PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TINGGI.

PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON
PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TINGGI
SKRIPSI
diajukan untuk memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik
Program Studi Teknik Sipil

oleh

Astri Ratnasari
NIM 0908828

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2015

LEMBAR PENGESAHAN
ASTRI RATNASARI
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TINGGI
disetujui dan disahkan oleh pembimbing :
Pembimbing I

Dr. Dra. Rina Marina Masri, MP.
NIP 19650530 199101 2 001

Pembimbing II

Ir. Rochany Natawidjana, MT.
NIP 19561012 198503 2 001

Mengetahui,

Ketua Departemen Pendidikan
Teknik Sipil

Ketua Program Studi
Teknik Sipil

Drs. Odih Supratman, ST., MT.
NIP 19620809 199101 1 002

Rakhmat Yusuf, MT.
NIP 19640424 199101 1 001

PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN
BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TINGGI

Oleh
Astri Ratnasari

Sebuah Tugas Akhir yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Fakultas Pendidikan Teknologi dan
Kejuruan

© Astri Ratnasari
Universitas Pendidikan Indonesia
Agustus 2015

Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Tugas Akhir ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.

ABSTRAK
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TINGGI
Oleh
Astri Ratnasari
NIM 0908828
(Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan)

Limbah konstruksi adalah sisa-sisa material yang sudah tidak dapat
digunakan lagi yang merupakan hasil dari proses konstruksi, perbaikan atau
perubahan atau barang apapun yang diproduksi dari proses ataupun suatu
ketidaksengajaan yang tidak dapat langsung dipergunakan lagi di lapangan tanpa
melalui suatu proses tertentu. Material limbah konstruksi dihasilkan dalam setiap
proyek konstruksi.
Pihak kontraktor harus meminimalisir timbulan limbah ini agar tidak
berdampak buruk pada lingkungan. Namun di samping itu kontraktor pun harus
menambah biaya lebih untuk menangani limbah tersebut sesuai dengan hirarki
pengelolaan limbah yaitu reduce, reuse, recycle, residual. Dihitung pula kuantitas
limbah adukan beton, besi, dan papan phenol film yang dihasilkan dalam proyek
ini serta penanganannya sampai dengan rekomendasi untuk pendaur-ulangan
limbah terutama untuk limbah adukan beton dan kayu (papan phenolfilm).
Limbah Kayu yang tersisa dalam proyek pembangunan ini sebesar
47.444,306 m2 atau sebesar 4,21 %. Untuk Limbah Besi pada proyek ini
dihasilkan sebesar 162.578,264 kg atau sebesar 7,77 % yang mana limbah ini
dikembalikan kembali kepada owner proyek pembangunan Apartemen Dago
Suites. Dan untuk limbah beton yang terdapat pada proyek pembangunan ini
tersisa sebesar 814,172 m3 atau berkisar 5,36%.

Kata Kunci: limbah, material, beton, besi, kayu

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

ABSTRAC
CONCRETE CONSTRUCTION WASTE MANAGEMENT ON
CONSTRUCTION PROJECT OF HIGH RISK BUILDING

Astri Ratnasari
NIM 0908828
(Program Study of Civil Engineering, Faculty of Technology and Vocational Education)

Construction waste is the remnants of material that can not be used again
which is a result of the construction, repair or alteration or any item produced
from a process or an accident that can not directly be used again in the field
without going through a certain process. Materials of construction waste generated
in any construction project.
The contractor shall minimize the generation of waste is to not have a
negative impact on the environment. But in addition the contractor had to add
more costs to handle the waste in accordance with the waste management
hierarchy that is reduce, reuse, recycle, residual. Also calculated the quantity of
waste mixing concrete, steel, and phenolfilm board generated in this project as
well as handling up with recommendations for the recycling of waste, especially
for waste concrete, and wood (phenolfilm board).
Wood waste is left in this development project of 47.444,306 m2 or 4.21%.
To Iron Waste generated in this project amounted to,264 kg or 162.578 of 7.77%
which the waste was returned back to the owner of the Dago Suites Apartment
building project. And for concrete waste contained on this remaining development
projects amounting to 814,172 m3 or range 5.36%.

Keyword: waste, material, concrete, steel, wood

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr. wb.
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan penelitian tugas akhir ini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah
kepada Nabi Besar Muhammad SAW. beserta sahabat dan keluarganya hingga
akhir zaman.
Penyusunan laporan tugas akhir yang berjudul “Pengelolaan Limbah
Konstruksi Pekerjaan Beton pada Proyek Pembangunan Gedung Tinggi” ini
merupakan hasil akhir dari penelitian tugas akhir yang telah penulis laksanakan
sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Program Studi
Teknik Sipil, Departemen Pendidikan Teknik Sipil, Fakultas Pendidikan
Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia yang tentunya tidak
terlepas dari bantuan dari berbagai pihak.
Penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi yang
membacanya. Oleh karena itu, semua kritik dan saran dari segenap pembaca yang
bersifat membangun sangat diharapkan penulis dalam penyempurnaan tugas akhir
ini ke depan.

Bandung, Agustus 2015

Penulis

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

UCAPAN TERIMA KASIH
Dengan terselesaikannya tugas akhir ini, ucapan terima kasih setinggitingginya penulis sampaikan kepada:
1.

Dosen Pembimbing I, Dr. Dra. Rina Marina Masri MP. yang telah
membimbing, serta memberikan inspirasi untuk penulis dalam penulisan
tugas akhir ini.

2.

Dosen Pembimbing II, Ir. Rochany Natawidjana, MT. yang telah
memberikan bimbingan, serta masukan dan motivasi pada penulis dalam
penyusunan tugas akhir ini.

3.

Ketua Program Studi Teknik Sipil, Rakhmat Yusuf, MT. yang selalu
memberikan motivasi dalam mengerjakan tugas akhir ini.

4.

Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Sipil, Drs. Odih Supratman, S.T., MT.
yang telah membantu memberikan dukungan pada penulisan tugas akhir
ini.

5.

Adik-adik tercinta: Citra Dwi Madya, Ghea Puspita, Panji Kusumah, Fauzi
Abdillah, dan M. Shiddiq Arifin yang selalu memberikan semangat dan doa
dalam mengerjakan tugas akhir ini.

6.

Teman-teman terbaik saya Adi, Rani, Ubaidilla, Nova, Elin, Ayu, Yessy dan
Tosca yang selalu saling memberikan dukungan dan motivasi.

7.

Rekan-rekan angkatan 2007, 2008, 2009, dan 2010 yang telah memberikan
dukungan dan semangat dalam penulisan tugas akhir ini.
Ucapan syukur dan terima kasih yang tak pernah henti-hentinya terucap

atas kasih sayang dan seluruh daya upaya orang tua tercinta yang senantiasa
memberikan motivasi dan dukungan kepada penulis sehingga dapat meraih salah
satu pencapaian titik kesuksesan ini.

Bandung, Agustus 2015

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

Penulis

DAFTAR ISI

ABSTRAK .................................................................................................... i
ABSTRAC .................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ................................................................................ iii
UCAPAN TERIMA KASIH ..................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................................ v
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. vii
DAFTAR TABEL ..................................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... lx
BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang ..................................................................... 1

1.2

Identifikasi Masalah ............................................................ 2

1.3

Batasan Masalah................................................................... 2

1.4

Rumusan Masalah ................................................................ 2

1.5

Tujuan Penelitian ................................................................. 3

1.6

Manfaat Penelitian ............................................................... 3

1.7

Sistematika Penelitian .......................................................... 3

TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Definisi Limbah (Waste) ..................................................... 5

2.2

Limbah Konstruksi ............................................................... 6

2.3

Pembagian Limbah Konstruksi ............................................ 7

2.4

Komposisi Limbah Konstruksi ............................................ 9

2.5

Material Limbah Konstruksi .............................................. 10

2.6

Faktor Penyebab Timbulnya Limbah Konstruksi .............. 14

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

2.7

Dampak dari Limbah Konstruksi ....................................... 15

2.8

Hirarki Pengelolaan Limbah Konstruksi ............................ 16

2.9

Manajemen Limbah Konstruksi ......................................... 19

2.10 Pengelolaan Limbah Konstruksi Pekerjaan Beton ............. 22
2.11 Penelitian yang Relevan ..................................................... 28
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian ................................................................ 31
3.2 Kerangka Berpikir ................................................................ 32
3.3 Objek Penelitian dan Pengamatan ........................................ 34
3.3.1 Data Umum Proyek ..................................................... 34
3.3.2 Lokasi Proyek .............................................................. 34
3.3.3 Struktur Oranisasi Proyek............................................ 35
3.4 Metode Pengumpulan Data .................................................. 37
3.4.1 Studi Literatur .............................................................. 37
3.4.2 Pengamatan (Observasi) Lapangan ............................. 37
3.4.3 Wawancara .................................................................. 38
3.5 Metode Analisis Data ........................................................... 39
3.6 Uji Validitas Perhitungan Volume Material ......................... 39
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Perhitungan Volume Material Pekerjaan Beton .................. 41
4.1.1

Struktur Bawah ...................................................... 41

4.1.2

Struktur Atas .......................................................... 46

4.1.3

Uji Validitas Perhitungan Volume Material Pekerjaan
Beton ...................................................................... 54

4.2 Kuantitas Limbah Material Proyek Pembangunan Apartemen
Dago Suites ........................................................................... 60
4.3 Pengolahan Limbah Konstruksi Pekerjaan Beton di Lapangan
.............................................................................................. 64
4.4 Daur Ulang Limbah Kayu .................................................... 66
Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

4.5 Limbah Beton Diolah Menjadi Agregat Daur Ulang ........... 71
4.6 Analisis Biaya Manfaat Limbah Konstruksi ........................ 72
BAB V

PENUTUP
5.1 Kesimpulan ........................................................................... 75
5.2 Saran .................................................................................... 75

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Komposisi Limbah Konstruksi ........................................................10
Gambar 2.2 Siklus Material .................................................................................11
Gambar 2.3 Hirarki Pengelolaan Limbah Konstruksi 3R ....................................18
Gambar 2.4 Hirarki Pengelolaan Limbah Konstruksi 4R ....................................19
Gambar 2.5 Prioritas Pengelolaan Limbah Konstruksi ........................................19
Gambar 2.6 Manajemen Limbah Konstruksi .......................................................20
Gambar 2.7 Sisa Potongan Besi yang Dijadikan Kaki Ayam ..............................22
Gambar 2.8 Adjiustable Steel Force Column Form ............................................23
Gambar 2.9 Instalasi Bekisting pada Pekerjaan Struktur Atas ...........................24
Gambar 2.10 Papan Phenol Film ...........................................................................25
Gambar 2.11 Diagram Daur Ulang Limbah Konstruksi Pekerjaan Beton .............27
Gambar 3.1 Kerangka Berpikir ............................................................................33
Gambar 3.2 Lokasi Proyek Pembangunan Apartemen Dago Suites ....................35
Gambar 3.3 Skema Hubungan Kerja Pihak-Pihak yang Terkait Proyek .............36
Gambar 3.4 Struktur Organisasi Kontraktor Utama Proyek Apartemen Dago
Suite .................................................................................................36
Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

Gambar 4.1 Detail Potongan Kolom untuk Basement .........................................41
Gambar 4.2 Detail Potongan Balok untuk Basement ..........................................43
Gambar 4.3 Detail Potongan Shearwall ...............................................................44
Gambar 4.4 Detail Pelat Lantai Untuk Basement ................................................45
Gambar 4.5 Detail Potongan Kolom untuk Struktur Atas ..................................47
Gambar 4.6 Detail Potongan Balok untuk Struktur Atas .....................................50
Gambar 4.7 Detail Pelat Lantai untuk Struktur Atas ...........................................53
Gambar 4.8 Papan Partikel ...................................................................................66

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Komposisi Produksi Limbah di Negara Maju .....................................10
Tabel 2.2 Persentase Limbah Konstruksi terhadap Jumlah Material ..................12
Tabel 2.3 Limbah dari Material Konstruksi ........................................................13
Tabel 2.4 Sumber dan Penyebab Timbulan Limbah pada Proyek Konstruksi ....14
Tabel 2.5

Potensi Penggunaan Beton Daur Ulang ..............................................28

Tabel 4.1

Dimensi Kolom yang Digunakan untuk Basement 4 ..........................42

Tabel 4.2

Dimensi Kolom yang Digunakan untuk Basement 3,2,1 ....................42

Tabel 4.3

Volume Material yang Dibutukan Pekerjaan Beton Basement ..........43

Tabel 4.4

Volume Material yang Dibutuhkan Pekerjaan Balok untuk Basement ..
.............................................................................................................44

Tabel 4.5

Volume Cor dan Bekisting Pekerjaan Shearwall pada Basement.......44

Tabel 4.6

Volume Volume Besi Tulangan Pekerjaan Shearwall pada Basement...
.............................................................................................................45

Tabel 4.7

Volume Besi Tulangan Pekerjaan Pelat Lantai Pada Basement .........46

Tabel 4.8

Dimensi Kolom yang Digunakan untuk Lantai Dasar ........................47

Tabel 4.9

Dimensi Kolom yang Digunakan untuk Lantai 1,2,3 dan 5 ...............47

Tabel 4.10 Dimensi Kolom yang Digunakan untuk Lantai 6-10 .........................48
Tabel 4.11 Dimensi Kolom yang Digunakan untuk Lantai 11-12 .......................48
Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

Tabel 4.12 Dimensi Kolom yang Digunakan untuk Lantai 15 ............................48
Tabel 4.13 Dimensi Kolom yang Digunakan untuk Lantai 16 ............................49
Tabel 4.14 Dimensi Kolom yang Digunakan untuk Lantai 17-18 .......................49
Tabel 4.15 Dimensi Kolom yang Digunakan untuk Lantai Atap ........................49
Tabel 4.16 Volume Material yang dibutuhkan Pekerjaan Kolom untuk Struktur
Atas......................................................................................................50
Tabel 4.17 Volume Material yang Dibutuhkan Pekerjaan Balok untuk Struktur
Atas......................................................................................................51
Tabel 4.18 Volume Cor dan Bekisting Pekerjaan

Shearwall pada Struktur

Atas......................................................................................................51

Tabel 4.19 Volume Besi Tulangan Pekerjaan Shearwall pada Struktur Atas .....52
Tabel 4.20 Volume Material Pekerjaan Pelat Lantai pada Struktur Atas ...........53
Tabel 4.21 Volume Material Keseluruhan Pekerjaan Beton Proyek Apartemen
Dago Suites Berdasarkan Perhitungan Gambar Bestek ......................54
Tabel 4.22 Volume Material Keseluruhan Pekerjaan Beton Berdasarkan Data
Proyek Apartemen Dago Suites ..........................................................55
Tabel 4.23 Tabel Nilai Volume Beton Berdasarkan Data Proyek dan Nilai Volume
Beton Berdasarkan Perhitungan Gambar Bestek ................................56
Tabel 4.24 Tabel Nilai Volume Besi Berdasarkan Data Proyek dan Nilai Volume
Besi Berdasarkan Perhitungan Gambar Bestek ...................................57
Tabel (Lanjutan) 4.24 Tabel Nilai Volume Besi Berdasarkan Data Proyek dan
Nilai Volume Besi Berdasarkan Perhitungan Gambar Bestek ............58
Tabel 4.26 Tabel Nilai Volume Phenol Film Berdasarkan Data Proyek dan Nilai
Volume Phenol Film Berdasarkan Perhitungan Gambar Bestek ........59
Tabel 4.27 Volume Pendatangan Material Beton K-350 Proyek Apartemen Dago
Suites ...................................................................................................61
Tabel 4.28 Volume Pendatangan Material Besi

Proyek Apartemen Dago Suites

.............................................................................................................62
Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

Tabel 4.29 Kebutuhan dan Pendatangan Papan Phenol Film ................................63
Tabel 4.30 Komposisi Limbah Pekerjaan Struktur Beton .....................................64
Tabel 4.31 Analisis Biaya Produksi Papan Partikel ...............................................70
Tabel 4.32 Harga Pasaran Papan Partikel ..............................................................70
Tabel 4.33 Perkiraan Harga Bahan untuk Beton Normal dengan Volume 1 m3....72
Tabel 4.34 Perkiraan Harga Bahan untuk Beton Daur Ulang dengan Volume
1 m3 .................................................................................................... 72
Tabel 4.36 Komposisi Limbah Pekerjaan Struktur Beton .................................... 74

DAFTAR LAMPIRAN

Surat Penunjukan Dosen Pembimbing ................................................... Lampiran 1
Lembar Bimbingan Tugas Akhir Dosen Pembimbing ........................... Lampiran 2
Berita Acara Seminar 1 dan 2 ................................................................ Lampiran 3
Gambar Bestek Proyek Pembangunan Apartemen Dago Suites ............. Lampiran 4
Tabel Hasil Perhitungan Volume Kebutuhan Material dan Kuantitas Limbah
KOnstruksi

........................................................................................ Lampiran 5

Dokumentasi Lapangan ........................................................................... Lampiran 6

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Pembangunan

yang

bertujuan

untuk

memenuhi

kebutuhan

dan

meningkatkan kesejahteraan manusia tidak terlepas dari penggunaan berbagai
jenis sumber daya alam sebagai material (Ervianto, 2012). Penggunaan material
dalam proses konstruksi inilah yang menyisakan material yang sudah tidak dapat
digunakan dalam jumlah yang relatif besar. Sektor kontruksi yang terdiri dari
tahap ekstrasi material, pengangkutan material ke lokasi konstruksi, proses
konstruksi,

operasional

gedung,

pemeliharaan

gedung

sampai

tahap

pembongkaran gedung menyumbang 50% dari seluruh pengambilan material alam
dan 50% dari seluruh pengeluaran limbah (Anink dalam Ervianto, 2012)
Keberadaan limbah konstruksi memberikan pengaruh negatif terhadap
lingkungan yang berada di sekitar proyek konstruksi. Limbah konstruksi
didefinisikan sebagai bahan material yang sudah tidak digunakan yang dihasilkan
dari proses konstruksi, perbaikan atau perubahan atau barang apapun yang
diproduksi dari proses ataupun suatu ketidaksengajaan yang tidak dapat langsung
dipergunakan pada tempat tersebut tanpa adanya suatu perlakuan lagi. Bahkan
limbah konstruksi yang dihasilkan pun berdampak pula pada pihak kontraktor
sehingga mengalami kerugian dari material yang berlebih ataupun terbuang dan
memerlukan biaya pengangkutan untuk mengeluarkan limbah tersebut dari lokasi
proyek sehingga biaya total proyek membengkak.
Untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan dan pihak
kontraktor diakibatkan dari limbah konstruksi, perlu diadakannya suatu
pengelolaan limbah material. Dengan melakukan pengelolaan limbah konstruksi
dengan baik, hasilnya selain turut serta dalam konservasi lingkungan serta
mengurangi penggunaan sumber daya alam secara berlebihan dapat turut pula

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

memberikan keuntungan secara materi bagi kontraktor karena mengutamakan
efisiensi dan mutu bahan material yang digunakan.

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

3

1.2

Identifikasi Masalah
Limbah konstruksi merupakan hal yang tidak pernah terpisahkan dari

sebuah pembangunan proyek. Faktor-faktor penyebab timbulnya limbah
konstruksi ini dikarenakan berbagai hal, seperti akibat dari material yang
berlebihan, kelalaian tenaga kerja, dan masih banyak lagi. Berdasarkan asumsi
inilah dapat diidentifikasi sebagai berikut:
a.

Pekerjaan beton memerlukan berbagai macam material dimulai dengan baja
tulangan, beton ready mix, dan kayu yang dapat memicu timbulnya limbah
konstruksi.

b.

Kelalaian tenaga kerja, seperti kesalahan pembacaan gambar, material yang
berlebih, ataupun perubahan desain perencanaan turut berperan dalam
timbulnya limbah konstruksi.

c.

Belum banyak kontraktor yang melaksanakan pengelolaan limbah konstruksi
terutama yang ditimbulkan dari pekerjaan beton dengan baik.

1.3

Batasan Masalah
Dalam penelitian ini tentunya perlu adanya pembatasan terhadap masalah

yang diangkat agar penelitian ini dapat fokus dan terarah sehinga mencapai hasil
yang maksimal, yaitu mengenai pengelolaan limbah konstruksi pekerjaan beton
pada proyek pembangunan gedung tinggi. Dapat dijabarkan bahwa batasan pada
penelitian ini adalah:
a.

Limbah konstruksi pekerjaan beton yang diteliti adalah barang-barang
ataupun sisa-sisa material berupa sisa potongan baja tulangan, sisa potongan
papan kayu bekisting, dan sisa adukan beton yang masih memiliki nilai
ekonomis.

b.

Penelitian ini terfokus pada seberapa besar kuantitas limbah yang ditimbulkan
dari pekerjaan beton yang berupa pekerjaan kolom, balok, pelat lantai, dan
shearwall yang ada di lapangan.

1.4

Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah yang

harus dijawab dalam penelitian ini sebagai berikut :

4

a.

Bagaimana kondisi faktual di lapangan mengenai pengelolaan limbah sisa
adukan beton, papan kayu bekisting, dan sisa potongan baja tulangan?

b.

Bagaimana mengetahui kuantitas limbah sisa adukan beton, papan kayu
bekisting, dan sisa potongan baja tulangan dengan melakukan perhitungan
volume berdasarkan gambar bestek.

1.5

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :

a.

Mengetahui kondisi faktual di lapangan mengenai pengelolaan limbah
konstruksi serta kuantitasnya yang dihasilkan dari pekerjaan beton yang
diterapkan pada proyek konstruksi.

b.

Mengetahui kuantitas limbah sisa adukan beton, papan kayu bekisting, dan
sisa potongan baja tulangan berdasarkan gambar bestek dari proyek.

1.6

Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, diharapkan agar penelitian ini dapat

memberikan manfaat, sebagai berikut:
a.

Memberikan wawasan tentang limbah konstruksi agar dapat menjadi suatu
referensi bagi penelitian-penelitian yang akan datang.

b.

Memberikan masukan bagi kontraktor pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan
pada tahap konstruksi suatu bangunan tinggi yang berpotensi menimbulkan
limbah konstruksi mengenai strategi penanganan limbah konstruksi serta
dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam mengenai pengelolaan limbah
konstruksi

1.7

Sistematika Penulisan
Tugas Akhir ini disusun dalam 5 (lima) bab, dengan sistematika dan

kerangka penulisan sebagai berikut:

5

BAB I PENDAHULUAN
Berisi mengenai penjelasan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, dan sistematika pembahasan yang digunakan dalam
penyusunan laporan tugas akhir ini.

BAB II LANDASAN TEORI
Berisi mengenai uraian tentang teori-teori yang berkaitan dengan pokok
pembahasan pada penelitian dari berbagai studi literatur. Teori-teori yang menjadi
landasan adalah tentang definisi limbah konstruksi, pengklasifikasian jenis limbah
konstruksi, sumber penyebab timbulnya limbah hingga pengelolaan limbah yang
dapat dilakukan. Gambaran umum inilah yang secara jelas menunjang
berlangsungnya proses penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Berisi mengenai pemilihan metode penelitian, proses penelitian, teknik
pengumpulan data serta cara menganalisa data yang dilakukan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berisi uraian mengenai pelaksanaan penelitian serta analisis hasil data yang telah
diperoleh selama penelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Berisi kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menjawab
rumusan masalah yang tertera pada bab sebelumnya. Kemudian berisi pula saran
yang diberikan penulis kepada kalangan kontraktor maupun pihak-pihak yang
akan melanjutkan untuk mengembangkan penelitian ini di kemudian waktu.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1

Metode Penelitian
Penelitian adalah suatu usaha untuk melakukan pengujian ataupun

penyelidikan secara spesifik dan penuh ketelitian dengan mengumpulkan datadata dan fakta sesuai dengan dasar-dasar pengetahuan yang jelas dan pemikiran
yang sistematis melalui tahapan-tahapan tertentu.
Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti perlu menjawab sekurangkurangnya tiga pertanyaan pokok (Nazir, 1985) yaitu:
1.

Urutan kerja atau prosedur apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan
suatu penelitian?

2.

Alat-alat (instrumen) apa yang akan digunakan dalam mengukur ataupun
dalam mengumpulkan data serta teknik apa yang akan digunakan dalam
menganalisis data?

3.

Bagaimana melaksanakan penelitian tersebut?
Pemilihan metodologi penelitian haruslah sesuai dengan rumusan masalah

yang telah ditentukan serta pada fokus penelitian itu sendiri sehingga tercapai
maksud yang akan dituju. Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian,
maka digunakan metode penelitian survei.
Nazir (1983), berpendapat bahwa metode survei adalah penelitian
lapangan yang dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang
ada dan mencari keteranganketerangan secara faktual, baik tentang institusi sosial,
ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Dalam metode
survei juga dilakukan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal
yang telah dikerjakan oleh peneliti lain dalam menangani masalah serupa dan
hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan
di masa mendatang.

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

Dari rumusan masalah yang telah tercantum pada Bab I, maka untuk
penelitian Pengelolaan Limbah Konstruksi Pekerjaan Beton pada Proyek

Astri Ratnasari, 2015
PENGELOLAAN LIMBAH KONSTRUKSI PEKERJAAN BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG TINGGI SKRIPSI
Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

32

Pembangunan Gedung Tinggi ini dilaksanakan melalui metode survei dengan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode ini dilaksanakan dengan
melakukan pengumpulan data dan informasi dengan cara mendatangi langsung
obyek penelitian yang bersangkutan, sehingga data dan informasi yang diperoleh
dapat diyakini kebenarannya dengan mengambil contoh kasus pada lokasi tersebut
untuk diteliti lebih lanjut sehingga dapat dijadikan bahan perbandingan dengan
penelitian-penelitian serupa sebelumnya.
3.2

Kerangka Berpikir
Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan deskripsi secara terperinci

mengenai limbah konstruksi yang ditimbulkan dari pekerjaan beton dalam proyek
pembangunan gedung bertingkat serta komposisi limbah konstruksi yang timbul
sehingga didapat bagaimana cara pengelolaannya sehingga mengurangi dampak
terhadap lingkungan bahkan dapat memberikan keuntungan bagi pihak kontraktor.
Sesuai dengan metodologi penelitian yang digunakan yaitu penelitian
survei, maka dibuatlah suatu kerangka berpikir yang disusun sedemikian rupa
untuk mempermudah pelaksanaan penelitian. Dimulai dengan perumusan masalah
dan tujuan serta manfaat penelitian hingga batasan-batasan penelitian. Dengan
diperkuat studi literatur maka dari sinilah penelitian memiliki dasar teori yang
jelas untuk mengumpulkan data yang tepat dan akurat di lapangan yang kemudian
akan dianalisis sehingga menghasilkan suatu output berupa kesimpulan dan saransaran yang dapat bermanfaat bagi pemegang kepentingan pada suatu proyek
pembangunan gedung tinggi.

33
Mulai

Merumuskan Masalah dan Tujuan

Studi Lapangan





Studi Literatur

Pengumpulan Data
Observasi
Wawancara
Dokumentasi

Data Pemesanan Material di
Lapanan

Kebutuhan material
berdasarkan gambar bestek

tidak

tidak
Uji validitas
AME dan AVE

ya
Analisis Data :
 Persiapan
 Tabulasi
 Penerapan
Penarikan dan peyusunan kesimpulan

Gambar 3.1 Kerangka Berpikir
Sesuai dengan diagram alir di atas, penelitian ini dilakukan dengan dasar
permasalahan yang muncul dari suatu proyek pembangunan gedung tinggi yang
terdapat pekerjaan beton. Dari sinilah dilakukan studi lapangan dengan bersamaan
dilakukan studi literatur sebagai dasar teori dari penelitian ini.
Sesuai dengan data yang didapat dari lapangan, maka dibandingkan
dengan data hasil olah perhitungan oleh penulis agar data-data tersebut dapat
dianalisis lebih lanjut. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan uji validitas
dengan teori Absolute Mean Error (AME) dan Absolute Variation Error (AVE)
terhadap data-data yang diperoleh.

34

3.3

Objek Penelitian dan Pengamatan
Sesuai dengan rumusan masalah pada Bab I, bahwa penelitian ini akan

dilaksanakan pada proyek pembangunan gedung tinggi. Maka untuk menunjang
pelaksanaan penelitian tugas akhir ini, dipilihlah Proyek Pembangunan Apartment
Dago Suites. Gedung Apartemen ini memiliki empat basement dan 18 lantai yang
dianggap memenuhi syarat sebagai gedung tinggi.
3.3.1

Data Umum Proyek
Berikut adalah penjelasan umum mengenai data proyek pembangunan

Gedung Apartemen Dago Suites.

1.

Nama Proyek

: Apartemen Dago Suites, Bandung

2.

Lokasi Proyek

: Jalan Sangkuriang No.13 Bandung

3.

Pemilik Proyek

: PT. BANDUNG ARTA MAS

4.

Konsultan Struktur

: PT. KEETIRA ENGINERRING CONSULTANS

5.

Konsultan Arsitek

: PT. BITA ENARCON ENGINEERING

6.

Konsultan Pengawas

: PT. BANDUNG ARTA MAS

7.

Kontraktor Utama

: PT. WIKA GEDUNG

8.

Tipe Proyek

: Pembangunan Gedung Apartment

9.

Luas Lahan

: +/- 6.221m2

10. Luas Bangunan Struktur : 52.583 m²
11. Jumlah Lantai

: 18 Lantai + 4 basement.

3.3.2 Lokasi Proyek
Proyek Pembangunan Gedung Apartemen Dago Suites ini bertempat di
lokasi yang strategis yaitu dekat dengan pusat kota dan daerah wisata di Bandung.
Lokasi tepatnya yaitu berada di Jalan Sangkuriang No. 13 Bandung, Jawa Barat.
Lokasi proyek ini dapat dilihat pada gambar berikut ini.

35

Gambar 3.2 Lokasi Proyek Pembangunan Apartemen Dago Suites
(ttps://www.google.co.id/maps/place)
3.3.3

Struktur Organisasi Proyek
Pada Proyek Pembangunan Apartemen Dago Suites di dalamnya terlibat

beberapa pihak yang saling terkait dan saling berhubungan untuk menunjang
keberlangsungan proyek pembangunan ini, yaitu:
1. Pemilik Proyek;
2. Konsultan Perencana;
3. Kontraktor Pelaksana;
4. Konsultan Pengawas.

36

Gambar 3.3 Skema Hubungan Kerja Pihak-Pihak yang Terkait dalam Proyek
(Dokumen Proyek Apartemen Dago Suites)
Organisasi Proyek Pembangunan Apartemen Dago Suites untuk Kontraktor
PT. WIKA Gedung secara umum mempunyai susunan organisasi seperti pada
gambar berikut ini :

Gambar 3.4 Struktur Organisasi Kontraktor Utama Proyek Apartemen Dago Suites
(Dokumen Proyek Apartemen Dago Suites)

37

3.4

Metode Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan untuk penelitian ini adalah :

1.

Material-material yang diperlukan dalam pekerjaan beton yang berpotensi
menimbulkan limbah konstruksi.

2.

Komposisi serta kuantitas dari limbah konstruksi dari pekerjaan beton.

3.

Faktor-faktor penyebaba terjadinya timbulan limbah konstruksi pada
pekerjaan beton.

4.

Pengelolaan limbah konstruksi pada pekerjaan beton yang dilaksanakan di
lapangan.
Data yang berupa proses pelaksanaan pengelolaan limbah konstruksi

termasuk ke dalam data kualitatif yang bisa didapat dari pengamatan serta
wawancara kepada beberapa narasumber di lapangan terutama pihak kontraktor
yang terkait.
Data kualitatif adalah data yang dihimpun berdasarkan cara-cara yang
melihat proses suatu objek penelitian. Data ini melihat kepada proses daripada
hasil karena didasarkan pada deskripsi proses dan bukan pada perhitungan
matematis. Teknik pengumpulan data kualitatif pada penelitian ini meliputi studi
literatur, pengamatan/observasi, dan wawancara.
3.4.1

Studi Literatur
Studi literatur dilakukan untuk memberikan pemahaman sebagai dasar

teori mengenai hal-hal yang menyangkut tentang limbah konstruksi yang timbul
dari kegiatan proyek konstruksi pembangunan gedung bertingkat. Studi literatur
pun menjadi acuan dari pengelolaan limbah konstruksi yang ideal yang harus
dilaksanakan dalam sebuah proyek pembangunan guna menjadi bahan
perbandingan dengan pengelolaan limbah konstruksi yang dilaksanakan di
lapangan.
3.4.2

Pengamatan (Observasi) Lapangan
Pengamatan dilakukan langsung di lapangan untuk mendapatkan

gambaran jelas mengenai timbulan limbah konstruksi pada proyek serta
pengelolaannya secara faktual. Data yang didapat dari pengamatan ini berupa
dokumentasi foto-foto di lapangan.

38

3.4.3

Wawancara
Wawancara merupakan suatu proses tanya-jawab secara lisan, dimana dua

orang atau lebih melakukan kontak untuk berkomunikasi guna mendapatkan
informasi secara langsung tentang beberapa jenis data yang diperlukan dalam
penelitian. Dalam proses wawancara terdapat dua pihak yang memiliki kedudukan
berbeda, yaitu sebagai pencari informasi dan sebagai narasumber (penyedia
informasi).
Dalam penelitian ini wawancara yang dilakukan merupakan wawancara
tak terstruktur, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi
pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin
penting masalah yang ingin digali dari narasumber.
Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan pengelolaan limbah pada
tahap pekerjaan beton. Penulis telah merumuskan hal-hal yang akan dijadikan
pertanyaan dalam wawancara yang berkaitan dengan rumusan masalah dalam
penelitian ini.
Beberapa pokok bahasan yang menjadi topik dalam wawancara yang
dilakukan kepada narasumber, sebagai berikut:
a.

Penanganan limbah konstruksi, mengenai kuantitas dari limbah konstruksi
yang dihasilkan pada pekerjaan beton (adukan beton, papan kayu
bekisting, dan besi tulangan) serta usaha pihak kontraktor untuk
menangani limbah-limbah tersebut.

b.

Pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle, berkaitan dengan cara menekan
penggunaan (reduce) material oleh pihak kontraktor dan cara-cara pihak
kontraktor menggunakan kembali (reuse) sisa material konstruksi.
Mengetahui pelaksanaan daur ulang (recycle) di lapangan terhadap sisa
material yang dilaksanakan pihak kontraktor.

c.

Pelaksanaan pembuangan (residual-disposal) sisa material konstruksi,
presentase dari limbah material konstruksi yang dihasilkan, yaitu limbah
aduka beton, limbah papan kayu bekisting, dan besi tulangan.

39

3.5

Metode Analisis Data
Penyajian jawaban narasumber mengenai limbah kostruksi dan jenis serta

karakteristiknya pada masing-masing pekerjaan akan dibuat secara deskriptif.
Sedangkan penyajian mengenai kegiatan pengelolaan limbah konstruksi mulai
dari kegiatan reduce, reuse, dan recycle akan dijabarkan dalam bentuk narasi serta
disajikan dalam sebuah tabelaris yang nantinya diharapkan dapat menjadi sebuah
masukan kepada pihak kontraktor mengenai pengelolaan limbah konstruksi yang
baik untuk diterapkan dalam sebuah proyek pembangunan gedung bertingkat.
Untuk kuantitas limbah konstruksi pekerjaan beton didapatkan dari
perhitungan berdasarkan gambar bestek proyek. Dengan membandingkan data
pemesanan material yang dilakukan oleh kontraktor maka dapat diperoleh
presentase limbah dari pekerjaan beton.
Limbah yang dihasilkan dihitung besarnya menggunakan satuan yang
sesuai dengan material pekerjaan beton lalu dianalisis bagaimana cara pengelolaan
yang baik terhadap limbah-limbah tersebut sehingga dapat memberikan
keuntungan yang lebih bagi pihak kontraktor.
3.6

Uji Validitas Perhitungan Volume Material
Perhitungan volume material yang telah dilakukan tentunya perlu diuji

agar data yang dihasilkan valid dan beda nilainya tidak melebihi batas
penyimpangan. Pengujian validitas data ini dilakukan dengan cara memasukkan
data simulasi dan data faktual ke dalam suatu fungsi matematis (Aminullah,
2001). Validitas model diuji dengan cara kuantitatif dengan fungsi matematis di
bawah ini:
1) Absolute Mean Error (AME)

Yaitu :
T

= Waktu pengamatan

Ps

= Nilai hasil simulasi

Pi

= Nilai faktual





40

Batas penyimpangan yang diterima AME untuk nilai sosial adalah

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2742 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 707 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 595 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 393 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 532 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 902 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 817 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 500 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 742 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 889 23