EFEKTIVITAS MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA OLEH SISWA KELAS VIII SMP BRIGJEND KATAMSO II MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

(1)

EFEKTIVITAS MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT

INSTRUCTION) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-

VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS

TEKS BERITA OLEH SISWA KELAS VIII

SMP BRIGJEND KATAMSO II MEDAN

TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

LESTARI LASMA SIBARANI

NIM 2112111006

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2016


(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

ABSTRAK

Lestari Lasma Sibarani, NIM 2112111006. Efektivitas Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) dengan Menggunakan Media Audio-Visual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Berita Oleh Siswa Kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Medan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pengajaran langsung (direct instruction) dengan menggunakan media audio-visual terhadap keterampilan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan tahun pembelajaran 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode true experiment design dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas yaitu terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas eksperimen menggunakan model pengajaran langsung (direct instruction) dengan media audio-visual, sedangkan di kelas kontrol hanya menggunakan model pengajaran langsung (direct instruction). Populasi penelitian ini berjumlah 111 siswa dengan sampel 75 siswa, 38 siswa untuk kelas eksperimen dan 37 siswa untuk kelas kontrol. Instrument atau alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes esai.

Dari perhitungan analisis data, diketahui bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 78,8 (kategori baik), sedangkan untuk kelas kontrol adalah 64,1 (kategori cukup). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”. dari perhitungan uji hipotesis, diperoleh thitung =

8,90, selanjutnya dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikansi 5%

dengan df = (N1+N2) - 2 = 73. Pada tabel “t” dengan df = 73 diperoleh ttabel pada taraf signifikansi 5% = 2,00. Kriteria pengujian adalah Hasil t0

diperoleh lebih besar dari ttabel yaitu 8,90 > 2,00, karena to yang diperoleh

lebih besar dari ttabel maka hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis

alternatif (Ha) diterima.

Kata kunci: Model Pengajaran Langsung, Media Audio-Visual, Menulis Berita


(7)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia-Nya penyusun dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan baik. Adapun judul skripsi ini adalah Efektivitas Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) dengan Menggunakan Media Audio-Visual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Berita Oleh Siswa Kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016.

Penulisan Skripsi ini tidak terlepas dari doa, semangat, dan motivasi dari beberapa pihak. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., Rektor Universitas Negeri Medan, 2. Dr. Isda Pramuniati, M.Hum., Dekan Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan dan para Wakil Dekan serta seluruh Staf Pegawai Administrasi,

3. Drs. Syamsul Arif, M.Pd., Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Akademik.

4. Syairal Fahmy Dalimunthe, S.Sos, M.I.Kom., Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia,

5. Fitriani Lubis, S.Pd.,M.Pd, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, sekaligus Dosen Pengarah

6. Dra. Inayah Hanum, M.Pd., Dosen Pembimbing Skripsi, 7. Drs. Malan Lubis, M.Hum., Dosen Pengarah,

8. Bapak/Ibu Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

9. Herliadi, S.Pd., SM.Hk., Kepala SMP Brigjend Katamso II Medan yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di SMP Brigjend Katamso II Negeri 19 Medan, seluruh Guru, Staf Pegawai serta Siswa SMP Brigjend Katamso II terkhusus kelas VIII yang telah membantu penulis selama proses penelitian berlangsung,


(8)

10.Kepada orang tua penulis Bapak Manaek Sibarani, dan Ibu tercinta Martiana Pasaribu yang telah memberikan motivasi moril, pengertian dan menyediakan materi selama penulis mengenyam pendidikan sejak dilahirkan serta memberikan dukungan, doa, dan perhatian kepada penulis selama proses penyusunan skripsi berlangsung,

11.Teristimewa untuk dukungan, doa, kasih sayang serta motivasi dari saudara tercinta, kakak Betty, Nelly, Jenni, Christina, Nova beserta Suami Mas Bro, Ito Togu dan Parulian, serta adik terkecil penulis Theresia Sibarani serta keponakan tersayang Claricha Zaneta.

12.Teristimewa untuk Keluarga komunitas Penulis KONTAN atas ilmu kepenulisannya dan keluarga seperjuangan di Unimed Dik. Reguler A 2011 terkhusus sahabat penulis Brosista Fitri, Ilan, Mayun, Eva, Sibah, Novita, Yani, Lidya, Shella dan yang tercinta kekasih penulis Amrin Pandiangan, S.Pd.

13.Teruntuk teman kost Asput, Jumaylin,S.Pd, Lady Sonya,S.Pd, Chef Erna, Baby, dan Maria Florentina Hall.

14.Semua pihak yang turut membantu penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Medan, Februari 2016 Penulis,

Lestari Lasma Sibarani NIM 2112111006


(9)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iv

DAFTAR TABEL vi

DAFTAR LAMPIRAN vii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah 1

B. Identifikasi Masalah 6

C. Pembatasan Masalah 6

D. Rumusan Masalah 7

E. Tujuan Penelitian 7

F. Manfaat Penelitian 8

BAB II KERANGKA TEORETIS, KERANGKA

KONSEPTUAL, DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Kerangka Teoretis

1. Pengertian Efektivitas 10

2. Model Pembelajaran 11

3. Media Pembelajaran 14

4. Media Audio-Visual 21

5. Keterampilan Menulis Teks Berita 21 6. Pembelajaran Keterampilan Menulis dengan

Media Audio-visual 24

B. Kerangka Berpikir 25

C. Hipotesis Penelitian 27

BAB III METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian 28

B. Populasi dan Sampel 28


(10)

D. Metode Penelitian 30

E. Desain Penelitian 32

F. Instrumen Penelitian 33

G. Jalannya Eksperimen 37

H. Organisasi Pengolahan Data 38

I. Teknik Analisis Data a) Uji Normalitas 41 b) Uji Homogenitas 42

c) Uji Hipotesis 43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Hasil Penelitian ... 44

1. Keterampilan Menulis teks Berita Menggunakan Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) tanpa Media Audio-visual ... 44

2. Keterampilan Menulis teks Berita Menggunakan Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) dengan Media Audio-visual ... 47

3. Efektivitas Menulis teks Berita Menggunakan Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) dengan Media Audio-visual ... 50

a. Uji Normalitas Data ... 50

b. Uji Homogenitas ... 54

c. Uji Hipotesis ... 56

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 57

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 60

B. Saran ... 61


(11)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Klasifikasi Media Pembelajaran 20

Tabel 3.1 Populasi Penelitian 28

Tabel 3.2 Desain Posttest-Only Control Design 33

Tabel 3.3 Silabus Keterampilan Menulis Teks Berita 34

Tabel 3.4 Format kisi-kisi Penilaian Menulis 36

Tabel 4.1 Keterampilan Menulis Teks Berita Menggunakan Model Pengajaran Langsung (Direct instruction) tanpa Media Audio-visual 44

Tabel 4.2 Distribusi Hasil Keterampilan Menulis Teks Beita Menggunakan Model Pengajaran Langsung tanpa media 46

Tabel 4.3 Keterampilan Menulis Teks Berita Menggunakan Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) tanpa Media Audio-visual 47

Tabel 4.4 Distribusi Hasil Keterampilan Menulis Teks Berita Menggunakan Model Pengajaran Langsung (Direct instruction) dengan Media Audio-visual 49

Tabel 4.5 Uji Normalitas kelas eksperimen 50

Tabel 4.6 Uji Normalitas kelas kontrol 52

Tabel 4.7 Hasil Pengujian Normalitas Data Penelitian 54

Tabel 4.8 Harga-harga untuk uji Barlet 55


(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Kelas eksperimen 63

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas kontrol 67

Lampiran 3 Lembar kerja (soal) 71

Lampiran 4 Tabel Wilayah Luas di Bawah Kurva Normal O ke Z 72

Lampiran 5 Daftar Nilai Kritis Uji Lilliefors 73

Lampiran 6 Daftar Harga X2 (Chi Kuadrat) 74


(13)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat sebagai sarana untuk berkomunikasi. Setiap anggota masyarakat dan komunitas tertentu selalu terlibat dalam komunikasi. Peristiwa komunikasi yang berlangsung menjadi tempat untuk mengungkapkan ide, gagasan, isi pikiran, maksud, realitas, dan sebagainya. Di Indonesia bahasa tidak hanya dijadikan sebagai sarana untuk berkomunikasi, bahasa juga dijadikan sebagai materi pembelajaran yang wajib dipelajari di semua jenjang pendidikan. Materi pembelajaran bahasa dikenal dengan pembelajaran bahasa Indonesia.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), materi pembelajaran bahasa Indonesia terdiri atas dua jenis keterampilan yaitu keterampilan berbahasa dan keterampilan bersastra. Tarigan (2005:1) mengemukakan bahwa keterampilan berbahasa memiliki empat komponen yaitu, keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Setiap keterampilan tersebut memiliki hubungan yang erat satu sama lain.

Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah memiliki standar pencapain yang harus dikuasai oleh peserta didik tentunya masih belum lepas dari keempat keterampilan berbahasa tersebut. Salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik dan merupakan tuntutan dari kurikulum tingkat satuan


(14)

2

Pendidikan (KTSP) yaitu keterampilan menulis teks berita. Standar kompetensi (SK) 12 tentang keterampilan menulis di SMP diajarkan kepada kelas VIII semester genap yaitu mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk rangkuman, teks berita, slogan/poster. Dalam hal ini keterampilan menulis berita tentunya menjadi suatu keharusan yang penting dikuasai oleh peserta didik di sekolah.

Pembelajaran keterampilan menulis teks berita memiliki tiga indikator yang harus dicapai. Indikator tersebut antara lain adalah (1) peserta didik mampu menulis teks berita menggunakan kalimat efektif, (2) peserta didik mampu menulis teks berita dengan unsur 5W+1H (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana) secara lengkap, dan (3) peserta didik mampu menulis teks berita dengan ejaan dan tanda baca secara tepat.

Indikator yang pertama, peserta didik mampu menulis teks berita menggunakan kalimat efektif dalam berita. Hal ini sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dicapai, yaitu menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas. Namun, pada kenyataannya siswa belum mampu menulis teks berita dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari teks berita yang dihasilkan, di antaranya masih terdapat kata yang berlebihan penggunaannya, sehingga menjadikan kalimat berita tidak efektif. Selain itu, peserta didik juga belum mampu memilih kata yang sesuai, sehingga kalimat yang dihasilkan ambigu dan bertele-tele.

Indikator yang kedua yakni peserta didik mampu menulis teks berita dengan unsur 5W+1H (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana) secara lengkap


(15)

3

menyebutkan semua unsur tersebut, dan hanya memenuhi 3-4 unsur saja. Unsur yang sudah tercantum yakni unsur apa, di mana, kapan, siapa, sedangkan unsur mengapa dan bagaimana masih jarang dicantumkan.

Indikator yang ketiga yakni peserta didik mampu menulis teks berita dengan ejaan dan tanda baca yang tepat. Pada indikator ketiga juga kurang, hal ini bisa dilihat dari hasil teks berita peserta didik yang masih belum tepat dalam menggunakan kata baku, kesalahan tanda baca, penggunaan huruf kapital, serta terdapat singkatan-singkatan yang tidak tepat. Untuk itu, perlu adanya latihan yang intensif agar siswa terbiasa menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan tata bahasa baku dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Selain ketiga pencapaian indikator di atas yang harus dikuasai oleh siswa, masalah lainnya ialah lemahnya proses pembelajaran yang dikembangkan guru dewasa ini. Hal ini merupakan salah satu masalah dan faktor terbesar yang dihadapi dunia pendidikan. Berbagai cara seperti pembaruan kurikulum serta pelatihan bagi guru guna meningkatkan kemampuan dalam memvariasikan pembelajaran melalui model dan media belum mendapatkan hasil yang maksimal.

Proses pembelajaran yang terjadi selama ini di dalam kelas masih dilaksanakan sesuai dengan kemampuan minimal dan selera guru, pada kenyataannya kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran tidaklah merata sesuai latar belakang pendidikan guru serta motivasi dan kecintaan mereka terhadap profesinya. Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal di sekolah-sekolah, tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap.


(16)

4

Berdasarkan observasi penulis yang dilakukan di SMP Brigjend Katamso II Medan, diketahui bahwa teknik dan media pembelajaran yang digunakan dalam keterampilan menulis teks berita masih menggunakan metode ceramah, penugasan dan belum memanfaatkan media. Hasil observasi yang didapatkan yaitu: dari 40 orang siswa, 70% gagal dalam menulis berita dan belum mampu melewati batas KKM yaitu 75. Sekitar 28 siswa gagal dalam praktiknya menulis teks berita. Perolehan hasil rata-rata dari nilai hanya mencapai 70,75 belum di atas dari nilai KKM.

Penelitian tentang pembelajaran menulis teks berita sebelumnya pernah dilakukan oleh Dinamita (2010:60) dengan hasil keterampilan menulis berita dengan menggunakan bahan ajar Program Micromedia Flash CS3 menunjukkan hasil 71,71, sedangkan keterampilan menulis berita dengan menggunakan bahan ajar Program Microsoft Power Point menunjukkan nilai rata-rata 61,14. Hasil rata-rata yang diperoleh belum melewati batas KKM yang berlaku yaitu 75,00.

Melihat kondisi masih rendahnya keterampilan menulis teks berita dan kendala-kendala yang dihadapi para peserta didik maupun guru, penulis membuat suatu penelitian berbentuk eksperimen penggunanan model pengajaran langsung (Direct Instruction) dengan berbantuan media audio visual berbentuk video. Video tersebut berisi penjelasan lebih rinci tentang kebermaknaan teks berita, unsur-unsur berita dan contoh teks berita.

Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) adalah suatu model pengajaran yang bersifat teacher center. Arends dalam Trianto (2009:41)


(17)

5

salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan prosedural yang terstruktur dengan baik dan dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.

Arsyad (2007:3) menyebutkan bahwa secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar diartikan sebaga alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut digunakan sebagai media pembelajaran untuk dapat merangsang kecerdasan intelektual dari para anak didik serta keterampilannya. Untuk itu guru harus memiliki kemampuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran serta memanfaatkannya di dalam model pembelajaran.

Dalam hal ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian eksperimen dengan mengangkat judul: “Efektivitas Model Langsung (Direct Instruction) Terhadap Keterampilan Menulis Teks Berita Oleh Siswa Kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016”.


(18)

6

B. Identifikasi Masalah

Masalah penelitian harus diidentifikasi untuk mengetahui lebih jelas masalah yang diteliti. Hal ini mempermudah pelaksanaan penelitian. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka masalah yang berkaitan dengan keterampilan menulis teks berita dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. belum tercapainya tiga indikator keterampilan menulis teks berita, yaitu: penggunaan kalimat efektif, penggunaan unsur 5W+1H secara lengkap, dan penggunaan ejaan dan tanda baca secara tepat.

2. nilai rata-rata siswa belum melewati batas nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang berlaku di sekolah.

3. metode yang digunakan guru dalam pembelajaran masih dengan ceramah dan memberikan penugasan kepada siswa.

4. belum adanya pemilihan media yang efektif di dalam model pengajaran langsung.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian nantinya, maka penulis memilih satu masalah. Penulis memilih identifikasi masalah nomor 4 yaitu, belum adanya pemilihan media yang efektif di dalam model pengajaran langsung.


(19)

7

Brigjend Katamso II Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016. Dalam hal ini peneliti ingin melihat apakah penggunaan media audio visual lebih efektif penggunaannya dalam meningkatkan hasil belajar menulis teks berita oleh siswa dengan menggunakan model pengajaran langsung.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian batasan masalah tersebut, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. bagaimanakah hasil keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) tanpa media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan? 2. Bagaimanakah hasil keterampilan menulis teks berita dengan

menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) dengan media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan?

3. apakah model pengajaran langsung (Direct Instruction) dengan penggunaan media audio-visual lebih efektif dibandingkan tanpa menggunakan media audio-visual terhadap keterampilan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan?

E. Tujuan penelitian

Suatu kegiatan yang dilakukan tentunya memiliki tujuan, sama halnya dengan penelitian ini. Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk


(20)

8

memperoleh gambaran tentang efektivitas pengunaan media audio-visual. Secara rinci tujuan penelitian ini dibagi menjadi beberapa poin sebagai berikut:

1. untuk mengetahui hasil keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) tanpa media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan

2. untuk mengetahui hasil keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) tanpa media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan

3. untuk mengetahui efektivitas model pengajaran langsung (Direct

Instruction) dengan penggunaan media audio-visual dibandingkan

tanpa menggunakan media audio-visual terhadap keterampilan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan

F. Manfaat Penelitian

Secara teoretis peneliti memperkuat teori-teori tentang pembelajaran aktif, dengan mendesain model pembelajaran inovatif-progresif menggunakan media pembelajaran. Sebuah penelitian diharapkan memiliki manfaat praktis. Tentunya manfaat tersebut dapat dirasakan oleh peneliti ataupun pihak-pihak lain. Adapun manfaat penelitian ini, yaitu:


(21)

9

1. bagi peneliti, menerapkan ilmu pendidikan yang selama ini didapat pada saat mengikuti perkuliahan.

2. bagi guru, dapat memberikan masukan yang berarti sebagai bahan kajian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran terkhusus dalam materi pembelajaran bahasa Indonesia dalam keterampilan menulis teks berita. 3. bagi peserta didik, memberikan pengalaman belajar yang bermakna

sehingga mempermudah peserta didik untuk membangun dan menemukan konsep-konsep dalam pembelajaran.

4. sebagai sumber informasi dan bahan penelitian lanjutan dalam bidang yang relevan.


(22)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang efektivitas model pengajaran langsung (direct instruction) dengan menggunakan media audio-visual terhadap keterampilan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016 maka dapat disimpulkan hal sebagai berikut:

1. Hasil keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) tanpa media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan berada pada kategori cukup yaitu dengan rata-rata 64,1.

2. Hasil keterampilan menulis teks berita menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) dengan media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan berada pada kategori baik yaitu dengan rata-rata 78,8.

3. Model pengajaran langsung (direct instruction) dengan penggunaan media audio-visual lebih efektif dibandingkan tanpa menggunakan media audio-visual terhadap keterampilan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016.


(23)

61

B. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka sebagai tindak lanjut dari penelitian ini dikemukakan saran-saran sebagai berikut

1. Tenaga pendidik hendaknya menggunakan penggabungan model dan media dalam mengajarkan materi pembelajaran keterampilan menulis teks berita kepada siswa karena terbukti bahwa nilai rata-rata siswa lebih tinggi dibandingkan hanya menggunakan model saja.

2. Seorang guru yang ingin menerapkan penggunakaan model pengajaran langsung (direct instruction) dengan media audio-visual seharusnya memperhatikan ketersediaan fasilitas sekolah yang mendukung, sehingga lebih efektif dan pemutaran media dapat dinikmati oleh siswa.

3. Perlu dilakukan penelitian lanjut oleh peneliti lain guna memberi masukan yang konstruktif bagi dunia pendidikan khususnya dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita oleh siswa.

4. Untuk peneliti serupa hendaknya dilakukan dengan pembaharuan rencana pelaksanaan pembelajaran melalui penyesuaian materi untuk pemilihan model yang dikombinasikan dengan pemanfaatan media yang berbeda. sesuai topik sehingga menarik minat siswa mengikuti pembelajaran.


(24)

62

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers

Barus, Sanggup. 2013. Penulisan Karya Tulis. Jakarta: Halaman Moeka Publishing.

Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia: Edisi Keempat. Jakarta: Balai Pustaka

Dinamita, Rinda. 2010. Pengaruh Program Pembelajaran dengan Microflash CS

3 Terhadap Peningkatan Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Binjai dalam Menulis Teks Berita Tahun Pembelajaran 2010-2011. Skripsi. Medan: Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,

Universitas Negeri Medan

Harjanto. 2008. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Mursini. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa dan Sasta Indonesia.Medan: Unimed Press

Rahardjo (dalam http://www.ekofeum.co.id, 1991)

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

Sudijono, Anas. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta . 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif,

kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta

. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta

Tarigan, Hendri Guntur. 2005. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group


(1)

7

Brigjend Katamso II Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016. Dalam hal ini peneliti ingin melihat apakah penggunaan media audio visual lebih efektif penggunaannya dalam meningkatkan hasil belajar menulis teks berita oleh siswa dengan menggunakan model pengajaran langsung.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian batasan masalah tersebut, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. bagaimanakah hasil keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) tanpa media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan? 2. Bagaimanakah hasil keterampilan menulis teks berita dengan

menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) dengan media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan?

3. apakah model pengajaran langsung (Direct Instruction) dengan penggunaan media audio-visual lebih efektif dibandingkan tanpa menggunakan media audio-visual terhadap keterampilan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan?

E. Tujuan penelitian

Suatu kegiatan yang dilakukan tentunya memiliki tujuan, sama halnya dengan penelitian ini. Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk


(2)

memperoleh gambaran tentang efektivitas pengunaan media audio-visual. Secara rinci tujuan penelitian ini dibagi menjadi beberapa poin sebagai berikut:

1. untuk mengetahui hasil keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) tanpa media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan

2. untuk mengetahui hasil keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) tanpa media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan

3. untuk mengetahui efektivitas model pengajaran langsung (Direct Instruction) dengan penggunaan media audio-visual dibandingkan tanpa menggunakan media audio-visual terhadap keterampilan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan

F. Manfaat Penelitian

Secara teoretis peneliti memperkuat teori-teori tentang pembelajaran aktif, dengan mendesain model pembelajaran inovatif-progresif menggunakan media pembelajaran. Sebuah penelitian diharapkan memiliki manfaat praktis. Tentunya manfaat tersebut dapat dirasakan oleh peneliti ataupun pihak-pihak lain. Adapun manfaat penelitian ini, yaitu:


(3)

9

1. bagi peneliti, menerapkan ilmu pendidikan yang selama ini didapat pada saat mengikuti perkuliahan.

2. bagi guru, dapat memberikan masukan yang berarti sebagai bahan kajian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran terkhusus dalam materi pembelajaran bahasa Indonesia dalam keterampilan menulis teks berita. 3. bagi peserta didik, memberikan pengalaman belajar yang bermakna

sehingga mempermudah peserta didik untuk membangun dan menemukan konsep-konsep dalam pembelajaran.

4. sebagai sumber informasi dan bahan penelitian lanjutan dalam bidang yang relevan.


(4)

60 A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang efektivitas model pengajaran langsung (direct instruction) dengan menggunakan media audio-visual terhadap keterampilan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016 maka dapat disimpulkan hal sebagai berikut:

1. Hasil keterampilan menulis teks berita dengan menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) tanpa media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan berada pada kategori cukup yaitu dengan rata-rata 64,1.

2. Hasil keterampilan menulis teks berita menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction) dengan media audio visual oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan berada pada kategori baik yaitu dengan rata-rata 78,8.

3. Model pengajaran langsung (direct instruction) dengan penggunaan media audio-visual lebih efektif dibandingkan tanpa menggunakan media audio-visual terhadap keterampilan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Brigjend Katamso II Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016.


(5)

61

B. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka sebagai tindak lanjut dari penelitian ini dikemukakan saran-saran sebagai berikut

1. Tenaga pendidik hendaknya menggunakan penggabungan model dan media dalam mengajarkan materi pembelajaran keterampilan menulis teks berita kepada siswa karena terbukti bahwa nilai rata-rata siswa lebih tinggi dibandingkan hanya menggunakan model saja.

2. Seorang guru yang ingin menerapkan penggunakaan model pengajaran langsung (direct instruction) dengan media audio-visual seharusnya memperhatikan ketersediaan fasilitas sekolah yang mendukung, sehingga lebih efektif dan pemutaran media dapat dinikmati oleh siswa.

3. Perlu dilakukan penelitian lanjut oleh peneliti lain guna memberi masukan yang konstruktif bagi dunia pendidikan khususnya dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita oleh siswa.

4. Untuk peneliti serupa hendaknya dilakukan dengan pembaharuan rencana pelaksanaan pembelajaran melalui penyesuaian materi untuk pemilihan model yang dikombinasikan dengan pemanfaatan media yang berbeda. sesuai topik sehingga menarik minat siswa mengikuti pembelajaran.


(6)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers

Barus, Sanggup. 2013. Penulisan Karya Tulis. Jakarta: Halaman Moeka Publishing.

Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia: Edisi Keempat. Jakarta: Balai Pustaka

Dinamita, Rinda. 2010. Pengaruh Program Pembelajaran dengan Microflash CS 3 Terhadap Peningkatan Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Binjai dalam Menulis Teks Berita Tahun Pembelajaran 2010-2011. Skripsi. Medan: Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan

Harjanto. 2008. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Mursini. 2012. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa dan Sasta Indonesia.Medan: Unimed Press

Rahardjo (dalam http://www.ekofeum.co.id, 1991)

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

Sudijono, Anas. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta . 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta

. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta

Tarigan, Hendri Guntur. 2005. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Uno, Hamzah B. 2009. Profesi Kependidikan: Problema, Solusi, dan reformasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara