MUT BAB I Pendahuluan

BAHAN AJAR
MK. MANAJEMEN USAHATERNAK
FAKULTAS PETERNAKAN UNPAD 2013
I
PENDAHULUAN
Manajemen dan Artinya
Apabila mendengar tentang manajemen maka kebanyakan orang akan menganggap bahwa
manajemen itu berhubungan dengan pekerjaan namun memberikan pengertian yang berbeda
dengan pekerjaan-pekerjaan yang lain. Dari berbagai pengamatan dapat dibuktikan bahwa
seseorang yang ahli dalam bidang tertentu (misalnya ahli dalam bidang peternakan), gagal
dalam memimpin suatu perusahaan atau bagian suatu perusahaan peternakan.
Pengetahuan mengenai pekerjaan itu sendiri memang wajib diketahui, namun menjadi seorang
pemimpin bukan hanya harus menguasai sepenuhnya pekerjaan itu namun memerlukan lebih
dari itu. Walaupun seorang manajer mengetahui secara pasti bagaimana ia harus melakukan
pekerjaan itu, belum tentu ia akan mampu menerangkan kepada orang lain bagaimana
pekerjaan itu harus dilakukan, bagaimana urutan-urutan pekerjaan tersebut dan sebagainya.
Apalagi bila menghadapai bawahan yang apatis, tidak bergairah dan tidak bersikap produktif.
Dilihat dari etimologinya, istilah manajemen berasal dari bahasa Italia meneggiari yang berarti
mengendalikan hewan (khususnya kuda). Untuk selanjutnya istilah tersebut digunakan untuk
mengendalikan suatu organisasi. Sebuah definisi manajemen yang sering dikutip adalah
“Management is getting things done through other people”. Definisi ini khususnya berlaku di
dalam suatu organisasi yang besar. Namun definisi ini masih perlu ditambah dengan kata-kata
“apabila ia memiliki rasa tanggung jawab untuk melaksanakannya sebagai seorang pemimpin”.
Hal ini dipandang perlu agar seorang pemimpin tidak berbuat dan mengambil keputusan
sesuka hatinya saja.
Manajemen merupakan suatu rangkaian tindakan atau proses untuk mencapai suatu tujuan
tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya melalui kerjasama dengan orang lain. Apabila
dihubungkan dengan kenyataan bahwa banyak dari kegiatan-kegiatan penting manajer adalah
mengambil atau membuat berbagai keputusan seperti memperluas usaha dengan cara-cara
tertentu, mempekerjakan seseorang, memberhentikan seseorang, memakai suatu strategi
dalam pemasaran dan lain-lain, maka seringkali manajmen didefinisikan sebagai “management
is decision making”.
Manajemen adalah bagian yang tak dapat diraba dalam hidup manusia dan merupakan suatu
proses mental, konsentrasi dari keinginan-keinginan, penuh dengan kehendak. Dalam suatu
perusahaan peternakan manajemen akan berfungsi dengan baik apabila peternak itu :
(1) mendapatkan ide serta mengerti pemikiran-pemikiran apa yang akan dilakukan dalam
perusahaannya,
(2) melakukan observasi akan ide-idenya serta menganalisa hasil observasi tersebut,
(3) membuat keputusan atas dasar hasil analisa,
(4) membuat suatu perencanaan serta melaksanakan perencanaan tersebut,
(5) melakukan evaluasi dan menerima tanggung jawab.
Hasil kerja manajemen itu hanya dapat dilihat dengan memperhatikan proses pembuatan
keputusan dan hasil-hasilnya. Keputusan-keputusan manajemen yang diambil dapat
digambarkan dalam :
1

(1) proses koordinasi dan pengkombinasian faktor-faktor produksi utama seperti lahan, tenaga
kerja, uang tunai, kredit dan peralatan,
(2) pemilihan produk yang dihasilkan dari sejumlah factor produksi yang digunakan dan
(3) hubungan kekeluargaan yang dijalin manajer dengan dunia usaha lainnya.
Ilustrasi Mengenai Manajemen.
Istilah manajemen akan lebih muah dimengerti bila diuraikan melalui suatu ilustrasi yang mudah
dan sering terjadi dalam kegiatan sehari-hari peternak/petni. Seorang peternak membangun
rumah serta usahaternak sapi perah dalam skala kecil di daerah perbukitan. Setiap hari ia
membawa air untuk keperluan rumah tangga dan sapinya dari pinggiran bukit, yang letaknya
lebih tinggi dari letak rumahnya. Air yang ia bawa dalam ember tidak selamanya utuh sampai
ke rumah karena sebagian tumpah dalam perjalanan yang memerlukan waktu cukup lama dan
melelahkan. Peternak mengetahui dan mengerti bahwa air dengan kekuatannya dapat mengalir
dari atas. Ia ingin menghemat tenaganya dan berusaha berfikir mencari gagasan. Tetapi
bagaimana caranya? Ia berusaha berfikir. Ini merupakan langkah pertama dari manajemen.
Proses mental digunakan serta melakukan sebuah pemikiran.
Namun demikian bagaimana sebaiknya gagasan itu agar mempunyai nilai guna. Ia seharusnya
berfikir lebih dalam lagi dan menganalisa masalahnya. Observasi merupakan alat utama dari
manajemen. Peternak mulai mencoba dengan mengadakan pengamatan terhadap aliran air,
perbedaan ketinggian dan jarak dari sumber air ke rumahnya. Ia mengetahui bahwa sumber air
itu tidak berada langsung dekat rumah tetapi berada jauh dan sedikit di belakang bukit.
Diperoleh jalan untuk melaksanakan maksudnya yaitu dengan membuat sebuah saluran air
sehingga air dapat mengalir ke rumah. Diperhitungkan pula untung ruginya. Apa yang akan
dipakai untuk saluran air tersebut. Setelah melalui berbagai pertimbangan ia mengambil
keputusan dan ia harus melaksanakan dan menerima akibat-akibatnya.
Peternak sekarang mulai dengan langkah selanjutnya dari manajemen. Ia bekerja secara fisik
dan mental. Ia melaksanakannya dan bertanggung jawab atas tindakannya. Ia bekerja penuh
dengan keyakinan bahwa karyanya akan berhasil. Dan akhirnya sampailah air dari sumber ke
rumahnya.
Berdasarkan ilustrasi tersebut dimanakah dipergunakannya manajemen dan apa yang telah
dilakukannya. Manajemen itu tidak dapat diraba, tidak mempunyai bentuk , tetapi dari hasil
proses manajemen air dapat mengalir ke rumah.
Seperti telah didefinisikan dan diilustrasikan di atas, manajemen dapat diuraikan ke dalam lima
tugas yang berurutan saling berhubungan satu sama lain yaitu:
1. Mendapatkan gagasan dan melakukan observasi.
2. Menganalisa hasil observasi, termasuk memformulasikan masalah-masalah dan gagasangagasan yang berhubungan dengan pemecahannya.
3. Membuat keputusan dan merencanakannya.
4. Melaksanakan rencana kerja.
5. Menerima tanggung jawab pelaksanaan dan mengadakan penilaian.
Dari kelima tugas ini dapat diambil suatu gambaran bagaimana sebaiknya sifat dan watak
seseorang yang harus melaksanakan tugas ini.

2

Ilmu Pengetahuan dan Manajemen
Ilmu manajemen sudah berkembang secara luas sejak abad ke 19, namun belum ada
kesepakatan dari para akhli, baik teoritisi maupun praktisi mengenai definisi manajemen.
Namun demikian tampaknya ada kesepakatan untuk memandang manajemen pada
prosesnya, orangnya dan organisasinya. Yang penting disini tujuan apa yang ingin dicapai
dengan menggunakan orang lain di bawah bimbingan dan pengawasannya. Alat manajemen
untuk mencapai tujuan adalah orang yang akan mengatur sumberdaya yang tersedia yaitu
lahan, modal dan tenaga kerja dengan memperhatikan aspek pasar secara efisien agar tujuan
dapat tercapai secara optimal.
Apakah setiap orang dapat menjadi manajer yang baik? Apakah seseorang dapat dilatih
menjadi seorang manajer yang baik? Apakah hal ini diperoleh sebagai keahlian keturunan?
Ataukah kedua-duanya? Sebagian besar manajer yang berhasil memiliki keahlian manajemen
sebagai keahlian yang bersifat warisan (keturunan). Namun demikian tidak berarti tidak dapat
dipelajari sebagai ilmu pengetahuan. Yang perlu dimiliki oleh seorang calon manajer adalah
kekuatan fisik dan mental yang dibentuk dengan kualitas sebagai pengambil keputusan,
kemampuan menalar, keberanian, keras hati dan daya ingat yang tajam yang senantiasa
meningkat dan berkembang.
Hubungan antara proses belajar dan manajemen tidak dapat dijadikan titik berat utama.
Manajer yang efisien dapat menangani dan menyelesaikan masalah-masalah dalam usahanya
secara lebih teliti dan cepat. Mereka merupakan pengamat yang dekat dengan usahanya,
penganalisa yang tajam dan pengambil kesimpulan dan keputusan yang mahir.
Seorang manajer selalu dihadapkan pada pengambilan keputusan oleh karena itu sangat erat
kaitannya dengan risiko. Sikap manajer harus sanggup mengatasi segala risiko dari usahanya.
Keadaan ini dapat dikurangi apabila manajer sarat dengan pengalaman serta ketepatan dalam
mengambil keputusan. Jumlah risiko yang akan diambil tergantung dari berbagai faktor: (1)
keuangan perusahaan, (2) status keluarga, (3) umur, (4) budaya, (5) efek keuntungan dan
kerugian yang mungkin terjadi atas status sosialnya dan (6) petualangan.

Farm (Usahaternak)
Menurut Mosher sebuah usahatani (farm) adalah sebagian dari permukaan bumi dimana
seorang petani, suatu keluarga petani atau badan tertentu lainnya bercocok tanam atau
memelihara ternak. Dengan demikian komponen usahatani terdiri atas :
a. Lahan
b. Tenaga Kerja
c. Kapital
Selain lahan, di dalam usahatani tercakup pula bangunan-bangunan yang dibuat di atasnya
seperti sumur, saluran-saluran irigasi, pagar, bangunan kandang dan gudang penyimpan alatalat dan hasil pertanian/peternakan, rumah tempat tinggal petani beserta keluarganya, serta
rumah pegawainya.
Farm Management (Manajemen Usahaternak)

3

Usahatani ternak adalah sebuah lembaga ekonomi dan sosial yang sudah berkembang sejak
beberapa abad yang lampau. Namun demikian istilah farm management seringkali diartikan
dalam beberapa macam. Beberapa orang mengganggap bahwa farm management hanya
merupakan suatu seni bagi peternak untuk menjalankan tugas rutin sehari-hari, sebagian lagi
mengganggap merupakan persamaan kata untuk ekonomi produksi atau ekonomi pertanian.
Menurut M.A. Dasuki farm management (manajemen usahaternak) adalah ilmu yang
berhubungan dengan mengkombinasikan dengan layak serta mengoperasikan faktor-faktor
produksi yaitu lahan, modal dan tenaga kerja secara efisien serta pemilihan usaha pertanian
dan peternakan yang menghasilkan keuntungan maksimum dan berkesinambungan.
Manajemen usahaternak merupakan ilmu murni dan terapan. Disebut ilmu murni karena
berhubungan dengan pengumpulan, analisa dan penjelasan (keterangan) fakta-fakta serta
penemuan prinsip-prinsip. Disebut ilmu terapan karena bertujuan mendapatkan dan
memecahkan masalah.
Manajemen usahaternak berhubungan dengan masalah-masalah peternakan secara
perorangan, sedangkan ekonomi pertanian berhubungan dengan masalah perekonomian suatu
negara atau masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian manajemen usahatani ternak
berbeda dengan ekonomi pertanian.
Manajemen usahatani ternak yang mulai dikembangkan di Amerika Serikat sebenarnya tidak
lain dari prinsip-prinsip ilmu ekonomi mikro yang diterapkan pada produksi pertanian
peternakan. Karena di Amerika Serikat pada umumnya luas usaha pertanian adalah besarbesar dan hasilnya semua untuk dijual ke pasar (pertanian komersial) maka prinsip-prinsip
manajemen usahatani ternak berlaku bagi segala macam usahatani termasuk perkebunanperkebunan kapas atau tembakau yang besar-besar di Amerika Serikat bagian Selatan.
Di Indonesia kita melihat perbedaan yang amat besar antara pertanian/ peternakan rakyat dan
perkebunan. Tidak saja perbedaan dalam skala usaha tetapi juga dalam tujuan produksi dan
cara-cara mengusahakannya. Itulah sebabnya kita mengenal ilmu manajemen perkebunan
(estate management) disamping ilmu manajemen usahaternak (farm management).
Dalam menyelenggarakan suatu usahaternak, setiap peternak berusaha untuk menghasilkan
produksi yang tinggi. Bagi peternak kecil (peternak rakyat) sebagian hasil produksi digunakan
untuk konsumsi keluarga, sedangkan pada peternakan besar sifatnya sudah komersil dan
seluruh produksinya dijual. Dengan penelitian yang lebih mendalam akan ternyata bahwa
peternak mengadakan perhitungan-perhitungan ekonomi dan keuangan walaupun tidak secara
tertulis. Bila peternak dihadapkan pada pilihan antara menggunakan bibit lokal yang lebih
murah dengan bibit unggul yang lebih mahal, ia akan mengadakan perhitungan-perhitungan
untung ruginya sebelum memberi keputusan. Dalam ilmu ekonomi dikatakan bahwa peternak
membandingkan antara hasil yang diharapkan akan diterima (penerimaan, revenue) dengan
biaya yang harus dikeluarkan (korbanan, cost).
Dalam pembicaraan sehari-hari kita sering menamakan usahaternak yang baik adalah yang
produktif, berarti produktivitasnya tinggi. Hal ini dapat diartikan sebagai gabungan antara
konsep efisiensi fisik dengan kapasitas produksi. Ada perbedaan antara produktivitas fisik dan
produktivitas ekonomis usahatani ternak. Dalam pengertian ekonomis maka letak atau jarak
usahaternak dari pasar menjadi penting artinya. Apabila dua buah usahaternak mempunyai
produktivitas fisik yang sama, maka usahatani ternak yang lebih dekat dengan pasar
mempunyai nilai lebih tinggi karena produktivitas ekonominya lebih besar. Hal ini berhubungan
dengan harga output di tingkat konsumen.

4

5

Dokumen yang terkait

Dokumen baru