J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1 9 TAHUN 1 9 9 2
TENTANG
MEREK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa Negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bert uj uan mewuj udkan
masyarakat adil dan makmur yang merat a mat erial dan spirit ual;
b. bahwa dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional pada
umumnya dan pembangunan bidang ekonomi pada khususnya,
merek sebagai salah sat u wuj ud karya int elekt ual, memiliki peranan
pent ing bagi kelancaran dan peningkat an perdagangan barang at au
j asa;
c. bahwa dengan memperhat ikan pent ingnya peranan merek t ersebut ,
diperlukan penyempurnaan pengat uran dan perlindungan hukum
at as merek yang selama ini diat ur dalam Undang-undang Nomor 21
Tahun 1961 t ent ang Merek Perusahaan dan Merek Perniagaan,
karena dinilai sudah t idak sesuai lagi dengan perkembangan
keadaan dan kebut uhan;
d. bahwa sehubungan dengan pert imbangan di at as, dipandang perlu
unt uk menyempurnakan pengat uran mengenai merek dat a suat u
undang-undang;
Mengingat
: 1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), dan Pasal 33 Undang-Undang
Dasar 1945;
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
2
-
2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 t ent ang Hukum Acara Pidana
(Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3209);
Dengan perset uj uan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:
Menet apkan : UNDANG-UNDANG TENTANG MEREK.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Merek adalah t anda yang berupa gambar, nama, kat a, huruf -huruf ,
angka-angka, susunan wama, at au kombinasi dari unsur-unsur
t ersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dat a kegiat an
perdagangan barang at au j asa.
2. Merek Dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang
diperdagangkan oleh seseorang at au beberapa orang secara
bersama-sama at au badan hukum unt uk membedakan dengan
barang-barang sej enis lainnya.
3. Merek Jasa adalah merek yang digunakan pada j asa yang
diperdagangkan oleh seseorang at au beberapa orang secara
bersama-sama at au badan hukum unt uk membedakan dengan
j asa-j asa sej enis lainnya.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
3
-
4. Merek Kolekt if adalah merek yang digunakan pada barang at au j asa
dengan karakt erist ik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa
orang at au badan hukum secara bersama-sama unt uk membedakan
dengan barang at au j asa sej enis lainnya.
5. Lisensi adalah izin yang diberikan pemilik merek t erdaf t ar kepada
seseorang at au beberapa orang secara bersama-sama at au badan
hukum unt uk menggunakan merek t ersebut , baik unt uk seluruh at au
sebagian j enis barang at au j asa yang didaf t arkan.
6. Ment eri adalah Ment eri yang lingkup t ugas dan t anggung j awabnya
meliput i pembinaan merek.
7. Kant or Merek adalah sat uan organisasi di lingkungan depart emen
pemerint ahan yang melaksanakan t ugas dan kewenangan di bidang
merek.
BAB II
LINGKUP MEREK
Bagian Pert ama
Umum
Pasal 2
Merek sebagaimana diat ur dalam Undang-undang ini meliput i Merek
Dagang dan Merek Jasa.
Pasal 3
Hak at as merek adalah hak khusus yang diberikan Negara kepada
pemilik merek yang t erdaf t ar dalam Daf t ar Umum Merek unt uk j angka
wakt u t ert ent u menggunakan sendiri merek t ersebut at au memberi
izin kepada seseorang at au beberapa orang secara bersama-sama at au
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
4
-
badan hukum unt uk menggunakannya.
Pasal 4
(1)
Merek hanya dapat didaf t ar at as dasar permint aan yang diaj ukan
pemilik merek yang berit ikad baik.
(2)
Pemilik merek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat
t erdiri dari sat u orang at au beberapa orang secara
bersama-sama, at au badan hukum.
Bagian Kedua
Merek Yang Tidak Dapat Didaf t ar
dan Yang Dit olak
Pasal 5
Merek t idak dapat didaf t arkan apabila mengandung salah sat u unsur di
bawah ini:
a. bert ent angan dengan kesusilaan dan ket ert iban umum;
b. t idak memiliki daya pembeda;
c. t elah menj adi milik umum; at au
d. merupakan ket erangan at au berkait an dengan barang at au j asa
yang dimint akan pendaf t aran.
Pasal 6
(1)
Permint aan pendaf t aran merek dit olak oleh Kant or Merek apabila
mempunyai persamaan pada pokoknya at au keseluruhannya
dengan merek milik orang lain yang sudah t erdaf t ar lebih dahulu
unt uk barang at au j asa sej enis yang t ermasuk dalam sat u kelas.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(2)
5
-
Permint aan pendaf t aran merek j uga dit ot ak oleh Kant or Merek
apabila:
a. merupakan at au menyerupai nama orang t erkenal, f ot o, merek
dan nama badan hukum yang dimiliki orang lain yang sudah
t erkenal, kecuali at as perset uj uan t ert ulis dari yang berhak;
b. merupakan peniruan at au menyerupai nama at au singkat an
nama, bendera, lambang at au simbol at au emblem, dari
negara at au lembaga nasional maupun int ernasional, kecuali
at as perset uj uan t ert ulis dari pihak yang berwenang,
c. merupakan peniruan at au menyerupai t anda at au cap at au
St empel resmi yang digunakan oleh negara at au lembaga
pemerint ah, kecuali at as perset uj uan t ert ulis dari pihak yang
berwenang; at au
d. merupakan at au menyerupai cipt aan orang lain yang dilindungi
Hak Cipt a, kecuali at as perset uj uan t ert ulis dari pemegang
Hak Cipt a t ersebut .
Bagian Ket iga
Jangka Wakt u Perlindungan
Merek Terdaf t ar
Pasal 7
Merek t erdaf t ar mendapat perlindungan hukum unt uk j angka wakt u
sepuluh t ahun dan berlaku surut sej ak t anggal penerimaan permint aan
pendaf t aran merek yang bersangkut an.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
6
-
BAB III
PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK
Bagian Pert ama
Umum
Pasal 8
(1)
Sat u permint aan pendaf t aran merek hanya dapat diaj ukan unt uk
sat u kelas barang at au j asa.
(2)
Permint aan pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) menyebut kan j enis barang at au j asa yang t ermasuk
dalam kelas yang bersangkut an.
(3)
Kelas barang at au j asa sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
diat ur lebih lanj ut dengan Perat uran Pemerint ah.
Pasal 9
(1)
Permint aan pendaf t aran merek diaj ukan secara t ert ulis dalam
bahasa Indonesia kepada Kant or Merek.
(2)
Surat permint aan pendaf t aran merek mencant umkan:
a. t anggal, bulan, dan t ahun;
b. nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat pemilik merek;
c. nama lengkap dan alamat kuasa apabila
pendaf t aran merek diaj ukan melalui kuasa;
permint aan
d. alamat yang dipilih di Indonesia, apabila pemilik merek
bert empat t inggal di luar wilayah Negara Republik Indonesia;
e. macam wama, apabila merek yang dimint akan pendaf t arannya
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
7
-
menggunakan unsur warna;
f . kelas sert a j enis barang at au j asa bagi merek yang dimint akan
pendaf t arannya; dan
g. nama negara dan t anggal permint aan pendaf t aran merek yang
pert ama kali, dalam hal permint aan pendaf t aran diaj ukan
dengan hak priorit as.
(3)
Surat permint aan pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) dit andat angani pemilik merek at au kuasanya.
(4)
Dalam hal permint aan pendaf t aran merek diaj ukan oleh lebih
dari sat u orang at au badan hukum yang secara bersama-sama
berhak at as merek t erscbut , nama orang-orang at au badan
hukum yang mengaj ukan permint aan dicant umkan semuanya
dengan memilih salah sat u alamat sebagai alamat mereka.
(5)
Dalam hal permint aan pendaf t aran merek diaj ukan sebagaimana
dimaksud dalam ayat
(4),
maka permint aan t ersebut
dit andat angani oleh salah seorang at au salah sat u wakil badan
hukum yang berhak at as merek dengan melampirkan perset uj uan
t ert ulis dari orang at au badan hukum lainnya yang berhak.
(6)
Dalam hal permint aan pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud
dalam ayat (4) diaj ukan melalui kuasa, maka surat kuasa unt uk
it u harus dit andat angani oleh semua yang berhak at as merek
t ersebut .
Pasal 10
(1)
Permint aan pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9 harus dilengkapi:
a. surat
pernyat aan
bahwa
merek
yang
dimint akan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
8
-
pendaf t arannya adalah miliknya;
b. dua puluh helai et iket merek yang bersangkut an;
c. Tambahan Berit a Negara yang memuat akt a pendirian badan
hukum at au salinan yang sah akt a pendirian badan hukum,
apabila pemilik merek adalah badan hukum;
d. surat kuasa apabila permint aan pendaf t aran merek diaj ukan
melalui kuasa; dan
e. pembayaran seluruh biaya dalam rangka permint aan
pendaf t aran merek, yang j enis dan besarnya dit et apkan
dengan Keput usan Ment eri.
(2)
Et iket merek yang menggunakan bahasa asing dan at au di
dalamnya t erdapat huruf selain huruf lat in at au angka yang t idak
lazim digunakan dalam bahasa Indonesia waj ib disert ai
t erj emahannya dalam bahasa Indonesia, dalam huruf lat in, dan
dalam angka yang lazim digunakan dalam bahasa Indonesia.
(3)
Ket ent uan mengenai permint aan pendaf t aran merek diat ur lebih
lanj ut dengan Perat uran Pemerint ah.
Pasal 11
(1)
Permint aan pendaf t aran merek yang diaj ukan oleh pemilik at au
yang berhak at as merek yang bert empat t inggal at au
berkedudukan t et ap di luar wilayah Negara Republik Indonesia,
waj ib diaj ukan melalui kuasanya di Indonesia.
(2)
Pemilik at au yang berhak at as merek sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) waj ib menyat akan dan memilih t empat t inggal
kuasanya sebagai alamat nya di Indonesia.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
9
-
Bagian kedua
Permint aan Pendaf t aran Merek
Dengan Hak Priorit as
Pasal 12
Permint aan pendaf t aran merek yang diaj ukan dengan menggunakan
hak priorit as sebagaimana diat ur dalam konvensi int ernasional
mengenai perlindungan merek yang diikut i oleh Negara Republik
Indonesia, harus diaj ukan dalam wakt u selambat -lambat nya enam
bulan sej ak t anggal penerimaan permint aan pcndaf t aran merek yang
pert ama kali di negara lain yang j uga ikut sert a dalam konvensi
t ersebut .
Pasal 13
(1)
Selain harus memenuhi ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam
Bagian Pert ama Bab ini, permint aan pendaf t aran merek dengan
menggunakan hak priorit as waj ib dilengkapi pula dengan bukt i
t ent ang penerimaan permint aan pendaf t aran yang pert ama kali
yang menimbulkan hak priorit as t ersebut .
(2)
Kant or Merek dapat memint a agar bukt i t ent ang hak priorit as
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dit erj emahkan ke dalam
bahasa Indonesia.
(3)
Dalam hal ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan
ayat (2) t idak dipenuhi dalam wakt u paling lama t iga bulan
set elah berakhirnya hak mengaj ukan permint aan pendaf t aran
merek dengan menggunakan hak priorit as sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12, permint aan pendaf t aran merek dengan
menggunakan hak priorit as t ersebut dianggap dit arik kembali.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(4)
10
-
Kant or Merek memberit ahukan anggapan penarikan kembali
sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) secara t ert ulis kepada
orang at au badan hukum at au kuasanya yang mengaj ukan
permint aan pendaf t aran merek dengan menyebut kan alasannya.
Bagian Ket iga
Pemeriksaan Kelengkapan Persyarat an
Pendaf t aran Merek
Pasal 14
(1)
Kant or Merek melakukan pemeriksaan t erhadap kelengkapan
persyarat an pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9, Pasal 10, Pasal 12, dan Pasal 13.
(2)
Dalam hal t erdapat kekurangan kelengkapan persyarat an
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Kant or Merek memint a
agar
kekurangan
t ersebut
dipenuhi
dalam
wakt u
selambat -lambat nya dua bulan sej ak t anggal penerimaan surat
permint aan pemenuhan kekurangan t ersebut dari Kant or Merek.
(3)
Dalam hal kekurangan t ersebut menyangkut persyarat an
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, j angka wakt u pemenuhan
kekurangan
persyarat an
t ersebut
dalam
wakt u
selambat -lambat nya t iga bulan sej ak t anggal berakhirnya j angka
wakt u pengaj uan permint aan pendaf t aran merek dengan
menggunakan hak priorit as.
Pasal 15
(1)
Dalam hal kekurangan persyarat an t ersebut t idak dipenuhi dalam
j angka wakt u masing-masing sebagaimana dimaksud dalam Pasal
14 ayat (2) at au ayat (3), permint aan pendaf t aran merek
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
11
-
dianggap dit arik kembali.
(2)
Kant or Merek memberit ahukan anggapan penarikan kembali
secara t ert ulis kepada orang at au badan hukum at au kuasanya
yang mengaj ukan permint aan pendaf t aran merek dengan
menyebut kan alasannya.
Bagian Keempat
Wakt u Penerimaan Permint aan
Pendaf t aran Merek
Pasal 16
(1)
Dalam hal seluruh persyarat an sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9, Pasal 10, Pasal 12, dan Pasal 13 t elah dipenuhi, maka
t anggal penerimaan dokumen permint aan pendaf t aran merek
dit et apkan sebagai t anggal penerimaan permint aan pendaf t aran
merek.
(2)
Tanggal penerimaan permint aan pendaf t aran merek sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dicat at oleh Kant or Merek.
Bagian Kelima
Perubahan dan Penarikan Kembali
Permint aan Pendaf t aran Merek
Pasal 17
(1)
Perubahan t erhadap permint aan pendaf t aran merek hanya
diperbolehkan dengan cara menarik kembali permint aan semula
dan mengaj ukan permint aan pendaf t aran merek yang baru.
(2)
Ket ent uan
mengenai
perubahan
dan
penarikan
permint aan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
12
-
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diat ur lebih lanj ut dengan
Perat uran Pemerint ah.
Pasal 18
(1)
Selama belum memperoleh keput usan dari Kant or Merek,
permint aan pendaf t aran merek dapat dit arik kembali oleh orang
at au badan hukum at au kuasanya yang mengaj ukan permint aan
pendaf t aran merek.
(2)
Dalam hal penarikan kembali sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) dilakukan oleh kuasa, harus dilakukan berdasarkan surat
kuasa bagi keperluan penarikan kembali t ersebut .
(3)
Dalam hal permint aan pendaf t aran merek dit arik kembali, segala
biaya yang t elah dibayarkan kepada Kant or Merek t idak dapat
dit arik kembali.
BAB IV
PENDAFTARAN MEREK
Bagian Pert ama
Pengumuman
Pasal 19
Kant or Merek dalam wakt u selambat -lambat nya empat belas hari sej ak
t anggal penerimaan permint aan pendaf t aran merek, mengumumkan
permint aan pendaf t aran merek yang t elah memenuhi persyarat an
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10 dan dalam hal
diaj ukan dengan menggunakan hak priorit as, harus t elah dipenuhi pula
ket ent uan Pasal 12 dan Pasal 13.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
13
-
Pasal 20
(1)
Pengumuman berlangsung selama enam bulan dan dilakukan
dengan:
a. menempat kan pada papan pengumuman yang khusus
disediakan unt uk it u dan dapat dengan mudah sert a j elas
dilihat oleh masyarakat ; dan
b. menempat kan dalam Berit a Resmi Merek yang dit erbit kan
secara berkala oleh Kant or Merek.
(2)
Tanggal mulai diumumkannya permint aan pendaf t aran merek
dicat at oleh Kant or Merek.
Pasal 21
Pengumuman dilakukan dengan mencant umkan:
a. nama dan alamat lengkap pemilik merek, sert a nama dan alamat
lengkap kuasanya apabila permint aan pendaf t aran merek diaj ukan
melalui kuasa;
b. kelas dan j enis barang at au j asa bagi merek yang dimint akan
pendaf t arannya;
c. t anggal penerimaan permint aan pendaf t aran merek;
d. nama negara dan t anggal pencrimaan pendaf t aran merek yang
pert ama kali, dalam hal permint aan pendaf t aran merek diaj ukan
dengan menggunakan hak priorit as, dan
e. cont oh et iket merek, t ermasuk ket erangan mengenai warna apabila
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
14
-
merek menggunakan unsur warna, dan apabila et iket merek
menggunakan bahasa asing dan at au huruf selain huruf lat in dan
at au angka yang t idak lazim digunakan dalam bahasa Indonesia,
disert ai t erj emahannya dalam bahasa Indonesia, huruf lat in at au
angka yang lazim digunakan dalam bahasa Indonesia.
Bagian Kedua
Keberat an dan Sanggahan
Pasal 22
(1)
Selama j angka wakt u pengumuman, set iap orang at au badan
hukum dapat mengaj ukan keberat an secara t ert ulis kepada
Kant or Merek at as permint aan pendaf t aran merek yang
bersangkut an.
(2)
Keberat an sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat diaj ukan
apabila t erdapat alasan yang cukup disert ai bukt i bahwa merek
yang dimint akan pendaf t aran adal ah merek yang berdasarkan
Undang-undang ini t idak dapat didaf t ar at au harus dit olak.
(3)
Dalam hal t erdapat keberat an sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), Kant or Merek dalam wakt u selambat -lambat nya empat belas
hari sej ak t anggal penerimaan keberat an mengirimkan salinan
surat yang berisikan keberat an t ersebut kepada orang at au badan
hukum at au kuasanya yang mengaj ukan permint aan pendaf t aran
merek.
Pasal 23
(1)
Orang at au badan hukum at au kuasanya yang mengaj ukan
permin-t aan pendaf t aran merek berhak mengaj ukan sanggahan
t erhadap keberat an sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22
kepada Kant or Merek.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(2)
15
-
Sanggahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diaj ukan secara
t ert ulis dalam wakt u selambat -lambat nya dua bulan sej ak
t anggal penerimaan salinan keberat an yang disampaikan oleh
Kant or Merek.
Pasal 24
Kant or Merek menggunakan keberat an dan sanggahan sebagai bahan
t ambahan dalam pemeriksaan t erhadap permint aan pendaf t aran
merek yang bersangkut an.
Bagian Ket iga
Pemeriksaan Subst ant if
Pasal 25
(1)
Set elah berakhirnya j angka wakt u pengumuman sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 20 at au dalam hal ada keberat an selama
j angka wakt u pengumuman, set elah dit erimanya sanggahan,
Kant or Merek melakukan pemeriksaan subst ant if t erhadap
permint aan pendaf t aran merek.
(2)
Pemeriksaan dilaksanakan dengan memperhat ikan ket ent uan
Pasal 5 dan Pasal 6 sert a bila ada keberat an at au sanggahan.
Pasal 26
Pemeriksaan diselesaikan dalam wakt u selambat -lambat nya sembilan
bulan sej ak :
a. t anggal berakhimya pengumuman; at au
b. t anggal berakhirnya j angka wakt u unt uk menyampaikan sanggahan.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
16
-
Pasal 27
(1)
Pemeriksaan dilaksanakan oleh Pemeriksa Merek yang memiliki
keahlian dan kualif ikasi sebagai Pemeriksa Merek pada Kant or
Merek.
(2)
Pemeriksa Merek berkedudukan sebagai pej abat f ungsional yang
diangkat
dan
diberhent ikan
oleh
Ment eri
berdasarkan
syarat -syarat t ert ent u.
(3)
Kepada Pemeriksa Merek diberikan j enj ang dan t unj angan
f ungsional disamping hak lainnya sesuai dengan perat uran
perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 28
(1)
Dalam hal Pemeriksa Merek sebagaimana dimaksud dalam Pasal
27 ayat (1) berkesimpulan bahwa permint aan pendaf t aran merek
dapat diset uj ui, maka Kant or Merek:
a. mendaf t ar merek t ersebut dalam Daf t ar Umum Merek;
b. memberit ahukan pcndaf t aran merek t ersebut kepada orang
at au badan hukum at au kuasanya yang mengaj ukan
pcrmint aan pendaf t aran merek;
c. memberikan Sert if ikat Merek; dan
d. mengumumkan pendaf t aran t ersebut
Merek.
(2)
dalam Berit a Resmi
Dalam hal Pemeriksa Merek sebagaimana dimaksud dalam Pasal
27 ayat (1) bcrkesimpulan bahwa pcrmint aan pendaf t aran merek
t idak dapat didaf t ar at au harus dit olak, maka Kant or Merek
menet apkan
keput usan
t ent ang
penolakan
permint aan
pendaf t aran merek t ersebut .
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(3)
(4)
17
-
Keput usan penolakan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
diberit ahukan secara t ert ulis kepada orang at au badan hukum
at au kuasanya yang mengaj ukan permint aan pendaf t aran merek
dengan menyebut kan alasan-alasannya.
Dalam hal ada keberat an, Kant or Merek menyampaikan t embusan
surat pemberit ahuan pendaf t aran at au penolakan t ersebut
kepada orang at au badan hukum at au kuasanya yang mengaj ukan
keberat an.
Pasal 29
(1)
Sert f ikat Merek diberikan kepada orang at au badan hukum yang
mengaj ukan permint aan pendaf t aran merek dalam wakt u
selambat -lambat nya t iga puluh hari sej ak t anggal merek t ersebut
didaf t ar dalam Daf t ar Umum Merek.
(2)
Dalam hal permint aan pendaf t aran merek diaj ukan melalui
kuasa, Sert if ikat Merek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
disampaikan kepada kuasanya dengan t embusan kepada pemilik
merek.
(3)
Sert if ikat Merek sebaigaimana dimaksud dalam ayat (1) me-muat
:
a. nama dan alamat lengkap pemilik merek yang didaf t arkan;
b. nama dan alamat lengkap kuasa, dalam hal permint aan
pendaf t aran merek diaj ukan berdasarkan Pasal 11;
c. t anggal pengaj uan
pendaf t aran merek;
dan
t anggal
pencrimaan
permint aan
d. nama negara dan t anggal permint aan pendaf t aran merek yang
pert ama kali, apabila permint aan pendaf t aran diaj ukan
dengan menggunakan hak priorit as;
e. et iket merek yang didaf t arkan t ermasuk ket erangan macam
warna apabila merek t ersebut menggunakan unsur warna, dan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
18
-
apabila et iket merek menggunakan bahasa asing dan at au
huruf selain huruf lat in dan at au angka yang t idak lazim
digunakan dalam bahasa Indonesia disert ai t erj emahannya
dalam bahasa Indonesia, huruf lat in dan angka yang lazim
digunakan dalam bahasa Indonesia;
f . nomor dan t anggal pendaf t aran;
g. kelas dan j enis barang at au j asa at as mana merek didaf t arkan;
dan
h. j angka wakt u berlakunya pcndaf t aran merek.
(4)
Set iap orang dapat mengaj ukan permint aan pet ikan resmi
pendaf t aran merek yang t ercat at dalam Daf t ar Umum Merek.
(5)
Permint aan pct ikan resmi sebagaimana dimaksud dalam ayat (4)
dikenakan biaya yang besarnya dit et apkan dengan Keput usan
Ment eri.
Pasal 30
Nomor pendaf t aran merek waj ib dicant umkan pada set iap
pengguna-an merek yang t erdaf t ar, yang pclaksanaannya diat ur lebih
lanj ut dengan Perat uran Pemcrint ah.
Bagian Keempat
Permint aan Banding
Pasal 31
(1)
Permint aan banding dapat diaj ukan t crhadap penolakan
permint aan pcndaf t aran mcrek dengan alasan dan dasar
pert imbangan mengenai hal-hal yang bersif at subst ant if
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6.
(2)
Permint aan banding diaj ukan secara t ert ulis kepada Komisi
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
19
-
Banding Merek oleh orang at au badan hukum at au kuasanya yang
mengaj ukan pcrmint aan pcndaf t aran merek dcngan t embusan
kepada Kant or Merek.
(3)
Komisi Banding Merek adalah badan khusus yang diket uai secara
t et ap oleh seorang ket ua merangkap anggot a dan bcrada di
lingkungan depart emcn yang dipimpin Ment eri.
(4)
Anggot a
Komisi
Banding
Merek
berj umlah
ganj il
sekurang-kurangnya t iga orang yang t erdiri dari ahli yang
dipcrlukan dan at au Pemeriksa Merek senior yang t idak
melakukan
pemcriksaan
subst ant if
t erhadap
permint aan
pendaf t aran merek yang bersangkut an.
(5)
Ket ua dan anggot a Komisi
diberhent ikan oleh Ment eri.
Banding
Merek
diangkat
dan
Pasal 32
(1)
Permint aan banding diaj ukan dengan menguraikan secara
lengkap keberat an t erhadap pcnolakan permint aan pendaf t aran
merek dengan menyebut kan alasannya.
(2)
Alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus t idak
merupakan
perbaikan
at au
penyempurnaan
permint aan
pendaf t aran merek yang dit olak.
Pasal 33
(1)
Permint aan banding diaj ukan dalam wakt u selambat -lambat nya
t iga bulan scj ak t anggal pencrimaan surat pembcrit ahuan
penolakan permint aan pendaf t aran merek.
(2)
Dalam hal j angka wakt u permint aan banding t ersebut t elah lewat
t anpa ada permint aan banding, maka penolakan permint aan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
20
-
pendaf t aran merek dianggap dit erima oleh orang at au badan
hukum at au kuasanya yang mengaj ukan pcrmint aan pendaf t aran
merek.
(3)
Dalam hal penolakan permint aan pendaf t aran merek t elah
dianggap dit erima oleh orang at au badan hukum at au kuasanya
sebagaimana dimaksud dalam ayat
(2), Kant or Merek
mencat at nya dalam Daf t ar Umum Merek.
Pasal 34
(1)
Keput usan Komisi Banding Merek diberikan dalam wakt u
selambat -lambat nya cnam bulan sej ak t anggal penerimaan
permint aan banding.
(2)
Keput usan Komisi Banding Merek bersif at f inal, baik secara
administ rat if maupun subst ant if .
(3)
Dalam hal Komisi Banding Merek mengabulkan permint aan
banding, Kant or Merek melaksanakan pendaf t aran dan
memberikan Sert if ikat Merek dengan cara sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 28 dan Pasal 29.
(4)
Dalam hal Komisi Banding Merek menolak permint aan banding,
Kant or Merek dalam wakt u selambat -lambat nya t iga puluh hari
sej ak t anggal dit erimanya keput usan Komisi Banding Merek
memberit ahukan penolakan t ersebut kepada orang at au badan
hukum at au kuasanya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat
(2).
Pasal 35
Susunan organisasi, t at a kerj a Komisi Banding Merek, t at acara
permint aan dan pemeriksaan banding sert a penyclesaiannya diat ur
lebih lanj ut dengan Perat uran Pemcrint ah.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
21
-
Bagian Kelima
Perpanj angan Jangka Wakt u Perlindungan
Merek Terdaf t ar
Pasal 36
(1)
At as permint aan pemilik merek, j angka wakt u perlindungan
merek t erdaf t ar dapat diperpanj ang set iap kali unt uk j angka
wakt u yang sama.
(2)
Permint aan pcrpanj angan j angka wakt u perlindungan merek
t erdaf t ar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diaj ukan secara
t ert ulis oleh pemilik at au kuasanya dalam j angka wakt u t idak
lebih dari dua belas bulan dan sekurang-kurangnya 6 bulan
sebclum berakhirnya j angka wakt u perlindungan bagi merek
t erdaf t ar t ersebut .
(3)
Permint aan perpanj angan j angka wakt u perlindungan merek
t erdaf t ar sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diaj ukan kepada
Kant or Merek.
(4)
Permint aan perpanj angan j angka wakt u perlindungan merek
t er-daf t ar sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dikenakan biaya
yang besarnya dit et apkan dengan Keput usan Ment eri.
Pasal 37
Permint aan perpanj angan j angka wakt u perlindungan merek t erdaf t ar
diset uj ui apabila :
a. merek yang bersangkut an masih digunakan pada barang at au j asa
sebagaimana disebut dalam Sert if ikat Merek t ersebut ; dan
b. barang at au j asa sebagaimana dimaksud dalam huruf a masih
diproduksi dan diperdagangkan.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
22
-
Pasal 38
(1)
Permint aan perpanj angan j angka wakt u perlindungan merek
t erdaf t ar dit olak oleh Kant or Merek, apabila t idak memenuhi
ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dan Pasal 37.
(2)
Penolakan permint aan pcrpanj angan j angka wakt u perlindungan
merek t erdaf t ar diberit ahukan secara t ert ulis kepada pemilik
merek at au kuasanya dcngan menyebut kan alasannya.
Pasal 39
(1)
Pcrpanj angan j angka wakt u perlindungan mcrek t erdaf t ar dicat at
dalam Daf t ar Umum Merek dan diumumkan dalam Berit a Resmi
Merek.
(2)
Perpanj angan
diberit ahukan
kuasanya.
j angka
secara
wakt u pcrlindungan mcrek t erdaf t ar
t ert ulis kepada pemilik merek at au
Bagian Keenam
Perubahan Nama dan at au Alamat
Pemilik Merek Terdaf t ar
Pasal 40
(1)
Perubahan nama dan at au alamat pemilik merek t erdaf t ar
diberit ahukan kepada Kant or Merek unt uk dicat at dalam Daf t ar
Umum Merek dengan discrt ai salinan yang sah mengenai bukt i
perubahan t ersebut .
(2)
Pcrubahan nama dan at au alamat pemilik merek t crdaf t ar yang
t elah dicat at oleh Kant or Merek, diumumkan dalam Berit a Resmi
Merek.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(3)
23
-
Pencat at an perubahan nama dan at au alamat sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dikenakan biaya yang besarnya
dit et apkan dengan Keput usan Ment eri.
BAB V
PENGALIHAN HAK ATAS MEREK TERDAFTAR
Bagian Pert ama
Pengalihan Hak
Pasal 41
(1)
Hak at as merek t erdaf t ar dapat dialihkan dengan cara :
a.
pewarisan;
b.
wasiat ;
c.
hibah;
d.
perj anj ian; at au
e.
sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh undang-undang.
(2)
Pengalihan hak at as merek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
disert ai dengan dokumen-dokumen yang mendukungnya.
(3)
Pengalihan hak at as merek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
waj ib dimint akan pencat at an kepada Kant or Merek unt uk dicat at
dalam Daf t ar Umum Merek.
(4)
Pengalihan hak at as merek t erdaf t ar yang t elah dicat at Kant or
Merek, diumumkan dalam Berit a Resmi Merek.
(5)
Akibat hukum dari pengalihan hak at as merek t erdaf t ar berlaku
t erhadap pihak-pihak yang bersangkut an dan t erhadap pihak
ket iga apabila t elah dicat at dalam Daf t ar Umum Merek.
(6)
Pencat at an pengalihan hak at as merek sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) dikenakan biaya yang besarnya dit et apkan dengan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
24
-
Keput usan Ment eri.
Pasal 42
(1)
Pengalihan hak at as merek t erdaf t ar dapat disert ai dengan
pengalihan nama baik at au reput asi at au lain-lainnya yang t erkait
dengan merek t ersebut .
(2)
Pengalihan hak at as merek t erdaf t ar hanya dicat at oleh Kant or
Merek apabila disert ai pernyat aan t ert ulis dari penerima bahwa
merek t ersebut akan digunakan bagi perdagangan barang at au
j asa.
Pasal 43
Hak at as merek j asa t erdaf t ar yang cara pemberian j asa dan hasilnya
sangat erat berkait an dengan kemampuan at au ket erampilan pribadi
pemberi j asa yang bersangkut an, t idak dapat dialihkan dalam bent uk
dan dengan cara apapun.
Bagian Kedua
Lisensi
Pasal 44
(1)
Pemilik merek t erdaf t ar berhak memberi lisensi kepada orang
lain dengan perj anj ian menggunakan mereknya baik unt uk
sebagian at au scluruh j enis barang at au j asa yang t ermasuk
dalam sat u kelas.
(2)
Perj anj ian lisensi berlaku unt uk scluruh wilayah Negara Republik
Indonesia kecuali bila diperj anj ikan lain, unt uk j angka wakt u
yang t idak lebih lama dari j angka wakt u perlindungan merek
t erdaf t ar yang bersangkut an.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
25
-
(3)
Perj anj ian lisensi waj ib dimint akan pencat at an pada Kant or
Merek.
(4)
Perj anj ian lisensi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dicat at
oleh Kant or Merek dalam Daf t ar Umum Merek dan diumumkan
dalam Berit a Resmi Merek.
(5)
Syarat dan t at a cara permint aan pcncat at an perj anj ian lisensi
diat ur lebih lanj ut dengan Pcrat uran Pemerint ah.
(6)
Pencat at an perj anj ian lisensi sebagaimana dimaksud dalam ayat
(3) dikenakan biaya yang besarnya dit ct apkan dengan Keput usan
Ment eri.
Pasal 45
Pemilik merek t erdaf t ar yang t clah memberi lisensi kepada orang lain
sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 44 ayat (1) t et ap dapat
menggunakan sendiri at au memberi liscnsi kepada pihak ket iga lainnya
unt uk menggunakan merek t erscbut , kccuali bila diperj anj ikan lain.
Pasal 46
Dalam perj anj ian lisensi dapat dit ent ukan bahwa pencrima lisensi
dapat membcri lisensi lebih lanj ut kepada pihak ket iga.
Pasal 47
Penggunaan merek t erdaf t ar di Indonesia oleh penerima lisensi,
dianggap sama dengan penggunaan merek t ersebut di Indonesia oleh
pemilik merek.
Pasal 48
(1)
Perj anj ian lisensi dilarang memuat ket ent uan yang langsung
maupun t idak langsung dapat menimbulkan akibat yang
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
26
-
merugikan perekonomian Indonesia at au memuat pembat asan
yang menghambat kemampuan bangsa Indonesia dalam
menguasai dan mengembangkan t eknologi pada umumnya.
(2)
Kant or Merek waj ib menolak permint aan pencat at an perj anj ian
lisensi yang memuat larangan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1).
(3)
Kant or Merek memberit ahukan penolakan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) secara t ert ulis kepada pemilik merek dan
penerima lisensi at au kuasanya dcngan menyebut kan alasannya.
Pasal 49
(1)
Penerima lisensi yang berit ikad baik dari merek yang kemudian
dibat alkan at as dasar adanya persamaan pada pokoknya at au
keseluruhannya dengan merek lain yang t erdaf t ar, t et ap berhak
melaksanakannya sebagai pcrj anj ian lisensi merek yang t idak
dibat alkan sampai dcngan berakhirnya j angka wakt u perj anj ian
lisensi t ersebut .
(2)
Penerima lisensi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) t idak lagi
waj ib meneruskan pembayaran royalt i yang scharusnya masih
waj ib dilaksanakannya kepada pemberi lisensi merek yang
dibat alkan, melainkan waj ib melaksanakan pembayaran royalt i
kepada pemilik merek yang t idak dibat alkan.
(3)
Dalam hal pembcri lisensi sudah t erlebih dahulu menerima secara
sekaligus royalt i dari pencrima lisensi, pemberi lisensi t ersebut
waj ib menyerahkan bagian dari royalli yang dit erimanya kepada
pemilik merek yang t idak dibat alkan, yang besarnya sebanding
dengan sisa j angka wakt u perj anj ian lisensi.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
27
-
Pasal 50
Ket ent uan mengenai perj anj ian lisensi sebagaimana dimaksud dalam
Bab V Bagian Kedua Undang-undang ini diat ur lebih lanj ut dengan
Perat uran Pemerint ah.
BAB VI
PENGHAPUSAN DAN PEMBATALAN
PENDAFTARAN MEREK
Bagian Pert ama
Penghapusan
Pasal 51
(1)
Penghapusan pendaf t aran merek dari Daf t ar Umum Merek
dilakukan Kant or Merek baik at as prakarsa sendiri maupun
berdasarkan permint aan pemilik merek yang bersangkut an.
(2)
Penghapusan pendaf t aran at as prakarsa Kant or Merek dapat
dilakukan apabila dipcroleh bukt i yang cukup bahwa :
a. merek t idak digunakan bcrt urut -t urut selama t iga t ahun at au
lebih dalam perdagangan barang at au j asa sej ak t anggal
pendaf t aran at au pcmakaian t erakhir; at au
b. merek digunakan unt uk j enis barang at au j asa yang t idak
sesuai dengan j enis barang at au j asa yang dimint akan
pendaf t aran.
(3)
Permint aan penghapusan pendaf t aran merek oleh pemilik merek
baik unt uk scbagian at au scluruh j enis barang at au j asa yang
t ermasuk dalam sat u kelas, diaj ukan kepada Kant or Merek.
(4)
Penghapusan pcndaf t aran mcrek sebagaimana dimaksud dalam
ayat (3) dicat at dalam Daf t ar Umum Merek, dan diumumkan
dalam berit a Resmi Merek.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
28
-
(5)
Dalam hal merek sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) masih
t erikat perj anj ian lisensi, maka penghapusan hanya dapat
dilakukan apabila hal t crsebut diset uj ui secara t crt ulis oleh
penerima lisensi.
(6)
Pengecualian at as perset uj uan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (5) hanya dimungkinkan apabila pencrima lisensi dengan
t egas set uj u unt uk menyampingkan adanya perset uj uan t ersebut
dalam perj anj ian lisensi.
(7)
Pencat at an pcnghapusan pendaf t aran merek sebagaimana
dimaksud dalam ayat (4) dikenakan biaya yang besarnya
dit et apkan dengan Kcput usan Ment eri.
Pasal 52
Penghapusan pendaf t aran merek berdasarkan alasan sebagaimana
di-maksud dalam Pasal 51 ayat (2) huruf a dan huruf b dapat pula
diaj ukan oleh pihak ket iga dalam bent uk gugat an melalui :
a. Pengadilan Negeri Jakart a Pusat ; at au
b. Pengadilan Negeri lain yang akan dit et apkan dengan Keput usan
Presiden.
Pasal 53
(1)
Terhadap put usan Pengadilan Ncgeri sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 52 t idak dapat diaj ukan permohonan banding.
(2)
Salinan put usan badan peradilan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) disampaikan oleh Panit era Pengadilan Negeri yang
bcrsangkut an
kepada
Kant or
Merek
dalam
wakt u
sclambat -lambat nya empat belas hari sej ak t anggal put usan
t ersebut .
(3)
Kant or
Merek
melaksanakan
penghapusan
merek
yang
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
29
-
bersangkut an dari Daf t ar Umum Merek dan mengumumkannya
dalam
Berit a Resmi Merek apabila gugat an penghapusan
pendaf t aran merek t ersebut dit erima dan put usan badan
peradilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) t elah
mcmpunyai kckuat an hukum t et ap.
(1)
(2)
Pasal 54
Penghapusan pendaf t aran merek dilakukan oleh Kant or Merek
dengan mencoret merek yang bersangkut an dari Daf t ar Umum
Merek, dan dengan memberi cat at an t ent ang alasan dan t anggal
pengha- pusan t ersebut .
Penghapusan pendaf t aran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
diberit ahukan secara t ert ulis kepada pemilik merek at au
kuasanya, dengan menyebut kan alasannya dan penegasan bahwa
sej ak t anggal pencoret an dari Daf t ar Umum Merek, Sert if ikat
Merek yang bersangkut an dinyat akan t idak berlaku lagi.
Pasal 55
Penghapusan
pendaf t aran
merek
mengakibat kan
perlin-dungan hukum at as merek yang bersangkut an.
berakhirnya
Bagian Kedua
Pembat alan
Pasal 56
(1)
Gugat an pembat alan pendaf t aran merek dapat diaj ukan oleh
pihak yang berkepent ingan berdasarkan alasan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6.
(2)
Gugat an sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) t idak dapat
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
30
-
diaj ukan oleh pemilik merek yang t idak t erdaf t ar.
(3)
Pemilik merek t erkenal yang t idak t erdaf t ar dapat mengaj ukan
gugat an sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) set elah
mengaj ukan permint aan pendaf t aran merek kepada Kant or
Merek.
(4)
Gugat an pembat alan diaj ukan kepada pemilik merek dan Kant or
Merek melalui Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud dalam
pasal 52.
(5)
Dalam hal pemilik merek yang digugat pembat alannya bert empat
t inggal di luar wilayah Negara Republik Indonesia gugat an
diaj ukan melalui Pengadilan Negeri Jakart a Pusat .
Pasal 57
(1)
Gugat an pembat alan pendaf t aran merek diaj ukan dalam j angka
wakt u lima t ahun sej ak t anggal pendaf t aran merek.
(2)
Dikecualikan dari ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), gugat an pembat alan dapat diaj ukan t anpa bat as wakt u
apabila merek yang bersangkut an seharusnya t idak dapat
didaf t arkan karena mengandung unsur-unsur yang bert ent angan
dengan kesusilaan dan ket ert iban umum.
Pasal 58
(1) Terhadap put usan Pengadilan negeri sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 56 ayat (4) t idak dapat diaj ukan permohonan
banding.
(2)
Salinan put usan badan peradilan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) disampaikan oleh Panit era Pengadilan Negeri yang
bersangkut an
kepada
Kant or
Merek
dalam
wakt u
selambat -lambat nya empat belas hari sej ak t anggal put usan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
31
-
t ersebut .
(3)
Kant or Merek melaksanakan pembat alan pendaf t aran merek yang
bersangkut an dari Daf t ar Umum Merek dan mengumumkannya
dalam Berit a Resmi Merek apabila gugat an pembat alan t ersebut
dit erima dan put usan badan peradilan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) t elah mempunyai kekuat an hukum t et ap.
Pasal 59
(1)
Pembat alan pendaf t aran merek dilakukan oleh Kant or Merek
dengan mencoret merek yang bersangkut an dari Daf t ar Umum
Merek, dan dengan memberi cat at an t ent ang alasan dan t anggal
pembat alan t ersebut .
(2)
Pembat alan pendaf t aran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
diberit ahukan secara t ert ulis kepada pemilik merek at au
kuasanya, dengan menyebut kan alasannya dan penegasan bahwa
sej ak t anggal pencoret an dari Daf t ar Umum Merek, Sert if ikat
Merek yang bersangkut an dinyat akan t idak berlaku lagi.
(3)
Pencoret an pendaf laran suat u merek dari Daf t ar Umum Merek
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diumumkan dalam berit a
Resmi Merek.
Pasal 60
Pembat alan
pendaf t aran
merek
mengakibat kan
perlin-dungan hukum at as merek yang bersangkut an.
berakhirnya
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
32
-
BAB VII
MEREK KOLEKTIF
Pasal 61
(1)
Permint aan pendaf t aran merek dagang at au merek j asa sebagai
Merek Kolekt if hanya dapat dit erima apabila dalam permint aan
pendaf t aran t ersebut dengan j elas dinyat akan bahwa merek
t ersebut akan digunakan sebagai Merek Kolekt if .
(2)
Selain pencgasan mengenai penggunaan Merek Kolekt if
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), pada permint aan ,
pendaf t aran t ersebut waj ib disert akan pula salinan perat uran
penggunaan merek t ersebut sebagai Merek Kolekt if , yang
dit andat angani oleh pemilik merek yang bersangkut an.
(3)
Perat uran penggunaan Merek Kolckt if sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) harus berisikan ant ara lain :
a. sif at , ciri-ciri umum, at au mut u dari barang at au j asa yang
produksi dan perdagangannya akan menggunakan Merek Kolckt if t ersebut ;
b. ket ent uan bagi pemilik Merek Kolekt if unt uk melakukan
pengawasan yang ef ekt if at as penggunaan merek t ersebut
sesuai dengan perat uran; dan
c. sanksi at as pelanggaran pcrat uran penggunaan Merek Kolekt if .
Pasal 62
Terhadap permint aan pendaf t aran Merek Kolekt if
dilakukan
pemerik-saan kelengkapan persyarat an sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9, Pasal 10, Pasal 12, Pasal 13, dan Pasal 61.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
33
-
Pasal 63
Dalam hal hasil pemeriksaan t erhadap permint aan pendaf t aran Merek
Kolekt if , Pemeriksa Merek berkesimpulan bahwa permint aan
pendaf -Wan merek sebagai Merek Kolekt if dapat disct uj ui, maka
Kant or Merek :
a. mendaf t ar merek t ersebut dalam Daf t ar Umum Merek dengan
melampirkan salinan perat uran penggunaan merek t ersebut ; dan
b. mengumumkan pendaf t aran Merek Kolekt if t ersebut
perat uran penggunaannya dalam Berit a Resmi Merek.
berikut
Pasal 64
(1)
Perubahan perat uran penggunaan Merek Kolekt if waj ib
dimint akan pencat at an kepada Kant or Merek dengan disert ai
salinan yang sah mengenai bukt i perubahan t crscbut .
(2)
Perubahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dicat at dalam
Daf t ar Umum Merek, dan diumumkan dalam Berit a Resmi Merek.
(3)
Perubahan perat uran penggunaan Merek Kolekt if berlaku bagi
pihak ket iga set elah dicat at dalam Daf t ar Umum Merek.
(4)
Pencat at an perubahan perat uran penggunaan Merek Kolekt if
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dikenakan biaya yang
besarnya dit et apkan dengan Keput usan Ment eri.
Pasal 65
Pemilik Merek Kolekt if t erdaf t ar hanya dapat menggunakan merek
t ersebut bersama-sama dengan orang dan at au badan hukum lain yang
j uga menggunakan Merek Kolekt if yang bersangkut an, apabila hal
t ersebut dinyat akan dengan t egas persyarat annya dalam perat uran
penggunaan Merek Kolekt if .
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
34
-
Pasal 66
(1)
Pemilikan at as Merek Kolekt if t erdaf t ar dapat dialihkan hanya
kepada pihak penerima yang dapat melakukan pengawasan
ef ekt if sesuai dengan perat uran penggunaan Merek Kolekt if
t ersebut .
(2)
Pengalihan hak at as Merek Kolekt if t erdaf t ar sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) waj ib dimint akan pencat at an kepada
Kant or Merek.
(3)
Pengalihan hak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dicat at
dalam Daf t ar Umum Merek dan diumumkan dalam Berit a Resmi
Merek.
(4)
Pencat at an pengalihan hak at as Merek Kolekt if t erdaf t ar
sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dikenakan biaya yang
besarnya dit et apkan dengan Keput usan Ment eri.
Pasal 67
Merek Kolekt if t erdaf t ar t idak dapat dilisensikan kepada orang at au
badan lain.
Pasal 68
(1)
Kant or Merek dapat menghapus pendaf t aran Merek Kolekt if at as
dasar :
a. permint aan sendiri dari pemilik Merek Kolekt if dengan
perset uj uan t ert ulis dari semua pemakai Merek Kolekt if ,
b. bukt i yang cukup bahwa Merek Kolekt if t ersebut t idak dipakai
bert urut -t urut selama t iga t ahun at au lebih sej ak t anggal pendaf t arannya;
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
35
-
c. bukt i yang cukup bahwa Merek Kolekt if digunakan unt uk j enis
barang at au j asa yang t idak sesuai dengan j enis barang at au
j asa yang dimint akan pendaf t arannya; at au
d. bukt i yang cukup bahwa Merek Kolekt if t ersebut t idak
digunakan sesuai dengan perat uran penggunaan Merek
Kolekt if .
(2)
Permint aan
penghapusan
pendaf t aran
Merek
Kolekt if
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a diaj ukan kepada
Kant or Merek.
(3)
Penghapusan pendaf t aran Merek Kolekt if sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) dicat at dalam Daf t ar Umum Merek, dan
diumumkan dalam Berit a Resmi Merek.
(4)
Pencat at an
penghapusan
pendaf t aran
Merek
Kolekt if
sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dikenakan biaya yang
besamya dit et apkan dengan Keput usan Ment eri.
Pasal 69
Penghapusan pendaf t aran Merek Kolekt if dapat pula diaj ukan oleh
pihak ket iga dalam bent uk gugat an melalui Pengadilan Negeri
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 berdasarkan alasan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf b, huruf c, at au huruf
d.
Pasal 70
Selain alasan pembat alan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat
(1), Merek Kolekt if t erdaf t ar dapat pula dimint akan pembat alan
kepada Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52,
apabila penggunaan Merek Kolekt if t ersebut bert ent angan dengan
ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1).
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
36
-
Pasal 71
Seluruh ket ent uan dalam Undang-undang ini berlaku t erhadap
Merek-Kolekt if , sepanj ang t idak dit ent ukan lain dalam Bab ini.
BAB VIII
GUGATAN GANTI RUGI
Pasai 72
(1)
Pemilik merek t erdaf t ar dapat mengaj ukan gugat an t erhadap
orang at au badan hukum yang menggunakan mereknya, yang
mempunyai persamaan baik pada pokoknya at au pada
keseluruhannya secara t anpa hak, berupa permint aan gant i rugi
dan penghent ian pemakai- an merek t ersebut .
(2)
Gugat an sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diaj ukan melalui
Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52.
Pasal 73
Gugat an gant i rugi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 dapat pula
dilakukan oleh pencrima lisensi merek t erdaf t ar baik secara sendiri
at au bersama-sama dengan pemilik merek yang bersangkut an.
Pasal 74
(1) At as permint aan pemilik merek at au penerima lisensi mcrek
t erdaf t ar selaku penggugat , selama masih dalam pemeriksaan dan
unt uk mencegah kerugian yang lebih bcsar, hakim dapat
memerint ahkan t ergugat unt uk menghent ikan perdagangan barang
at au j asa yang menggunakan merek secara t anpa hak t ersebut .
(2) Dalam hal t ergugat dit unt ut pula menyerahkan barang yang
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
37
-
menggunakan merek secara t anpa hak, hakim dapat memerint ahkan
bahwa penyerahan barang at au nilai barang t ersebut dilaksanakan
set elah put usan pengadilan mempunyai kekuat an hukum t et ap dan
set elah penggugat mcmbayar harganya kepada t ergugat .
Pasal 75
Terhadap put usan Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 72 ayat (2) t idak dapat diaj ukan permohonan banding.
Pasal 76
Hak unt uk mengaj ukan gugat an sebagaimana diat ur dalam Bab ini
t idak mengurangi hak negara unt uk melakukan t unt ut an t indak pidana
di bidang merek.
BAB IX
PENGELOLAAN MEREK
Pasal 77
Penyelenggaraan administ rasi at as merek sebagaimana diat ur dalam
Undang-undang ini dilaksanakan oleh Kant or Merek.
Pasal 78
Kant or Merek menyelenggarakan sist em j aringan dokument asi dan
inf ormasi merek yang bersif at nasional, yang mampu menyediakan
inf ormasi t ent ang merek seluas mungkin kepada masyarakat .
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
38
-
Pasal 79
Dalam melaksanakan pengelolaan merek Kant or Merek memperoleh
pembinaan dari dan bert anggungj awab kepada Ment eri.
BAB X
PENYIDIKAN
Pasal 80
(1)
Selain Penyidik Pej abat Polisi Negara Republik Indonesia, j uga
Pej abat Pegawai Negeri Sipil t ert ent u di lingkungan Depart emen
yang lingkup t ugas dan t anggungj awabnya meliput i pembinaan
merek, diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana
dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 t ent ang
Hukum Acara Pidana, unt uk melakukan penyidikan t indak pidana
di bidang merek.
(2)
Penyidik Pej abat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) berwenang :
a. melakukan pemeriksaan at as kebenaran laporan at au
ket erangan berkenaan dengan t indak pidana di bidang merek;
b. melakukan pemeriksaan t erhadap orang at au badan yang
diduga melakukan t indak pidana di bidang merek;
c. memint a ket erangan dan bahan bukt i dari orang at au badan
sehubungan dengan t indak pidana di bidang merek;
d. melakukan pemeriksaan at as pembukuan, cat at an dan
dokumen lainnya yang berkenaan dengan t indak pidana di
bidang merek;
e. melakukan pemeriksaan di t empat t ert ent u yang diduga
t erdapat bahan bukt i, pembukuan, cat at an, dan dokumen lain
sert a melakukan penyit aan t erhadap bahan dan hasil
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
39
-
pelanggaran yang dapat dij adikan bukt i dalam perkara pidana
di bidang merek; dan
f . memint a bant uan ahli dalam rangka pelaksanaan
penyidikan t indak pidana di bidang merek.
(3)
t ugas
Penyidik Pej abat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) memberit ahukan dimulainya penyidikan dan
melaporkan hasil penyidikannya kepada Penunt ut Umum, sesuai
dengan ket ent uan Pasal 107 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981
t ent ang Hukum Acara Pidana.
BAII XI
KETENTUAN PIDANA
Pasal 81
Set iap orang yang dengan sengaj a dan t anpa hak menggunakan merek
yang sama pada kescluruhannya dengan merek t erdaf t ar milik orang
lain at au badan hukum lain unt uk barang at au j asa sej enis yang diproduksi dan at au diperdagangkan, dipidana dengan pidana penj ara
paling lama t uj uh t ahun dan denda paling banyak Rp 100. 000. 000, (serat us j ut a rupiah).
Pasal 82
Set iap orang yang dengan sengaj a dan t anpa hak menggunakan merek
yang sama pada pokoknya dengan merek t erdaf t ar milik orang lain
at au badan hukum lain, unt uk barang at au j asa sej enis yang diproduksi
dan at au diperdagangkan, dipidana dengan pidana penj ara paling lama
lima t ahun dan denda paling banyak Rp 50. 000. 000, - (lima puluh j ut a
rupiah).
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
40
-
Pasal 83
Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dan Pasal 82
adalah kej ahat an.
Pasal 84
(1)
Set iap orang yang memperdagangkan barang at au j asa yang
diket a- hui at au pat ut diket ahui bahwa barang at au j asa t ersebut
menggunakan merek t erdaf t ar milik orang lain secara t anpa hak,
dipidana dengan pidana kurungan paling lama sat u t ahun at au
denda paling banyak Rp 10. 000. 000, - (sepuluh j ut a rupiah).
(2)
Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah
pelanggaran.
BAB XIT
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 85
Semua merek yang t elah didaf t ar berdasarkan Undang-undang Nomor
21 Tahun 1961 t ent ang Merek Perusahaan dan Merek Perniagaan dan
masih berlaku pada saat Undang-undang ini mulai berlaku, dinyat akan
t et ap berlaku menurut Undang-undang ini unt uk selama sisa j angka
wakt u pendaf t arannya.
Pasal 86
(1)
Terhadap merek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85 dapat
diaj ukan gugat an pembat alan melalui Pengadilan Negeri
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52, berdasarkan alasan
sebagaimana dimak- sud dalam Pasal 5 dan Pasal 6.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(2)
41
-
Gugat an pembat alan pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) diaj ukan selama j angka wakt u berlakunya pendaf t aran merek t ersebut .
Pasal 87
Permint aan pendaf t aran merek,
REPUBLIK INDO NESIA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1 9 TAHUN 1 9 9 2
TENTANG
MEREK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa Negara Republik Indonesia adalah negara hukum berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bert uj uan mewuj udkan
masyarakat adil dan makmur yang merat a mat erial dan spirit ual;
b. bahwa dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional pada
umumnya dan pembangunan bidang ekonomi pada khususnya,
merek sebagai salah sat u wuj ud karya int elekt ual, memiliki peranan
pent ing bagi kelancaran dan peningkat an perdagangan barang at au
j asa;
c. bahwa dengan memperhat ikan pent ingnya peranan merek t ersebut ,
diperlukan penyempurnaan pengat uran dan perlindungan hukum
at as merek yang selama ini diat ur dalam Undang-undang Nomor 21
Tahun 1961 t ent ang Merek Perusahaan dan Merek Perniagaan,
karena dinilai sudah t idak sesuai lagi dengan perkembangan
keadaan dan kebut uhan;
d. bahwa sehubungan dengan pert imbangan di at as, dipandang perlu
unt uk menyempurnakan pengat uran mengenai merek dat a suat u
undang-undang;
Mengingat
: 1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), dan Pasal 33 Undang-Undang
Dasar 1945;
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
2
-
2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 t ent ang Hukum Acara Pidana
(Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3209);
Dengan perset uj uan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:
Menet apkan : UNDANG-UNDANG TENTANG MEREK.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Merek adalah t anda yang berupa gambar, nama, kat a, huruf -huruf ,
angka-angka, susunan wama, at au kombinasi dari unsur-unsur
t ersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dat a kegiat an
perdagangan barang at au j asa.
2. Merek Dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang
diperdagangkan oleh seseorang at au beberapa orang secara
bersama-sama at au badan hukum unt uk membedakan dengan
barang-barang sej enis lainnya.
3. Merek Jasa adalah merek yang digunakan pada j asa yang
diperdagangkan oleh seseorang at au beberapa orang secara
bersama-sama at au badan hukum unt uk membedakan dengan
j asa-j asa sej enis lainnya.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
3
-
4. Merek Kolekt if adalah merek yang digunakan pada barang at au j asa
dengan karakt erist ik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa
orang at au badan hukum secara bersama-sama unt uk membedakan
dengan barang at au j asa sej enis lainnya.
5. Lisensi adalah izin yang diberikan pemilik merek t erdaf t ar kepada
seseorang at au beberapa orang secara bersama-sama at au badan
hukum unt uk menggunakan merek t ersebut , baik unt uk seluruh at au
sebagian j enis barang at au j asa yang didaf t arkan.
6. Ment eri adalah Ment eri yang lingkup t ugas dan t anggung j awabnya
meliput i pembinaan merek.
7. Kant or Merek adalah sat uan organisasi di lingkungan depart emen
pemerint ahan yang melaksanakan t ugas dan kewenangan di bidang
merek.
BAB II
LINGKUP MEREK
Bagian Pert ama
Umum
Pasal 2
Merek sebagaimana diat ur dalam Undang-undang ini meliput i Merek
Dagang dan Merek Jasa.
Pasal 3
Hak at as merek adalah hak khusus yang diberikan Negara kepada
pemilik merek yang t erdaf t ar dalam Daf t ar Umum Merek unt uk j angka
wakt u t ert ent u menggunakan sendiri merek t ersebut at au memberi
izin kepada seseorang at au beberapa orang secara bersama-sama at au
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
4
-
badan hukum unt uk menggunakannya.
Pasal 4
(1)
Merek hanya dapat didaf t ar at as dasar permint aan yang diaj ukan
pemilik merek yang berit ikad baik.
(2)
Pemilik merek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat
t erdiri dari sat u orang at au beberapa orang secara
bersama-sama, at au badan hukum.
Bagian Kedua
Merek Yang Tidak Dapat Didaf t ar
dan Yang Dit olak
Pasal 5
Merek t idak dapat didaf t arkan apabila mengandung salah sat u unsur di
bawah ini:
a. bert ent angan dengan kesusilaan dan ket ert iban umum;
b. t idak memiliki daya pembeda;
c. t elah menj adi milik umum; at au
d. merupakan ket erangan at au berkait an dengan barang at au j asa
yang dimint akan pendaf t aran.
Pasal 6
(1)
Permint aan pendaf t aran merek dit olak oleh Kant or Merek apabila
mempunyai persamaan pada pokoknya at au keseluruhannya
dengan merek milik orang lain yang sudah t erdaf t ar lebih dahulu
unt uk barang at au j asa sej enis yang t ermasuk dalam sat u kelas.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(2)
5
-
Permint aan pendaf t aran merek j uga dit ot ak oleh Kant or Merek
apabila:
a. merupakan at au menyerupai nama orang t erkenal, f ot o, merek
dan nama badan hukum yang dimiliki orang lain yang sudah
t erkenal, kecuali at as perset uj uan t ert ulis dari yang berhak;
b. merupakan peniruan at au menyerupai nama at au singkat an
nama, bendera, lambang at au simbol at au emblem, dari
negara at au lembaga nasional maupun int ernasional, kecuali
at as perset uj uan t ert ulis dari pihak yang berwenang,
c. merupakan peniruan at au menyerupai t anda at au cap at au
St empel resmi yang digunakan oleh negara at au lembaga
pemerint ah, kecuali at as perset uj uan t ert ulis dari pihak yang
berwenang; at au
d. merupakan at au menyerupai cipt aan orang lain yang dilindungi
Hak Cipt a, kecuali at as perset uj uan t ert ulis dari pemegang
Hak Cipt a t ersebut .
Bagian Ket iga
Jangka Wakt u Perlindungan
Merek Terdaf t ar
Pasal 7
Merek t erdaf t ar mendapat perlindungan hukum unt uk j angka wakt u
sepuluh t ahun dan berlaku surut sej ak t anggal penerimaan permint aan
pendaf t aran merek yang bersangkut an.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
6
-
BAB III
PERMINTAAN PENDAFTARAN MEREK
Bagian Pert ama
Umum
Pasal 8
(1)
Sat u permint aan pendaf t aran merek hanya dapat diaj ukan unt uk
sat u kelas barang at au j asa.
(2)
Permint aan pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) menyebut kan j enis barang at au j asa yang t ermasuk
dalam kelas yang bersangkut an.
(3)
Kelas barang at au j asa sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
diat ur lebih lanj ut dengan Perat uran Pemerint ah.
Pasal 9
(1)
Permint aan pendaf t aran merek diaj ukan secara t ert ulis dalam
bahasa Indonesia kepada Kant or Merek.
(2)
Surat permint aan pendaf t aran merek mencant umkan:
a. t anggal, bulan, dan t ahun;
b. nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat pemilik merek;
c. nama lengkap dan alamat kuasa apabila
pendaf t aran merek diaj ukan melalui kuasa;
permint aan
d. alamat yang dipilih di Indonesia, apabila pemilik merek
bert empat t inggal di luar wilayah Negara Republik Indonesia;
e. macam wama, apabila merek yang dimint akan pendaf t arannya
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
7
-
menggunakan unsur warna;
f . kelas sert a j enis barang at au j asa bagi merek yang dimint akan
pendaf t arannya; dan
g. nama negara dan t anggal permint aan pendaf t aran merek yang
pert ama kali, dalam hal permint aan pendaf t aran diaj ukan
dengan hak priorit as.
(3)
Surat permint aan pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) dit andat angani pemilik merek at au kuasanya.
(4)
Dalam hal permint aan pendaf t aran merek diaj ukan oleh lebih
dari sat u orang at au badan hukum yang secara bersama-sama
berhak at as merek t erscbut , nama orang-orang at au badan
hukum yang mengaj ukan permint aan dicant umkan semuanya
dengan memilih salah sat u alamat sebagai alamat mereka.
(5)
Dalam hal permint aan pendaf t aran merek diaj ukan sebagaimana
dimaksud dalam ayat
(4),
maka permint aan t ersebut
dit andat angani oleh salah seorang at au salah sat u wakil badan
hukum yang berhak at as merek dengan melampirkan perset uj uan
t ert ulis dari orang at au badan hukum lainnya yang berhak.
(6)
Dalam hal permint aan pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud
dalam ayat (4) diaj ukan melalui kuasa, maka surat kuasa unt uk
it u harus dit andat angani oleh semua yang berhak at as merek
t ersebut .
Pasal 10
(1)
Permint aan pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9 harus dilengkapi:
a. surat
pernyat aan
bahwa
merek
yang
dimint akan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
8
-
pendaf t arannya adalah miliknya;
b. dua puluh helai et iket merek yang bersangkut an;
c. Tambahan Berit a Negara yang memuat akt a pendirian badan
hukum at au salinan yang sah akt a pendirian badan hukum,
apabila pemilik merek adalah badan hukum;
d. surat kuasa apabila permint aan pendaf t aran merek diaj ukan
melalui kuasa; dan
e. pembayaran seluruh biaya dalam rangka permint aan
pendaf t aran merek, yang j enis dan besarnya dit et apkan
dengan Keput usan Ment eri.
(2)
Et iket merek yang menggunakan bahasa asing dan at au di
dalamnya t erdapat huruf selain huruf lat in at au angka yang t idak
lazim digunakan dalam bahasa Indonesia waj ib disert ai
t erj emahannya dalam bahasa Indonesia, dalam huruf lat in, dan
dalam angka yang lazim digunakan dalam bahasa Indonesia.
(3)
Ket ent uan mengenai permint aan pendaf t aran merek diat ur lebih
lanj ut dengan Perat uran Pemerint ah.
Pasal 11
(1)
Permint aan pendaf t aran merek yang diaj ukan oleh pemilik at au
yang berhak at as merek yang bert empat t inggal at au
berkedudukan t et ap di luar wilayah Negara Republik Indonesia,
waj ib diaj ukan melalui kuasanya di Indonesia.
(2)
Pemilik at au yang berhak at as merek sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) waj ib menyat akan dan memilih t empat t inggal
kuasanya sebagai alamat nya di Indonesia.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
9
-
Bagian kedua
Permint aan Pendaf t aran Merek
Dengan Hak Priorit as
Pasal 12
Permint aan pendaf t aran merek yang diaj ukan dengan menggunakan
hak priorit as sebagaimana diat ur dalam konvensi int ernasional
mengenai perlindungan merek yang diikut i oleh Negara Republik
Indonesia, harus diaj ukan dalam wakt u selambat -lambat nya enam
bulan sej ak t anggal penerimaan permint aan pcndaf t aran merek yang
pert ama kali di negara lain yang j uga ikut sert a dalam konvensi
t ersebut .
Pasal 13
(1)
Selain harus memenuhi ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam
Bagian Pert ama Bab ini, permint aan pendaf t aran merek dengan
menggunakan hak priorit as waj ib dilengkapi pula dengan bukt i
t ent ang penerimaan permint aan pendaf t aran yang pert ama kali
yang menimbulkan hak priorit as t ersebut .
(2)
Kant or Merek dapat memint a agar bukt i t ent ang hak priorit as
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dit erj emahkan ke dalam
bahasa Indonesia.
(3)
Dalam hal ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan
ayat (2) t idak dipenuhi dalam wakt u paling lama t iga bulan
set elah berakhirnya hak mengaj ukan permint aan pendaf t aran
merek dengan menggunakan hak priorit as sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12, permint aan pendaf t aran merek dengan
menggunakan hak priorit as t ersebut dianggap dit arik kembali.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(4)
10
-
Kant or Merek memberit ahukan anggapan penarikan kembali
sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) secara t ert ulis kepada
orang at au badan hukum at au kuasanya yang mengaj ukan
permint aan pendaf t aran merek dengan menyebut kan alasannya.
Bagian Ket iga
Pemeriksaan Kelengkapan Persyarat an
Pendaf t aran Merek
Pasal 14
(1)
Kant or Merek melakukan pemeriksaan t erhadap kelengkapan
persyarat an pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9, Pasal 10, Pasal 12, dan Pasal 13.
(2)
Dalam hal t erdapat kekurangan kelengkapan persyarat an
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Kant or Merek memint a
agar
kekurangan
t ersebut
dipenuhi
dalam
wakt u
selambat -lambat nya dua bulan sej ak t anggal penerimaan surat
permint aan pemenuhan kekurangan t ersebut dari Kant or Merek.
(3)
Dalam hal kekurangan t ersebut menyangkut persyarat an
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, j angka wakt u pemenuhan
kekurangan
persyarat an
t ersebut
dalam
wakt u
selambat -lambat nya t iga bulan sej ak t anggal berakhirnya j angka
wakt u pengaj uan permint aan pendaf t aran merek dengan
menggunakan hak priorit as.
Pasal 15
(1)
Dalam hal kekurangan persyarat an t ersebut t idak dipenuhi dalam
j angka wakt u masing-masing sebagaimana dimaksud dalam Pasal
14 ayat (2) at au ayat (3), permint aan pendaf t aran merek
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
11
-
dianggap dit arik kembali.
(2)
Kant or Merek memberit ahukan anggapan penarikan kembali
secara t ert ulis kepada orang at au badan hukum at au kuasanya
yang mengaj ukan permint aan pendaf t aran merek dengan
menyebut kan alasannya.
Bagian Keempat
Wakt u Penerimaan Permint aan
Pendaf t aran Merek
Pasal 16
(1)
Dalam hal seluruh persyarat an sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9, Pasal 10, Pasal 12, dan Pasal 13 t elah dipenuhi, maka
t anggal penerimaan dokumen permint aan pendaf t aran merek
dit et apkan sebagai t anggal penerimaan permint aan pendaf t aran
merek.
(2)
Tanggal penerimaan permint aan pendaf t aran merek sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dicat at oleh Kant or Merek.
Bagian Kelima
Perubahan dan Penarikan Kembali
Permint aan Pendaf t aran Merek
Pasal 17
(1)
Perubahan t erhadap permint aan pendaf t aran merek hanya
diperbolehkan dengan cara menarik kembali permint aan semula
dan mengaj ukan permint aan pendaf t aran merek yang baru.
(2)
Ket ent uan
mengenai
perubahan
dan
penarikan
permint aan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
12
-
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diat ur lebih lanj ut dengan
Perat uran Pemerint ah.
Pasal 18
(1)
Selama belum memperoleh keput usan dari Kant or Merek,
permint aan pendaf t aran merek dapat dit arik kembali oleh orang
at au badan hukum at au kuasanya yang mengaj ukan permint aan
pendaf t aran merek.
(2)
Dalam hal penarikan kembali sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) dilakukan oleh kuasa, harus dilakukan berdasarkan surat
kuasa bagi keperluan penarikan kembali t ersebut .
(3)
Dalam hal permint aan pendaf t aran merek dit arik kembali, segala
biaya yang t elah dibayarkan kepada Kant or Merek t idak dapat
dit arik kembali.
BAB IV
PENDAFTARAN MEREK
Bagian Pert ama
Pengumuman
Pasal 19
Kant or Merek dalam wakt u selambat -lambat nya empat belas hari sej ak
t anggal penerimaan permint aan pendaf t aran merek, mengumumkan
permint aan pendaf t aran merek yang t elah memenuhi persyarat an
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10 dan dalam hal
diaj ukan dengan menggunakan hak priorit as, harus t elah dipenuhi pula
ket ent uan Pasal 12 dan Pasal 13.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
13
-
Pasal 20
(1)
Pengumuman berlangsung selama enam bulan dan dilakukan
dengan:
a. menempat kan pada papan pengumuman yang khusus
disediakan unt uk it u dan dapat dengan mudah sert a j elas
dilihat oleh masyarakat ; dan
b. menempat kan dalam Berit a Resmi Merek yang dit erbit kan
secara berkala oleh Kant or Merek.
(2)
Tanggal mulai diumumkannya permint aan pendaf t aran merek
dicat at oleh Kant or Merek.
Pasal 21
Pengumuman dilakukan dengan mencant umkan:
a. nama dan alamat lengkap pemilik merek, sert a nama dan alamat
lengkap kuasanya apabila permint aan pendaf t aran merek diaj ukan
melalui kuasa;
b. kelas dan j enis barang at au j asa bagi merek yang dimint akan
pendaf t arannya;
c. t anggal penerimaan permint aan pendaf t aran merek;
d. nama negara dan t anggal pencrimaan pendaf t aran merek yang
pert ama kali, dalam hal permint aan pendaf t aran merek diaj ukan
dengan menggunakan hak priorit as, dan
e. cont oh et iket merek, t ermasuk ket erangan mengenai warna apabila
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
14
-
merek menggunakan unsur warna, dan apabila et iket merek
menggunakan bahasa asing dan at au huruf selain huruf lat in dan
at au angka yang t idak lazim digunakan dalam bahasa Indonesia,
disert ai t erj emahannya dalam bahasa Indonesia, huruf lat in at au
angka yang lazim digunakan dalam bahasa Indonesia.
Bagian Kedua
Keberat an dan Sanggahan
Pasal 22
(1)
Selama j angka wakt u pengumuman, set iap orang at au badan
hukum dapat mengaj ukan keberat an secara t ert ulis kepada
Kant or Merek at as permint aan pendaf t aran merek yang
bersangkut an.
(2)
Keberat an sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat diaj ukan
apabila t erdapat alasan yang cukup disert ai bukt i bahwa merek
yang dimint akan pendaf t aran adal ah merek yang berdasarkan
Undang-undang ini t idak dapat didaf t ar at au harus dit olak.
(3)
Dalam hal t erdapat keberat an sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), Kant or Merek dalam wakt u selambat -lambat nya empat belas
hari sej ak t anggal penerimaan keberat an mengirimkan salinan
surat yang berisikan keberat an t ersebut kepada orang at au badan
hukum at au kuasanya yang mengaj ukan permint aan pendaf t aran
merek.
Pasal 23
(1)
Orang at au badan hukum at au kuasanya yang mengaj ukan
permin-t aan pendaf t aran merek berhak mengaj ukan sanggahan
t erhadap keberat an sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22
kepada Kant or Merek.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(2)
15
-
Sanggahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diaj ukan secara
t ert ulis dalam wakt u selambat -lambat nya dua bulan sej ak
t anggal penerimaan salinan keberat an yang disampaikan oleh
Kant or Merek.
Pasal 24
Kant or Merek menggunakan keberat an dan sanggahan sebagai bahan
t ambahan dalam pemeriksaan t erhadap permint aan pendaf t aran
merek yang bersangkut an.
Bagian Ket iga
Pemeriksaan Subst ant if
Pasal 25
(1)
Set elah berakhirnya j angka wakt u pengumuman sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 20 at au dalam hal ada keberat an selama
j angka wakt u pengumuman, set elah dit erimanya sanggahan,
Kant or Merek melakukan pemeriksaan subst ant if t erhadap
permint aan pendaf t aran merek.
(2)
Pemeriksaan dilaksanakan dengan memperhat ikan ket ent uan
Pasal 5 dan Pasal 6 sert a bila ada keberat an at au sanggahan.
Pasal 26
Pemeriksaan diselesaikan dalam wakt u selambat -lambat nya sembilan
bulan sej ak :
a. t anggal berakhimya pengumuman; at au
b. t anggal berakhirnya j angka wakt u unt uk menyampaikan sanggahan.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
16
-
Pasal 27
(1)
Pemeriksaan dilaksanakan oleh Pemeriksa Merek yang memiliki
keahlian dan kualif ikasi sebagai Pemeriksa Merek pada Kant or
Merek.
(2)
Pemeriksa Merek berkedudukan sebagai pej abat f ungsional yang
diangkat
dan
diberhent ikan
oleh
Ment eri
berdasarkan
syarat -syarat t ert ent u.
(3)
Kepada Pemeriksa Merek diberikan j enj ang dan t unj angan
f ungsional disamping hak lainnya sesuai dengan perat uran
perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 28
(1)
Dalam hal Pemeriksa Merek sebagaimana dimaksud dalam Pasal
27 ayat (1) berkesimpulan bahwa permint aan pendaf t aran merek
dapat diset uj ui, maka Kant or Merek:
a. mendaf t ar merek t ersebut dalam Daf t ar Umum Merek;
b. memberit ahukan pcndaf t aran merek t ersebut kepada orang
at au badan hukum at au kuasanya yang mengaj ukan
pcrmint aan pendaf t aran merek;
c. memberikan Sert if ikat Merek; dan
d. mengumumkan pendaf t aran t ersebut
Merek.
(2)
dalam Berit a Resmi
Dalam hal Pemeriksa Merek sebagaimana dimaksud dalam Pasal
27 ayat (1) bcrkesimpulan bahwa pcrmint aan pendaf t aran merek
t idak dapat didaf t ar at au harus dit olak, maka Kant or Merek
menet apkan
keput usan
t ent ang
penolakan
permint aan
pendaf t aran merek t ersebut .
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(3)
(4)
17
-
Keput usan penolakan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
diberit ahukan secara t ert ulis kepada orang at au badan hukum
at au kuasanya yang mengaj ukan permint aan pendaf t aran merek
dengan menyebut kan alasan-alasannya.
Dalam hal ada keberat an, Kant or Merek menyampaikan t embusan
surat pemberit ahuan pendaf t aran at au penolakan t ersebut
kepada orang at au badan hukum at au kuasanya yang mengaj ukan
keberat an.
Pasal 29
(1)
Sert f ikat Merek diberikan kepada orang at au badan hukum yang
mengaj ukan permint aan pendaf t aran merek dalam wakt u
selambat -lambat nya t iga puluh hari sej ak t anggal merek t ersebut
didaf t ar dalam Daf t ar Umum Merek.
(2)
Dalam hal permint aan pendaf t aran merek diaj ukan melalui
kuasa, Sert if ikat Merek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
disampaikan kepada kuasanya dengan t embusan kepada pemilik
merek.
(3)
Sert if ikat Merek sebaigaimana dimaksud dalam ayat (1) me-muat
:
a. nama dan alamat lengkap pemilik merek yang didaf t arkan;
b. nama dan alamat lengkap kuasa, dalam hal permint aan
pendaf t aran merek diaj ukan berdasarkan Pasal 11;
c. t anggal pengaj uan
pendaf t aran merek;
dan
t anggal
pencrimaan
permint aan
d. nama negara dan t anggal permint aan pendaf t aran merek yang
pert ama kali, apabila permint aan pendaf t aran diaj ukan
dengan menggunakan hak priorit as;
e. et iket merek yang didaf t arkan t ermasuk ket erangan macam
warna apabila merek t ersebut menggunakan unsur warna, dan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
18
-
apabila et iket merek menggunakan bahasa asing dan at au
huruf selain huruf lat in dan at au angka yang t idak lazim
digunakan dalam bahasa Indonesia disert ai t erj emahannya
dalam bahasa Indonesia, huruf lat in dan angka yang lazim
digunakan dalam bahasa Indonesia;
f . nomor dan t anggal pendaf t aran;
g. kelas dan j enis barang at au j asa at as mana merek didaf t arkan;
dan
h. j angka wakt u berlakunya pcndaf t aran merek.
(4)
Set iap orang dapat mengaj ukan permint aan pet ikan resmi
pendaf t aran merek yang t ercat at dalam Daf t ar Umum Merek.
(5)
Permint aan pct ikan resmi sebagaimana dimaksud dalam ayat (4)
dikenakan biaya yang besarnya dit et apkan dengan Keput usan
Ment eri.
Pasal 30
Nomor pendaf t aran merek waj ib dicant umkan pada set iap
pengguna-an merek yang t erdaf t ar, yang pclaksanaannya diat ur lebih
lanj ut dengan Perat uran Pemcrint ah.
Bagian Keempat
Permint aan Banding
Pasal 31
(1)
Permint aan banding dapat diaj ukan t crhadap penolakan
permint aan pcndaf t aran mcrek dengan alasan dan dasar
pert imbangan mengenai hal-hal yang bersif at subst ant if
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6.
(2)
Permint aan banding diaj ukan secara t ert ulis kepada Komisi
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
19
-
Banding Merek oleh orang at au badan hukum at au kuasanya yang
mengaj ukan pcrmint aan pcndaf t aran merek dcngan t embusan
kepada Kant or Merek.
(3)
Komisi Banding Merek adalah badan khusus yang diket uai secara
t et ap oleh seorang ket ua merangkap anggot a dan bcrada di
lingkungan depart emcn yang dipimpin Ment eri.
(4)
Anggot a
Komisi
Banding
Merek
berj umlah
ganj il
sekurang-kurangnya t iga orang yang t erdiri dari ahli yang
dipcrlukan dan at au Pemeriksa Merek senior yang t idak
melakukan
pemcriksaan
subst ant if
t erhadap
permint aan
pendaf t aran merek yang bersangkut an.
(5)
Ket ua dan anggot a Komisi
diberhent ikan oleh Ment eri.
Banding
Merek
diangkat
dan
Pasal 32
(1)
Permint aan banding diaj ukan dengan menguraikan secara
lengkap keberat an t erhadap pcnolakan permint aan pendaf t aran
merek dengan menyebut kan alasannya.
(2)
Alasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus t idak
merupakan
perbaikan
at au
penyempurnaan
permint aan
pendaf t aran merek yang dit olak.
Pasal 33
(1)
Permint aan banding diaj ukan dalam wakt u selambat -lambat nya
t iga bulan scj ak t anggal pencrimaan surat pembcrit ahuan
penolakan permint aan pendaf t aran merek.
(2)
Dalam hal j angka wakt u permint aan banding t ersebut t elah lewat
t anpa ada permint aan banding, maka penolakan permint aan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
20
-
pendaf t aran merek dianggap dit erima oleh orang at au badan
hukum at au kuasanya yang mengaj ukan pcrmint aan pendaf t aran
merek.
(3)
Dalam hal penolakan permint aan pendaf t aran merek t elah
dianggap dit erima oleh orang at au badan hukum at au kuasanya
sebagaimana dimaksud dalam ayat
(2), Kant or Merek
mencat at nya dalam Daf t ar Umum Merek.
Pasal 34
(1)
Keput usan Komisi Banding Merek diberikan dalam wakt u
selambat -lambat nya cnam bulan sej ak t anggal penerimaan
permint aan banding.
(2)
Keput usan Komisi Banding Merek bersif at f inal, baik secara
administ rat if maupun subst ant if .
(3)
Dalam hal Komisi Banding Merek mengabulkan permint aan
banding, Kant or Merek melaksanakan pendaf t aran dan
memberikan Sert if ikat Merek dengan cara sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 28 dan Pasal 29.
(4)
Dalam hal Komisi Banding Merek menolak permint aan banding,
Kant or Merek dalam wakt u selambat -lambat nya t iga puluh hari
sej ak t anggal dit erimanya keput usan Komisi Banding Merek
memberit ahukan penolakan t ersebut kepada orang at au badan
hukum at au kuasanya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat
(2).
Pasal 35
Susunan organisasi, t at a kerj a Komisi Banding Merek, t at acara
permint aan dan pemeriksaan banding sert a penyclesaiannya diat ur
lebih lanj ut dengan Perat uran Pemcrint ah.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
21
-
Bagian Kelima
Perpanj angan Jangka Wakt u Perlindungan
Merek Terdaf t ar
Pasal 36
(1)
At as permint aan pemilik merek, j angka wakt u perlindungan
merek t erdaf t ar dapat diperpanj ang set iap kali unt uk j angka
wakt u yang sama.
(2)
Permint aan pcrpanj angan j angka wakt u perlindungan merek
t erdaf t ar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diaj ukan secara
t ert ulis oleh pemilik at au kuasanya dalam j angka wakt u t idak
lebih dari dua belas bulan dan sekurang-kurangnya 6 bulan
sebclum berakhirnya j angka wakt u perlindungan bagi merek
t erdaf t ar t ersebut .
(3)
Permint aan perpanj angan j angka wakt u perlindungan merek
t erdaf t ar sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diaj ukan kepada
Kant or Merek.
(4)
Permint aan perpanj angan j angka wakt u perlindungan merek
t er-daf t ar sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dikenakan biaya
yang besarnya dit et apkan dengan Keput usan Ment eri.
Pasal 37
Permint aan perpanj angan j angka wakt u perlindungan merek t erdaf t ar
diset uj ui apabila :
a. merek yang bersangkut an masih digunakan pada barang at au j asa
sebagaimana disebut dalam Sert if ikat Merek t ersebut ; dan
b. barang at au j asa sebagaimana dimaksud dalam huruf a masih
diproduksi dan diperdagangkan.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
22
-
Pasal 38
(1)
Permint aan perpanj angan j angka wakt u perlindungan merek
t erdaf t ar dit olak oleh Kant or Merek, apabila t idak memenuhi
ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dan Pasal 37.
(2)
Penolakan permint aan pcrpanj angan j angka wakt u perlindungan
merek t erdaf t ar diberit ahukan secara t ert ulis kepada pemilik
merek at au kuasanya dcngan menyebut kan alasannya.
Pasal 39
(1)
Pcrpanj angan j angka wakt u perlindungan mcrek t erdaf t ar dicat at
dalam Daf t ar Umum Merek dan diumumkan dalam Berit a Resmi
Merek.
(2)
Perpanj angan
diberit ahukan
kuasanya.
j angka
secara
wakt u pcrlindungan mcrek t erdaf t ar
t ert ulis kepada pemilik merek at au
Bagian Keenam
Perubahan Nama dan at au Alamat
Pemilik Merek Terdaf t ar
Pasal 40
(1)
Perubahan nama dan at au alamat pemilik merek t erdaf t ar
diberit ahukan kepada Kant or Merek unt uk dicat at dalam Daf t ar
Umum Merek dengan discrt ai salinan yang sah mengenai bukt i
perubahan t ersebut .
(2)
Pcrubahan nama dan at au alamat pemilik merek t crdaf t ar yang
t elah dicat at oleh Kant or Merek, diumumkan dalam Berit a Resmi
Merek.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(3)
23
-
Pencat at an perubahan nama dan at au alamat sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dikenakan biaya yang besarnya
dit et apkan dengan Keput usan Ment eri.
BAB V
PENGALIHAN HAK ATAS MEREK TERDAFTAR
Bagian Pert ama
Pengalihan Hak
Pasal 41
(1)
Hak at as merek t erdaf t ar dapat dialihkan dengan cara :
a.
pewarisan;
b.
wasiat ;
c.
hibah;
d.
perj anj ian; at au
e.
sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh undang-undang.
(2)
Pengalihan hak at as merek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
disert ai dengan dokumen-dokumen yang mendukungnya.
(3)
Pengalihan hak at as merek sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
waj ib dimint akan pencat at an kepada Kant or Merek unt uk dicat at
dalam Daf t ar Umum Merek.
(4)
Pengalihan hak at as merek t erdaf t ar yang t elah dicat at Kant or
Merek, diumumkan dalam Berit a Resmi Merek.
(5)
Akibat hukum dari pengalihan hak at as merek t erdaf t ar berlaku
t erhadap pihak-pihak yang bersangkut an dan t erhadap pihak
ket iga apabila t elah dicat at dalam Daf t ar Umum Merek.
(6)
Pencat at an pengalihan hak at as merek sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) dikenakan biaya yang besarnya dit et apkan dengan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
24
-
Keput usan Ment eri.
Pasal 42
(1)
Pengalihan hak at as merek t erdaf t ar dapat disert ai dengan
pengalihan nama baik at au reput asi at au lain-lainnya yang t erkait
dengan merek t ersebut .
(2)
Pengalihan hak at as merek t erdaf t ar hanya dicat at oleh Kant or
Merek apabila disert ai pernyat aan t ert ulis dari penerima bahwa
merek t ersebut akan digunakan bagi perdagangan barang at au
j asa.
Pasal 43
Hak at as merek j asa t erdaf t ar yang cara pemberian j asa dan hasilnya
sangat erat berkait an dengan kemampuan at au ket erampilan pribadi
pemberi j asa yang bersangkut an, t idak dapat dialihkan dalam bent uk
dan dengan cara apapun.
Bagian Kedua
Lisensi
Pasal 44
(1)
Pemilik merek t erdaf t ar berhak memberi lisensi kepada orang
lain dengan perj anj ian menggunakan mereknya baik unt uk
sebagian at au scluruh j enis barang at au j asa yang t ermasuk
dalam sat u kelas.
(2)
Perj anj ian lisensi berlaku unt uk scluruh wilayah Negara Republik
Indonesia kecuali bila diperj anj ikan lain, unt uk j angka wakt u
yang t idak lebih lama dari j angka wakt u perlindungan merek
t erdaf t ar yang bersangkut an.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
25
-
(3)
Perj anj ian lisensi waj ib dimint akan pencat at an pada Kant or
Merek.
(4)
Perj anj ian lisensi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dicat at
oleh Kant or Merek dalam Daf t ar Umum Merek dan diumumkan
dalam Berit a Resmi Merek.
(5)
Syarat dan t at a cara permint aan pcncat at an perj anj ian lisensi
diat ur lebih lanj ut dengan Pcrat uran Pemerint ah.
(6)
Pencat at an perj anj ian lisensi sebagaimana dimaksud dalam ayat
(3) dikenakan biaya yang besarnya dit ct apkan dengan Keput usan
Ment eri.
Pasal 45
Pemilik merek t erdaf t ar yang t clah memberi lisensi kepada orang lain
sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 44 ayat (1) t et ap dapat
menggunakan sendiri at au memberi liscnsi kepada pihak ket iga lainnya
unt uk menggunakan merek t erscbut , kccuali bila diperj anj ikan lain.
Pasal 46
Dalam perj anj ian lisensi dapat dit ent ukan bahwa pencrima lisensi
dapat membcri lisensi lebih lanj ut kepada pihak ket iga.
Pasal 47
Penggunaan merek t erdaf t ar di Indonesia oleh penerima lisensi,
dianggap sama dengan penggunaan merek t ersebut di Indonesia oleh
pemilik merek.
Pasal 48
(1)
Perj anj ian lisensi dilarang memuat ket ent uan yang langsung
maupun t idak langsung dapat menimbulkan akibat yang
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
26
-
merugikan perekonomian Indonesia at au memuat pembat asan
yang menghambat kemampuan bangsa Indonesia dalam
menguasai dan mengembangkan t eknologi pada umumnya.
(2)
Kant or Merek waj ib menolak permint aan pencat at an perj anj ian
lisensi yang memuat larangan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1).
(3)
Kant or Merek memberit ahukan penolakan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) secara t ert ulis kepada pemilik merek dan
penerima lisensi at au kuasanya dcngan menyebut kan alasannya.
Pasal 49
(1)
Penerima lisensi yang berit ikad baik dari merek yang kemudian
dibat alkan at as dasar adanya persamaan pada pokoknya at au
keseluruhannya dengan merek lain yang t erdaf t ar, t et ap berhak
melaksanakannya sebagai pcrj anj ian lisensi merek yang t idak
dibat alkan sampai dcngan berakhirnya j angka wakt u perj anj ian
lisensi t ersebut .
(2)
Penerima lisensi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) t idak lagi
waj ib meneruskan pembayaran royalt i yang scharusnya masih
waj ib dilaksanakannya kepada pemberi lisensi merek yang
dibat alkan, melainkan waj ib melaksanakan pembayaran royalt i
kepada pemilik merek yang t idak dibat alkan.
(3)
Dalam hal pembcri lisensi sudah t erlebih dahulu menerima secara
sekaligus royalt i dari pencrima lisensi, pemberi lisensi t ersebut
waj ib menyerahkan bagian dari royalli yang dit erimanya kepada
pemilik merek yang t idak dibat alkan, yang besarnya sebanding
dengan sisa j angka wakt u perj anj ian lisensi.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
27
-
Pasal 50
Ket ent uan mengenai perj anj ian lisensi sebagaimana dimaksud dalam
Bab V Bagian Kedua Undang-undang ini diat ur lebih lanj ut dengan
Perat uran Pemerint ah.
BAB VI
PENGHAPUSAN DAN PEMBATALAN
PENDAFTARAN MEREK
Bagian Pert ama
Penghapusan
Pasal 51
(1)
Penghapusan pendaf t aran merek dari Daf t ar Umum Merek
dilakukan Kant or Merek baik at as prakarsa sendiri maupun
berdasarkan permint aan pemilik merek yang bersangkut an.
(2)
Penghapusan pendaf t aran at as prakarsa Kant or Merek dapat
dilakukan apabila dipcroleh bukt i yang cukup bahwa :
a. merek t idak digunakan bcrt urut -t urut selama t iga t ahun at au
lebih dalam perdagangan barang at au j asa sej ak t anggal
pendaf t aran at au pcmakaian t erakhir; at au
b. merek digunakan unt uk j enis barang at au j asa yang t idak
sesuai dengan j enis barang at au j asa yang dimint akan
pendaf t aran.
(3)
Permint aan penghapusan pendaf t aran merek oleh pemilik merek
baik unt uk scbagian at au scluruh j enis barang at au j asa yang
t ermasuk dalam sat u kelas, diaj ukan kepada Kant or Merek.
(4)
Penghapusan pcndaf t aran mcrek sebagaimana dimaksud dalam
ayat (3) dicat at dalam Daf t ar Umum Merek, dan diumumkan
dalam berit a Resmi Merek.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
28
-
(5)
Dalam hal merek sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) masih
t erikat perj anj ian lisensi, maka penghapusan hanya dapat
dilakukan apabila hal t crsebut diset uj ui secara t crt ulis oleh
penerima lisensi.
(6)
Pengecualian at as perset uj uan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (5) hanya dimungkinkan apabila pencrima lisensi dengan
t egas set uj u unt uk menyampingkan adanya perset uj uan t ersebut
dalam perj anj ian lisensi.
(7)
Pencat at an pcnghapusan pendaf t aran merek sebagaimana
dimaksud dalam ayat (4) dikenakan biaya yang besarnya
dit et apkan dengan Kcput usan Ment eri.
Pasal 52
Penghapusan pendaf t aran merek berdasarkan alasan sebagaimana
di-maksud dalam Pasal 51 ayat (2) huruf a dan huruf b dapat pula
diaj ukan oleh pihak ket iga dalam bent uk gugat an melalui :
a. Pengadilan Negeri Jakart a Pusat ; at au
b. Pengadilan Negeri lain yang akan dit et apkan dengan Keput usan
Presiden.
Pasal 53
(1)
Terhadap put usan Pengadilan Ncgeri sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 52 t idak dapat diaj ukan permohonan banding.
(2)
Salinan put usan badan peradilan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) disampaikan oleh Panit era Pengadilan Negeri yang
bcrsangkut an
kepada
Kant or
Merek
dalam
wakt u
sclambat -lambat nya empat belas hari sej ak t anggal put usan
t ersebut .
(3)
Kant or
Merek
melaksanakan
penghapusan
merek
yang
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
29
-
bersangkut an dari Daf t ar Umum Merek dan mengumumkannya
dalam
Berit a Resmi Merek apabila gugat an penghapusan
pendaf t aran merek t ersebut dit erima dan put usan badan
peradilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) t elah
mcmpunyai kckuat an hukum t et ap.
(1)
(2)
Pasal 54
Penghapusan pendaf t aran merek dilakukan oleh Kant or Merek
dengan mencoret merek yang bersangkut an dari Daf t ar Umum
Merek, dan dengan memberi cat at an t ent ang alasan dan t anggal
pengha- pusan t ersebut .
Penghapusan pendaf t aran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
diberit ahukan secara t ert ulis kepada pemilik merek at au
kuasanya, dengan menyebut kan alasannya dan penegasan bahwa
sej ak t anggal pencoret an dari Daf t ar Umum Merek, Sert if ikat
Merek yang bersangkut an dinyat akan t idak berlaku lagi.
Pasal 55
Penghapusan
pendaf t aran
merek
mengakibat kan
perlin-dungan hukum at as merek yang bersangkut an.
berakhirnya
Bagian Kedua
Pembat alan
Pasal 56
(1)
Gugat an pembat alan pendaf t aran merek dapat diaj ukan oleh
pihak yang berkepent ingan berdasarkan alasan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6.
(2)
Gugat an sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) t idak dapat
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
30
-
diaj ukan oleh pemilik merek yang t idak t erdaf t ar.
(3)
Pemilik merek t erkenal yang t idak t erdaf t ar dapat mengaj ukan
gugat an sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) set elah
mengaj ukan permint aan pendaf t aran merek kepada Kant or
Merek.
(4)
Gugat an pembat alan diaj ukan kepada pemilik merek dan Kant or
Merek melalui Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud dalam
pasal 52.
(5)
Dalam hal pemilik merek yang digugat pembat alannya bert empat
t inggal di luar wilayah Negara Republik Indonesia gugat an
diaj ukan melalui Pengadilan Negeri Jakart a Pusat .
Pasal 57
(1)
Gugat an pembat alan pendaf t aran merek diaj ukan dalam j angka
wakt u lima t ahun sej ak t anggal pendaf t aran merek.
(2)
Dikecualikan dari ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), gugat an pembat alan dapat diaj ukan t anpa bat as wakt u
apabila merek yang bersangkut an seharusnya t idak dapat
didaf t arkan karena mengandung unsur-unsur yang bert ent angan
dengan kesusilaan dan ket ert iban umum.
Pasal 58
(1) Terhadap put usan Pengadilan negeri sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 56 ayat (4) t idak dapat diaj ukan permohonan
banding.
(2)
Salinan put usan badan peradilan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) disampaikan oleh Panit era Pengadilan Negeri yang
bersangkut an
kepada
Kant or
Merek
dalam
wakt u
selambat -lambat nya empat belas hari sej ak t anggal put usan
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
31
-
t ersebut .
(3)
Kant or Merek melaksanakan pembat alan pendaf t aran merek yang
bersangkut an dari Daf t ar Umum Merek dan mengumumkannya
dalam Berit a Resmi Merek apabila gugat an pembat alan t ersebut
dit erima dan put usan badan peradilan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) t elah mempunyai kekuat an hukum t et ap.
Pasal 59
(1)
Pembat alan pendaf t aran merek dilakukan oleh Kant or Merek
dengan mencoret merek yang bersangkut an dari Daf t ar Umum
Merek, dan dengan memberi cat at an t ent ang alasan dan t anggal
pembat alan t ersebut .
(2)
Pembat alan pendaf t aran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
diberit ahukan secara t ert ulis kepada pemilik merek at au
kuasanya, dengan menyebut kan alasannya dan penegasan bahwa
sej ak t anggal pencoret an dari Daf t ar Umum Merek, Sert if ikat
Merek yang bersangkut an dinyat akan t idak berlaku lagi.
(3)
Pencoret an pendaf laran suat u merek dari Daf t ar Umum Merek
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diumumkan dalam berit a
Resmi Merek.
Pasal 60
Pembat alan
pendaf t aran
merek
mengakibat kan
perlin-dungan hukum at as merek yang bersangkut an.
berakhirnya
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
32
-
BAB VII
MEREK KOLEKTIF
Pasal 61
(1)
Permint aan pendaf t aran merek dagang at au merek j asa sebagai
Merek Kolekt if hanya dapat dit erima apabila dalam permint aan
pendaf t aran t ersebut dengan j elas dinyat akan bahwa merek
t ersebut akan digunakan sebagai Merek Kolekt if .
(2)
Selain pencgasan mengenai penggunaan Merek Kolekt if
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), pada permint aan ,
pendaf t aran t ersebut waj ib disert akan pula salinan perat uran
penggunaan merek t ersebut sebagai Merek Kolekt if , yang
dit andat angani oleh pemilik merek yang bersangkut an.
(3)
Perat uran penggunaan Merek Kolckt if sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) harus berisikan ant ara lain :
a. sif at , ciri-ciri umum, at au mut u dari barang at au j asa yang
produksi dan perdagangannya akan menggunakan Merek Kolckt if t ersebut ;
b. ket ent uan bagi pemilik Merek Kolekt if unt uk melakukan
pengawasan yang ef ekt if at as penggunaan merek t ersebut
sesuai dengan perat uran; dan
c. sanksi at as pelanggaran pcrat uran penggunaan Merek Kolekt if .
Pasal 62
Terhadap permint aan pendaf t aran Merek Kolekt if
dilakukan
pemerik-saan kelengkapan persyarat an sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9, Pasal 10, Pasal 12, Pasal 13, dan Pasal 61.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
33
-
Pasal 63
Dalam hal hasil pemeriksaan t erhadap permint aan pendaf t aran Merek
Kolekt if , Pemeriksa Merek berkesimpulan bahwa permint aan
pendaf -Wan merek sebagai Merek Kolekt if dapat disct uj ui, maka
Kant or Merek :
a. mendaf t ar merek t ersebut dalam Daf t ar Umum Merek dengan
melampirkan salinan perat uran penggunaan merek t ersebut ; dan
b. mengumumkan pendaf t aran Merek Kolekt if t ersebut
perat uran penggunaannya dalam Berit a Resmi Merek.
berikut
Pasal 64
(1)
Perubahan perat uran penggunaan Merek Kolekt if waj ib
dimint akan pencat at an kepada Kant or Merek dengan disert ai
salinan yang sah mengenai bukt i perubahan t crscbut .
(2)
Perubahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dicat at dalam
Daf t ar Umum Merek, dan diumumkan dalam Berit a Resmi Merek.
(3)
Perubahan perat uran penggunaan Merek Kolekt if berlaku bagi
pihak ket iga set elah dicat at dalam Daf t ar Umum Merek.
(4)
Pencat at an perubahan perat uran penggunaan Merek Kolekt if
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dikenakan biaya yang
besarnya dit et apkan dengan Keput usan Ment eri.
Pasal 65
Pemilik Merek Kolekt if t erdaf t ar hanya dapat menggunakan merek
t ersebut bersama-sama dengan orang dan at au badan hukum lain yang
j uga menggunakan Merek Kolekt if yang bersangkut an, apabila hal
t ersebut dinyat akan dengan t egas persyarat annya dalam perat uran
penggunaan Merek Kolekt if .
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
34
-
Pasal 66
(1)
Pemilikan at as Merek Kolekt if t erdaf t ar dapat dialihkan hanya
kepada pihak penerima yang dapat melakukan pengawasan
ef ekt if sesuai dengan perat uran penggunaan Merek Kolekt if
t ersebut .
(2)
Pengalihan hak at as Merek Kolekt if t erdaf t ar sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) waj ib dimint akan pencat at an kepada
Kant or Merek.
(3)
Pengalihan hak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dicat at
dalam Daf t ar Umum Merek dan diumumkan dalam Berit a Resmi
Merek.
(4)
Pencat at an pengalihan hak at as Merek Kolekt if t erdaf t ar
sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dikenakan biaya yang
besarnya dit et apkan dengan Keput usan Ment eri.
Pasal 67
Merek Kolekt if t erdaf t ar t idak dapat dilisensikan kepada orang at au
badan lain.
Pasal 68
(1)
Kant or Merek dapat menghapus pendaf t aran Merek Kolekt if at as
dasar :
a. permint aan sendiri dari pemilik Merek Kolekt if dengan
perset uj uan t ert ulis dari semua pemakai Merek Kolekt if ,
b. bukt i yang cukup bahwa Merek Kolekt if t ersebut t idak dipakai
bert urut -t urut selama t iga t ahun at au lebih sej ak t anggal pendaf t arannya;
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
35
-
c. bukt i yang cukup bahwa Merek Kolekt if digunakan unt uk j enis
barang at au j asa yang t idak sesuai dengan j enis barang at au
j asa yang dimint akan pendaf t arannya; at au
d. bukt i yang cukup bahwa Merek Kolekt if t ersebut t idak
digunakan sesuai dengan perat uran penggunaan Merek
Kolekt if .
(2)
Permint aan
penghapusan
pendaf t aran
Merek
Kolekt if
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a diaj ukan kepada
Kant or Merek.
(3)
Penghapusan pendaf t aran Merek Kolekt if sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) dicat at dalam Daf t ar Umum Merek, dan
diumumkan dalam Berit a Resmi Merek.
(4)
Pencat at an
penghapusan
pendaf t aran
Merek
Kolekt if
sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) dikenakan biaya yang
besamya dit et apkan dengan Keput usan Ment eri.
Pasal 69
Penghapusan pendaf t aran Merek Kolekt if dapat pula diaj ukan oleh
pihak ket iga dalam bent uk gugat an melalui Pengadilan Negeri
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 berdasarkan alasan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf b, huruf c, at au huruf
d.
Pasal 70
Selain alasan pembat alan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat
(1), Merek Kolekt if t erdaf t ar dapat pula dimint akan pembat alan
kepada Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52,
apabila penggunaan Merek Kolekt if t ersebut bert ent angan dengan
ket ent uan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1).
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
36
-
Pasal 71
Seluruh ket ent uan dalam Undang-undang ini berlaku t erhadap
Merek-Kolekt if , sepanj ang t idak dit ent ukan lain dalam Bab ini.
BAB VIII
GUGATAN GANTI RUGI
Pasai 72
(1)
Pemilik merek t erdaf t ar dapat mengaj ukan gugat an t erhadap
orang at au badan hukum yang menggunakan mereknya, yang
mempunyai persamaan baik pada pokoknya at au pada
keseluruhannya secara t anpa hak, berupa permint aan gant i rugi
dan penghent ian pemakai- an merek t ersebut .
(2)
Gugat an sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diaj ukan melalui
Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52.
Pasal 73
Gugat an gant i rugi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 dapat pula
dilakukan oleh pencrima lisensi merek t erdaf t ar baik secara sendiri
at au bersama-sama dengan pemilik merek yang bersangkut an.
Pasal 74
(1) At as permint aan pemilik merek at au penerima lisensi mcrek
t erdaf t ar selaku penggugat , selama masih dalam pemeriksaan dan
unt uk mencegah kerugian yang lebih bcsar, hakim dapat
memerint ahkan t ergugat unt uk menghent ikan perdagangan barang
at au j asa yang menggunakan merek secara t anpa hak t ersebut .
(2) Dalam hal t ergugat dit unt ut pula menyerahkan barang yang
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
37
-
menggunakan merek secara t anpa hak, hakim dapat memerint ahkan
bahwa penyerahan barang at au nilai barang t ersebut dilaksanakan
set elah put usan pengadilan mempunyai kekuat an hukum t et ap dan
set elah penggugat mcmbayar harganya kepada t ergugat .
Pasal 75
Terhadap put usan Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 72 ayat (2) t idak dapat diaj ukan permohonan banding.
Pasal 76
Hak unt uk mengaj ukan gugat an sebagaimana diat ur dalam Bab ini
t idak mengurangi hak negara unt uk melakukan t unt ut an t indak pidana
di bidang merek.
BAB IX
PENGELOLAAN MEREK
Pasal 77
Penyelenggaraan administ rasi at as merek sebagaimana diat ur dalam
Undang-undang ini dilaksanakan oleh Kant or Merek.
Pasal 78
Kant or Merek menyelenggarakan sist em j aringan dokument asi dan
inf ormasi merek yang bersif at nasional, yang mampu menyediakan
inf ormasi t ent ang merek seluas mungkin kepada masyarakat .
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
38
-
Pasal 79
Dalam melaksanakan pengelolaan merek Kant or Merek memperoleh
pembinaan dari dan bert anggungj awab kepada Ment eri.
BAB X
PENYIDIKAN
Pasal 80
(1)
Selain Penyidik Pej abat Polisi Negara Republik Indonesia, j uga
Pej abat Pegawai Negeri Sipil t ert ent u di lingkungan Depart emen
yang lingkup t ugas dan t anggungj awabnya meliput i pembinaan
merek, diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana
dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 t ent ang
Hukum Acara Pidana, unt uk melakukan penyidikan t indak pidana
di bidang merek.
(2)
Penyidik Pej abat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) berwenang :
a. melakukan pemeriksaan at as kebenaran laporan at au
ket erangan berkenaan dengan t indak pidana di bidang merek;
b. melakukan pemeriksaan t erhadap orang at au badan yang
diduga melakukan t indak pidana di bidang merek;
c. memint a ket erangan dan bahan bukt i dari orang at au badan
sehubungan dengan t indak pidana di bidang merek;
d. melakukan pemeriksaan at as pembukuan, cat at an dan
dokumen lainnya yang berkenaan dengan t indak pidana di
bidang merek;
e. melakukan pemeriksaan di t empat t ert ent u yang diduga
t erdapat bahan bukt i, pembukuan, cat at an, dan dokumen lain
sert a melakukan penyit aan t erhadap bahan dan hasil
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
39
-
pelanggaran yang dapat dij adikan bukt i dalam perkara pidana
di bidang merek; dan
f . memint a bant uan ahli dalam rangka pelaksanaan
penyidikan t indak pidana di bidang merek.
(3)
t ugas
Penyidik Pej abat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) memberit ahukan dimulainya penyidikan dan
melaporkan hasil penyidikannya kepada Penunt ut Umum, sesuai
dengan ket ent uan Pasal 107 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981
t ent ang Hukum Acara Pidana.
BAII XI
KETENTUAN PIDANA
Pasal 81
Set iap orang yang dengan sengaj a dan t anpa hak menggunakan merek
yang sama pada kescluruhannya dengan merek t erdaf t ar milik orang
lain at au badan hukum lain unt uk barang at au j asa sej enis yang diproduksi dan at au diperdagangkan, dipidana dengan pidana penj ara
paling lama t uj uh t ahun dan denda paling banyak Rp 100. 000. 000, (serat us j ut a rupiah).
Pasal 82
Set iap orang yang dengan sengaj a dan t anpa hak menggunakan merek
yang sama pada pokoknya dengan merek t erdaf t ar milik orang lain
at au badan hukum lain, unt uk barang at au j asa sej enis yang diproduksi
dan at au diperdagangkan, dipidana dengan pidana penj ara paling lama
lima t ahun dan denda paling banyak Rp 50. 000. 000, - (lima puluh j ut a
rupiah).
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
40
-
Pasal 83
Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dan Pasal 82
adalah kej ahat an.
Pasal 84
(1)
Set iap orang yang memperdagangkan barang at au j asa yang
diket a- hui at au pat ut diket ahui bahwa barang at au j asa t ersebut
menggunakan merek t erdaf t ar milik orang lain secara t anpa hak,
dipidana dengan pidana kurungan paling lama sat u t ahun at au
denda paling banyak Rp 10. 000. 000, - (sepuluh j ut a rupiah).
(2)
Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah
pelanggaran.
BAB XIT
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 85
Semua merek yang t elah didaf t ar berdasarkan Undang-undang Nomor
21 Tahun 1961 t ent ang Merek Perusahaan dan Merek Perniagaan dan
masih berlaku pada saat Undang-undang ini mulai berlaku, dinyat akan
t et ap berlaku menurut Undang-undang ini unt uk selama sisa j angka
wakt u pendaf t arannya.
Pasal 86
(1)
Terhadap merek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85 dapat
diaj ukan gugat an pembat alan melalui Pengadilan Negeri
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52, berdasarkan alasan
sebagaimana dimak- sud dalam Pasal 5 dan Pasal 6.
PRESIDEN
REPUBLIK INDO NESIA
-
(2)
41
-
Gugat an pembat alan pendaf t aran merek sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) diaj ukan selama j angka wakt u berlakunya pendaf t aran merek t ersebut .
Pasal 87
Permint aan pendaf t aran merek,