Analisis Hubungan Struktur Kepemilikan Dengan Kinerja Keuangan Pada Bank Umum Persero dan Swasta Nasional Dominasi Asing Yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011

ANALISIS HUBUNGAN STRUKTUR KEPEMILIKAN
DENGAN KINERJA KEUANGAN PADA BANK UMUM
PERSERO DAN SWASTA NASIONAL DOMINASI ASING
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE
2010-2011

SKRIPSI
Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar
SARJANA EKONOMI
pada Program Sarjana Alih Jenis Manajemen
Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor

Oleh :
ARI UTAMI
H24104038

PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012

0

Judul Skripsi

Nama
NIM

: Analisis Hubungan Struktur Kepemilikan Dengan Kinerja
Keuangan Pada Bank Umum Persero dan Swasta Nasional
Dominasi Asing Yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
2010-2011
: Ari Utami
: H24104038

Menyetujui,
Pembimbing I

Pembimbing II

Dr. Ir. Abdul Kohar Irwanto, M.Sc
NIP. 19491210 197803 1 002

Yusrina Permanasari, S.Sos, ME

Mengetahui
Ketua Departemen

(Dr. Ir. Jono M. Munandar, M.Sc)
NIP. 19610123 198601 1 002

Tanggal Lulus:

0

RINGKASAN

ARI UTAMI. H24104038. Analisis Hubungan Struktur Kepemilikan Dengan
Kinerja Keuangan Pada Bank Umum Persero dan Swasta Nasional Dominasi
Asing Yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011. Di bawah
bimbingan ABDUL KOHAR IRWANTO dan YUSRINA PERMANASARI.
Semakin banyaknya bank milik asing menyebabkan total aset bank swasta
nasional tergerus dari 42% pada tahun 1999 menjadi sebesar 22% pada tahun
2011. Di sisi lain, meningkatnya kehadiran bank-bank asing di industri perbankan
nasional dapat menciptakan persaingan yang sehat guna meningkatkan kinerja dan
kualitas layanan bank-bank lokal. Keberhasilan suatu bank untuk meningkatkan
kinerja bank merupakan kemampuan dari manajemen dalam mengelola banknya
secara baik dan benar. Peran pemilik bank cukup besar dalam memilih jajaran
manajemen untuk mengelola banknya agar menjalankan usaha bank dengan baik
dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Melihat eratnya hubungan antara
pemilik dengan manajemen suatu bank, untuk itu perlu dilihat lebih jauh
hubungan struktur kepemilikan dengan kinerja keuangan bank. Penelitian ini
bertujuan untuk (1) Menganalisis struktur kepemilikan dan kinerja keuangan pada
bank umum persero dan swasta nasional dominasi asing yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia periode 2010-2011. (2) Membandingkan kinerja keuangan pada
bank umum persero dan swasta nasional dominasi asing yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia periode 2010-2011. (3) Menganalisis hubungan struktur
kepemilikan dengan kinerja keuangan pada bank umum persero dan swasta
nasional dominasi asing yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20102011.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari perusahaan
berupa Annual Report dan Company Report tahun 2010-2011 yang telah
dipublikasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bank umum
persero dan swasta nasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20102011. Jumlah bank umum persero dan swasta nasional yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia periode 2010-2011 sebanyak 29 bank. Penelitian ini menggunakan
teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel yang digunakan
adalah bank umum persero dan swasta nasional dominasi asing dengan
kepemilikan asing di atas 51%. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan
uji non-parametrik dengan alat bantu uji Kruskal-Wallis dan uji korelasi
Spearman. Penelitian ini mengunakan indikator kinerja keuangan yang digunakan
untuk menilai tingkat kesehatan bank dan kinerja saham, terdiri dari rasio CAR,
NPL gross, ROA, ROE, BOPO, LDR, PER, dan PBV.
Hasil analisis deskriptif, pada tahun 2010-2011 menggambarkan
presentase dominasi kepemilikan asing pada bank swasta nasional lebih besar
dibanding presentase kepemilikan pemerintah pada bank persero dan kinerja
keuangan bank umum persero dan swasta nasional dominasi asing yang terdaftar

0

1

di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011 tergolong baik. Namun ada satu bank
yang termasuk kelompok bank swasta nasional dominasi asing memiliki kinerja
keuangan yang tergolong kurang baik, karena beberapa rasio keuangan bank
tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Hasil uji Kruskal-Wallis terhadap rasio CAR (0,172), NPL gross (0,219), LDR
(0,246), PER (0,375), dan PBV (0,056) tahun 2010-2011 menunjukan tidak ada
perbedaan antara bank umum persero dan swasta nasional dominasi asing yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011. Sementara hasil analisis
rasio ROA (0,006), ROE (0,001) dan BOPO (0,009) menunjukan ada perbedaan
antara bank umum persero dan swasta nasional dominasi asing yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011. Hasil uji korelasi Spearman terhadap
rasio CAR (0,808), NPL gross (0,160), ROA (0,038), ROE (0,018), BOPO
(0,084), LDR (0,213), PER (0,015), dan PBV (0,982) menunjukan tidak ada
hubungan antara struktur kepemilikan dengan kinerja keuangan pada bank umum
persero dan swasta nasional dominasi asing yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2010-2011.
Kata Kunci : Struktur kepemilikan, kinerja keuangan, CAR, NPL gross, ROA,
ROE, BOPO, LDR, PER, PBV

RIWAYAT HIDUP

Ari Utami merupakan putri sulung dari pasangan Cahyono dan Surpini
yang dilahirkan di Jakarta, 22 Oktober 1989. Penulis memulai jenjang pendidikan
formal pertamanya di TK YWKA 2 Jakarta pada tahun 1994 dan lulus pada tahun
1995, yang melanjutkan ke SDN Manggarai 07 Pagi dan Lulus pada tahun 2001,
kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMPN 3 Jakarta dan
lulus pada tahun 2004. Penulis menamatkan pendidikan menengah atas di SMAN
26 Jakarta pada tahun 2007 dan aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler.
Pada tahun 2007, penulis diterima sebagai mahasiswa di Universitas
Indonesia Departemen Administrasi Keuangan dan Perbankan, Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik melalui jalur Diploma dan lulus pada tahun 2010. Penulis
melanjutkan perkuliahan di tahun 2010 dengan diterima sebagai mahasiswa di
Institut Pertanian Bogor pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan
Manajemen melalui jalur Program Sarjana Alih Jenis (Ekstensi IPB).

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas semua rahmat dan anugerah-Nya
sehingga penulisan skripsi ini dengan judul “Analisis Hubungan Struktur
Kepemilikan Dengan Kinerja Keuangan Pada Bank Umum Persero Dan Swasta
Nasional Dominasi Asing Yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20102011” dapat terselesaikan
Dalam penulisan skripsi ini, penulis memiliki kesulitan dan hambatan,
namun berkat bantuan, dorongan serta motivasi dari berbagai pihak baik secara
langsung maupun tidak langsung selama proses penulisan skripsi ini, sehingga
skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dalam penyempurnaan
penulisan skripsi ini.

Bogor,

September 2012

Penulis

iv

1

UCAPAN TERIMA KASIH
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
yang tidak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam
proses penyusunan skripsi ini, terutama kepada :
1. Dr. Ir. Abdul Kohar Irwanto, M.Sc sebagai dosen pembimbing pertama yang
telah membimbing penulis, memberikan saran, pengarahan dan motivasi
kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
2. Yusrina Permana Sari, S.Sos, ME sebagai dosen pembimbing kedua yang
telah banyak meluangkan waktu dengan penuh kesabaran dalam membimbing
penulis, memberikan saran, pengarahan dan motivasi kepada penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
3. Farida Ratna Dewi, SE, MM sebagai dosen penguji yang telah memberikan
saran dan masukan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Dr. Ir. Jono M. Munandar, M.Sc selaku Kepala Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB.
5. Deddy Cahyadi Sutarman, STP, MM sebagai dosen pengajar yang telah
memberikan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Seluruh staf Departemen Manajemen, FEM IPB atas bantuannya selama
penulis menempuh perkuliahan hingga terselesaikannya skripsi ini.
7. Ayahanda Cahyono dan Ibunda Surpini atas kasih sayang, motivasi, semangat
dan doanya demi kelancaran dan kesuksesan penulis.
8. Kedua adik kandungku yang tercinta Akhmad Sumarno dan Rahmad Nur
Jamil, serta seluruh keluarga atas semangat dan doanya.
9. Idota Ginting atas dukungan, semangat, dan doanya.
10. Sahabat terbaik sejak Ekstensi Siva, Kartika, Laras, Wawan, Arnol, Yanda,
Kemas, dan Hervin terima kasih atas kekeluargaan, keceriaan dan
kebersamaannya.
11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

v

1

DAFTAR ISI
Halaman
RINGKASAN
RIWAYAT HIDUP ...................................................................................... iii
KATA PENGANTAR .................................................................................. iv
UCAPAN TERIMAKASIH............................................................................v
DAFTAR ISI .................................................................................................. vi
DAFTAR TABEL ...................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................x
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ....................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah ...............................................................................5
1.3. Tujuan Penelitian ................................................................................6
1.4. Manfaat Penelitian ..............................................................................7
1.5. Ruang Lingkup Penelitian...................................................................7
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Bank ...................................................................................................8
2.1.1 Jenis Bank .................................................................................9
2.2. Struktur Kepemilikan ........................................................................15
2.2.1 Peraturan Tentang Kepemilikan Bank .....................................17
2.3. Laporan Keuangan Bank ...................................................................18
2.4. Kinerja Keuangan .............................................................................19
2.5. Rasio Keuangan ................................................................................20
2.6. Kesehatan Bank ................................................................................23
2.7. Bursa Efek .........................................................................................25
2.8. Penelitian Terdahulu .........................................................................26
III. METODE PENELITIAN
3.1. Kerangka Pemikiran ..........................................................................28

vi

1

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................30
3.3. Jenis dan Sumber Data ......................................................................30
3.4. Populasi dan Sampel .........................................................................30
3.4.1 Populasi ....................................................................................30
3.4.2 Sampel..................................................................................... 30
3.5. Pengolahan dan Analisis Data ..........................................................32
3.5.1 Variabel Penelitian ..................................................................33
3.5.2 Analisis Deskriptif .................................................................. 35
3.5.3 Statistik Nonparametik............................................................ 36
3.5.4 Perumusan dan Pengujian Hipotesis ....................................... 39
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Struktur Kepemilikan Bank ..............................................................41
4.2. Kinerja Keuangan Bank ....................................................................55
4.3. Uji Non-parametik ..........................................................................68
4.3.1 Uji Kruskal Wallis....................................................................68
4.3.2 Uji Korelasi Spearman............................................................ 73

KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................................76
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................78
LAMPIRAN ..................................................................................................81

vii

1

DAFTAR TABEL

No.

Halaman

1. Total Aset, Penyaluran Kredit, dan Penghimpunan Dana Pihak (DPK)
pada Bank Milik Asing dan Bank BUMN Tahun 1999 dan 2010 ...............2
2. Hasil Seleksi Sampel dengan Menggunakan Metode Purposive
Sampling .................................................................................................... 31
3. Daftar Bank Persero yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode 2010-2011 .....................................................................................31
4. Daftar Bank Swasta Nasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode 2010-2011 (dominasi kepemilikan asing di atas 51%) ................32
5. Hasil Uji Kruskal-Wallis (Rank) ................................................................69
6. Hasil Uji Kruskal-Wallis (Test Statisticsa,b) ...............................................70
7. Hasil Uji Korelasi Spearman .....................................................................74

viii

1

DAFTAR GAMBAR

No.

Halaman

1. Komposisi aset berdasarkan kelompok bank tahun 2011 ...........................3
2. Kerangka Pemikiran Penelitian .................................................................29
3. Struktur Kepemilikan BNI tahun 2010-2011 ...........................................41
4. Struktur Kepemilikan BRI tahun 2010-2011 .........................................42
5. Struktur Kepemilikan BTN tahun 2010-2011 ...........................................43
6. Struktur Kepemilikan Bank Mandiri tahun 2010 ......................................44
7. Struktur Kepemilikan Bank Mandiri tahun 2011 ......................................45
8. Struktur Kepemilikan Bank ICB Bumiputera tahun 2010 ........................46
9. Struktur Kepemilikan Bank ICB Bumiputera tahun 2011 ........................46
10. Struktur Kepemilikan Bank Ekonomi Raharja tahun 2010-2011 .............47
11. Struktur Kepemilikan Bank Nusaantara Parahyangan tahun 2010-2011 48
12. Struktur Kepemilikan Bank CIMB Niaga tahun 2010 ..............................50
13. Struktur Kepemilikan Bank CIMB Niaga tahun 2011 ..............................50
14. Struktur Kepemilikan BII tahun 2010 ......................................................51
15. Struktur Kepemilikan BII tahun 2011 .......................................................52
16. Struktur Kepemilikan Bank of India Indonesia tahun 2010-2011 ............53
17. Struktur Kepemilikan Bank NISP tahun 2010 ..........................................54
18. Struktur Kepemilikan Bank NISP tahun 2011 ..........................................54
19. Grafik CAR tahun 2010-2011 ...................................................................55
20. Grafik NPL gross tahun 2010-2011 ..........................................................57
21. Grafik ROA tahun 2010-2011...................................................................59
22. Grafik ROE tahun 2010-2011 ...................................................................60
23. Grafik BOPO tahun 2010-2011 ................................................................62
24. Grafik LDR tahun 2010-2011 ...................................................................64
25. Grafik PER tahun 2010-2011 ....................................................................66
26. Grafik PBV tahun 2010-2011 ...................................................................69

ix

1

DAFTAR LAMPIRAN

No.

Halaman

1. Daftar Nama Bank Umum Persero dan Swasta Nasional Yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011 ...................................................82
2. Kepemilikan Bank Umum Persero dan Swasta Nasional dominasi asing
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011 ....................83
3. Perhitungan Rasio Keuangan Bank Persero .............................................84
4. Perhitungan Rasio Keuangan Bank Swasta Nasional .............................86
5. Hasil Uji Kruskal-Wallis ..........................................................................90
6. Hasil Uji Korelasi Spearman ...................................................................91
7. Rekapitulasi Hasil ....................................................................................92

x

1

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Seiring dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar
6,5% pada tahun 2011, perbankan Indonesia juga memperkuat posisinya
sebagai salah satu elemen penting sistem keuangan Indonesia. Kebijakan dan
regulasi perbankan yang ditetapkan pada tahun 2011 merupakan suatu
landasan untuk

meningkatkan dan

memperkuat

pelaksanaan fungsi

pengawasan perbankan oleh Bank Indonesia (Laporan Pengawasan
Perbankan, 2011).
Regulasi bank umum konvensional ditujukan untuk mendorong fungsi
intermediasi, meningkatkan ketahanan perbankan, serta penguatan fungsi
pengawasan

dan

makroprudensial.

Secara

umum

pengaturan

yang

dikeluarkan ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan
menggerakkan
meningkatkan

sektor
fungsi

riil,

meningkatkan

pengawasan

perlindungan

perbankan,

pemenuhan

nasabah,
standar

pengawasan internasional, mendukung perkembangan usaha mikro kecil dan
menengah (UMKM), serta ketentuan lainnya yang bersifat kelembagaan
maupun prudential (Laporan Pengawasan Perbankan, 2011).
Beberapa peraturan baru dikeluarkan Bank Indonesia diantaranya
peraturan Bank Indonesia No.13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat
Kesehatan Bank Umum dan peraturan Bank Indonesia No.14/8/PBI/2012
tentang Kepemilikan Saham Bank Umum. Peraturan baru ini ditetapkan oleh
Bank Indonesia untuk mengurangi dominasi asing di perbankan nasional
yang makin menguat dari pasca krisis ekonomi tahun 1999 hingga saat ini.
Kondisi ini berawal dari dana yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam rangka
melakukan stabilisasi dan restrukturisasi perbankan pasca krisis ekonomi,
pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)

2

melaksanakan program divestasi perbankan dan menetapkan PP. No. 29
Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum. PP. No. 29 Tahun 1999,
Pasal 3 menyebutkan jumlah kepemilikan saham bank oleh warga negara
asing dan/atau badan hukum asing yang diperoleh melalui pembelian secara
langsung maupun melalui Bursa Efek sebanyak-banyaknya adalah 99%.
Kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah kepada pihak asing
untuk berekspansi di perbankan nasional yang didukung PP. No. 29 Tahun
1999, menyebabkan dominasi kepemilikan asing di industri perbankan
nasional saat ini hingga 50,6%.
Akhir tahun 2011, tercatat jumlah bank asing ada 10 bank, bank
campuran ada 14 bank, dan bank swasta nasional yang dimiliki asing ada 19
bank. Selain peningkatan jumlah bank lokal milik asing, dominasi
penguasaan bank lokal milik asing dapat dilihat dari total aset, penyaluran
kredit, dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik signifikan,
sementara itu terjadi penurunan presentase penguasaan bank BUMN pada
total aset, penyaluran kredit, dan penghimpunan DPK. Presentase penguasaan
bank milik asing dan bank BUMN dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Total Aset, Penyaluran Kredit, dan Penghimpunan Dana Pihak
Ketiga (DPK) pada Bank Milik Asing dan Bank BUMN Tahun
1999 dan 2010

Jenis
Bank
Bank
milik
Asing
Bank
BUMN

Total Aset

Penyaluran Kredit

(%)

(%)

Penghimpunan Dana
Pihak Ketiga (DPK)
(%)

1999

2010

Perubahan

1999

2010

Perubahan

1999

2010

Perubahan

11,6

46,7

35,1

20,3

47,2

26,9

11,3

44,8

33,5

49,5

38,1

(11,4)

53,2

37,7

(15,5)

46,8

39,6

(7,2)

Sumber : Lembaga Analisis dan Publikasi data bisnis Indonesia, 2011

Semakin banyaknya bank-bank milik asing yang terdiri dari bank
asing, bank campuran, dan bank swasta nasional milik asing juga

3

menyebabkan total aset bank swasta nasional sudah tergerus sekitar 20%, dari
42% pada tahun 1999 menjadi sebesar 22% pada tahun 2011. Jika dilihat dari
sisi komposisi aset perbankan nasional, total aset terbesar masih dikuasai oleh
kelompok bank swasta nasional devisa, disusul oleh kelompok Bank Persero
yang walaupun hanya berjumlah empat bank namun pangsanya mecapai
36,37% dari total aset perbankan (Laporan Pengawasan Perbankan, 2011).
Komposisi aset berdasarkan kelompok bank tahun 2011 dapat dilihat pada
Gambar 1.

Gambar 1. Komposisi aset berdasarkan kelompok bank tahun 2011

Di sisi lain, meningkatnya kehadiran bank-bank asing di industri
perbankan nasional dapat menciptakan persaingan yang sehat guna
meningkatkan kinerja dan kualitas layanan bank-bank lokal (Lembaga
Analisis dan Publikasi data bisnis Indonesia, 2011). Sucianti dan Naomi
(2008) melakukan penelitian tentang perbandingan indikator kinerja bank
dominasi asing dan dominasi negara pada bank yang go public. Hasil
penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada
kinerja keuangan kedua kelompok bank tersebut, dilihat dari analisis rasio
likuiditas, analisis rasio solvabilitas, analisis rasio rentabilitas, dan kinerja
saham.

4

Kinerja bank sendiri merupakan salah satu faktor penting yang
dipertimbangkan oleh investor dalam melakukan investasinya. Hal ini karena
secara umum semakin baik kinerja suatu perusahaan, semakin tinggi laba
usahanya dan semakin banyak keuntungan yang dinikmati oleh pemegang
saham, juga semakin besar kemungkinan harga saham akan naik (Koetin,
1992). Oleh sebab itu, bank harus meningkatkan kinerjanya sehingga dapat
meningkatkan keuntungan untuk dapat bersaing dan berkembang.
Kinerja bank dapat dilihat dari laporan keuangannya, namun
seperangkat laporan keuangan utama belum dapat memberikan manfaat
maksimal bagi pemakai sebelum pemakai menganalisis laporan keuangan
tersebut dalam bentuk rasio keuangan (Penman, 1991). Rasio keuangan inilah
yang menjadi indikator untuk menilai kesehatan bank sehingga bisa
mengetahui kinerja bank tersebut.
Selain

itu,

tingkat

kesehatan

bank,

pengelolaan

bank,

dan

keberlangsungan usaha bank merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari
manajemen bank. Keberhasilan suatu bank untuk meningkatkan keuntungan
merupakan kemampuan dari manajemen dalam mengelola banknya secara
baik dan benar (Peraturan BI No.13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat
Kesehatan Bank Umum).
Sementara itu peran pemilik bank cukup besar dalam memilih jajaran
manajemen yang bagus untuk mengelola banknya, karena pada dasarnya
pemilik suatu bank selalu ingin mendapatkan keuntungan yang sebesarbesarnya. Oleh karena itu pemilik bank akan memilih manajemen yang
mampu menjalankan usaha bank dengan baik dan menguntungkan (Muliaman
D Hadad et al., 2003).
Melihat eratnya hubungan antara pemilik dengan manajemen suatu
bank, untuk itu perlu dilihat lebih jauh hubungan struktur kepemilikan
terhadap kinerja keuangan bank tersebut. Penelitian serupa telah dilakukan
oleh Hadad, et al. (2003) dengan melakukan kajian mengenai struktur
kepemilikan bank di Indonesia (Periode 2002). Data yang digunakan

5

merupakan data empiris 131 bank yang ada di Indonesia dan hasil penelitian
menunjukan bahwa kinerja bank tidak memiliki kaitan erat dengan siapa
pemiliknya. Sementara Indrayani (2009) melakukan penelitian tentang
analisis hubungan struktur kepemilikan dengan kinerja perusahaan perbankan
persero dan perusahaan perbankan umum swasta nasional yang go public
periode 2007-2008. Hasil penelitian menyatakan bahwa kepemilikan bank
ada interaksi dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) , Return On Assets
(ROA), dan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dan
tidak memiliki kepemilikan interksi dengan NPL gross (Non Performing
Loan.
Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data tahun
terbaru dan adanya perbedaan data yang terjadi pada periode sekarang dengan
periode sebelumnya. Penulis tertarik untuk membahas dan melakukan
penelitian untuk menganalisis hubungan struktur kepemilikan dengan kinerja
keuangan pada bank umum persero dan swasta nasional dominasi asing yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011.
Beberapa Indikator kinerja keuangan yang digunakan untuk menilai
tingkat kesehatan bank, yaitu CAR untuk melihat permodalan, NPL gross
untuk menilai aktiva produktif, ROA, dan Return On Equity (ROE) untuk
menilai profitabilitas, rasio BOPO untuk menilai efisiensi, Loan to Deposits
Ratio (LDR) untuk menilai likuiditas, dan rasio untuk menilai kinerja saham
dapat dilihat dari Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value
(PBV).
1.2. Perumusan Masalah
Semakin banyaknya bank-bank milik asing yang terdiri dari bank
asing, bank campuran, dan bank swasta nasional milik asing merupakan salah
satu penyebab tergerusnya total aset bank swasta nasional. Di sisi lain,
kehadiran bank-bank asing di industri perbankan nasional dianggap dapat
menciptakan persaingan yang sehat guna meningkatkan kinerja dan kualitas

6

layanan bank-bank lokal. Kinerja bank itu sendiri merupakan faktor penting
yang dilihat oleh investor untuk berinvestasi. Oleh karena itu perlu dilihat
lebih jauh bagaimana hubungan struktur kepemilikan dengan kinerja
keuangan bank. Penulis merumuskan permasalahan-permasalahan dalam
penelitian ini sebagai berikut :
1. Bagaimana struktur kepemilikan dan kinerja keuangan pada bank umum
persero dan swasta nasional dominasi asing yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2010-2011?
2. Bagaimana perbedaan kinerja keuangan pada bank umum persero dan
swasta nasional dominasi asing yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode 2010-2011?
3. Bagaimana hubungan antara struktur kepemilikan dengan kinerja keuangan
pada bank umum persero dan swasta nasional dominasi asing yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya,
maka tujuan diadakan penelitian ini adalah :
1. Menganalisis struktur kepemilikan dan kinerja keuangan pada bank umum
persero dan swasta nasional dominasi asing yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2010-2011.
2. Menganalisis perbandingan antara kinerja keuangan pada bank umum
persero dan swasta nasional dominasi asing yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2010-2011.
3. Menganalisis hubungan struktur kepemilikan dengan kinerja keuangan
pada bank umum persero dan swasta nasional dominasi asing yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011.

7

1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini antara lain adalah :
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan konseptual
bagi perkembangan ilmu ekonomi khususnya pengetahuan mengenai
stuktur kepemilikan dan kinerja keuangan bank.
2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi investor yang
ingin berinvestasi saham pada perusahaan perbankan.
3. Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi masyarakat ilmiah
mengenai struktur kepemilikan dan kinerja keuangan bank serta menjadi
bahan referensi dan perbandingan untuk penelitian selanjutnya.
1.5. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian yang dilakukan dibatasi pada aspek-aspek sebagai berikut :
1. Penelitian

ini

difokuskan

untuk

menganalisis

hubungan

struktur

kepemilikan dengan kinerja keuangan bank periode 2010-2011.
2. Subjek penelitian ini adalah bank umum persero dan swasta nasional
dominasi asing yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011.
3. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive
sampling (sampel bertujuan). Maka sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah bank umum persero dan swasta nasional dengan
dominasi kepemilikan asing di atas 51% yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2010-2011. Indikator kinerja keuangan yang digunakan
untuk menilai tingkat kesehatan bank dan kinerja saham, terdiri dari rasio
CAR, NPL gross, ROA, ROE, BOPO, LDR, PER, dan PBV.

8

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Bank
Menurut Pasal 1 Undang-undang No.10 Tahun 1998 yaitu : “Bank
adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan
bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak
(Kasmir, 2008).
Sedangkan menurut Irmayanto (1998), Bank adalah suatu jenis
lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti
memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata
uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga,
membiayai perusahaan-perusahaan dan lain-lain.
Menurut A. Abdurrachman, bank adalah suatu jenis lembaga
keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan
pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang,
bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai
perusahaan-perusahaan, dan lain-lain (Ensiklopedia Ekonomi Keuangan dan
Perdagangan).
Sementara itu definisi bank menurut Prof. G.M. Verryn Stuart, Bank
adalah suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik
dengan alat-alat pembayarannya sendiri atau dengan uang yang diperolehnya
dari orang lain, maupun dengan jalan memperedarkan alat-alat penukar baru
berupa uang giral.

9

2.1.1 Jenis Bank
Menurut Undang-undang No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan,
macam bank dibedakan berdasarkan :
1. Jenisnya :
a. Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha
secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam
kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Sebagaimana halnya fungsi dan tugas perbankan Indonesia, bank
umum juga merupakan agent of development yang bertujuan
meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas
nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.
Dalam rangka melaksanakan fungsi dan tugasnya, bank
umum dapat melakukan kegiatan usaha pokok berikut.
1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan,
dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
2. Memberikan kredit.
3. Menerbitkan surat pengakuan utang.
4. Membeli, menjual, atau menjamin atas resiko sendiri maupun
untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya.
5. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun
untuk kepentingan nasabah.
6. Menempatkan

dana

pada,

meminjamkan

dana

kepada

meminjam
bank

dana

lain,

dari,

baik

atau

dengan

menggunakan surat, sarana telekomunikasi, maupun dengan
wesel unjuk, cek, atau sarana lain.
7. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan
melakukan perhitungan dengan atau antarapihak ketiga.

10

8. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat
berharga (save deposit box).
9. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain
berdasarkan suatu kontrak (custodian-ship).
10. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah
lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa
efek.
11. Membeli melalui pelelangan agunan, baik semua maupun
sebagian dalam hal debitor tidak memenuhi kewajibannya
kepada pihak bank, dengan ketentuan agunan yang dibeli
tersebut wajib dicairkan secepatnya.
12. Melakukan kegiatan ajak piutang, usaha kartu kredit, dan
kegiatan wali amanat.
13. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip
bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam
peraturan pemerintah.
14. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank
sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan
yang berlaku.
Untuk memperoleh izin usaha untuk mendirikan bank
umum, persyaratan yang harus dipenuhi sekurang-kurangnya
tentang susunan organisasi dan kepengurusan, permodalan,
kepemilikan, keahlian di bidang perbankan, dan kelayakan rencana
kerja. Pendirian bank umum dapat dilakukan oleh:
1.

Warga negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia

2. WNI dan/atau badan hukum Indonesia dengan warga negara
asing dan/atau badan hukum asing secara kemitraan
Sesuai

dengan

SK

Direksi

Bank

Indonesia

No.

32/33/KEP/DIR tanggal 12 Mei 1999 tentang Bank Umum
dikatakan bahwa modal disetor untuk mendirikan bank ditetapkan

11

sekurang-kurangnya sebesar tiga triliun rupiah, di mana bagi bank
yang berbentuk hukum koperasi adalah simpanan pokok, simpanan
wajib, dan hibah sebagaimana diatur dalam UU tentang
perkoperasian, sedangkan modal yang berasal dari WNA dan/atau
Badan Hukum Asing dan kemitraannya dengan WNI dan/atau
Badan Hukum Indonesia setinggi-tingginya sebesar 99% dari
modal disetor Bank.
b. Bank Perkreditan Rakyat
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) didefinisikan oleh Undang-undang
Nomor 10 tahun 1998, yaitu bank yang melaksanakan kegiatan
usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang
dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran. BPR menerima simpanan hanya dalam bentuk
deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang
dipersamakan dengan itu. Pada mulanya tugas pokok BPR
diarahkan untuk menunjang pertumbuhan dan modernisasi
ekonomi pedesaan serta mengurangi praktek-praktek ijon dan para
pelepas uang. Dengan demikian berkembangnya kebutuhan
masyarakat, tugas BPR tidak hanya ditunjukan bagi masyarakat
pedesaan, tetapi juga mencakup pemberian jasa perbankan bagi
masyarakat golongan ekonomi lemah di daerah perkotaan.
Kegiatan-kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh Bank
Perkreditan Rakyat :
1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya
yang dipersamakan dengan itu.
2. Memberikan kredit.
3. Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan
prinsip syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh
Bank Indonesia.

12

4. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia
(SBI), deposito berjangka, dan/atau tabungan pada bank lain.
2. Kepemilikannya :
a. Bank milik Pemerintah (Bank Persero)
Bank Pemerintah adalah bank yang sebagian atau seluruh
sahamnya dimiliki oleh Pemerintah. Bank Persero, atau sering juga
disebut bank pemerintah, adalah bank umum yang secara
mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah (Siamat, 2005). Dari
pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa bank persero
merupakan bank yang kepemilikan sahamnya dikuasai oleh
pemerintah.
b. Bank milik Pemerintah Daerah
Bank Pemerintah Daerah adalah bank yang sebagian atau seluruh
sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah.
c. Bank milik Swasta Nasional
Bank Swasta Nasional adalah bank dimana sebagian besar
sahamnya dimiliki oleh swasta nasional serta akte pendiriannya pun
didirikan oleh swasta, pembagian keuntungan juga untuk swasta.
d. Bank milik Koperasi
Bank Koperasi adalah bank dimana sebagian besar sahamnya
dimiliki oleh badan hukum koperasi.
e. Bank milik Asing/Campuran
Bank Asing adalah bank cabang dari bank yang ada di luar
negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Bank
asing merupakan bank milik negara di luar Indonesia yang
membuka cabang di Indonesia. Pemberian pelayanan jasa-jasa
dalam kegaiatan operasional bank asing pada prinsipnya tidak
memiliki perbedaan signifikan dengan bank-bank umum swasta
nasional, kecuali dalam hal pembatasan pembukaan kantor di
wilayah tertentu di Indonesia. Selain itu, bank asing tidak

13

diperkenankan menerima simpanan dari masyarakat dalam
bentuk tabungan. Segmen usaha bank asing yang ditekuni
terutama adalah segmen korporasi atau corporate banking. Ciri
lain dari kegiatan bank asing ini adalah penyediaan jasa di
bidang investment bank yang menawarkan jasa-jasa di pasar
modal (Kasmir, 2005).
Bank Campuran adalah bank umum yang didirikan bersama
oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di
Indonesia dan didirikan oleh WNI (dan/atau badan hukum yang
dimiliki sepenuhnya oleh WNI), dengan satu atau lebih bank
yang berkedudukan di luar negeri. Kegiatan usaha bank
campuran pada prinsipnya tidak berbeda dengan apa yang
dilakukan oleh bank umum swasta nasional, bank umum
persero,

atau

bank

pemerintah.

Dari

sudut

kegiatan

penghimpunan dana (funding), sumber dana bank campuran
terutama berasal dari simpanan berjangka (time deposits) dan
giro (demand deposits). Kegiatan memobilisasi dana melalui
tabungan (saving deposits) tidak diperkenankan dilakukan oleh
bank campuran. Selanjutnya, kegiatan penyaluran dana terutama
dilakukan dengan memberikan pembiayaan usaha perdagangan
internasional (international financing) dan kredit bagi sektorsektor industri dan produksi (Siamat, 2005).
3. Bentuk hukumnya :
a. Bank berbentuk hukum Perusahaan Daerah
Bank berbentuk hukum Perusahaan Daerah merupakan salah satu
bank yang badan usahanya dimiliki oleh daerah yang berbentuk
Perusahaan Daerah, antara lain juga berfungsi sebagai salah satu
sumber pendapatan asli Daerah.

14

b. Bank berbentuk hukum Perseroan (PERSERO)
Bank berbentuk hukum Perseroan merupakan Bank BUMN yang
terbentuk perseroan yang modal / sahamnya paling sedikit 51%
dimiliki oleh pemerintah, yang tujuannya mengejar keuntungan.
Maksud dan tujuan mendirikan persero ialah untuk menyediakan
barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat
dan mengejar keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan.
c. Bank berbentuk hukum Perseroan Terbatas (PT)
Bank berbentuk hukum Perseroan Terbatas (PT) merupakan bank
yang modalnya diperoleh dari hasil penjualan saham. Setiap
pemegang surat saham mempunyai hak atas perusahaan dan setiap
pemegang surat saham berhak atas keuntungan (dividend).
d. Bank berbentuk hukum Koperasi
Bank berbentuk hukum Koperasi merupakan bank yang dimana
sebagian besar sahamnya dimiliki badan hukum Koperasi.
4. Kegiatan usahanya :
a. Bank Devisa
Bank Devisa adalah bank umum, baik bersifat konvensional
maupun berdasarkan prinsip syariah yang dapat memberikan
pelayanan lalu lintas pembayaran dalam dan luar negeri.
b. Bank Bukan Devisa
Bank bukan Devisa adalah bank umum, baik bersifat konvensional
maupun berdasarkan prinsip syariah yang tidak dapat memberikan
pelayanan lalu lintas pembayaran luar negeri, tetapi dapat
melakukan pelayanan lalu lintas pembayaran dalam negeri
(domestik). Bank bukan devisa hanya dapat melakukan transaksi
dalam batas-batas negara.

15

5. Sistem pembayaran jasa :
a. Bank Konvensional
Bank Konvensional, yaitu bank yang dalam aktivitasnya, baik
penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dana,
memberikan dan mengenakan imbalan berupa bunga atau sejumlah
imbalan dalam presentase tertentu dari dana untuk suatu periode
tertentu. Presentase tertentu ini biasanya ditetapkan pertahun.
b. Bank Syariah
Bank Syariah, yaitu bank yang dalam aktivitasnya, baik
penghimpun dana maupun dalam rangka penyaluran dananya
memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syariah
yaitu jual beli dan bagi hasil.
2.2. Struktur Kepemilikan
Stuktur kepemilikan adalah porsi-porsi kepemilikan atas suatu
perusahaan berdasarkan presentase saham yang dimiliki, yaitu perbandingan
antara jumlah saham yang dimiliki oleh orang dalam (insider) dengan jumlah
saham yang dimiliki oleh investor (Jahera dan Aurburn, 1996). Struktur
kepemilikan suatu perusahaan dibedakan berdasarkan :
1. Kepemilikan Menyebar ( Dispersed Ownwership )
Perusahaan yang kepemimpinannya lebih menyebar memberikan
imbalan yang besar kepada manajemen daripada perusahaan yang
kepemilikannya lebih terkonsentrasi (Gilberg dan Idson, 1995).
2. Kepemilikan Terkonsentrasi (Closely Held).
Dalam tipe kepemilikan seperti ini timbul dua kelompok pemegang
saham, yaitu controlling interest dan minority interest (shareholders).
Perilaku pemilik yang sangat beresiko tersebut dimungkinkan oleh struktur
kepemilikan bank yang sangat terkonsentrasi.

16

3. Kepemilikan Institusional (Institutional Ownership Structures)
Struktur kepemilikan Institusional merupakan presentase dari
kepemilikan saham yang dimiliki oleh investor institusional terhadap
jumlah saham yang beredar (Rajgofal et al., 1999 dan Claessens, 2002).
Dengan adanya kepemilikan institusional pada suatu perusahaan akan
mendorong pengawasan yang lebih efektif terhadap kinerja perusahaan
tersebut.
4. Kepemilikan Manajerial (Managerial Ownership Structures)
Kepemilikan Manajerial merupakan presentase dari kepemilikan
saham yang dimiliki oleh manajer terhadap jumlah saham yang beredar
(Warfield et al., 1995). Menurut Jansen dan Mackling (1976), salah satu
cara untuk mengurangi konflik antara prinsipal dan agen dapat dilakukan
dengan meningkatkan kepemilikan manajerial suatu perusahaan. Oleh
karena itu, kepemilikan saham manjerial dalam suatu perusahaan dapat
mendorong penyatuan kepentingan antara prinsipal dan agen sehingga
manajer bertindak sesuai dengan keinginan pemegang saham.
5. Kepemilikan Asing
Kepemilikan asing merupakan presentase saham perusahaan yang
dimiliki oleh asing atau perusahaan luar negeri. Kepemilikan asing selalu
diperkirakan akan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan
khususnya pada sektor industri perbankan, dikarenakan teknologi yang
dimiliki bank asing menciptakan keuntungan yang dapat dibandingkan
dengan bank lokal (Bonin et al., 2005).
6. Kepemilikan Pemerintah
Kepemilikan pemerintah merupakan presentase saham perusahaan
yang dimiliki oleh pemerintah atau negara. Penelitian yang dilakukan Wu
dan Cul (2002), menyatakan bahwa konsentrasi kepemilikan pemerintah
memiliki hubungan yang positif dengan keuntungan akuntansi tetapi
memiliki hubungan yang negatif dengan nilai pasar. Sementara itu, Lin
dan Zang (2009) menunjukan bahwa bank-bank komersial milik negara

17

kurang efisien dibandingkan dengan bank lain serta mengindikasikan
bahwa bank umum milik pemerintah lebih rendah profitabilitasnya
dibandingkan bank-bank lainnya.
2.2.1 Peraturan Tentang Kepemilikan Bank
1. Undang-undang No. 10 Tahun 1998 dan Surat Keputusan Direktur
BI No. 32/33/KEP/DIR tanggal 12 Mei 1999 tentang Bank Umum
menetapkan ketentuan-ketentuan tentang pendirian dan kepemilikan
menyatakan kepemilikan bank oleh badan hukum Indonesia setinggitingginya sebesar modal sendiri bersih badan hukum yang
bersangkutan. Modal sendiri bersih merupakan :
a. Penjumlahan dari modal disetor, cadangan dan laba, dikurangi
penyertaan

dan

kerugian,

bagi

badan

hukum

Perseroan

Terbatas/Perusahaan Daerah; atau
b. Penjumlahan dari simpanan pokok, simpanan wajib, hibah, modal
penyertaan, cadangan, dan sisa hasil usaha, dikurangi penyertaan
kerugian, bagi badan hukum koperasi.
Sumber dana yang digunakan dalam rangka kepemilikan
bank dilarang berasal dari pinjaman atau fasilitas pembiayaan dalam
bentuk apa pun dari bank dan/atau pihak lain di Indonesia dan
sumber dana yang kedua berasal dari dan untuk tujuan pencarian
uang.
Pemilik bank adalah pihak-pihak yang tidak termasuk dalam
daftar orang tercela dibidang perbankan sesuai dengan yang
ditetapkan oleh bank Indonesia, menurut penilaian Bank Indonesia
selamat-selambatnya 10 (sepuluh) hari setelah perubahan dilakukan.
2. PP. No.29 Tahun 1999 Tentang Pembelian Saham Bank Umum,
Pasal 3 menyebutkan jumlah kepemilikan saham bank oleh warga
negara asing dan atau badan hukum asing yang diperoleh melalui
pembelian secara langsung maupun melalui Bursa Efek sebanyakbanyaknya adalah 99%.

18

3. Peraturan Bank Indonesia No.14/8/PBI/2012 Tentang Kepemilikan
Saham Bank Umum. Pasal 2, ayat 2 menyebutkan batas maksimum
kepemilikan saham pada bank bagi setiap kategori pemegang saham,
yaitu : 40% (empat puluh persen) dari modal bank, untuk kategori
pemegang saham berupa badan hukum lembaga keuangan bank dan
lembaga keuangan bukan bank, 30% (tiga puluh persen) dari modal
bank, untuk kategori pemegang saham berupa badan hukum bukan
lembaga keuangan, dan 20% (dua puluh persen) dari modal bank,
untuk kategori pemegang saham perorangan.
2.3. Laporan Keuangan Bank
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk
memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil
yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan (Munawir, 2002).
Berdasarkan peraturan Bank Indonesia, setiap bank diwajibkan
menyampaikan laporan keuangan kepada Bank Sentral (yaitu Bank
Indonesia) dan publik, setiap enam bulan, yang terdiri atas laporan inti dan
laporan pelengkap.
Masing-masing laporan Keuangan memiliki komponen keuangan
tersendiri, tujuan dan maksud tersendiri. Laporan keuangan terdiri dari
(Kasmir, 2008):
1. Neraca
Neraca merupakan laporan yang menunjukan posisi keuangan bank
pada tanggal tertentu. Posisi keuangan yang dimaksudkan adalah posisi
aktiva (harta), pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu bank. Penyusunan
komponen dalam neraca didasarkan pada tingkat likuiditas dan jatuh
tempo.
2. Laporan Komitmen dan Kontinjensi
Laporan Komitmen merupakan suatu ikatan atau kontrak yang
berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak dan harus

19

dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi.
Laporan Kontinjensi merupakan tagihan atau kewajiban bank yang
kemungkinan timbul tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya satu atau
lebih peristiwa dimasa yang akan datang. Penyajian laporan kontinjensi
dan komitmen disajikan tersendiri tanpa pos lama.
3. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan bank yang
menggambarkan hasil usaha bank dalam suatu periode tertentu. Dalam
laporan

ini

tergambar

sejumlah

pendapatan

dan

sumber-sumber

pendapatan serta jumlah biaya dan jenis-jenis biaya yang dikeluarkan.
4. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukan semua
faktor yang berkaitan dengan kegiatan bank, baik yang berpengaruh
langsung maupun tidak langsung terhadap kas. Laporan arus kas harus
disusun berdasarkan konsep kas selama periode laporan.
2.4. Kinerja Keuangan
Pengukuran kinerja merupakan analisis data serta pengendalian bagi
perusahaan. Pengukuran kinerja digunakan perusahaan untuk melakukan
perbaikan di atas kegiatan operasionalnya agar dapat bersaing dengan
perusahaan lain. Bagi investor informasi mengenai kinerja perusahaan dapat
digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasi
mereka di perusahaan tersebut atau mencari alternatif lain. Selain itu
pengukuran juga dilakukan untuk memperlihatkan kepada penanam modal
maupun pelanggan atau masyarakat secara umum bahwa perusahaan
memiliki kreditibilitas yang baik (Munawir, 1995).
Kinerja keuangan adalah hasil dari banyak keputusan individual yang
dibuat secara terus menerus oleh manajemen, untuk menilai kinerja keuangan
perlu dilibatkan analisis dampak keuangan perlu dilibatkan analisis dampak

20

keuangan kumulatif dan ekonomi dari keputuan dan mempertimbangkan
dengan ukuran komparatif (Erich A. Helfret, 1996).
Pengukuran kinerja didefinisikan sebagai “performing measurement“
(pengukuran kinerja) adalah kualifikasi dan efisiensi perusahaan atau segmen
atau keefektifan dalam pengoperasian bisnis selama periode akuntansi.
Dengan demikian pengertian kinerja adalah suatu usaha formal yang
dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari
aktivitas perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu
(Hanafi, 2003).
2.5. Rasio Keuangan
Rasio Keuangan adalah perbandingan antara dua elemen laporan
keuangan yang menunjukan suatu indikator kesehatan keuangan pada waktu
tertentu (Erich A Helfert, 1996). Hasil perhitungan rasio keuangan ini
merupakan salah satu indikator yang menjadi masukan bagi investor untuk
menginvestasikan dananya pada suatu perusahaan.
Berikut

ini

adalah

rasio

keuangan

yang

digunakan

dalam

menganalisis kinerja keuangan untuk menilai tingkat kesehatan bank umum,
diantaranya adalah :
1. Capital Adequacy Ratio (CAR)
Capital Adequacy Ratio adalah rasio yang memperlihatkan
seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko ikut dari dana
modal sendiri bank disamping mendapatkan dana dari sumber-sumber di
luar bank. Pengertian lain dari CAR adalah rasio kinerja bank untuk
mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva
yang mengandung resiko.
CAR merupakan indikator terhadap kemampuan bank untuk
menutupi penurunan aktivanya sebagai akibat dari kerugian-kerugian bank
yang disebabkan oleh aktiva yang beresiko. Berdasarkan ketentuan yang
dibuat Bank Indonesia dalam rangka tata cara penilaian tingkat kesehatan

21

bank, terdapat ketentuan bahwa modal bank terdiri atas modal inti dan
modal pelengkap. Disamping itu ketentuan BI juga mengatur cara
perhitungan penyediaan modal minimum atau kecukupan modal bank
(capital adequacy) yang didasarkan kepada rasio atau perbandingan antara
modal yang dimiliki bank dan jumlah aktiva tertimbang menurut resiko
(ATMR). ATMR merupakan penjumlahan ATMR aktiva neraca (aktiva
yang tercantum dalam neraca) dan ATMR aktiva administratif (aktiva
yang bersifat administratif).
Ketentuan tentang modal minimum bank umum yang berlaku di
Indonesia mengikuti standar Bank of International Settlements (BIS).
Sejalan dengan standar tersebut, dalam rangka paket deregulasi tanggal 29
Februari 1991 (Pakfeb’91), Bank Indonesia mewajibkan setiap bank
umum menyediakan modal minium 8% dari total aktiva tertimbang
menurut risiko (ATMR).
2. Non Performing Loan (NPL) Gross
Non Performing Loan adalah perbandingan antara kredit yang tidak
dikembalikan lagi oleh si peminjamnya (kredit macet), atau dikembalikan
tapi tersendat-sendat, dengan total kredit yang disalurkan oleh bank ke
masyarakat.
3. Return On Assets (ROA)
Return On Assets adalah salah satu rasio yang digunakan untuk
menganalisis atau mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang
dicapai oleh bank yang bersangkutan. ROA yang juga disebut sebagai
rentabilitas ekonomi merupakan perbandingan an

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Analisis Hubungan Struktur Kepemilikan Dengan Kinerja Keuangan Pada Bank Umum Persero dan Swasta Nasional Dominasi Asing Yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2011