CITRA TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL PADA SEBUAH KAPAL KARYA NH. DINI (Kajian Sastra Feminis).

(1)

CITRA TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL

PADA SEBUAH KAPAL KARYA NH. DINI

(Kajian Sastra Feminis)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra

Oleh

EZRA MAYALIA SIMATUPANG

04410020

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


(2)

ABSTRAK

Ezra Mayalia Simatupang. NIM 04410020. Citra Tokoh Perempuan dalam Novel Pada Sebuah Kapal Karya Nh. Dini dengan Kajian Sastra Feminis. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Medan. 2009.

Skripsi ini menganalisis citra tokoh perempuan dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini dengan kajian sastra feminis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan citra tokoh perempuan berdasarkan aspek fisis, psikis, dan sosial ditinjau dari kajian sastra feminis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana citra tokoh perempuan dalam sastra khususnya novel.

Novel Pada Sebuah Kapal adalah novel ketiga karangan Nh. Dini. Cetakan keempat diterbitkan oleh PT Gramedia di Jakarta tahun 1985. Novel ini terdiri dari 350 halaman.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang objektif, didasarkan atas data yang ada. Data yang ada dideskripsikan sehingga diperoleh citra tokoh perempuan dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini.

Perempuan dalam novel ini mencitrakan sesosok perempuan yang beraspek fisis, psikis dan sosial. Perempuan yang menjalani berbagai tantangan dan rintangan begitu berat dalam perjalanan hidupnya, namun harus tetap bertanggung jawab dengan sikap yang telah diambilnya sehingga akhirnya dia bisa menunjukkan eksistensinya sebagai perempuan yang bukan sebagai mahluk kelas dua (The Second Sex).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, citra tokoh perempuan yang terdapat dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini sebanyak 81 kalimat. Dengan rincian: citra tokoh perempuan pada aspek fisis sebanyak 24 buah; citra tokoh perempuan pada aspek psikis sebanyak 26 buah; citra tokoh perempuan pada aspek sosial sebanyak 31 buah. Hal ini menunjukkan bahwa citra aspek sosial perempuan lebih dominan daripada aspek fisis dan psikisnya.


(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini berjudul Citra Tokoh Perempuan dalam Novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini.

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.

Untuk menyempurnakan skripsi ini, diperlukan saran dan kritik dari pembaca. Namun berkat doa dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya skipsi ini dapat diselesaikan. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Syawal Gultom, M. Pd. Selaku Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Bapak Prof. Dr. Khairil Ansari, M. Pd. Selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan, para pembantu Dekan serta seluruh staf pegawai dan administrasi.

3. Ibu Dra. Rosmawaty, M. Pd. Selaku Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia

4. Bapak Drs. Tingkos Sinurat, M. Pd.Selaku Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

5. Bapak Drs. Basyaruddin, M. Pd. Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.


(4)

6. Bapak Drs. H. Sigalingging, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan gagasan-gagasannya, serta berkat motivasi, perhatian dan kesabarannya juga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak Drs. Sahman Silalahi, Mpd selaku dosen Pembimbing Akademik. 8. Bapak dan Ibu Dosen di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas

Negeri Medan.

9. Bapak Drs. Chandra Silalahi, M.Si selaku Kepala Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara serta pegawai-pegawai yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penilitian.

10. Ayahanda, Rj. Simatupang dan Ibunda, M. Tampubolon, yang rela meneteskan air mata dan peluh untuk meraih angan penulis serta kepuasan batin mereka yang tak terkira. Terima kasih buat kesabaran, dukungan doa yang dahsyat, motivasi, dan didikan yang begitu hebat.

11. Abang/adik tersayang (Jimmy FD. Simatupang, Cahaya NN. Simatupang, Firman Jabel G. Simatupang) yang telah memberikan kisah, desakan yang menjelma menjadi motivasi serta doa yang tak lelah.

12. Keluarga tercinta yang menyebar di Indonesia (tulang Eksapata, kak Vera, adikku Ebi Pasaribu dan Sinta Tampubolon, Tulang dan Nantulang Belawan dan Binjai, tante-tante dan uda-uda keluarga Tampubolon dan Simatupang, bou-amangboru Denis dan Edu) terima kasih buat senyum, canda, motivasi, doa, serta materi yang sering melimpah padaku.

13. Teman-temanku SASINDO ’04 yang terkadang menyebalkan tapi dirindukan (Oneng, Soddin, Bastanta, Mesdiana, K’Vera, Renita, Fadillah, Junaida,


(5)

Yuni) dan pejuang-pejuang Sasindo lainnya yang tidak mungkin ditulis semua… Terima kasih buat perjalanan kita yang penuh dengan rasa.

14. Masa lalu yang tak mungkin lagi diukir, Tumbur Siregar, terima kasih buat Pada Sebuah Kapal yang akhirnya menjadi tugas akhir di perkuliahanku. Terima kasih buat doa dan kasih yang terus bergumam untukku. Terima kasih buat banyak pelajaran hidup yang tak pernah habis, aku sangat bersyukur kau bisa hadir dalam hidupku.

15. Sosok spesial yang hadir di kepinganku, Hotma Siregar, terima kasih buat sinar baru dalam hidupku. Terima kasih buat kesabaranmu untuk menjadi pelampiasan emosiku, semua cerita berantam serta senyum yang sedikit mengurai. Doa dan motivasi yang terus berjuang bagi “Si Keras Kepala”. Terima kasih buat kehadiran barumu.

16. Beloved YEDIJA (Jm, April, Evi, Tita, en K’ Nova) Terima kasih banyak untuk setiap hal yang sudah kita lewati bersama, suka dan duka… Cerita-cerita kita memang seperti sudah berakhir tetapi kasih terus berjalan lewat doa.

17. Teman-teman alumni SMUNSA Pakam, Caro, Rita, Betty, Ira, Gultom, Gito, Mac, Erina, Nurmaisah, Freddy, dan yang lainnya. Terima kasih buat pengalaman yang selalu menjadi manis sampai akhir hidup kita serta motivasi yang hadir dengan gambaran berbeda. Terima kasih telah menganggapku menjadi adik, sahabat, dan keluarga kalian. Aku sangat mengasihi kalian…

18. Penghuni rumah kost Gurilla 38/24, Elin, Elen, Rita, Lilis, Roma, Bang Filip, Bang Deni, Olang, Anju, Udin, Yus, Herlina, Bora dan July. Terima kasih


(6)

buat perhatian dan motivasi serta pengertian yang telah kalian berikan bagi ‘Si Tukang Sakit’. Selamanya kita akan menjadi keluarga besar.

Besar harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

Medan, Agustus 2009 Penulis,

Ezra Mayalia Simatupang NIM 04410020


(7)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Pembatasan Masalah ... 6

D. Rumusan Masalah ... 6

E. Tujuan Penelitian ... 7

F. Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KERANGKA TEORETIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. Kerangka Teoretis ... 8

1. Pengertian Citra ... 8

2. Pengertian Citra Perempuan... 8

3. Citra Diri Perempuan ... 9

a. Citra Fisis dan Psikis ... 9

b. Citra Sosial ... 11

4. Citra Perempuan Dalam Karya Sastra Indonesia ... 13

5. Kajian Sastra Feminis ... 14

6. Kritik Sastra Feminis ... 16

7. Citra Perempuan Dengan Pengarang Perempuan ... 17


(8)

a. Pengertian Tokoh ... 17

b. Pelukisan Tokoh ... 18

c. Jenis Tokoh ... 19

9. Pengertian Novel ... 20

B. Kerangka Konseptual ... 21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian ... 23

B. Sumber Data ... 24

C. Instrumen Penelitian ... 24

D. Teknik Analisis Data ... 25

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Penelitian ... 27

1. Deskripsi Citra Tokoh Perempuan pada Aspek Fisis ... 31

2. Deskripsi Citra Tokoh Perempuan pada Aspek Psikis ... 33

3. Deskripsi Citra Tokoh Perempuan pada Aspek Sosial... 37

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 43

B. Saran ... 44

DAFTAR PUSTAKA ... 46 LAMPIRAN


(9)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Karya sastra merupakan wadah yang digunakan oleh pengarang dalam menyampaikan gagasan-gagasan ataupun merefleksikan pandangannya terhadap berbagai masalah yang diamati di lingkungannya. Apa yang ditampilkan dalam wacana karya sastra merupakan tanggapan pengarang terhadap berbagai realitas objektif yang terjadi di masyarakat. Meskipun tokoh dan peristiwa yang menggerakkan cerita dalam karya sastra bersifat imajinasi, tetapi dengan teknik penceritaan yang sedemikian rupa pengarang memperlihatkan maksudnya bahwa ia sedang menggambarkan dunia nyata dengan media seni bahasa.

Dengan demikian, realitas yang dihadirkan melalui teks kepada pembaca merupakan gambaran tentang fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, yang dihadirkan kembali oleh pengarang dalam bentuk dan penceritaan yang berbeda. Dalam karya sastra, hal-hal yang digambarkan tentang masyarakat dapat berupa struktur sosial masyarakat, fungsi, dan peran masing-masing anggota masyarakat, maupun interaksi yang terjalin di antara seluruh anggotanya (Sugihastuti, 2007: 82).

Secara lebih sederhana, karya sastra menggambarkan unsur-unsur masyarakat yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Interaksi yang terjalin di antara keduanya merupakan tema yang menarik untuk dikaji sebab menyangkut hubungan antara dua jenis kelamin yang berbeda, yang membentuk tatanan kehidupan masyarakat, baik secara sosial maupun budaya.

Sejak kelahiran sastra Indonesia modern, perempuan mendapatkan perhatian dan menjadi perbincangan di kalangan sastrawan. Perempuan menjadi objek bagi


(10)

2

sastra yang menarik dan tidak bosan-bosannya dijadikan bahan pembicaraan atau kritik oleh kaum sastrawan. Perempuan memang menarik. Kata ‘menarik’ menunjukkan multiasumsi. Yang lebih tepat barangkali menarik sebagai objek dan sekaligus subjek pembicaraan dari segala perannya baik sebagai makhluk individu maupun sosial, yang mencakup kepentingan-kepentingan bagi dirinya sendiri, karir, rumah tangga, maupun kepentingan yang berkaitan dengan masyarakat. Kadang-kadang peran dan kedudukannya itu sering dikaitkan dengan kaum pria, untuk mencari seberapa tingkat persamaan atau kesetaraan gender.

Novel Indonesia yang diciptakan oleh pengarang laki-laki dan perempuan begitu beragam. Begitu banyak pengarang perempuan yang menerbitkan novel-novelnya salah satunya yang berkiprah adalah NH. Dini. Topik yang menonjol dari novel-novelnya adalah penggambaran gaya hidup di kota-kota serta negara yang pernah menjadi persinggahan di perjalanan hidupnya dan citra tokoh perempuan yang sangat lekat dengan ciri khasnya sebagai pengarang perempuan.

Menonjolnya citra perempuan dalam novel-novel NH. Dini karena berbagai alasan. Misalnya, karena novel dianggap sebagai sarana penyampaian ide, hingga citra perempuan yang dianggapnya penting untuk diketahui khalayak dituangkan dalam novel. Kemungkinan lain, wajar apabila NH. Dini sebagai pengarang perempuan tertarik akan citra kaumnya. Kesejajaran gender akan keduanya memungkinkan hadirnya citra perempuan dalam novel NH. Dini menjadi menarik.

Pendidikan, pekerjaan, kepribadian, kehidupan keluarga, kehidupan sosial, dan gaya hidup merupakan unsur penting yang lazim dipergunakan untuk membangun atau membentuk citra diri perempuan. Citra perempuan yang modern, maju, dan tidak rendah diri (inferior) selalu ditandai oleh pendidikan yang tinggi, pekerjaan di sektor publik, berkepribadian mandiri, berkedudukan setara dengan


(11)

laki-3

laki di dalam rumah tangga, kebebasan bergaul dengan orang lain, dan gaya penampilan yang selalu mutakhir (trendy dan up to date). Bangunan citra itu ditegakkan berdasarkan unsur-unsur yang selalu dipandang penting sebagai penopang keberadaannya. Dan, bangunan citra ini dianggap sebagai penanda keberadaan yang dapat difungsikan untuk pemandu, rujukan, tolak ukur ucapan, tindakan, dan perilaku perempuan. (http://goesprih.blogspot.com)

Novel Pada Sebuah Kapal merupakan salah satu karya yang terkenal dan menarik karena telah berhasil mengundang berbagai tanggapan, baik positif maupun negatif. Novel tersebut telah dicetak berulang-ulang. Hal ini merupakan bukti bahwa karya tersebut ditanggapi oleh masyarakat luas. Refleksi para kritikus dan kaum pencinta sastra umumnya menunjukkan bahwa karya ini mengekspresikan pengalaman dan pemahaman yang menyeluruh tentang kehidupan (Teeuw, 1982).

Novel yang dikeluarkan pada tahun 1973 ini memaparkan tentang kebudayaan dan realitas pada zaman itu serta mengungkapkan bagaimana citra perempuan, yakni semua wujud dan gambaran perempuan dalam dunianya secara umum. Pada Sebuah Kapal merupakan pemberontakan atas kungkungan nilai-nilai dengan melepaskan segala ikatan warna dan bangsa serta cara perkawinan yang membuat manusia yang menciptakan nilai-nilai itu merasa bahagia. Pemberontakan untuk mencari kebebasan perempuan hingga menemukan eksistensinya sebagai orang yang merdeka berkehendak dan bertindak di tangan-tangan orang yang menyanjungnya diantaranya, Sri dikagumi oleh Yus si pelukis, dibujuk oleh Don Juan Basir, dirayu oleh Budi si wartawan, namun cintanya diserahkan pada Saputro meskipun akhirnya Saputro gugur sebelum mereka mencapai keinginan untuk menikah.


(12)

4

Dia menikah dengan Charles Vincent, seorang diplomat di kedutaan Prancis, dan bersamanya tinggal selama bertahun-tahun tanpa kebahagiaan di Jepang. Akhirnya dia bertemu dengan Michael di kapal yang membawanya ke Prancis, dan hubungan mereka menjadi intim. Sri dalam Pada Sebuah Kapal tidak hanya bebas menentukan pilihannya, tetapi juga merasa mempunyai hak yang sama dengan laki-laki, yang menimbulkan penyelewengan dari segi hukum dan adat. Namun demikian, hubungan antara Sri dengan Michael sama sekali tidak membuat Sri merasa berdosa, bahkan dia merasa menemukan kebahagiaan pada diri kekasihnya.

Namun, hal yang perlu ditekankan adalah bukan hanya buruknya sifat tokoh Sri yang berselingkuh dengan Michel karena mendapat perlakuan kasar dari suaminya, melainkan bagaimana dia sebagai perempuan Indonesia, terkhusus berbudaya Jawa, menunjukkan eksistensinya sebagai seorang perempuan yang tidak mudah ditindas. Dia ingin mendobrak budaya Timur yang mengesampingkan kebutuhan dan kepentingan serta menganggap perempuan sebagai warga kelas dua. Sri ingin menunjukkan bagaimana seorang perempuan yang bebas menentukan pilihan hidup dan menjadi dirinya sendiri tanpa adanya tekanan dari orang lain, terkhusus laki-laki yang menjerat kebatinannya, hingga ia bisa menikmati hidup seperti kaum laki-laki. Hal-hal tersebut mampu menunjukkan bagaimana citra seorang perempuan Indonesia seperti Sri, pada zamannya yg digambarkan Nh.Dini.

Penelitian ini berupaya memaparkan serta menggambarkan wujud citra tokoh perempuan dalam novel Pada Sebuah Kapal. Oleh karena itu, teori sastra yang dipandang cocok terhadap masalah tersebut adalah kajian sastra feminis, yaitu kritik sastra feminis yang menyoroti permasalahan perempuan sebagai tema sentral sehingga dunia perempuan itu merupakan objek atau pusat analisis.


(13)

5

Kritik tersebut meliputi hal-hal berikut ini.

1) Kajian perempuan tentang pandangan laki-laki terhadap perempuan dan

bagaimana perempuan dilukiskan.

2) Kajian tentang perempuan, tentang kreatifitas perempuan yang bersangkutan dengan potensinya di tengah tradisi kekuasaan laki-laki.

3) Kajian yang bersangkutan dengan penggunaan teori dalam penelitian

perempuan. (Ruihven dalam Sariyati, 1984: 24-58)

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, penulis tertarik melakukan penelitian terhadap novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini mengenai citra tokoh perempuan dengan menggunakan pisau bedah kritik sastra feminis.

B. Identifikasi Masalah

Penelitian diawali dengan adanya masalah. Menurut Rahmad (1991:10), “Masalah merupakan kondisi atau keadaan yang mengancam, mengganggu, menghambat, menyulitkan, dan menunjukkan adanya kesenjangan dari apa yang diharapkan”.

Masalah yang dipilih haruslah yang paling tepat dengan penelitian. Dalam penelitian banyak masalah yang timbul seperti yang dikatakan Wahyu (1992:42), bahwa :

Waktu melakukan identifikasi masalah akan dijumpai lebih dari satu masalah yang dianggap penting untuk diteliti. Pilihlah masalah tersebut yang dianggap relevan, tepat dan mempunyai pengaruh. Selanjutnya masalah tersebut dirumuskan secara eksplisit (tegas dan jelas) dalam urutan yang sesuai dengan itensitas atau efek yang berantai pengaruhnya, dari pengaruh yang sangat tinggi terhadap topik penelitian sampai kepada pengaruh relatif kecil.

Sehubungan dengan keterangan di atas, maka identifikasi masalah penelitian ini adalah:


(14)

6

1. Bagaimana citra tokoh perempuan yang menjadi gambaran-gambaran sikap

yang telah diambilnya?

2. Faktor-faktor apa saja membentuk citra tokoh perempuan dalam novel Pada Sebuah Kapal?

3. Bagaimana citra tokoh perempuan dapat menunjukkan eksistensi serta

kemandiriannya sebagai perempuan? C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan, maka masalah hanya dibatasi dengan menganalis citra tokoh perempuan berdasarkan indikator citra diri perempuan, yaitu citra fisis, psikis, dan sosial yang dialami oleh tokoh perempuan yang ada dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini.

Novel ini juga terdiri dari dua bagian, “penari” dan “pelaut”. Di bagian pertama, Sri, seorang perempuan Jawa, menjadi narator tokoh; di bagian kedua, Michel, seorang warga negara Perancis yang ditemui Sri pada perjalanan kapal dari Saigon ke Marseilles, mengambil alih peran tersebut. Namun, dalam penelitian ini dibatasi hanya pada bagian “penari” saja agar penelitian lebih terfokus dengan tokoh yang ada, terutama tokoh perempuan yang menjadi sorotan utamanya.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, yaitu bagaimana citra tokoh perempuan yang ditimbulkan oleh pikiran, pendengaran, penglihatan, perabaan, atau pengecapan tentang perempuan dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini ditinjau dari kritik sastra feminis?


(15)

7

E. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian harus ada tujuan penelitian yang jelas agar bisa diketahui sasaran yang ingin dicapai. Tujuan penelitian ini adalah:

1. Mendeskripsikan citra tokoh perempuan dalam novel Pada Sebuah Kapal

karya Nh. Dini

2. Faktor-faktor yang terkandung dalam citra tokoh perempuan novel Pada

Sebuah Kapal karya Nh. Dini. F. Manfaat Penelitian

Sebuah penelitian dilakukan supaya memberi manfaat yang diperoleh sebagai hasil penelitian. Maka setelah penelitian selesai diharapkan hasilnya memberikan manfaat antara lain:

1. Menambah wawasan peneliti dalam meneliti sastra terutama dalam

pengungkapan citra tokoh perempuan yang terkandung dalam novel

2. Menambah pemahaman tentang konflik-konflik perempuan serta dampaknya

hingga menggambarkan citranya

3. Sebagai pengembangan dan pendalaman terhadap novel Pada Sebuah Kapal

karya Nh. Dini

4. Sebagai referensi dalam kegiatan penelitian sastra, khususnya sastra feminis 5. Sebagai bahan tambahan terhadap apresiasi karya sastra khususnya tentang


(16)

43

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN

Novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini merupakan satu novel yang mengandung citra perempuan yang menarik untuk dibahas. Di dalamnya terkandung citra fisis, psikis, dan sosial perempuan yang menggambarkan bahwa perempuan juga mampu menjadi mahluk yang selaras dengan laki-laki, meskipun ada beberapa hal yang tidak bisa untuk diingkari. Mereka bisa melakukan beberapa kegiatan dengan serius dalam waktu yang sama, kedisiplinan yang kuat, serta bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan. Perempuan juga memiliki sosialisasi yang tinggi terhadap orang-orang di sekitarnya sehingga dengan cepat mampu menyesuaikan diri dengan orang lain.

Namun, tokoh utama perempuan yang kerap ingin menunjukkan eksistensinya, melakukan segala sesuatu yang tidak patut dia lakukan. Dia menyerahkan keperawanannya sebelum waktunya, menikah dengan bangsa lain tanpa persetujuan keluarga serta dia berselingkuh dengan laki-laki lain karena kehidupan rumah tangganya tidak berbahagia. Hal-hal itulah yang tidak patut dilakukan dan ditiru, meskipun pada zaman sekarang sudah tidak jarang ditemukan hal yang sama.

Penelitian menggambarkan bagaimana citra tokoh perempuan dalam novel pada angkatan Nh. Dini. Beliau menggambarkan ketertindasan tokoh perempuan yang kerap nyata dengan apa yang terjadi dalam kehidupan nyata. Meskipun perempuan berusaha bangkit, ada saja yang menyebabkan pandangan-pandangan bahwa perempuan tetap menjadi mahluk kelas dua serta dihubungkan bahwa perbuatannya tidak relevan dengan kodrat sebagai seorang perempuan. Padahal


(17)

44

usaha-usaha tersebut hanyalah menunjukkan bahwa perempuan merasa jenuh dengan tanggapan yang menyatakan mereka adalah mahluk lemah.

Penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak kalimat yang menunjukkan citra perempuan dalam aspek sosial daripada aspek fisis dan psikis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra tokoh perempuan yang terdapat dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini sebanyak 81 kalimat. Dengan rincian: citra tokoh perempuan pada aspek fisis sebanyak 24 buah; citra tokoh perempuan pada aspek psikis sebanyak 26 buah; citra tokoh perempuan pada aspek sosial sebanyak 31 buah.

B. Saran

Adapun saran-saran yang dapat diberikan yang berkaitan dengan skripsi yang berjudul Citra Tokoh Perempuan dalam Novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini dengan kajian sastra feminis adalah sebagai berikut.

1. Hasil penelitian yang berupa wujud analisis citra tokoh perempuan sebagai objek yang dikaji diharapkan dapat menjadi bahan masukan maupun alternatif untuk penelitian lanjutan, khususnya penelitian yang besangkut paut dengan kritik sastra feminis yaitu pemahaman tentang anggapan bahwa pada dasarnya jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan, berpengaruh besar dalam proses analisis masalah, khususnya dalam analisis karya sastra.

2. Penelitian ini dapat diharapkan menambah dan memperluas wawasan pembaca serta membentuk citra perempuan yang lebih maju dan kuat dalam menghadapi hidupnya serta bijak untuk menentukan apa yang terbaik untuk dilakukannya. Pendobrakan anggapan-anggapan bahwa perempuan merupakan mahluk yang lemah harus disertai dengan pengetahuan serta


(18)

45

norma-norma yang berlaku dalam lingkungan, agama, serta adat-istiadatnya. Perempuan tidak bisa hanya menggunakan keegoisannya melakukan pembaharuan, terutama yang menjadi penilaian akhir bagi semua kaumnya. 3. Setiap individu pasti berbeda watak, sifat dan sikap dalam pergaulan sehari-hari ataupun dalam memandang banyak hal di kehidupan. Sejalan dengan hal ini, bila terjadi sesuatu yang menimbulkan perbedaan pandangan, tentulah lebih menafsirkan hal itu sebagai warna-warni dalam kehidupan dan bukan suatu penolakan yang menjadi pemicu terjadinya ketidakterimaan terhadap isi dan pesan yang terdapat dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini.


(1)

Kritik tersebut meliputi hal-hal berikut ini.

1)

Kajian perempuan tentang pandangan laki-laki terhadap perempuan dan

bagaimana perempuan dilukiskan.

2)

Kajian tentang perempuan, tentang kreatifitas perempuan yang bersangkutan

dengan potensinya di tengah tradisi kekuasaan laki-laki.

3)

Kajian yang bersangkutan dengan penggunaan teori dalam penelitian

perempuan. (Ruihven dalam Sariyati, 1984: 24-58)

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, penulis tertarik melakukan

penelitian terhadap novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini mengenai citra tokoh

perempuan dengan menggunakan pisau bedah kritik sastra feminis.

B. Identifikasi Masalah

Penelitian diawali dengan adanya masalah. Menurut Rahmad (1991:10),

“Masalah merupakan kondisi atau keadaan yang mengancam, mengganggu,

menghambat, menyulitkan, dan menunjukkan adanya kesenjangan dari apa yang

diharapkan”.

Masalah yang dipilih haruslah yang paling tepat dengan penelitian. Dalam

penelitian banyak masalah yang timbul seperti yang dikatakan Wahyu (1992:42),

bahwa :

Waktu melakukan identifikasi masalah akan dijumpai lebih dari satu masalah

yang dianggap penting untuk diteliti. Pilihlah masalah tersebut yang dianggap

relevan, tepat dan mempunyai pengaruh. Selanjutnya masalah tersebut

dirumuskan secara eksplisit (tegas dan jelas) dalam urutan yang sesuai dengan

itensitas atau efek yang berantai pengaruhnya, dari pengaruh yang sangat tinggi

terhadap topik penelitian sampai kepada pengaruh relatif kecil.

Sehubungan dengan keterangan di atas, maka identifikasi masalah penelitian

ini adalah:


(2)

1.

Bagaimana citra tokoh perempuan yang menjadi gambaran-gambaran sikap

yang telah diambilnya?

2.

Faktor-faktor apa saja membentuk citra tokoh perempuan dalam novel Pada

Sebuah Kapal?

3.

Bagaimana citra tokoh perempuan dapat menunjukkan eksistensi serta

kemandiriannya sebagai perempuan?

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan, maka masalah

hanya dibatasi dengan menganalis citra tokoh perempuan berdasarkan indikator citra

diri perempuan, yaitu citra fisis, psikis, dan sosial yang dialami oleh tokoh perempuan

yang ada dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini.

Novel ini juga terdiri dari dua bagian, “penari” dan “pelaut”. Di bagian

pertama, Sri, seorang perempuan Jawa, menjadi narator tokoh; di bagian kedua,

Michel, seorang warga negara Perancis yang ditemui Sri pada perjalanan kapal dari

Saigon ke Marseilles, mengambil alih peran tersebut. Namun, dalam penelitian ini

dibatasi hanya pada bagian “penari” saja agar penelitian lebih terfokus dengan tokoh

yang ada, terutama tokoh perempuan yang menjadi sorotan utamanya.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka masalah dalam penelitian ini

dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, yaitu bagaimana citra tokoh perempuan yang

ditimbulkan oleh pikiran, pendengaran, penglihatan, perabaan, atau pengecapan

tentang perempuan dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini ditinjau dari

kritik sastra feminis?


(3)

E. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian harus ada tujuan penelitian yang jelas agar bisa diketahui

sasaran yang ingin dicapai. Tujuan penelitian ini adalah:

1.

Mendeskripsikan citra tokoh perempuan dalam novel Pada Sebuah Kapal

karya Nh. Dini

2.

Faktor-faktor yang terkandung dalam citra tokoh perempuan novel Pada

Sebuah Kapal karya Nh. Dini.

F. Manfaat Penelitian

Sebuah penelitian dilakukan supaya memberi manfaat yang diperoleh sebagai

hasil penelitian. Maka setelah penelitian selesai diharapkan hasilnya memberikan

manfaat antara lain:

1.

Menambah wawasan peneliti dalam meneliti sastra terutama dalam

pengungkapan citra tokoh perempuan yang terkandung dalam novel

2.

Menambah pemahaman tentang konflik-konflik perempuan serta dampaknya

hingga menggambarkan citranya

3.

Sebagai pengembangan dan pendalaman terhadap novel Pada Sebuah Kapal

karya Nh. Dini

4.

Sebagai referensi dalam kegiatan penelitian sastra, khususnya sastra feminis

5.

Sebagai bahan tambahan terhadap apresiasi karya sastra khususnya tentang


(4)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN

Novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini merupakan satu novel yang

mengandung citra perempuan yang menarik untuk dibahas. Di dalamnya terkandung

citra fisis, psikis, dan sosial perempuan yang menggambarkan bahwa perempuan juga

mampu menjadi mahluk yang selaras dengan laki-laki, meskipun ada beberapa hal

yang tidak bisa untuk diingkari. Mereka bisa melakukan beberapa kegiatan dengan

serius dalam waktu yang sama, kedisiplinan yang kuat, serta bertanggung jawab

terhadap apa yang dilakukan. Perempuan juga memiliki sosialisasi yang tinggi

terhadap orang-orang di sekitarnya sehingga dengan cepat mampu menyesuaikan diri

dengan orang lain.

Namun, tokoh utama perempuan yang kerap ingin menunjukkan

eksistensinya, melakukan segala sesuatu yang tidak patut dia lakukan. Dia

menyerahkan keperawanannya sebelum waktunya, menikah dengan bangsa lain tanpa

persetujuan keluarga serta dia berselingkuh dengan laki-laki lain karena kehidupan

rumah tangganya tidak berbahagia. Hal-hal itulah yang tidak patut dilakukan dan

ditiru, meskipun pada zaman sekarang sudah tidak jarang ditemukan hal yang sama.

Penelitian menggambarkan bagaimana citra tokoh perempuan dalam novel

pada angkatan Nh. Dini. Beliau menggambarkan ketertindasan tokoh perempuan

yang kerap nyata dengan apa yang terjadi dalam kehidupan nyata. Meskipun

perempuan berusaha bangkit, ada saja yang menyebabkan pandangan-pandangan

bahwa perempuan tetap menjadi mahluk kelas dua serta dihubungkan bahwa

perbuatannya tidak relevan dengan kodrat sebagai seorang perempuan. Padahal


(5)

usaha-usaha tersebut hanyalah menunjukkan bahwa perempuan merasa jenuh dengan

tanggapan yang menyatakan mereka adalah mahluk lemah.

Penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak kalimat yang menunjukkan citra

perempuan dalam aspek sosial daripada aspek fisis dan psikis.

Hasil penelitian

menunjukkan bahwa citra tokoh perempuan yang terdapat dalam novel Pada

Sebuah Kapal karya Nh. Dini sebanyak 81 kalimat. Dengan rincian: citra tokoh

perempuan pada aspek fisis sebanyak 24 buah; citra tokoh perempuan pada aspek

psikis sebanyak 26 buah; citra tokoh perempuan pada aspek sosial sebanyak 31

buah.

B.

Saran

Adapun saran-saran yang dapat diberikan yang berkaitan dengan skripsi

yang berjudul Citra Tokoh Perempuan dalam Novel Pada Sebuah Kapal karya

Nh. Dini dengan kajian sastra feminis adalah sebagai berikut.

1. Hasil penelitian yang berupa wujud analisis citra tokoh perempuan

sebagai objek yang dikaji diharapkan dapat menjadi bahan masukan maupun

alternatif untuk penelitian lanjutan, khususnya penelitian yang besangkut

paut dengan kritik sastra feminis yaitu pemahaman tentang

anggapan bahwa

pada dasarnya jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan, berpengaruh besar

dalam proses analisis masalah, khususnya dalam analisis karya sastra.

2. Penelitian ini dapat diharapkan menambah dan memperluas wawasan

pembaca serta membentuk citra perempuan yang lebih maju dan kuat dalam

menghadapi hidupnya serta bijak untuk menentukan apa yang terbaik untuk

dilakukannya. Pendobrakan anggapan-anggapan bahwa perempuan


(6)

norma-norma yang berlaku dalam lingkungan, agama, serta adat-istiadatnya.

Perempuan tidak bisa hanya menggunakan keegoisannya melakukan

pembaharuan, terutama yang menjadi penilaian akhir bagi semua kaumnya.

3. Setiap individu pasti berbeda watak, sifat dan sikap dalam pergaulan

sehari-hari ataupun dalam memandang banyak hal di kehidupan. Sejalan

dengan hal ini, bila terjadi sesuatu yang menimbulkan perbedaan pandangan,

tentulah lebih menafsirkan hal itu sebagai warna-warni dalam kehidupan dan

bukan suatu penolakan yang menjadi pemicu terjadinya ketidakterimaan

terhadap isi dan pesan yang terdapat dalam novel Pada Sebuah Kapal karya

Nh. Dini.