Makalah Pendidikan Agama Islam (1)

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
MARTABAT DAN TUGAS MANUSIA SERTA PROSES
PENCIPTAANNYA

KELOMPOK 2
1.

ASRIANOR

2.

CAHYA KARIMA

3.

EDRI ADI SETIAWAN

4.

IKA HARTINI

5.

FAISAL MURTADHO

KEMENTERIAN PENDIDIKAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2014

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb.
Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya kepada kami sehingga makalah ini ini dapat terselesaikan pada
waktunya. Ucapan terimakasih tak lupa kami berikan kepada dosen pembimbing
mata kuliah serta teman-teman yang senantiasa turut membantu dalam
menyelesaikan makalah ini.
Dalam makalah ini berisikan tentang tugas-tugas manusia dimuka bumi,
kedudukan manusia dimata Allah dan makhluk yang lain serta proses penciptaan
manusia menurut islam.
Dalam makalah ini pasti masih banyak kekurangan dalam berbagai hal.
Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun diperlukan untuk
menyempurnakan makalah ini.

Banjarbaru, 20 Oktober 2014

Penyusun

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1

Latar Belakang..........................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................1
1.3 Tujuan............................................................................................................2
BAB II......................................................................................................................3
ISI.............................................................................................................................3
2.1 Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an.......................................................3
2.2 Eksistensi dan Martabat Manusia..................................................................5
2.3 Tanggung Jawab Manusia Sebagai Hamba dan Khalifah Allah Swt.............8
BAB III..................................................................................................................12
KESIMPULAN......................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Kehadiran manusia tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam
semesta. Manusia hakikatnya adalah makhluk ciptaan Alaah SWT. Pada diri
manusia terdapat perpaduan antara sifat ketuhanan dan sifat kemakhlukan.
Dalam pandangan Islam sebagai makhluk ciptaan Allah SWT manusia
memiliki tugas tertentu dalam menjalankan kehidupannya di dunia ini. Untuk
menjalankan tugasnya manusia dikaruniakan akal dan pikiran oleh Allah
SWT. Akal dan pikiran tersebut yang akan menuntun manusia dalam
menjalankan perannya. Dalam hidup di dunia, manusia diberi tugas
kekhalifahan, itu tugas kepemimpinan, wakil Allah dimuka bumi, serta
pengelolaan dan pemeliharaan alam.
Dalam kehidupan ini kita tahu bahwa manusia adalah ciptaan Allah
SWT yang paling sempurna karena memiliki akal, nafsu, panca indra yang
baik, fisik yangh baik, dan lain-lain. Dan manusia tidak begitu saja ada
dimuka bumi ini selain Allah yang menciptakan kita, tetapi ada proses
dimana kita berada dimuka bumi ini, melalui ibu kita lahir di dunia dan
dengan keagungan Allah SWT kita keluar dari lahir ibu. Pada dasarnya kita
tidak menghiraukan apa dan bagaimana kita ada dimuka bumi ini, tetapi
sebagai orang yang beriman untuk lebih menempatkan lagi keimanan kita
kepada Allah SWT, maka alangkah baiknya kita tahu asal usul kejadian
manusia. Khususnya kita seorang muslim yang tidak mau menodai dengan
pemahaman-pemahaman kafir, dimana kita dilahirkan kemuka bumi ini,
prosesnya ada didalam Al-Qur’an.

1.2 Rumusan Masalah
1) Bagaimana proses penciptaan manusia dalam Islam?
2) Bagaimana martabat dan kedudukan manusia dimuka bumi menurut
Islam?

1

3) Apa tugas manusia menurut Islam?

1.3 Tujuan
1) Untuk mengetahui proses penciptaan manusia dalam Islam
2) Untuk mengetahui martabat dan kedudukan manusia dimuka bumi
menurut Islam
3) Untuk mengetahui tugas manusia menurut Islam

2

BAB II
ISI

2.1 Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an
Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh
Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu
konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran
menerangkan bahwa manusia berasal dari tanah dengan mempergunakan
bermacam-macam istilah, seperti :
- Turab
- Thien
- Shal-shal
- Sualalah
Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari
bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Ayat-ayat yang
menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah umumnya dipahami secara
lahiriah. Hal ini menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah,
dengan asumsi karena Allah berkuasa m,aka segala sesuatu dapat terjadi.
Ada dua komponen penting yang menjadi dasar permulaan kehidupan.
Yaitu bahan genetic dan selaput sel. Dua komponen tersebut bermula dari tanah
liat yang dikenali sebagai mommorillonite clay. Sedangkan bahan genetik yang
dimaksud adalah DNA. DNA merupakan sebagian organic yang merupakan unsur
terpenting dalam tanah.
Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari
bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapantahapan dalam proses selanjutnya, Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci.
Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang
terdapat di dalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan
perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan
kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Itulah sebab dari adanya penundukkan

3

semua yang ada di alam ini untuk manusia, sebagai rahmat dan karunia dari Allah
SWT.
-

{“Allah telah menundukkan bagi kalian apa-apa yang ada di langit dan di
bumi semuanya.”}(Q. S. Al-Jatsiyah: 13).

-

{“Allah telah menundukkan bagi kalian matahari dan bulan yang terus
menerus beredar. Dia juga telah menundukkan bagi kalian malam dan siang.”}
(Q. S. Ibrahim: 33).

-

{“Allah telah menundukkan bahtera bagi kalian agar dapat berlayar di lautan
atas kehendak-Nya.”}(Q. S. Ibrahim: 32),
dan ayat lainnya yang menjelaskan apa yang telah Allah karuniakan kepada
manusia berupa nikmat akal dan pemahaman serta derivat (turunan) dari apa-apa
yang telah Allah tundukkan bagi manusia itu sehingga mereka dapat
memanfaatkannya sesuai dengan keinginan mereka, dengan berbagai cara yang
mampu mereka lakukan. Kedudukan akal dalam Islam adalah merupakan suatu
kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia dibanding dengan makhlukmakhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang dapat
mempermudah urusan mereka di dunia. Namun, segala yang dimiliki manusia
tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga ada pagar-pagar yang tidak boleh
dilewati.
Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsur sebagai
kelengkapan dalam menunjang tugasnya. Unsur-unsur tersebut ialah :

-

jasad ( al-Anbiya’ : 8, Shad : 34 )

-

Ruh (al-Hijr 29, As-Sajadah 9, Al-anbiya’ :91 dan lain-lain)

-

Nafsu (al-Baqarah 48, Ali Imran 185 dan lain-lain )

-

Aqal ( al-Baqarah 76, al-Anfal 22, al-Mulk 10 dan lain-lain)

-

Qolb ( Ali Imran 159, Al-Ara’f 179, Shaffat 84 dan lain-lain ).
Di samping itu manusia juga disertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti :

-

lemah ( an-Nisa 28 ),

-

suka berkeluh kesah ( al-Ma’arif 19 ),

-

suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34),

-

suka membantah ( al-kahfi 54 ),

-

suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 )

4

-

suka terburu nafsu ( al-Isra 11 ) dan lain sebagainya.
Hal itu semua merupakan produk dari nafsu , sedang yang dapat
mengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. Tetapi jika hanya
dengan aqal dan qolb, kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat
terkendali, karena subyektif. Yang dapat mengendalikan adalah wahyu, yaitu ilmu
yang obyektif dari Allah. Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi
kecenderungan negatif tersebut ( karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali )
ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan
wahyu.
2.2 Eksistensi dan Martabat Manusia
Eksistensi manusia di dunia adalah sebagai tanda kekuasaan Allah Swt
terhadap hamba-hamba-Nya, bahwa dialah yang mencipytakan, menghidupkan
dan menjaga kehidupan manusia. Dengan demikian, tujuan diciptakan manusia
dalam konteks hubungan manusia dengan Allah Swt adalah dengan mengimami
Allah Swt dan memikirkan ciptaan-Nya untuk menambah keimanan dan
ketakwaan kepada Allah Swt. Sedangkan dalam konteks hubungan manusia
dengan manusia, serta manusia dengan alam adalah untuk berbuat amal, yaitu
perbuatan baik dan tidak melakukan kejahatan terhadap sesama manusia, serta
tidak merusak alam. Terkait dengan tujuan hidup manusia dengan manusia lain
dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.

Tujuan Umum Adanya Manusia di Dunia

Dalam al-qur’an Q.S. Al-Anbiya ayat 107 yang artinya :
“Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk Rahmat bagi semesta
alam”

Ayat ini menerangkan tujuan manusia diciptakan oleh Allah SWT dan berada
didunia ini adalah untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Arti kata rahmat
adalah karunia, kasih sayang dan belas kasih. Jadi manusia sebagai rahmah adalah
manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menebar dan memberikan kasih saying
kepada alam semesta.

2.

Tujuan Khusus Adanya Manusia di Dunia
5

Tujuan khusus adanya manusia di dunia adalah sukses di dunia dan di
akhirat dengan cara melaksanakan amal shaleh yang merupakan investasi pribadi
manusia sebagai individu. Allah berfirman dalam Q.S. An-Nahl ayat 97 yang
artinya : “Barang siapa mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Allah SWT akan
memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan diberi balasan kepada
mereka dengan pahala yang lebih baik dengan apa yang telah mereka kerjakan”.
3.

Tujuan Individu Dalam Keluarga
Manusia di dunia tidak hidup sendirian. Manusia merupakan makhluk

sosial yang mempunyai sifat hidup berkelompok dan saling membutuhkan satu
sama lain.. Hampir semua manusia, pada awalnya merupakan bagian dari anggota
kelompok sosial yang dinamakan keluarga, dalam Ilmu komunukasi dan sosiologi
kelurga merupakan bagian dari klasifikasi kelompak sosial dan termasuk dalam
small group atau kelompok terkecil di karenakan paling sedikit anggotanya terdiri
dari dua orang. Nanun keberadaan keluarga penting karena merupakan bentuk
khusus dalam kerangka sistem sosial secara keseluruhan. Small group seolah-olah
merupakan miniatur masyarakat yang juga memiliki pembagian kerja, kodo etik
pemerintahan, prestige, ideologi dan sebagainya. Dalam kaitannya dengan tujuan
individu dan keluarga adalah agar individu tersebut menemukan ketentraman,
kebahagian dan membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah. Manusia
diciptakan berpasang-pasangan. Oleh sebab itu, sudah wajar manusia baik lakilaki dan perempuan membentuk keluarga. Tujuan manusia berkelurga menurut
Q.S. Al-Ruum ayat 21 yang artinya:
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istriistri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tentram, dan dijadikan-Nya
diantara kamu rasa kasih sayang . Sesungguhnya pada yang demikian itu benarbenar terdapat tanda-tanda bagi kaaum yang mau berfikir."
Tujuan hidup berkeluarga dari setiap manusia adalah supaya tentram. Untuk
menjadi keluarga yang tentram, Allah SWT memberikan rasa kasih sayang. Oleh
sebab itu, dalam kelurga harus dibangun rasa kasih sayang satu sama lain.
4.

Tujuan Individu Dalam Masyarakat

6

Setelah hidup berkeluarga, maka manusia mempunyai kebutuhan untuk
bermasyarakat. Tujuan hidup bermasyarakat adalah keberkahan dalam hidup yang
melimpah. Kecukupan kebutuhan hidup ini menyangkut kebutuhan fisik seperti
perumahan, makan, pakaian, kebutuhan sosial (bertetangga), kebutuhan rasa
aman, dan kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat mudah
diperoleh apabila masyarakat beriman dan bertakwa. Apabila masyarakat tidak
beriman dan bertakwa, maka Allah akan memberikan siksa dan jauh dari
keberkahan. Oleh sebab itu, apabila dalam suatu masyarakat ingin hidup damai
dan serba kecukupan, maka kita harus mengajak setiap anggota masyarakat untuk
memelihara iman dan takwa. Allah berfirman :
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami
akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS AlAraaf : 96)
Pada dasarnya manusia memiliki dua hasrat atau keinginan pokok, yaitu:
a.

Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya yaitu
masyarakat

b.

Keinginan untuk menjadi satu dengan suasan alam di sekelilingnya
Istilah masyarakat dalam Ilmu sosiologi adalah kumpulan individu yang
bertempat tinggal di suatu wilayah dengan batas-batastertntu, dimana factor
utama yang menjadi dasarnya adalh interaksi yang lebih besar diantara anggotanggotanya.
5.

Tujuan Individu Dalam Bernegara
Sebagai makhluk hidup yang selalu ingin berkembang menemukan jati

diri

sebagai

pribadi

yang

utuh,

maka

manusia

harus

hidup

bermasyarakat/bersentuhan dengan dunia sosial. Lebih dari itu manusia sebagai
individu dari masyarakat memiliki jangkauan yang lebih luas lagi yakni dalam
kehidupan bernegara. Maka, tujuan individu dalam bernegara adalah menjadi
warganegara yang baik di dalam lingkungan negara yang baik yaitu negara yang
aman, nyaman serta makmur.

7

6.

Tujuan Individu Dalam Pergaulan Internasional
Setelah kehidupan bernegara, tidak dapat terlepas dari kehidupan

internasional / dunia luar. Dengan era globalisasi kita sebagai makhluk hidup yang
ingin tetap eksis, maka kita harus bersaing dengan ketat untuk menemukan jati
diri serta pengembangan kepribadian. Jadi tujuan individu dalam pergaulan
internasional adalah menjadi individu yang saling membantu dalam kebaikan dan
individu yang dapat membedakan mana yang baik dan buruk dalam dunia
globalisasi agar tidak kalah dan tersesat dalam percaturan dunia.
2.3 Tanggung Jawab Manusia Sebagai Hamba dan
Khalifah Allah Swt.
Didalam Al-Qur`an proses penciptaan manusia memang tidak dijelaskan
secara rinci, akan tetapi hakikat diciptakannya manusia menurut islam yakni
sebagai mahluk yang diperintahkan untuk menjaga dan mengelola bumi. Antara
anugerah utama Allah kepada manusia ialah pemilihan manusia untuk menjadi
khalifah atau wakil-Nya di bumi. Dengan demikian manusia berkewajiban
menegakkan kebenaran, kebaikan, mewujudkan kedamaian, menghapuskan
kemungkaran serta penyelewengan dan penyimpangan dari jalan Allah.
Dikalangan makhluk ciptaan Allah, manusia telah dipilih oleh Allah
melaksanakan tanggung jawab tersebut. Ini sudah tentu karena manusia
merupakan makhluk yang paling istimewa. Hal ini tentu harus kita kaitkan dengan
konsekuensi terhadap manusia yang diberikan suatu kesempurnaan berupa akal
dan pikiran yang tidak pernah di miliki oleh mahluk-mahluk hidup yang lainnya
sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah, berupa al-Quran menurut
sunah rasul. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Manusia sebagai mahluk
yang telah diberikan kesempurnaan haruslah mampu menempatkan dirinya sesuai
dengan hakikat diciptakannya yakni sebagai penjaga atau pengelola bumi yang
dalam hal ini disebut dengan khalifah. Allah SWT berfirman bahwa fungsi dan
peran manusia adalah sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. Allah
berfirman :
(Q.S. Al-Baqarah : 30)
ُ‫سلفِ ُك الل ِد َما َء َونَ ْحن‬
ْ َ‫سل ُد فِي َهللا َوي‬
ْ
ِ ‫ض َخلِيفَةً قَالُوا أَت َْج َعل ُل فِي َهللا َمنْ يُ ْف‬
ِ‫َوإِ ْذ قَا َل َأبُ َك لِ ْل َمئاِ َك ِة إِنِ َجا ِع ٌل ف‬
ِ ‫ارأ‬
(٣٠) َ‫ِس لَ َك قَا َل إِنِ أَ ْعلَ ُم َما تَ ْعلَ ُمون‬
ُ ‫سبِ ُح بِ َح ْم ِد َك َونُقَد‬
َ ُ‫ن‬

8

30. ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya
aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata:
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan
membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami
Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Dalam kamus Bahasa Indonesia, khalifah berarti pimpinan umat. Menjadi
pemimpin adalah fitrah setiap manusia. Namun karena satu dan lain hal, fitrah ini
tersembunyi, tercemar bahkan mungkin telah lama hilang. Akibatnya, banyak
orang yang merasa dirinya bukan pemimpin. Mereka telah lama menyerahkan
kendali hidupnya pada orang lain dan lingkungan sekitarnya. Mereka perlu
“dibangunkan” dan disadarkan akan besarnya potensi yang mereka miliki.
Kepemimpinan adalah suatu amanah yang diberikan Allah yang suatu ketika
nanti harus kita pertanggungjawabkan. Karena itu siapa pun anda, di mana pun
anda berada, anda adalah seorang pemimpin, minimal memimpin diri sendiri.
Kepemimpinan adalah mengenai diri sendiri. Kepemimpinan adalah perilaku kita
sehari-hari. Kepemimpinan berkaitan dengan hal-hal sederhana seperti berbakti
kepada

orang tua,

tidak

berbohong, mengunjungi

kawan yang

sakit,

bersilahturahmi dengan tetangga, mendengar keluh kesah sahabat, dan
sebagainya.
Kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan
yang berarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih
atau penerus ajaran Allah.
Menurut Al-Qur’an Tuhan berfirman :
Adz-Dzaariyaat (51 ayat 56) :
“dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah
kepada-Ku.”
Di dalam Surat An-Nisa ayat 58-59 tersebut dijelaskan kriteria pemerintahan
(kepemimpinan) yang baik, yaitu :
a. Pemerintah yang pemimpinnya menyampaikan amanat kepada yang berhak dan
berlaku adil.

9

b.

Musyawarah pada setiap persoalan dan apabila terjadi perselisihan maka
hendaklah kembali kepada sumber hukum Islam.

c. Pemerintahan yang memiliki sifat kooperatif antara rakyat dan pemerintah, rakyat
harus patuh dan taat pada peraturan yang dibuat oleh pemerintah dalam hal ini
baik dan benar dan pemerintah harus benar-benar menjalankan pemerintahan
untuk kepentingan rakyat.
Setiap orang sebenarnya pemimpin. Setiap orang dapat mengatur dirinya
sendiri. Sayangnya, banyak yang tidak sadar akan kemampuannya tersebut. Maka
untuk menjadi sadar ada tiga hal yang perlu dilakukan agar kita semua sadar akan
kemampuan kita sebagai pemimpin, yaitu :

a. Memahami diri sendiri (Self Understanding)
Proses ini kita harus memahami dan mengenal diri kita. Untuk menjadi
pemimpin kita harus sadar siapakah kita sebenarnya. Nabi Muhammad SAW
bersabda :
"Siapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya"
Tanpa mengenali diri kita dengan benar ,maka sulit untuk menemukan
makna kehidupan hidup adalah sebuah perjalanan melingkar, kita harus tahu siapa
kita dan bagaimana kita seharusnya?
b. Kesadaran diri (Self Awareness)
Kesadran diri berarti sadar akan perasaan kita . Untuk menjadi pemompim
kita harus melek emosi dan kita harus mampu mengenali dan mengindentifikasikan perasaan apapun yang sedang kita rasakan.
c. Pengendaalian diri (self Control)
Pengendalian diri berarti sadar sepenuhnya akan apa yang akak kita
lakukan Ini adalah hasil dari kecerdasan emosi yang tinggi. Pengendalian diri baru
dapat terlihat ketika situsi yang sulit dan melibatkan emosi, sebagai pemimpin kita
harus bisa mengendalikannya. Pemimpin yang mampu mengendalikan diri tidak
akan tergoda untuk melakukan dan memgambil sesuatu yang bukan haknya.
Pengendalian diru juga ditunjukkan oleh keberanian seseorang untuk membuat
komotmen dan melaksanakan komitmen tersebut.

10

Allah Swt dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya telah menciptakan
makhluk-mkhluk yang di tempatkan di alam pencipta-Nya. Manusia di antara
makhluk Allah Swt dan menjadi hamba Allah Swt. Sebagai hamba Allah yang
tanggung jawab adalah amat luas di dalam kehidupannya, meliputi semua keadaan
dan tugas yang di tentukan kepada-Nya.
Tanggung jawab manusia secara umum digambarkan oleh Rasulullah Saw
di dalam hadis berikut :
Dari Ibnu Umar RA : “Saya Mendengar Rasulullah Saw bersabda yang
bermaksud: “Semua orang dari engkau sekalian adalah pengembala dan
dipertanggung jawabkan terhadap apa yang di gembalanya. Seorang lelaki adalah
pengembala dalam keluarganya dan akan di Tanya tentang pengembalanya.
Seorang isteri adalah pengembala di rumah suamina dan akan ditanya tentang
pengembalanya. Seorang khadam juga pengembalanya dalam harta tuannya dan
akan di tanya tentang pengembalanya. Maka semua dari kamu sekalian adalah
pengembala dan akan di tanya tentang pengembalanya.”
Allah menciptakan manusia ada tujuan-tujuannya yang tertentu. Manusia di
ciptakan untuk di kembalikan semula kepada Allah dan setiap manusia akan di
tanya atas setiap usaha dan amal yang di lakukan selama hidup di dunia. Apabila
pengakuan terhadap kenyataan dan hakikat wujudnya hari pembalasan telah di
buat maka tugas yang diwajibkan ke atas dirinya perlu dilaksanakan.

11

BAB III
KESIMPULAN
Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi
nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling
sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib
bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt.
Eksistensi manusia di dunia adalah sebagai tanda kekuasaan Allah Swt
terhadap hamba-hamba-Nya, bahwa dialah yang mencipytakan, menghidupkan
dan menjaga kehidupan manusia. Dengan demikian, tujuan diciptakan manusia
dalam konteks hubungan manusia dengan Allah Swt adalah dengan mengimami
Allah Swt dan memikirkan ciptaan-Nya untuk menambah keimanan dan
ketakwaan kepada Allah Swt. Sedangkan dalam konteks hubungan manusia
dengan manusia, serta manusia dengan alam adalah untuk berbuat amal, yaitu
perbuatan baik dan tidak melakukan kejahatan terhadap sesama manusia, serta
tidak merusak alam.
Manusia dipercaya Allah untuk menjadi khalifah dimuka bumi
ini.Allah.Dia pernah memberi amanat kepada bumi tapi bumi tak sanggup untuk
memikulnya,begitu juga dengan gunung.Dan akhirnya manusialah yang dipercaya
unutuk mengemban amanat itu.
Sebagai wakil Allah di bumi ini,manusia salah satu tugas manusia adalah
untuk mennjaga keseimbangan kehidupan di bumi ini.Serta menjalin hubungan
dengan Allah,dengan sesama manusia,dan dengan lingkungan kehidupannya.
Kepemimpinan adalah suatu amanah yang diberikan Allah yang suatu
ketika nanti harus kita pertanggungjawabkan.

12

DAFTAR PUSTAKA
Herman dan Rysta Yuniarti.2011. Hakikat Manusia
Menurut Islam.
http://ithaokeh.blogspot.com/2011/10/makalah-agama-tentang-hakikatmanusia.html
diakses pada tanggal 17 Oktober 2014
Tim Dosen PAI.2012.Buku Daras Pendidikan Agama Islam di Universitas
Brawijaya. Pusat Pembinaan Agama:Malang

13

Dokumen yang terkait

Dokumen baru