BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pra-Rancangan Pabrik Pembuatan Fosgen dari Karbonmonoksida dan Gas Klor dengan Kapasitas 9.000 Ton/Tahun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Fosgen

  Fosgen (COCl

  2 ) pada suhu kamar dan tekanan atmosfir berupa gas reaktif

  tidak berwarna. Senyawa fosgen ini pertama kali dibuat pada tahun 1812 oleh John Davy dengan reaksi dari karbon monoksida dan gas klor sebagai bahan baku dan karbon aktif sebagai katalisatornya. Konsumsi kebutuhan dunia akan fosgen saat ini adalah 5-6.10

  6

  ton/tahun. Fosgen dapat dibuat dari karbonmonoksida, hidrokarbon terhalogenasi, material karbon, karbondioksida, karbonsulfida, dan dari senyawa oksigen lainnya (Cotarca & Eckert, 2003). Secara luas fosgen digunakan sebagai bahan intermediate yang penting, digunakan dalam pembuatan bahan kimia lainnya pada pabrik yang berbeda (Kirk & Othmer,1991).

  Fosgen diproduksi secara komersial dengan reaksi uap-cair eksotermik yang tinggi dari gas klorin anhydrat dengan karbonmonoksida kemurnian tinggi dengan katalis karbon aktif, dengan kondisi enthalpy pembentukan -107,6 kJ/mol dan dibutuhkan perpindahan panas yang efisien (Cotarca & Eckert, 2003).

  Berbagai kegunaan fosgen adalah sebagai berikut :

  1. Digunakan dalam pembuatan polyurethane yaitu dalam pembentukan isocyanat. Kegunaan polyurethane antara lain : a. Automotif dalam pembuatan tempat duduk dan sandaran kepala

  b. Perabotan dan dekorasi rumah, seperti insulator pada konstruksi rumah dan material lantai.

  c. Peralatan olahraga, seperti pembuatan roda pada in line skates dan roler blade, juga pembuatan tali pada raket tenis.

  d. Lem, untuk perekat kayu seperti Gorilla Glue

  e. Pernis, sebagai pelapis terakhir untuk melapisi kayu

  f. Thermoset, sebagai pelapis terhadap abrasi dalam industri pertambangan, trasnportasi, dan pemrosesan kertas (Anonim, 2012b).

  2. Digunakan dalam produksi chloroformic dan carbonate ester sebagai produk intermediet pembuatan parfum, herbisida, insektisida dan keperluan farmasi (Kirk & Othmer,1991).

2.2 Sifat-Sifat Bahan Baku dan Produk

2.2.1 Bahan Baku

  3

  2

  Cl

  b. Sifat kimia (Anonim, 2012d) : 1) Bereaksi dengan CO membentuk fosgen

  7) Temperatur kritis : -144°C

  3

  6) Densitas cair pada titik didih : 1,5625 g/cm

  C) : 3,213 kg/m

  a. Sifat Fisika (Anonim, 2012d) : 1) Fasa : cair 2) Berat molekul : 70,914 kg/kmol 3) Titik didih (1 atm) : -34,04°C 4) Titik leleh (1 atm) : -101,5°C 5) Densitas gas (1 atm, 0

  2

  )

  1. Gas Klor (Cl

  chlorinating agent (Ullman, 2005)

  5. Dalam industri kaca/gelas fosgen digunakan sebagai bleaching sand dan

  4. Dalam kimia anorganik fosgen digunakan dalam produksi aluminium chloride

  c. Bahan elektronik sebagai electric connector, outlet box dan kabel jaringan telepon d. Bahan perabotan digunakan untuk membuat meja, kursi termasuk botol susu (Kirk & Othmer,1991).

  b. Automotif dalam pembuatan busa pada interior mobil dan bemper

  a. Optical Disc dalam pembuatan CD dan DVD

  dhipenyl carbonate. Kegunaan polycarbonate antara lain :

  3. Untuk pembuatan plastik polycarbonate yaitu dengan mereaksikan fosgen dengan Bhispenol A (BPA) secara langsung atau tidak langsung melalui

  2

  • CO → COCl

  2

  4

  → CH

  2) Bereaksi dengan methana membentuk methylchloride Cl

  • CH

3 Cl + HCl

  2. Karbon Monoksida (CO)

  a. Sifat Fisika (Anonim, 2012h) : 1) Fasa : gas 2) Berat molekul : 28,010 kg/kmol 3) Titik didih (1 atm) : -191,52°C 4) Titik leleh (1atm) : -205,02°C

  3

  5) Densitas gas (1 atm, 0

  C) : 1,25 kg/m

  3

  6) Densitas cair : 789 kg/m 7) Temperatur kritis : -140,24°C

  b. Sifat kimia (Anonim, 2012h) : 1) Bereaksi dengan methylamine membentuk dimethyl formamide

  3

  2

  3

  NH → (CH 2) Bereaksi dengan methanol membentuk asam asetat

  2 CO + (CH ) ) NHCO

  3

  OH → CH 3) Bereaksi dengan formaldehid membentuk asam glikol

3 CO + CH COOH

  CO + HCHO→ HOCH

2 COOH

  3. Propana (C

  3 H 8 )

  a. Sifat Fisika (Anonim, 2012l) : 1) Fasa : cair 2) Berat molekul : 44,1 kg/kmol 3) Titik didih (1 atm) : -42,1°C 4) Titik leleh (1atm) : -188°C

  3

  5) Densitas gas (1 atm, 0

  C) : 2,0098 kg/m

  3

  6) Densitas cair : 581,2 kg/m

  b. Sifat kimia (Anonim, 2012l) : 1) Reaksi pembakaran sempurna dengan udara menghasilkan air dan karbondioksida

  C H + 5O +4H O + panas

  3

  8

  2

  2

  2

  → 3CO 2) Reaksi pembakaran tak sempurna dengan udara menghasilkan air, karbonmonoksida, karbondioksida dan karbon

  2C

  3 H 8 + 7O

  2

2 + 2CO + 2C + 8H

  2 O + panas

  → 2CO

  4. Toluena (C

  7 H 8 )

  a. Sifat Fisika (Anonim, 2012p) : 1) Fasa : cair 2) Berat molekul : 92,13 kg/kmol 3) Titik didih (1 atm) : 110,625°C 4) Titik leleh (1atm) : -94,991°C

  3

  5) Densitas cair : 863,1 kg/m

  b. Sifat kimia (Anonim, 2012p) : 1) Reaksi dengan klorin dengan katalis FeCl menghasilkan isomer orto

  3 dan para klorotoluen.

  2) Reaksi dengan kalium permanganate dan asam kuat (seperti asam sulfat) menghasilkan asam benzoate dimana reaksinya dengan kromil klorida akan menghasilkan benzaldehid.

2.2.2. Produk

  2

  1. Fosgen (COCl )

  a. Sifat fisis (Anonim, 2012e) : 1) Fasa : cair 2) Berat molekul : 98,92 kg/kmol 3) Titik didih : 8,3°C 4) Titik leleh : -118°C 5) Densitas gas (15°C) : 4,248 g/L

  3

  6) Densitas cair (0°C) : 1,432 g/cm 7) Temperatur kritis : 181,89°C

  b. Sifat kimia (Anonim, 2012e) : 1) Bereaksi dengan alumunium bromide membentuk carbonyl dan aluminium chloro bromide

  3

  2

  2

  → COBr 2) Bereaksi dengan alkohol membentuk ester

  2 AlBr + COCl + AlCl Br

  2

  →ROCCl 3) Bereaksi dengan amina sekunder membentuk carbonyl chloride

  2 R-OH + COCl O + HCl

  2

  2

  2

  → RNCCl

  2 R NH + COCl O + HCl

  2

  2. Fosgen Solution (COCl )

  a. Sifat fisis (Anonim, 2012m) : 1) Fasa : cair 2) Berat molekul : 98,92 kg/kmol 3) Titik didih : 8,3°C 4) Titik leleh : -118°C 5) Densitas gas (15°C) : 4,248 g/L 6) Densitas cair (20°C) : 0,91 g/ml 7) Temperatur kritis : 181,89°C

  b. Sifat kimia (Anonim, 2012e) : 1) Bereaksi dengan alumunium bromide membentuk carbonyl dan aluminium chloro bromide

  3

  2

  2

  → COBr 2) Bereaksi dengan alkohol membentuk ester

  2 AlBr + COCl + AlCl Br

  2

  →ROCCl 3) Bereaksi dengan amina sekunder membentuk carbonyl chloride

  2 R-OH + COCl O + HCl

  2

  2

  2

  → RNCCl

  2 R NH + COCl O + HCl

2.3 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk

2.3.1 Spesifikasi Bahan Baku Utama

  1. Gas Klor (Anthony, 1996)

  2

  a. Rumus Molekul : Cl

  b. Berat Molekul : 70,914

  c. Fase : cair

  d. Kemurnian : 99,8%

  2. Karbon Monoksida (Anthony, 1996)

  a. Rumus Molekul : CO

  b. Berat Molekul : 28,010

  c. Fase : gas

  d. Kemurnian : 99%

  2.3.2 Spesifikasi bahan pembantu

  a. Rumus Molekul : COCl

  2. Oksidasi Proses pembuatan fosgen dilakukan pada fase gas dengan mereaksikan gas asam klorida, udara dan karbonmonoksida dengan senyawa yang mengandung CuCl, KCl dengan atau tanpa mengandung metal klorida sebagai senyawa pertukaran

  uncondensable gas dikontakkan dengan pelarut untuk mengambil sisa fosgen, sementara uncondensable gas dibakar dan dibuang ke udara (Ullman, 2005).

  C. Reaktor dilengkapi dengan pendingin karena reaksinya eksotermis. Katalisator diletakkan dalam tube-tube reaktor, sedangkan pendingin di dalam shell. Gas keluar reaktor akan dikondensasikan untuk mendapatkan fosgen cair, sedangkan fosgen sisa dan

  multitube pada tekanan 1 atm dan suhu 135

  1. Pengontakan langsung Proses pembuatan fosgen dilakukan pada fase gas dengan mereaksikan karbon monoksida dan gas klor dengan katalis karbon aktif pada reaktor fixed bed

  Proses Pembuatan fosgen terdiri dari 3 cara yaitu :

  d. Kemurnian : 20 %

  c. Fase : cair

  b. Berat Molekul : 98,92

  2

  2. Fosgen Solution (Anonim, 2012m)

  Katalis karbon aktif (Roop, 2005)

  d. Kemurnian : 99,69 %

  c. Fase : cair

  b. Berat Molekul : 98,92

  2

  a. Rumus Molekul : COCl

  1. Fosgen (Anthony, 1996)

  2.3.3 Spesifikasi produk

  c. Bulk density : 1350 kg/m 3

  b. Diameter : 4 mm

  a. Bentuk : Butiran

2.4 Proses Pembuatan Fosgen

  massa, dengan bantuan silica gel sebagai katalis. Pada reaksi fasa pertama gas asam klorida akan teroksidasi dengan CuCl menghasilkan CuCl dan pada reaksi

  2

  fasa kedua CuCl

  2 yang dihasilkan bereaksi dengan karbonmonoksida

  menghasilkan fosgen. Reaksi terjadi pada dua tingkatan dalam fixed bed reactor (Daumas, 1976).

  3. Dekomposisi Termal dan Ultraviolet dari Hidrokarbon Terklorinasi Fosgen dapat dihasilkan dari hasil pemanasan dan dekomposisi dari beberapa macam hidrokarbon terklorinasi seperti metilen klorida, monoklorobenzen, dan diklorobenzen (digunakan sebagai pelarut dalam reaksi polimerisasi yang terkait dengan fosgen), karbon tetraklorida, kloroform, etilklorida, PVC, dan Freon.

  Ketika dipanaskan, hidrokarbon yang terklorinasi bereaksi dengan oksigen atau air menghasilkan klorin, hydrogen klorida, fosgen, dan beberapa produk lain. Fosgen hasil dekomposisi klorokarbon seperti dalam operasi metalurgi,

  drycleaning , dan pada tempat dimana pelarut kontak dengan panas atau sinar ultraviolet (Anonim, 2012i).

  Proses yang dipilih dari ketiga proses ini adalah pengontakan langsung karbonmonoksida dengan gas klor untuk menghasilkan fosgen. Pemilihan proses ini untuk menghasilkan fosgen didasari dengan alasan-alasan sebagai berikut :

  1. Yield dan konversi yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan proses lain

  2. Peralatan yang digunakan lebih sedikit

  3. Tingkat kemurnian fosgen yang tinggi yaitu mencapai 99,69% 4. Reaksi hanya berlangsung pada 1 reaktor dan 1 tingkatan saja.

2.5 Deskripsi Proses

  Langkah proses pembuatan fosgen dari karbon monoksida dan gas klor dapat dikelompokkan dalam empat tahap proses, yaitu :

  1. Tahap persiapan bahan baku

  2. Tahap proses utama

  3. Tahap pemurnian produk

  4. Tahap penyimpanan produk

  1. Tahap persiapan bahan baku

  Gas klor di simpan dalam Tangki Penyimpan F-110 pada fase cair dengan tekanan 1 atm dan suhu -34,72 °C, kemudian dialirkan melalui Pompa L-111 menuju Vaporizer V-112 untuk merubah fasa gas klor dari cairan menjadi gas. Selanjutnya dialirkan melalui Blower G-113 menuju Heater E-114 untuk menaikkan suhunya dengan menggunakan steam sehingga mencapai suhu 135°C.

  Sementara itu gas karbon monoksida disimpan dalam Tangki Penyimpan F- 120 pada fase gas dengan tekanan 15 atm dan suhu -156°C, kemudian dialirkan menuju Ekspander G-121 untuk menurunkan tekanannya menjadi 1 atm. Selanjutnya dialirkan menuju Heater E-122 untuk menaikkan suhunya dengan menggunakan steam sehingga mencapai suhu 135°C. Gas karbon monoksida yang digunakan dalam proses reaksi ini tidak dalam kondisi murni karena masih ada kandungan impuritis di dalamnya, antara lain gas metan (CH

  4 ) dengan konsentrasi 0,1%, karbondioksida

  (CO

  2 ) dengan konsentrasi 0,4%, dan gas hidrogen (H 2 ) dengan konsentrasi 0,5%, sementara untuk gas karbon monoksida yang digunakan memiliki konsentrasi 99%.

  2. Tahap proses utama

  2 Bahan baku Cl dan CO yang telah bertekanan 1 atm dan suhu 135°C tersebut

  diumpankan ke dalam reaktor yang telah berisi katalis padat karbon aktif. Di dalam

  2

  2 Reaktor R-210 terjadi proses reaksi CO dan Cl menjadi fosgen (COCl ). Reaksi

  yang terjadi adalah sebagai berikut :

  • 1

  CO + Cl = -108 kJ mol

  

(g) 2(g) 2(g) f

  → COCl ΔH Karbon monoksida Klorin Fosgen

  Reaktor yang digunakan adalah reaktor jenis fixed bed multi tube dengan kondisi non

  

isothermal dan bersifat eksotermis. Reaktor dioperasikan pada suhu 135°C dengan

  tekanan 1 atm. Konversi produk gas fosgen yang diperoleh dari reaktor adalah sebesar 99,5%.

3. Tahap pemurnian produk

  Tahap ini bertujuan untuk memisahkan produk gas fosgen dari zat-zat impuritis dan mendapatkan kemurnian produk yang lebih tinggi. Produk gas fosgen beserta kandungan-kandungan impuritis yang keluar dari Reaktor R-210 dialirkan melalui Blower G-211 menuju Kondensor E-310 untuk mengkondensasikan gas fosgen sehingga diperoleh fosgen dalam bentuk cairan, dengan cara menurunkan suhu menjadi 40°C menggunakan media air pendingin. Hasil keluaran Kondensor E- 310 merupakan campuran uap-cair pada tekanan 1 atm dan suhu 40

  C. Selanjutnya fosgen yang merupakan campuran uap cair ini dialirkan melalui pompa L-311 menuju KO Drum V-320 untuk dipisahkan antara uap dan cairan fosgennya. Sisa gas fosgen yang tidak terkondensasi yang telah terpisah di KO Drum V-320 diturunkan suhunya menjadi 32 C menggunakan Cooler E-322, untuk selanjutnya diumpankan menuju Absorber V-330 untuk dipulihkan kembali menggunakan pelarut toluene. Produk fosgen yang keluar dari Absorber V-330 disebut Fosgen Solution dengan fasa cair dan kemurnian fosgen 20%.

  Sementara sisa gas selain COCl dari Absorber V-330, antara lain Cl , CO,

  2

  2 H 2 dan CH 4 akan dibuang ke udara bebas. Tetapi karena gas Cl 2 sisa yang tidak

  bereaksi tidak dibenarkan untuk dibuang ke udara bebas maka terlebih dahulu di

  

treatment dengan mengontakkannya dengan campuran air dan NaOH pada Absorber

  V-340. NaOH disimpan pada Tangki Penyimpanan F-440 untuk kemudian dicampurkan dengan air proses pada Tangki Pencampuran MT-350 untuk selanjutnya diumpankan ke Absorber V-340. Campuran yang keluar dari Absorber V-340 terdiri dari Cl2, air dan NaOH selanjutnya dibuang ke unit pengolahan limbah cairan. sementara sisa gas CO, H

  2 dan CH 4 dibakar pada Combuster C-360 sehingga

  menghasilkan gas CO

2 yang dapat dibuang ke udara bebas.

4. Tahap penyimpanan produk

  Dari KO Drum V-320 diperoleh fosgen cair yang sudah bebas dari kandungan uapnya dengan konsentrasi sebesar 99,69%. Produk fosgen cair ini diturunkan suhunya menjadi 32 C dengan menggunakan air pendingin pada Cooler E-324, selanjutnya produk fosgen cair yang diperoleh disimpan dalam Tangki Penyimpanan F-430 pada suhu 32 C dan tekanan 1 atm. Fosgen cair dengan konsentrasi kemurnian 99,69% ini juga disertai dengan beberapa kandungan zat impuritis, antara lain hidrogen klorida (HCl) dengan konsentrasi 0,1%, karbondioksida (CO

  2 ) dengan konsentrasi 0,1%, dan gas klor (Cl 2 ) dengan konsentrasi 0,1%. Sementara itu Fosgen Solution yang diperoleh dari Absorber V-330 disimpan dalam Tangki Penyimpanan F-420 pada suhu 32 C dan tekanan 1 atm, dengan konsentrasi kemurnian 20% dan toluene 80%.

Steam Air Pendingin TC TC FC PI FC

  COCl 2 (l) Air Pendingin Bekas Kondensat F-120 E-122 E-114 G-123 G-211 E-310 F-430 Cl 2 (l) FC L-311 TC CO (g) CH CO 4 (g) H 2 (g) 2 (g) COCl2 (g) CO2 (g) Cl2 (g) CO (g) H2 (g) HCl (g) CH4 (g) Cl 2 (g) CO (g) CH 4 (g) CO 2 (g) H 2 (g) COCl 2 (g) Cl 2 (g) CO (g) H 2 (g) CH 4 (g) FC L-111 Cl 2 (g) LC PI F-110 CO (g) Refrigerant Bekas 5 6 7 8 COCl 12 E-324 2 (l) CO 2 (l) Cl 2 (l) HCl (l) T = -156 C P = 15 atm T = -156 C P = 1 atm CO (g) CH 4 (g) CO 2 (g) H 2 (g) T = -34,72 C P = 1 atm T = 135 C P = 1 atm T = 135 C P = 1 atm T = 135 C P = 1 atm T = 40 C P = 1 atm T = 40 C P = 1 atm T = 32 C P = 1 atm 1 G-121 4 FC G-113 T = 50 C P = 1 atm 2 V-112 R-210 V-320 FC COCl 2 (l) CO 2 (l) Cl 2 (l) HCl (l) T = 40 C P = 1 atm COCl2 (l) 10 L-323 CO2 (l) Cl2 (l) CO (l) H2 (l) HCl (l) CH4 (l) TC LC PC C FC 7 H 8 (l) COCl F-420 2 Solution (l) FC V-330 14 15 TC 9 T = 32 C P = 1 atm G-321 T = 32 C P = 0,0432 atm T = 32 C P = 1 atm COCl 2 (g) Cl 2 (g) CO (g) H 2 (g) CH 4 (g) Cl 2 (g) CO (g) H 2 (g) CH 4 (g) T = 32 C P = 1 atm COCl 2 (l) C 7 H8 (l) C Waste Water 7 H8 (l) Treatment F-410 E-322 L-331 L-332 PC PC PC TC PC LC LC LC PC TC TC TC Refrigeran 3 FC Air proses 11 TC LC PC V-340 P = 1 atm 16 T = 32 C NaOH (s) NaOH (s) BC-351 13 Udara Ke udara bebas P = 1 atm 19 T = 32 C Cl 2 (l) H NaOH (l) 2 O (l) CO (g) H 2 (g) CH 4 (g) T = 32 C P = 1 atm 18 CO 2 (g) H T = 32 C 2 O (g) P = 1 atm H NaOH (l) 2 O (l) MT-350 17 T = 32 C P = 1 atm C-360 F-440 FC G-341 PC LC

  Universitas Sumatera Utara