan melakukan analisis faktor.
Analisa faktor adalah suatu metode untuk menganalisis sejumlah
observasi, dipandang dari sisi interkorelasinya untuk mendapatkan apakah
variasi-variasi yang nampak dalam observasi itu mungkin berdasarkan atas
sejumlah kategori dasar yang jumlahnya lebih sedikit dari yang nampak
(Fruchter, 1954). Sementara itu Kerlinger (1990) mengungkapkan bahwa
faktor adalah gagasan atau konsep suatu hipotesis yang sungguh-sungguh
ada yang mendasari suatu tes, skala, aitem dan pengukuran-pengukuran
dalam banyak hal.

1

Dalam analisis faktor ini menggunakan studi kasus peningkatan
pelayanan sebuah pasar tradisional yang dimana dalam variabelnya
mencakup Kenyamanan, Kebersihan, Tempat Parkir, Lokasi Pasar,Kinerja
Fasilitas, Pelayanan, Keamanan, Kelengkapan Barang, Harga Barang, dan
Keindahan. Tehnik analisis faktor bagitu penting karena ada banyak faktor
yang mempengaruhi penilaian konsumen dalam menentukan suatu
pelayanan. Analisis ini tepat dan baik untuk menentukan strategi
peningkatan fasilitas pelayanan masyarakat salah satunya pelayanan pasar
tradisional, bahkan tataran yang lebih tinggi bisa dipakai untuk segmentasi
pelayanan pasar tradisional berdasarkan preferensi masyarakat terhadap
atribut fasilitas yang mereka gunakan. Tehnik ini sangat bermanfaat dalam
mengetahui preferensi masyarakat terhadap suatu fasilitas pelayanan pasar
tradisional yang terdapat di pasar tersebut. Jadi analisis faktor bermanfaat
untuk mengurangi pengukuran-pengukuran dan tes-tes yang beragam
supaya menjadi sederhana.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :
a)
b)
c)
d)

Apa yang dimaksud dengan metode analisis faktor ?
Bagaimana penggunaan metode analisis faktor ?
Bagaimana penerapan metode analisis faktor terhadap SPSS ?
Bagaimana hasil output dari metode analisis faktor ?

C. Tujuan Penulisan
Tujusn dari penulisan laporan dalam metode analisis faktor adalah
prosedur untuk menggandakan informasi dengan cara mengubah
sekelompok variabel atau lebih yang menganalisis pembentukan group
dari data yang sama tanpa membuang informasi yang lama.

D. Manfaat Penulisan

2

Adapun manfaat dari penulisan laporan ini adalah sebagai berikut :
a) Menambah wawasan kepada pembaca tentang metode analisis faktor
b) Memberikan pemahaman kepada pembaca tentang penerapan metode
analisis faktor dalam kehidupan sehari-hari
c) Memberikan pemahaman kepada pembaca cara mensimulasi metode
analisis faktor terhadap penggunaan aplikasi SPSS
d) Menambah pemahaman kepada pembaca tentang output dari metode
analisis faktor

3

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Analisis Faktor
Analisis Faktor adalah prosedur untuk menggandakan informasi
dengan cara mengubah sekelompok variabel atau lebih yang menganalisis
pembentukan group dari data yang sama tanpa membuang informasi yang
lama.
Analisis faktor juga dapat didefinisikan sebagai berikut :


Analisis faktor tergolong dalam teknik untuk mereduksi data.



Analisis faktor merupakan teknik mereduksi data dengan prosedur
menyederhanakan sejumlah variable yang mempunyai hubungan
menjadi kelompok variabel yang lebih kecil (faktor) dengan
kandungan kelengkapan informasi yang sama dengan data aslinya
(tanpa mengurangi informasi yang terdapat dalam variabel).

B. Tujuan Analisis Faktor
Pada dasarnya tujuan analisis faktor adalah untuk melakukan data
summarization

untuk

variabel-variabel

yang

dianalisis,

yakni

mengidentifikasi adanya hubungan antar variabel. Analisis faktor juga
bertujuan melakukan data reduction, yakni setelah melakukan korelasi,
dilakukan proses membuat sebuah variabel set baru yang dinamakan
faktor. Selain dua tujuan utama tersebut, terdapat tujuan lainnya seperti:
1. Untuk mereduksi sejumlah variabel asal yang jumlahnya banyak
menjadi sejumlah variabel baru yang jumlahnya lebih sedikit dari
variabel asal, dan variabel baru tersebut dinamakan faktor atau
variabel laten atau konstruk atau variabel bentukan.

4

2. Untuk mengidentifikasi adanya hubungan antar variabel penyusun
faktor atau dimensi dengan faktor yang terbentuk, dengan
menggunakan pengujian koefisien korelasi antar faktor dengan
komponen pembentuknya. Analisis faktor ini disebut analisis faktor
konfirmatori.
3. Untuk menguji valisitas dan reliabilitas instrumen dengan analisis
faktor konfirmatori.
4. Validasi data untuk mengetahui apakah hasil analisis faktor
tersebut dapat digeneralisasi ke dalam populasinya, sehingga
setelah terbentuk faktor, maka peneliti sudah mempunyai suatu
hipotesis baru berdasarkan hasil analisis tersebut.

C. Asumsi – Asumsi Analisi Faktor
Analisis faktor memiliki asumsi-asumsi yang harus terpenuhi, yaitu:
1. Korelasi antar variabel Independen. Besar korelasi atau korelasi
antar independen variabel harus cukup kuat, misalnya di atas 0,5
2. Besar korelasi parsial, korelasi antar dua variabel dengan
menganggap tetap variabel yang lain, justru harus kecil. Pada SPSS
deteksi terhadap korelasi parsial diberikan lewat pilihan AntiImage Correlation.
3. Pengujian seluruh matriks korelasi (korelasi antar variabel), yang
diukur dengan besaran Bartlett Test of Sphericity atau Measure
Sampling Adequacy (MSA). Pengujian ini mengharuskan adanya
korelasi yang signifikan di antara paling sedikit beberapa variabel.
4. Pada beberapa kasus, asumsi Normalitas dari variabel-variabel atau
faktor yang terjadi sebaiknya dipenuhi.

5

D. Model Analisis Faktor
Secara matematis, analisis faktor agak mirip dengan regresi linear
berganda, yaitu bahwa setiap variabel dinyatakan sebagai suatu kombinasi
linear dari faktor yang mendasari (underlying factors). Jumlah (amount)
varian yang disumbangkan oleh suatu variabel dengan variabel lainnya
yang tercakup dalam analisis disebut communality. Kovariasi antara
variabel yang diuraikan, dinyatakan dalam suatu common factors yang
sedikit jumlahnya ditambah dengan faktor yang unik untuk setiap variabel.
Faktor-faktor ini tidak secara jelas terlihat (not overly observed).
Kalau variabel-variabel dibakukan (standardized), model analisis
faktor dapat ditulis sebagai berikut :

dimana:
μ = rata-rata dari variabel ke-i
εi = faktor spesifik (specific factors) ke-i.
λi = loading untuk variabel ke-i pada faktor ke-j.
Fj = common factors ke-j
i = 1, 2, … , p dan j = 1, 2, …, q

E. Langkah – Langkah Melakukan Analisis Faktor
Adapun langkah – langkah dalam melakukan analisis faktor, sebagai
berikut:
1. Menentukan variable apa saja yang akan di analisis.
2. Menguji variable yang telah ditentukan ( dengan menggunaan
metode Bartlett test of Sphericity serta pengukuran MSA ).
3. Melakukan proses inti yaitu factoring.

6

4. Melakukan proses factor rotation atau melakukan rotasi terhadap
yang telah terbentuk.
5. Interpretasi atau faktor yang telah terbentuk, khususnya memberi
nama atas faktor yang terbentuk tersebut yang dianggap dapat
mewakili variable anggota faktor tersebut.
6. Validasi atas hasil faktor untuk mengetahui apakah faktor yang
terbentuk telah valid.

F. Studi Kasus
Dalam analisis faktor ini menggunakan contoh kasus peningkatan
pelayanan sebuah pasar tradisional. Seorang penanggung jawab pasar
ingin mengetahui variabel-variabel apa yang dominan dipersepsikan oleh
konsumen. Variabel-variabel tersebut kemudian dibuat kuesioner dan
disebarkan pada pengunjung swalayan sebanyak 100 orang sebagai
sampel. Variabel pertanyaan tersebut meliputi :Kenyamanan, Kebersihan,
Tempat Parkir, Lokasi Pasar,Kinerja Fasilitas, Pelayanan, Keamanan,
Kelengkapan Barang, Harga Barang, dan Keindahan
G. Tahapan Pengolahan Analisis Faktor dengan SPSS
Setelah penjelasan mengenai aplikasi SPSS dan pembahasan analisis faktor,
data yang telah diperoleh oleh pengamat, kemudian di analisis dengan metode
Analisis Faktor menggunakan program IBM SPSS 22 sebagai berikut.
1)

Siapkan data yang akan di olah. Agar mempermudah lebih baik input

dalam Excel.

7

Gambar 1 Tampilan Data Dalam Excel (Bagian 1)

Gambar 1 Tampilan Data Dalam Excel (Bagian 2)

8

Gambar 1 Tampilan Data Dalam Excel (Bagian 3)
2) Buka aplikasi SPSS, lalu klik Variable View. Ubah name menjadi V1
sampai V10 yang berguna mewakili 10 variabel studi kasus tersebut.
Begitupula dengan decimals yang diubah ke angka 0, label yang diubah
sesuai dengan variable studi kasus, serta measure yang diubah ke scale
yang berarti data tersebut dapat di ukur.
9

Gambar 2 Tampilan Variable View
3) Buka Data View, lalu buka data Excel dan copy ke-100 data tersebut (yang
berupa angka). Selanjunya paste data tersebut sehingga tampilan seperti
berikut.

10

Gambar 3 Tampilan Data View
4) Untuk memulai analisis, klik Analyze, Dimension Reduction, dan Factor.

Gambar 4 Tampilan Memulai Analisis

11

5) Setelah langkah ke-4, akan muncul tampilan seperti berikut. Pilih semua
variable dan klik panah pada lingkar merah, dan akan berpindah pada
kotak variables.

Gambar 5 Tampilan Analisis Faktor

6) Selanjutnya akan terlihat tampilan berikut.

Gambar 6 Tampilan Setelah Variabel Dipindahkan
7) Klik Descriptives, lalu ceklis Initial Solution, Anti-Image, dan KMO and
Bartlett’s test of sphericity dan continue.

12

Gambar 7 Tampilan Descriptives

8) Klik Extraction dan beri ceklis pada Scree Plot dan klik Continue.

Gambar 8 Tampilan Extraction
9) Klik Rotation, pilih metode Varimax dan ubah Maximum Iterations for
Convergence dari 25 menjadi 5 dan Continue.

13

Gambar 9 Tampilan Rotation

10) Klik Scores, beri ceklis Save As Variable, Regression dan Continue.

Gambar 10 Tampilan Scores
11) Setelah beberapa langkah di atas dilakukan, klik OK untuk mendapatkan
output atau hasil dari olahan data tersebut yang melalui analisis faktor.

14

H. Output
Output dari analisis faktor yang dianalisis menggunakan SPSS memiliki
beberapa ketentuan. Ketentuannya sebagai berikut:
•Hipotesa untuk signifikansi :
- Ho : sampel (variable) belum memadai untuk di analisis lebih lanjut
- Hi : sampel (variable) sudah memadai untuk di analisis lebih lanjut
Kriteria melihat signifikansi :
- Sig > 0,05 = Ho diterima
- Sig < 0,05 = Ho ditolak
•MSA berkisar 0 sampai 1 :
- MSA = 1 . Variabel tersebut dapat diprediksi tanpa kesalahan oleh
variable lain
- MSA > 0,5 , variable masih bisa diprediksi dan bisa di analisis lebih
lanjut
- MSA < 0,5 , variable tidak dapat diprediksi dan tidak dapat di
analisis lebih lanjut,
atau harus dikeluarkan dari variable lainnya.
Hasil dari analisis faktor menggunakan SPSS ialah sebagai berikut:
1. Tabel KMO dan bartlett's

15

Sumber: Hasil analisis SPSS tahun 2017
Tabel KMO dan bartlett's test di atas terlihat angka KMO
Measure of sampling Adequacy (MSA) adalah 0.568. Karena nilai
0.568 (> 0.5) maka variable masih bisa diprediksi dan bisa di analisis .
Hal ini juga menunjukkan kecukupan dari sampel. Angka KMO dan
Bartlett's test (yang tanpak pada nilai chi-square) sebesar 574,473
dengan nilai signifikansi 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa adanya
korelasi antar variabel dan layak untuk proses lebih lanjut.
2. Tabel Anti image Matrix

Sumber:: Hasil analisis SPSS tahun 2017
Pada tabel Anti-image Matrice di atas, khusus pada bagian
(anti Image Correlation) terlihat angka yang bertanda (a) dan dilingkari
garis berwarna merah yang menandakan besaran MSA sebuah variabel.
Variabel kenyamanan 0.736, kebersihan 0.659, tempat parkir 0.569,
lokasi parkir 0.569, kinerja fasilitas 0.520, pelayanan 0.652,
keamananan 0.564, kelengkapan barang 0.581, harga barang 0.811
dan keindahan 0.517. Nilai MSA masing-masing variabel besarnya >
0.5 maka semua variabel dapat diproses lebih lanjut.

16

3. Tabel Communatlites

Sumber: Hasil analisis SPSS tahun 2017
Tabel Communalities, variabel
kenyamanan

besarnya

0,551. Hal ini berarti sekitar 55,1% varians dari variabel
kenyamanan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel
kebersihan 0,483 hal ini berarti 48,3% varian dari variabel
kebersihan tidak dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.
Demikian juga untuk variabel yang lain. Semakin kecil nilai
communalities berarti semakin lemah hubungannya dengan
faktor yang terbentuk.
4. Tabel Total Variance Explaided

Sumber: Hasil analisis SPSS tahun 2017
Pada tabel Total Variance Explained di atas menunjukkan
ada 4 faktor yang terbentuk dari 10 variabel yang di masukkan.
Masing-masing faktor eigenvalue > 1. Faktor 1 eigenvalue sebesar
2,938 dengan variance (29,382%), Faktor 2 eigenvalue sebesar 2,024
dengan variance (20,237%), Faktor 3 eigenvalue sebesar 1,193

17

dengan (11,933%) dan Faktor 4 eigenvalue sebesar 1,142 dengan
variance (11,422%).Nilai eigenvalue menggambarkan kepentingan
relatif masing-masing faktor dalam menghitung varians dari 10
variabel yang di analisis. Bila semua variabel dijumlahkan bernilai 10
(sama dengan banyaknya variabel).
2,938/10 x 100% = 29,38%
2,024/10 x 100% = 20,24%
1,193/10 x 100% = 11,93%
1,142/10 x 100% = 11,42%
Total varians apabila dari 10 variabel diekstrak menjadi 4 faktor
adalah: 29,382 % + 20,237% + 11,933 % + 11,422% = 72,974%
Besarnya varians yang mampu dijelaskan oleh faktor baru yang
terbentuk

adalah

72,974%

sedangkan

sisanya

27,026%

dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti.
5. Grafik Scree Plot

Gambar 11. Screen Plot
Sumber: Hasil analisis SPSS tahun 2017
Grafik sceen plot diatas menerangkan hubungan antara
banyaknya faktor yang terbentuk dengan nilai eigenvalue yang
berada di grafik. Dimana juga dijelaskan dalam tabel total
variance explaided bahwa banyaknya faktor yang terbentuk
dilihat dari nilai eigenvalue. Dimana faktor yang terbetuk jika
agigenvalue > 1. Jadi dari gambar diatar banyaknya faktor yang
terbentuk dari 10 Variariabel adalah 4 faktor.

18

6. Tabel Rotated Componet Matrixa

Sumber: Hasil analisis SPSS tahun 2017
Rotated Component matrix nilai loading faktor dari tiaptiap variabel. Loading faktor merupakan besarnya korelasi antara
faktor yang terbentuk dengan variabel tersebut. Pada tabel
sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa dari 10 variabel telah
terbentuk 4 faktor. Faktor –faktor tersebut diisi oleh beberapa dari
variabel. Dapat dilihat kembali pada tabel diatas terdapat angka
tertinggi disetiap variabel yang telah diberi warna. Angka-angka
tersebut menunjukan kedudukan variabel didalam 4 faktor yang telah
ditentukan. Pada variabel kenyaman angka tertingginya di faktor ke
4 sebesar 0,692 maka masuk kedalam faktor 4, variabel
kebersihan angka tertingginya di faktor ke 4 sebesar 0,560 maka
masuk kedalam faktor 4, Variabel Tempat Parkir angka
tertingginya di faktor ke 2 sebesar 0,942 maka masuk kedalam
faktor 2, Variabel lokasi pasar angka tertingginya di faktor ke 1
sebesar 0,952 maka masuk kedalam faktor 1, Variabel kinerja
fasilitas angka tertingginya di faktor ke 3 sebesar 0,939 maka masuk
kedalam faktor 3 , Variabel pelayanan angka tertingginya di faktor
ke 3 sebesar 0,413 maka masuk kedalam faktor 3 ,Variabel
keamanan angka tertingginya di faktor ke 2 sebesar 0,953 maka
masuk kedalam faktor 2, Variabel Kelengkapan barang angka
tertingginya di faktor ke 1 sebesar 0,948 maka masuk kedalam
faktor 1 ,variabel harga barang angka tertingginya di faktor ke 1
19

sebesar 0,210 maka masuk kedalam faktor 1, variabel harga
barang angka tertingginya di faktor ke 3 sebesar 0,931 maka masuk
kedalam faktor 3. Hal ini juga menunjukan korelasinya paling tinggi
diantara faktor yang lain.
7. Tabel Compenent Transformation Matrix

Sumber: Hasil analisis tahun 2017
Tabel Component Transformation matrix, menunjukan hasil rotasi
varimax. Variabel-variabel sudah terditribusikan ke masing-masing
faktor yaitu 4 faktor yang terbentuk.
Setelah dilakukan rotasi dan terbentuk 4 faktor, selanjutnya memberi
nama faktor tersebut. Penamaan faktor ini tergantung peneliti dan
dapat mewakili variabel-variabelnya.
Dan berikut ini merupakan penamaan faktor menurut peneliti sebagai
peneliti:
1. Faktor 1 terdiri dari variabel lokasi pasar, kelengkapan barang,
dan harga barang. Diberi nama Faktor Lokasi dan Barang.
2. Faktor 2 terdiri dari variable tempat parkir dan keamanan. Diberi
nama Faktor Keamanan.
3. Faktor 3 terdiri dari variabel kinerja fasilitas, pelayanan, dan
keindahan. Diberi nama Faktor Fisik.
4. Faktor 4 terdiri dari variabel kenyamanan dan kebersihan. Diberi
nama Faktor Kenyamanan.
I. Interpretasi hasil analisis
Dalam kasus peningkatan pelayanan pasar tradisional dengan
melakukan kuisioner ke 100 responden dengan 10 variabel dan dianalisis
menggunakan analisis faktor maka di dapatkan 4 faktor yaitu faktor lokasi
dan barang,faktor keamanan,faktor fisik dan faktor kenyamanan.
Keterkaitan studi kasus ini dengan ilmu PWK ialah dengan meningkatnya
20

pelayanan di pasar tradisional maka akan menambah pendapatan daerah
dan pedagang pasar.
langkah-langkah dalam peningkatan pelayanan pasar teradisioanal dengan
diketahui 4 faktor yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut:
1. Faktor lokasi dan barang : dimana lokasi pasar harus tenjangkau oleh
masyarakat seperti dekat dengan pemukiman ,barang yang dijual
dipasar harus lengkap dan harganya terjangkau agar daya beli
masyarakat bertambah
2. Faktor keamanan : yaitu suatu pasar harus aman dan nyaman baik bagi
pedagang dan pembeli seperti tidak adanya pereman,pencuri dipasar
agar masarakat tenang dan tidak merasa waswas,tidak hanya
keamanan tetapi tempat parkir juga harus ada supaya kedaraan yang
memasuki pasar tertata rapi dan tidak mengganggu lalu lintas.
3. Faktor fisik : yaitu tersediannya saranan dan prasaran , pelayanan
pedangan yang baik juga akan menambah daya tarik pasar serta
arsitektur pasar
4. Faktor Kenyaman : dengan pembersihan pasar setiap hari makan
banyak masyarakat yang akan datang kepasar tradisional yang bersih
dan nyaman dan pasar tradisional tidak akan dianggap tempat yang
tidak higenis dan tidak nyaman .

21

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Analisi faktor dapat digunakan dalam berbagai ilmu misalnya saja
PWK . Dalam ilmu PWK analisi faktor tentu digunakan untuk
mengetahui faktor apa saja baik faktor yang baik dan faktor buruk
contohnya dalam studi kasus kami meningkatkan pelayanan salah
satu faktornya ialah faktor keamanan bila suatu pasar dengan
keamanan yang sangat rendah akan mengurangi kinerja dari
sebuah pasar dan merugikan masyarakat baik pedagang dan
pembeli jadi pemerintah harus menyediakan pos penjagaan
.Output dari analisis faktor (skor faktor) dapat digunakan sebagai
input

untuk

analisis-analisis

statistika

multivariat

lainnya

(misalkan analisis cluster, analisis diskriminan, dan analisis regresi
linier berganda). Dengan menggunakan analisis faktor (principal
component analysis) jumlah variabel awal akan direduksi menjadi
sejumlah faktor yang berhasil diekstraksi sehingga akan lebih
memudahkan perhitungan.
B. Saran
Laporan ini, diharapkan dapat menjadi refrensi untuk menambah
metode analisis dalam mengetahui faktor masalah, potensi,
kekuatan dari suatu wilayah dan kota bagi planner. Selain itu,
Laporan ini ditujukan kepada Pemerintah Daerah sebagai sarana
aspirasi warga untuk kinerja dan peningkatan pasar tradisional
yang bersangkutan dengan studi kasus.

22

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Analisis Faktor (Factor Analysis)
https://www.rumusstatistik.com/2015/03/analisis-faktor-factoranalysis.html. 16 Maret 2017
Hidayat, Anwar. 30 Maret 2014. Penjelasan Analisis Faktor – PCA dan CFA.
https://www.statistikian.com/2014/03/analisis-faktor.html. 16 Maret 2017
Hidayat, Anwar. 31 Maret 2014. Asumsi Analisis Faktor dengan SPSS.
https://www.statistikian.com/2014/03/asumsi-analisis-faktor-denganspss.html. 16 Maret 2017
Setiawan, Nasrul. 9 Maret 2013. Teori Analisis Faktor (Factor Analysis)
http://statistikceria.blogspot.co.id/2013/03/teori-analisis-faktor-factoranalysis.html. 16 Maret 2017

23

JOB DESK
NO

TUGAS

1

Pembuatan PPT

NAMA
Bagus Hidayat
Bella Widya Pertiwi
Kasih Anggarini
Nur Devianti

2

BAB 1

3

BAB 2

Bagus Hidayat
Bella Widya Pertiwi
Kasih Anggarini
Nur Devianti

4

BAB 3

Bella Widya pertiwi

24

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

LAPORAN METODE ANALISIS FAKTOR Diajukan