PERDA NO. 15 TAHUN 2011 – RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN KEBERSIHAN

J

fedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

1 NMLKJIHGFEDCBA

'

PERATURAN
NOMOR

DAERAH

CBA' 6 '

KOTA TUAL

TAHUN

2011

TEN-TANG
R E T R IB U S I

PELAYANAN

DENGAN

RAHMAT

P E R S A M P A H A N /K E B E R S IH A N

TUHAN

YANG

MAHA

ESA

W ALIKOTA TUAL,
M enim bang

M engingat

: a.

bahwa berdasarkan Pasal 110 ayat (1) huruf b UndangUndang Nom or 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah
dan
Retribusi
Daerah,
Retribusi
Pelayanan
Persam pahanjKeberslhan m erupakan salah satu jenis
Retribusi Jasa Um um yang dapat dipungut oleh
Pem erintah Daerah;

b.

bahwa berdasarkan Pasal 156 ayat (1) Undang-Undang
Nom or 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah, Retribusi Daerah ditetapkan dengan
Peraturan Daerah;

c.

bahwa
berdasarkan
pertim bangan
sebagaim ana
dim aksud pada huruf a, dan huruf b, perlu dtbentuk dan
ditetapkan
Peraturan
Daerah
tentang
Retribusi
Pelayanan Persam pahanjKebersihan;

1. Undang-Undang Nom or 60 Tahun 1958 tentang
Penetapan Undang-Undang Nom or 23 Tahun 1957
tentang Pem bentukan Daerah-Daerah Swatantra Tingkat
11 dalam W ilayah Daerah Swatantra Tingkat I M aluku
(Lem baran Negara Republik Indonesia Tahun 1958
Nom or 111, Tam bahan Lem baran Negara Republik
Indonesia Nom or 1645);
2.

Undang-Undang Nom or 49 Tahun 1960 tentang Panitia
Urusan Piutang Negara (Lem baran Negara Republik
Indonesia Tahun 1960 Nom or 156, Tam bahan Lem baran
Negara Republik Indonesia Nom or 2104);

3.

Undanq-Undanq nom or 8 Tahun 1981 Tentang Kitab
Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lem baran
Negara Tahun 1981 Nom or 76, Tam bahan Lem baran
Negara Nom or 3209);

,

2

4.

Undang-Undang Nornor
28 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari
Korupsi, Kolusi, dan Nepotism e (Lem baran Negara
Tahun 1999 Nom or 75, Tam bahan Lem baran Negara
Nom or 3851);

5.

Undang-Undang Nom or 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara (Lem baran Negara Tahun 2003
Nom or 47, Tam bahan Neqara Nom or 4286);

6.

Undang-Undang Nom or
1 Tahun
2004 tentang
Perbendaharaan Negara (Lem baran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nom or 5, Tam bahan Lem baran
Negara Republik Indonesia Nom or 4355);

7.

Undanq-Undanq Nom or 15 Tahun 2004 tentang
Pem eriksaan Pengelolaan dan
Tanggung
Jawab
Keuangan Negara (Lem baran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nom or 66, Tam bahan Lem baran Negara
Republik Indonesia Nom or 4400);

8.

Undang-Undang Nom or 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pem bangunan Nasional (Lem baran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nom or 104, Tam bahan
Lem baran Negara Republik Indonesia Nom or 4421);

9.

Undang-Undang Nom or 32 Tahtm 2004 tentang
Pem erintahan Daerah (Lem baran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nom or 125, Tam bahan Lem baran
Negara Republik Indonesia Nom or 4437) Sebagaim ana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan UndangUndang Nornor 12 Tahun 2008 tentang Pem erintahan
Daerah (Lem baran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nom or 59, Tam bahan Lem baran Negara Republik
Indonesia Nom or 4844);

10. Undang-Undang Nom or 33 Tahun 2004 tentang
Perim bangan Keuangan antara Pem erintah Pusat dan
Pem erintahan Daerah (Lem baran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nom or 126, Tam bahan Lem baran
Negara Republik Indonesia Nom or 4438);
11. Undang-Undang Nom or 31 Tahun 2007 tentang
Pem bentukan Kota Tual di Provinsi M aluku (Lem baran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nom or 97,
Tam bahan Lem baran Negara Nom or 4747);

3fedcbaZYXWVUTSRQ

12. Undang-Undang Nornor 28 Tahun 2009 tentang Pajak
Daerah dan Retribusi Daerah (Lem baran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nom or 130, Tam bahan
Lem baran Negara Republik Indonesia Nom or 5049);
13. Undang-Undang Nom or 12 Tahun 2011 tentang
Pem bentukan
Peraturan
Perundang-Undangan
(Lem baran Negara Indonesia Tahun 2004 Nom or 82,
Tam bahan Lem baran Negara Republik Indonesia Nom or
5234);
14. Peraturan Pem erintah Nom or 27 Tahun 1983 tentang
Pelaksanaan Undang-Undang Nom or 8 Tahun 1981
tentang Hukum Acara Pidana (Lem baran Negara
Republik Indonesia Tahun 1981 Nom or 6, Tam bahan
Lem baran Negara Republik Indonesia Nom or 3258);
15. Peraturan Pem erintah Nom or 56 Tahun 2005 tentang
Sistem Inform asi Keuangan daerah (Lem baran Negara
Tahun 2005 Nom or 138, Tam bahan Lem baran Negara
Nom or 4576);
16. Peraturan Pem erintah Nom or 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan daerah (Lem baran Negara Tahun
2005 Nom or 140, Tam bahan Lem baran Negara Nom or
4587);
17. Peraturan Pem erintah Nom or 8 Tahun 2006 tentang
Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pem erintah
(Lem baran Negara Tahun 2006 Nom or 25, Tam bahan
Lem baran Negara Nom or 4614);
18. Peraturan Pem erintah Nom or 38 Tahun 2007 tentang
Pem bagian Urusan Pem erintahan antara Pernerintah,
Pem erintah Daerah Provinsi, dan Pem erintah Daerah
Kota (Lem baran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nom or 86, Tam bahan Lem baran Negara Republik
Indonesia Nom or 4737);
19. Peraturan Daerah Kota Tual Nom or 1 Tahun 2008
tentang Pem bentukan Organisasi dan Tata Kerja
sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (Lem baran Daerah Tahun 2008 Nom or
02, Seri D);
20. Peraturan Daerah Kota Tual Nom or 2 Tahun 2008
tentang Pem bentukan Organisasi dan Tata Kerja
Kecam atan dan Kelurahan (Lem baran Daerah Tahun
2008 Nom or 02, Seri D);
21. Peraturan Daerah Kota Tual Nom or 3 Tahun 2008
tentanq Pem bentukan Organisasi dan Tata Kerja CBA

4fedcbaZYXWVUTSRQ

Lem baga Teknis Daerah (Lem baran Daerah Tahun 2008
Nom or 03, seri D);
22. Peraturan Daerah Kota Tual Nom or 4 Tahun 2008
tentang Pem bentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas
Daerah (Lem baran Daerah Tahun 2008 Nom or 04, Seri

D);
23. Peraturan Daerah Nom or 03 Tahun 2009 tentang PokokPokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lem baran Daerah
Tahun 2009 Nom or 03). NMLKJIHGFEDCBA

Dengan
O E W A N

P e r s e tu ju a n

P E R W A K IL A N

R A K Y A T

B e r s a m a CBA
O A E R A H

K O T A T U A L

M E M U T U S K A N :

M enetapkan

:

P E R A T U R A N
R E T R IB U S I

D A E R A H
P E L A Y A N A

K O T A

T U A L

P E R S A M P A H A N I

T E N tA N G

K E B E R S IH A N

B A B I

K E T E N T U A N

U M U M

Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini, yang dim aksud dengan:
1. Daerah adalah Kota Tual;
2.

Pem erintah Daerah adalah W alikota dan Perangkat Daerah sebagai unsur
penyelenggara Pem erintahan Daerah;

3.

W alikota adalah W alikota Kota Tual;

4.

Dewan PerwakUan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tual;

5.

Dinas Pendapatan adalah Dinas Pendapatan KotaTual;

6.

Dinas Kebersihan, Pertam anan dan Pem adam Kebakaran adalah Dinas
Kebersihan, Pertam anan dan Pem adam Kebakaran Kota Tual;

7.

Kas Daerah adalah Kas Daerah Pem erintah Kota Tual;

8.

Pejabat adalah pegawai negeri sipit yang diberi tugas tertentu di bidang
perRetribusian daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

9.

Badan adalah sekum pulan orang dan/ atau m odal yang m erupakan
kesatuan baik yang m elakukan usaha m aupun yang tidak m elakukan
usaha yang m eliputi perseroan terbatas, perseroan kom anditer, perseroan
lainnya, Badan Usaha M ilik Negara atau Daerah dengan nam a atau dalam
bentuk apapun, firm a, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan,

5

perkum pulan, yayasan, organisasi m asa, organisasi sosial politik atau
organisasi yang sejenis, lem baga, bentuk usaha tetap dan bentuk badan
lainnya;
10. Retribusi Daerah adalah pungutan Daerah sebagai pem bayaran atas jasa
atau pem berian izin tertentu yang khusus disediakan dan/ atau diberikan
oleh Pem erintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan;
11. Jasa adalah kegiatan Pem erintah Daerah berupa usaha dan pelayanan
yang m enyebabkan barang, fasilitas, atau kem anfaatan lainnya yang
dapat dinikm ati oleh orang pribadi atau Badan;
12. Jasa Um um adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pem erintah
Daerah untuk tujuan kepentingan dan kem anfaatan um um serta dapat
dinikm ati oleh orang pribadi atau Badan;
13. W ajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang m enurut peraturan
perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk m elakukan pem bayaran
retribusi, term asuk pem ungut atau pem otong retribusi tertentu;
14. M asa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang m erupakan
batas waktu bagi W ajib Retribusi untuk m em anfaatkan jasa dan perizinan
tertentu dari Pem erintah Daerah yang bersangkutan;
15. Surat Setoran Retribusi Daerah, yang selanjutnya disingkat SSRD, adalah
bukti pem bayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan dengan
m enggunakan form ulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas
daerah m elalui tem pat pem bayaran yang ditunjuk oleh Kepala Daerah:
16. Surat Ketetapan Retribusi Daerah, yang selanjutnya disingkat SKRD,
adalah surat ketetapan retribusi yang m enentukan besarnya jum lah
pokok retribusi yang terutang;
17. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar, yang selanjutnya disingkat
SKRDLB, adalah surat ketetapan retribusi yang m enentukan jum lah
kelebihan pem bayaran retribusi karena jum lah kredit retribusi lebih besar
daripada retribusi yang terutang atau seharusnya tidak terutang;
18. Surat Tagihan Retribusi Daerah, yang selanjutnya disingkat STRD, adalah
surat untuk m elakukan tagihan retribusi dan/ atau sanksi adm inistratif
berupa bunga dan/ atau denda;
19. Pem eriksaan adalah serangkaian kegiatan m enghim pun dan m engolah
data, keterangan, dan/ atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan
profesional berdasarkan suatu standar pem eriksaan untuk m enguji
kepatuhan pem enuhan kewajiban retribusi dan/ atau untuk tujuan lain
dalam rangka m elaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan
retribusi daerah;
20. Penyidikan tindak pidana di bidang retribusi daerah adalah serangkaian
tindakan
yang
dilakukan
oleh
Penyidik untuk
m encari serta
m engum pulkan bukti yang dengan bukti itu m em buat terang tindak
pidana di bidang retribusi daerah yang terjadi serta m enem ukan
tersangkanya . NMLKJIHGFEDCBA

6 CBA

B A B
N A M A , O B lE K

D A N

1 1

S U B lE K

R E T R IB U S I

Pasal2
Dengan nam a Retribusi Pelayanan Persam pahanjKebersihan
retribusi atas Pelayanan Persam pahanjKebersihan.

dipungut

Pasal3
(1)

(2)

Objek Retribusi Pelayanan Persam pahanjKebersihan adalah pelayanan
persam pahanjkebersihan Yang diselenggarakan oieh Pem erintah
Daerah m eliputi:
a. Pengam bilanjpengum pulan sam pah dari sum bernya ke lokasi
pem buangan sem entara;
b. Pengangkutan
sam pah
dari
sum bernya
dan/atau
lokasi
pem buangan/pem buangan akhir sam pah; dan
c. Penyediaan lokasi pem buanganjpem usnahan akhir sam pah.
Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaim ana dim aksud pada ayat (1)
adalah peiayanan kebersihan jaian um um , tam an kota, tem pat ibadah,
sosial, dan tem pat um um lainnya.

Pasal4
(1) Subjek Retribusi Pelayanan Persam pahanjKebersihan adalah orang
pribadi
atau
Badan
yang
m enggunakanjm enikm ati
Pelayanan
Persam pahanfkebersihan;
(2) W ajib Retribusi Pelayanan Persam pahanjKebersihan adalah orang pribadi
atau Badan yang m enurut ketentuan peraturan perundang-undangan
Retribusi diwajibkan untuk m elakukan pem bayaran Retribusi, term asuk
pem ungut atau pem otong Retribusi Pelayanan Persam pahanjKebersihan.

B A B
G O L O N G A N

III
R E T R IB U S I

PasalS
Retribusi Pelayanan Persam pahanjKebersihan digolongkan kedalam Golongan
Retribusi Jasa Um um .
B A B IV
C A R A

M E N G U K U R

T IN G K A T

P E N G G U N A A N

lA S A

Pasal6
(1)

Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan
peiayanan dan jenis sam pah. NMLKJIHGFEDCBA

frekuensi,

jenis

7fedcbaZYXWVUTSRQ

(2)

(3)

Jenis pelayanan sebagaim ana dim aksud pada ayat (1) dibedakan
berdasarkan
pengam bilan,
pengangkutan,
pengolahan
dan
pem usnahan sam pah, serta berdasarkan penggunaan sendiri TPA.
Jenis sam pah yang dim aksud pada ayat (1) dibedakan berdasarkan
sam pah rum ah tangga, sam pah perdagangan, sam pah industri dan
sam pah kapal. CBA

B A B V

P R IN S IP
S T R U K T U R

D A N
D A N

S A S A R A N

B E S A R A N

P E N E T A P A N

T A R IF

RETR~BUSINMLKJIHGFEDCBA

P a s a l7

(1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif Retribusi Pelayanan
Persam pahan/Kebersihan ditetapkan dengan m em perhatikan biaya
penyediaan jasa yang bersangkutan, kem am puan m asyarakat, aspek
keadilan, dan efektiv itas pengendalian atas pelayanan tersebut;
(2) Biaya sebagaim ana dim aksud pada ayat (1) m eliputi biaya dan
pem eliharaan, biaya bunga dan biaya m odal;

B A B V I

sT R U K T U R

D A N

B E S A R A N

T A R IF

R E T R IB U S I

P a s a l8

(1) Struktur tarif digolongkan berdasarkan pelayanan yang diberikan, jenis
sam pah yang dihasilkan dan kem am puan m asyarakat.
(2) Struktur dan besarnya tarif ditetapkan, sebagai berikut :
a. Pengam bilan, pengangkutan, pengolahan dan pem usnahan sam pah
rum ah tangga
Rp. SOOO/bln
b. Pengam bilan, pengangkutan, pengolahan dan pem usnahan sam pah
perdagangan :
1. Pasar Grosir
Rp.
10.000/bln
Rp. 10.000/bln
2. Pertokoan
Rp. 10.000/bln
3. Rum ah M akan
Rp.
S.OOO/bln
4. Rum ah Kopi
Rp. lS.OOO/bln
S. Bar/DiskotikjClub M alam /Karaoke
Rp. 10.000/bln
6. Bioskop
Rp. 20.000/bln
7. Gudang
Rp. lS.OOO/bln
8. Kantor/Badan/Perusahaan non pabrik
Rp. 10.000/bln
9. Tem pat Praktek dokter
Rp. 10.000/bln
10. PasarTradsional/sederhana
Rp.
11. Klos/Los
S.OOO/bln
Rp. 20.000/bln
12. Bioskop dengan Restoran/Kafetaria
Rp. 20.000/bln
13.Toko dengan Gudang

8

Rp. 30.000/bln
14. Kantor Perusahaan dengan Gudahg
Rp. 3S.000/bln
1S.Kantor Perusahaan dengan Gudang dan rum ah tinggal
Rp. 20.000/bln
16.Gudang Pem erintah
Rp. 1S.000/bln
17. Kantor Perusahaan dan rum ah tinggal.
c. Pengam bilan, pengangkutan, pengolahan dan pem usnahan sam pah
industri :
1. Rum ah Sakit
Rp. 20.000/bln
Rp.
S.OOO/bln
2. Puskesm as
Rp. 10.000/bln
3. Hotel
Rp. 1S.000/bln
4. Hotel dan Restoran
Rp. 1S.000/bln
S. Pabrik
Rp. 10.000/bln
6. Apotik
Rp. 10.000/bln
7. Pertukangandan Penggergajian Kayu
Rp. 10.000/bln
8. Perkantoran Pem erintah/BUM N/BUM D
Rp.
1S.000/bln
9. Bengkel dan Reparasi m obil
Rp.
S.OOO/bln
10. Bengkel Tam bal Ban
d. Pengam bilan, pengangkutan, pengolahan dan pem usnahan sam pah
sarnpah kapal
1. Kapal Perikanan
Rp. 20.000/bln
Rp.
10.000/bln
2. Kapal Niaga
Rp.
S.OOO/bln
3. Kapal Penum pang kurang dari 10 ton
Rp. 10.000/bln
4. Kapal Penum pang lebih dari 10 ton
e. Pengam bilan, pengangkutan, pengolahan dan pem usnahan sam pah
Rp. 9.000/bln
pedagang gerobak
(3) Penggunaan sendiri TPA oleh :
Rp. 3.500/bln
a. Orang pribadi sebagai pengusaha dan atau badan
Rp. 2.S00/bln
b. Orang pribadi bukan pengusaha NMLKJIHGFEDCBA
P a s a l9

(1) Tarif Retribusi sebagaim ana dim aksud pasal 8 ayat (1), (2) dan ayat (3)
ditinjau kem bali setiap 3 (tiga) tahun sekali untuk disesuaikan.
(2) Peninjauan tarif Retribusi sebagaim ana dim aksud pada ayat (1) dilakukan
dengan m em perhatikan indeks harga dan perkem bangan perekonom ian.
(3) Penetapan penyesuaian tarif Retribusi sebagaim ana dim aksud pada ayat
(2) ditetapkan dengan Peraturan W alikota. CBA

B A B

W IL A Y A H

V II

P E M U N G U T A N

P a s a ll0

Retribusi dipungut
di wilayah daerah
Persam pahan/Kebersihan diberikan .

tem pat

Retribusi

Pelayanan

9CBA

B A B

V III

P E M U N G U T A N

Pasal11fedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
(1) Retribusi terutang dipungut dengan m enggunakan SKRD atau dokum en
lain yang dipersam akan yang diterbitkan oleh W alikota;
(2) Dokum en lain yang dipersam akan sebaqairnana dim aksud pada ayat (1)
dapat berupa karcis, kupon, dan kartu langganan;
(3) Bentuk, isi, tata cara pengisian dan penyam paian SKRD atau dokum en
lain yang dipersam akan ditetapkan dengan Peraturan W alikota.

B A B IX

T A T A

C A R A

P E M B A Y A R A N

Pasal12
(1) Pem bayaran Retribusi yang terutang dilunasi sekaligus;
(2) Retribusi yang terutang dilunasi selam bat-Iam batnya 21 (dua puluh satu)
hari sejak diterbitkannya SKRD atau dokum en lain yang dipersam akan
yang m erupakan tanggal jatuh tem po pem bayaran Retribusi.
(3) Dalam hal W ajib Retribusi tertentu tidak m em bayar tepat pada waktunya
atau kurang m em bayar, dikenakan sanksi adm inistratif berupa bunga
sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari Retribusi yang terutang yang
tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan m enggunakan STRD.
(4) W alikota atas perm ohonan W ajib Retribusi setelah m em enuhi persyaratan
yang ditentukan dapat m em berikan persetujuan kepada W ajib Retribusi
untuk m engangsur atau m enunda pem bayaran Retribusi, dengan
dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan.
(5) Tatacara pem bayaran, pem bayaran dengan angsuran dan penundaan
pem bayaran Retribusi ditetapkan dengan Peraturan W alikota.

Pasal 13
(1) Pem bayaran Retribusi yang terutang dilakukan di Kas Daerah atau tem pat
lain yang ditetapkan oleh W alikota.
(2) Pem bayaran Retribusi sebagaim ana dim aksud pada ayat (1) dilakukan
dengan m enggunakan SSRD.
(3) Bentuk, jenis, ukuran dan tatacara pengisian SSRD, ditetapkan dengan
Peraturan W alikota . NMLKJIHGFEDCBA

10CBA

B A B X

T A T A C A R A

P E N A G IH A N

Pasal 14fedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
(1) Untuk m elakukan penagihan Retribusi, W alikota dapat m enerbitkan STRD
jika W ajib Retribusi tertentu tidak m em bayar Retribusi Terutang tepat
pada waktunya atau kurang m em bayar,
(2) Penagihan Retribusi terutang sebagaim ana dim aksud pada ayat (1)
didahului dengan Surat Teguran.
(3) Jum lah kekurangan Retribusi yang terutang dalam STRD sebagaim ana
dim aksud pada ayat (1) ditam bah dengan sanksi adm inistratif berupa
bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari Retribusi yang terutang
yang tidak atau kurang dibayar.
(4) Tatacara penagihan Retribusi ditetapkan dengan Peraturan W alikota.

B A B X I

K E B E R A T A N

Pasal15
(1) W ajib Retribusi dapat m engajukan keberatan kepada W alikota atau
pejabat yang ditunjuk atas SKRD atau dokum en lain yang dipersam akan.
(2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan
disertai alasan-alasan yang jelas.
(3) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lam a 3 (tiga) bulan
sejak tanggal SKRD diterbitkan, kecuali jika W ajib Retribusi tertentu dapat
m enunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena
keadaan di luar kekuasaannya.
(4) Keadaan di luar kekuasaannya sebagaim ana dim aksud pada ayat (3)
adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak atau kekuasaan
W ajib Retribusi.
(5) Pengajuan keberatan tidak m enunda kewajiban m em bayar Retribusi dan
pelaksanaan penagihan Retribusi.

Pasal16
(1) W alikota dalam jangka waktu paling lam a 6 (enam ) bulan sejak tanggal
Surat Keberatan diterim a harus m em beri keputusan atas keberatan yang
diajukan dengan m enerbitkan Surat Keputusan Keberatan.
(2) Keputusan W alikota atas keberatan dapat berupa m enerim a seluruhnya
atau sebagian, m enolak, atau m enam bah besarnya Retribusi yang
terutang.
(3) Apabila jangka waktu sebagaim ana dim aksud pada ayat (1) telah lewat
dan W alikota tidak m em beri suatu keputusan, keberatan yang diajukah
tersebut dianggap dikabulkan .

11

Pasal17
(1) Jika pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya, W alikota
m enerbitkan SKRDLB untuk m engem balikan kelebihan pem bayaran
Retribusi dengan ditam bah im balan bunga sebesar 2% (dua persen)
sebulan untuk paling lam a 12 (dua belas) bulan.
(2) Im balan bunga sebagaim ana dim aksud pada ayat (1) dihitung sejak bulan
pelunasan sam pai dengan diterbitkannya SKRDLB. CBA

B A B X II

P E N G E M B A L IA N

K E L E B IH A N

P E M B A Y A R A N

Pasal 18
(1) Atas kelebihan pem bayaran Retribusi, W ajib Retribusi dapat m engajukan
perm ohonan pengem balian kepada walikota.
(2) W alikota dalam jangka waktu paling lam a 6 (enam ) bulan, sejak
diterim anya perm ohonan pengem balian kelebihan pem bayaran Retribusi
sebagaim ana dim aksud pada ayat (1), harus m em berikan keputusan.
(3) Apabila jangka waktu sebagaim ana dim aksud pada ayat (2) telah
dilam paui dan W alikota tidak m em berikan suatu keputusan, perm ohonan
pengem balian pem bayaran Retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB
harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lam a 1 (satu) bulan.
(4) Apabila W ajib Retribusi m em punyai utang Retribusi lainnya, kelebihan
pem bayaran Retribusi sebagaim ana dim aksud pada ayat (1) langsung
diperhitungkan untuk m elunasi terlebih dahulu utang Retribusi tersebut.
(5) Pengem balian kelebihan pem bayaran Retribusi sebagaim ana dim aksud
pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lam a 2 (dua) bulan
sejak diterbitkannya SKRDLB.
(6) Jika pengem balian kelebihan pem bayaran Retribusi dilakukan setelah
lewat 2 (dua) bulan, W alikota m em berikan im balan bunga sebesar 2%
(dua persen) sebulan atas keterlam batan pem bayaran kelebihan
pem bayaran Retribusi.
(7) Tata cara pengem balian kelebihan pem bayaran Retribusi sebagaim ana
dim aksud pada ayat (1) dlatur dengan Peraturan VValikcta.

B A B

X III

K E D A L U W A R S A

Pasal 19
(1) Hak untuk m elakukan penagihan Retribusi m enjadi kedaluwarsa setelah
m elam paui waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya

12fedcbaZYXWVUTSRQ

(2)

(3)

(4)

(5)

Retribusi, kecuali jika W ajib Retribusi m elakukan tindak pidana di bidang
Retribusi.
Kedaluwarsa penagihan Retribusi sebagaim ana dim aksud pada ayat (1)
tertangguh jika:
a. diterbitkan Surat Teguran; atau
b. ada pengakuan utang Retribusi dari W ajib Retribusi, baik langsung
m aupun tidak langsung.
Dalam hal diterbitkan Surat Teguran sebagaim ana dim aksud pada ayat
(2) huruf a, kedaluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal diterim anya
Surat Teguran tersebut.
Pengakuan utang Retribusi secara langsung sebagaim ana dim aksud pada
ayat (2) huruf b adalah W ajib Retribusi dengan kesadarannya
m enyatakan m asih m em punyai utang Retribusi dan belum m elunasinya
kepada Pem erintah Daerah.
Pengakuan utang Retribusi secara tidak langsung sebagaim ana dim aksud
pada ayat (2) huruf b dapat diketahui dari pengajuan perm ohonan
angsuran atau penundaan pem bayaran dan perm ohonan keberatan oleh
W ajib Retribusi. NMLKJIHGFEDCBA

P a s a l2 0

(1) Piutang Retribusl yang tidak m ungkin ditagih lagi karena hak untuk
m elakukan penagihan sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan.
(2) W alikota m enetapkan Keputusan Penghapusan Piutang Retribusi yang
sudah kedaluwarsa sebagaim ana dim aksud pada ayat (1).
(3) Tata cara penghapusan piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa diatur
dengan Peraturan W alikota. CBA

B A B X IV

P E M E R IK S A A N

P a s a l2 1

(1) W alikota berwenang m elakukan pem erlksaan untuk m enguji kepatuhan
pem enuhan kewajiban Retribusi dalam rangka m elaksanakan peraturan
perundang-undangan Retribusi Daerah.
(2) W ajib Retribusi yang diperiksa wajib:
a. m em perlihatkan dan/ atau m em injam kan buku atau catatan, dokum en
yang m enjadi dasarnya dan dokum en lain yang berhubungan dengan
objek Retribusi yang terutang;
b. m em berikan kesem patan untuk m em asuki tem pat atau ruangan yang
dianggap
perlu
dan
m em berikan
bantuan
guna
kelancaran
pem eriksaan; dan/ atau
c. m em berikan keterangan yang diperlukan .

13fedcbaZYXWVUTSRQ

(3) Ketentuan lebih lanjut m engenai tata cara pernerlksaan Retribusi diatur
dengan Peraturan W alikota. CBA

B A B X V

P E M A N F A A T A N

NMLKJIHGFEDCBA

P a s a l2 2

(1) Hasil penerim aan Retribusi m erupakan pendapatan daerah yang harus
disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah.
(2) Sebagian hasil penerim aan Retribusi digunakan untuk m endanai kegiatan
yang
berkaitan
langsung
dengan
penyelenggaraan
pelayanan
persam pahanjkebersihan.
(3) Pengalokasian sebagian penerim aan Retribusi sebagaim ana dim aksud
pada ayat (2) ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah.

B A B X V I

IN S E N T IF

P E M U N G U T A N

P a s a l2 3

(1) Instansi yang m elaksanakan pem ungutan Retribusi dapat diberi insentif
atas dasar pencapaian kinerja tertentu.
(2) Pem berian insentif sebagaim ana dim aksud pada ayat (1) ditetapkan
m elalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
(3) Pem berian dan pem anfaatan insentif sebagaim ana dim aksud pada ayat
(1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

B A B X V II

P E N Y ID IK A N

P a s a l2 4

(1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pem erintah Daerah
diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk m elakukan penyidikan
tindak pidana di bidang Retribusi Daerah, sebagaim ana dim aksud dalam
Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
(2) Penyidik sebagaim ana dim aksud pada ayat (1) adalah pejabat pegawai
negeri sipil tertentu di lingkungan Pernerlntah Daerah yang diangkat oleh
pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundanqundangan.
(3) W ewenang Penyidik sebaqalrnana dim aksud pada ayat (1) adalah:

14fedcbaZYXWVUTSRQ

a. m enerim a, m encari, m engum pulkan, dan m eneliti keterangan atau
laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah
agar keterangan atau laporan tersebut m enjadi lebih lengkap dan jelas;
b. m eneliti, m encari, dan m engum pulkan keteranqan m engenai orang
pribadi atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan
sehubungan dengan tindak pidana' Retribusi Daerah;
c. m em inta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau Badan
sehubungan dengan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah;
d. m em eriksa buku, catatan, dan dokum en lain berkenaan dengan tindak
pidana di bidang Retribusi Daerah;
e. m elakukan
penggeledahan
untuk
m endapatkan
bahan
bukti
pem bukuan, pencatatan, dan dokum en lain, serta m elakukan
penvitaan terhadap bahan bukti tersebut;
f. m em inta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas
penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah;
g. m enyuruh berhenti dan/ atau m elarang seseorang m eninggalkan
ruangan atau tem pat pada saat pem eriksaan sedang berlangsung dan
m em eriksa identitas orang, benda, dan/ atau dokum en yang dibawa;
h. m em otret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana Retribusi
Daerah;
i. m em anggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai
tersangka atau saksi;
j. m enghentikan penyidikan; dan/atau
k. m elakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak
pidana di bidang Retribusi Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
(4) Penyidik sebagainiana dim aksud pada ayat (1) m em beritahukan
dim ulainya penyidikan dan m enyam paikan hasil penyidikannya kepada
Penuntut Um um m elalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik
Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang
Hukum Acara Pidana. CBA

B A B

X V III

K E T E N T U A N

P ID A N A

NMLKJIHGFEDCBA

P a s a l2 5

(1) W ajib Retribusi yang tidak m elaksanakan kewajibannya sehingga
m erugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lam a 3
(tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jum lah
Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar.
(2) Denda sebaqalrnana dim aksud dalam ayat (1) m erupakan penerim aan
negara.

15CBA

B A B X IX

NMLKJIHGFEDCBA

KETENTUAN PENUTUP

Pasal26fedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA
Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, m aka Peraturan W alikota Tual
Nom or 23 Tahun 2009 tentang Retribusi Pelayanan Persam pahan/Kebersihan
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pasal27
Peraturan Daerah ini m ulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang m engetahuinya,
Daerah ini dengan penem patannya

m em erintahkan pengundangan Peraturan
dalam Lem baran Daerah Kota Tual.
Ditetapkan di Tual
Pada tanggal ~I Desem ber 2011
,A

lv W A L

H i. M A H M U D

Y W

" ''''

MUHAMMAD

Diundangkan di Tual
Pada tanggal "

Desem ber 2011

SE~RETARIS D A E R A H K O T A T U A L ,

11
LEM BARAN DAERAH KOTA

AL TAHUN 2011 NOM OR

~l

TAM HER

16NMLKJIHGFEDCBA

PENJELASAN
ATAS
PERATURAN DAERAH KOTA TUAL
NOMOR

If

TAHUN

2011

TENTANG
R E T R IB U S I

I.

P E L A Y A N A N P E R S A M P A H A N /K E B E R S IH A N

U M U M fedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Untuk m endorong percepatan perubahan dan kem ajuan Daerah
berdasarkan Undang-Undang Nom or 28 Tahun 2009 tentang Pajak
Daerah dan Retribusi Daerah, Daerah diberikan hak dan kewajiban
untuk m engatur dan m engurus sendiri urusan pem erintahan m elalui
kebijakan Daerah berdasarkan tugas, wewenang dan kewajiban untuk
m em berikan pelayanan, peningkatan peran serta, prakarsa dan
pem berdayaan m asyarakat yang
bertujuan
pada peningkatan
kesejahteraan m asyarakat. Atas dasar landasan yuridis dim aksud dan
sesuai dengan harapan untuk m em berikan daya ungkit terhadap
penerim aan daerah yang berasal dari Retribusi Daerah dari waktu ke
waktu harus senantiasa ditingkatkan. Hal ini dim aksudkan agar
peranan daerah dalam m em enuhi kebutuhan daerah.
Salah satu jenis Retribusi yang dipungut oleh daerah sesuai UndangUndang Nom or 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah adalah Retribusi Pelayanan Persam pahan/Kebersihan. Sesuai
ketentuan Pasal pasal 156 ayat (1) Undang-Undang Nom or 28 Tahun
2009 tersebut, pem ungutan Retribusi Daerah harus ditetapkan dengan
Peraturan Daerah. Sejalan dengan hal tersebut, penetapan Peraturan
Daerah ini adalah dim aksudkan agar Pem erintah Daerah Kota Tual
dapat m em ungut Retribusi Pelayanan Peram pahan/Kebersihan sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Disam ping itu dalam Peraturan Daerah ini telah diatur dengan jelas
dan tegas m engenai objek, subjek, dasar pengenaan dan tarif Retribusi
Pelayanan Persam pahan/Kebersihan. Selain itu juga telah diatur hal hal yang berkaitan dengan adm inistrasi pem ungutan.
Dalam pem bentukan Peraturan Daerah ini selain berpedom an pada
peraturan
perundangan
dibidang
Retribusi
Daerah,
juga
m em perhatikan dan dikaitkan dengan Peraturan Perundangan lain
seperti Undang-Undang Nom or 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara
Pidana (Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nom or 76,
Tam bahan Lem baran Negara Republik Indonesia Nom or 3209) .

17CBA

II.

P E N J E L A S A N

P A S A L

D E M I

Pasal 1 5 j d Pasal 2
Pasal3 Ayat (1)
Ayat (2)

Pasal 4 Ayat (1)

Ayat (2)
Pasal 5 5/ d Pasal 18
Pasal 19 Ayat (1)

Ayat (2) huruf a

huruf b

Ayat (3)

Pasal 20 5 j d Pasal 22
Pasal 23 Ayat (1)

P A S A L

fedcbaZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

: Cukup Jelas.
: Cukup Jelas,
Yang dim aksud dengan "tem pat um um
lainnya" adalah tem pat yang dapat
digunakan oleh m asyarakat um um dan
dikelola oleh Pem erintah Daerah.
: Yang dim aksud dengan Badan adalah
suatu bentuk badan usaha yang m eliputi
Perseroan
Terbatas,
Perseroan
Kom anditer, Perseroan Lainnya, Badan
Usaha M ilik Negara atau Daerah dengan
nam a
dan
dalam
bentuk
apapun,
persekutuan, perkum pulan, Firm a, kongsi,
Koperasi, Yayasan atau organisasi yang
sejenis, Lem baga, dana pensiun, bentuk
usaha tetap serta bentuk badan usaha
lainnya.
: Cukup jelas.
: Cukup Jelas.
: Saat kedaluwarsa penagihan Retribusi ini
perlu
ditetapkan
untuk
m em berikan
kepastian hukum kapan utang Retribusi
tidak dapat ditagih lagi.
Dalam hat diterbitkan Surat Teguran dan
Surat Paksa, kedaluwarsa penagihan
dihitung sejak tanggal penyam paian surat
paksa tersebut.
Yang dim aksutlkan dengan
pengakuan
utang
Retribusi secara langsung adalah
VJajib Retribusi dengan kesadarannya
m enyatakan m asih m em punyai utang
Retribusi dan belum m elunasinya kepada
Pem erintah Daerah.
: Yang dim aksudkan dengan pengakuan
secara tidak langsung adalah W ajib
Retribusi tidak secara nyata langsung
m enyatakan bahwa la m em punyai utang
Retribusi kepada Pem erintah Daerah.
Contoh:
- W ajib
Retribusi
m engajukan
perrnohonan
angsuranjpenundaan
pem bayaran;
- W ajib
Retribusi
m engajukan
perm ohonan keberatan.
: Cukup Jelas.
: Yang dim aksud dengan instansi yang
m elaksanakan
pem ungutan
adalah NMLKJIHGFEDCBA

· '.

18

Ayat (2)

Ayat(3)
Pasal 24 5 / d Pasal 27

dinas/badan/lem baqa
yang tugas pokok
dan fungsinya m elaksanakan pem ungutan
Retribusi.
: Pem berian
besarnya
insentif
dilakukan
m elalui
pem bahasan
oleh
pem erintah
daerah dengan alat kelengkapan Dewan
Perwakilan
Rakyat
Daerah
yang
m em bidangi m asalah keuangan.
: Cukup Jelas.
: Cukup Jelas.

TAM BAHAN LEM BARAN DAERAH KOTA TUAL NOM OR CBA
L \O

S ' NMLKJIHGFEDCBA

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3875 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1031 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 925 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 774 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1215 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 805 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1086 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1320 23