PEMANFAATAN LIMBAH PEREBUSAN IKAN TERI (Stolephorus spp.) SEBAGAI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

ABSTRAK

PEMANFAATAN LIMBAH PEREBUSAN IKAN TERI (Stolephorus spp.)
SEBAGAI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

Oleh
Dian Yuni Marita

Ikan nila (Oreochromis niloticus) banyak dibudidayakan di Indonesia dan
memiliki nilai ekonomis penting. Salah satu faktor penting dalam budidaya ikan
nila adalah pakan yang merupakan bagian terbesar dari biaya operasional.
Tingginya harga pakan komersial karena mahalnya tepung ikan menjadi kendala
bagi para pembudidaya. Untuk mengatasinya dicari alternatif bahan baku lokal,
salah satunya adalah tepung limbah perebusan ikan teri yang potensinya besar di
Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pakan dengan
bahan baku lmbah perebusan ikan teri, serta untuk mengamati aplikasinya sebagai
pakan ika nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4
perlakuan dan 3 kali ulangan A (tepung ikan 80% dan tepung limbah ikan teri
20%), B (tepung ikan 60% dan tepung limbah ikan teri 40%), C (tepung ikan 40%
dan tepung limbah 60%), D (tepung ikan 20% dan tepung limbah ikan teri 80%).
Parameter yang diamati adalah pertumbuhan, retensi protein, feed convertion ratio
(FCR), dan survival rate (SR). Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik dengan
pertumbuhan dan retensi protein tinggi, sedangkan nilai FCR rendah. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa tepung limbah perebusan ikan teri mampu
menggantikan tepung ikan sebagai bahan baku pakan ikan nila.

Kata kunci: ikan nila, ikan teri, limbah perebusan, pakan

ABSTRACT

THE UTILIZATION OF BOILING WASTE OF ANCHOVIES (Stolephorus sp.)
AS FEED OF TILAPIA (Oreochromis niloticus)

By
Dian Yuni Marita

Tilapia (Oreochromis niloticus) is widely cultivated in Indonesia and it has an high
economic value. One important factor in tilapia farming is availability of feed in
sufficient quantity. One of problem in culture is the high price of commercial feed
which caused of high price of fish meal. It’s need a local raw materials such as the
boiling waste of anchovies production which has great potential in Lampung. The aims
of this study to investigate the characteristics of anchovies waste flour as raw material
of feed, and to monitoring growth of tilapia. Using a completely randomized design
with 4 treatments and 3 replications; A (80% fish meal and flour waste of anchovies
20%), B (60% fish meal and flour waste of anchovies 40%), C (40% fish meal and
waste flour of anchovies 60%), D (20% fish meal and flour waste anchovies 80%). The
effectivity of feed was measured by quality of feed, specific growth, protein retention,
feed convertion ratio (FCR), and the survival rate (SR). Treatment C is the best
treatment which has high growth and retention of protein, whereas the FCR value is
low. The results of this study indicate that the boiling waste flour of anchovies is able to
replace fish meal as feed ingredients of tilapia.

Keywords: anchovies, boiling waste, feed, tilapia

PEMANFAATAN LIMBAH PEREBUSAN IKAN TERI
(Stolephorus spp.) SEBAGAI PAKAN IKAN NILA
(Oreochromis niloticus)

Oleh

DIAN YUNI MARITA

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PERIKANAN
Pada
Jurusan Budidaya Perairan
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015

RIWAYAT HIDUP

Dian Yuni Marita dilahirkan pada tanggal 02 Juni 1992 di Bandar
Lampung. Penulis merupakan anak pertama dari dua bersaudara,
putri dari pasangan Bapak Iman Djumiran dan ibu Endang
Suciningsih.
Penulis menyelesaikan Pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK Immanuel Bandar
Lampung pada tahun 1998, kemudian melanjutkan pendidikan Sekolah Dasar di SD
Immanuel Bandar Lampung dan lulus pada tahun 2004. Selanjutnya penulis
menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP Immanuel Bandar
Lampung pada tahun 2007, kemudian melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas
di SMAN 3 Bandar Lampung dan lulus pada tahun 2010, dan terdaftar sebagai
mahasiswi Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung melalui
jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Selama menjadi mahasiswa, penulis pernah menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa
Budidaya Perairan Unila (Hidrila) sebagai anggota bidang kerohanian tahun 2011/2012
dan sebagai anggota bidang Kewirausahaan pada tahun 2012/2013. Penulis juga pernah
menjadi asisten dosen mata kuliah Biologi Perairan pada tahun 2012/2013, asisten
praktikum Teknologi Budidaya Pakan Hidup pada tahun 2013/2014 dan asisten
praktikum Fisiologi Hewan Air pada tahun 2014/2015.

Pada akhir Juni 2013 penulis melaksanakan Praktik Umum (PU) di Taman Mini
Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Jakarta Timur dengan judul “Pembenihan Ikan Black
Ghost (Apteronotus albifrons) di Dunia Air Tawar-TMII”. Penulis Melaksanakan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ketang Kecamatan Kalianda Kelurahan Way Urang
Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2014.
Tahun 2015, penulis menyelesaikan tugas akhirnya dengan menulis skripsi yang
berjudul “Pemanfaatan Limbah Perebusan Ikan Teri (Stolephorus spp.) sebagai Pakan
Ikan Nila (Oreochromis niloticus)”.

PERSEMBAHAN
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat
dan karunia-Nya, kupersembahkan karya tulis ilmiah ini sebagai tanda
bakti dan ucapan terimakasih kepada:
♥ Ayah dan Ibuku tercinta (Iman Djumiran dan Endang Suciningsih) ♥
Yang dengan curahan kasih sayangnya telah membesarkan dan mendidikku.
Yang dengan tulus dan ikhlas selalu mendo’akan dan menyemangatiku.
Terimakasih atas do’a yang tak henti, dukungan moral dan material,
pengorbanan, motivasi, dan nasehat yang telah diberikan kepadaku.
♥ Adikku tersayang (Diana Octavia)♥
Yang selalu memberikan semangat dan tak lelah mendoakan keberhasilanku
♥ Para Sahabat yang selalu memberikan motivasi dan kebahagiaan di harihariku, Terimakasih atas doa dan dukungan yang telah kalian berikan♥

Dan Almamater tercinta “Universitas Lampung”

MOTTO
Your life is a collection of your choice. The choice you make in each moment makes up the
quality of your life~
(Anonymous)

You have brains in your head. You have feet in your shoes. You can steer yourself any
direction you choose. You're on your own. And you know what you know. And YOU are
the one who'll decide where to go~
(Dr. Seuss)

Put your future in good hands- your own~
(Anonymous)

Always pray and never give up~
(Luke 18:1)

SANWACANA

Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul
“Pemanfaatan Limbah Perebusan ikan Teri (Stolephorus spp.) sebagai pakan ikan
nila (Oreochromis niloticus)”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Perikanan di Universitas Lampung.
Selama proses penyelesaian skripsi, penulis telah memperoleh banyak bantuan
dari berbagai pihak. Maka dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan
terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ayah dan Ibu tercinta untuk setiap motivasi, kasih sayang, materi, dan tetes
keringat yang selalu menjadi semangat dalam setiap langkah kakiku serta do’a
yang tak pernah lelah dipanjatkan demi keberhasilanku sampai pada tahap ini.
2. Adikku Diana Octavia untuk setiap doa, keceriaan, dan kebersamaan, kita
yang menjadi motivasi terbesar dalam hidupku.
3. Bapak Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S, selaku dekan Fakultas Pertanian
Universitas Lampung.
4. Ir. Siti Hudaidah, M.Sc., selaku Ketua Program Studi Budidaya Perairan
Universitas Lampung.
5. Bapak Ir. Suparmono, M.T.A. selaku dosen pembimbing akademik yang
memberikan motivasi dan saran selama penulis aktif dalam perkuliahan.

6. Bapak Mahrus Ali, S.Pi., M.P., selaku dosen Pembimbing Utama yang telah
membimbing dengan penuh keuletan dan kesabaran dari awal hingga
selesainya skripsi ini serta memberi motivasi yang besar.
7. Ibu Ir. Siti Hudaidah, M.Sc., selaku dosen Pembimbing Kedua yang
membimbing dengan penuh semangat dan kesabaran sehingga skripsi ini
menjadi semakin baik.
8. Ibu Esti Harpeni, S.T, M.App.Sc selaku dosen Pembahas yang memberikan
saran-saran yang membangun.
9. Seluruh dosen dan karyawan Fakultas Pertanian, khususnya Program Studi
Budidaya Perairan .
10. Laboratorium THP Politeknik Negeri Lampung dan Laboratorium Institut
Pertanian Bogor
11. Teman-teman seperjuangan menyelesaikan skripsi: Aan Fahrizki, Ali Ansori,
Ahmad Jumaidi, Anggi tri Satria, Assovaria, Baihaqi, Dio Sandi, Hermawan,
M. Pebriansyah, Nikky Atiastari, Rudi Irawan, Shoffan, Soma Romadhoni,
Windi Pratiwi dan Yuti Kardin, terimakasih untuk saran, perhatian,
kebersamaan, dan semangat yang teman-teman berikan.
12. Sahabat-sahabat terbaikku: Aditya Kurniawan, Duma Oktoryna P., Dwi Risca,
Friska Pakpahan, Mauli Selvia, Meidian Fauzi, Safrina, dan Vina Olivia.
Terimakasih untuk semua dukungan, keceriaan, kebahagiaan, dan kesedihan
yang telah dilalui bersama. Semoga keharmonisan ini masih tetap terjaga
hingga kita menemukan masa depan kita masing-masing kelak.
13. Sahabat seperjuangan Erwin Wijaya yang selalu memberikan semangat dan
meluangkan waktunya disaat penulis susah maupun senang. Terimakasih atas
kebersamaan selama penulis menjadi mahasiswa sampai terselesaikannya
skripsi.

14. Rekan-rekan yang turut membantu saat penelitian dan penyelesaian skripsi :
Ardiansyah, Ahmad Jumaidi, Jauari, Dio Sandi.K, dan Dwi Angga Kusuma
serta rekan-rekan lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
15. Teman-teman seperjuangan angkatan 2010, terimakasih atas kesolidan,
keceriaan dan kebersamaan selama ini.
16. Seluruh warga budidaya perairan angkatan 2007, 2008, 2009, 2011, 2012,
2013 sampai 2014.

Bandar Lampung, Maret 2015
Penulis,

Dian Yuni Marita

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL ..........................................................................................

iii

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................

iv

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................

v

1. PENDAHULUAN
1.1
1.2
1.3
1.4
1.5

Latar Belakang ....................................................................................
Tujuan ..................................................................................................
Manfaat Penelitian ...............................................................................
Kerangka Pemikiran ..........................................................................
Hipotesis ..............................................................................................

1
2
2
3
5

II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Biologi, Habitat dan Kebiasaan Makan Ikan Nila ...............................
2.2 Limbah .................................................................................................
2.2.1 Limbah Perebusan Ikan Teri .....................................................
2.2.2 Kandungan Nutrisi Ikan Teri ....................................................
2.3 Kebutuhan Nutrisi Ikan Nila ................................................................
2.4 Pertumbuhan ........................................................................................
2.5 Rasio Konversi Pakan ..........................................................................
2.6 Retensi Protein ....................................................................................
2.7 Tingkat Kelangsungan Hidup .............................................................
2.8 Kandungan Nutrisi Pakan ....................................................................
2.9 Bahan Pembuatan Pakan ......................................................................
2.9.1 Tepung Ikan ...............................................................................
2.9.2 Tepung Kedelai .........................................................................
2.9.3 Tepung Jagung ...........................................................................
2.9.4 Tepung Terigu ...........................................................................
2.9.5 Premix .......................................................................................

6
8
9
10
11
12
12
13
13
14
16
16
16
17
17
17

i

III. METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat ...............................................................................
3.2 Alat dan Bahan .....................................................................................
3.2.1 Alat Penelitian ..........................................................................
3.2.2 Bahan Penelitian ......................................................................
3.3 Rancangan Penelitian ...........................................................................
3.4 Persiapan Penelitian .............................................................................
3.5 Pelaksanaan .........................................................................................
3.6 Pengamatan .........................................................................................
3.6.1 Uji Proksimat Pakan ..................................................................
3.6.2 Pertumbuhan Berat Mutlak ........................................................
3.6.3 Laju Pertumbuhan Harian .........................................................
3.6.4 Tingkat Kelangsungan Hidup ...................................................
3.6.5 Rasio Konversi Pakan ................................................................
3.6.6 Retensi Protein ..........................................................................
3.6.7 Kualitas Air ...............................................................................
3.7 Analisis Data .......................................................................................

18
18
18
18
19
21
22
23
23
23
24
24
24
25
25
25

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian ....................................................................................
4.1.1 Kualitas Pakan .............................................................................
4.1.2 Pertumbuhan Berat Mutlak .........................................................
4.1.3 Kelangsungan Hidup ...................................................................
4.1.4 Rasio Konversi Pakan .................................................................
4.1.5 Retensi Protein ............................................................................
4.1.6 Kualitas Air .................................................................................
4.2 Pembahasan ...........................................................................................
4.2.1 Kualitas Pakan .............................................................................
4.2.2 Pertumbuhan Berat Mutlak .........................................................
4.2.3 Kelangsungan Hidup ...................................................................
4.2.4 Rasio Konversi Pakan .................................................................
4.2.5 Retensi Protein ............................................................................
4.2.6 Kualitas Air .................................................................................
4.3 Analisis Usaha ........................................................................................

26
26
27
28
28
29
30
30
30
33
35
36
37
38
39

V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan ..........................................................................................
5.2. Saran .....................................................................................................

41
41

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1. Dosis pemberian pakan sesuai bobot tubuh ...............................................

7

2. Komposisi Nilai Gizi Ikan Teri (Stolephorus spp.) per 100 gram ...............

10

3. Kebutuhan Nutrisi Ikan Nila .....................................................................

11

4. Formulasi yang digunakan Selama Penelitian ............................................

20

5. Hasil Analisa Proksimat Pakan Uji ............................................................

26

6. Data kualitas Air selama penelitian ...........................................................

30

iii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1. Hasil Uji Proksimat Limbah Perebusan Ikan Teri ........................................ 47
2. Roadmap Penelitian ................................................................................... 48
3. Penempatan Akuarium Selama Penelitian ................................................... 49
4. Prosedur Pembuatan Tepung Limbah Perebusan Ikan Teri .......................... 50
5. Prosedur Pembuatan Pakan Ikan.................................................................. 51
6. Prosedur Analisis Proksimat ........................................................................ 52
7. Tabel Data Pertumbuhan Berat Mutlak ........................................................ 57
8. Tabel RAL dan Analisis Ragam Pertumbuhan Berat Mutlak ....................... 58
9. Tabel Data Feed Convertion Ratio .............................................................. 60
10. Tabel RAL dan Analisis Ragam Feed Convertion Ratio ............................ 61
11. Tabel Data Retensi Protein ........................................................................ 63
12. Tabel RAL dan Analisis Ragam Retensi Protein........................................ 65
13. Analisis Usaha Ikan Nila ........................................................................... 67
14. Dokumentasi Kegiatan Selama Penelitian ................................................. 72

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1. Kerangka Pikir Penelitian ............................................................................

4

2. Ikan Nila ....................................................................................................

7

3. Limbah Perebusan Ikan Teri ....................................................................... 10
4. Grafik Pertumbuhan Berat Mutlak Ikan Nila ............................................... 27
5. Grafik Laju Pertumbuhan Harian Ikan Nila ................................................. 28
6. Grafik Rasio Konversi Pakan Ikan Nila ....................................................... 29
7. Grafik Retensi Protein Ikan Nila ................................................................. 29

iv

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Pulau Pasaran merupakan sentra usaha kecil dan menengah pengolahan
ikan teri setengah kering. Salah satu tahapan kegiatan dalam pengolahan teri yaitu
proses perebusan ikan teri. Proses perebusan ikan teri banyak menghasilkan
limbah sisa-sisa perebusan ikan teri berupa padatan yang kurang dimanfaatkan
oleh masyarakat. Produksi ikan teri di Pulau Pasaran mencapai 57,6 ton per bulan
dan limbah perebusan ikan teri berkisar 5% atau setara dengan 2,9 ton per bulan.
Berdasarkan hasil uji proksimat tepung limbah perebusan ikan teri (Lampiran 1)
memiliki kandungan protein 26,18%, kadar karbohidrat 10,30%, kadar lemak
5,39%, kadar abu 47,46%, kadar air 8,13%, dan kadar serat kasar 2,54%.
Kandungan protein sebesar 26,18% tersebut membuat limbah perebusan ikan teri
sangat potensial untuk dijadikan sumber protein hewani dalam pakan buatan.
Penambahan tepung limbah perebusan ikan teri dalam pakan diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan protein ikan air tawar yang berkisar antara 25-50%, salah
satunya ikan nila (Lovell, 1989).
Ikan nila (Oreochromis niloticus) banyak dibudidayakan di Indonesia dan
memiliki nilai ekonomis penting. Berdasarkan data statistik dari Kementerian
Kelautan dan Perikanan (2013), pada tahun 2012 produksi ikan nila mencapai
695.063 ton, dan pada tahun 2013 mencapai 1.110.810 ton. Sedangkan produksi

1

ikan nila di Provinsi Lampung pada tahun 2010 mencapai 5.727 ton (KKP, 2012).
Produksi ikan nila yang terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya
membutuhkan ketersediaan pakan yang cukup tinggi. Tingginya biaya produksi
dalam usaha budidaya ikan

yang mencapai 60-70% (Sahwan, 2003)

membutuhkan alternatif bahan baku pakan selain tepung ikan, salah satunya yang
dapat dimanfaatkan adalah limbah perebusan ikan teri sebagai sumber protein
hewani aternatif yang dapat mencukupi kebutuhan protein ikan nila yang berkisar
antara 20-35% (Muchlisin, 2013). Pemanfaaatan limbah perebusan ikan teri
sebagai sumber protein hewani diharapkan dapat menekan biaya produksi pakan
untuk ikan nila dan meningkatkan nilai ekonomi dari limbah tersebut.

1.2 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini yaitu:
1. Menganalisis kandungan nutrisi pakan dengan bahan baku tepung limbah
perebusan ikan teri.
2. Mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan bahan baku tepung limbah
perebusan ikan teri terhadap laju pertumbuhan (growth rate),

tingkat

kelangsungan hidup (survival rate), rasio konversi pakan (feed convertion
ratio), dan retensi protein pada ikan nila (Oreochromis niloticus).

1.3 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai
pengaruh pemanfaatan limbah rebusan ikan teri untuk pakan ikan nila
(Oreochromis niloticus) terhadap laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, rasio

2

konversi pakan dan retensi protein. Selain itu, diharapkan dapat menghasilkan
pakan yang ekonomis sehingga akan mengurangi biaya produksi dalam kegiatan
budidaya.

1.4 Kerangka Pikir
Ikan teri merupakan spesies ikan yang selalu tertangkap hampir sepanjang
tahun di Pulau Pasaran sehingga memiliki potensi dengan rata-rata hasil produksi
yang tinggi. Dalam proses pengolahannya didapatkan hasil limbah dari perebusan
ikan teri yang belum dimanfaatkan secara optimal, biasanya hanya dibuang begitu
saja sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Pakan sangat berpengaruh dalam budidaya ikan nila secara intensif dan
merupakan bagian terbesar dari biaya operasional. Tingginya harga pakan
komersial karena mahalnya tepung ikan dapat diatasi dengan mencari bahan baku
yang harganya lebih murah, ketersediaannya melimpah, dan memiliki kandungan
protein cukup tinggi sebagai bahan baku pakan ikan.
Berdasarkan hasil uji proksimat yang dilakukan di Laboratorium
Politeknik Negeri Lampung (2014), tepung limbah perebusan ikan teri memiliki
kandungan protein sebesar 26,18%. Apabila limbah tersebut dijadikan sumber
protein dalam pakan buatan maka dapat mencukupi kebutuhan protein ikan nila
yang berkisar antara 20-35%, sehingga kebutuhan tepung ikan sebagai bahan baku
pakan dapat ditekan. Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan tepung limbah
perebusan ikan teri dalam pakan ikan nila, dilakukan pengukuran terhadap laju
pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, dan

retensi

protein pada ikan nila (Oreochromis niloticus) (Gambar 1).

3

Potensi limbah perebusan
ikan teri 2,9 ton per bulan
Dilakukan uji
proksimat

Diketahui
kandungan
protein (26%)

Pemanfaatan sebagai
tepung limbah Perebusan
Ikan Teri

Menurunkan
jumlah limbah

Sumber protein hewani

Ikan Herbivora

Ikan Omnivora
Pakan Ikan Nila

- Laju Pertumbuhan
(growth rate)
- Kelangsungan hidup
(survival rate)
- Rasio konversi pakan
(feed convertion ratio)
- Retensi Protein
(protein retention)

Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian

4

1.5 Hipotesis
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
H0 =

i = 0 : tidak ada pengaruh proporsi tepung limbah perebusan ikan teri
dan tepung ikan pada pakan buatan terhadap laju pertumbuhan,
tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, dan retensi
protein pada ikan nila (Oreochromis niloticus).

H1 =

i ≠ 0 : minimal ada satu proporsi tepung limbah perebusan ikan teri dan
tepung ikan pada pakan buatan yang berpengaruh terhadap laju
pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan,
dan retensi protein pada ikan nila (Oreochromis niloticus).

5

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Biologi, Habitat dan Kebiasaan Makan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Klasifikasi ikan nila menurut Trewavas (1982) adalah sebagai berikut :
Filum : Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas : Osteichthyes
Subkelas: acanthoptherigi
Ordo : Percomorphi
Subordo : Percoidea
Famili : Cichilidae
Genus : Oreochromis
Spesies : Oreochromis niloticus
Bentuk tubuh ikan nila pipih yaitu lebar tubuhnya lebih kecil daripada
panjang tubuh, memanjang dan ramping. Matanya besar, menonjol dan bagian
tepinya berwarna putih, dengan sisik berukuran besar (Gambar 2). Jumlah sisik
pada gurat sisi jumlahnya 34 buah. Berdasarkan jenis siripnya, ikan nila memiliki
sirip punggung (dorsal fin), sirip ekor (caudal fin), sirip anal (anal fin), sirip perut
(ventral fin), dan sirip dada (pectoral fin), serta linea literalis yang lengkap dan
tidak terputus (Affandi et al., 1992).

6

Gambar 2. Ikan Nila

Ikan nila hidup di perairan tawar seperti sungai, danau, waduk dan rawa,
tetapi karena toleransinya yang luas terhadap salinitas sehingga ikan ini dapat pula
hidup dan berkembang biak di perairan payau dan air laut. Ikan nila memiliki
respon yang luas terhadap pakan dan memiliki sifat omnivora sehingga bisa
mengkonsumsi makanan berupa hewan dan tumbuhan (Kordi, 2004).
Produksi ikan nila yang maksimal memerlukan pemeliharaan yang intensif
dengan pemberian pakan tambahan berupa pellet. Pellet yang diberikan untuk
ikan nila harus diimbangi dengan kenaikan berat ikan secara ekonomis, sehingga
akan lebih baik apabila bahan pakan yang diberikan berstatus limbah namun
masih memenuhi kebutuhan gizi ikan nila.
Adapun feeding rate (FR) pellet yang diberikan untuk benih ikan nila yaitu
sebanyak 3-5% dari total biomassa ikan dengan kandungan protein antara 2025%, lemak 6-8%, pellet yang diberikan bisa berupa pellet crumble ataupun pellet
utuh disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Ikan nila berukuran 5-20 gram/ekor
membutuhkan pakan sebanyak 4-6 % dari bobot tubuh/hari, sedangkan ikan yang
berukuran 100-200 gram cukup diberi pakan 2-2,5 dari bobot tubuh/hari (Tabel
1).

7

Tabel 1. Dosis pemberian pakan sesuai bobot tubuh
Dosis pemberian pakan
(% bobot tubuh/hari)
1-5
7-10
5-20
4-6
20-100
2,5-4
100-200
2-2,5
200-400
1,5-2
Sumber: Popma and Lovshin (1994)
Bobot tubuh (g)

2.2 Limbah
Limbah adalah bahan sisa atau buangan yang dihasilkan dari suatu
kegiatan dan proses produksi. Jenis-jenis limbah bermacam-macam, dari zat
pembentuknya, bentuk fisiknya dan sifat berbahayanya. Oleh karena itu, perlu
dilakukan pengelolaan limbah yang mempunyai tujuan untuk mencegah,
menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, memulihkan kualitas
lingkungan tercemar, dan meningkatkan kemampuan dan fungsi kualitas
lingkungan (Soenarno, 2011).
Produksi perikanan laut Indonesia dari tahun-ke tahun semakin meningkat
dan berkembang. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa setiap musim
masih terdapat antara 25-30% hasil tangkapan ikan laut yang akhirnya harus
menjadi sisa atau ikan buangan yang disebabkan karena berbagai hal. Selain itu,
selama pengolahan ikan, masih banyak bagian-bagian dari ikan, baik kepala, ekor,
maupun bagian-bagian yang tidak dimanfaatkan dibuang (Oktafrina, 2012).
Sisa ikan dalam bentuk buangan dan bentuk-bentuk lainnya berjumlah
cukup banyak, apalagi kalau ditambah dengan jenis-jenis ikan lainnya yang
tertangkap tetapi tidak mempunyai nilai ekonomi. Ikan-ikan sisa dan yang
terbuang tersebut secara langsung maupun tidak langsung banyak membawa
masalah lingkungan di kawasan pesisir, minimal dalam bentuk gangguan terhadap
8

kebersihan, sanitasi dan kesehatan lingkungan. Dengan konsentrasi dan kuantitas
tertentu, limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi
kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah
(Ginting, 2009).

2.2.1 Limbah Perebusan Ikan Teri
Pemanfaatan limbah sebagai bahan pakan ikan merupakan alternatif dalam
upaya meningkatkan ketersediaan bahan baku dalam pembuatan pakan buatan.
Salah satu limbah perikanan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan
dalam penelitian ini adalah sisa perebusan ikan teri.
Perebusan merupakan salah satu proses dalam pengolahan ikan teri. Proses
pengolahan ikan teri dapat dilakukan di atas kapal atau di darat. Pengolah lebih
memilih merebusnya di atas kapal, karena produk menjadi lebih baik mutunya
seperti putih bersih, tidak mudah patah dan kesegarannya dapat bertahan lebih
lama. Di atas kapal, proses perebusan dilakukan diatas kompor, suhu yang
digunakan sekitar 90-950 C (Rahayu, 2012).
Perebusan ikan teri menghasilkan sisa-sisa dari rontokan ikan teri yang
mengalami pemanasan berupa limbah padat yang berair (Gambar 3) . Limbah
perebusan ikan teri merupakan sumber protein hewani yang memiliki nilai nutrisi
cukup tinggi, selain itu limbah dari perebusan ikan teri tersebut belum
termanfaatkan dengan baik, sehingga ketersediaannya dalam jumlah besar relatif
melimpah. Limbah perebusan ikan teri sangat potensial untuk dijadikan bahan
baku pembuatan pakan ikan karena kuantitasnya yang melimpah, serta kualitasnya
yang baik.

9

Gambar 3. Limbah Perebusan Ikan Teri
2.2.2. Kandungan Nutrisi Ikan Teri
Menurut Corden dan Thomas (1971), ikan teri mengandung protein dan
mineral yang cukup tinggi sedangkan vitamin dan lemaknya rendah jika
dibandingkan dengan ikan laut lainnya. Jumlah kalori yang dapat dihasilkan dari
100 gram daging ikan teri mencapai 74 kalori. Ikan teri juga mengandung vitamin
A, vitamin B, dan sumber mineral (Tabel 2).
Tabel 2. Kandungan Gizi Teri Segar dan Olahan
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Kandungan gizi
Energi (Kkal)
Protein (gram)
Lemak (gram)
Kalsium (mg)
Fosfor (mg)
Besi (mg)
Vitamin A (RE)
Vitamin B (RE)
Air (%)

Segar
77
16
1
500
500
1
47
0,05
80

Jenis Ikan Teri
Kering Tawar
331
68,7
4.2
2381
1500
23,4
62
0,1
16,7

Kering Asin
193
42
1,5
2000
300
2.5
0,01
40

Sumber : Syaifudin et al. (2008)

10

2.3 Kebutuhan Nutrisi pada Ikan Nila
Kebutuhan nutrisi ikan nila (Tabel 3) dalam usaha budidaya akan
terpenuhi dengan adanya pakan. Komponen nutrisi pakan yang berkontribusi
terhadap penyediaan materi dan energi tumbuh adalah protein, karbohidrat dan
lemak (Darwisito, 2008).

Tabel 3. Kebutuhan Nutrisi Ikan Nila
Nutrisi
Protein

Asam Amino Essensial
- Arginin
- Lisin
- Treonin
- Histidin
- Isoleusin
- Leusin
- Metionin
- Fenilalanin+ Tirosin
- Triptofan
- Valin
Lemak
Karbohidrat
Vitamin
Mineral

Stadia/Umur/ Ukuran
Larva
Juvenil
Semua ukuran

Semua ukuran
Semua ukuran
Semua ukuran
Semua ukuran

Kebutuhan (%)
35
25-30
20-35
4,2
5,1
3,8
1,7
3,1
3,4
3,2
5,5
1,0
2,8
6-8
25
0,5-10
< 0,9

Sumber : Sahwan (2003)

Kebutuhan akan protein dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya
adalah ukuran ikan, suhu air, kadar pemberian pakan, kandungan energi dalam
pakan yang dapat dicerna dan kualitas protein (Febriyanti, 2010).

11

2.4 Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran panjang dan berat dalam suatu
waktu. Pertumbuhan ikan sangat ditentukan oleh kualitas pakan dan juga oleh
kondisi tempat pemeliharaan. Kualitas pakan yang diberikan pada ikan
berhubungan dengan komponen nutrisi didalamnya, yaitu protein, karbohidrat,
lemak, serat, vitamin dan mineral. Pertumbuhan ikan bersifat autokatalik dimana
pada fase awal hidup ikan, pertumbuhannya berjalan dengan lambat dan
kemudian pertumbuhan berjalan dengan cepat. Pertumbuhan akan kembali
melambat setelah ikan mencapai titik maksimum pertumbuhan (Effendie, 1997).
Pertumbuhan ikan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pertumbuhan
mutlak dan pertumbuhan relatif. Pertumbuhan mutlak adalah penambahan ukuran
baik panjang, berat maupun volume dalam waktu tertentu. Sedangkan
pertumbuhan relatif adalah perbedaan ukuran pada akhir interval dengan ukuran
awal interval dibagi dengan ukuran pada awal interval (Effendie, 1997).
Pertambahan ukuran baik panjang atau bobot diukur dalam waktu tertentu dengan
selang waktu yang sama, yaitu satu minggu, sepuluh hari, dua minggu dan satu
bulan. Pertumbuhan ikan pada awal fase hidupnya mula-mula berjalan lambat
untuk sementara, tetapi kemudian pertumbuhan berjalan dengan cepat (autolitik).
Pertumbuhan akan kembali melambat pada umur tua (Effendie, 1997).

2.5 Rasio Konversi Pakan
Rasio konversi pakan adalah jumlah berat makanan yang dibutuhkan oleh
ikan sebanyak 20-25% yang digunakan untuk tumbuh atau menambah bobot
tubuh, selebihnya digunakan untuk energi dan sebagian yang tidak dapat dicerna
oleh ikan (Kusriani, 2012). Pascual (2009) menyebutkan bahwa semakin rendah

12

nilai konversi pakan, semakin baik karena jumlah pakan yang dihabiskan untuk
menghasilkan berat tertentu adalah sedikit. Tingkat efisiensi penggunaan pakan
pada ikan nila (Oreochiomis sp.) ditentukan oleh pertumbuhan dan jumlah pakan
yang diberikan. Keefisienan penggunaan pakan menunjukkan nilai pakan yang
dapat merubah menjadi pertambahan pada berat badan ikan (Uktolseja, 2008).
Efisiensi pakan dapat dilihat dari beberapa faktor dimana salah satunya adalah
rasio konversi pakan. Handajani (2008) menyatakan bahwa tingkat efisiensi
penggunaan pakan yang terbaik akan dicapai pada nilai perhitungan konversi
pakan terendah, dimana pada perlakuan tersebut kondisi kualitas pakan lebih baik
dari perlakuan yang lain.

2.6 Retensi Protein
Retensi protein merupakan gambaran dari banyaknya protein yang
diberikan yang dapat diserap dan dimanfaatkan untuk membangun dan
memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, serta dimanfaatkan oleh tubuh ikan
ditentukan oleh banyaknya protein yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh
tubuh ikan sebagai zat pembangun (Afrianto dan Liviawaty, 2005). Oleh karena
itu, agar metabolisme ikan dapat berjalan dengan normal, pakan yang diberikan
harus memiliki energi metabolisme dan memiliki kandungan protein yang cukup
tinggi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sel-sel tubuh yang baru.

2.7 Tingkat Kelangsungan Hidup
Tingkat kelangsungan hidup akan menentukan produksi ikan yang dipanen
dan erat kaitannya dengan ukuran ikan yang dipelihara. Kelangsungan hidup
benih ikan nila ditentukan oleh kualitas induk, kualitas telur, kualitas air maupun

13

perbandingan antar jumlah pakan dan kepadatannya (Effendie, 2004). Menurut
Wahyuningrum (2011), salah satu penyebab rendahnya tingkat kelangsungan
hidup suatu organisme dikarenakan padat tebar tinggi yang menyebabkan adanya
persaingan ruang gerak, oksigen dan makanan sehingga angka kematian menjadi
tinggi.

2.8 Kandungan Nutrisi Pakan
Pakan buatan adalah makanan bagi ikan yang dibuat dengan formulasi
tertentu berdasarkan kebutuhan nutrien ikan. Formulasi suatu pakan ikan harus
memenuhi kebutuhana nutrisi ikan yang dibudidayakan dalam hal kebutuhan
protein, lemak, dan karbohidrat (Watanabe, 1998). Oleh karena itu, dibutuhkan
suatu formulasi pakan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ikan sehingga
ikan dapat tumbuh dengan baik.
Protein merupakan kumpulan asam amino yang dihubungkan oleh ikatan
peptida (NRC, 1993). Ikan dapat menggunakan protein secara efesien sebagai
sumber energi. Selain itu, protein yang berfungsi untuk mempertahankan
metabolisme tubuh, seperti mengganti jaringan yang rusak dan membentuk
jaringan yang baru. Ikan yang kekurangan sumber protein, mengalami
pertumbuhan yang terhambat. Hal tersebut yang menyebabkan terjadinya
penurunan bobot ikan karena protein yang terkandung dalam jaringan tubuh ikan
dipecah kembali untuk mempertahankan fungsi jaringan tubuh yang lebih penting
(NRC, 1993).
Kebutuhan protein optimum bagi ikan sekitar 25-36%. Penggunaan protein
nabati dalam pakan dibatasi karena lebih sulit dicerna dibandingkan dengan
protein hewani. Protein nabati terbungkus oleh dinding selulose yang sukar

14

dicerna dan kandungan metioninnya rendah. Kandungan metionin dalam pakan
buatan dapat disuplai oleh tepung ikan. Pemberian nutrisi penghasil energi seperti
lemak dan karbohidrat dapat mengurangi penggunaan protein sebagai sumber
energi sehingga dapat menghemat penggunaan protein pakan (protein sparing
effect) (Gusrina, 2008).
Lemak dan minyak merupakan salah satu sumber energi dalam pakan ikan.
Lemak memiliki energi yang lebih besar dibandingkan dengan energi yang
terkandung dalam protein atau karbohidrat. Kadar lemak dalam pakan sebesar 5%
sudah mencukupi untuk kebutuhan ikan nila, apabila kadar lemak dalam pakan
ditingkatkan menjadi 12% akan memberi pengaruh berupa perkembangan
maksimal pada ikan nila (Webster, 2002).
Karbohidrat merupakan senyawa organik terbesar yang terdapat pada
tanaman, seperti:gula sederhana, amilum (tapioka), gum, dan zat-zatlain yang
berhubungan. Sumber karbohidrat seperti: tapioka, sagu, terigu, agar, dan gum
dapat juga digunakan sebagai perekat pakan untuk menjaga stabilitas kandungan
air pada pakan ikan (Irianto dan Giyatmi, 2002). Karbohidrat merupakan salah
satu sumber energi dalam makanan ikan untuk menghemat penggunaan protein
dan biasanya mengandung serat kasar.
Djajasewaka (1985), menyatakan bahwa ikan mempunyai keterbatasan
dalam mencerna serat kasar, sehingga kandungan serat kasar maksimal dalam
pakan disarankan hanya 8%. Serat kasar akan berpengaruh terhadap nilai
kecernaan protein. Serat kasar yang tinggi menyebabkan porsi ekskresi lebih
besar, dan menyebabkan semakin berkurangnya masukan protein yang dapat
dicerna (Cho, etal.1985). Setiap jenis ikan memiliki kemampuan yang berbeda
dalam mencerna karbohidrat. Karbohidrat pada pakan terdapat dalam bentuk
bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan serat kasar (Zoneveeldet al., 1991).

15

2.9 Bahan Pembuatan Pakan
Pakan buatan adalah makanan bagi ikan yang dibuat dengan formulasi
tertentu berdasarkan kebutuhan nutrien ikan. Komponen utama dalam pakan
diantaranya protein, lemak dan karbohidrat harus tercukupi dalam bahan baku
pembuatan ikan untuk kebutuhan energi dan pertumbuhan ikan (Haver, 1989).
Bahan-bahan dalam pakan buatan harus memenuhi syarat diantaranya memiliki
nila gizi yang tinggi, mudah dicerna, mudah didapat, mudah diolah, tidak
mengandung racun, harganya relatif murah dan tidak merupakan makanan pokok
bagi manusia (Afrianto, 2005).

2.9.1 Tepung Ikan
Tepung ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki
kandungan nutrisi cukup tinggi. Tepung ikan kaya akan asam amino, energi, asam
lemak, dan mineral juga mengandung atraktan yang dapat meningkatkan selera
makan ikan (Rumsey, 1993). Selain sebagai sumber protein, tepung ikan juga
merupakan sumber energi dan mineral yang dapat dicerna dengan baik oleh
sebagian besar ikan. Karena berbagai kunggulan inilah maka tepung ikan menjadi
mahal.

2.9.2 Tepung Kedelai
Biji kedelai mengandung asam amino lisin yang merupakan asam amino
paling esensial diantara asam amino lainnya. Kebutuhan ikan akan lisin sekitar
2% dari berat makanan (Mudjiman, 1984). Dalam pembuatan pakan ikan, kedelai

16

harus diubah ke dalam bentuk tepung agar memudahkan dalam proses
menghomogenkan bahan baku untuk formulasi nantinya.

2.9.3 Tepung Jagung
Tepung jagung digunakan sebagai bahan baku penghasil energi, tetapi
bukan sebagai bahan sumber protein, karena kandungan kadar protein yang
terdapat dalam tepung jagung rendah, yaitu 8,9% (Masyamir, 2001).

2.9.4 Tepung Terigu
Tepung terigu merupakan salah satu bahan perekat dalam pembuatan
pakan ikan.tepung terigu sering digunakan sebagai bahan perekat, karena apabila
tepung ini dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang kental. Dalam
pembuatan pakan, tepung terigu dapat digunakan sampai 10% dari seluruh bobot
ransum (Mudjiman, 1984).

2.9.5 Premix
Premix merupakan vitamin tambahan yang sudah diramu dan dikemas
untuk menghindari gangguan kurang vitamin dalam formulasi pakan. Selain
mengandung vitamin, premix juga mengandung mineral dan asam amino esensial
tertentu. Penggunaan premix dalam pakan buatan ikan diperlukan secukupnya
antara 1-2% saja (Mudjiman, 1984).

17

III. METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Budidaya Perairan
Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan September sampai Oktober
2014. Analisis proksimat dan retensi protein dilaksanakan di Laboratorium
Politeknik Negeri Lampung.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat Penelitian
Peralatan yang digunakan dalam penelitian antara lain bak penampungan,
wadah pemeliharaan berupa akuarium 60x40x40 cm3 sebanyak 12 buah, hammer
mill, pelleting, timbangan digital, scope net, tampah, baskom, gelas ukur, sendok,
nampan, plastik, instalasi aerasi, blower, toples, termometer, DO meter,
penggaris dan alat tulis.

3.2.2 Bahan Penelitian
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Ikan uji
Ikan uji adalah benih ikan nila yang berasal dari petani sebanyak 144 ekor
berukuran 3-5 cm dengan berat rata-rata 1 g/ekor.

2. Pakan uji
Pakan yang digunakan adalah pakan buatan berbahan baku tepung limbah
perebusan ikan teri, tepung ikan, tepung kedelai, tepung jagung, tepung terigu,
minyak ikan, minyak jagung, premix dan air.

3.3 Rancangan Penelitian
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan
Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan masing-masing
perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari pemberian
pakan dengan jumlah (proporsi) tepung limbah perebusan ikan teri dan tepung
ikan yang berbeda. Perlakuan tersebut adalah sebagai berikut:

Perlakuan A = 20% tepung ikan + 80% tepung limbah perebusan ikan teri
Perlakuan B = 40% tepung ikan + 60% tepung limbah perebusan ikan teri
Perlakuan C = 60% tepung ikan + 40% tepung limbah perebusan ikan teri
Perlakuan D = 80% tepung ikan + 20% tepung limbah perebusan ikan teri
Perlakuan E = Pakan komersil (Kontrol Positif)

Pada proses pembuatan pakan buatan, formulasi pakan ditentukan
berdasarkan bahan baku pakan dan hasil analisis proksimat bahan dasar pakan.
Komposisi bahan baku pakan disajikan pada Tabel 4.

19

Tabel 4. Formulasi pakan yang digunakan selama penelitian
Pakan (gram)
Bahan Pakan
A

B

C

D

E

Tepung ikan
Tepung limbah
Perebusan ikan teri
Tepung kedelai
Tepung jagung
Tepung terigu
Minyak ikan
Minyak jagung
Premix

56
224

112
168

168
112

224
56

-

230
150
45
22,5
15
7,5

230
150
45
22,5
15
7,5

230
150
45
22,5
15
7,5

230
150
45
22,5
15
7,5

-

Jumlah

750

750

750

750

750

Model Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang digunakan adalah sebagai berikut :
Yija = µa +

ia + ∑ ija

Keterangan :
i

= Perlakuan Pakan A, B, C, dan D

j

= Ulangan 1, 2, 3

Yija = Nilai pengamatan dari komposisi tepung limbah perebusan ikan teri dan
tepung ikan yang berbeda ke-i terhadap kandungan nutrisi pakan pada
ulangan ke-j
µ a = Nilai tengah pengamatan
τ ia = Pengaruh komposisi tepung limbah perebusan ikan teri dan tepung ikan
yang berbeda ke-i terhadap kandungan nutrisi pakan
∑ ija = Pengaruh galat percobaan pada komposisi tepung limbah perebusan ikan
teri dan tepung ikan yang berbeda ke-i terhadap kandungan nutrisi pakan
pada ulangan ke-j

20

Yijb = µb +

ib + ∑ ijb

Keterangan :
i

= Perlakuan Pakan A, B, C, dan D

j

= Ulangan 1, 2, 3

Yijb = Nilai pengamatan dari pemberian pakan dengan persentase tepung limbah
perebusan ikan teri yang berbeda ke-i terhadap pertumbuhan pada ulangan
ke-j
µ b = Nilai tengah pengamatan
τ ib = Pengaruh pemberian pakan dengan persentase tepung limbah perebusan
ikan teri yang berbeda ke-i terhadap pertumbuhan pada benih ikan nila
∑ ijb =

Pengaruh galat percobaan pada pemberian pakan dengan persentase

tepung
limbah perebusan ikan teri yang berbeda ke-i terhadap pertumbuhan pada
ulangan ke-j

3.4 Prosedur Penelitian
3.4.1 Persiapan
Persiapan penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan tepung limbah
perebusan ikan teri, pembuatan pakan, persiapan wadah dan media, serta
persiapan ikan uji. Cara pembuatan tepung limbah perebusan ikan teri (Lampiran
3) yaitu limbah yang didapat dari pengolah teri dijemur hingga kering, dihaluskan
lalu diayak. Selanjutnya dilakukan uji proksimat terhadap tepung tersebut di
Laboratorium Politeknik Negeri Lampung.
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan ikan yaitu, tepung
limbah perebusan ikan teri dan bahan lainnya seperti tepung ikan, tepung kedelai,

21

tepung jagung, minyak ikan, minyak jagung, tepung terigu dan premix. Kemudian
dilakukan penimbangan dan pencampuran bahan-bahan pakan sesuai dengan
formulasi yang telah ditentukan. Setelah semua bahan tercampur hingga homogen
maka dilakukan pencetakan pakan (pellet), pengeringan dan penjemuran di bawah
sinar matahari (± 12 jam) dan pembentukan pakan sesuai dengan bukaan mulut
benih ikan nila. Selanjutnya dilakukan uji proksimat utuk mengetahui kandungan
nutrisi formulasi pakan untuk setiap perlakuan.
Persiapan wadah pemeliharaan meliputi pencucian dan pengeringan
akuarium, pengaturan letak wadah pemeliharaan, pengisian air dan penyiapan
aerasi sebagai penyuplai oksigen. Setiap akuarium diisi air setinggi 30 cm dan
diberi aerasi. Sebelum digunakan, air tersebut ditampung terlebih dahulu dan
diberi aerasi selama 24 jam. Persiapan ikan uji berupa benih ikan nila yang
selanjutnya diaklimatisasi selama 7 hari

dalam bak penampungan. Selama

aklimatisasi benih ikan nila diberi pakan berupa pakan komersial sebanyak 3 kali
dalam sehari kemudian 1 hari terakhir ikan dipuasakan bertujuan untuk
merangsang perlakuan pada pakan dan menghilangkan pakan yang masih tersisa
pada lambung ikan.

3.5 Pelaksanaan
Benih ikan nila ditebar sebanyak 12 ekor/akuarium dengan ukuran 1-2 g,
sebelumnya ikan uji diukur panjang dan berat awalnya terlebih dahulu.
Pemeliharaan dilakukan selama 50 hari dengan feeding rate (FR) 5% dari bobot
tubuh ikan nila. Tahap pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari yaitu pagi hari

22

pada pukul 08.00 WIB, siang hari pukul 13.00 WIB dan pada sore hari pukul
17.00 WIB.
Selama masa pemeliharaan dilakukan penyiponan kotoran atau sisa pakan
setiap pagi hari dan pergantian air sebanyak 20% dari total volume air di
akuarium. Pengukuran berat ikan nila dilakukan setiap 10 hari sekali untuk
mengetahui pertumbuhan bobot ikan nila. Pengukuran kualitas air dilakukan pada
awal, pertengahan, dan akhir pemeliharaan ikan nila. Kualitas air yang diukur
berupa suhu, oksigen terlarut (dissolved oxygen), dan amoniak (NH3).

3.6 Pengamatan
Selama penelitian berlangsung parameter yang diukur adalah kandungan
proksimat pakan, laju pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi
pakan, retensi protein dan kualitas air media pemeliharaan.

3.6.1 Uji Kimia Pakan (Proksimat)
Pakan yang telah dibuat diuji proksimat terlebih dahulu untuk mengetahui
kandungan protein, karbohidrat, air, abu, lemak dan serat kasar (Lampiran 6).

3.6.2 Pertumbuhan Berat Mutlak
Pertumbuhan berat mutlak adalah selisih berat total tubuh ikan pada akhir
pemeliharaan dan awal pemeliharaan. Pertumbuhan berat mutlak dapat dihitung
dengan menggunakan rumus Effendie (1997).
�� = �� − ��

Keterangan : Wm = Pertumbuhan berat mutlak (g)
Wt = Berat rata-rata akhir (g)
Wo = Berat rata-rata awal (g)

23

3.6.3 Laju Pertumbuhan Harian (Growth Rate)
Laju pertumbuhan harian dapat dihitung dengan rumus:
Growth Rate = Wt - W0
t
Keterangan : Wt : Berat rata-rata ikan pada hari ke-t (g)
W0 : Berat rata-rata ikan pada hari ke-0 (g)
t

: Waktu (hari)

3.6.4 Tingkat Kelangsungan Hidup (Survival Rate)
Tingkat kelangsungan hidup adalah perbandingan jumlah ikan yang
hidup dari awal hingga akhir pemeliharaan. SR dapat dihitung dengan rumus
(Effendi, 1997) :

Survival Rate = Nt x 100 %
No

Keterangan : SR : Tingkat kelangsungan hidup ikan (%)
Nt : Jumlah ikan akhir pemeliharaan (ekor)
No : Jumlah ikan awal pemeliharaan (ekor)
3.6.5 Rasio Konversi Pakan (Feed Convertion Ratio)
Rasio konversi pakan adalah jumlah pakan yang dibutuhkan untuk
menghasilkan satu kilogram daging. Djarijah (1995), FCR dapat dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
FCR

=

F
(Wt  Wd )  Wo
Keterangan : F

= Jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan (kg)

Wt = Biomassa akhir (kg)

24

Wo = Biomassa awal (kg)

3.6.6 Retensi Protein (Protein Retention)
Nilai retensi protein dihitung berdasarkan persamaan Takeuchi (1988) :

�� =
Keterangan:

�−�



%

F = Kandungan protein tubuh pada akhir pemeliharaan (g)
I = Kandungan protein pada awal pemeliharaan (g)
P = Jumlah protein yang dikonsumsi ikan (g)

3.6.7 Kualitas Air
Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian adalah suhu, pH,
oksigen terlarut (dissolved oxygen), dan amoniak (NH3). Parameter suhu, pH, dan
oksigen terlarut diukur setiap 10 hari sedangkan untuk amoniak diukur pada awal
dan akhir pemeliharaan.

3.7 Analisis Data
Pengaruh perlakuan terhadap parameter pengamatan dianalisis dengan
menggunakan analisis sidik ragam (Anova). Apabila hasil uji antar perlakuan
berbeda nyata maka akan dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan
selang kepercayaan 95%. Alur penelitian dapat dilihat pada road map Lampiran 2
*Pakan komersil tidak dilakukan uji Anova, hanya sebagai pembanding
.

25

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Perbedaan proporsi tepung limbah perebusan ikan teri dan tepung ikan dalam
pakan buatan berpengaruh terhadap kandungan nutrisi dalam pakan.
2. Pemanfaatan tepung limbah perebusan ikan teri dalam pakan berpengaruh
terhadap pertumbuhan ikan nila. Pakan dengan kandungan 40% TLPIT
memberikan pertumbuhan terbaik terhadap benih ikan nila, berdasarkan berat
mutlak, retensi protein, FCR dan kelangsungan hidup.

5.2 Saran
Dari penelitian ini dapat disimpulkan untuk dilakukan penelitian lanjutan
mengenai kajian pengaruh pemanfaatan tepung ikan dengan tepung limbah
perebusan ikan teri dalam pakan buatan pada spesies ikan yang berbeda.

1

DAFTAR PUSTAKA

Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak. Penerbit PT Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta.
Afebrata, D.R.2013. Penggunaan Tepung Onggok Singkong sebagai Bahan Baku
Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Skripsi. Fakultas Pertanian,
Universitas Lampung. Bandar lampung.
Affandi, R. D.S., Syafei. M.F,Rahardjo dan Sulistiono. 1992. Fisiologi Ikan. Pusat
Antar Universitas Ilmu Hayati. IPB. Bogor.
Ali, M., S. Hudaidah dan A.N. Daradjatun. 2014. Pemanfaatan Kepala Ikan Teri
Jengki (Stelophorus insularis) sebagai Bahan Substitusi Tepung Ikan
untuk Bahan Baku Pakan Lele Masamo (Clarias sp.). Prosiding Seminar
Nasional BKS-PTN Bidang Pertanian Tahun 2014. Bandar Lampu

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2961 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 756 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 653 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 424 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 579 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 973 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 888 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 539 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 797 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 959 23