BAB I PENDAHULUAN - 02 Isi Standar Mutu

BAB I PENDAHULUAN Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan kewajiban bagi

  seluruh Perguruan Tinggi yang berada di wilayah Republik Indonesia sesuai dengan amanat PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Menurut Pasal 91 ayat (1) bahwa Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu

  

pendidikan dan Pasal 91 ayat (3) menyatakan bahwa Penjaminan

mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar

  Nasional Pendidikan Pelaksanaan penjaminan mutu di UNDANA dimaksudkan untuk tercapainya visi, misi dan tujuan Universitas Nusa Cendana dan memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan UNDANA baik internal maupun eksternal. Untuk itu perlu disusun Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berdasarkan karakteristik dan kekhasan UNDANA sendiri yang berlaku bagi segenap unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan Universitas Nusa Cendana.

  Penjaminan mutu akan berjalan efektif dan berkelanjutan apabila ada standar dan sasaran yang akan dicapai berdasarkan pada komitmen pimpinan dan seluruh pemangku kepentingan untuk membuat dan menjalankan kebijakan SMPI. Standar mutu dibuat berdasarkan standar yang telah dikembangkan oleh BAN-PT dengan tetap mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan. Standard dan sasaran mutu ini digunakan sebagai dasar acuan bagi seluruh kegiatan di UNDANA dalam rangka mencapai visi yaitu Sebagai Perguruan Tinggi Berwawasan Global

BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN VISI

  “Menjadi Global Oriented University”

  Misi : 1.

  MenyelenggarakanPendidikanTinggibermutu yang berpusatpadamahasiswa (student-centered learning) danberorientasi global

  2. Menghasilkaninovasi yang berorientasipengembanganIpteksberbasiskeunggulanlokalmelaluike rjasamanasionaldaninternasional yang dapatdimanfaatkanolehmasyarakat

  3. MenyelenggarakankegiatanpengabdianmasyarakatberbasisIpteksme laluikerjasamadenganpemerintah, industridanmasyarakatdalamrangkapeningkatankualitashidupmasya rakatdanpelestarianlingkungan.

  4. Mengembangkanorganisasi yang sehatmelaluipeningkatankapasitas (capacity building

  ) danpenerapanprinsip “Good University

  Governance ” berbasisteknologikomunikasidaninformasi (ICT).

  Tujuan: 1.

  Menghasilkanlulusanberkualitas: trampil, ahlidanprofesional yang mampubersaingsecarainternasional; berbudipekertiluhur, berwawasankebangsaan, disiplin 2. Mengembangkansistempendiddikan yang profesional 3. Meningkatkanjaringankerjasama 4. Mengembangkansistemmanajemen yang dinamisdanprofesional, efektif, efisien, danakuntabel

  SASARAN 1.

  Sivitas Akademika yang menguasai bidang keahliannya, mampu mengaktualisassikan diri, berkomunikasi dan bekerjasama, baik di tingkat nasional maupun internasional.

2. Lulusan yang mampu bersaing dan cepat terserap pasar tenaga kerja.

BAB III LUAS LINGKUP DAN FUNGSI STANDAR MUTU A. LUAS LINGKUP STANDAR Untukmencapaivisi, misidantujuannyaUniversitas Nusa Cendanatelahmenetapkanstandarberdasarkanstandar BAN-PT yang

  diintegrasikandengan 8 standar minimal yang wajibberdasarkan PP No

  19 Tahun 2005.Penetapanstandarinidilakukanadalahjugauntukmendukungpen jaminan mutu, pencapaianakreditasibaik program studimaupuninstitusi.Standarmencakupbaikbidangakademikmaupu n non akademik.

B. FUNGSI STANDAR 1.

  Petunjuk bagaimana Ketua Program Studi, dosen dan unit kerja yang terkait dengan standar untuk dapat merancang, menetapkan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan/meningkatkan standar.

  2. Petunjuk bagi para pejabat struktural dan atau unit kerja yang terkait dengan standar dalam melaksanakan pengawasan dan penilaian sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga mutu dapat ditingkatkan secara terus-menerus dan berkelanjutan.

3. Petunjuk bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan secara optimal sesuai dengan standar yang ditetapkan.

C. PIHAK YANG BERTANGGUNGJAWAB DALAM PENCAPAIAN /PEMENUHAN STANDAR ISI

  Dalam implementasi standar mutu isi terdapat pihak/subyek yang bertanggung jawab terhadap pencapaian/pemenuhan standar tersebut, yaitu 1.

  Pimpinan Universitas, Fakutas, Program Pascasarjana dan Program Studi 2. Pimpinan UPT dan Biro yang terkait dengan Standar 3. Dosen dantenagakependidikan 4. Mahasiswa

D. DEFINISI ISTILAH

  Definisi istilah dalam standar isi diperlukan untuk memudahkan dan menyamakan persepsi tentang istilah-istilah yang digunakan dalam implementasi Standar Isi di seluruh unit kerja di Undana.

  Definisi istilah dalam standar isi adalah sebagai berikut:

  1. Tata pamong (governance) merupakan sistem untuk memelihara efektivitas peran para konstituen dalam pengembangan kebijakan, pengambilan keputusan, dan penyelenggaraan program studi.

  2. Mahasiswa adalah pemangku kepentingan utama internal dan sekaligus sebagai pelaku proses nilai tambah dalam penyelenggaraan akademik yang harus mendapatkan manfaat dari proses pendidikan, penelitian, dan layanan/pengabdian kepada masyarakat.

3. Kurikulum merupakan rancangan seluruh kegiatan pembelajaran

  mahasiswa sebagai rujukan program studi dalam merencanakan, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi seluruh kegiatannya untuk mencapai tujuan program studi.

  4. Suasana akademik adalah kondisi yang dibangun untuk menumbuh-kembangkan semangat dan interaksi akademik antar mahasiswa-dosen-tenaga kependidikan, maupun dengan pihak luar untuk meningkatkan mutu kegiatan akademik, di dalam maupun di luar kelas.

  5. Penelitian adalah salah satu tugas pokok perguruan tinggi yang memberikan kontribusi dan manfaat kepada proses pembelajaran, pengembangan IPTEKS (ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni), serta peningkatan mutu kehidupan masyarakat.

BAB IV STANDAR MUTU STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

  1.1. Program studi memiliki visi, misi, tujuan dan sasaran yang jelas dan realistik.

  1.2. Sasaran, tujuan dan misi program studi merupakan penjabaran dari visinya

  1.3. Visi dan misi program studi sesuai dengan visi dan misi fakultas dan universitas

  1.4. Program Studi menjabarkan strategi pencapaian sasaran program studi dengan rentang waktu yang jelas, realistik dan didukung dokumen yang lengkap.

  1.5. Program studi memiliki strategi yang efektif agar visi, misi, tujuan dan sasaran program studi yang telah dijabarkannya dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan internal (dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan).

STANDAR 2. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU

  2.1. Program studi memiliki tata pamong yang dapat menjamin terlaksananya prinsip-prinsip tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil secara konsisten, terutama yang terkait dengan pelaku tata pamong dan sistem ketatapamongan yang baik (kelembagaan, instrumen, perangkat pendukung, kebijakan dan peraturan, serta kode etik). operasional, organisasi dan publik dijalankan secara efektif dan kuat.

  2.3. Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi (perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan sumber daya manusia, kepemimpinan, dan pengawasan) dijalankan secara efektif sesuai dengan prosedur operasi baku dan didukung oleh sistem dokumentasi yang lengkap.

  2.4. Program studi menerapkan sistem penjaminan mutu internal untuk bidang akademik (pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat) sesuai dengan standar penjaminan mutu, terdapat umpan balik dan tindak lanjutnya, dan didukung oleh sistem dokumentasi yang lengkap.

  2.5. Program studi secara berkelanjutan melakukan penjaringan umpan balik dari dosen, mahasiswa, alumni dan pengguna dan umpan balik tersebut ditidaklanjuti dan dijadikan masukan dalam penyusunan kurikulum, pelaksanaan proses pembelajaran dan peningkatan kegiatan program studi.

  2.6. Program studi memiliki dan menerapkan mekanisme yang dapat menjamin penyelenggaraan program akademik secara berkelanjutan dalam hal peningkatan mutu calon mahasiswa dan lulusan, pemanfaatan hasil kerjasama kemitraan/bisnis, dan prestasi perolehan hibah kompetitif.

  STANDAR 3. MAHASISWA DAN LULUSAN

  3.1. Rasio jumlah calon mahasiswa program studi S1 yang ikut seleksi terhadap daya tampung: > 3

  3.2. Rasio jumlah mahasiswa baru program studi S1 yang melakukan registrasi terhadap calon mahasiswa baru yang lulus seleksi : >95%

  3.3. Rasio jumlah mahasiswa program studi S1 baru transfer terhadap jumlah mahasiswa baru S1: < 0.25 diri pada angkatan yang sama: ≤ 6%

  3.5. Rata- rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan: ≥3.00

  3.6.Jumlah mahasiswa program studi yang memperoleh penghargaan juara lomba ilmiah, olah raga, maupun seni tingkat nasional atau internasional ≥ 1 orang per tahun.

  3.7. Persentase jumlah mahasiswa program studi S1 yang terlibat dalam pertukaran mahasiswa (student exchange) atau penelitian tugas akhir di luar negeri: ≥ 1orang

  3.8. Persentase mahasiswa program studi S1 yang lulus dengan tepat waktu: >50%

  3.9. Persentase jumlah mahasiswa program studi S1 penerima beasiswa di program studi per tahun: ≥ 35%

  3.10. Skor kepuasan wisudawan terhadap semua layanan akademik dan non- akademik: ≥ 3 (dari skala 0-4)

  3.11. Masa tunggu kerja pertama dari lulusan program studi S1 : < 6 bulan

  3.12. Kesesuaian bidang kerja dari lulusan program studi S1 dengan bidang studi : > 60%

  3.16. Pengguna lulusan program studi S1 menilai baik terhadap kualitas lulusan dari aspek integritas (etika dan moral), profesionalisme, kemampuan bahasa Inggris, penggunaan teknologi informasi, komunikasi, kerjasama tim dan pengembangan diri. Total skor dari ke tujuh kriteria : 21-28

  3.17. Mahasiswa program studi S1 memiliki akses dalam pelayanan bimbingan dan konseling, pengembangan minat dan bakat (ekstra- kurikuler), pembinaan kecakapan hidup, layanan beasiswa dan kesehatan.

  3.18. Program studi/jurusan/fakultas melaksanakan pelacakan dan perekaman data lulusan serta memiliki sistem dokumentasi yang komprehensif. lulusan program studi S1 untuk perbaikan proses pembelajaran, penggalangan dana, informasi pekerjaan, dan pembangunan jejaring.

  3.20. Alumni aktif berpartisipasi dalam mendukung pengembangan akademik dan non-akademik program studi dalam bentuk: (a) sumbangan dana, (b) sumbangan fasilitas, (c) keterlibatan dalam kegiatan akademik, (d) pengembangan jejaring dan (e) penyediaan fasilitas untuk kegiatan akademik.

STANDAR 4: SUMBER DAYA MANUSIA

  4.1. Program studi/jurusan/fakultas/universitas mengacu pada peraturan/pedoman yang berlaku dan melaksanakannya secara konsisten dalam proses seleksi, perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan.

  4.2. Program studi/jurusan/fakultas memiliki pedoman tertulis tentang pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja dosen dan tenaga kependidikan, dan melaksanakannya secara konsisten, serta mendokumentasikan rekam jejaknya.

  4.3. Program studi memiliki sistem pendokumentasian yang efektif dalam monitoring dan evaluasi kinerja dosen di bidang pendidikan, penelitian, pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat.

  4.4. Persentase dosen tetap dengan pendidikan terakhir S2 dan S3 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi program studi: ≥ 90%

  4.5. Persentasi dosen tetap yang berpendidikan S3 yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi program studi: ≥ 25%

  4.6. Persentase dosen tetap yang memiliki jabatan lektor, lektor kepala dan guru besar yang bidang keahliannya sesuai dengan kompetensi program studi: ≥ 40% sen yang memiliki Sertifikat Pendidik Profesional: ≥ 40%

  4.8. Rasio mahasiswa terhadap dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan bidang Program studi: 27-33 (untuk bidang sosial) dan 17-23 (untuk bidang eksakta)

  4.9. Rata-rata beban dosen per semester atau rata-rata FTE (Fulltime

  Teaching Equivalent ): 12 -13 sks

  4.10. Jumlah mata kuliah yang diampu oleh dosen tetap yang tidak sesuai bidang keahliannya: ≤ 3.

  4.11. Rata-rata tingkat kehadiran dosen tetap/tidak tetap dalam mengajar: ≥ 95%

  4.12. Jumlah mata kuliah yang diampu oleh dosen tidak tetap yang tidak sesuai bidang keahliannya: ≤ 2.

  4.13. Jumlah tenaga ahli/pakar dari luar PT sendiri (tidak termasuk dosen tidak tetap) yang diundang sebagai pembicara dalam seminar/pe latihan, pembicara tamu, dsb, selama 3 tahun terakhir: ≥

  12

  4.14. Rata-rata jumlah guru besar pada 3 tahun terakhir: ≥ 1

  4.15. Persentase jumlah dosen tidak tetap terhadap jumlah seluruh dosen: ≤ 10%

  4.16. Skor Peningkatan kemampuan dosen tetap melalui program tugas belajar dalam bidang yang sesuai dengan bidang program studi : ≥ 4

  4.17. Rata-rata kegiatan dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan Programstudi dalam seminar ilmiah/lokakarya/penataran/workshop/pagelaran/ pameran/ peragaan yang tidak hanya melibatkan dosen PT sendiri dalam kurun waktu tiga tahun: ≥ 3

  4.18. Dosen memiliki prestasi dalam bentuk penghargaan hibah, pendanaan program dan kegiatan akademik dari tingkat nasional dan internasional. ilmu (akademik dan profesi) tingkat nasional/internasional: ≥ 30%

  4.20. Fakultas/universitas didukung oleh tenaga pustakawan yang kompeten dengan jumlah yang memadai. Skor kualifikasi pustakawan

  ≥ 4

  4.21. Program studi/jurusan memiliki jumlah tenaga teknisi (laboran, teknisi, operator, programer) yang kompeten dalam jumlah yang memadai.

  4.22. Program studi/jurusan/fakultas memiliki jumlah tenaga administrasi yang kompeten dalam jumlah yang memadai. Skor ≥ 4

  4.23. Program studi/jurusan/fakultas memiliki perencanaan dan program pengembangan untuk meningkatan kompetensi tenaga kependidikan (melalui pemberian kesempatan belajar/pelatihan, pemberian fasilitas, dan jenjang karir).

  STANDAR 5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK

  5.1. Program studi memiliki dokumen kurikulum yang jelas yang memuat jabaran kompetensi lulusan secara lengkap (utama, pendukung, lainnya), sesuai dengan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi, serta berorientasi ke depan.

  5.2. Kurikulum program studi untuk program sarjana dan diploma wajib memuat matakuliah Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Statistika dan atau Matematika, dan mata kuliah yang bermuatan kepribadian dan kebudayaan.

  5.3. Program studi memiliki dokumen kurikulum yang memuat mata kuliah yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang telah dijabarkan. silabus (GBPP/SAP): ≥ 95%

  5.5. Persentase mata kuliah yang dalam penentuan nilai akhirnya memberikan bobot pada tugas-tugas (praktikum/praktek, PR atau makalah): ≥ 50%

  5.6. Seluruh substansi praktikum memadai sesuai target pencapaian kompetensi dan praktikum dilaksanakan di laboratorium perguruan tinggi sendiri.

  5.7. Program studi melakukan pengembangan dan peninjauan kurikulum secara periodik dan mandiri dengan melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal dengan mempertimbangkan visi dan misi program studi/jurusan, umpan balik, serta perkembangan ilmu dan teknologi di bidangnya.

  5.8.Pelaksanaan pembelajaran memiliki mekanisme untuk memonitor, mengkaji, dan memperbaiki setiap semester tentang: (a) kehadiran mahasiswa, (b) kehadiran dosen dan (c) materi kuliah

  5.9 Materi kuliah disusun oleh kelompok dosen dalam satu bidang ilmu, dengan memperhatikan masukan dari dosen lain atau dari pengguna lulusan.

  5.10. Program studi memiliki dan menerapkan mekanisme yang dapat menjamin pemasukan seluruh nilai akhir mata kuliah tepat waktu.

  5.11. Program studi menerapkan mekanisme yang dapat menjamin mutu soal ujian mata kuliah dan kesesuaiannya dengan isi GBPP/SAP.

  5.12. Rata-rata banyaknya mahasiswa program studi S1 per dosen pembimbing akademik per semester: ≤ 20

  5.13. Program studi memiliki dan menerapkan panduan tertulis tentang mekanisme sistem bantuan dan bimbingan akademik bagi mahasiswa secara efektif.

  5.14. Rata-rata jumlah pertemuan mahasiswa program studi S1 per dosen pembimbing akademik per tahun: > 5 kali. tugas akhir (skripsi) yang telah disosialisasikan dan dapat diakses secara mudah oleh dosen dan mahasiswa.

  5.16. Rata- rata mahasiswa per dosen pembimbing tugas akhir: ≤ 4 orang.

  5.17. Rata-rata jumlah pertemuan/pembimbingan selama penyelesaian tugas akhir: ≥ 8 kali.

  5.18. Seluruh dosen pembimbing tugas akhir program studi S1 berpendidikan minimal S2 dan sesuai dengan bidang keahliannya.

  5.19. Rata- rata penyelesaian tugas akhir mahasiswa ≤ 12 bulan

  5.20. Program studi memiliki dan menerapkan mekanisme dalam upaya perbaikan sistem pembelajaran yang berkaitan dengan materi kuliah, metode pembelajaran, penggunaan teknologi pembelajaran dan cara- cara evaluasinya serta pengenalan mahasiswa terhadap dunia kerja.

  5.21. Program studi menerapkan kebijakan dan memiliki program tentang peningkatan suasana akademik yang baik (otonomi keilmuan, kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, seminar, simposium, lokakarya, bedah buku, penelitian bersama, pengembangan perilaku kecendekiawanan), yang didukung oleh ketersediaan sarana, prasarana, dan dana.

  STANDAR 6. PEMBIAYAAN, PRASARANA, SARANA, DAN SISTEM INFORMASI

  6.1. Program studi memiliki perencanaan target kinerja, perencanaan kegiatan/kerja dan perencanaan/alokasi dan pengelolaan dana sesuai prosedur/mekanisme yang berlaku dan terdokumentasi secara baik.

  6.2. Jumlah dana operasional dan pengembangan (termasuk hibah) yang dikelola oleh program studi minimal Rp. 201 juta per tahun.

  6.3. Rata-rata dana penelitian per dosen tetap minimal Rp. 2 juta per tahun

  Rp. 1,5 juta per dosen tetap per tahun

  2

  6.5. Skorluas ruang kerja per dosen: ≥ 4 m

  6.6. Program studi didukung oleh fasilitas ruang kelas, ruang laboratorium, studio, ruang perpustakaan, kebun percobaan, dsb. yang lengkap dan bermutu baik.

  6.7. Program studi didukung oleh prasarana penunjang (kantin, toilet, ruang bersama, ruang himpunan mahasiswa, poliklinik, dan tempat olah raga) yang lengkap, bermutu baik dan memenuhi kebutuhan mahasiswa.

  6.8. Program studi didukung oleh perpustakaan dengan koleksi: textbook > 250 , disertasi/tesis/skripsi/tugas akhir (

   200 judul); jurnal ilmiah terakreditasi Dikti (≥ 2 judul, nomor lengkap), jurnal ilmiah internasional (≥ 1 judul, nomor lengkap), dan prosiding seminar tiga tahun terakhir (6-8 judul).

  6.9. Program studi memiliki akses yang baik ke beberapa perpustakaan di luar perguruan tinggi.

  6.10. Proses belajar mengajar didukung oleh sarana laboratorium yang bermutu baik (tempat praktikum, bengkel, studio, ruang simulasi, rumah sakit, puskesmas/balai kesehatan, green house, lahan untuk pertanian, dan sejenisnya) yang dapat diakses oleh mahasiswa untuk praktikum dan penelitian tugas akhir mahasiswa.

  6.11. Proses belajar mengajar didukung peralatan utama di kelas (LCD, laptop, internet/WiFi, dll) yang mencukupi dan bermutu baik, serta dapat digunakan setiap hari.

  6.12. Proses belajar mengajar didukung oleh sistem informasi (hardware, software berlisensi, e-learning, dan online library) yang bermutu baik dan dapat diakses secara baik.

  6.13. Program studi memiliki dan menerapkan sistem yang memudahkannya dalam mengolah dan mengakses data kegiatan akademik: Skor = ≥ 3 (dari skala 1-4). secara reguler (<1 minggu).

STANDAR 7. PENELITIAN, PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA

  7.1. Skor jumlah penelitian per tahun (atas biaya luar negeri/dalam negeri/sendiri) yang sesuai dengan bidang keilmuan program studi, yang dilakukan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan mandat program studi:

  ≥ 2

  7.2. Persentase keterlibatan mahasiswa program studi S1 yang melakukan tugas akhir dalam penelitian dosen: ≥ 15 %

  7.3. Skor jumlah artikel ilmiah (buku/jurnal di tingkat nasional dan internasional) yang dihasilkan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sama dengan program studi dalam tiga tahun terakhir: ≥ 3

  7.4. Karya-karya program studi yang telah memperoleh perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam tiga tahun terakhir:

  ≥ 2

  7.5. Karya-karya penelitian dosen program studi yang telah memperoleh pengakuan kepakaran/award dalam tiga tahun terakhir: ≥ 1

  7.6. Skor jumlah kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat (atas biaya luar negeri/dalam negeri/sendiri) yang dilakukan oleh dosen tetap yang bidang keahliannya sama dengan program studi dalam tiga tahun terakhir:

  ≥ 3

  7.7. Program studi memiliki dan menjalankan program yang melibatkan mahasiswa secara penuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, namun tanggung jawab ada pada dosen pembina.

  7.8. Program studi memiliki kegiatan kerjasama yang banyak dalam jumlah dengan instansi di dalam negeri/luar negeri yang relevan dengan bidang keahlian Program studi.

BAB V PENUTUP Standar Mutu ini hendaknya dijadikan acuan oleh seluruh unit kerja di

  tingkat Universitas, Fakutas, Program Pasca Sarjana, Lembaga, Unit Pelaksana Teknis dan Biro dalam merancang, menyusun, melaksanakan, memonitoring, mengevaluasi atau mengendalikan serta mengaudit secara internal berbagai standar mutu yang telah ditetapkan dengan berbagai perangkat standar operational prosedur (SOP) dan formulir (borang/proforma).

  Untuk itu pimpinan Undana mengajak peran serta seluruh pihak di Undana baik akademik maupun non akademik untuk berkomitmen melaksanakan penjaminan mutu sesuai dengan tugas, fungsi, peran dan tanggungjawabnya masing-masing, dalam rangka percepatan menjadi mencapai visi, misi dan tujuan universitas. Standar ini adalah suatu komitmen Undana untuk melaksanakan SPMI secara terarah dalam rangka mencapai visi, namun perubahan kebijakan bisa dilakukan sesuai dengan perubahan visi, kebutuhan pemangku kepentingan atau adanya perubahan perundang-undangan yang berlaku.

  

DAFTAR PUSTAKA

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi 2008. Buku 2.

  StandardanProsedurAkreditasiSarjana. BAN-PT, Depdiknas Directorat General of Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003 - 2010 Pedoman Pengelolaan Standar Mutu Perguruan Tinggi, 2006, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi-Departemen Pendidikan Nasional.

  Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Pendidikan Tinggi, 2003.

  Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi-Departemen Pendidikan Nasional.

  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

  Sistem Penjaminan Mutu Internal, 2010, Bahan Pelatihan, Tim Pengembang SMI-PT-Direkorat Jenderal Pendidikan Tinggi- Departemen Pendidikan Nasional.

  Rencana Strategis Universitas Nusa Cendana 2011-2015 Roadmap Universitas Nusa Cendana2011

  • – 2025 Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional