Standar Kompetensi Lulusan dan Model Pen

REVISI
KOMPETENSI INTI, KOMPETENSI DASAR, SKL, SERTA MODEL PENILAIAN
KURIKULUM 2013

MAKALAH
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah : Evaluasi Pembelajaran
Dosen Pengampu : H. Nur Khoiri, M.Ag

Disusun oleh :
Aldi Gunawan

(123111025)

M. Fathurrochman

(123111110)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2015

0

I.

PENDAHULUAN
Mulai

tahun

pelajaran

2013/2014

dunia

pendidikan

di

Indonesia

sudah

memberlakukan Kurikulum 2013. Semangat ingin tahu tentang kurikulum baru ini sangat
terlihat dikalangan dunia pendidikan secara umum, baik guru, ataupun praktisi dan
pemerhati pendidikan. Semua guru tentu saja sangat berkepentingan dengan informasi ini
karena merekalah ujung tombak pendidikan dan yang akan menggunakannya.
Adapun agenda besar yang terdapat dalam kurikulum 2013 adalah untuk melahirkan
generasi penerus bangsa yang produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter. Dengan
kreativitas, anak-anak bangsa mampu berinovasi secara produktif untuk menjawab
tantangan masa depan yang semakin rumit dan kompleks.1
Memang terdapat sedikit perubahan yang signifikan dalam aspek-aspeknya, misalnya
terdapat pada standar kompetensi yang dirubah menjadi kompetensi inti, serta pada proses
penilaian yang begitu kompleks. Oleh karena itu, dalam tulisan ini, penulis ingin
mencoba menjelaskan beberapa aspek-aspek yang terdapat dalam kurikulum 2013,
khususnya pada aspek penilaian sebagaimana yang tercantum dalam Permendikbud no.
66 tahun 2013, yang merupakan revitalisasi dari kurikulum sebelumnya.
II.

RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian Kompetensi Inti dalam kurikulum 2013?
2. Apakah pengertian Kompetensi Dasar dalam kurikulum 2013?
3. Bagaimanakah Standar Kompetensi Lulusan dalam kurikulum 2013?
4. Bagaimanakah model penilaian dalam kurikulum 2013 sebagaimana yang
tercantum dalam Permendikbud no. 66 tahun 2013?
5. Apa saja Jenis-jenis penilaian dalam kurikulum 2013?

III.

TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
1.

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan ini antara lain untuk:
a. Mengetahui kompetensi inti pada kurikulum 2013
b. Mengetahui kompetensi dasar pada kurikulum 2013
c. Mengetahui standar kompetensi lulusan pada kurikulum 2013
d. Mengetahui model penilaian pada kurikulum 2013
2.

Manfaat Penulisan

Penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk :
1
E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung: Remaja Rosadakarya,
2014), hlm. 39

1

a. Guru
Sebagai bahan pembelajaran untuk memahami lebih dalam tentang
Kurikulum 2013.
b. Civitas Akademika
Sebagai bahan rujukan dalam membuat karya ilmiah atau pun karya tulis
lainnya dalam pembahasan Kurikulum 2013.
IV.

KAJIAN TEORI
Kompetensi dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari bahasa Inggris, competence
yang berarti kecakapan dan kemampuan. Kompetensi adalah kumpulan pengetahuan,
perilaku, dan keterampilan yang harus dimiliki guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dan
pendidikan. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan belajar mandiri dengan
memanfaatkan sumber belajar.2
Dalam undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional, kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah
disepakati.
Sementara itu tentang penilaian, sebagaimana juga yang termuat dalam Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian
Pendidikan, penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.
Sedangkan dalam Depdiknas tahun 2008 juga dinyatakan secara lebih tegas bahwa
penilaian adalah rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data
tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan
berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan
keputusan.3

V.

PEMBAHASAN
2

Jejen Musfah, Peningkatan Kompetensi Guru, (Jakarta: Kencana, 2011).
Imas Kurniasih dan Berlin Sani, Perancangan Pembelajaran Prosedur RPP yang Sesuai Dengan
Kurikulum 2013. (Kata Pena, 2014), hlm. 64
3

2

A. Kompetensi Inti dalam Kurikulum 2013
Kompetensi Inti atau sering disingkat KI merupakan pengikat kompetensi-kompetensi
yang harus dihasilkan melalui pembelajaran dalam setiap mata pelajaran; sehingga berperan
sebagai integrator horizontal antar matapelajaran. Kompetensi Inti tidak mewakili mata
pelajaran tertentu.
Dilihat dari fungsinya, Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi
(organizing element) Kompetensi Dasar (KD), baik organisasi secara vertikal maupun secara
horizontal. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar ialah keterkaitan antara konten Kompetensi
Dasar satu kelas ke kelas di atasnya atau satu jenjang pendidikan ke jenjang pendidikan
selanjutnya. Sehingga dalam hal ini memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi
yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari peserta didik.
Sedangkan organisasi horizontal Kompetensi Dasar yaitu keterkaitan antara konten
Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran
yang berbeda, dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama, sehingga terjadi proses
saling memperkuat.4
Menurut Prof. E. Mulyasa, kompetensi Inti bukan untuk diajarkan, tetapi untuk dibentuk
melalui berbagai tahapan proses pembelajaran pada setiap mata pelajaran yang relevan.
Setiap mata pelajaran harus mengacu pada pencapaian dan perwujudan kompetensi inti yang
telah dirumuskan. Dengan kata lain, semua mata pelajaran yang diajarkan dan dipelajari pada
setiap kelas di setiap satuan pendidikan harus diacukan dan ditujukan pada pembentukan
kompetensi inti.
Kompetensi Inti juga merupakan operasionalisasi atau penjabaran dari Standar
Kompetensi Lulusan dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta didik yang telah
menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu,
gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap,
keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang
sekolah, kelas dan mata pelajaran. Oleh karena itu, Kompetensi Inti harus menggambarkan
kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.5
Penjabaran Kompetensi Inti dari Standar Kompetensi Lulusan tersebut ialah sebagai berikut:6
KI 1: Menjabarkan SKL dalam ranah Spiritual
4

E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, hlm. 174
E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, hlm. 174
6
PSG LPTK RAYON 206 IAIN WALISONGO, PLPG 2013: Implementasi Kurikulum 2013, hlm. 42
5

3

KI 2: Menjabarkan SKL dalam ranah Sosial
KI 3: Menjabarkan SKL dalam ranah Pengetahuan
KI 4: Menjabarkan SKL dalam ranah Ketrampilan
Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan
dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan
sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu
pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (KI 3) dan penerapan pengetahuan (KI
4).7
B. Kompetensi Dasar dalam Kurikulum 2013
Pengertian Kompetensi Dasar dalam kurikulum 2013 sebenarnya tidak jauh berbeda
dengan pengertian Kompetensi Dasar pada kurikulum KTSP. Kompetensi Dasar pada
dasarnya adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap minimal yang harus dicapai oleh siswa
untuk menunjukan bahwa siswa telah menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan.8
Dalam kompetensi dasar, ada 6 aspek yang terkandung di dalamnya. Aspek atau ranah
tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Pengetahuan (knowledge); yaitu kesadaran dalam bidang kognitif.
2. Pemahaman (understanding); yaitu kedalaman kognitif, dan afektif yang dimiliki oleh
individu.
3. Kemampuan (skill); adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk melakukan tugas
atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
4. Nilai (value); yaitu suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah
menyatu dalam diri seseorang.
5. Sikap (attitude); yaitu perasaan (senang-tidak senang, suka-tidak suka) atau reaksi
terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar.
6. Minat (interest); adalah kecendrungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan.9
Dalam kurikulum 2013, Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran
untuk setiap kelas yang dijabarkan dari KI 1 - 4. Dimana dalam kurikulum 2013, penjabaran
dari KI 1 – 4 tersebut telah ditentukan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum sebagaimana Permendikbud Nomor 67
7

E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, hlm. 175
Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Permada Media,
2011), hlm. 56
9
E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, hlm. 67-68
8

4

tahun 2013 untuk SD/MI, nomor 68 tahun 2013 untuk SMP/MTs, nomor 69 tahun 2013
untuk jenjang SMA/MA, nomor 70 tahun 2013 untuk SMK/MAK.10
Contoh Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Mapel PAI kelas VII SMP:11
KOMPETENSI INTI
Menghargai dan menghayati

KOMPETENSI DASAR
ajaran 1.1.
Menghayati Al-Qur’an

agama yang dianutnya

implementasi

dan

sebagai

pemahaman

rukun iman.
Menghargai dan menghayati perilaku 2.1. Menghargai perilaku jujur sebagai
jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli

implementasi dari pemahaman Q.S.

(toleransi,

Al-Baqarah (2): 42 dan hadis

gotong

royong),

santun

percaya diri dalam berinteraksi secara

terkait.

efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaanya
Memahami (pengetahuan faktual dan 3.1. Memahami makna al-Asmaul Husna:
konseptual, dam prosedural) berdasarkan

Al-‘Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan

rasa

al-Bashir.

ingin

tahunya

tentang

ilmu

pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
terkait fenomena dan kejadian yang
tampak mata.
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam 4.1. Menyajikan contoh perilaku yang
ranah konkret (menggunakan, mengurai,

mencerminkan

merangkai, memodifikasi, dan membuat)

meneladani

dan ranah abstrak (menulis, membaca,

Al-‘Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan

menghitung,

al-Bashir.

mengarang)

menggambar,
sesuai

dengan

dan

orang

yang

al-Asmaul

Husna:

yang

dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori

C. Standar Kompetensi Lulusan dalam Kurikulum 2013
Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan
yang mencakup sikap, keterampilan dan pengetahuan. Standar Kompetensi Lulusan
10
11

PSG LPTK RAYON 206 IAIN WALISONGO, PLPG 2013: Implementasi Kurikulum 2013, hlm. 42
PSG LPTK RAYON 206 IAIN WALISONGO, PLPG 2013: Implementasi Kurikulum 2013, hlm. 55-

57

5

digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian
pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, dan standar pembiayaan.12 Secara garis besar ketentuan tentang standar
kompetensi lulusan dideskripsikan sebagai berikut:
a. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penemuan
kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.
b. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau mata
kuliah.
c. Standar kompetensi lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.13
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik
yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan.
Selain itu, Standar Kompetensi Lulusan (SKL) juga menjadi bahan monitoring dan evaluasi
terhadap kebutuhan lulusan pendidikan dan kebutuhan peserta didik, baik lokal, nasional,
maupun global. Selanjutnya hasil yang diperoleh dari monitoring dan evaluasi digunakan
sebagai bahan masukan bagi penyempurnaan Standar Kompetensi Lulusan di masa yang akan
datang.14
Pada kurikulum 2013, SKL untuk Pendidikan Dasar dan Menengah telah tercantum
dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 54 tahun 2013.

Adapun

uraiannya adalah sebagai berikut:15

1.

SKL SD/MI/PAKET A

DIMENSI
Sikap

KOMPETENSI LULUSAN
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia, berilmu,
percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam di lingkungan rumah,

12

Sholeh Hidayat, Pengembangan Kurikulum Baru, (Bandung: Remaja Rosadakarya, 2013), hlm. 133
E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, hlm. 24
14
https://www.academia.edu./8678672/Analisis_SKL_KI_KD_K13 diakses pada 14 Maret 2015, pukul
10.30 WIB
15
PSG LPTK RAYON 206 IAIN WALISONGO, PLPG 2013: Implementasi Kurikulum 2013, hlm. 4142
13

6

sekolah, dan tempat bermain.
Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual

Pengetahuan

berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena
dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah,
dan tempat bermain.
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang

Ketrampilan

produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan
konkret sesuai dengan yang ditugaskan
kepadanya.
2.

SKL SMP/MTs/PAKET B

DIMENSI
Sikap

KOMPETENSI LULUSAN
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia, berilmu,
percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan
dan keberadaanya.
Memiliki
pengetahuan

Pengetahuan

faktual

dan

konseptual, dam prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena
dan kejadian yang tampak mata.
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang

Ketrampilan

efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan
konkret

sesuai

dengan

yang

disekolah dan sumber lain sejenis.
3.

SKL SMA/MA/SMK/PAKET C

7

dipelajari

DIMENSI
Sikap

KOMPETENSI LULUSAN
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia, berilmu,
percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri

sebagai

cerminan

bangsa

pergaulan dunia.
Memiliki
pengetahuan

Pengetahuan

faktual

dalam
dan

konseptual, prosedural, dan metakognitif
dalam, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan
budaya

dengan

kebangsaan,

wawasan

kenegaraan,

kemanusiaan,
dan

peradaban

terkait penyebab serta dampak fenomena dan
kejadian.
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang

Ketrampilan

efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan
konkret sebagai pengembangan dari yang
dipelajari di sekolah secara mandiri.
D. Penilaian Kurikulum 2013
Sistematika penilaian pada kurikulum 2013 pada dasarnya telah tercantum dalam
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013
Tentang Standar Penilaian Pendidikan sebagaimana yang terlampir dalam makalah ini.
Salah satu konsekuensi dari pengamalan Undang-undang No. 66 tahun 2013 adalah
pembelajaran lebih mengedepankan kaidah-kaidah pendekatan saintifik atau ilmiah. Upaya
penerapan Pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran ini sering disebut-sebut
sebagai ciri khas dan menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan Kurikulum 2013, yang
tentunya menarik untuk dipelajari dan dielaborasi lebih lanjut.16
1. Prinsip dan Pendekatan Penilaian Kurikulum 2013
Adapun prinsip penilaian dalam peraturan baru (Pemendiknas No 66 tahun 2013) tersebut
sebagai berikut:

16

Ahmad
Sudrajat.
31
Januari
2008.
Teori
(http://akhmadsudrajat.wordpress.com, diunduh 31 Maret 2015)

8

Pendidikan

dan

Kurikulum,

a. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standardan tidak dipengaruhi faktor
subjektivitas penilai.
b. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan
kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
c. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan,
dan pelaporannya.
d. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan
keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
e. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal
sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
f. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.17
Sedangkan pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK).
PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan
minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh
satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan
dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.
2. Model Penilaian Kurikulum 2013
Dalam kurikulum 2013 mengisyaratkan penggunaan penilaian otentik (authentic
assesment), dimana siswa dinilai kesiapannya, proses, dan hasil belajar secara utuh.
Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan
perolehan belajar siswa atau bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional
(instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran. Hasil
penilaian otentik dapat digunakan oleh guru untuk merencanakan program perbaikan
(remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian
otentik dapat digunakansebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan
Standar Penilaian Pendidikan. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses
pembelajaran dengan menggunakan alat: angket, observasi, catatan anekdot, dan refleksi.
Pada kurikulum 2013 skala nila tidak lagi 0 – 100, melainkan 1 – 4 untuk aspek kognitif
dan psikomotor, sedangkan untuk aspek afektif menggunakan SB = Sangat Baik, B = Baik, C
= Cukup, K = Kurang. Skala nilai 1 – 4 dengan ketentuan kelipatan 0,33.18
17

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian
Pendidikan, hlm. 3
18
E. Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, hlm. 144

9

Diantara aspek penilaian pada kurikulum 2013 adalah penilaian knowlidge, penilaian
skill, dan penilaian sikap.
a. Penilaian Sikap
1) Sikap (spiritual dan sosial) untuk LHB terdiri atas sikap dalam mata pelajaran dan
sikap antar mata pelajaran. Sikap dalam mata pelajaran diisi oleh setiap guru mata
pelajaran berdasarkan rangkuman hasil pengamatan guru, penilaian diri, penilaian
sejawat, dan jurnal, ditulis dengan predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C),
atau Kurang (K). Sikap antar mata pelajaran diisi oleh wali kelas setelah berdiskusi
dengan semua guru mata pelajaran, disimpulkan secara utuh dan ditulis dengan
deskripsi koherensi.
2) Penilaian Sikap dalam mata pelajaran diperoleh dari hasil penilaian observasi
(Penilaian Proses), penilaian diri sendiri, penilaian antar teman, dan jurnal catatan
guru.
3) Nilai Observasi diperoleh dari hasil Pengamatan terhadap Proses sikap tertentu
sepanjang proses pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD).
4) Untuk penilaian Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2) menggunakan
nilai Kualitatif sebagai berikut:

Bentuk Nilai
Nilai (Angka)
SB = Sangat Baik
= 80 – 100
B
= Baik
= 70 – 79
C
= Cukup
= 60 – 69
K
= Kurang
= < 60
(Contoh penilaian sikap lampiran 2)
b. Penilaian Pengetahuan
Adapun bentuk penilaian pengetahuan terdiri atas:
1) Nilai Proses (Nilai Harian = NH)
2) Nilai Ulangan Tengah Semester (UTS), dan
3) Nilai Ulangan Akhir Semester (UAS).
c. Penilaian Keterampilan
Penilaian Ketrampilan terdiri atas: Nilai Praktik, Nilai Projek dan Nilai Portofolio
(Contoh lampiran 3). Penilaian rapor untuk pengetahuan dan keterampilan
menggunakan penilaian kuantitatif dengan skala 1 – 4 (kelipatan 0,33), dengan 2
(dua) desimal dan setiap aras (tingkatan) diberi predikat sebagai berikut:
Tabel skala Penilaian
10

Huruf

Nilai angka

Huruf

Nilai angka

A

: 3,67 – 4.00

C+

: 2,01 – 2,33

A-

: 3,34 – 3,66

C

: 1,67 – 2,00

B+

: 3,01 – 3,33

C-

: 1,34 – 1,66

B

: 2,67 – 3,00

D+

: 1,01 – 1,33

B-

: 2,34 – 2,66

D

: < 1,00

3. Tekhnik dan Instrumen Penilaian Kurikulum 2013
Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa standar penilaian pada kurikulum 2013 lebih
menekankan pada pada prinsif-prisif kejujuran, yang mengedepankan aspek-aspek berupa
knowlidge, skill dan attitude. Salah satu bentuk dari penilaian itu adalah penilaian otentik .
Penilaian otentik disebutkan dalam kurikulum 2013 adalah model penilaian yang dilakukan
saat proses pembelajaran berlangsung berdasarkan tiga komponen di atas. Diantara teknik
dan isntrumen penilaian dalam kurikulum 2013 sebagai berikut.
a. Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri,
penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen
yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik
adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan
pada jurnal berupa catatan pendidik.
b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
c. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian
yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan
menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan
berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan :
1) Substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai;
2) Konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen
yang digunakan; dan
11

3) Penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan
tingkat perkembangan peserta didik.19
4. Mekanisme dan Prosedur Penilaian Kurikulum 2013
Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh
pendidik, satuan pendidikan, pemerintah dan/atau lembaga mandiri. Penilaian hasil belajar
dilakukan dalam bentuk penilaian otentik, penilaian diri, penilaian projek, ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu
tingkat kompetensi, ujian sekolah, dan ujian nasional. Selain bentuk-bentuk penilaian di atas,
dilakukan juga perencanaan pemberian ulangan haruan sesuai dengan RPP yang telah
disusun, melaksanaan langkah-langkah yang sesuai dengan prosedural yang telah ditentukan
seperti: menyusun kisi ujian, mengembangkan instrumen, yang dilanjutkan dengan ujian.
5. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian Kurikulum 2013
a. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Pendidik
Penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan
bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk
meningkatkan efektivitas pembelajaran. Adapun penilaian terhadap peserta didik
dapat dilihat sebagai berikut.
1) Proses penilaian di awali dengan mengkaji silabus sebagai acuan dalam
membuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. Setelah
menetapkan kriteria penilaian, pendidik memilih teknik penilaian sesuai
dengan indikator dan mengembangkan instrumen serta pedoman penyekoran
sesuai dengan teknik penilaian yang dipilih.
2) Pelaksanaan penilaian dalam proses pembelajaran diawali dengan penelusuran
dan diakhiri dengan tes atau nontes. Penelusuran dilakukan dengan
menggunakan teknik bertanya untuk mengeksplorasi pengalaman belajar
sesuai dengan kondisi dan tingkat kemampuan peserta didik.
3) Penilaian pada pembelajaran tematik-terpadu dilakukan dengan mengacu pada
indikator dari Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran yang diintegrasikan
dalam tema tersebut.
4) Hasil penilaian oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui
kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik disertai
19
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian
Pendidikan, hlm. 5

12

balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan) yang
dilaporkan kepada pihak terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan
pembelajaran.
5) Laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk:
a) nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil penilaian
kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk penilaian hasil
pembelajaran tematik-terpadu.
b) deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap
sosial.
6) Laporan

hasil

penilaian

oleh

pendidik

disampaikan

kepada

kepala

sekolah/madrasah dan pihak lain yang terkait (misal: wali kelas, guru
Bimbingan dan Konseling, dan orang tua/wali) pada periode yang ditentukan.
7) Penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dilakukan oleh semua pendidik
selama satu semester, hasilnya diakumulasi dan dinyatakan dalam bentuk
deskripsi kompetensi oleh wali kelas/guru kelas
b. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Satuan Pendidikan
1) menentukan kriteria minimal tingkat kompetensi;
2) mengoordinasikan semua nilai-nilai ulangan;
3) menyelenggarakan ujian sekolah; dan seterusnya.20
c. Pelaksanaan dan Pelaporan Penilaian oleh Pemerintah
Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan melalui Ujian Nasional dan
ujian mutu Tingkat Kompetensi.21
E. Jenis – Jenis Penilaian Dalam Kurikulum 2013
Adapun jenis-jenis penilaian dalam kurikulum 2013 meliputi 3 aspek, yaitu
penilaian kompetensi sikap (afektif), penilaian kompetensi pengetahuan (kognitif),
dan penilaian kompetensi keterampilan (psikomotorik).
1. Penilaian Kompetensi Sikap
Ada 4 jenis dalam penilaian kompetensi sikap, yaitu :
a. Penilaian Observasi

20

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian
Pendidikan, hlm. 7-8
21
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian
Pendidikan, hlm. 8

13

Yaitu penilaian dengan metode atau cara-cara menganalisis dan
mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan
melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung.22
b. Penilaian Diri
Yaitu suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai
dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses, dan tingkat pencapaian
kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu.23
c. Penilaian Teman Sejawat
Yaitu teknik penilaian dengan cara meminta siswa untuk mengemukakan
kelebihan dan kekurangan temannya dalam berbagai hal terkait dengan
pencapaian kompetensi.24
d. Penilaian Jurnal
Yaitu penilaian dengan mencatat informasi hasil pengamatan tentang
kelebihan dan kelemahan peserta didik baik di dalam maupun di luar kelas.
2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Ada 2 jenis penilaian kompetensi pengetahuan, yaitu:
a.

Penilaian Tes Tulis
Yaitu penilaian tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada
peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik
tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga
dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar
dan lain sebagainya. Tes tulis merupakan suatu tes yang menuntut siswa
memberikan jawaban secara tertulis.

b.

Penilaian Tes Lisan dan Resitasi
Yaitu penilaian tes yang diberikan guru kepada siswa dalam bentuk
pertanyaan secara langsung dan diungkapkan dengan cara lisan.

3. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Ada 3 jenis penilaian kompetensi keterampilan, yaitu:
a.

Penilaian Unjuk Kerja atau Kinerja

22

M. Ngalim Purwanto, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, (Bandung: Remaja
Rosadakarya, 2002), hlm. 149
23
Asep Jihad dan abdul Haris, Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: Multi Presindo, 2008), hlm. 116117
24
Eko Putro Widoyoko, Penilaian Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21, Kunci Sukses
Implementasi Kurikulum 2013, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2014), hlm. 415

14

Yaitu penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik
dalam melakukan suatu pekerjaan/tugas. Tujuan penilaian unjuk kerja
adalah untuk mengetahui apa yang siswa ketahui dan apa yang mereka
lakukan. Dengan demikian penilaian unjuk kerja tersebut harus bermakna,
autentik dan dapat mengukur penguasaan siswa.
b.

Penilaian Proyek
Yaitu kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan
dalam periode atau waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi
sejak dari perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan dan
penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui
pemahaman,

kemampuan

mengaplikasikan,

penyelidikan

dan

menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran dan indikator/topik
tertentu secara jelas.
c.

Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio pada dasarnya adalah menilai karya-karya peserta
didik berkaitan dengan mata pelajaran tertentu. Semua tugas yang
dikerjakan peserta didik dikumpulkan, dan diakhir satu unit program
pembelajaran diberikan penilaian. Dalam menilai dilakukan diskusi antara
peserta didik dan guru menentukan skornya.25

VI.

KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Dari pemaparan makalah di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Kompetensi Inti merupakan pengikat kompetensi-kompetensi yang harus dihasilkan
melalui

pembelajaran

dalam

setiap

mata

pelajaran,

berfungsi

sebagai

unsur

pengorganisasi Kompetensi Dasar (KD), dan merupakan operasionalisasi atau penjabaran
dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
2. Kompetensi Dasar pada dasarnya adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap minimal
yang harus dicapai oleh siswa untuk menunjukan bahwa siswa telah menguasai standar
25
Drs. H. Mgs. Nazarudin, Manajemen Pembelajaran Implementasi Konsep, Karakteristik Dan
Metodologi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Umum, (Yogyakarta : Teras, 2007), Cet. 1. Hlm. 186.

15

kompetensi yang telah ditetapkan. Ada 6 aspek yang terkandung di dalamnya, yaitu:
Pengetahuan, pemahaman, Kemampuan, Nilai, Sikap, dan Minat. Dalam kurikulum 2013,
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang
dijabarkan dari KI 1 - 4. Dimana dalam kurikulum 2013, penjabaran dari KI 1 – 4 tersebut
telah ditentukan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kerangka
Dasar dan Struktur Kurikulum sebagaimana Permendikbud Nomor 67 tahun 2013 untuk
SD/MI, nomor 68 tahun 2013 untuk SMP/MTs, nomor 69 tahun 2013 untuk jenjang
SMA/MA, nomor 70 tahun 2013 untuk SMK/MAK.
3. Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan
yang mencakup sikap, keterampilan dan pengetahuan. Standar Kompetensi Lulusan
(SKL) juga menjadi bahan monitoring dan evaluasi

terhadap kebutuhan lulusan

pendidikan dan kebutuhan peserta didik, baik lokal, nasional, maupun global. Pada
kurikulum 2013, SKL untuk Pendidikan Dasar dan Menengah telah tercantum dalam
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 54 tahun 2013.
4. Penilaian adalah proses mengumpulkan informasi atau bukti melalui pengukuran,
menafsirkan, mendeskripsikan dan menginterpretasi bukti-bukti hasil pengukuran. Model
penilaian pada kurikulum 2013 pada dasarnya telah tercantum dalam Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Standar
Penilaian Pendidikan.
5. Jenis-jenis penilaian dalam kurikulum 2013 meliputi 3 aspek, yaitu penilaian kompetensi
sikap (afektif), penilaian kompetensi pengetahuan (kognitif), dan penilaian kompetensi
keterampilan (psikomotorik). Penilaian kompetensi sikap mencakup: penilaian observasi,
penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan penilaian jurnal. Penilaian kompetensi
pengetahuan mencakup: penilaian tes tertulis dan penilaian tes lisan. Sedangkan penilaian
kompetensi keterampilan mencakup: penilaian unjuk kerja, penilaian proyek, dan
penilaian portofolio.
B. Saran
Demikian makalah yang dapat penyusun paparkan, tentang kompetensi inti,
kompetensi dasar, standar kompetensi lulusan, dan model penilaian pada kurikulum 2013.
Semoga makalah ini bermanfaat dan menambah wawasan pembaca. Adapun kesalahan dan
kekurangan pada makalah ini, penyusun menyampaikan permohonan maaf. Oleh karena itu
kritik serta saran kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

16

DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, Sholeh. 2013. Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: Remaja Rosadakarya.
https://www.academia.edu./8678672/Analisis_SKL_KI_KD_K13
Jihad, Asep dan Haris, Abdul. 2008. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Presindo.
Kurniasih, Imas dan Sani, Berlin. 2014. Perancangan Pembelajaran Prosedur RPP yang
Sesuai Dengan Kurikulum 2013. Kata Pena.
17

Mulyasa, E. 2014. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja
Rosadakarya.
Musfah, Jejen. 2011. Peningkatan Kompetensi Guru. Jakarta: Kencana.
Nazarudin. 2007. Manajemen Pembelajaran Implementasi Konsep, Karakteristik Dan
Metodologi Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Umum. Yogyakarta : Teras.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian
Pendidikan.
PSG LPTK RAYON 206 IAIN WALISONGO, PLPG 2013: Implementasi Kurikulum 2013.
Purwanto, M. Ngalim. 2002. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung:
Remaja Rosadakarya.
Sanjaya, Wina. 2011. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Permada Media.
Sudrajat,

Ahmad.

31

Januari

2008.

Teori

Pendidikan

dan

Kurikulum,

(http://akhmadsudrajat.wordpress.com, diunduh 31 Maret 2015).
Widoyoko, Eko Putro. 2014. Penilaian Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad
21, Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia.

18

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

56 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 385 23