Sistem Informasi Absensi Karyawan Di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung

  

ABSTRACT

Attendance is important matter for a resort or company. Attendance be

said important because can influence salary magnitude or wage a employee and

from also can see performance one employee often present also absent. Therefore,

in attendance process the execution very need accuracy in the execution so that

doesn't retard performance companies.

  Watchfulness method that used in system this official work presence

information descriptive watchfulness method, while for the system development

uses waterfall that cover survey system, systems analysis, system design, system

maker, system implementation, and supposed system treatment can help in this

official work presence system development. this application program maker uses

visual microsoft basic 6.0 with database sql server 2000 and crystal report 8.5 as

supporter software in report maker.

  In this system is data processing process is effectiveer and efficient. in

data livelihood even also be guaranteed easier. aim from this watchfulness will

design a supposed employee attendance information system will help performance

will company especially human resource area will be quicker and practise.

  Key word : information system, attendance, employee

  

ABSTRAK

Absensi merupakan hal penting bagi suatu instansi atau perusahaan.

  Absensi dikatakan penting karena dapat mempengaruhi besarnya gaji atau upah seorang karyawan dan dari absensi juga dapat melihat kinerja satu karyawan yang sering hadir maupun tidak hadir. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya proses absensi sangat diperlukan ketelitian dalam pelaksanaannya agar tidak menghambat kinerja perusahaan.

  Metode penelitian yang digunakan dalam sistem informasi absensi karyawan ini adalah metode penelitian deskriptif, sedangkan untuk pengembangan sistemnya menggunakan waterfall yang meliputi survey sistem, analisis sistem, desain sistem, pembuatan sistem, implementasi sistem, dan perawatan sistem yang diharapkan bisa membantu dalam pembangunan sistem kehadiran kerja pegawai ini. Pembuatan program aplikasi ini menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dengan database SQL Server 2000 dan Crystal Report 8.5 sebagai software pendukung dalam pembuatan laporan.

  Dalam sistem ini proses pengolahan data menjadi lebih efektif dan efisien. Dalam pencarian data pun dijamin akan lebih mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang suatu sistem informasi absensi karyawan yang diharapkan akan membantu kinerja perusahaan khusunya Bidang Sumber Daya Manusia menjadi lebih cepat dan praktis.

  Kata kunci : sistem informasi, absensi, karyawan

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 5.1. Implementasi Implementasi merupakan kelanjutan dari kegiatan perancangan

  sistem. Tahap ini merupakan tahap meletakkan sistem agar siap untuk di operasikan dan dapat dipandang sebagai usaha untuk mewujudkan sistem yang telah di rancang. Langkah-langkah dalam tahap implementasi ini adalah urutan kegiatan awal sampai akhir yang harus dilakukan dalam mewujudkan sistem yang telah di rancang.

  5.1.1. Implementasi Perangkat Lunak Kebutuhan perangkat lunak yang dimaksud yaitu program yang dibuat dengan bahasa pemrograman dan akan di implementasikan pada sebuah sistem operasi.

  Adapun perangkat lunak yang dibutuhkan yaitu :

  1. Sistem operasi dengan menggunakan Windows 2000/XP/FD/ME.

  2. Microsoft Visual Basic 6.0

  3. Microsoft SQL Server 2000

  4. Crystal Reports 8.5

  79

  5.1.2. Implementasi Perangkat Keras Kebutuhan sistem ini meliputi kebutuhan perangkat yang akan menunjang berjalannya sistem yang terbentuk.

  Adapun spesifikasi kebutuhan perangkat keras tersebut adalah :

  1. Harddisk

  2. RAM (min. 128 MB, diusulkan 256 MB)

  3. Processor Pentium IV, AMD Athlon 64

  4. Monitor

  5. Mouse

  6. Keyboard

  7. Printer

  5.1.3. Implementasi Basis Data (Sintaks SQL) Adapun implementasi Basis Data (Sintaks SQL) yang penulis buat yaitu sebagai berikut :

  1. Tabel Bidang CREATE TABLE [bidang] (

  80

  [kode_bidang] [char] (3) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,

  [nama_bidang] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,

  CONSTRAINT [PK_bidang] PRIMARY KEY CLUSTERED

  ( [kode_bidang]

  ) ON [PRIMARY] ) ON [PRIMARY] GO

  2. Tabel Absen CREATE TABLE [absen] (

  [nik] [varchar] (9) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,

  [tanggal] [datetime] NULL , [jam_masuk] [datetime] NULL ,

  81

  [lama_terlambat] [datetime] NULL , [jam_pulang] [datetime] NULL , [ket] [varchar] (15) COLLATE

  SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , CONSTRAINT [FK_absensi_karyawan] FOREIGN KEY (

  [nik] ) REFERENCES [karyawan] (

  [nik] )

  ) ON [PRIMARY] GO

  3. Tabel Karyawan CREATE TABLE [karyawan] (

  [nik] [varchar] (9) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,

  [nama] [varchar] (50) COLLATE

  82

  [tmpt_lhr] [varchar] (30) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,

  [tgl_lhr] [datetime] NULL , [jk] [varchar] (20) COLLATE

  SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [pendidikan] [varchar] (20) COLLATE

  SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [gol] [varchar] (5) COLLATE

  SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [status] [varchar] (20) COLLATE

  SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [alamat] [varchar] (50) COLLATE

  SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [telp] [varchar] (12) COLLATE

  SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL , [kode_bidang] [char] (3) COLLATE

  SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL , CONSTRAINT [PK_karyawan] PRIMARY KEY

  CLUSTERED

  83

  [nik] ) ON [PRIMARY] , CONSTRAINT [FK_karyawan_bidang] FOREIGN KEY (

  [kode_bidang] ) REFERENCES [bidang] (

  [kode_bidang] )

  ) ON [PRIMARY] GO

  4. Tabel Rekapabsen CREATE TABLE [rekapabsen] (

  [nik] [varchar] (9) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,

  [hari_kerja] [int] NULL , [cuti] [int] NULL , [sakit] [int] NULL ,

  84

  [tanpa_berita] [int] NULL , [jml_hadir] [int] NULL , CONSTRAINT [FK_ketidakhadiran_karyawan] FOREIGN

  KEY (

  [nik] ) REFERENCES [karyawan] (

  [nik] )

  ) ON [PRIMARY] GO

  5. Tabel Cuti if exists (select * from dbo.sysobjects where id = object_id(N'[dbo].[cuti]') and OBJECTPROPERTY(id, N'IsUserTable') = 1) drop table [dbo].[cuti]

  GO

  85

  [nik] [varchar] (9) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,

  [ket_cuti] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NULL ,

  [max_cuti] [int] NULL , [sisa_cuti] [int] NULL , [jumlah_cuti_diambil] [int] NULL

  ) ON [PRIMARY] GO

  5.1.4. Perancangan Antar Muka Form yang akan pertama muncul ketika progam aplikasi ini di

  running, apabila kita tidak mengetahui kata kunci, maka kita tidak akan bisa masuk ke system atau menu utama.

  86

  Diharuskan mengisi kata kunci dengan benar untuk bisa masuk menu utama (gambar 5.2), jika tidak diisi maka akan keluar sebuah pemberitahuan pesan (gambar 5.3) jika salah dalam pengisian ada peringatan pesan (gambar 5.4). Pilihan “Masuk” untuk menginput user name dan password sampai benar

Gambar 5.2 Menu UtamaGambar 5.3 Pemberitahuan Kata Kunci belum di inputkan

  87

Gambar 5.4 Peringatan Kata Kunci yang di inputkan salah

  Jika kita benar dalam penginputan kata kunci maka akan tampil menu utama seperti (gambar 5.2). dalam menu utama pilihlah salah satu menu sesuai yang di butuhkan.

Gambar 5.5 Sub menu Input Absen

  Gambar diatas adalah sub menu input absen, yang jika kita meng-klik nya maka akan muncul form absensi masuk seperti pada (gambar 5.6) di bawah ini:

  88

Gambar 5.6 form absen masuk

  Jika kita telah memasukkan NIK yang sama dalam penginputan absen masuk maka akan muncul peringatan pesan seperti pada (gambar 5.7) .

Gambar 5.7 Peringatan jika NIK sudah di inputkan

  Proses absensi belum dikatakan selesai apabila karyawan belum menginputkan absen pulang. Gambar dari form absen

  89

Gambar 5.8 form absen pulang

  Jika akan menginputkan karyawan yang tidak hadir maka dapat dipilih sub menu input rekap absen sperti gambar di bawah.

Gambar 5.8 Form Data Karyawan

  90

Gambar 5.9 Input Rekap AbsenGambar 5.10 Input Ketidakhadiran Karyawan

  91

Gambar 5.11 Tambah Data KaryawanGambar 5.12 Ubah Data Karyawan

  92

Gambar 5.13 Laporan Data Karyawan

  93

Gambar 5.15 Laporan Rekap Absen Karyawan

  5.1.5. Implementasi Instalasi Program Dalam menjalankan program aplikasi ini, diperlukan beberapa program pendukung yang dapat menunjang berjalannya proses Absensi.

  Program pendukung itu diantaranya adalah :

  5.1.5.1. SQL Server 2000 Pertama yang harus dilakukan adalah membuka file instalasi SQL Server 2000 yang berekstensi.exe (autorun)

  94

  5.17 SQL Server 2000 Components Setelah mengklik “SQL Server 2000 Components”, maka akan muncul tampilan seperti berikut :

  95

  Dilanjutkan dengan memilih “Install Database Server”, maka akan keluar tampilan seperti berikut :

Gambar 5.19 Tahapan ketiga Install SQL Server 2000

  Lalu klik “Next”, maka akan muncul tampilan berikut :

Gambar 5.20 Tahapan keempat Install SQL Server 2000

  96

  Pilih Local Computer, lalu pilih tombol “Next” maka akan muncul tampilan berikut :

Gambar 5.21 Tahapan kelima Install SQL Server 2000

  Pilih “Create a new instance of SQL Server, or install Client Tools” lalu pilih tombol “Next”, maka akan muncul tampilan berikut :

Gambar 5.22 Tahapan keenam Install SQL Server 2000

  Kemudian mengisi nama user, jika sudah lanjutkan dengan

  97

Gambar 5.23 Tahapan ketujuh Install SQL Server 2000Gambar 5.24 Tahapan kedelapan Install SQL Server 2000Gambar 5.25 Tahapan kesembilan Install SQL Server 2000

  98

  Pilih “Server and Client Tools” kemudian pilih tombol “Next” Dilanjutkan dengan menekan tombol “Next”, maka akan muncul tampilan berikutnya seperti Gambar 5.26

Gambar 5.26 Tahapan kesepuluh Install SQL Server 2000

  Pilih “Typical” untuk jenis setup yang diinginkan kemudian tekan tombol “Next”

Gambar 5.27 Tahapan kesebelas Install SQL Server 2000

  99

  Pilih “Use the same account for each service. Auto start SQL Server Service” dan “Use the Local System account”, dilanjutkan dengan menekan tombol “Next”

Gambar 5.28 Tahapan kedua belas Install SQL Server 2000

  Kemudian pilih “Windows Authentication Mode” dilanjutkan dengan memilih tombol “Next”

Gambar 5.29 Tahapan ketiga belas Install SQL Server 2000

  100

Gambar 5.30 Tahapan keempat belas Install SQL Server 2000

  Pilih “Next” maka akan muncul tampilan berikut :

Gambar 5.31 Tahapan kelima belas Install SQL Server 2000

  Tunggu beberapa saat sampai proses instalasi selasai 100%, setelah proses selesai 100% maka akan muncul tampilan sebagai berikut , lalu Pilih “Finish” untuk mengakhiri instalasi SQL Server 2000.

5.1.5.2. Pembuatan User DSN (Data Source Name)

  Tahapan Pembuatan User DSN antara lain :

  101

   Kemudian pilih ” Administrative Tools”  Lalu pilih “Data Sources (ODBC)”, maka akan muncul tampilan sebagai berikut :

  :

Gambar 5.32 Tampilan Setting ODBC

  Pilih Tab “User DSN”, lalu klik tombol “add”, akan muncul tampilan sebagai berikut :

  102

Gambar 5.33 Tampilan Pemilihan Driver setup

  Pilih “SQL Server”, lalu klik “Finish”, akan muncul tampilan berikut :

Gambar 5.34 Tampilan untuk mengisikan nama server

  103

  Isi nama server, kemudian pilih “Next” maka akan muncul tampilan berikut :

Gambar 5.35 Tampilan Configurasi

  Kemudian pilih “Next” maka akan muncul tampilan berikut :

Gambar 5.36 Tampilan Pemilihan Database

  104

  Pilih “Change the default database” dan pilih database yang dibutuhkan, Kemudian pilih “Next” maka akan muncul tampilan sebagai berikut :

Gambar 5.37 Tampilan Finish Setting ODBC Pilih tombol “Finish” maka setting Pembuatan User DSN selesai.

  105

Gambar 5.38 Tampilan setup Absen PDKGambar 5.39 Tampilan Pilih Direktori

  106

Gambar 5.40 Tampilan Choose Progam absen PDKGambar 5.41 Tampilan Selesai Instalasi

  107

5.2. Pengujian

  Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh program aplikasi yang dibuat sudah benar-benar baik dalam melakukan proses persediaan.

  5.2.1. Rencana Pengujian Adapun rencana pengujian yang dilakukan yaitu :

  1. Pengujian Login

  2. Pengujian Input rekap absen

  3. Pengujian Input Absen

  5.2.2. Kasus dan Hasil Pengujian Berikut ini adalah beberapa kasus dan hasil pengujian yang dilakukan, diantaranya :

  108

  1. Pengujian Login

Tabel 5.1. Pengujian Login

  

Kasus Yang Hasil Kesimpulan

diharapkan

  Kata kunci yang Menampilkan Dapat masuk ke [ x ] di terima dimasukkan Form Menu Form Menu Utama [ ] di tolak benar Utama

  Kata kunci yang Tidak dapat Tidak dapat masuk [ x ] di terima dimasukkan menampilkan ke Form Menu [ ] di tolak salah Form Menu Utama dan muncul

  Utama pesan yang berbunyi “Harap Masukkan Kata Kunci Yang Benar”

  Kata kunci Tidak dapat Tidak dapat masuk [ x ] di terima Kosong menampilkan ke Form Menu

  [ ] di tolak Form Menu Utama dan muncul Utama pesan “Belum

  Memasukkan Kata Kunci !!”

  109

  2. Pengujian Input rekap absen

Tabel 5.2. Pengujian Input rekap absen

  Kasus Yang diharapkan Hasil Kesimpulan

  Masukkan NIK yang benar NIK dapat disimpan dalam database rekapabsen

  Dapat disimpan [ x ] di terima [ ] di tolak

  Masukkan NIK yang Sudah ada Data tidak dapat disimpan

  Tidak dapat disimpan dan muncul pesan bahwa “NIK Sudah Diinputkan !!!”

  [ x ] di terima [ ] di tolak

  110

  3. Pengujian Input Absen

Tabel 5.3. Pengujian Input Absen

  Kasus Yang diharapkan Hasil Kesimpulan

  Masukkan NIK Data dapat Dapat disimpan [ x ] di terima disimpan dan muncul [ ] di tolak konfirmasi bahwa data berhasil di simpan

  Masukkan NIK Data tidak dapat Tidak dapat [ x ] di terima disimpan disimpan dan [ ] di tolak muncul pesan NIK sudah di inputkan

  5.2.3. Kesimpulan Hasil Pengujian Dari kasus-kasus yang telah dicantum diatas dan telah di praktekkan maka dapat di peroleh hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Era globalisasi saat ini ditandai dengan arus informasi yang

  mengalir begitu pesat sejalan dengan teknologi informasi yang berkembang begitu cepat. Teknologi informasi seperti perkembangan perangkat keras komputer (hardware), perangkat lunak komputer (software) dan teknologi informasi lainnya yang telah membuat tujuan suatu organisasi dapat dicapai secara maksimal.

  Teknologi Informasi sangat berperan penting dalam memperbaiki kualitas suatu Instansi atau Perusahaan. Penggunaannya tidak hanya sebagai proses otomatisasi terhadap akses informasi, tetapi juga menciptakan akurasi, kecepatan, dan kelengkapan sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga proses organisasi yang terjadi akan efisien, terukur, fleksibel.

  Absensi adalah salah satu proses transaksi yang penting sekali dan saling berkaitan sehingga sangat penting pada suatu perusahaan. Proses ini dikatakan penting karena dapat mempengaruhi besarnya gaji atau upah. Oleh karena itu didalam pengolahan data absensi diupayakan untuk seminimal mungkin terjadinya kesalahan.

  2 Komputer akan sangat banyak membantu dari segi waktu dan semakin mempersempit masalah yang ada dalam proses pengolahan absensi tersebut untuk mengetahui informasi-informasi berapa banyak jumlah karyawan yang masuk dan yang tidak setiap harinya pada perusahaan tersebut, sehinga kita saling dapat berkomunikasi antara perusahaan dengan karyawan sehingga jika terjadi proses absensi maka operator akan langsung menginput kedalam database. Selain itu masih banyak manfaat lainnya yang dapat kita peroleh, oleh karenanya kita membutuhkan ilmu pengetahuan yang lebih tinggi lagi untuk tercapainya tujuan tersebut.

  Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung merupakan salah satu dari sumber pendapatan asli daerah Kota Bandung yang bergerak di bidang usaha jasa pelayanan kebersihan yang meliputi penyapuan, pengumpulan, pengangkutan, pembuangan dan pengelolaan akhir. Dalam pelaksanaannya perusahaan ini mempunyai karyawan yang cukup banyak guna mencapai tujuan dan fungsi perusahaan yang telah ditetapkan. Oleh karena karyawan yang cukup banyak, maka data karyawan tersebut harus terorganisir dengan baik terutama dalam absensi karyawan, dan saat ini masih menggunakan sistem manual (excel) dengan menginputkan data absensi karyawan satu – satu ke dalam komputer sehingga tidak akan

  

efektif. Kemudian dalam mencatatkan data karyawan yang tidak hadir

  dikarenakan sakit, izin, cuti, atau tugas luar dan menghitung rekap absen

  3 tersebut tidak efisien karena membutuhkan waktu lama. Dan setelah mengalami proses tersebut akan menghasilkan laporan absensi bulanan setiap tengah bulan yaitu setiap tanggal 15 untuk diproses lebih lanjut sebagai informasi dalam proses penggajian karyawan. Untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusia yang efektif dan efisien dibutuhkan suatu mekanisme, maksudnya adalah suatu kinerja dari sumber daya manusia yang tepat waktu dan tepat guna (menghemat waktu dan tenaga) untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

  Sehubungan dengan berkembangnya teknologi tersebut dan permasalahan yang ada, maka penulis mencoba menerapkan suatu aplikasi absensi yang bertujuan untuk membantu dan memudahkan petugas absensi dalam mengelola secara komputerisasi seluruh karyawan di PD Kebersihan Kota Bandung. Dari uraian diatas maka penulis akan memberi judul untuk aplikasi ini dengan judul “Sistem Informasi Absensi

  Karyawan Di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung”.

  4 1.2.

   Identifikasi dan Rumusan Masalah

  Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, maka penulis mengidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut :

  1. Sistem absensi yang sedang berjalan masih kurang efektif karena karyawan masih menandatangani daftar hadir karyawan sehingga memungkinkan terjadinya kecurangan dalam proses absensi, dan dalam sistem yang berjalan karyawan dapat pulang kapan saja

  2. Proses pencarian daftar hadir karyawan yang tidak efisien, karena masih mencari berkas-berkas daftar hadir karyawan dalam tumpukkan arsip sehingga dalam pencariannya akan membutuhkan waktu yang lama

  3. Memungkinkan terjadi kesalahan dalam pembuatan rekap absen dikarenakan masih menghitung secara manual satu per satu data absen karyawan sehingga membutuhkan waktu yang lama

  Penulis merumuskan beberapa rumusan masalah, di antaranya :

  1. Bagaimana sistem informasi absensi karyawan di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung?

  2. Bagaimana perancangan sistem informasi absensi karyawan di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung?

  3. Bagaimana Implementasi sistem informasi absensi karyawan di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung?

  5

  4. Bagaimana pengujian sistem informasi absensi karyawan di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung? 1.3.

   Maksud dan Tujuan Penelitian

  Maksud dilakukan penelitian adalah untuk lebih memahami mengenai seberapa besar pengaruh sistem informasi pada suatu organisasi/perusahaan, khususnya Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung dan untuk mengetahui masalah apa saja yang ada dengan berjalannya sistem yang telah ada.

  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui sistem informasi absen karyawan yang berjalan di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung

  2. Untuk Membuat progam aplikasi yang bertujuan untuk mempermudah proses absen karyawan serta mempercepat proses pencarian data

  3. Untuk mengetahui implementasi absen karyawan di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung

  4. Untuk menguji sistem informasi absensi karyawan di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung.

  6 1.4.

   Kegunaan penelitian

  Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis mengharapkan agar dapat berguna bagi semua pihak, diantaranya :

  1.4.1. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini diiharapkan dapat dijadikan sebagai informasi mengenai masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya perbaikan masalah yang terkait dengan penelitian yang penulis lakukan.

  1.4.2. Kegunaan Akademis

  a. Bagi Pengembangan Ilmu Dapat memberikan informasi terbaru pada pengembangan ilmu, terutama tentang absen karyawan pada suatu instansi atau perusahaan.

  b. Bagi peneliti lain Membantu peneliti lain yang ingin mengetahui bagaimana proses absen pada suatu instansi atau perusahaan. Selain itu dapat dijadikan referensi untuk perbaikan atau pengembangan bagi peneliti lain yang meneliti masalah yang sama.

  7

  c. Bagi penulis Agar dapat menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan serta dapat mengaplikasikan teori tersebut ke dalam dunia kerja 1.5.

   Batasan Masalah

  Agar penelitian ini dapat dilakukan secara terarah dan tercapai tujuannya, maka peneliti menetapkan batasan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu :

  1. Aplikasi ini menampilkan daftar hadir karyawan, waktu kedatangan, waktu pulang dan lama keterlambatan karyawan maupun ketidakhadiran karyawan dikarenakan izin, sakit, cuti dan tanpa berita dan serta laporan absensi mingguan dan bulanan.

  2. Aplikasi ini tidak melakukan penghitungan penggajian karyawan.

  3. Aplikasi ini diterapkan pada Direktur Umum yang membawahi Bagian Sumber Daya Manusia, Bidang Perlengkapan dan Tata Usaha, Bidang Humas dan Hukum, Bidang Keuangan dan Bidang Penagihan.

  4. Aplikasi ini berjalan dengan Sistem Operasi Windows XP dan dibuat dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dan Microsoft SQL

  Server 2000 serta menggunakan Crystal Report 8.5.

  8 1.6.

   Lokasi dan Waktu Penelitian

  Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung yang bertempat di Jl. Jalan Surapati no. 126 Telp. (022) 7207889 Bandung 40122.

  Tabel1.1 Jadwal Penelitian Tugas Akhir

  2009 Rincian No September Oktober November Desember Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pembuatan 1. Proposal

  2. Observasi Pengumpulan

  3. Data

  4. Analisis Data

  5. Desain

  6. Implementasi

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Sistem

  Pengertian sistem itu sendiri banyak pakar yang mendefinisikan sistem dengan pendapatnya masing – masing, akan tetapi dari definisi - definisi tersebut tetap memiliki pengertian yang sama dan tujuan yang sama. Seperti yang telah dikemukakan oleh Andri Kristanto (2008 : 1) : “ Sistem merupakan jaringan kerja

  

dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama

untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. ”

  2.1.1. Elemen Sistem

a) Hardware

  Hardware/Perangkat keras adalah peralatan di sistem komputer yang secara fisik terlihat dan dapat dipegang. Hardware terdiri dari peralatan penyimpanan data, peralatan input, peralatan output, dan peralatan komunikasi data.

  b) Software Software merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang

  ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer

  c) Brainware Brainware adalah mereka yang terlibat dalam kegiatan

  sistem informasi seperti operator, pemimpin dan sebagainya.

  d) Data

  Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dengan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data .

  e) Prosedur

  Prosedur merupakan penghubung berbagai perintah dan aturan yang akan menentukan rancangan dan penggunaan sistem informasi.

  2.1.2 Karakteristik Sistem Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005: 3) berpendapat : “ Suatu sistem

  

mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai

komponen-komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung,

masukan, keluaran, pengolahan, dan sasaran atau tujuan.

  a) Komponen Sistem (Components) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen- komponen yang saling berinteraksi yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Setiap sistem selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem.

  Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut suprasistem.

  b) Batas Sistem (Boundary) Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan.

  c) Lingkungan Luar Sistem (Environments) Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan ataupun merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan agar tidak mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

  d) Penghubung Sistem (Interface) Penghubung sistem merupakan media penghubung penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran dari satu subsistem merupakan masukkan bagi subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan melalui penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

  e) Masukkan Sistem (Input) Masukkan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukkan dapat berupa masukkan perawatan dan masukkan sinyal.

  f) Keluaran Sistem (Output) Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan keluaran dapat merupakan masukkan untuk subsistem yang lain atau kepada suprasistem.

  g) Pengolahan Sistem (Process) Suatu sistem dapat mempunyai satu bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukkan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. h) Sasaran Sistem (Objectives) Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objectives). Jika suatu sistem tidak mempunyai tujuan atau sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukkan yang dibutuhkan oleh sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

  2.1.3 Klasifikasi Sistem Menurut Jogiyanto, bahwa sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, adapun beberapa klasifikasi sistem adalah sebagai berikut :

  1. Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical

  system)

  Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

  2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia

  (human made system)

  Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia, sedangkan sistem buatan manusia sistem yang dirancang oleh manusia.

  3. Sistem tertentu (deterministic system) dan system tak tentu

  (probabilistic system)

  Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran (output) dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem kondisi masa depan yang tidak dapat diprediksi karena mengandung unsure probabilitas.

  4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open

  system)

  Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak berpengaruh oleh lingkungan luar.

  Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi pada kenyataan tidak ada sistem yang benar-benar tertutup yang ada hanyalah relatively closed system (secara relative tertutup, tidak benar- benar tertutup). Sistem terbuka dalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar. Sistem ini menerima masukan (input) dan menghasilkan keluaran (output) untuk lingkungan luar atau subsistem yang lain.

2.2. Pengertian Informasi

  Banyak orang menggunakan istilah data dan informasi secara bergatian, hal ini biasa dimaklumi bila terjadi dalam percakapan informal karena saat percakapan sulit untuk mengatakan apakah ini informasi atau data , akan tetapi dalam dunia komputer pada saat tertentu kita harus membedakan antara data dan informasi.

  Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi. Data biasa berupa bahan untuk diskusi pengambilan keputusan, perhitungan atau pengukuran. Saat ini data tidak harus selalu dalam bentuk kumpulan huruf-huruf dalam bentuk kata ataupun kalimat tapi bisa juga dalam bentuk suara atau tiga dimensi.

  Informasi merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan data tersebut bisa menjadi informasi. Hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat bukanlah merupakan informasi bagi orang tersebut. Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Informasi merupakan hasil pengolahan data 2. Memberikan makna atau arti bagi pengguna/user.

  3. Berguna atau bermanfaat bagi pengguna/user.

  2.3. Pengertian Sistem Informasi

  Sistem sebagai kumpulan/grup dari subsistem/bagian/komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapi tujuan. Sedangkan informasi didefinisikan sebagai hasil pengolahan data yang berarti dan bermanfaat. Jadi sistem informasi adalah sebagai kumpulan/grup dari subsistem/bagian/komponen apapun baik fisik atau non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berarti dan bermanfaat bagi pengguna/user.

  2.4. Pengertian Absensi dan Karyawan

  2.4.1 Pengertian Absensi Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia, absensi adalah tidak bekerjanya seorang karyawan pada hari kerja, karena sakit, izin, alpha atau cuti. Absensi adalah daftar administrasi ketidakhadiran seorang pegawai.

  Absen adalah bukti kehadiran pegawai di tempat kerja, karyawan diwajibkan melakukan absensi baik pada saat masuk dan pada saat meninggalkan tempat kerja.

  Absensi merupakan pencatatan daftar kehadiran seorang yang nantinya akan menghasilkan laporan-laporan terkait, ketidakhadiran, kerja lembur dan jam masuk kerja karyawan atau pegawai.

  2.4.2 Pengertian Karyawan Karyawan berasal dari kata dasar "karya" yang berarti pekerja, seringkali di sebuah pabrik atau kantor besar. Oleh pemerintah Orde Baru kata ini digunakan untuk menggantikan istilah buruh yang sejak 1965 ditabukan di Indonesia. Karyawan yang baik adalah karyawan yg mampu memberikan kontribusi terhadap perusahaan tempat dia bekerja, tidak hanya terbatas pada tenaga tapi juga pikiran dan ide agar semua yg mereka kerjakan bisa mendapatkan hasil maksimal baik dari segi kualitas, kuantitas dan efisiensi waktu.

2.5 Sekilas tentang Microsoft Visual Basic 6.0

  Visual Basic 6.0 (VB6) merupakan salah satu aplikasi pemrogaman visual yang dibuat oleh Microsoft. Visual Basic berjalan dalam operasi Windows dan tergabung dalam suite aplikasi Microsoft Visual Studio 6.0 yang dikeluarkan pada akhir tahun 1998.

  Aplikasi Visual Basic mulai di produksi pertama kali pada tahun 1991. Setelah itu munculah versi – versi lanjutan dari Visual Basic, yaitu Visual Basic 3, 4, 5 dan 6. Pada Visual Basic 4, dukungan terhadap aplikasi 32 bit mulai di berikan. Versi Visual Basic yang terbaru adalah Visual Basic.NET yang dirilis pada tahun 2002.

  Visual Basic 6.0 terdiri atas tiga buah edisi, yaitu : 1) Standart Edition, merupkan produk dasar 2) Profesional Edition. Berisi tambahan Microsoft Jet Data Access Engine dan pembuatan server OLE Automation 3) Enterprise Edition, merupakan edisi untuk membuat progam aplikasi

  client server

  Visual Basic 6.0 memanfaatkan pendekatan visual / GUI ( General User

  Interface ) dalam proses pembangunannya. Dengan GUI, proses pembuatan aplikasi akan menjadi lebih mudah.

  Basis bahasa pemrogaman yang digunakan dalam VB6 adalah BASIC ( Beginners All-purpose Symbolic Instruction Code ) . Bahasa BASIC merupkan salah satu bahas pemrogaman tingkat tinggi yang sederhana dan mudah untuk dipelajari.

  Oleh karena dibuat oleh Microsoft, VB6 memiliki keunggulan dalam hal pengaksesan terhadap beberapa – berberapa pustaka ( library ) yang dimilik oleh sistem operasi Windows. Para progammer dapat memanfaatkan Windows API ( Aplication Progamming Interface ) untuk membuat progam aplikasi yang lebih komplek dan powerfull.

2.6 Sekilas tentang SQL Server 2000

  MS SQL Server adalah salah satu produk Relational Database Management System (RDBMS) populer saat ini. Fungsi utamanya adalah sebagai database server yang mengatur semua proses penyimpanan data dan transaksi suatu aplikasi. Popularitas SQL Server akhir-akhir ini mulai menanjak dan setara dengan pesaing terdekatnya yaitu Oracle 9i dan Oracle 10g. Saat ini versi terbaru adalah SQL Server 2000, sedangkan SQL Server 2005 masih dalam tahap Beta version. Versi 2000 memiliki feature-feature lengkap untuk membangun aplikasi mulai skala kecil sampai dengan tingkat enterprise. MS SQL Server 2000 memiliki beberapa versi antara lain :

  1. SQL Server Personal Edition

  2. SQL Server Developer Edition

  3. SQL Server Enterprise Edition

  4. SQL Server Standard Edition

  5. SQL Server Desktop Engine

  6. SQL Server For Windows CE Edition Kelebihan dari MS SQL Server merupakan sebuah software yang menggunakan bahasa query standar yang dimiliki SQL (Structure Query

  Languange) SQL adalah suatu bahasa permintaan yang terstruktur yang

  telah distandarkan oleh semua program pengakses database seperti Oracle, MySQL, Postgrase SQL dan program pengakses database lainnya.

  Sebagai sebuah program penghasil database, MS SQL Server tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi lain (interface). MS SQL Server dapat didukung oleh hampir semua program aplikasi seperti Visual Basic, Delphi dan program aplikasi lainnya.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1. Objek Penelitian

3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan

  Dalam upaya Pemerintah Kota Bandung untuk bisa melayani masyarakatnya di bidang kebersihan secara lebih baik dan lebih profesional, dipandang perlu dibentuknya institusi tersendiri agar bisa memberi pelayanan yang memadai di bidang kebersihan.

  Artinya penanganan kebersihan tidak dapat disatukan dengan unit kerja lain walaupun unit kerja yang dimaksud menangani pekerjaan yang hampir sama tugasnya, dengan kata lain Pemerintah Daerah menghendaki penanganan kebersihan dikelola secara profesional oleh institusi khusus yang terstruktur dalam Lembaga Pemerintah Daerah.

  Oleh karena itu dibentuklah Perusahaan Dinas Kebersihan Kota Bandung, dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Kota Bandung nomor 02/PD/1985.

  Bila kita menoleh kebelakang, sebagai awal dibentuknya fase penganganan kebersihan dari mulai periode tahun 1960 sampai dengan saat ini. Fase-fase tersebut secara garis besar terbagi dalam lima periode, yaitu :

  1. Periode tahun 1960 sampai dengan tahun 1967 Pengelolaan dan penaganan kebersihan sudah menjadi perhatian pemerintah daerah yang kurun waktu tersebut ditangani dan menjadi tanggung jawab sebuah tim, yaitu Tim Pembersihan dan Pertaman Kota (TPPK) yang menginduk pada unit kerja Dinas Teknik A.

  2. Periode tahun 1967 sampai dengan tahun 1972 Pengelolaan dan penaganan kebersihan dan pertamana kota ditambah beban tugasnya dengan bergabungnya Bagian

  Saluran Terbuka dari Dinas Pekerjaan Umum. Lalu semuanya disatukan kedalam suatu unit kerja dari Dinas Teknik Penyehatan (sekarang PDAM).

  3. Periode tahun 1972 sampai dengan tahun 1983 Dengan meningkatnya volume pekerjaan baik di bidang kebersihan maupun tuntutan warga kota, masalah air minum semakin hari semakin terus meningkat disertai dengan makin luasnya pertumbuhan dan perkembangan kota yang cukup pesat mengembangakan institusi dengan memisahkan pengananan kebersihan, pertamanan dan saluran terbuka dari Dinas Teknik Penyehatan. Dengan pemikiran tersebut maka pada tahun 1972 dibentuk unit kerja baru yaitu Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3).

  4. Periode tahun 1983 sampai dengan tahun 1985 Dengan bobot pekerjaan yang semakin meningkat maka volume pekerjaan DK3 bertambah padat dan kompleks, sejalan dengan laju tuntutan warga kota yang terus meningkat baik pelayanan kebersihan, terpeliharanya sungai dan saluran disertai dengan meningkatnya biaya unuk kepreluan tersebut diatas yang menyerap anggaran pemerintah daerah cukup besar sehingga tumbuh pemikiran untuk mencari dana masyarakat guna mendanai penanganan kebersihan sebagai wujud kebersamaan dalam memelihara kebersihan kota.

  5. Periode tahun 1985 sampai dengan sekarang Dengan terus berkembangnya pertumbuhan Kota

  Bandung dan dengan meningkatnya berbagai permasalahan khususnya di bidang pengelolaan dan penanganan kebersihan dengan keutuhan biaya yang cukup besar, juga penanganan kebersihan tidak akan tertangani kalau tetap bertahan dengan modern walalpun diperlukan dana yang tidak sedikit untuk pengadaan sarana dan prasarananya. Atas pertimbangan tersebut, maka di bentuklah Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung.

3.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

  PD Kebersihan Kota Bandung mempunyai Visi dan Misi guna untuk kemajuan dan pengembangan perusahaan.

  Visi : Terwujudnya Kota Bandung bersih dari sampah melalui

  pengembangan sistem pengelolaan sampah ramah lingkungan dan berkelanjutan

  Misi : 1. Mengembangkan kemampuan sumber daya manusia

  dengan basis kompetensi pengelolaan sampah kota

  2. Mengembangkan sistem pengelolaan sampah dengan basis teknologi tepat guna dan mengarah kepada teknologi tinggi sesuai dengan tuntutan perkembangan

  3. Mengembangakan sistem pembiayaan pengelolaan sampah yang mampu mendukung penyelenggaraan pelayanan secara optimal

  4. Mengembangkan sistem pengelolaan sampah dengan pola kemitraan dengan masyarakat dan swasta

  3.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan

Gambar 3.1. Struktur Organisasi PD Kebersihan Kota Bandung

  3.1.4. Deskripsi Tugas

  Karena yang akan diteliti oleh penulis adalah Bidang Sumber Daya Manusia, maka Bidang Sumber Daya Manusia mempunyai tugas pokok menyusun dan mengkoordinasi kegiatan perencanaan dan pengembangan sumber daya menusia. Dan mempunyai tugas sebagai berikut :

  1. Merencanakan mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas dari seksi perencanaan dan pengembangan dan seksi administrasi dan kesejahteraan.

  2. Merencanakan kebutuhan dan melaksanakan proses penerimaan serta penempatan pegawai.

  3. Menyusun dan mengusulkan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pensiun dan pesangon pegawai.

  4. Menyusun rencana pengembangan pegawai pegawai, pendidikan dan latihan,rotasi dan mutasi pegawai.

  5. Menyusun rencana peningkatan kesejahteraan pegawai, keselamatan, dan kesehatan kerja pegawai.

  6. Melaksanakan administrasi kepegawaian.

  7. Mengusulkan dan melaksanakan pembinaan pegawai, penegakan disiplin pegawai, penghargaan, pemberian sanksi, dan pemberhentian pegawai.

3.2. Metode Penelitian

3.2.1. Desain Penelitian

  Dalam melakukan suatu penelitian perlu dilakukan perencanaan penelitian agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan sistematis. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, fakual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat- sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.

3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data

  Metode pengumpulan data yang penulis lakukan untuk penelitian ini yaitu menggunakan data primer dan data sekunder, berikut penjelasannya :

3.2.2.1. Sumber Data Primer

  Yaitu data atau segala informasi yang diperoleh dan didapat oleh penulis langsung dari sumber – sumber pertama baik individu atau sekelompok bagian dari objek penelitian, seperti hasil wawancara dan observasi langsung pada objek yang diteliti dalam hal ini pihak pegawai PD Kebersihan Kota Bandung.

  3.2.2.1.1. Wawancara Yaitu proses memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dengan cara tanya jawab dengan karyawan di perusahaan.

  3.2.2.1.2. Observasi Yaitu studi yang dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung pada perusahaan.

3.2.2.2. Sumber Data Sekunder

  Data sekunder adalah data yang digunakan untuk mendukung data primer, merupakan jenis data yang sudah diolah terlebih dahulu oleh pihak pertama. Data tersebut dapat kita gunakan sebagai pemicu untuk memehami persoalan yang muncul dalam perusahaan tersebut dan yang akan kita gunakan sebagai masalah penelitian. Oleh karena itu metode pengumpulan datanya adalah melalui dokumentasi.

3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

  3.2.3.1. Metode Pendekatan Sistem


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

69 1648 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 427 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 386 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 239 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 349 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 493 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 440 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 279 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 449 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 520 23