Asuhan Keperawatan Klien Penyimpangan Seksual

This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah
Export date: Sun Sep 3 1:13:23 2017 / +0000 GMT

Asuhan Keperawatan Klien Penyimpangan Seksual
LINK DOWNLOAD [70.00 KB]
Asuhan Keperawatan Klien Penyimpangan Seksual

Pengertian
Sex merupakan kegiatan fisik, sedangkan seksualitas bersifat total, multi-determined dan multi-dimensi. Oleh karena itu seksualitas
bersifat holistik yang melibatkan aspek biopsikososial kultural dan spiritual
Proses Perkembangan Kesadaran Diri terhadap Seksualitas
Tingkat kesadaran diri perawat terhadap seksualitas mempunyai dampak langsung pada kemampuannya melakukan intervensi
keperawatan, menurut Stuart & Sundeen (1995), empat tahap proses kesadaran diri meliputi :
- Tahap Ketidaksesuaian Kognitif.dapat diatasi dengan :

- Menghindari tangguang jawab profesional dan tetap berpegang pada keyakinan pribadi
- Memeriksa fakta bahwa seksualitas merupakan bagian integral dari keadaan manusia

- Tahap Ansietas

- Perawat mengalami ansietas, rasa takut dan syok

- Perawat menyadari bahwa semua orang mengalami ketidakpastian, merasa tidak aman, bertanya-tanya dan bermasalah yang
berkaitan dengan seksualitas

- Tahap Marah

- Kemarahan umumnya ditujukan pada diri sendiri, klien dan masyarakat
- Perawat mulai mengakui bahwa masalah yang berkaitan dengan seks dan seksualitas bersifat emosional

- Tahap Tindakan

- Pada tahap terakhir ini, perasaan marah mulai berkurang
- Perawat mulai menyadari bahwa menyalahkan diri sendiri atau masyarakat karena ketidaktahuannya, tidak akan membantu
klien dengan masalah seksualnya
Dengan memahami ke empat tahap perkembangan kesadaran perawat tentang seksualitas, akan memudahkan dan memungkinkan
perawat untuk menjalankan empat tugas utamanya sebagai perawat berkaitan dengan yang dikemukakan oleh Johnson, 1989 yaitu :

- Berpengetahuan tentang seksualitas dan norma masyarakat
- Menggunakan pengetahuan tersebut untuk memahami perbedaan antara perilaku dan sikap orang lain dengan diri sendiri
sebagai akibat dari pengaruh sosial budaya
- Menggunakan pemahaman ini untuk membantu adaptasi klien dan keadaan sehat yang optimal

- Menyadari dan merasa nyaman dengan seksualitas diri sendiri

Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com

| Page 1/3 |

This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah
Export date: Sun Sep 3 1:13:23 2017 / +0000 GMT

- Faktor yang Mempengaruhi Seksualitas
- Pertimbangan Perkembangan

- Proses perkembangan manusia mempengaruhi aspek psikososial, emosional dan biologik kehidupan yang selanjutnya akan
mempengaruhi seksualitas individu
- Hanya aspek seksualitas yang telah dibedakan sejak fase konsepsi

- Kebiasaan Hidup Sehat dan Kondisi Kesehatan

- Tubuh, jiwa dan emosi yang sehat merupakan persyaratan utama untuk dapat mencapai kepuasan seksual
- Trauma atau stress dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk melakukan kegiatan atau fungsi kehidupan sehari-hari

yang tentunya juga mempengaruhi ekspresi seksualitasnya, termasuk penyakit
- Kebiasaan tidur, istirahat, gizi yang adekuat dan pandangan hidup yang positif mengkontribusi pada kehidupan seksual yang
membahagiakan

- Peran dan Hubungan

- Kualitas hubungan seseorang dengan pasangan hidupnya sangat mempengaruhi kualitas hubungan seksualnya
- Cinta dan rasa percaya merupakan kunci uatama yang memfasilitasi rasa nyaman seseorang terhadap seksualitas dan
hubungan seksualnya dengan seseorang yang dicintai dan dipercayainya
- Pengalaman dalam berhubungan seksual seringkali ditentukan oleg dengan siapa individu tersebut berhubungan seksual

- Konsep Diri

- Pandangan individu terhadap dirinya sendiri mempunyai dampak langsung terhadap seksualitas

- Budaya, Nilai dan Keyakinan

- Faktor budaya, termasuk pandangan masyarakat tentang seksualitas dapat mempengaruhi individu
- Tiap budaya mempunyai norma-norma tertentu tentang identitas dan perilaku seksual
- Budaya turut menentukan lama hubungan seksual, cara stimulasi seksual dan hal lain terkait dengan kegiatan seksual


- Agama

- Pandangan agama tertenmtu yang diajarkan, ternyata berpengaruh terhadap ekspresi seksualitas seseorang
- Berbagai bentuk ekspresi seksual yang diluar kebiasaan, dianggap tidak wajar
- Konsep tentang keperawanan dapat diartikan sebagai kesucian dan kegiatan seksual dianggap dosa, untuk agama tertentu

Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com

| Page 2/3 |

This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah
Export date: Sun Sep 3 1:13:23 2017 / +0000 GMT

- Etik

- Seksualitas yang sehat menurut Taylor, Lilis & Le Mone (1997) tergantung pada terbebasnya individu dari rasa berssalah
dan ansietas
- Apa yang diyakini salah oleh seseorang, bisa saja wajar bagi orang lain


Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com

| Page 3/3 |