IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIVITAS PERMAINAN BOY-BOYAN UNTUK MENINGKATKAN GERAK MELEMPAR DAN MENANGKAP PADA KELAS V SDN CIMALAKA 1.

(1)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIVITAS PERMAINAN BOY-BOYAN UNTUK MENINGKATKAN GERAK

MELEMPAR DAN MENANGKAP

(Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pogram Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

OLEH : Zulia Rachim

0900493

PENDIDIKAN OLAHRAGA

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN OLAHRAGA 2013


(2)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Implementasi Pembelajaran Aktivitas

Permainan Boy-Boyan untuk

Meningkatkan Gerak Melempar dan

Menangkap

(Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Oleh Zulia Rachim

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

© Zulia Rachim 2013 Universitas Pendidikan Indonesia

Agustus 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian, dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.


(3)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)


(4)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap Pada Kelas V SDN Cimalaka 1. FPOK – UPI

Pembimbing 1 Dr. Uhamisastra, M.S, AIFO. Pembimbing 2 Dra. Lilis Komariyah, M.Pd. Zulia Rachim (2013).

Proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah pada umumnya menerapkan model pembelajaran, namun yang diteliti sekarang yaitu penerapan permainan tradisional. Penerapan permainan tradisional dalam aktivitasnya menggunakan alat yang sederhana, tanpa menggunakan mesin dan memiliki ciri kedaerahan asli serta disesuaikan dengan tradisi budaya setempat. Melalui penerapan permainan tradisional yang menekankan pada aktivitas gerak melempar dan menangkap siswa yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Permainan tradisional yang digunakan untuk meningkatkan gerak melempar dan menangkap adalah permainan tradisional boy-boyan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdapat dua kali tindakan. Sampel penelitian siswa adalah kelas V SDN Cimalaka 1 Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang yang berjumlah 35 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi gerak melempar dan menangkap melalui permainan tradisional boy-boyan dibantu oleh satu orang observer, observasi terhadap kinerja guru dan tes keterampilan melempar dan menangkap. Hasil pengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan penerapan aktivitas permainan tradisional boy-boyan hasil belajar melempar dan menangkap siswa SDN Cimalaka 1 dan kinerja guru menjadi meningkat. Karena telah mencapai target yang ditentukan (80%) siklus II tindakan II pada observasi guru mendapatkan hasil 87,18%, pada lembar observasi siswa terdapat 97% siswa yang tuntas dan pada tes belajar terdapat hasil 80% siswa yang tuntas dari ketentuan kriteria minimum (KKM) SD Negeri 1 Cimalaka yaitu 75. Maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar lempar tangkap akan semakin meningkat melalui penerapan aktivitas permainan boy-boyan.


(5)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT

The Implementation of Learning Trough “Boy-Boyan” Game in Improving Throw and Catch Motion at Five Grade Students in SDN Cimalaka 1. FPOK-UPI.

Main Supervison Dr. Uhamisastra, M.S, AIFO. Co- Supervisor Dra. Lilis Komariyah, M.Pd. Zulia Rachim (2013)

The learning process of physical education in shcools generally implements learning model, yet the implementation of traditional game is investigated in this study. Traditional games use simple tools, withouth the use of machinery and haveregional characteristics which are adapted to the local cultural traditions in their application. Trough the aplication of traditional games that emphasize on motion activity in throwing and catching, it is used to improve studens learning outcomes. One of traditional game used to improve the throwing and catching motion in this study is a traditional game called Boy-Boyan.The research method used in this study was action research which consisted of two cycles and in every cycle, it invloved two times of action. The sample was 35 fifth grader of SDN Cimalaka 1, Sumedang. The research instrument used was the observation of throwing and catching motion trough traditional game called Boy-Boyan. Assisted by an observer who observed theacher’s performance as well as the ability test in throwing and catching. The result of data concluded that the application of game activity used traditional Boy-Boyan showed that there was an improvement th the students’ learning outcomes of throwing and catching and

theacher’s performance. Because in the second action of cycle II, it has reached the specified target at 80%, 87,18 % for teacher observations, while in the students observation sheet there were 97% of students who passed completely from the minimum criteria of provision (KKM) which was 75 and 80% of students were passed from the minimum criteria of provision (KKM). Thus, in

this present study, it could be concluded that the students’ learning outcoms of

throwing and catching would improve significantly trough the implimentation of Boy-Boyan.


(6)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI

ABSTRAK... i

KATA PENGANTAR ... ii

UCAPAN TERIMAKASIH ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR GRAFIK ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Rumusan Masalah ... 5

D. Cara Pemecahan Masalah ... 6

E. Batasan Masalah ... 6

F. Tujuan Penelitian ... 7

G. Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KERANGKA TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Kerangka Teoretis ... 8

1. Pendekatan Pembelajaran ... 8

2. Pengertian Bermain ... 11

3. Pengertian Permainan Tradisional ... 13

4. Pengertian Permainan Boy-boyan ... 15

5. Gerak Dasar Lempar Tangkap ... 17

6. Karakteristik Siswa Kelas V SD Negeri Cimalaka 1 ... 18

a. Faktor Dalam Diri Siswa ... 19


(7)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

B. Hipotesis Tindakan ... 25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Operasional Peneltian ... 26

B. Setting Penelitian ... 26

1. Tempat Penelitian ... 26

2. Waktu Penelitian ... 26

3. Siklus Penelitian Tindakan Kelas ... 26

C. Subjek Penelitian ... 27

D. Faktor yang Diteliti ... 28

E. Metode Penelitian ... 29

F. Langkah-langkah Penelitian ... 30

1. Prosedur Penelitian ... 30

2. Rencana Tindakan ... 34

G. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data ... 38

1. Instrumen Penelitian ... 38

2. Teknik Pengumpulan Data ... 47

H. Prosedur Pengolahan Data ... 48

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN A. Paparan Data Awal ... 50

1. Hasil Observasi Kinerja Guru ... 52

2. Hasil Observasi Aktivitas Siswa ... 52

3. Hasil Belajar (Tes Keterampilan) ... 53

B. Paparan Data Tindakan ... 56

1. Paparan Data Siklus I ... 57

a. Paparan Data Siklus I Tindakan 1 ... 57

1) Paparan Data Perencanaan ... 57

2) Paparan Data Pelaksanaan ... 58


(8)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4) Paparan Analisis dan Refleksi ... 76

b. Paparan Data Siklus I Tindakan 2 ... 87

1) Paparan Data Perencanaan ... 87

2) Paparan Data Pelaksanaan ... 88

3) Paparan Data Hasil Tes Belajar ... 105

4) Paparan Analisis dan Refleksi ... 107

2. Paparan Data Siklus II ... 119

a. Paparan Data Siklus II Tindakan 1 ... 119

1) Paparan Data Perencanaan ... 119

2) Paparan Data Pelaksanaan ... 120

3) Paparan Data Hasil Tes Belajar ... 136

4) Paparan Analisis dan Refleksi ... 138

b. Paparan Data Siklus II Tindakan 2 ... 150

1) Paparan Data Perencanaan ... 150

2) Paparan Data Pelaksanaan ... 151

3) Paparan Data Hasil Tes Belajar... 168

4) Paparan Analisis dan Refleksi ... 170

C. Diskusi Penemuan ... 184

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 187

B. Saran ... 187


(9)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI TABEL

Tabel 3.1 Daftar Absen Kelas V SDN Cimalaka 1 ... 27

Tabel 3.2 DeskriptorAktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Permainan Boy-boyan ... 39

Tabel 3.3 Deskriptor Kinerja Guru PembelajaranPermainan Tradisional Boy-boyan ... 42

Tabel 4.1 Hasil Tes Data Awal Siswa Gerak Dasar Lempar Tangkap ... 54

Tabel 4.2 Data Kelompok Materi Permainan Boy-boyan ... 61

Tabel 4.3 Lembar Observasi Kinerja Guru Pada Proses Pembelajaran Permainan Tradisional Boy-boyan ... 67

Tabel 4.4 Kalasifikasi Intepretasi ... 68

Tabel 4.5 Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus I Tindakan 1 ... 70

Tabel 4.6 Kalasifikasi Intepretasi ... 71

Tabel 4.7 Hasil Tes Keterampilan Lempar Tangkap Siklus I Tindakan 1 ... 74

Tabel 4.8 Analisis Hasil Observasi Guru, Aktivitas Siswa dan Tes Keterampilan Tindakan I Siklus I ... 77

Tabel 4.9 Data Kelompok Siklus I Tindakan 2 Materi Permainan Boy-boyan di Kelas V SDN 1 Cimalaka ... 91

Tabel 4.10 Lembar Observasi Tindakan II Siklus I Kinerja Guru Pada Proses Pembelajaran Permainan Tradisional Boy-boyan ... 97

Tabel 4.11 Kalasifikasi Intepretasi ... 98

Tabel 4.12 Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus I Tindakan II ... 101

Tabel 4.13 Kalasifikasi Intepretasi ... 103

Tabel 4.14 Hasil Tes Keterampilan Lempar Tangkap Siklus I Tindakan 2 ... 106

Tabel 4.15 Analisis Hasil Observasi Guru, Aktivitas Siswa dan Tes Keterampilan Siklus I Tindakan 2 ... 108

Tabel 4.16 Data Kelompok Materi Permainan Boy-boyan Di Kelas V SDN 1 Cimalaka Siklus II Tindakan I ... 123

Tabel 4.17 Lembar Observasi Siklus II Tindakan 1 Kinerja Guru Pada Proses Pembelajaran Permainan Tradisional Boy-boyan ... 128


(10)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 4.18 Kalasifikasi Intepretasi ... 129

Tabel 4.19 Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus II Tindakan 1 ... 132

Tabel 4.20 Kalasifikasi Intepretasi ... 133

Tabel 4.21 Hasil Tes Keterampilan Lempar Tangkap Siklus II Tindakan 1 ...136

Tabel 4.22 Analisis Hasil Observasi Guru, Aktivitas Siswa dan Tes Keterampilan Siklus II Tindakan I ... 139

Tabel 4.23 Data Kelompok Materi Permainan Boy-boyan Di Kelas V SDN 1 Cimalaka Siklus II Tindakan II ... 155

Tabel 4.24 Lembar Observasi Siklus II Tindakan Kinerja Guru Pada Proses Pembelajaran Permainan Tradisional Boy-boyan ... 160

Tabel 4.25 Kalasifikasi Intepretasi ... 161

Tabel 4.26 Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus II Tindakan II ... 164

Tabel 4.27 Kalasifikasi Intepretasi ... 165

Tabel 4.28 Hasil Tes Keterampilan Lempar Tangkap Siklus II Tindakan 2 ... 168

Tabel 4.29Analisis Hasil Observasi Guru, Aktivitas Siswa dan Tes Keterampilan Siklus II Tindakan 2 ... 171


(11)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel Gambar

Gambar 3.1 Dua Siklus Pelaksanaan Tindakan dalam PTK

(Arikunto, 2006:16) ... 31 Gambar 3.2 Tes Keterampilan Lempar Tangkap ... 47 Gambar 4.1 Tes Keterampilan Lempar Tangkap ... 53


(12)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI GRAFIK

Grafik 4.1 Hasil Kinerja Guru Pada Siklus 1 Tindakan 1 ... 69

Grafik 4.2 Hasil Kinerja Guru Pada Siklus 1 Tindakan 2 ... 100

Grafik 4.3 Hasil Kinerja Guru Pada Siklus II Tindakan 1 ... 130


(13)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Keputusan Pengesahan Judul dan Penunjukan

Dosen Pembimbing ... Lampiran 2. Surat Izin Penelitian ... Lampiran 3. Surat Keterangan Penelitian ... Lampiran 4. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus I Tindakan 1 ... Lampiran 5. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus I Tindakan 2 ... Lampiran 6. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus II Tindakan 1 ... Lampiran 7. Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus II Tindakan 2 ... Lampiran 8. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Tindakan 1... Lampiran 9. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Tindakan 2... Lampiran 10. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Tindakan 1... Lampiran 11. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Tindakan 2... Lampiran 12. Lembar Wawancara ... Lampiran 13. Hasil belajar Tes Keterampilan Lempar Tangkap Siswa

Siklus I Tindakan 1... Lampiran 14. Hasil belajar Tes Keterampilan Lempar Tangkap Siswa

Siklus I Tindakan 2... Lampiran 15. Hasil belajar Tes Keterampilan Lempar Tangkap Siswa

Siklus II Tindakan 1... Lampiran 16. Hasil belajar Tes Keterampilan Lempar Tangkap Siswa

Siklus II Tindakan 2... Lampiran 17. Catatan lapangan Siklus I Tindakan 1 ... Lampiran 18. Catatan Lapangan Siklus I Tindakan 2 ... Lampiran 19. Catatan Lapangan Siklus II Tindakan 1 ... Lampiran 20. Catatan Lapangan Siklus II Tindakan 2 ... Lampiran 21. Rencana Pembelajaran Siklus I Tindakan 1 ... Lampiran 22. Rencana Pembelajaran Siklus I Tindakan 2 ... Lampiran 23. Rencana Pembelajaran Siklus II Tindakan I ...


(14)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Lampiran 24. Rencana Pembelajaran Siklus II Tindakan I ... Lampiran 25. Foto Kegiatan Pembelajaran ...


(15)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan jasmani di sekolah memiliki peran yang cukup banyak karena tidak hanya dapat mengembangkan aspek psikomotor saja melainkan dapat mengembangkan aspek kognitif dan afektif secara serasi dan seimbang

Ketiga aspek kognitif, afektif, dan psikomotor ini tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran pendidikan jasmani, karena diantara satu aspek dengan aspek yang lainnya saling berkaitan. Menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Oleh karena itu, pendidikan jasmani dianggap sangat penting karena menyangkut kepada tiga aspek yaitu psikomotor, afektif dan kognitif, jadi pendidikan bukan hanya meningkatkan psikomotor pada siswa, akan tetapi meningkatkan bagaimana dia berperilaku dalam sosial juga tingkat kecerdasan siswa tersebut.

Secara eksplisit istilah pendidikan jasmani dibedakan dengan olahraga. Dalam arti sempit olahraga diidentikkan sebagai gerak badan. Olahraga ditilik dari asal katanya dari bahasa jawa olah yang berarti mengolah diri atau menjadikan sesuatu yang tentunya ke arah yang lenih baik dan rogo (raga) berarti badan. Secara luas olahraga dapat diartikan sebagai segala kegiatan atau usaha untuk mendorong, membangkitkan,


(16)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

mengembangkan dan membina kekuatan-kekuatan jasmaniah maupun rokhaniah pada setiap manusia.

Secara eksplisit berbeda dengan pendidikan jasmani. Dasarnya pendidikan jasmani mendidik anak untuk bergerak melalui olahraga, sedangkan olahraga dasarnya proses aktivitas jasmani yang mendidik anak untuk berprestasi.

Jadi yang dimaksud dengan pendidikan jasmani adalah pendidikan melalui serangkaian aktivitas jasmani yang terstruktur yang bertujuan sesuai dengan yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Tujuan pembelajaran pendidikan jasmani itu mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Khusus dalam pendidikan jasmani ranah kognitif meliputi kemampuan berfikir, kemampuan memahami konsep gerak, menyadari gerak dan pengetahuan akademik. Khusus dalam pendidikan jasmani ranah afektif itu meliputi kemampuan anak dalam bersosialisasi, memperoleh kepercayaan diri, kemampuan anak bekerjasama, menghargai diri sendiri dan teman, dan ada konsep diri. Sedangkan ranah psikomotor meliputi pertumbuhan biologik, keterampilan gerak, peningkatan kemampuan fisik dan motorik, dan perbaikan fungsi organ tubuh.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran pendidikan jasmani dapat melalui berbagai macam aktivitas jasmani yang sesuai dengan ruang lingkup pendidikan jasmani yang meliputi permainan dan gerak dasar olahraga. Salah satu aktivitas yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani adalah aktivitas permainan, dengan permainan siswa akan bergerak bebas dengan perasaan senang karena tidak ada teknik yang dianggap berat, peraturan yang tidak mengikat dan menyatu dengan alam. Saat anak-anak bermain akan melepaskan emosinya mereka berteriak, tertawa dan bergerak dan tidak membosankan.

Menurut Mahendra (2008:43-35) gerak itu terbagi menjadi tiga jenis, yaitu : “Lokomotor, Nonlokomotor dan Manipulatif”. Lokomotor disini maksudnya adalah gerak berpindah tempat seperti travelling, jalan,


(17)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

lari dan lompat. Nonlokomotor disini maksudnya adalah gerak yang tidak berpindah tempat pada satu titik seperti menekuk, bergoyang, mendorong, berputar dan meliuk. Sedangkan dalam manipulatif disini maksudnya adalah kemampuan bergerak dengan memanipulasi objek dengan anggota tubuh seperti melempar, menangkap , menyepak, mengguling.

Dalam pendidikan jasmani saat ini di sekolah dasar masih kurang efektif dalam menerapkan permainan didalamnya, karena para pengajar memberikan metode pembelajaran komando langsung ke inti pembejaran sehingga anak merasa jenuh dan bosan dalam pembelajaran penjas juga fasilitas yang kurang memadai sehingga pembelajaran terasa begitu menjenuhkan. Apalagi permasalahan yang secara umum anak sekolah dasar yaitu kesulitan dalam dalam bergerak dan juga mereka cenderung takut untuk melakukan gerak. Peneliti melakukan penerapan permainan tradisional kepada siswa di SDN Cimalaka 1 mengahrapkan siswa menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran penjas, karena menurutnya pembelajaran ini jarang diberikan oleh pegajar sebelumnya dan siswa pun merasa tidak jenuh sehingga menjadi lebih semangat saat melakukan tugas gerak. Melalui aktivitas permainan, diharapkan akan meningkatkan motivasi dan minat siswa untuk belajar menjadi lebih aktif dan kreatif, karena pada umur sekolah dasar mereka cenderung lebih senang dalam bermain.

Permasalahan umum yang di SDN 1 Cimalaka diantaranya guru mengandalkan gaya komando sehingga murid merasa jenuh dan tidak bersemangat untuk menlaksanakan tugas gerak. Karakteristik siswa yang begitu banyak pun berbeda bisa dilihat dari tingkat kecerdasan dari 3 ranah (afektif, psikomotor dan kognitif). Sehingga guru harus memutar otak untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif dan dan inovatif untuk menjaga waktu aktif belajar siswa. Tingkat kecerdasan yang berbeda-beda tersebut bisa dilihat dari dengan jelas pada saat pembelajaran permainan aktivitas lempar tangkap bola, adanya perbedaan


(18)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pemahaman gerak antara siswa satu dengan lainnya mengenai ketepatan melampar dan menangkap bola.

Permainan tradisional merupakan salah satu variasi atau modifikasi dalam pembelajaran penjas. Hampir semua anak-anak bermain permainan tradisional. Pada saat ini permainan tradisional sudah dikesampingkan, karena terlalu kuno dan perkembangan zaman seiring berkembangnya teknologi yang menyediakan permainan yang lebih seru seperti playstation dan game online. Sedangkan dalam permainan yang dikembangkan dengan teknologi itu hampir kebanyakan anak itu berdiam diri di depan TV, komputer dan tablet jadi membuat anak lebih betah berdiam diri di depan alat tersebut ketimbang bergerak seperti permainan tradisional pada zaman dulu.

Permainan tradisional itu banyak, akan tetapi permainan tradisional yang mengandung unsur gerak dasar lempar tangkap adalah permainan tradisional boy-boyan. Ada empat gerak dasar dalam permainan tradisional boy-boyan yaitu “berlari, menggelinding bola, melempar bola dan menembak bola”. Keterampilan tersebut dapat dilakukan di anak SD.

Dari paparan tersebut terdapat kontribusi yang sangat efektif antara permainan boy-boyan dengan upaya mengembangkan gerak dasar lempar tangkap, karena dalam permainan tradisional boy-boyan terdapat gerak dasar yang harus dikuasai seperti berlari, menggelindingkan bola, melempar bola, menangkap bola. Apabila dianalisis permainan tradisional boy-boyan tersebut dapat meningkatkan gerak melempar dan menangkap. Oleh karena itu diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan permainan boy-boyan di SDN Cimalaka 1 diharapkan dapat meningkatkan gerak lempar dan menangkap.

Beranjak dari permasalahan yang telah dipaparkan di atas, penulis mengangkat fokus penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan gerak melempar menangkap melalui permainan tradisional boy-boyan.


(19)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu B. IDENTIFIKASI MASALAH

Pembelajaran penjas dengan menggunakan pendekatan aktivitas permainan tradisional merupakan pendekatan pembelajaran yang jarang diterapkan disekolah-sekolah terutama di SDN Cimalaka 1. Pedekatan aktivitas pembelajaran yang umumnya digunakan adalah dengan menggunakan metode komando.

Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan, ada berbagai permasalahan yang muncul pada saat melakukan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah di sekolah, terutama di SDN Cimalaka 1 , permasalahan yang terdapat dalam proses pembelajaran itu siswa belum mengetahui pembelajaran permainan tradisional boy-boyan, belum terdapat peralatan dan perlengkapan yang memadai sebagai penunjang keberlangsungan pembelajaran penjas, tingkat motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran penjas masih kurang, strategi pembelajaran yang digunakan agar siswa dapat memahami peraturan permainan tradisional dan menguasai teknik dasar melempar tangkap masih belum terarah, siswa masih merasa ketakutan ketika siswa melakukan menangkap, dan siswa masih belum terarah ketika melakukan lempar.

Dari berbagai identifikasi masalah yang dikemukakan di atas makan perlu adanya serangkaian permainan tradisional yang pada dasarnya dapat meningkatkan keterampilan siswa dengan fasilitas yang mudah dan juga dapat membuat siswa aktif dalam melakukan pembelajaran berlangsung karena berunsur gembira.

C. Rumusan Masalah

Aktifitas belajar SDN Cimalaka 1 mengikuti proses pembelajaran pendidikan jasmani dengan menguasai lempar tangkap sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek, salah satunya adalah pendekatan pembelajaran yang


(20)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

diberkan. Pendekatan permainan tradisional yaitu permaian tradisional boy-boyan merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan agar siswa dapat terlibat aktif selama proses pembelajaran pendidikan jasmani, yang akan berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan siswa dalam menguasai teknik dasar melempar tangkap bola.

Berdasarkan latar belakang identifikasi masalah yang penulis kemukakan di atas, maka permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: “Apakah melalui permainan tradisional boy-boyan dapat meningkatkan gerak melempar dan menangkap siswa kelas V SD Negeri Cimalaka 1 ?”

D. Cara Pemecahan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah di atas, masalah kesulitan belajar gerak dasar lempar tangkap pada siswa SDN Cimalaka 1 akan dipecahkan melalui penerapan aktivitas permainan tradisional boy-boyan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. Penerapan permainan tradisional boy-boyan dalam pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan siswa, penerapan permainan tradisional boy-boyan bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional boy-boyan dalam meningkatkan gerak melempar dan menangkap .

E. BATASAN MASALAH

Untuk menghindari berbagai penafsiran yang terlalu luas dan supaya masalah yang dibahas tidak menyimpang dari masalah yang sebenarnya, maka penulis membatasi penelitian sebagai berikut:

a. Penerapan pembelajaran pendidikan jasmani yang penulis gunakan adalah penerapan permainan aktivitas tradisional boy-boyan dalam pembelajaran lempar tangkap.

b. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan permainan tradisional boy-boyan dapat membuat siswa


(21)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

tertarik mengikuti pembelajaran dan agar siswa dapat melakukan lempar tangkap pada pembelajaran pendidikan jasmani di SDN Cimalaka 1.

c. Penelitian dalam skripsi ini dilakukan di SDN Cimalaka 1.

d. Objek penelitian ini adalah siswi kelas V SDN Cimalaka 1 berjumlah 35 orang.

F. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah penelitian dan rumusan masalah penelitian, maka tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah penerapan aktivitas permainan tradisional boy-boyan dapat menjadi alternatif pemecahan masalah sehingga siswa senang mengikuti pembelajaran penjas dan dapat meningkatkan hasil belajar gerak melempar manangkap pada siswa kelas V di SDN Cimalaka 1.

G. Manfaat Penelitian

a. Guru : sebagai bahan masukan dan informasi yang dibutuhkan oleh guru untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran pendidikan jasmani, sehingga dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani dapat diterapkan beberapa pendekatan sehingga siswa tidak merasakan jenuh dan bosan.

b. Siswa : siswa dapat merasa senang selama proses pembelajaran penjas dan siswa dapat menguasai dan mengembangkan gerak dasar dasar lempar tangkap.


(22)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODELOGI PENELITIAN

A. Tujuan Operasional Penelitian

Tujuan operasional pada penelitian ini pada awalnya adalah untuk mengidentifikasi masalah-masalah dan upaya meningkatkan gerak lempar tangkap di SDN Cimalaka 1, terutama untuk kelas V, tetapi setelah proses observasi dan penelitian berlangsung terdapat beberapa pemokusan masalah dalam pembelajaran pendidikan jasmani lempar tangkap. Maka tujuan operasional pada penelitian ini adalah untuk lebih mengidentifikasi masalah dan upaya meningkatkan gerak lempar tangkap dengan menggunakan penerapan permainan tradisional boy-boyan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran serta dapat melakukan gerak melempar dan menangkap kelas V di SDN Cimalaka 1.

B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian

Tempat yang dijadikan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah di SD Negeri Cimalaka 1 Dusun Lembur Gedong RT.03/RW.07 Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) materi gerak dasar lempar tangkap V.

2. Waktu Penelitian

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah dilaksanakan pada awal tahun pelajaran 2012/2013, yaitu pada bulan Juni 2013.

3. Siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dengan menggunakan sekurang-kurangnya dua siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran gerak dasar lempar tangkap dengan menggunakan penerapan permainan boy-boyan. Pelaksanaan Penelitian


(23)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tindakan Kelas (PTK) dimulai dengan melaksanakan siklus pertama yang terdiri dari empat kegiatan, yaitu a) Perencanaan; b) Tindakan; c) Pengamatan dan d) refleksi untuk mengetahui hasil belajar siswa serta melihat kekurangan dan hambatan yang terjadi selama pembelajaran siklus satu.

Apabila sudah diketahui letak keberhasilan dan hambatan dari tindakan yang dilakukan pada siklus pertama tersebut maka peneliti menentukan rencana kegiatan untuk siklus kedua. Kegiatan pada siklus kedua tidak jauh berbeda dengan kegiatan siklus pertama, akan tetapi pada kegiatan disiklus dua diberikan beberapa tambahan perbaikan dari tingkat terdahulu yang bertujuan untuk memperbaiki berbagai hambatan atau kesulitan yang ditemukan pada siklus pertama. Jika pada siklus kedua masih terdapat permasalahan, maka dilanjutkan ke siklus tiga, agar peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat apakah siswa telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam hasil pembelajaran.

C. Subjek Penelitian

Penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan di kelas V SDN Cimalaka 1, Desa Cimalaka, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Subjek penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar yang berjumlah 35 siswa, yang diantaranya 20 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki.

Tabel 3.1

Daftar Absen Kelas V SDN Cimalaka 1 No

Nama Siswa

P/L

1 Acep Sukarna L

2 Adila Nuraini P

3 Ahmad Hamdan Faidzin L

4 Ahmad Rizka Maulana L

5 Alma Arifah P

6 Asep Sulaeman L

7 Angga Mulyadi L


(24)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

9 Bulan Agung Ningrum P

10 Deri Awaludin L

11 Erna Hestiana P

12 Fadlan Shaburo L

13 Fauzan Rinaldy L

14 Feisal Rahman L

15 Haris Fadillah L

16 Ike Yuliana P

17 Indah Rosyanti P

18 Indri Triyanti P

19 Kamal Mauludin L

20 Mochammad Hanif Nur H. L

21 Moehamad Tegar L

22 Muhamad Aldy S. L

23 Muhamad Zaki Yudin L

24 Muhammad Rizky M. L

25 Novia Sri Nur Azizah P

26 Nur Anisa P

27 Nurul Rismalianti P

28 Rafli Azid Mutakin L

29 Rani Widianti P

30 Rikha Hardian P

31 Rikhi Maulana L

32 Rohimat Hardian L

33 Teguh Andriatama L

34 Yuniati Soeganda P

35 Zidan Gimnastiar L

D. Faktor yang Diteliti

Penelitian Tindakan Kelas dalam penelitian ini ingin mengamati beberapa faktor. Faktor yang ingin di amati yaitu:

1. Faktor siswa, kurangnya siswa kelas V SDN Cimalaka 1 dalam melakukan gerak dasar lempar tangkap.

2. Faktor pembelajaran, dengan melihat kemampuan siswa kelas V SDN Cimalaka 1 dalam pembelajaran gerak dasar lempar tangkap dengan menggunakan penerapan permainan tradisional boy-boyan, maka siswa tersebut akan mengalami perubahan terencana, terbimbing dan terarah


(25)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sesuai dengan pemahaman dan kemampuan siswa dalam penguasaan lempar tangkap.

3. Faktor guru, melihat cara guru memberikan materi serta menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran gerak dasar lempar tangkap, apakah sudah sesuai dan mencakup materi pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa.

E. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau class room action research sebagai cara untuk menjawab permasalahan yang ada. Penelitian tindakan (Action Research) merupakan salah satu perspresktif baru dalam penelitian pendidikan yang mencoba menjebatani antara praktik dan teori dalam bidang pendidikan (Dimyati, 2000: 171-172).

Penelitian tindakan (Action research) bertujuan untuk mengembangkan keterampilan atau pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah-masalah melalui penerapan-penerapan lengsung di kelas atau di tempat kerja. Dalam penelitian tindakan (Action research) tidak hanya terbatas pada ruang kelas saja, melainkan di mana saja guru bekerja atau mengajar. Action research juga berarti penelitian yang bersifat partisifatif. Maksudnya, penelitian dilakukan oleh sendiri oleh yang berkepentingan, yaitu si peneliti dan diamati bersama rekan-rekanya.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bukan sekedar mengajar, tetapi mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar dan menggunakan kesadaran kritis untuk bersiap terhadap proses perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. Mcniff (1992:1) ) yang dikutip oleh Sudikin (2010:14) menjelaskan bahwa: “...PTK sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh pendidik sendiri terhadap kurikulum, pengembangan sekolah, meningkatkan prestasi belajar, pengalaman keahlian belajar dan sebagainya.”


(26)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mendorong guru untuk berani bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri, dan tanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara profesional.

F. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN 1. Prosedur Penelitian

Dalam melakukan suatu penelitian, tentunya kita harus melakukannya sesuai prosedur. Pelaksanaan tindakan meliputi siapa yang melakukan, kapan dimana, dan bagaimana melakukanya. Skenario tindakan yang telah direncanakan, dilaksanakan dalam situasi yang aktual pada saat yang bersamaan kegiatan ini juga disertai dengan kegiatan obserfasi dengan interpretasi serta diikuti dengan kegiatan refleksi.

Berdasarkan langkah-langkah penelitian tindakan maka untuk mempermudah alur penelitian dibuatlah skema prosedurnya. Kesemua tahapan itu dilakukan setelah melakukan observasi awal untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik kemampuan siswa dalam melakukan keterampilan lempar tangkap melalui pembelajaran dengan menggunakan penerapan permainan tradisional boy-boyan. Arikunto (2010:131) mengemukakan konsep pokok penelitian tindakan terdiri dari empat komponen pokok yang menunjukan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Perencanaan atau planning; (2) Tindakan atau Acting; (3)Pengamatan atau Observing dan (4) Refleksi atau Reflection. Dan supaya lebih dapat dilihat dari gambar berikut :


(27)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar 3.1. Dua Siklus Pelaksanaan Tindakan dalam PTK (Arikunto, 2006:16) Gambar diatas menjelaskan beberapa tahapan yang dilakukan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yaitu :

a. Tahap Perencanaan (Planning)

Dalam perencanaan tahapan yang dilakukan adalah :

1) Memubuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) atau tindakan sebagai pedoman untuk melakukan proses pembelajaran, termasuk di dalamnya membuat skenario pembelajaran pembelajaran.

2) Mempersiapkan sarana dan fasilitas pendukung yang kita perlukan di lapangan. Membuat lembaran pengamatan untuk siswa dan pendamping mulai dari tahap pendahuluan sampai penutup. Setiap bagian demi bagian kita observasi, agar mengetahui kelemahan dan kelebihan siswa dan guru.

3) Mempersiapkan instrumen, instrumen ini digunakan untuk merekam dan menganalisis data selama proses penelitian berlangsung.

Perencanaan SIKLUS I Pengamatan

SIKLUS II Perencanaan

Pengamatan

Pelaksanaan Refleksi

Pelaksanaan Refleksi


(28)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu b. Tahap Tindakan (acting)

Pelaksanaan tindakan menggambarkan deskripsi tindakan yang akan diterapkan, scenario kerja tindakan perbaikan serta prosedur tindakan. Sebelum melaksanakan tindakan terlebih dahulu perlu ditentukan apa, kapan, dimana, dan bagaimana melaksanakannya. Semua rencana tindakan yang telah ditetapkan dilaksanakan dalam situasi yang sebenarnya. Tahap pelaksanaan tindakan mencakup pula tahap-tahap yang lain, jadi pada saat yang bersamaan dilakukan pula tahap observasi, interpretasi, dan refleksi.

c. Tahap Pengamatan (observing)

Selama proses pembelajaran, peneliti dibantu mitra peneliti dalam mencatat segala temuan dalam pelaksanaan pembelajaran yang berhubungan dengan fokus penelitian. Sedangkan menurut Wiriatmadja (2005 : 112) menyebutkan ada 3 jenis observasi :

1) Observasi Terfokus

Apabila penelitian ingin memfokuskan permasalahan kepada upaya-upaya guru membangkitkan semangat belajar siswa dengan memberikan respon kepada pertanyaan guru, maka sebaiknya dilakukan Penelitian Tindakan Kelas yang memfokuskan kepada meningkatkan kualitas bertanya.

2) Observasi sistematik

Tentu para peneliti dapat saja meracang bentuk pengamatan beserta kualifikasinya dengan kreatif, kemudian mendiskusikannya untuk mencapai persetujuan bersama. Kemungkinan dalam membicarakan pengamatan sistematik ada yang mengusulkan berbagai macam slaka yang dapat dimanfaatkan dapat situasi-situasi tertentu oleh guru, dilengkapi dengan ilustrasi detail dalam skala interaksi. Pengamatan dengan menggunakan skala biasa disebut pengamatan kelas secara sistematik (Hopkins, 1993:106)


(29)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3) Observasi terstruktur

Dilakukan peneliti dengan cara bertanya kepada siswa. Peneliti sebagai guru mengajukan pertanyaan kepada siswa kemudian siswa menjawab. Kemudian guru menjumlahkan jawaban sukarela, jawaban tidak sukarela, yawaban yang benar, jawaban yang salah, jawaban yang tidak mengenai pertanyaan atau sasaran. d. Tahap Analisis atau Tahap Refleksi (reflections)

Peneliti melakukan analisis refleksi pembelajaran. Untuk itu diperlukan memeriksa lembaran-lembaran pengamatan tentang hal apa saja yang ditemukan di lapangan, mengkaji satuan pembelajaran dan mengkaji hasil kegiatan guru dan siswa. Dari hasil tersebut maka dijadikan rekomondasi untuk melakukan perbaikan atau perencanaan siklus selanjutnya bila hasil dari kegiatan siklus yang telah dilakukan kurang memuaskan.

Berdasarkan langkah-langkah penelitian tindakan maka untuk mempermudah alur penelitian dibuatlah skema prosedurnya. Kesemua tahapan itu dilakukan setelah melakukan observasi awal untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik kemampuan siswa dalam melakukan gerak melempar dan menangkap melalui pembelajaran pendidikan jasmani dengan menggunakan penerapan permainan tradisional boy-boyan.

Atas dasar itulah maka upaya pemecahan masalah dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa tindakan yaitu:

a. Pengamatan (Observing) yaitu guru sekaligus peneliti mengamati (mencatat) proses pembelajaran gerak dasar lempar tangkap SDN 1 Cimalaka kelas V. Ini bertujuan untuk mengetahui minat dan motifasi serta kendala pada saat mempelajari lempar tangkap serta pemahaman dan kemampuan awal melakukan gerakan dasar lempar tangkap.


(30)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

b. Menetapkan skenario pembelajaran dalam bentuk rancangan penelitian (planning), yaitu peneliti membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan penerapan permainan tradisional boy-boyan sebagai upaya meningkatkan gerak dasar melempar tangkap.

c. Menerapkan skenario pembelajaran (acting), yaitu peneliti dan guru melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan.

d. Refleksi, maksudnya adalah peneliti dan guru menganalisis hasil yang telah dilaksanakan untuk kemungkinan terjadinya perubahan rencana tindakan serta perubahan perilaku siswa dalam proses belajarnya untuk dapat menguasai keterampilan gerak dasar melempar dan menangkap.

2. Rencana Tindakan

Dalam menentukan tindakan, peneliti berperan sebgai aktor (guru) dibantu oleh observer (mitra guru) untuk melakukan rancangan tindakan. Adapun beberapa hal yang dilakukan oleh peneliti dan observer diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Perencanaan

Perencanaan disusun berdasarkan masalah dan hipotesis tindakan yang telah diuji. Perubahan yang diharapkan dapat mengidentifikasi aspek dan hasil proses pembelajaran, selain itu faktor pendukung dan penghambat dapat diungkap. Pada tahapan ini peneliti dan observer menentukan suatu perencanaan tindakan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1) Peneliti membuat skenario membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan penerapan permainan tradisional boy-boyan sebagai upaya meningkatkan gerak dasar melempar tangkap.

2) Membuat lembar observasi yaitu :

a) Catatan-catatan yang digunakan sebagai media untuk mencatat semua kejadian selama proses pembelajaran.


(31)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu b) Membuat lembar observasi kinerja guru.

c) Membuat lembar observasi aktivitas siswa.

d) Dengan menggunakan alat elektronik (Kamera) untuk merekam untuk mendokumentasikan fakta dan data-data penting yang diambil selama proses pembelajaran berlangsung. Ini dapat dijadikan bahan untuk koreksi dan evaluasi guna perbaikan proses tindakan pembelajaran ditahap berikutnya.

3) Peneliti menyiapkan sarana dan prasarana (fasilitas dan alat) untuk kegiatan permainan boy-boyan.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan yaitu implementasi atau penerapan isi rencana, yaitu mengenai tindakan kelas dan diperbolehkan menggunakan modifikasi, selama tidak merubah perinsip (Arikunto 2010:139). Pelaksanaan tindakan dalam situasi secara sadar dan terkendali setelah perencanaan selesai dilakukan. Dalam proses pelaksanaan tindakan, peneliti berperan sebagai guru atau pengajar yang terjun langsung untuk melaksanakan pembelajaran permainan tradisional boy-boyan. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pelaksanaan tindakan ini yaitu tahapan yang pertama peneliti melakukan studi pustaka mengenai pembelajaran dengan mengunakan permainan tradisional. Kegiatan ini dilakukan untuk memperjelas permasalahan beserta solusi pemecahan masalah yang dihubungkan dengan teori permainan tradisional itu sendiri.

Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan dua tindakan pada setiap siklusnya. Tindakan dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani dengan permainan tradisional boy-boyan. Dalam tindakan juga peneliti melakukan pengamatan dan evaluasi agar keberhasilan pembelajaran dapat terlihat.

Berdasarkan hasil pengamatan dan observasi awal, maka ditentukan bahwa tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan


(32)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

hasil belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani di kelas V SDN Cimalaka 1 dengan menerapkan permainan tradisional boy-boyan dalam setiap siklus.

Rencana kegiatan dalam setiap siklusnya dapat digambarkan sebagai berikut:

1) Siklus I

Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a) Setelah melakukan observasi awal dalam pembelajaran pendidikan jasmani, peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan tema permainan boy-boyan.

b) Melaksanakan siklus I dalam bentuk tindakan. Pada tahap ini peneliti melakukan proses pembelajaran untuk mendapatkan gambaran hasil dari penelitian pada Siklus I.

c) Melakukan pengamatan pada siswa ketika proses pembelajaran dengan menggunakan permainan tradisional boy-boyan.

d) Melakukan pengamatan pada aktivitas permainan tradisional boy-boyan yang dilakukan siswa. Pada tahap ini siswa melakukan permainan tradisional boy-boyan yang dikaitkan dengan pembelajaran pendidikan jasmani yang dibimbing guru. e) Melakukan evaluasi terhadap hasil pembelajaran dan melihat

ketercapaian tujuan yang tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.

f) Refleksi yakni menganalisis hasil-hasil yang kurang yang ada pada siklus I dan dijadikan acuan untuk siklus II.

2) Siklus II

Kegiatan yang akan dilakukan antara lain sebagai berikut:

a) Membuat rencana pembelajaran masih bertema permainan boy-boyan berdasarkan siklus yang dilakukan pada siklus I.

b) Melaksanakan siklus II dalam bentuk tindakan. Pada tahap ini peneliti melakukan proses pembelajaran untuk mendapatkan gambaran dari hasil penelitian pada siklus I.


(33)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

c) Melakukan pengamatan pada siswa ketika proses pembelajaran dengan menggunakan permainan tradisional boy-boyan.

d) Melakukan pengamatan pada aktivitas permainan tradisional boy-boyan yang dilakukan siswa. Pada tahap ini siswa melakukan permainan tradisional boy-boyan yang dikaitkan dengan pembelajaran pendidikan jasmani yang dibimbing guru. e) Melakukan evaluasi terhadap hasil pembelajaran dan melihat

ketercapaian tujuan yang tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.

f) Refleksi yakni menganalisis hasil-hasil yang kurang yang ada pada siklus II

c. Observasi

Observasi yaitu kegiatan pengamatan oleh pengamat. Untuk mempermudah pelaksanaan observasi, peneliti dibantu oleh observer atau guru pendidikan jasmani. Objek yang diamati adalah seluruh aktivitas siswa selama pembelajaran dilaksanakan, baik berupa perubahan yang bersifat individu maupun secara klasikal. Bentuk-bentuk observasi yang dapat dilakukan adalah:

1) Observasi peer (pengamatan sejawat). Observasi peer adalah observasi terhadap pengajaran seseorang oleh orang lain (biasanya sesama guru atau teman sejawat).

2) Observasi terstruktur. Pelaksanaan observasi terstruktur dilakukan peneliti dengan cara bertanya kepada siswa. Peneliti sebagai guru memberikan lembar observasi.

d. Alternatif Pemecahan

Berdasarkan hasil pengamatan (observasi) dan catatan yang ada maka peneliti menggunakanya sebagai bahan untuk memecahkan permasalahan yang muncul selama pembelajaran kemudian membuat


(34)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

solusi yang tepat untuk melakukan tindakan-tindakan perbaikan proses pembelajaran untuk pertemuan atau pelaksanaan tindakan berikutnya. e. Analisis Dan Refleksi

Pelaksanaan penerapan permainan tradisional boy-boyan dalam pembelajaran gerak dasar melempar tangkap yang dilakukan oleh peneliti sendiri telah menghasilkan beberapa peristiwa atau kejadian dalam pembelajaran dalam bentuk data-data. Berdasarkan data yang terkumpul ini kemudian dilakukan analisis. Analisis dilakukan sejak awal dan mencakup setiap aspek kegiatan penelitian (Mulyasa, 2010:70). Berdasarkan analisis data kemudian peneliti melakukan refleksi atau perbaikan untuk rencana untuk tindakan berikutnya.

G. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 1. Instrumen Penelitian

Instrumen yang dimaksudkan dalam PTK adalah alat yang digunakan oleh guru atau observer untuk mengukur dan mengambil data yang akan dimanfaatkan untuk menetapkan keberhasilan dari rencana tindakan yang dilakukan ( Somadoyo, 2013:75) data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data hasil wawancara, observasi, jurnal siswa, catatan lapangan data tersebut dianalisis dan hasilnya digunakan untuk menggambarkan perubahan yang terjadi, yaitu perubahan aktivitas siswa, guru atau perubahan belajar siswa. Dalam penelitian ini digunakan instrumen sebagai alat untuk memperbaiki dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh peneliti. Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah lembar observasi, catatan lapangan, kamera foto, video recorder dan hasil penelitan dari tes keterampilan.

a.) Observasi

Observasi merupakan instrumen untuk mengadakan pengamatan terhadap aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran


(35)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dikelas maupun diluar kelas dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observsi kinerja guru dan lembar observasi aktivitas siswa. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung berdasarkan tahapan kegiatan pembelajaran yang tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.

Dalam lembar observasi siswa, instrumennya memiliki dua aspek yang dinilai. Yaitu aspek psikomotor dan aspek afektif. Dalam aspek psikomotor terdapat sub aspek yang dinilai selama pembelajaran permainan boy-boyan berlangsung yaitu keterampilan melempar dan menangkap selama permainan boy-boyan berlangsung. Dalam aspek afektif terdapat tiga aspek yang dinilai yaitu kerjasama, motivasi dan apersepsi selama pembelajaran permainan berlangsung.

Deskriptor atau kriteria aktivitas siswa dalam pembelajaran permainan boy-boyan dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel 3.2 Deskriptor

Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Permainan Boy-boyan

Aspek Sub Aspek

Skor Penjelasan

Psikomotor

Lempar

0 Siswa tidak sama sekali melakukan lemparan.

1 Siswa melakukan lemparan akan tetapi masih takut untuk melempar dan tidak tepat sasaran.

2 Siswa melakukan lemparan dan sudah berani untuk melakukan lemparan akan tetapi tidak tepat sasaran. 3 Siswa melakukan lempran, sudah berani melakukan

lemparan dan tepat pada sasaran.

Tangkap

0 Siswa tidak sama sekali melakukan menangkap bola. 1 Siswa melakukan menangkap bola, akan tetapi masih


(36)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2 Siswa melakukan melakukan menangkap bola dan sudah berani menangkap bola tetapi bola gagal ditangkap.

3 Siswa melakukan menangkap bola, sudah berani menangkao bola dan bola berhasil ditangkap.

Afektif

Kerja sama

0 Siswa tidak bekerja sama dengan teman seregunya. 1 Siswa bekerja sama dengan teman seregunya akan

tetapi hanya pada satu siswa saja, dan rasa egois masih ada.

2 Siswa bekerjasama dengan teman seregunya, sudah bisa membagi dengan teman seregunya, akan tetapi rasa egois masih ada.

3 Siswa bekerja sama dengan teman eseregunya, sudah bisa membagu dengan teman seregunya dan tidak ada rasa egois.

Motivasi

0 Siswa tidak bersemangat dalam melakukan pembelajaran.

1 Siswa bersemangat akan tetapi masih mengganggu teman lainnya dan tidak menghiraukan himbauan guru dan temannya.

2 Siswa bersemangat dan tidak mengganggu siswa lainya akan tetapi tidak menghiraukan himbauan guru dan temannya.

3 Siswa bersemangat dan tidak mengganggu siswa lainya dan menghiraukan himbauan guru dan temannya.

Partisipasi

0 Tidak berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. 1 Siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, akan

tetapi siswa masih banyak yang bermain dengan temannya dan tampak tidak tenang dalam pembelajaran.

2 Siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran siswa masih banyak yang bermain dengan temannya dan


(37)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu tampak tidak tenang dalam pembelajaran.

3 Siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran siswa masih banyak yang bermain dengan temannya dan tampak menikmati dalam pembelajaran.

Persentase Daya Capai Indikator : Skor yang Diperoleh

Skor Maksimal

Skor maksimal : 15

Dalam kinerja guru ada dua aspek yang dinilai, yaitu 1) Tahap Pelaksanaan

(a) Kegiatan Awal

(1) Mengkondisikan siswa

(2) Menyampaikan tujuan pembelajaran (3) Mengadakan apersepsi

(b)Kegiatan Inti

(1) Menyampaikan materi aktivitas permainan boy-boyan. (2) Membagi siswa dalam kelompok

(3) Mengatur jalannya pembelajaran permainan boy-boyan. (4) Membimbing siswa dalam pembelajaran permainan

boy-boyan.

(5) Memotivasi siswa supaya lebih bersemangat dalam pembelajarn.

(6) Tanya jawab mengenai permainan boy-boyan. (c)Kegiatan Akhir

(1) Memberikan evaluasi

(2) Menyimpulkan materi pembelajaran. 2) Tahap Penilaian

(a) Melaksanakan penilaian proses (b) Melaksanakan penilaian post-test


(38)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Deskriptor atau kiteria kinerja guru dalam pembelajaran permainan boy-boyan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3 Deskriptor

Kinerja Guru Pembelajaran Permainan Tradisional Boy-boyan Kode

Indikator

Skor Penjelasan

A.1.a Mengkon-

disikan siswa

0 Siswa tidak siap dan tidak tenang ketika memulai pembelajaran

1 Siswa tampak sisap dan tidak tenang ketika memulai pembelajaran

2 Sisa tampak siap dan tidak tenang ketika memulai pembelajaran

3 Siswa tampak siap dan tenang ketika memulai pembelajaran A.1.b Menyam- Paikan Tujuan Pembe- lajaran

0 Tidak menjelaskan tujuan pembelajaran

1 Menjelaskan tujuan pembelajaran tidak jelas dan tidak sistematis

2 Menjelaskan tujuan pembelajaran jelas akan tetapi tidak sistematis

3 Menjelaskan tujuan pembelajaran dengan jelas dan sistematis sesuai dengan RPP

A.1.c Mengada-

Kan aper sepsi

0 Tidak melakukan Apersepsi

1 Melakukan apersepsi, tidak menarik perhatian siswa dan tidak menagaitkan dengan pengalaman siswa. 2 Melakukan apersepsi, menarik perhatian siswa dan

tidak mengaitkan dengan pengalaman siswa. 3 Melakukan apersepsi, menarik perhatian siswa dan


(39)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu mengaitkan dengan pengalaman siswa. A.2.a Menyam- paikan Materi Aktivitas Permainan Boy-boyan

0 Tidak menjelaskan permainan boy-boyan.

1 Menjelaskan materi permainan boy-boyan tidak jelas dan tidak sistematis.

2 Menjelaskan materi permainan boy-boyan jelas akan tetapi tidak sistematis.

3 Menjelaskan materi permainan boy-boyan jelas dan sistematis. A.2.b Membagi Siswa Dalam kelompok

0 Tidak membagi siswa untuk berkelompok. 1 Membagi siswa dalam kelompok

2 Membagi siswa dalam 4 kelompok namun tidak merata yang kurang pintar dengan yang pintar.

3 Membagi siswa dalam 4 kelompok dengan pembagian kelompok yang merata antara yang kurang pintar dan yang pintar. A.2.c Mengatur Jalannya Pembelaja- ran permainan boy-boyan

0 Tidak mengatur jalannya pembelajaran.

1 Mengatur jalannya pembelajaran, namun tidak jelas dan tidak sistematis.

2 Mengatur jalannya pembelajaran dengan jelas akan tetapi tidak sistematis.

3 Mengatur jalannya pembelajaran dengan terbimbing dan sistematis A.2.d Membim- Bing siswa Dalam pembelaja- Ran permainan Boy-boyan

0 Tidak membimbing siswa dalam permainan.

1 Membimbing siswa dalam pembelajaran, akan tetapi siswa masih banyak yang tidak bisa diatur dan tidak sistematis. 2 Membimbing siswa dalam pembelajaran dengan kondisi

siswa bisa diatur akan tetapi tidak sistematis.

3 Membimbing siswa dengan kondisi siswa bisa diatur dan sistematis.

A.2.e

Memotiva-si Memotiva-siswa

0 Tidak memotivasi siswa dalam pembelajaran.

1 Memotivasi siswa, akan tetapi siswa tidak semangat dan tidak siswa banyak diam.


(40)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu dalam

pembelaja ran

boy-boyan

2 Memotivasi siswa dengan kondisi siswa bersemangat akan tetapi siswa banyak diam.

3 Memotivasi siswa dengan kondisi siswa bersemangat adn semua aktif. A.2.f Tanya jawab mengenai permainan boy-boyan

0 Tidak mengajukan pertanyaan mengenai permainan boy-boyan kepada siswa

1 Mengajukan pertanyaan mengenai permainan boy-boyan yang dilakukan siswa kepada seluruh suswa akan tetapi pertanyaan itu langsung ditujukan kepada satu orang siswa. 2 Mengajukan pertanyaan mengenai permainan boy-boyan

yang dilakukan siswa kepada seluruh siswa.

3 Mengajukan pertanyaan mengenai permainan boy-boyan yang dilakukan siswa kepada seluruh siswa dan tidak menimbulakn jawaban serempak.

A.3.a Memberi-

Kan evaluasi

0 Tidak memberikan evaluasi kepada siswa.

1 Memberikan evaluasi kepada siswa akan tetapi tidak sesuai dengan pembelajaran dan siswa acuh.

2 Memberikan evaluasi kepada siswa sesuai dengan pembelajaran akan tatapi siswa acuh.

3 Memberikan evalusai kepada siswa sesuai dengan pembelajaran dengan kondisi siswa yang masih bersemangat. A.3.b Menyim- pulkan materi pembelaja-ran

0 Tidak menyimpulkan pembelajaran.

1 Menyimpulkan pembelajaran tidak bersama siswa dan tidak sesuai dengan materi pembelajaran.

2 Menyimpulkan pembelajaran sesuai bersama siswa dengan pembelajaran dan dengan waktu yang kurang efektif.

3 Menyimpulkan pembelajaran bersama siswa sesuai dengan materi pembelajarn dan dengan waktu yang efektif.

B.1.

Melaksana-kan penilaian

0 Tidak mengisi format penilaian proses.

1 Mengisi format penilaian proses tetapi tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran.

2 Mengisi format penilaian proses, sesuai dengan tujuan pembelajaran tetapi tidak sesuai dengan pengembangan


(41)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu proses penerapan permainan yang digunakan.

3 Mengisi format penilaian proses, sesuai dengan tujuan pembelajaran tetapi dan sesuai dengan pengembangan penerapan permainan yang digunakan.

B.2

Melaksana-kan penilaian

post-test

0 Tidak mengisi penilaian post-test

1 Melaksanakan penilaian pos-test tetapi tidak memperhatikan kriteria yang sudah ditentukan.

2 Melaksanakan penilaian pos-test. Memperhatikan kriteria yang sudah ditentukan, tetapi tidak diakhiri dengan pengambilan keputusan tentang ketuntasan.

3 Melaksanakan penilaian pos-test. Memperhatikan kriteria yang sudah ditentukan dan diakhiri dengan pengambilan keputusan tentang ketuntasan.

b.) Wawancara

Untuk memperoleh data atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi, peneliti melakukan wawancara kepada siswa yang diteliti. Wawancara yaitu peneliti dibantu observer melakukan wawancara kepada siswa yang diteliti untuk memperoleh keseluruhan informasi tentang proses pembelajaran pendidikan jasmani dengan menggunakan permainan tradisional, perbedaan yang dirasakan oleh siswa setelah melakukan dengan menggunakan permainan tradisional boy-boyan serta harapan siswa mengenai pembelajaran pendidikan jasmani selanjutnya.

c.) Catatan Lapangan

Catatan lapangan merupakan salah satu isntrumen yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas. Catatan lapangan merupakan alat penting dalam penelitian, catatan tersebut berisi deskripsi pelaksanaan pembelajaran. Interaksi yang teramati dan tercatat memuat prilaku praktisi saat melaksanakan pembelajaran, dalam hal ini berkaitan dengan kesulitan perilaku yang telah dilakukan


(42)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

oleh guru dengan langkah-langkah yang termuat dalam perencanaan yang tersusun.

Adapun prilaku siswa yang diharapkan sebagai indikator ketercapaian tujuan pembelajaran yang diterapkan. Format catatan lapangan berfungsi untuk mengamati perilaku siswa ketika melaksanakan pembelajaran.

d.) Kamera Foto dan Video Recorder

Selain instrumen yang disebutkan di atas, peneliti juga menggunakan kamera foto dan video recorder sebagai instrumen untuk mengetahui gambaran proses pembelajaran yang dilakukan guru maupun proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. Penggunaan kamera foto video recorder tersebut yakni untuk mendokumentasikan aktivitas selama pembelajaran baik itu aktivitas siswa, guru maupun observer.

e.) Tes Keterampilan

Menurut Suherman (2009:171) perkembangan keterampilan gerak merupakan salah satu tujuan dari diadakannya program Pendidikan Jasmani di sekolah-sekolah. Oleh karena itu instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah tes keterampilan, karena untuk mengetahui sejauh mana siswa dalam gerak dasar lemapar tangkap.

Tes keterampilan yang digunakan sebagai instrumen adalah tes melempar tangkap yang dilakukan oleh siswa (testee) ke tembok selama 30 detik. Testee berdiri di batas garis yang ditentukan dengan berjarak 1 meter dari tembok, pada aba-aba “ya” testee melakukan lempar bola ke dingding kemudian di tangkap bolanya tanpa mengenai ke lantai itu baru dihitung nilai 1 sampai 30 detik. Testee dilarang menyentuh tes tersebut dilakukan setelah pembelajaran dalam satu tidakan dalam satu siklus. Sampai rata-rata siswa 80% bisa melakukan tes melempar tangkap.


(43)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu X

Testee

Jarak 1m Gambar 3.2. Tes Keterampilan Lempar Tangkap 2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan tidak hanya satu, akan tetapi menggunakan multi teknik atau multi instrumen. Menurut Walcott (1992) yang dikutip oleh Sukmadinata (2008:151-152) menjelaskan bahwa: ada tiga teknik pengumpulan data yang disebutnya sebagai strategi pekerjaan lapangan primer, yaitu,

pengalaman, pengungkapan dan pengujian.”

a) Pengalaman

Pengalaman (experiencing) dilakukan dalam betuk observasi, ada beberapa variasi bentuk observasi yang dapat dilakukan oleh peneliti, yaitu:

1. Observasi partisipatif, peneliti melakukan observasi sambil dalam kegiatan yang sedang berjalan.

2. Observasi khusus, observasi dilakukan ketika peneliti melakukan tugas khusus, seperti memberikan bimbingan.

3. Observasi pasif, peniliti hanya bertindak sebagai pengumpul data dan mencatat kegiatan yang sedang berlangsung.


(44)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu b) Pembuktian

Pembuktian (examinig) dilakukan dengan mencari bukti-bukti dokumenter, seperti:

1. Dokumen arsip.

2. Audio dan Video recorder. 3. Catatan lapangan.

H. Prosedur dan Pengelolahan Data

Proses pengolahan data seiring dengan proses pelaksanaan tindakan pembelajaran sebagai bentuk dari rancangan pengolahan data kualitatif, sedangkan analisis data biasanya dilakukan pada tahap akhir penelitian tindakan untuk menjawab pertanyaan penelitian, namun demikian untuk kepentingan tertentu analisis datapun dapat dilaksanakan berssamaan dengan pengolahan data di setiap selesainya satu tahap tindakan pembelajaran. Secara umum kegiatan pengolahan data dalam proses penelitian ini adalah:

1. Mengumpulkan hasil format observasi dari setiap kegiatan pembelajaran pada setiap siklus penelitian yang sudah dilaksanakan.

2. Membandingkan jumlah siswa yang mampu melakukan tugas gerak yang diberikan pada setiap siklus penelitian yang dilaksanakan.

3. Menganalisa perubahan perilaku siswa dari seluruh format observasi dan catatan guru setelah dua siklus pembelajaran dilaksanakan.

Secara lebih detail, sebelum data diolah dan dianalisa ada beberapa tahapan yang harus ditempuh oleh peneliti yaitu sebagai berikut:

1. Pengolahan Data Kategori Data

Data mentah yang terkumpul dari hasil observasi, wawancara dan tes hasil keterampilan dikelompokan menjadi unit-unit dengan memperhatikan karakteristik data mentah. Berdasarkan unit-unit yang ada lalu diterapkan kategorisasi. Dalam pengolahan data ini penerapan permainan tradisional boy-boyan dalam pembelajaran pendidikan jasmani


(45)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

aktivitas gerak dasar melempar tangkap dilaksanakan dengan bentuk-bentuk tugas gerak yang sistematis dikategorikan sebagai aktivitas siswa yaitu motivasi, partisipasi siswa dan kerja sama dalam melakukan berbagai macam penguasaan gerak dasar lempar tangkap.

2. Validasi

Salah satu cara untuk melihat derajat kepercayaan suatu penelitian adalah dengan melihat validitas dan kredibilitas penelitian (Kusnandar 2008:103). Validitas menunjuk pada derajat kepercayaan terhadap proses dan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Tahap validasi menurut Hopkins (1993) dalam Rochiati (2005) yang dikutip oleh Kunandar (2008:107-109) terdiri dari:

a) Dalam melakukan member chek

Yaitu memeriksa kembali kerangka-kerangka atau informasi data yang diperoleh selama observasi atau wawancara dari nara sumber yang relevan dengan PTK (kepala sekolah, guru, teman sejawat, siswa, pegawai administrasi sekolah, orang tua siswa dan lain-lain) apakah kerangka atau informasi itu tetap sifatnya atau tidak berubah sehingga dapat dipastikan keajeganya dan data itu terperiksa kebenaranya.

b) Melakukan validasi dan triangulasi

Yaitu memeriksa kebenaran hipotesis, konstruk atau analisis dari peneliti dengan membandingkan hasil dari mitra peneliti. Triangulasi dilakukan berdasarkan tiga sudut pandang, yaitu sudut pandang guru sebagai peneliti, sudut pandang siswa dan sudut pandang mitra peneliti yang melakukan pengamatan atau observasi.

c) Dengan melakukan saturasi

Yaitu situasi pada waktu data sudah jenuh, atau tidak ada lagi data lain yang berhasil dikumpulkan atau tidak ada lagi tambahan data baru. d) Dengan cara melakukan perbandingan atau dengan eksplanasi dengan

atau kasus negatif. e) Dengan audit trail


(46)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Yaitu memeriksa kesalahan-kesalahan dalam metode atau prosedur yang digunakan peniliti dan didalam pengambilan keputusan. Selain itu peneliti juga memeriksa catatan-catatan yang ditulis oleh peniliti atau mitra peneliti.

f) Dengan expert opinion

Yaitu dengan meminta kepada orang yang dianggap ahli atau pakar penelitian tindakan kelas untuk memeriksa semua tahap penelitian dan memberikan arahan terhadap masalah-masalah penelitian yang dikaji. g) Dengan key respondent revie

Key respondent revie yaitu meminta salah seorang atau mitra peneliti yang banyak mengerti tentang penelitian tindakan kelas, untuk membaca draf awal laporan penelitian dan meminta pendapatnya. 3. Interpretasi

Pada tahap ini hipotesis yang telah divalidasikan di iterpretasikan berdasarkan kerangka teoritik, norma-norma peraktis yang disepakati bersama atau berdasarkan intuisi peneliti sebagai guru berkenaan dengan proses pembelajaran yang baik. Tahap ini dilakukan untuk memperoleh suatu kerangka referensi yang dapat memberikan makna terhadap proses interpretasi data. Kerangka referensi ini dapat dijadikan referensi dalam pelaksanaan tindakan selanjutnya.

Untuk batasan keberhasilan pembelajaran Uzer Usman (1993:8) menjelaskan bahwa “Pembelajaran baik/minimal apabila bahwa pembelajaran yang diajarkan hanya 75% s.d 84% dikuasai siswa”.


(1)

aktivitas gerak dasar melempar tangkap dilaksanakan dengan bentuk-bentuk tugas gerak yang sistematis dikategorikan sebagai aktivitas siswa yaitu motivasi, partisipasi siswa dan kerja sama dalam melakukan berbagai macam penguasaan gerak dasar lempar tangkap.

2. Validasi

Salah satu cara untuk melihat derajat kepercayaan suatu penelitian adalah dengan melihat validitas dan kredibilitas penelitian (Kusnandar 2008:103). Validitas menunjuk pada derajat kepercayaan terhadap proses dan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Tahap validasi menurut Hopkins (1993) dalam Rochiati (2005) yang dikutip oleh Kunandar (2008:107-109) terdiri dari:

a) Dalam melakukan member chek

Yaitu memeriksa kembali kerangka-kerangka atau informasi data yang diperoleh selama observasi atau wawancara dari nara sumber yang relevan dengan PTK (kepala sekolah, guru, teman sejawat, siswa, pegawai administrasi sekolah, orang tua siswa dan lain-lain) apakah kerangka atau informasi itu tetap sifatnya atau tidak berubah sehingga dapat dipastikan keajeganya dan data itu terperiksa kebenaranya.

b) Melakukan validasi dan triangulasi

Yaitu memeriksa kebenaran hipotesis, konstruk atau analisis dari peneliti dengan membandingkan hasil dari mitra peneliti. Triangulasi dilakukan berdasarkan tiga sudut pandang, yaitu sudut pandang guru sebagai peneliti, sudut pandang siswa dan sudut pandang mitra peneliti yang melakukan pengamatan atau observasi.


(2)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Yaitu memeriksa kesalahan-kesalahan dalam metode atau prosedur yang digunakan peniliti dan didalam pengambilan keputusan. Selain itu peneliti juga memeriksa catatan-catatan yang ditulis oleh peniliti atau mitra peneliti.

f) Dengan expert opinion

Yaitu dengan meminta kepada orang yang dianggap ahli atau pakar penelitian tindakan kelas untuk memeriksa semua tahap penelitian dan memberikan arahan terhadap masalah-masalah penelitian yang dikaji. g) Dengan key respondent revie

Key respondent revie yaitu meminta salah seorang atau mitra peneliti

yang banyak mengerti tentang penelitian tindakan kelas, untuk membaca draf awal laporan penelitian dan meminta pendapatnya. 3. Interpretasi

Pada tahap ini hipotesis yang telah divalidasikan di iterpretasikan berdasarkan kerangka teoritik, norma-norma peraktis yang disepakati bersama atau berdasarkan intuisi peneliti sebagai guru berkenaan dengan proses pembelajaran yang baik. Tahap ini dilakukan untuk memperoleh suatu kerangka referensi yang dapat memberikan makna terhadap proses interpretasi data. Kerangka referensi ini dapat dijadikan referensi dalam pelaksanaan tindakan selanjutnya.

Untuk batasan keberhasilan pembelajaran Uzer Usman (1993:8)

menjelaskan bahwa “Pembelajaran baik/minimal apabila bahwa


(3)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan, pengolahan dan analisis data melalui prosedur statistika, dan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti maka dapat disimpulkan hasil belajar gerak dasar melempar dan menangkap pada kelas V SD Negeri Cimalaka 1 Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang meningkat melalui penerapan aktivitas permainan boy-boyan, karena hasil belajar melempar tangkap melalui penerapan aktivitas permainan boy-boyan pada siklus II tindakan II pada observasi guru mendapatkan hasil 87,18%, pada lembar observasi siswa terdapat 97% siswa yang tuntas dan pada tes belajar terdapat hasil 80% siswa yang tuntas dari ketentuan kriteria minimum (KKM) SD Negeri 1 Cimalaka yaitu 75.

B. Saran

Berdasarkan pemaparan hasil penelitian, peneliti mencoba menyampaikan beberapa saran untuk penelitian selanjutnya. Saran-saran ini ditujukan terutama kepada para guru Pendidikan Jasmani maupun peneliti selanjutnya. Beberapa saran yang ingin disampaikan adalah sebagai berikut: 1. Penerapan pengajaran dengan pendekatan aktivitas permainan tradisional

boy-boyan dapat dijadikan suatu alternatif bagi guru Pendidikan Jasmani dalam suatu pembelajaran, khususnya pembelajaran gerak lempar tangkap. Penerapan aktivitas permaianan tradisional boy-boyan ini dapat memotivasi siswa terhadap proses pembelajaran dan hasil pembelajaran


(4)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Sarana dan prasarana sangat penting dan menjadi salah satu faktor penentu dalam keberhasilan suatu pembelajaran khususnya mata pelajaran pendidikan jasmani. Untuk itu diharapkan dari pihak sekolah khususnya, masyarakat, dan semua pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan program Pendidikan Jasmani dapat turut serta berpartisipasi secara aktif dalam membantu kinerja para guru Pendidikan Jasmani di sekolah. Sehingga dengan adanya ketersediaan fasilitas dan alat pendukung yang memadai, diharapkan bisa menunjang terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

3. Peneliti mengharapkan penerapan pengajaran dengan aktivitas permainan tradisional boy-boyan ini sebaiknya tidak hanya diterapkan pada materi gerak lemapr tangkap, tetapi bisa diterapkan pada materi yang lain yang sekiranya guru bisa menerapkannya pada saat pembelajaran pendidikan jasmani berlangsung.


(5)

DAFTAR PUSTAKA

Abduljabar, Bambang.,Sudrajat, Jajat. 2010. Aplikasi Statistika dalam Penjas. Bandung.

Amin, Martinis. 2010. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: GP PRESS.

Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi

Aksara.

Arikunto, Suharsimi., Suhardjono, Supardi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Juliantine, Tite., Subroto., Yudiana. 2011. Model-Model Pembelajaran

Pendidikan Jasmani. redpoint 2012: FPOK.

Kurniati, Euis. 2010. Main Yuk! (30 Permainan Tradisional Jawa Barat). Bandung

Lutan, Rusli. 1999. Asas-asas Pendidikan Jasmani Pendekatan Pendidikan Gerak

di Sekolah Dasar. Jakarta : Direktorat Jenderal Dasar dan Menengah.

Mahendra, Agus. (2003). Teori Belajar Mengajar. Bandung: FPOK UPI. Maslihuddin. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Rizqi Press.

Maulana.2006. Memahami Variabel dan Instrument Penelitian dengan Benar.

Bandung: Learn2Live’n Live2Learn.

Rahayu, Utami I. (2008) Program Bimbingan Penyesuaian Sosial Melalui Permainan Tradisional. Skripsi. PBB UPI : tidak diterbitkan.

Somadoyo, Samsu. 2013. Penelittian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Graha Ilmu. Subroto, Toto dkk. 2008. Teori Bermain. FPOK UPI. Bandung


(6)

Zulia Rachim, 2013

Implementasi Pembelajaran Aktivitas Permainan Boy-Boyan Untuk Meningkatkan Gerak Melempar Dan Menangkap (Penelitian Tindakan Kelas di Sekolah Dasar Negeri Cimalaka 1 Kelas V)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Suryadin, Asyraf, dkk. 2011. Pengembangan Profesi Guru Penelitian Tindakan

Kelas (PTK). CV. Bandung: Amalia Book.

Suryadin, Asyraf, dkk. 2011. Pengembangan Profesi Guru Penelitian Tindakan

Kelas (PTK). CV. Bandung: Amalia Book.

Susilana, Rudi dkk. (2006). Kurikulum Pembelajaran. FIP UPI. Bandung Uhamisastra. (2010). Modul Olahraga Tradisional. Bandung: FPOK UPI.

Universitas Pendidikan Indonesia, (2012). Pedoman Karya Tulis Ilmiah. Bandung: UPI

Uzer, Usman, dkk. (1993). Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Departemen Pendidikan Nasional.

Wiriaatmadja, Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Bandung.

Werner., Thorpe., Bunker. 1996 (pearson et. Al., 2006).

Wiriatmadja, Rochiati. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Rema Rosda Karya.

Website :

http://repository.upi.edu/operator/upload/s_paud_060390_chapter1.pdf

http://yjoko19.blogspot.com/2012/11/gerak-dasar-lempat-tangkap.html?m=1

http://mantraitemodoeloe.blogspot.com/2011/04/permainan-boy-boyan-permainan.html

Warpala, I Wayan Sukra. (2009). Media Pembelajaran: Arti, Posisi, Fungsi, Klasifikasi,

dan Karakteristiknya, [Online]. Tersedia:http://edukasi.kompasiana.com/ 2009/12/18/media-pembelajaran-arti-posisi-fungsi-klasifikasi-dan karakteristiknya/.


Dokumen yang terkait

PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN TRADISIONAL BOYAN MEMBANGUN INDONESIA UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKES BAGI SISWA KELAS V SDN PANGGUNG 5 KOTA TEGAL

0 5 125

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIVITAS BERMAIN UNTUK MENGEMBANGKAN GERAK DASAR PERMAINAN BOLA KECIL: Penelitian Tindakan kelas pada siswa kelas V SDN Isola Bandung.

0 1 9

IMPLEMENTASI GAYA MENGAJAR DIVERGEN DALAM AKTIVITAS PERMAINAN BOLABASKET UNTUK MENINGKATKAN POLA GERAK DASAR MENGOPER DAN MENANGKAP BOLA PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA KELAS V DI SD PERCONTOHAN NEGERI SETIABUDHI KOTA BANDUNG.

0 3 49

IMPLEMENTASI AKTIVITAS PERMAINAN BEBENTENGAN UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU KERJASAMA DAN FAIR PLAY DALAM PEMBELAJARAN PENJAS : penelitian tindakan kelas Pada Siswa Kelas V SDN 13 Sijuk Kabupaten Belitung.

1 9 23

MENINGKATKAN KETERAMPILAN LEMPAR-TANGKAP BOLA KECIL MELALUI MODIFIKASI PERMAINAN TRADISIONAL BOY-BOYAN PADA SISWA KELAS V SDN CISITU 2 KOTA BANDUNG.

4 31 46

MENINGKATKAN GERAK DASAR MELEMPAR DALAM PERMAINAN BOLA BAKAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) DI KELAS V SDN CIBEUREUM I KABUPATEN SUMEDANG.

0 4 41

IMPLEMENTASI PENDEKATAN BERMAIN DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN GERAK DASAR MELEMPAR DAN MENANGKAP MELALUI AKTIVITAS BASKET BALL LIKE GAMES PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA KELAS VI DI SDN 3 CIHARASHAS BANDUNG BARAT.

0 2 44

Penerapan Permainan Rintangan Untuk Meningkatkan Pergerakan lutu pada gerak dasar lari sprint Di SDN Nyalindung II Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang”.

0 2 60

PENERAPAN MODEL PERMAINAN KECIL POLISI DAN PENYELUNDUP UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN LARI CEPAT DI KELAS V SDN CIMALAKA III KECAMATAN CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG.

0 4 45

24. RPP 3.4.5. Melempar dan menangkap dalam permainan

0 4 13