E. EVALUASI SEPAK BOLA - Modul Penjas Kelas XI untuk Siswa Prakerin

MODUL BAHAN PELAJARAN
PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

KELAS XI SEMESTER II

STANDAR KOMPETENSI
Mempratikkan keterampilan permainana Olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilainilai yang terkandung di dalamnya
KOMPETENSI DASAR
Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga. Bola besar lanjutan
dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerja sama, kejujuran, toleransi, kerja keras, dan
percaya diri.
INDIKATOR
- Menggunakan berbagai variasi, bentuk, dan strategi dalam permainan sepak bola
- Mengkoordinasikan gerakan dengan teman satu tim.
A.

SEPAK BOLA

Sepak bola merupakan olahraga yang paling populer. Hampir semua negara telah
melakukan permainan ini seakan telah menjadi bahasa persatuan bagi berbagai bangsa didunia
dengan latar belakang sejarah dan budaya yang berbeda. Daya tarik sepak bola secara umum

sebenarnya bukan lantaran olahraga ini mudah dimainkan, tetapi karena sepak bola lebih banyak
menuntut keterampilan dan teknik pemain dibandingkan dengan olahraga lain. Dengan memiliki
teknik dan keterampilan, seorang pemain dituntut bermain bagus dan mampu mengahdapi
tekanan-tekanan yang terjadi dalam setiap pertandingan. Pengetahuan tentang teknik dan strategi
sangatlah penting dimiliki setiap pemain.
1.

STRATEGI DAN TAKTIK DALAM SEPAK BOLA

Karakteristik permainan sepak bola merupakan permainan yang bersifat beregu. Jumlah
pemain setiap regu adalah 11 orang. Area lapangan permainan sangat luas, yaitu 110 x 90 meter.
Waktu permainan pun cukup lama, yaitu 2 x 45 menit. Selain itu, situasi permainannya cepat dan
berubah-ubah. Berdasarkan karakteristik tersebut setiap tim harus memiliki kemampuan fisik
yang prima, teknik yang tinggi, taktik dan strategi yang jitu, serta mental yang tinggi dan kuat
untuk memenangkan setiap pertandingan. Pelatih mempunyai peranan penting untuk
meningkatkan berbagai komponen pendukung prestasi yang dapat mengangkat sebuah
kesebelasan menjadi tim yang tangguh dan disegani lawan. Oleh sebab itu, kerja sama yang baik
antarpemain, pelatih, asisten, dan official tim perlu dipelihara secara harmonis. Tanpa adanya
kerja keras, keharmonisan semua komponen yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak
lansung terhadap sebuah kesebelasan, jangan harap tim tersebut akan sukses.

Faktor pendukung yang menentukan kesuksesan adalah penguasaan taktik dan strategi.
Perbedaan yang cukup prinsip antara strategi dan taktik antara lain sebagai berikut.
a.
Strategi
1) Siasat direncanakan sebelum pertandingan.
2)
Kondisi, tempat, alat, asrama, dan makanan agar disesuaikan dengan keadaan pertandingan
yang dihadapi.

3)
4)
5)
6)
b.
1)
2)
3)
4)
5)


Perang saraf dengan lawan yang akan dihadapi (media massa, elektronik, dan cetak).
Observasi kekuatan lawan (melalui pertandingan lansung atau rekaman video).
Latihan mengotomatiskan system, pola, serta tipe bertahan dan menyerang, baik yang
bersifat individu, grup, maupun tim.
Pelatih lebih berperan dari pada pemain dalam pembentukan dan penetapan strategi
bermain sepak bola.
Taktik
Siasat yang dikerjakan pada saat bertanding, misalnya menipu atau mengecaoh lawan.
Akal mencari senjata yang tepat untuk mengalahkan lawan secara efisien dan efektif.
Menentukan sikap dan tindakan yang cepat, tepat, dan cermat untuk mengalahkan lawan.
Pemain lebih berperan dari pada pelatih dalam melakukan taktik karena pemain langsung
menghadapi masalah didalam lapangan pertandingan.
Taktik belum tentu selaras dengan strategi dalam penerapannya.

Dalam olahraga sepak bola, kita mengenal beberapa kategori tahapan taktik, antara lain
sebagai berikut.
a.
Taktik Perorangan
Taktik perorangan merupakan siasat yang dilakukan oleh perorangan untuk mencari
kemenangan dalam pertandingan secara sportif. Taktik perorangan dalam olahraga sepak bola

menyangkut beberapa taknik secara Individu (individual skill) yang dilakukan guna menipu atau
mengelabui lawan. Taktik perorangan dapat diterapkan, baik saat tidak menguasai bola.
Taktik pemain saat menguasai bola (dalam keadaan menyerang), misalnya gerakan menipu
lawan (feinting), gerakan mengecoh lawan (capping), menembak ke gawang (shooting),
menggiring bola (dribbling), mengontrol bola atau menyetop bola (controlling and stopping),
dan melakukan penetrasi secara individu masuk ke jantung pertahanan lawan (solo run).
Gerakan-gerakan tersebut dilakukan berdasarkan kreativitas, improvisasi, serta inovasi pemain
secara individu saat ia menguasai bola, (creative player).
Taktik perorangan saat tidak menguasai bola, misalnya membebaskan diri saat dijaga
lawan, menempatkan posisi diri yang baik agar teman mudah memberikan atau mengoper bola,
dan menempatkan posisi diri yang bebas saat menerima bola, selain itu, taktik perorangan dalam
keadaan bertahan (defense), seperti menjaga lawan secara ketat (man to man marking),
mengambil bola dari lawan sambil meluncurkan diri (sliding tackle), mengambil bola dari lawan
untuk mengembalikan badan saat menguasai bola, dan lain sebagainya
b.

Taktik Kelompok
Taktik kelompok adalah suatu siasaat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Kerja
sama dalam tim bertujuan mencari kemenangan secara sportit.
Misalnnya, taktik grup bertahan, penjaga gawang dengan bek kanan dan bek kiri dalam

pertahanan, pemain membuat formasi segitiga saat menguasai bola (treangle system), pemain
membuat segiempat saat menguasai bola (diamond system), bermain satu dua sentuhan (one or
two touch) dan bola maka 2 atau 3 pemain mencoba mengurung lawan untuk merebut bola dan
saling menlindungi (caper in defense).
c.

Taktik Beregu
Taktik beregu merupakan suatu taktik yang dilakukan oleh semua anggota tim (regu), baik
dalam pertahanan maupun penyerangan untuk mencari kemenangan bertanding secara sportif.
Taktik beregu dalam cabang olahraga sepak bola meyangkut dua situasi, yaitu saat menyerang
(offense) dan saat bertahan (defense).
Taktik penyerangan (offense tactic) merupakan suatu siasat yang dijalankan, baik oleh
perorangan, grup, maupun tim terhadap lawan dengan tujuan untuk memimpin pertandingan dan
mematahkan pertahanan lawan untuk mencari kemenangan dalam bertanding secara sportif.
Bentuk-bentuk taktik menyerang dalam sepak bola, antara lain sebagai berikut :
a.
Bentuk taktik tim ini biasanya berupa penerapan system permainan
b.
Pertahanan daerah (zone defense)


c.
d.

Pola dan tipe permainan
Menarik lawan yang menjaga ke luar dari daerah pertahanan atau tanggung jawabnya (out
of position);
e.
Bermain pendek (short passing)
f.
Serangan balik (counter attack)
g.
Bermain panjang (long passing)
h.
Bermain dengan cara bola hanya ditujukan ke pemain depan (target man)
i.
Bermain dari kaki ke kaki sambil mengatur irama permainan (circulation foorball)
j.
Irama (ritme) pertandingan yang harus dikuasai oleh seluruh anggota tim
k.
Membantu teman yang menguasai bola (support)

l.
Satu dua sentuhan (aon or two touch)
m. Membuka daerah atau melebar (open space).
Taktik pertahanan (defense tactic) merupakan suatu siasat yang dilakukan baik perorangan,
grup, maupun terhadap lawan dengan tujuan menahan serangan atau merebut bola dari lawan
agar tidak mengalami kekalahan dalam pertandingan. Bentuk-bentuk taktik pertahanan dalam
sepak bola, antara lain sebagai berikut :
a.
Menggangu lawan yang menguasai bola dan pemain menjaga lawan sati per satu;
b.
Menjaga daerah secara ketat, ketika kehilangan bola dan menyusun pertahanan;
c.
Mempersempit ruang tembak lawan;
d.
Mematikan peran salah seorang pemain, baik sebagai playmaker, target man, maupun
pemain kunci;
e.
Tidak memberikan kesempatan lawan mengembangkan pola permainannya;
f.
Memaksa lawan bermain di daerahnya sendiri.

2.

FORMASI PEMAIN
Penempatan pemain pada formasi tim ditentukan oleh pelatih, baik pada saat tim tersebut
melakukan penyerangan (offense) maupun waktu melakukan pertahanan (defense). Dengan
formasi ini, setiap pemain telah mengetahui tugas atau tanggung jawab saerahnya, serta
memahami apa yang harus menguasai bola, serta siapa yang harus dijaga (marking) jika
pihaknya kalah dalam penguasaan bola.
Susunan pemain sebuah tim sepak bola dapat
berubah-ubah sesuai dengan strategi dan taktik pelatih, kualitas materi pemain, dan spekulasi
terhadap taktik permainan lawan. Faktor-faktor lain juga turut berpengaruh pada hasil akhir
pertandingan, seperti dukungan penonton (supporter) dan penggemar, keterampilan individu,
kondisi fisik pemain, kreativitas individu dan kelompok, kerja sama (team work), serta faktor
dewi fortuna (keberuntungan atau unsure lucky).
Pada dasarnya sepak bola mengandung dua unsure pokok permainan, yaitu menyerang dan
bertahan. Sistem menyerang adalah bermain secara menyerang (attacking football) untuk
memperoleh kemenangan. System kedua adalah bermain dengan cara bertahan (defensive
football), tetapi berharap dengan kemenangang pada akhir pertandingan.
Kedua system permainan ini mempengaruhi pelatih mengatur susunan permainnya. Strategi
atau taktik yang tepat dan jitu dalam menempatkan pemain sesuai kemampuannya memperoleh

hasil atau prestasi yang optimal.
Berikut ini formasi dalam system menyerang dan bertahan.
a.
Formasi pemain pada pola menyerang
1)
formasi 3 – 4 – 3
2)
formasi 3 – 3 – 4
3)
formasi 3 – 5 – 2
4)
formasi 3 – 3 – 3 – 1
b.
1)
2)
3)
4)

Formasi pemain pada pola pertahanan.
formasi 4 – 3 – 3

formasi 4 – 4 – 2
formasi 5 – 4 – 1
formasi 5 – 3 – 2

3.

ADMINISTRASI PEMAIN
Dalam olahraga sepak bola, kita mengenal pertandingan berdasarkan kelompok umur yang
diklasifikasikan sebagai berikut :
a.
Kelompok umur 10 – 12 tahun;
b.
Kelompok umur 13 – 14 tahun;
c.
Kelompok umur 15 – 16 tahun (remaja/Haornas Cup);
d.
Kelompok umur 17 – 18 tahun (junior/Suratin Cup);
e.
Usia dibawah 21 tahun;
f.

Usia dibawah 23 tahun (senior, Porda, PON);
g.
Usia diatas 23 tahun (senior, PSSI Liga Indonesia).
Biasanya, untuk kelompok umur dibawah usia 18 atau 21 tahun, pewrsyaratan administrasi
pemain yang ditetapkan oleh panitia, baik perkumpulan, perserikatan, maupun PPSI sebagai
induk organisasi sepak bola di Indonesia, antara lain kartu keluarga, surat kenal lahir atau akte
kelahiran, ijazah terakhir, pas foto, sidik jari, raport terakhir, kartu pelajar, dan sebagainya.
Alat dan Sumber Pelajaran
a. Alat
: Sumber
Alat
: - Bola
Sumber : - Peraturan Sepak Bola
- Pluit
- Pendidikan Jasmani orkes, grapindo
- Tiang 1 m
- Pendidikan Jasmani orkes, ganesa

E.
1.
a.
b.
c.

EVALUASI SEPAK BOLA
Test Tertulis
Taktik yang dilakukan secara individu dalam permainan sepak bola disebut …..
Taktik grup
d.
Taktik individual
Taktik tim
e.
Taktik unit
Taktik kesebelasan

2.
a.
b.
c.

Contoh taktik individu dalam permainan sepak bola adalah …..
Gerakan mengecoh atau mengelabui alawan d.
Melakukan wall pass
Membuat sigitiga dalam permainan
e.
Melakukan serangan balik
Membuat segi empat dalam permainan

3.
Suatu siasat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, tetapi jumlah pemainnya kurang
dari seluruh tim (regu) disebut …..
a.
Team tactic
d.
Unit tactic
b.
Solo run tactic
e.
Team tactic
c.
Group tactic
4.
a.
b.
c.
d.
e.

Dalam permainan sepak bola, kita mengenal adanya taktik. Taktik adalah …..
Menyusun beberapa teknik menjadi satu rangkaian yang terpadu
Menyusun system bertanding
Melakuakan teknik secara baik
Mendekati wasit dan minta ketika ia melakukan kesalahan
Siasat atau akal yang digunakan pada saat pertandingan untuk mencari kemenangan secara
sportif.

5.
Srategi lebih bersifat permanen (menetap), tetapi tidak menutup kemungkinan dilakukan
perubahan bergantung pada situasi dan kondisi. Hal ini disebut ………
a.
Formasi
d.
Pertahanan
b.
Taktik
e.
Penyerangan
c.
Strategi

6.
Taktik yang dilakukan secara perorangan untuk mempertahankan daerah tanggung
jawabnya dalam permainan sepak bola disebut ….
a.
Taktik grup
d.
Taktik tim
b.
Taktik individu
e.
Taktik zone defense
c.
Taktik unit
7.
Dalam permainan sepak bola, kita mengenal yang tepat saat melakukan penyerangan
adalah ……
a.
Formasi bertahan dan formasi menyerang
d.
Formasi saat menyerang saja
b.
Formasi daerah
e.
Formasi saat kehilangan bola
c.
Formasi menahan serangan
8.
……
a.
b.
c.

Suatu formasi atau penempatan pemain yang tepat saat melakukan penyerangan adalah
Formasi 4 – 4 – 2
Formasi 4 – 3 – 3
Formasi 2 – 5 – 3

d.
e.

Formasi 3 – 5 – 4
Formasi 1 – 5 – 4

9.
Dalam permainan sepak bola sangat dibutuhkan latihan-latihan fisik yang mendukung
peningkatan kondisi fisik, latihan tersebut adalah untuk mendapatkan anatara lain …….
a.
Speed
d. a, b dan c benar
b.
Agility
e. a, b dan c salah
c.
Edurance
10. Yang dimaksud dengan taktik perorangan dengan gerakan mengecoh lawan adalah …….
a.
Feinting
d. Creative player
b.
Capping
e. Man to Man marking
c.
Dribling
11. Formasi yang sering dipakai di Indonesia yang digunakan oleh tim-tim muda yaitu 3 – 5 –
2,formasi ini umunya memakai system ………
a.
Mentomen marking
d.
Menggunakan penjagaan terobosan
b.
Perlawanan daerah
e.
Penjagaan zon marking
c.
Penjaga daerah kosong
12. Pada system ini adanya pemain jangkar yang siap ada pemain jangkar yaitu ….
a.
Poros halang
d. Pemain libero
b.
Gelandang kanan
e. Pemain bertahan
c.
Gelandang tengah
13. Formasi 4 – 4 – 2 mempunyai kekuatan …..
a.
Penjagaan pemain yang tidak selalu sama
d.
Adanya pemain libero
b.
Pemain cenderung afensif
e.
Diperlukan pemain dengan kondisi prima
c.
Lapangan tangah dan belakang selalu balance
14. Pemain cenderung offensive dan sedikitnya seorang penyerang didepan gawang setiap saat.
Ini adalah ………
a.
Kekuatan formasi 3 – 5 – 2
d.
Kelemahan formasi 4 – 3 – 3
b.
Kelemahan formasi 3 – 5 – 2
e.
Kekuatan formasi 4 – 3 – 3
c.
Kekuatan formasi 4 – 4 – 2
15. Ada beberapa strategi penyerangan antara lain …….
a.
Strategi menekan lawan
d.
b.
Strategi menunda lawan
e.

a, b, benar
a, b, c, benar

c.

Strategi menahan lawan

16. setiap pemain bertugas menjaga pemain lawan di daerah, agar taktik ini sukses harus
mempunyai pemain yang sigap dan bertanggung jawab. Penjagaan ini disebut ……….
a.
Pertahanan daerah
d. Penjaga Ketat
b.
Zona marking
e. One two overlap
c.
Man to man
17. Tempo permainan dikendalikan oleh lawan. Ini adalah kelemahan dari system …
a.
Pertahanabn menghadap tembok
d.
Pertahanan daerah
b.
Pertahanan satu lawan satu
e.
Pertahanan zona one towo overlap
c.
Pertahanan daerah kosong
18. Strategi ini menginstrusikan kepada pemain untuk tidak menekan lawan hingga garis tengah
lapangan, begitu bola jatuh, pemain berlari kembali kedaerah pertahanan. Strategi ini disebut …
a.
Menekan lawan
d.
Pertahanan zona marking
b.
Menunda tekanan
e.
Penyerangan
c.
Pertahanan men to men
19. Semua pemain berusaha merampas bola dan membersihkan bola dari daerah berbahaya
sehingga tidak kemasukan gol disebut :
a.
Strategi zona marking
d.
Strategi penyerangan
b.
Strategi men to men
e.
Strategi pertahanan tengah
c.
Strategi pertahanan
20. Kelemahan strategi menunda tekanan:
a.
Lawan bisa dengan tenang mengatur serangan
b.
Lawan dapat mengendalikan tempo serangan
c.
Kesalahan pemain belakang didalam mengontrol bola cenderung tidak dihukum
d.
a, b, benar
e.
a, b, c, benar

MODUL BAHAN PELAJARAN
PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

STANDAR KOMPETENSI
Mempratikkan keterampilan permainana Olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilainilai yang terkandung di dalamnya
KOMPETENSI DASAR
Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga. Bola besar lanjutan
dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerja sama, kejujuran, toleransi, kerja keras, dan
percaya diri.
INDIKATOR
-

Menggunakan berbagai strategi dan taktik permainan bola voli
Mengkoordinasikan gerakan dengan teman satu tim

B.

BOLA VOLI
Setiap cabang olahraga memiliki katrakteristik atau cirri khusus yang berbeda, baik yang
bersifat beregu maupun erorangan. Perbedaan tersebut akan terkait dan berpengaruh terhadap
taktik, strategi, dan pola atau system permainannya. Dalam olahraga bola voli, terdapat beberapa
karakteristik permainan, antara lain sebagai berikut :
a.
Jumlah pemain 6 orang setiap regunya ;
b.
Skor akhir 25 poin dengan system rally point;
c.
Daerah permainan dibatasi oleh net atau jarring sehingga pemain tidak berhubungan
lansung (body contact);
d.
Tidak memiliki sasaran, tetapi cukup melewati bola ke daerah lawan; dengan cara
memukul keras (smash), mengelabui lawan, dan mungkin akibat kesalahan lawan;
e.
Menuntut kerja sama, kekompokkan, serta kreativitas tim secara utuh dan menyeluruh;
f.
System pergantian pemain bebas dan pemain yang keluar dapat dimasukkan kembali untuk
bermain;
g.
Daerah permainan yang relatif kecil sehingga menuntut system atau pola permainan yang
cepat, tepat, dan akurat.
Berdasarkan beberapa karakteristik atau cirri khas permainan bola voli tersebut, setiap
pemain harus menguasai berbagai teknik dasar, mengetahui, memahami, serta mempu
menerapkan berbagai taktik dan strategi secara efektif dan efisien. Kerja sama antarpemain yang
kompak, kreatif, serta improvisasi dalam taktik dan strategi akan menciptakan tim yang tangguh
dan mampu keluar sebagai pemenang dalam suatu pertandingan. Adapun perbedaan antar
strategi dan taktik dalam permainan bola voli sebagai berikut.
a.
1)
2)
3)

4)

Strategi
Strategi dipersiapkan sebelum pertandingan dilaksanakan.
Situasi dan kondisi tempat, peralatan, asrama atau mes, dan makanan agar disesuaikan
dengan keadaan pertandingan yang akan dihadapi.
Perang syaraf dengan lawan yang akan dihadapi (media, massa, baik media elektronik
maupun media cetak). Baisanya, ditunjukan untuk melemahkan mental bertanding lawan
dan memompa semangat tim agar berprestasi.
Observasi kekuatan dan kelehmahan lawan (melalui pertandingan lansung atau rekaman
video) dan menyusun strategi untuk mengalahkan lawan.

5)

Lampirkan mengotomatiskan system, pola, tipe bertahan, dan meyerang, baik yang bersifat
individu, grup maupun tim.

b.
1)
2)

Taktik
Siasat yang dikerjakan pada saat bertanding, misalnya menipu atau mengecoh lawan.
Kreativitas dalam mencari senjata yang ampuh dan jitu untuk mengalahkan lawan secara
efisien dan efektif.
Menentukan sikap dan tindakan yang cepat, tepat, dan cermat untuk mengalahkan lawan
atau memenangkan pertandingan.
Atlet lebih berperan dari pada pelatih dalam tindakan taktik karena lansung menghadapi
masalah didalam lapangan pertandingan.
Taktik belum tentu selaras dengan strategi dalam penerapannya.

3)
4)
5)

Dalam permainan bola voli taktik dapat dikategorikan menjadi 3 bagian, antara lain
sebagai berikut.
a.
Taktik Perorangan
Taktik perorangan adalah siasat yang dilakukan oleh perorangan untuk mencari
kemengangn dalam pertandingan secara sportif. Taktik perorangan dalam olah raga bola voli
menyangkut bebrapa teknik secara individu (individual skill) yang dilakukan guna menipu atau
mengelabui lawan. Taktik perorangan dapat diterapkan, baik saat menguasai bola maupun saat
tidak menguasai bola.
1)
Taktik individu saat meenguasai bola (dalam keadaan menyerangan) antara lain sebagai
berikut :
a)
Driving service, artinya servis yang dipukul sedemikian rupa sehingga jalan bola
melengkung keras dan lewat sedikit diatas net;
b)
Floating service, artinya servis yang dipukul sedemikian rupa sehingga jalan bola keras
serta bergelombang (mengambang) dan lewat sedikit di atas net;
c)
Dumb play adalah suatu tipuan dari seorang spiker ketika melihat blok lawan yang ketat
dan tak mungkin ditembus, kemudian memukul bola secara pelan ke daerah yang kosong;
d)
Fake merupakan suatu pukulan tipuan yang sering dilakukan oleh pengumpan (stter), yaitu
berpura-pura akan memberikan umpan kepada temannya, tetapi seketika itu ia
menempatkan bola ke daerah yang kosong dan lain sebagainya.
2)
a)
b)
c)

Taktik perorangan saat tidak menguasai bola (defense), antara lain sebagai berikut :
Menempatkan posisi diri yang baik agar teman mudah memberikan atau mengoper bola;
Cover attack, artinya menutup daerah sendiri ketika lawan sedang menyerang ;
Cover for defense, artinya menutup daerah sendiri ketika diserang lawan.

b.

Taktik Kelompok
Taktik kelompok merupakan suatu siaat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Akan
tetapi, pelaku grup taktik kurang dari jumlah seluruh tim (regu), antara lain sebagai berikut:
1)
Change of count artinya pertukaran tempat antarpemain;
2)
Decay, artinya pemain yang berpura-pura melompat seperti hendak melancarkan smash,
tetapi temannya yang lain melancarkan smah;
3)
Blocker, artinya dua pemain atau lebih melkukan upaya membendung smash lawan.
c.

Taktik Beregu
Taktik beregu merupakan suatu taktik yang dilakukan oleh semua anggota tim (regu), baik
dalam pertahanan maupun penyerangan untuk mencari kemenangan bertanding secara sportif.
Dalam taktik beregu ada dua cara, yaitu :
1)
Cover close (menutup daerah secara rapat), dan
2)
Change of position (pertukaran posisi antarpemain).
Taktik beregu dalam cabang olahraga bola voli saat menyerang (offensive) pada
hakikatnya adalah penerapan teknik dan taktik yang dilakukan oleh individu, grup, atau tim

secara keseluruhan yang berkaitan dan saling mendukung antara satu sama lainnya. Oleh karena
itu, taktik dilaksanakan oleh para pemain ketika sedang bermain. Oleh karena itu, taktik
dilaksanakan oleh para pemain ketika sedang bermain. Seharusnya, para pemain jeli melihat
peluang, titik lemah, dan kekurangan lawan. Dalam permainan bola voli menuntut kreativitas
dan improvisasi dalam menerapkan taktik. Hal tersebut karena permainan bola voli berlangsung
secara cepat sehingga kecekatan para pemain dalam mengubah-ubah taktik perlu dilakukan agar
tidak mudah dibaca oleh pemain lawan. Peran seorang kapten dan playmaker sangatlah strategi
karena merekalah yang mengatur irama, pola, serta menyiasati penerapan berbagai taktik di
lapangan. Biasanya, pemain yang memiliki kelebihan dalam mengatur taktik tim dalam
melakukan penyeranga adalah seorang pengumpan (toaster atau tosser). Selain itu, peran seorang
pelatih sangatlah besar dalam memberikan masukan, merubah formasi, dan memberikan arahan
kepada para pemain saat jeda permainan (time out). Oleh karena itu, pelatih harus pandai dan jeli
menganalisis pertandingan yang sedang berlansung. Semua itu dapat diperoleh berkat latihan
yang tekun, ulet, dan terus-menerus sesuai program.
1
Taktik saat bertahan
Taktik bertahan (defensive) harus dipahami dan dikuasai dengan baik oleh semua pemain
sehingga pada saat bermain dapat diterapkan dengan sebaik mungkin. Keuntungan dari
penguasaan taktik bertahan, antara lain sebagai berikut:
a)
Taktik bertahan yang baik dapat merupakan titik awal untuk melakukan serangan balik
yang efektif dan efisien (counter attack);
b)
Taktik bertahan yang kurang baik biasanya akan mudah diketahui atau terbaca
kelemahannya oleh lawan dan lawan akan segera melakukan serangan dan tekanan secara
bertubi-tubi;
c)
Taktik bertahan merupakan titik awal untuk mengubah posisi bertahan menjadi posisi
menyerang.
Taktik bertahan saat pertandingan bola voli berlansung dapat dibagi menjadi dua macam,
yaitu sebagai berikut.
(1) Posisi bertahan atau menunggu terhadap datangnya servis lawan
Biasanya untuk teknik bertahan terhadap datangnya servis lawan, penempatan pemain
bentuknya menjadi 6 cara, antar lain sebagai berikut :
(a) Posisi 2 sebagai pengumpan yang berdiri dekat net:
(b) Posisi 3 sebagai pengumpan yang berdiri dekat net;
(c) Posisi 4 sebagai pengumpan yang berdiri dekat net;
(d) Posisi 1 sebagai pengumpan yang berlari dari posisinya ke tengah dekat net;
(e) Posisi 5 sebagai pengumpan yang berlari dari posisinya ke tengah dekat net;
(f) Posisi 6 sebagai pengumpan yang berlari dari posisinya ke tengah dekat net;
(2)

Posisi bertahan terhadap dayangnya smash dari lawan
Bertahan terhadap smash lawan, maksudnya membendung pukulan/smash lawan dengan
merentangkan tangan diatas net tanpa boleh menyentuh net dan membuat cover. Cover bertujuan
menutup daerah permainan sendiri dengan posisi pemain sesuai situasi permainan atau dengan
cover close artinya menutup daerah secara tepat dan dilakukan seorang pemain yang menjaga
dobelakang kawannya yang sedang melompat untuk memblok lawan.
Biasanya smash yang dilakukan oleh pihak lawan dilakukan dari tiga posisi. Oleh sebab
itu, ada tiga posisi pertahanan terhadap serangan smash lawan, antara lain sebagai berikut :
(a) Sistem pertahanan terhadap datangnya smash dari posisi lawn 2;
(b) Sistem pertahanan terhadap datangnya smash dari posisi lawn 3;
(c) Sistem pertahanan terhadap datangnya smash dari posisi lawn 4;
Perlu diperhatikan penempatkan pemain-pemain di daerah/tempat jurusan bola yang akan
di smash. Untuk membendung pukulan / smash lawan yang baik adalah dengan tiga orang
blocker karena system ini lebih rapat dan sukar ditembus lawan.
Dilikalau anda coba, dilihat dari susunannya, posisi pemain dilapangan dapat
diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu posisi pemain depan (forward player) dan posisi

pemain belakang (block player). Pemain depan biasanya bertugas sebagai penyerangan dan
sebagai pembendung serangan dari lawan.
Pemain belakang lebih efektif sebagai pemain bertahan walaupun dalam pertandingan terkadang
pemain belakang pun melakukan serangan. Urutan penempatan posisi dalam permainan bola voli
sebagai berikut.
Berdasarkan tugas dan peranan seorang pemain dalam formasi tim bola voli dapat
dikelompokkan menjadi empat bagian, antara lain sebagai berikut :
a.
Pengumpan (Tosser/setter);
b.
Pemukul (Smash/Spiker);
c.
Pembendung (Blocker);
d.
Penutup (Cover)
Selain itu, untuk kelancaran dan kesuksesan pertandingan bola voli maka keterlibatan
petugas
lapangan sangatlah memegang peranan penting. Beberapa petugas yang bertugas dilapangan,
antara lain sebagai berikut:
a.
Wasit (referre), dikenal dengan sebutan wasit I atau utama;
b.
Wasit II (umpire);
c.
Pengawas pertandingan;
d.
Scorer, pencatat skor pertandingan;
e.
Pembantu wasit (linesman).
Alat dan Sumber Pelajaran
a.
Alat
:
- Bola
- Pluit
- Net
- Tali
- Stop Watch

Sumber : - Peraturan Bola Voli
- Pendidikan jasmani Orkes Grapindo
- Pendidikan Jasmani Orkes Ganesa

EVALUASI BOLA VOLI
Tertulis :
Test
1. Berikut ini yang termasuk salah satu karakteristik permainan bola voli adalah…
a. Permainan dibatasi oleh net atau jarring sehigga pemain tidak berhubungan lansung (body
contact)
b. Memiliki tujuan yang jelas (goal)
c. Pemain yang sudah diganti tidak diperkenankan dimainkan kembali
d. Area pertandingan bebas tidak dibatasi
e. Kemungkinan body contact pun akan terjadi dengan pihak lain
2. Perkembangan bola voli dewasa ini cukup pesat, terutama ditandai dengan skor akhir yang
dewasa ini dilaksanakan berjumlah …………………
a.
25
d. 15
b.
12
e. 21
c.
11
3. Suatu tipuan sari seorang (spiker) ketika melihat blok lawan yang ketat dan tak mungkin
ditembus, kemudian memukul bola secara pilan ke daerah yang kosong disebut ……..
a.
Dump play
d. Service over
b.
Back spin
e. Blocking over
c.
Inside spin

4. Suatu pukulan tipuan yang sering dilakukan oleh pengumpan (setter), yaitu berpura-pura
akan memberikan umpan kepada temannya, tetapi seketika itu ia menempatkan bola ke daerah
yang kosong disebut …….
a.
Spiker
d. Decoy
b.
Fake
e. Toss up
c.
Tosser
5. Decoy adalah salah satu taktik yang sering dilakukan pemain bola voli. Artinya …….
a. Seorang atau beberapa orang yang bertugas untuk membendung serangan lawan
b. Pemain yang berpura-pura melompat, seperti hendak melancarkan smash, tetapi temannya
yang melancarkan smash
c. Menghalangi lawan
d. Seorang yang bertugas mendukung teman
6.
a.
b.
c.

Dalam istilah bola voli, dikenal cara bloking dengan dua pemain disebut ……….
Individual blocking
d. Foult blocking
Partner blocking
e. Blocking technique
Blocking over

7. Formasi dalam permainan bola voli adalah ……..
a. Penempatan posisi pemain dalam timnya
b. Penempatan pengumpan dan tanggung jawabnya pada daerah bertahan
c. Penempatan posisi dan tanggung jawab pemain dalam suatu tim
d. Penempatan posisi dan tanggung jawab pemain saat melakukan penyerangan
e. Penempatan posisi dan tanggung jawab pemain di daerah serang
8. Suatu taktik yang dilakukan oleh semua anggota tim (regu), baik dalam pertahanan maupun
penyerangan untuk mencari kemenangan bertanding secara sportif disebut …..
a. Taktik individu
d. Taktik menyerang
b. Taktik beregu (team tactic)
e. Taktik membendung smash lawan
c. Taktik bertahan
9. Organisasi Bola Voli Indonesia Adalah ………
a. PBSI
d. PERBASASI
b. PERSASI
e. PBVSI
c. PERBASISI
10. Susunan pemain permainan Bola Voli Terdapat 2 bagian, maka posisi pemain depan disebut
dengan ………….
a. Back Player
d. Playmaker
b. Forward Player
e. Dumb Player
c. Time Player

MODUL BAHAN PELAJARAN
PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

STANDAR KOMPETENSI
Mempratikkan keterampilan permainana Olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilainilai yang terkandung di dalamnya
KOMPETENSI DASAR
Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga. Bola besar lanjutan
dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerja sama, kejujuran, toleransi, kerja keras, dan
percaya diri.
INDIKATOR
-

Mengkoordinasikan gerakan dengan teman satu tim
Menggunakan berbagai strategi dan taktik pemainan bola basket

C. BOLA BASKET
1.
Strategi Permainan Bola Basket
Strategi dalam bola basket, antara lain sebagai berikut :
a.
Strategi dipersiapkan sebelum pertandingan dilaksanakan;
b.
Situasi dan kondisi tempat, peralatan, asrama atau ,ess, dan makanan agar disesuaikan
dengan keadaan pertandingan yang akan dihadapi;
c.
Perang saraf dengan lawan yang kan dihadapi (media massa, elektronik, dan cetak).
Biasanya, ditujukan untuk melemahkan mental bertanding lawan dan memompa semangat
tim agar berprestasi;
d.
Observasi kekuatan dan kelemahan lawan (melalui pertandingan lansung atau rekaman
video) dan menyusun strategi untuk mengalahkan lawan;
e.
Latihan menotomatiskan system, pola, tipe bertahan, dan menyerang baik yang bersifat
individu, grup, maupun tim;
f.
Pelatihan dan offcial biasanya lebih berperan dari pada pemain dalam pembentukan dan
penerapan strategi bermain bola voli.
Pola permainan bola basket tercipta malaui kejelian pelatih dalam menyusun dan
menempatkan pemain secara akurat sesuai dengan kemampuan dan kemahiran setiap pemain.
Pola dasar penyusunan dan penempatan pemain, antara lain sebagai berikut :
1)
Pemain yang mempunyai tugas sebagai pengatur serangan;
2)
Pemain yang mempunyai tugas sebagai pengaman serangan;
3)
Pemain yang mempunyai tugas sebagai penembak utama;
4)
Pemain yang mempunyai tugas sebagai perebut bola.
Penerapan strategi dan atktik yang efektif dan efisien akan membuat tim tersebut kuat dan
tangguh sehingga selalu memenangkan setiap pertandingan.
Taktik perorangan dalam olahraga basket menyangkut beberapa teknik secara individu
(individual skill) yang dilakukan guna menipu atau mengelabui lawn. Taktik perorangan dapat
diterapkan, baik saat menguasai bola maupun saat tidak menguasai bola.
2.

Taktik Permainan Bola Basket
Salah satu faktor penting yang ikut menentukan keberhasilan suatu regu adalah
kemampuan dalam menyusun dan menerapkan pola permianan. Pola permainan dalam olahraga
basket terdiri atas pola perthanan dan pola penyerangan. Dasar penyusunan pola permainan

sebaiknya didahului dengan pertimbangan penempatan pemain sesuai kemampuannya sebagai
berikut::
a.
Pemain yang bertugas sebagai pengatur serangan (playmaker);
b.
Pemain yang bertugas sebagai pengaman serangan;
c.
Pemain yang bertugas sebagai penembak utama;
d.
Pemain yang bertugas sebagai peranjah bola jika percobaan tembakan gagal.
Dalam menerapkan taktik bermain yang tepat, setiap regu atau pemain secara tim harus
dapat menguasai dan mengenal dengan baik pola permainan yang hendak diterapkan agar dapat
diterapkan secara lancar dan sukses.
1)
Taktik pertahanan (defense), antara lain sebagai berikut :
a)
Taktik individu (individual tactic) ;
b)
Menjaga pemain lawan yang memgang bola;
c)
Menjaga pemain lawan yang tidak memegang bola (man to man/ one by one);
d)
Posisi dan cara membantu teman (support);
e)
Saat melakukan memotong/merebut bola (intercept/steal).
2)
a)
b)
c)

Grup taktik, antara lain sebagai berikut :
Cara menghadapi blocking (tidak melakukan switch);
Cara melakukan switch (tukar jaga pemain lawan);
Taktik tim (team tactic) ;
Dalam bola basket, ada beberapa bentuk penjagaan. Penjagaan tersebut, antara lain
penjagaan daerah, penjagaan orang-perorangan, dan penjagaan kombinasi antara penjagaan
daerah dengan penjagaan orang-per orang.
a)
Penjagaan daerah (zone defense)
Formasi penjagaan daerah, antara lain 1 – 3 – 1; 1 – 2 – 2; 2 – 1 – 2; dan maupun pada satu
lapangan.
3)

Taktik Penyerangan
Saat menyerang dalam permainan bola basket akan menghasilkan point jika direncanakan
secara matang melalui takik yang cepat, tepat, dan akurat. Kreativitas para pemain dalam
menerapkan taktik sangat dibutuhkan. Ada beberapa taktik dalam permainan bola basket antara
lain:
a)
Individual, yaitu aksi penyerangan seseorang dengan mempergunakan keterampilan
individu yang dimilikinya, seperti passing, dribble, shooting, dan lain-lain;
b)
Grup, yaitu penyerangan dilakukan oleh 2 atau 3 orang, baik dengan mempergunakan
blocking/screen, inter passing, maupun wall passing;
c)
Team, yaitu penyerangan yang dilakukan dengan permainan cepat (fastbreak), permainan
bebas (free style), dan bermain dengan suatu pola penyerangan yang terencana.
3.

Pola Permainan
Pola permainan menyerang adalah upaya pengaturan posisi atau formasi pemain untuk
menyerang. Formasi 1, 3, 1 atau disebut pola diamond sangat baik untuk penyerangan terhadap
pertahanan daerah dan pertahanan satu lawan satu.
Pola permainan yang digunakan bergantung pada pengetahuan seorang pelatih dalam
membuat pola permainan. Seorang pelatih yang mengerti akan situasi pertandingan akan terus
mencoba berbagai pola permainan sebagai cara untuk memenangkan pertandiangan. Setiap
formasi sangat baik digunakan sesuai dengan kebutuhan sebuah tim. Oleh karena tiu, pelatih
yang baik tidak hanya menggunakan satu formasi atau pola permainan, melainkan mencoba
semua pola atau formasi yang baik bagi timnya.
4.

Sportivitas Saat Bermain
Bola basket merupakan permainan beregu. Oleh karena itu, para pemain perlu menjalin
kerja sama yang baik, pemain dan peltih harus harmonis, patuh terhadap keputusan wasit, dan
saling menghargai kepada pemain lawan. Salah satu karakteristik permainan bola basket adalah

kemungkinan para pemain akan melakukan body contact, baik yang disengaja maupun yang
tidak disengaja. Oleh karena itu, permianan ini sangatlah membutuhkan ketenangan, kecekatan,
kelincahan, dan daya tahan fisik yang prima. Selain itu, mentalitas pemain pun harus tetap
terjaga, seperti emosi pemain tetap terjaga, semangat ingin berprestasi harus tumbuh, kerja sama
yang baik, serta mematuhi dan menaati keputusan wasit.
Alat dan Sumber Pelajaran
a.
Alat
Alat
: Bola
Pluit
Lapangan
Stop Wacth
Sumber
: Peraturan Bola Basket
Pendidikan Jasmani Kesehatan Grafindo
Pendidikan Jasmani Orkes Ganesa
LKS MGMP
b. Test
: Individu/Pembuatan
Melakukan permainan, dengan bentuk permianan perorangan Man to Man selama 5 menit
Melakuakn permainan dengan menggunakan bentuk Jump Shoot selama 3 menit
EVALUASI BOLA BASKET
Test Tertulis
1.
Strategi dalam permainan bola basket biasanya dipersiapkan pada saat …..
a.
Sesudah pertandingan
d.
Jawaban a dan c benar
b.
Sebelum pertandingan
e.
Jawaban b dan c benar
c.
Pada saat pertadingan
2.
Biasanya yang memegang peranan penting dalam penyusunan strategi permainan dalam
tim basket adalah ……….
a.
Pemain
b.
Beberapa orang pemain
c.
Kapten tim
d.
Pelatih dan official tim
3.
Dasar penyusunan pola permainan sebaiknya pemain sesuai kemamapuannya sebagai
berikut ….
a.
Pemain yang bertugas sebagai pengatur serangan (playmaker)
b.
Pemain yang bertugas sebagai pengaman serangan
c.
Pemain yang bertugas sebagai penembak utama
d.
Pemain yang bertugas sebagai peranjah bola jika percobaan tembakan gagal
e.
Jawaban a, b, c, dan d di atas adalah benar
4.
Formasi penempatan pemain yang baik pada permainan bola basket, di antarannya adalah
………
a.
Posisi bertahan dan menyerang
d.
Pemain diputar sedemikian rupa
b.
Bebas sesuai keinginan pemain
e.
Ditempatkan secara bebas
c.
2 pemain guard, 2 pemain forward, dan 1 center
5.
a.
b.
c.
d.
e.

Tugas seorang pemain bola basket dengan posisi pemain depan (fornard) adalah …….
Menyusup ke pertahaan dan memasukkan bola ke ring lawan
Meribon bola ketika diserang
Melakukan gerakan pivot
Menangkap bola saat menyerang
Membagi-bagikan bola kepada teman

6.
a.
b.
c.
d.
e.

Playmaker Pada permainan bola basket adalah ……….
Pemain yang bertugas memasukkan bola ke ring wlawan
Pemain yang bertugas merebut bola
Pemain yang bertugas mengatur dan membuat variasi serangan
Pemain yang menembakkan bola ke keranjang sambil meloncat
Pemain yang bertugas menjaga lawan

7.
Jika saat bermain kemudian pemain melakukan standing shoot dari daerah serang diluar
garis melingkar, timnya akan mendapatkan nilai …….
a.
Dua angka
d.
Tidak mendapat angka
b.
Tiga angka
e.
Harus diulang karena pelanggaran
c.
Satu angka
8.
a.
b.
c.

Organisasi pemainan bola basket di Indonesia adalah ……..
PBSI
d. PERBASASI
PERSASI
e. PBVSI
PERBASI

9.
a.
b.
c.

Permainan bola basket di ciptakan oleh ……….
Wiliam G Morgan
d. Dr. James A Naismith
Wiliam Morgan
e. Dr. James
James Naismith

10. Teknik memasukkan bola kedalam keranjang (shooting) disebut dengan
a.
Jump Shoot
d. Shooting
b.
Lay Up Shoot
e. a, b, dan c benar
c.
Slam Dunk
11. Dalam permainan bola basket strategi dan taktik mempunyai tujuan yang sama yaitu …..
a.
Cara menyusun formasi
d.
Siasat mencapai kemenangan dalam pertandingan
b.
Siasat yang diatur oleh pelatih e.
Siasat yang diatur oleh pelatih dan manager
c.
Cara mencapai kemenangan
12. Pada dasarnya penyerangan merupakan usaha ………
a.
Untuk menerobos pertahanan lawan
b.
Untuk memasukkan bola ke keranjang lawan sebanyak mungkin
c.
Untuk mencegah lawan memasukkan bola ke keranjang
d.
a, b, benar
e.
a, b, c benar
13. Dalam suatu pertandingan tugas perayah adalah sebagai ….
a.
Pengatur serangan
d.
Sebagai penyelamat apabila tembakan gagal
b.
Sebagai penyerang utama
e.
Sebagai pengecah
c.
Sebagai penembak
14. Dalam membuat pola penyerangan perlu pedoman …….
a.
Ada pengatur yang hilir mudik dibawah keranjang
b.
Ada pemain yang mampu melakukan tembakan jarak sedang atau jarak jauh
c.
Ada pemain yang mahir mengoper dengan cepat
d.
a, b, benar
e.
a, b, c benar
15. Dalam rangka menghalau bola agar tidak dapat masuk ke keranjang diperlukan ……
a.
Taktik penyerangan
d.
Ada pengatur pertahanan

b.
c.

Taktik dan strategi
Taktik pertahanan

e.

Ada perayah

16. Teknik pertahanan dalam bola basket meliputi ……
a.
Memperhatikan dan berusaha mempengaruhi lawan
b.
Menghentikan operan bola
c.
Mengatur pertahanan bola individu dan kelompok
d.
a, b, benar
e.
a, b, c benar
17. Pertahanan satu lawan satu dengan tetap adalah ……..
a.
Semua pemain harus siaga
b.
Semua pemain harus tahu tugas-tugasnya
c.
Pemain penjaga harus menjaga seorang lawan
d.
Pemain penjaga harus bisa menerobos lawan
18. Perhatian setiap pemain terpecah terhadap 2 pemain atau lebih hal ini sangat berbahay
karena lawan dapat mengadakan serangan kilat, hal ini adalah ……..
a.
Kelemahan pertahanan daerah
b.
Kelemahan pertahanan satu lawan satu
c.
Mencari ruang yang tidak terjaga
d.
Membendung serangan dengan formasi
e.
Kerja sama tim dan tanggung jawab pemain
19. Pemain penyerangan harus dijaga ketat sepanjang waktu untuk mencegah jangan sampai
bola ke tangan tim lawan cara ini disebut ………..
a.
Pertahanan tim
d. Pertahanan satu lawan satu dengan tetap
b.
Pertahanan dengan tekanan
e. Pertahanan satu lawan satu dengan penolongan
c.
Pertahanan daerah
20. Permainan bola basket tidak diperkenankan menggunakan ……….
a.
Tangan dan lengan
d. Tangan, Kepala, lutut
b.
Kepala dan lutut
e. Kaki untuk menggiring
c.
Punggung dan kepala

MODUL BAHAN PELAJARAN
PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

STANDAR KOMPETENSI
Mempratikkan keterampilan permainana Olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilainilai yang terkandung di dalamnya
KOMPETENSI DASAR
Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga. Bola besar lanjutan
dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerja sama, kejujuran, toleransi, kerja keras, dan
percaya diri.
INDIKATOR
-

Menggunakan berbagai strategi dan taktik permainan softball
Menerapkan peraturan permainan softball

D.
1.

SOFTBALL
Strategi dan Taktik Permainan Softball
Di Kelas I dan II anda telah mempelajari beberapa teknik dasar permainan softball.
Namun, dikelas III ini anda akan mempelajari penguasaan taktik dan strategi dalam softball.
Perbedaan yang cukup prinsip antara strategi dan taktik dalam softball, antara lain sebagai
berikut.
a.
Strategi Permainan Softball
Penerapan strategi dalam cabang olahraga softball pada dasarnya mempertimbangkan hal-hal
sebagai berikut.
1)
Strategi ditetapkan sebagai suatu siasat yang direncanakan sebelum pertandingan
diaksanakan.
2)
Prasarana dan sarana berupa kondisi tempat, peralatan, asrama, dan menu makanan agar
disesuaikan dengan keadaan pertandingan yang dihadapi.
3)
Perang saraf dengan tim lawan yang akan dihadapi (melalui media massa, elektronik, dan
cetak) dimaksudkan sebagai upaya menjatuhkan mental bertanding lawan dan menambah
semangat berprestasi timnya sendiri.
4)
Observasi atau pengamatan kekuatan serta kelemahan lawan (melalui pertandsingan
langsung atau rekaman video)
5)
Latihan mengotomatiskan system atau pola, penjagaan daerah, daerah tujuan memiukul,
penjagaan base, formasi bertahan (menjaga), dan formasi menyerang (bermain), baik yang
bersifat individu, grup, dan tim.
6)
Pelatih dan official biasanya lebih berperan dari pada [emain dalam pembentukan dan
penetapan strategi bermain softball.
b.
1)
2)
3)
4)

Taktik Permainan Softball
Adapun ruang lingkup taktik dalam cabang olahraga softball, antara lain sebagai berikut :
Siasaat yang dikerjakan pada saat bertanding, seperti menangkap, memukul, dan men ‘tik”.
Akal mencari senjata yang tepat untuk melihat kelemahan dan kekurangan lawan secara
efisien dan efektif.
Menentukan sikap dan tindakan yang cepat, tepat, dan cermat untuk mengalahkan tim
lawan.
Atlet lebih berperan dari pada pelatih dalam tindakan taktik karena atlet lansung
menghadapi masalah didalam lapangan pertandingan.

5)

Taktik belum tentu selaras dengan strategi dalam penerapannya.
Dalam permainan olahraga softball, pada dasarnya ada beberapa tahapan taktik yang harus
dikuasai dengan baik, antara lain sebagai berikut.

1)

Taktik Perorangan
Taktik perorangan ialah siasat yang dilakukan oleh perorangan untuk mencari kemenangan
dalam pertandingan secara sportif. Taktik perorangan dalam olahraga softball menyangkut
beberapa teknik secara individu (individual skill) yang dilakukan guna menipu atau mengelabui
lawan. Taktik perorangan dapat diterapkan, baik saat menguasai bola (bermain ) maupun saat
tidak menguasai bola taktik mengarahkan bola, dan taktik berlari antarbase. Semua ini dilakukan
berdasarkan kreativitas, improvisasi, serta inovasi pemain secara individu saat tim menyerang
(bermain).
Taktik perorangan saat bertahan (menjaga), seperti menangkap bola, melempar bola,
menjaga daerah, menjaga base, melakukan sliding ke base, mentik lawan, dan lain sebagainya.
Pitcher yang baik adalah pelempar yang memiliki taktik pelempar yang memiliki taktik
melempar yang baik sehingga menyulitkan lawan untuk memukul atau koordinasi gerak yang
buruk sehingga hasil pukulannya kurang baik.
2)
Taktik Kelompok
Taktik kelompok ialah suatu siasat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Namun, pelakupelaku grup taktik kurang dari jumlah seluruh tim (regu). Misalnya, grup taktik yang dijalankan
oleh pitcher dan cather atau antar base.
Seorang cather harus jeli, cermat, dan sigap untuk menangkap bola hasil lemparan picher.
Oleh karena itu, kedua pemain ini harus sering berlatih bersama agar saling mengetahui dan
memahami kemamapuan sesama mereka.
Perlengkapan cather, antara lain sebagai berikut :
a.
Topi (better’s helmet);
b.
Pelindung muka (face mask);
c.
Pelindung dada/perut (chest protector);
d.
Gloves untuk cather,
e.
Pelindung lutut;
f.
Sepatu khusus
3)

Taktik beregu
Taktik beregu ialah suatu taktik yang dilakukan oleh semua anggota tim (regu), baik saat
bermain maupun saat menjaga untuk mencari kemenangan bertanding secara sportif. Taktik
beregu pada dasarnya upaya penerapan gabungan taktik individu dan grup menjadi satu
kesatuan.
2.

Penempatan Pemain
Penempatan pemain yang sesuai dengan kemampuannya merupakan bagian dari sebuah
strategi dan taktik yang harus dipertimbangkan secara matang oleh pelatih. Jumlah pemain
softball setiap regu terdiri atas sembilan orang. Biasannya, setipa pemain memiliki kelebihan dan
kekurangan. Oleh karena itu, pelatih harus jeli menempatkan pemain sesuai keahlihannya. Di
antara sembilan pemain tersebut memiliki tanggung jawab secara khusus, yaitu :
a.
1 orang sebagai pitcher
b.
1 orang sebagai cather
c.
3 orang sebagai baseman / girl
d.
1 orang sebagai short stop dan short fielder
3.
a.

Tata Cara Bermain
Pada regu mendapat giliran untuk memukul maka setiap pemain mendapat kesempatan tiga
kali memukul. Ketentuannya jika pukulan yang pertama atau kedua baik, pemain yang
bersangkutan harus lari.

b.
c.
d.
e.

Urutan memukul ditentukan oleh nomor ururt yang telah ditentukan sebelum main.
Pemukul yang pertama tidak boleh dilalui oleh pemukul yang kedua, kedua oleh yang
ketiga, dan seterusnnya.
Yang tiap base hanya boleh diisi oleh seorang pemain.
Pada waktu bola dalam permainan, pemain bebas mengadakan gerekan, jika pitcher sudah
siap untuk melempar bola menghindari dengan berlari ke luar atau ke dalam lebih daripada
batas yang telah ditentukan, yaitu ± 1 meter dari garis batas.

1)

Waktu permainan ditentukan dengan inning
Permainan softball berakhir ditentukan dengan inning. Selain itu, dapat juga ditentukan
dengan waktu jika dengan inning terlalu lama. Akan tetapi, umumnya dengan menggunakan
iining.
a)
Lamannya main untuk baseball adalah 9 inning
b)
Lamannya main untuk softball adalah 7 inning
2)
a)
b)

c)

3)
a)
b)
c)

Tata cara pitcher melempar bola
Pither melempar bola dari belakang diayunkan ke depan. Pada waktu melemparkan, salah
satu kaki harus berada pada tempat pelempar sebelum bola itu lepas dari tangannya.
Bola yang dilemparkan ialah bola yang berada diatas home-base, di antara lutut dan bahu si
pemukul. Jika bola yang dilemparkan dipukul ataupun tidak, umpire mengatakan strike.
Bola yang dilemparkan salah, yaitu bola yang tidak berada diatas home-home antara lutut
dan bahu sipemukul. Hal ini dinamakan ball.namun, bola yang salah itu dipukul maka
dikatakan strike.
Lemparan dianggap tidak ada jika pelempar bola dalam babak pertama mencoba melempar
bola sebelum pemukul siap dengan posisinya atau kehilangan keseimbangan.
Pukulan Strike
Dalam permainan softball, strike dihitung jika:
Bola dipukul, baik kena ataupun tidak kena;
Lemparan baik, walaupun bola tidak dipukul;
Bola yang dipukul meleset keluar. Jika pukulan itu terus-menerus meleset, diulang sampai
pukulan itu baik. Namun jika pukulan yang meleset itu melambung dan tertangkap oleh si
penjaga, pemukul itu lansung mati.

4)
Lari Bebas
Lari bebas (free walk) dalam permainan softball diberikan jika :
a)
Pitcher melemparkan bola empat kali salah (4 x ball);
b)
Si pemukul dihalang-halagi pada waktu akan menuju ke base;
c)
Jika semua base terisi, sedangkan pemukul telah empat kali tidak memukul karena pitcher
melemparkan bolannya salah terus (ball).
5)

Cara mematikan dan bertukar tempat
Cara mematikan ialah dengan jalan “ditik” sebelum pelari mengenai base. Pada waktu
mentik, bola tidak boleh dilepas dari tangan. Kecuali pada lari yang terpaksa, cukup dengan jalan
“membakar”, yaitu sambil memegang bola, dan menginjak base yang ditujui pelari. Bertukar
tempat dilakukan setelah tiga kali mati.
6)

Cara mendapat angka
Setiap pelari dengan pukulan yang baik dan dapat kembali dengan selamat, mendapat nilai
satu. Setiap pelari yang menuju ke base harus berada pada base, tidak boleh lewat. Jika lewat,
boleh ditik. Pelari pada base yang pertama boleh lewat, tetapi bukan pura-pura. Jika ada bola
yang dipukul melambung dan ditangkap oleh sipenjaga, sipemukul itu lansung mati. Para pelari
harus kembali ke base yang ditempatinnya semula dengan cepat agar basennya tidak dibakar.
Pelari-pelari yang kembali dapat dimatikan. Dalam permainan softball, pemukul atau pelari yang

telah dimatikan tidak dapat melanjutkan perjalanannya. Ia selanjutnya masuk kekotak yang telah
disediakan dan menunggu giliran untuk memukul lagi.
7)

Pembantu
Setiap regu mempunyai dua orang pembantu yang berpakaian seragam dengan regunnya.
Kedua pembantu tersebut kerjannya bertugas untuk memberi petunjuk kepada pemukul dan
pelari base. Tempatnya di tempat pembantu, yakni satu orang disebelah kanan dan satu orang
disebelah kiri.
8)

Umpire (wasit)
Dalam permainan ini terdapat empat orang umpire yang terdiri atas kepala umpire dan base
umpire sebanyak tiga orang. Kepala umpire tempatnya dibelakang cather, sedangkan base
umpire bertugas di lapangan menentukan matinya setiap base.
1)
1 orang = Pitcher
2)
1 orang = Cather
3)
3 orang = Baseman/Girl
4)
1 orang = Short Stop, Short Fielder
5)
3 orang = Left Fielder, Middle Fielder, dan Right Fielder Goal;
Alat, Sumber
a
Alat

b

Sumber

:

:

Bola
Glof
Stik
Base
Pluit
Buku Pendidikan Jasmani Orkes Grafindo
Buku Pendidikan Jasmani Orkes Ganesa
LKS

c
Evaluasi :
Test Pembukaan Individu :
Melakukan Piching sebanyak 4 kali
Melakukan pukulan Ficher
Melakukan lemparan kearah tembok dengan mengarah keangka-angka yang di tembok
EVALUASI SOFT BALL
Test Tertulis
1.
Dalam menerapkan strategi dalam permainan softball biasanya dipersiapkan pada saat …..
a.
Sesudah pertandingan
d.
Sebelum dan sesudah pertandingan
b.
Sebelum pertandingan
e.
istirahat
c.
Pada saat pertandingan
2.
a.
b.
c.

Lemparan pitcher yang baik jika …..
Bola dilempar dari atas kepala
d.
Bebas sesuai keinginan pemain
e.
Bola dilempar sesuai tata aturan le