Sekilas Mengenai.. Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran.

SEKILAS MENGENAI…..1
PROGRAM STUDI ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Oleh:
Santoso Tri Raharjo2

UMUM
Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial didirikan berdasarkan Surat
Keputusan Dekan Fakultas Sosial Politik No. 014/KEP/SOSPOL/65 pada tanggal 13
November 1965. Atas dasar Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia

146/DIKTI/Kep/2007

tentang

Penataan

Jurusan


pada

Fakultas

di

Lingkungan Universitas/Institut Negeri, Program Studi ini mempunyai legalitas yang
kuat sebagai salah satu Program Studi yang berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial
Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran. Selaras dengan visi Fakultas yang
berbunyi: “Tahun 2020, FISIP UNPAD menjadi lembaga pendidikan tingkat dunia yang
memiliki komitmen terhadap keunggulan bidang ilmu sosial dan ilmu politik yang diakui
secara internasional.” Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial memiliki visi:
“Menjadi pengelola pendidikan tinggi pekerjaan sosial yang mengembangkan
pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis
kewirausahaan sosial dan memiliki keunggulan kompetitif”.
Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial dipimpin oleh seorang Ketua Program
Studi yang dibantu oleh Sekretaris Program Studi yang dipilih melalui rapat program
studi dengan masa jabatan empat tahun, dan paling banyak menjabat selama dua
periode. Selain itu, dalam pengelolaan program dan penjaminan mutu yang terkait
dengan kegiatan tri dharma perguruan tinggi, dalam struktur organisasi Program Studi

Ilmu Kesejahteraan Sosial dibentuk Laboratorium Kompetensi Kesejahteraan Sosial
dan Tim Satuan Penjamin Mutu Program Studi.
Saat ini, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial memiliki dosen berjumlah 25
orang (3 orang bergelar Doktor, 17 orang Magister, dan 5 orang Sarjana) ditambah
dengan 2 orang tenaga kependidikan. Sekitar 1000 lulusan telah dilahirkan oleh
program studi ilmu kesejahteraan sosial, dan berkiprah di berbagai bidang baik
1

Bahan tulisan ini disarikan dari Buku Borang Akreditasi Prodi IKS 2007-2012 yang disusun oleh tim
Gugus Kendali Mutu Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial.
2
Sekretaris Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP-UNPAD

1

pemerintah maupun non pemerintah. Kecenderungan sebagian besar lulusan tahun
2000-an adalah bergerak pada sektor social entrepreneurship melalui LSM (lembaga
swadaya masyarakat) dan badan-badan pelayanan/ pemberdayaan masyarakat.
Perencanaan dan pengembangan program dilakukan terhadap kurikulum,
sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hal-hal yang terkait dengan kebutuhan

pasar kerja, kemahasiswaan dan alumni melalui sarana diskusi rutin yang
dilaksanakan oleh Tim Laboratorium Kompetensi Kesejahteraan Sosial, melalui rapat
Program Studi, ataupun melalui rapat dengan tim-tim khusus. Perencanaan dan
pengembangan program didasarkan pada hasil evaluasi internal dan eksternal
terhadap kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemahasiswaan,
kebutuhan pasar, dan alumni.
Dalam upaya mendukung kelancaran dan pengembangan sistem belajar
mengajar termasuk praktikum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,
dilakukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait, baik instansi pemerintah, lembaga
swasta, maupun lembaga swada masyarakat.
Rekrutmen calon mahasiswa baru dilaksanakan melalui seleksi nasional
berupa SNMPTN dan SMUP (Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran). Dalam hal ini
Program Studi menentukan jumlah calon mahasiswa baru berdasarkan kapasitas
sarana dan prasarana serta memperhatikan rasio dosen-mahasiswa. Sistem rekrutmen
ini telah sesuai untuk menyaring karakteristik mutu calon mahasiswa baru yang
diharapkan. Selama lima tahun terakhir (tahun akademik 2005/2006-2009/2010/2011),
rasio jumlah mahasiswa lolos seleksi terhadap jumlah calon mahasiswa pendaftar,
rata-rata 1:7 setiap tahunnya. Daerah asal calon mahasiswa tidak hanya dari Provinsi
Jawa Barat tetapi dari berbagai provinsi di Indonesia.
Prestasi mahasiswa tidak hanya dalam bidang akademik (rata-rata IPK >3 yang

terus mengalami peningkatan), tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler
berupa kegiatan kreatif dan olah raga, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Berdasarkan hasil pelacakan terhadap para pengguna lulusan, lulusan Program Studi
Ilmu Kesejahteraan Sosial mendapat penilaian yang relatif baik; terutama dalam hal
integritas, keahlian di bidang profesinya, komunikasi, dan kerjasama.
Kurikulum yang saat ini dilaksanakan adalah kurikulum yang dirumuskan pada
tahun 2007 yang mengakomodasi kebutuhan mata kuliah pilihan dan peminatan dalam
praktikum mikro dan makro, serta pembenahan rangkaian dan orientasi praktikum.
Untuk itu, baik dari aspek SDM maupun sarana dan prasarana pendukung lainnya
dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan kurikulum tersebut.

2

Untuk pembiayaan pengembangan SDM serta sarana dan prasarana
pendukung tersebut digunakan sumber dana PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)
Universitas Padjadjaran yang dikelola oleh Fakultas. Ketersediaan sarana pendukung
proses belajar mengajar pada saat ini relatif mencukupi kebutuhan, namun untuk
mendukung pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi, masih diperlukan ruang
kelas untuk kelas paralel sebagai pendukung penerapan metoda SCL (student center
learning) . Selain itu, ketersediaan ruang kerja dosen masih perlu ditingkatkan, baik

dari sisi kenyamanan maupun privasinya, sehingga dapat lebih mendukung pelayanan
pada mahasiswa.
Sistem Informasi Akademik (Siakad) dan Sistem Informasi Akuntansi
(Sifa) yang dikembangkan oleh FISIP dapat menyediakan data dan informasi akademik
dan akuntansi untuk kebutuhan evaluasi dan perencanaan di tingkat Program Studi.
Selain itu, ketersediaan fasilitas wireless connection (Wi-Fi) di seluruh ruangan sangat
mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dalam pelaksanaan tri dharma perguruan
tinggi.

MISI
Misi Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial mencakup bidang pendidikan,
penelitian dan pengabdian masyarakat:
a) Misi dalam Bidang Pendidikan:
1) Mengembangkan dan melaksanakan kurikulum pendidikan tinggi pekerjaan
sosial yang berbasis kompetensi, antisipatif terhadap perkembangan dan
kebutuhan masyarakat dan teknologi global.
2) Menyelenggarakan Proses Belajar Mengajar (PBM) bagi mahasiswa
dengan terus mengembangkan metode dan media yang efektif dan efisien
sesuai dengan kebutuhan kurikulum pendidikan yang dikembangkan.
3) Meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen, melalui peningkatan

pendidikan dan pelatihan.
4) Mengembangkan jiwa kewirausahaan sosial bagi mahasiswa, baik melalui
kegiatan kurikuler (praktikum) maupun ekstrakurikuler (kegiatan Program
Kreatifitas Mahasiswa dan kegiatan-kegiatan organisasi kemahasiswaan),
untuk membentuk mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan mandiri, dengan
tetap berpijak pada ilmu pengetahuan, keterampilan, dan etika pekerjaan
sosial.
b) Misi dalam Bidang Penelitian

3

Mengembangkan berbagai kegiatan penelitian yang menunjang proses
belajar mengajar dan pengabdian kepada masyarakat melalui Laboratorium
Kompetensi Kesejahteraan Sosial.
c) Misi dalam Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat
Mengembangkan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui
Laboratorium Kompetensi Kesejahteraan Sosial sebagai wahana
pembelajaran sivitas akademika.

TUJUAN

Sedangkan tujuan yang ingin dicapai baik dalam bidang pendidikan penelitian,
dan pengabdian masyarakat antara lain:
a. Dalam bidang pendidikan, tujuan yang ingin dicapai adalah:
1) Terwujudnya kurikulum yang berbasis kompetensi, antisipatif terhadap
perkembangan dan kebutuhan masyarakat dan teknologi global yang
diakui secara nasional dan internasional.
2) Terciptanya Proses Belajar Mengajar (PBM) yang kondusif bagi
mahasiswa dengan terus mengembangkan metode dan media yang
efektif dan efisien dengan mengacu pada kurikulum pendidikan yang
sudah diwujudkan.
3) Tercapainya kualifikasi dan kompetensi dosen, baik secara kualitas
maupun kuantitas.
4) Terbangunnya jiwa kewirausahaan sosial bagi mahasiswa, baik melalui
kegiatan

kurikuler

(praktikum)

maupun


ekstrakurikuler

(kegiatan

Program Kreatifitas Mahasiswa dan kegiatan-kegiatan organisasi
kemahasiswaan), untuk membentuk mahasiswa yang kreatif, inovatif,
dan

mandiri,

dengan

tetap

berpijak

pada

ilmu


pengetahuan,

keterampilan, dan etika pekerjaan sosial.
b. Dalam bidang penelitian, tujuan yang ingin dicapai adalah menghasilkan
penelitian-penelitian bidang kesejahteraan sosial yang berkualitas dan
meningkat secara kuantitas. Kegiatan penelitian melibatkan mahasiswa
sebanyak mungkin, sebagai media pembelajaran mahasiswa. Hasil dari
penelitian

dapat

digunakan

untuk

memperkaya

bahan


ajar

serta

dimanfaatkan dalam kehidupan bermasyarakat.

4

c. Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, tujuan yang ingin dicapai
adalah menghasilkan kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat
yang berkualitas dan meningkat secara kuantitas. Kegiatan pengabdian
kepada masyarakat yang berkualitas tidak sekedar bantuan sosial semata
tetapi mengarah pada peningkatan kemandirian masyarakat. Kuantitas
artinya dilihat dari jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat,
pelibatan mahasiswa dan dosen, serta pemangku kepentingan.

OUTPUT LULUSAN
Dari tujuan-tujuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang:
a) Menguasai pengetahuan pekerjaan sosial meliputi: pengetahuan tentang
perilaku manusia dan lingkungan sosial; nilai, prinsip, etika pekerjan sosial;

serta kebijakan dan pelayanan sosial di tingkat lokal,

nasional, dan

internasional.
b) Memiliki sikap kritis terhadap situasi diskriminatif dan mampu mengambil
prakarsa advokasi dan upaya perubahan sosial serta menghormati nilai-nilai
kemanusiaan.
c) Mampu melaksanakan praktik pekerjaan sosial di tingkat lokal, nasional, atau
internasional dengan cara menghargai keunikan, hak asasi, dan martabat
manusia.
d) Mampu melaksanakan penelitian pekerjaan sosial dengan menggunakan
kerangka teoritik dan praktik pekerjaan sosial dalam upaya memahami
permasalahan individu, kelompok, masyarakat, organisasi, di tingkat lokal,
nasional, dan internasional.

----- INSYA ALLAH ----

5