KONSEP INTEGRASI ILMU GHOYAH DAN ILMU WASILAH DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN DI SEKOLAH (Studi Kasus di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Tahun 2012-2013)

  Konsep Integrasi Ilmu Ghoyah dan Ilmu Wasilah ... (Opi Irawansah) KONSEP INTEGRASI ILMU GHOYAH DAN ILMU WASILAH DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN DI SEKOLAH (Studi Kasus di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Tahun 2012-2013)

  Opi Irawansah

  Dusun Kabuyit RT.03/08n Kecamatan Lopdi Sumbawa Nusa Tenggara Barat

  E-Mail: irawan.opick@gmail.com

  Abstract: The study in this research was about the integration concept of ghoyah (goal) and wasilah (medium) science in the school education curriculum. The first purpose of this research was identification of the integration concept of ghoyah (goal) and wasilah (medium) science that was applied at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap. The second purpose of this research was identification of the main problem and solution that had to be done in implementation of integration of ghoyah and wasilah science at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap. The method used in this research was qualitative research method. This method was used for case study at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap. The written data were books, documents and magazines about integration concept of ghoyah and wasilah science.

  Whereas the unwritten data were taken from Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap. The collection of data used observation, documentation and interview methods. The data had been collected by those method were analyzed in the verbal form using coherence interpretation. The result this research showed that the integration of ghoyah and wasilah science was applied at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap had some types. They were the integration of ghoyah and wasilah science in preparation lesson plan, in implementing teaching-learning and extra curricular activities and so on. According to researcher’s analysis, there were some things that could help the process of integration of ghoyah and wasilah science in some activities above. The first, teachers’ knowledge and capability in applying the integration concept of ghoyah and wasilah science. The second, there was colaboration between teachers and parents in supervising students’ activities out of school.

  Key words: integration concept; goal science; medium science.

  Abstrak: Studi dalam penelitian ini adalah mengenai konsep integrasi ilmu ghoyah (tujuan) dan ilmu wasilah (sarana) dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi konsep integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah yang diterapkan di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap, dan mengidentifikasi problem utama dan solusi yang harus dilakukan dalam implementasi integrasi ilmu ghoyah dan ilmu sarana di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang merupakan studi kasus di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Data yang

  PROFETIKA, Jurnal Studi Islam, Vol. 15, No. 1, Juni 2014: 109 - 118 PENDAHULUAN

  Fenomena agama adalah fenomena universal umat manusia. Selama ini belum ada laporan penelitian dan kajian yang me- nyatakan bahwa ada sebuah masyarakat yang tidak mempunyai konsep tentang agama. Walaupun peristiwa perubahan sosial telah mengubah orientasi dan makna agama, hal itu tidak berhasil meniadakan eksistensi agama dalam masyarakat. Se- hingga kajian tentang agama selalu akan terus berkembang dan menjadi kajian yang penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Sebagaimana dalam ranah pen- didikan, agama sangat penting untuk di- kaji, karena apabila terjadi dikotomi antara agama dan pendidikan maka sudah bisa dipastikan pendidikan tersebut tidak bisa optimal dan bahkan tidak akan sampai ke- pada tujuan yang sebenarnya. Maka dari itu pendidikan tidak akan pernah terlepas dari agama dalam prakteknya.

  Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, telah di- tetapkan tujuan Pendidikan Nasional yaitu untuk “Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebut- kan bahwa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku se- seorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pe- ngajaran dan pelatihan. 1 Apabila kita memperhatikan tujuan dan makna pendidikan di atas, maka pada dasarnya pendidikan adalah proses peru- bahan sikap dalam usaha mendewasakan seseorang, jadi seseorang dikatakan ber- pendidikan ketika ada perubahan sikap pada dirinya, sikap bukan hanya berarti akhlah atau adab saja, akan tetapi peru-

  

tertulis berupa buku, dokumen dan majalah yang berkaitan dengan konsep

pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah. Sedangkan data yang tidak tertulis

metode observasi, dokumentasi dan wawancara yang dianalisis dalam bentuk verbal

dengan interpretasi koherensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu

ghoyah dan ilmu wasilah yang diterapkan di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap

ada beberapa bentuk yaitu, integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam penyusunan

perangkat pembelajaran, pelaksanaan KBM, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan

lainnya. Menurut analisis peneliti, ada beberapa hal yang dapat membantu berjalannya

proses integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam beberapa kegiatan di atas,

diantaranya adalah: 1. Pengetahuan dan kemampuan guru dalam menerapkan konsep

integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah. 2. Adanya kerjasama antara guru dan orangtua

dalam megawasi kegiatan peserta didik di luar sekolah.

  Kata kunci: konsep integrasi; ilmu tujuan; dan ilmu sarana.

1 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ketiga), (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), hlm. 263.

  Konsep Integrasi Ilmu Ghoyah dan Ilmu Wasilah ... (Opi Irawansah)

  bahan sikap yang dimaksudkan di sini men- cakup perubahan intelektual, emosional ga dengan itulah seseorang bisa menjadi manusia dewasa yang dapat membimbing dirinya dan orang lain ke jalan yang benar.

  Melihat pentingnya pengintegrasian ilmu agama dan ilmu umum, maka SMA Al-Irsyad Al- Islamiyyah Cilacap sejak ber- dirinya pada tahun 1999, mencoba untuk mendesain sekolah Islam dengan Kuriku- lum Depdiknas dan Kurikulum Departe- men Agama serta inovasi dari Perguruan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Hal ini dilakukan dalam upaya mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum dalam proses pendidikan di sekolah agar makna dan tu- juan pendidikan dapat tercapai dengan maksimal.

  Berangkat uraian di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah “bagaimana Mengintegrasikan Ilmu Ghoyah (Tujuan) dan lmu Wasilah (Sarana) dalam Kuri- kulum Pendidikan di Sekolah (Studi Kasus di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap, Tahun 2012-2013). Tujunnya; pertama, mengidentifikasi konsep integrasi ilmu gho- yah dan ilmu wasilah yang diterapkan di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Ke-

  dua , mengidentifikasi problem utama dan

  solusi yang harus dilakukan dalam imple- mentasi integrasi ilmu ghoyah dan ilmu sarana di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap.

  Ditinjau dari jenis penelitiannya, maka penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), adapun pendekatan yang di- gunakan adalah metode pendekatan kuali- hasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari perilaku yang dapat diamati, 2 yaitu mendiskripsikan secara cer- mat tentang pendidikan Islam, konsep pe- ngintegrasian ilmu agama dan ilmu umum di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap dan problematikanya serta solusi yang di- tempuh dalam mengatasi problematika ter- sebut. Di sisi lain penelitian ini juga diambil data dari literatur yang terkait dengan per- masalahan yang sedang diteliti sebagai lan- dasan teori dan alat dalam penelitian ini.

  Penelitian ini juga sifatnya condong pada penelitian kasus, karena objek studi- nya berfokus pada konsep pengintegrasian ilmu agama dan umum terhadap imple- mentasi pendidikan Islam di SMA Al-Irs- yad Al-Islamiyyah Cilacap. Hal ini se- bagaimana diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto, bahwa penelitian kasus itu me- rupakan penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala ter- tentu. 3 Secara umum penelitian ini diguna- kan pendekatan diskriptif kualitatif, yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata bukan dalam bentuk angka. 3 Digunakan pendekatan ini karena data yang dikum- pulkan lebih banyak merupakan kualitatif dan tidak menggunakan hipotesa, karena tidak menguji teori dan tidak memerlukan penjelasan konseptual tentang variabel sta- tistik.

METODE PENELITIAN

  Alasan digunakannya tipe deskriptif adalah: (a) Masalah yang diselidiki dan 2 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006 Ed.

  Revisi). hlm.142. 3 Abuddin Nata dkk, Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum, (Cet. 1. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), hlm. 141.

  PROFETIKA, Jurnal Studi Islam, Vol. 15, No. 1, Juni 2014: 109 - 118

  dipecahkan adalah masalah yang ada pada saat sekarang. (b) Prosedur yang dilakukan data, penyusunan dan kemudian data ter- sebut dianalisis dan diinterpretasikan. (c) Dalam penelitian deskriptif, pengumpulam data sebagian besar menggunakan metode observasi, dokumentasi dan Tanya jawab.

  Berpijak dari sinilah peneliti merasa sangat perlu diadakan penelitian pendidi- kan menggunakan pendekatan kualitatif, karena dengan pendekatan ini diharapkan dapat terungkap bagaimana konsep atau pola pengintegrasian ilmu agama dan ilmu umum di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap, sekaligus dengan berbagai dina- mika dan problematikanya.

  Salah satu upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah disebutkan sebelumnya adalah dengan menerapkan pengintegrasian ilmu ghoyah (tujuan) dan ilmu (wasilah). Adapun pengertian inte- grasi ilmu Ghoyah dan ilmu wasilah dalam penelitian ini adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Abuddin Nata, M.A. dalam bukunya “Integrasi Ilmu Aga- ma dan Ilmu Umum” bahwa salah satu isti- lah yang paling populer dipakai dalam kon- teks integrasi ilmu agama dan ilmu umum adalah kata “Islamisasi”. Menurut Echol dan Hasan Sadily, kata Islamisasi berasal dari bahasa Inggris Islamization yang berarti pengislaman. Dalam kamus Webster, Isla- misasi bermakna to bring within Islam. Mak- na yang lebih luas adalah menunjuk pada proses pengislaman, objeknya adalah orang atau manusia, bukan ilmu pengetahuan maupun objek lainnya. 4 Konteksnya Islamisasi ilmu penge- tahuan, yang harus mengaitkan dirinya

  (thalib al-ilmi)-nya, bukan ilmu itu sendiri. Begitu pula yang harus mengakui bahwa manusia berada dalam suasana dominasi ketentuan Tuhan secara metafisik dan ak- siologis adalah manusia selaku pencari ilmu, bukan ilmu pengetahuan. Karena yang menentukan adalah manusia, manusialah yang menghayati ilmu. Penghayatan para pencari ilmu itulah yang menentukan, apakah ilmunya berorientasi pada nilai- nilai Islam atau tidak. 5 Sedangkan menurut

  Faruqi, Islamisasi ilmu pengetahuan adalah adanya hubungan timbal balik antara rea- litas dan aspek kewahyuan. Dalam konteks ini, untuk memahami nilai-nilai kewahyu- an, umat Islam harus memanfaatkan ilmu pengetahuan. Tanpa memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam upaya memahami wahyu, umat Islam akan terus tertinggal oleh umat lainnya. Karena realitasnya, saat ini, ilmu pengetahuanlah yang amat ber- peran dalam menentukan tingkat kemaju- an umat manusia. 6 Berdasarkan pernyataan di atas pene- liti dapat menyimpulkan bahwa yang di- maksud dengan pengintegrasian ilmu aga- ma dan ilmu umum adalah mengintegrasi- kan ajaran agama Islam ke dalam segala aspek kehidupan. Sehingga segala ilmu yang dikuasai oleh seseorang baik itu ilmu agama maupun ilmu umum dapat bero- rientasi pada nilai-nilai ajaran Islam. Juga dalam proses mempelajari, menguasai dan mengamalkan ilmu agama seorang muslim harus memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (ilmu umum) sehingga de- ngan itu secara tidak langsung telah terjadi 4 Abuddin Nata dkk, Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum....hlm..141. 5 Ibid., hlm. 142. 6 Kamus Al-Munawwir…, hlm. 1028

HASIL DAN PEMBAHASAN

  Konsep Integrasi Ilmu Ghoyah dan Ilmu Wasilah ... (Opi Irawansah)

  proses pengintegrasian antara ilmu agama dan ilmu umum. (tujuan) dan ilmu wasilah (sarana), mak- sudnya adalah ghoyah berasal dari bahasa Arab yang berarti maksud, tujuan, arah, sasaran, dan target, dan sedangkan wasi-

  lah berasal dari bahasa arab wushlah yang

  berarti penyambung, perantara (yang me- nyambung dua barang) 7 . Ilmu agama adalah target atau tujuan sebenarnya seseorang yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT, karena tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah ke- pada-Nya, sebagaimana dalam firmanNya:

  “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” 8 Untuk merealisasikan itu semua,

  manusia harus memanfaatkan apa yang telah disediakan oleh Allah di muka bumi ini seperti tanah, air udara dan lain sebagai- nya. Diantara cara untuk bisa memanfaat- kan ini semua, manusia harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (ilmu umum). Maka dari itu manusia juga harus menguasai ilmu wasilah (perantara/ umum) agar bisa mencapai tujuan mereka yai tu beribadah kepada Allah SWT.

  Berdasarkan penjelasan di atas, maka lebih memilih istilah ilmu ghoyah (tujuan) untuk penyebutan ilmu agama, dan ilmu wasilah (sarana) untuk penyebutan ilmu umum. Iistilah ini akan membantu untuk menghilangkan dikotomi ilmu dalam aga- ma Islam. Karena pada hakikatnya ilmu semuanya berasal dari Allah. Sebagaimana definisi ilmu yaitu mengetahui sesuatu se- yang pasti. Berdasarkan definisi ini jelaslah bahwa Islam mengajarkan untuk mengeta- hui sesuai kenyataannya dengan pengeta- huan yang pasti. Islam memerintahkan untuk menuntut ilmu baik ilmu ghoyah (tujuan) maupun ilmu wasilah (sarana). Sehingga agama Islam dan ilmu –baik ilmu ghoyah maupun ilmu wasilah– tidak dapat dipisahkan. Hanya saja ilmu dibagi menjadi dua yaitu ilmu ghoyah (tujuan) yang meru- pakan ilmu yang berhubungan langsung dengan ibadah kepada Allah, dan itu me- rupakan tujuan diciptakannya manusia yaitu untuk beribadah kepadaNya. Se- dangkan ilmu wasilah (sarana) adalah ins- trumen atau alat yang dapat menjembatani kita untuk meraih ilmu ghoyah (tujuan).

  SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap telah menerapkan konsep pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam kuri- kulum pendidikannya, setidaknya ada 4 Bentuk pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah yang diterapkan di SMA Al- Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap, yaitu:

  1. Pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Pengintegrasian ini dapat dilihat pada silabus dan RPP yang di- susun oleh para guru yang bekerjasama dengan waka kurikulum. Di dalam sila- bus ada tambahan pendidikan karakter bangsa dan keterkaitan dengan imtak. Dan ini dapat membantu para guru da- lam menanamkan nilai-nilai agama pada mata pelajaran umum. Sehingga siswa tidak hanya mengusai iptek akan tetapi juga mampu memanfaatkannya

  $tΒuρ àMø)n=yz £⎯Ågø:$# }§ΡM}$#uρ ωÎ) Èβρ߉ç7÷èu‹Ï9 ∩∈∉∪

  7 Ibid., hlm. 1563. 8 QS. Adz-Dzariyat: 56.

  PROFETIKA, Jurnal Studi Islam, Vol. 15, No. 1, Juni 2014: 109 - 118

  dan mengambil hikmah dari apa yang mereka pelajari. wasilah dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM). Dalam pelak- sanaan KBM, ada beberapa konsep pe- ngintegrasian yang diterapkan oleh gu- ru, diantaranya pengintegrasian materi pelajaran, misalnya guru menerapkan pengintegrasian filosofis. Yang mana guru menyebutkan tujuan fungsional mata pelajaran umum (ilmu wasilah) sama dengan tujuan fungsional mata pelajaran agama (ilmu ghoyah). Konsep yang lain adalah pengintegrasian da- lam memilih media pengajaran, pengin- tegrasian proses dan pengintegrasian dalam memilih bahan ajar. Dan konsep ini sudah diterapkan dalam beberapa mata pelajaran seperti Matematika, Fisi- ka, Olahraga, PAI, Tahfidz dan mata pelajaran lainnya.

  3. Pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam pelaksanaan kegiatan Ekstrakurikuler. Diantara kegiatan eks- trakurikuler yang menerapkan konsep pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah adalah Pencinta Alam (PA), teater, jurnalistik dan kegiatan lomba. Dalam beberapa kegiatan ini, guru dan siswa telah mampu menerapkan kon- sep pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah. Sebagai contoh kegiatan perlombaan. Diantara tujuan pelaksa- naan kegiatan ini adalah untuk mem- berikan kesempatan pada siswa dalam menunjukkan bakat dan kreativitas yang mereka miliki, sehingga dapat ter- salurkan melalui kegiatan lomba yang diadakan oleh sekolah. Kegiatan ini biasanya diadakan oleh OSIS. Pihak sekolah sengaja memberikan tanggung jawab ini kepada OSIS untuk melatih mereka bekerjasama dalam melaksana- kan kegiatan. Dan juga dapat melatih mereka untuk bertanggung jawab dan rela berkorban untuk kepentingan

  4. Pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam pelaksanaan kegiatan lainnya. Yang termasuk kegiatan ini adalah Pesantren Ujian Nasional (PUN), Pesantren Ramadhan, Tugas mengajar di TPQ untuk kelas XII, dan Halaqoh untuk guru, staf dan karya- wan. Kegiatan-kegiatan ini sangat membantu dalam menanamkan nilai- nilai agama kepada guru dan siswa. Se- hingga dapat memotivasi mereka dalam mengamalkan ilmu ghoyah dan ilmu wasilah yang telah mereka pelajari dan mereka pahami dalam kehidupan se- hari-hari.

  Beberapa bentuk pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah yang telah di- terapkan di SMA Al-Irsyad tersebut di atas, memang telah berjalan dengan baik. Pihak sekolah hendaknya mempertahankan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan ini. Akan tetapi, ada hal yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah yaitu menjaga hubungan kerjasama de- ngan orangtua dalam mendidik siswa. Sete- lah peneliti analisis, pihak sekolah tidak begitu banyak melakukan interaksi dan ker- jasama dengan orangtua siswa. Meskipun pihak sekolah telah mengadakan program

  Morning Tea yang telah disebutkan pada

  bab III. Yang mana program ini bertujuan memberikan informasi kepada orangtua siswa baru tentang berbagai hal yang ber- hubungan dengan peraturan dan kebijakan sekolah. Tapi menurut peneliti, program ini belum cukup. Karena interaksi dan kerja- sama antara guru dan orangtua harus terus berjalan dan diusahakan sesering mungkin. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam

  bab II bahwa menurut penelitian kira-kira 90% tujuan pendidikan imtak akan ter- capai sesuai dengan keberagamaan murid, Konsep Integrasi Ilmu Ghoyah dan Ilmu Wasilah ... (Opi Irawansah)

  artinya berhasil tidaknya pendidikan imtak itu ditandai dengan diamalkannya ajaran orangtua di rumahlah yang paling menge- tahui pengamalan itu oleh anaknya. Orangtua melihat anaknya mengamalkan ajaran agama. Lebih dari itu, metode pene- ladanan sebagai metode unggulan untuk meningkatkan keberagamaan murid, sa- ngat mengandalkan keberagamaan murid, sangat mengandalkan peneladanan oleh orangtuanya di rumah. Orang tuanyalah yang paling tepat untuk meneladankan shalat tepat waktu, meneladankan kesaba- ran, pemurah, orangtuanyalah yang paling tepat meneladankan bagaimana menghor- mati tamu, bertetangga, dan lain-lain ben- tuk pengalaman ajaran Islam sebagai tanda keberagamaan. Peran orangtua juga sangat membantu guru dalam mengontrol belajar siswa di rumah. Paling tidak orangtua me- ngingatkan anaknya untuk mengerjakan PR atau tugas yang diberikan oleh guru di sekolah.

  Hendaknya pihak sekolah membuat program untuk menjaga kerjasama guru dengan orangtua siswa. Misalnya, dengan mengadakan pertemuan sebulan sekali atau dua bulan sekali antara guru dan orangtua. Memang setelah dianalisis, sa- ngat sulit untuk mengumpulkan orangtua dalam membahas masalah-masalah yang terjadi dalam mendidik siswa. alternatif lain adalah dengan mengumpulkan bebe- rapa orangtua siswa yang dianggap mam- pu untuk mengadakan kerjasama dengan pihak sekolah dalam mengontrol siswa di rumah. Mereka diminta untuk memberi motivasi kepada orangtua siswa yang lain dalam mengawasi pendidikan siswa di rumah.

  Selain itu, para guru khususnya wali kelas hendaknya sesering mungkin untuk berkunjung ke rumah siswa, sekedar ber- silaturrahim atau membicarakan tentang kegiatan sekolah, sambil memberikan infor- masi tentang perkembangan belajar siswa untuk bekerjasama dalam mengawasi sis- wa di rumah.

  Hal ini apabila bisa dilaksanakan, akan sangat membantu pihak sekolah da- lam mengawasi belajar para siswa dan per- gaulan mereka di luar sekolah. sebagai- mana yang telah disebutkan dalam bab II bahwa pendidikan yang terjadi di sekolah amat dipengaruhi oleh proses pendidikan yang terjadi dalam keluarga. Bahkan latar belakang sosial ekonomi dan budaya ke- luarga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang diperoleh di sekolah. lebih dari itu, keharmonisan hubungan an- taranggota keluarga, intensitas hubungan anak dengan ibu dan ayahnya sangat mempengaruhi sikap dan perilaku anak di sekolah. Maka dari itu pihak sekolah harus memperhatikan hal ini, dan berusaha se- maksimal mungkin untuk berinteraksi dan bekerjasama dengan orangtua dalam mem- bimbing dan mengawasi siswa, agar tujuan pendidikan dapat tercapai dan orangtua merasa dihargai sehingga mereka memiliki rasa tanggungjawab dalam mensukseskan pendidikan anak-anak mereka.

  PENUTUP

  Pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah memang sangat penting di- terapkan dalam dunia pendidikan, teru- tama dalam kurikulum pendidikan di se- kolah. namun, harus dipahami bahwa ba- nyak sekali hambatan dalam usaha mene- rapkan pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang peneliti lakukan di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Adapun problem utama yang menghambat upaya penerapan konsep pengintegrasian

  PROFETIKA, Jurnal Studi Islam, Vol. 15, No. 1, Juni 2014: 109 - 118

  ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam kuri- kulum pendidikan di sekolah, diantaranya guru dalam mengintegrasikan ilmu ghoyah dan ilmu wasilah baik dalam penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan KBM, kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan lain- nya. (2) Masih kurangnya kerjasama antara guru dan orangtua dalam pengawasan kegiatan siswa di luar sekolah. (3) Sulitnya mengawasi pergaulan siswa di luar sekolah.

  Adapun diantara solusi yang dapat peneliti simpulkan dalam penelitian ini ada- lah: (1) Hendaknya pihak sekolah menga- dakan sosialisasi khusus (seperti pelatihan- pelatihan atau yang lainnya) dalam upaya penerapan konsep pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam penyusu- nan perangkat pembelajaran, pelaksanaan KBM, kegiatan ekstrakurikuler atau kegia- tan lainnya. Dan diharapkan seluruh guru dapat memahaminya dengan baik dan be- nar. Sehingga dapat memotivasi dan me- nambah kreativitas mereka dalam upaya penerapan konsep pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam kurikulum pendidikan di sekolah. (2) Hendaknya pi- hak sekolah membuat program untuk men- jaga kerjasama guru dengan orangtua sis- wa. Misalnya, dengan mengadakan per- temuan sebulan sekali atau dua bulan sekali antara guru dan orangtua. Atau dengan mengumpulkan beberapa orangtua siswa kerjasama dengan pihak sekolah dalam mengawasi siswa di rumah. Dan mereka diminta untuk memberi motivasi kepada orangtua siswa yang lain dalam mengawasi pendidikan siswa di rumah. Dan bisa juga dilakukan dengan membuat program un- tuk para guru khususnya wali kelas agar bisa sesering mungkin berkunjung ke ru- mah siswa, sekedar bersilaturrahim atau membicarakan tentang kegiatan sekolah, sambil memberikan informasi tentang per- kembangan belajar siswa dan memberikan motivasi kepada orangtua untuk bekerja- sama dalam mengawasi siswa di rumah. Apabila ini dapat dilaksanakan, maka akan sangat membantu terjalinnya kerja- sama antara guru dan orangtua serta mem- bantu pengawasan siswa di luar sekolah.

  Inilah beberapa solusi yang dapat pe- neliti simpulkan dari data penelitian dan analisis yang telah dilakukan. Dan semoga penelitian ini bermanfaat dalam pengemba- ngan konsep pengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam kurikulum pen- didikan di sekolah. Sehingga dapat mem- bantu tercapainya tujuan pendidikan se- cara optimal.

  

DAFTAR PUSTAKA

Al-Attas, Muhammad Naquib. 1988. Konsep Pendidikan Islam. Bandung: Mizan.

  Al-Mayli, Muhsin, 1993. Pergulatan Mencari Islam. Cetakan pertama. Jakarta: Paramadina. Al-Qordhawy, Yusuf, 1997. Pengantar Kajian Islam. Cetakan Pertama. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

  Amir Feisal, Jusuf, 1995. Reorientasi Pendidikan Islam. Cetakan Pertama. Jakarta: Gema Insani Press. Arifin, Zainal. 2012. Pengembangan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan Islam.

  Yogyakarta: Diva Press.

  Konsep Integrasi Ilmu Ghoyah dan Ilmu Wasilah ... (Opi Irawansah)

  Arikunto, Suharsim. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. (Jakarta: Rineka Cipta, 1992). Azra, Azyumardi. 2012. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III . Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Edisi Pertama.

  

Brosur penerimaan siswa baru tahun ajaran 2013-2014 SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap .

Buku standard operational procedure halaqoh pegawai Yayasan Sosial Al-Irsyad Cilacap.

  Butt, Nasm. 1991. Sains dan Masyarakat Islam. Bandung: Pustaka Hidayah. Cetakan pertama. Data dari Laporan Individu Sekolah Menengah SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap tahun pelajaran 2011/2012. DEPAG RI. 1984/1985. Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Jakarta: Departemen Agama RI.) Departemen Agama RI, 2007. Kumpulan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah RI

  Tentang Pendidikan , (Jakarta: Dirjen Pendidikan Islam, Departemen Agama RI)

  Departemen Pendidikan Nasional, 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ketiga), (Jakarta: Balai Pustaka). Elchos, John M. dan Hasan Shadily. 1976. Kamus Inggris Indonesia. (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama). Ibnu Mandzur, (t.trh.). Lisanul ‘Arab, (Kairo:Dar al-Ma’arif). Ilyas, Yunahar dan Muhammad azhar, 1999. Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur’an.

  Cetakan Pertama. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam. Izzuddin Taufiq, Muhammad, 2006. Panduan Lengkap dan Praktis Psikologi Islam. Cetakan Pertama. Jakarta: Gema Insani Press.

  Jogiyanto HM, 2008. Metodologi Penelitian Sistem Informasi, (Yogyakarta: AND). J. Moleong, Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya). Jurnal Kajian Islam, al- Insan, Vol.1, No.1, Januari 2005. Kasiram, muhammad. 1998. Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum di Kota Malang , (Malang: Jurnal Ilmu Pendidikan No. 2 Jilid V).

  Kindarto, Sigit. 1999. Langkah Dakwah seorang Hamba: visi dan misi perjuangan H. Ghozi

  Baasir, (Cilacap:[t.p]) Mahfud, Sahal dkk. 2000. Pendidikan Islam, Demokratisasi dan Masyarakat Madani.

  Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Majid, Abdul dan Dian Andayani. 2011. Pendidikan Karekter Perspektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  PROFETIKA, Jurnal Studi Islam, Vol. 15, No. 1, Juni 2014: 109 - 118

  Masykur, Muhammad. 2003. Model Pengembangan Kurikulum PAI di SMU Muhammadiyah

  Surabaya dan SMU Khadijah Surabaya (Suatu Studi Perbandingan) , Tesis, (Surabaya: Muhadjir, Noeng. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Rake Sarasin).

  Muhaimin. 2009. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Nata, Abuddin dkk. 2005. Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Nur’aini,Ema. 2008. Upaya Internalisasi Nilai Islam dalam Mata Pelajaran Sains Kelas III di MI Al-Islam Kartasuro, skripsi, (Solo: UMS). Purwanto, Ngalim. 2011. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Edisi Kedua. Rusydie, Salman. 2012. Kembangkan Dirimu jadi Guru Multitalenta. Jogjakarta: Diva Press.

  Cetakan Pertama. Saifuddin Anshari, Endang, 1989. Kuliah Al-Islam: Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi . Cetakan Kedua. Jakarta: Rajawali.

  Sopiah, Efektifitas Pendidikan Agama Islam (Telaah Implementasi Kurikulum Tahun 2004 pada

  SMA Negeri di Kota Pekalongan) , (Disertasi tidak diterbitkan), (Yogyakarta: UIN Kalijaga Yogyakarta, 2009).

  Sugiono. Metode Penelitian Pendidikan. (Bandung : Alfabetha, 2009). Sutrisno, Hadi. Metodologi Research I, (Yogyakarta : Andi offset, 1991). Syamsuddin, Ach. Maimun. 2012. Integrasi Multidimensi Agama dan Sains. Jogjakarta: IRCisoD. Edisi Baru.

  Tafsir, Ahmad. 2002. Srategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam. Bandung: Maestro.