Kajian Bentuk Lahan Wilayah Pesisir Kota Padang Sebagai Peredam Rayapan Tsunami - Universitas Negeri Padang Repository

'*REKAYASASIP
I

JURNAL ILM~AHHASlL PENELlTlAN & PENGKAJIAN BIDANG TEKNIK SlPlL

'

t

ir

.

p&-

+l, ..

VOLUME XI1 NBMOR I,APRIL 2015

..-


'"Bemanfaah&Bahan Limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap Pada Campuran
1-225
L Alexander, Lusyana, Sukatik, Dalrino, B. Armi )
=

<

i

-. Kajian ~ d a i i k
Lahan Wilayah Pesisir Kota Padang Sebagai Peredam
Rayafian Tsunami
(Hemy Yustisia, Hen Prabowo)

.n

;

@


*

,dm.

I

Faktor-Faktor Penyebab Perbedaan Estimasi Biaya Awal dengan
Biaya Pelaksanaan Proyek Konstruksi di Lingkungan Kampus Politeknik
Negeri Padang
-- (Monika.Natalia, Yan Partawijaya, Satwarnirat, Rahrni Hidayati, Hartati)
Perencanitan Struktur Gedung Perkantoran Tiga Lantai Menggunakan Beton
Bertulang Jalan By Pass Kota Padang
(Nofiizal, Yurisman, Apwiddhab

+

-.
, * &

I


s

Perbandingan Perilaku Balok Beton Bertulang Dengan Menggunakan *
Ordinary Portland Cement (OPC) Dan Portland Composite Cement (PCC)
prima Yane Putri, Nevy Sandra)
I

-

Analisis Pengaruh Perubahan Arus Dan Tegangan Plasma Terhadap Degradasi
Parameter Limbah Cair Kelapa Sawit
(Yulastri, Sukatik)

JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI PADANG
REKAYASA
SIPIL

VOL. XII


NO 1

Hal.
1-68

padang
April 20 15

PEDOMAN PENULISAN NASKAH
UNTUK JURNAL ILMIAH REKAYASA SlPlL

PERSYARATAN

1. Artikel hams bersifat ilmiah orisinil dari hasil penelitian atau gagasan yang belum
pemah diterbitkan atau dikirim ke jurnal atau majalah lain.
2. Artikel ditulis oleh seorang penulis utama dan boleh ditambah dengan anggota yang
terlibat langsung dalam suatu kegiatan penelitian dimaksud.
3. Panjang tulisan minimal 7 halaman dan maksimal 10 halaman diketik 1,5 spasi dengan
huruf arial (10 pt), ukuran kertas A4 dua kolom, top margin 2,5 cm, bottom 2,5 cm,

left 3 cm, right margin 2 cm, headerlfooter 1,25 cm.
ANATOMI ARTIKEL

Bentuk artikel terdiri dari Judul, Abstrak, Pendahuluan, Metode Pneelitian, Hasil dan
Pembahasan, Kesimpulan, Ucapan Terima kasih (bila perlu) dan Daftar Pustaka.
1. JUDUL : singkat, jelas, dan informative, menggunakan huruf Aria1 (14 pt bold),
dibawah judul dicantumkan nama penulis tanpa disertai gelar akademik (10 pt bold)
serta nama lembaga.
2. ABSTRAK : memuat inti permasalahan, meliputi tujuan penelitian, metode dan hasil.
Maksimum 250 kata dan minimum 200 kata (arial 9 pt). Pada bagian baweh abstrak
hams dicanturnkan kata kunci (keyword maksimum 8 buah kata (arial 9 pt bold).
3. PENDAHULUAN : memuat latar belakang masalah, rencana pengembangan, tujuan
dan harapan tentang aplikasi hasil penelitian. Informasi tersebut merupakan
argumentasi konsisten dan landasan teoritik (arial 10 pt).
4. METODE PENELITIAN : memuat materi atau komponen, alat dan objek yang telah
diteliti, cara kerja penelitian, parameter yang diamati, rancangan yang dipergunakan,
dan teknis analisis yang dipakai (arial 10 pt)
5. HASIL DAN PEMBAHASAN : memuat hasil-hasil utama, sesuai dengan parameter
yang diamati serta pembahasan ilmiah dan argumentasi pendukung (arial 10 pt)
6. KESIMPULAN : memuat pemyataan singkat tentang hasil penelitian yang diperoleh,

dikaitkan dengan hipotesis yang telah diajukan (jika ada). Saran, kalau ada diajukan
berkaitan dengan hasil penelitian yang diperoleh, untuk pemantapan dan
pengembangan lebih lanjut (arial 10 pt)
7. DAFTAR PUSTAKA : ditulis sesuai dengan ketentuan yang telah baku.

JURNAL ILMIAH REKAYASA SlPllL
JURUSAN TEKNIIC SIPIL
POLITEKNIK NEGERI PADANG
LIMAU MANIS PADANG
Telp. 082 1731 17206
Email : rekayasa.sipil@yahoo.com

I S S N : 1858-3695

REKAYASA SlPlL
JURNAL ILMIAH HASlL PENELlTlAN / PENGKAJIAN BIDANG TEKNIK SlPlL

Pelindung

Direktur Politeknik Negeri Padang


Penanggung Jalvab
Ketua Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang

Deman Redaksi
Gusri Yaldi, Ph.D (Ketua)
Merly Misriani, ST., MT (Sekretaris)
Dr. Ir. Sukatik, M.Si (Bendahara)
Roni Tri Putra, SSi., M.Sc (Anggota)

Mitra Bestari (sebagai penelaah ahli artikel)
Pr0f.Dr.h. Zaidir (FT.UNAND)
Prof.Dr.1r. Bambang Budiono (ITB)
Prof.Basuki Wirjosentono, MS. Ph.D (USU)
Dr. Ir. Iswandi Imran (ITB)
Dr.Eng. Junaidi (FT.UNAND)
Yosritzal, Ph.D (FT.UNAND)
Sirkulasi & Adrninistrasi
Dewan Redaksi


Alamat Redaksi
JURUSAN TEKNIK SiPIL
POLITEKNTK NEGERI PEDANG
KAMPUS LIMAU MANIS
TEL.(075 1-72590) E-mail : rekavasa.sipil@vahoo.com
- -

Jurnal Rekayasa Sipil adalah media bagi para akademisi, praktisi dan
mereka yang berminat masalah rekayasa sipil untuk tukar menukar
informasi dan pengalaman dengan menuangkan ide, pemikiran,
solusi, maupun pemecahan masalah. Karena dibuat sesuai prosedur
penulisan ilmiah, artikel yang dimuat bukan pandangan redaksi, dan
tanggung jawab isinya pun sepenuhnya pada penulis

ISSS : 1858-3695

REKAYASA SlPlL
JURNAL ILMIAH HASIL PENELITIANI PENGKAJIAN BIDANG TEKNIK SlPlL

VOLUME XI1 NOMOR 1, APRIL 201 5


DAFTAR IS1
Penulis Utama
Hendra Alexander

Judul
Pemanfaatan bahan limbah pembangkit
listrik tenaga uap pada campuran beton k225
Kajian bentuk lahan wilayah pesisir kota
padang sebagai peredam rayapan tsunami

Henny Yustisia

Monika Natalia

Analisis faktor-faktor penyebab perbedaan
awal dengan biaya
estimasi
biaya
pelaksanaan proyek konstn~ksidi lingkungan

kampus politeknik negeri padang

Nofrizal

Prima Yane Putri
.

Yulastri

Perencanaan struktur gedung perkantoran
tiga lantai menggunakan beton bertulang
jalan bypass kota padang
Perbandingan Perilaku Balok Beton Bertulang
Dengan Menggunakan Ordinary Portland
Cement (Opc) Dan Portland Composite
Cement (Pcc)
Analisis Pengaruh Perubahan Arus Dan
Tegangan Plasma Terhadap Degradasi
Parameter Limbah Cair Kelapa Sawit


Halaman

1-10

1 1-20

21-31

32-44

45-54

55-63

Rekayasa Sipil Volume XI1 Nomor 1, April 2015

ISSN : 7858-3695

KAJIAN BENTUK LAHAN WILAYAH PESlSlR KOTA PADANG
SEBAGAI PEREDAM RAYAPAN TSUNAMI
Henny ~ u s t i s i a " Heri ~ r a b o w o ' )
Teknik Sipil Universitas Negeri Padang
Thufailabilqis@qmaiI.corn

'I*' ' ~ t a fPengajar

Abstract

Case of September 3dh,2009 earthquake with a magnitude of 7.6 SR is very dangerous for the
coast of West Sumatra because it can cause a tsunami. Diverse forms of land on the coast of West
Sumatra Padang influence on creep tsunami if at any time the tsunami struck. Each of these landforms thst
affect different creep effects in case of a tsunami. Through this study analyzed the characteristics of
landforms and land use in coastal areas of the city of Padang in an effort to minimize the creep area
tsunani in Padang. Landform coastal area of Padang, which can reduce creep tsunami directly namely
denudasional eroded hills weak. This hill has a hilly reiicf with a large enough height. Other forms of land
that is not the form of coastal land has a good level of damping tsunami that isolated hills. Efforts should be
made to optimize the shape of the land as the tsunami absorbers restore coastal forest functions.
optimizing the function of coral reefs, making the building non-physical and physical mitigation.
Keyword :earthquake, tsunami, landforms

PENDAHULUAN

Surnatera, secara tidak langsung bencana

Kota kepesisiran merupakan kota
yang secara geografis berbatasan langsung
dengan laut. Salah satu kota kepesisiran di
Provinsi

Sumatera

Barat

adalah

Kota

Padang yang sebelah baratnya berbatasan
langsung dengan Sarnudera Hindia. Kota
pesisiran umurnnya rnerniliki karakteristik
yang sangat berbeda dengan kota darat.
Jika selama ini konsentrasi penataan ruang
cenderung penataan ruang darat, maka
semenjak

bencana tsunami Aceh

dan

Sumatera Utara melanda wilayah yang
merupakan kota kepesisiran, para ahli tata
ruang sedikit tersentak. Ditambah lagi kota
kepesisiran tersebut rnerupakan daerah
yang teridentifikasi rawan bencana tsunami.
Pada wilayah yang rawan gempa
burni dan tsunami seperti di pesisir barat

alam altan selalu mengancarn penduduk
yang berternpat tinggal di wilayah pesisir
tersebut.

Upaya yang dapat dilakukan

adalah rnerninimalkan dampak bencana
yang akan terjadi dengan upaya mitigasi
terstruktur dan sistematis. Upaya yang
dapat dilakukan dapat seperti pernbuatan
peta rawan bencana, peta kerentanan, peta
risiko, sistem peringatan dini, penyadaran
masyarakat,

pembuatan bangunan fisik

maupun rehabilitasi fungsi kawasan alami
seperti

sand

dunes,

terurnbu

karang,

mangrove rnaupun vegetasi pantailhu!an
pantai.
Kasus gernpa bumi 30 September
2009 yang berkekuatan 7,6 SR sangat
berbahaya bagi pesisir Sumatera Barzt
karena

dapat

menimbulkan

gelombang

Rekayasa Sipil Volume XI1 Nomor 1, April 20 i 5
tsunami.

Bentuk

lahan yang

beraneka

ISSN : 1858-3695

Tsunami

ragam di pesisir Sumatera Barat khususnya
Kota Padang sangat berpengaruh terhadap
rayapan
tsunami

tsunami
terjadi.

jika

sewaktu-waktu

Masing-masing

lahan memberikan dampak

bentuk

yakni efek

rayapan yang berbeda jika terjadi tsunami.

Kata 'tsunami' berasal dari bahasa
Jepang, yaitu tsu dan nami yang berarti
geombang pelabuhan. Gelombang dalam
ha1 ini dijelaskan oleh (Don dan Leet, 2006)
berbeda

dengan

gelombang

yang

diakibatkan oleh angin, yang
.dapat dilihat.
-

Oleh karena itu melalui penelitian ini akan
dikaji dan dianalisis karakteristik bentuk
lahan dan penggunaan lahan di wilayah
pesisir

Kota

Padang

dalam

upaya

meminimalisasi daerah rayapan tsunami di
Kota Padang.

badai
perjam.

antar lempeng-lempeng tektonik di bawah
permukaan bumi.

Pergesekan

mengeluarkan energi yang luar

ini
biasa

dan menimbulkan goncangan
geografis

berada

dekat

dengan lempeng-lempeng yang aktif dan
karena adanya gunung-gunung berapi yang

tsunami

meteor di laut.
Tanda-tanda tejadinya

biasa

disebabkan

menurut Diposaptono dar! Budiman (2008)
sangat beragam: antara lain:
1. Air laut surut secara cepat dan
mendadak

2. Terdapat
gempa

u.
oleh

pergerakan kerak bumi (lempeng bumi).
Kata gempa bumi juga digunakan untuk
daerah

asal

terjadinya

kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita
padat, selalu

tsunami

gempa

yang

terasa

hingga pesisir, dan kemungkinan

guncangan yang terjadi di permukaan

bergerak, dan

gempa bumi terjadi apabila tekanan yang
terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu
2010).

menje!askan

dan

laut, longsor di laut, dan juga jatuhnya

Gempa bumi adalah getaran atau

besar untuk

(2008)

Subandono

mil

gempa bumi di laut, letusan gunungapi di

aktif (Yayasan IDEF, 2004).

walaupun

rinci

ratusan

Gangguan impulsif tersebut dapat berupa

saling berhubungan satu sama lain, serta

menunjukkan

Lebih

Budiman

di

permukaan. Indonesia sangat rawan gempa

burni

kecepatan

karena adanya gangguan impulsif di laut.

Gempa bumi terjadi karena gesekan

Gempa

dengan

dalam periode panjang yang disebabkan

Gempa bumi

karena secara

berangin dan dapat jusa melaju akibat

merupakan gelombang laut yang terjadi

TINJAUAN PUSTAKA

besar

Gelombang ini terjadi di taut yang
tidak
.
-

dapat ditahan

(Wikipedia,

terjadi di laut sehingga

dapat memicu tsunami
3.

Bau garam dan zngin dingin di
pantai,

yang

rnengindikasikan

bahwa

di laut sedang terjadi

turbulensi air taut
4. Terdengar suara tergemuruh dari
laut.

Rekayasa Sipil Volume XI1 Nomor I, April 2015

Hubungan Antara Karakteristik Pantai

lSSN : 1858-3695
terlihat

pada

kasus tsunami

di

Teluk

Lhoknga NAD 26 Desember 2004 dimana

dengan Tsunami

tinggi run-up tsunami mencapai 3 1 3 m,
Saroso, Bambang Tirtoyuliono dan
Agus Puji Prawoto (1994)

rnenerangkan

tentang rnorfologi pantai rawan tsunami di
Indonesia. Besar kecilnya kekuatan tsunami

Teluk Pancer Banyuirangi 2 Juni 1994 yang
rnencapai tinggi run-go 14 m, dan Teluk
Korirn

ditentukan

oleh

morfologi pantai.

Hal-ha1 yang dapat diarnati pada pantai
adalah:

geometri,

kelandaian,

kekasaran

serta

vegetasi

sedangkan

nilai

kerusakan

dan

penutupnya,
lahan

dan

bangunan sanga! terkait dengan penataan
ruang

dan

bangunan tersebut.

Dalam

penelitian ini diberikan tiga buah contoh
tipikal

pantai

yang

telah

mengalami

bencana tsunami, yaitu: Pantai Selatan
Jawa Timur, Pantai Ambon Maluku, Pantai
Krakatau

dan

sekitarnya.

dan

ekonomis,

maka

perlu

dilakukan

penelitian dan pengembangan data yang
rinci pada setiap tipikal rnorfologi pantai
Subandono dan Budiman

tersebut.
(2008)

menjelaskan

bahwa

tinggi

gelombang tsunami di daerah pantai selain
dipicu oleh besarnya gernpa, lokasi gempa,
besarnya deformasi vertikal dasar laut, dan
jarak sumber gernpa juga disebabkan oleh
bentuk

batimetri,

topografi,

dan

geornorfologi pantai. Tinggi tsunami di laut
dalarn

hanya

sekitar

1-2 meter, saat

mendekati pantai dapat mencapai puluhan
meter. Tinggi tsunami akan mencapai harga
maksimurn pada pantai dengan rnorfologi
landai dan berlekuk seperti teluk, rnuara
sungai, dan tanjung karena adanya refraksi

Februari

1996

yang

Jarak jangkauan tsunami ke daratan
sangat ditentukan cleh terjal landainya
morfologi pantai. Peca pantai yang terjal
tsunami tidak akan :erlalu jauh mencapai
daratan karena tertajan dan dipantulkan
kembali oleh tebing pantai. Sedangkan di
pantai

yang

menerjang

lancai

sampai

tsunami

beberapa

dapat

kilometer

masuk ke daratan. Cantohnya yang terjadi
di Pantai Banda A c ~ hdi mana tsunami
menerjang

rnasuk ke

daratan

sampai

sejauh 5 km dari garis gantai.

Guna

mendapatkan perencanaan yang efisien

17

mencapai tinggi run-up 12 m.

disamping ditentukan oleh ~ekuatangempa,
juga

Biak

Suatu
irnpermeabel

bansunan
a4an

tegak

dan

memantulkan

gelombang lebih beser daripada bangunan
miring dan permeabei. Demikian pula pantai
yang terjal akan menantulkan gelombang
yang lebih besar daripada pantai yang
iandai. Suatu teluk biasanya mempunyai
frekuensi

alami per~erakan air internal

terhadap batimetri y n g terdapat dalam
teluk.
Najoan

dan

Kardana

(1994)

mengernbangkan seczra statistik beberapa
hubungan yaitu: hubcrgan antara frekuensi
kejadian per tahun tsurarni dengan tinggian
rayapan, dan h u b u n ~ ~antara
n
probabilitas
terjadinya tsunami cwgan tinggi rayapan
untuk berbagai mas? guna banguan. Dari
kedua hubungan tersebut dapat digunakan
sebagai acuan dalam nemperkirakan tinggi
-

-

dan difraksi gelombang. Hal sernacam ini

13

Rekayasa Sipil Volume XI1 Nomor 1, April 2015

rayapan tsunami di Nusa Tenggara,

Mitigasi tsunami dapat dilakukan

sehingga, tata letak dan gaya-gaya yang

baik secara fisik maupun alami.Sedangkan

ditimbulkan

ditentukan

secara nonfisik rnenyangkut penyesuaian

secara lebih realistis. Dalam penelitian ini

dan pengaturan tentang kegiatan rnanusia

juga disertakan skala daya hancur tsunami

agar sejalan dan sesuai dengan upaya

yang dibuat oleh lmamura seperti pada

mitigasi baik fisik maupun upaya lainnya.

Tabel 1 berikut:

Upaya fisik meliputi pembuatan break wafer

tsunami

dapat

(pemecah gelombang), sea wall (tembok
Tabel 1. Skala Daya Hancur Tsunami

laut,

retrofitting

(penguatan bangunan),

artificial hill (bukit buatan, vegetasi pantai,

t

-1

I

0

I

,
I

I
1

1
I
1

3

2

I

1
1

I

I

I

I

1I
1
1I

Kerusakan
pada pantai
dan kapal
Kerusakan
besar di
kawasan
pantai, korban
jiwa
Kerusakan 400

Km di
sepanjang
pantai
Kerusakan 500

30

shelter ( tempat perlindungan). Sedangkan
upaya

non

fisik

meliputi

pendidikan,

pelatihan, penyadaran masyarakat, tata

I Kecil

Km di
sepanjang
pantai
Sumber: lmamura dalam Najoan dan
4

I

I Tidak Ada

I

10-20

Daya Hancur

I

4-6

2 .:

I

imum
,... dpal)
0.5
1

ruang,

zonasi,

relokasi,

peraturan

perundangan, dan penerapan pengelolaan
wilayah pesisir terpadu (Integrated Coastal
Zone Management-ICZM).
Survei ini bertujuan untuk mengambil
data primer, yang meliputi, profit tegak lurus
garis pantai, geometri pantai, relief pantai,
kemiringan

lereng,

penggunaan

lahan,

material penyuusn bentuk lahan-bentuk
lahan dan vegetasi yang turnbuh atau hidup
di sekitar wilayah pantai. Pengambilan
sampel dilakukan dengan rnetode sampling.
Sampel-sample yang diambil yakni yang

Kardana (1994)

sesuai dengan
dengan

tujuan penelitian yakni

metode

purposive

sampling.

Mitigasi dan Penanggulangan Bencana

Metode pengambilan sampel didasarkan

Gempa bumi dan Tsunami

pada keberagaman bentuk lahan yang ada.

Mitigasi ialah serangkaian upaya
untuk mengurangi risiko bencana, baik
melalui

pembangunan

fisik

maupun

penyadaran dan peningkatan kemampuan
menghadapi ancaman bencana. Mitigasi
dilakukan untuk mengurangi risiko bencana
bagi masyarakat yang ada pada kawasan
rawan bencana (UURI 2412007 ps. 1).

Analisis data mencakup analisis secara
deskriptif.

Analisis

deskriptif

yakni

menjelaskan karakteristik peredaman dari
masing-masing

bentuk

lahan

dan

membandingkan antara bentuk lahan yang
satu

dengan bentuk

(komparatif).

lahan yang

lain

Rekayasa Sipil Volume XI1 Nomor 1, April 2015

ISSN : 1858-3695

PEMBAHASAN

bentuk lahan asal proses yakni bentuk

Karakteristik Pantai Di Wilayah Pesisir

lahan asal proses volkanis, bentuk lahan

Kota Padang

asal proses fluvial, bentuk lahan asal

Pantai

Pesisir

Kota

proses rnarin, bentuk lahan asal proses

pantai

yang

solusional, bentuk lahan

asal

berupa land erosion coast. Pesisir Kota

aeolin,

asal proses

Padang merupakan pesisir yang terbentuk

denudasional

akibat erosi lahan di daratan yakni oleh

proses organik.

Padang

di

wilayah

memiliki

tipologi

erosi sungai. Karakteristik pantai di wilayah
pesisir Kota Padang mempunyai pantai
bergisik

hamparan

dengan

pasir

sepanjang gisiknya. Bentuklahan

bentuk lahan

dan bentuk lahan asal

Berdasarkan
Peta

proses

interpretasi

dari

Geomorfologi Kota Padang dan

di

pengamatan lapangan, bentuk lahan yang

gisik

berkembang di wilayah pesisir Kota Padang

merupakan bentuklahan yang langsung

terdiri

berbatasan dengan

fluvial, bentuk lahan asal proses msrin,

dipengaruhi

oleh

laut.

Gisik sangai

aktivitas

gelombang.

Material yang menyusun bentuklahan gisik
yakni

didominasi

oleh

pasir.

material

dan

atas

bentuk lahan

bentuk

proses

asal

proses

pesisir

bagian

selatan Kota Padang sebagian

besar

denudasional.

lahan

asal

Wilayah

Kebanyakan pantai di daerah utara Kota

tersusun atas bentuk lahan asal proses

Padang memiliki pantai terbuka dengan

denudasional

pandangan lepas. Garis pantai di pesisir

bentuk lahan asal proses marin maupun

Kota Padang ada yang memanjang lurus

fluvial. Sedangkan wilayah pesisir bagian

dan

atau

utara Kota Padang tersusun atas bentuk

melengkung membentuk tanjung dan teluk

lahan asal proses fluvial dan bentuk lahan

yang nyata.

asal proses rnarin.

ada

yang

berbelok-belok

dan

sedikit diselingi oleh

Bentuk lahan asal proses fluvial
Bentuk

lahan

Wilayah

Pesisir

Kota

Padang

yang

menyusun pesisir

Kota

Padang

terdiri atas dataran fluvial, tanggul sungai,

Bentuk lahan
permukaan

adalah
bumi

dari

rawa belakang, kipas alluvial dan dataran

mempunyai

aluvial pantai. Bentuk lahan asal proses

bagian

yang

karakteristik bentuk yang khas sebagai

marin yang menyusun wilayah

akibat pengaruh kuat dari proses dan

terdiri atas gisik dan tombolo. Sedangkan

struktur

material

bentuk lahan asal proses denudasional

tertentu

yang menyusun wilayah pesisir Kota Padang

kulit

batuan dalam

bumi

terhadap

periode waktu

(Sunarto, 1991). Bentuk lahan
dibedakan
proses
klasifikasinya
dibedakan

menurut

yakni perbukitan terkikis lemah.

genesisnya (asal
Menurut

Sebagian besar wilayah pantai selatan

lahan

dapat

Kota Padang didominasi oleh pantai yang

delapan

macam

terjal. Bahkan bentuk lahan ini mempunyai

terbentuknya).
bentuk
menjadi

dapat

pesisir

urutan yang pertama dari garis pantai.

Rekayasa Sipil Volume XI1 Nomor 1, April 2015
Topografi

yang

berbukit

dan

lSSN : 1858-3695

dengan

meredarn tsunami dengan baik. Relief

kemiringan lereng yang cukup besar maka

yang datar dan tidak adanya vegetasi

jika terjadi tsunami bentuk lahan ini dapat

menyebabkan bentuk lahan

secara efektif meredam rayapan tsunami.

mampu meredam tsunami. Bentuk lahan

ini

tidak

tanggul sungai di wilayah pesisir Kota
Bentuk lahan Wilayah Pesisir

Padang juga tidak dapat meredam tsunami

Kota Padang

dengan

baik.

Hal

ini

dikarenakan

Bentuk lahan wilayah pesisir yang dapat

kenampakan tanggul sungai yang sudah

meredam tsunami dengan efektif di wilayah

tidak dapat dijumpai lagi di lapangan dan

pesisir Kota Padany yakni bentuk lahan

terlihat datar sama seperti di sekitarnya.

perbukitan

denudasional terkikis lemah.

Tanggul sungai yang baik seharusnya

Bentuk lahan ini sangat efektif untuk

lebih tinggi dari permukaan sungai dan

rneredam tusnami. Hal ini dikarenakan

sekitarnya.

topografi

yang

wilayah

pesisir

berbukit dan mempunyai ketinggian yang

tarnpak

lagi.

cukup tinggi dari permukaan laut sehingga

tanggul sungai tersebut sudah menjadi

1-4.

permukiman dan jalan sehingga bentuk

Bentuk lahan perbukitan denudasional

lahan ini tidak dapat meredarn tsunami.

mendorninasi pesisir bagian selatan dari

Bentuk lahan tombolo,

Kota Padang. Penggunaan lahan dari

rawa, rawa belakang dan laguna juga tidak

bentuk lahan iniyang kebanyakan hutan

efekiif

maka vegetasinya juga efektif meredam

dikarenakan bentuk lahan ini juga memiliki

rayapan tsunami. Sehingga bentuk lahan

relief yang relatif datar sehingga rayapan

ini merupakan bentuk lahan yang paling

tsunami tidak dapat diredam dengan baik.

dari

bentuk lahan

ini

aman dari rayapan tsunami kelas

Namun tanggul sungai di
Hal

meredarn

Faktor

ideal sebagai peredam tsunami.

Kota Padang ini tidak
ini

dikarenakan

dataran bekas

tsunami.

lainnya

yang

Hal

ini

juga

lahan yang tidak dapat

berpengaruh terhadap peredaman tsunami

meredam tsunami dengan baik yakni

yakni vegetasi. Vegetasi di bentuk lahan

bentuk lahan gisik, dataran aluvial pantai,

gisik sangat sedikit diternukan. Hanya di

tanggul sungai, dataran fluvial, tombolo,

beberapa tempat yang

rawa belakang dan laguna. Bentuk lahan

vegetasi seperti cemara laut, kelapa, waru

gisik di wilayah pesisir Kota Padang tidak

dan pohon ketapang. Sedikitnya vegetasi

dapat meredam tsunami dengan baik.

pantai yang ada di gisik pesisir Kota

Faktor ketinggian gisik yang cukup rendah

Padang ini dipengaruhi oleh banyaknya

dari permukaan laut dan reliefnya yang

perrnukiman dan areal terbangun lainnya

datar rnenyebabkan bentuk lahan tidak

yang sangat dekat dengan garis pantai.

dapat meredam tsunami.

Sehingga perkernbangan dari vegetasi

Bentuk

dan

bisa ditemukan

Bentuk lahan dataran aluvial pantai

pantai sangat terbatas. Vegetasi di bentuk

dataran

lahan lainnya

fluvial juga

tidak

dapat

seperti

dataran aluvial,

Rekayasa Sipil Volun~eXI1 Nomor 1, April 2015

dataran aluvial pantai sudah sangat jarang
ditemukan. Hal ini akibat banyaknya lahan
terbangun sehingga vegetasi

yang

ISSN : 1858-3695
1. Mengembalikan Fungsi Hutan pantai

(green belt)

Hutan pantai merupakan peredarn

ada

sudah semakin sedikit.

alami

yang

peredam
Terumbu karang juga merupakan
faktor

yang

berpengaruh

mempunyai

pertama

fungsi

dari

sebagai

gelombang

tsunami yang menerjang wilayah pantai.

terhadap

Vegetasi seperti cemara laut, ketapang,

peredaman rayapan tsunami. Terumbu

waru laut dan magrove dapat meredam

karang

rayapan

tsunami di wilayah pantai. Cemara taut

karena

merupakan salah satu tanaman hutan pantai

merupakan

tsunami

yang

peredam

alami.

Namun

memiliki keunggulan.

sedikitnya terumbu karang yang ada di

yang

wilayah

tanaman

pesisir

Kota

Padang

cemara

taut

Keunggulan

yakni

sebagai

menyebabkan efektifitas terumbu karang

tanaman campuran dengan jenis tanaman

sebagai

lainnya.

efektif

peredam tsunami sudah tidak
lagi.

Terumbu

karang

hanya

Tanaman

ini

juga

memiliki

ketahanan terhadap angin, menstabilkan
pasir

di

pantai,

serta

sebagai

sebagian kecil terdapat di wilayah pesisir

bukit

bsgian selatan Kota Padang. Namun telah

penahan

mengalarni

adanya

permukiman atar perkebunan di sekitar

aktivitas manusia. Sehingga terumbu karang

pantai. Diameter pohon cemara laut dapat

meredam rayapan tsunami

mencapai 15-100 cm dengan tinggi antara 5-

tidak

dapat

kerusakan

karena

dengan baik.

angin

untuk

melindungi

30 meter.

Upaya Yang Dapat Dilakukan Untuk
Mengoctiinalkan Bentuk lahan sebagai
Peredam Tsunami
Hasil

pengamatan

dang

mengidentifikasi karakteristik bentuk lahan
di wilayah pesisir Kota Padang rnaka
dapat ditentukan beberapa cara yang
dapat

dilaksanakan

untuk

mengoptimalisasikan bentuk lahan sebagai

Gambarl. Cemara Laut sebagai salah satu

peredam tsunami. Optimalisasi bentuk lahan

penahan gelombang tsunami

sebagai peredam tsunami dilakukan dengan
cara sebagai berikut

Rekayasa Sipil Volume XI/ Nomor 1, April 2015

Pohon Ketaping merupakan salah
satu vegetasi hutan pantai yang cocok
digunakan

sebagai

peredam

tsunami.

ISSN : 1858-3695

lebih besar lagi dapat dihindarkan.

2.

Terurnbu

Tanarnan ini memiliki diameter mencapai
60-85 cm dengan tinggi hingga 13-20 meter.

Batang dari tanaman ini berdiri tegak dan
bercabang

banyak.

Sehingga

rnerupakan tanaman yang cocok untuk

waru

juga

rnerupakan

vegetasi yang cocok sebagai hutan pantai.
vegetasi yang cocok sebagai hutar, pantai.
Vegetasi ini dapat tumbuh dengan baik di
ternpat terbuka yang langsung terkena sinar
rnatahari.

Pohon ini dapat tumbuh di

dataran rendah maupun dataran tinggi.
Waru termasuk tanaman pohon yang
besar dan tinggi.
mencapai

5-15

Ketinggiannya dapat

meter.

satu peredam alarni yang berada di tepi
pantai. Namun di sepanjang pesisir Kota
Padang , terurnbu karang sudah sangat
jarang

Mangrove juga

untuk meredam tsunami. Mangrove rnerniliki
sistern perakaran yang kuat dan istirnewa.
rata

dan

rapat,

serta

lebat

sepanjang waktu. Sifat mangrove tersebut
sangat
alarni.

ideal sebagai

pelindung pantai

Di samping itu mangrove juga

berfungsi sebagai pelindung pantai dari
hempasan badai atau angin serta mencegah
terjadinya

intnrsi

laut.

Dengan

rnengernbalikan fungsi hutan pantai di
bentuk

lahan wilayah

sekali

diternukan.

kuatnya gelornbang

Hal

ini

pesisir

Kota

Padang maka optirnalisasi bentuk lahan
sebagai peredam tsunami dapat berfungsi
secara baik. Sehingga jika terjadi tsunami,
diharapkan rayapan tsunami dapat diredam
dengan baik agar tidak dapat masuk lebih
jauh ke daratan. Sehingga kerugian yang

di daerah

pantai

barat Sumatera sehingga terurnbu karang
kurang berkembang di wilayah pesisir Kota
Padang. Optimalisasi terumbu karang dapat
dilakukan dengan cara rnenjaga ekosistem
terumbu karang yang sudah ada atau
dengan cara membuat terumbu karang
buatan sehingga dapat berfungsi sebagai
peredam tsunami.
3.

Mernbangun Bangunan Fisik

rnerupakan vegetasi pantai yang efektif

Tajuknya

karang rnerupakan salah

dikarenakan aktivitas manusia dan juga

menirnalisir rayapan tsunami.
Pohon

Mengoptimalkan Fungsi terurnbu Karang

Upaya untuk rnengoptirnalisasikan
bentuk lahan sebagai peredarn tsunami
salah

satunya

dengan

mernbangun

bangunan fisik di bentuk lahan wilayah
pesisir Kota Padang. Bangunan fisik
yang

dapat

dibuat

yakni

seperti

bangunan pemecah gelombang, dinding
laut (sea wall), dan hutan buatan.

Hasil

pengarnatan di lapangan dapat dilihat
sudah

ada

dibuat

bangunan

seperti

pemecah gelombang dan dinding laut
yang ada di sepanjang pantai padang
hingga pantai pasia nantigo. Bangunan
fisik

ini

gelornbang

dibuat
besar

untuk
di

rnenahan

pantai

barat

sumatera. Bangunan fisik ini dibuat oleh
pemerintah Kota Padang. Bangunan ini
juga dapat berfungsi sebagai peredarn

Rekayasa Sipil Volume XI1 Nomor 1, April 2015

rayapan tsunami.

ISSN : 1858-3695

sangat penting sebagai salah satu cara
untuk

meminimalisir

dampak

kerugian

dari gelombang tsunami.

Zonasi daerah rawan tsunami sangat
diperlukan
daerah

untuk

yang

gelombang

mengetahui daerah -

rawan terhadap
tsunami.

bahaya
peraturan

perundang-undangan dibuat agar segala
pemerintah

kebijakan

Gambar 2. Sea Wall dan pemecah
gelombang sebagai salah satu bentuk upaya

rnenanggulangi
gelombang

mitigasi yang telah dilakukan

dampak

tsunami

dapat

dalam
bencana
dilakukan

dengan efektif dan cepat. Di samping itu
4.

Mitigasi Non Fisik

pengelolaan pesisir secara terpadu sangat

Sebenarnya rnitigasi non fisik tidak ada
kaitannya

dengan

upaya optimalisasi

bentuk lahan sebagai peredam tsunami.
Namun karena menyangkut kerugian yang
diderita baik haria benda maupun nyawa
maka upaya ini sangat diperlukan untuk
rneminimalisir kerugian yang akan tejadi.
Upaya non fisik yang dapat dilakukan
utnutk
akibat

mengurangi
tsunami

dampak

kerugian

berupa pendidikan, tata

ruang, zonasi, dan peraturan perundangan
pendidikan
rnernberikan
penyebab

dapat

dilakukan

pengetahuan
tsunami

terjadi,

dengan
mengenai

tata

cara

penyelamatan dari gelombang tsunami,
dan

pelatihan

mengenai

simulasi

penyelamatan jika terjadi tsunami te qadi
sehingga masyarakat lebih siap jika tejadi
tsunami. Upaya yang lain yang dapat
dilakukan yakni dengan penataan ruang
kota yang sesuai dengan aspek lingkungan

diperlukan sehingga jika terjadi tsunami
baik pemerintah dan rnasyarakat dapat
rnenjalankan fungsinya dengan baik.

Rekayasa Sipil Vclume XI1 Nomor 1, April 20 15

dinding laut dan pemecah gelombang di

KESIMPULAN

wilayah pesisir yang rawan terkena

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
beberapa kesimpulan tentang

tsunami serta yang sangat dekat dengan

peredam-an

permukiman penduduk.

rayapan tsunami pada bentuk lahan wilayah
4.

pesisir Kota Padang, yaitu sebagai berikut :
1.

Bentuk lahan wilayah

Padang

yang

dapat

pesisir

meredam

Kota

rayapan

Menjaga

koordinasi

yang

baik

antara

pemerintah, masyarakat dan instansi yang
berwenang

dalam

tsunami secara langsung yaitu perbukitan

bencana

denudasional

menanggulangi bencana dapat dilakukan

terkikis lemah. Perbukitan ini

memiliki relif berbukit dengan ketinggian yang

alam

penanggulangan
sehingga

dalam

dengan sebaik-baiknya.

cukup besar. Bentuk lahan lainnya yang bukan
bentuk lahan pantai yang mempunyai tingkat

DAFTAR PUSTAKA

peredaman tsunami cukup baik yakni perbukitan
terisolasi.
2.

Beatley, Timothy., David J. Brower, Anna K.

Upaya yang dapat dilakukan untuk

Schwab. 1994. An Introduction Coastal

mengoptimalkan bentuk lahan sebagai peredam

Zone

tsunami yakni mengembalikan fungsi hutan

Washington DC

pantai, mengoptimalkan fungsi terumbu karang,
membuat bangunan fisik dan mitigasi non fisik.

Management.

Island

Press,

Diposaptono, Subandono,dan Budiman,2008.

Hidup

Akrab

dengan

Gempa

dan

Tsunami. Penerbit Buku llmiah Populer,
Bogor

SARAN

Berdasarkan
diusulkan

hasil

beberapa

penelitian
saran

dapat

mengenai

L.Don, Florence Leet, 2006. Gempa bumi,
Proses Tanda-tanda akan

Tetjadinya

bagaimana mengurangi resiko kerugian yang

Serta Antisipasi Dampak.Penerbit Kreasi

diderita agar dapat ditekan, yaitu sebagai berikut

Wacana, Yogyakatta
Saroso, B.S., Bambang Tirtoyuliono, Agus Puji

1.

2.

Membangun sistem peringaan dini (early

Prawoto, 1994, Morfologi Pantai Rawan

warning system) pada seluruh daerah

Tsunami di Indonesia, Makalah Seminar

pesisir pantai Kota Padang yang merniliki

Sehari Masalah Tsunami di Indonesia

permukiman padat penduduk.

dan

Mengoptimalkan fungsi

hutan

pantai

secara terpadu sehingga dapat secara

3.

Bandung

Aspek-Aspeknya,

6

September 1994.
Sunarto,l991,

Geomorlologi

Pantai,

Pusat

efektif meredam laju rayapan tsunami ke

Antar Universitas llmu teknik Universitas

arah daratan.

Gadjah Mada, Yogyakarta.

Membangun

bangunan

fisik

seperti