Statement IF-THEN ; alih beryarat

  • Digunakan untuk memasukan sebuah nilai/harga kedalam suatu variabel.

  • B.U.
  • Harga suatu variabel boleh berubah
  • digunakan untuk memberikan komentar program, yaitu ;
    • Judul Program -
    • Keterangan mengenai variabel yang digunakan
    • Keterangan tentang langkah-langkah program,dsb.

  • Statement REM dapat diletakkan dimanapun didalam program, baik diawal program, ditengah program, diakhir program tanpa mempengaruhi proses program. Contoh :

  15 Ok Ok

  15

  Print 5+10 atau ? 5+10

  Contoh :

  Modus operasi pada BASIC :

  Contoh : LET A = 9 Output dari program tsb : LET B = 4 19 9 10 LET B = A + 1 C LET C = A + B PRINT C , A ; B PRINT “C” END

  PRINT [deretan ekspresi] Ket : ekspresi adalah himpunan karakter numerik dan atau string, yang dapat dipisahkan dengan titik koma, koma.

  Statement PRINT

  Penjelasan program

  REM PROGRAM MENGHITUNG LUAS PERSEGI PANJANG LET PANJANG = 5 LET LEBAR = 4 REM PROSES LUAS = PANJANG * LEBAR

  Statement REM

  Contoh : LET A = 9 LET B = 4 LET B = A LET C = A + B LET NAMA$ = “SAYA”

  LET var = nilai

  Statement LET

  Komputer akan menghasilkan suatu keluaran (OUTPUT) bila komputer tersebut diberi masukan (INPUT). Melalui proses pengolahan masukan inilah, akhirnya akan dihasilkan suatu informasi yang diperlukan. Statemen-statemen yang akan dijelaskan dibawah ini dipergunakan untuk untuk mengirimkan data lewat keyboard ke komputer, komputer ke layer tampilan dan ke piranti lainnya.

  

Statement Input-Output

  • Digunakan untuk menampilkan data dari hasil pengolahan pada layar tampilan. Data yang ditampilkan dapat merupakan ekspresi.

  • B. U.
  • Pada penulisan statement PRINT dapat menggunakan pemisah ( , dan ; ) yang digunakan untuk mengatur jarak tampilan pada layar.
    • (,) untuk mengatur tampilan dalam zona tertentu jarak kira-kira 11-14 spasi (kolom) dalam satu layar terdapat 80 kolom
    • (;) mengatur jarak kira-kira satu spasi

1. Modus langsung / Direct Mode / Immediate Mode / Command Mode modus ini cara kerjanya mirip dengan kalkulator dimana hasil langsung ditampilkan.

2. Modus tidak langsung / Indirect Mode / Program Mode

  modus ini pada setiap awal program harus diberi nomor baris dan untuk menjalankan program digunakan command RUN

  Contoh :

  10 LET =5 LET B=7 PRINT A+B END RUN

  12 Ok

  Statement READ-DATA

  Statement READ akan membaca nilai-nilai yang didefinisikan dalam statement DATA kedalam

  • variabel yang ada dalam instruksi READ.

  Statement DATA dapat diletakan dimana saja, namun disarankan untuk meletakkannya diawal atau

  • akhir program guna mempermudah pencariannya.

  Statement READ-DATA dapat digunakan untuk membaca deretan nilai yang berbeda jenisnya.

  • Jenis variabel harus sama dengan jenis datayang dibaca. Apabila jenis variabel tidak sama dengan
  • jenis data yang dibac maka BASIC akan menampilkan pesan kesalahan.

  Jumlah data harus sama atau lebih besar dari jumlah variabel. Apabila terdapat kekurangan data

  • maka BASIC akan menampilkan pesan kesalahan OUT OF DATA dan program akan dihentikan.

B. U. READ var1[,var2, ….]

  • DATA data1[,data2,….

  ] Contoh :

  DATA 1,3,5,7,9 Output program tsb : READ A,B,C,D,E 1 5

  9 PRINT A; C , E END READ A, B Output program tsb : PRINT A; B OUT OF DATA READ A, B PRINT A DATA 2, 4, 6 END

  Selain statemen input-output yang sudah dibahas di bab 2, pada materi Statemen Input-Ouptut dan percabangan ini akan dilanjutkan dengan Statemen RESTORE, IF-THEN, GO TO dan statemen PRINT lanjutan.

  Statement RESTORE

  Nilai yang tertera ada statement DATA hanya dapat dibaca satu kali saja dengan instruksi READ, statement RESTORE menyebabkan data yang sama dibaca sekali lagi dengan nama variabel yang dapat berbeda.

  RESTORE [ label I Baris ] B.U. Ket : jika label atau baris tidak didefinisikan maka statement RESTORE akan mengembalikan pembacaan data pada statement DATA yang pertama.

  Contoh : READ X,Y Output program tsb : PRINT X ; Y 1 2 RESTORE 1 2 3 READ A, B, C PRINT A : B : C DATA 1,2,3,4 END

  Statement IF-THEN ; alih beryarat

  Statement IF-THEN digunakan untuk memeriksa sebuah kondisi dan mengeksekusi satu atau lebih baris program, jika dan hanya jika kondisi terpenuhi. Instruksi IF-THEN dengan syarat tunggal, merupakan instruksi untuk memeriksa sebuah kondisi saja.

  Instruksi IF-THEN dengan syarat majemuk, merupakan sebuah instruksi untuk memeriksa lebih dari satu buah kondisi. Kondisi-kondisi tersebut dihubungkan dengan operator-operator logika, seperti AND atau OR. Statement IF-THEN juga digunakan untuk memeriksa kondisi dari data string. Apabila kondisinya terpenuhi maka baris-baris program akan dieksekusi.Untuk pemeriksaan kondisi data string digunakan operator relasi yang akan mendeteksi nilai ASCII dari data tersebut. Contoh :

  10 DATA 55, 66 Output program :

  20 READ N1, N2 MAHASISWA LULUS

  30 LET X = ( N1 + N2 ) / 2

  40 IF X > 60 THEN 70

  50 PRINT “MAHASISWA GAGAL”

  60 GO TO 80

  70 PRINT “MAHASISWA LULUS”

  80 END

  Statement GO TO ; alih tanpa syarat

  Statement GO TO digunakan untuk mengubah urutan eksekusi program ke baris instruksi yang ditunjukkan oleh nomor baris atau label.

  GO TO [ nomor baris I label ] B. U. Contoh :

  10 LET A = 7 Output dari program tersebut :

  20 LET B = 8

  7

  30 LET C = A + B

  40 PRINT A

  50 GO TO 70

  60 PRINT C

  70 END

  Statement PRINT lanjutan

PRINT TAB

  Digunakan untuk mengatur jarak ekspresi ke ekspresi berikutnya pada satu baris pencetakan atau memungkinkan kita mengatur mulai kolom keberapa hasil dicetak.

  PRINT TAB (n) [{;II,} TAB(m) I ekspresi [{;II,} …]] B. U. Contoh :

  PRINT TAB(5) ; “BELAJAR” Output dari program tsb : PRINT TAB(3) ; “ BAHASA” 01234567 PRINT “ BASIC” BELAJAR END BAHASA BASIC

PRINT USING

  Digunakan untuk menampilkan informasi yang berupa nilai variabel dengan format yang rapi, biasanya digunakan dalam pencetakan tabel-tabel.

  PRINT USING Format Tampilan; Deret Ekspresi B. U. Ket : Format menunjukkan format pencetakan yang berupa ekspresi string yang berisi sejumlah karakter Deret Ekspresi adalah ungkapan yang nilainya akan dicetak Tabel parameter Format dalam PRINT USING

  Format Digunakan untuk:

  # Menampilkan nilai numerik biasa dengan digit sebanyak tanda (#) \ \ Menampilkan nilai string sejumlah spasi diantara tanda backslash ^ ^ ^ ^ Mencetak bilangan riil presisi tunggal dan atau presisi ganda menggunakan format saintifik

  • # Menampilkan tanda (+) pada nilai positif untuk nilai numerik
    • # Menampilkan tanda (-) pada nilai negatif pada sebuah nilai numerik $# Menampilkan tanda ($) pada awal nilai numerik
      • # Menampilkan tanda (*) pada sisa spasi yang kosong diawal nilai numerik #, Menentukan bahwa pemisah untuk digit ribuan adalah tanda koma #.# Menentukan tanda pecahan desimal

  ! Hanya menampilkan karakter pertama dari string & Menampilkan seluruh karakter dari string _ Menampilkan karakter dibelakang tanda garis bawah tersebut sebagai karakter biasa

  Contoh : NAMA$ = “Maria Herjani” N = 95.65 PRINT USING “ NAMA : \ \ NILAI ###.## “; NAMA$,N Ket : \ \ 7 karakter diisi dengan 7 huruf sesuai dengan spasi tanda tsb.

  Output : Maria H NILAI

95.65 TUGAS!

  Apa hasil dari program dibawah ini? READ A,B,C,D E1 = A*B+C*D RESTORE READ P,Q,R,S H = P+(Q+S)*R RESTORE 100 READ X,Y Z = X-Y PRINT “P = “;P;” Q = ;”Q;” R = “;R; PRINT “ S = “;S:” H = “;H : PRINT PRINT “ A = “;A;” B = “;B;” C = “;C; PRINT “ D = “;D;” E = “;E : PRINT PRINT “SELESAI” DATA 6 100 DATA 4 DATA 2 DATA 5 END

  

Statement Input

Menggunakan Kounter

Kounter adalah suatu variabel pencacah yang digunakan untuk menghitung berapa kali proses telah

  berulang. Variabel kounter biasa digunakan dengan statemen NAMAVAR = NAMAVAR + 1 Berikut contoh program yang menggunakan kounter. Contoh 1 :

  REM PROGKOUNTER1 DATA 2,4,6,8,999 C = 0

  10 READ BIL

  IF BIL = 999 THEN 20 C = C + 1 GO TO 10

  20 PRINT C END Output :

4 Pada program di atas yang dimaksud variable kounter adalah C. Setiap kali statemen C = C + 1 dilaksanakan, maka harga C bertambah dengan 1.

  Contoh 2 : REM PROGKOUNTER2 N = 0 : K=0 READ X

  K = K + 1

  IF K = 9 THEN 30

  IF X > 3 THEN 20 GOTO 10

  20 N = N + 1 GOTO 10

  30 PRINT N DATA 1,4,2,3,5,6,5,9,2,8 END

  Output :

5 Program di atas akan menghitung banyaknya bilangan-bilangan yang lebih besar dari 3. Variabel kounter dari program diatas adalah K, yang juga digunakan sebagai pemberhentian perulangan saat K = 9.

  Membatasi Perulangan Dengan Kounter

  17

  INPUT A,B,C PRINT A,B,C,D E = A+ B + C + D PRINT “HASIL JUMLAHNYA = “, E END

  Contoh 5 : REM PROGINPUT2

  Output : MASUKKAN SEBUAH BILANGAN = ? 4 KUADRATNYA ADALAH = 16

  INPUT N PRINT “KUADRATNYA ADALAH = “; N * N END

  REM PROGINPUT1 PRINT “MASUKKAN SEBUAH BILANGAN =”

  Daftar : daftar nama variable yang nilainya akan dibaca lewat papan ketik; antara satu variable dengan variable yang lain harus dipisahkan tanda baca koma. Contoh 4 :

  Prompt : untai string sebagai prompt

  Dengan

  INPUT [ prompt {; | ,} ] daftar

  Statemen INPUT digunakan untuk membaca nilai data yang diketikkan lewat papan ketik dan memberikan nilai data tersebut pada suatu variable yang ditulis di belakang statemen input. Dengan statemen INPUT program dapat membaca data tipe numeris, dan atau string. Bentuk umum statemen INPUT adalah :

  Statemen INPUT

  19 Program di atas akan mencetak bilangan ganjil sebanyak 10 suku. Variable kounter C digunakan untuk memberhentikan proses pada saat nilai C = 10.

  15

  Pada beberapa program, variable kounter biasa digunakan untuk membatasi perulangan. Program akan berhenti sampai nilai variable kounter yang diinginkan dengan menggunakan statemen kondisi IF THEN. Contoh 3 :

  13

  11

  Sedangkan N adalah variable penampung yang menghitung banyaknya bilangan yang lebih besar dari 3.

  7

  5

  3

  1

  20 END Output :

  C = C + 1 GOTO 10

  IF C = 10 THEN 20

  10 M = 2 * C - 1 PRINT M,

  REM PROGKOUNTER3 C = 1 : M = 0

  9 Output : ? 1,2,3

  1

  2

  3 HASIL JUMLAHNYA = 6 REM PROGINPUT3

  Contoh 6 :

  INPUT “MASUKKAN 2 NILAI =”; A,B C = A * B PRINT “HASIL KALI”; A;”DAN”; B;”=”; C END

  Output : MASUKKAN 2 NILAI =? 20,6 HASIL KALI 20 DAN 6 = 120

  REM PROGINPUT4 Contoh 7 :

  INPUT “UMUR ANDA =”; UMUR

  INPUT “SIAPA NAMA ANDA =”; NAMA$ PRINT NAMA$;” BERUMUR ”;UMUR : END

  Output : UMUR ANDA = ?DUAPULUH ?REDO FROM START UMUR ANDA = ?20 SIAPA NAMA ANDA = CUNGKRINK CUNGKRINK BERUMUR 20

  Beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan statemen INPUT adalah: Statemen INPUT secara otomatis akan menampilkan tanda ? sebagai prompt, yang berarti program

  • menunggu tanggapan anda untuk mengetikkan nilai data. Banyaknya nilai data yang diketikkan lewat papan ketik harus sama dengan banyaknya variable yang
  • akan menerima nilai-nilai data tersebut. Tipe masing-masing data harus sesuai dengan tipe variable yang akan menerima data yang
  • diketikkan. Jika ketentuan 2 dan 3 dilanggar, program akan menampilkan pesan kesalahan REDO FROM
  • START, yang berarti harus mengetikkan nilai-nilai data dari awal.

  Statemen LINE INPUT

  Maksud dari statemen ini adalah hendak memasukkan data ke dalam variable string dengan menganggap bahwa seluruh data yang dimasukkan dianggap terdiri hanya 1 data item, walaupun dipisahkan oleh koma. Jika dibandingkan dengan statemen INPUT antara data item yang dipisahkan dengan koma dianggap lebih dari 1 data item.

  Contoh 8 : REM PROGINPUT5 LINE INPUT “KESUKAAN ANDA ?”, N$ PRINT N$; “ADALAH KESUKAAN ANDA.” END

  Output : KESUKAAN ANDA ?RENANG, MAKAN DAN BELAJAR RENANG, MAKAN DAN BELAJAR ADALAH KESUKAAN ANDA REM PROGINPUT6

  Contoh 9 :

  INPUT “ISIKAN 3 KATA:”, SATU$,DUA$,TIGA$ LINE INPUT “ISIKAN KALIMAT:”, KALIMAT$ PRINT PRINT “KATA SATU =”, SATU$ PRINT “KATA DUA =”,DUA$ PRINT “KATA TIGA =”,TIGA$ PRINT KALIMAT$ END

  Output :

  ISIKAN 3 KATA : BELAJAR,BASIC,ASYIK

  ISIKAN KALIMAT: BELAJAR,BASIC,ASYIK

  KATA DUA = BASIC KATA TIGA = ASYIK BELAJAR,BASIC,ASYIK

  LATIHAN

  Buatlah program dengan menggunakan kounter untuk menghasilkan deret jumlah bilangan genap dengan jumlah suku di input, dengan tampilan sbb : JUMLAH SUKU = ….. (misalnya diinput 5) 2 + 4 + 6 + 8 + 10 = 30 Jawab :

  REM PROGLATIHAN1 N = 1 : JML = 0

  INPUT “JUMLAH SUKU =”, SUKU

  10 K = 2 * N JML = JML + K

  IF N = SUKU THEN 30 ELSE PRINT K;”+”; N = N + 1 GOTO 10 PRINT K;”=”;JML END Buatlah program untuk menghitung luas dan keliling lingkaran dengan jari-jari lingkaran nya diinput.

  Program juga akan menanyakan apakah akan menghitung lagi, jika ya maka akan dilakukan looping jika tidak maka program berhenti. Jawab :

  REM PROGLATIHAN2

  10 INPUT “JARI-JARI LINGKARAN=”; R PHI = 3.14 LUAS = PHI * R * R KELL = 2 * PHI * R PRINT “LUAS LINGKARAN ADALAH = ” ; LUAS PRINT “KELILING LINGKARAN ADALAH = “;KELL

  INPUT “MAU HITUNG LAGI [Y/T] = “, LAGI$

  IF LAGI$ = “Y” OR LAGI$=”y” THEN 10 END

  TUGAS !

  Buatlah program untuk menghitung gaji karyawan dengan spesifikasi proses sbb : NIP, NAMA,Kode Jabatan, Jumlah anak diinput. Jabatan dan Gaji pokok ditentukan sesuai dari kode jabatan. Untuk KodeJab=”A” , jabatan = Direktur, GAPOK = 2000000 Untuk KodeJab=”B” , jabatan = Manajer, GAPOK = 1500000 Untuk KodeJab=”C” , jabatan = Supervisor, GAPOK = 1000000 Untuk KodeJab=”D” , jabatan = Operator, GAPOK = 7500000 Total gaji dihitung dari gaji pokok di tambah tunjangan anak, dimana setiap anak mendapat tunjangan Rp. 50000 Buatlah dengan output sbb :

  DAFTAR GAJI PEGAWAI ___________________________________________________________________ NIP NAMA JUM ANAK JABATAN TOTAL GAJI ___________________________________________________________________

  XXX

  XXXXXX

  99 XXXXXXX 999999999 ___________________________________________________________________ Lengkapilah program dibawah ini untuk menghitung rata-rata bilangan yang ada pada data ! REM PROGLATIHAN3 DATA 90,60,70,80,50,999 S = 0: C= 0

  10 READ X

  IF X = …. THEN 20 S= S+ X : C= …. ……… 20 PRINT “RATA-RATA = “,….. END

  

ARRAY

Array atau Larik

Array atau Larik adalah sekumpulan data yang mempunyai tipe data sejenis. Misalnya numerik atau

string, dan diidentifikasikan dengan sebuah nama variable array.

  Di dalam sebuah array, setiap rinci data disebut dengan komponen atau elemen array, ditentukan oleh suatu besaran yang disebut dengan subskrib atau index yang menunjukkan letak sebuah elemen dalam array. Berdasarkan banyaknya subskrib yang menentukan letak suatu elemen dalam larik dikenal adanya array dimensi satu, arary dimensi dua dan array dimensi banyak.

  Array Dimensi Satu

  Array dimensi satu disebut juga dengan vector, adalah sebuah array yang terdiri dari sejumlah elemen data, dan poisis setiap elemen ditentukan oleh sebuah subskrib. Setiap array harus dideklarasikan terlebih dahulu, hal ini digunakan untuk mengalokasikan ruang memori yang akan digunakan dan juga menentukan tipe data dari elemen array.

  Bentuk umum deklarasi array dimensi satu adl : DIM namavar ({cacah | awal to akhir}) [As tipe]

  Dengan cacah : banyaknya elemen array Awal : nomor awal subskrib Akhir : nomor akhir subskrib Tipe : tipe data elemen array.

  DIM baristabel(5) Contoh :

  DIM baristabel( 1 to 5) DIM baristabel(5) As Intege r

  Dari contoh deklarasi di atas maka akan disediakan ruang memori untuk array baristabel dengan jumlah elemen 5.

  40 30 100

  80

75 Untuk mengoperasikan array digunakan subscrib.

  Baristabel(1) = 40, Baristabel(2) = 30, Baristabel(3) = 100 Baristabel(4) = 80, Baristabel(5) = 75

  REM PROGARRAY1 Contoh 1 :

  DIM A(5) LET A(1)=40 : A(2)=30 : A(3)=100 : A(4)=80 : A(5)=75 C = A(1) + A(2) + A(3) + A(4) + A(5) PRINT A(1) , A(2) , A(3) , A(4) , A(5) PRINT “HASIL JUMLAH = “; C END

  Output:

  40 30 100

  80

  75 HASIL JUMLAH = 325 REM PROGARRAY2 Contoh 2 :

  DIM A(7) C= 1

  10 READ A(C)

  IF C=7 THEN 20 C = C + 1 GOTO 10

  20 PRINT A(3), A(5) PRINT A(1) + A(5) PRINT A(6), A(4+2) PRINT A(4)+A(3), A(7) DATA 8,6,5,4,2,5,6,2,2,1,7,10,5 END

  Output :

  5

  2

  10

  5

  5

  9

  6 REM PROGARRAY3 Contoh 3 :

  DATA “KEN AROK”, “KEN DEDES” DATA “TOHJAYA”, “ANUSAPATI”, “AMETUNG” K = 1

  10 READ R$(K)

  IF K = 5 THEN 20 K = K + 1 GOTO 10 PRINT R$(2) : PRINT R$(4) END

  Output : KEN DEDES ANUSAPATI

  Pada program di atas, untuk pembacaan data menggunakan teknik kounter. Teknik lain yang lebih mudah adalah dengan menggunakan looping FOR NEXT. Contoh 4 : REM PROGARRAY4

  DATA “KEN AROK”, “KEN DEDES” DATA “TOHJAYA”, “ANUSAPATI”, “AMETUNG” FOR K = 1 TO 5 READ R$(K) NEXT K PRINT R$(2) : PRINT R$(4) END

  Output : KEN DEDES ANUSAPATI REM PROGARRAY5

  Contoh 5 : DATA 5,8,9,8,5 DIM X(5) JUM = 0 FOR K = 1 TO 5 READ X(K) JUM = JUM + X(K) NEXT K RATA = JUM / 5 PRINT “RATA-RATA =”; RATA END

  Output : RATA-RATA = 7

  Array Dimensi Dua

10 Untuk mengoperasikan array digunakan subskrib.

  40

  Contoh : DIM M(2,3,4) atau DIM M(1 to 2, 1 to 3, 1 to 4)

  Bentuk umum deklarasinya : DIM namavar (b,k,h,…,dn) [As tipe ] atau DIM namavar (b1 to b2,k1to k2, h1 to h2,…, dn1 to dn2) [As tipe]

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  Output:

  REM PROGARRAY7 DIM A(3,2) FOR B = 1 TO 3 FOR K = 1 TO 2 READ A(B,K) PRINT A(B,K), NEXT K PRINT NEXT B PRINT DATA 1,2,1,2,1,2,1,2 PRINT A(2,1)+A(3,1) : END

  Output:

  Array dimensi dua, lebih dikenal dengan matriks atau tabel, adalah sekumpulan elemen yang sejenis, dan posisi setiap elemennya ditentukan oleh dua buah subskrib yaitu nomor baris dan nomor kolom. Bentuk umum deklarasi array dimensi 2 adalah :

  Contoh 6 : REM PROGARRAY6 DIM M(2,3) M(1,1)=30: M(1,2)=50: M(1,3)=20 M(2,1)=10: M(2,2)=10: M(2,3)=10 PRINT M(1,1) +M(2,2) PRINT M(2,3) END

  M(1,1)=30, M(1,2)=50, M(1,3)=20, M(2,1)=10, M(2,2)=10, M(2,3)=10

  10

  10

  20

  50

  30

  DIM M(2,3) atau DIM M( 1 to 2, 1 to 3) Dari contoh deklarasi di atas maka akan disediakan ruang memori untuk array M dengan jumlah elemen 2 baris dan 3 kolom..

  Kolom : cacah kolom Contoh :

   Baris : cacah baris

  Dengan Namavar : nama variable yang akan dideklarasikan sebagai array dua dimensi

  DIM namavar (baris,kolom) [As tipe] atau DIM namavar ( baris1 to baris2, kolom1 to kolom2) [As tipe]

10 Contoh 7 :

2 Array Dimensi Banyak Array dimensi banyak merupakan array yang dimensinya lebih dari satu.

  • INA 1500000 ANI 1300000 NIA 1250000 ANE 1000000 ANU 7500000

  2. Apakah output dari program dibawah ini ! DATA 1,1,1,2,1,2,2,1,2,2,2,1,2,999 C(1) = 0 : C(2) = 0

  7

  2

  6

  Jawab : CALON JUMLAH SUARA

  20 PRINT “CALON”,”JUMLAH SUARA” PRINT “1 “, C(1) PRINT “2 “, C(2) END

  IF X = 999 THEN 20 C(X) = C(X) + 1 GOTO 10

  10 READ X

  20 PRINT “DAFTAR GAJI PEGAWAI” PRINT PRINT “ NAMA”;TAB(15);”TOTAL GAJI” PRINT “-----------------------------------“ FOR K = 1 TO 5 PRINT NAMA$(K);TAB(15);TOTALGAJI(K) NEXT K END

  Dalam operasinya menggunakan subskrib 3 dimensi, yaitu : M(1,1,1),M(1,1,2),M(1,1,3),M(1,1,4) M(1,2,1),M(1,2,2),M(1,2,3),M(1,2,4) M(1,3,1),M(1,3,2),M(1,3,3),M(1,3,4) M(2,1,1),M(2,1,2),M(2,1,3),M(2,1,4) M(2,2,1),M(2,2,2),M(2,2,3),M(2,2,4) M(2,3,1),M(2,3,2),M(2,3,3),M(2,3,4) Latihan

  IF K=5 THEN 20 K = K + 1 GOTO 10 CLS

  INPUT “TUNJANGAN = “,TUNJ(K) TOTALGAJI(K) = GAPOK(K) + TUNJ(K)

  INPUT “GAJI POKOK = “,GAPOK(K)

  10 INPUT “NAMA = “, NAMA$(K)

  DIM NAMA$(5), GAPOK (5), TUNJ(5), TOTALGAJI(5) K= 1

  Dengan variable subskrib nama, gapok, tunjangan diinput dengan looping menggunakan teknik kounter. Total gaji diperoleh dari gapok ditambah tunjangan. Jawab :

  1. Buatlah sebuah program untuk menghasilkan laporan sbb: DAFTAR GAJI PEGAWAI NAMA TOTAL GAJI

  3. Buatlah program untuk penjumlahan matriks A(2,3) dan B(2,3)

  DIM A(2,3),B(2,3),C(2,3) FOR J = 1 T0 2

  FOR K = 1 TO 3

  INPUT A(J,K),B(J,K) C(J,K) = A(J,K) + B(J,K) NEXT K NEXT J

  FOR J = 1 T0 2 FOR K = 1 TO 3 PRINT C(J,K), NEXT K PRINT NEXT J END TUGAS 1. Buatlah program untuk menghitung perkalian matriks 2x3 dengan matriks 3x3.

2. Apakah output program berikut :

  DIM NAMA$(12), NILAI.UJIAN(12) FOR I = 1 TO 12 READ NAMA$(I),NILAI.UJIAN(I) NEXT I

  40 INPUT “NAMA URUTAN BERAPA YANG AKAN DITAMPILKAN :”;NOM

  IF NOM>12 THEN PRINT ‘”TIDAK SAMPAI NOMER INI “: GOTO 40 PRINT PRINT “NOMER URUT :”; NOM PRINT “NAMA :”;NAMA$(NOM) PRINT “NILAI UJIAN ;”;NILAI,UJIAN(NOM) DATA “ABU”,90, “BANU”,60,”CENTIL”,80,”DIDIK”,100,”EKO”,30” DATA “FIFI”, 50,”GANI”,70,”HERA”,90,”IDA”,100,”JENI”,75”,”KUKUH”,60 DATA “LULU”,80 END

  BERLANJUT …

Lanjutkan membaca

Dokumen yang terkait

Well-Being ; Sosiodemografi di Getasan Tugas Akhir - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Well-Being ; Sosiodemografi di Getasan

0 0 44

E -mail: sri.meliaO4)'ahoo. com (Diterima:1 November 20 l0 ; Disetujui: 26J antari 20 ll) ABSTRACT - Kualitas dan Aktifitas Antibakteri Dadih Susu Sapi Mutan Lactococcus lactis terhadap Staphylococcus aureus, Escherechia coli dan Salmonella typii

0 0 7

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN PARTISIPASI TERHADAP HASIL PERUBAHAN ; KESIAPAN UNTUK BERUBAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KANTOR WALI NAGARI SE KECAMATAN BAYANG ARTIKEL

0 0 11

Masyarakat Iktiologi Indonesia Mekanisme alih kelamin ikan nila Oreochromis niloticus (Linnaeus, 1758) melalui manipulasi ekspresi gen aromatase

0 0 8

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ; Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian Tindakan Kelas

0 0 31

PERUBAHAN PARADIGMA STUDI ISLAM KONTEMPORER ; Menjawab Tantangan Masyarakat Multikultural

0 0 25

DUNAT INDRATMO Teknik Sipil FTSP - ITS Telp. : (031) 8290332 ; Fax. : (031) 8292953 ; HP. 08123235002 E-mail : indratmo53yahoo.co.id Abstrak— Kendaraan bermotor di kota Surabaya semakin meningkat jumlahnya,

0 0 6

Penerapan Software Akuntansi Online Sebagai Penunjang Pencatatan Laporan Keuangan Implementation of Online Accounting Software As Supporting Of Financial Statement

0 0 12

Lecture Note Mat Diskrit S1 ;

0 0 40

Statement of Financial Accounting Standard (PSAK) No. 109 and Its Implementation in Several Zakat Management Organizations in Malang, East Java

0 0 23

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

48 1180 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 335 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 272 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

3 191 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 254 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 318 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

5 180 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 327 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 367 23