AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN PADA KANTOR KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO

(1)

“AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN PADA KANTOR KECAMATAN NGORO

KABUPATEN MOJOKERTO”

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajad Gelar Sarjana Ekonomi

OLEH :

Dafit Tamalah 201210170311197

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMDIYAH MALANG


(2)

(3)

(4)

(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat dan atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang telah memberi kelancaran kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi yang berjudul “AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN PADA KANTOR KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO”. Tidak lupa penulis panjatkan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang banyak memberi perubahan kepada umatnya.

Skripsi ini disusun sebagai persyaratan pemenuhan untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis menyusun skripsi ini dengan penuh kesabaran sehingga penulis bisa mendapatkan informasi dan kesimpulan yang akurat.

Selama proses penyusunan skripsi ini, tentunya banyak pihak yang telah memberikan bantuan moril maupun materil. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan dari palung hati terdalam kepada :

1. Kedua orang tuaku yang tercinta Bapak Kamid dan Ibu Mariani yang selalu menjadi motivator utama dalam menjalani perkuliahan sampai saat ini, dukungan moril maupun materil yang sampai kapanpun tidak akan bisa terbalaskan serta do’a beliau yang selalu menyertaiku. Semoga beliau selalu dalam lindungan Allah SWT.

2. Dr. Ihyaul Ulum. M.Si. Ak. CA. sebagai dosen pembimbing I yang bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarahkan dalam penulisan skripsi ini. Pemikiran beliau yang selalu terbuka, sikap beliau yang tepat waktu dan tegas.

3. Drs. Setu Setyawan, M.M. sebagai dosen pembimbing II yang bersedia membimbing yang tiada hentinya dalam layout pembuatan skripsi.

4. Drs. Adi Prasetyo., M.Si. selaku dosen wali kelas D yang memberikan solusi dalam masalah kuliah dan skripsi.

5. Dr. Nazaruddin Malik., M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.


(6)

ii

6. Dra. Siti Zubaidah, MM. AK. Selaku Ketua Program Studi Akuntansi serta segenap bapak dan ibu dosen yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

7. Mas Jefry Wahyu yang selalu setia mendengarkan cerita, keluhan, kesedihan saat revisian dan bingung dengan pengukuran. Selalu memberi support, nasehat dan menjadi pembimbing III yang tidak kalah galak dengan dosen pembimbing.

8. Kakakku Maryudi yang selalu menemani pengambilan data di obyek penelitian.

9. Teman-teman kelas akuntansi D dan teman seperjuangan senang sekali bisa kenal kalian. Semua sahabat terdekat yang telah memberikan bantuan, pendengar cerita senang dan sedih.

Sebagai manusia, tentunya tidak pernah lepas dari salah dan khilaf. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran mengenai skripsi ini akan diterima dengan senang hati. Menjadi catatan atas perbaikan dan mengembangkan agar mendekati kesempurnaan. Diharapkan skripsi ini dapat memberi manfaat bagi pihak yang membutuhkan.

Malang, 27 April 2016


(7)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR LAMPIRAN ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang ... 1

1.2Rumusan Masalah ... 6

1.3Tujuan Penelitian ... 6

1.4Manfaat Penelitian... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1 Review Penelitian Terdahulu ... 8

2.2 Landasan Teori ... 9

2.2.1 Akuntabilitas ... 9

2.2.2 Transparansi ... 11

2.2.3 Standar Akuntansi Pemerintahan ... 13

2.2.4 Akuntabilitas Keuangan Daerah ... 14

2.2.5 Pemerintahan yang baik (Good Governance) ... 16

2.2.6 Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) ... 17

2.2.7 PP 71 tahun 2010 (peraturan pemerintah) ... 19

BAB III METODE PENELITIAN ... 25

3.1 Jenis Penelitian ... 25

3.2 Objek Penelitian ... 25

3.3 Jenis dan Sumber Data ... 25

3.4 Teknik Perolehan Data ... 26


(8)

iv

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 28

4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian ... 28

4.1.1 Aspek Geografi ... 28

4.1.2 Aspek Demografi ... 29

4.1.3 Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi ... 30

4.1.4 Struktur Organisasi. ... 31

4.2Deskripsi Data Penelitian ... 32

4.2.1 Akuntabilitas ... 32

4.2.2 Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ... 36

4.3Analisis Data Penelitian ... 37

4.3.1 Akuntabilitas ... 37

4.3.2 Target dan Realisasi ... 38

4.4 Pembahasan ... 42

4.4.1 Implementasi Transparansi dalam pertanggungjawaban pengelolaan keuangan ... 46

BAB V PENUTUP ... 49

5.1 Simpulan ... 49

5.2 Keterbatasan Penelitian ... 50

5.3 Saran ... 50 DAFTAR PUSTAKA


(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Tinggi dan Luas Daerah Menurut Desa/Kelurahan ... 29

Tabel 4.2 Jumlah penduduk Kecamatan Ngoro Tahun 2010 – 2014 ... 30

Tabel 4.3 Indikator Akuntabilitas SAP pada Kantor Kecamatan Ngoro ... 42


(10)

vi

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Laporan Realisasi Anggaran

Lamprian 2 Neraca

Lampiran 3 Buku Kas Umum

Lampiran 4 Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Lampiran 5 Surat Setoran Sisa Uang Persediaan

Lampiran 6 Surat Tanda Setoran Lamprian 7 Bukti Setoran

Lampiran 8 Pelayanan Atministrasi Perkantoran dan Masyarakat Lampiran 9 Rekening Koran


(11)

DAFTAR PUSTAKA

Aprianti, D., dan Nursiam. 2013. "Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan, Aksebilitas Laporan Keuangan Terhadap Transparansi Dan Akuntabilitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali ". Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 3, No. 3, hlm: 351-362.

Auditya, L., Husaini, dan Lismawati. 2013. "Accountability and Transparenscy Effect Analysis Of Financial Management On The Performance OF Local Government". fairness, Vol. 3, No. 1, hlm: 21-41.

Bastian, Indra. “Akuntansi Sektor Publik”. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta. Bastian, Indra. 2010. “Akuntansi Sektor Publik”. Ciracas, Jakarta : Erlangga.

Boy, D., dan H. Siringoringo. 2009. "Analisis Pengaruh Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Sekolah (APBS) Terhadap Partisipasi Orang Tua Murid". Jurnal Ekonomi Bisnis, Vol. 14, No. 12, hlm.

Fajri, R., E. Setyowati, dan Siswidiyanto. 2012. "Akuntabilitas Pemerintah Desa Pada Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) ". Jurnal Administrasi Publik, Vol. 3, No. 7, hlm: 1099-1104.

Halim, Abdul. 2007. “Akuntansi Keuangan Daerah”. Jakarta : Salemba Empat.

Halim, Abdul., Restianto, YE., dan Karman, IW. 2010. “Sistem Akuntansi Sektor Publik”. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.

Halim, A., dan kusufi, M Syam. 2012. “Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah”. Jakarta Selatan : Salemba Empat

Kama, M. 2011. "Transparansi Pada Penyelenggaraan Pelayanan Publik di kantor Camat Kabupaten Kuburaya". jurnal administrasi publik, vol. 1, No. 1, hlm: 22-35.

Maani, K. D. 2009. "Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pelayananan Publik".

Jurnal Forum Inovasi Capacity Building & Good Governance, Vol. 8, No. 1, hlm.

Mahsun, Sulistiyowati, F., dan Purwanugraha, HA. 2011. “Akuntansi Sektor Publik”. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.

Mardiasmo. 2002. “Akuntansi Sektor Publik”. Yogyakarta : C.V Andi Offset.

Nuraeni, Y., T. Suhartati, dan A. Rahman. 2012. "Model Pengelolaan Keuangan Instansi Dalam Mewujudkan Transparansi Dan Akuntabilitas Keuangan Negara". jurnal ekonomi dan bisnis, Vol. 11, No. 1, hlm: 53-60.


(12)

viii

Pamungkas, B. 2012. "pengaruh penerapan akuntansi publik dan kualitas peraturan perundangan terhadap kualitas laporan keuangan dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah". Jurnal Akuntansi & Keuangan, Vol. 12, No. 1, hlm: 1-10.

Rahmanurrasjid, A. 2008. "Akuntabilitas Dan Transparansi Dalam Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah Untuk Mewujudkan Pemerintah Yang Baik Di Daerah (Studi di Kabupaten Kebumen) ". Jurnal Administrasi Publik, Vol. 2, No. 1, hlm: 89-97.

Widyastuti, 2009. "Analisis Pengaruh Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah". jurnal Administrasi Publik, Vol. 1,No. 1, hlm: 67-70.


(13)

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang

Fenomena yang harus diamati untuk dikembangkan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat saat ini yaitu tuntutan untuk organisasi yang bergerak di bidang jasa seperti pemerintah pusat dan daerah, unit-unit kerja pemda maupun lembaga-lembaga negara yang dituntut dalam melaksanakan akuntabilitas publik. Tuntutan dalam pengelolaanya harus melakukan transparansi dan pertanggungjawaban atas menyusun, menyajikan, melaporkan dan pemberian informasi kepada publik sesuai pemenuhan hak-hak publik (mardiasmo, 2002). Setiap negara mempunyai aktivitas dalam mengelola keuangan negaranya dengan tujuan mensejahterakan bangsa dan negara. Kewajiban pemerintah dalam menyusun laporan keuangan diwujudkan sebagai akuntabilitas dalam mengelola keuangan negara.

Kewajiban seluruh instansi baik di pemerintah pusat dan daerah untuk menyusun laporan keuangan sebagai wujud akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Saat ini terjadi perubahan lingkungan eksternal yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara, perubahan tersebut antara lain meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memiliki pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan dalam mengelola keuangan negara. Tuntutan akuntabilitas menekankan pada pertanggungjawaban horizontal (horizontal accountability) bukan hanya pertanggungjawaban vertikal (vertical accountability). Tuntutan yang kemudian muncul adalah perlunya dibuat laporan keuangan eksternal yang dapat menggambarkan kinerja lembaga sektor publik (Turner and Hulme, 1997) dalam (Mardiasmo 2002).


(14)

2

Berkaitan dengan isu pentingnya tentang akuntabilitas (Haque, 1997) dalam (Pamungkas, 2012) yang mengemukakan bahwa akuntabilitas senantiasa dikaitkan dengan meningkatnya tanggung jawab yang harus di miliki oleh pemerintah daerah, yaitu dengan mendorong terciptanya tuntutan dalam memenuhi peraturan yang ada atas kinerja akuntabilitas. Hal ini dilakukan untuk lebih berakuntabilitas dalam melaksanakan fungsinya. Transparansi dan akuntabilitas memiliki keterkaitan satu sama lain. Transparansi menunjuk pada kebebasan memperoleh informasi. Akuntabilitas menyangkut pertanggungjawaban kepada publik atas setiap aktivitas yang dilakukan.

Rahmanurrasjid (2008) melakukan penelitian tentang Akuntabilitas Dan Transparansi Dalam Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah Untuk Mewujudkan Pemerintah Yang Baik Di Daerah (Studi di Kabupaten Kebumen). Hasil dari penelitian ini Implementasi akuntabilitas dan transparansi dalam pertanggungjawaban Pemerintah Daerah dilaksanakan dengan penyampaian Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada masyarakat. Di Kabupaten Kebumen Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemda disampaikan melalui media a.) Media Surat Kabar Harian Suara Merdeka b.) Direct Mail “Surat Bupati” c.) Di dalam website. Pembahasan LKPJ Kepala Daerah yang disampaikan kepada DPRD dapat lebih akuntabel dan transparan, maka DPRD dalam pembahasan ditingkat Panitia Khusus melakukan publik hearing (dengar pendapat) dengan berbagai unsur masyarakat yang ada di Kabupaten Kebumen yang terdiri dari para tokoh masyarakat, unsur LSM, unsur Organisasi Masyarakat, unsur Kepala Desa dan BPD, unsur perguruan tinggi untuk diminta tanggapan dan responya terhadap LKPJ Bupati.


(15)

3

Akuntabilitas kinerja merupakan salah satu kata kunci bagi terwujudnya good governance dalam pengelolaan organisasi publik. Jadi, tidak salah jika siklus akuntansi sektor publik diakhiri dengan proses pertanggungjawaban publik. Proses inilah yang menentukan penilaian keberhasilan sebuah organisasi publik dalam mencapai tujuannya (Indra Bastian, 2010). Akuntabilitas mengandung arti kewajiban untuk menyajikan dan melaporkan segala tindak tanduk dan kegiatan seseorang atau lembaga terutama dibidang administrasi keuangan kepada pihak yang lebih tinggi/atasannya (LAN dan BPKP:2000) dalam Abdul Halim (2007). Terdapat dua hal bahwa transparansi dan akuntabilitas dapat diindikasikan dalam hal berikut : a) pembuatan keputusan sudah memenuhi standar etika dan nilai-nilai yang berlaku, artinya sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar maupun nilai-nilai yang berlaku bagi stakeholders. b) adanya kejelasan dari sasaran kebijakan yang diambil, dan sudah sesuai dengan visi dan misi organisasi, serta standar yang berlaku. c) adanya mekanisme yang menjamin bahwa standar telah terpenuhi, dengan konsekuensi mekanisme pertanggungjawaban jika standar tersebut tidak terpenuhi. d) konsistensi maupun kelayakan dari target operasional yang telah ditetapkan maupun prioritas dalam mencapai target tersebut. e) penyebarluasan informasi mengenai suatu keputusan, malalui media masa, media nirmassa, maupun media komunikasi personal. f) terdapat akurasi dan kelengkapan informasi yang berhubungan dengan cara-cara mencapai sasaran suatu progam. g) ketersediaan sistem informasi manajemen dan monitoring hasil yang telah dicapai pemerintah. h) mekanisme yang memfasilitasi pelaporan maupun penyebaran informasi maupun penyimpangan tindakan aparat publik didalam kegiatan melayani indikator dan trasnparansi. Dikemukakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2003) dalam (Aprianti dan Nursiam, 2013).


(16)

4

Akuntansi mempunyai kaitan sangat erat dengan beberapa prinsip good governance diatas, karena akuntansi pada hakekatnya adalah proses pencatatan secara sistematis atas transaksi keuangan yang bermuara kepada pelaporan keuangan daerah. Partisipasi, transparansi dan akuntabilitas akan semakin membaik jika didukung oleh suatu sistem maupun laporan akuntansi yang menghasilkan informasi yang tepat waktu, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebaliknya pelaporan mengenai informasi akuntansi yang kurang dan tidak akurat akan terlihat bahwa kinerjanya kurang dalam partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas (Mardiasmo, 2006). Laporan keuangan pemerintah merupakan hak publik yang harus diberikan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Kemampuan untuk memberikan aksesibilitas, tingkat pengungkapan laporan keuangan kepada stakeholder adalah kriteria yang menentukan tingkat akuntabilitas keuangan daerah.

Kecamatan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kabupaten atau kota. Kecamatan terdiri atas desa-desa atau kelurahan-kelurahan. Kecamatan atau sebutan lain adalah wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota. Kedudukan kecamatan merupakan perangkat daerah kabupaten/kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh camat. Pembentukan kecamatan adalah pemberian status pada wilayah tertentu sebagai kecamatan dikabupaten/kota. (PP. 19 tahun 2008)

Penerapan berbagai aturan perundang-undangan yang ada terkait dengan penerapan konsep akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan pemerintah daerah yang baik dan berpihak kepada rakyat. Implementasi akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja


(17)

5

pemerintah daerah khususnya pada kecamatan yang merupakan bagian wilayah administratif dibawah kabupaten.

Upaya perbaikan di bidang penyajian pelaporan keuangan daerah nampaknya belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah daerah maupun di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Daerah. Di sisi lain, publikasi dalam pengelolaan keuangan oleh pemerintah daerah melalui surat kabar, internet, atau cara lain nampaknya belum menjadi hal yang umum bagi sebagian daerah terutama pada instansi kecamatan. Ketidak mampuan laporan keuangan dalam melaksanakan akuntabilitas, tidak saja disebabkan karena laporan tahunan yang tidak memuat semua informasi relevan yang dibutuhkan para pengguna.

Obyek penelitian ini memilih pada Kantor kecamatan Ngoro Kabupaten mojokerto. Dimana anggaran yang tersedia untuk setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada setiap akhir tahun anggaran di lakukan evaluasi antara anggaran dengan realisasi. Dana yang dipakai di peroleh dari APBD yang berupa dana Desa. Maka peneliti tertarik untuk mengambil pada obyek tersebut utnuk dilakukannya penelitian akuntabilitas dan transparansi.

Pemerintah Daerah diwajibkan menyusun laporan pertanggungjawaban yang menggunakan sistem akuntansi yang diatur oleh pemerintah pusat dalam bentuk Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang bersifat mengikat seluruh Pemerintah Daerah Khususnya kecamatan, oleh karena itu setiap kecamatan harus menyusun laporan keuangan sebaik mungkin. keterbukaan merupakan data atau informasi bagi masyarakat yang dapat di akses sesuai


(18)

6

peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keterbukaan dapat juga menunjuk pada ketersediaan informasi dan kejelasan bagi masyarakat umum untuk mengetahui proses penyusunan, pelaksanaan, serta hasil yang telah dicapai melalui sebuah kebijakan publik. Transparansi dapat juga diwujudkan dalam bentuk keterbukaan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang dapat diakses oleh masyarakat. Hal ini dapat menciptakan pertanggungjawaban kepada masyarakat luas (horizontal accountability)antara pemerintah dengan masyarakat sehingga terwujud pemerintah yang bersih, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien terhadap perkembangan aspirasi masyarakat dan kepentingan masyarakat.

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada instansi kecamatan dengan judul : “Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Pada Kantor Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto”

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan untuk mempermudah pembahasan penelitian ini memberikan perumusan masalah yaitu “Bagaimana akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pada Kantor Kecamatan Ngoro ?”.

1.3Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:

Mendiskripsikan akuntabilitas dan tranparansi pengelolaan keuangan pada Kantor Kecamatan Ngoro.


(19)

7

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat utama penelitian ini dapat dirumuskan yaitu: 1. Bagi Teoritis

Hasil peneliti ini diharapkan memberikan masukan dan membantu dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pada setiap instansi.

2. Bagi Praktis

Hasil peneliti ini diharapkan dapat memperluas wawasan peneliti lain dan bahan utnuk menambah pengetahuan ilmu Akuntansi Sektor Publik, khususnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pemerintrah daerah.


(1)

Berkaitan dengan isu pentingnya tentang akuntabilitas (Haque, 1997) dalam (Pamungkas, 2012) yang mengemukakan bahwa akuntabilitas senantiasa dikaitkan dengan meningkatnya tanggung jawab yang harus di miliki oleh pemerintah daerah, yaitu dengan mendorong terciptanya tuntutan dalam memenuhi peraturan yang ada atas kinerja akuntabilitas. Hal ini dilakukan untuk lebih berakuntabilitas dalam melaksanakan fungsinya. Transparansi dan akuntabilitas memiliki keterkaitan satu sama lain. Transparansi menunjuk pada kebebasan memperoleh informasi. Akuntabilitas menyangkut pertanggungjawaban kepada publik atas setiap aktivitas yang dilakukan.

Rahmanurrasjid (2008) melakukan penelitian tentang Akuntabilitas Dan Transparansi Dalam Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah Untuk Mewujudkan Pemerintah Yang Baik Di Daerah (Studi di Kabupaten Kebumen). Hasil dari penelitian ini Implementasi akuntabilitas dan transparansi dalam pertanggungjawaban Pemerintah Daerah dilaksanakan dengan penyampaian Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada masyarakat. Di Kabupaten Kebumen Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemda disampaikan melalui media a.) Media Surat Kabar Harian Suara Merdeka b.) Direct Mail “Surat Bupati” c.) Di dalam website. Pembahasan LKPJ Kepala Daerah yang disampaikan kepada DPRD dapat lebih akuntabel dan transparan, maka DPRD dalam pembahasan ditingkat Panitia Khusus melakukan publik hearing (dengar pendapat) dengan berbagai unsur masyarakat yang ada di Kabupaten Kebumen yang terdiri dari para tokoh masyarakat, unsur LSM, unsur Organisasi Masyarakat, unsur Kepala Desa dan BPD, unsur perguruan tinggi untuk diminta tanggapan dan responya terhadap LKPJ Bupati.


(2)

Akuntabilitas kinerja merupakan salah satu kata kunci bagi terwujudnya good governance dalam pengelolaan organisasi publik. Jadi, tidak salah jika siklus akuntansi sektor publik diakhiri dengan proses pertanggungjawaban publik. Proses inilah yang menentukan penilaian keberhasilan sebuah organisasi publik dalam mencapai tujuannya (Indra Bastian, 2010). Akuntabilitas mengandung arti kewajiban untuk menyajikan dan melaporkan segala tindak tanduk dan kegiatan seseorang atau lembaga terutama dibidang administrasi keuangan kepada pihak yang lebih tinggi/atasannya (LAN dan BPKP:2000) dalam Abdul Halim (2007). Terdapat dua hal bahwa transparansi dan akuntabilitas dapat diindikasikan dalam hal berikut : a) pembuatan keputusan sudah memenuhi standar etika dan nilai-nilai yang berlaku, artinya sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar maupun nilai-nilai yang berlaku bagi stakeholders. b) adanya kejelasan dari sasaran kebijakan yang diambil, dan sudah sesuai dengan visi dan misi organisasi, serta standar yang berlaku. c) adanya mekanisme yang menjamin bahwa standar telah terpenuhi, dengan konsekuensi mekanisme pertanggungjawaban jika standar tersebut tidak terpenuhi. d) konsistensi maupun kelayakan dari target operasional yang telah ditetapkan maupun prioritas dalam mencapai target tersebut. e) penyebarluasan informasi mengenai suatu keputusan, malalui media masa, media nirmassa, maupun media komunikasi personal. f) terdapat akurasi dan kelengkapan informasi yang berhubungan dengan cara-cara mencapai sasaran suatu progam. g) ketersediaan sistem informasi manajemen dan monitoring hasil yang telah dicapai pemerintah. h) mekanisme yang memfasilitasi pelaporan maupun penyebaran informasi maupun penyimpangan tindakan aparat publik didalam kegiatan melayani indikator dan trasnparansi. Dikemukakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2003) dalam (Aprianti dan Nursiam, 2013).


(3)

Akuntansi mempunyai kaitan sangat erat dengan beberapa prinsip good governance diatas, karena akuntansi pada hakekatnya adalah proses pencatatan secara sistematis atas transaksi keuangan yang bermuara kepada pelaporan keuangan daerah. Partisipasi, transparansi dan akuntabilitas akan semakin membaik jika didukung oleh suatu sistem maupun laporan akuntansi yang menghasilkan informasi yang tepat waktu, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebaliknya pelaporan mengenai informasi akuntansi yang kurang dan tidak akurat akan terlihat bahwa kinerjanya kurang dalam partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas (Mardiasmo, 2006). Laporan keuangan pemerintah merupakan hak publik yang harus diberikan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Kemampuan untuk memberikan aksesibilitas, tingkat pengungkapan laporan keuangan kepada stakeholder adalah kriteria yang menentukan tingkat akuntabilitas keuangan daerah.

Kecamatan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kabupaten atau kota. Kecamatan terdiri atas desa-desa atau kelurahan-kelurahan. Kecamatan atau sebutan lain adalah wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota. Kedudukan kecamatan merupakan perangkat daerah kabupaten/kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh camat. Pembentukan kecamatan adalah pemberian status pada wilayah tertentu sebagai kecamatan dikabupaten/kota. (PP. 19 tahun 2008)

Penerapan berbagai aturan perundang-undangan yang ada terkait dengan penerapan konsep akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan pemerintah daerah yang baik dan berpihak kepada rakyat. Implementasi akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja


(4)

pemerintah daerah khususnya pada kecamatan yang merupakan bagian wilayah administratif dibawah kabupaten.

Upaya perbaikan di bidang penyajian pelaporan keuangan daerah nampaknya belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah daerah maupun di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Daerah. Di sisi lain, publikasi dalam pengelolaan keuangan oleh pemerintah daerah melalui surat kabar, internet, atau cara lain nampaknya belum menjadi hal yang umum bagi sebagian daerah terutama pada instansi kecamatan. Ketidak mampuan laporan keuangan dalam melaksanakan akuntabilitas, tidak saja disebabkan karena laporan tahunan yang tidak memuat semua informasi relevan yang dibutuhkan para pengguna.

Obyek penelitian ini memilih pada Kantor kecamatan Ngoro Kabupaten mojokerto. Dimana anggaran yang tersedia untuk setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada setiap akhir tahun anggaran di lakukan evaluasi antara anggaran dengan realisasi. Dana yang dipakai di peroleh dari APBD yang berupa dana Desa. Maka peneliti tertarik untuk mengambil pada obyek tersebut utnuk dilakukannya penelitian akuntabilitas dan transparansi.

Pemerintah Daerah diwajibkan menyusun laporan pertanggungjawaban yang menggunakan sistem akuntansi yang diatur oleh pemerintah pusat dalam bentuk Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang bersifat mengikat seluruh Pemerintah Daerah Khususnya kecamatan, oleh karena itu setiap kecamatan harus menyusun laporan keuangan sebaik mungkin. keterbukaan merupakan data atau informasi bagi masyarakat yang dapat di akses sesuai


(5)

peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keterbukaan dapat juga menunjuk pada ketersediaan informasi dan kejelasan bagi masyarakat umum untuk mengetahui proses penyusunan, pelaksanaan, serta hasil yang telah dicapai melalui sebuah kebijakan publik. Transparansi dapat juga diwujudkan dalam bentuk keterbukaan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang dapat diakses oleh masyarakat. Hal ini dapat menciptakan pertanggungjawaban kepada masyarakat luas (horizontal accountability) antara pemerintah dengan masyarakat sehingga terwujud pemerintah yang bersih, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien terhadap perkembangan aspirasi masyarakat dan kepentingan masyarakat.

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada instansi kecamatan dengan judul : “Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Pada Kantor Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto”

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan untuk mempermudah pembahasan penelitian ini memberikan perumusan masalah yaitu “Bagaimana akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pada Kantor Kecamatan Ngoro ?”.

1.3Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:

Mendiskripsikan akuntabilitas dan tranparansi pengelolaan keuangan pada Kantor Kecamatan Ngoro.


(6)

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat utama penelitian ini dapat dirumuskan yaitu: 1. Bagi Teoritis

Hasil peneliti ini diharapkan memberikan masukan dan membantu dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pada setiap instansi.

2. Bagi Praktis

Hasil peneliti ini diharapkan dapat memperluas wawasan peneliti lain dan bahan utnuk menambah pengetahuan ilmu Akuntansi Sektor Publik, khususnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan pemerintrah daerah.