FuTS1 Sifat sifat Fisis Fluida

  Universitas Gadjah Mada Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Prodi Sarjana Teknik Sipil

  • 17 eb 1-F

Fisika untuk Teknik Sipil

  il ip S ik n k e

Sifat-sifat Fisis

  T k tu n u a ik is F

  Fluida

Acuan

  • 17 eb 1-F

  th White, Frank M., 2011, Fluid Mechanics, 7 EdiGon, The McGraw-Hill Book

  §  Co., New York.

  il Chapter 1, SecGon 1.4 to 1.9, pp. 6-39. ip

   

  • S ik n k e Young, D.F., Muncon, B.R., Okiishi, T.H., Huebsch, W.W., 2011, A Brief

  § 

  T k

  th Introduc5on to Fluid Mechanics, 5 EdiGon, J. Wiley & Sons, Inc., NJ.

  tu n u a

  ik is F

  • Chapter 1, pp. 3-23.
  • 17 eb 1-F

  

Fisika untuk Teknik Sipil

  il ip S ik n k e

Pengantar

  T k tu n u a ik is F

Fisika dan Teknik Sipil

  • 17 eb

  Apakah itu: § 

  1-F

  • Fisika?
  • Teknik sipil?

  il ip S

  Beri contoh atau ilustrasi!

  ik

  § 

  n k

  Fisika di bidang teknik sipil, atau

  T

  • e

   

  k tu

  kaitan fisika dan teknik sipil

  u a ik is F

  • n

Fisika dan Teknik Sipil

  • 17

  s.d. 1970-an 1970-1990 1990-2000 2001-sekarang

  eb

  SDA

  1-F

  Teknik Sungai Hidro

  Hidro Teknik Pantai

  Hidro Struktur

  Basah

  il

  Bahan

  ip

  Struktur M)

  S

  Mankon

  ik

  G

  n

  Struktur

  k

  U

  e

  (

  T

  Sistem Transportasi il

  k

  Struktur (d/h

  tu

  ip Transportasi

  n

  Teknik Transportasi

  u

  Konstruksi) S

  a

  ik

  ik is n

  Transportasi

  F

  … k e

  Geoteknik T

  … Kering Transportasi

  … Geoteknik

  Lingkungan

Fisika dan Teknik Sipil Hidro

  • 17 eb

  Fisika di bidang hidro § 

  1-F

  • mempelajari fluida dalam keadaan diam atau bergerak

  il ip S ik n k e T k tu n

  staGka fluida dinamika fluida

  u a ik

  (fluid sta5cs) (fluid dynamics)

  is F

  • fluida ß fluid {Cambridge dicGonary: [noun, c or u] a substance that flows and is not solid}
  • 17 eb 1-F

Fisika untuk Teknik Sipil

  il ip S ik n

Fluida

  k e T k tu n u a ik is

  Dimensi dan Satuan

  F

Zat

  fluida

  • 17 eb 1-F

  zat – sesuatu yang memiliki padat cair gas massa dan menempaG ruang

  il ip

  )

  S

  )

  ik

  id id

  n k

  u u

  e

  at

  T

   p

  k

  at le le

  tu

  p

  n

  am ib

  u

  ib

  a

  am ss ss

  ik

  • m

  is

  m re re

  F

  a tak mp mp id a

  Apa ciri pembeda zat padat u id co

  fl (co u n dan fluida?

  fl (i

Zat Padat vs Fluida

  • 17 eb
    • •  Cara yang lebih sainGfik dalam pembedaan antara zat padat dan fluida adalah

  1-F

  menilik perilaku keduanya terhadap gaya (gaya luar) yang bekerja terhadapnya gaya (force)

  F permukaan fluida

  il F ip S

  vektor

  ik n

  F

  k e

  gaya tangensial yang bekerja

  T k

  pada permukaan fluida à

  tu n

  menimbulkan tegangan

  u a

  geser (shear stress)

  ik

  fluida

  is F

  solid sebuah batang baja (tulangan beton) ditarik di gaya bekerja pada permukaan fluida (Gmbul ujung; pangkalnya ditahan tegangan geser)

  à batang mengalami à fluida bergerak (mengalir)

Zat Padat vs Fluida

  • 17 eb

Batang baja ditarik Fluida di antara dua pelat

  1-F

  hlps://www.youtube.com/ hlps://youtu.be/XVn- § 

  §  watch?v=67fSwIjYJ-E Yyu10Bg?t=46

  il ip S ik n k e T k tu n u a ik is F

Fluida Bergerak (Mengalir)

  • 17 eb

  Telah dipaparkan pada slide #4 bahwa fisika di bidang hidro § 

  1-F

  mempelajari fluida diam atau bergerak

  • Parameter untuk mendeskripsikan fluida yang bergerak

  il ip

  ℓ

  • ukuran/dimensi à

  S ik n k

  • tekanan à p

  e T k

  • kecepatan aliran à v

  tu n u a ik is F

Dimensi

  • 17 eb

  Fisika untuk Teknik Sipil di bidang hidro mempelajari fluida § 

  1-F

  dalam keadaan diam atau bergerak (Slide #4)

  • akan banyak membahas sifat-sifat fluida (fisis, mekanis)

  il

  maka perlu cara untuk mendeskripsikan sifat-sifat fluida

  S ik n

  • ip

  baik deskripsi kualitaEf, maupun kuanEtaEf

  • k e

  T k tu

  • deskripsi kualitaGf sifat-sifat fluida à dikenal sebagai dimensi

  n u a ik

  • – is F

    massa à M

  dimensi utama,

  • –  panjang à L

  dimensi dasar

  • –  waktu à T –  temperatur à Θ

Dimensi

  • 17 eb

  Dari dimensi dasar, dapat dilakukan deskripsi kualitaGf yang § 

  1-F

  merupakan gabungan dimensi dasar, misal

  • kecepatan gerak adalah panjang dibagi waktu,

  il

  −1

  ip

  dim[v] = LT

  S ik n k

  percepatan gerak adalah perubahan kecepatan terhadap waktu,

  • e

  T k

  −2

  tu

  dim[a] = LT

  n u a

  gaya adalah massa dikalikan percepatan gerak,

  is F

  • ik

  −2 dim[F] = MLT

Dimensi

  • 17 eb

  Tuliskanlah dimensi beberapa parameter di bawah ini § 

  1-F

  • debit aliran, Q
  • tekanan, p

  il

  τ tegangan geser,

  S ik n

  • ip
  • k e dll.

  T k tu n u a ik is F

Satuan

  • 17

  Dimensi, yang merupakan deskripsi kualitaGf sifat fluida, perlu dilengkapi dengan

  eb

  §  satuan yang merupakan deskripsi kuanGtaGf

  1-F

  Dalam fisika, sistem satuan yang banyak diikuG adalah sistem satuan metrik yang §  dikenal pula sebagai sistem satuan SI (Système Interna5onal) atau Interna5onal System of Units

  il

  • Ada 7 satuan dasar dalam sistem satuan SI

  ip S ik n

  k

  • massa

  à kilogram, kg

  e

  • T panjang

  à meter, m banyak dipakai di bidang teknik sipil hidro

  k

  • tu

  waktu PerhaGkan : bukan det, dtk, dt) à deGk, s (

  n u a ik

  is à kelvin, K ( F

  • temperatur PerhaGkan : tanpa notasi derajat, °)
    • arus listrik à ampere, A

   

  • jumlah molekul à mol, mol
  • intensitas cahaya à candela, cd

Satuan

  • 17 eb

  Dari satuan dasar, dapat dilakukan deskripsi kuanGtaGf yang § 

  1-F

  merupakan gabungan satuan dasar, misal

  • satuan gaya adalah newton (N), diperoleh dari hukum Newton II

  il ip S

  PerhaGkan : newton (Gdak diawali dengan huruf

  ik n k kapital), notasi N (ditulis dengan huruf kapital). e T k F = m a

  PerhaGkan : variabel massa, m, ditulis dengan huruf miring,

  tu n

  2

  u

  a ik

  Ini bukan sebuah keharusan, tetapi sangat disarankan untuk

  is F menghindari salah baca.

  Catatan : dalam kasus tulis tangan, variabel ditulis dengan huruf tegak dan satuan ditulis di dalam kurung kotak, misal

  2

Satuan

  • 17

  satuan usaha adalah joule (J), diperoleh dari definisi usaha, yaitu

  • eb

  1-F

  usaha (work) yang dilakukan oleh sebuah gaya 1 N untuk bergerak sejauh 1 m dalam arah gaya tersebut,

  il

  W = F Δx

  ip S ik

  1 J = 1 N m

  n k e T

  satuan daya adalah wal (W), yaitu usaha per satuan waktu

  • k

  tu n u

  P = W/T

  a ik is F

  1 W = 1 J/s

Satuan

  • 17

  Awalan (prefix) dipakai untuk penyebutan angka yang merupakan kelipatan § 

  eb

  sepuluh untuk penyederhanaan (pengurangan) jumlah angka

  1-F

Awalan Simbol Kelipatan Awalan Simbol Kelipatan

  18 −1 exa E 10 deci d

  10

  il ip

  15 −2

  S

  peta P 10 cenG c

  10

  ik n k e

  12 −3 tera T 10 milli m

  10 T

  k tu

  9 −6

  n

  giga G 10 micro μ

  10

  u a ik

  6 −9

  is

  mega M 10 nano n

  10 F

  3 −12 kilo k 10 pico p

  10

  2 −15 hecto h 10 femto f

  10

  • 17 eb 1-F

Fisika untuk Teknik Sipil

  il ip S ik n k e

Sifat-sifat Fisis

  T k tu n u a ik is F

  Fluida

Sifat-sifat Fisis Fluida

  • 17 eb

  Massa dan bobot Kompresibilitas fluida § 

  § 

  1-F

  • Rapat massa

  Tekanan uap § 

  • Berat volume

  Tegangan permukaan

  il

  § 

  Berat jenis

  S ik n k e

  • ip

  Fluida gas

  T

  § 

  k tu n u

  Kekentalan (viskositas)

  a §  ik is

  Kekentalan dinamik

  • F

   

  • Kekentalan kinemaGk

Rapat Massa

  • 17 eb

  Rapat massa fluida Rapat massa air dan gas § 

  § 

  1-F

  3 Rapat massa fluida adalah massa ρ ≈ 10 ρ pada tekanan 1 atm     air gas

  3 fluida per satuan volume fluida ρ = 1000 kg/m pada 4°C dan hanya

  • air

  Simbol ρ

  • meningkat 1% pada kenaikan

  il

  3 tekanan 220 kali Satuan kg/m

  • ip S

  Pada temperatur 20°C:

  n k e

  • ik
  • Nilai ρ berubah terhadap perubahan

  3 = 0.0838 kg/m tekanan atau temperatur hidrogen

  T

  • ρ

  k

  3

  tu

  = 998 kg/m air

  • ρ

  n

  • khususnya pada fluida gas à fluida

  u

  3

  a mampat (compressible fluid)

  = 13580 kg/m merkuri

  • ρ

  ik is

  • nilai ρ fluida cair Gdak banyak

  Fluida paling ringan: hidrogen berubah terhadap perubahan

  • F

  tekanan atau temperatur à fluida tak-mampat (incompressible fluid)

  • Fluida paling berat: merkuri

Berat Volume

  • 17 eb

  Berat volume, berat isi, bobot volume (specific weight) § 

  1-F

  • Berat volume fluida adalah bobot fluida per satuan volume fluida

  3

  2

  3 γ = ρ g [kg/m m/s ] = ρ g [N/m ]

  • Simbol γ
    • il ip S ik

  3

  3

  Berat volume air pada 20°C: γ = 998 × 9.81 N/m = 9.79 kN/m

  k

  air

  • n

  e T k tu

  • n u Mekanika tanah a ik is   berat volume (berat isi) adalah bobot tanah per satuan volume tanah • F
    • berat jenis adalah bobot tanah kering per satuan volume bagian padat tanah (Gdak termasuk volume rongga) = V ) dan volume rongga

  • volume tanah terdiri dari volume bagian padat (V s solid (V = V )

  v void

Berat Jenis

  • 17 eb

  Berat jenis (specific gravity) § 

  1-F

  • Adalah rasio antara rapat massa fluida dan rapat massa fluida acuan (air untuk

   

fluida cair dan udara untuk fluida gas) pada temperatur tertentu

  il

  s

  • Simbol, SG atau G atau BJ

  ip S

  ik n k e

  • Tidak bersatuan

  ρ ρ ρ ρ

  T

  fluida fluida gas gas

  k

  SG = = , SG = =

  tu fluida cair

  gas

  3

  3

  n

  ρ ! ρ

  u

  1000 kg/m 1.205 kg/m udara air @4 C

  a ik is F

  • Contoh, berat jenis merkuri pada temperatur 20°C adalah

  3 13580 kg/m

  SG = =

  13.58 merkuri

  3

Fluida Gas

  • 17 eb Pada fluida gas ideal, berlaku hubungan antara rapat massa, tekanan, dan

  § 

  p ρ =

    RT

  • p = ρRT atau

  il

  p tekanan absolut, ρ rapat massa, T temperatur absolut, dan R konstanta gas

  S ik

  • ip

  tekanan absolut adalah tekanan yang diukur terhadap tekanan nol

  • n k e

  tekanan nol adalah tekanan pada ruang hampa

  • T k tu

  Tekanan absolut dan tekanan relaGf

  n

  § 

  u a

  Di bidang enjiniring, tekanan biasa dinyatakan sebagai tekanan relaGf terhadap tekanan  

  • ik

  is

  atmosfir setempat

  F

  • Tekanan atmosfir di permukaan laut adalah 101.325 kPa ≈ 101 kPa atau 14.7 psi (1 atm = 101 kPa = 14.7 psi)

  2

  • 1 Pa = 1 N/m

Viskositas

  • 17 eb

  Viskositas, kekentalan (viscosity) § 

  1-F

  • Viskositas mencerminkan kemampuan fluida untuk menahan atau melawan gerak (aliran)
  • Viskositas fluida menentukan laju regangan fluida akibat tegangan geser yang bekerja pada fluida

  il ip S Contoh

  § 

  ik

  • n k Kita dapat bergerak (berjalan) dengan mudah melalui udara e T

  Di dalam air, pergerakan menjadi lebih sulit; viskositas air adalah 50 kali viskositas

  • k

  tu n udara u

  KeGka kita menggerakkan tangan dalam pelumas SAE 30, kita merasakan tahanan

  ik is F

  • a

  oleh pelumas; viskositas pelumas SAE 30 adalah 300 kali lebih besar daripada viskositas air

  • Demikian pula, gerak tangan akan lebih sulit dalam gliserin yang memiliki viskositas 5 kali lebih besar daripada viskositas pelumas SAE 30

Viskositas

  • 17

  Situasi § 

  eb

  fluida ditempatkan di antara dua pelat  

  • 1-F
    • pelat bawah diam, pelat atas bergerak dengan kecepatan konstan
    • di pelat bawah, fluida Gdak bergerak, kecepatan nol (no slip condi5on)

  il ip S ik n k e T k tu n u a ik is F

Viskositas

  • 17

  jika δ sangat kecil, maka Pada fluida seperG udara, air,  

  • eb

  § 

  1-F

  d θ du minyak

  =

  • dt dy berlaku hubungan linear antara tegangan yang bekerja pada

  il

  sehingga permukaan fluida dan laju

  • ip

  S ik n

  du

  k

  regangan

  e

  τ ∝

  T k

  dy δθ

  tu n

  τ ∝

  u a

  δt

  ik

  Dengan mengenalkan viskositas

  • is

  F

  • dari gambar a (gambar kiri), dinamik μ tampak

  du Fluida Newton

  δuδt τ =µ tan

  δθ = (newtonian fluid) dy

Viskositas

  • 17 eb

  Angka Reynolds § 

  1-F

  • Parameter yang menggambarkan perilaku fluida berkaitan dengan kekentalan fluida newtonian

  il ip

  • Angka tak berdimensi

  VL

  S

  ρVL

  ik

  n k e

  Re = =

  µ ν

  T k tu

  V adalah kecepatan aliran dan L adalah skala panjang aliran

  • n

  u a

  ν adalah kekentalan kinemaGk

  is F

  • ik

  µ −1 −1

  2 ν = dim[μ] = ML T à Ns/m

  ρ 2 −1

  2 dim[ν] = L T /s à m

Kompresibilitas Fluida

  • 17 eb

  Kompresibilitas fluida § 

  1-F

  • Mencerminkan perilaku fluida terhadap perubahan tekanan
    • Fluida yang mudah mampat, volume dan rapat massa mudah berubah, terhadap perubahan tekanan dinamai fluida mampat (compressible fluid),

  il ip S

  misal udara

  ik n k

  Fluida yang volumenya Gdak atau sulit berubah terhadap perubahan tekanan

  • e

  T k

  disebut fluida tak-mampat (incompressible fluid)

  tu n u

  Parameter yang dipakai untuk mendeskripsikan kompresibilitas fluida adalah  

  • a

  ik is F

  bulk modulus (modulus elasGsitas), E v dp dp =

  E = − v d dV V ρ ρ

Kompresibilitas Fluida

  • 17 eb 1-F

  p p + dp p + dp

  il ip S

  V

  ik n

  V − dV ρ + dρ

  k e T k tu n u a

  dp dp

  ik

  −1 −2 = − =

  E E dim[E ] = ML T

  is

  v à

v v

  F

  d dV V ρ ρ

  2 N/m atau Pa tanda negaGf karena peningkatan tekanan berakibat pada pengurangan volume

Tekanan Uap

  • 17 eb

  Tekanan uap (vapor pressure) § 

  1-F

  • Fluida cair, misal air, akan menguap apabila air ditempatkan di wadah

    terbuka (contoh: penguapan atau evaporasi air di waduk)

  il

  Evaporasi terjadi karena molekul-molekul zat cair di permukaan

  • ip

  S ik n

  mengandung momentum yang dapat mengalahkan gaya kohesi antar

  k e T k

  molekul sehingga molekul zat cair lepas ke atmosfir

  tu n u a ik is

  Di bidang teknik sipil hidro, tekanan uap ini penGng karena berkaitan dengan kavitasi

  • F

Tekanan Uap

  • 17

  Sebuah bejana diisi zat cair, ditutup dengan sumbat

  eb

  §  sehingga tak ada udara di dalamnya.

  1-F

  Sumbat digeser ke atas pelan-pelan sedemikian §  sumbat sehingga Gdak ada udara yang masuk. uap, p v Ada ruang di antara zat cair dan sumbat. sumbat

  § 

  il ip

  Timbul tekanan dalam ruang tsb karena adanya uap § 

  S ik

  yang Gmbul akibat pelepasan molekul-molekul zat

  n k e cair. T k zat cair zat cair

  Saat keseimbangan, yaitu jumlah molekul zat cair § 

  tu n u

  yang meninggalkan permukaan sama dengan jumlah

  a ik

  molekul zat cair yang masuk ke permukaan, maka uap

  is F menjadi jenuh.

  Tekanan pada uap jenuh tsb disebut tekanan uap §  (vapor pressure), p . v Tekanan uap bergantung pada temperatur.

  § 

Tekanan Uap dan Kavitasi

  • 17 eb Kavitasi

  § 

  Pada aliran air dalam pipa atau di saluran terbuka, kecepatan aliran menurunkan   tekanan

  • 1-F
    • Jika kecepatan aliran sangat besar, tekanan mengecil
    • Jika tekanan mencapai tekanan uap, maka terjadi boiling, yaitu terbentuknya

  il

  gelembung udara dalam aliran air

  ip S

  • ik Gelembung udara ini terbawa aliran n k

  KeGka sampai di tempat yang bertekanan Gnggi, gelembung udara pecah secara Gba-

  • e T k

  Gba

  tu n

  u a

  • Ini disebut kavitasi

  Kavitas dapat merusak pipa atau permukaan saluran

  • ik

  is F

  Contoh kasus § 

  Aliran dalam pipa pesat, turbin PLTA

  Aliran di saluran pelimpah (spillway) bendungan

Tekanan Uap vs Kavitasi

  • 17 eb

  hlps://www.youtube.com/watch?v=U-uUYCFDTrc § 

  1-F il ip S ik n k e T k tu n u a ik is F

Tegangan Permukaan

  • 17 eb

  Tegangan permukaan (surface tension) § 

  1-F

  • Tegangan terbentuk di bidang kontak antara zat cair dan gas, atau antara dua fluida tak-campur (immiscible fluids).

  il

  • ip Bidang kontak ini berperilaku seperG sebuah lapis membran.

  S ik

  Tegangan permukaan terjadi karena adanya keGdak-seimbangan gaya-

  e T k

  • n k

  

gaya kohesif yang bekerja pada permukaan kedua fluida.

  tu n u

  Simbol σ

  • a

  ik is F

  • Satuan N/m

Gaya Kapiler

  • 17 eb

  Sebuah tabung kecil, terbuka di pangkal § 

  a).

  Muka air dalam tabung naik, menjadi §  lebih Gnggi daripada muka air di luar

  il ip S tabung. ik n k

  Tinggi kenaikan muka air dalam tabung, h,

  e

  § 

  T k

  bergantung pada tegangan permukaan, σ,

  tu n u

  radius tabung, R, berat volume air, γ, dan

  a ik

  sudut kontak antara air dan tabung, θ.

  is F

  Dari free body diagram (Gbr. b), dapat §  diketahui imbangan gaya-gaya arah verGkal, yaitu komponen verGkal

  Dicuplik dari: Young, D.F., Muncon, B.R., Okiishi, T.H., Huebsch, th tegangan permukaan dan berat air.

  W.W., 2011, A Brief Introdunc5on to Fluid Mechanics, 5

Gaya Kapiler

  • 17 eb 1-F

  2 R h = 2πσ cosθ γπ

  il ip S ik n k

  2

  e

  σ cosθ h

  T

  =

  k tu

  γR

  n u a ik is F

  Dicuplik dari: Young, D.F., Muncon, B.R., Okiishi, T.H., Huebsch, th

  W.W., 2011, A Brief Introdunc5on to Fluid Mechanics, 5

  • *) Sifat-sifat Fisis Fluida Cair
    • 17

  2) Temperatur Rapat massa, Berat volume Kekentalan Kekentalan Tegangan Tekanan uap Modulus

  eb

  1) Fluida dinamik, kinemaEk, permukaan , (abs), (bulk),

  1-F

  3

  3

  2

  2

  2

  2 [°C] ρ [kg/m ] γ [kN/m ] μ [Ns/m ] ν [m /s] σ [N/m] p [N/m ] E [N/m ] v v −3 −6 −2

  3

  15.6 1030 9 Air laut 10.1 1.20×10 1.17×10 7.34×10 1.77×10 2.34×10 −3 −6 −2

  3

  9 Air tawar 15.6 999 9.8 1.12×10 1.12×10 7.34×10 1.77×10 2.15×10

  il ip S

  −3 −7 −1 −1

  10 Air raksa 20 13600 133 1.57×10 1.15×10 4.66×10 1.6×10 2.85×10

  ik n k e

  1) T Tegangan permukaan pada bidang kontak dengan udara.

  k

  2) Isentropic bulk modulus dihitung dari kecepatan suara.

  tu n u a

  • )

  Dicuplik dari: Young, D.F., Muncon, B.R., Okiishi, T.H., Huebsch, W.W., 2011, A Brief Introdunc5on to Fluid Mechanics,

  ik is th

  F

  • *) Sifat-sifat Fisis Fluida Gas
    • 17

  Temperatur Rapat massa, Berat volume Kekentalan Kekentalan Konstanta Specific heat

  eb

  1) 2) Fluida dinamik, kinemaEk, gas , ra0o ,

  1-F

  3

  3

  2

  2 [°C] ρ [kg/m ] γ [N/m ] μ [Ns/m ] ν [m /s] R [J/kg/K] k −5 −5

  15

  1.23 12 1.79×10 1.46×10 2.869×10

  2 Udara

  1.40 −5 −6

  2 Karbon dioksida

  20

  1.83 18 1.47×10 8.03×10 1.889×10

  1.30

  il ip S

  −2 −1 −6 −4

  3 Hidrogen 20 8.38×10 8.22×10 8.84×10 1.05×10 4.124×10

  1.41

  ik n k e

  −5 −5

  20

  1.16 11.4 1.76×10 1.52×10 2.968×10

  2 T Nitrogen

  1.40

  k tu n

  −5 −5

  2

  u

  Oksigen

  20

  1.33 13 2.04×10 1.53×10 2.598×10

  1.40

  a ik

  1)

  is Konstanta gas Gdak bergantung pada temperatur. F

  • )

  Dicuplik dari: Young, D.F., Muncon, B.R., Okiishi, T.H., Huebsch, W.W., 2011, A Brief Introdunc5on to Fluid Mechanics, th 5 EdiGon, J. Wiley & Sons, Inc., NJ.

Tekanan Fluida

  • 17

  eb

  • Tekanan fluida dinyatakan dalam

  dua cara, yaitu tekanan absolut

  1-F

  (absolute pressure) atau tekanan ukur (gage pressure).

  • Tekanan absolut adalah tekanan

  il

  relaGf terhadap tekanan hampa

  ip S udara (tekanan nol absolut). ik n k

  e T k

  • Tekanan ukur adalah tekanan

  relaGf terhadap tekanan atmosfir

  tu n

  setempat.

  u a

  Tekanan absolut selalu bernilai

  • ik

  is F

  posiGf, tekanan ukur bernilai posiGf (lebih besar daripada tekanan atmosfir) atau negaGf (lebih kecil daripada tekanan atmosfir).

Alat Ukur Tekanan

  • 17 eb

  Prinsip pengukuran tekanan:

  1-F

  (1)  Barometer air raksa (2)   Piezometer

  Barometer Piezometer

  il ip S

  p = γ h + p p = p h atm Hg vapor = γ

  ik

  A

  1

  1

  1

  n k e

  p << ⇒ p = γ h

  T

  p p vapor atm Hg

  k

  A

  1 = = h

  tu

  1

  n

  3

  u

  γ (T = 20°C) = 133 kN/m γ γ Hg

  1

  1

  a ik is F

Alat Ukur Tekanan

  • 17 eb 1-F

  p = γ h − γ h A

  2

  2

  1

  1 pp = γ h + γ h − γ h

  2

  2

  3

  3

  1

  1 A B

  il ip S ik n k e T k tu n u a ik is F

Alat Ukur Tekanan

  • 17 eb 1-F il ip S ik n k e T k tu n u

  ℓ sin pp = γ θ+ γ h − γ h

  2

  2

  3

  3

  1

  1

  a

  A B

  ik is F

  Manometer tabung miring

Tugas

  • 17 eb

  Buat tulisan yang memaparkan § 

  Contoh fisika di bidang teknik sipil hidro, transportasi, struktur

  • 1-F
  • Dimensi dan satuan besaran fisis: debit aliran, tekanan, gaya geser
  • Kavitasi, contoh kasus kavitasi

  Newtonian fluid, non-newtonian fluid

  • il

  ip S ik Naskah

  § 

  n k

  Format ditetapkan sendiri

  • e

  T k

  tu n u

  • TaaG kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar

  a ik

  • IkuG kaidah tulisan ilmiah

  Pakailah program aplikasi document processor, misal MSWord, dengan baik,

  F

  • is

  efekGf, efisien Tenggat penyerahan tugas

  § 

  • Rabu, 15 Februari 2017

  1-Feb-17

  45

  Fisika untuk Teknik Sipil

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23