Analisis dan Interpretasi Data

C. Analisis dan Interpretasi Data

1. Analisis Data

Data statistik yang akan dianalisis adalah skor-skor dari penyebaran angket siswa yang di temukan di lapangan, kemudian data tersebut diolah dalam persentase yang dapat diuraikan sebagai berikut:

Tabel. 9 Variabel X (Layanan Bimbingan dan Konseling) Guru BK selalu membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakulikuler sesuai bakat dan minat

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 10 19 Sering

3 8 15 Kadang-kadang

2 19 37 Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakulikuler sesuai bakat dan minat kurang maksimal hal ini dimungkinkan juga karena siswa bisa memilih dan menentukan sendiri kegiatan ekstrakulikuler tanpa bertanya dan berkonsultasi dengan guru BK.

Tabel. 10 Guru Bk membantu siswa dalam memilih jurusan

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 16 31 Sering

3 14 27 Kadang-kadang

2 15 29 Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membantu siswa dalam memilih jurusan sangat maksimal dalam membantu siswa ketika memilih jurusan.

Hal ini dimungkinkan karena pada usia remaja yang baru beranjak dewasa merupakan usia yang sangat memerlukan bimbingan. Sehingga peran dari guru BK sangat penting dalam membatu siswa untuk memilih jurusan.

Tabel. 11 Guru BK membantu siswa dalam menyelesaikan masalah siswa

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 35 67 Sering

3 11 21 Kadang-kadang

2 6 12 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa Guru BK membantu siswa dalam menyelesaikan masalah siswa sangat maksimal. Seperti penjelasan yang sebelumnya bahwa pada usia seperti ini merupakan usia yang memerlukan bimbingan dari orang-orang yang ada disekelilingnya termasuk dari guru-guru dan orang tua.

Tabel. 12 Guru BK membimbing siswa disaat siswa mendapat kesulitan dalam belajar

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 17 33 Sering

3 14 27 Kadang-kadang

2 17 33 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membimbing siswa disaat siswa mendapat kesulitan dalam belajar sudah maksimal. Hal ini dimungkinkan karena peran konselor di sekolah MAN 12 sangat penting. Selain itu juga layanan BK tidak masuk dalam mata pelajaran sehingga ketika siswa yang mendapatkan masalah baik pribadi maupun pelajaran siswa datang ke ruang BK.

Tabel. 13 Siswa mendengarkan dan menjalankan nasihat dari guru Bk

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 25 48 Sering

3 17 33 Kadang-kadang

2 7 13 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa mendengarkan dan menjalankan nasihat dari guru BK sangat maksimal. Hal ini di mungkinkan karena pemberian bimbingan yang dilakukan oleh konselor sangat terarah sehingga bagi siswa yang bermasalah dapat memahami apa yang disampaikan oleh konselor.

Tabel. 14 Guru BK membantu siwa dalam memahami pelajaran sekolah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 9 17 Sering

3 17 33 Kadang-kadang

2 24 46 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membantu siwa dalam memahami pelajaran sekolah kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena siswa bertanya langsung dengan guru yang bersangkutan atau bertanya dengan wali kelasnya.

Tabel. 15 Di sekolah selalu ada informasi tentang dunia pekerjaan

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 2 4 Sering

3 12 23 Kadang-kadang

2 25 48 Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa di sekolah ada informasi tentang dunia pekerjaan kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena sekolah ini bukan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Sehingga dalam memberikan informasi tentang dunia pekerjaan sangat terbatas.

Tabel. 16 Guru BK membantu siswa untuk menyesuaikan diri ketika menjadi siswa baru

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 20 38 Sering

3 19 37 Kadang-kadang

2 11 21 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membantu siswa untuk menyesuaikan diri ketika menjadi siswa sangat maksimal. Hal ini dimungkinkan karena tugas dari seorang konselor yaitu memberikan bimbingan dan arahan yang sejals-jelasnya kepada klien (siswa). Sehingga ketika menjadi murid baru siswa tidak merasa bingung dan terasingkan.

Tabel. 17 Guru BK dan kepala sekolah mendatangkan lembaga-lembaga penting seperti kepolisian dan psikolog ke sekolah dalam membantu kesulitan siswa

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 17 33 Sering

3 14 27 Kadang-kadang

2 19 36 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK dan kepala sekolah bekerjasama dengan lembaga-lembaga penting dalam membantu kesulitan siswa kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena kepala sekolah dan guru mendatangkan lembaga-lembaga penting ke sekolah hanya setahun sekali tidak sebulan sekali. Sehingga murid-murid tidak merasakan dampak dari hal itu.

Tabel. 18 Guru BK bekerjasama dengan orang tua dalam menyelesaikan masalah siswa di sekolah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 28 54 Sering

3 11 21 Kadang-kadang

2 13 25 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK bekerjasama dengan orang tua dalam menyelesaikan masalah siswa sangat maksimal. Hal ini dimungkinkan karena agar terjalin kerjasama antara guru dan wali murid dalam menumbuhkembangkan potensi dan prilaku anak. Sehingga yang mengetahui perkembangan siswa bukan guru saja tetapi wali murid juga.

Tabel. 19 Guru BK dan kepala sekolah mengadakan seminar/diskusi dalam membimbing dan membantu siswa dalam proses belajar-mengajar

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 11 21 Sering

3 18 35 Kadang-kadang

2 20 38 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK dan kepala sekolah mengadakan seminar/diskusi dalam membimbing dan membantu siswa dalam proses belajar-mengajar kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena keterbatasan waktu.

Tabel. 20 Guru BK berkunjung ke rumah siswa dalam membantu masalah yang dihadapi siswa

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 7 13 Sering

3 5 10 Kadang-kadang

2 27 52 Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK berkunjung ke rumah siswa dalam membantu masalah yang dihadapi siswa kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena tidak semua murid mempunyai masalah yang besar yang mengharuskan guru BK datang ke rumah murid. Melainkan dengan memanggil siswa ke ruang BK.

Tabel. 21 Guru BK menasihati siswa ketika melakukan kesalahan

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 35 67 Sering

3 10 19 Kadang-kadang

2 6 12 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK menasihati siswa ketika melakukan kesalahan sangat maksimal. Karena tugas dari seorang guru yaitu memberikan petunjuk yang baik kepada muridnya bukan menjerumuskan murid kepada hal-hal yang negatif.

Tabel. 22 Setiap bulan guru BK mengadakan diskusi secara terbuka di sekolah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 6 12 Sering

3 2 4 Kadang-kadang

2 21 40 Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa setiap bulan guru BK mengadakan diskusi secara terbuka di sekolah tidak maksimal. Hal ini dimungkinkan karena keterbatasan waktu. Selain itu juga pemberian bimbingan tidak selamanya harus mengadakan diskusi tetapi dengan siswa datang ke guru BK dan menceritakan masalah yang dihadapinya itu sudah cukup sehingga siswa yang bermasalah tdak malu untuk mengungkapkan kepada guru BK.

Tabel. 23 Guru BK memberikan layanan konsultasi secara rutin dalam seminggu sekali

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 8 15 Sering

3 7 14 Kadang-kadang

2 15 29 Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK memberikan layanan konsultasi secara rutin dalam seminggu sekali tidak maksimal melainkan sangat maksimal karena layanan BK yang ada di sekolah MAN 12 dilakukan 5 kali dalam seminggu bukan seminggu sekali. Sehingga siapapun siswa yang mempunyai masalah bisa langsung berkonsultasi dengan guru BK tanpa harus menunggu jadwal yang ditentukan.

Tabel. 24 Guru BK menjelaskan etika pergaulan yang baik terutama dengan lawan jenis

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 26 50 Sering

3 15 29 Kadang-kadang

2 8 15 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK menjelaskan etika pergaulan yang baik terutama dengan lain jenis kelamin sangat maksimal. Hal ini dimungkinkan karena guru BK selalu memberikan hal-hal yang positif dan arahan yang baik kepada kliennya termasuk etika pergaulan yang baik terutama dengan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK menjelaskan etika pergaulan yang baik terutama dengan lain jenis kelamin sangat maksimal. Hal ini dimungkinkan karena guru BK selalu memberikan hal-hal yang positif dan arahan yang baik kepada kliennya termasuk etika pergaulan yang baik terutama dengan

Tabel. 25 Setiap awal tahun ajaran baru sekolah mendatangkan nara sumber (polisi, dokter) untuk memberikan informasi tentang bahaya narkoba dan pergaulan bebas

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 8 15 Sering

3 12 23 Kadang-kadang

2 26 50 Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa setiap awal tahun ajaran baru sekolah mendatangkan nara sumber (polisi, dokter) untuk memberikan informasi tentang bahaya narkoba dan pergaulan bebas kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena kurangnya minat dari para murid dan keterbatasan waktu.

Tabel. 26 Setiap minggu guru BK memberikan materi bimbingan dan konseling secara kelompok di kelas

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 5 9 Sering

3 9 17 Kadang-kadang

2 19 37 Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa setiap minggu guru BK memberikan materi bimbingan dan konseling secara kelompok di kelas kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena layanan BK tidak masuk dalam mata pelajaran yang Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa setiap minggu guru BK memberikan materi bimbingan dan konseling secara kelompok di kelas kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena layanan BK tidak masuk dalam mata pelajaran yang

Tabel. 27 Guru BK membantu menyelesaikan masalah siswa secara individu

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 16 31 Sering

3 13 25 Kadang-kadang

2 20 38 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK membantu menyelesaikan masalah siswa secara individu kurang maksimal. Hal ini dimungkinkan karena bimbingan yang diberikan oleh konselor tidak hanya pada satu orang saja melainkan kepada seluruh siswa. Sehingga tidak membuang-buang waktu ada. Selain itu juga dikarena dari kebiasaan siswa yaitu melakukan kesalahan di sekolah biasanya tidak sendiri melainkan secara kelompok.

Tabel. 28 Guru BK memanggil siswa secara individu ke ruang BK

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 16 31 Sering

3 15 29 Kadang-kadang

2 16 31 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK memanggil siswa secara individu ke ruang BK belum maksimal. Hal ini dimungkinkan karena kebanyakan dari siswa yang berkonsultasi dengan konselor tidak datang sendirian melainkan datang dengan temannya. Dimungkinkan karena malu untuk mengungkapkan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa guru BK memanggil siswa secara individu ke ruang BK belum maksimal. Hal ini dimungkinkan karena kebanyakan dari siswa yang berkonsultasi dengan konselor tidak datang sendirian melainkan datang dengan temannya. Dimungkinkan karena malu untuk mengungkapkan

Tabel. 29 Variabel Y (Kesehatan Mental (prilaku) Siswa) Siswa mengabaikan setiap tugas (PR) yang diberikan guru kepada siswa

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa belum maksimal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai murid. Hal ini dimungkinkan karena sikap malas yang ada pada diri manusia atau juga karena tugas yang diberikan oleh guru ekpadanya terlalu sulit untuk dilaksanakan sehingga murid mengabaikannya.

Tabel. 30 Siswa menciptakan suasana/lingkungan yang aman dan tentram di kelas

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 23 44 Sering

3 12 23 Kadang-kadang

2 15 29 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa selalu menciptakan suasana/lingkungan yang aman dan tentram di kelas. Hal ini dimungkinkan karena siswa MAN 12 menginginkan dan menyukai lingkungan yang damai dan tentram dalam proses KBM. Sehingga balajarpun menjadi lebih nyaman.

Tabel. 31 Siswa berkelahi dengan sesama teman di sekolah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam menahan emosi dan prilaku terhadap hal-hal yang negatif yaitu tidak berkelahi dengan teman di sekolah. Hal ini menunjukan bahwa prilaku siswa Man 12 yaitu baik.

Tabel. 32 Siswa selalu menghormati dan jujur kepada guru

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 27 52 Sering

3 13 25 Kadang-kadang

2 9 17 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam menghormati dan jujur kepada guru hal ini dimungkinkan karena siswa Man 12 mendapatkan pelajaran agama di sekolahnya yang mengajarkan agar menghormati gurunya. Hal ini menunjukan bahwa akhlak siswa MAN 12 yaitu baik

Tabel. 33 Siswa memperhatikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

Sering

3 11 21 Kadang-kadang

2 12 23 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam memperhatikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini di mungkinkan karena siswa MAN 12 mempunyai sikap tanggung jawab yang besar. Selain itu juga, dikarenakan tugas yang diberikan oleh guru kepadanya tidak sulit dan berat.

Tabel. 34 Siswa membaca kembali pelajaran setelah pulang sekolah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 8 15 Sering

3 14 27 Kadang-kadang

2 27 52 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa kurang maksimal dalam membaca kembali pelajaran setelah pulang sekolah. Hal ini dimungkinkan karena sikap malas dan jenuh yang mengharuskan siswa untuk mengulang pelajaran kembali. Selain itu juga mungkin karena mereka sudah paham dan mengerti dengan apa yang disampaikan oleh gurunya. Sehingga mereka tidak perlu lagi untuk membaca kembali pelajaran yang sudah di pelajari di sekolah.

Tabel. 35 Siswa mengikuti pelajaran sampai selesai

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 38 73 Sering

3 10 19 Kadang-kadang

Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimak untuk . hal ini menunjukan bahwa siswa menaati peraturan tata tertib sekolah. Hal ini dimungkinkan juga karena kecintaan dan ketertarikan siswa untuk belajar.

Tabel. 36 Siswa tidak masuk kelas/sekolah tanpa surat izin

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak masuk kelas/sekolah tanpa surat izin. Hal ini menunjukan bahwa siswa mempunyai sikap jujur dan taat terhadap peraturan sekolah, karena bagi siswa yang tidak masuk sekolah tanpa izin (alfa) maka akan mendaptkan sanksi berupa poin, yaitu 2 poin.

Tabel. 37 Siswa mengakui kesalahan apabila bersalah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 29 56 Sering

3 16 31 Kadang-kadang

2 6 11 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk mengakui kesalahan apabila bersalah hal ini dimungkinkan karena sekolah ini Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk mengakui kesalahan apabila bersalah hal ini dimungkinkan karena sekolah ini

Tabel. 38 Setiap minggu siswa mendapat hukuman dari guru

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam mentaati peraturan tata tertib sekolah. Sehingga siswa setiap minggu tidak mendapat hukuman dari guru.

Tabel. 39 Siswa menjaga kebersihan sekolah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 33 63 Sering

3 13 25 Kadang-kadang

2 5 10 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam menjaga kebersihan sekolah dengan. Hal ini dimungkinkan karena kecintaan siswa terhadap lingkungan di sekitarnya. Karena dengan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Maka KBM akan menjadi nyaman dan indah untuk dilihat.

Tabel. 40 Siswa datang ke sekolah tepat waktu

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 28 54 Sering

3 13 25 Kadang-kadang

2 10 19 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sanagt maksimal untuk datang ke sekolah tepat waktu. Hal ini dimungkinkan karena siswa mentaati peraturan sekolah yang menjelaskan bahwa bagi siswa yang terlambat datang ke sekolah maka akan mendapatkan poin (tergantung dari keterlambatannya).

Tabel. 41 Siswa membuat jadwal belajar di rumah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 28 54 Sering

3 8 15 Kadang-kadang

2 10 19 Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam membuat jadwal belajar di rumah. Hal ini dimungkinkan karena siswa mempunyai sikap untuk menghargai waktu dan sikap disiplin.

Tabel. 42 Siswa selalu mengenakan pakaian seragam dengan rapih ke sekolah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 39 75 Sering

Kadang-kadang

2 5 10 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal dalam mengenakan pakaian seragam dengan rapih ke sekolah. Hal ini dimungkinkan karena siswa mempunyai sikap cinta terhadap keindahan dan kerapihan.

Tabel. 43 Siswa bolos pada pelajaran tertentu

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak bolos pada pelajaran tertentu. Hal ini dimungkinkan karena kecintaan siswa untuk menuntut ilmu atau mungkin juga karena sikap takut akan mendapatkan poin karena telah melanggar peraturan tata tertib sekolah.

Tabel. 44 Siswa mentaati peraturan sekolah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 35 67 Sering

3 14 27 Kadang-kadang

2 3 6 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimnal dalam mentaati peraturan sekolah. Hal ini dimungkinkan karena menaati peraturan merupakan keewajiban bagi semua siswa agar yercipta lingkunga sekolah yang aman dan tentram.

Tabel. 45 Siswa mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Selalu

4 16 31 Sering

3 18 34 Kadang-kadang

2 14 27 Tidak pernah

Jumlah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa belum maksimal dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Hal ini dimungkinkan karena ekstrakulikuler yang terdapat di sekolah tidak sesuai dengan bakat dan minat siswa.

Tabel. 46 Siswa suka mencoret-coret tembok dan merusak peralatan sekolah (papan tulis, meja dan bangku)

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak mencoret-coret tembok dan merusak peralatan sekolah (papan tulis, meja dan bangku). Hal ini dimungkinkan karena siswa mempunyai sikap cinta terhadap lingkungan sekolahnya atau mungkin juga karena sikap taat terhadap peraturan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak mencoret-coret tembok dan merusak peralatan sekolah (papan tulis, meja dan bangku). Hal ini dimungkinkan karena siswa mempunyai sikap cinta terhadap lingkungan sekolahnya atau mungkin juga karena sikap taat terhadap peraturan

Tabel. 47 Siswa menggunakan obat-obatan terlarang

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak menggunakan obat-obatan terlarang. Hal ini dimungkinkan karena siswa takut akan di keluarkan dari sekolah, karena telah melanggar peraturan tata tertib sekolah. Selain itu juga dimungkinkan karena siswa mengetahui akan bahaya bagi orang yang menggunakan obat-obatan terlarang. Karena dilarang oleh agama dan juga akan mendapat jeratan hukum negara.

Tabel. 48 Siswa suka membawa rokok ke sekolah

Alternatif jawaban Skor Frekuensi % Tidak pernah

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat maksimal untuk tidak membawa rokok ke sekolah. Hal ini dimungkinkan karena siswa takut dan taat terhadap peraturan tata tertib sekolah yang menjelaskan bahwa bagi siswa yang membawa rokok ke sekolah maka akan mendapatkan sanksi berupa poin, yaitu 25 poin.

Tabel. 49 Perhitungan untuk mencari data Variabel X (Layanan Bimbingan dan Konseling)dari hasil penyebaran angket Butir Soal

Responden Jumlah

Butir Soal

Responden Jumlah

Tabel. 50 Perhitungan untuk mencari data Variabel Y (Kesehatan Mental )dari hasil penyebaran angket

Butir Soal

Responden Jumlah

Butir Soal

Responden Jumlah

44

Tabel. 51

Perhitungan untuk memperoleh angka indeks kolerasi antara Variabel X dan Variabel Y

No x

xy

x2 y2

1 62 69 4278

3844 4761

2 72 66 4752

5184 4356

3 56 56 3136

3136 3136

4 61 69 4209

3721 4761

5 49 70 3430

2401 4900

6 51 62 3162

2601 3844

7 55 67 3685

3025 4489

8 49 70 3430

2401 4900

9 47 75 3525

2209 5625

10 58 65 3770

3364 4225

11 54 71 3834

2916 5041

12 54 67 3618

2916 4489

13 70 73 5110

4900 5329

14 43 49 2107

1849 2401

15 43 53 2279

1849 2809

16 80 54 4320

6400 2916

17 37 63 2331

1369 3969

18 46 62 2852

2116 3844

19 44 66 2904

1936 4356

20 49 70 3430

2401 4900

21 64 67 4288

4096 4489

22 62 77 4774

3844 5929

40

Setelah keseluruhan dihitung dan diletakkan dalam tabel koefisien kolerasi, selanjutnya hasil perhitungan di atas akan diuji keabsahannya dengan menggunakan rumus kolerasi produc moment sebagai berikut:

N  XY  (  X )(  Y )

r xy =

[ N  X  (  X ) ][ N  X  (  X ) ]

2. Interpretasi Data

Berdasarkan hasil data nilai rxy” maka penulis akan memberikan interpretasi data terhadap angka indeks kolerasi produc moment melalui dua cara yaitu:

a. interpretasi dengan cara sederhana atau secara kasar, interpretasi terhadap rxy dari perhitungan di atas, ternyata angka kolerasi antara variabel x dan y tidak bertanda negatif, akan tetapi kolerasi itu sangat lemah sehingga kolerasi itu diabaikan (dianggap tidak ada kolerasi antara variabel X dan Variabel Y). Dengan memperhatikan besarnya rxy (yaitu = 0,18), yang berkisar antara 0,00 - 0,20.

b. Interpretasi dengan menggunakan tabel nilai “rxy” product moment rumusan hipotesa kerja/alternativ (Ha) dan hipotesa nihil (Ho)yang penulis ajukan di awal adalah:

Ha : Terdapat hubungan yang signifikan antara layanan bimbingan dan konseling terhadap kesehatan mental siswa MAN 12. Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara layana bimbingan dan konseling terhadap kesehatan mental siswa MAN 12.

Adapun kriteria pengajuannya adalah: jika r hitung > r tabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sebaliknya jika r hitung < dari r tabel, maka Ha ditolak dan Ho diterima.

Kemudian penulis mencari derajat bebasnya (df dan db). Rumusnya sebagai berikut: Df = N – nr = 52 – 2 = 50

Dengan memeriksa Tabel Nilai “r” product moment ternyata bahwa dengan df sebesar 50, pada taraf signifikansi 5% diperoleh r tabel sebesar 0,273; sedangkan pada taraf 1% diperoleh r tabel sebesar 0,354. Karena rxy atau ro < dari r tabel, baik pada taraf 5% maupun pada taraf 1% (0,2730 dan 0,354), maka hipotesa alternatif (Ha) ditolak dan hipotesa nihil (Ho) diterima. Ini berarti bahwa tidak terdapat kolerasi positif yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.

Kesimpulannya bahwa tidak terdapat hubungan antara layanan bimbingan dan konseling dengan kesehatan mental siswa MAN 12. Adapun perhitungan kofisien Determinasi (KD), yang penulis manfaatkan untuk mengetahui pengaruh variabel X dan Variabel Y sebagai berikut:

KD = r 2 x 100% = 0,18 2 x 100%

= 3,24 % Nilai KD 3,24%, memberikan pengertian bahwa (naik/turunnya) kesehatan mental (prilaku) siswa Man 12 Jakarta Barat yang di sebabkan oleh layanan bimbingan dan konseling MAN 12 Duri Kosambi Cengkareng Jakarta Barat hanya sekitar 3,24% dan selebihnya disebabkan oleh faktor- faktor lain.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki pengaruh yang kurang terhadap kesehatan mental (prilaku) siswa MAN 12 Duri Kosambi Cengkareng Jakarta Barat.

Meskipun dari jumlah perhitungan rumus Product Moment tidak terdapat hubungan antara layanan bimbingan dan konseling dengan kesehatan mental siswa MAN 12 Jakarta Barat. Tetapi dari hasil jumlah rata-rata dari variabel

X (Layanan Bimbingan dan Konseling) didapatkan hasil yaitu, responden yang menjawab kadang-kadang dan tidak pernah (diberi nilai 2 dan 1) yaitu:

28 responden dan yang menjawab selalu dan sering (diberi nilai 4 dan 3) yaitu: 24 responden. Hal ini dikarena ketika siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler disekolah siswa lebih banyak dibantu oleh wali kelas, kakak kelas dan teman-temannya. Selain itu juga, peran konselor bagi siswa yang menjawab tidak pernah mendapatkan bimbingan dari konselor dikarenakan siswa tersebut tidak pernah melakukan kesalahan sehingga konselor tidak pernah memaggilnya ke ruang BK. Sedangkan pada Variabel Y (Kesehatan Mental) didapatkan hasil yaitu, responden yang menjawab kadang-kadang dan tidak pernah (diberi nilai 2 dan 1) yaitu: 0 responden dan yang menjawab selalu dan sering (diberi nilai 4 dan 3) yaitu: 52 responden. Hal ini dikarenakan siswa MAN 12 selain mendapat bimbingan dari para guru mereka juga mendapatkan bimbingan dari orang tuanya. Hal ini terbukti dari hasil wawancara penulis dengan sebagian responden. Sehingga siswa MAN

12 khususnya kelas XI bisa mengetahui perbuatan yang negatif dan positif Jadi, dapat disimpulkan bahwa meskipun layanan bimbingan dan konseling yang terdapat di MAN 12 Jakarta Barat tidak berhubungan positif dengan kesehatan mental (prilaku) siswa tetapi kesehatan mental (prilaku) siswa MAN 12 khususnya kelas XI yaitu bagus.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3875 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1031 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 925 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 774 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1215 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 805 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1086 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1320 23