APLIKASI PUPUK SILIKAT CAIR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BUAH BLEWAH (Cucumis melo var cantaloupensis) THE USE OF LIQUID SILICATE FERTILIZER TO IMPROVE QUALITY OF CANTALOUPE (Cucumis melo var cantaloupensis)

APLIKASI PUPUK SILIKAT CAIR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BUAH

  Cucumis melo var cantaloupensis) BLEWAH (

  

THE USE OF LIQUID SILICATE FERTILIZER TO IMPROVE QUALITY OF

CANTALOUPE ( Cucumis melo var cantaloupensis)

1 2 3 1)

Ayu Azhari , Karwati Zawani , Joko Priyono

2)

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Korespondensi: email: ayuazharichan@gmail.com

  

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian pupuk silikat cair

terhadap kualitas buah blewah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 – Februari 2015 di

  

Kebun Percobaan Hortikutura Fakultas Pertanian Universitas Mataram, menggunakan rancangan acak

lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi pupuk silikat cair yang terdiri 6 aras 0, 0,5, 1,0, 1,5, 2,0,

dan 2,5 ml/L, dan diulang 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dan

dilanjutkan dengan BNT pada taraf 5%. Secara statistik, menunjukan bahwa penggunaan pupuk silikat

cair tidak berpengaruh nyata terhadap parameter yang diukur termasuk kadar gula maupun ukuran buah

kecuali jumlah bunga betina. Hal itu, kemungkinan disebabkan konsentrasi pupuk silikat cair yang terlalu

rendah. Pada penelitian ini rata – rata kadar gula buah blewah yang menggunakan tanaman (F1) dari hasil

persilangan blewah lonjong bulat dengan melon merah yang diberi silikat cair yaitu 9,80 – 12,27 %

dibandingkan dengan tetuanya berkisaran 5,44 – 8,40 %, sedangkan ukuran buah lebih kecil (0,3 – 0,7

kg/buah) dibandingkan dengan buah blewah tetuanya (0,5 – 2 kg/buah).

  Kata kunci: kualitas buah blewah, pupuk silikat cair

  

ABSTRACT

This research was aimed to identify the effect of concentration of liquid silicate fertilizer application on

the quality of cantaloupe. This research was conducted in the Experimental Station of Horticulture

Faculty of Agriculture, University of Mataram in November 2014 - February 2015. A completely

randomized design (RAL) was Applicad with a treatment of concentration of liquid silicate fertilizer,

consisting of 6 lives, i.e., 0, 0.5, 1.0, 1.5, 2, 0, and 2.5 ml /L, and were the triplicated. The observed

parameters were analyzed by using Anova method and was followed by LSD (Least Significant

Difference) at α = 5 %. Statistically, it showed that the use of liquid silicate fertilizer did not significantly

affect the measured parameters, including glucose and fruit size, but the number of female flowers. It was

probably caused by the concentration of liquid silicate fertilizer that is too low. In this research, the

average glucose of cantaloupe that uses plant (F1) from the crossing oval round cantaloupe with red

melon which applied liquid silicate is 9.80 to 12.27 % compared to the elder ranging from 5.44 to 8.40 %

, while the fruit size is smaller (0.3 to 0.7 kg / fruit) compared with the elder cantaloupe fruit (0.5 to 2 kg /

fruit).

  Keywords: Quality of Cantaloupe, liquid silicate fertilizer

  PENDAHULUAN

  Tanaman blewah termasuk famili

  Cucurbitaceae dan satu genus dengan melon

  ( Cucumis), mengandung karbohidrat, vitamin A dan C serta serat. Masyarakat Indonesia banyak memanfaatkannya sebagai campuran minuman penyegar, tetapi buah blewah belum diusahakan secara komersial karna dalam segi rasa yang kurang manis atau kadar gula 3 – 4 % dan lebih banyak mengandung air 92 – 96 % (Hayati, 2001). Umumnya konsumen menyukai buah yang rasanya manis seperti buah melon dan semangka.

  Secara kualitas, kadar gula pada tanaman blewah dapat ditingkatkan dengan memberikan pupuk lengkap dan berimbang. Salah satu pupuk yang murah dan ramah lingkungan adalah pupuk silikat cair. Pupuk silikat cair adalah pupuk cair yang terbuat dari bahan alami, yaitu batuan silikat atau volkanik. Selain mengandung unsur silikat (Si) yang tinggi, pupuk silikat cair mengandung semua unsur hara esensial, baik makro (N, P, K, Ca, Mg, S) maupun mikro (Fe, Zn, B, Cu, Mo) dengan komposisi yang berimbang (Anonim, 2014).

  Menurut Priyono (2014), manfaat pupuk silikat cair bagi tanaman cukup banyak. Salah satunya adalah untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas tanaman pangan dan hortikultura. Telah terbukti bahwa pemberian pupuk silikat cair dapat meningkatan daya simpan buah cabe, tomat dan ketahanan tanaman kakao terhadap serangan hama penyakit (Subarja & Lutfi, 2015). Manfaat lain dari pupuk silikat yaitu dapat meningkatkan produksi tebu sebesar 36 % dan kadar gula rata – rata sebesar 10 – 50 % (Yukamgo & Yuwono, 2007). Pemberian silikat meningkatkan bobot dan jumlah umbi kentang (Monica, 2013), dan diameter tangkai bunga, kekeras- an tangkai bunga, serta memperpanjang umur bunga potong Zinnia elegans jacq (Suryono, 2013).

  Mengacu pada penjelasan di atas, jika pupuk silikat cair diaplikasikan pada blewah diharapkan dapat meningkatkan kualitas gadar gula. Tetapi sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan efek pupuk silikat cair pada tanaman blewah. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang aplikasi pupuk silikat cair pada tanaman

  (Cucumis melo var Cantaloupensis).

  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pupuk silikat cair terhadap kualitas buah blewah (kadar gula) dan konsentrasi penggunaan silikat cair pada tanaman blewah.

METODE PENELITIAN

  Penelitian ini dilaksanakan di kebun Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Mataram, pada bulan November 2014 sampai Februari 2015. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terapkan adalah konsentrasi silikat cair, terdiri dari 6 aras, (0, 0,5, 1,0; 1,5; 2,0 dan 2,5 ml/L) dan diulang 3 kali. Data parameter ini dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Parameter yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT (5%).

  Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih blewah F1 hasil persilangan (blewah lonjong bulat x melon merah), pupuk kandang, tanah dan pupuk silikat cair. Alat yang digunakan adalah alat tulis menulis, penggaris, meteran, cerigen berukuran 5 L, polybag berdimeter 40 cm, plastik kecil berdiameter 5 cm, handsprayer berukuran 1 L, cangkul, timbangan, ember, refraktometer, handpenetrometer, bambu atau ajir, ayak (mata ayak berdiameter 7 mm), karung, tali ravia, oven.

  Tahap – tahap pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut: Pembibitan, Persiapan Media Tanam, Pemindahan Bibit, Pemeliharaan, Penyiangan, Pemasangan ajir, Pemupukan, pengendalian hama dan pemanenan Parameter yang dikaji pada peneliti- an ini adalah komponen pertumbuhan dan hasil terdiri dari: Luas Daun (cm

  2

  ), Jumlah Daun (helai), Panjang Tanaman (cm),

  Bunga Jantan dan Betina per tanaman, Jumlah Buah per tananaman, Persen Bunga Menjadi Buah (%), Umur panen buah (HSPT), Berat buah (kg),

  Kekerasan kulit buah (mm), Kadar Gula (%), Berat Brangkasan Basah Tanaman (g) dan Berat Brangkasan Kering Tanaman (g).

  HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Ragam

  Rangkuman hasil analisis sidik ragam semua parameter yang dikaji pada penelitian ini disajikan pada Table 1.

  Tabel 1. Rangkuman Hasil Analisis Keragaman Parameter Pertumbuhan Vegetatif dan Generatif Tanaman Blewah

  Parameter Pengaruh Silikat Cair (ml/L)

  Luas daun (cm

  2

  ) ns Jumlah daun (helai) ns Panjang batang tanaman (cm) ns Jumlah bunga jantan (per tanaman) ns Jumlah bunga betina (per tanaman) s Jumlah buah (per tanaman) Persen bunga menjadi buah (%) ns ns

  Berat buah per buah (kg) ns Umur panen buah pertama (HSPT) ns Kekerasan kulit buah (mm) ns Kadar gula (%) ns Berat brangkasan basah (g) ns Berat brangkasan kering (g) ns

  Keterangan : s = (signifikan/berbeda sangat nyata pada taraf 5% dan 1%), dan ns = tidak berbeda nyata pada taraf 5% dan 1%.

  Berdasarkan Tabel 1, dapat dijelaskan bahwa, pemberian silikat cair pada tanaman blewah dengan berbagai konsentrasi, tidak berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati kecuali pada jumlah bunga betina. Hal itu, disebabkan konsentrasi silikat cair yang diaplikasikan pada penelitian ini lebih rendah dari pada yang direkomendasikan oleh produsen (10,0 ml/L). Selain itu, diduga pemupupuk pada saat bertepatan dengan musim hujan akan mengurangi efektifitas penyerapan pupuk karena pupuk yang disemprotkan ke daun lebih banyak tercuci sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman secara optimal. Didukung oleh Maspary (2010), menyatakan bahwa efektivitas pemupukan melalui daun dipengaruhi oleh faktor cuaca dan suhu. Jika penyemprotan pada saat musim hujan pupuk akan hilang oleh air hujan, sehingga menyebabkan pupuk yang diserap oleh tanaman rendah (Prasetya, 2011). Rendahnya pupuk yang diserap tanaman, (Basri, 1992 ) terlihat pada penampilan tanaman. Terutama pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi kurang baik.

  Parameter Vegetatif Tanaman Blewah

  Nilai rerata parameter vegetatif tanaman blewah yaitu luas daun, jumlah daun, panjang batang, berat brangkasan basah dan kering tanaman disajikan pada Tabel 2. Table 2. Nilai Rerata Vegetatif Tanaman Blewah Konsentrasi Silikat LD JD PB BBB BBK

2 Cair ml/L (cm ) (helai) (cm) (g) (g)

  23,62 39 136,6 59,9 12,2 0,5 30,23 50 140,3 69,4 13,8 1,0 31,93 61 147,6 70,3 15,4 1,5 24,39 62 149,8 67,4 17,4 2,0 24,35 64 150,1 79,2 16,9 2,5 28,27 2 59 147,6 88,4 12,7

  

Keterangan : LD = Luas Daun (cm ), JD = Jumlah Daun (helai) setelah panen, PB = Panjang Batang (cm), BBB

= Berat Brangkasan Basah (g), BBK = Berat Brangkasan Kering (g).

  Aplikasi silikat cair pada berbagai meskipun jumlah daun yang terbentuk lebih konsentrasi tidak berpengaruh nyata banyak tetapi ukurannya lebih kecil. terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman Hasiholan et al (2000) dalam penelitiannya blewah (Tabel 2), namun ada kecendrungan menjelaskan bahwa luas daun yang rendah perlakuan konsentrasi 2,0 ml/L, maka sinar matahari yang diserap rendah menghasilkan jumlah daun berkisaran 64 sehinggga mempengaruhi proses fotosintesis helai dan panjang batang berkisaran 150,1 dalam tanaman akibatnya biomassa yang cm dibandingkan dengan perlakuan lainnya. dihasilkan juga rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian konsentrasi 2,0 ml/L lebih efektif untuk

  Parameter Genertatif Tanaman Blewah

  mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman Nilai rerata parameter generatif blewah. Namun peningkatan jumlah daun blewah yaitu jumlah bunga jantan, jumlah dan panjang batang tidak diikuti dengan bunga betina, umur panen buah pertama, peningkatan berat brangkasan basah dan berat buah, kekerasan kulit buah, kadar gula kering tanaman pada perlakuan konsentrasi dan warna buah disajikan pada Tabel 3. 2,0 ml/L. Fenomena ini menunjukan bahwa Table 3. Nilai Rerata Parameter Generatif Tanaman Blewah

  Konsentrasi PBMB BB KG KKB

  UPBP

  Silikat Cair JBJ JBB JB (%) (kg) (%) (mm) ml/L

  10,67

  27 14 bc 5 35,71 82 0,32 1,33 0,5 29 16 bc 5 31,25 82 0,58 12,27 2,77 1,0 46 18 bc 5 27,77 87 0,73 11,55 2,50 1,5 39 21 b 6 28,57 84 0,66 12,03 2,08 2,0 38 28 a 8 28,57 80 0,62 10,43 2,00 2,5 35 17 bc 6 35,29 82 0,42 9,80 1,33

  

Keterangan : JBJ = Jumlah Bunga Jantan (per tanaman), JBB = Jumlah Bunga Betina(per tanaman), JB jumlah

buah (per tanaman), PBMB = Persentase Bunga Menjadi Buah (%), UPBP = umur panen buah pertama (hari setelah pindah tanam), BB = Berat buah (per buah), KKB = Kekerasan kulit buah (mm) dan KG = Kadar gula (%).

  Berdasarkan Tabel 1, aplikasi silikat cair tidak mempengaruhi jumlah bunga jantan tetapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah bunga betina. Hasil pengamatan jumlah bunga betina tertinggi diperoleh pada perlakuan 2,0 ml/L yaitu sebanyak 28 per tanaman, dan ada kecendrungan jumlah buah yang terbentuk juga lebih banyak serta panen lebih awal (Tabel 3). Hal itu dikarenakan didalam pupuk silikat cair mengandung unsur hara lengkap dan esensial yaitu makro (N, P dan K) dan mikro. Ketersedian unsur hara N, P dan K merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembentukan bunga dan buah. Unsur hara N diperlukan untuk pembentukan protein, unsur hara P sangat penting untuk pembentukan protein dan sel baru, mempercepat pertumbuhan bunga, buah dan biji, sedangkan unsur hara K dapat memperlancar pengangkutan karbohidrat dan memegang peranan penting dalam pembelahan sel, mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan buah sampai buah menjadi masak (Daryanto dan Satifah 1982). Namun disisi lain pada perlakuan konsentrasi 2,0 ml/L persen bunga menjadi buah yang terbentuk lebih rendah.

  Hasil pengamatan kekerasan kulit buah dan kadar gula pada buah blewah pada semua aras perlakuan silikat cair, tidak berbeda nyata. Kisaran kadar gula buah blewah yang diperoleh pada penelitian ini adalah 9,80 – 12,27 %, sedangkan kadar gula dari tetua buah blewah lonjong bulat berkisaran antara 5,44 – 8,40 % (Zulhan, 2014). Perolehan kadar gula tersebut hampir menyamai kadar gula pada melon yang berkisaran 10 – 16 %. Fenomena ini menunjukan bahwa peranan silikat cair dalam meningkatkan kadar gula pada buah blewah sangat efektik. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Yukamgo dan Yuwono (2007), pemebrian Si pada tanaman tebu dapat meningkatkan rendemen kadar gula berkisaran 10 – 50 %. Tetapi disisi lain pada penelitian ini buah yang dihasilkan relatif lebih kecil dengan berat rata – rata dibawah standar yaitu 0,32 – 0,73 kg/buah sedangkan berat tetuanya berkisaran 0,5 – 2 kg/buah (Sunarjo & Ramayulis, 2012). Hal itu dikarenakan pupuk yang diberikan dan media tumbuh yang digunakan (tanah + pupuk kandang) ketersedian hara makro dan mikro yang terkandung didalamnya relatif sedikit. Akibatnya hara yang diserap tanaman sedikit sehingga kebutuhan tanaman belum terpenuhi untuk merangsang pembuahan. Gadner et al (1991) mengemukakan bahwa kekurangan nutrisi pada tanaman mempengaruhi perluasan sel. Selain itu, faktor yang memepengaruhi ukuran buah adalah sedikitnya cahaya yang diterima tanaman (Somaatmadja, 1970). Apabila faktor tersebut sedikit tersedia maka kualitas buah (berat buah) yang dihasilkan rendah.

  KESIMPULAN

  Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Pemberian silikat cair pada blewah dalam penelitian ini tidak meningkatkan parameter yang diukur kecuali jumlah bunga betina karena konsentrasi terlalu rendah.

  2. Rata – rata kadar gula blewah (F1 hasil persilangan ELB x MM) yang diaplikasikan silikat cair dalam penelitian ini berkisaran 9,80 – 12,27 %, dibandingkan dengan tetuanya berkisaran 5,44 – 8,40 % dan berat buah dibawah standar yaitu berkisaran antara

  0,32 – 0,73 kg/buah sedangkan tetuanya 0,5 – 2 kg/buah.

UCAPAN TERIMAKASIH

  Silikat cair Terhadap Intensitas Serangan Hama PBK (Conopomorpha Cramerella) dan Helopeltis Pada Buah Kakao.

  Klorida dan Natrium Silikat Terhadap Umur Panjang Bunga Potong Kembang Kertas (Zinnia

  Suryono H. 2013. Pengaruh Pupuk Kalium

  dan Blewah Kandungan dan Khasiat, Kumpulan Resep Minuman, Panduan Bertanam. Penebar Swadaya. Jakarta. Hal : 40.

  Sunarjo H., Ramayulis R. 2012. Timun Suri

  pertanian. Institut Pertanian Bandung. Hal : 30.

  pengembangan lahan kering tropika (P3LKT) universitas mataram. Mataram. Somaatmadja. 1970. Ilmu lingkungan

  Plus ) (label). Pusat penelitian dan

  Priyono J. 2014. Pupuk silikat plus (Si

  https://ngertiku.wordpress.com/2011 /04/01/efektivitas-pemupukan- melalui-daun/. [16 Maret 2015].

  Prasetya. 2011. Mekanisme dan Efektifitas Penyerapan Pupuk Melalui Daun.

  Metode Pemupukan Pada Tanaman. http://www.gerbang pertanian.com. [16 Maret 2015].

  (Jurnal). Fakultas Pertanian. Universitas Mataram. Hal: 11. Maspray. 2010.

  Lutfi M. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk

  Saran

  (Skripsi). Fakultas Pertanian Universitas mataram. Hal: 64.

  Kompos Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Kultivar Blewah Pada Tanah Yang Diinfeksi Dengan Fusarium Oxysporum.

  Fakultas Pertanian UKSW. Hal : 41. Hayati N. 2001. Pengaruh Pemberian

  Pengaruh Perbandingan Nitrat dan Amonium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactusa Sativa L.) yang Dibudidayakan SecaraHidroponik. (Skripsi).

  Hasiholan B., Supihati., Isjwara M.R. 2000.

  Physiologi Of Crop Plant Diterjemahkan Herawati S. 1991. Fisisologi Tanaman Budidaya. Jakarta. Universitas Indonesia dalam. Hal : 13.

  Jakarta. Hal : 142. Gadner F.L., Pearce R.B., Mitchell. 1985.

  dan Teknik Penyerbukan Silang Buatan. Penerbit PT. Gramedia

  Basri H. 1992. Ekologi Tanaman. Rajawali Pers. Jakarta. Hal : 21. Darjanto., Satifah S. 1982. Biologi Bunga

  http://pupukorganik.org/. [05 september 2014].

  Anonim. 2014. Pupuk Organik | Si Plus Pupuk Organik Cair.

  Penulis haturkan terima kasih khususnya kepada Ibu Ir. Karwati Zawani, MP. selaku dosen pembimbing utama dan Bapak Ir Joko Priyono, M.Sc., Ph.D selaku dosen pembimbing pendamping yang banyak memberikan arahan dan dukungan sejak Penulis mulai mempersiapkan rencana penelitian, hingga penulisan akhir skripsi . Demikian juga kepada Dr.Ir. Lestari Ujianto, M.Sc . Selaku dosen penguji atas segenap masukan yang berharga untuk penyempurnaan penulisan skripsi melalui kritik, pandangan dan saran yang diberikan selama ujian skripsi berlangsung, penulis sampaikan terima kasih yang tak terhingga.

  2. Penelitian serupa perlu dilakukan pada varietas tanaman blewah yang lain.

  1. Disarankan untuk peneliti selanjutnya pengujian efektifitas pupuk cair pada tanaman blewah dilakukan dengan konsentrasi lebih tinggi dari pada yang digunakan pada penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

  Elegans Jacq). (Jurnal) Fakultas Pertanian.

  Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Hal: 7.

  Plus

  Subarja A. 2015 . Pengaruh Pupuk Si

  Terhadap Intensitas Penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) Pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L. ). (Jurnal). Fakultas

  Pertanian. Universitas Mataram. Hal: 1. Yukamgo E., Yuwono N.W. 2007. Peran

  Silicon Sebagai Unsur Bermanfaat Pada Tanaman Tebu. (Jurnal).

  Jurusan Ilmu Tanah . Fakultas pertanian Universitas UGM. Hal: 1 -

  8. Zulhan A. 2015. Evaluasi Karakteristik Hasil Persilangan Blewah (Endes) dengan Melon ( Cucumis melo L). (Skripsi). Fakultas Pertanian. Universitas Mataram. Hal : 62 - 63.

  

HALAMAN PENGESAHAN

  Artikel tersebut telah diperiksa dan disetujui oleh dosen pembimbing skripsi untuk diterbitkan pada jurnal ilmiah crop agro sebagai salah satu syarat pra yudisium dan yudisium pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram.

  Mataram, Oktober 2015


Dokumen yang terkait

Efek Metaxenia pada Karakter Buah Blewah (Cucumis melo L.)

0 8 50

STUDI PEMULSAAN DAN DOSIS NPK PADA HASIL BUAH MELON (Cucumis melo L)

0 0 7

PRODUKSI DAN KUALITAS BUAH MELON (Cucumis melo L.) PADA JUMLAH BUAH PER TANAMAN YANG BERBEDA PRODUCTION AND QUALITY OF MELON (Cucumis melo L.) FRUITS ON DIFFERENT NUMBER OF FRUITS PER PLAN A Rahayu

0 0 6

Analisis Genetik Sifat Ketahanan Melon (Cucumis melo L.) terhadap Virus Kuning Genetic Analysis on Resistance of Melon (Cucumis melo L.) to Yellow Virus

0 0 8

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) DI TANAH ULTISOL DENGAN PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) KULIT NENAS SKRIPSI

0 0 16

FORMULASI SEDIAAN MASKER EKSTRAK BUAH MELON ORANGE (Cucumis melo var. reticulatus) DALAM BENTUK CLAY

0 0 21

PENGARUH KONSENTRASI GELATIN TERHADAP SIFAT FISIK, VITAMIN C, DAN SENSORI SHERBET BUAH MELON (Cucumis melo L.) THE EFFECT OF GELATIN CONCENTRATION ON THE PHYSICAL, VITAMIN C, AND SENSORY PROPERTIES OF MELON SHERBET (Cucumis melo L.) SKRIPSI Diajukan untuk

0 0 12

APLIKASI PUPUK KOMPOS LIMBAH KANDANG KAMBING PADA TANAMAN BLEWAH SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN PUPUK ANORGANIK FERTILIZER APPLICATION OF LIQUID WASTE COMPOSTING GOAT ON CANTALOUPE PLANT TO REDUCE THE USE OF INORGANIC FERTILIZERS

0 0 10

KAJIAN HERITABILITAS PADA KETURUNAN PERTAMA (F1) HASIL PERSILANGAN MELON (Cucumis melo L.) DENGAN BLEWAH (Cucumis melo var. cantalupensis) HERITABILITY STUDY ON THE FIRST FILIAL (F1) RESULTED OF CROSSING BETWEEN MELON (Cucumis melo L.) AND CANTALOUPE (Cuc

0 0 9

KAJIAN SIFAT KUANTITATIF BEBERAPA GENOTIPE MELON (Cucumis melo L.) dan BLEWAH (Cucumis melo varcantalupensis) THE QUANTITATIVE CHARACTERS STUDY OF SOME GENOTYPES OF MELON (Cucumis melo L.) AND CANTALOUPE (Cucumis melo varcantalupensis)

0 0 11

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

64 1408 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 374 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 333 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 211 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 310 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 417 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 379 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 229 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 387 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 441 23