Panduan Pengisian Data Sanitasi Sekolah Dapodik Versi 2017

  

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kata Pengantar

Sanitasi Sekolah menjadi salah satu indikator dalam Sustainable Development Goals atau Tujuan

  Pembangunan Berkelanjutan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pemantauan perkembangan indikator sanitasi sekolah melalui dapodik. Buku ini bertujuan memberikan kemudahan kepada operator dan warga sekolah untuk memasukkan data terkait sanitasi sekolah. Selain berisi penjelasan rinci, buku ini juga menampilkan gambar dan ilustrasi untuk mempermudah operator dan warga sekolah dalam memahami istilah teknis terkait Sanitasi Sekolah. Melalui buku panduan pengisian data ini, diharapkan kualitas data sektor Sanitasi Sekolah dapat meningkat Kami sadari bahwa buku ini masih belum sempurna, oleh karena itu, masukan dan saran dari semua pihak sangat diharapkan untuk penyempurnaan buku ini. a.n. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Sekretaris Direktorat Jenderal Dr. Thamrin Kasman NIP 196011261988031001

  Tampilan Data Sanitasi Sekolah Aplikasi Dapodik Pertanyaan Q1

  Q1. Kecukupan Air (a) Cukup (b) Kurang (c) Tidak ada

  Penjelasan: Kecukupan air adalah tingkat kecukupan air untuk memenuhi kebutuhan sekolah setiap hari, baik pada saat musim hujan maupun musim kemarau (a) Cukup adalah air yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah setiap hari, baik pada saat musim hujan maupun musim kemarau. (b) Kurang adalah air yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah, misalnya pada saat musim kemarau air sumur atau mata air kering. Atau sumber air dari system perpipaan/PDAM sering tidak mengalir. (c) Tidak ada adalah tidak ada air untuk sekolah.

  Pertanyaan Q2

  Q2. Sekolah memproses air sendiri (a) Ya (b) Tidak

  Penjelasan: Sekolah memproses air sendiri adalah sekolah melakukan pengolahan air agar memenuhi syarat untuk dapat diminum. Pengolahan air pada umumnya ialah dengan merebus hingga mendidih. Metode lain yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan (Permenkes 3/2014) adalah dengan metode; iltrasi atau penyaringan (contoh biosand ilter, keramik ilter); metode klorinasi; metode koagulasi dan lokulasi; dan metode desinfeksi (contoh sodis atau Solar Water disinfection). (a) Ya adalah sekolah memproses atau mengolah air sendiri (b) Tidak adalah sekolah tidak memproses atau mengolah air

Pertanyaan Q3

  Q3. Air Minum untuk siswa (a) Disediakan sekolah (b) Tidak disediakan Penjelasan: Air minum untuk siswa adalah sekolah menyediakan air minum yang telah diolah (apabila jawaban Q2=ya) dan ditempatkan pada wadah yang aman dari kontaminasi, (a) Disediakan sekolah adalah sekolah menyediakan air minum untuk siswa (b) Tidak disediakan adalah sekolah tidak menyediakan air minum untuk siswa

  Pertanyaan Q4

  Q4. Mayoritas siswa membawa air minum (a) Ya (b) Tidak

   

  Penjelasan: Mayoritas siswa membawa air minum adalah lebih dari 50% siswa membawa air minum sendiri ke sekolah dengan wadah yang aman (dalam botol minum). (a) Ya adalah lebih dari 50% siswa membawa minum sendiri (b) Tidak adalah kurang dari 50% siswa membawa minum sendiri

Pertanyaan Q5

  Q5. Jumlah toilet berkebutuhan khusus Penjelasan: Toilet berkebutuhan khusus adalah toilet yang didesain dan dibangun secara khusus.

  Hal ini untuk mempermudah siswa dengan kebutuhan khusus untuk menggunakan toilet

Pertanyaan Q6

  Q6. Sumber air sanitasi (a) Air Kemasan (f) Lainnya (b) Ledeng/PAM (g) Sumur Tidak Terlindungi (c) Pompa (h) Sumur Terlindungi (d) Air Sungai (i) Mata Air Tidak Terlindungi (e) Air Hujan (j) Mata Air Terlindungi Penjelasan: Sumber air utama adalah sumber air yang paling sering digunakan.

  (a) Air kemasan adalah air yang diproduksi dan didistribusikan oleh suatu perusahaan dalam kemasan botol dan kemasan gelas. Air kemasan termasuk air yang diproduksi melalui proses penjernihan dan tidak memiliki merk.

  (b) Ledeng/PAM adalah sumber air dari jaringan perpipaan. Air dari Ledeng/PAM telah melalui proses penjernihan dan penyehatan sebelum dialirkan kepada konsumen. Di pedesaan, air Ledeng atau perpipaan ini biasanya bersumber dari mata air. Air dari jaringan perpipaan ini diusahakan oleh PAM (Perusahaan Air Minum), PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), atau BPSPAM (Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum), baik yang dikelola oleh masyarakat, pemerintah maupun swasta. Dibawah ini contoh gambar sumber air Ledeng/PAM.

  Informed Choice Catalogue Sanimas 2005

  (c) Pompa adalah sumber air sumur bor atau air tanah lapisan dalam (biasanya lebih dari 20 meter) yang cara pengambilannya dengan pompa tangan, pompa listrik, atau kincir angin.

  (d) Air Sungai adalah air yang diperoleh dari air permukaan, seperti sungai dan danau, embung atau waduk.

  (e) Air Hujan adalah air hujan yang dikumpulan dan disimpan dalam tangki.

  (f) Lainnya sekolah tersebut tidak terdapat sumber air. @uniceindonesia2016

  (g) Sumur tidak terlindungi adalah air yang berasal dari dalam tanah yang digali namun sumur tidak diberi pelindung baik pada bibir sumur maupun lantai sekitar sumur, sehingga berpotensi tercemari dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya. Cara pengambilan air sumur terlindung maupun tak terlindung dengan menggunakan gayung atau ember, baik dengan maupun tanpa katrol.

  SUMBER GAMBAR : TEMPO.CO.ID

  (h) Sumur terlindungi adalah air yang berasal dari dalam tanah yang digali dan lingkar sumur tersebut diberi pelindung dari pasangan bata atau beton disekeliling bibir sumur, dengan tinggi minimal 1 meter dari atas tanah dan 3 meter ke bawah tanah, serta ada lantai semen sejauh 1 meter dari lingkar sumur. Cara pengambilan air sumur terlindung maupun tak terlindung dengan menggunakan gayung atauember, baik dengan maupun tanpa katrol. Sumber gambar : Preparation of pictorial illustrations on access to surveys, WEDC, Loughborough University water supply and sanitation facilities for use in national household

  (i) Mata air Tidak terlindungi adalah sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya dan tidak terlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya.

  @uniceindonesia2016

  (j) Mata air terlindungi adalah sumber air permukaan tanah di mana air timbul dengan sendirinya dan terlindung dari air bekas pakai, bekas mandi, mencuci, atau lainnya. Pertanyaan Q7

  Q7. Ketersediaan air dilingkungan sekolah (a) Ada sumber air (b) Tidak ada

  Penjelasan: Ketersediaan air dilingkungan sekolah berdasarkan sumber air yang dipilih pada Q6 (a) Ada Sumber Air adalah sumber air yang dipilih pada Q6 tersedia disekitar lingkungan sekolah (didalam pagar/halaman sekolah) atau dikumpulkan dan disimpan disekitar sekolah untuk keperluan siswa

  (b) Tidak ada, adalah sumber air yang dipilih pada Q6 tidak tersedia dilingkungan sekolah atau tidak terdapat yang disekitar lingkungan sekolah. Terdapat jarak yang memisahkan antara sekolah dan sumber air tersebut.

  @uniceindonesia2016

Pertanyaan Q8

  Q8. Tipe jamban

  a. Leher angsa (toilet duduk/jongkok)

  d. Cubluk tanpa tutup

  b. Cubluk dengan tutup

  e. Tidak tersedia jamban

  c. Jamban menggantung diatas sungai Penjelasan: Jamban adalah ruang untuk buang air besar dan/atau kecil. Tipe jamban adalah tipe kloset atau tempat duduk untuk buang air besar yang digunakan. (a) Leher angsa (toilet duduk/jongkok) adalah jamban yang di bawah dudukannya terdapat saluran berbentuk huruf “U” (seperti leher angsa) dengan maksud menampung air untuk menahan agar bau tinja tidak keluar.

  (b) Cubluk dengan tutup adalah jamban/kakus yang di atas dudukannya ada penutup dan di bawah dudukannya tinja langsung ke lubang pembuangan/ penampungan. Penutup berfungsi untuk menghindari kontak dengan lalat. environmentalsanitation.wordpress.com

  Jamban Cemplung

  Sumber gambar : Informed Choice Catalogue Sanimas 2005

  (c) Jamban menggantung adalah jamban yang dibuat menggantung diatas sungai, danau atau badan air lainnya, dimana kotoran manusia langsung jatuh ke badan air tersebut.

  (d) Cubluk tanpa tutup adalah jamban/kakus tipe cubluk yang tidak terdapat penutup

  (e) Tidak tersedia jamban sekolah tidak

  pada lubang tinjanya, sehingga dapat

  memiliki jamban untuk siswa. Buang air di terjadi kontak dengan lalat. perkarangan atau ke sungai/rawa/danau juga bisa dikategorikan tidak tersedia jamban. Pertanyaan Q9

  Q9. Jumlah Tempat Cuci Tangan Penjelasan: Tempat Cuci Tangan adalah sekolah menyediakan sarana cuci tangan. Model sarana cuci tangan bisa beragam, seperti wastafel, tippy tap, atau kran air dengan wadah untuk menyalurkan air kotor.

  @uniceindonesia2016 @uniceindonesia2016 Pertanyaan Q10

  Q10. Apakah sabun dan air mengalir pada tempat cuci tangan (a) Ya (b) Tidak

  Penjelasan: (a) Ya adalah sekolah menyediakan sabun dan air mengalir pada sarana cuci tangan. (b) Tidak adalah sekolah tidak menyediakan sabun atau air tidak mengalir. Dua komponen tersebut wajib ada. Apabila salah satu dari dua komponen tidak tersedia, maka sekolah dinyatakan tidak memiliki sabun dan air mengalir.

  SABUN @uniceindonesia2016

Pertanyaan Q11

  Q11. Jumlah Jamban dapat digunakan Jamban laki-laki : …………….

  Jamban perempuan : ……………. Jamban bersama : …………….

  Penjelasan: Jamban khusus siswa (laki-laki) adalah jumlah unit jamban yang hanya diperuntukkan untuk siswa (laki-laki) yang terpisah dengan jamban perempuan. @uniceindonesia2016

  Jamban khusus siswi (perempuan) adalah jumlah unit jamban yang hanya diperuntukkan untuk siswi (perempuan) yang terpisah dengan jamban laki-laki. Jamban bersama adalah jumlah unit jamban yang tidak terpisah dan dapat digunakan baik untuk siswi (perempuan) maupun laki-laki. Digunakan adalah jamban yang berfungsi dengan baik untuk siswi/siswa dan terdapat air bersih untuk keperluan sentor WC dan cebok (membasuh dubur). Air dapat bersumber dari kran yang mengalirkan air bersih atau terdapat bak/tempat penampungan air dalam jamban yang menampung air bersih yang cukup. Jamban harus berdinding, beratap, dapat dikunci, dan mudah dibersihkan. @uniceindonesia2016

  Pertanyaan Q12

  Q12. Jumlah Jamban tidak dapat digunakan Jamban laki-laki : …………….

  Jamban perempuan : ……………. Jamban bersama : …………….

  Penjelasan: Jamban khusus siswa (laki-laki) adalah jumlah unit jamban yang hanya diperuntukkan untuk siswa (laki-laki) yang terpisah dengan jamban perempuan. Jamban khusus siswi (perempuan) adalah jumlah unit jamban yang hanya diperuntukkan untuk siswi (perempuan) yang terpisah dengan jamban laki-laki. Jamban bersama adalah jumlah unit jamban yang tidak terpisah dan dapat digunakan baik untuk siswi (perempuan) maupun laki-laki. Tidak dapat digunakan adalah jamban yang tidak berfungsi dan tidak dapat digunakan. Jamban tidak digunakan bisa disebabkan karena berbagai faktor, misalnya rusak, tidak dapat dikunci, tidak tersedia air, bau/kotor, @uniceindonesia2016 becek atau lokasinya jauh dari sekolah.