Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA

(1)

i

KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DAERAH

PERTANIAN APEL SEMI ORGANIK DAN PERTANIAN APEL

NON ORGANIK KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU

SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI SMA

SKRIPSI

Disusun Oleh : YUSRON AMINULLAH

201010070311126

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014


(2)

ii

KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH DAERAH PERTANIAN APEL SEMI ORGANIK DAN PERTANIAN APEL NON ORGANIK

KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI SMA

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang

sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Biologi

DISUSUN OLEH : YUSRON AMINULLAH

201010070311126

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014


(3)

iii

LEMBAR PERSETUJUAN

Nama : Yusron Aminullah

Nim : 201010070311126

Jurusan : Pendidikan Biologi

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Judul Skripsi : Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA

Diajukan untuk dipertanggungjawabkan dihadapan Dewan Penguji Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu (S1)

pada Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang

Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

(Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes) (Dra. Siti Zaenab, M.Kes)


(4)

iv

SURAT PERNYATAAN

Nama : Yusron Aminullah

Tempat/Tgl. Lahir : Sampang, 13 Juli 1992

NIM : 20101007011126

Fakultas/Jurusan : KIP/Pendidikan Biologi

Menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA” adalah bukan skripsi orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya.

Demikian surat pertanyaan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapat sanksi akademis.

Malang, 13 Agustus 2014 Yang Menyatakan,

(Yusron Aminullah)

Mengetahui,

Pembimbing I Pembimbing II

(Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes) (Dra. Siti Zaenab, M.Kes)


(5)

v

LEMBAR PENGESAHAN

Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang dan diterima untuk memenuhi

Sebagian dari Persyaratan

Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Pendidikan Biologi

Mengesahkan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang

Malang, 13 Agustus 2014 Dekan

(Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes.)

Dewan Penguji

1. Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes 1...

2. Dra. Siti Zaenab, M.Kes 2. ...

3. Dr. Yuni Pantiwati, M.M., M.Pd 3...

4. Husamah, S.Pd., M.Pd 4...


(6)

vi

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka berusaha untuk mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Tafsir QS. Ar-Ra’du : 11) “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dan

hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Tafsir QS. Insyiroh: 6-8) Mempelajari pengetahuan itu adalah sama dengan memuji Allah SWT. Menuntut pengetahuan adalah sama dengan melakukan perang di jalan Allah SWT. Mengajarkan pengetahuan adalah sama dengan bersedekah, dan dengan mengajarkan

pengetahuan kita akan mendapat pahala." (Imam Al-Ghazali)

Kupersembahakan karya yang telah kuperjuagkan dengan percikan keikhlasan, kesabaran, dan tetesan keringat ini kepada:

Abah dan Umi

Sullam Taufik & Siti Maryam

Terimakasih atas segala ketulusan cinta & kasih sayangnya selama ini, Terimakasih atas Do’a, Tetesan keringat serta Tetesan air mata yang selalu mengiringi Perjuangan dan langkahku untuk mengarungi kehidupan dimulai dari saya dilahirkan sampai

saat ini saya berdiri tegak untuk mempersembahkan karya ini.

Kakakku Nurul Alfia, Mustain, Firman Wahyudi, Indah Dewi Irawati Ketiga Jagoan Kecil Om,

Ali Fahmi Alfarabi, Fathan Almaizhan Zhafar, Acquila Afiza Mufissalam Terimakasih atas motivasi, nasehat, bimbingan, semangat dan doa untuk saya, Terimakasih untuk canda dan tawa yang selalu menghiasi perjalanan saya sehingga saya

dapat tegar menghadapi segala rintangan dan kesulitan selama ini.


(7)

vii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan berkah, rahmat, taufik, hidayah dan juga inayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas Akhir skripsi sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang dengan Judul “Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA”

Penulisan skipsi ini tidak akan terselesaikan dengan baik tanpa adanya bantuan tenaga, informasi, bimbingan dan juga bantuan do’a dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis ucapkan banyak terimakasih atas segala bantuan yang telah diberikan. Terutama pada:

1. Kedua orang tuaku Umi Siti Maryam dan Abah Sullam Taufik, terima kasih atas kasih sayang dan bantuan moril mapun spiritual yang selama ini telah diberikan.

2. Bapak Dr. Poncojari Wahyono M.Kes. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Ibu Dr. Yuni Pantiwati, M.M., M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang.

4. Ibu Dr. Nurul Mahmudati, M.Kes selaku pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, petunjuk, motivasi serta saran yang sangat berharga dalam penyusunan skripsi ini, dan

5. Ibu Dra. Siti Zaenab, M.Kes. selaku pembimbing II yang dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan kepada penulis sampai skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.


(8)

viii

6. Bapak Husamah S.Pd., M.Pd yang selalu memberikan motivasi, semangat, saran serta do’a untuk menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan bekal ilmu dan pengetahuan selama masa perkuliahan.

8. Para Sahabat-sahabatku yang selalu mendampingi, memberikan motivasi, nasehat serta doa, khususnya Hasan, Fauzi, Chiko, Qorry, Ulfa, Septy, Nani, Indah, mbk Kristin, dan mbk Tining.

9. Teman-teman Biologi C angkatan 2010 yang memberikan dukungan semangat dan motivasinya serta kenangan terindah selama perjalanan kuliah. 10. Untukmu yang selalu menghiasi hariku dengan senyummu, terimakasih

untuk segala dukungan semangat, motivasi serta doa yang mengiringi perjuanganku.

11. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terimakasih atas do’a dan dukungannya

Semoga Allah senantiasa membalas amal baik yang telah diberikan, Amin. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Malang, 13 Agustus 2014 Penulis,

Yusron Aminullah


(9)

ix DAFTAR ISI

LEMBAR SAMPUL DALAM ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Manfaat Penelitian ... 9

1.5 Batasan Penelitian ... 10

1.6 Definisi Istilah ... 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Keanekaragaman Hayat... 13

2.1.1 Keanekaragaman Gen... 14

2.1.2 Keanekaragaman Jenis ... 14

2.1.3 Keanekaragaman Ekosistem ... 15

2.2 Keanekaragaman Makrofauna Tanah... 16

2.2.1 Peranan atau Fungsi Makrofauna Tanah ... 17


(10)

x

2.3 Faktor yang Mempengaruhi Keanekaragaman Makrofauna Tanah. 18

2.3.1 Faktor Biotik ... 18

2.3.2 Faktor Abiotik ... 20

2.4 Deskripsi Pola Pertanian... ... 22

2.4.1 Pertanian Non Organik ... 22

2.4.2 Pertanian Semi Organik ... 23

2.4.3 Pertanian Organik ... 25

2.5 Bahan Ajar... ... 26

2.4.1 Jenis Bahan Ajar ... 26

2.4.2 Bahan Ajar Poster ... 27

2.4.3 Kriteria Bahan Ajar Poster yang Baik ... 27

2.6 Kerangka Konseptual... ... 28

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 33

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ... 33

3.2.1 Waktu ... 33

3.2.2 Tempat ... 33

3.3 Populasi dan Sampel ... 34

3.5 Prosedur Penelitian ... 34

3.5.1 Tahap Persiapan ... 34

3.5.2 Tahap Pelaksanaan ... 35

3.5 Tahap Pengumpulan Data ... 39

3.5.1 Tahap Observasi... 39

3.5.2 Tahap Indentifikasi ... 39

3.5.2 Instrumen Pengambilan Data ... 39

3.6 Pengukuran Faktor Lingkungan Abiotik ... 43

3.7 Teknik Analisi Data ... 44

3.8 Penyusunan Bahan Ajar Poster ... 44

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Jenis-Jenis Makrofauna Tanah yang Ditemukan ... 46


(11)

xi

4.2 Indeks Nilai Penting (INP) Makrofauna Tanah ... 64

4.3 Indeks Keanekaragaman (Diversity) Makrofauna Tanah ... 67

4.4 Indeks Kemerataan (Evennes) Makrofauna Tanah ... 72

4.5 Kelimpahan (Abundance) Makrofauna Tanah ... 74

4.6 Indeks Kesamaan Makrofauna Tanah pada Pertanian Semi Organik dan Pertanian Non Organik ... 77

4.7 Korelasi antara Faktor Abiotik dengan Jumlah Jenis Makrofauna Tanah ... 78

4.8 Bahan Ajar ... 81

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 84

5.2 Saran ... 86

DAFTAR PUSTAKA ... 87

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 96


(12)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Pengukuran Faktor Lingkungan Abiotik... 44 4.1 Jenis-jenis Makrofauna Tanah yang ditemukan... 46 4.2 Indeks Nilai Penting Makrofauna Tanah... 65 4.3 Indeks Keanekaragaman (Diversity) Makrofauna tanah pada

Pertanian Semi Organik dan Pertanian Non Organik... 68 4.4 Indeks kemerataan (Evenness) Makrofauna Tanah pada Pertanian

Semi Organik dan Pertanian Non Organik... 73 4.5 Indeks kelimpahan Makrofauna Tanah pada Pertanian Semi

Organik dan Pertanian Non Organik... 75 4.6 Indeks Kesamaan Makrofauna Tanah pada Pertanian Semi Organik dan

Pertanian Non Organik... 77 4.7 Korelasi Faktor Abiotik... 78


(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Lokasi Penelitian Pertanian Non Organik... 23

2.2 Lokasi Penelitian Pertanian Semi Organik... 24

2.3 Bagan Kerangka Berpikir Penelitian... 32

3.1 Metode Plot dan Metode Pitfall Trap pada Lahan Pertanian Apel Semi Organik... 36

3.2 Metode Plot dan Metode Pitfall Trap pada Lahan Pertanian Apel Non Organik... 36

3.3 Contoh Pemasangan Perangkap Pittfall Trap... 38

4.1.a Jenis Platydracus sp ... 50

4.1. b Literatur Jenis Platydracus sp... 50

4.2.a Jenis Phyllophaga sp... 51

4.2. b Literatur Jenis Phyllophaga sp... 51

4.3.a Jenis Geophilus sp ... 52

4.3. b Literatur Jenis Geophilus sp... 52

4.4.a Jenis Helicodiscus sp... 53

4.4. b Literatur Jenis Helicodiscus sp... 53

4.5.a Jenis Gryllus sp... 54

4.5. b Literatur Jenis Gryllus sp... 54

4.6.a Jenis Gryllotalpa gryllotalpa... 55

4.6. b Literatur Jenis Gryllotalpa gryllotalpa... 55

4.7.a Jenis Pirata piraticus... 56

4.7. b Literatur Jenis Pirata piraticus... 56

4.8.a Jenis Pisaurina mira... 57

4.8. b Literatur Jenis Pisaurina mira... 57

4.9.a Jenis Megascolex sp... 58

4.9. b Literatur Jenis Megascolex sp... 58

4.10.a Jenis Sigmoria trimaculata... 59

4.10.b Literatur Jenis Sigmoria trimaculata... 59

4.11.a Jenis Pachycondyla sp... 60

4.11.b Literatur Jenis Pachycondyla sp... 60


(14)

xiv

4.12.a Jenis Iridomyrmex sp... 61

4.12. b Literatur Jenis Iridomyrmex sp... 61

4.13.a Jenis Pheidole moerens... 62

4.13.b Literatur Jenis Pheidole moerens... 62

4.14.a Jenis Camponotus sp... 63

4.14. b Literatur Jenis Camponotus sp... 63

4.15.a Jenis Anoplolepis gracilipes ... 64

4.15. b Literatur Jenis Anoplolepis gracilipes... 64


(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Data Hasil Penelitian Makrofauna Tanah Pertanian Semi Organik... 96

2. Data Hasil Penelitian Makrofauna Tanah Pertanian Non Organik... 98

3. Data Hasil Perhitungan Makrofauna Tanah Pertanian Semi Organik... 100

4. Data Hasil Perhitungan Makrofauna Tanah Pertanian Non Organik... 102

5. Hasil Perhitungan Faktor Abiotik Makrofuana Tanah... 104

6. Hasil Perhitungan Indeks Kesamaan ... 106

7. Hasil Perhitungan Analisis Korelasi Jumlah Jenis... 107

8. Hasil Kandungan Bahan Organik Tanah... 109

9. Standar Kadar Organik dalam Tanah. ... 110

10. Foto-foto Kegiatan Penelitian... 111

11. Surat Keterangan Penelitian... 116

12. Bahan Ajar Biologi SMA... 124


(16)

xvi

DAFTAR PUSTAKA

Adrianto, H., Hamidah & Soedarti, T. 2012. Biosistematika Varietas Pada Apel (Malus Sylvestris L.) Di Kota Batu Berdasarkan Morfologi. Surabaya: Prodi S1- Biologi. Departemen Biologi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Airlangga.

Agustina, D. K. 2009. Studi Vegetasi Pohon Di Hutan Lindung Rph Donomulyo Bkph Sengguruh Kph Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Jurusan Biologi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Malang. Anggraeni, R. 2013. Kajian Interaksi Sosial Antara Penyuluh Pertanian Dengan

Petani Padi Semi Organik Pada Kelompok Tani Jatijaya Desa Sawangan Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Skripsi tidak diterbitkan. Purwokerto: Fakultas Agribisnis. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Anonymous. 2009. Classification Familiy Megascolecidae. California: California

Academy Of Science. Online. http://www.inaturalist.org.

Anonymous. 2014. Identification, Images, & Information For Insects, Spiders & Their KinFor the United States & Canada. Canada: Iowa State University Entomology. Online. http://www.bugguide.net

. 2014. The Animal Diversity Web. Michigan: University Of Michigan Museum Of Zoology. Online. http://www.animaldiversity.ummz .umich.edu/

Arbi, U, Y. 2011. Struktur Komunitas Moluska Di Padang Lamun Perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 37(1): 71-89

Ariani, D. 2009. Komposisi Komunitas Makrofauna Tanah Untuk Memantau Kualitas Tanah Secara Biologis Pada Areal Perkebunan Ptpn Ii Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan. Skripsi tidak diterbitkan. Medan: Departemen Biologi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatera Utara.

Arifin, Z. 2003. Sistem Pertanian Organik. Buletin Teknologi dan Informasi Pertanian, 6:133-142.

Aryanto, A. W. 2011. Keanekaragaman Jenis Dan Niche Ekologis Arachnida Di Kawasan Cagar Alam Pagerwunung Darupono Kendal. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Ikip Pgri Semarang.


(17)

xvii

Asmanyannur, I., Chairul, & Syam. Z. 2012. Analisis Vegetasi Dasar di Bawah Tegakan Jati Emas (Tectona grandis L.) dan Jati Putih (Gmelina arborea Roxb.) di Kampus Universitas Andalas. Jurnal Biologi Universitas Andalas (J. Bio. UA.), 1(2) : 173-178.

Atmojo, S. W. 2003. Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah Dan Upaya Pengelolaannya. Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Kesuburan Tanah. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta, 4 Januari.

Bonato, L. & Minelli, A. 2010. The Geophilomorph Centipedes Of The Seychelles (Chilopoda:Geophilomorpha). Phelsuma, (18): 9-38.

Borror, D. J., Tiplehorn, C. A. & Johnson, N. F. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga. Terjemah Soetiyono Partosoedjono. 1996. Edisi Keenam. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Brunke, A., Newton, A., Klimaszewski, J., Majka, C. & Marshall, S. 2011. Staphylinidae of Eastern Canada and Adjacent United States. Key to Subfamilies; Staphylininae: Tribes and Subtribes, and Species of Staphylinina. Canadian Journal of Arthropod Identification, 12: 1-110. Budiarti, H. 2009. Biologi Untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan

Departemen Pedidikan Nasional (BSE).

Christanty, L. 2006. Sumber Daya Alam Ciptaan Tuhan Yang Harus Dilestarikan. Jakarta: Coremap II – LIPI.

Cook, D. M. 2006. Kematian Industri Apel Di Batu. Program Australian Consortium For In-Country. Malang: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Malang.

Darmawan, M. P. 2006. Keanekaragaman Jenis Burung Pada Beberapa Tipe Habitat Di Hutan Lindung Gunung Lumut Kalimantan Timur. Skripsi tidak diterbitkan. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Dan Ekowisata. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Panduan pengembangan baha ajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Menejemen Pendidikan dan Menengah. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Dima, D. S. 1999. Studi Keanekaragaman Jenis Satwaliar Pada Areal Bekas Kebakaran Tama Nasional Way Kambas Propinsi Lampung. Skripsi tidak diterbitkan. Bogor: Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan. Institut Pertanian Bogor.


(18)

xviii

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. 2010. Petunjuk teknis pengembangan baha ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Dondale, C. D. & Redner, J. H. 1990. The Insects And Arachnids Of Canada Part

17 The Wolf Spiders, Nurseryweb Spiders, And Lynx Spiders Of Canada And Alaska. Araneae: Lycosidae, Pisauridae, And Oxyopidae. Canada: Agriculture Canada.

Edgecombe, G. D. & Gribert, G. 2007. Evolutionary Biology Of Centipedes (Myriapoda: Chilopoda). Annu. Rev. Entomol, 52:151–70.

Erniwati. 2008. Fauna Tanah Pada Stratifikasi Lapisan Tanah Bekas Penambangan Emas Di Jampang, Sukabumi Selatan. Zoo Indonesia, 17(2): 83-91.

Fachrul, M. F. 2012. Metode Sampling Bioekologi. Edisi I Cetakan III. Jakarta: Bumi Aksara.

Falahudin, I. 2013. Peranan Semut Rangrang (Oecophylla Smaragdina) Dalam Pengendalian Biologis Pada Perkebunan Kelapa Sawit. Disampaikan pada Conferetnce proceding. Palembang.

Gadang, D.T.S. 2010. Analsis Peranan Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Jawa Tengah ( Pendekatan analisis input-ouput). Tesis tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas ekonomi. Universitas Diponegoro Semarang.

Gordon, R. D. & Cartwright, O. L. 1980. The Western Hemisphere Species Oi Rhys S Emus And Trichiorhyssemu (Coleoptera: Scarabaeidae). Washington: Smithsonian Institution Press.

Hanafiah, K. A. 2013. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Handayanto, E. & Hairiah, K. 2009. Biologi Tanah Landasan Pengelolaan Tanah Sehat. Yogyakarta: Pustaka Adipura.

Hasyim, M. A. 2009. Studi Keanekaragaman Fauna Tanah Pada Perkebunan Jeruk Organik Dan Anorganik Di Kota Batu. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Jurusan Biologi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Negeri (Uin) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Hershler, R. & Ponder, W. F. 1980. A Review Of Morphological Characters of Hydrobioid Snails. Washington: Smithsonian Institution Press.


(19)

xix

Hilwan, I. & Handayani, E. P. 2013. Keanekaragaman Mesofauna Dan Makrofauna Tanah Pada Areal Bekas Tambang Timah Di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Sulvikultur Tropika, 04 (1): 35-41.

Hindarti, S., Muhaimin, W. & Soemarno. 2012. Analisis Respon Petani Apel Terhadap Penerapan Sistem Pertanian Organik Di Bumiaji, Batu. Wacana, 15 (2): 1-11.

Husnah., Tjahjo, D. W. H., Nastiti, A., Oktaviani, D., Nasution, S. H. & Sulistiono. 2008. Status Keanekaragaman Hayati Sumberdaya Perikanan Perairan Umum Di Sulawesi. Jakarta: Balai Riset Perikanan Perairan Umum.

Ilhamdi, M. L. & Fitrahtunnisa. 2013. Perbandingan Keanekaragaman Dan Predominansi Fauna Tanah Dalam Proses Pengomposan Sampah Organik. Jurnal Bumi Lestari, 13 (2): 413-421.

Indahwati, R., Hendarto, B. & Izzati, M. 2012. Keanekaragaman Arthropoda Tanah di Lahan Apel Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Makalah disajikan pada Seminar Nasional Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Diponegoro, Semarang, 11 September. Jamieson, B. G. M. 1963. A revision of the earthworm genus Digaster

(Megascolecidae, Oligochaeta). Records of the Australian Museum 26(2): 83–111.

Kamal, M., Yustian, I, & Rahayu, S. 2011. Keanekaragaman Jenis Arthropoda di Gua Putri dan Gua Selabe Kawasan Karst Padang Bindu, OKU Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains

,

14(1):1-5.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2012. Dokumen Kurikulum 2013. Jakarta.

Kementrian Pertanian. 2011. Pedoman Pembinaan Penggunaan pestisida. Jakarta. Khasanah, N. 2011. Struktur Komunitas Arthropoda Pada Ekosistem Cabai Tanpa

Perlakuan Insektisida. Media Litbang Sulteng , 4 (1) : 57 – 62.

Lehtinen, P. T. & Hippa, H. 1979. Spiders Of Orietal-Australia Region. I. Lycosidae: Venoniinae and Zoicinae. Ann. Zool. Fennici, 16: 1-22. Leksono, A. S. 2007. Ekologi Pendekatan Deskrifptif dan Kuantitatif. Malang:

Universitas Brawijaya Pers (UB Pres).


(20)

xx

Leksono, A. S. 2011. Keanekaragaman Hayati. Malang: Universitas Brawijaya Pers (UB Pres).

Lubis, A. N. 2009. Manajemen Rtsiko Produksi Dan Penerimaan Padi Semi Organik (Studi: Petani Gabungan Kelompok Tani Silih Asih Di Desa Ciburuy, Kec. Cigombong, Kab. Bogor). Skripsi tidak diterbitkan. Bogor: Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi Dan Manejemen. Institut Pertanian Bogor.

Maharadatunkamsi. 2011. Profil Mamalia Kecil Gunung Slamet Jawa Tengah. Jurnal Biologi Indonesia, 7 (1): 171 – 185.

Marthatika, D. 2012. Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Modul Berbasis Ctl Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas Viii Smp Negeri 1 Bawean Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi tidak diterbitkan. Salatiga: Program Studi Ekonomi Pertanian Dan Sumberdaya. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Uniersitas Satya Wacana.

Mesibov, R. 2005. The Millipede Genus Lissodesmus Chamberlin, 1920 (Diplopoda: Polydesmida: Dalodesmidae) From Tasmania And Victoria, With Descriptions Of A New Genus And 24 New Species. Memoirs of Museum Victoria, 62(2): 103–146.

Muhammad, I. 2012. Konservasi Keragaman Hayati Tanaman Dalam Manajemen Lanskap Sentul Eco-City Di Bogor. Skripsi tidak diterbitkan. Bogor: Departemen Arsitektur Lanskap . Fakultas Pertanian . Institut Pertanian Bogor.

Muryanto, F. 2009. Studi Keanekaragaman Jenis Mamalia Besar Pada Areal Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Yang Berbatasan Dengan Kebun Kelapa Sawit Pt. Inti Indosawit Subur Ukui, Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau. Skripsi tidak diterbitkan. Bogor: Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Dan Ekowisata. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.

Nuswantara, B., Santoso, K. N. & Hartono, G. 2012. Analisi Komparasi Usaha Tani Padi Organik Dan Anorganik Di Kecamatan Sambirejo Di Kabupaten Sragen. Agric, 24 (1): 63-80.

Piay, S. S., Romdon, A. S., Samijan & Paryono, T. J. 2012. Pertanian Organik (Persyaratan, Budidaya, dan Sertifikasi). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.


(21)

xxi

Peritika, M. Z. 2010. Keanekaragaman Makrofauna Tanah Pada Berbagai Pola Agroforestri Lahan Miring Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Skripsi tidak diterbitkan. Surakarta: Jurusan Biologi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret.

Rahmawati, D. A. 2012. Upaya Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Penggunaan Pupuk Organik (Studi Kasus Pada Petani Jagung Di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan). Malang: Program Studi Agribisnis. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya.

Ramadhani, W. 2013. Karakteristik Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Penerapan Teknologi Pertanian Semi Organik Pada Komoditi Padi Sawah. Skripsi tidak diterbitkan. Medan: Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.

Rice, E. S. 2013. Book Of Common ANTS. Nc State University: Your Wild Life. Riyanto. 2007. Kepadatan, Pola Distribusi Dan Peranan Semut Pada Tanaman Di

Sekitar Lingkungan Tempat Tinggal. Jurnal Penelitian Sains, 10 (2): 241-253.

Rodriguez, F. & Heads, S. M. 2012. New Mole Crickets Of The Genus Scapteriscus Scudder From Colombia (Orthoptera: Gryllotalpidae; Scapteriscinae). Zootaxa : 61–68.

Romadhon, A. 2008. Kajian Nilai Ekologi Melalui Invent arisasi dan Nilai Indeks Penting (INP) Mangrove Terhadap Perlindungan Lingkungan Kepulauan Kangean . Embryo, 5 (1): 1-16

Santoso, N. K. 2012. Analisis Komparasi Usahatani Padi Organik Dan Anorganik Di Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen. Skripsi tidak diterbitkan. Salatiga: Fakultas Pertanian Dan Bisnis. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Sari, I. N. 2011. Analisis Ekonomi Usahatani Padi Semi Organik Dan Anorganik Pada Petani Penggarap (Studi Kasus Desa Ciburuy Dan Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor). Skripsi tidak diterbitkan. Bogor: Departemen Ekonomi Sumberdaya Dan Lingkungan. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

Sari, M. J. 2010. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Adopsi Petani Terhadap Pertanian Semi Organik Pada Komoditi Cabai Merah (Kasus: Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo). Skripsi tidak diterbitkan. Medan: Departemen Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.


(22)

xxii

Setyawan, H. A. 2009. Pengembangan Pertanian Organik Terpadu Di Kawasan Organik Dusun Serut. Bandung: Magister Studi Pembangunan. Institut Teknologi Bandung.

Shen, H. P., Tsai, C. F. & Tsai, S. C. 2003. Six New Earthworms Of The GenusAmynthas (Oligochaeta: Megascolecidae) From Central Taiwan. Zoological Studies, 42(4): 479-490.

Simanjuntak, B. H. 2005. Studi Alih Fungsi Lahan Hutan Menjadi Lahan Pertanian Terhadap Karakteristik Fisik Tanah (Studi kasus DAS Kali Tundo, Malang). Agric, 8 (1): 85-101.

Siswanto, E. & Pramono. 2007. Budidaya Apel Organik. Temu Pakar Pertanian Organik Buah-Buahan. Bukittinggi Sumatera Barat, 16-19 April, 2007. Soemarno, M. S. 2010. Ekologi Tanah. Malang: Fakultas Pertanian. Universitas

Brawijaya.

Soegiyanto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif. Surabaya: Usaha Nasional.

Sugiyarto., Pujo. M., & Miati, N. S. 2001. Hubungan keragaman Mesofauna Tanah dan Vegetasi bawah pada Berbagai jenis Tegakan di Hutan jobolarangan. Jurnal Biodiversitas, 2 (2): 140-145.

Sugiyarto., Wijaya, D. & Rahayu, S. Y. 2002. Biodiversitas Hewan Permukaan Tanah Pada Berbagai Tegakan Hutan di Sekitar Goa Jepang, BKPH Nglerak, Lawu Utara, Kabupaten Karanganyar. Biodiversitas, 3 (1): 196-200.

Sugiyarto., Efendi. M., Mahajoeno. E., Sugito. Y., Handayanto. E., & Agustina. L. 2007. Preferensi Berbagai Jenis Makrofauna Tanah Terhadap Sisa Bahan Organik Tanaman pada Intensitas Cahaya Berbeda. Biodiversitas, 7 (4): 96-100.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: PT. Alfabeta.

Suheriyanto, D. 2008. Ekologi Serangga. Malang: Uin-Malang Press.

Suheriyanto, D. 2012. Keanekaragaman Fauna Tanah di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Sebagai Bioindikator Tanah Bersulfur Tinggi. Sainstis, 1 (2): 29-38.

Sumarno. 2006. Sistem Produksi Padi Berkelanjutan Dengan Penerapan Revolusi Hijau Lestari. Iptek Tanaman Pangan, 1: 1-18.


(23)

xxiii

Suin, M. N. 2012. Ekologi Hewan Tanah. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Sukarsono. 2009. Pengantar Ekologi Hewan. Malang: UMM Press.

Sutanto, R. 2002. Pertanian Organik Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI).

Suryana. 2010. Metode Penelitian Model prakatis penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Suwondo. 2007. Dinamika kepadatan dan Distribusi Vertikal Arthropoda Tanah Pada Kawasan Hutan Tanaman Industri. Jurnal Pilar Sains, 6 (2): 41-50. Tampubolon, F. 2009. Pengaruh Media Visual Poster Dan Leaflet Makanan

Sehat Terhadap Perilaku Konsumsi Makanan Jajanan Pelajar Kelas Khusus Sma Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2009. Skripsi tidak diterbitkan. Medan: Fakultas kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara.

Triyono, M. B., Siswanto, B. T., Hariyanto & Wagiran. 2009. Pengembangan Bahan Ajar. Magelang: Magtster Sistem Dan Teknik Trainsportasi. Universitas Gadjah Mada.

Thaler, K., Buchar, J. & Knoflach, B. 2000. Notes on Wolf Spiders from Greece (Araneae, Lycosidae). Linzer biol Beitr, 32(2): 1071-1091.

Ummi, Z. R. 2007. Studi Keanekaragaman Serangga Tanah Di Upt Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi – Lipi (Desa Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan). Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Jurusan Biologi. Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Negeri (Uin) Malang.

Untung, K., 2006. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Warnadi. & Nugraheni, I. L. 2012. Penyerapan Tenaga Kerja Pada Usaha tani Padi Sawah DI desa Ambarketawang Kecamatan Gamping, Sleman-D.I. Yogyakarta. Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, 10 (1):

1-14.

Waluyaningsih, S. R. 2008. Studi Analisis Kualitas Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Dan Hubungannya Dengan Tingkat Erosidi Sub Das Keduang Kecamatan Jatisrono Wonogiri. Tesis tidak diterbitkan. Surakarta: Program Studi Ilmu Lingkungan. Program Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret


(24)

xxiv

Walujo, E. B. 2011. Keanekaragaman Hayati Untuk Pangan. Disampaikan Pada Konggres Ilmu Pengetahuan Nasional X. Pusat Penelitian Biologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta, 8-10 Nopember.

Weissman, D. B., Rentz, D. C. F., Alexander, R. D. & Loher, W. 1980. Field Crikets (Gryllus and Acheta) Of California And Baja California, Mexico (Orthoptera: Gryllidae: Gryllinae). From The Transaction Of The American Entomological Society, (106): 327-356.

Wulandari. S., Sugiyarto & Wiryanto. 2005. Pengaruh Keanekaragaman Mesofauna Dan Makrofauna Tanah Terhadap Dekomposisi Bahan Organik Tanaman Di Bawah Tegakan Sengon (Paraserianthes Falcataria). Bioteknologi, 4 (1): 20-27.

Yuliminarti., Salmah, S., & Subahar, T. S. S. 2012. Jumlah Jenis dan Jumlah Individu Semut di Tanah Gambut Alami dan Tanah Gambut Perkebunan Sawit di Sungai Pagar, Riau. Biospecies, 5 (2): 21 – 27.


(25)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya hidup dari bidang pertanian (Warnadi & Nugraheni, 2012). Sektor pertanian meliputi subsektor tanaman bahan makanan, subsektor hortikultura, subsektor perikanan, subsektor peternakan, dan subsektor kehutanan. Namun produktivitas pertanian masih jauh dari harapan (Gadang, 2010). Usaha peningkatan hasil pertanian dilakukan dengan pola intensifikasi atau ekstensifikasi untuk mendapatkan lahan baru serta penggunaan agrokimia berupa pupuk kimia sintetik dan insektisida sintetik. Menurut Rahmawati (2012) penggunaan pupuk kimia sintetik dan insektisida sintetik secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Permasalahan yang ditimbulkan, yaitu pencemaran pestisida, penurunan kualitas lahan, dan penurunan kesehatan manusia akibat menkonsumsi hasil pertanian yang mengandung residu dari bahan-bahan kimia.

Salah satu daerah di Indonesia yang merupakan sentra pertanian yaitu Kota Batu. Kota Batu merupakan salah satu Kota penghasil apel yang paling terkenal di Indonesia. Menurut Hindarti dkk (2012) dalam kurun waktu tahun 2005-2010 terlihat terjadi kecenderungan penurunan jumlah tanaman apel, produktivitas, dan produksi apel. Tahun 2005 jumlah tanaman apel 2.604.829 pohon dan yang produktif sebesar 2.204.800 pohon dengan produktivitas 28,02 kg/pohon sehingga diperoleh total produksi apel sebesar 1.235.569,92 kuintal,


(26)

2

sedangkan pada tahun 2010 produktivitas apel hanya 17 kg/pohon, jumlah tanaman menghasilkan sebesar 1.974.366 pohon dan produksi total sebesar 842.799,00 kuintal. Menurut Sumarno (2006) mengungkapkan kecenderungan petani di Kota Batu dalam menggunakan pupuk kimia sintetik berdampak pada pada produksi apel di daerah tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan produksi apel dari tahun ke tahun yang semakin turun drastis. Kondisi yang demikian ini membuat para petani terus merugi. Kesadaran para petani untuk memperbaiki produksi pertaniannya akhirnya membuat para petani harus segera memperbaiki pola pertaniannya dengan beralih pada pertanian organik yang lebih ramah pada lingkungan.

Menurut Arifin (2003), pertanian organik merupakan sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas pertanian secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan. Kebanyakan pertanian di Indonesia sudah beralih pada pertanian organik, akan tetapi pada praktek di lapangan para petani masih sangat kesulitan untuk menerapkan pola pertanian organik yang sesungguhnya. Setyawan (2009) juga mengungkapkan hal ini terjadi karena para petani yang sudah terbiasa dengan menggunakan pupuk kimia sintetik dan juga lahan pertanian yang masih berdekatan dengan lahan pertanian yang belum beralih pada pertanian organik, selain itu konversi lahan pertanian non organik menjadi organik membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun (Nuswantara dkk, 2012). Akan tetapi para petani masih terus berusaha dengan cara pengolahan lahan pertanian semi organik.


(27)

3

Menurut Ramadhani (2013), pertanian semi organik merupakan suatu bentuk tata cara pengolahan tanah dan budidaya tanaman dengan memanfaatkan pupuk yang berasal dari bahan organik akan tetapi lahan yang digunakan sebelumnya menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan kandungan hara yang dimiliki oleh tanah. Berbeda dengan pendapat Anggraeni (2013) yang menyatakan bahwa pertanian semi organik merupakan suatu langkah awal untuk kembali ke sistem pertanian organik. Hal ini karena perubahan yang ekstrem dari pola pertanian modern yang mengandalkan pupuk bio-masa akan berakibat langsung terhadap penurunan hasil produksi yang cukup drastis. Selain itu, penghapusan pestisida sebagai pengendali hama dan penyakit yang sulit dihilangkan karena tingginya ketergantungan masyarakat terhadap pemakaian pestisida. Pertanian semi organik memiliki fungsi, untuk mengurangi paparan residu kimia di lingkungan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kelestarian lingkungan juga bisa dilihat dari keanekaragaman fauna tanah yang berada di suatu tempat tertentu.

Pertanian saat ini mulai berubah menjadi pola pertanian intensifikasi, yang mana pertanian ini melakukan peningkatan penggunaan sumber daya lahan untuk meningkatkan produksi pertanian. Pola pertanian ini biasanya melakukan perubahan penggunaan lahan dengan cara pembukaan hutan, pembakaran, dan pengolahan tanah. Pertanian intensifikasi ini juga lebih cenderung menggunakan bahan-bahan kimia seperti pupuk anorganik dan pestisida (Handayanto & Hairiah, 2009). Pola pertanian seperti ini dapat menyebabkan kerusakan pada struktur tanah baik lapisan atas maupun lapisan bawah tanah. Kerusakan tanah ini bisa


(28)

4

juga dilihat dari komposisi kimia tanah, ketersediaan unsur hara, serta berubahnya komposisi bahan organik tanah. Apabila hal ini terus dibiarkan maka dapat menyebabkan penurunan keanekaragaman flora maupun fauna (Simanjuntak, 2005). Kegiatan pertanian seperti ini akan jelas berpengaruh pada kualitas kesuburan tanah.

Menurut Suheriyanto (2012), fauna tanah adalah fauna yang hidup di tanah, baik yang hidup di permukaan tanah maupun yang terdapat di dalam tanah. Fauna tanah merupakan salah satu komponen biologi tanah yang memainkan peran penting dalam proses penggemburan tanah (Wulandari, dkk, 2005). Suin (2012) juga mengungkapkan bahwa kehidupan fauna tanah sangat bergantung pada lingkungannya, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik bagi fauna tanah adalah organisme lain yang juga terdapat di habitatnya. Lingkungan abiotik dapat dibagi atas faktor fisika tanah dan faktor kimia tanah. Faktor fisika tanah meliputi warna, suhu, tekstur dan kelembaban Faktor kimia tanah meliputi pH tanah dan kadar organik tanah.

Fauna tanah merupakan bagian penting dalam ekosistem, termasuk pertanian, karena fauna tanah terlibat dalam berbagai proses tanah antara lain degradasi bahan organik dan mineralisasi unsur hara tanah (Handayanto & Hairiah, 2009). Menurut Ariani (2009) Peranan fauna tanah adalah untuk mengubah bahan organik baik yang masih segar maupun setengah segar atau sedang melapuk sehingga menjadi bentuk senyawa lain yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Fauna tanah merupakan salah satu kelompok heterotrof utama di dalam tanah. Fauna tanah cukup baik sebagai bioindikator tanah karena memiliki


(29)

5

respon yang sensitif terhadap praktek pengelolaan lahan dan iklim (Suheriyanto, 2012). Pengelompokan fauna tanah bisa berdasarkan dari ukuran tubuh. Apabila dilihat dari ukuran tubuhnya fauna tanah dibagi menjadi mikrofauna, mesofauna dan makrofauna (Sugiyarto, dkk, 2002).

Makrofauna merupakan bagian dari fauna tanah. Makrofauna tanah adalah hewan tanah yang memiliki ukuran panjang tubuh > 2 mm. Fauna tanah yang termasuk dalam jenis makrofauna tanah adalah cacing tanah (klas Oligochaeta), dan makroarthropoda mencakup rayap (ordo Isopetera), semut (ordo Hymenoptera), moluska (ordo Gastropoda), milipida (ordo Diplopoda) dan Sentipida (ordo Chilopoda) (Handayanto & Hairiah, 2009). Makrofauna tanah cenderung memiliki jumlah yang relatif melimpah atau banyak dan juga bisa dilihat secara kasat mata. Harapannya dapat ditemukan berbagai jenis makrofauna tanah yang ada di lahan pertanian apel semi organik dan pertanian apel nonorganik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Seiring dengan perkembangan di dunia pendidikan dan perubahan kurikulum KTSP ke Kurikulum 2013 di sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA), maka perlu adanya pengembangan bahan ajar kontekstual dan erat kaitannya dengan lingkungan alam. Pengembangan bahan ajar tersebut perlu dilakukan di semua mata pelajaran (Kemendikbud, 2012). Salah satu contoh pada mata pelajaran Biologi di SMA. Mata pelajaran Biologi merupakan mata pelajaran yang wajib ditempuh bagi siswa maupun siswi di SMA di kelas X. Pada mata pelajaran Biologi terdapat materi keanekaragaman hayati, ekosistem, serta pengaruh aktivitas manusia terhadap perubahan dan pencemaran lingkungan,


(30)

6

dimana ketiga pokok bahasan materi tersebut berkaitan erat dengan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa mata pelajaran Biologi sangat perlu untuk di pelajari dan dikembangkan. Makrofauna tanah merupakan hewan tanah yang sangat jarang sekali dibahas secara luas di dalam mata pelajaran Biologi. Berdasarkan pertimbangan hal diatas maka hasil dari penelitian ini diharapakan dapat digunakan sebagai bahan ajar yang bisa diimplementasikan dalam mata pelajaran biologi khususnya materi keanekaragaman hayati, ekosistem, serta pengaruh aktivitas manusia terhadap perubahan dan pencemaran lingkungan.

Bahan ajar yang akan dikembangkan berdasarkan hasil penelitian ini bersifat lebih kontekstual dan menarik, sedangkan bahan ajar kebanyakan yang digunakan oleh siswa dan siswoi lebih bersifat teks books sehigga kebanyakan para siswa kurang tertarik dalam belajar. Bahan ajar hasil penelitian ini tidak hanya berdasarkan teori dan konsep saja tetapi juga berdasarkan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah sehingga bahan ajar yang dihasilkan diharapkan mampu menambah minat belajar dan membantu siswa dalam mempelajari atau mengkaji keanekaragaman makrofauna tanah di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu secara khusus dan lebih spesifik. Oleh karena itu, peneliti menganggap sangat penting untuk melakukan penelitian tentang “Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu Sebagai Bahan Ajar Biologi SMA”.


(31)

7

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Jenis makrofauna tanah apa saja yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu? 2. Bagaimanakah indeks nilai penting setiap jenis makrofauna tanah yang

ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

3. Bagaimanakah keanekaragaman makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

4. Bagaimanakah kemerataaan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

5. Bagaimanakah kelimpahan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di pertanian semi organik dan pertanian non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

6. Bagaimanakah Indeks kesamaan makrofauna tanah pada pertanian apel pertanian apel semi organik da pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

7. Bagaimanakah implementasi hasil penelitian tentang keanekaragaman komunitas makrofauna tanah di daerah pertanian apel semi organik pertanian


(32)

8

dan apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi SMA?

1.3Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Menganalisis makrofauna tanah apa saja yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

2. Menganalisis indeks nilai penting setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

3. Menganalisis keanekaragaman makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

4. Menganalisis kemerataaan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

5. Menganalisis kelimpahan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di pertanian semi organik dan pertanian non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

6. Menganalisis indeks kesamaan makrofauna tanah pada pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik dan Kecamatan Bumiaji Kota Batu.


(33)

9

7. Mengimplementasi hasil penelitian tentang keanekaragaman komunitas makrofauna tanah di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi SMA.

1.4Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritik dan praktis, berikut penjabaran manfaat teoritik dan praktis.

1. Manfaat teoritik

Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi ilmiah bagi peneliti selanjutnya atau menjadi dasar acuan bagi penelitian berkenaan dengan makrofauna tanah di pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Hal ini sangat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan baik bagi kalangan akademisi maupun masyarakat umum.

2. Manfaat praktis a. Bagi Peneliti Lain

Penelitian ini akan semakin memperkaya wawasan peneliti terkait kehidupan makrofauna tanah di pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik. Peneliti juga ingin memperkuat pemahaman peneliti tentang metode-metode penelitian bidang ekologi khususnya fauna tanah dan penyusunan bahan ajar biologi SMA.

b. Bagi Petani

Penelitian ini diharapkan juga bisa membantu para petani dalam menentukan kualitas tanah. Karena tanah yang baik untuk dijadikan lahan


(34)

10

pertanian adalah tanah yang banyak mengandung unsur hara yang dapat dilihat dari keberadaan fauna tanah. Selain itu hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan masukan pada petani akan pentingya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

c. Bagi Instansi Pendidikan

Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan khususnya kepada tenaga pendidik/guru dan peserta didik tentang keanekaragaman makrofauna tanah yang ada di sekitar lingkungan sekitar dan penerapan ilmu biologi pada kehidupan sehari-hari terutama pada materi Keanekaragaman Hayati SMA kelas X.

1.5Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Keanekaragaman jenis yang diamati adalah semua jenis makrofauna tanah yang ada di dalam tanah maupun di permukaan tanah yang dihitung dengan Indeks Shannon-Wiener.

2. Daerah yang menjadi objek penelitian yaitu pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik yang berada di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. 3. Bahan ajar yang menjadi produk penelitian adalah bahan ajar cetak dalam

bentuk poster

4. Parameter ekologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan parameter kepadatan relatif dan frekuensi relatif.

5. Pengamatan dilakukan pada pagi hari jam 05.00 – 08.00 Wib di lahan pertanian semi organik dan pertanian apel non organik pada 20-23 April 2014


(35)

11

6. Faktor lingkungan abiotik yang diukur dalam penelitian ini adalah unsur fisika (suhu tanah dan kelembaban) sedangkan unsur kimia (pH tanah dan C-organik).

1.6 Definisi Istilah

1. Keanekaragaman atau diversitas adalah suatu variabilitas antara makhluk hidup dari semua sumber daya termasuk di daratan, ekosistem - ekosistem perairan, dan kompleks ekologis termasuk juga keanekaragaman dalam spesies diantara spesies dan ekosistem (Ummi, 2007).

2. Makrofauna tanah merupakan bagian dari biodiversitas tanah yang berperan penting dalam perbaikan sifat fisik, kimiawi, dan biologi tanah melalui proses ”imobilisasi” dan ”humifikasi” yang berukuran > 1 cm (Suin, 2012), yang termasuk dalam jenis makrofauna tanah adalah cacing tanah (klas Oligochaeta), dan makroarthropoda mencakup rayap (ordo Isopetera), semut (ordo Hymenoptera), moluska (ordo Gastropoda), milipida (ordo Diplopoda) dan Sentipida (ordo Chilopoda) (Handayanto & Hairiah, 2009).

3. Pertanian non organik atau anorganik merupakan cara pengolahan tanah dan budidaya tanaman untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan bahan – bahan kimia sintetik dan insektisida sintetik (Rahmawati, 2012). 4. Pertanian semi organik merupakan suatu bentuk tata cara pengolahan tanah

dan budidaya tanaman dengan memanfaatkan pupuk yang berasal dari bahan organik akan tetapi lahan yang digunakan sebelumnya menggunakan pupuk


(36)

12

kimia untuk meningkatkan kandungan hara yang dimiliki oleh tanah (Ramadhani, 2013).

5. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis (Depdiknas, 2008).


(1)

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Jenis makrofauna tanah apa saja yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu? 2. Bagaimanakah indeks nilai penting setiap jenis makrofauna tanah yang

ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

3. Bagaimanakah keanekaragaman makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

4. Bagaimanakah kemerataaan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

5. Bagaimanakah kelimpahan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di pertanian semi organik dan pertanian non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

6. Bagaimanakah Indeks kesamaan makrofauna tanah pada pertanian apel pertanian apel semi organik da pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

7. Bagaimanakah implementasi hasil penelitian tentang keanekaragaman komunitas makrofauna tanah di daerah pertanian apel semi organik pertanian


(2)

dan apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi SMA?

1.3Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Menganalisis makrofauna tanah apa saja yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

2. Menganalisis indeks nilai penting setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

3. Menganalisis keanekaragaman makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

4. Menganalisis kemerataaan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

5. Menganalisis kelimpahan setiap jenis makrofauna tanah yang ditemukan di pertanian semi organik dan pertanian non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu?

6. Menganalisis indeks kesamaan makrofauna tanah pada pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik dan Kecamatan Bumiaji Kota Batu.


(3)

7. Mengimplementasi hasil penelitian tentang keanekaragaman komunitas makrofauna tanah di daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi SMA.

1.4Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritik dan praktis, berikut penjabaran manfaat teoritik dan praktis.

1. Manfaat teoritik

Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi ilmiah bagi peneliti selanjutnya atau menjadi dasar acuan bagi penelitian berkenaan dengan makrofauna tanah di pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Hal ini sangat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan baik bagi kalangan akademisi maupun masyarakat umum.

2. Manfaat praktis a. Bagi Peneliti Lain

Penelitian ini akan semakin memperkaya wawasan peneliti terkait kehidupan makrofauna tanah di pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik. Peneliti juga ingin memperkuat pemahaman peneliti tentang metode-metode penelitian bidang ekologi khususnya fauna tanah dan penyusunan bahan ajar biologi SMA.

b. Bagi Petani

Penelitian ini diharapkan juga bisa membantu para petani dalam menentukan kualitas tanah. Karena tanah yang baik untuk dijadikan lahan


(4)

pertanian adalah tanah yang banyak mengandung unsur hara yang dapat dilihat dari keberadaan fauna tanah. Selain itu hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan masukan pada petani akan pentingya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

c. Bagi Instansi Pendidikan

Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan khususnya kepada tenaga pendidik/guru dan peserta didik tentang keanekaragaman makrofauna tanah yang ada di sekitar lingkungan sekitar dan penerapan ilmu biologi pada kehidupan sehari-hari terutama pada materi Keanekaragaman Hayati SMA kelas X.

1.5Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Keanekaragaman jenis yang diamati adalah semua jenis makrofauna tanah yang ada di dalam tanah maupun di permukaan tanah yang dihitung dengan Indeks Shannon-Wiener.

2. Daerah yang menjadi objek penelitian yaitu pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik yang berada di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. 3. Bahan ajar yang menjadi produk penelitian adalah bahan ajar cetak dalam

bentuk poster

4. Parameter ekologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan parameter kepadatan relatif dan frekuensi relatif.

5. Pengamatan dilakukan pada pagi hari jam 05.00 – 08.00 Wib di lahan pertanian semi organik dan pertanian apel non organik pada 20-23 April 2014


(5)

6. Faktor lingkungan abiotik yang diukur dalam penelitian ini adalah unsur fisika (suhu tanah dan kelembaban) sedangkan unsur kimia (pH tanah dan C-organik).

1.6 Definisi Istilah

1. Keanekaragaman atau diversitas adalah suatu variabilitas antara makhluk hidup dari semua sumber daya termasuk di daratan, ekosistem - ekosistem perairan, dan kompleks ekologis termasuk juga keanekaragaman dalam spesies diantara spesies dan ekosistem (Ummi, 2007).

2. Makrofauna tanah merupakan bagian dari biodiversitas tanah yang berperan penting dalam perbaikan sifat fisik, kimiawi, dan biologi tanah melalui proses ”imobilisasi” dan ”humifikasi” yang berukuran > 1 cm (Suin, 2012), yang termasuk dalam jenis makrofauna tanah adalah cacing tanah (klas Oligochaeta), dan makroarthropoda mencakup rayap (ordo Isopetera), semut (ordo Hymenoptera), moluska (ordo Gastropoda), milipida (ordo Diplopoda) dan Sentipida (ordo Chilopoda) (Handayanto & Hairiah, 2009).

3. Pertanian non organik atau anorganik merupakan cara pengolahan tanah dan budidaya tanaman untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan bahan – bahan kimia sintetik dan insektisida sintetik (Rahmawati, 2012). 4. Pertanian semi organik merupakan suatu bentuk tata cara pengolahan tanah

dan budidaya tanaman dengan memanfaatkan pupuk yang berasal dari bahan organik akan tetapi lahan yang digunakan sebelumnya menggunakan pupuk


(6)

kimia untuk meningkatkan kandungan hara yang dimiliki oleh tanah (Ramadhani, 2013).

5. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis (Depdiknas, 2008).