PeraturanAkademikUnmal - Wijoyo Adi.pdf


Tentang PERATURAN AKADEMIK UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG YAYASAN ALIH TEKNOLOGI UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT serta atas rahmat-Nya jualah Peraturan Akademik ini dapat disusun dan disajikan sebagai pegangan bagi setiap civitas akademika dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar di Universitas Malahayati Bandar Lampung ini.

Peraturan Akademik ini merupakan penjabaran dari kebijakan Akademik Universits Malahayati Bandar Lampung. Peraturan akademik ini merupakan sumber informasi dan dasar rujukan dalam setiap penyelenggaraan proses belajar mengajar di lingkungan Universitas Malahayati Bandar Lampung, yang telah disusun dengan mengacu pada beberapa peraturan baik Undang-Undang, Peraturan Menteri, Surat Keputusan Menteri serta Statuta Universitas Malahayati Bandar Lampung. Sehingga secara praktis Peraturan Akademik ini merupakan pedoman bagi Fakultas, Prodi, dan Program Studi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkunganya masing-masing, dan merupakan dasar pijakan dalam menyusun peraturan akademik di tingkat fakultas.

Pada kesempatan ini diucapkan terima kasih kepada Tim Penyusun dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian peraturan akademik ini. Semoga peraturan akademik ini dapat menjadi pegangan dan petunjuk bagi semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan proses belajar mengajar di lingkungan Universitas Malahayati Bandar Lampung.

TIM PENYUSUN

Tim Penyusun Buku Peraturan Akademik Universitas Malahayati Bandar Lampung Edisi Tahun 2016 adalah sebagai berikut :

A. Penasehat

: Dr. Muhammad Kadafi, SH.,MH.

B. Penanggung Jawab

: Achmad Farich, dr.,MM.

Dr. Dessy Hermawan, S.Kep.,Ns.,M.Kes

C. Ketua

: Tarmizi, SE.

D. Sekretaris

: Aditia Arief Firmanto, SH.,MH.

E. Anggota : 1. Tubagus Muhammad Nasarudin, SH.,MH.

2. Ahmad Iqbal, SS.

3. Dalfian, dr.

4. Dika Sandi, Amd.

5. Khoidar Amirus, SKM.,M,Kes.

6. Kusnadi, SE.,M.Si

7. Rissa Afni Martinouva, SH.,MH.

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG

NOMOR: 2650.10.414.09.16

TENTANG PERUBAHAN PERATURAN AKADEMIK UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG

Menimbang :

a. Bahwa dalam rangka peningkatan proses dan hasil kegiatan akademik di Universitas Malahayati Bandar Lampung dipandang perlu adanya kepastian hukum dalam penyelenggaraan kegiatan akademik;

b. Bahwa dengan memperhatikan masukan rapat Koordinasi Universitas Malahayati Bandar Lampung Hari Selasa tanggal 7 Agustus 2016;

c. Bahwa Peraturan Akademik Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2012

sudah tidak sesuai dengan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

d. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf

b perlu ditetapkan Keputusan Rektor tentang Peraturan Akademik. Mengingat :

a. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

b. Peraturan Pemerintah RI Nomor 66 Tahun 2010 Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

c. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi

d. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

e. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

f. Permenpan No. 17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen

g. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Mahasiswa

h. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 045/U/2002 Tentang Kurikulum Pendidikan Tinggi

i. Statuta Universitas Malahayati Nomor. 497.Altek.SK.A.30.10.12

MEMUTUSKAN

Menetapkan : Pertama

: Memberlakukan peraturan akademik Universitas Malahayati seperti tercantum dalam Keputusan Rektor No. 2650.10.414.09.16 Kedua

: Surat Keputusan Rektor Nomor 3350.10.401.0802 tentang Peraturan Akademik Universitas Malahayati Tahun 2012 dinyatakan tidak berlaku.

Ketiga : Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan bahwa peraturan akademik pada diktum pertama dapat diperbaiki dikemudian hari.

Bandar Lampung,01 September 2016 Rektor,

Dr. Muhammad Kadafi, SH.,MH. NPP. 0212100037

Visi dan Misi Universitas Malahayati

Visi

Universitas Malahayati menjadi Universitas unggul berstandar Internasional dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis etika-religius.

Misi

 Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa nasionalisme dan bewawasan kebangsaan, moral , etika, ahlak dan intregitas yang tinggi dengan tuntutan masyarakat lokal, nasional dan internasional.

 Menyelenggarakan kerjasama pengembangan pendidikan tingkat nasional dan internasional.  Menumbuhkan jiwa kepedulian social dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1

(1) Universitas Malahayati adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan akademik dan profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.

(2) Fakultas adalah pengkoordinasi dan/ atau pelaksana akademik (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) dalam satu atau seperangkat cabang ilmu pengetahuan dan teknologi di Universitas Malahayati.

(3) Laboratorium/studio merupakan perangkat penunjang pelaksana akademik dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi di Universitas Malahayati. (4) Program studi adalah kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggara atas dasar kurikulum serta ditunjuk agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan keterampilan, serta sikap yang sesuai dengan sasaran kurikulum di Universitas Malahayati.

(5) Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian dan diselenggarakan oleh Universitas. (6) Pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu dan diselenggarakan oleh Universitas. (7) Pendidikan vokasi adalah pendidikan yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu di Universitas Malahayati (8) Rektor adalah pimpinan tertinggi Universitas yang bertanggung jawab dalam kegiatan Tri dharma Perguruan Tinggi. (9) Dekan adalah Pemimpin Fakultas yang bertanggung jawab dalam kegiatan Tri dharma Perguruan Tinggi ditingkat Fakultas. (10)Dosen adalah tenaga pendidik pada Universitas Malahayati yang sesuai dengan keahlian khususnya diangkat dengan tugas utama melaksanakan tri dharma perguruan tinggi (11)Mahasiswa Universitas Malahayati adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di Universitas Malahayati. (12)Civitas Akademika Universitas Malahayati terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Universitas Malahayati. (13)Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi .

(14)Kurikulum inti adalah bagian dari kurikulum pendidikan tinggi yang berlaku secara nasional untuk setiap program studi, yang memuat tujuan pendidikan,isi pengetahuan, dan kemampuan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penyelesaian suatu program studi.

(15)Kurikulum lokal Universitas Malahayati adalah bagian dari kurikulum Universitas Malahayati yang berkenaan dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas Universitas Malahayati.

(16)Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran dalam kurikulum di perguruan tinggi yang menunjang pembentukan kepribadian dan sikap sebagai bekal mahasiswa memasuki kehidupan bermasyarakat.

(17)Mata Kuliah Dasar Keterampilan (MKDK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan pembentukan keahlian baik untuk kepentingan profesi maupun untuk pengembangan ilmu dan teknologi.

(18)Mata Kuliah Keahlian (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan untuk menghasilkan tenaga ahli yang menguasai dasar metodologi ilmu, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan dalam salah satu bidang ilmu sesuai dengan tingkat keahlian.

(19)Penelitian merupakan kegiatan dalam upaya menghasilkan pengetahuan empiris, teori, konsep, metodologi, model , atau informasi baru memperkaya pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian.

(20)Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan , teknologi, dan/atau dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat. (21)Seminar adalah pertemuan ilmiah yang sistematis mempelajari suatu topik khusus di bawah pimpinan seorang ahli dan berwenang dalam bidang tersebut. (22)Penelitian dan pengabdian yang bersifat antar bidang, lintas bidang dan atau multi bidang ilmu adalah kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan bidang- bidang ilmu yang berada pada beberapa fakultas atau yang diakui Universitas Malahayati sebagai fakultas.

(23)Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan bidang ilmu yang berada di prodi (atau yang diakui Universitas Malahayati sebagai prodi) dan/atau di masing-masing fakultas atau yang diakui Universitas Malahayati.

(24)KKL-PPM adalah Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat. (25)Sistem Kredit Semester

adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan satuan kredit semester untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen , dan beban penyelengaraan program lembaga pendidikan dan yang memungkinkan perguruan tinggi untuk melaksanakan penyajian program studi yang beraneka ragam dan luwes serta memberi kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih dan melaksanakan program studi yang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dipunyai.

(26)Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam suatu jenjang pendidikan; satu semester terdiri atas 16-19 minggu kerja. (27)Satuan Kredit Semester (SKS) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan kumulatif bagi suatu program tertentu, serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi perguruan tinggi dan khususnya dosen.

BAB II

PENDIDIKAN Bagian Kesatu

Program Pendidikan Pasal 2

(1) Universitas Malahayati adalah lembaga pendidikan tinggi yang melaksanakan pendidikan akademik dan pendidikan profesi serta vokasi. (2) Penyelenggaraan program sarjana dan diploma dilaksanakan atas dasar kurikulum yang disusun oleh Universitas Malahayati sesuai dengan sasaran program studi. (3) Program studi Universitas Malahayati berada di prodi yang relevan, antar bagian, atau antar prodi pada fakultas yang relevan.

(4) Program studi Universitas Malahayati :

No Fakultas

Kedokteran Umum

Ilmu Keperawatan

1. Teknik Sipil

S1

2. Teknik Mesin

S1 S1

3. Teknik Lingkungan

S1

4. Teknik Industri

1. Ekonomi Akuntansi

03. EKONOMI S1

S1 KESEHATAN MASYARAKAT

04. FAKULTAS

Kesehatan Masyarakat

Kesehatan Masyarakat

S2

05. FAKULTAS HUKUM Ilmu Hukum S1

06. AKADEMI

D3 KEPERAWATAN

Bagian Kedua

Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 3

(1) Penyelenggaraan pendidikan di Universitas Malahayati diselenggarakan dengan menerapkan sistem kredit semester. (2) Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui kuliah, praktikum, responsi, latihan, diskusi, seminar, kolokium, Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, simulasi, penelitian, dan kegiatan ilmiah lainnya.

(3) Bahasa pengantar dalam kegiatan akademik (lisan dan tulisan) adalah bahasa Indonesia baku. (4) Pendidikan dilaksanakan oleh fakultas, program studi , laboratorium, kelompok dosen dan dosen. (5) Satu tahun akademik penyelenggaraan pendidikan terdiri dari atas dua semester, yaitu Semester Ganjil dan Semester Genap dan dapat menyelenggarakan semester antara. (6) Mata kuliah yang tidak ditawarkan dalam suatu semester dapat diberikan dalam semester itu asalkan diikuti oleh minimum sepuluh mahasiswa (semester antara), apabila kurang dari sepuluh orang mahasiswa, maka dapat mengajukan kuliah terbimbing.

(7) Semester antara sebagaimana dimaksud pada ayat 5 diselenggarakan :

a. Selama paling sedikit 8 minggu

b. Beban belajar mahasiswa paling banyak 9 sks

c. Sesuai beban belajar mahasiswa untuk memenuhi pencapaian pembelajaran yang telah ditetapkan (8) Apabila semester diselenggarakan dalam bentuk perkuliahan, tetap tatap muka paling sedikit 16 (enambelas) kali termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester antara

Bagian Ketiga

Kurikulum Pasal 4

(1) Beban studi mahasiswa Universitas Malahayati.

Lama Studi

Minimum Maksimum

Diploma IV

Diploma III

(2) Untuk penentuan beban SKS dimasing-masing program studi ditetapkan dengan Keputusan Dekan. (3) Kurikulum yang menjadi dasar penyelenggaran studi terdiri atas :

a. Kurikulum inti yaitu kelompok bahan dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional.

b. Kurikulum lokal yaitu sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan serta ciri khas Universitas Malahayati.

(4) Kurikulum inti ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI. (5) Kurikulum setiap Program Studi ditetapkan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan

Senat Universitas Malahayati. (6) Setiap kurikulum dapat ditinjau kembali setelah diberlakukan selama minimal 2 tahun . (7) Perubahan yang tidak mendasar, misalnya mata kuliah pilihan baru yang dapat

ditawarkan suatu prodi, dapat dilaksanakan dengan keputusan Dekan setelah mendapat pertimbangan dari Senat Fakultas.

(8) Kurikulum disusun dengan komposisi (SKS) :

Kurikulum Kurikulum Mata Kuliah

Kelompok

Kurikulum

Total SKS

Inti

Lokal

a) Mata Kuliah Umum

b) Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK)

c) Mata

(9) Kurikulum inti berkisar (50-80 %) dari jumlah SKS kurikulum program sarjana. (10) Khusus Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran untuk mencapai Gelar Dokter Umum, harus menempuh Program Pendidikan Profesi dokter dengan Beban minimal 36 SKS (4 semester) di Rumah Sakit Pendidikan dan wahana pendidikan lain FK Unimal setelah mahasiswa mencapai gelar sarjana Kedokteran.

(11) Pada Program Studi Ilmu Keperawatan, untuk mencapai gelar Ners (Ns), Mahasiswa harus menempuh program profesi Ners selama 2 semester (36 SKS) di Rumah Sakit Pendidikan dan wahana pendidikan lain setelah mahasiswa mencapai Sarjana Keperawatan.

(12) Mata kuliah umum wajib untuk setiap program studi adalah pendidikan Pancasila, Agama, dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia. (13) Kurikulum lokal terdiri atas :

a. Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) dapat berupa Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Bahasa Inggris, Informasi dan Teknologi (IT).

b. Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK).

c. Mata Kuliah Keahlian (MKK) dapat berupa tugas akhir (skripsi) mata kuliah penunjang, dan mata kuliah lain yang berkaitan dengan program studi. (14) Setiap mata kuliah diberi kode huruf yang berdasarkan bidang ilmu dan nomor yang menyatakan tingkat keilmuan serta nomor mata kuliah pada prodi yang menawarkan mata kuliah tersebut.

(15) Mata kuliah yang mempunyai mata kuliah prasyarat diberi tanda dengan menuliskan kode mata kuliah prasyarat di belakang kode mata kuliah tersebut. (16) Mata kuliah yang bermata kuliah prasyarat :

a. Hanya dapat diambil oleh mahasiswa suatu prodi jika mata kuliah prasyarat telah diambil dengan huruf mutu sekurang-kurangnya (D).

b. Mata kuliah berprasyarat dapat diambil oleh masing-masing prodi lain tanpa mengikuti mata kuliah prasyarat asalkan disetujui oleh ketua prodi yang menawarkan mata kuliah tersebut.

(17) Suatu kurikulum terdiri atas mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan. (18) Mata kuliah wajib adalah mata kuliah yang harus diambil mahasiswa dan tidak dapat

diganti dengan mata kuliah lain.

(19) Mata kuliah pilihan terdiri atas mata kuliah pilihan wajib dan mata kuliah pilihan bebas. (20) Mata kuliah pilihan wajib adalah mata kuliah yang harus dipilih dari sejumlah mata

kuliah yang disusun dalam suatu kurikulum untuk memenuhi sasaran/tujuan program studi.

(21) Mata kuliah pilihan bebas adalah mata kuliah yang tidak tercantum dalam kurikulum program studi yang bersangkutan tetapi dapat diambil oleh mahasiswa. (22) Jika dalam suatu semester, seseorang mahasiswa sudah dapat menempuh ujian skripsi/komprehensif tetapi masih harus mengulangi maksimum dua mata kuliah yang ditawarkan pada semester berikutnya, mahasiswa itu dapat menempuh mata kuliah tersebut dengan melaksanakan kuliah khusus dengan ketentuan :

a. Disetujui Dekan/ Ketua Prodi/ Bagian.

b. Jumlah jam studi sesuai dengan SKS mata kuliah tersebut.

c. Mata kuliah tersebut didaftarkan ke BAA.

Bagian Keempat

Satuan Kredit Semester Pasal 5

(1) Pelaksanaan perkuliahan satu SKS terdiri atas tiga kegiatan per minggu selama satu semester (16 kali pertemuan) yang tidak saling terpisah dan tidak saling substitusi dengan rincian sebagai berikut:

I. Bagian mahasiswa :

a. 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan dosen (kuliah) ditambah dengan

b. (1-2) jam kegiatan studi terstrukur, tidak terjadwal, tetapi direncanakan oleh dosen dan dinilai misalnya pekerjaan rumah; ditambah dengan

c. (1-2) jam kegiatan studi mandiri yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami atau mempersiapkan suatu tugas yang berhubungan dengan suatu mata kuliah atau tujuan lain yang tidak dinilai dosen.

II. Bagian Dosen

a. 50 menit tatap muka terjadwal dengan mahasiswa; ditambah dengan

b. (1-2) jam perencanaan dan evaluasi kegiatan studi terstruktur ditambah dengan

c. (1-2) jam pengembangan materi. (2) Satu SKS berarti 50 menit tatap muka per minggu selama satu semester (16 kali pertemuan) disertai dengan (1-2) jam kegiatan terstruktur tidak terjadwal, dan (1-2) jam kegiatan mandiri (3) Praktikum di laboratorium satu SKS adalah beban tugas di laboratorium sebanyak 2 jam per minggu selama satu semester (16 kali pertemuan) diikuti dengan (1-2) jam kegiatan terstruktur, dan (1-2) jam kegiatan mandiri.

(4) KKL-PPM bobot nilai setara 2 SKS (5) Penelitian dan penyusunan TA/skripsi/Tesis satu SKS beban tugas penelitian dan penyusunan

TA/skripsi/Tesis setara dengan (3-4) jam per minggu. (6) Kegiatan administrasi satu SKS beban tugas setara dengan 3 jam kerja per hari.

Bagian Kelima

Dosen Pembimbing Akademik Pasal 6

(1) Selama menjalani studi, setiap mahasiswa Universitas Malahayati dibimbing oleh seorang dosen Pembimbing Akademik (PA). (2) Fungsi :

a. Menandatangani dan menyerahkan kartu hasil studi serta memberi pertimbangan tentang mata kuliah (wajib dan pilihan) yang dapat diambil pada semester yang akan berlangsung kepada mahasiswa bimbingannya.

b. Memberi pertimbangan tentang banyaknya kredit yang dapat diambil pada semester yang akan datang berlangsung sesuai dengan keberhasilan studi pada semester sebelumnya dan menyatakan kesetujuannya dengan cara menandatangani kartu rencana studi.

c. Mengikuti, mengamati dan mengarahkan perkembangan studi mahasiswa yang dibimbingnya secara berkala.

d. Mencatat dan mengevaluasi program yang dijalani mahasiswa yang dibimbingnya dalam tata cara yang telah diberlakukan Universitas Malahayati.

(3) Wewenang PA :

a. Memberi nasehat kepada mahasiswa yang dibimbingnya.

b. Membantu memecahkan masalah yang menghambat kelancaran studi mahasiswa yang dibimbingnya.

c. Membantu mengatasi kesukaran-kesukaran mahasiswa dalam studi.

d. Meneruskan permasalahan mahasiswa yang bukan wewenangnya kepada yang berwenang untuk menangani masalah tersebut. (4) Kewajiban PA :

a. Menguasai kurikulum program yang diikuti oleh mahasiswa bimbingannya.

b. Mengetahui berbagai program kemahasiswaan.

c. Menetapkan dan mengumumkan jadwal pembimbingnya dengan sebaik-baiknya.

d. Melayani mahasiswa bimbingannya dengan sebaik-baiknya.

e. Jika akan meninggalkan tugas, PA harus melapor kepada Ketua Prodi, Wakil Dekan bidang akademik atau Dekan. (5) Jangka waktu bimbingannya

a. Setiap mahasiswa sudah mendapat pembimbing sejak awal menjadi mahasiswa sampai selesai studi.

b. Jika dosen meninggalkan tugas selama 6 bulan, tugasnya sebagai PA diganti dosen lainya dengan surat keputusan Dekan.

c. Jika dosen tidak berada di kampus untuk sementara waktu, sedangkan saat itu dia sangat diperlukan mahasiswa bimbingannya, maka tugasnya sebagai PA digantikan oleh ketua Program Studi/ Ketua Prodi/ Ketua Bagian/ Wakil Dekan bidang Akademik.

d. Di dalam menangani masalah-masalah yang di luar kemampuan PA atau yang terlalu jauh dari masalah akademik, pelaksana bimbingan diserahkan kepada kelompok penasehat.

Bagian Keenam

Persyaratan Menjadi Mahasiswa Pasal 7

(1) Untuk menjadi mahasiswa Universitas Malahayati Bandar Lampung, seseorang harus :

a. Lulus dan memiliki ijazah sekolah menengah atas atau yang sederajat bagi mahasiswa D3 dan S1, S1 bagi mahasiswa S2.

b. Lulus seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

c. Sehat jasmani dan rohani serta bebas NAPZA.

d. Sanggup mentaati peraturan yang ada di Universitas Malahayati Bandar Lampung.

e. Memenuhi persyaratan lain yang ditentukan. (2) Universitas Malahayati menerima mahasiswa asing dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Tamat dan memiliki surat tanda tamat belajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) atau sederajat, Prodi IPA dan Biologi untuk Fakultas Kedokteran, Prodi IPA untuk teknik dan eksakta dan semua prodi untuk bidang studi sosial.

b. Persyaratan umum bagi mahasiswa asing adalah:

1. Daftar riwayat hidup.

2. Foto kopi/salinan ijazah termasuk transkrip akademik.

3. Surat keterangan jaminan pembiayaan hidup dan biaya pendidikan.

4. Surat keterangan sponsor (WNI) sebagai penanggung jawab selama di Indonesia.

5. Foto kopi paspor yang berlaku minimum satu tahun.

6. Surat pernyataan tidak akan bekerja selama belajar di Indonesia.

7. Surat pernyataan bahwa yang bersangkutan akan memenuhi peraturan perundang- undangan yang berlaku di Indonesia.

8. Pas foto terbaru berukuran 4x6=12 lembar.

9. Surat keterangan kesehatan.

10. Untuk pelatihan, persyaratan ditambah dengan melampirkan rekomendasi

11. dari perguruan tinggi asal.

12. Memperoleh izin belajar dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI yang dapat diajukan melalui perwakilan RI bagi yang tinggal di luar Indonesia atau langsung kepada dirjen Dikti RI bagi yang tinggal di Indonesia

13. Menanggung biaya pendidikan yang besarnya ditentukan dengan keputusan Rektor.

14. Lulus dalam ujian masuk yang diselenggarakan Universitas Malahayati.

15. Tidak ikut campur dalam kegiatan politik di Indonesia.

16. Mengikuti peraturan yang berlaku di Universitas Malahayati.

Bagian Ketujuh

Pelaksanaan dan Waktu Perkuliahan Pasal 8

(1) Perkuliahan dilaksanakan dengan Sistem Kredit Semester (2) Satuan beban kebulatan studi yang harus ditempuh mahasiswa dinyatakan dengan satuan

kredit semester disingkat sks. (3) Jenis semester yang ada di Universitas Malahayati Bandar Lampung terdiri dari :

a. Semester Ganjil yang dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Januari tahun berikutnya.

b. Semester genap yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Agustus tahun berjalan.

c. Semester antara yang pelaksanaanya pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus tahun berjalan (4) Jumlah tatap muka perkuliahan adalah 14 sampai dengan 16 kali per semester.

Bagian Kedelapan Beban Studi Semester

Pasal 9

(1) Beban studi pada semester I dan II hanya menyangkut mata kuliah wajib, dengan beban (18-20 SKS) kecuali mereka yang mencapai IP (Indek Prestasi) sama atau di atas 3,00 pada semester II.

(2) Beban studi setelah semester II ditentukan oleh keberhasilan studi sebelumnya yang dinyatakan dalam IP. (3) Hubungan antara IP semester yang lalu dan beban studi pada semester berikutnya adalah sebagai berikut :

Kisaran beban studi

IP semester yang lalu

Semester berikut

3,00 atau lebih

1,49 atau kurang

Bagian Kesembilan

Syarat Mengikuti Ujian Pasal 10

(1) Mengikuti tatap muka minimal 80 % dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Jika terjadi perbaikan rencana studi, perhitungan ini termasuk awal kuliah.

b. Mengikuti kegiatan akademik terstruktur 100 %.

c. Mengikuti praktikum 100 % untuk mata kuliah yang mempunyai kegiatan praktikum. (2) Mahasiswa dapat mengikuti praktikum susulan/pengganti dengan ketentuan :

a. Disetujui ketua prodi/Ketua Prodi/ Bagian Akademik karena mempunyai alasan yang sah.

b. Praktikum susulan/pengganti dibiayai mahasiwa secara khusus (diluar ketentuan SPP).

Bagian Kesepuluh Penilaian Hasil Belajar Program Sarjana dan Diploma

Pasal 11

(1) Penilaian dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian, tugas, dan pengamatan dosen. (2) Penyelenggaraan penilaian

a.Ujian semester : Ujian kecil (kuis), mid semester, praktikum , dan akhir semester yang dilaksanakan secara tertulis . b.Ujian skripsi (komprehensif) yang dilaksanakan secara lisan. (3) Berkas ujian dan berbagai tugas tertulis yang mendapat penilaian harus dikembalikan kepada mahasiswa. (4) Penilaian hasil belajar dinyatakan dalam huruf : A, B , C, D, dan E yang masing-masing berangka mutu : 4, 3, 2, 1, 0. (5) Konversi nilai akhir dalam angka ke dalam huruf mutu dan angka mutu adalah sebagai berikut :

a. Berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Nilai Akhir

Hurup Mutu Angka Mutu

Status Lebih dari 7,6

A 4 Lulus

B 3 Lulus

C 2 Lulus

D 1 Lulus

Kurang dari 4,5

E 0 Tidak Lulus

b. Berdasarkan penilaian relatif, penggunaan kurva normal. (6) Mahasiswa Program Diploma dan Program Sarjana dinyatakan lulus apabila telah menempuh seluruh beban belajar yang ditetapkan dan memiliki capaian pembelajaran lulusan yang ditargetkan oleh program studi dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 2,76

(7) Kelulusan mahasiswa berdasarkan Ayat 6 diatas, dapat diberikan predikat memuaskan, sangat memuaskan, atau pujian dengan kriteria :

a. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,76 sampai dengan 3,00 a. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 2,76 sampai dengan 3,00

c. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat pujian apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih dari 3,50 (8) Mahasiswa program profesi dan program magister dinyatakan lulus apabila telah menempuh seluruh beban belajar yang ditetapkan dan memiliki capaian pembelajaran lulusan yang ditargetkan oleh program studi dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 3,00.

(9) Kelulusan mahasiswa berdasarkan ayat 8 diatas, dapat diberikan predikat memuaskan sangat memuaskan dan pujian dengan kriteria :

a. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,00 sampai dengan 3,50.

b. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,51 sampai dengan 3,75

c. Mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat dengan pujian apabila mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih dari 3,75 (10) Ketentuan ayat 6, 7, 8 dan 9 diatas diberlakukan kepada mahasiswa mulai tahun akademik 2016/2017. (11) Pelaksanaan tugas terstruktur yaitu penilaian terhadap berbagai bentuk pekerjaan rumah. (12) Pengamatan di kelas yaitu penilaian terhadap kemampuan untuk mengemukakan

pertanyaan dan kemampuan beragumentasi. (13) Standar kelulusan nilai ujian semester antara maksimal B (14) Dosen yang terlambat memasukan nilai dan menyerahkan nilai diberikan sanksi akademik

Bagian kesebelas Evaluasi Keberhasilan Studi

Pasal 12

(1) Evaluasi keberhasilan studi tahunan untuk Program Sarjana dan Diploma IV dilakukan pada tiap akhir semester keempat dan kedelapan. (2) Evaluasi keberhasilan studi tahunan untuk Program Diploma III dilakukan pada setiap akhir semester keempat dan keenam (3) Mahasiswa yang masa studi menjelang berakhir satu tahun maka akan diberikan peringatan (4) Bagi mahasiswa yang telah habis masa studi maka akan diberi surat pemberhentian status

sebagai mahasiswa/ pemutusan hak studi dari Rektor atas usul Pimpinan Fakultas.

Bagian ke Dua Belas Ambil Ulang dan Penghapusan Mata Kuliah

Pasal 13

(5) Mata kuliah yang berhuruf mutu D dan E wajib diambil ulang . (6) Nilai yang akan direkam adalah nilai tertinggi. (3) Mata Kuliah pilihan dapat dihapus dari transkrip akademik dengan ketentuan bahwa jumlah

SKS setelah penghapusan mata kuliah tersebut memenuhi persyaratan minimum kurikulum program studi yang ditempuh.

Bagian ke Tiga Belas Perbaikan Nilai

Pasal 14

(1) Nilai dalam KHS yang salah hitung atau salah rekam dapat diperbaiki. (2) Perbaikan nilai diusulkan selambat-lambatnya satu bulan setelah diterbitkannya KHS yang

salah hitung atau salah rekam. (3) Mahasiswa yang berkepentingan mengajukan permohonan kepada Dekan. (4) Dekan memerintahkan ketua prodi yang menawarkan mata kuliah tersebut untuk

menghubungi dosen PA mahasiswa yang bersangkutan. (5) Dosen PA menghubungi dosen mata kuliah dengan membawa bukti-bukti (berkas-berkas ujian) dari mahasiswa yang menunjukkan kesalahan rekam nilai. (6) Jika benar terjadi kesalahan rekaman, dosen PA melapor kepada Ketua Prodi baik secara lisan dan/atau tertulis. (7) Ketua Prodi melaporkan kepada Dekan baik secara lisan dan/atau tertulis. (8) Dekan mengajukan permohonan berupa surat permohonan kepada Rektor supaya KHS

mahasiswa yang bersangkutan diperbaiki. (9) Rektor/WR I melakukan pemberitahuan tertulis kepada kepala BAA untuk memperbaiki KHS mahasiswa yang bersangkutan. (10) Biro BAA menerbitkan KHS yang baru bagi mahasiswa tersebut dan mengirimkannya kepada Dekan. (11) Dekan menyampaikan KHS baru kepada Dosen PA melalui Ketua Prodi. (12) Mahasiswa menerima KHS baru dari dosen PA.

Bagian ke Empat Belas

Perhitungan Indeks Prestasi Pasal 15

(1) Hasil belajar per semester dinyatakan dalam indeks prestasi (IP). (2) Perhitungan IP per semester adalah sebagai berikut :

a. Bobot (SKS) per mata kuliah dikalikan dengan angka mutu.

b. Semua hasil perkalian tersebut dijumlahkan.

c. Indeks prestasi adalah jumlah hasil perkalian antara SKS per mata kuliah dan angka mutu dibagi dengan jumlah SKS yang diambil.

Bagian ke Lima Belas Penyusunan dan Ujian Tugas Akhir/Skripsi/Tesis

Pasal 16

(1) Ketentuan Umum.

a. Pada akhir pendidikan program diploma/sarjana/program pascasarjana, setiap mahasiswa diwajibkan menyusun dan menempuh ujian.

b. Tugas Akhir/Skripsi/Tesis disusun secara ilmiah.

c. Mahasiswa harus mampu mempertanggungjawabkan isi Tugas Akhir/Skripsi/Tesis dihadapan tim penguji.

d. Ujian Tugas Ahir/Skripsi/Tesis dilaksanakan secara komprehensif oleh Tim Penguji.

e. Kelulusan dalam ujian Tugas akhir/Skripsi/Tesis ditentukan oleh keputusan tim penguji dalam penilaian terhadap prestasi yang dicapai mahasiswa.

f. Format Tugas Akhir/Skripsi/Tesis mengikuti ketentuan yang telah berlaku di Universitas Malahayati Bandar Lampung.

g. Tim penguji terdiri atas seorang dosen pembimbing utama, seorang dosen pembimbing kedua, dan seorang dosen bukan pembimbing untuk TA dan Skripsi, sedangkan Tesis ditambah dengan satu orang dosen bukan pembimbing.

h. Proses bimbingan Meliputi : penentuan judul, penulisan usul penelitian, pelaksanaan penelitian, penulisan bahan seminar untuk usulan dan hasil penelitian, penulisan Tugas Akhir/Skripsi/Tesis secara lengkap, dan ujian Tugas Akhir/Skripsi/Tesis.

(2) Syarat bagi mahasiswa untuk mengajukan usul penelitian.

a. Telah menyelesaikan untuk Diploma minimum 103 SKS, untuk Skripsi minimum 110 SKS, untuk Pascasarjana minimum 20 SKS

b. Telah lulus mata kuliah wajib topik penelitian.

c. IPK minimum Diploma adalah 2,76, IPK minimum Sarjana 2,76, IPK minimum Pascasarjana 3,00

d. Terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Malahayati

e. Mengajukan permohonan kepada Kaprodi dengan mengisi daftar isian yang disediakan.

(3) Syarat untuk menjadi dosen pembimbing Tugas Akhir dan Skripsi

a. Pembimbing utama mempuyai bidang ilmu yang sesuai dengan bidang kajian Tugas Akhir/Skripsi mahasiswa.

b. Pembimbing utama :

1. Serendah-rendahnya lektor bagi pemegang gelar magister.

2. Serendah-rendahnya asisten ahli bagi pemegang gelar Doktor.

c. Pembimbing pendamping

1. Serendah-rendahnya asisten ahli madya bagi pemegang gelar magister.

d. Syarat untuk menjadi penguji

1. Serendah-rendahnya lektor bagi pemegang gelar magister.

2. Serendah-rendahnya asisten ahli bagi pemegang gelar Doktor.

3. Mempunyai bidang ilmu yang relevan dengan bidang kajian Tugas Akhir mahasiswa.

(4) Syarat untuk menjadi dosen pembimbing Tesis

a. Pembimbing utama mempuyai bidang ilmu yang sesuai dengan bidang kajian Tugas Tesis mahasiswa.

b. Pembimbing utama :

1. Serendah-rendahnya lektor bagi pemegang gelar Doktor.

c. Pembimbing pendamping

1. Serendah-rendahnya asisten ahli madya bagi pemegang gelar doktor

2. Serendah-rendahnya lektor bagi pemegang gelar magister

d. Syarat untuk menjadi penguji

1. Serendah-rendahnya lektor bagi pemegang gelar magister.

2. Serendah-rendahnya asisten ahli bagi pemegang gelar Doktor mempunyai bidang ilmu yang relevan dengan bidang kajian Tugas Akhir mahasiswa

e. Dalam hal belum ada Penguji dan Dosen Pembimbing yang memenuhi Persyaratan kualifikasi Dosen (misal hanya tersedia dosen dengan jabatan fungsional AA yang memiliki keahlian yang relevan dengan topik skripsi) maka untuk kondisi darurat sementara waktu prodi boleh menetapkan kebijakan pengecualian dengan persetujuan Dekan.

(5) Syarat untuk menempuh ujian TA/Skripsi/Tesis

a. TA/Skripsi/Tesis telah dinyatakan layak ujian oleh Direktur untuk TA, Dekan untuk Skripsi dan Tesis.

b. Semua mata kuliah telah lulus dan jumlah SKS wajib dalam program studi telah dipenuhi.

c. Indeks Prestasi kumulatif mencapai serendah-rendahnya 2,76 untuk TA dan Skripsi, sedangkan untuk Tesis serendah-rendahnya Indeks Prestasi Kumulatif 3,00.

(6) Prosedur Penyusunan TA/Skripsi/Tesis

a. Mahasiswa mengisi formulir permohonan pengajuan topik TA/Skripsi/Tesis yang tersedia di prodi.

b. Formulir yang sudah diisi dikembalikan ke prodi selambat-lambatnya satu minggu setelah menerima formulir isian dengan dilampirkan transkrip akademik yang telah disahkan kaprodi.

c. Permohonan yang telah disetujui Kaprodi, ditetapkan dengan surat keputusan Dekan yang memuat nama pemohon, nomor pokok mahasiswa , topik TA/Skripsi/Tesis, dan nama dosen pembimbing.

d. Setelah permohonan dikabulkan, mahasiswa diwajibkan menyusun proposal TA/skripsi/Tesis di bawah bimbingan dosen pembimbing.

e. Proposal TA/skripsi/Tesis yang telah disetujui dosen pembimbing diseminarkan di prodi.

f. Seminar proposal sekurang-kurangnya harus dihadiri oleh tiga dosen dan 5 mahasiswa dalam prodi : setiap mahasiswa wajib menghadiri 5 kali seminar mahasiswa.

g. Mahasiswa dengan proposal yang telah diseminarkan dan perbaikannya telah disetujui dosen pembimbing dapat segera melaksanakan penelitian.

h. Hasil penelitian/TA/skripsi/Tesis diseminarkan di prodi secara tertutup.

i. TA/Skripsi/Tesis yang dinilai layak ujian diperbanyak sebanyak empat buah dan disampaikan kepada prodi disertai dengan :

1. Transkrip akademik yang telah disahkan Kaprodi.

2. Permohonan untuk ujian dari dosen pembimbing kepada Kaprodi yang ditembuskan kepada Dekan.

3. Fotokopi pembayaran SPP yang sah, slip pembayaran skripsi/tesis

4. BAA I

(7) Waktu penyelesaian TA/skripsi/Tesis

a. TA/Skripsi/Tesis harus sudah selesai dalam waktu selambat-lambatnya delapan bulan setelah topik disetujui Direktur untuk TA dan Kaprodi untuk Skripsi dan Tesis.

b. Bila dalam waktu lima bulan penyelesaian TA/skripsi/Tesis belum mencapai 50 % pembimbing wajib memberi peringatan kepada mahasiswa penyusun skripsi.

c. Bila dalam waktu delapan bulan penyelesaian TA/skripsi/Tesis belum mencapai 100 % mahasiswa diberi kesempatan untuk penyelesaian selama dua bulan.

d. Bila dalam waktu perpanjangan dua bulan penyelesaian TA/skripsi/Tesis tidak dapat dilaksanakan, mahasiswa diharuskan untuk mengubah TA/skripsi/Tesis dan mengulang prosedur dari awal.

e. Bila keterlambatan penyelesaian TA/skripsi/Tesis disebabkan oleh kelalaian dosen pembimbing, sehingga dalam waktu lima bulan penyelesaian TA/skripsi/Tesis belum mencapai 50%, dosen PA wajib :

1. Melapor kepada Direktur untuk TA dan Kaprodi untuk Skripsi dan Tesis, agar memperingatkan dosen pembimbing.

2. Melapor kepada WR I jika dosen pembimbing adalah Direktur dan melapor ke Dekan jika dosen pembimbing adalah Kaprodi serta Dekan memperingatkan dosen pembimbing.

f. Dosen pembimbing/penguji yang berhalangan tetap, maka kaprodi menunjuk pengganti

g. Dosen yang menyebabkan TA/skripsi/Tesis tidak selesai dalam waktu 6 bulan dikenai sanksi dan diganti oleh Kaprodi tanpa merugikan mahasiswa.

(8) Tugas dan wewenang Kaprodi dalam proses penyusunan skripsi/Tesis

a. Memeriksa permohonan persetujuan judul skripsi/tesis yang meliputi :

1. Pemenuhan syarat akademik dan administrasi.

2. Duplikasi dan relevansi judul dengan ilmu yang diasuh prodi.

b. Menunjuk pembimbing skripsi/Tesis dan penguji bukan pembimbing.

c. Menolak judul yang merupakan duplikasi dan tidak relevan dengan bidang ilmu yang diasuh prodi.

d. Menilai skripsi/Tesis untuk kelayakan ujian yang dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Penilaian meliputi, format dan kebahasaan.

2. Setiap skripsi/tesis sudah harus dinilai dalam waktu enam hari.

e. Menugaskan dosen dan mahasiswa untuk menghadiri seminar usul dan hasil penelitian.

f. Memeriksa dan mencegah duplikasi skripsi/tesis mahasiswa dengan laporan penelitian dosen atau mahasiswa lain.

g. Melayani pengaduan dosen PA terhadap ketidakdisiplinan dosen pembimbing skripsi/tesis.

h. Menegur dan menindak dosen yang menyalahi tata tertib pembimbingan.

(9) Tugas dan wewenang Dosen Pembimbing

a. Menyusun dan mengumumkan jadwal pembimbing.

b. Memberi bimbingan tentang:

1. Teknik penulisan termasuk format Universitas Malahayati.

2. Metodologi dan materi keilmuan yang relevan dengan tujuan kajian dalam TA/skripsi/tesis.

3. Penyusunan bahan seminar usul dan hasil penelitian.

4. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik.

c. Ayat (9) nomor 2 pasal ini dilaksanakan dalam waktu maksimum tujuh hari untuk setiap waktu periode pemeriksa suatu TA/skripsi/tesis.

d. Memberi informasi literatur yang relevan.

e. Menegur mahasiswa yang melalaikan tugas menyusun TA/skripsi/tesis.

f. Mengajukan permohonan ujian bagi mahasiswa yang dibimbingnya jika TA/skripsi/tesis telah diaggap layak ujian.

g. Jika terjadi ketidaksepakatan antara pembimbing utama dan wakil, kewenangan untuk mengambil keputusan berada pada pembimbing utama.

h. Jika dosen pembimbing utama mempunyai jabatan akademik dan pengalaman keilmuan yang lebih tinggi dari pada pembimbing wakil, pembimbing utama wajib membimbing pembimbing wakil dalam proses pembimbingan.

i. Menyelesaikan administrasi ujian TA/skripsi/tesis.

(10) Tugas dan wewenang penguji bukan pembimbing

a. Memberikan saran perbaikan TA/skripsi/Tesis yang meliputi materi keilmuan, format dan teknik penulisan, serta kebahasan.

b. Menguji dan menilai TA/skripsi/Tesis.

(11) Tugas dan hak mahasiswa

a. Mendapatkan dua dosen pembimbing dan satu penguji bukan pembimbing untuk penyusunan dan ujian TA/skripsi/Tesis.

b. Menghubungi dosen pembimbing secara teratur sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dosen pembimbing untuk mendapatkan bimbingan.

c. Mematuhi saran-saran perbaikan dari kedua pembimbing.

d. Mengkomunikasikan secara baik berbagai perubahan dalam TA/skripsi/Tesis kepada kedua pembimbing.

(12) Ujian TA/Skripsi/Tesis

a. Waktu ujian harus ditetapkan dan diketahui oleh mahasiwa yang bersangkutan.

b. Prodi mempersiapkan :

1. Transkrip akademik mahasiswa yang akan diuji yang telah disyahkan direktur untuk TA dan Kaprodi untuk Skrips/Tesis.

2. Formulir penilaian penguji.

3. Berita acara ujian.

4. Memberitahukan mahasiswa agar Buku yang menjadi daftar pustaka wajib dibawa.

c. Ujian bersifat komprehensif dalam sidang ujian yang dihadiri oleh ketiga anggota tim penguji secara bersama-sama.

d. Sidang ujian proposal dilakukan secara terbuka bagi Civitas Akademika, sedangkan ujian hasil tertutup.

e. Tim penguji terdiri atas :

1. Pembimbing utama sebagai ketua penguji.

2. Pembimbing wakil sebagai sekretaris merangkap anggota penguji.

3. Penguji bukan pembimbing sebagai anggota penguji.

4. Khusus untuk ujian Tesis ditambah satu orang dosen penguji.

f. Setiap mahasiswa diuji selama 90 – 150 menit, diawali dengan validasi daftar pustaka oleh tim penguji, apabila validasi daftar pustaka tidak dapat dipertanggungjawabkan maka sidang ditunda.

g. Penilaian dilakukan terhadap :

1. TA/SKRIPSI/TESIS : originalitas; keterpaduan antara masalah, tujuan, hipotesa, metodologi, bahasan, kesimpulan, dan saran; kegunaan dan kemuktahiran tinjauan pustaka; serta teknik penulisan (format dan kebahasan).

2. UJIAN : teknik penyajian, penguasaan substansi, dan sikap ilmiah.

h. Persentase nilai:

Penguji

Persentase

Pembimbing utama

Pembimbing wakil

Penguji bukan pembimbing

i. Nilai ditulis pada formulir yang disediakan prodi dan ditandatangani oleh semua penguji. j. Setelah ujian selesai, mahasiswa diminta untuk menunggu di luar ruangan dan sekretaris merekapitulasi nilai k. Jika nilai memenuhi persyaratan lulus, sekretaris menghitung indeks prestasi kumulatif berdasarkan transkrip akademik yang ada dalam berkas ujian mahasiswa l. Penyerahan TA/skripsi/Tesis dalam bentuk jadi

1. Setelah lulus ujian TA/skripsi/Tesis, mahasiswa wajib memperbaiki TA/skripsi/Tesis sesuai dengan saran-saran yang didapatkan dari para penguji.

2. Jika dalam jangka waktu 60 hari setelah ujian TA/Skripsi/Tesis mahasiswa tidak menyerahkan skripsi yang telah diperbaiki dalam bentuk jadi, maka skripsi dinyatakan kadaluarsa dan skripsi diulang dari awal.

m. Pengisian Daftar Angka Kelas (DAK) untuk seminar usul penelitian TA/Skripsi/Tesis dikordinasikan oleh Direktur untuk diploma dan Kaprodi untuk skripsi/tesis pada masing- masing fakultas

Bagian ke Enam Belas Cuti Kuliah

Pasal 17

(1) Cuti kuliah tidak diperhitungkan sebagai masa studi dan mahasiswa tidak diwajibkan membayar sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan/atau biaya pendidikan lainya. (2) Persyaratan Izin Cuti kuliah bagi mahasiswa ditetapkan sebagai berikut :

a. Telah menempuh kuliah paling lama dua semester, dengan paling sedikit telah menempuh 10 sks, dan indeks prestasi minimal 2,76.

b. Bukan penerima beasiswa

c. Hanya satu kali selama masa studi di Universitas Malahayati. (3) Prosedur pengajuan cuti kuliah :

a. Mahasiswa membayar uang administrasi .

b. Mahasiswa mengajukan surat permohonan kepada Dekan.

c. Surat permohonan harus disetujui dosen PA, dan Ketua Prodi.

d. Surat permohonan harus dilampiri kartu mahasiswa asli dan fotokopi bukti pembayaran SPP untuk semester sebelumnya (yang sedang berjalan) untuk permohonan cuti akademik jenis pertama dan fotokopi bukti pembayaran SPP untuk semester yang tidak akan ditempuhnya untuk cuti akademik jenis kedua.

e. Usul permohonan harus sesuai dengan kalender akademik Universitas Malahayati kecuali

untuk sakit, mendapat kecelakaan, atau mendapat tugas dari Universitas yang sah.

f. Dekan meneruskan permohonan mahasiswa berikut lampirannya kepada Rektor.

g. Jika Rektor mengabulkan, BAA Universitas Malahayati akan menerbitkan surat izin cuti akademik.

h. Setelah masa cuti akademik berakhir, mahasiswa melakukan registrasi ulang seperti biasa dengan menunjukkan izin cuti akademik kepada petugas pendaftaran.

i. Dasar yang dipakai unutk pengambilan kredit (KRS) adalah KHS yang terakhir sebelum cuti. (4) Mahasiswa yang meninggalkan kegiatan akademik selama satu semester atau lebih tanpa memiliki izin cuti kuliah dianggap mengundurkan diri dan diputus studi dengan surat keputusan Rektor atas usulan Dekan kecuali jika dalam dua minggu setelah pemberitahuan mahasiswa melakukan :

a. Permohonan cuti kuliah jenis kedua.

b. Registrasi susulan.

c. Permohonan mengundurkan diri.

BAB III ALIH PROGRAM PENDIDIKAN, ALIH PERGURUAN TINGGI DAN PINDAH STUDI KELUAR DARI UNIVERSITAS MALAHAYATI

Pasal 18 Alih Program Pendidikan

(1) Alih program pendidikan adalah perpindahan mahasiswa dari suatu program studi ke program studi lainnya. (2) Alih program berlaku bagi mahasiswa Universitas Malahayati dan dari Universitas swasta/negeri lainnya jika daya tampung program studi yang dimasuki masih memungkinkan. (3) Mahasiswa dari perguruan tinggi swasta/negeri lainnya dapat beralih program ke Universitas Malahayati dengan ketentuan khusus:

a. Sesuai dengan prodinya.

b. Mata kuliah yang diakui hanya yang telah lulus ujian dan mata kuliah yang menjadi prasaratnya.

c. Memenuhi semua ketentuan yang berlaku . (4) Alih program menyangkut perpindahan program studi:

a. Dalam fakultas yang sama di Universitas Malahayati.

b. Dari fakultas eksakta ke eksakta.

c. Dari fakultas eksakta ke non eksakta.

d. Dari fakultas non eksakta ke eksakta.

e. Dari fakultas non eksakta ke non eksakta. (5) Syarat akademik alih program dari perguruan tinggi swasta/negeri lainnya:

Jenis alih program

Sarjana ke sarjana

V 40 3,00

Diploma III ke

(6) Syarat akademik alih program dari program dalam Universitas Malahayati:

Jenis alih program

semester

minimum

Sarjana ke sarjana

V 40 2,76

Diploma III ke

(7) Mata kuliah dengan silabus yang sama dan kredit yang sama tanpa memperhatikan perimbangan kuliah dan praktikum dapat disamakan. (8) Mata kuliah dengan silabus yang sama dan kredit yang berbeda-beda tanpa memperhatikan perimbangan kuliah dan praktikum dapat disamakan dengan ketentuan jumlah SKS untuk menentukan kelulusan memenuhi jumlah SKS dalam program studi yang baru.

(9) Semua mata kuliah yang tidak tercantum dalam transkrip akademik pada program yang lama tetapi ada dalam kurikulum program yang baru, wajib diambil. (10)Semua mata kuliah yang ada dalam transkrip program yang lama tetapi tidak ada dalam kurikulum program yang baru dihilangkan dari transkrip akademik. (11)Perhitungan masa studi

Jenis alih program

Masa studi sisa (semester)

Sarjana ke sarjana

14 dikurangi masa studi lama

Diploma III

ke

sarjana

14 dikurangi masa studi lama

(12)Tata cara peralihan program

a. Mahasiswa memohon untuk mengalih program kepada Rektor.

b. Waktu usul permohonan sesuai dengan kalender akademik.

c. Surat permohonan disertai:

1. Surat keterangan tidak dalam keadaan melanggar tata tertib dari pimpinan fakultas/ universitas untuk yang masih berstatus mahasiswa.

2. Surat keterangan tidak diputusstudikan bagi yang masih berstatus mahaiswa.

3. Transkrip akademik resmi yang disahkan WR I.

4. Kartu mahasiswa asli bagi yang masih berstatus mahasiswa.

5. Fotokopi ijazah resmi bagi yang sudah lulus (program D II dan III).

6. Surat keterangan berkelakuan baik. (13)Calon yang diterima dikenakan biaya SPP terbaru dan biaya pendaftaran yang besarnya sama dengan biaya seleksi mahasiswa baru.

Pasal 19 Alih Perguruan Tinggi

(1) Mahasiswa Diploma, S1 dan S2 dari Perguruan Tinggi Swasta/Negeri dapat pindah ke

Universitas Malahayati Bandar Lampung apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut : Universitas Malahayati Bandar Lampung apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :

b. Masih tersedia tempat dan program studi yang diminati.

c. Memiliki rekomendasi dari pimpinan PTS asal

d. Akreditasi Program Studi PTN/PTS asal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

e. Mendapat persetujuan rektor atas dasar pertimbangan Ketua Program Studi

f. Ada alasan kepindahan yang logis

g. Masa studi mahasiswa yang bersangkutan belum habis (2) Mata kuliah yang ditempuh dan dinyatakan lulus di Perguruan Tinggi asal, dapat diakui sepanjang dengan kurikulum Universitas Malahayati Bandar Lampung yang berlaku (3) Jumlah mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa pindahan ditentukan oleh Dekan/Direktur PPS (4) Masa studi yang ditempuh diperguruan tinggi asal diperhitungkan dalam penetapan batas waktu penyelesaian studi mahasiswa pindahan.

Pasal 20

Pindah Studi Keluar Dari Universitas Malahayati

Mahasiswa Universitas Malahayati diperbolehkan pindah studi ke perguruan tinggi lain dengan ketentuan sebagai berikut:

(1) Permohonan pindah diajukan kepada Rektor Universitas Malahayati. (2) Surat permohonan disertai dengan:

a. Transkrip akademik yang disahkan Dekan/ BAA/Wakil Rektor I.

b. Keterangan yang menyatakan bebas dari berbagai kewajiban administrasi antara lain tidak mempunyai tunggakan buku perpustakaan, alat-alat laboratorium, pertanggungjawaban kegiatan kemahasiswaan, dan SPP semester sebelumnya.

c. Kartu mahasiswa asli. (3) Mahasiswa yang sudah diberi surat pindah dari Universitas Malahayati tidak dapat diterima kembali di Universitas Malahayati.

BAB IV NORMA AKADEMIK

Pasal 21

(1) Universitas Malahayati Bandar Lampung menjunjung tinggi norma-norma akademik (2) Norma akademik mengacu kepada Kode Etik Universitas Malahayati

BAB V ADMINISTRASI AKADEMIK

Bagian Kesatu Pelaksana Administrasi Akademik

Pasal 22

Administrasi akademik dilaksanakan oleh Biro Administrasi Akademik (BAA) di tingkat Universitas dan Subbagian Pendidikan Pusat Pelayanan Pengajaran Terpadu (P3T) ditingkat Fakultas.

Bagian Kedua Pendaftaran Ulang dan Perangkapan Studi

Pasal 23

(1) Pendaftaran ulang mencakup pembayaran SPP dan biaya pendidikan lainya, serta pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) (2) Pada setiap awal semester, mahasiswa harus melakukan pendaftaran ulang (3) Pendaftaran ulang dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik

Pasal 24

(1) Pendaftaran ulang mencakup pembayaran SPP dan biaya pendidikan lainya, serta pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) (2) Pada setiap awal semester, mahasiswa harus melakukan pendaftaran ulang (3) Pendaftaran ulang dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik

Pasal 25

(1) Pendaftaran ulang mahasiswa baru diatur dengan prosedur sebagai berikut :

a. Menunjukan bukti diterima sebagai calon mahasiswa dan persyaratan lainya.

b. Membayar SPP dan biaya pendidikan lainya, kecuali bagi mahasiswa penerima beasiswa.

c. Konsultasi PA dilanjutkan dengan pengisian KRS.

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

PeraturanAkademikUnmal - Wijoyo Adi.pdf