Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA

KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DAERAH
PERTANIAN APEL SEMI ORGANIK DAN PERTANIAN APEL
NON ORGANIK KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU
SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI SMA

SKRIPSI

Disusun Oleh :
YUSRON AMINULLAH
201010070311126

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014

i

KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DAERAH PERTANIAN
APEL SEMI ORGANIK DAN PERTANIAN APEL NON ORGANIK
KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU SEBAGAI BAHAN AJAR
BIOLOGI SMA

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Biologi

DISUSUN OLEH :
YUSRON AMINULLAH
201010070311126

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014
iii

LEMBAR PERSETUJUAN

Nama
Nim
Jurusan
Fakultas
Judul Skripsi

:
:
:
:
:

Yusron Aminullah
201010070311126
Pendidikan Biologi
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel
Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan
Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA

Diajukan untuk dipertanggungjawabkan dihadapan Dewan Penguji Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu (S1)
pada Jurusan Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang

Menyetujui

Pembimbing I

Pembimbing II

(Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes)

(Dra. Siti Zaenab, M.Kes)

ii
iii

SURAT PERNYATAAN

Nama
Tempat/Tgl. Lahir
NIM
Fakultas/Jurusan

: Yusron Aminullah
: Sampang, 13 Juli 1992
: 20101007011126
: KIP/Pendidikan Biologi

Menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Keanekaragaman
Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian
Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar
Biologi SMA” adalah bukan skripsi orang lain baik sebagian maupun
keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya.
Demikian surat pertanyaan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan
apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapat sanksi akademis.

Malang, 13 Agustus 2014
Yang Menyatakan,

(Yusron Aminullah)

Mengetahui,

Pembimbing I

Pembimbing II

(Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes)

(Dra. Siti Zaenab, M.Kes)

iii
iv

LEMBAR PENGESAHAN
Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Skripsi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
dan diterima untuk memenuhi
Sebagian dari Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Pendidikan Biologi

Mengesahkan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang

Malang, 13 Agustus 2014
Dekan

(Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes.)

Dewan Penguji
1. Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes

1......................................................

2. Dra. Siti Zaenab, M.Kes

2. ....................................................

3. Dr. Yuni Pantiwati, M.M., M.Pd

3.....................................................

4. Husamah, S.Pd., M.Pd

4.......................................................

v
iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka berusaha
untuk mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Tafsir QS. Ar-Ra’du : 11)
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah
selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dan
hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Tafsir QS. Insyiroh: 6-8)
Mempelajari pengetahuan itu adalah sama dengan memuji Allah SWT.
Menuntut pengetahuan adalah sama dengan melakukan perang di jalan Allah SWT.
Mengajarkan pengetahuan adalah sama dengan bersedekah, dan dengan mengajarkan
pengetahuan kita akan mendapat pahala." (Imam Al-Ghazali)

Kupersembahakan karya yang telah kuperjuagkan dengan percikan keikhlasan, kesabaran,
dan tetesan keringat ini kepada:
Abah dan Umi
Sullam Taufik & Siti Maryam
Terimakasih atas segala ketulusan cinta & kasih sayangnya selama ini,
Terimakasih atas Do’a, Tetesan keringat serta Tetesan air mata yang selalu mengiringi
Perjuangan dan langkahku untuk mengarungi kehidupan dimulai dari saya dilahirkan sampai
saat ini saya berdiri tegak untuk mempersembahkan karya ini.

Kakakku Nurul Alfia, Mustain, Firman Wahyudi, Indah Dewi Irawati
Ketiga Jagoan Kecil Om,
Ali Fahmi Alfarabi, Fathan Almaizhan Zhafar, Acquila Afiza Mufissalam
Terimakasih atas motivasi, nasehat, bimbingan, semangat dan doa untuk saya,
Terimakasih untuk canda dan tawa yang selalu menghiasi perjalanan saya sehingga saya
dapat tegar menghadapi segala rintangan dan kesulitan selama ini.

vvi

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan berkah, rahmat, taufik, hidayah dan juga inayah-Nya sehingga
penulis mampu menyelesaikan tugas Akhir skripsi sebagai syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang dengan Judul “Keanekaragaman
Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non
Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA”
Penulisan skipsi ini tidak akan terselesaikan dengan baik tanpa adanya
bantuan tenaga, informasi, bimbingan dan juga bantuan do’a dari berbagai pihak.
Oleh karena itu penulis ucapkan banyak terimakasih atas segala bantuan yang
telah diberikan. Terutama pada:
1. Kedua orang tuaku Umi Siti Maryam dan Abah Sullam Taufik, terima kasih
atas kasih sayang dan bantuan moril mapun spiritual yang selama ini telah
diberikan.
2. Bapak Dr. Poncojari Wahyono M.Kes. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Ibu Dr. Yuni Pantiwati, M.M., M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan
Biologi Universitas Muhammadiyah Malang.
4. Ibu Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes selaku pembimbing I yang telah
meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, petunjuk, motivasi serta
saran yang sangat berharga dalam penyusunan skripsi ini, dan
5. Ibu Dra. Siti Zaenab, M.Kes. selaku pembimbing II yang dengan penuh
kesabaran memberikan bimbingan kepada penulis sampai skripsi ini dapat
terselesaikan dengan baik.

vi
vii

6. Bapak Husamah S.Pd., M.Pd yang selalu memberikan motivasi, semangat,
saran serta do’a untuk menyelesaikan skripsi ini.
7. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah
Malang yang telah memberikan bekal ilmu dan pengetahuan selama masa
perkuliahan.
8. Para Sahabat-sahabatku yang selalu mendampingi, memberikan motivasi,
nasehat serta doa, khususnya Hasan, Fauzi, Chiko, Qorry, Ulfa, Septy, Nani,
Indah, mbk Kristin, dan mbk Tining.
9. Teman-teman Biologi C angkatan 2010 yang memberikan dukungan
semangat dan motivasinya serta kenangan terindah selama perjalanan kuliah.
10. Untukmu yang selalu menghiasi hariku dengan senyummu, terimakasih
untuk segala dukungan semangat, motivasi serta doa yang mengiringi
perjuanganku.
11. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terimakasih atas
do’a dan dukungannya
Semoga Allah senantiasa membalas amal baik yang telah diberikan, Amin.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga
skripsi ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Malang, 13 Agustus 2014
Penulis,

Yusron Aminullah

vii
viii

DAFTAR ISI

LEMBAR SAMPUL DALAM ..................................................................

i

LEMBAR PERSETUJUAN ......................................................................

ii

SURAT PERNYATAAN ..........................................................................

iii

LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..............................................................

v

KATA PENGANTAR ................................................................................

vi

ABSTRAK ..................................................................................................

viii

DAFTAR ISI ..............................................................................................

x

DAFTAR TABEL ......................................................................................

xiii

DAFTAR GAMBAR ..................................................................................

xiv

DAFTAR LAMPIRAN ..............................................................................

xvi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................................

1

1.2 Rumusan Masalah .........................................................................

7

1.3 Tujuan Penelitian ..........................................................................

8

1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................

9

1.5 Batasan Penelitian .........................................................................

10

1.6 Definisi Istilah ...............................................................................

11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Keanekaragaman Hayat....................................................

13

2.1.1 Keanekaragaman Gen..............................................................

14

2.1.2 Keanekaragaman Jenis ...........................................................

14

2.1.3 Keanekaragaman Ekosistem ..................................................

15

2.2 Keanekaragaman Makrofauna Tanah...............................................

16

2.2.1 Peranan atau Fungsi Makrofauna Tanah ................................

17

x
ix

2.3 Faktor yang Mempengaruhi Keanekaragaman Makrofauna Tanah.

18

2.3.1 Faktor Biotik ........................................................................

18

2.3.2 Faktor Abiotik ......................................................................

20

2.4 Deskripsi Pola Pertanian.................. ..............................................

22

2.4.1 Pertanian Non Organik ........................................................

22

2.4.2 Pertanian Semi Organik .......................................................

23

2.4.3 Pertanian Organik ................................................................

25

2.5 Bahan Ajar.................. ...................................................................

26

2.4.1 Jenis Bahan Ajar ..................................................................

26

2.4.2 Bahan Ajar Poster ................................................................

27

2.4.3 Kriteria Bahan Ajar Poster yang Baik .................................

27

2.6 Kerangka Konseptual.................. ...................................................

28

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian ..............................................................................

33

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian .......................................................

33

3.2.1 Waktu ..................................................................................

33

3.2.2 Tempat ................................................................................

33

3.3 Populasi dan Sampel .....................................................................

34

3.5 Prosedur Penelitian .......................................................................

34

3.5.1 Tahap Persiapan ..................................................................

34

3.5.2 Tahap Pelaksanaan ...............................................................

35

3.5 Tahap Pengumpulan Data ..............................................................

39

3.5.1 Tahap Observasi...................................................................

39

3.5.2 Tahap Indentifikasi ..............................................................

39

3.5.2 Instrumen Pengambilan Data ...............................................

39

3.6 Pengukuran Faktor Lingkungan Abiotik .......................................

43

3.7 Teknik Analisi Data .......................................................................

44

3.8 Penyusunan Bahan Ajar Poster ......................................................

44

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Jenis-Jenis Makrofauna Tanah yang Ditemukan ...........................

xi
x

46

4.2 Indeks Nilai Penting (INP) Makrofauna Tanah ............................

64

4.3 Indeks Keanekaragaman (Diversity) Makrofauna Tanah ..............

67

4.4 Indeks Kemerataan (Evennes) Makrofauna Tanah ........................

72

4.5 Kelimpahan (Abundance) Makrofauna Tanah ...............................

74

4.6 Indeks Kesamaan Makrofauna Tanah pada Pertanian Semi Organik
dan Pertanian Non Organik............................................................

77

4.7 Korelasi antara Faktor Abiotik dengan Jumlah Jenis Makrofauna Tanah
.............................................................................................................

78

4.8 Bahan Ajar .....................................................................................

81

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ..................................................................................

84

5.2 Saran .............................................................................................

86

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................

87

LAMPIRAN-LAMPIRAN ........................................................................

96

xii
xi

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

3.1 Pengukuran Faktor Lingkungan Abiotik.................................................

44

4.1 Jenis-jenis Makrofauna Tanah yang ditemukan......................................

46

4.2 Indeks Nilai Penting Makrofauna Tanah.................................................

65

4.3 Indeks Keanekaragaman (Diversity) Makrofauna tanah pada
Pertanian Semi Organik dan Pertanian Non Organik..............................

68

4.4 Indeks kemerataan (Evenness) Makrofauna Tanah pada Pertanian
Semi Organik dan Pertanian Non Organik..............................................

73

4.5 Indeks kelimpahan Makrofauna Tanah pada Pertanian Semi
Organik dan Pertanian Non Organik.......................................................

75

4.6 Indeks Kesamaan Makrofauna Tanah pada Pertanian Semi Organik dan
Pertanian Non Organik............................................................................

77

4.7 Korelasi Faktor Abiotik............................................................................

78

xiii
xii

DAFTAR GAMBAR
Gambar

Halaman

2.1 Lokasi Penelitian Pertanian Non Organik................................................

23

2.2 Lokasi Penelitian Pertanian Semi Organik..............................................

24

2.3 Bagan Kerangka Berpikir Penelitian.......................................................

32

3.1 Metode Plot dan Metode Pitfall Trap pada Lahan Pertanian Apel Semi
Organik....................................................................................................

36

3.2 Metode Plot dan Metode Pitfall Trap pada Lahan Pertanian Apel Non
Organik...................................................................................................

36

3.3 Contoh Pemasangan Perangkap Pittfall Trap.........................................

38

4.1.a Jenis Platydracus sp ...........................................................................

50

4.1. b Literatur Jenis Platydracus sp.............................................................

50

4.2.a Jenis Phyllophaga sp............................................................................

51

4.2. b Literatur Jenis Phyllophaga sp.............................................................

51

4.3.a Jenis Geophilus sp ..............................................................................

52

4.3. b Literatur Jenis Geophilus sp.................................................................

52

4.4.a Jenis Helicodiscus sp............................................................................

53

4.4. b Literatur Jenis Helicodiscus sp............................................................

53

4.5.a Jenis Gryllus sp....................................................................................

54

4.5. b Literatur Jenis Gryllus sp.....................................................................

54

4.6.a Jenis Gryllotalpa gryllotalpa...............................................................

55

4.6. b Literatur Jenis Gryllotalpa gryllotalpa................................................

55

4.7.a Jenis Pirata piraticus...........................................................................

56

4.7. b Literatur Jenis Pirata piraticus............................................................

56

4.8.a Jenis Pisaurina mira............................................................................

57

4.8. b Literatur Jenis Pisaurina mira............................................................

57

4.9.a Jenis Megascolex sp.............................................................................

58

4.9. b Literatur Jenis Megascolex sp.............................................................

58

4.10.a Jenis Sigmoria trimaculata................................................................

59

4.10.b Literatur Jenis Sigmoria trimaculata.................................................

59

4.11.a Jenis Pachycondyla sp........................................................................

60

4.11.b Literatur Jenis Pachycondyla sp........................................................

60

xiv
xiii

4.12.a Jenis Iridomyrmex sp..........................................................................

61

4.12. b Literatur Jenis Iridomyrmex sp.........................................................

61

4.13.a Jenis Pheidole moerens......................................................................

62

4.13.b Literatur Jenis Pheidole moerens.......................................................

62

4.14.a Jenis Camponotus sp..........................................................................

63

4.14. b Literatur Jenis Camponotus sp..........................................................

63

4.15.a Jenis Anoplolepis gracilipes ............................................................

64

4.15. b Literatur Jenis Anoplolepis gracilipes..............................................

64

xiv
xv

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran

Halaman

1. Data Hasil Penelitian Makrofauna Tanah Pertanian Semi Organik...........

96

2. Data Hasil Penelitian Makrofauna Tanah Pertanian Non Organik............

98

3. Data Hasil Perhitungan Makrofauna Tanah Pertanian Semi Organik.......

100

4. Data Hasil Perhitungan Makrofauna Tanah Pertanian Non Organik.........

102

5. Hasil Perhitungan Faktor Abiotik Makrofuana Tanah...............................

104

6. Hasil Perhitungan Indeks Kesamaan .......................................................

106

7. Hasil Perhitungan Analisis Korelasi Jumlah Jenis.....................................

107

8. Hasil Kandungan Bahan Organik Tanah...................................................

109

9. Standar Kadar Organik dalam Tanah. .......................................................

110

10. Foto-foto Kegiatan Penelitian..................................................................

111

11. Surat Keterangan Penelitian.....................................................................

116

12. Bahan Ajar Biologi SMA.........................................................................

124

xvi
xv

DAFTAR PUSTAKA
Adrianto, H., Hamidah & Soedarti, T. 2012. Biosistematika Varietas Pada Apel
(Malus Sylvestris L.) Di Kota Batu Berdasarkan Morfologi. Surabaya:
Prodi S1- Biologi. Departemen Biologi. Fakultas Sains dan Teknologi.
Universitas Airlangga.
Agustina, D. K. 2009. Studi Vegetasi Pohon Di Hutan Lindung Rph Donomulyo
Bkph Sengguruh Kph Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Jurusan
Biologi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Malang.
Anggraeni, R. 2013. Kajian Interaksi Sosial Antara Penyuluh Pertanian Dengan
Petani Padi Semi Organik Pada Kelompok Tani Jatijaya Desa Sawangan
Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Skripsi tidak diterbitkan.
Purwokerto: Fakultas Agribisnis. Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Anonymous. 2009. Classification Familiy Megascolecidae. California: California
Academy Of Science. Online. http://www.inaturalist.org.
Anonymous. 2014. Identification, Images, & Information For Insects, Spiders &
Their KinFor the United States & Canada. Canada: Iowa State University
Entomology. Online. http://www.bugguide.net
.

2014. The Animal Diversity Web. Michigan: University Of
Michigan Museum Of Zoology. Online. http://www.animaldiversity.ummz
.umich.edu/

Arbi, U, Y. 2011. Struktur Komunitas Moluska Di Padang Lamun Perairan Pulau
Talise, Sulawesi Utara. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 37(1): 7189
Ariani, D. 2009. Komposisi Komunitas Makrofauna Tanah Untuk Memantau
Kualitas Tanah Secara Biologis Pada Areal Perkebunan Ptpn Ii Sampali
Kecamatan Percut Sei Tuan. Skripsi tidak diterbitkan. Medan:
Departemen Biologi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Universitas Sumatera Utara.
Arifin, Z. 2003. Sistem Pertanian Organik. Buletin Teknologi dan Informasi
Pertanian, 6:133-142.
Aryanto, A. W. 2011. Keanekaragaman Jenis Dan Niche Ekologis Arachnida Di
Kawasan Cagar Alam Pagerwunung Darupono Kendal. Skripsi tidak
diterbitkan. Semarang: Fakultas Pendidikan Matematika Dan Ilmu
Pengetahuan Alam. Ikip Pgri Semarang.

87
xvi

88

Asmanyannur, I., Chairul, & Syam. Z. 2012. Analisis Vegetasi Dasar di Bawah
Tegakan Jati Emas (Tectona grandis L.) dan Jati Putih (Gmelina arborea
Roxb.) di Kampus Universitas Andalas. Jurnal Biologi Universitas
Andalas (J. Bio. UA.), 1(2) : 173-178.
Atmojo, S. W. 2003. Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah Dan
Upaya Pengelolaannya. Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Kesuburan
Tanah. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta, 4 Januari.
Bonato, L. & Minelli, A. 2010. The Geophilomorph Centipedes Of The
Seychelles (Chilopoda:Geophilomorpha). Phelsuma, (18): 9-38.
Borror, D. J., Tiplehorn, C. A. & Johnson, N. F. 1992. Pengenalan Pelajaran
Serangga. Terjemah Soetiyono Partosoedjono. 1996. Edisi Keenam.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Brunke, A., Newton, A., Klimaszewski, J., Majka, C. & Marshall, S. 2011.
Staphylinidae of Eastern Canada and Adjacent United States. Key to
Subfamilies; Staphylininae: Tribes and Subtribes, and Species of
Staphylinina. Canadian Journal of Arthropod Identification, 12: 1-110.
Budiarti, H. 2009. Biologi Untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pedidikan Nasional (BSE).
Christanty, L. 2006. Sumber Daya Alam Ciptaan Tuhan Yang Harus Dilestarikan.
Jakarta: Coremap II – LIPI.
Cook, D. M. 2006. Kematian Industri Apel Di Batu. Program Australian
Consortium For In-Country. Malang: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu
Politik. Universitas Muhammadiyah Malang.
Darmawan, M. P. 2006. Keanekaragaman Jenis Burung Pada Beberapa Tipe
Habitat Di Hutan Lindung Gunung Lumut Kalimantan Timur. Skripsi
tidak diterbitkan. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Dan
Ekowisata. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Panduan pengembangan baha ajar.
Jakarta: Direktorat Jenderal Menejemen Pendidikan dan Menengah.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.
Dima, D. S. 1999. Studi Keanekaragaman Jenis Satwaliar Pada Areal Bekas
Kebakaran Tama Nasional Way Kambas Propinsi Lampung. Skripsi tidak
diterbitkan. Bogor: Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan. Institut
Pertanian Bogor.

xvii

89

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. 2010. Petunjuk teknis
pengembangan baha ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Dondale, C. D. & Redner, J. H. 1990. The Insects And Arachnids Of Canada Part
17 The Wolf Spiders, Nurseryweb Spiders, And Lynx Spiders Of Canada
And Alaska. Araneae: Lycosidae, Pisauridae, And Oxyopidae. Canada:
Agriculture Canada.
Edgecombe, G. D. & Gribert, G. 2007. Evolutionary Biology Of Centipedes
(Myriapoda: Chilopoda). Annu. Rev. Entomol, 52:151–70.
Erniwati. 2008. Fauna Tanah Pada Stratifikasi Lapisan Tanah Bekas
Penambangan Emas Di Jampang, Sukabumi Selatan. Zoo Indonesia,
17(2): 83-91.
Fachrul, M. F. 2012. Metode Sampling Bioekologi. Edisi I Cetakan III. Jakarta:
Bumi Aksara.
Falahudin, I. 2013. Peranan Semut Rangrang (Oecophylla Smaragdina) Dalam
Pengendalian Biologis Pada Perkebunan Kelapa Sawit. Disampaikan
pada Conferetnce proceding. Palembang.
Gadang, D.T.S. 2010. Analsis Peranan Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian
Jawa Tengah ( Pendekatan analisis input-ouput). Tesis tidak diterbitkan.
Semarang: Fakultas ekonomi. Universitas Diponegoro Semarang.
Gordon, R. D. & Cartwright, O. L. 1980. The Western Hemisphere Species Oi
Rhys S Emus And Trichiorhyssemu (Coleoptera: Scarabaeidae).
Washington: Smithsonian Institution Press.
Hanafiah, K. A. 2013. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Handayanto, E. & Hairiah, K. 2009. Biologi Tanah Landasan Pengelolaan Tanah
Sehat. Yogyakarta: Pustaka Adipura.
Hasyim, M. A. 2009. Studi Keanekaragaman Fauna Tanah Pada Perkebunan
Jeruk Organik Dan Anorganik Di Kota Batu. Skripsi tidak diterbitkan.
Malang: Jurusan Biologi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam
Negeri (Uin) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Hershler, R. & Ponder, W. F. 1980. A Review Of Morphological Characters of
Hydrobioid Snails. Washington: Smithsonian Institution Press.

xviii

90

Hilwan, I. & Handayani, E. P. 2013. Keanekaragaman Mesofauna Dan
Makrofauna Tanah Pada Areal Bekas Tambang Timah Di Kabupaten
Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Sulvikultur Tropika, 04
(1): 35-41.
Hindarti, S., Muhaimin, W. & Soemarno. 2012. Analisis Respon Petani Apel
Terhadap Penerapan Sistem Pertanian Organik Di Bumiaji, Batu. Wacana,
15 (2): 1-11.
Husnah., Tjahjo, D. W. H., Nastiti, A., Oktaviani, D., Nasution, S. H. &
Sulistiono. 2008. Status Keanekaragaman Hayati Sumberdaya Perikanan
Perairan Umum Di Sulawesi. Jakarta: Balai Riset Perikanan Perairan
Umum.
Ilhamdi, M. L. & Fitrahtunnisa. 2013. Perbandingan Keanekaragaman Dan
Predominansi Fauna Tanah Dalam Proses Pengomposan Sampah Organik.
Jurnal Bumi Lestari, 13 (2): 413-421.
Indahwati, R., Hendarto, B. & Izzati, M. 2012. Keanekaragaman Arthropoda
Tanah di Lahan Apel Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
Makalah disajikan pada Seminar Nasional Pengelolaan Sumber Daya
Alam dan Lingkungan, Universitas Diponegoro, Semarang, 11 September.
Jamieson, B. G. M. 1963. A revision of the earthworm genus Digaster
(Megascolecidae, Oligochaeta). Records of the Australian Museum 26(2):
83–111.
Kamal, M., Yustian, I, & Rahayu, S. 2011. Keanekaragaman Jenis Arthropoda di
Gua Putri dan Gua Selabe Kawasan Karst Padang Bindu, OKU Sumatera
Selatan. Jurnal Penelitian Sains, 14(1):1-5.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2012. Dokumen Kurikulum 2013.
Jakarta.
Kementrian Pertanian. 2011. Pedoman Pembinaan Penggunaan pestisida. Jakarta.
Khasanah, N. 2011. Struktur Komunitas Arthropoda Pada Ekosistem Cabai Tanpa
Perlakuan Insektisida. Media Litbang Sulteng , 4 (1) : 57 – 62.
Lehtinen, P. T. & Hippa, H. 1979. Spiders Of Orietal-Australia Region. I.
Lycosidae: Venoniinae and Zoicinae. Ann. Zool. Fennici, 16: 1-22.
Leksono, A. S. 2007. Ekologi Pendekatan Deskrifptif dan Kuantitatif. Malang:
Universitas Brawijaya Pers (UB Pres).

xix

91

Leksono, A. S. 2011. Keanekaragaman Hayati. Malang: Universitas Brawijaya
Pers (UB Pres).
Lubis, A. N. 2009. Manajemen Rtsiko Produksi Dan Penerimaan Padi Semi
Organik (Studi: Petani Gabungan Kelompok Tani Silih Asih Di Desa
Ciburuy, Kec. Cigombong, Kab. Bogor). Skripsi tidak diterbitkan. Bogor:
Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi Dan Manejemen. Institut
Pertanian Bogor.
Maharadatunkamsi. 2011. Profil Mamalia Kecil Gunung Slamet Jawa Tengah.
Jurnal Biologi Indonesia, 7 (1): 171 – 185.
Marthatika, D. 2012. Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Modul Berbasis Ctl
Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi Bangun Ruang
Sisi Datar Kelas Viii Smp Negeri 1 Bawean Tahun Pelajaran 2011/2012.
Skripsi tidak diterbitkan. Salatiga: Program Studi Ekonomi Pertanian Dan
Sumberdaya. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Uniersitas Satya
Wacana.
Mesibov, R. 2005. The Millipede Genus Lissodesmus Chamberlin, 1920
(Diplopoda: Polydesmida: Dalodesmidae) From Tasmania And Victoria,
With Descriptions Of A New Genus And 24 New Species. Memoirs of
Museum Victoria, 62(2): 103–146.
Muhammad, I. 2012.
Konservasi Keragaman Hayati Tanaman Dalam
Manajemen Lanskap Sentul Eco-City Di Bogor. Skripsi tidak diterbitkan.
Bogor: Departemen Arsitektur Lanskap . Fakultas Pertanian . Institut
Pertanian Bogor.
Muryanto, F. 2009. Studi Keanekaragaman Jenis Mamalia Besar Pada Areal
Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Yang Berbatasan Dengan Kebun
Kelapa Sawit Pt. Inti Indosawit Subur Ukui, Kabupaten Pelalawan
Propinsi Riau. Skripsi tidak diterbitkan. Bogor: Departemen Konservasi
Sumberdaya Hutan Dan Ekowisata. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian
Bogor.
Nuswantara, B., Santoso, K. N. & Hartono, G. 2012. Analisi Komparasi Usaha
Tani Padi Organik Dan Anorganik Di Kecamatan Sambirejo Di Kabupaten
Sragen. Agric, 24 (1): 63-80.
Piay, S. S., Romdon, A. S., Samijan & Paryono, T. J. 2012. Pertanian Organik
(Persyaratan, Budidaya, dan Sertifikasi). Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan
Teknologi Pertanian.

xx

92

Peritika, M. Z. 2010. Keanekaragaman Makrofauna Tanah Pada Berbagai Pola
Agroforestri Lahan Miring Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Skripsi
tidak diterbitkan. Surakarta: Jurusan Biologi. Fakultas Matematika Dan
Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret.
Rahmawati, D. A. 2012. Upaya Peningkatan Pendapatan Petani
Penggunaan Pupuk Organik (Studi Kasus Pada Petani Jagung
Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan).
Program Studi Agribisnis. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian.
Pertanian. Universitas Brawijaya.

Melalui
Di Desa
Malang:
Fakultas

Ramadhani, W. 2013. Karakteristik Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi
Penerapan Teknologi Pertanian Semi Organik Pada Komoditi Padi
Sawah. Skripsi tidak diterbitkan. Medan: Program Studi Agribisnis.
Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.
Rice, E. S. 2013. Book Of Common ANTS. Nc State University: Your Wild Life.
Riyanto. 2007. Kepadatan, Pola Distribusi Dan Peranan Semut Pada Tanaman Di
Sekitar Lingkungan Tempat Tinggal. Jurnal Penelitian Sains, 10 (2): 241253.
Rodriguez, F. & Heads, S. M. 2012. New Mole Crickets Of The Genus
Scapteriscus Scudder From Colombia (Orthoptera: Gryllotalpidae;
Scapteriscinae). Zootaxa : 61–68.
Romadhon, A. 2008. Kajian Nilai Ekologi Melalui Invent arisasi dan Nilai Indeks
Penting (INP) Mangrove Terhadap Perlindungan Lingkungan Kepulauan
Kangean . Embryo, 5 (1): 1-16
Santoso, N. K. 2012. Analisis Komparasi Usahatani Padi Organik Dan
Anorganik Di Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen. Skripsi tidak
diterbitkan. Salatiga: Fakultas Pertanian Dan Bisnis. Universitas Kristen
Satya Wacana Salatiga.
Sari, I. N. 2011. Analisis Ekonomi Usahatani Padi Semi Organik Dan Anorganik
Pada Petani Penggarap (Studi Kasus Desa Ciburuy Dan Desa Cisalada,
Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor). Skripsi tidak diterbitkan.
Bogor: Departemen Ekonomi Sumberdaya Dan Lingkungan. Fakultas
Ekonomi Dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.
Sari, M. J. 2010. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Adopsi Petani
Terhadap Pertanian Semi Organik Pada Komoditi Cabai Merah (Kasus:
Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo). Skripsi tidak diterbitkan. Medan:
Departemen Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.

xxi

93

Setyawan, H. A. 2009. Pengembangan Pertanian Organik Terpadu Di Kawasan
Organik Dusun Serut. Bandung: Magister Studi Pembangunan. Institut
Teknologi Bandung.
Shen, H. P., Tsai, C. F. & Tsai, S. C. 2003. Six New Earthworms Of The
GenusAmynthas (Oligochaeta: Megascolecidae) From Central Taiwan.
Zoological Studies, 42(4): 479-490.
Simanjuntak, B. H. 2005. Studi Alih Fungsi Lahan Hutan Menjadi Lahan
Pertanian Terhadap Karakteristik Fisik Tanah (Studi kasus DAS Kali
Tundo, Malang). Agric, 8 (1): 85-101.
Siswanto, E. & Pramono. 2007. Budidaya Apel Organik. Temu Pakar Pertanian
Organik Buah-Buahan. Bukittinggi Sumatera Barat, 16-19 April, 2007.
Soemarno, M. S. 2010. Ekologi Tanah. Malang: Fakultas Pertanian. Universitas
Brawijaya.
Soegiyanto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif. Surabaya: Usaha Nasional.
Sugiyarto., Pujo. M., & Miati, N. S. 2001. Hubungan keragaman Mesofauna
Tanah dan Vegetasi bawah pada Berbagai jenis Tegakan di Hutan
jobolarangan. Jurnal Biodiversitas, 2 (2): 140-145.
Sugiyarto., Wijaya, D. & Rahayu, S. Y. 2002. Biodiversitas Hewan Permukaan
Tanah Pada Berbagai Tegakan Hutan di Sekitar Goa Jepang, BKPH
Nglerak, Lawu Utara, Kabupaten Karanganyar. Biodiversitas, 3 (1): 196200.
Sugiyarto., Efendi. M., Mahajoeno. E., Sugito. Y., Handayanto. E., & Agustina.
L. 2007. Preferensi Berbagai Jenis Makrofauna Tanah Terhadap Sisa
Bahan Organik Tanaman pada Intensitas Cahaya Berbeda. Biodiversitas, 7
(4): 96-100.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: PT.
Alfabeta.
Suheriyanto, D. 2008. Ekologi Serangga. Malang: Uin-Malang Press.
Suheriyanto, D. 2012. Keanekaragaman Fauna Tanah di Taman Nasional Bromo
Tengger Semeru Sebagai Bioindikator Tanah Bersulfur Tinggi. Sainstis, 1
(2): 29-38.
Sumarno. 2006. Sistem Produksi Padi Berkelanjutan Dengan Penerapan Revolusi
Hijau Lestari. Iptek Tanaman Pangan, 1: 1-18.

xxii

94

Suin, M. N. 2012. Ekologi Hewan Tanah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Sukarsono. 2009. Pengantar Ekologi Hewan. Malang: UMM Press.
Sutanto, R. 2002. Pertanian Organik Menuju Pertanian Alternatif dan
Berkelanjutan. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI).
Suryana. 2010. Metode Penelitian Model prakatis penelitian Kuantitatif dan
Kualitatif. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Suwondo. 2007. Dinamika kepadatan dan Distribusi Vertikal Arthropoda Tanah
Pada Kawasan Hutan Tanaman Industri. Jurnal Pilar Sains, 6 (2): 41-50.
Tampubolon, F. 2009. Pengaruh Media Visual Poster Dan Leaflet Makanan
Sehat Terhadap Perilaku Konsumsi Makanan Jajanan Pelajar Kelas
Khusus Sma Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Tahun
2009. Skripsi tidak diterbitkan. Medan: Fakultas kesehatan Masyarakat.
Universitas Sumatera Utara.
Triyono, M. B., Siswanto, B. T., Hariyanto & Wagiran. 2009. Pengembangan
Bahan Ajar. Magelang: Magtster Sistem Dan Teknik Trainsportasi.
Universitas Gadjah Mada.
Thaler, K., Buchar, J. & Knoflach, B. 2000. Notes on Wolf Spiders from Greece
(Araneae, Lycosidae). Linzer biol Beitr, 32(2): 1071-1091.
Ummi, Z. R. 2007. Studi Keanekaragaman Serangga Tanah Di Upt Balai
Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi – Lipi (Desa Purwodadi
Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan). Skripsi tidak diterbitkan.
Malang: Jurusan Biologi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam
Negeri (Uin) Malang.
Untung, K., 2006. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Yogyakarta : Gadjah
Mada University Press.
Warnadi. & Nugraheni, I. L. 2012. Penyerapan Tenaga Kerja Pada Usaha tani
Padi Sawah DI desa Ambarketawang Kecamatan Gamping, Sleman-D.I.
Yogyakarta. Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, 10 (1):
1-14.
Waluyaningsih, S. R. 2008. Studi Analisis Kualitas Tanah Pada Beberapa
Penggunaan Lahan Dan Hubungannya Dengan Tingkat Erosidi Sub Das
Keduang Kecamatan Jatisrono Wonogiri. Tesis tidak diterbitkan.
Surakarta: Program Studi Ilmu Lingkungan. Program Pascasarjana.
Universitas Sebelas Maret

xxiii

95

Walujo, E. B. 2011. Keanekaragaman Hayati Untuk Pangan. Disampaikan Pada
Konggres Ilmu Pengetahuan Nasional X. Pusat Penelitian Biologi.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta, 8-10 Nopember.
Weissman, D. B., Rentz, D. C. F., Alexander, R. D. & Loher, W. 1980. Field
Crikets (Gryllus and Acheta) Of California And Baja California, Mexico
(Orthoptera: Gryllidae: Gryllinae). From The Transaction Of The
American Entomological Society, (106): 327-356.
Wulandari. S., Sugiyarto & Wiryanto. 2005. Pengaruh Keanekaragaman
Mesofauna Dan Makrofauna Tanah Terhadap Dekomposisi Bahan
Organik Tanaman Di Bawah Tegakan Sengon (Paraserianthes Falcataria).
Bioteknologi, 4 (1): 20-27.
Yuliminarti., Salmah, S., & Subahar, T. S. S. 2012. Jumlah Jenis dan Jumlah
Individu Semut di Tanah Gambut Alami dan Tanah Gambut Perkebunan
Sawit di Sungai Pagar, Riau. Biospecies, 5 (2): 21 – 27.

xxiv

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya
hidup dari bidang pertanian (Warnadi & Nugraheni, 2012). Sektor pertanian
meliputi subsektor tanaman bahan makanan, subsektor hortikultura, subsektor
perikanan, subsektor peternakan, dan subsektor kehutanan. Namun produktivitas
pertanian masih jauh dari harapan (Gadang, 2010). Usaha peningkatan hasil
pertanian dilakukan dengan pola intensifikasi atau ekstensifikasi untuk
mendapatkan lahan baru serta penggunaan agrokimia berupa pupuk kimia sintetik
dan insektisida sintetik. Menurut Rahmawati (2012) penggunaan pupuk kimia
sintetik dan insektisida sintetik secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai
permasalahan. Permasalahan yang ditimbulkan, yaitu pencemaran pestisida,
penurunan kualitas lahan, dan penurunan kesehatan manusia akibat menkonsumsi
hasil pertanian yang mengandung residu dari bahan-bahan kimia.
Salah satu daerah di Indonesia yang merupakan sentra pertanian yaitu
Kota Batu. Kota Batu merupakan salah satu Kota penghasil apel yang paling
terkenal di Indonesia. Menurut Hindarti dkk (2012) dalam kurun waktu tahun
2005-2010 terlihat terjadi kecenderungan penurunan

jumlah tanaman apel,

produktivitas, dan produksi apel. Tahun 2005 jumlah tanaman apel 2.604.829
pohon dan yang produktif sebesar 2.204.800 pohon dengan produktivitas 28,02
kg/pohon sehingga diperoleh total produksi apel sebesar 1.235.569,92 kuintal,
1

2

sedangkan pada tahun 2010 produktivitas apel hanya 17 kg/pohon, jumlah
tanaman menghasilkan sebesar 1.974.366 pohon dan produksi total sebesar
842.799,00 kuintal. Menurut Sumarno (2006) mengungkapkan kecenderungan
petani di Kota Batu dalam menggunakan pupuk kimia sintetik berdampak pada
pada produksi apel di daerah tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan produksi
apel dari tahun ke tahun yang semakin turun drastis. Kondisi yang demikian ini
membuat para petani terus merugi. Kesadaran para petani untuk memperbaiki
produksi pertaniannya akhirnya membuat para petani harus segera memperbaiki
pola pertaniannya dengan beralih pada pertanian organik yang lebih ramah pada
lingkungan.
Menurut Arifin (2003), pertanian organik merupakan sistem produksi
pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan
produktivitas pertanian secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan yang
cukup, berkualitas, dan berkelanjutan. Kebanyakan pertanian di Indonesia sudah
beralih pada pertanian organik, akan tetapi pada praktek di lapangan para petani
masih sangat kesulitan untuk menerapkan pola pertanian organik yang
sesungguhnya. Setyawan (2009) juga mengungkapkan hal ini terjadi karena para
petani yang sudah terbiasa dengan menggunakan pupuk kimia sintetik dan juga
lahan pertanian yang masih berdekatan dengan lahan pertanian yang belum
beralih pada pertanian organik, selain itu konversi lahan pertanian non organik
menjadi organik membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun (Nuswantara dkk,
2012). Akan tetapi para petani masih terus berusaha dengan cara pengolahan
lahan pertanian semi organik.

3

Menurut Ramadhani (2013), pertanian semi organik merupakan suatu
bentuk tata cara pengolahan tanah dan budidaya tanaman dengan memanfaatkan
pupuk yang berasal dari bahan organik akan tetapi lahan yang digunakan
sebelumnya menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan kandungan hara
yang dimiliki oleh tanah. Berbeda dengan pendapat Anggraeni (2013) yang
menyatakan bahwa pertanian semi organik merupakan suatu langkah awal untuk
kembali ke sistem pertanian organik. Hal ini karena perubahan yang ekstrem dari
pola pertanian modern yang mengandalkan pupuk bio-masa akan berakibat
langsung terhadap penurunan hasil produksi yang cukup drastis. Selain itu,
penghapusan pestisida sebagai pengendali hama dan penyakit yang sulit
dihilangkan karena tingginya ketergantungan masyarakat terhadap pemakaian
pestisida. Pertanian semi organik memiliki fungsi, untuk mengurangi paparan
residu kimia di lingkungan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kelestarian
lingkungan juga bisa dilihat dari keanekaragaman fauna tanah yang berada di
suatu tempat tertentu.
Pertanian saat ini mulai berubah menjadi pola pertanian intensifikasi, yang
mana pertanian ini melakukan peningkatan penggunaan sumber daya lahan untuk
meningkatkan produksi pertanian. Pola pertanian ini biasanya melakukan
perubahan penggunaan lahan dengan cara pembukaan hutan, pembakaran, dan
pengolahan tanah. Pertanian intensifikasi ini juga lebih cenderung menggunakan
bahan-bahan kimia seperti pupuk anorganik dan pestisida (Handayanto & Hairiah,
2009). Pola pertanian seperti ini dapat menyebabkan kerusakan pada struktur
tanah baik lapisan atas maupun lapisan bawah tanah. Kerusakan tanah ini bisa

4

juga dilihat dari komposisi kimia tanah, ketersediaan unsur hara, serta berubahnya
komposisi bahan organik tanah. Apabila hal ini terus dibiarkan maka dapat
menyebabkan penurunan keanekaragaman flora maupun fauna (Simanjuntak,
2005). Kegiatan pertanian seperti ini akan jelas berpengaruh pada kualitas
kesuburan tanah.
Menurut Suheriyanto (2012), fauna tanah adalah fauna yang hidup di
tanah, baik yang hidup di permukaan tanah maupun yang terdapat di dalam tanah.
Fauna tanah merupakan salah satu komponen biologi tanah yang memainkan
peran penting dalam proses penggemburan tanah (Wulandari, dkk, 2005). Suin
(2012) juga mengungkapkan bahwa kehidupan fauna tanah sangat bergantung
pada lingkungannya, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan
biotik bagi fauna tanah adalah organisme lain yang juga terdapat di habitatnya.
Lingkungan abiotik dapat dibagi atas faktor fisika tanah dan faktor kimia tanah.
Faktor fisika tanah meliputi warna, suhu, tekstur dan kelembaban Faktor kimia
tanah meliputi pH tanah dan kadar organik tanah.
Fauna tanah merupakan bagian penting dalam ekosistem, termasuk
pertanian, karena fauna tanah terlibat dalam berbagai proses tanah antara lain
degradasi bahan organik dan mineralisasi unsur hara tanah (Handayanto &
Hairiah, 2009). Menurut Ariani (2009) Peranan fauna tanah adalah untuk
mengubah bahan organik baik yang masih segar maupun setengah segar atau
sedang melapuk sehingga menjadi bentuk senyawa lain yang bermanfaat bagi
kesuburan tanah. Fauna tanah merupakan salah satu kelompok heterotrof utama di
dalam tanah. Fauna tanah cukup baik sebagai bioindikator tanah karena memiliki

5

respon yang sensitif terhadap praktek pengelolaan lahan dan iklim (Suheriyanto,
2012). Pengelompokan fauna tanah bisa berdasarkan dari ukuran tubuh. Apabila
dilihat dari ukuran tubuhnya fauna tanah dibagi menjadi mikrofauna, mesofauna
dan makrofauna (Sugiyarto, dkk, 2002).
Makrofauna merupakan bagian dari fauna tanah. Makrofauna tanah adalah
hewan tanah yang memiliki ukuran panjang tubuh > 2 mm. Fauna tanah yang
termasuk dalam jenis makrofauna tanah adalah cacing tanah (klas Oligochaeta),
dan

makroarthropoda

mencakup

rayap

(ordo

Isopetera),

semut

(ordo

Hymenoptera), moluska (ordo Gastropoda), milipida (ordo Diplopoda) dan
Sentipida (ordo Chilopoda) (Handayanto & Hairiah, 2009). Makrofauna tanah
cenderung memiliki jumlah yang relatif melimpah atau banyak dan juga bisa
dilihat secara kasat mata. Harapannya dapat ditemukan berbagai jenis makrofauna
tanah yang ada di lahan pertanian apel semi organik dan pertanian apel
nonorganik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.
Seiring dengan perkembangan di dunia pendidikan dan perubahan
kurikulum

KTSP ke Kurikulum 2013 di sekolah

Sekolah Menengah Atas

(SMA), maka perlu adanya pengembangan bahan ajar kontekstual dan erat
kaitannya dengan lingkungan alam. Pengembangan bahan ajar tersebut perlu
dilakukan di semua mata pelajaran (Kemendikbud, 2012). Salah satu contoh
pada mata pelajaran Biologi di SMA. Mata pelajaran Biologi merupakan mata
pelajaran yang wajib ditempuh bagi siswa maupun siswi di SMA di kelas X. Pada
mata pelajaran Biologi terdapat materi keanekaragaman hayati, ekosistem, serta
pengaruh aktivitas manusia terhadap perubahan dan pencemaran lingkungan,

6

dimana ketiga pokok bahasan materi tersebut berkaitan erat dengan lingkungan.
Hal ini menunjukkan bahwa mata pelajaran Biologi sangat perlu untuk di pelajari
dan dikembangkan. Makrofauna tanah merupakan hewan tanah yang sangat
jarang sekali dibahas secara luas di dalam mata pelajaran Biologi. Berdasarkan
pertimbangan hal diatas maka hasil

dari penelitian ini diharapakan dapat

digunakan sebagai bahan ajar yang bisa diimplementasikan dalam mata pelajaran
biologi khususnya materi keanekaragaman hayati, ekosistem, serta pengaruh
aktivitas manusia terhadap perubahan dan pencemaran lingkungan.
Bahan ajar yang akan dikembangkan berdasarkan hasil penelitian ini
bersifat lebih kontekstual dan menarik, sedangkan bahan ajar kebanyakan yang
digunakan oleh siswa dan siswoi lebih bersifat teks books sehigga kebanyakan
para siswa kurang tertarik dalam belajar. Bahan ajar hasil penelitian ini tidak
hanya berdasarkan teori dan konsep saja tetapi juga berdasarkan fakta yang telah
dibuktikan secara ilmiah sehingga bahan ajar yang dihasilkan diharapkan mampu
menambah minat belajar dan membantu siswa dalam mempelajari atau mengkaji
keanekaragaman makrofauna tanah di daerah pertanian apel semi organik dan
pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu secara khusus dan lebih
spesifik. Oleh karena itu, peneliti menganggap sangat penting untuk melakukan
penelitian tentang “Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel
Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu
Sebagai Bahan Ajar Biologi SMA”.

7

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.

Jenis makrofauna tanah apa saja yang ditemukan di daerah pertanian apel
semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

2.

Bagaimanakah

indeks nilai penting setiap jenis makrofauna tanah yang

ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non
organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?
3.

Bagaimanakah keanekaragaman makrofauna tanah yang ditemukan di daerah
pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan
Bumiaji Kota Batu?

4.

Bagaimanakah kemerataaan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan
di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik
Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

5.

Bagaimanakah kelimpahan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di
pertanian semi organik dan pertanian non organik Kecamatan Bumiaji Kota
Batu?

6.

Bagaimanakah Indeks kesamaan makrofauna tanah pada pertanian apel
pertanian apel semi organik da pertanian apel non organik Kecamatan
Bumiaji Kota Batu?

7.

Bagaimanakah

implementasi hasil penelitian tentang keanekaragaman

komunitas makrofauna tanah di daerah pertanian apel semi organik pertanian

8

dan apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar
biologi SMA?

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah
sebagai berikut.
1.

Menganalisis makrofauna tanah apa saja yang ditemukan di daerah pertanian
apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota
Batu.

2.

Menganalisis indeks nilai penting setiap jenis makrofauna tanah yang
ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non
organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

3.

Menganalisis keanekaragaman makrofauna tanah yang ditemukan di daerah
pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan
Bumiaji Kota Batu.

4.

Menganalisis kemerataaan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di
daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik
Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

5.

Menganalisis kelimpahan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di
pertanian semi organik dan pertanian non organik Kecamatan Bumiaji Kota
Batu?

6.

Menganalisis indeks kesamaan makrofauna tanah pada pertanian apel semi
organik dan pertanian apel non organik dan Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

9

7.

Mengimplementasi hasil penelitian tentang keanekaragaman komunitas
makrofauna tanah di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel
non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi SMA.

1.4 Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara
teoritik dan praktis, berikut penjabaran manfaat teoritik dan praktis.
1.

Manfaat teoritik
Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi ilmiah bagi

peneliti selanjutnya atau menjadi dasar acuan bagi penelitian berkenaan dengan
makrofauna tanah di pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik
Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Hal ini sangat berguna bagi pengembangan ilmu
pengetahuan baik bagi kalangan akademisi maupun masyarakat umum.
2. Manfaat praktis
a. Bagi Peneliti Lain
Penelitian ini akan semakin memperkaya wawasan peneliti terkait
kehidupan makrofauna tanah di pertanian apel semi organik dan pertanian apel
non organik. Peneliti juga ingin memperkuat pemahaman peneliti tentang metodemetode penelitian bidang ekologi khususnya fauna tanah dan penyusunan bahan
ajar biologi SMA.
b. Bagi Petani
Penelitian ini diharapkan juga bi

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA