RUMUSAN INDIKATOR PERBAIKAN TATA KELOLA

Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi 2014 (SeNASTi 2014)
Hotel Sahid Jaya Makassar, 12 Mei 2014

ISSN: 2355-536X

RUMUSAN INDIKATOR PERBAIKAN TATA KELOLA TI PADA PROSES
MEMASTIKAN LAYANAN TI TERSEDIA SESUAI DENGAN YANG DI
HARAPKAN BERDASARKAN FRAMEWORK COBIT 4.1
STUDI KASUS : HOTEL COKLAT MAKASSAR
Irfan AP
Program Studi Sistem Informasi, STMIK KHARISMA Makassar
Email: irfan@kharisma.ac.id

Abstrak
Penerapan Tata Kelola Teknologi Informasi sudah berkembang seiring dengan kebutuhan
akan Teknologi Informasi itu sendiri. Penggunaan TI bukan lagi sekedar mempermudah
pekerjaan rutin namun telah berkembang menjadi suatu strategi dalam berkompetisi
memberikan pelayanan yang terbaik. Hotel Coklat Makassar dalam hal ini tataran
manajemen, menyadari akan pentingnya IT dalam menunjang pelayanan serta salah satu
strategi dalam persaingan di industri perhotelan. Tata Kelola TI di Hotel Coklat telah
diterapkan berkaitan dengan proses Memastikan Layanan TI Tersedia Sesuai Dengan yang

Di Harapkan.
Penelitian ini merupakan kelanjutan dari Penerapan Tata Kelola TI di Hotel Coklat yang
telah berhasil memetakan kondisi saat ini (as-is) dan kondisi yang diharapkan (to-be).
Dimana pada fokus penelitian ini yaitu bagaimana merumuskan langkah-langkah
perbaikan yang harus/ perlu diterapkan dalam rangkah memenuhi harapan dari Tata Kelola
TI di Hotel Coklat Makassar berdasarkan Proses TI DS 4 dari framework CobIT 4.1.
Berdasarkan analisa as-is dan to-be serta gap-analysis yang telah diperoleh pada Tata
Kelola TI di Hotel Coklat Makassar yang kondisinya berada pada level initial/ad-hoc
untuk atribut AC, PPP,TA, dan SE. Serta level repeatable but intuitive untuk atribut RA
dan GSM. Dibutuhkan 10 indikator perbaikan hingga target sasaran kondisi Tata Kelola TI
yang diharapkan yaitu pada level defined pada atribut PPP, TA dan RA. Serta level
manage and measurable untul tribut AC, SE, serta GSM dapat dicapai dan sesuai harapan.
Hasil ini juga diharpakan sebagai acuan prosedur yang jelas dan terukur untuk memastikan
ketersedian layanan TI sesuai dengan yang diharapkan di Hotel Coklat Makassar.
Keyword: Tata Kelola TI, DS 4, CobIT, Rumusan Perbaikan.

1 PENDAHULUAN
Beragamnya pelanggan suatu hotel khususnya pelanggan yang memanfaatkan layanan
reservasi online hotel, jelas memiliki harapan yang tinggi akan ketersediaan dan


267

Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi 2014 (SeNASTi 2014)
Hotel Sahid Jaya Makassar, 12 Mei 2014

ISSN: 2355-536X

kehandalan layanan online yang di tawarkan. Hal ini jelas membutuhkan jaminan layanan
yang optimal baik dari sisi infrastruktur maupun layanan reservasi onlinennya. Mengacu
pada hal tersebut diatas pengelola hotel berkepentingan untuk senantiasa melakukan
evaluasi kinerja terhadap penerapan Teknologi Informasi, agar tetap dapat optimal
sehingga layanan kepada pelanggan sesuai dengan jaminan layanan yang diberikan
berdasarkan kebijakan SLA (Service Level Agreement).
Hotel Coklat Makassar adalah salah satu hotel yang menerapkan layanan reservasi
online untuk menunjang operasional hotel, dalam upaya meningkatkan Tata Kelola
Teknologi Informasi untuk mendukung kelancaran operasional serta layanan yang
diberikan kepada pelanggan, menetapkan kebijakan strategis untuk melakukan identifikasi
serta evaluasi kinerja Teknologi Informasi sebagai pertanggung jawaban atas layanan yang
ditawarkan/ diberikan terfokus pada ketersediaan layanan sesuai dengan yang diharapkan.
Penelitian ini menghasilkan informasi mengenai kondisi tata kelola TI hotel coklat

Makassar saat ini (as-is) umumnya berada pada tingkatan initial/adhoc keculai pada atribut
RA dan GSM yang berada pada tingkatan repeatable but intuitive. Adapun kondisi tata
kelola Ti yang diharapkan terbagi atas 2 (dua) kelompok yaitu kelompok yang berada di
tingkatan defined meliputi atribut PPP, TA, dan RA. Kelompok lainnya berada pada
kondisi yang diharapkan pada tingkatan managed and measurable meliputi atribut AC, SE,
dan GSM.
Dari analisa kedua kondisi kematangan menunjukkan adanya kesenjangan (gap)
kondisi penerapan proses DS 4 yaitu adanya variasi besaran kesenjangan antara 2 hingga 3
tingkatan kematangan, sebagaimana tersaji pada Tabel berikut.
Tabel 1. Nilai Kesenjangan Kondisi As-Is dan To-Be

Nilai kesenjangan yang berbeda-beda untuk masing-masing atribut kematangan,
dibutuhkan strategi khusus agar setiap atribut dapat berada dikondisi tingkat kematangan
268

Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi 2014 (SeNASTi 2014)
Hotel Sahid Jaya Makassar, 12 Mei 2014

ISSN: 2355-536X


yang sama, sehingga dapat dilakukan aktivitas perbaikan untuk mencapai tingkat
kematangan yang diharapkan secara bersama-sama.
2 METODE PENELITIAN

MULAI

Pengolahan Data

Analisa data

Uji Validasi dan Reliabilitas
(Untuk mengukur konsistensi dari proses yang
dilakukan, serta menguji korelasi antara

Analisa Kesenjangan (Gap)

Analisa Tingat Kematangan
(Sesuai acuan CobIT tingkat kondisi saat

(Untuk mengetahui bagian mana proses


ini (as-is) dianalisa, demikian juga halnya

TI yang sudah baik dan bagian mana
dengan kondisi yang diharapkan (to-be).
yang proses TI membutuhkan perhatian
Sehingga kondisi saat ini dapat
untuk peningkatan agar sesuai dengan

Perumusan Strategi Perbaikan (Proses untuk pemetaan strategi
perbaikan yang dibutuhkan dalam proses perbaikan atau tindak
lanjut jangka panjang) Kerangka kerja CobIT 4.1

Kesimpulan dan Saran
(Kesimpulan dari penelitian dan
saran untuk penelitian lebih lanjut)

SELESAI

Gambar 1. Alur Penelitian


269

Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi 2014 (SeNASTi 2014)
Hotel Sahid Jaya Makassar, 12 Mei 2014

ISSN: 2355-536X

3 HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil analisa kematangan yang telah diperoleh, berdasarkan input dari RACI
Chart.
Tabel 2 Raci Chart
RACI Roles
Chief Executive Officer (CEO
Chief Information Officer (CIO)
Head Development (H.D)
Head Operations (H.O)
Project Manajemen Officer (P.M.O)

Organization Roles

General Manager
IT Support & Enginer
Dept. Sales Manager
Front Office / FB .HK
Kasir
Administrasi
Jumlah Staf Terkait

Number of
1
2
5
5
2
1
16

Diperoleh hasil rekapitulasi sebagai berikut:
Tabel 3. Rekapitulasi kuesioner


Sumber : data primer

Dari hasil analisa diperoleh hasil tingkat kematangan untuk masing-masing atribut
kematangan yaitu:
Tabel 4 Tingkat kematangan
No.

ATRIBUT

1
2
3
4
5
6

AC
PPP
TA
SE

RA
GSM

NILAI KEMATANGAN
AS-IS
1,88
1,81
1,88
1,94
2,06
2,44

TO-BE
4,19
3,88
3,21
4,06
3,74
4,31


270

TINGKAT KEMATANGAN
AS-IS
1
1
1
1
2
2

TO-BE
4
3
3
4
3
4

Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi 2014 (SeNASTi 2014)

Hotel Sahid Jaya Makassar, 12 Mei 2014

ISSN: 2355-536X

Tingkat kematangan saat ini dan yang diharapkan pada proses DS 4 akan menentukan
tingkat kematangan pengelolaan TI di Hotel Coklat Makassar, yang dapat dipresentasikan
dalam bentuk grafik laba-laba/ spider chart (ISACA, reporting techniques, 2007)
sebagaimana Gambar 2.

Gambar 2 Representasi Tingkat Kematangan pada Proses DS 4
3.1 Indikator Perbaikan
Pendekatan strategi yang dilakukan adalah rekomendasi perbaikan untuk atribut
AC, PPP, TA, dan SE agar terlebih dahulu dilakukan sehingga berada pada tingkat
kematangan 2 (initial/ adhoc) sebagaimana yang telah dicapai oleh atribut RA dan GSM.
Saat seluruh atribut berada ditingkat kematangan 2, rekomendasi perbaikan diterapkan
pada seluruh atribut agar bersama-sama ditingkatkan ke tingkat kematangan 3 (defined).
Jika seluruh atribut sudah berada di tingkat kematangan 3, selanjutnya rekomendasi
perbaikan diterapkan pada atribut AC, SE, dan GSM untuk mencapai tingkat kematangan 4
(managed and measurable), kecuali atribut PPP, TA, dan RA karena kedua atribut tersebut
hanya diharapkan berada pada tingkat kematangan 3.
Perumusan strategi perbaikan dibagi atas 10 bagian utama yang mengacu pada kerangka
CobIT
3.1.1 Kerangka keberlanjutan
Membangun sebuah kerangkakerja keberlanjutan TI untuk mendukung pengelolaan
keberlanjutan bisnis perusahan dengan pendekatan proses yang konsisten. Tujuan dari
kerangkakerja seharusnya untuk membantu menetapkan ketahanan dari infrastruktur dan
271

Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi 2014 (SeNASTi 2014)
Hotel Sahid Jaya Makassar, 12 Mei 2014

ISSN: 2355-536X

mengarahkan pengembangan kearah pemulihan bencana serta kemungkinan perencanaan
TI.
3.1.2 Rencana TI yang berkelanjutan
Membangun rencana TI yang berkelanjutan berdasarkan pada kerangka kerja dan
dirancang untuk mengurangi dampak utama dari gangguan pada fungsi dan proses bisnis
vital. Rencana seharusnya berdasarkan pada pemahaman resiko dari potensi dampak bisnis,
dan menuju pada kebutuhan untuk ketahanan, proses alternatif, serta kapabilitas pemulihan
dari seluruh layanan TI yang vital.
3.1.3 Sumberdaya TI vital
Perhatian terfokus pada spesifikasi item yang sangat vital pada perencanaan TI
yang berkelanjutan untuk membangun ketahanan dan menyusun prioritas situasi perbaikan.
3.1.4 Perawatan Rencana TI yang Berkelanjutan
Mendorong pengelolaan TI untuk mendefinisikan dan mengeksekusi prosedur
kontrol perubahan untuk memastikan bahwa rencana TI yang berkelanjutan tetap up-todate dan merefleksikan keberlanjutan kebutuhan bisnis yang aktual.
3.1.5 Pengujian Rencana TI yang Berkelanjutan
Pengujian rencana TI yang berkelanjutan secara reguler untuk memastikan sistem
TI dapat dipulihkan secara efektif, kekurangan ditangani dan rencana selanjutnya yang
relevan.
3.1.6 Pelatihan Rencana TI yang Berkelanjutan
Menyediakan semua kegiatan yang berkaitan dengan rencana TI yang
berkelanjutan, secara regular sesuai dengan prosedur serta aturan dan tanggung jawab akan
insiden dan bencana.
3.1.7 Distribusi Rencana TI yang Berkelanjutan
Menentukan definisi dan mengelola ketersediaan strategi distribusi untuk
memastikan bahwa rencana tersebut tepat dan aman didistribusikan serta tersedia secara
tepat.
3.1.8 Pemulihan Layanan TI dan Kelanjutannya
Rencana tindak lanjut diambil pada periode perbaikan TI dan memulai kembali
layanan. Hal ini termasuk pengaktifan tempat cadangan, inisiasi terhadap proses alternatif.

272

Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi 2014 (SeNASTi 2014)
Hotel Sahid Jaya Makassar, 12 Mei 2014

ISSN: 2355-536X

3.1.9 Media Penyimpanan Cadangan di Tempat Lain
Penyimpanan media cadangan ditempat lain untuk semua sumber daya vital, untuk
pemulihan TI dan rencana layanan bisnis yang berkelanjutan.
3.1.10 Review Pasca Langkah Lanjutan
Memastikan pengelolaan TI telah memiliki prosedur untuk menilai kecukupan dari
rencana berkaitan dengan kesuksesan langah lanjutan dari fungsi TI setelah kejadian
bencana serta perencanaan update.
4 KESIMPULAN
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi saat ini untuk Tata kelola
layanan reservasi online Hotel Coklat Makassar adalah :
Kondisi tata kelola TI saat ini masih dominan berada pada tingkatan initial/ AdHoc.
Walau ada beberapa atribut yaitu RA dan GSM berada tingkatan repeatable but
intiutive.
Kondisi tata kelola yang dikehendaki berada pada tingkatan defined untuk atribut PPP,
TA, dan RA. Serta tingkatan managed and measurable pada atribut AC, SE, dan GSM.
Kebutuhan akan dokumen acuan penerapan tata kelola sangat dibutuhkan, agar
penerapan layanan TI di Hotel Coklat Makassar dapat lebih optimal.
DAFTAR PUSTAKA
[1] IT Governance Institute (ITGI), IT Governance Implementation Guide, Using CobIT
and Val IT, Illinois, 2007
[2] IT Governance Institute (ITGI), Understanding How Business Goals Drive IT Goals,
Executive Briefing, Illinois, 2008
[3] Moeller, Robert R, IT Audit, Control and security, Jon Wiley & Sons, Inc., Hoboken,
New Jersey, 2010.
[4] Van Grembergen, Wim, Implementing Information Technology Governance: Model,
practice and cases, IGI Publishing, Chocolate Avenue, Hershey PA, 2008.

[5] Walter Baets, “aligning information system with business strategy”, Lovanium
International management Center, La Hulpe, Belgium, 1999.
[6] Gary Hardy, “Using IT Governance and CobIT to deliver value with IT and respond to
legal, regulatory and compliance challenges”, Elsevier Ltd, 2006

273

Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi 2014 (SeNASTi 2014)
Hotel Sahid Jaya Makassar, 12 Mei 2014

ISSN: 2355-536X

[7] AP, Irfan, Joko Lianto B, Tata Kelola TI untuk Proses Pengelolaan Layanan Pihak
Ketiga pada Penyedia Web Hosting MakassarTECH Dotcom Menggunakan CobIT
4.0, Prosiding Seminar Nasional XV MMT-ITS, 2012.
[8] AP, Irfan, Penyelarasan Tujuan Bisnis dan Tujuan Teknologi Informasi

Untuk

Pemilihan Proses Evaluasi dalam Internal Kontrol TI Berdasarkan Control Objective
for Information and Related Technology (CobIT), SEMANTIK 2013, Semarang.

274