BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Audit Report Lag Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (2010-2012)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Negara Indonesia adalah salah satu negara yang sedang berkembang. Salah satu ciri dari negara berkembang adalah pembangunan dalam segala bidang.

  Berbagai usaha telah dilakukan oleh Pemerintah untuk memperoleh dana pembangunan, terutama dana yang diperoleh dari dalam negeri. Mengapa ditekankan pada dana dalam negeri, karena disamping dana luar negeri dapat dikurangi – yang berarti mengurangi ketergantungan pada bantuan luar negeri - penggunaan dana dalam negeri ini mempunyai arti yang sangat penting, khususnya dalan rangka mengatur prioritas pembangunan aspek aspirasi dan partisipasi masyarakat dapat turut dikembangkan.

  Salah satu kebijaksanaan yang ditempuh oleh Pemerintah adalah dengan mengaktifkan kembali kegiatan Pasar Modal di Indonesia. Hal ini selain untuk menghadapi tuntutan perkembangan dunia usaha dalam era globalisasi dewasa ini, juga dimaksudkan untuk mempercepat proses pengikutsertaan masyarakat dalam pemilikan saham perusahaan – perusahaan menuju pada pemerataan pendapatan masyarakat, serta untuk menggairahkan partisipasi dari masyarakat dalam pengerahan dana, sehingga dapat dipergunakan secara produktif untuk pembiayaan pembangunan nasional.

  Pada dasarnya go public dapat dikatakan merupakan salah satu proses pendidikan atau pembinaan yang bersifat menyeluruh, yang mencangkup seluruh lapisan masyarakat. Dalam kerangka ini masyarakat yang mempunyai dana lebih didik untuk meningkatkan kebiasaan menabung dan selanjutnya diarahkan pada kegiatan investasi pada sektor – sektor produktif, yang berarti masyarakat didik untuk mengenal resiko dalam usaha.

  Memasuki era persaingan bebas, setiap perusahaan dituntut untuk lebih mengembangkan strateginya masing - masing agar tetap bertahan hidup dan berkembang. Perusahaan berupaya untuk menciptakan strategi tersebut untuk mengembangkan perusahaan dalam mencapai tujuan jangka panjang yang disebut strategi pertumbuhan perusahaan. Setiap pertumbuhan perusahaan yang terjadi tentu berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi .

  Perkembangan ekonomi yang pesat telah membawa dampak yang besar dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah sektor finansial atau keuangan. Setiap perusahaan tentu memiliki laporan keuangan yang diterbitkan pada suatu periode. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna. Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan dapat bermanfaat, apabila disajikan secara akurat dan tepat waktu pada saat yang dibutuhkan oleh para pengguna laporan keuangan, seperti kreditor, investor, pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai dasar pengambilan suatu keputusan.

  Kebutuhan akan informasi keuangan yang relevan dan handal ini menciptakan permintaan akan jasa akuntansi dan jasa audit. Pihak bank dan kreditor akan membutuhkan informasi yang handal untuk membuat keputusan memberi pinjaman; sementara investor memerlukan informasi seperti itu untuk membuat keputusan pembelian atau penjualan secara tepat. Tentu tidak diragukan lagi, fungsi Audit independen memainkan peranan penting baik dalam bisnis maupun masyarakat. Berbagai pihak ketiga, termasuk investor, kreditor, dan regulator, bergantung pada Auditor independen.

  Sebagaimana yang dinyatakan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, tentang Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, bahwa laporan keuangan harus memenuhi empat karakteristik kualitas yang membuat informasi laporan keuangan bermanfaat bagi sejumlah besar penggunanya. Keempat karakteristik tersebut antara lain dapat dipahami, relevan, keandalan dan dapat dibandingkan.

  Karakteristik informasi yang relevan harus mempunyai nilai prediktif dan tepat waktu. Nilai dari ketepatan waktu pelaporan keuangan merupakan faktor penting bagi kemanfaatan laporan keuangan tersebut. Tepat waktu adalah kualitas ketersediaan informasi pada saat yang diperlukan atau kualitas informasi yang baik dilihat dari segi waktu. Jadi semakin cepat informasi laporan keuangan dipublikasikan ke publik, maka informasi tersebut semakin bermanfaat bagi pengambilan keputusan. Dan sebaliknya jika terdapat penundaan yang tidak semestinya, maka informasi yang dihasilkan akan kehilangan relevansinya dalam hal pengambilan suatu keputusan. Oleh karena itu, informasi harus disampaikan sedini mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut.

  Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) mengadakan penyempurnaan peraturan mengenai penyampaian laporan keuangan tahunan. Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-36/PM/2003, No. Peraturan X.K.2 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan berkala, menyatakan bahwa laporan keuangan berkala disertai dengan laporan auditor independen disampaikan kepada BAPEPAM selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Hal ini berarti merubah peraturan sebelumnya yang semula selambat-lambatnya seratus dua puluh hari menjadi selambat-lambatnya sembilan puluh hari setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Dengan adanya perubahan peraturan tersebut, auditor dituntut untuk lebih cepat dalam menyelesaikan laporan keuangan auditannya.

  Pada satu sisi, publik menuntut auditor untuk menyelesaikan laporan auditnya dengan tepat waktu, sementara pada sisi lain, menurut Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan bahwa audit harus dilaksanakan dengan penuh kecermatan dan ketelitian dan standar pekerjaan lapangan menyatakan bahwa audit harus dilaksanakan dengan prencanaan yang matang dan pengumpulan alat-alat bukti yang cukup memadai. Karena standar inilah, memungkinkan akuntan publik untuk menunda publikasi laporan audit atau laporan keuangan auditan apabila dirasakan perlu memperpanjang masa audit yang telah disepakati sebelumnya.

  Ketepatan perusahaan dalam mempublikasikan laporan keuangan dapat mengalami ketertundaaan yang disebabkan oleh lamanya auditor dalam menyelesaikan pekerjaan auditnya. Auditor melakukan tugas auditnya berdasarkan pada Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP), khususnya tentang standar pekerjaan lapangan, yang mengatur tentang prosedur dalam penyelesaian pekerjaan lapangan seperti perlu adanya perencanaan atas aktivitas yang akan dilakukan, pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern dan pengumpulan bukti-bukti kompeten yang diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan dan konfirmasi sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Pemenuhan standar audit tersebut oleh auditor dapat berdampak lamanya penyelesaian laporan audit, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas hasil audit.

  Menurut Suwardjono (2002:170), ketepatanwaktuan informasi mengandung pengertian bahwa informasi tersedia sebelum kehilangan kemampuannya untuk memperngaruhi atau membuat perbedaan dalam keputusan. Dengan demikian informasi dapat menjadi tidak relevan apabila tidak tersedia pada waktu yang dibutuhkan.

  Melihat pentingnya jangka waktu penyelesaian audit atas laporan keuangan, disebut audit lag, sebagai faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan sekaligus nilai informatif laporan keuangan bagi para pengguna laporan keuangan, penulis beranggapan bahwa audit lag merupakan suatu objek yang masih perlu diteliti lebih lanjut.

  Hingga tahun 2012, penelitian mengenai audit lag telah banyak dilakukan oleh banyak peneliti di berbagai negara, terutama mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi lamanya audit lag.

  Di Malaysia, Ahmad dan Kamarudin (2003:5) menemukan bahwa audit

delay di Malaysia dipengaruhi oleh atribut perusahaan maupun auditor.Ahmad

Kamarudin melakukan penelitian mengenai audit lag terhadap 100 perusahaan

yang terdaftar di Kuala Lumpur Stock Exchange selama periode tahun 1996 –

2000. Atribut perusahaan yang terbukti mempengaruhi audit delay adalah

kelompok industri emiten, kinerja perusahaan, adanya extraordinary item, opini

audit yang diterima, periode akuntansi, dan proporsi hutang. Penelitian tersebut

menyimpulkan bahwa audit lag semakin lama pada : (1) Perusahaan Industri Non

Keuangan (2) Perusahaan yang menerima Opini audit Wajar tanpa pengecualian

(3) Perusahaan yang memiliki akhir periode pelaporan keuangan selain 31

desember (4) Perusahaan yang di audit oleh kantor akuntan publik non the big

four , (5) Perusahaan yang menghasilkan earnings negatif, dan (6) Memiliki resiko

yang lebih tinggi.

  Hossain dan Taylor (1998:12) menemukan bahwa audit delay di Pakistan

sangat dipengaruhi oleh bentuk perusahaan (perusahaan multinasional dan

bukan). Penelitian tentang audit delay telah banyak dilakukan untuk menentukan

faktor yang memengaruhi audit delay baik dari aspek perusahaan (auditee)

maupun dari aspek auditor. Penelitian-penelitian tersebut pada umumnya

mengukur audit delay dengan jumlah hari antara tanggal laporan keuangan dan

tanggal laporan audit.

  Oleh karena itu melalui penelitian ini penulis Penulis tertarik untuk meneliti kembali apakah hasil penelitian tersebut relevan bila diterapkan pada laporan keuangan auditan dn kemudian hendak menguji faktor – faktor yang mempengaruhi audit report lag pada perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2010 - 2012 karena perusahaan ini mendominasi perusahaan yang listing di BEI sehingga sampel yang akan digunakan lebih banyak.

  Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk melanjutkan penelitian terdahulu, dan laporannya akan dituangkan dalam sebuah karya tulis ilmiah berbentuk skripsi dengan judul Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Audit Report Lag Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

1.2. Perumusan Masalah

  Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah adalah sebagai berikut:

  1. Apakah Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Kompleksitas Perusahaan, Kualitas Audit, Opini Audit, dan Umur Perusahaan berpengaruh secara parsial terhadap audit report lag?

  2. Apakah Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Kompleksitas Perusahaan, Kualitas Audit, Opini Audit, dan Umur Perusahaan berpengaruh secara simultan terhadap audit report lag?

1.3. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap audit report lag.

  2. Untuk mengetahui pengaruh Profitabilitas terhadap audit report lag.

  3. Untuk mengetahui pengaruh Kompleksitas Perusahaan terhadap audit report lag.

  4. Untuk mengetahui pengaruh Kualitas Audit terhadap audit report lag.

  5. Untuk mengetahui pengaruh Opini Audit terhadap audit report lag.

  6. Untuk mengetahui pengaruh Umur Perusahaan terhadap audit report lag.

  7. Untuk mengetahui Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Komplesitas Perusahaan, Kualitas Audit, Opini Audit, dan Umur Perusahaan secara bersama terhadap audit report lag.

1.4. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, diantaranya :

  1. Bagi Penulis Penelitian ini menambah pengetahuan dan wawasan penulis khususnya mengenai pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap audit report lag.

  2. Bagi Akademisi Penelitian ini memberikan informasi dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan terutama penelitian yang berkaitan dalam mengurangi audit report lag

  3. Bagi Kantor Akuntan Publik Penelitian ini dapat menjadi referensi tambahan dalam usaha meningkatkan efesiensi dan efektivitas pelaksanaan audit melalui pengelolaan faktor – faktor yang dapat mempengaruhi audit report lag sehingga lamanya audit lag dapat dikurangi dan dapat meningkatkan ketepatan waktu publikasi laporan keuangan oleh perusahaan akuntan publik.

  4. Bagi Manajer Perusahaan Publik Penelitian ini diharapkan dapat memicu manajer untuk lebih meningkatkan ketepatan waktu dalam menyajikan laporaan keuangan karena persahaan publik ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi di dalam melakukan penelitian cenderung lebih ketat diawasi oleh para investor dan institusi lain.

  5. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian sejenis serta menambah pengetahuan dengan memberikan gambaran dan bukti empiris mengenai audit report lag dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Dokumen yang terkait

1. Lahan Produktif dan Lahan Non Produktif - Status Dan Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (Fma) Pada Lahan Produktif Dan Lahan Non Produktif

0 1 10

BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1 Desain - Hubungan Citra Tubuh Dengan Perilaku Makan Pada Remaja Putri

1 0 23

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kebutuhan nutrisi pada anak remaja putri - Hubungan Citra Tubuh Dengan Perilaku Makan Pada Remaja Putri

0 0 12

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI SUAKA POLITIK A. Pengertian Suaka dan Politik - Status Negara Dalam Menerima Para Pencari Suaka Politik Dalam Kasus Edward Snowden Mantan Agen Cia (Central Intelligence Agency)

0 1 16

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Status Negara Dalam Menerima Para Pencari Suaka Politik Dalam Kasus Edward Snowden Mantan Agen Cia (Central Intelligence Agency)

0 0 16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Selulosa Asetat dari Kulit Buah Kakao Kapasitas 1.000 Ton/Tahun

0 0 12

BAB 2 LANDASAN TEORI - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa dengan Menggunakan Metode Analisis Jalur (Studi Kasus FMIPA USU)

0 0 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Defenisi Penilaian Usia Kehamilan - Penilaian Usia Kehamilan Bayi yang Dilahirkan Secara Seksio Sesarea Menggunakan Skor Ballard di Rumah Sakit Muhammadiyah Medan Periode Tahun 2013 sampai April 2014

0 0 21

LAMPIRAN 1 POPULASI DAN SAMPEL PERUSAHAAN MANUFAKTUR No Kelompok Perusahaan Kode Perusahaan Kriteria S 1 2 3 4

0 0 16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Laporan Keuangan - Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Audit Report Lag Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (2010-2012)

0 0 22