BIMBINGAN KEAGAAMAN ORANG TUA PENGARUHNYA TERHADAP KETAATAN BERIBADAH ANAK (S tu d i K orelasi Pada S isw a MI M a'arif P u lu tan Sid orejo K ota S a la tig a T ahun 2 0 0 5 ) SKRIPSI

BIMBINGAN KEAGAAMAN ORANG TUA
PENGARUHNYA TERHADAP KETAATAN
BERIBADAH ANAK
(S tud i K orelasi Pada Sisw a MI M a'arif P u lutan
Sidorejo K ota S alatiga T ahun 2 0 0 5 )
SKRIPSI
D iajukan U ntuk M em enuh i K ewajiban dan M elengkapi Syarat
G una M em peroleh Gelar Sarjana S trata I
D alam Um u Tarbiyah

NIM: 114 0 3 011

JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA

2006

DEPARTEMEN AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

SALATIGA
Jl. Tentara Pelajar 02 Telp. (0298) 323706, 323433 Fax 323433
Salatiga 50721
Website: www.stainsalatisa.ac.id Emai\:admmistrasi(d).staimalatiza.ac. id

DEKLARASI
Bismilahirrahmanirrahim
Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, peneliti menyatakan bahwa
skripsi ini tidak berisi materi yang pemah ditulis oleh orang lain atau pemah
diterbitkan. Demikiran juga skripsi ini tidak berisi satupun pikiran-pikiran orang
lain, kecuali informasi yang terdapat dalam referensi yang dijadikan bahan
rujukan.
Apabila di kemudian hari temyata terdapat materi atau pikiran-pikiran
orang lain di luar referensi yang peneliti cantumkan, maka peneliti sanggup
mempertanggungjawabkan keaslian skripsi ini di hadapan sidang munaqasah
skripsi.
Demikian deklarasi ini dibuat oleh peneliti untuk dapat dimaklumi.

Salatiga,


4 Maret 2006
Penulis

Na’imatun Nur Rohmi
NIM. 114 03 011

DEPARTEMEN A G A M A Rl
SEKOLAH TINGGI A G A M A ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA

,

JL S ta d io n 03 Te/p. (0298) 323706 323433 S a la tig a 50721
Website : www.stainsalatiga.ac.id E-m ail: administrasi@stainsalatiga.ac.id

Drs. H. M. Zulfa, M.Ag
DOSEN STAIN SALATIGA
NOTA PEMB1MBING
Lamp : 3 eksemplar
Hal


: Naskah skripsi
Saudari Na'imatun Nur Rohmi
Kepada
Yth. Ketua STAIN Salatiga
di Salatiga
A s s a la m u 'a la ik u m , wr, wb

Setelah kami meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya,
maka bersama ini, kami kirimkan naskah skripsi saudari:
Nama

: Na’imatun Nur Rohmi

NIM

: 114 03 011

Progdi

: Tarbiyah / PAI


Judul

: Bimbingan Keagaaman Orang Tua Pengaruhnya Terhadap
Ketaatan Beribadah Anak (Studi Korelasi Pada Siswa
MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota Salatiga) Tahun 2005

Dengan ini kami mohon skripsi Saudari tersebut di atas supaya segera
dimunaqosyahkan.
Demikian agar menjadi perhatian.
W a ssa la m u 'a la ik u m , wr, wb

Salatiga, 24 Februari 2006
Pembimbing

Drs. H. M. ZULFA, M.Ag
NIP. 150 177 821

DEPARTEMEN AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

SALATIGA
Jl. Tentara Pelajar 02 Telp. (0298) 323706, 323433 Fax 323433
Salatiga 50721
Website: www.stainsalatiza.ac. id Email:administrasi(cbMainsalatiza.ac. id

PENGESAHAN
Skripsi Saudari : Na'imatun Nur Rohmi dengan Nomor Induk Mahasiswa :
114 03 Oil yang beijudul : ’’BIMBINGAN KEAGAAMAN ORANG TUA
PENGARUHNYA TERHADAP KETAATAN BERIBADAH ANAK (Studi
Korelasi Pada Siswa MI Ma’arif Pulutan Sidorejo Kota Salatiga Tahun
2005)”, Telah dimunaqasahkan dalam sidang panitia ujian Jurusan Tarbiyah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga pada hari : Sabtu, 4 Maret 2006
yang bertepatan dengan tanggal 4 Safar 1 4 2 7 H dan telah diterima sebagai
bagian dari syarat-syarat untuk memperoleh gelar Saijana dalam Ilmu Tarbiyah.
4 Maret 2006 M
Salatiga, ----------------------------4 Safar 1427 H

Panitia Ujian

Dra. Slur Hasanah

NIP. 150 268 213

Drs. Badwan, M.Ag
NIP. 150 198 743

IV

MOTTO

Barang siapa yang menginginkan dunia, maka hendaklah ia berilmu, dan
barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah berilmu. Dan
barangsiapa menginginkan keduanya, maka hendaklah berilmu.
(H.R Tarmidi Ibnu Khibban)

Bersabarlah jika engkau ingin menjadi orang yang baik,
dan lihatlah dirimu di depan cermin, sebelum engkau melihat cermin
orang lain
(Arief Pramono)

PERSEMBAHAN


Skripsi ini penulis persembahkan untuk:
1. Bapak dan Ibu tercinta yang dengan seluruh pengorbanannya telah
mengukir segala asa, cita dan harapan.
2. Kakak dan Adikku tersayang yang senantiasa memberikan dorongan dan
motivasi.
3. Bapak Drs. M. Zulfa, M.Ag yang memberikan bimbingan dan pengarahan
dengan penuh perhatian dan kesabaran.
4. Bapak Drs. Kastolani, M.Ag selaku Ketua Jurusan Tarbiyah Ekstensi.
5. Bapak Drs. Abdul Basith selaku Kepala MI Ma'Arif Pulutan Sidorejo Kota
Salatiga.
6. Suamiku
7. Teman-temanku KKN (Fifin, Mbak Noer, Ipul, Fian, Moenir).
8. Tak lupa buat anak-anak dot.com atas bantuan pengetikan skripsi ini.

vi

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat-Nya yang tiada

terhingga kepada seluruh makhluk, zat tempat bergantung dan memohon segala
hal dalam kehidupan. Sholawat dan salam kita sanjungkan kepada beliau Nabi
Agung Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya yang telah
menghantarkan manusia pada jalan yang benar sesuai dengan perintah dan
petunjuk Allah SWT.
Penulisan skripsi ini tak mungkin dapat terselesaikan dengan baik tanpa
ada bantuan, dorongan serta bimbingan dari pihak-pihak tertentu yang terkait.
Namun, kebahagiaan tentu tidak dapat di sembunyikan dari terselesaikannya
penulisan skripsi ini.
Oleh karena itu, tiada kata ataupun apa saja yang kami berikan kepada
pihak-pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan skripsi ini yang
beijudul, "Bimbingan Keagaaman Orang Tua Pengaruhnya Terhadap Ketaatan
Beribadah Anak (Studi Korelasi Pada Siswa MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota
Salatiga) Tahun 2005" , kecuali ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan
setulusnya atas semua bantuan, bimbingan dan partisipasinya, khususnya kepada:
1. Bapak Drs. Badwan, M.Ag selaku Ketua STAIN Salatiga.
2. Bapak Drs. Kastolani, M.Ag selaku Ketua Jurusan Tarbiyah Ekstensi.
3. Bapak Drs. H. M. Zulfa, M.Ag selaku pembimbing dalam penulisan skripsi ini
yang telah memberikan bimbingan dengan penuh perhatian dan kesabaran.


vii

4. Bapak dan Ibu Dosen yang dengan tulus mendidik dan memberikan jasanya
dalam mcnuntut ilmu di STAIN Salatiga.
5. Bapak Drs. Abdul Basith selaku Kepala MI Ma'Arif Pulutan Sidorejo Kota
Salatiga.
6. Tak lupa kepada anak-anak Dot.Com yang juga telah membantu dalam
menyelesaikan skripsi ini.
7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah berjasa
dalam penulisan skripsi ini.
Akhimya penulis hanya dapat berdoa kepada Allah SWT, semoga semua
amal baik dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis senantiasa mendapat
balasan yang berlipat ganda dan selalu mendapatkan hidayah serta ridho dari-Nya.
Amin.
Dengan berbagai keterbatasan pengetahuan dan lainnya yang dimiliki
penulis, tentunya dalam penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangannya.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa penulis
harapkan. Semoga skripsi ini dapat membawa manfaat, barokah bagi penulis
khususnya dan segenap pembaca pada umumnya, serta bermanfaat bagi nusa,
bangsa dan negara.

A m i n - a m in y a ro b b a l 'alam in

Salatiga, 24 Februari 2006
Penulis

Na'imatun Nur Rohmi
NIM: 114 03 011
viii

DAFTARISI
HALAMANJUDUL...................................................................................

i

HALAMAN DEKLARASI.........................................................................

ii

HALAMAN NOTA PEMBIMBING..........................................................


iii

HALAMAN PENGESAHAN.....................................................................

iv

HALAMAN MOTTO.................................................................................

v

HALAMAN PERSEMBAHAN..................................................................

vi

KATA PENGANTAR.................................................................................

vii

DAFTAR ISI...............................................................................................

ix

DAFTAR TABEL.......................................................................................

xi

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah........................................................

1

B. Penegasan Istilah...................................................................

2

C. Rumusan Masalah.................................................................

4

D. Tujuan Penelitian..................................................................

4

E. Manfaat Penelitian.................................................................

5

F. Hipotesisi ..............................................................................

9

G. Sistematika Penulisan Skripsi................................................

13

LANDASAN TEORI
A. Bimbingan Keagamaan orang tua..........................................

14

1. Pengertian bimbingan keagamaan....................................

14

2. Peranan orang tua dalam mendidik anak..........................

16

3. Tugas dan tanggung j awab...............................................

17

4. Pentingnya bimbingan keagamaan kepada anak..............

21

B. Ketaatan Anak Dalam Beribadah...........................................

24

1. Pengertian ketaatan anak dalam beribadah.......................

24

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketaan beribadah
anak...................................................................................

25

3. Hubungan bimbingan keagamaan orang tua terhadap
ketaatan beribadah anak....................................................
ix

33

BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN
A. Keadaan umum MI Ma'arif Pulutan......................................

35

1. Latar Belakang sejarah berdirinya MI Ma’arif Pulutan...

35

2. Keadaan Tenaga Pendidik................................................

36

3. Keadaan Siswa..................................................................

37

4. Kurikulum.........................................................................

37

5. Sarana dan prasarana........................................................

38

6. Struktur Organisasi...........................................................

39

B. Penyajian Data HASIL Penelitian..........................................

39

1. Analisis Pertama..............................................................

39

2. Pengumpulan data ...........................................................

40

3. Pelaksanaan penelitian.....................................................

40

BAB IV ANALISIS DATA
A. Analisis pertama ...................................................................

47

B. Analisakedua.........................................................................

61

C. Analisa ketiga.........................................................................

61

D. Analisa keempat.....................................................................

61

E. Analisa lanjutan............................................................. ^

_

65

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................

67

B. Saran .....................................................................................

68

C. Penutup..................................................................................

69

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFAR RIWAYAT HIDUP

x

DAFTAR TA BEL

TABELI

KEADAAN GURU MI MA’ARIF PULUTAN

37

TABEL II

KEADAAN SISWA MI MA’ARIF PULUTAN

37

TABEL III

MATA PELAJARAN MI MA’ARIF PULUTAN

37

TABEL IV

DAFTAR INVENTARIS MI MA’ARIF PULUTAN 2005 /

38

2006
TABEL V

STRUKTUR ORGANISASI MADRASAH IBTIDAIYAH

39

(MI) MA’ARIF PULUTAN SIDOREJO KOTA
SALATIGA
TABEL VI

DAFTAR NILAI PERTANYAAN TENTANG

41

BIMBINGAN KEAGAMAAN ORANG TUA
TABEL VII

DAFTAR NILAI RATING SCALE TENTANG

43

KETAATAN ANAK DALAM BERIBADAH
TABEL VIII

DAFTAR NILAI PERTANYAAN TENTANG

48

BIMBINGAN KEAGAMAAN ORANG TUA
TABEL IX

DAFTAR NILAI TENTANG DISTRIBUSI FREKUENSI

50

JAWABAN BIMBINGAN KEAGAMAAN ORANG TUA
TABEL X

DISTRIBUSI FREKUENSI JAWABAN BIMBINGAN

54

KEAGAMAAN ORANG TUA
TABEL XI

DAFTAR NILAI RATING SCALE TENTANG
KETAATAN BERIBADAH ANAK

55

TABEL XII

DAFTAR TENTANG DISTRIBUSI FREKUENSI

57

JAWABAN TENTANG KETAATAN BERIBADAH
ANAK
TABEL XIII

DISTRIBUSI FREKUENSI FREKUENSI JAWABAN

61

KETAATAN BERIBADAH ANAK
TABEL XIV

PERSIAPAN UNTUK MENCARI KORELASI ANTARA
BIMBINGAN KEAGAMAAN ORANG TUA
TERHADAP KETAATAN BERIBADAH ANAK MI
MA'ARIF PULUTAN SIDOREJO SALATIGA

xii

62

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Ketika seorang anak pertama kali lahir ke dunia dan melihat apa yang
ada di dalam rumah dan sekelilingnya, tergambar dalam benaknya sosok awal
dari sebuah gambaran.. kehidupan. Bagaimana awalnya dia harus bisa
melangkah dalam hidupnya di dunia ini. Jiwanya yang masih suci dan bersih
akan menerima segala bentuk apa saja yang datang mempengaruhinya. Maka
anak akan dibentuk oleh setiap pengaruh yang datang dalam dirinya. Imam
Al-Ghazali berkata : Anak adalah amanat bagi orang tuanya, hatinya bersih,
suci dan polos, kosong dari segala ukiran dan gambaran. Anak akan selalu
menerima segala yang diukimya, dan akan cenderung terhadap apa saja yang
mempengaruhinya. Maka apabila anak dibiasakan dan diajarkan untuk
melakukan kebaik.an, niscanya anak akan tumbuh dan terbentuk secara baik.
Sehingga kedua orang tuanya akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di
akhirat, begitu juga sebaliknya jika anak dibiasakan untuk melakukan
kejahatan dan diterlantarkan, maka dosanya akan ditanggung oleh kedua
orang tuanya.1
Orang tua yang memberikan pendidikan agama kepada anak terutama
dalam beribadah melalui perhatian, pembiasaan dan keteladanan akan lebih
mudah diterima oleh anak daripada anak dididik dengan kekerasan dan orang

1 Muhammad Nur Abdul Hafizh, M endidik Bersama Rasulullah, Bandung, Al-Bayan,
1997, him. 35.

1

2

tua sama sekali tidak memberikan pembiasaan dan keteladanan, maka anak
akan raj in dan taat hanya waktu di rumah ketika dalam pengawasan orang tua.
Setelah di luar rumah maka anak akan seenaknya dalam menjalankan ibadah.
Dengan pembiasaan dan keteladanan orang tua dalam mengeijakan
ibadah, baik itu sholat, berpuasa, membaca Al-Qur’an, shodaqoh (infaq,
zakat) dan lain sebagainya, maka anak akan dengan sendirinya taat dalam
beribadah.
Taat bukan berarti mengerjakan kebaikan (ibadah) jika ada orang tua
atau orang yang ditakuti akan tetapi mengerjakan ibadah sadar dengan
sendirinya, dengan hati nuraninya dan dengan niat ikhlas.
Dengan latar belakang pada uraian di atas penulis mencoba
mengadakan penelitian ada atau tidaknya hubungan, "BIMBINGAN
KEAGAAMAN

ORANG

TUA

PENGARUHNYA

TERHADAP

KETAATAN BERIBADAH ANAK (Studi Korelasi Pada Siswa MI Ma’arif
Pulutan Sidorejo Kota Salatiga) Tahun 2005.

B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari salah tafsir dalam memahami judul di atas, maka
perlu adanya pembatasan dan penjelasan istilah terlebih dahulu dengan judul
tersebut. Adapun istilah-istilah yang perlu dijelaskan sebagai berikut:
1. Bimbingan
Bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan
kepada individu atau sekumpulan individu-individu dalam menghindari

3

atau mengatasi kesulitan-kesulitan didalam kehidupannya, agar individu
atau sekumpulan individu-individu itu dapat mencapai kesejahteraan
hidupnya.2
2. Keagamaan
Keagaamaan berasal dari kata "agama" yang berarti segenap
kepercayaan, serta dengan ajaran kebaktian dan kewajiban yang bertalian
dengan kepercayaan itu.3 Sedangkan keagamaan berarti si fat yang
berhubungan dengan agama.4 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
bimbingan keagamaan berarti suatu usaha memimpin yang mengharap
pada hal-hal yang bersifat agama.
3. OrangTua
Orang tua adalah ayah ibu kandung, orang yang dianggap tua
(cerdik, pandai, ahli, dan sebagainya)/
4. Ketaatan
Berasal dari kata taat yang artinya senantiasa menurut (kepada
Tuhan, pemerintah, dan sebagainya).6 Taat berarti juga patuh kepada nabi
Muhammad SAW, patuh kepada ajaran Islam melaksanakan perintah
Allah dan menjauhi larangan-Nya.

2 Bimo Walgito, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Andi Offset, Yogyakarta, Edisi
ke empat, 1993, him. 4.
WJS, Poerwadarminto, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi II, Balai Pustaka,
Jakarta, 1982, him. 19.
4 Ibid, him. 19.
5 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta,
Balai Pustaka, him. 629.
6 Ibid, him. 880.

r

4

5. Ibadah
Ibadah menurut ahli fiqh adalah apa yang dikerjakan untuk
mendapatkan keridhoan Alloh SWT dan mengharap pahala di akhirat.7
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ibadah adalah perbuatan
untuk menyatakan bakti kepada Allah SWT, yang didasari ketaatan
mengeijakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.8

C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana bimbingan keagamaan orang tua terhadap anak dan ketaatan
anak dalam beribadah pada siswa MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota
Salatiga Tahun 2005.
2. Sejauhmana mana tingkat ketaatan beribadah anak pada siswa MI Ma'arif
Pulutan Sidorejo Kota Salatiga Tahun 2005.
3. Adakah hubungan antara bimbingan keagaaman orang tua pengaruhnya
terhadap ketaatan beribadah anak pada siswa Ma'arif Pulutan Sidorejo
Kota Salatiga Tahun 2005.

D. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bimbingan keagamaan orang tua pengaruhnya terhadap
ketaatan beribadah anak pada siswa MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota
Salatiga Tahun 2005.

7 Proyek Pembinaan Prasarana dan Sarana Perguruan Tinggi Agama IAIN, Jakarta, Ilmu
Fiqh, 1983, him. 3
8 Depdikbud, OP.Cit, him. 318.

5

2. Untuk mengelahui tingkat ketaatan beribadah anak pada siswa MI Ma'arif
Pulutan Sidorejo Kota Salatiga Tahun 2005.
3. Untuk mengetahui hubungan keagaaman orang tua pengaruhnya terhadap
ketaatan beribadah anak pada siswa MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota
Salatiga Tahun 2005.

E. Kajian Pustaka
Penelitian ini merupakan penelitian kuantiatif, untuk itu diperlukan
suatu metode dan cara dalam memperoleh data yang akan diuraikan dalam
pembahasan serta analisis selanjutnya. Data selain diperoleh dari data
perpustakaan.juga diperoleh dari hasil observasi langsungdi lapangan.
Pembinaan anak dalam beribadah dianggap sebagai penyempumaan
dari pembinaan anak. Karena nilai ibadah yang didapat oleh anak akan dapat
menambah keyakinan akan kebenaran ajarannya. Dengan kata lain semakin
tinggi nilai ibadah yang dilakukan anak bisa dikatakan sebagai cerminan atau
bukti nyata dari aqidahnya.
Ketaatan anak dalam menjalankan ibadahnya sangat dipengaruhi oleh
bimbingan agama orang tuanya. Jika pengetahuan dan pemahaman agama
orang tuanya tinggi, maka akan dididik dengan sungguh-sungguh sehingga
anak akan dengan sendirinya raj in dan taat dalam menjalankan ibadahnya,
akan sangat berbeda dengan orang tua yang pendidikan agamanya rendah,
dimungkinkan orang tua tersebut tidak peduli atau acuh tak acuh dengan
ketaatan anaknya dalam menjalankan ibadah.

6

Dalam Islam penyampaian rasa agama dimulai sejak pertemuan ibu
dan bapak yang membuahkan janin dalam kandungan, yang dimulai dengan
do'a kepada Allah. Selanjutnya memanjatkan do'a dan harapan kepada Allah,
agar janinnya kelak lahir dan besar menjadi anak yang shaleh.
Bagitu anak lahir, dibisikkan ditelinganya kalimat adzan dan iqamah,
dengan harapan kata-kata thayyibah itulah yang pertama kali terdengar oleh
anak, kemudian ia akan berulang kali mendengamya, setiap waktu shalat tiba.
Kalimat-kalimat thayyibah dan yang lainnya yang berisikan jiwa agama akan
sering didengar oleh anak melalui ibunya, waktu ia disusukan, dimandikan,
diganti pakaian dan ditidurkan oleh ibunya. Pengalaman-pengalaman yamg
seperti itu akan menyuburkan tumbuhnya rasa agama di dalam jiwa anak, dan
akan tetap hidup di dalam jiwanya. Jika ia melihat ibu dan bapaknya shalat,
mengaji atau mengamalkan ibadah yang lain, maka ia pun akan menyerap apa
yang dilihatnya itu, lebih-lebih lagi jika disertai dengan kata-kata yang
bemafaskan agama.
Setelah anak mencapai umur dua tahunan, barangkali anak mulai
meniru ibu atau bapaknya shalat, berdoa, mengaji dan mengucapkan kata-kata
yang dapat ditirunya.
Agama bukan ibadah saja. Agama mengatur seluruh segi kehidupan,
semua penampilan ibu bapak dalam kehidupan sehari-hari yang disaksikan
dan dialami oleh anak bemafaskan agama, disamping latihan dan pembiasaan
tentang agama perlu di tanamkan sejak anak masih kecil, sesuai pertumbuhan
dan perkembangan jiwanya. Apabila anak tidak mendapatkan pendidikan,

7

latihan dan pembiasaan keagamaan waktu kecilnya, maka anak tidak akan taat
terhadap ajaran agama bahkan acuh atau anti agama.9
Perlu diketahui, bahwa kualitas hubungan anak dan orang tuanya, akan
mempengaruhi keyakinan beragamanya dikemudian hari. Apabila ia merasa di
sayang dan diperlakukan adil, maka ia akan meniru orang tuanya dan
menyerap agama dan nilai-nilai menjauhi apa yang diharapkan orang tuanya,
mungkin ia tidak mau melaksanakan ajaran agama dalam hidupnya, tidak
shalat tidak puasa dan sebagainya.
Masalah keteladanan menjadi faktor penting dalam hal baik buruknya
anak. Jika pendidik jujur dapat dipercaya, berakhlak mulia dan menjauhkan
diri dari perbuatan-perbuatan yang bertentangana dengan agama, maka si anak
akan tumbuh dalam kejujuran, terbentuk dengan akhlak yang mulia dan dalam
sikap yang menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang bertentangan
dengan agama. Dan jika pendidik bohong, durhaka, kikir, penakut, maka si
anak akan tumbuh dalam kebohongan, dusta, kikir, penakut dan hina.
Anak, bagaimanapun besamya usaha yang dipersiapkan untuk
kebaikan, bagaimanapun suci (fitrah), ia tidak akan mampu memenuhi
prinsip-prinsip kebaikan dan pokok-pokok pendidikan utama, selama ia tidak
melihat sang pendidik (oarang tua) sebagai teladan.10
Ketika anak masih kecil harus dibiasakan menjalankan shalat, puasa
beberapa hari pada bulan Ramadhan. Jika anak .kuat dan mampu, orang tua

9 Zakiah Daradjat, Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah, Jakarta, Ruhama,
Cet-2, 1995, him. 64-65.
10 Abdulah Nashih Ulwan, Pedoman Pendidikan A nak Dalam Islam, Semarang, AssSyifaa, Cet III, 1981, him. 2.

8

mengajaknya pula menjalankan ibadah haji. Begitu juga, anak dibiasakan
mengeluarkan infak, shodaqoh meskipun tidak banyak, ia terbiasakan
mengeluarkan zakat pada usia mukallaf, jika ada kesempatan orang tua
hendaknya mengajak anak menghadiri majelis-majelis ta’lim. Dan semuanya
ini tidak akan berhasil jika orang tua sebagai pendidik hanya memerintah
dengan ucapan tanpa adanya penerapan dan keteladanan dari orang tua.11
Adapun yang menjadi indikator Bimbingan Agama Islam dalam
keluarga :
1. Membimbing dalam belajar agama Islam:
a. Membimbing anak untuk melaksanakan sholat
b. Membimbing anak untuk membaca Al-Qur’an
c. Membimbing anak tentang akhlak
- Memberikan keteladan
- Memberikan contoh yang baik
- Membimbing perilaku yang baik
d. Membimbing anak untuk melaksanakan puasa wajib dan sunah.
2. Memberi pujian atau hadiah pada anak apabila:
a. Rajin dalam mengerjakan ibadah sholat, puasa dan rajin dalam
membaca Al-Qur’an.
b. Mengerjakan hal-hal yang positif, yang baik.
3. Memberi hukuman secara bertahap apabila anak melakukan kesalahan
4. Menyediakan fasilitas, yaitu dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak
yang berkaitan dengan keagamaan.
11 Ibid, him. 2.

9

Sedangkan yang menjadi indikator ketaatan beribadah anak adalah:
1. Melaksanakan sholat fardhu tepat pada waktunya
2. Selalu berdoa setelah melakasanakan sholat
3. Membaca A1-Qur'an setelah sholat maghrib
4. Melakasanakan puasa baik fardhu maupun sunnah
5. Taat dan berbakti kepada orang tua.
6. Berperilaku yang baik
7. Mengeluarkan infaq, shodaqoh, zakat

F. Hipotesis
Hipotesa merupakan jawaban sementara suatu penelitian yang harus
diuji kebenarannya dengan riset, oleh karena itu hipotesis adalah “dugaan
yang mungkin benar dan mungkin salah”.12
Adapun hipotesis dari penelitian ini adalah "Adanya Hubungan Antara
Bimbingan Keagamaan Orang Tua pengaruhnya Terhadap Ketaatan beribadah
Anak (Studi Korelasi Pada Siswa MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota Salatiga)
Tahun 2005.

12 Kartini Kartono, Pengantar M ethodologi R iset Sosial, Bandung, Mandar Maju, 1990,
him. 78.

10

G. Metode Penelitian
1. Metode Penentuan Subyek
Obyek Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Populasi
dibatasi sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit
mempunyai sifat yang sama.11
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa
kelas siswa MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota Salatiga. Sedangkan
yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV-VI
dengan jumlah 50 anak.
Pengertian dari sampel itu sendiri adalah sebagian atau wakil
populasi yang diteliti. 14
2. Metode Pengumpulan Data
a. Metode Angket
Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan
untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan
tantang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.*13145
Metode ini penulis gunakan untuk mencari data tentang
ketaatan beribadah anak pada siswa MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota
Salatiga Tahun2005.
b. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah dari asal kata dokumen, yang
artinya barang-barang tertulis.16 Metode ini penulis gunakan untuk
mengetahui gambaran umum sekolah, guru, sarana dan prasarana
lj Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Jakarta, Rieneke
Cipta, edisi Revisi V, 2002, him. 108.
14 Ibid, him. 109.
15 Ibid, him. 128..
16Ibid, him. 135.

11

Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota Salatiga melalui dokumen atau arsip
data statistik sekolah.
c. Metode Observasi
Metode observasi disebut juga pengamatan meliputi kegiatan
pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan
seluruh alat indera.17
Metode yang penulis gunakan adalah metode observasi tidak
langsung yaitu dengan teknik Rating Scale. Rating Scale adalah
pencatatan gejala menurut tingkatan-tingkatannya.18 Metode ini
digunakan untuk mendapatkan data tentang ketaatan beribadah anak.
Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang
ketaatan beribadah anak pada siswa MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota
Salatiga.
3. Metode Anal isa Data
Untuk menganalisa data yang telah terkumpul, digunakan analisa
statistik dengan rumus sebagai berikut:
a. Rumus Prosentase
P=— x 100%
N
Keterangan:
P : Angka prosentasi yang diberi

17 Ibid, him. 133.
18 Sutrisno Hadi, M etodologi Research II, Yayasan Penerbit Fak. Psykologi UGM,
Yogakarata, 1981, him. 179.

12

F : Frekuensi dari jawaban
N : Jumlah Responden19
Rumus

ini

digunakan

untuk

mengetahui

Bimbingan

Keagamaan Orang Tua pengaruhnya Terhadap Ketaatan Beribadah
Anak Pada Siswa MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota Salatiga Tahun
2005.
b. Rumus Korelasi Product Moment
Untuk

mengetahui

ada

tidaknya

hubungan

Bimbingan

Keagamaan Orang Tua Terhadap Ketaatan Beribadah Anak
Siswa MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota Salatiga

Pada

Tahun 2005,

digunakan rumus sebagai berikut:
________N Z x y - (Xx)(X> )

J{nI.x2-(ixfllNly1~(ly):}
Keterangan :
rxy

: Koefisien korelasi variable x dan variable y

xy

: perkalian antara x dan y

x2

: Variabel pengaruh

y2

: Variabel terpengaruh

N

: Jumlah Sampel yang diselidiki

Z

: Sigma (jumlah)20

19 Sutrisno Hadi, Statistik Pendidikan III, Yogyakarta, Yayasan Penerbit Fakultas
Psikologi UGM, 1982, him. 399
20 Abdulrahman Ritonga, Statistik Terapan untuk Penelitian, Lembaga Penerbit Fak.
Ekonomi UI, Jakarta, 1987, him. 120.

13

H. Sistematika Penulisan Skripsi
Skripsi ini disusun dalam lima bab yang secara sistematis dapat
dijabarkan sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan berisi tentang Latar Belakang Masalah, Pengasan
Istilah, Pokok Masalah, Tujuan Penelitian, Kajian Pustaka, Hipotesis,
Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan Skripsi.
Bab II Landasan terdiri dari Pengertian Bimbingan Keagamaan Orang
Tua, Peranana Orang Tua dalam Mendidik Anak, Tugas dan Tanggungjawab
Orang Tua, Pentingnya Bimbingan Keagamaan Kepada Anak, Pengertian
Ketaatan Anak dalam Beribadah, Faktor-faktor yang mempengaruhi Ketaatan
Beribadah Anak, Hubungan Bimbingan Keagamaan Terhadap Ketaatan
Beribadah Anak.
Bab III Gambaran Umum MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota Salatiga,
yaitu Letak Geogratls, Keadaan Siswa, Struktur Organisasi Sekolah dan
Sarana MI Ma'arif Pulutan Sidorejo Kota Salatiga, Bimbingan Keagamaan
Orang Tua Pengaruhnya Terhadap Ketaatan Beribadah Anak, Keadaan Umum
Responden, Variabel Jawaban Responden, Skor Jawaban Tiap Item, Hasil
Angket.
Bab IV Analisa Data terdiri dari Analisa Pertama, Analisa Kedua dan
Analisa Ketiga.
Bab V Penutup, pada bab ini berisi tentang Kesimpulan, Saran-Saran
dan Penutup.

BAB II

LANDASAN TOERI

A. Bimbingan Keagamaan Orang Tua
1. Pengertian bimbingan keagamaan
Secara etimologis kata bimbingan merupakan terjemahan dari kata
"Guidance" berasal dari kata kerja " to guide" yang berarti menunjukkan,
membimbing, menuntun ataupun membantu.
Definisi bimbingan yang pertama dikemukakan dalarn Year's Book
o f Education 1995, yang menyatakan:
"Guidance is a process o f helping individual thorough their own
effort to discover and develop their potentialities both for personal
happiness and social usefulness".1
Bimbingan adalah suatu proses membantu individu melalui usaha
sendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar
memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.
Menurut Drs. H.M. Arifin, M. Ed, dikatakan dengan istilah
bimbingan dan penyuluhan agama, yaitu:
"Usaha pemberian bantuan terhadap seseorang yang mengalami
kesuliatan baik lahiriah maupun batiniah, yang menyangkut
kehidupan, dimasa kini dan masa mendatang. Bantuan tersebut
berupa pertolongan dibidang mental dan spiritual. Dengan maksud
agar orang yang bersangkutan mampu mengasi kesulitannya
dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri, melalui
dorongan dari kekuatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.2

1 Hallen A,. Bim bingan dan Konseling, Ciputat Pers, Jakarta, 2002, him. 3.
2 M. Arifin, Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama, PT. Golden
Terayon Press, Jakarta, hlm.2.

14
i

15

Bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada
individu atau sekumpulan individu-individu dalam menghidari atau
mengatasi kesulitan-kesulitan didalam kehidupannya, agar individu atau
sekumpulan individu-individu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya .3
Keagamaan berasal dari kata agama yang istilahnya sama dengan
Bahasa Inggris religion/religi.
Menurut A.S. Homby and E.C. Pamwe 11 dalam kamus "An
English-Reader's Dictionary" yang dikutip oleh Drs. Nasrudin Razak
bukunya Dienul Islam :
a. "Belive in God as creator and controller o f the universe"
(Kepercayaan kepada Tuhan sebagai pencipta dan pengawas alam
semesta).
b. "System o f faith and worshop based on such b elief (Sistem
kepercayaan dan penyembahan didasarkan atas keyakinan tertentu).345
Sedangkan pengertian keagamaan ialah sifat-sifat yang terdapat
dalam agama, segala sesuatu mengenai agama.5
Yang penulis maksud adalah agama Islam. Kalau diartikan disini
agama Islam adalah sebagai berikut:
"Addin yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, ialah apa yang
diturunkan oleh Allah SWT, di dalam Al-Qur'an yang disebut
dalam sunnah yang shahih, berupa perintah-perintah atau laranganlarangan dan petunjuk-petunjuk untuk kesejahteraan dan
kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat.6

3 Bimo Walgito. Bimbingan dan Penyuluahan di Sekolah, Andi Offset, Yogyakarta,
edisi ke empat, 1993 him. 4
4 Nasruddin Razak, D ienul Islam , Al-Ma'arif, Bandung, 1989, him. 60.
5 WJS. Poerwadarminto, Kamus Besar Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1982. him. 19.
6 Nasruddin Razak, Op.Cit, him. 61.

16

Dalam bidang ibadah mengandung peraturan-peraturan hubungan
manusia dengan Tuhannya, seperti: shalat, puasa, zakat, meng-Esakan
Allah dan lain-lain yang menyangkut kepercayaan, keyakinan dan
pengabdian kepada Allah.
Dari

beberapa pengertian tersebut di

atas penulis

dapat

menyimpulkan bahwa bimbingan keagamaan orang tua adalah usaha orang
tua dalam memberikan bimbingan / pembinaan keagamaan kepada
anaknya agar mereka bisa hidup sesuai dengan ajaran agamanya.
2. Peranan orang tua dalam mendidik anak
Di dalam keluarga, mula-mula anak menerima pendidikan secara
langsung dari orang tuanya. Karena pendidikan anak dalam keluarga
bersifat kodrat

maka dalam hal ini harus menjadi fundamen bagi

pendidikan yang diterima di luar rumah. Untuk selanjutnya karena anak
harus mengembangkan kualitas dirinya, untuk itu anak membutuhkan
lingkungan pendidikan yang lain, seperti di sekolah. Dengan demikian
pendidikan keluarga harus menjadi dasar bagi pendidikan anak. Jadi orang
tua berkewajiban mengasuh, mendidik serta mengarahkan agar nantinya
menjadi shaleh dan shalihah serta berakhlak mulia.
Seorang ayah menjadi kepala keluarga mempunyai peranan penting
untuk memimpin, memberikan bimbingan pendidikan, perlindungan serta
memberikan nafkah kepada keluarganya. Dalam bidang pendidikan
seorang ayah harus mampu bertindak sebagai guru dan pemimpin bagi istri
dan anak-anaknya. Untuk itulah orang tua harus memenuhi kewajibankewajiban terhadap amanat Allah yang dititipkan kepadanya, maka orang
tualah yang menjadi sentral figur bagi anak serta yang akan tampil paling

17

depan sebagai panutan anak dimana orang tua yang pertama mereka kenal
sebelum memasuki bangku sekolah ataupun pondok pesantren.
Jadi jelas bahwa peran orang tua yang sangat dibutuhkan oleh
anak. Jika ayah dan ibunya membiasakan anak berlatih, bertindak,
bersikap sopan dan menghormati orang lain, mengajari tentang tata cara
melaksanakan ibadah sholat, membiasakan untuk berdo'a dan membaca
Al-Qur'an dan mengajarinya bershadaqah, untuk menumbuhkan ketaatan
anak dalam beribadah.
3. Tugas dan tanggung jawab orang tua
Orang tua sebagai manusia yang lebih dewasa adalah merupakan
pendidikan utama dan pertama bagi anak didik mereka, disinilah mereka
mula-mula menerima pendidikan baik langsung maupun tidak langsung.
Disamping itu keluarga merupakan unit kehidupan bersama manusia
terkecil dan alamiah, artinya secara alamiah dialami setiap kehidupan
seorang manusia.7
Orang tua mempunyai tugas tanggung jawab yang sangat besar
dalam membimbing dan mendidik anak-anaknya dengan kebaikan dan
dasar-dasar agama. Dalam bidang agama ini, tanggung jawab mereka
sangat komplek, berhubungan dengan segala hal yang menyangkut
masalah perbaikan jiwa dan kepribadian.

7Achmadi, Ilm u Pendidikan Islam , Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo, Salatiga, 1987,
him. 112.

18

Pada umumnya orang tua merasa bertanggung jawab atas
pendidikan dan melangsungkan hidup anak-anak mereka, dan tidak
diragukan lagi bahwa tanggungjawab pendidikan secara sadar atau tidak,
diterima dengan sepenuh hatinya atau tidak, hai itu adalah merupakan
“fitrah” yang telah dikodratkan Allah SWT kepada setiap orang tua.
Mereka tidak bisa mengelak atas tanggungjawab itu karena telah
merupakan amanah Allah SWT, yang dibebankan kepada mereka.8
Disini akan diuraikan mengenai tugas dan tanggungjawab orang
tua dalam keluarga.
1) Orang tua sebagai pel indung dan pemelihara
Orang tua sebagai kepala keluarga berkewajiban untuk
melindungi keluarga, yaitu orang tua harus memelihara keselamatan
kehidupan keluarga.
Sejak lahir anak-anak sudah membawa bakat-bakat sebagai
karunia Allah kepada setiap makhluk hidup, maka kewajiban orang
tua adalah memelihara, membimbing dan mengarahkan kepada akhlak
yang baik.

8 Dirjen Binbaga Islam, Pendidikan Islam, Jakarta, 1983, him. 34.

19

2) Orang tua sebagai pendidik
Mendidik merupakan kewajiban orang tua dan tanggung jawab
orang tua, mulai dari kecil anak harus sudah dididik kearah kebaikan,
agar kelak anak itu benar-benar menjadi anak yang bisa diharapkan
oleh orang tua, menjadi anak yang shaleh dan bertanggung jawab
dalam kehidupannya.
Tugas orang tua dalam mendidik anak adalah untuk memupuk
perkembangan dan melatih mental serta potensi yang tersimpan dalam
diri anak. Dengan usaha tersebut

anak akan memiliki sejumlah

pengalaman hidupnya. Oleh sebab itu orang tua harus bertanggung
jawab atas kesehatan mental dan kesejahteraan anak, seperti dalam
memenuhi

segala

keperluan

belajar,

memperhatikan

dan

membimbingnya dengan akhlak yang baik, membiasakan untuk
berdisiplin dalam beribadah seperti, shalat tepat waktu, terbiasa untuk
berdo'a dan membaca Al-Qur'an, terbiasa untuk berpuasa baik fardhu
maupun sunnah, terbiasa bertutur kata yang sopan baik dan
berperilaku baik kepada orang tua maupun orang lain, berbakti kepada
orang tua, terbiasa untuk beramal (shadaqah). Jika anak sejak dini
sudah terlatih dan terbiasa dengan hal-hal yang baik, meneladaninya
dan meniru dari orang tua, maka orang tua tidak perlu menyuruh anak
mengerjakan kebaikan dengan cara yang kasar .dan dengan suara yang
lantang atau dengan cara menghukum.

20

Disamping itu orang tua hams membekali anak dengan
pendidikan dan bimbingan keagamaan sebagai dasar kepribadian
mereka. Dalam hal ini Prof. DR. Zakiyah Daradjat mengemukakan:
"Pendidikan agama bukanlah sekedar menyampaikan
pengetahuan agama dan melatih ketrampilan dalam
melaksanakan ibadah. Akan tetapi pendidikan jauh lebih luas
dari pada itu ia pertama-tama bertujuan untuk membentuk
kepribadian anak, sesuai dengan ajaran agama. Pembinaan
sikap mental dan akhlak jauh lebih penting dari pada pandai
menghafal dalil-dalil dan hukum-hukum agama yang tidak
diresapkan dan dihayatinya dalam hidup".10
3) Orang tua sebagai pemimpin
Orang tua selain sebagai pelindung dan pendidik, juga
berperan sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Memimpin
mempakan kegiatan pengarahan dan pengendalian orang lain ke arah
tujuan yang telah ditentukan. Oleh sebab itu sebagai orang tua
berkewajiban mempengaruhi, mengarahkan dan mengendalikan anak
dan istrinya agar mereka melaksanakan ajaran-ajaran sesuai dengan
syari'at Islam.
Seorang ayah sebagai kepala keluarga mempunyai peranan
penting untuk memimpin, memberikan bimbingan, pendidikan serta
perlindungan. Dalam bidang pendidikan seorang ayah hams mampu
bertindak sebagai seorang gum dan pemimpin bagi istri dan anakanaknya. Untuk itulah orang tua dikatakan sebagai pemimpin hams
memenuhi

10

kewajiban-kewajiban

terhadap

amanat

Allah

yang

Zakiyah Daradjat, Ilm u Jiwa Agama, Bulan Bintang, Cet. Ke-13, 1991, him. 107.

21

dititipkan kepadanya, sebab amanat tersebut nantinya akan dimintai
pertanggung jawaban di akhirat di hadapan Allah SWT.
4. Pentingnya bimbingan keagamaan kepada anak
Pada umumnya agama seseorang ditentukan oleh pendidikan,
pengalaman dan latihan-latihan yang dilakukan pada masa kecilnya dulu.
Anak yang waktu kecilnya tidak pemah mendapatkan pendidikan agarna,
maka pada masa dewasanya nanti ia tidak akan merasakan pentingnya
agama dalam hidupnya. Sebaliknya, jika orang yang waktu kecilnya
mempunyai pengalaman-pengalaman agama, misalnva bapak-ibunya
adalah orang-orang yang tahu agama, lingkungan sosial dan kawankawannya juga hidup menjalankan agama, ditambah pula pendidikan
agama secara sengaja di rumah, sekolah dan masyarakat. Maka orang itu
akan dengan sendirinya cenderung nanti hidup dalam aturan-aturan agama
terbiasa menjalankan ibadah, takut melakukan larangan-larangan agama
dan dapat merasakan betapa nikmatnya hidup beragama.11
Setiap orang tua dan semua guru ingin membina anak agar menjadi
orang yang baik, mempunyai kepribadian yang kuat dan taat beribadah dan
akhlak yang terpuji. Semua itu dapat diusahakan melalui pendidikan, baik
yang formal (di sekolah) maupun yang informal (di rumah oleh orang
tua).12

11 Ibid, him. 35
12 Ibid, him. 56.

22

Disini akan diuraikan beberapa metode penelitian yang efektif
untuk membimbing anak, supaya anak menjadi seperti yang diharapkan
para orang tua.
a. Pendidikan dengan keteladanan
Orang tua sebagai pembimbing dan pendidik merupakan
contoh ideal dalam pandangan anak, segala tingkah laku dan
perbuatannva akan terekam dan ditiru disadari atau tidak, bahkan
semua keteladanan itu akan melekat pada diri dan perasaannya baik
dalam bentuk ucapan dan

perbuatan.

Karenanya keteladanan

merupakan faktor penentu baik buruknya anak.13
b. Pendidikan dengan adat kebiasaan
Orang tua membimbing anak tidak cukup hanya melalui
suruhan, tetapi orang tua dituntut untuk menjadi contoh bagi anakanaknya. Mengajarkan kepada mereka akhlakul karimah kepada
sesama manusia dan makhluk yang lain serta mengerjakan ibadah
kepada Allah. Orang tua membiasakan mengajak anak-anaknya untuk
shalat beijamaah, dibiasakan berdo'a dan membaca Al-Qur'an,
berbicara yang baik, menghormati orang tua dan bersikap sopan
kepada orang lain.
Para orang tua hendaknya mengajarkan kepada anak-anak
mereka tetang hukum-hukum halal dan haram.’4 Disini orang tua
dituntut melatih anak-anaknya mengerjakan perintah-perintah Allah
u Abdullah Nashih Ulwan, Pendidikan A nak M enurut Islam Kaidah-kaidah Dasar,
PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 1992, him. 2.
14Ibid, him. 62.

23

dan menjauhi semua larangan-larangan-Nya. Jika orang tua (pendidik)
mendapat anaknya berbuat dosa atas kemungkaran seperti mencuri,
berbicara kotor, maka orang tua harus mengingatkan bahwa yang
dilakukan itu adalah perbuatan makruh, bahwa perbuatan itu haram.
Dan jika orang tua (pendidik) mendapati anaknya berbuat baik atau
positif, seperti mengeluarkan shadaqah atau menolong orang lain,
maka orang tua juga harus mendorong supaya lebih raj in lagi dan
mengatakan bahwa hal yang dilakukan itu perbuatan baik dan halal.
c. Pendidikan dengan nasihat
Diantara metode dan cara-cara mendidik yang efektif didalam
upaya membentuk keimanan anak, mempersiapkannya secara moral,
psikis, dan sosial adalah mendidiknva dengan memberi nasihat. Sebab,
nasihat sangat berperan dalam menjelaskan kepada anak tentang
segala hakekat, menghiasinya dengan moral mulia, dan mengajarinya
tentang prinsip Islam.13
Seorang ayah dan ibu diharapkan memiliki waktu luang untuk
berkumpul bersama anak-anaknya dan diisi dengan bercerita tentang
kisah-kisah dan hikmah yang berintikan nasihat, dengan cara yang
tidak membosankan, dan variatif sehingga tujuan membentuk rohani,
jiwa, dan akhlak mereka akan tercapai. Dalam menyampaikan nasihat
hendaknya orang tua menggunakan bahasa yang baik dan lemah
lembut.

Ibid, him. 65-66.

24

B. Ketaatan Anak Dalam Beribadah
1. Pcngertian ketaatan anak dalam beribadah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ketaatan berasal dari kata
taat yang berarti senantiasa menurut (kepada Tuhan, Pemerintah).1' "taat"
adalah patuh, tekun, yang dimaksud disini adalah taat pada ajaran Islam,
menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala laranganlarangan-Nya Sedangkan beribadah berasal dari kata ibadah. Menurut ahli
fiqh ibadah adalah apa yang dikerjakan untuk mendapatkan keridhoan
Allah SWT dan mengharap pahala di akhirat.
Pembinaan ketaatan beribadah pada anak dimulai dari dalam
keluarga. Ketika anak barn lahir langsung diperdengarkan suara adzan,
agar pengalaman pertama melalui pendengarannya adalah kalimat-kalimat
tauhid pengakuan akan keagungan Allah dan kerasulan nabi Muhammad.
Dalam berbagai kesempatan ia mendengar kalimat-kalimat thoyibah,
mendengar ayah ibunya membaca A1-Qur'an, bertutur kata yang baik,
lemah lembut, melihat ayah dan ibunya mengerjakan shalat dan ibadah
yang lain, maka dengan sendirinya anak akan mengikuti apa yang
dikerjakan ayah dan ibunya.
Dengan adanya pengalaman-pengalaman keagaman tersebut serta
dengan adanya peran aktif orang tua dalam membimbing anak-anaknya
dan mengajak serta untuk shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, berdoa,
bershadaqah, taat kepada orang tua, menghormati orang lain serta bertutur
15 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta,
Balai Pustaka, him. 880.

25

kata yang baik. Dengan demikian jika anak sudah terlatih sejak kecil,
maka di waktu besar nanti anak akan taat menjalankan ibadah.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketaatan beribadah anak
Anak adalah amanat bagi .orang tuanya yang harus dijaga,
dibimbing (dididik) dan diarahkan kepada kebaikan agar anak nantinya
tidak terjerumus kepada kemaksiatan dan perbuatan zalim. Orang tua
mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang shaleh dan shalikhah,
mempunyai kepribadian yang kuat, sikap mental yang sehat, akhlak
terpuji, serta selalu taat dalam menjalankan ibadah.
Semua itu tidak akan terjadi tanpa adanya dukungan, baik dari
keluarga, sekolah maupun masyarakat. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi ketaatan anak beribadah adalah faktor intern dan faktor
ekstem.
Faktor intern yaitu yang ada pada diri anak tersebut dan sudah
melekat dalam halinya. Dalam mengerjakan ibadah anak tidak menunggu
suruhan dari orang tua. Anak mengerjakan dengan niat ikhlas.
Faktor ekstem yaitu faktor yang berasal dari luar, antara lain:
faktor keluarga. faktor sekolah dan lingkungan dan faktor masyarakat.
a. Faktor keluarga
Keluarga merupakan faktor pertama yang mempengaruhi
ketaatan anak dalam beribadah. Rumah merupakan tempat yang
pertama dan utama dimana anak mendapatkan bimbingan keagamaan
dan juga berkewajiban mendidik, membimbing dan mengarahkannya

26

secara sungguh-sungguh supaya anak taat dalam menjalankan
ibadahnya, baik shalat, membaca A1-Qur'an, bedoa, zakat, shadaqah,
taat dan berbakti kepada orang tua dan menghormati serta berperilaku
baik kepada orang lain. Hal ini tidak lepas dari kondisi orang tua itu
sendiri, jika orang tua di rumah selalu menjalankan shalat dengan
selalu berjamaah, berdoa setelah shalat, raj in membaca Al-Qur'an,
menghormati orang lain, berbicara yang baik, berzakat, senang
bershadaqah, maka anak dengan sendirinya akan mengikuti seperti apa
yang dikerjakan orang tuanya.
b. Faktor sekolah dan lingkungan
Sekolah adalah merupakan lembaga yang secara khusus
mengenai kegiatan pendidikan pada dasamya tanggung jawab yang
dipikulnya merupakan limpahan dari orang tua dan masyarakat.17
Tugas tcrsebut diberikan oleh orang tuanya untuk meneruskan
pendidikan

yang

telah

diterima

didalam

keluarganya

agar

pertumbuhan dan perkembangan baik kepribadian dan

sikap

keagamaanya sesuai dengan harapan.
Sekolah dalam usahanya untuk memberikan ilmu pengetahuan
terhadap siswa dan sebagai lembaga pendidikan formal, harus
memfungsikan pendidikannya dalam hal yang benar, yaitu dapat
mempengaruhi sikap dan tingkah laku anak didiknya kearah yang
sesuai dengan ajaran agama Islam.

17 Achmadi, Op.CU, him. 45.

27

Secara singkat sekolah mempunyai peranan penting dalam
usaha membentuk kepribadian anak untuk masa depannya, terutama
yang berciri khas agama, dimana kurikulumnya diajarkan pendidikan
tentang akhlak dan bagaimana melaksanakan ibadah dengan baik.
Faktor lain yang mempengaruhi
menjalankan

ibadah

selain

guru

anak rajin dan taat

yang

mengarahkan

dan

membimbingnya adalah adanya fasilitas di sekolah yang mendukung
(masjid) dan teman-temannya. Dengan adanya fasilitas masjid, guru
dan siswa dapat memanfaatkannya untuk shalat berjamaah, tadarus,
pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya. Teman, disini juga sangat
mempengaruhi anak. Jika temannya di sekolahan cuek-cuek saja
dalam melaksanakan kegiatan ibadah, maka anak juga akan
terpengaruh cuek. Dan sebaliknya jika temannya rajin shalat,
berpuasa, bertutur kata sopan, menghormati orang lain, maka
kemungkinan besar anak juga akan berperilaku yang baik dan taat
menjalankan ajaran agama sesuai dengan syari'at Islam,
c. Faktor masyarakat
Masyarakat merupakan lingkungan yang lebih besar dari pada
lingkungan keluarga dan sekolah, masyarakat disini kita sebut saja
teman pergaulan, media massa, tempat-tempat rekreasi dan orang
sekitar yang bergaul dengannnya.
Apabila

anak

tinggal

di

masyarakat

yang

kehidupan

keberagamaannya masih kuat dan selalu melaksanakan kegiatan-

28

kegiatan agama maka anak juga akan melaksanakan kehidupannya
dengan cara Islami. Begitu juga sebaliknya, jika masyarakat hidup
dalam lingkungan yang acuh tak acuh dalam melaksanakan ajaran
agama maka anak juga akan menjalankan ajaran agama secara acuh
tak acuh.
Masyarakat terbentuk dari kumpulan keluarga yang semakin
banyak, karena itu dalam perkembangan anak pandangan dan sikap
hidup orang-orang yang dikagumi akan berpengaruh terhadap
perkembangan pribadi anak, dan tidak jarang keadaan masyarakat atau
organisasi dalam masyarakat juga merupakan faktor penting dalam
proses pembentukkan perilaku anak.
Penulis membagi dua aspek yang berkaitan dengan ketaatan
anak dalam menjalankan ibadah, yaitu aspek ibadah dan aspek akhlak.
1) Aspek ibadah
Pengertian tentang ibadah dapat kita tinjau dari dua segi,
yaitu segi bahasa dan segi istilah. Menurut bahasa ibadah adalah
berarti ta'at, sedang menurut istilah ilmu fiqh berarti meng-Esakan
Allah, menta'zimkan Allah dengan penuh ta'zim serta menghinakan
dirinya (kita) dan menundukkan jiwa kepadanya.1819
a) Shalat
Shalat menurut bahasa berarti: do'a. sedang menurut
istilah (ahli fiqh) adalah: perbuatan (gerak) yang dimulai
18 Zakiyah Daradjat, Op.Cii, him. 143.
19 Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama / IAIN Pusat, Ilm u Fiqh, Jilid I, Jakarta,
1983, hlm.3.

29

dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat
tertentu.20
Menjalankan

ibadah

shalat

berarti

mengadakan

hubungan langsung dengan Sang Pencipta (Allah SWT),
sehinggga dengan menjalankan shalat dapat mencegah
perbuatan keji dan mungkar. Hal ini bisa diperoleh apabila
shalatnya diresapi benar-benar dal am hati dan sudah melekat
dalam kepribadiannya, sebagaimana firman Allah dalam surat
Al-Ankabut: 45
$.\—

— P ^ — gjj oil— 1^1 j l oli

V JI
2

j

Artinya: "...dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu
mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
mungkar...." (QS. Al-Ankabut: 45)21
b) Puasa
Secara lughawi shiyam atau shaum berarti berpantang
menahan diri dari sesuatu. Menurut istilah puasa atau shiyam
adalah suatu ibadah kepada Allah SWT dengan syarat dan
rukun tertentu dengan jalan menahan diri dari makan, minum,
hubungan seksual dan

2 0

lain-lain perbuatan yang dapat

Moh. Rifa'i, dkk, Terjemahan Khulasha K ifayatul A khyar, CV. Toha Putra,
Semarang, 1978, him. 53.
21 Depag RI, Al-Q ur'an dan Terjemahnya, Toha Putra, Semarang, 1989, him. 635.

30

merugikan atau mengurangi makna atau nilai dari puasa,
semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari.22
Menjalankan puasa di bulan Ramadhan merupakan
rukun Islam yang hukumnya fardhu 'ain (wajib perseorangan)
atas setiap muslim yang sudah baligh dan berakal. Firman
Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183 :
^ — Ip

^-5^ Ip
dy&

y

Artinya : ' Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas
kamu berpuasa sebagaimana di

Dokumen yang terkait

AN ALIS IS F A K T OR FAK T OR YA N G M E M E NG AR UHI P E RILA K U K ONS UM E N D ALAM P E M B E L IAN IM PULS IF P ROD UK S E M B AK O PAD A IN D OMA RET (Stud i p a d a Rit e l Moder n Jalan Jaw a d an Jala n S u m at e r a K ot a J e m b e r )

0 21 17

An al i s i s T ak s o n om i S i as at P e r m u k aan T u t u r an M ah as i s w a d al am S e m i n ar P r op os al S k r i p s i M ah as i s w a P r ogr a m S t u d i Pe n d i d i k a n B ah as a d an S as t r a I n d on e s i a Un i ve r s i t as J e

0 8 14

Anal isi s K or e sp on d e n si S e d e r h an a d an B e r gan d a P ad a B e n c an a Ala m K li m at ologi s d i P u lau Jaw a

0 27 14

d e n tif i k asi M ak r ob e n tos S e b agai B ioi n d i k a tor Pe n c e m a r an Air d i Dae r ah Aliran S u n gai B e d ad u n g (Stud i d i Wil ayah K e lu r ah an Je m b e r L or Kec a m at an P at r an g d an Kelu r a h an S u m b e r sari K e c a

0 7 22

D i a j u k a n Gu n a Me me n u h i S a l a h S a t u S y a r a t u n t u k Me n y e l e s a i k a n Pe n d i d i k a n Pr o g r a m S t r a t a Sa t u Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember

1 7 150

H U BU N G A N K A R A K TE R I S T I K I N D I V I D U D A N K O N D I S I K E R JA D EN G A N K EJA D I A N CARP AL T U N N EL S Y N D R O M E (C T S ) (S tu d i p a d a O p e r at o r K om p u te r War u n g I n te r n e t d i K e l u r ah an S u m b e

0 6 21

Hu b u n gan P e n ge tahu an d an S ik a p Orang T u a te n tang K e se h at an R e p r od u k si d e n gan T in d ak an Oran g T u a M e n gaw in k an P u te r in ya d i Usia Re m aj a (Stud i d i K e c a m at an S u k o w on o K ab u p at e n Je m b e

0 16 19

I M P LEM EN TA SI A K U N TA N SI P EM BI A Y A A N M U SY A RAKAH M U T AN AQ I SAH B ER D A SA R K A N P S A K N O . 1 0 6 D A N 1 0 7 (Studi K a s us p a d a B a nk M ua m a l a t I nd o ne s i a C a ba n g J e m be r )

0 10 20

KARYA ILMIAH TERTULIS (SKRIPSI) Di a j u k a n Gu n a Me me n u h i S a l a h S a t u S y a r a t u n t u k Me n y e l e s a i k a n P e n d i d i k a n P r o g r a m S t r a t a S a t u Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas P

0 5 18

D ia ju k a n U n tu k M e m e n u h i K e w a jib a n d a n M e le n g k a p i S y a r a t G u n a M e m p e ro le h G e la r S a ija n a P e n d id ik a n Is la m D a la m Ilm u T a rb iy a h

0 0 98