Rancang Bangun Sistem Informasi Penjualan Pada Perusahaan Kerupuk UD. Rohmat Jaya

A. B Tjandrarini

  system at these companies is make to order, the order will be made if there is demand from customers. Based data on January

  RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KERUPUK UD. ROHMAT JAYA Rizki Mentari Timur 1)

  2) Pantjawati Sudarmaningtyas 3)

  Program Studi/Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi dan Informatika

  Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Jl. Raya Kedung Baruk 98 Surabaya, 60298

  Email : 1)

  Abstract: UD. Rohmat Jaya is a manufacturing company who produces crackers in Sidoarjo, East Java. Sales

  • – May 2013 showed that the sales was decline. To determine the cause of declining sales, required evaluation by the leader. For evaluation, company leaders need informations. But the company did not have sufficient sales data and poor data management, so it can not produce useful information for the leader. Based on these problems, then UD. Rohmat Jaya need an information system sales according to the conditions of the company. This information system created by the waterfall method. Steps being taken are interviews and field observations, identification of problems and solutions, planning, analysis and design, coding, and testing. This sales information system can help the leader in providing information that is useful in sales evaluation. Information is provided in report which are prioritized customers, customers decreasing in order, customers who are no longer do the order, the number of receivable per customers, receivable due per period, and development of sales
  • – Mei, penjualan mengalami penurunan. Pada Bulan Januari – Februari mengalami penurunan sebesar
  • – Maret mengalami penurunan lagi sebesar 9,33%, Bulan Maret – April mengalami kenaikan sebesar 25,1%, dan Bulan April – Mei mengalami penurunan kembali sebesar 14% dari bulan sebelumnya.

  Keywords: Sales, Information System, Information System of Sales

  JSIKA Vol. 6, No. 5, Tahun 2017,

  Pada UD. Rohmat Jaya, proses penjualan yang terjadi dimulai dengan proses pemesanan yang dilakukan pelanggan melalui telepon atau sms. Pemesanan yang masuk dicatat oleh bagian administrasi pada selembar kertas. Namun tidak setiap pesanan pelanggan mendapat persetujuan dari pimpinan. Pimpinan harus mengecek kredit yang dimiliki pelanggan. Jika pelanggan sudah tidak mempunyai piutang, maka pimpinan menyetujui pesanan pelanggan tersebut. Selanjutnya pelanggan menentukan jumlah kerupuk yang dipesan dan dapat memilih pembayaran secara kredit/tunai. Pemesanan tidak dapat diproses lebih lanjut tanpa adanya persetujuan pimpinan. Pesanan yang telah disetujui akan diproduksi dan ditentukan tanggal pesanan siap kirim.

  Berdasarkan wawancara dan observasi, perusahaan memiliki beberapa kendala. Kendala pertama yang dihadapi oleh UD. Rohmat Jaya yaitu dalam hal pemantauan pelanggan oleh pimpinan. Pimpinan kesulitan mengetahui pelanggan mana yang membutuhkan pemantauan lebih lanjut. Hal ini dikarenakan pimpinan tidak mengetahui informasi mengenai pelanggan mana yang pemesanannya menurun atau bahkan tidak lagi memesan. Dalam hal ini pemantauan dilakukan dengan cara pimpinan melakukan kunjungan atau via telepon.

  Kendala kedua yaitu dalam hal memprioritaskan pelanggan. Pimpinan kesulitan mengetahui pelanggan mana yang harus didahulukan pesanannya. Hal ini dikarenakan pimpinan kesulitan mengetahui informasi mengenai history pelanggan.

  Berdasarkan kendala pertama dan kedua, mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan. Jika perusahaan tidak memperhatikan pelanggan-pelanggan lama, maka perusahaan akan kehilangan kepercayaan dari pelanggan lama. Jika kepercayaan pelanggan tersebut hilang, maka perusahaan akan kehilangan pelanggan lama yang telah memberikan banyak kontribusi dalam hal jumlah penjualan. Berdasarkan data penjualan pada tahun 2013 pada Bulan Januari

  21,95%, Bulan Februari

  Kendala ketiga yang dihadapi adalah dalam hal pembayaran piutang. Ada dua hal yang berkaitan dengan kendala pembayaran piutang. Pertama adalah perusahaan tidak mengetahui siapa saja pelanggan yang masih memiliki piutang, sehingga tidak pernah dilakukan penagihan. Kedua adalah perusahaan tidak mengetahui jumlah piutang pelanggan yang jatuh tempo pada periode tertentu. Jika pimpinan tidak mengetahui jumlah piutang yang jatuh tempo pada periode tertentu, maka pimpinan kesulitan dalam menentukan pembayaran hutang secara kredit kepada pemasok.

  Menurut Diana dan Setiawati (2011), sistem informasi penjualan diharapkan akan menghasilkan informasi berupa saldo piutang setiap konsumen,

  UD. Rohmat Jaya adalah suatu perusahaan kerupuk yang didirikan pada tahun 1991. Perusahaan yang memiliki 31 varian kerupuk ini berada di kawasan Desa Balong Dowo Kecamatan Candi Sidoarjo. Pada awal mula berdiri, perusahaan tersebut hanya memasarkan produk di sekitar kota Sidoarjo. Saat ini perusahaan sudah mampu memasarkan produk ke seluruh daerah di Pulau Jawa. Dalam sehari UD. Rohmat Jaya dapat memproduksi kerupuk sebanyak 8 ton untuk para distributor. Sampai saat ini distributor yang terdaftar berjumlah 39 distributor. UD Rohmat Jaya hanya melayani distributor sebagai pelanggannya.

ISSN 2338-137X

  Proses perencanaan ini merupakan penetapan rencana untuk pengerjaan software yang meliputi tugas- tugas teknis yang akan dilakukan, risiko yang mungkin terjadi, sumber-sumber yang dibutuhkan, hasil yang akan dibuat, dan jadwal pengerjaan.

  Perencanaan

  piutang yang hampir jatuh tempo, total penjualan tiap bulan, penjualan produk yang paling diminati, dan penjualan produk untuk tiap daerah. Selama ini perusahaan kerupuk UD. Rohmat Jaya belum mampu menghasilkan informasi dalam bentuk apapun. Berdasarkan Diana dan Setiawati (2011), laporan/informasi penjualan sangat penting bagi pimpinan perusahaan. Belum lengkapnya informasi dan laporan yang disediakan dapat menghambat kegiatan evaluasi penjualan oleh pimpinan.

  Berdasarkan kendala di atas, maka dibuat suatu sistem informasi penjualan yang dapat mengelola data pelanggan dan produk, mencatat transaksi, memprioritaskan pelanggan, menghitung volume pemesanan, menghitung piutang, dan menampilkan perkembangan penjualan. Output yang dihasilkan berupa laporan pelanggan yang diprioritaskan, laporan pelanggan yang mengalami penurunan pemesanan, laporan pelanggan yang tidak lagi melakukan pemesanan, laporan jumlah piutang per pelanggan, laporan piutang jatuh tempo per periode, dan laporan perkembangan penjualan.

  METODE

  Metode yang digunakan dalam pengembangan penelitian system informasi penjualan pada perusahaan kerupuk UD. Rohmat Jaya ini adalah metode system

  development life cycle (SDLC). SDLC adalah suatu

  pendekatan yang sistematis dan berurutan. Tahapan- tahapannya adalah komunikasi (coummunication), perencanaan (planning), pemodelan (modelling), konstruksi (construction), serta penyerahan sistem perangkat lunak kepada pengguna (deployment), yang diakhiri dukungan yang berkelanjutan pada perangkat lunak yang dihasilkan. Model SDLC dapat dilihat pada Gambar 1. Project initiation Requirement gathering Communication

  Berdasarkan data penjualan pada tahun 2013 pada Bulan Januari

  Proses penjualan yang terjadi dimulai dengan proses pemesanan yang dilakukan pelanggan melalui telepon atau sms. Pemesanan yang masuk dicatat oleh bagian administrasi pada selembar kertas. Namun tidak setiap pesanan pelanggan mendapat persetujuan dari pimpinan. Pimpinan harus mengecek kredit yang dimiliki pelanggan. Jika pelanggan sudah tidak mempunyai piutang, maka pimpinan menyetujui pesanan pelanggan tersebut. Selanjutnya pelanggan menentukan jumlah kerupuk yang dipesan dan dapat memilih pembayaran secara kredit/tunai. Pemesanan tidak dapat diproses lebih lanjut tanpa adanya persetujuan pimpinan. Pesanan yang telah disetujui akan diproduksi dan ditentukan tanggal pesanan siap kirim.

  Identifikasi masalah dilakukan dengan wawancara dan observasi pada perusahaan kerupuk UD. Rohmat Jaya. Data yang diperlukan untuk melakukan analisis dikumpulkan dengan melakukan wawancara serta mencatat sebagian faktur penjualan. Selain itu juga mempelajari sistem penjualan yang ada pada UD. Rohmat Jaya.

  Identifikasi Masalah

  • – Mei, penjualan mengalami penurunan. Tabel 1 merupakan data volume penjualan pada tahun 2013 pada Bulan Januari – Mei.

  JSIKA Vol. 6, No. 5, Tahun 2017,

  Langkah pertama diawali dengan komunikasi kepada pengguna. Langkah awal ini merupakan langkah penting karena menyangkut pengumpulan informasi tentang apa kebutuhan pengguna. Pengumpulan informasi dilakukan dengan wawancara dengan pemilik perusahaan dan observasi lapangan. Pada saat observasi lapangan didapat beberapa data, seperti faktur penjualan dan surat jalan. Berdasarkan wawancara dan observasi lapangan, maka dapat dilanjutkan proses seanjutnya, yaitu merencanakan sistem informasi yang dibuat.

  Komunikasi

  Gambar 1 Model Pengembangan SDLC (Pressman, 2015)

  Estimating Scheduling Tracking Planning Analysis Design Modeling Code Test Construction Delivery Support Feedback Deployment

  Tabel 1 Data Volume Penjualan Tahun 2013 Bulan Januari - Mei

  Bulan Jumlah Volume Penjualan (Bal)

  Januari 36392 Februari 28405

  Maret 25755 April 32211

  Mei 27704

  Grand Total 150467

  Untuk dapat meningkatkan jumlah penjualan, maka pimpinan perlu melakukan evaluasi. Fungsi dari evalusi adalah untuk mengetahui perkembangan penjualan. Untuk menunjang evaluasi, pimpinan membutuhkan informasi. Selama ini perusahaan memiliki keterbatasan data penjualan dan pengelolaan data yang tidak baik, sehingga data yang dimiliki tidak dapat menghasilkan informasi bagi pimpinan. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara, tidak

ISSN 2338-137X

  JSIKA Vol. 6, No. 5, Tahun 2017,

  4. Surat jalan

  1. Data pelanggan

  Memprioritaskan pelanggan

  Mengelola hak akses Data karyawan Hak akses karyawan

  Kebutuhan Fungsi Kebutuhan Data Kebutuhan Informasi

  2. Pimpinan Tabel 3 Kebutuhan Pengguna Pimpinan

  5. Pembayaran pelanggan

  3. Faktur penjualan

  Menghitung volume pemesanan

  2. Formulir ambil barang

  1. Daftar pesanan pelanggan

  5. Data pembayaran

  4. Data pengiriman

  3. Data penjualan

  2. Data pemesanan

  2. Data pemesanan Laporan pelanggan yang diprioritaskan

  1. Data pelanggan

  9. Daftar pelanggan Mencatat Transaksi

  Melihat perkembangan penjualan

  Analisis kebutuhan sistem dijelaskan dalam bentuk diagram IPO (Input Proses Output) seperti Gambar 2. Diagram IPO berfungsi untuk mengetahui apa saja masukan, proses apa yang dilakukan oleh sistem, dan output apa yang diberikan oleh sistem.

  Analisis Kebutuhan Sistem

  4. Data pembayaran Laporan perkembangan penjualan

  3. Data pemesanan

  2. Data produk

  1. Data jenis produk

  2. Laporan piutang jatuh tempo per periode

  2. Data pemesanan

  1. Laporan jumlah piutang per pelanggan

  2. Data pembayaran

  1. Data pelanggan

  Menghitung piutang

  2. Laporan pelanggan yang tidak lagi melakukan pemesanan

  1. Laporan pelanggan yang mengalami penurunan pemesanan

  1. Data master

  8. Daftar karyawan keluar

  adanya informasi menimbulkan beberapa kendala pada perusahaan dalam hal:

  1. Informasi pelanggan yang harus diprioritaskan

  Analisis Kebutuhan Pengguna

  6. Informasi mengenai perkembangan penjualan selama periode tertentu

  5. Informasi pelanggan yang tidak lagi melakukan pemesanan

  4. Informasi piutang jatuh tempo pada periode tertentu

  3. Informasi jumlah piutang pada pelanggan tertentu

  2. Informasi pelanggan yang mengalami penurunan pemesanan

  erdasarkan identifikasi masalah di atas, maka dapat disimpulkan bahwa UD. Rohmat Jaya membutuhkan sebuah sistem informasi penjualan yang dapat membantu pimpinan dalam mengambil keputusan. Sesuai kebutuhan pimpinan, maka sistem informasi penjualan yang dibuat dapat mengolah data penjualan menjadi output berupa informasi-informasi yang dibutuhkan. Informasi yang dibutuhkan yaitu:

  1. Administrator Tabel 2 Kebutuhan Pengguna Administrator

  Solusi Masalah B

  Berdasarkan kendala pertama dan kedua, mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan. Jika perusahaan tidak memperhatikan pelanggan-pelanggan lama, maka perusahaan akan kehilangan kepercayaan dari pelanggan lama. Jika kepercayaan pelanggan tersebut hilang, maka perusahaan akan kehilangan pelanggan lama yang telah memberikan banyak kontribusi dalam hal jumlah penjualan. Hal tersebut dapat berakibat menurunnya penjualan pada perusahaan.

  3. Pembayaran piutang. Ada dua hal yang berkaitan dengan kendala pembayaran piutang. Pertama adalah perusahaan tidak mengetahui siapa saja pelanggan yang masih memiliki piutang, sehingga tidak pernah dilakukan penagihan. Kedua adalah perusahaan tidak mengetahui jumlah piutang pelanggan yang jatuh tempo pada periode tertentu. Jika pimpinan tidak mengetahui jumlah piutang yang jatuh tempo pada periode tertentu, maka pimpinan kesulitan dalam menentukan pembayaran hutang secara kredit kepada pemasok

  history pelanggan

  2. Memprioritaskan pelanggan. Pimpinan kesulitan mengetahui pelanggan mana yang harus didahulukan pesanannya. Hal ini dikarenakan pimpinan kesulitan mengetahui informasi mengenai

  1. Pemantauan pelanggan oleh pimpinan. Pimpinan kesulitan mengetahui pelanggan mana yang membutuhkan pemantauan lebih lanjut. Hal ini dikarenakan pimpinan tidak mengetahui informasi mengenai pelanggan mana yang pemesanannya menurun atau bahkan tidak lagi memesan. Dalam hal ini pemantauan dilakukan dengan cara pimpinan melakukan kunjungan atau via telepon.

  Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik UD. Rohmat Jaya, maka dapat dibuat kebutuhan pengguna. Analisis kebutuhan pengguna berfungsi untuk mengetahui kebutuhan dari masing-masing pengguna yang berhubungan langsung dengan sistem yang dibuat dapat sesuai dengan apa yang diminta oleh pengguna yang bersangkutan dengan sistem. Pengguna tersebut terbagi dua, yaitu administrator dan pimpinan.

  Kebutuhan Fungsi Kebutuhan Data Kebutuhan Informasi

  7. Daftar karyawan masuk

  9. Data pelanggan

  6. Daftar bagian

  5. Daftar kota dan biaya kirim

  4. Daftar diskon per periode

  3. Daftar harga produk per periode

  2. Daftar produk

  1. Daftar jenis produk

  8. Data karyawan

  Mengelola data master

  7. Data bagian

  6. Data biaya kirim

  5. Data kota

  4. Data diskon

  3. Data harga produk

  2. Data produk

  1. Data jenis produk

ISSN 2338-137X

  Berikut ini adalah penjelasan dari proses yang sistem

  1. Memprioritaskan Pelanggan lakukan.

  Penjelasan mengenai kebutuhan sistem untuk fungsi memprioritaskan pelanggan dapat dilihat pada Tabel

  4. PROCESS OUTPUT Data Pelanggan Daftar Pesanan Pelanggan

  INPUT Mengelola Transaksi Data Produk Pemesanan Mengelola Form Ambil Barang Tabel 4 Software Requirement Memprioritaskan Data Tanggal Pesan Transaksi Faktur Penjualan Pelanggan Data Tanggal Penjualan Surat Jalan Nama Fungsi Fungsi Memprioritaskan Pelanggan Mengelola Transaksi Laporan Pelanggan yang Stakeholder Administrator

  Fungsi ini digunakan untuk menghitung dan Data Kota dan Pengiriman Biaya Kirim Diprioritaskan Deskripsi Data Tanggal Faktur Pembayaran Mengelola Transaksi diprioritaskan Laporan Pelanggan yang Mengalami Penurunan Pemesanan menampilkan laporan pelanggan yang Data Tanggal Surat Jalan Laporan Pelanggan yang Awal

  Kondisi

  1. Data pelanggan Tidak Lagi Melakukan

  2. Data pemesanan Data Karyawan Data Kendaraan Laporan Jumlah Piutang Per Pemesanan Aksi Stakeholder Respon Sistem Pelanggan

  Alur Awal

  1. Pengguna

  a. Menghitung volume Data Uang Muka Laporan Piutang Jatuh memilih pemesanan selama 4 Data Tanggal Bayar Tempo Per Periode laporan minggu terakhir Data Jenis Bayar Laporan Perkembangan prioritas

  b. Mengambil dan Data Nilai Bayar Penjualan menampilkan

  5 Data Tanggal pelanggan dengan Jatuh Tempo jumlah volume pemesanan tertinggi

  Kondisi Sistem berhasil menghitung dan menampilkan

  Gambar 2 Diagram Input Process Output

  Akhir laporan pelanggan yang diprioritaskan

  1. Mengelola Transaksi Pemesanan

  2. Menghitung Volume Pemesanan Proses mengelola transaksi pemesanan

  Penjelasan mengenai kebutuhan sistem untuk fungsi menghasilkan beberapa output, yaitu daftar pesanan menghitung volume pemesanan dapat dilihat pada pelanggan, form ambil barang, laporan pelanggan Tabel 5. yang diprioritaskan, laporan pelanggan yang mengalami penurunan pemesanan, laporan

  Tabel 5 Software Requirement Menghitung Volume pelanggan yang tidak lagi melakukan pemesanan, Pemesanan dan laporan perkembangan penjualan. Pada proses

  Nama Fungsi Fungsi Mengihitung Volume Pemesanan

  ini, terdapat beberapa fungsi yang dilakukan sistem

  Stakeholder Administrator

  yaitu mencatat pesanan pelanggan, membuat daftar Fungsi ini digunakan untuk menghitung data

  Deskripsi

  pesanan pelanggan, memprioritaskan pelanggan, volume pemesanan dan menampilkan dalam bentuk laporan pelanggan yang mengalami dan menghitung volume pemesanan. penurunan pemesanan serta laporan pelanggan

  2. Mengelola Transaksi Penjualan yang tidak lagi melakukan pemesanan

  Proses mengelola transaksi penjualan menghasilkan

  Kondisi Awal

  1. Data pelanggan

  output berupa faktur penjualan. Pada proses ini,

  2. Data pemesanan terdapat fungsi yang dilakukan sistem yaitu Aksi Respon Sistem

  Stakeholder membuat faktur penjualan.

  Alur Awal

  1. Pengguna

  a. Sistem mengambil data

  3. Mengelola Transaksi Pengiriman memilih pesanan pelanggan

  Proses mengelola transaksi pengiriman laporan

  b. Sistem menghitung jumlah menghasilkan output berupa surat jalan. Pada proses prioritas volume pemesanan selama 3 bulan terakhir. Sistem ini, terdapat fungsi yang dilakukan sistem yaitu mengambil dan membuat surat jalan menampilkan pelanggan

  4. Mengelola Transaksi Pembayaran yang mengalami penurunan

  Proses mengelola transaksi pembayaran pesanan dalam periode tersebut menghasilkan beberapa output, yaitu laporan jumlah

  c. Sistem menghitung jumlah piutang per pelanggan, laporan piutang jatuh tempo, volume pemesanan selama 1 dan laporan perkembangan penjualan. Pada proses bulan terakhir. Sistem ini, terdapat beberapa fungsi yang dilakukan sistem mengambil dan menampilkan pelanggan yaitu mencatat pembayaran dan menghitung yang tidak melakukan piutang. pemesanan selama periode tersebut.

  Kondisi Akhir Sistem berhasil menghitung dan menampilkan Analisis Kebutuhan Fungsional

  laporan pelanggan yang mengalami penurunan Tahap analisis kebutuhan fungsional digunakan pemesanan dan laporan pelanggan yang tidak untuk mengimplementasikan fungsi yang didapat dari lagi melakukan pemesanan analisis kebutuhan pengguna.

  JSIKA Vol. 6, No. 5, Tahun 2017,

ISSN 2338-137X

  3. Menghitung Piutang yaitu, sitemap, system flow, diagram jenjang, context Penjelasan mengenai kebutuhan sistem untuk fungsi diagram , DFD, ERD, struktur tabel, rancangan menghitung piutang dapat dilihat pada Tabel 6 interface , dan rancangan uji coba. berikut ini.

  Sitemap

  Tabel 6 Software Requirement Menghitung Piutang

  Sitemap adalah salah satu alat bantu untuk Nama Fungsi Fungsi Menghitung Piutang

  mempermudah dalam pengenalan peta situs pada

  Stakeholder Administrator

  sebuah website . Sitemap akan membantu

  Deskripsi Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah

  mempermudah menjelaskan sistem informasi penjualan piutang dan menampilkan dalam bentuk laporan jumlah piutang per periode dan laporan piutang pada perusahaan kerupuk UD. Rohmat Jaya. Sitemap jatuh tempo per periode sistem informasi penjualan UD. Rohmat Jaya untuk

  Kondisi

  1. Data pelanggan halaman administrator dan pimpinan dapat dilihat pada

  Awal

  2. Data pemesanan Gambar 3 dan 4.

  3. Data pembayaran

  Aksi Stakeholder Respon Sistem Login Alur Awal

  1. Pengguna Sistem menampilkan memilih halaman laporan piutang Halaman laporan piutang Administrator

  2. Pengguna

  a. Sistem mengambil memasukkan data piutang yang nama dimiliki pelanggan BERANDA PEMESANAN KARYAWAN PELANGGAN PRODUK PENGIRIMAN PEMBAYARAN pelanggan b. Sistem melakukan KARYAWAN FAKTUR PRODUK perhitungan dan PENCATATAN PENCATATAN PEMESANAN PEMBAYARAN MASUK PENJUALAN BARU menampilkan laporan BAGIAN PRODUK JENIS SURAT JALAN jumlah piutang per KARYAWAN PEMESANAN HARGA PENCARIAN PEMBAYARAN PENCARIAN pelanggan KARYAWAN KELUAR PRODUK BIAYA KIRIM

  3. Pengguna Sistem menghitung dan DISKON memasukkan menampilkan piutang jatuh periode jatuh tempo per peiode Gambar 3 Sitemap Sistem Informasi Penjualan UD. tempo

  Rohmat Jaya Halaman Administrator

  Kondisi Sistem berhasil menghitung piutang dan Akhir menampilkan laporan jumlah piutang per Login

  pelanggan serta laporan piutang jatuh tempo per periode Pimpinan Halaman

  4. Menampilkan perkembangan penjualan Laporan Penjelasan mengenai kebutuhan sistem untuk fungsi menampilkan perkembangan penjualan dapat dilihat pelanggan yang Laporan Laporan pelanggan Laporan pelanggan Laporan yang mengalami yang tidak lagi perkembangan penurunan melakukan penjualan per Laporan jumlah Laporan jumlah piutang per piutang jatuh tempo pada Tabel 7 berikut ini. diprioritaskan pemesanan pemesanan periode pelanggan per periode Gambar 4 Sitemap Sistem Informasi Penjualan UD.

  Tabel

  7 Software Requirement Menampilkan Rohmat Jaya Halaman Pimpinan

  Perkembangan Penjualan

  Nama Fungsi Fungsi Menampilkan Perkembangan Diagram Jenjang

  Penjualan Stakeholder Administrator Diagram jenjang berguna sebagain alat desain Deskripsi Fungsi ini digunakan untuk menampilkan

  dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan laporan perkembangan penjualan sistem yang berbasis pada fungsi. Tujuan dari

  Kondisi

  1. Data Pemesanan pembuatan diagram jenjang adalah untuk memberikan

  Awal

  2. Data pembayaran informasi tentang fungsi-fungsi yang ada di dalam

  Aksi Respon Sistem Stakeholder sistem tersebut. Gambar 5 merupakan diagram jenjang

  1. Pengguna

  a. Sistem mengambil dan

  Alur Awal

  level 0 dari sistem informasi penjualan pada perusahaan memilih menghitung total volume kerupuk UD. Rohmat Jaya. laporan pemesanan dan total penjualan transaksi pembayaran b. Sistem menampilkan dalam bentuk grafik dalam laporan Sistem Informasi Penjualan perkembangan penjualan Pada Perusahaan Kerupuk UD. Rohmat Jaya

  Kondisi Sistem berhasil menghitung dan menampilkan Akhir laporan perkembangan penjualan 1 2 3 4 5 6 7 Pemodelan Mengelola Data Mengelola Hak Mencatat Memprioritaskan Menghitung Menghitung Menampilkan Volume Perkembangan

  Proses modeling ini merupakan penerjemahan Master Akses Transaksi Pelanggan Piutang Pemesanan Penjualan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan software yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini

  Gambar 5 Diagram Jenjang Level 0 berfokus pada rancangan struktur data, arsitektur Diagram jenjang level 0 seperti pada Gambar 5 software, representasi interface, dan detail (algoritma) menunjukkan bahwa sistem informasi penjualan UD. prosedural. Rancangan yang dibuat pada proses ini

  JSIKA Vol. 6, No. 5, Tahun 2017,

ISSN 2338-137X

  JSIKA Vol. 6, No. 5, Tahun 2017,

  Conceptual Data Model (CDM)

  Konstruksi Konstruksi merupakan proses membuat kode.

  Gambar 8 Physical Data Model

  penyusun basis data beserta field-field yang terdapat pada setiap tabel. Gambar 8 merupakan PDM dari sistem informasi penjualan kerupuk pada UD. Rohmat Jaya.

  generate dari CDM. Pada PDM terlihat jelas tabel-tabel

  Sebuah Physical Data Model (PDM) digunakan untuk menggambarkan secara detil struktur basis data dari sebuah aplikasi secara fisik. PDM merupakan hasil

  Phisical Data Model (PDM)

  Gambar 7 Conceptual Data Model

  Sebuah Conceptual Data Model (CDM) digunakan untuk menggambarkan keseluruhan struktur basis data dari sebuah aplikasi secara logik. Pada Gambar 7 merupakan CDM dari sistem informasi penjualan pada perusahaan kerupuk UD. Rohmat Jaya. Pada CDM tersebut memiliki 13 tabel, yaitu pelanggan, karyawan, bagian, jenis produk, produk, harga, kota, biaya kirim, diskon, pemesanan, penjualan, pengiriman, dan pembayaran.

  Conceptual Data Model (CDM) dan Physical Data Model (PDM).

  ISSN 2338-137X

  ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Berikut ini akan dijelaskan relasi-relasi atau struktur tabel pada sistem informasi penjualan UD. Rohmat Jaya dalam bentuk

  Entity Relationship Diagram (ERD)

  dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Context diagram merupakan diagram yang memberikan gambaran mengenai keseluruhan dari sistem yang berjalan. Gambar 6 adalah context diagram dari sistem informasi penjualan UD. Rohmat Jaya.

  Context diagram adalah diagram yang terdiri

  Gambar 6 Context Diagram Sistem Informasi Penjualan UD. Rohmat Jaya

  Data Pembayaran Data Peng iriman Data Penjualan Data Pemesanan Data Karyawan Keluar Nama Pelangg an Periode Pilihan Laporan Laporan Perkembang an Penjualan Laporan Piutang Jatuh Tempo Per Periode Laporan Jumlan Piutang Per Pelangg an Laporan Pelang gan yang Tidak Lag i Melakukan Pemesanan Laporan Pelang gan yang Meg alami Penurunan Pemesanan Laporan Pelang gan yang Diprioritaskan Daftar Pembayaran Daftar Pesanan Pelang g an Surat Jalan Faktur Penjualan Formulir Ambil Barang Data Pelang g an Data Karyawan M asuk Data Bag ian Data Biaya Kirim Data Kota Data Diskon Data Harg a Produk Data Produk Data Jenis Produk Baru SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KERUPUK UD ROHMAT JAYA + BAGIAN ADMINISTRASI PIM PINAN

  Context Diagram

  Rohmat Jaya memiliki tujuh proses, yaitu mengelola data master, mengelola hak akses, mencatat transaksi, memprioritaskan pelanggan, menghitung volume pemesanan, menghitung piutang, dan menampilkan perkembangan penjualan.

  Pengkodean merupakan penerjemahan desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Bahasa yang digunakan yaitu PHP (Hypertext Preprocessor). Tahapan ini merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan sistem informasi, artinya penggunaan komputer dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan uji coba terhadap sistem yang telah dibuat. Uji coba yang dilakukan dengan metode blackbox testing. Pengujian dilakukan dengan menguji tiap fungsi yang ada. Hasil uji coba membuktikan bahwa sistem informasi telah berjalan sesuai tujuan berdasarkan masing-masing fungsinya. melakukan memiliki dimiliki mencatat dioperasikan memiliki melunasi memiliki melakukan2 memilikiBagian memiliki memiliki detilpemesanan memiliki memiliki mempunyai pemesanan no_pesan tgl_pesan tgl_jadi jumitem_total jumbiaya_total status_pesan status_rekap status_ambilbarang uang_muka <pi> Variable characters (100) Date Date Integer Integer Variable characters (20) Variable characters (20) Variable characters (20) Integer <M> Identifier_1 ... <pi> biayakirim id_biayakirim periode_biayakirim biaya_kirim <pi> Integer Date Integer <M> Identifier_1 ... <pi> karyawan id_karyawan nama_karyawan tgl_lahir jenis_kel status_nikah alamat_karyawan no_telpkaryawan no_hpkaryawan tgl_masuk tgl_keluar password level_karyawan <pi> Variable characters (20) Characters (100) Date Variable characters (6) Variable characters (6) Variable characters (100) Decimal Decimal Date Date Variable characters (100) Variable characters (1) <M> Identifier_1 ... <pi> pembayaran id_bayar tgl_bayar cara_bayar no_rek no_giro atas_nama tgl_jatuhtempo bayar <pi> Variable characters (100) Date Variable characters (20) Number Variable characters (102) Variable characters (100) Date Integer <M> Identifier_1 ... <pi> penjualan id_faktur tgl_faktur status_jual <pi> Variable characters (100) Date Variable characters (50) Identifier_1 <pi> produk id_produk nama_produk satuan <pi> Characters (10) Variable characters (50) Variable characters (10) <M> Identifier_1 ... <pi> hargaproduk id_harga periode_harga harga_produk status_harga <pi> Integer Date Integer Characters (1) <M> Identifier_1 ... <pi> jenisproduk id_jenis nama_jenis <pi> Variable characters (10) Variable characters (100) <M> Identifier_1 ... <pi> bagian id_bagian nama_bagian status_bagian <pi> Variable characters (20) Variable characters (20) Variable characters (20) <M> Identifier_1 ... <pi> kota id_kota nama_kota <pi> Variable characters (10) Variable characters (50) <M> Identifier_1 ... <pi> pelanggan id_pelanggan nama_pelanggan tgl_join alamat_pelanggan no_telppel no_hppel status_pel <pi> Integer Variable characters (20) Date Variable characters (100) Decimal Decimal Variable characters (10) <M> Identifier_1 ... <pi> pengiriman id_suratjalan tgl_kirim jenis_kendaraan plat_kendaraan <pi> Variable characters (100) Date Variable characters (10) Variable characters (10) <M> Identifier_1 ... <pi> diskon id_diskon diskon jumlah_pesanan status_diskon <pi> Variable characters (5) Integer Integer Characters (1) <M> Identifier_1 ... <pi> FK_MELAKUKAN FK_MEMILIKI8 FK_DIMILIKI2 FK_MENCATAT FK_DIOPERASIKAN FK_MEMILIKI5 FK_MEMILIKI6 FK_MELUNASI FK_MEMILIKI FK_MELAKUKAN2 FK_MEMILIKIBAGIAN FK_MEMILIKI7 FK_MEMILIKI9 FK_DETILPEMESANAN FK_DETILPEMESANAN2 FK_MEMILIKI10 FK_MEMILIKI4 FK_MEMPUNYAI pemesanan no_pesan id_diskon id_pelanggan id_faktur id_biayakirim id_karyawan tgl_pesan tgl_jadi jumitem_total jumbiaya_total status_pesan status_rekap status_ambilbarang uang_muka pengiriman ... varchar(100) varchar(5) int varchar(100) int varchar(20) date date int int varchar(20) varchar(20) varchar(20) int varchar(20) <pk> <fk5> <fk3> <fk2> <fk4> <fk1> biayakirim id_biayakirim id_kota periode_biayakirim biaya_kirim ... int varchar(10) date int <pk> <fk> karyawan id_karyawan id_bagian nama_karyawan tgl_lahir jenis_kel status_nikah alamat_karyawan no_telpkaryawan no_hpkaryawan no_ktp tgl_masuk tgl_keluar password level_karyawan ... varchar(20) varchar(20) char(100) date varchar(6) varchar(6) varchar(100) decimal decimal numeric(8,0) date date varchar(100) varchar(1) <pk> <fk> pembayaran id_bayar no_pesan id_faktur tgl_bayar cara_bayar no_rek no_giro atas_nama tgl_jatuhtempo bayar ... varchar(100) varchar(100) varchar(100) date varchar(20) numeric(8,0) varchar(102) varchar(100) date int <pk> <fk2> <fk1> penjualan id_faktur id_karyawan no_pesan tgl_faktur status_jual ... varchar(100) varchar(20) varchar(100) date varchar(50) <pk> <fk1> <fk2> produk id_produk id_jenis nama_produk satuan jumlah_stok ... char(10) varchar(10) varchar(50) varchar(10) int <pk> <fk> hargaproduk id_harga id_produk periode_harga harga_produk status_harga ... int char(10) date int char(1) <pk> <fk> jenisproduk id_jenis nama_jenis varchar(10) varchar(100) <pk> bagian id_bagian nama_bagian status_bagian ... varchar(20) varchar(20) varchar(20) <pk> kota id_kota nama_kota varchar(10) varchar(50) <pk> pelanggan id_pelanggan id_kota nama_pelanggan tgl_join alamat_pelanggan no_telppel no_hppel status_pel ... int varchar(10) varchar(20) date varchar(100) decimal decimal varchar(10) <pk> <fk> pengiriman id_suratjalan id_faktur id_karyawan tgl_kirim jenis_kendaraan plat_kendaraan ... varchar(100) varchar(100) varchar(20) date varchar(10) varchar(10) <pk> <fk2> <fk1> diskon id_diskon diskon jumlah_pesanan status_diskon ... varchar(5) int int char(1) <pk> detilpemesanan id_produk no_pesan char(10) varchar(100) <pk,fk1> <pk,fk2>

  JSIKA Vol. 6, No. 5, Tahun 2017,

  3 Andrik 250 175 200 210 835

  25 30 - 50 105

  8 Wiwik

  7 Agus 150 75 100 90 415

  6 Vina 250 240 250 200 940

  5 H. Dopir 1200 1700 1300 1300 5500

  4 Sugeng 100 110 100 90 400

  2 Tacik Solo 1300 2500 2000 1500 7300

  45 60 100 90 295

  1 Asong 2000 1300 1300 2500 7100

  Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Total

  Sukses Tabel 10 Data Volume Pemesanan Selama 4 Minggu

  ditunjukkan pada Gambar 15

  output

  Hasil

  Tampil laporan pelanggan yang diprioritask an dengan nama pelanggan

  9 H. Supeno

  10 Hj. Rumini 2000 1300 1300 1000 5600

  Sukses Menampilkan laporan pelanggan yang diprioritaskan dengan nama pelanggan seperti Tabel

  18 Andi 100 90 150 100 440

  1 Bal = 5 kg

  50 75 100 75 300 Nama Pelanggan Volume Pemesanan (Bsl) No

  20 Kiryadi

  50 90 315

  75

  19 Darto 100

  17 Hengki 60 - 100 90 250

  11 Ika 100 250 150 100 600

  45 90 - 185

  50

  16 Hendrik

  15 Ngadi 150 75 100 50 375

  14 Budi 90 100 150 75 415

  13 Zainul 200 150 100 90 540

  12 Hj. Utami 1300 1300 2000 1500 6100

  11 Memilih menu laporan prioritas

  ditunjukkan pada Gambar 13 dan 14

  Hasil dari rancang bangun sistem informasi penjualan ini berupa aplikasi. Berikut ini akan dijelaskan mengenai aplikasi dari sistem informasi penjualan UD. Rohmat Jaya.

  password

  Username

  Sukses Mengecek validasi data login yang salah

  ditunjukan pada Gambar 9 dan 10

  output

  Hasil

  yang benar Menampilkan halaman beranda

  dan

  password

  Username

  Mengecek validasi data login yang benar

  Output Status

  Diharapkan

  Tabel 8 Hasi Uji Coba Halaman Login Aplikasi Tujuan Input Output yang

  Proses login aplikasi dilakukan dengan sistem oleh pengguna. Jika data yang diinputkan benar, maka pengguna dapat masuk ke dalam aplikasi. Jika data yang diinputkan salah, maka sistem akan menampilkan pesan kesalahan. Tabel 8 merupakan hasil uji coba halaman login aplikasi.

  Halaman Login

  dan

  yang salah Menampilkan pesan kesalahan dan kembali ke halaman login

  output

  .

  Hasil

  Data jumlah volume pemesanan selama 4 minggu dari 20 pelanggan

  Memasukkan data pesanan pelanggan

  Menampilkan jumlah volume pemesanan Selama 4 minggu seperti pada Tabel 10

  Output Status

  Diharapkan

  Tabel 9 Uji Coba Memprioritaskan Pelanggan Tujuan Input Output yang

  Uji coba pada proses memprioritaskan pelanggan untuk menghasilkan laporan pelanggan yang diprioritaskan. Tabel 9 berikut ini merupakan detil uji coba pada proses memprioritaskan pelanggan

  Hasil

  Memprioritaskan Pelanggan

  Data Salah Gambar 12 Tampilan Pesan Kesalahan

  Gambar 10 Tampilan Halaman Beranda Gambar 11 Tampilan Halaman Login Aplikasi dengan

  Data Benar Gambar 9 adalah halaman login aplikasi dengan data benar. Pada halaman tersebut pengguna menginputkan username dan password dengan benar, maka sistem menampilkan halaman beranda seperti pada Gambar 10. Gambar 11 adalah halaman login aplikasi dengan data salah. Pada halaman tersebut pengguna menginputkan username dan password dengan data yang salah, maka sistem menampilkan pesan kesalahan seperti pada Gambar 12.

  Sukses Gambar 9 Tampilan Halaman Login Aplikasi dengan

  ditunjukan pada Gambar 11 dan 12

  output

ISSN 2338-137X

  JSIKA Vol. 6, No. 5, Tahun 2017,

  Hasil output ditunjukkan pada Gambar 18

  14. Memilih menu laporan prioritas

  Tampil laporan pelanggan yang mengalami penurunan pemesana

Dokumen yang terkait

Dokumen baru