laporan praktikum basis data phpmyadmin

Kelas:

LAPORAN PRAKTIKUM

B1

BASIS DATA
MODUL 5
PHPMYADMIN DAN DREAMWEVER

Nama Praktikan

Nomor
Mahasiswa

Tanggal
Kumpul

Rifa Fitrianti

14611094


11 Juni 2015

Tanggal
Koreksi

Nama Penilai

Tanda tangan
Praktikan

Nilai

Laboran

Tanda tangan
Asisten

Dosen


Purnama Akbar
Purnami Yuli Sasmiati
Muhammad Muhajir, S.Si.,
M.Sc.

JURUSAN STATISTIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA
2015
1

2

BAB I
PENDAHULUAN

PhpMyAdmin adalah suatu program open source yang berbasis web yang
dibuat menggunakan aplikasi PHP. Program ini digunakan untuk mengakses

database MySQL. Program ini mempermudah dan mempersingkat kerja
penggunanya. Dengan kelebihannya, para pengguna awam tidak harus paham
sintaks-sintaks SQL dalam pembuatan database dan tabel. PHP (Hypertext
Preprocessor) merupakan bahasa yang hanya dapat berjalan pada server yang
hasilnya dapat ditampilkan pada klien. Dalam mengeksekusi kode PHP pada sisi
server (disebut server side) berbeda dengan mesin maya Java yang mengeksekusi
program pada sisi klien (client side). Proses eksekusi kode PHP yang disisipkan
pada halaman HTML. Sekitar tahun 1994, Rasmus Lerdorf telah meletakan
bersama Perl script untuk membuat siapa yang telah melihat resumenya terkesan.
Kemudian sedikit demi sedikit user mulai menyukai script ini.

PHP merupakan bahasa pemograman yang selalu di update dan
berkembang mengikuti teknologi terbaru. Saat ini, Pemrograman Berorientasi
Objek (Object Oriented Programming) menjadi trend pemrograman PHP, dan
hal ini juga mempengaruhi cara mengakses database MySQL dari PHP. PHP
memiliki 3 (tiga) cara pengaksesan MySQL, yakni melalui PDO (PHP Data
Objects), mysqli

extension dan mysql


extension. PDO

menggunakan

pemrograman objek, mysqli extension tersedia dalam bentuk objek dan
prosedural (diakses melalui fungsi-fungsi) sedangkan mysql extension
sepenuhnya menggunakan pemrograman prosedural. Dari ketiga metode ini
terdapat perbedaan sebagai berikut:
a. Koneksi MySQL dengan mysql extension
Pada awal 2008 untuk mengakses MySQL dari PHP, menggunakan fungsifungsi seperti mysql_connect(), mysql_query(), dan mysql_fetch_array().
Fungsi-fungsi ini tergabung ke dalam mysql extention (saat itu PDO dan

3

mysqli extension masih jarang digunakan. Namun sekarang (tepatnya
mulai PHP versi 5.5.0) PHP memutuskan untuk membuat mysql
extension berstatus deprecated. Yang artinya pengaksesan database
MySQL menggunakan fungsi mysql extension sudah tidak disarankan lagi.
Programmer PHP diharapkan pindah ke mysqli extension atau PDO yang
berbasis objek. Alasannya, MySQL versi terbaru memiliki fitur-fitur yang

semakin lengkap dan kompleks, sehingga PHP memutuskan untuk
membuat fungsi extension baru agar programmer PHP bisa menggunakan
fitur-fitur ini.
b. Koneksi MySQL dengan mysqli extension
Sebagai

pengganti mysql

extension,

PHP

menyediakan mysqli

extension (mysqli merupakan singkatan dari MySQL Improved). Mysqli
extension ini pada dasarnya adalah perbaikan dari mysql extension dan
dikembangkan untuk mendukung fitur-fitur terbaru untuk MySQL 4.1 keatas.
Hampir semua fungsi yang ada pada mysql extension juga tersedia
pada mysqli. Syntax mysqli sangat mirip dengan mysql extension. Sehingga
jika Praktikan telah lama menggunakan mysql extension, akan sangat mudah

untuk beralih menggunakan mysqli extension. Selain menggunakan mysql
maupun mysqli extension, cara ketiga untuk pengaksesan database MySQL
dari PHP adalah dengan menggunakan PHP Data Objects (atau sering
disingkat dengan PDO).

c. Koneksi MySQL dengan PDO (PHP Data Objects)
PDO (PHP Data Objects) adalah extension atau penambahan fitur dalam
PHP yang dirancang sebagai interface universal untuk pengaksesan berbagai
jenis database (tidak hanya MySQL). Contohnya, jika Praktikan akan
menggunakan PDO dalam menulis kode pemograman, lalu suatu saat website
bertukar database dari MySQL ke Oracle, maka tidak perlu mengubah semua
kode program, cukup mengubah cara pemanggilan PDO diawal program saja.
Dari ketiga cara koneksi PHP dengan MySQL ini, metode yang disarankan
adalah menggunakan mysqli atau PDO.

4

Adobe Dreamweaver merupakan program penyunting halaman web dari
Adobe Systems yang dulu dikenal sebagai Macromedia Dreamweaver dari
Macromedia. Program ini banyak digunakan oleh pengembang web karena fiturfiturnya yang lengkap serta kemudahan dalam penggunaannya. Versi terakhir

Macromedia Dreamweaver sebelum Macromedia dibeli oleh Adobe Systems yaitu
versi 8. Kemudian setelah dibeli oleh Adobe Systems berkembang ke Versi
selanjutnya yakni versi 9 (CS3) versi 10 yang ada dalam Adobe Creative Suite 4
(CS4) dan versi terbarunya yaitu CS5. Sebagai editor web yang handal, Adobe
Dreamweaver tentunya dilengkapi dengan kemampuan manajemen situs, yang
memudahkan untuk mengelola keseluruhan elemen yang ada dalam sebuah situs.
Selain itu dapat juga melakukan evaluasi situs dengan melakukan pengecekan
broken link, kompatibilitas browser, termasuk validasi tag-tag HTML dan CSS
yang tidak sesuai dengan pedoman secara otomatis serta perkiraan waktu
download pada sebuah halaman web.
Adobe Dreamweaver memiliki banyak tool-tool yang memudahkan
seorang web design untuk mengedit dan membuat kode-kode dalam halaman web.
Fasilitas yang terdapat didalamnya antara lain: Referensi HTML, CSS dan
Javascript, Javascript debugger, dan editor kode ( tampilan kode dan Code
inspector) yang mengizinkan kita mengedit kode Javascript, XML, HTML, CSS,
TEMPLATING dan dokumen teks lain secara langsung. Teknologi Roundtrip
HTML yang dimilikinya mampu mengimpor dokumen HTML tanpa perlu
memformat ulang kode tersebut dan kita dapat menggunakan Dreamweaver pula
untuk membersihkan dan memformat ulang HTML tanpa susah payah. Dengan
fitur yang lengkap, kemudahan penggunaan, dukungan extention dan Plug-In

yang banyak, Adobe Dreamweaver dapat membantu seorang web design bekerja
lebih cepat dan efisien tanpa kesulitan yang berarti, bahkan untuk seorang pemula
sekalipun yang belum banyak mengenal seputar coding HTML dan CSS.

5

BAB II
DESKRIPSI KERJA

Adapun kasus yang harus diselesaikan kali ini adalah membuat program
basis data yang berkenaan dengan membuat database serta tabel dengan
menggunakan PhpMyAdmin yang kemudian dikoneksikan kedalam web browser
secara offline dengan melakukan pengeditan sintaks PHP menggunakan
Dreamwever. Setelah diketahui kasus yang akan di selesaikan, maka Praktikan
akan mulai memamaparkan langkah kerja pada pembuatan program basis data.
Dan berikut adalah deskripsi secara umum untuk membuat program tersebut
beserta tabel gambarnya:
1. Langkah awal yang harus dilakukan sebelum membuat kode skrip adalah
membuat database beserta tabelnya pada PphMyAdmin. Setelah selesai
membuat database, kemudian Praktikan membuka Dreamwever, sehingga

muncul seperti pada gambar 2.1 berikut:

Gambar 2.1 Membuka Dreamwever

6

2. Langkah selanjutnya buka folder ‘Praktikum5’ pada folder htdocs pada
ApacheTriad yang memuat kode skrip ‘daftar data karyawan’ yang
dituliskan pada notepad untuk kemudian dilakukan pengeditan sintaksnya
meliputi file index.php, konek.php, proses.php dan output.php. Perhatikan
gambar 2.2 berikut:

Gambar 2.2 Membuka File .php pada Dreamwever

7

3. Pada file index.php Praktikan harus melakukan pengeditan sesuai dengan
field tabel yang diinginkan, seperti pada gambar 2.3 berikut:

Gambar 2.3 Tampilan File Index.php


8

4. Selanjutnya pada file Output.php Praktikan harus melakukan pengeditan
sesuai dengan isi field dari file index.php, selain itu pada file Output.php
Praktikan juga dapat melakukan pengeditan terhadap background maupun
warna dari tampilan browser, seperti pada gambar 2.4 berikut:

Gambar 2.4 Tampilan File Output.php

9

5. Praktikan dapat melakukan penambahan ataupun pengeditan warna teks, jenis
teks, penambahan background, penambahan gambar, serta melakukan editing
lainnya yang berkaitan dengan desain output melalui menu properties yang
terdapat pada bagian kanan bawah dari dreamwever, seperti gambar 2.5
berikut:

Gambar 2.5 Menu Properties For ‘body’
6. Setelah itu praktikan mengkoneksikan antara index.php dan output.php

dengan database server, untuk mengkoneksikannya melalui file konek.php
seperti gambar 2.6 berikut:

Gambar 2.6 Tampilan File Konek.php

10

7. Kemudian setelah file index.php, ouput.php dan konek.php selesai, langkah
terakhir yang harus Praktikan lakukan yaitu menbuat file proses.php yang
memuat urutan field sesuai dengan field yang ada pada file index.php, seperti
pada gambar 2.7 berikut:

Gambar 2.7 Tampilan File Prose.php

11

8. Ulangi langkah satu hingga tujuh diatas untuk membuat from ‘Data
Produk’ yang tersimpan pada folder ‘Praktikum

5A’ pada folder

htdocs. Setelah selesai pembuatan from ‘data karyawan’ dan ‘data
produk‘ maka Praktikan dapat melihat hasil input dan output dari kedua

data tersebut melalui web browser yang tersedia.
9. Untuk melihat tampilan input dari from ‘data karyawan’, maka Praktikan
dapat melihatnya melalui http://localhost/Praktikum5/, sehingga akan muncul
tampilan seperti gambar 2.8 berikut:

Gambar 2.8 Tampilan From Input Data Karyawan

12

10. Setelah mengisi from ‘data karyawan’, Praktikan dapat menyimpannya
dengan menekan tombol ‘simpan’, sehingga akan muncul tampilan seperti
gambar 2.9 berikut:

Gambar 2.9 Tampilan From Output Daftar Data Karyawan

13

11. Sedangkan untuk melihat from ‘daftar data produk’, Praktikan dapat
melihatnya pada http://localhost/Praktikum5A/index.php. Pada from ini
praktikan dapat memasukan data sesuai dengan field yang tersedia. From
‘daftar data produk’ akan terlihat seperti gambar 2.10 berikut:

Gambar 2.10 Tampilan From Input Daftar Data Produk

14

12. Setelah mengisi from ‘daftar

data

produk’,

Praktikan dapat

menyimpannya dengan menekan tombol ‘simpan’, sehingga akan muncul
tampilan seperti gambar 2.11 berikut:

Gambar 2.11 Tampilan From Output Daftar Data Produk

15

BAB III
PEMBAHASAN

Pada kasus yang telah dipaparkan sebelumnya di bagian Deskripsi Kerja,
Praktikan akan membahas secara rinci mengenai deskripsi kerja pembuatan
program basis data menggunakan PhpMyAdmin serta Dreamwever dan berikut
akan dijelaskan tahap demi tahap dalam bab pembahasan. Perhatikan pembahasan
berikut:
PHP merupakan singkatan recursive dari Hypertext Prepocessor yang
pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994. Penulisan dari PHP
harus ditulis di antara tag seperti berikut:
ƒ

ƒ
ƒ dan
ƒ

Setiap satu statement (perintah) biasanya diakhiri dengan titik-koma (;).
Dalam pembuatan program basis data yang memuat ‘daftar

data

karyawan’ dan ‘daftar data produk’ menggunakan PhpMyAdmin serta

Dreamwever, terlebih dahulu Praktikan membuat database yang memuat tabel
‘daftar data karyawan’ dan ‘daftar data produk’. Setelah database

selesai dikerjakan, langkah selanjutnya untuk mengkoneksi PHP ke database
MySQL, yaitu dengan membuat/mengedit skrip pada Dreamwever. Pada
kesempatan kali ini Praktikan hanya melakukan pengeditan pada beberapa bagian
yang ada sesuai dengan tabel database yang ada.
Untuk mengkoneksikan ‘daftar data karyawan’ Praktikan terlebih
dahulu membuat from input untuk ‘daftar data karyawan’ yang tersimpan
pada file dengan nama index.php. seperti pada skrip kode berikut:



Form Kehadiran

16




body {

color: black;

background: pink;
margin: 0;

padding: 0;

background-size: cover;

background-image: url(cccc.JPG);
background-repeat: round;
.bg {

font-weight: bold;}
width: 100%;

height: 100%;

position: fixed;
z-index: 1;

float: left;
left: o;





Daftar Karyawan






NIK :





Nama :





Tempat, Tanggal Lahir :





Alamat :




17



Telepon :





Jenis Kelamin :


Laki-Laki

Perempuan



Agama :




--pilih--

Islam

Kristen
Katolik
Hindu
Budha





Jabatan :















lihat data



18

Dari sintaks diatas terdapat bagian seperti dibawah ini:



Form Kehadiran




merupakan tulang punggung dalam pembuatan sebuah web. Tag

ini akan membaca web browser yang ada pada tag. berfungsi sebagai
tanda pengenal pada halaman yang akan dibuat. Untuk mendefinisikan header
pada tag HTML, maka harus ditambahkan tag

dan tag

dibawah tag HTML. Form Kehadiran berarti judul dari
from yang dibuat, untuk menyatakan from kehadiran dari ‘daftar karyawan’.
Judul ini dapat dilihat pada pojok kiri atas dari web.
body {

color: black;

background: pink;
margin: 0;

padding: 0;

background-size: cover;

background-image: url(cccc.JPG);
background-repeat: round;
.bg {

font-weight: bold;}
width: 100%;

height: 100%;

position: fixed;
z-index: 1;

float: left;
left: o;





Daftar Karyawan

Body merupakan bagian dimana Praktikan dapat menuliskan berbagai text
yang ingin ditampilkan pada web. Pada sintaks diatas, berarti Praktikan

19

menggunakan warna hitam pada tulisan serta tipe tulisannya, pengaturan
background lainnya, meliputi pengaturan image, size, repeat, weight, height,
position dan lain-lain. Untuk mendefinisikan body, maka digunakan tag
atau

.

Daftar

Karyawan

merupakan penanda bahwa “Daftar Karyawan” digunakan sebagai header
pada halaman terebut dan header tersebut diletakan pada tengah halaman.


NIK :





Nama :



digunakan untuk mengawali pembuatan baris. Sedangkan

digunakan untuk penanda kolom. Untuk penulisan nama field tabel dapat
dilakukan seperti sintaks diatas. ’input type’ merupakan tipe data yang dapat
dimasukan pada kolom tersebut dan ‘size’ merupakan ukuran data yang dapat
dimasukan pada tabel tersebut.
Jenis Kelamin :


Laki-Laki

Perempuan

Pada sintaks diatas digunakan tipe input "radio"

yang berarti pada

kolom ’Jenis Kelamin’ Praktikan dapat melakukan pemilihan terhadap opsi
yang tersedia, yaitu untuk jenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Agama :




--pilih--

Islam

Kristen
Katolik
Hindu

20

Budha


Pada sintaks diatas berarti bahwa pada field agama terdapat beberapa
pilihan yang dapat Praktikan pilih ketika memasukan data. Pada akhir from
‘Daftar Karyawan’ Praktikan memberikan fasilitas tombol ‘simpan’ dan

tombol ‘batal’ serta tombol yang dapat digunakan untuk melihat data yang
telah dimasukan, dengan cara menuliskan sintaks seperti dibawah ini:









lihat data



Setelah selesai pada bagian file index.php, selanjutnya yaitu terfokus pada
file output.php, untuk from ‘Daftar Karyawan’ Praktikan menggunakan
sintaks berikut:





Untitled Document



body {

color: black;

background: pink;
margin: 0;

padding: 0;

background-size: cover;

background-image: url(cccc.JPG);
background-repeat: round;

21

.bg {

font-weight: bold;}
width: 100%;

height: 100%;

position: fixed;
z-index: 1;

float: left;
left: o;





Data Karyawan







NIK :




Nama :





Tempat, Tanggal Lahir :




Alamat :





22

Telepon :





Jenis Kelamin :




Agama :





Jabatan :









input data



Sintaks dari file output.php ini digunakan untuk menampilkan hasil dari
proses input data. Secara keseluruhan sintaks output tidak berbeda jauh dengan
sintaks input. Hanya saja pada sintaks output lebih simpel dibanding dengan
sintaks input. Pada sintaks output tidak dijelaskan nama untuk memanggil isi field
serta tipe teks yang digunakan pada tiap fieldnya. Pada bagian sintaks output
berisi urutan baris field, dimana urutan baris tersebut dimulai dari angka nol
hingga urutan field yang paling akhir pada tabel. Untuk lebih jelasnya perhatikan
sintaks dibawah ini:



Nama :



Sintaks diatas menyatakan bahwa field nama berada pada rows urutan
kedua pada tabel. Pada bagian output juga dapat ditambahkan background pada
halaman webnya. Selain dengan menuliskan sintaks secara manual, dapat juga

23

dilakukan editing background melalui menu properties yang dapat ditemukan
pada bagian kanan bawah tampilan Dreamwever. Menu properties dapat dilihat
seperti gambar 3.1 berikut:

Gambar 3.1 Menu Properties For ‘body’
Tampilan diatas menunjukan ketentuan-ketentuan yang digunakan pada
halaman output yaitu meliputi background, color, font-weight, margin, dan
padding. Untuk menambahkan properties yang lainnya, Praktikan dapat menekan
perintah ‘Add Property’ sedangkan untuk menghapus properties yang telah
digunakan Praktikan dapat melakukannya dengan menekan ikon tempat sampah
yang berada pada bagian bawah tampilan.
Selanjutnya untuk dapat menghubungkan/koneksi ke database MySQL
digunakan file konek.php. Seperti halnya dengan pemograman lain yang
menggunakan database, hal pertama yang harus Praktikan lakukan adalah
menghubungkan ke server database. Menyambung ke database MySQL di PHP
memerlukan beberapa informasi yaitu:
Hostname
b. database username
c. password
d. database name
a.

24

Untuk menghubungkan ke database pertama-tama Praktikan akan
melakukan koneksi ke database MySQL dan pada langkah berikutnya Praktikan
harus memilih database yang akan digunakan. Yang perlu diingat yaitu jika
koneksi gagal maka Praktikan tidak dapat melanjutkan ke script berikutnya.
Untuk membuat koneksi antara PHP dengan MySQL menggunakan mysql
extension, PHP menyediakan fungsi mysql_connect(). Fungsi ini diibaratkan
sebagai cara untuk login kedalam MySQL Server. Fungsi mysql_connect()
membutuhkan 3 (tiga) argumen, dan mengembalikan nilai fungsi berupa ‘variabel
koneksi’

ke

MySQL.

Berikut

adalah

format

dasar

penulisan

fungsi

mysql_connect():
$link = mysql_connect(’mysql_host’, 'mysql_user', 'mysql_password');


$link merupakan variabel yang akan menampung hasil dari fungsi
mysql_connect (). Jika berhasil terhubung dengan MySQL, $link akan berisi
nilai yang berfungsi sebagai ’link koneksi’ dengan MySQL. Link koneksi ini
akan dibutuhkan sepanjang program PHP-MySQL nantinya. Di dalam PHP,
variabel $link ini dikenal dengan istilah handler, yakni variabel yang menghandle koneksi ke MySQL.



mysql_host adalah argumen pertama dari fungsi mysql_connect(). Nilai
mysql_host diisi dengan alamat komputer dimana MySQL Server berjalan.
Jika Praktikan menjalankan MySQL menggunakan XAMPP di komputer yang
sama dengan tempat web server Apache berjalan, maka alamat ini bisa diisi
dengan ’localhost’ atau ’127.0.0.1’. Namun jika MySQL server dijalankan
dari komputer lain, argumen ini akan berisi IP address dari komputer
tersebut.


mysql_user adalah nama user MySQL dimana user akan login. Seperti
’root’, ’admin’, dan lain-lain tergantung kepada user MySQL yang telah
terdaftar di server



mysql_password diisi dengan password dari user yang dibuat pada
argumen mysql_user.

25

Variabel $link yang berisi link koneksi PHP-MySQL (hasil dari fungsi
mysql_connect()), termasuk ke dalam kelompok tipe data khusus PHP yang
disebut resources. Variabel resources tidak bisa berdiri sendiri dan biasanya
digunakan sebagai argumen untuk fungsi lain. Praktikan bebas mengganti nama
variabel $link dengan nama lain, seperti $koneksi, $link_mysql, dll. Jika koneksi
dengan PHP gagal dilakukan, fungsi mysql_connect() akan mengembalikan nilai
Boolean FALSE. Hasil FALSE ini akan disimpan dalam variabel $link dan bisa
digunakan dalam perulangan IF untuk menampilkan error yang terjadi.
Perhatikan kode berikut:
server = 'localhost'; //server MySQL
$user = 'root'; //username MySQL

$password = '12345678'; //Password MySQL
$db = 'supermarket'; //nama database

$conn = mysql_connect($server, $user, $password)
if( !mysql_select_db($db, $conn) ){
die(mysql_error());}?>

Server yang digunakan yaitu 'localhost' dengan user 'root'.
Dengan password yang disesuaikan dengan password yang digunakan pada saat
pertama kali menginstall ApacheTriad. Fungsi ’mysql_connect ()’ adalah
untuk membuat koneksi ke server MySQL dan jika koneksinya berhasil maka
sebagai langkah selanjutnya Praktikan dapat memilih database dengan perintah
‘mysql_select_db()’.

Untuk

from

menggunakan database 'supermarket'.

'data

karyawan'

Praktikan

Setelah koneksi selesai, agar

database dapat di proses maka diperlukan adanya file proses.php yang berisi kode
sebagai berikut: