ANALISIS PENGGUNAAN RUIGIGO AI DAN KOI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG

ANALISIS PENGGUNAAN RUIGIGO AI DAN KOI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG SKRIPSI

  Diajukan Untuk Menempuh Ujian Sarjana Pada Jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra

  Universitas Komputer Indonesia

  Dian Erlanggawiguna NIM 63803009 JURUSAN SASTRA JEPANG FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG

  

DAFTAR ISI

  Halaman Lembar Pengesahan Lembar Pernyataan Abstrak (Inggris) Abstrak (Indonesia) Kata Pengantar ……………………………………………………………………………I Daftar Tabel……………………………………………………………………………...VI Daftar Singkatan………………………………………………………………………….V Daftar Lampiran ………………………………………………………………………VIII

  BAB I PENDAHULUAN

  1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………1

  1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………...........5

  1.3 Batasan Masalah ………...…………………………………………………...5

  1.4 Tujuan Penelitian ………………………………………………………………. 6

  1.5 Manfaat Penelitian …………………………………………………………..... 6

  1.6 Definis Operasiona . …………………………………………………………….6

  1.7 Sistematika Pembahasan ……………………………………………………......7

  BAB II LANDASAN TEORI

  2.1 Ruigigo………………………………………………………………………….. 9

  2.1.1 Pengertian ruigigo………………………………………………………...9

  2.1.2 Cara mengidentifikasi Sinonim………………………………………….10

  2.2 Ruigigo Ai dan Koi …………………………………………………………… 11

  2.2.1 Ai ……………………………………………………………………..11

  2.2.2 Koi ……………………………………………………………………...17

  BAB III METODE PENELITIAN

  3.1 Metode Penelitian ……………………………………………………………20

  3.2 Teknik Pengumpulan Data ……………………………………………………...22

  3.3 Teknik Analisis Data ……………………………………………………………22

  3.4 Instrumen Penelitian …………………………………………………………… 23

  BAB IV ANALISIS PENGGUNAAN, PERSAMAAN DAN PERBEDAAN RUIGIGO AI DAN KOI

  4.1 Penggunaan Ai dan Koi …………………………………………………………26

  4.2 Penggunaan Ruigigo Ai dan Koi yang Dapat Saling Menggantikan……………31

  4.3 Perbedaan Makna Kata Ai dan Koi …………………………………………….32

  4.4 Persamaan Makna Ai dan Koi ………..………………………………………...33

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………..35

  5.2 Saran …………………………………………………………………………….36 Daftar Pustaka …………………………………………………………………………IX Sinopsis…………………………………………………………………………………..X

  

Daftar Pustaka

  Djajasudarma, Fatimah. (1993), Semantik I Pengantar Ke Arah Ilmu Makna, Bandung: Eresco. Haruhiko, Kindaichi. (1994), Gendai Shinkokugo Jiten, Tokyo: Gakken. Hida, Yoshifumi, Hideko Asada. (1994), Gendai Fukushi Youhou Jiten, Tokyo :

  Doushuppan Izuhara Shoji dkk. (1998), Ruigigo Tsukaiwake Jiten, Tokyo: Kenkyusha.

  Matsuura, Kenji. (2005), Kamus Jepang-Indonesia Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Noor, Yuliati. (2005), Analisis Makna Verba Arawasu, Sasu dan Shimesu Sebagai Sinonim, Bandung. Pateda, Mansoer. (1988), Linguistik (sebuah pengantar), Bandung: Angkasa. Kutha, Ratna. (2006), Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Seiko Denchi Jiten Shiji & Hirose Masayoshi, (2001), Nihongo Tsukaiwake Jiten, Tokyo:

  Kodansha Shinobu, Suzuki & Kawase Ikuo. (1981), Nihongo Shoho, Tokyo: The Japan Foundation.

  Sudjianto & Ahmad Dahidi. (2004), Pengantar Linguistik Bahasa Jepang, Jakarta: Kesaint Blanc. Sutedi, Dedi. (2004), Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang, Bandung: Humaniora. Taniguchi, Goro. (1997), Kamus Standar Bahasa Jepang-Indonesia, Jakarta: Dian Rakyat. Tosaku, Koda. (1991), Hyoujun Kokugo Jiten, Tokyo: Youbunsha. Yuriko, Shunagawa, dkk. (1998), Nihongo Bunkei Jiten, Tokyo: Kuroshio Publishers.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Ruigigo

2.1.1 Pengertian Ruigigo

  Menurut Kindaichi Haruhiko dalam Gendai Shinkokugo Jiten bahwa よ 似 いる 以上 単語 類語

  ruigigo adalah: 意味 ‘Imi ga yoku

niteiru futatsu ijou no tango. Ruigo’ . (Dua kata atau lebih yang memiliki makna

  yang mirip. Kata yang sejenis). Kemudian menurut Tosaku (1991) rugigo adalah : 意味 似 よ こ

  類語 ‘Imi no ni kayotta kotoba. Ruigo’ . (Kata yang maknanya hampir sama. Kata yang sejenis). Dalam Seiko Denchijiten 意義 類似する言葉 類語 dijelakan bahwa ruigigo adalah : ‘ Igi no ruiji

  

suru kotoba. Ruigo’. (Kata yang memiliki kemiripan makna. Kata yang sejenis)

  Sementara Iwabuchi (Sudjianto dan Dahidi, 2004 : 114) mengemukakan bahwa ruigigo adalah beberapa kata yang berbeda namun memiliki makna yang sangat mirip.

  Ruigigo dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan sinonim. Berikut

  ini adalah beberapa pengertian sinonim: Menurut Pateda (1988) sinonim adalah kata-kata yang sama maknanya.

  Kemudian menurut Djajasudarma jika dua kata atau lebih memiliki makna yang sama, maka perangkat itu disebut sinonim. Sementara menurut Kridalaksana, sinonim ialah bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk lain; umumnya yang dianggap sinonim hanyalah kata-kata saja (Kridalaksana, 1982 : 154).

  Berdasarkan beberapa pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan ruigigo adalah dua kata atau lebih yang memiliki makna yang sama atau mirip. Contoh : Agaru dan noboru yang berarti “naik”.

  Ochiru, korobu dan taoreru yang berarti “jatuh”. Chokin dan yokin yang berarti “deposito”.

  Ruigigo sangat berkaitan erat dengan bahasan yang akan penulis teliti karena penulis akan meneliti mengenai ai dan koi yang merupakan ruigigo.

2.1.2 Cara Mengidentifikasi Sinonim

  Menurut Momiyama (Sutedi, 2003 : 120) sinonim dapat diidentifikasi dengan cara berikut ini : a.

  Chokkanteki (secara intuitif langsung) bagi para penutur asli dengan berdasarkan pada pengalaman hidupnya. Bagi penutur asli jika mendengar suatu kata, maka secara langsung dapat merasakan bahwa kata tersebut bersinonim atau tidak.

  b.

  Beberapa kata jika diterjemahkan ke dalam bahasa asing, akan menjadi satu kata, misalnya kata oriru, kudaru, sagaru dan furu dalam bahasa Indonesia bisa dipadankan dengan kata <turun>.

  c.

  Dapat menduduki posisi yang sama dalam suatu kalimat dengan perbedaan makna yang kecil. Misalnya, pada kalimat 階段を上 る ‘Kaidan o agaru’ dan kalimat 階段を上る ‘Kaidan o noboru’ sama-sama berarti <menaiki tangga>.

  輝 ‘Kagayaku’ kedua-duanya berarti <bersinar>, bisa

  光り輝い digunakan secara bersamaan seperti pada 星 いる ‘hoshi ga hikari kagayaite iru’ <bintang bersinar cemerlang>

2.2 Ruigigo Ai dan Koi

  Pada bagian sebelumnya penulis telah menyinggung bahwa ruigigo atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan sinonim merupakan salah satu objek kajian semantik. Ruigigo merupakan dua kata atau lebih yang memiliki makna yang sama atau mirip. Dalam bahasa Jepang sendiri banyak terdapat ruigigo dan menjadi salah satu hal yang menyulitkan dalam mempelajari bahasa Jepang.

2.2.1 Ai

  Kindaichi (1994) dalam Gendai Shinkokugo Jiten, menyatakan bahwa pengetian ai adalah: 対し 報いられ 尽 し い 思 り 自 1. 人や

  手 い 思 りする 暖 い感情 慈し 心 大 思う心

  Hito ya mono ni taishite, mukuirarenakutemo tsukushitai to omottari, jibun no temoto ni okitai to omottari suru, atatakai kanjou. Itsukushimu kokoro. Taisetsu ni omou kokoro.

  (Rasa cinta atau perasaan yang hangat terhadap orang atau benda tanpa membutuhkan timbal balik atau balas mencintai dan keinginan diri sendiri

  Contoh : 愛

  (1). 芸術へ Geijutsu e no ai.

  Cinta terhadap seni. (2)

  祖国へ 愛 生 る Sokoku e no ai ni ikiru.

  Menghidupkan rasa cinta tanah air.

  う心 特 異性をし う心 恋 2. 人をし Hito o shitau kokoro. Tokuni isei o shitau kokoro. Koi.

  Perasaan rindu kepada seseorang. Khususnya perasaan rindu kepada lawan jenis. Cinta/asmara.

  Contoh : 隷 る

  (3) 愛 Ai no dorei to naru.

  Menjadi budak cinta.

  宗 祖神仏 慈し さ

  Shuu Shinbutsu no itsukushimi. Megumi. Nasake. Menyatakan kasih sayang, karunia dan belas kasih dewa budha (dalam hal agama).

  Contoh : (4)

  神 愛 Kami no ai.

  Kasih sayang Tuhan / dewa Kemudian menurut Tosaku (1991) berpendapat bahwa pengertian ai adalah :

  わい る 1. 愛する Ai suru. Kawaigaru.

  Menyatakan rasa mencintai dan menyayangi.

  し いあう 2. 男 Danjo ga shitaiau.

  Menyatakan rasa saling mencintai diantara pria dan wanita.

  す 3. こ Konomu. Sukida.

  Menyukai, suka.

  し 4.

  Oshimu.

  Menyatakan sayang.

  する 5. 大 Daijini suru.

  Menyatakan menghargai sesuatu hal. Menurut Shoji (1998) pengertian ai adalah :

  .対象を大 し い 思う気持 を 抽象的

Taishou o taisetsu ni shitai to omou kimochi o, chuushouteki.

  Perasaan yang abstrak yang menghargai suatu objek yang penting. .ト―タル らえ 感情 Toutaru ni toraeta kanjou. Selain itu Shoji (1998) juga menambahkan pengertian ai : 男 間 感情 表す 友愛・兄弟愛・母性愛・郷土

  (愛) 愛・人類愛・仕 へ 愛 献身・生 い・情熱 を表す

(ai) wa danjo no kanjou mo arawasu ga, [yuuai . kyoudaiai . boseiai .

  

kyoudoai . jinruiai . shigoto e no ai] nado wa, [kenshin . ikigai .

jounetsu] o arawasu.

  (ai) tidak hanya menyatakan perasaan diantara pria dan wanita tapi juga menyatakan kesetiaan, nilai kehidupan, dan semangat yang besar misalnya persahabatan, persaudaraan, cinta seorang ibu, patriotisme, cinta pada umat manusia, cinta terhadap pekerjaan dll.

  Menurut Seiko Denchijiten ai memilki beberapa makna yaitu : 1.

  Menyatakan cinta atau kasih sayang Contoh :

  人へ 愛 (5) 神 Kami no hito e no ai.

  Kasih sayang tuhan kepada manusia. Contoh : 人 対する愛

  (6) 隣人愛 Rinjin ai, hito ni tai suru ai.

  Kemurahan hati tetangga, kemurahan hati terhadap manusia.

  3. Menyatakan persaudaraan Contoh :

  同胞愛 人類愛 (7) 兄弟愛 Kyoudai ai, douhou ai, jinrui ai.

  Cinta sesama saudara /persaudaraan, antar saudara setanah air, cinta pada umat manusia.

  4. Menyatakan Kesukaan Contoh :

  対する溺愛 (8) 芸術 Geijutsu ni tai suru deki ai.

  Tergila-gila terhadap seni. Berdasarkan pernyataan Kindaichi (1994), Tosaku (1991) dan Shoji (1998) digunakan tidak hanya diantara pria dan wanita tetapi dapat juga digunakan untuk menyatakan rasa sayang terhadap keluarga, teman, dan dapat juga menyatakan minat terhadap sesuatu hal seperti pekerjaan dan seni.

2.2.2 Koi

  Kindaichi (1994) dalam Gendai Shinkokugo Jiten, menyatakan bahwa pengetian koi adalah: 男 間 相手を自 し い 思う愛情をい こ

  そ 状態 恋愛 Danjo aida de aite o jibun no mono ni shitai to omou aijou o idaku koto.

  Mata, sono joutai. Ren ai.

  Cinta di antara pria dan wanita, keadaan ingin memiliki terhadap diri sendiri. Asmara Contoh :

  (9) 恋 思案 外 Koi wa shian no hoka.

  Cinta itu diluar akal.

  Koi wa joushiki de wa kangaerarenai handan.

  Cinta tidak dapat dipikirkan dengan akal sehat dan pertimbangan.

  常識的 断を失う ある (11)

  恋をする

Koi o suru to, joushikitekina handan o ushinau mono dearu.

  Pada saat jatuh cinta kita kehilangan pertimbangan yang logis. Kemudian menurut Tosaku dalam Hyoujun Kokugo Jiten berpendapat bahwa pengertian koi adalah : 男 間 相手 好 り 相手 一緒 い い 思う強い気持

  Danjo no aida de aite ga suki ni nari, aite to isshoni itai to omou tsuyoi kimochi.

  Perasaan menyukai pasangannya dan perasaan yang kuat ingin bersama pasangannya (diantara pria dan wanita).

  Contoh : 恋心 常識 よる思慮や 断 い ある

  (12)

  Perasaan cintainta itu tidak dapat diputuskan / dinilai dengan kebijaksanaan dan pertimbangan akal sehat.

  Menurut Shoji dkk (1998 : 1) pengertian koi adalah : 人や人物を 愛し い・深 知り い いう熱情的 一方的 感情

  

Hito ya jinbutsu o motto ai shitai. Fukaku shiritai to iu netsujouteki de

ippoutekina kanjou.

  Keinginan mencintai terhadap orang atau sesuatu dengan rasa cinta yang lebih. Perasaan ingin mengetahui lebih dalam dan hasrat yang dirasakan sepihak.

  Contoh : 恋 破れる

  (13) Koi ni yabureru.

  Kegagalan dalam cinta.

RIWAYAT HIDUP

  Nama : Dian Erlanggawiguna Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 24 Oktober 1985 Jenis Kelamin : Laki-laki Agama : Islam Kewarganegaraan : Indonesia Alamat : Jl. Sukamantri I no 55 Bandung Hobi : Nonton, Membaca, Dengerin musik, Maen game Golongan Darah : O Nama Orang Tua Ayah : Drs. Suyoto Pekerjaan : PNS Ibu : Ati Suharti Pekerjaan : PNS

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23