Praktek Membuat Proposal Wirausaha Unggas Petelur Perencanaan Wirausaha Pangan Khas Daerah sebagai Produk Pangan Khas Daerah Bahan untuk Pengembangan Langkah-langkah Pengolahan Pangan Pengemasan dan Pemasaran Pangan Khas Daerah sebagai Pendukung Pariwisat

Prakarya 113 Komponen biaya dalam suatu wirausaha terdiri atas biaya tetap dan tidak tetap. Biaya tetap terdiri atas biaya pembuatan kandang dan pembelian peralatan kandang, sedangkan biaya tidak tetap terdiri atas biaya bibit, pakan, dan obat-obatan. Sekarang kamu sudah memahami budidaya ayam petelur. Keberhasilan wirausaha sangat ditentukan oleh pemasaran produk yang dihasilkan. Pemasaran merupakan bagian ujung dari suatu wirausaha, tapi sangat menentukan keberlanjutan wirausaha.

F. Praktek Membuat Proposal Wirausaha Unggas Petelur

Sekarang kamu sudah dapat membuat proposal wirausaha. Cobalah membuat sebuah proposal wirausaha dengan menggunakan sistematika outline di bawah ini Tugas Susunlah rencana wirausaha sesuai potensi wilayah tempat tinggalmu dalam bentuk proposal dengan susunan sebagai berikut: PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Peluang pasar ANALISIS BIAYA Biaya tetap Biaya tidak tetap Penghitungan rugi-laba PELAKSANAAN WIRAUSAHA Penentuan lokasi kandang Pemilihan jenis unggas Pelaksanaan budidaya RENCANA PEMASARAN PRODUK HASIL BUDIDAYA PENUTUP Di unduh dari : Bukupaket.com 114 Kelas XII SMAMASMKMAK Produk Pangan Modifikasi Di unduh dari : Bukupaket.com Prakarya 115

H. Perencanaan Wirausaha

Produk Pangan Modifikasi PENGOLAHAN Di unduh dari : Bukupaket.com 116 Kelas XII SMAMASMKMAK

A. Pangan Khas Daerah sebagai

Pendukung Pariwisata B. Kewirausahaan Produk Pangan Khas Daerah

C. Produk Pangan Khas Daerah

D. Bahan untuk Pengembangan

Pangan Khas Daerah E. Modi fikasi Pangan Khas Daerah

F. Langkah-langkah Pengolahan Pangan

Khas Daerah

G. Pengemasan dan Pemasaran

H. Perencanaan Wirausaha

I. Simulasi Wirausaha Produk Modi

fikasi Pangan Khas Daerah Wirausaha Pengolahan Makanan Modi fikasi Khas Daerah Produk Pangan Modi fikasi Khas Daerah Peta Materi Di unduh dari : Bukupaket.com Prakarya 117 Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu: • Menghayati bahwa akal pikiran dan kemampuan manusia dalam berpikir kreatif untuk membuat produk pengolahan serta keberhasilan wirausaha adalah anugerah Tuhan. • Menghayati perilaku jujur, percaya diri, dan mandiri serta sikap bekerjasama, gotong royong, bertoleransi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif dalam membuat karya pengolahan modiikasi pangan khas daerah dari lingkungan sekitar untuk membangun semangat usaha. • Mendesain dan membuat produk serta pengemasan karya pengolahan modiikasi pangan khas daerah berdasarkan identiikasi kebutuhan sumber daya, teknologi, dan prosedur berkarya. • Mempresentasikan karya dan proposal usaha produk pengolahan modiikasi pangan khas daerah dengan perilaku jujur dan percaya diri. • Menyajikan simulasi wirausaha pengolahan modiikasi pangan khas daerah berdasarkan analisis pengelolaan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar. BAB IV Wirausaha Pengolahan Modiikasi Pangan Khas Daerah Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran, berikan tanda pada tujuan yang sudah berhasil dicapai Di unduh dari : Bukupaket.com 118 Kelas XII SMAMASMKMAK

A. Pangan Khas Daerah sebagai Pendukung Pariwisata

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan, yang sangat majemuk, terdiri atas berbagai suku bangsa, bahasa dan budaya. Keberagaman ini sangat berkorelasi positif dengan keberagaman pangan tradisionalnya. Setiap daerah mempunyai pangan khas yang menjadi bagian dari ciri khas daerah tersebut dan dapat menjadi bagian dari daya tarik untuk pariwisata selain kekayaan alam dan kesenian. Pangan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari nilai jual pariwisata suatu daerah, baik sebagai makanan khas yang dinikmati di tempat maupun sebagai oleh-oleh yang dibawa pulang. Makanan khas daerah masih dapat dikembangkan, baik kuantitas maupun kualitasnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, juga untuk dijual ke daerah lain danatau wisatawanpendatang. Beberapa terobosan dapat dilakukan untuk mengangkat citra dan cita rasa pangan khas daerah. Upaya terobosan membuka peluang pangan khas daerah untuk didistribusikan ke daerah lain dan diekspor ke luar negeri. Hal tersebut akan menjadi promosi yang positif untuk meningkatkan nilai jual pangan khas daerah dan pariwisata daerah. Otonomi daerah, peningkatan peran media cetak dan elektronik, serta perhatian instansi pemerintah dan swasta terhadap sektor pariwisata dan industri kreatif, merupakan faktor dukungan yang turut mendorong wirausaha pangan khas daerah. Pemerintah dan instansi-instansi swasta berpihak pada upaya mengembangan produk kreatif berbasis budaya. Salah satu upaya mempromosikan produk pangan khas Nusantara kepada dunia internasional adalah dengan menetapkan Ikon Kuliner Indonesia pada 14 Desember 2012. Ikon Kuliner Indonesia saat ini diwakili oleh 30 jenis makanan khas Indonesia. Makanan ini terdiri dari makanan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup yang dipilih dari seluruh Nusantara. Makanan ini menjadi hidangan yang wajib disajikan pada acara internasional. Pengenalan Ikon Kuliner Indonesia kepada dunia internasional, tidak hanya dari resep dan rasa masakannya melainkan cara penyajian, sejarah, ilosoi, dan cerita-cerita yang berkaitan dengan makanan tersebut. Pangan khas daerah Indonesia akan menjadi daya tarik pariwisata daerah bagi wisatawan lokal maupun dari mancanegara untuk datang ke daerah-daerah di Nusantara. Di unduh dari : Bukupaket.com Prakarya 119 Sumber: Dokumen Kemenparekraf Gambar 4.1 Masakan yang termasuk Ikon Kuliner Indonesia dengan Bahan Utama Nabati Sumber: Dokumen Kemenparekraf Gambar 4.2 Masakan yang termasuk Ikon Kuliner Indonesia berupa Sajian Nasi dan Lauk Di unduh dari : Bukupaket.com 120 Kelas XII SMAMASMKMAK Sumber: Dokumen Kemenparekraf Gambar 4.3 Masakan yang termasuk Ikon Kuliner Indonesia dengan Bahan Utama Hewani yaitu Daging Ayam, Ikan dan Sapi. Latihan 1 Saat ini ada 30 Ikon Kuliner yang mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Makanan tersebut terdiri atas makanan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup. Makanan pembuka biasanya berupa makanan kecil yang rasanya asin, makanan utama adalah masakan besar, dan makanan penutup merupakan makanan kecil yang rasanya manis. Diskusikan dengan temanmu, makanan atau minuman khas daerahmu yang cocok menjadi Ikon Kuliner di masa mendatang. Adakah modiikasi yang harus dilakukan untuk makanan tersebut? Tempelkan gambar atau gambarkan makanan atau minuman yang dipilih dan tuliskan sedikit keterangan mengapa cocok menjadi Ikon Kuliner Indonesia. Presentasikan kepada teman sekelas. Di unduh dari : Bukupaket.com Prakarya 121 Sumber: Dokumen Kemenparekraf Gambar 4.4 Makanan Kecil dan Minuman yang termasuk Ikon Kuliner Indonesia. Di unduh dari : Bukupaket.com 122 Kelas XII SMAMASMKMAK Potensi daerah yang kaya dan dukungan serta peluang pasar membuat pangan khas daerah menjadi pilihan potensial untuk wirausaha. Pengembangan pangan khas daerah selain dapat membuka peluang usaha yang cukup besar, juga otomatis dapat memperluas lapangan pekerjaan, peningkatan penghasilan dan kesempatan berusaha masyarakat khususnya di daerah, sehingga akan mendorong dan menumbuhkan perekonomian masyarakat daerah. Pangan khas daerah atau pangan tradisional, sangat potensial dikembangkan, karena berbasis pada bahan baku yang tersedia di sekitarnya. Pangan tradisional ini dapat mencakup segala jenis makanan olahan termasuk makanan utama, kudapan, maupun minuman yang dikenal dan lazim dikonsumsi di daerah tersebut. Kekhasan bahan baku, cara memasak, dan ilosoi dari pangan khas daerah selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun internasional. Kreativitas dibutuhkan dalam pengembangan wirausaha pangan khas daerah agar cita rasa lebih bervariasi, penampilan produk lebih menarik, produk lebih awet serta upaya promosi dan sosialisasi yang lebih ditingkatkan. Pengembangan pangan khas daerah dapat dilakukan dengan memodiikasi cara pengolahan dan pengemasan. Modiikasi dapat memanfaatkan metode produksi dan teknologi baru. Mempertahankan dan mengembangkannya adalah menjadi solusi untuk tetap menjaga keberadaannya, juga tentu menjadi peluang bisnis yang sangat baik.

B. Kewirausahaan Produk Pangan Khas Daerah

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23