Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pilihan Pertolongan Persalinan Di Desa Tanjung Baru Dalam Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraya Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komer

FAKTOR.FAKTOR YANG BERHUBUNGAN

DENGAN PILIHAN

PERTOLONGAN

PERSALINAN DI DESA TANJUNG BARU DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS
SUKARAYA KECAI,IATAN BATUMJA TIMUR KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
TAHUN 2012

I.

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah
Upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu telah menjadi salah satu
prioritas utama dalam pembangunan sektor kesehatan sebagaimana tercantum dalam
program pemerintah nasional (Propenas). Kegiatan-kegiatan yang mendukung upaya ini
antara lain meningkatkan pelayanan kesehatan reproduksi, meningkatkan pemberantasan
penyakit menular dan imunisasi, meningkatkan upaya pelayanan kesehatan dasar dan
rujukan, menanggulangi kurang energi kronik dan menanggulangi anemia gizi besi pada
wanita usia subur dan kehamilan, melahirkan dan nifas (Suprapto). Kehamilan aman
mengacu pada lndonesia Sehat 2010, telah dicanangkan strategi Making Pregnancy Safer
(MPS) atau kehamilan yang aman sebagai kelanjutan dari program safe motherhood dengan
tujuan untuk mempercepat penurunan kesakitan dan kematian bayi baru lahir. Perhatian
'khusus diberikan pada penyediaan pelayanan yang memadai dan berkelanjutan dengan
penekanan pada ketersediaan penolong persalinan terlatih (Supr:apto).

Menurut Manuaba (1998) penyebab utama kematian ibu yang disebabkan oleh
keracunan kehamilan 15-17o/o, perdarahan 3S3570, infeksi 2}-25o/o. Tingginya kejadian infeksi
disebkan oleh praktek dukun yang tidak steril yang merupakan salah satu penyebab tingginya
angka kematian ibu. Tingkat sosial ekonomi, faktor budaya dan akses terhadap sarana
kesehatan dan transportasijuga berkonsfibusisecara tidak langsung terhadap kesakitan dan
kematian ibu. Situasi inidiidentidikasisebagai3 T (terlambat) dan 4 Terlalu, T pertama adalah
terlambat mendeteksi bahaya selama kehamilan persalinan dan nifas serta dalam mengambil
kepufusan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ibu dan neonatal, T yang kedua adalah
terlambat merujuk ke fasilitas kesehatan karena kondisi geografis dan sulitnya transportasi
serta T yang ketiga adalah terlambat mendapat pelayanan kesehatan yang memadaiditempat
rujukan. 4 Teralalu adalah, usia terlalalu muda, terlalu tua usia, terlalu banyak parietas dan
terlalu dekat jarak kehamilan (Kristianti).

Data penolong persalinan yang diperoleh untuk Sumatera Selatan tahun 2007,
menurut koran Sindo {13-12-2007), jumlah pensalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan
sebesar 60% , sisanya sejumlah 40% persalinan masih ditolong oleh dukun. Data yang
diperoleh untuk kabupaten Ogan Komering Ulu jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga
kesehatan sebanyak 840/o dan sisanya 16% ibu hamil lainnya persalinannya dibantu oleh
dukun (Dinkes OKU 2007), Untuk tahun 2008 data yang penulis dapatkan untuk kabupaten
Ogan komering, dari 7594 ibu hamil 89,8% (6819 orang ibu) persalinannya dibantu oleh
petugas kesehatan dan 5,5% (266 ibu)yang persalinannya dibantu oleh dukun (Dinkes OKU
2012

B.
C.

1.

2.

Rumusan Masalah
Belum diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pilihan pertolongan
persalinan ibu didesa Tanjung Baru kecamatan Baturaja Timurtahun 2012,
Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pilihan pertolongan persalinan ibu
di desa Tanjung Baru kecamatan Baturaja Timur tahun 2A12 .
Tujuan Khusus
a. Diketahuinya gambaran pilihan pertolongan persalinan ibu di desa Negeri Sindang dan
desa Tanjung Baru kecamatan Baturaja Timur tahun 2012,
b. Diketahuinya hubungan umur dengan pilihan pertolongan persalinan ibu di desa
Negeri Sindang dan Tanjung Baru kecamatan Baturaja Timur tahun 2012 .
c. Diketahuinya hubungan pendidikan dengan pilihan pertolongan persalinan ibu didesa
Tanjung Baru kecamatan Baturaja Timur tahun 2012
d. Diketahuinya hubungan pengetahuan dengan pilihan terhadap pertolongan persalinan
ibu di desa Tanjung Baru kecamatan Baturaja Timur tahun 2012 .
e. Diketahuiinya hubungan sikap dengan pilihan pertolongan persalinan ibu di desa
Tanjung Baru kecamatan Baturaja Timur tahun 2012.
f
Diketahuinya hubungan jumlah kelahiran dengan pilihan pertolongan persalinan ibu di
desa Tanjung Baru kecamatan Baturaja Timur tahun 2012

.

g. Diketahuinya hubungan jangkauan tempat tinggal dengan pilihan pertolongan
persalinan ibu di desa Negeri Tanjung Baru kecamatan Baturaja Timur tahun 2012

D.

.

Hanfaat Penelitian

1. Untuk lnstititusi Puskesmas
Dengan diketahuinya perilaku lbu hamil dalam pemilihan penolong persalinan,
diharapkan progam dalam terus melakukan pembinaan khususnya bagian kesehatan
ibu dan anak untuk terus meningkatkan ketaatan ibu hamil agar selalu memlilih tenaga
yang tepat dalam pertolongan persalinannya.

2.

Untuk Pendidikan

Diharapkan hasil peneitian ini dapat memberikan kontribusi positif kepada bagian
pendidikan khususnya mahasiswa dalam memperkaya kepustakaan yang ada.

3.

4.

Untuk Peneliti
Kegiatan penelitian ini merupakan pengalaman pertama dalam melakukan penelitian
dan inimerupakan langkah awal untuk terus mengembangkan pengetahuan penelitian
dimasa mendatang.

Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di desa Tanjung Baru kecamatan Bafuraja Timur tahun
2012, lama kegiatan penelitian lebih kurang 4 (empat) bulan. Variabel yang diteliti meliputi
umur ibu, pendidikan ibu, pengetahuan dan sikap ibu, jumlah kelahiran dan jangkauan tempat
tinggal ibu dalam hubungannya terhadap pemilihan pertolongan persalinan dalam Wilayah
Kerja Puskesmas Sukaraya kecamatan Baturaja Timur kabupaten Ogan Komering Ulu tahun
2012,

II. TINJAUAN PUSTAKA

A.

Penolong Persalinan
Menurut Depkes Rl tahun 1996 persalinan dapat ditilong oleh tenaga kesehatan. Yang

i

'

dan tenaga non kesehatan antara lain dukun terlatih dan dukun tidak terlatih.

a.

Dokter

Dokter adalah tenaga profesi yang mempunyai kemampuan untuk menggerakkan
potensi yang ada bagi terwujudnya tujuan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat
umumnya (Hanafiah, 1999)
Hak dokter:

1)

Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur
operasional serta kebutuhan medis pasien

2) Merujuk pasien ke dokter yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik.
3) Merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang penyakit pasien
4) Melakukan pertolongan darurat atas dasar prikemanusiaan
5) Menambah ilmu pengetahuan dan mengikutiperkembangan ilmu kedokteran
(UU kes No 29,2004)
b. Bidan
Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti program pendidikan dan lulus ujian
sesuai dengan persayaratan yang berlaku (Depkes Rl, 2002). Bidan adalah seorang wanita
yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan bidan yang telah diakui pemerintah dan
lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku, dicatat, diberi izin semra sah untuk
menjalankan praktek (lBl, 2007).
Hak bidan:

i)

Bidan berhak mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai
dengan profesinya.

2) Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan standar profesi pada setiap tingkat jenlang
playanan kesehatan.
3) Bidan berhak menolak keinginan pasienlklien dan keluarga yang bertentangan dengan
peraturan perundangan dan kode etik.
4) Bidan berhak atas privacylkedirian dan menuntut apabila nama baiknya dicemarkan, baik
oleh pasien, keluarga maupun profesilain.
5) Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun
6)

pelatihan.

Bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan jenjang karier dan jabatan yang

sesuai.
Bidan berhak mendapatkan kompensasi dan kesejahteraan yang sesuai.
Wewenang bidan:

7)
1)

2)
3)
4)

Memberikan pelayanan kebidanan pada wanita pada masa pranikah, prahamil, nifas,
menyusui dan priode interval.
Memberikan pelayanan kesehatan kepada anak.
Melayani pertolongan persalinan yang bersih dan aman.
Memberikan penyuluhan kepada ibu tentang ASI ekslusif untuk bayi 0-6 bulan.

5)
6)
7)

8)
e)

Melakukan pemeriksaan dan perawatan BBLR, pemantauan tumbuh kembang balita dan
memberikan imunisasi.
il/emberikan obat-obatn roborantia dan pengobatan pada penyakit yang ringan.
Melakukan kompresi bimanual intema dan eksterna.
Melakukan versiluar.

Ekstraksi vacum
10) Resusitasi pada BBLR dengan aspeksia.
11) Hipotermia pada BBLR.

Memberikan pelayanan KB dan pelayanan kesehatan masyarakat.
(Menkes Rl,2002).
Kewajiban bidan:
Bidan wajib memenuhi peraturan sesuai dengan hubungan hukum antara bidan tersebut
dengan rumah sakit, rumah sakit bersalin dan sasaran pelayanan dimana dia bekerja.
Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan standar profesi
dengan menghormati hak-hak pasien.
Bldan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada dokter yang mempunyai kemampuan
dan keahlian sesuaidengan kebufuhan pasien.
Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk didampingi oleh suami atau
12)

1)

2)
3)

4)

keluarga.

0
6)
7)

8)
e)

c.

Bidan wajib memberikan kesempatan'kepada pasien untuk menjalankan ibadah sesuai
dengan keyakinannya.
Bidan wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien.
Bidan wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan yang akan dilakukan
serta risiko yang mungkin dapat timbul.
Bidan wajib meminta persetujuan atas tindakan yang akan dilakukannya.
Bidan wajib bekerjasama dengan profesi lain dan pihak yang te*ait secara timbal balik
dalam memberikan asuhan kebidanan.
(t81,2007).
Tenaga Non Kesehatan.

1)

2)
3)

Pengertian

Dukun bayi adalah seorang anggota masyarakat yang pada umumnya seorang
wanita yang mendapat kepercayaan serta memilikiketerampilan menolong persalinan
secara tradisional dan mempenoleh keterampilan tersebut secara turun temurun,
belajar secara praKis atau cara lain yang menjurus kearah peningkatan keterampilan
tersebut melalui petugas kesehatan.
(Depkes Rl, 1996)
Fungsi utama dukun bayi
Memberikan pertolongan persalinan secara benar dan aman.
Fungsi tambahan dukun bayi
Perawatan ibu hamilnormal
Pengenalan dan rujukan ibu hamil dengan risiko tinggi dan penyulit kehamilan.

o

.
.
.
.

Rujukan ibu hamil untuk mendapatkan suntikan TT.
Persalinan yang aman
Perawatan masa nifas

.

4)

Pengenalan rujukan ibu nifas dan bayiuntuk diimunisasi.
(Depkes Rl, 1997)
Tugas dukun bayi

.

o

Mengusahakan para ibu hamil dalam wilayahnya untuk memeriksakan diri ke
bidan di desa/puskesmas, fasilitas lainnya yang terdekat dan mendapatkan
pelayanan antanatal.
Observasi ibu hamil dan mengenal seoara dini kehamilan dengan risiko tinggi
untuk diruiuk.

o Meninkatkan

o

.
.
.
.
r
.

pengetahuan ibu hamil mengenai kebufuhan gizi selama

kehamilan.

Memberikan pertolongan secara bersih dan aman,
Menjaga kebersihan luka potongan talipusat.
Memberikan tubuh bayidan menjaga tubuhnya tetap hangat.
Mengenalitanda bahaya kehamilan dan cara merujuk.
Mengenali tanda bahaya pada masa nifas dan kemana merujuknya.

Memotivasi ibu tentang gizi ibu hamil, bayidan anak, pemberian ASI ekslusif, KB,
imunisasi ibu dan bayi, higiene perorangan,
Memperkenalkan tand+tanda bahaya pada kehamilan dan persalinan serta pada
bayi.

(Depkes Rl, 1996).

B.

Persalinan dan Kelahiran

1. Pengertian
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran yang terjadi pada
kehamilan cukup bulan (3742) minggu, lahir spontan dengan presentase blakang kepala
yang berlangsung dalam waktu 1&24 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin
(Sumarah dkk,2008). Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi ganin dan
uri) yang dapat hidup didunia luar, dari r:ahim melalui jalan lahk atau dengan jalan lain
(Mochtar, 1998).

2.

Macam Bentuk Persalinan
spontan
Adalah persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri tanpa usaha dari

a. Persalinan
luar.

b. Persalinan buatan

c.

Adalah suatu persalinan dengan bantuan tenaga dariluar.
Persalinan anjuran

Suatu proses persalinan bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan
dari luar dengan jalan rangsangan.
(Manuaba,199B)

3. Tanda-tandaPersalinan
a.

Perubahan servlks, kepastian persalinan dapat ditentukan hanya jika seMks secara

progresrf menipis dan membuka.
Konhaksi yang cukup adekuat.
Tandatanda persalinan sudah dekat:

b.

a.

Menjelang minggu ke 36 pada primigravida terjadi penurunan fondus ufen karena
kepala janin sudah masuk pintu atas panggul yang disebabkan oleh kontraksi Brarton
dan Hicks ketegangan dinding perut, ketegangan legamentum rotundum dan gaya
berat janin sehingga kepala bayikebawah.

b. Teriadinya his permulaan,

his ini dapat dikemukanan sebagai keluhan

karena

dirasakan sakit dan mengganggu.
(Sumarah,2008).

4.

Sebab-sebab mulainyapersalinan
Beberapa teori yang menerangkan proses awal terjadinya persalinan yaitu:

a. Ieori kerenggangan
b. Teori penurunan progesteron
c. Teorioksffosrn intemal
d. Teoriprusfagladrn
' e. Teon hypotalanus-pituitai dan glandula suprarenal

f.

5.

Teori kurangnya nutrisi
(Sumarah dkk, 2008).

Tahapan Persalinan

a.

Kala I adalah kala pembukaan yang berlangsung antara pembukaan nol sampai

b.

Kala

c.
d.
C.

1.

pembukaan lengkap (10 cm).

ll yaitu dari pembukaan

lengkap (10 cm) sampai bayi lahir, proses ini

berlangsung 2 jam pada primi dan 1 jam pada multigravida.
Kala lll yaifu dimulai segera bayi lahir sampai lahimya plasenta , yang berlangsung
tidak lebih dari30 menit.
Kala lV yaitu dimulai dari saat lahir plasenta sampai 2 jam pertama post partum.
(Sumarah dkk, 2008)

Konsep Keluarga
Konsep Keluarga
DefinisiKeluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan
beberapa orang y.ang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah satu atap
dalam keadaan saling ketergantungan. Pengertian lain keluarga adalah merupakan
suatu gejala yang universal dan mempunyai empat karakteristik universal dapat
dilihat dari keluarga (Depkes Rl,1995).

a.

1)

Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan-ikatan
perkawinan, sedarah atau adopsi

2)
3)
4)

Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu
rumah dan mereka membentuk satu rumah tangga.

Keluarga merupakan satu kesatuan orang{rang yang berinteraksi dan saling
berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak
dan saudara.

Keluarga rnempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar
berasal dari kebudayaan umum yang luas.

b.

Struktur Keluarga
Struktur keluarga terdiri atas bermacam-macam, diantaranya adalah:
1) Patrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam

2)

beberapa generasi dimana hubungan itu disusun menurut garis ayah.
Matrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam

3)

.

4)

c.

beberapa generasi dimana hubungan itu disusun menurut garis ayah.

Matrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri

Patilokal

Adalah sepasang suami istriyang tinggal bersama keluarga sedarah suami
Keluarga Kawinan
Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa

sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan
suamiatau istri.

d.

IypelBentuk Keluarga

1)
2)

3)
4)
5)
6)

Keluarga inti (nuclearfanily)

Adalah keluarga yang terdiri dariayah ibu dan ank
Keluarga besar (exfended familiy)
Adalah keluarga inti ditambah sanak saudara, misalnya nenek, kakek, keponakan,
saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
Keluargaberantai(.senalfamily)
Adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah letrih dari satu kali
dan merupakan satu keluarga inti.
Keluarga janda/duda {single familyl
Adalah keluarga yang terjadikarena perceraian atau kematian
Keluarga berkomposisi (composfe)
Adalah keluarga yang perkawinannya berpoligamidan hidup secara bersamaan.
Keluargakabitas (cahabitationl
Adalah dua orang menjadi satu keluarga tanpa perkawinan tetapi mernbentuk satu
keluarga,

e.

Pemegang kekuasaan dalam keluarga

a. Patiakal
Yang dominan dan memegang kekuasaan keluarga dalam adalah pihak ayah
b. Matiakal
Yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ibu.
c, Equalitafian
Yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu

f.

FungsiKeluarga
Ada lima fungsikeluarga dalam masyarakat yang dikemukakan WHO dalam Pusdiknakes
Depkes Rl (1995) yaitu sebagai berikut:
Fungsibiologis

1)

2)

.
.
r
o
r

4)

Membesarkan anak

Memberikanmakananbagikeluarganya
Melindungikesehatanparaanggotanya
Memberikan kesempatan untuk berekreasipada anggotanya

Fungsipsikologis

o
r
,.
o

3)

Fungsimeneruskanketurunan

ldentitas keluarga serta aman

Pendewasaankepribadianbagiparaanggotanya
Perlindungan secara psikologis

Kemampuan untuk mengadakan hubungan keluarga dengan keluarga

lain/masyarakat
Fungsi sosiobudaya

o
o
.
r
o
.

Meneruskannilai-nilaibudaya
SosialisasiPembentukan norma-norma, tingkah laku pada tiap tahap perkembangan
anak serta kehidupan keluarga

Fungsisosialekonomi
Mencari sumber-sumber unfuk memenuhi fungsi lainnya
Pembagian sumber-sumhrtersebutuntuk pengeluaran/tabungan
Pengaturan ekonomi / keuangan

Fungsipendidikan

o
r
o

Penanaman keterampilan, tingkah laku dan pengetahuan dalam hubungan dengan
fungsi-fungsi lain
Persiapan untuk kehidupan dewasa
Ivlemenuhi peranan sebagai anggota keluarga dewasa.

D.

Konsep Perilaku

1.

KonsepPengetahuan

Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan

ini terjadi setelah

orang

melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca
indera manusia yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian
besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif

merupakan domain yang sangat penting unfuk terbentuknya tindakan seseorang (orerl
behavior\.

a.

ProsesAdopsiPerikaku
Dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan
akan lebih langgeng daripada Tindakan yang tidak didasari oleh pengetahuan, Penelitian
Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku
baru), didalam diriorang tersebut terjadi proses yakni berurutan, yakni :

c

o
o
.

Awarennes (kesadaran), dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui
terlebih dahulu terhadap stimulus (obyek).
lnterest, dimana orang mulai tertarik kepada stimulus
Evaluation (menimbang-nimbang terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi
dirinya). Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.
Trial, dimana orang telah mulaimerrcoba Tindakan baru

Adoption dimana subyek telah berlndakan baru sesuai dengan pengetahuan,
kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus.

Namun demikian dari penelitian selanjutnya Rogers menyimpulkan bahwa perubahan
Tindakan tidak selalu melewa{ tahaptahap tersebut diatas. Apabila penerimaan Tindakan
baru atau adopoi Tindakan melalui proses seperti ini, dimana didasari oleh pengetahuan,
kesadaran dan sikap yang positif, maka Tindakan tersebut akan bersifat langgeng (/ong
-kesidar:an
lasftng). Sebaliknya apabila Tindakan itu tidak didasari oleh pengetahuan dan
maka tidak akan berlangsung lama. suatu contoh dapat dikemukakan disini.
Tingkatan pengetahuan didalam domain kognitif

b.

Pengetahuan yang dicakup di dalam kognitif mempunyai 6 tingkatan yakni
Tahu (know)

o

:

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.
Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recary
terhadap suatu spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang

.

telah diterima.

hmprehensron(Memahami)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar
tentang obyek yang diketahui, dan dapat menginterprestasikan materi tersebut
seffira benar. Orang yang telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat
menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya
terhadap obyek yang dipelajari.

.

Aplikasi{Application)

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah
dipelajri oada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan
sebagai aplikasi atau penggunaan hokum-hukum, rumus, metode, prinsip dan
sebagainya dalam konteks atau situasiyang lain.
Analisis (Analysts)

.

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek ke
dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi
tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain.
o Sintesis (Synffiesis)
Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan
bagian-bagian di dalam suatu benfuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain
sintestis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasiformulasiyang ada.

o

Evaluasi(Evaluation)

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian
terhadap suatu materi a\au obyek. Penilaian-penilaian ifu berdasarkan suatu kriteria
yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.

.
2.

Konsep Sikap
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap
suatu stimulus atau obyek. Manifestasi sikap itu tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya
dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari Tindakan yang tertutup. Sikap secara nyata menunjukan
konotasi adanya kesesuaian rekasiterhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan seharihari merupakan reaksi yang bersifat emosional, terhadap stimulus sosial.

a.

Komponen pokok sikap

Dalam bagian lain Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3
komponen pokok, yakni:

.
.

c.

o

Kepercayaan (keyakinan), ide, dan konsep terhadap suatu obyek
Kehidupan emosionalatau evaluasi terhadap suatu obyek
Kecendrungan untuk bertindak (tend to behave).

Berbagaitingkatansikap
Seperti halnya dengan pengetahuan, sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan, yakni
Menerima (Recefuing)

o

o

:

Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang
diberikan (obyek). Misalnya sikap orang terhadap gizi dapat dilihat dari kesediaan dan
perhatian orang itu terhadap ceramah-ceramah tentang gizi.
Merespon(Responding)
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang

diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. Karena dengan suatu usaha untuk

menjawab peit?nya.al atau mengerjakan tugas yang diberikan,
lepas pekerjaan itu

.

benar atau salah, adalah berarti uitrwa

oran{m.n.riria

ide tersebut.

Mengharg ai (tlaluing)

Mengajak orang lain untuk mengedakan atau mendiskusikan
suatu masalah adalah

" suatu indikasi tingkat 3. Misalnya: seseorang

ibu yang mengajak ibu yang

lain

(tetangganya, saudaranya, dan sebagainya)
u,itur peigi ilenimdangkan anaknya ke
atau mendiskusikan tentang gizi,'adalah suaiu bukti bahwa si ibu tersebut
4osyandu
mempunyaisikap positif tefiadap gizianak.

.?rh
Frtanggung Jawab (Responsib/e)

Bertanggung jawab atas segala se-suatu yang telah dipilihnya
dengan segala risiko
adalah merupakan sikap yang paling tinggi.- Misalnya, seorang ibu
mau menjadi
akseptor KB, meskipun menapat teniangin dari meriua atau
oring tuanya sendiri.

Pengukuran sikap dapat dilakukan secira tangsung dan
tidak tingsun$ Secara
langsung dapat ditanyakan bagaimana pendapat itau
[emyataan responden terhadap
suatu obyek.

3.

Plaktek atau Tindaka n (practice)
lSuatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (or,eft fuhavior). l,)ntuk
]erwylldnva sikap agar.menjadi suatu perbuatan nyata oip"rrrrrn bktor pendukung atau
kondislyang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas. ringlaitingl€t praktek

,

.

,

Trsepsi(percetakan)

'

. . Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil
adalah merupakan pr{tek tingkat pertama. Misalnyi, t*r.-ng
ibu dapat mei1itin makanan
yang bergizitinggi bagi anak balitanya.

r

Respon Terpimpin {Giuded Reqponse)

Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar
sesuai dengan contoh
adalah merupakan indikator praktek tingkat dua.

o

Mekanisme (mechanr.sm)

Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan
benar secara otomatis,
atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan, maka ia sudah
mericapai praktek tingkat tiga.
A{lOtasi(adaptation)

o

Adapatasi adalah suatu praktek atau tindakan yang sudah
berkembang dengan baik.
Artinya tindakan itu sudahtiimodifikasikannya tanpa ,.i,gd.ngiiru.n.rrn
lindakan tersebut.

Eeberapa teori-lain

yang telah dicoba untuk mingurigkapkan determinan
Tindakan
berangkat dari analisis faktor-fak[or yang mempengaruhi
Tiida[an, khususnya Tindakan yang
berhubungan- dengan kesehatan, antara rain te6ri
areen (tg'a01, daram Noto

u*rriii

Atmodjo (1993). Green. mencoba menganalisa Tindakan manusia
berangkat dari tingkat
kesehatan. Bahwa kesehatan seseorang atag masyarakat
dipengaruhi oleh
rrrto1. fokok,
yaknifaktor prilaku (behaviorcauses) dan hktor ini
biluar rinda[in @on neniviir ia|is$.

i6

selanjutnya Tindakan itu sendiri ditentukan atau terbentuk dari tiga faktor, yakni :
1) Faktor-faktor predisposisi (predisposrng facfors), yang tenrvujud dalam pengetahuan, sikap,
kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya.

2) Faktor-faktor

pendukung (enabling facfors), yang terwujud dalam lingkungan fisik,
tensedianya atau tidak tersedianya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana kesehatan,

3)

III

misalnya Puskesmas, obat-obatan, alat-alat kontrasepsi, jamban dan sebagainya.
Faktor-faktor pendorong {reinforcing facfors), yang tenuujud dalam sikaf dan Tindakan
pettigas kesehatan, atau petugas yang lain, yang merupakan kelompok referensi dari
Tindakan masyarakat.

HASIL PENEL|TnN

A.

HasilPenelitian
1. Univariat
Tabel

3:

1

Distribusi Frekuensi Pilihan Pertolongan Persalinan di Desa Tanjung Baru
Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraya Tahun 2012
No
1.

2.

Pilihan Pertolonqan Percalinan
Tenaqa kesehatan
Non Tenaqa Kesehatan

Jumlah

Persentase

73

730/o

27

270/o

Jumlah

100

100

Dilihat dari tabel 3:1 diatas, distribusi frekiensi pilihan pertolongan persalinan oleh ibu
hamildidapatkan 73 (7370) ditdong oleh petugas kesehatan dan sisanya sejumlah 27
(27%) ditolong oleh non tenaga kesehatan.

.

Tabel

3:2

DistuibusiFrekuensi Umur lbu diDesa Tanjung Baru wilayah Kerja puskesmas
Sukaraya Tahun 2012
No

DistribusiUmur lbu

1.

Muda

63

63%

2.

Tua

37

37o/o

Jumlah

100

100%

Untuk tabel

Jumlah

Persentase

3:2 distribusi umur ibu didesa Negeri Sindang dan desa Rantau

Kumpai

menunjukkan bahwa 636(3%) kat-egori ibu masih muda dan sejumlah 3T
dengan kategori ibu yang sudah dewasa.

(37o/o)

Tabel 3 : 3
Distribusi Frekuensi Pendidikan lbu di Desa Tanjung Baru Wilayah Kerja
Puskesmas Sukaraya Tahun 2012
No

Pendidikan lbu Hamil

Jumlah

Persentase

1.

Tinssi

29

29Yo

2.

Rendah

71

710

Jumlah

100

100%

Tabel 3:3 diatas menunjukkan bahwa distribusi pendidikan ibu mayoritas berada
dalam kategori pendidikan rendah 71 (710/0) dan sisanya kelompok ibu yang
bependidikan tinggi 29 {29%).
Tabel 3

:4

Distribusi Frekuensi Pengetahuan lbu di Desa Tanjung Baru wirayah Kerja
Puskesmas Sukaraya Tahun 2012
No

Penoetahuan lbu Hamil

1.

Baik

2.

Tidak baik

23

23o/o

Jumlah

100

100o/o

Jumlah

n

Persentase
77alo

Tabel 3:4 distribusi fekuensi pengetahuan ibu dapat disimpulkan bahwa mayoritas
pengetahuan ibu balita berada dalam kategori baik Tl (ll0/o) dan sisanya berada
dalam kategori tidak atau kurang baik 23 {23o/ol.
Tabel3.5
Distribusi Sikap lbu Dalam Pilihan Pertolongan Persalinan diDesa Tanjung Baru
Wilayah Kerja Puskesmas Suakaraya Tahun 2012
No
1.

2.

Sikap lbu Hamil
Positif
Negatif

Jumlah

Persentase

87

87c/o

13

13o/o

Jumlah

100

100%

Tabel 3,5. distribusi frekuensi sikap ibu dalam pilihan pertolongan persalinan di desa
Negeri sindang dan desa rantau kumpai didapatkan hasil bahwa sejumlah gT (97%)
mempunyaisikap positif dan hanya 13 (13%)yang bersikap negatif.

Tabel3.6.
DistribusiJumlah Kelahiran oleh lbu di Desa Tanjung Baru wrayah Kerja
Puskesmas Sukaraya Tahun 2012
No
1.

2,

Jumlah Kelahiran lbu

>
<

3 kali
3 kali

Jumlah

Tabel 3.6. distribusi jumlah kelahiran oleh ibu

Jumlah

Persentase

63

63%

37

37olo

100

fiAs/o

di desa Negeri Sindang dan

desa

Rantau Kumpai didapatkan hasil bahwa sejumlah 63 (63%) ibu sudah mengalami lebih
dari 3 kali kelahiran dan sisanya sejumlah 37 (379/0) ibu dengan kelahiran kurang dari
3 kali.

Tabel3.7.
Distribusi Jangkauan ke Pusat Yankes di Desa Tanjung Baru wilayah Kerja
Puskesmas Sukaraya Tahun 2012
No

Jangkauan Ke pusat Yankes

Jumlah

Persentase

1.

Mudah diianokau
Tidak mudah diianokau

69

69%

31

310/o

Jumlah

100

filYo

2.

Untuk tabel 3:7 jangkauan ke pusat pelayanan kesehatan ibu, dapat disimpulkan bahwa
mayoriks 69 (69%) ibu mengungkapkan pusat pelayanan kesehatan mudah dijangkau
dan sisanya sejumlah 31 (31%) mengungkapkan tidak mudah ciijangkau.

B.

Bivariat
Tabel

3:

8

Hubungan umur lbu Dglgan pilihan pertolongan persalinan
di Desa Tanjung
Baru Wlayah Kerja Sukar:aya Tahun 2012
No

Umur

Pilihan Pertolongan persatinan
Nakes

1

2.

Muda
Dewasa

Keterangan : p. value

Keterangan
Total

p. value

0.24

49

14

63

{l7.8%ol

(22.2Y01

(100%)

24

Jumlah

Non Nakes

(e.9%)

13

37

(35.1%)

(100%)

73
ff30/ol

27

100
(100%)

> 0.0S

QTYsl

1

Tabel 3.8 hubungan umur ibu dengan pilihan pertolongan persalinan
dapat dilihat
bahawa dari.63 orang ibu o9n.gT lgtegori ibu muoa
seyumr.r' +o'zr'kelahiran oitorong orer1
tenaga kesehatan dan sejumlah 22.2Yo oitotong oleh teniga
iln kesehatan, seoangia"n oari
ibu kelompok ibu dewasa sejumlah ais't oitirong"oreh
gillg
lrnrg, kesehatan dan hanya
1l
35'1'(
ditolong oleh tenaga non kesehatan. setejah ditaiukin
tauutasi iitang antara
ibu rang

variabel umur ibu dengan pilihan pertolongan persalinan
oioapaiian hasil yang tidak bJrmakna
antara kedua variabeldimaksud.
rratuel
O.bS;.
1p
Tabel

N

o
1

2.

3:

I

Hubungan Pendidikan lbu Dengan pilihan pertolongan persalinan
diDesa
TaniUno Baru Wlaveh Karia Puske-smas
Pilelracmoo errr,^,^.,^ T^L,.ahrln a/ir^
)OiD
Pendidikan
Pilihan Pertolongan persalina
Keterangan
p, value
lbu

Tingigi

Rendah

Jumlah

Nakes

Non Nakes

Total

23

6

29

ffg.8o/ol

Q0.ZYol

fi00Yol

50
(70.2Y0)

21

71

t29.8V01

(100%)

27
(27Yol

100

73

fi3%)

0.50

fiA0Yol
Keterangan : p. value > OCIs
Tabel 3'9 hubungan pendidikan dengan pilihan pertolongan persalinan
dapat dilihat
dari 29 orang ibu dgn.oan
penoiokan tinggi seiimtah 79.go/o persalinannya
lategorf

?:h*

ditolong oleh tenaga kesehatan dan iisanya sejumlah'io.z,i,
ditolong onrr tenata non
kesehatan, sedangkan dari 71 orang ibu dengan kitegori pendidikan
rendah sejumlah 70.2y0
ibu ditolong oleh tenaga kesehatan oan hanya 29,s%-kelahiran
ibu yang ditolong tenaga non
kesehatan. Haburasislr.a.ng gnt1q variaberpendidikan
dfia;piiiha; perrodigpdrrinrn
v r - - -'l
didapatkan hasil yang

iil

tidak berhubungan antara kedua variab,ei
$'vatue> 0.0s).

Tabel 3 : 10

No

1.

2.

Hubungan Pengetahuan lbu Dengan Pilihan Pertolongan Persalinan di Desa
Baru
Pusks imas Sukarava Tahun 2012
Pengetahuan
Pilihan Pertolonoan Persalinan
p. value
Keteranqan
lbu Hamil
Nakes
Non Nakes
Total
Baik

52

25

(67.5Ya1

B2.lYol

Tidak baik

77
(100%)

n

21

2

{91.8%)

(8.2Yo)

(100%)

73

27

r3%)

(27o/o\

100
(100%)

Jumlah

4.447

Keterangan : p. value < 0.05
Tabel 3.10 hubungan pengetahuan ibu dengan pilihan pertolongan persalinan dapat

dilihat bahawa, dari 77 orang ibu dengan pengetahuan baik sejumlah 67.50/o ibu yang
persalinannya ditolong oleh tenaga kesehatan dan sebanyak32.SYo yang ditolong oleh tenaga

non kesehatan, sedangkan dari 23 orang ibu dengan kategori pengetahuan tidak baik
sejumlah 91.8% persalinannya ditolong oleh tenaga kesehatan dan sisanya sejumlah 8.2%

ditolong oleh tenaga non kesehatan. Setelah dilakukan tabulasi silang antara variabel
pengetahuan ibu dengan pilihan pertolongan persalinan didapafl

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1891 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 497 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 438 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 265 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 583 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 511 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 323 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 502 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 594 23