ANALISA KANDUNGAN BETA-GLUKAN LARUT AIR DAN LARUT ALKALI DARI TUBUH BUAH JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DAN SHIITAKE (Lentinus edodes)

  Pleurotus ostreatus, Lentinus edodes, extraction of water soluble and alkali soluble.

  ANALISA KANDUNGAN BETA-GLUKAN LARUT AIR DAN LARUT ALKALI DARI TUBUH BUAH JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DAN SHIITAKE (Lentinus edodes)

  1 Netty Widyastuti,

  2 Teguh Baruji,

  3 Reni Giarni,

  

4

Henky Isnawan,

  5 Priyo Wahyudi,

  6 Donowati

Pusat Teknologi Bioindustri BPPT

Gedung II, Lantai 15 , Jl.MH.Thamrin 8, Jakarta 10340

  

E-mail : nettysigit@hotmil.com

Abstract

  

Beta glucan is a polysaccharide compound, generally not soluble inwater and resistant

to acid. Beta glucan is used as an immunomodulator (enhancing the immune

system) in mammals is usually a beta-glucan soluble in water, easily

absorbed and has a low molecular weight. Several example of beta-glucan such as

cellulose ( β -1 ,4-glucan), lentinan ( β -1 0.6-glucan) and ( β -1 ,3-glucan), pleuran ( β -1, 6

and β -1 ,3-glucan) are isolated from species of fungi Basidiomycota include

mushrooms (Pleurotus ostreatus) and shiitake (Lentinus edodes).The purpose of this

research activity is to obtain beta-glucan compound that can be dissolved in water and

in alkali derived from fungi Basidiomycota, i.e, Oyster mushrooms (Pleurotus

ostreatus) and shiitake (Lentinus edodes). The result of beta-glucan compared to

characterize the resulting beta glucan that is molecular structure . The difference of

beta glucan extraction is based on the differences in solubility of beta-glucan. Beta

glucan could be water soluble and insoluble water.

  Kata kunci: beta-glucan, immunomodulatory,

1. PENDAHULUAN

  Beta glukan merupakan senyawa metabolit sekunder yang dapat diisolasi dari tanaman , kelompok cendawan dan mikroorganisme. Beta glukan merupakan homopolimer glukosa yang diikat melalui ikatan β-(1,3) dan β-(1,6)-glukosida dan banyak ditemukan pada dinding sel.

  Β-glukan merupakan komponen utama polisakarida yang terdapat pada dinding sel. Beberapa mikroorganisme, seperti ragi dan jamur/cendawan dan juga sereal seperti gandum dan jelai, mempunyai nilai ekonomi tinggi karena mengandung sejumlah besar β-glukan. Zat-zat yang terkandung dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, modulasi imunitas humoral dan selular, dengan demikian memiliki efek menguntungkan dalam memerangi infeksi bakteri, virus, jamur dan parasit.

  β

  • glukan juga menunjukkan sifat hipokolesterolemik dan sifat antikoagulan. Akhir – akhir ini telah terbukti sebagai senyawa anti- sitotoksik, antimutagenik dan anti-tumorogenic, sehingga dapat diharapkan sebagai promotor farmakologis kesehatan (Mantovani,2007).

  Kelompok cendawan yang menghasilkan ekstrak beta glukan diantaranya adalah jamur tiram (

  Pleurotus ostreatus ) dan jamur shiitake (

  Lentinus edodes ). Kedua cendawan sudah cukup dikenal luas di masyarakat Indonesia, harganya terjangkau, dan waktu budidayapun relatif tidak terlalu lama (Widyastuti, 2009).

  Menurut Synytsya et al

  (2009), jamur tiram atau dikenal dengan genus Pleurotus merupakan sumber glukan biologis aktif. Secara parsial, β-

  

________________________________________________________________________________________________________________

182 Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 13, No. 3, Desember 2011 Hlm.182-191 glukan dari Pleurotus sp. (pleuran) telah digunakan sebagai suplemen karena aktivitas imunosupresifnya. Seperti komponen serat makanan, polisakarida jamur tiram dapat merangsang pertumbuhan mikroorganisme usus (probiotik), yakni sebagai prebiotik. Glukan biasanya diisolasi dari bagian batang

  Pleurotus ostreatus dan

  Salah satu metode untuk memproduksi senyawa aktif beta glukan dari jamur adalah dengan cara ekstraksi dilanjutkan dengan pemurnian beta glukan seperti yang dilakukan oleh Chao et al.(

  Beta glukan hasil ekstrak dianalisa kandungan bahan aktifnya dengan Megazyme tools kit .

  ) pada rantai panjangnya. Untuk senyawa berantai pendek diharapkan akan terekstrak pada tahap ekstraksi yang pertama dengan solvent air, sedangkan untuk beta-D-glucan rantai panjang diharapkan akan terekstrak di tahap kedua dengan solvent alkali.

  Lentinus edodes ) kering menggunakan solven air dan alkali. Pemilihan solven didasarkan pada sifat kelarutan beta-D- glucan yang memiliki sifat tidak larut dalam air ( insoluble water

  Pleurotus eryngii dengan air mendidih yakni ekstraksi alkali. Kandungan chitin ditemukan dalam jumlah kecil sebagai komponen dinding sel kompleks kitin-glukan.

  2.2. Ekstraksi Beta Glukan Beta glukan dapat diperoleh dari proses ekstraksi tubuh buah, miselium atau dari medium cair dalam proses fermentasi bawah permukaan. Metabolit primer seperti beta glukan, dapat diperoleh dari ekstraksi biomassa, terutama tubuh buah dengan menggunakan pelarut ethanol atau air yang selanjutnya dimurnikan untuk mendapatkan ekstrak yang relatif murni sebagai bahan neutraceutical.

  Dari ekstrak tersebut dapat dibuat produk berupa kapsul, tablet atau minuman yang diformulasikan guna memperoleh rasa yang disukai.

  Selain itu dari hasil beta glukan yang diperoleh dibandingkan untuk mengetahui karakteristik beta glukan diantaranya adalah gugus fungsinya.

  2.1. Penyiapan Tepung Jamur Tubuh buah jamur tiram dan shiitake segar yang akan diekstraks dirajang, kemudian dikeringkan. Hasil rajangan jamur kering, kemudian ditepungkan dengan grinder. Tepung jamur siap untuk dilakukan ekstraksi.

  Lentinus edodes ) dengan hasil yang lebih optimal.

  Pleurotus ostreatus ) dan jamur shiitake (

  Tujuan dari kegiatan penelitan ini adalah mendapatkan senyawa beta-glukan yang dapat larut dalam air dan dalam alkali yang berasal dari jamur tiram (

  Produksi beta glukan dapat dilakukan dengan metode ekstraksi bertahap, yakni berdasarkan sifat kelarutan beta glukan dalam solven air dan alkali. Teknik ekstraksi ini merupakan modifikasi dari metode ekstraksi yang dilakukan oleh Mizuno (1999) dan Yap and Ng ( 2001) untuk isolasi lentinan dari jamur shiitake. Dengan ekstraksi bertahap diharapkan beta glukan yang dapat diekstrak dari tubuh jamur semakin optimal jumlah dan kadar beta glukannya.

  Disebutkan oleh FDA, bahwa beta glukan termasuk kategori Generally recogniced as safe serta tidak memiliki toksisitas atau efek samping. β- Glukan memiliki berbagai aktivitas biologis sebagai antitumor, antioksidan, antikolesterol, anti penuaan dini dan peningkat sistem imun atau peningkat sistem kekebalan tubuh yang dikenal sebagai imunomodulator. Selain itu, senyawa ini juga dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif dalam industri makanan.

  Lentinus edodes ) mempunyai efek anti tumor.

  Surenjava (2005), menyampaikan hasil penelitiannnya bahwa beta – glukan yang berasal dari jamur shiitake (

  Untuk mengetahui karakteristik berat molekul beta glukan yang dihasilkan. Rancangan penelitian meliputi penyiapan tepung jamur, ekstraksi beta glukan dari tepung jamur larut air, ekstraksi beta glukan dari tepung jamur larut alkali, penimbangan dan pengukuran kadar Beta-D-glucan yang diperoleh, karakterisasi beta glukan yakni struktur molekul.

2. BAHAN DAN METODE

  Metode ekstraksi beta D-glukan yang dikembangkan yakni ekstraksi bertahap dari tepung tubuh buah jamur tiram (

   Megazyme tools kit .

  Bahan yang digunakan adalah jamur tiram dan shiitake yang berasal dari kebun jamur di lokasi PT. Inti Jamur Raya, Pasar Ahad, Desa Cikole – Lembang. Bahan kimia yang diperlukan : solven air, etanol, NaOH, asam asetat,

  1989) dalam Aryantha (2005). Penelitian terbaru oleh Yap dan Ng (2001) telah menetapkan prosedur yang lebih efisien untuk melakukan ekstraksi beta glukan. Beta glukan diisolasi melalui presipitasi ethanol dan freeze drying dalam nitrogen cair. Uji kemurnian menggunakan kolom analisis karbohidrat, hasilnya 87,5% kemurnian. Dari segi komersial, metode Yap and Ng (2001) lebih hemat waktu, efisien dan relatif

  

_______________________________________________________________________________________________________________

Analisa Kandungan Beta......( Netty Widyastuti, Teguh Baruji, Reni Giarni, Henky Isnawan, Priyo Wahyudi, Donowati)

  183

  Pleurotus ostreatus ) dan jamur shiitake (

  et lebih rendah biaya dibanding metode asli Chihara al .(1987) dan metode Mizuno (1999).

  Berdasarkan kedua metode tersebut, maka disusunlah modifikasi desain produksi beta glukan dari jamur tiram dan shiitake dengan memperhatikan sifat kelarutan senyawa aktif tersebut dalam solven pengekstrak. Ekstrak senyawa aktif polisakarida beta glukan mempunyai sifat larut dalam air dan alkali (Widyastuti, 2011). Pada proses ekstraksi ini telah dilakukan modifikasi.Modifikasi yang dilakukan adalah dengan memecah proses ekstraksi menjadi dua tahap, yakni ekstraksi dengan solven air dilanjutkan alkali. Pada metode sebelumnya hanya 1 kali tahap ekstraksi, yaitu air saja atau alkali saja secara terpisah. Variabel-variabel yang berpengaruh terhadap proses ekstraksi air dan alkali, berlandaskan hasil optimasi dengan menggunakan metode statistika penelitian sebelumnya.

  

Gambar 1. Diagram alur proses ekstraksi beta-glukan larut air,

Hasilnya adalah beta glukan Rendemen I.

  

________________________________________________________________________________________________________________

184 Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 13, No. 3, Desember 2011 Hlm.182-191

  

Gambar 2. Diagram alur proses ekstraksi beta-glukan larut alkali

2.3. Pengukuran Hasil

  Kelebihan modifikasi proses ekstraksi ini adalah didapatkan ekstrak crude beta glukan lebih banyak dengan jumlah berat bahan yang sama. Karena produk ekstrak diambil dua kali pada tahap ekstraksi air dan alkali yakni rantai pendek dan panjang. Modifikasi yg dilakukan adalah dengan memecah proses ekstraksi menjadi dua tahap, yakni ekstraksi dengan solven air dilanjutkan alkali. Pada metode sebelumnya hanya 1 kali tahap ekstraksi, yaitu air saja atau alkali saja secara terpisah Beta glukan hasil ekstraksi ditimbang rendemennya untuk evaluasi yield yang diperoleh dari proses ekstraksi yang dilakukan, rumus yang digunakan adalah: Rendemen = berat beta glukan : berat jamur basis kering x 100%. Kadar beta glukan diukur dengan metode Megazyme menggunakan Megazyme tools kit .

  _______________________________________________________________________________________________________________

Analisa Kandungan Beta......( Netty Widyastuti, Teguh Baruji, Reni Giarni, Henky Isnawan, Priyo Wahyudi, Donowati) 185

  2.4. Purifikasi Hasil Ekstraksi Sebagaimana prosedur ekstraksi beta D-glukan (Gambar 1 dan gambar 2) dari jamur tiram dan

  

Beta glukan hasil ekstrak memiliki rata-rata kadar jamur shitake telah dilakukan ekstraksi dengan

bahan aktif 25-35%. Hal ini dikarenakan bahan aktif menggunakan air dan alkali, dan sudah sampai

masih bercampur dengan sisa protein, sisa bahan pada tahap pengeringan ekstrak menggunakan

freeze drying

solven NaOH dan sisa-sisa senyawa gula teknik kering beku ( ). Setelah ekstrak

sederhana. Proses purifikasi bertujuan untuk beta D-glukan kering selanjunya akan dilakukan

menghilangkan bahan pengotor seperti sisa protein, penentuan berat keringnya.

sisa NaOH dan senyawa gula sehingga didapatkan Hasil analisis kadar beta glukan dengan

senyawa bahan aktif beta glukan relatif lebih murni, menggunakan K-YBGL 04-2008 Mushroom and

sehingga memenuhi spesifikasi sebagai bahan Beta-Glucan Assay Procedure dari Megazyme dan

immunomodulator. farmasi untuk setelah melalui perhitungan megakalkulasi diperoleh bahwa kadar beta glukan dari jamur

  2.5. Karakterisasi hasil ekstrak beta glukan shitake menunjukkan 43,87% yang larut dalam air dan 23,28% yang larut dalam alkali (NaOH) (Tabel

  Beta glukan hasil ekstraksi dilakukan karakterisasi 1)

untuk membandingkan karakterisasi beta glukan Hasil analisis kadar beta glukan dengan

dari sumber jamur yang berbeda dari jamur tiram menggunakan K-YBGL 04-2008 Mushroom and

  Pleurotus ostreatus Lentinus

( ) dan shiitake ( Beta-Glucan Assay Procedure dari Megazyme dan

edodes

  . Uji karakterisasi meliputi uji FTIR untuk setelah melalui perhitungan megakalkulasi

mengetahui gugus fungsi beta glukan,. Pada diperoleh bahwa kadar beta glukan dari jamur tiram

gambar 3 dapat dilihat struktur 1,3/1,6 β-Glukan. menunjukkan 36,76% beta glukan larut dalam air

dan 32,76% beta glukan larut dalam alkali (NaOH)

  (Tabel 2).

  3.1.Hasil Karakterisasi Beta Glukan Menggunakan FTIR Fourier Transform Infra Red

  ( ) Pengamatan gugus fungsi senyawa standar beta glukan dari barley serta sampel ekstrak jamur tiram larut air dan larut alkali dilakukan pada spektrum

  Fourier Transform Infra serapan infra merah dengan Red et

  Spektrofotometri (FTIR). Menurut Thontowi al

  . (2007), spektrum infra merah senyawa beta Gambar 3. Struktur 1,3/1,6 β -Glukan glukan ditandai dengan adanya puncak serapan

  • 1

  pada bilangan gelombang 3750-3000 cm (gugus –

  • 1

  OH atau alkohol), 3000-2700 cm (gugus –CH),

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

  • 1

  dan 1260-1050 cm (gugus -C-O-C-). Berikut hasil analisis gugus fungsi β-glukan menggunakan FTIR :

Tabel 1. Analisis Gugus Fungsi β -1,3 glukan menggunakan FTIR

Bilangan

  • -1

  

Bilangan Gelombang (cm ) Gelombang Gugus Fungsi

  • -1 (cm ) Standar dari Ekstrak larut Ekstrak Larut Barley Air Alkali

  3425,58 3302,13 3192,19 3750-3000 Alkohol dan hidroksil (OH) 2891,30 2924,09 2918,30 3000-2700 CH alkana 1161,15 1153,43 1145,72 1260-1050 -C-O-C- (eter)

  

________________________________________________________________________________________________________________

186 Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 13, No. 3, Desember 2011 Hlm.182-191

  Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa hasil β- glukan mempunyai spektrum infra merah yang sangat mirip bila dibandingkan dengan standar beta glukan dari Barley (Sigma). Dalam Saifudin

  • 1 .

  , dkk (2006) dinyatakan bahwa, ikatan glikosida adalah ikatan eter di antara hidroksil gula dengan alkohol (Wilbraham and Matta,1992). Dengan adanya gugus eter, dan alkohol dapat dijadikan sebagai petunjuk adanya ikatan glikosida.

  • 1
  • 1
  • 1
  • 1
  • 1

  Menurut Khopkar (1990), pada daerah sidik jari ( 1500-700 cm

  ) sedikit saja perbedaan dalam struktur dan susunan molekul, akan menyebabkan distribusi puncak absorpsi berubah. Dalam daerah ini, untuk memastikan suatu senyawa organik adalah dengan cara membandingkan dengan pembandingnya. Menurut Sarangi et al.

  (2006), adanya ikatan beta glikosida ditunjukkan dengan adanya spektra IR pada bilangan gelombang 1024 dan 867 cm

  Menurut Hozova et al.

  (2007), adanya ikatan β- 1,3-D-glukan ditunjukkan oleh pita serapan pada 895 cm

  . Pada spektra FTIR standar beta glukan dari Barley, ekstrak tiram larut air dan larut alkali terdapat pita serapan ikatan β-1,3 glukan yang ditunjukkan masing-masing dengan adanya pita serapan pada bilangan gelombang 896,90 cm

  , 893,04 cm

  dan 864,11 cm

  . Berdasarkan data spektra FTIR tersebut, maka ekstrak jamur tiram baik larut air ataupun larut alkali menunjukkan adanya beta glukan. Namun demikian, belum diketahui adanya rantai cabang β-1,6 glukan.

  

_______________________________________________________________________________________________________________

Analisa Kandungan Beta......( Netty Widyastuti, Teguh Baruji, Reni Giarni, Henky Isnawan, Priyo Wahyudi, Donowati) 187

  (a) 4000 3600 3200 2800 2400 2000 1800 1600 1400 1200 1000 600 800

  7

  5

  7

  4 .0

  5

  5

  2 .1

  9

  5

  4

  4 .9

  2

  6

  7 .3

  6 .9

  6

  6

  8

  1 .3

  2

  7

  8

  5 .1

  3

  8

  4

  3 .0

  1

  2 UP TW 0499

  8

  3

  8

  4

  3

  8

  9 .3

  3

  5

  3

  1

  1 .8

  8

  5

  98 100 %T

  (b)

4000 3600 3200 2800 2400 2000 1600 1400 1200 1000 600 800 1 800

  96

  94

  92

  90

  88

  86

  84

  82

  80

  78

  76

  1/cm

  9

  2

  1

  1

  1

  3

  1

  9

  1 .3

  7

  3

  1

  7

  3 .4

  2

  4

  3

  5

  4 .3

  5

  4

  1

  1

  3 .4

  3

  5

  1

  5

  3 .3

  4

  5 .4

  1

  8 .1

  4

  1

  9

  3

  9 .1

  9

  9

  2

  1 .9

  3

  1

  6

  1 .5

  1

  2

  2

  2 .4

  7

  1

  3

  3 .4

  5

  1

  1

  6

  2 .1

  4

  1 .5

  3

  1

  6

  5 .8

  2

  9

  4

  2 .3

  1

  2

  5 .7

  4

  1

  1

  5 .3

  2

  8

  1

  6

  4 2 .4

  3

  1

  6

  9 .4

  6

  3

  1

  6

  9 .9

  3

  6

  1

  6

   Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 13, No. 3, Desember 2011 Hlm.182-191

  

Gambar 4. Spektra FTIR Standar Beta D-glukan dari Barley (Sigma) (a),

beta glukan jamur tiram larut air (b), beta glukan jamur tiram larut alkali (c)

________________________________________________________________________________________________________________

188

  7 UP TA 0498 (a) (c)

  3 .0

  1

  5

  6 .0

  9

  5

  2

  4 .2

  4

  3

  4 .1

  5 .2

  2

  7

  4

  2 .7

  9

  7

  8

  1 .6

  2

  8

  1

  4

  3

  3

  3

  2

  8 .3

  1

  9

  2

  8

  4 .3

  2

  3

  6

  6 .4

  7

  9

  7

  2 .1

  9

  1

  3

  7

  7 .7

  5

  2

  3

  8

  2 .2

  5

  8

  2 .0

  4 .6

  1

  5

  5

  1

  2

  1 .4

  4

  6

  1

  1

  4 .2

  7

  6

  4

  1

  7 .8

  1

  1

  2

  8

  1 .0

  3

  2

  7

  1 .7

  6

  6

  2

  6

  6

  1/cm

  7

  3

  2

  9

  2 .5

  2

  4

  2

  7

  1 .7

  6

  6

  2

  5 .7

  2

  1

  7

  2

  2

  5 .9

  6

  7

  2

  1 .3

  9

  8

  2

  1 .7

  2

  5 .9

  6

  6 .2

  5

  4

  1

  9

  9 .4

  3

  6

  1

  3

  8 .4

  6

  1

  1

  7

  1 .8

  9

  7

  1

  1

  8 .9

  8

  2

  3

  3 .6

  2

  6

  3

  1

  97.5 %T

  5

  3

  9

  7 .0

  4

  5

  3

  7

  5 .6

  8

  5

  3

  96

  6

  94.5

  93

  91.5

  90

  88.5

  87

  85.5

  84

  82.5

  81

  79.5

  78

  4 .6

  3

  3

  1

  3

  8 .0

  8

  3

  5

  6 .2

  3

  1

  3

  5

  6 .0

  9

  3

  4

  4

  8 .8

  2

  2

  3

  3

  8 .6

  8

  2

  3

  8

  5 .5

  2

  6

  3

  7 .8

  8

  7

  2

  2

  2 .7

  5

  8

  2

  9

  4 .0

  2

  9

  2

  4 .9

  3 .4

  2

  2

  3

  3

  2 .1

  3

  3

  8

  8 .7

  3

  3

  3

  2

  9

  1 .9

  7

  3

  7

  1

  3

  7 .3

  7

  2

  6

  6 .6

  6

  3

  2

  1 .1

  2

  6

  4

  2

  6

  4 .4

  3

  5

  2

  4

  9 .8

  5

  6

  3

  6

  6

  1

  3

  8

  6 .9

  9

  8

  6

  8 .0

  2

  1

  5

  1 .1

  6

  1

  8

  3

  7 .2

  6

  2

  1

  3

  7 .0

  2

  3

  1

  4

  1 .7

  5 .1

  6

  3

  

82.5

  3

  2

  2 .2

  6

  4

  3

  

97.5

100

%T

  

95

  

92.5

  

90

  

87.5

  

85

  

80

  7

  

77.5

  

75

  

72.5

  4000 3600 3200 2800 2400 2000 1800 1600 1400 1200 1000 600 800 1/cm

  2 .0

  4

  5

  8

  4 .0

  9

  5

  9

  5 .0

UP SB 0500

  et al Pada Tabel 2. menunjukkan bahwa hasil β- Dalam Saifudin . (2006) dinyatakan bahwa,

glukan jamur shitake mempunyai spektrum infra ikatan glikosida adalah ikatan eter di antara

merah yang sangat mirip bila dibandingkan dengan hidroksil gula dengan alkohol (Wilbraham and

standar beta glukan dari Barley (Sigma). Matta,1992). Jadi dengan adanya gugus eter, dan

alkohol dapat dijadikan sebagai petunjuk adanya ikatan glikosida.

  

Tabel 2. Analisis Gugus Fungsi β -1,3 glukan Shiitake menggunakan FTIR

  • -1 Bilangan Gelombang (cm ) Bilangan -1 Gelomban (cm ) Gugus Fungsi Standar dari Ekstrak Ekstrak Barley larut Air Larut Alkali

  

3425,58 3286,70 3414,00 3750-3000 Alkohol dan hidroksil (OH)

2891,30 2922,16 2970,38 3000-2700 CH alkana 1161,15 1151,50 1151,50 1260-1050 -C-O-C- (eter) Berdasarkan data spektra FTIR tersebut, maka jukkan oleh adanya ikatan glikosida. Namun

ekstrak jamur shiitake baik larut air ataupun larut demikian, belum diketahui adanya rantai utama β-

alkali menunjukkan adanya beta glukan, yang ditun- 1,3 dan rantai cabang β-1,6 glukan.

  100

  97.5 %T %T

  95

  96

  94.5

  90

  93

  85

  91.5

  90

  7

  80 .6

  2

  7

  3

  9 .8

  1

  1

  9

  7

  1 5 9 .0

  4

  8 .4

  .0 .8

  5

  2

  4

  7

  88.5

  8

  5

  1

  2

  4

  1

  1 .1

  5

  2

  5

  2

  3

  1

  8 2 .9

  8 .7

  75

  9

  8 .5

  1

  2

  3

  3

  2 2 .6

  2

  4

  3

  2

  2

  1

  87

  2

  8 9 .0 .0

  4

  9

  5

  5

  7

  6

  70

  85.5

  2 .4

  2

  7

  5 .7

  7 .9

  2

  1

  6

  6

  6

  9

  8

  2

  7 .7

  3 5 .4

  2

  1

  84

  7

  8 .9

  6

  5

  2

  6 6 .6

  6

  1

  1

  5 .2

  4

  7

  9 6 .0

  2

  5 .4

  5

  65

  9

  4

  5

  3

  9

  4

  5

  6

  1 4 .4 .2

  3

  3 6 .6

  9

  6 .9

  6

  5

  5

  1

  4

  3 6 .1

  3

  3

  2

  1

  2

  6

  3

  4

  4

  1 5 .2

  3

  2 .2

  5

  3

  3

  9 3 .0 .1 .9 .0

  6

  7 7 .1 9 .7

  3

  3

  2

  4

  3

  6

  1

  8

  2

  6

  5

  2

  1

  7

  82.5 .6

  2

  6

  2

  3

  8

  3 5 .7 .0

  1

  2 2 .2

  8

  1

  1

  1

  3

  2

  3

  3

  7

  3

  7

  1

  3

  5

  6

  2

  3

  3 9 .0

  3

  3

  5

  5

  8

  1

  1 .0

  8

  1

  9

  2

  7 6 .2 1 3 .8

  4

  6 2 .5 .2

  .6

  3 .2

  7

  4

  4

  9 4 .6

  5

  4

  3 .3

  4

  3

  1 7 .6 .7

  8 4 .6

  8

  6

  5

  3

  4

  4

  2

  2

  9

  5

  6

  3

  3

  1

  1

  9

  7 3 .0

  60

  1

  4

  6

  2

  5

  3 6 .3

  1

  3

  3

  9

  1 1 1 .9

  81

  8 .6

  4

  9

  9

  9

  1

  5 .5 8 .8

  3

  8 .5

  1

  5

  8

  8

  2

  7

  2

  2

  2 1 .3

  4

  3

  2

  5

  9

  3

  1

  2

  3

  3 1 .4

  7

  1

  7 .7

  5

  1

  6

  9 4 .8 .0 .3

  5

  8

  1

  2

  1

  9

  5 6 .2 .2

  6

  79.5

  4

  1

  9

  2

  5

  55

  1

  78 50

4000 3600 3200 2800 2400 2000 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 4000 3600 3200 2800 2400 2000 1800 1600 1400 1200 1000 800 600

  

UP SB 0500 1/cm UP SW 0503 1/cm

(a)

  (b)

_______________________________________________________________________________________________________________

Analisa Kandungan Beta......( Netty Widyastuti, Teguh Baruji, Reni Giarni, Henky Isnawan, Priyo Wahyudi, Donowati)

  189

  100 %T

  97.5

  95

  92.5

  90

  87.5

  85

  5 .2

  4

  4

  9

  1

  82.5

  80

  1 .9

  7

  5

  6

  2

  7 .8

  4

  3 3 .6

  77.5

  1

  4

  3 2 .7

  2

  9

  2

  2

  2

  2

  9 .7

  75

  5

  8

  2

  7 .3

  9

  8

  8

  2

  72.5

  8 .5

  .3

  9

  1

  5

  3

  70 .0

  7

  4 1 .8 .1

  9

  4

  1

  5

  2

  5

  2

  2

  1

  9

  3

  2 .4

  5

  4

  67.5

  1

  3 .5

  3

  1

  4

  4 .4 .7

  3

  7 1 .3

  5

  9

  8

  2

  6

  6

  2

  1 1 .3

  65

  4 1 .3

  9

  4

  6 6 .5

  5

  6

  6 .1

  5

  8 1 .5 .2

  5

  2

  9

  6

  6

  1

  9

  3 .7 4 .5

  3

  3

  3

  2

  1

  9

  3

  3 .0

  2

  7

  6

  4

  9

  1

  3 .3

  62.5 .4

  4

  9

  8

  3

  3

  4

  1 6 .7 6 .7

  1

  9

  2

  4

  5

  5

  2

  60 .8

  3

  1

  4 .7

  1

  2

  5

  5

  1

  57.5

  55 4000 3600 3200 2800 2400 2000 1800 1600 1400 1200 1000 800 600

UP SA 0497

  1/cm (c)

  

Gambar 5. Spektra FTIR Standar Beta D-glukan dari Barley (Sigma) (a), betaglukan jamur shiitake

larut air (b), beta glukan jamur shiitake larut alkali (c)

  Berdasarkan data spektra FTIR, ekstrak jamur tiram baik larut air ataupun larut alkali

  • 4. KESIMPULAN
  • Pleurotus ostreatus Tubuh buah jamur tiram ( ) menunjukkan adanya beta glukan.

  dan jamur shiitake ( ) Berdasarkan data spektra FTIR, ekstrak jamur mengandung beta-glukan. shiitake baik larut air ataupun larut alkali

  • Lentinus edodes
  • Hasil analisis kadar beta glukan dengan menunjukkan adanya beta glukan, yang

    menggunakan K-YBGL 04-2008 Mushroom ditunjukkan oleh adanya ikatan glikosida.

  • and Beta-Glucan Assay Procedure dari Perlu analisa lanjutan untuk mengetahui Megazyme dan setelah melalui perhitungan struktur molekulnya.

  megakalkulasi diperoleh bahwa kadar beta .

  Pleurotus ostreatus glukan dari jamur tiram ( ) DAFTAR PUSTAKA menunjukkan 36,76% beta glukan larut dalam air dan 32,76% beta glukan larut dalam Anonymous . 2000. New Pharmaceutical, alkali (NaOH). nutraceutical & Industrial Products. Wondu

• Hasil analisis kadar beta glukan dengan Holdings Pty Limited. RIRDC Publication No.

menggunakan K-YBGL 04-2008 Mushroom 00/173 rirdc Project no.WHP-4A. and Beta-Glucan Assay Procedure dari Megazyme dan setelah melalui perhitungan Aryantha, I. Nyoman. 2005. Pengembangan megakalkulasi diperoleh bahwa kadar beta Produk Kesehatan dari Shiitake. Makalah

  Lentinus edodes glukan dari jamur shiitake ( ) Lokakarya Pengembangan Produk dan menunjukkan 43,87% yang larut dalam air Industri Jamur Pangan, BPPT Jakarta, 1-2 dan 23,28% yang larut dalam alkali (NaOH). Agustus 2005.

  ________________________________________________________________________________________________________________

190 Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 13, No. 3, Desember 2011 Hlm.182-191

  

_______________________________________________________________________________________________________________

Analisa Kandungan Beta......( Netty Widyastuti, Teguh Baruji, Reni Giarni, Henky Isnawan, Priyo Wahyudi, Donowati) 191

  Synytsya, A., Kateřina M., Alla S., Ivan J., Jiří S., Vladimír E., Eliška K., Jana Č.2009.Glucans from fruit bodies of cultivated mushrooms Pleurotus ostreatus and

  ) sebagai Sumber Gizi dan Bahan Pangan Fungsional. Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Bioteknologi Umum. BPPT-2 Desember 2009.

  ) dan Jamur Shiitake ( Lentinus edodes

  Widyastuti,N.2009. Pengembangan Teknologi Bioproses Jamur Tiram ( Pleurotus ostreatus

  2011.Produksi Senyawa Polisakarida Beta- Glukan Larut Air dan Larut Alkali dari Tubuh Buah Basidiomycota .Proposal Insentif Ristek 2011

  Widyastuti, N., Wahyudi, P., Isnawan, H., Tjokrokusumo, D., Barudji, T., Giarni, R.

  Produksi β-Glukan Saccharomyces cerevisiae dalam Media dengan Sumber Nitrogen Berbeda pada Air-Lift Fermentor. Biodiversitas Vol. 8, No. 4 : 253-256.

  Pleurotus eryngii: Structure and potential prebiotic activity Carb Polymers, Vol 76, Issue 4, 16 May 2009: p.548- 556 Thontowi, Kusmiati dan Nuswantara. 2007.

  Pleurotus ostreatus mycelia-derived proteoglycans. Interrnational Immunopharmacology 6 : 1287- 1297.

  Chao PY., Wu ZD., Wang RC . 1989. The Extraction purification and Analysis of Polysaccharide PA3DE from the Fruit Body of

  Sarangi, Itisam., D.Ghosh., SK Bhutia., SK Mallick., TK Maiti. 2006. Anti-tumor and immunomodulating effeects of

  Ng ML., Yap AT.2002. Inhibition of Human colon carcinoma development by Lentinan from Shiitake mushroom (Lentinus edodes). J. Altern Complement Med.8(5): 581-9.

  1 , 9-29.

  Mizuno, T. 1999. The extraction and development of antitumour-active polysaccharides from medicinal mushrooms in Japan. International Journal of Medicinal Mushrooms

  β

  An immunomodulator: An Overview. Cancer Detect Prev.1987; 1:423-443. Hozová, Bernadetta - Kuniak, Ľudovít - Moravíková, Petra - Gajdošová, Alena. 2007. Determination of water-insoluble beta-D-glucan in the whole-grain cereals and pseudocereals In:Czech Journal of Food Sciences. ISSN 1212-1800. - 25-6 (2007), s. 316-324 Khopkar, SM. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia Press, Jakarta. M.S.Mantovani, M.F. Bellini, J.P.F.Angeli, R.J.Oliveira, A.F.Silva, L.R.Ribeiro.2007.

  Ex Fr) sing.Acta Biochemica and Biophysica Sinica, 21: 152-156. Chihara G., Hamuro J., Maeda Y., 1987. Antitumor and Metastatis-inhibitory Activities of Lentinan as

  Flammulina velutipes (Curt.

  • Glucans in promoting health: Prevention against mutation and cancer. Mutat.Res: MUTATREV-7847.p8. doi:10.1016/j.mirev. 2007. 07.002.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

110 3485 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 888 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 802 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 524 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 674 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1172 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1065 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 667 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 944 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 1161 23