SURVEY PERJANJIAN LAMA SURVEY PERJANJIAN

SURVEY PERJANJIAN LAMA SESI 1 - Pendekatan Terhadap Perjanjian Lama PENDAHULUAN

Alkitab adalah Firman Tuhan. Kata "Alkitab" berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu "tabiblia" yang berarti "buku". Ini adalah expresi yang digunakan oleh orang kristen mula-mula sejak tahun 150 sesudah masehi. Alkitab terdiri dari 66 buku: 39 buku Perjanjian Lama dan 27 buku Perjanjian Baru. Jadi, Alkitab adalah kumpulan dari beberapa buku.

GARIS BESAR :

I. MENGAPA SEORANG KRISTEN HARUS MEMBACA PERJANJIAN LAMA?

A. Kita tidak dapat memahami Perjanjian Baru tanpa Perjanjian Lama (Matius 1:1)

1. Untuk mempelajari Daud, kita harus kembali melihat Perjanjian Lama (I dan II Samuel)

2. Untuk mempelajari Abraham kita harus kembali melihat kitab Kejadian

3. Matius 2:6 adalah kutipan dari Mikha 5:2

4. Matius 2:15 adalah kutipan dari Hosea 11:1

5. Matius 2:18 adalah kutipan dari Yeremia 31:15

6. Ketika Yesus digodai setan, tiga kali Ia berkata: "ada tertulis…"

a. Yesus menghargai Perjanjian Lama karena memiliki otoritas Firman Tuhan. Bagaimanakah seharusnya seorang Kristen menghargai Perjanjian Lama?

b. Rasul Paulus tetap berbicara mengenai "Hukum" dalam kitab Tawarikh. Hukum apa? Tulisan-tulisan Yahudi.

c. Kitab Ibrani menyatakan hubungan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

d. Kitab Wahyu di akhir Perjanjian Baru penuh dengan penggambaran kitab Daniel, Yehezkiel dan Yesaya.

B. Latar belakang pernyataan Perjanjian Lama.

1. Menurut penggambaran Kristiani, kitab ini diberikan oleh Allah kepada orang Israel, dan berhubungan dengan perjanjian antara Allah dan umat Israel melalui perantaraan Musa di gunung Sinai.

2. Kata "Covenant" berarti perjanjian khusus yang mengikat. Dan di dalam Perjanjian Lama, Allah mengikat diri-Nya sendiri dengan bangsa Israel.

C. Kutipan Perjanjian Lama di dalam Kitab Perjanjian Baru.

1. Perjanjian Baru mengandung kira-kira 295 referensi yang terpisah dari Perjanjian Lama.

2. Ada 224 kali penulisan seperti : "hal ini ditulis" atau "Allah bersabda".

3. Hal ini termasuk sekitar 278 ayat yang berbeda dari Perjanjian Lama.

4. Ada 56 kali Penulis Perjanjian Baru menyatakan Allah sebagai penulis kitab Perjanjian Lama.

5.Ada 41 peristiwa yang mengandung pernyataan dalam bentuk waktu kini (present tense) seperti : "Ia berkata" dan bukan dalam bentuk lampau "Ia telah/pernah berkata" !" Hal ini berarti bahwa Firman Allah itu tetap berlaku hingga saat ini.

Statistics from Roger Nicole, New Testament Use of the Old Testament in Revelation and the Bible, Grand Rapids. 1959,1980.Pp. 137-138)

II. MENGAPA ADA BANYAK SEJARAH DI DALAM PERJANJIAN LAMA?

A. Pentingnya sejarah.

1. Allah tidak menawarkan dirinya kepada kita sebagai objek pemikiran filsafat.

2. Ia datang untuk menolong kita. Ia menuntut respons kita.

3. Sejarah di dalam Perjanjian Lama adalah contoh bagaimana Allah telah menolong manusia.

Sejarah adalah penampakan karya Allah berupa tindakan-Nya, penyelamatan-Nya, Pengadilan-Nya dan campur tangan-Nya dalam kehidupan manusia dan nasib bangsa-bangsa.

4. Karl Barth berkata :"Tugas dari refleksi teologi dan berkhotbah tidak dimulai dengan ide abstrak, namun dengan realitas karya Allah" (Karl Barth, The Faith of the Church, Collins, 1958, P.31).

5. Orang-orang yang tidak memiliki sejarah sama seperti seorang manusia

yang sakit amnesia, seorang yang kehilangan ingatannya.

Isi kitab Perjanjian Baru terkandung di dalam Perjanjian Lama. Kitab perjanjian Lama digenapi di dalam perjanjian Baru. Apa yang terjadi pada kita saat ini merupakan hasil dari peristiwa yang terjadi di masa lampau. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan masa depan.

B. Perjanjian Baru mengandung beberapa jenis (genre) sastra.

1. Kitab-kitab tersebut antara lain : Sejarah, Puisi, Tulisan tentang hikmat, dan kisah para nabi.

2. Alkitab adalah buku yang merupakan kesatuan dari beberapa bentuk. Alkitab bukan sebuah buku yang berisi keseragaman.

Contoh : Sekuntum bunga dengan akar, batang, daun dan bunga adalah sebuah pohon dan bukan tiga buah pohon. Namun bunga hal ini

berbeda dan tidak seragam.

3. Alkitab menggunakan bahasa dengan cara-cara yang berbeda, oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam menafsirkannya. Contoh : Setiap kata harus ditafsirkan dalam konteks tertentu, yaitu menurut Pasal, buku, latar belakang sejarah, budaya, dan jenisnya (genre).

4. Kita harus memiliki dua pertanyaan, ketika kita membaca Perjanjian Lama.

a. Apa yang dikatakan kitab ini kepada pembacanya ?

b. Apakah kitab ini ditujukan kepada kita yang hidup saat ini ?

III. HAL-HAL TENTANG PENULIS PERJANJIAN LAMA.

Kita tentu tidak dapat membahas hal ini sedetail mungkin. Sebagai contoh :

A. Dalam kasus Nabi Amos. Sudah jelas bagi kita bahwa nabi Amos melayani selama pemerintahan raja Yerobeam II di Israel sekitar tahun 793-753 sebelum Kristus.

B. Bila kita membaca kitab Mazmur :

1. Kitab ini lebih sulit.

2. Beberapa pasal ditulis oleh raja Daud.

3. Beberapa pasal yang lain ditulis oleh Asaf, putra Korah.

4. Pada waktu tertentu, tulisan-tulisan Mazmur dikumpulkan dalam lima buku dan kemudian disatukan dan dikenal dengan kitab Mazmur.

5. Anda dapat mengamati proses yang sama dalam kitab Amsal.

C. Dalam Yosua 10:12,13, terdapat sebuah puisi pendek yang ditulis dalam kitab Jasher.

1. Saat ini kita tidak memiliki kitab tersebut.

2. Namun kitab tersebut diperkenalkan kepada bangsa Israel yang hidup di zaman Yosua.

3. Hal ini bukan berarti bahw kita telah kehilangan salah satu bagian dari Alkitab.

4. Namun, hal ini berarti bahwa Alkitab merupakan bagian dari kebudayaan dan kita seharusnya mengamati dan mendengarkan bagian- bagian sejarah yang berhubungan dengannya.

D. Didalam kitab Taurat, lima kitab pertama dalam Alkitab :

1. Terdapat banyak diskusi tentang waktu dan penulisan kitab tersebut.

2. Namun, sekali lagi, kita tidak dapat menggalinya lebih dalam.

E. Dalam pelajaran ini, kita tidak harus mampu meneliti setiap kitab dalam Perjanjian Lama.

Perjanjian Lama diumpamakan seperti sebuah istana yang memiliki banyak ruangan. Kita tidak dapat menjelajahi kamar-kamar tersebut sekarang. Namun, kita dapat masuk dalam bangunan istana tersebut.

IV. SUSUNAN KITAB PERJANJIAN LAMA.

A. Perjanjian Lama dewasa ini : disusun berdasarkan nama dan nomor kitab, seperti yang terdapat di dalam Latin Vulgate :

1. Kitab Taurat atau Pentateuch berarti "lima gulungan"

a. Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan.

b. Setiap judul kitab melukiskan tema kitab tersebut.

2. Kitab-kitab sejarah : Yosua, Hakim-hakim, Ruth, I dan II Samuel, I dan II Raja-raja, I dan

II Tawarikh, Ezra, Nehemia dan Ester.

3. Kitab nabi-nabi besar : 3. Kitab nabi-nabi besar :

b. Pengertian nabi besar disini mengarah kepada ukuran. Dan bukan berdasarkan siapa yang lebih utama/penting.

c. Kitab Ratapan termasuk dalam kitab nabi besar karena tema kitab ini. sangat berhubungan dengan kitab Yeremia.

4. Kitab nabi-nabi kecil : Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakaria dan Maleakhi.

5. Dibagian pertengahan kitab ini, terdapat Kitab-kitab puisi.

a. Kitab-kitab tersebut berasal dari periode sejarah yang berbeda-beda.

b. Kitab-kitab tersebut berada setelah kitab sejarah dan sebelum kitab para nabi.

c. Mazmur, Amsal, tulisan-tulisan tentang hikmat, Ayub dan Kidung Agung.

d. Kita memiliki kitab puisi histori dan nubuatan.

B. Penyusunan Ibrani dalam Perjanjian Lama.

1. Kitab Taurat (Pentateuch). Lima kitab Musa.

2. Kitab para nabi :

a. Nabi-nabi awal : Yosua, Hakim-hakim, Samuel dan Raja-raja.

b. Nabi-nabi akhir : Yesaya, Yeremia, Yeheskiel, Dan 12 kitab para nabi.

c. Tulisan-tulisan : Mazmur, Amsal, Ayub, lima gulungan (Kidung Agung, Ruth,Ratapan, Pengkhotbah, Ester) Daniel, Ezra-Nehemia, Tawarikh.

Penyusunan ini digunakan oleh Yesus. Dalam sesi berikutnya kita akan mengamati bagian Kitab Perjanjian Lama yang digunakan oleh Yesus.

DISKUSI KELOMPOK :

1. Apakah kitab Perjanjian Lama memiliki otoritas yang sama dengan Perjanjian Baru ?

2. Diskusikan alasannya dan berikan jawaban Anda.

3. Mengapa para penulis Perjanjian Baru mengutip Perjanjian Lama dalam bentuk waktu kini (prensent tense) dan bukan bentuk lampau (past tense) ?

4. Diskusikanlah tentang pentingnya sejarah dalam hubungannya dengan hubungan Allah dan manusia, kota dan negara di dalam Alkitab.

BAHAN PELAJARAN PRIBADI :

Hafalkan susunan kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab berbahasa Inggris dan cobalah untuk mengulangi setiap susunan dalam kitab tersebut.

SURVEI PERJANJIAN LAMA SESI 2 - Susunan Kitab dan Penciptaan PENDAHULUAN

Pada sesi terdahulu, kita telah membahas tentang susunan kitab Perjanjian Lama. Pada zaman Yesus, bangsa Yahudi memiliki semua kitab tersebut; Namun, mereka menempatkannya dalam susunan yang berbeda.

Marilah kita melihat ayat di dalam Perjanjian Baru yang menjadi referensi kitab-kitab dalam Perjanjian Lama.

Lukas 24:27. Lukas 22:44.

Orang Yahudi pada zaman Yesus memiliki kitab yang sekarang kita kenal sebagai kitab Perjanjian Lama. Kitab Perjanjian Lama adalah Alkitab orang Yahudi. Namun, ketika mereka menyusun kitab-kitab tersebut menurut susunan mereka, mereka menempatkannya dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, disebut HUKUM yaitu kitab Pentateuch - Kejadian hingga Ulangan. Kitab ini dikenal sebagai Kitab Taurat.

Kelompok Kedua, disebut PARA NABI. Mereka membaginya dalam dua bagian :

Kitab nabi-nabi awal dan kitab nabi-nabi akhir. Kitab-kitab tersebut adalah Yosua hingga Raja-raja, Yesaya hingga Maleakhi dengan pengecualian pada kitab Daniel.

Kelompok ketiga disebut TULISAN yaitu dari kitab Ayub hingga kitab Amsal, lima gulungan, Kidung Agung, Ruth, Ratapan, Pengkhotbah dan Ester. Kemudian diikuti oleh Daniel, Ezra-Nehemia, dan Tawarikh.

Kitab Perjanjian Baru memiliki kutipan dari tiga kelompok kitab Perjanjian Lama. 94 kutipan dari kitab Taurat, 99 dari kitab para Nabi dan 85 dari kitab tulisan.

Lukas 11:51 "Dari keturunan Abel sampai keturunan Zakaria" Kematian Abel - Kejadian 4:8 - Buku pertama dalam kumpulan kitab Ibrani Kematian Zakaria - II Tawarikh 24:20 - Buku terakhir dalam kumpulan kitab Ibrani.

Jadi, Yesus mengakui keseluruhan kitab Perjanjian Lama sebagai Firman Allah. Mengapa hal ini begitu penting ?

Kita tidak perlu menyusun kembali tulisan-tulisan yang ada di dalam Alkitab untuk mengikuti cara penyusunan orang Yahudi. Namun, hal yang penting adalah :

Yesus Kristus tidak hanya menerima sebagian dari Perjanjian Baru, namun keseluruhannya, sebagai Firman Allah.

GARIS BESAR :

I. TRANSMISI TEKS.

Apakah kita yakin bahwa Alkitab yang ditulis dalam terjemahan bahasa Inggris atau terjemahan bahasa lain tetap adalah Firman Allah ?

Ya, karena kita masih dapat mengacu pada Alkitab terjemahan Bahasa Ibrani atau Yunani.

A. Para penulis menuliskan teks yang sangat panjang untuk tetap menjaga tulisan-tulisan Ibrani.

Mereka sangat yakin bahwa tulisan-tulisan itu adalah Firman Allah dan tidak ada satu katapun yang harus diubah. Sebagai contoh, mereka menghitung jumlah huruf yang ada di setiap kitab, mereka mengambil huruf tengah dari kitab Pentateuch dan huruf tengah dari keseluruhan Alkitab berbahasa Ibrani. (F.F. Bruce, The Books and the Parchments, London, 1984, 1991. P. 108.

Dapatkah Anda membayangkan melalui penelitian keseluruhan Taurat dan menghitung jumlah huruf, kemudian menyalin kembali dan menghitung kembali semua huruf tersebut mungkin dapat membuat Anda kehilangan satu huruf saja ? (Kata tengah terdapat di dalam Imamat 10:16; huruf tengah vav terdapat di dalam Imamat 11:42).

Kethib-Qere Bila seorang penulis dihadapkan dengan sebuah komponen bacaan, maka ia menempatkannya di dalam badan teks tersebut (kethib) dan mengopi varian tersebut pada margin (Qere).

Seberapa jauh mereka berhasil mengerjakannya ?

B. Gulungan kitab laut mati.

Ketika gulungan kitab laut mati ditemukan di tahun 1947, kitab ini merupakan kitab yang paling tua yang berumur ribuan tahun. Lebih tua daripada kitab - Ketika gulungan kitab laut mati ditemukan di tahun 1947, kitab ini merupakan kitab yang paling tua yang berumur ribuan tahun. Lebih tua daripada kitab -

Ada 190 gulungan kitab yang ditemukan di dalam sebelas gua. Gulungan kitab tersebut adalah 20 gulungan kitab kejadian, 14 gulungan kitab Keluaran,

17 gulungan kitab Ulangan, 34 gulungan kitab Mazmur, sekitar 20 sampai 24 gulungan kitab Yesaya. Jumlah ini mencakup beberapa tulisan Paleo Ibrani :

3 gulungan Kejadian, 1 gulungan Keluar dan 2 gulungan Ulangan.

Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Perjanjian Lama tidak dapat diubah- ubah, termasuk juga Perjanjian Baru.

C. Terjemahan.

1. Literal atau dynamic equivalence

2. VERSIONS, Explain LXX, Samaritan Pentateuch, Aramaic Targums, Syriac Peshitta. Septuagint LXX diterjemahkan dari tulisan (manuscript) yang sudah punah. Kita memiliki semua bukti penemuan ini dan dapat menelitinya.

II. PENCIPTAAN DAN KEJATUHAN.

A. Penciptaan.

1. Allah adalah Pencipta. Alam semesta diciptakan menurut pikiran Allah.

Allah bukanlah sebuah kosmik yang ada di alam semesta, Ia bukanlah sebuah tenaga kosmik. Ia tidak tergantung pada alam semesta serta segala sesuatu yang ada di dalamnya.

Alam semesta adalah hasil dari rencana dan pemikiran Allah dan diciptakan dengan kekuatan Kuasa-Nya.

Santo Basil : "Lebih mudah untuk mengukur isi seluruh samudera di dalam sebuah cangkir kecil daripada memahami keagungan dan kebesaran Allah dalam pikiran manusia."

Allah tidak mencoba untuk meletakkan seluruh samudera di dalam sebuah cangkir; Ia meletakkan cangkir tersebut di dalam samudera.

2. Kejadian 1. "bara" (menciptakan) di dalam ayat 1,21,27. Manusia diciptakan dalam imajinasi Allah. Manusia memiliki akal budi, naluri, kemampuan yang supernatural, kesadaran moral. Manusia dikenal sebagai arsitek, perencana, artis, puitik, musisi, "pencipta", pemikir, dan filsuf.

DISKUSI KELOMPOk :

Apakah kita meyakini bahwa terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris juga merupakan Firman Allah, sama seperti Orang Yahudi dan Yesus Kristus yang meyakininya ? Diskusikanlah pertanyaan ini dan berikanlah bukti-buktinya.

BAHAN PELAJARAN PRIBADI.

Buatlah daftar tiga bagian dalam Perjanjian Lama yang dikutip oleh Yesus di dalam perjanjian Baru.

1. Hukum : KUTIPAN :

2. Para Nabi : KUTIPAN

3. Tulisan-tulisan : KUTIPAN :

SURVEY PERJANJIAN LAMA SESI 3 - Imajinasi/Citra Allah dan Kejatuhan PENDAHULUAN

Pada sesi terdahulu, kita telah sampai pada pembahasan tentang bagaimana Allah menciptakan manusia menurut citra-Nya. Laki-laki adalah manusia dan bukan hanya sebagai manusia berjenis kelamin laki-laki yang berbeda dari perempuan. Hal ini berarti bahwa Allah melihat manusia sebagai sesuatu yang memiliki roh.

GARIS BESAR PELAJARAN :

I. MANUSIA DALAM IMAJINASI ALLAH.

• Apakah yang membedakan manusia dari hewan ?

A. Manusia memiliki akal budi, sedangkan hewan tidak.

1. Manusia sadar dan mengenal diri dan lingkungannya.

2. Manusia adalah seorang arsitek, perencana, seniman, penulis puisi, "pencipta" pemikir, dan filsuf.

3. Manusia menyadari kelemahan dan keterbatasannya.

4. Manusia juga menyadari akan keberadaan Allah dan kemahakuasaan- Nya.

B. Manusia memiliki Kesadaran Moral.

1. Manusia mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.

C. Didalam diri manusia terdapat potensi kemampuan Supranatural.

1. Kemampuan tersebut dimiliki untuk mengalami kehadiran Allah.

D. Manusia tidak diciptakan sebagai ciptaan yang jahat.

1. Allah membentuk manusia menjadi mahluk yang memiliki kemampuan untuk meresponi Dia.

2. Manusia memiliki kemampuan untuk berkata Ya dan Tidak. Kemampuan ini merupakan hal yang istimewa yang dimiliki manusia.

II. KEJATUHAN MANUSIA.

A. Setan memberikan pertanyaan yang bertentangan dengan Allah di dalam diri manusia.

"Bukankah Allah berkata ?” "Kamu tidak akan benar-benar mati"

B. Ketaatan melibatkan kehendak bebas.

"Apa yang kau inginkan ?" "Seorang anak ataukah sebuah robot?"

C. Konsep identitas.

Bagaimanakah kita melukiskan tentang identitas ? Ada dua cara untuk melakukannya :

1. Dalam konsep barat disebut Individualisme.

2. Di belahan dunia yang lain dikenal dengan Solidaritas.

3. Identitas kita dengan Adam; Identitas kita dengan Kristus: Roma 5:19. Baca juga Roma 5:12, 15, 17-19; 6:3-5, 10, 23.

a. Ketika kita menerima Kristus sebagai Raja kita, kita diidentifikasi dengan Dia dan menjadi bagian dari masyarakat- Nya.

b. Bagaimanapun juga, hal ini tidak dapat mengesampingkan

tanggung jawab moral (Yehezkiel 18:20).

c. Namun, yang dimaksudkan dalam hal ini adalah pilihan. Apakah sebuah individu memilih untuk dikenal atau diidentikan dengan bangsa yang memberontak atau dengan bangsa yang patuh pada kehendak Allah.

D. Dosa yang berkembang.

Pada generasi berikutnya, dosa semakin bertambah

1. Kain membunuh Habel adiknya.

a. Bila hubungan vertikal dengan Allah rusak, maka hubungan kita dengan manusia (secara horisontal) juga akan rusak.

b. Pertanyaan pertama di dalam Alkitab: Kejadian 3:9 bandingkan dengan Kejadian 4:9.

2. Hukuman air bah (Kejadian 6-9).

a. Mereka yang taat kepada Allah akan diselamatkan.

b. Mereka yang tidak taat kepada Allah akan dihakimi oleh-Nya.

DISKUSI KELOMPOK :

Diskusikan dalam kelompok Anda :

1. Kapasitas/kemampuan yang menunjukkan bahwa manusia mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahluk lainnya.

2. Implikasi kejatuhan manusia di dalam dosa yang kemudian mempengaruhi identitas manusia itu sendiri.

3. Implikasi dari tugas Kristus dan hubungannya dengan identitas kita sebagai manusia.

BAHAN PELAJARAN PRIBADI :

Pelajarilah Kejadian 3 dan simpulkanlah hubungan manusia dengan setan dan pengaruhnya terhadap hubungan antara Allah dan manusia.

1. Pertanyaan setan (ayat 1).

2. Kontradiksi/perbedaan yang dibuat oleh setan (ayat 4-5).

3. Pilihan manusia (ayat 6-8).

4. Pertanyaan Allah (ayat 9,11).

5. Reaksi manusia (ayat 10,12,13).

6. Akibat yang diterima manusia (Roma 5:19).

7. Remedy (Roma 5:19).

SURVEY PERJANJIAN LAMA SESI 4 - Babel dan Abraham Konsep Perjanjian PENDAHULUAN

Dalam sesi ini, kita akan meneliti Kejadian pasal 11 dan sebelumnya. Sesi terdahulu menitikberatkan pada hubungan manusia dengan Tuhan. Terkadang manusia memiliki hubungan yang baik dan ketaatan kepada Allah. Sekelompok manusia lain memiliki ketidaktaatan dan hubungan yang kurang baik dengan Tuhannya. Dosa terbesar yang dimiliki manusia adalah memutuskan manakah yang benar dan yang tidak benar. Manusia selalu bertanya : "Mengapa Allah yang memutuskan untuk dirinya ?"

Di dalam Kejadian 11 terdapat contoh tentang hal ini, yaitu cerita tentang Menara Babel.

GARIS BESAR PELAJARAN :

I. MENARA BABEL.

Keseluruhan cerita ini adalah permainan kata dalam bahasa Ibrani.

A. Terdapat kata "Bael". "Bab" berarti pintu gerbang "el" berarti Allah. Jadi kata Babel berarti "Pintu gerbang Allah".

B. Terdapat kata "Balal" - yang berarti "kebingungan" (Kejadian 11:4).

Disini, mereka memusatkan pikiran mereka kepada diri mereka sendiri dan kepada apa yang ingin mereka bangun. - Sebuah nama untuk diri mereka sendiri.

Pada zaman kerajaan Mesopotamia kuno, terdapat menara -menara yang dibangun untuk Pemujaan - seperti astrologi yang berhubungan dengan ramalan akan masa depan dan bagaimana mengendalikannya.

Yang terutama, mereka berusaha untuk melakukan sesuatu untuk menjadi sama seperti Allah.

Akibatnya, Allah menghukum mereka dengan cara membingungkan mereka - ayat 9.

Sekali lagi kita melihat sebuah keadaan yang menunjukkan ketidaktaatan manusia kepada Allah dan akibat yang mereka terima, yaitu tidak adanya pengertian satu sama lain diantara mereka.

II. KISAH ABRAHAM.

A. Latar Belakang.

1. Abraham berasal dari suatu daerah yang tidak jauh dari Babel, tempat menara itu dibangun.

2. Tempat itu saat ini dikenal dengan Irak.

3. Perjalanannya dapat dibaca di pasal 11 : 31.

B. Situasi dan Masyarakat di zaman Abraham.

1. Pertengahan jaman perak (tahun 2000 - 1800 sebelum masehi). Bacalah Yousa 24:2.

2. Kejadian 12 -Panggilan dari Ur. Nannar/Sin. "Nannar" atau "Sin" adalah dewa bulan yang disembah sebagai dewa yang menguasai semua wilayah.

3. Kejadian 15:6 - Kepercayaan Abraham. Ia (Abraham) percaya kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Iman Abraham diumpamakan seperti sebuah perjalanan. Langkah demi langkah.

4. Praktek pengangkatan dan alasannya. (kejadian 15:1-3) Tablet dari Nuzi di Mesopotamia, pertengahan abad kedua sebelum masehi.

" Dokumen Pengangkatan atau prasasti Nahwi, putra Arshenni: Nashwi mengadopsi Wullu, putra dari Puhi-shenni. Selama Nashwi masih hidup, Wulklu harus menyediakan baginya makanan dan pakaian. Bila Nashwi mangkat, Wullu akan menjadi ahli warisnya."

C. PERJANJIAN DENGAN ABRAHAM.

1. Kejadian 15:18; perjanjian dengan Tuhan

2. Kata perjanjian (covenant) berasal dari kata Ibrani yaitu "berith". "Berith" adalah perjanjian yang mengikat dua pihak.

3. Baca Yeremia 34:18.

4. Perjanjian kesetiaan Hititie. Izebel. Roma dan Albania. Hanibal.

5. Formula perjanjian ini : "Jika aku melanggar janjiku, maka Tuhan akan melakukan hal ini atau itu untukku. (Yeremia 34:18)

D. Aplikasi.

Di dalam perjanjian baru, Abraham dijuluki sebagai bapa orang yang beriman kepada Kristus. Allah telah datang di dalam hidup kita. Allah mengikat diri-Nya dengan kita. Ia telah melakukannya didalam perjanjian baru. Yesus sendiri telah mengakui kita. Bila kita dilahirkan kembali, kita akan menerima diri-Nya. Hal ini merupakan ikatan perjanjian yang paling kuat. Perjanjian ini harus dipahami agar kita dapat memahami isi perjanjian lama.

DISKUSI KELOMPOK :

1. Pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari kisah Menara Babel dan hukuman Allah yang menimpa hubungan kita dengan Allah dan sesama ?

2. Bagaimanakah konsep perjanjian dapat diterapkan di dalam iman kristen ?

3. Bagaimanakah Anda dapat menerapkan perjalanan iman Abraham di dalam kehidupan Anda saat ini ?

BAHAN PELAJARAN PRIBADI :

Pelajarilah tentang kehidupan Abraham dengan mempelajari Kejadian 12 - 18 dan 21 -

22. Kemudian pelajari Ibrani 11 : 8 - 19.

Bandingkanlah ayat - ayat dalam perjanjian baru dengan ayat - ayat di Perjanjian Lama, dan ambilah pelajaran tentang nilai yang kekal dari iman.

SURVEY PERJANJIAN LAMA SESI 5 - Abraham, Israel, Yusuf, Musa PENDAHULUAN

Ada dua hal penting dalam kehidupan Abraham. Pertama, Abraham percaya kepada Allah karena iman. Ini adalah hubungannya dengan Allah. Kedua, Allah membuat perjanjian dengan Abraham dan memberikan janji-janji kepadanya. Hal ini merupakan bagian dari hubungan Allah dengan Abraham. Allah memberikan dua janji kepada Abraham. Pertama, Ia menjanjikan seorang anak laki-laki kepadanya. Kedua, Ia berjanji bahwa keturunan Abraham akan menjadi banyak dan mewarisi bumi.

Abraham percaya kepada Allah. Namun, tahun demi tahun, ia masih belum memperoleh seorang anak. Di dalam Kejadian 16, Sarah, istri Abraham mengusulkan sesuatu kepadanya. Kehidupan Abraham adalah sebuah perjuangan antara hubungannya dengan Allah dan latar belakang budayanya.

GARIS BESAR :

Kejadian 16 – HAGAR.

I. PENTINGNYA JANJI PERNIKAHAN.

A. Prasasti dari Nuzi.

"Jika Kelim-ninu (istrinya) melahirkan seorang anak, Shennima tidak boleh mengambil wanita lain untuk dijadikan istri; namun, jika Kelim-ninu tidak melahirkan seorang anak, ia (Kelim-ninu) harus membeli seorang wanita dari tanah Lullu untuk dijadikan istri oleh Shennima.

B. Perjanjian pernikahan dari zaman kerajaan Assiria kuno.

Surat perjanjian nikah dari Assiria kuno pada abad ke 19 sebelum masehi menjelaskan bagaimana Laqipum mengawini Hatala, putri Enishru. Jika dalam dua tahun sang putri tidak mempunyai anak, putri tersebut harus membeli seorang budak wanita untuk melahirkan anak.

Di dalam Kejadian 16, usulan tersebut tidak berasal dari Abraham atau Allah, namun berasal dari Sarah.

C. Tanda Hammurabi (1750 sebelum masehi) Alinea 146.

Jika seorang laki-laki mengawani seorang perempuan dan perempuan tersebut memberikan budak perempuannya untuk suaminya, dan budak tersebut melahirkan seorang anak, dan jika dikemudian hari budak perempuan tersebut menuntut persamaan kedudukan dengan majikan perempuannya, maka majikan perempuannya tidak boleh menjualnya, melainkan memberikan sebuah tanda kepadanya dan memperlakukannya secara istimewa diantara budak-budak perempuan lainnya.

II. PENGORBANAN ISHAK - Kejadian 22.

Di dalam kebudayaan di zaman Abraham, orang sering memberikan korban manusia kepada para dewa.

A. Abraham bergumul antara iman dan kebudayaan. Terkadang Allah memakai kebudayaan yang dimiliki Abraham sebagai sarana untuk berkomunikasi dengannya. DI sisi lain, kebudayaan tersebut bertentangan dengan kehendak Allah. Allah memperbolehkan Abraham untuk melakukan hal tersebut namun sebatas mendirikan mezbah bagi-Nya dan setelah itu Allah menghentikannya. Allah membuat Abraham menyadari dua hal yang penting.

1. Allah tidak membutuhkan Korban Manusia. Allah tidak seperti dewa-dewa lainnya.

2. Allah ingin agar Abraham mengutamakan diri-Nya. Bahkan lebih dari anaknya sendiri.

Hal yang terpenting bagi kita adalah mengasihi Allah lebih dari segalanya.

B. Ishak dan Yakub.

Ishak mempunyai seorang anak bernama Israel. Di dalam Perjanjian Lama, kata Israel sebenarnya mengacu pada hal-hal yang berbeda dalam waktu yang berbeda pula.

1. Israel adalah nama seorang laki-laki

2. Israel adalah nama sekelompok suku yang berasal dari Yakub. Suku ini menggunakan nama Israel sebagai nama perjanjian. Jadi, hal ini berarti ada hubungan yang mengikat di antara suku-suku tersebut.

3. Pada akhirnya, Israel adalah nama sebuah kerajaan (Kerajaan bagian utara).

III. YUSUF, MUSA, SEMAK BELUKAR YANG MENYALA-NYALA, "AKU".

A. Yusuf - pelindung keluarga.

B. Musa - pembebas bangsa.

C. Belukar yang terbakar. (Keluaran 3)

Semak belukar yang menyala-nyala adalah penampakan diri Allah. Pernyataan yang bukan tidak berbentuk kata-kata, melainkan berwujud kuasa.

Pemandangan seperti itu bukan sesuatu yang istimewa. Hanya semak duri kering yang terbakar dibawah teriknya sinar matahari. Semak itu akan terbakar habis dan tidak meninggalkan apa-apa kecuali bekas hitam akibat terbakarnya semak itu. Yang menarik perhatian Musa adalah : Api tersebut menyala namun tidak menghanguskan semak itu.

Api itu terus membakar. Dan sesuatu yang ajaib terjadi. Musa takjub melihat fenomena ini. Sesuatu yang ajaib.

Tidak ada hal yang aneh tentang semak belukar, tidak ada hal yang supranatural. Sebuah api yang tidak membutuhkan minyak, yang muncul dengan sendirinya.

Obyek pelajaran ini adalah, suatu penglihatan.

Allah berbicara kepada Musa dalam fenomena ini sebagai "AKU". "AKU" yang dimaksudkan disini adalah suatu pernyataan diri dan tidak bergantung pada sesuatu hal. Ia adalah pribadi yang kekal dan menyebabkan hadirnya segala sesuatu. Seluruh alam semesta bergantung kepada-Nya.

Ini adalah wahyu yang istimewa bagi Musa.

Serangkaian hukuman yang akan ditimpakan kepada dewa-dewa orang Mesir.

Untuk memerintahkan Firaun agar membiarkan umat Israel pergi. Untuk menunjukkan kepada bangsa Israel betapa besarnya Allah mereka. Tulah terakhir, - pembunuhan anak-anak sulung dan Paskah. Domba paskah merupakan simbol Yesus Kristus.

IV. KELUARAN, PERJANJIAN, PERJANJIAN SUZERAIN, HUKUM, IBADAH RITUAL.

A. Keluaran - Pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir.

1. Mereka melalui laut.

2. Mereka datang ke gunung Sinai dan di sana Allah membuat perjanjian dengan mereka. Hal ini merupakan pusat dari Perjanjian Lama.

B. Perjanjian Suzerain - Perjanjian antara seorang Raja yang kuat dengan raja- raja dibawahnya.

Penggalian di Huttusas, ibu kota kuno Hittities, Kerajaan, dokumen perjanjian, - perjanjian suzerain.

Perjanjian Suzerain, lihat persamaannya di Keluaran 19, 20 dan 24.

Nama dan judul :

Historikal prolog - keuntungan bagi loyalitas. Prinsip dasar - Hanya ada satu Suzerain. Tuntutan - lakukan dan jangan lakukan sesuatu dalam situasi tertentu. Kutuk dan berkat

Lihat hubungannya dengan Keluaran 20, 19, 24; Ulangan.

1 prinsip dasar dan 9 perintah.

"Tidak ada Allah lain selain Aku", setelah itu diikuti oleh 9 perintah lainnya

Prasasti (Loh batu) sebagai tanda perjanjian Tabernakel.

Mengapa disebut sebagai perjanjian ?

1. Israel dinyatakan sebagai sebuah bangsa untuk pertama kalinya, sebuah organisasi politik.

2. Allah memerintah atas Israel. Raja atas seluruh bumi.

C. Kode-kode spesifik.

Kode-kode hukum zaman kuno

Perjanjian suzerain bukan satu-satunya perjanjian yang mirip dengan perjanjian Allah dan Israel. Ada beberapa perjanjian yang lain yang juga memiliki persamaan dengan perjanjian lama. Antara lain kode-kode dari kerajaan - kerajaan di zaman kuno di wilayah Timur Dekat.

Kode Hammurabbi, Raja Babilonia (sekitar tahun 1750 sebelum masehi) Kode Bilalama, Raja Eshnunna, (sekitar tahun 1885 sebelum masehi)

Undang-undang Lipit-Shatar, Raja Isin (sekitar tahun 1875 sebelum masehi)

Satu perbedaan yang tercatat di sini adalah hukum-hukum yang ada pada zaman kuno diberlakukan kepada setiap orang menurut tingkat sosialnya. Hukum perjanjian lama berlaku untuk semua manusia.

D. Apakah hukum yang terdapat di dalam Perjanjian Lama dapat diaplikasikan kepada setiap orang kristen ?

Beberapa orang mencoba untuk memisahkan sepuluh perintah Allah dari hukum atau peraturan yang lain di perjanjian lama. Tidaklah demikian.

Keluaran 21:16 melarang penculikan. Hal ini tidak terdapat di dalam sepuluh perintah Allah, namun hal ini merupakan suatu kejahatan dewasa ini. Bagaiamanakah kita memutuskan ? Hukum Taurat di perjanjian Lama> Budaya> Prinsip dasar> Budaya>Hukum.

Keluaran 22:1,8.

Roma 13:8-10. Kasih adalah penggenapan dari Hukum Taurat. Allah di dalam perjanjian Lama sama seperti Allah di dalam Perjanjian

Baru.

DISKUSI KELOMPOK :

1. Pelajarilah kembali pergumulan Abraham antara hubungannya dengan Allah dan kebudayaan yang berlaku di zamannya dan diskusikanlah konflik yang terjadi antara kebudayaan Anda dan hukum Allah.

2. Bagaimanakah reaksi orang Kristen yang hidup dalam kebudayaan Anda jika mereka menghadapi hal yang demikian ?

3. Bagaimanakah hukum dalam Perjanjian Lama diterapkan di dalam kehidupan orang Kristen ? Diskusikanlah dan kutiplah beberapa hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama yang disinggung di dalam Perjanjian Baru.

BAHAN PELAJARAN PRIBADI :

.1. Pelajarilah hukum/perjanjian di zaman kuno serta kode-kode hukum yang ada di dalam pelajaran ini dan bandingkanlah dengan ayat -ayat berikut : Keluaran 19,20, dan 24. Ulangan 28. Gunakanlah bentuk perjanjian Suzerain sebagai perbandingan ayat-ayat di atas dan tuliskanlah pada selembar kertas.

2. Pelajaran penting apakah yang dapat Anda ambil dari perjanjian tersebut ?

SURVEY PERJANJIAN LAMA SESI 6 – Tabernakel PENDAHULUAN

Pada sesi terdahulu, kita telah sampai pada perjanjian yang Allah buat dengan bangsa Israel di gunung sinai. Kita telah melihat bahwa perjanjian tersebut merupakan bentuk dari sebuah perjanjian internasional. Allah berkedudukan sebagai Raja Agung - seluruh dunia dan bangsa Israel membuat perjanjian dengan Dia. Kita juga telah melihat bahwa Perjanjian Lama memuat hukum-hukum dan aturan-aturan. Tidak hanya sepuluh hukum Allah, namun masih banyak peraturan yang dibuat untuk mengatur kehidupan manusia di mata Allah.

Ada sisi yang lain dari perjanjian tersebut. Hal itu berhubungan dengan tata ibadah ritual. Mereka memilih salah satu suku mereka yaitu suku Lewi untuk menjadi Imam. Allah memberikan mereka aturan-aturan dan cara-cara untuk menyembah Dia. Bangsa Israel membangun sebuah kemah yang besar dan indah sebagai tempat beribadah kepada Allah.

GARIS BESAR :

I. TABERNAKEL.

Ada tiga alasan penting dibangunnya tabernakel dan diadakannya ibadah ritual.

A. Tabernakel berfungsi untuk menyatukan seluruh umat Israel.

Tabernakel terletak di tengah-tengah perkemahan Israel. Tabernakel melambangkan prjanjian dengan Allah karena didalamnya

tersimpan TABUT PERJANJIAN. Didalam tabut perjanjian terdapat Loh Batu yang bertuliskan sepuluh hukum Allah.

B. Tabernakel mengingatkan bangsa Israel kepada pesan-pesan spiritual.

1. Bangsa Israel harus mempelajari kesucian.

2. Yang Maha Suci harus dihormati.

a. Ingat kisah Musa dan semak belukar yang menyala-nyala.

b. Keluaran 3:5 "Tempat dimana engkau berdiri adalah tempat suci".

c. Hal yang paling penting yang dibutuhkan setiap orang Kristen saat ini adalah visi tentang kesucian Allah. Kesucian Allah adalah sesuatu yang dinamis sifatnya.

3. Apakah Kekudusan itu ? Biasanya orang mengenal kekudusan sebagai kebenaran, kesucian moral. Tetapi bagaimanakah peristiwa di gunung sinai dapat disebut sebagai kesucian moral ? Apakah yang dimaksudkan dengan tempat suci ? Pada zaman kuno, orang-orang sering meminyaki diri mereka dengan minyak urapan yang berbau harum, sama seperti kita menggunakan after shave atau parfum. Di dalam Keluaran 30:22-33 Allah memerintahkan Musa untuk menyampaikan cara mempersiapkan minyak urapan bagi para imam dan hal-hal lain di dalam Tabernakel. Bacalah Keluaran 30:31,32. Suci berarti sesuatu yang khusus dan terpisah. Di dalam Tabernakel, semua perkakas adalah suci adanya. Bukan karena terbuat dari emas, bukan karena benda-benda tersebut memiliki nilai moral tertentu, namun karena benda-benda tersebut dipergunakan di dalam pelayanan/ibadah kepada Allah. Peralatan di dalam Tabernakel tidak sekedar digunakan untuk memasak santapan, namun benar-benar dipergunakan untuk Allah, untuk menyembah dan menghormati Allah. Bangsa Israel tidak menyembah benda-benda yang diasosiasikan dengan Yahweh. Namun, apa yang dijamah oleh Allah adalah sesuatu yang dikhususkan dan harus dihormati dan dihargai. George Carey berkata : "Didalam Alkitab, suci diartikan sebagai sesuatu yang dinamis, dan bukan statis. Suci mengimplikasikan pengkhususan bagi pelayanan kepada Allah. Orang-orang suci adalah orang-orang yang dikhususkan untuk melayani Allah. Hal-hal yang suci adalah sesuatu yang dikhususkan untuk pelayanan kepada-Nya. Mereka benar-benar dipersiapkan untuk tujuan-tujuan yang khusus dan istimewa… Kesucian gereja dan misi yang diembannya melambangkan kehadiran Yesus di tengah-tengah dunia." George Carey, A Tale of Two Churches, IVF, 1985, pp. 138, 39. Apakah yang dimaksudkan dengan kesucian Allah ? Kesucian Allah mengandung keseluruhan atribut-Nya. Hal ini diumpamakan seperti sebuah permata yang dipotong menjadi beberapa bagian. Setiap bagian melambangkan keistimewaan dan keagungan Allah. Kekuasaan-Nya, kemurnian-Nya, Kekuatan yang luar biasa, Kecantikan dan keindahan yang tiada tara, Pengetahuan-Nya yang tidak terbatas, kehadiran-Nya, hikmat dan kebijaksanaan-Nya yang sangat dalam, keadilan-Nya yang tidak dapat dimanipulasikan, kasih-Nya yang tidak terbatas, anugerah-Nya yang sangat besar.

Ketika Allah memanggil kita untuk disucikan, Ia hanya meminta kepada kita untuk menyatakan karakteristik-Nya di tengah-tengah dunia, untuk merefleksikan sifat-sifat-Nya didalam jiwa dan perilaku kita.

4. Dosa dapat diperbaharui.

a. Hukum taurat memberitahukan hukuman atas dosa. Namun dosa dapat disucikan. (Baca Roma 3:20)

b. Pengorbanan untuk pengampunan dosa. Hewan sebagai korban pengganti diri manusia.

c. Yohanes Pembabtis - sebagai persiapan bagi kedatangan Yesus

C. Tabernakel sebagai simbol Kristus.

1. Tipologi - Kitab Ibrani.

2. Ibrani 10:1.

3. Yesaya 53, I Petrus 1:19, Wahyu 5:6a, 9-12.

4. Ibrani 9:14.

5. Saat ini, manusia telah siap untuk memasuki tanah perjanjian.

II. PERINTAH ALLAH KEPADA YOSUA.

A. Perintah Allah di dalam Yosua 1:1-4.

B. Janji Allah di dalam Yosua 1:5-8. Bila seorang pemimpin dan pengikutnya taat kepada hukum Allah, mereka akan diberkati.

C. Menyeberangi sungai Yordan (Yosua 3:15).

DISKUSI KELOMPOK :

1. Bagaimanakah Allah mengajarkan umat-Nya tentang kesucian melalui Tabernakel ? Dan pelajaran apakah yang dapat diambil oleh umat Kristen darinya ?

2. Bagaimanakah Allah mempersiapkan umat Israel sebelum mereka diperbolehkan untuk masuk ke tanah perjanjian ? Prinsip dasar apakah yang dapat kita pelajari dari peristiwa ini, ketika kita akan menuntut janji Allah kepada kita ?

BAHAN PELAJARAN PRIBADI :

Pelajarilah kitab Galatia dan jelaskan hubungan antara Hukum Taurat dan Injil.

Hukum Taurat : Injil

SURVEY PERJANJIAN LAMA SESI 7 - Yosua dan Hakim – hakim PENDAHULUAN

Kita akan melanjutkan pelajaran yang lalu. Kita akan melihat tanah Perjanjian.

GARIS BESAR PELAJARAN :

I. PETA GEOGRAFIS TIMUR TENGAH.

A. Kanaan - Kota Benteng.

Peta letak geografis tanah Kanaan.

B. Kota negara.

Peta topografis tanah Kanaan.

C. Iklim.

Tergantung pada udara. Baal sebagai dewa mereka. Berkat dan kutuk dari perjanjian dengan Allah.

D. Kepercayaan orang Kanaan.

Orang Kanaan dihukum oleh Allah. Gaya hidup orang Kanaan dijelaskan di dalam kitab Imamat dan diperjelas dengan penemuan arkeologi.

Orang Kanaan percaya kepada dewa kesuburan. Mereka percaya kepada okultisme, roh-roh, sihir, ramalan, pelacuran pria dan wanita, hubungan manusia dengan hewan. Kepercayaan orang Kanaan meliputi penyembahan berhala dan mereka mengorbankan anak-anak mereka kepada setan dengan cara membakar mereka dengan api. Dosa insest dan homo seksual mereka lakukan. Allah sendiri menyatakan akan menghukum negeri ini. (Bacalah Imamat 18:25)

II. PENDUDUKAN TANAH KANAAN.

A. Rahab dari Yerikho.

Cerita tentang Rahab terdapat di dalam Yosua 2:1-21; 6:25.

Rahab adalah seorang perempuan yang menerima berkat dari Tuhan. Ia adalah seorang perempuan Kanaan dan seorang sundal. Namun, nyawanya diselamatkan dan ia diterima menjadi seorang warga Israel. Menurut Matius 1:5, Rahab menikahi Salmon, pemimpin suku Yehuda; putranya bernama Boas yang menikahi Rut, dan buyutnya adalah Daud, raja Israel. Ia termasuk di dalam daftar leluhur Kristus.

Mengapa seorang kafir seperti Rahab dipersiapkan untuk mengorbankan hidupnya demi keselamatan bangsa Israel ?

1. Kepercayaan Rahab kepada Allah.

Rahab telah membuat pengakuan yang jelas tentang Allah :

Bacalah ayat 9. Ayat 10. Ayat 11.

2. Penglihatan Rahab. Rahab adalah seorang yang memiliki Penglihatan yang luar biasa. Ia mengetahui masa lalu (Yosua 2:10). Ia mengetahui peristiwa Bangsa Israel ketika menyeberangi laut merah Allah yang telah mengalahkan bangsa Mesir telah mengubah hidup Rahab. Janji Allah ditepati. Tembok Yerikho roboh dan Kanaan diduduki.

Peristiwa ini bukanlah kisah peperangan antara Israel dan Kanaan, dimana Rahab ditentukan untuk menunjukkan kesetiaannya kepada Kanaan dan menyerahkan orang Israel ke tangan raja Yerikho. "Allah tuhanmu adalah Allah penguasa langit dan bumi". Kuasa Allah memerintah dan berkuasa atas bangsa Israel dan Kanaan. Allah Yehovah, AKU- adalah nama yang digunakan oleh Rahab. Rahab mengetahui bahwa Kanaan akan jatuh ke tangan Israel. Ia dapat melihat akibatnya. Oleh karena itu, Rahab telah mengambil keputusan dan ia berani untuk menerima resiko dari keputusannya itu.

Bacalah Ibrani 11:3.

B. 2:18 tali merah, Darah korban Paskah. (Keluaran 12:22, 23)

Rahab diumpamakan seperti gereja bangsa non Yahudi. Yesus adalah seorang Yahudi. Yohanes pembabtis menyebut-Nya sebagai "Domba Allah". Ia disalibkan di Yerusalem selama masa raya Paskah. Gereja mula-mula adalah gereja Yahudi yang diselamatkan oleh darah Kristus. Yesus berjanji, jika para murid-Nya pergi dan memberitakan Injil di negeri yang lain, maka tanda mujizat akan menyertai Injil yang mereka beritakan. Para murid melakukannya dan hasilnya banyak orang bertobat dan meninggalkan kepercayaan mereka. Mereka meninggalkan hidup lamanya dan menyerahkan dirinya kepada Allah. Mereka tidak melihat kematian Yesus di kayu salib, namun mereka mengimani Yesus dan mereka diselamatkan.

Di dalam kitab Keluaran, domba paskah disembelih di perkemahan orang Israel di dataran Gosyen. Melalui ketaatan bangsa Israel dan iman mereka di dalam darah domba itu, Bangsa Israel diselamatkan dari kematian. Ketika mereka keluar dari Mesir, mereka mengalami banyak tanda dan mujizat. Bahkan orang Kanaan, Rahab, orang kafir yang tidak bermoral taat dan takluk kepada Allah orang Israel. Rahab tidak melihat kematian anak domba paskah dan pembebasan dari tanah mesir, namun, ia mengimani Allah orang Israel. Ia menaruh tali merah sebagai tanda iman dan kepercayaannya. Ia diselamatkan dari maut dan menjadi bagian dari keluarga bangsa Israel.

C. Pelajaran apakah yang dapat diambil dari hal ini ?

1. Pertama, kenyataan bahwa Rahab adalah seorang sundal dan kafir tidak menghentikannya untuk datang kepada Allah dan menerima berkat-Nya. Rahab tinggal di dalam kota yang dihukum oleh Allah, namun ia dan seisi rumahnya diselamatkan. Jangan biarkan lingkungan Anda, kepercayaan tradisi Anda atau tekanan - tekanan dari orang-orang di sekitar Anda menjadi penghalang bagi untuk datang kepada Allah.

2. Kedua, di dalam kehidupan Rahab terdapat hubungan langsung antara pengetahuan dan iman, iman dan komitmen, komitmen dan tindakan. Anda mengenal kebenaran dan kuasa Allah. Anda mengenal kematian dan

kehidupan yang kekal. Anda mengetahui tentang kebutuhan yang paling utama yaitu menerima Kristus SAAT INI walaupun hal itu akan menimbulkan kesulitan bagi Anda.

3. Kita juga dapat melihat Rahab memiliki pengetahuan yang kokoh tentang kekuasaan Allah. Manusia bukanlah pusat dari alam semesta namun,

Allahlah yang menguasainya. Kota Yerikho dihancurkan. Kuasa dan maksud Allah tetap berlaku.

Rahab berkata : "Allah Tuhanmu, Dialah Allah langit dan bumi."

III. HAKIM-HAKIM.

Kitab Hakim-hakim dimulai dengan kalimat : "Setelah Yosua wafat". (Hakim-hakim 1:1) Apakah hakim-hakim itu ? Shophetim - pemimpin, penghantar, hakim

A. Lingkaran penghakiman.

Pelanggaran, ketidaktaatan, penyembahan berhala. Hukuman, penyerangan dan pendudukan oleh musuh. Allah memilih seorang hakim. Penghantaran, saat-saat penuh damai dan berkat. Hakim-hakim 17:6 dan 21:25. (pasal terakhir dalam kitab Hakim-hakim) "Pada masa itu tidak ada raja di Israel; setiap orang melakukan yang jahat di mata Tuhan".

Gideon, Simson.

B. Siapakah hakim-hakim itu ? "Shopetim" pemimpin, penghantar, Hakim- hakim.

IV. RUT DARI MOAB.

Kisah tentang Rut merupakan kisah yang sederhana, indah dan sangat berpengaruh. Bacalah kitab ini.

Untuk memahami kepribadian Rut, maka ada tiga hal yang penting yang perlu diperhatikan, yaitu : identitas, kesetiaan, dan iman.

A. Identitas.

Kita telah membicarakan tentang identitas. Di dalam Alkitab, identitas terbentuk oleh lingkungan.

Baca Rut 1:16,17.

Langkah untuk mengubah identitas Rut lebih sulit dibandingkan dengan Rahab. Rahab menghadapi krisis. Ia menyadari bahwa kota tempat tinggalnya telah jatuh, ia tidak dapat lagi melihat masa depannya. Rut memiliki kesempatan yang lebih baik untuk kembali di Moab dan tinggal di antara bangsanya, daripada harus kembali ke Yehuda. Di Yehuda, ia mungkin akan ditolak dan diabaikan.

Rut memiliki apa yang disebut sebagai kesetiaan (loyalitas).

B. Loyalitas.

Baca Rut 3:10.

1. "HESED" berarti loyalitas, kesetiaan, kasih, kebaikan, anugerah dan janji setia.

2. Konsep yang penting yang berlaku di zaman Israel kuno adalah keberlangsungan keluarga, rasa kebersamaan dan solidaritas.  Sebutan untuk Allah. Maha Kuasa, Maha Besar. Hal ini terlihat di dalam diri Allah.

Mazmur 136 di dalam setiap ayat tertulis : "karena kebaikan-Nya (HESED) tetap ada selama-lamanya". Kebaikan Allah terlihat di dalam :

Semua ciptaan dan hasil karya Allah. (ayat 1-9) Setiap perbuatan ajaib dan pengaruh-Nya di dalam sejarah manusia. (ayat 10-15) Setiap rencana-Nya untuk manusia. (ayat 11-22) Semua kebaikan-Nya, keselamatan yang Ia berikan, rencana-Nya, dan kuasa-Nya. (ayat 23-32)

Baca Mazmur 107:1,8,15,21,31,43.

Kesetiaan Allah.

Kepada mereka yang tertekan, yang membutuhkan perlindungan, yang lapar. (ayat 1-9)

Kepada mereka yang jatuh ke dalam kesulitan karena dosa-dosa mereka. (ayat 10-19) Kepada mereka yang mengalami gangguan emosional karena dosa-dosa mereka. (ayat 23-32) Di dalam naik turunnya kehidupan. (ayat 33-43)

3. Allah menginginkan karakter-karakter yang baik dalam diri kita.

Rut dan hubungannya dengan Naomi. Rut 1:16, 7; 3:10 (2:12, 20; 4:17).

Boas. Melalui perkawinan Rut dan Boas, muncullah Daud. Pada saat peristiwa Rut terjadi, saat itu juga merupakan masa penderitaan bagi bangsa Israel. Bangsa Filistin datang dan menduduki Israel.

V. PENDUDUKAN BANGSA FILISTIN.

A. Siapakah mereka ?

Mereka termasuk dalam ras Indo-Eropa. Mereka adalah orang-orang yang pandai besi. Mereka dipersiapkan untuk menduduki wilayah kerajaan Israel.

B. Penyertaan Allah.

1. Hakim-hakim. Simson

Samuel

2. Raja-raja  Hal ini akan dibicarakan pada sesi berikutnya.

DISKUSI KELOMPOK :

1. Pelajaran apakah yang anda peroleh dari iman Rahab? Aplikasikanlah kehidupan kekristenan pada keadaan masyarakat dalam kebudayaan anda.

2. Diskusi kanlah tentang anugerah Allah yang tidak terduga. Bagaimana mungkin Allah dapat menerima dan memakai bangsa-bangsa Pagan, penyembahan berhala dan pelacuran sebagai bagian dari rencanaNya? Aplikasikan jawaban anda dalam kehidupan Rahab dan Ruth.

BAHAN PELAJARAN PRIBADI :

1. Pelajarilah kitab Hakim-hakim dan siapkanlah sebuah bagan tentang : Susunan kitab Hakim-hakim Buatlah daftar pada bagan tersebut tentang : Pelanggaran Pendudukan oleh musuh (nama musuh) Pertobatan Pengampunan dari Allah (Nama hakim yang diutus Allah di setiap peristiwa)

2. Tuliskanlah pelajaran yang dapat anda peroleh dari setiap peristiwa di dalam kitab Hakim-hakim

SURVEY PERJANJIAN LAMA SESI 8 - Raja-raja, Daud, Mazmur dan Puisi Ibrani PENDAHULUAN

Kita telah mengamati beberapa pokok pikiran didalam Perjanjian Lama, yaitu : Perjanjian, Kesetiaan, Identitas dan Iman. Kita telah mengamati pula kehidupan Rut, dan semuanya itu berhubungan satu dengan yang lain. Hal yang sama terjadi pula di dalam kehidupan Rahab. Dalam hal ini, kita telah cukup banyak mempelajari tentang kehidupan pemimpin-pemimpin bangsa Israel.

GARIS BESAR.

I. DARI PEMERINTAHAN SUKU KE PEMERINTAHAN MONARKI.

Sistem suku bangsa Israel.

A. Penyerangan Filistin.

B. Samuel, Saul, David.

1. Samuel adalah Hakim terakhir dan nabi yang pertama.

2. Raja Saul memulai pemerintahannya dengan baik, namun kemudian ia menjadi sombong.

a. Baca I Samuel 9:21.

b. I Samuel 15:12.

c. "Ketika Samuel …."

d. I Samuel 15:22 - 23 ditolak sebagai raja.

e. Akhirnya ditinggalkan oleh Samuel, Daud, dan oleh Allah.

f. Saul akhirnya meminta petunjuk dari tukang sihir.

3. Daud, tujuh tahun berada di Hebron dan ditangkap di Yerusalem. Daud memperoleh keberhasilan yang luar biasa, berkat yang besar,

kegagalan yang besar dan pengampunan yang besar. Mazmur 21. Daud memahami prinsip - prinsip yang ada di dalam Perjanjian Lama.

II. MAZMUR, PUISI IBRANI.

Jika kita mendengar nama Raja Daud, maka kita akan sering memikirkan kitab Mazmur, karena Daud adalah seorang penulis mazmur, penulis puisi, musisi dan seorang penyanyi. Ada banyak lagu yang diambil dari puisi-puisi dalam kitab Mazmur. Puisi Yahudi ditemukan di beberapa bagian di dalam Kitab Suci; dikutib di dalam kitab-kitab sejarah, para nabi dan di dalam kitab kebijaksanaan. Demikian pula halnya dengan kitab Ayub dan kitab Ratapan.

Ada beberapa jenis lagu seperti, lagu pujian, lagu untuk perayaan hari-hari suci, doa minta pertolongan, nubuat tentang Kristus, ungkapan kesedihan.

Ada tiga karakteristik yang harus diperhatikan di dalam puisi Ibrani :

1. Paralelisme - konsep yang diparalelkan.

2. Gaya bahasa figuratif.

3. Ekspresi perasaan.

A. Paralelisme.

1. Paralelisme menyampaikan kebenaran lewat pengulangan-pengulangan.

a. Baca Mazmur 19.

b. Mazmur 19:1; Disebut sebagai paralel sinonim.

c. Ayat 2.

d. Ayat 7.

e. Ayat 8.

f. Bacalah juga Mazmur 14.

2. Paralelisme sintetik menyampaikan arti yang sama, namun

menambahkan pikiran baru. Hal ini adalah suatu pengembangan.

a. Baca Amos 1:7 "Dan Aku akan menurunkan Api di tembok Gaza dan akan menghabiskan istananya".

b. Ungkapan "menghabiskan" hanya merupakan pengembangan dari kalimat sebelumnya "Aku akan mengirimkan api." Hal ini menjelaskan akibat dari api yang dikirimkan.

c. Terkadang Anda akan menemukan beberapa paralelisme yang pada akhirnya mengarah pada satu garis dengan konsep yang lebih lengkap dan jelas.

d. Bacalah Mazmur 2:1-6.

B. Gaya Bahasa Figuratif.

Marilah kita kembali pada Mazmur 2. Maclah Mazmur 2:3,4. Mazmur 23:1-4.

1. Bila Anda membaca puisi dalam Perjanjian Lama, ingatlah bahwa puisi-puisis tersebut menggunakan gaya bahasa tertentu, tidak hanya dengan bahasa biasa. Tangan Allah dan mata Allah, adalah gaya bahasa figuratif. Yesus berkata : "Allah adalah Roh". Mazmur 139:7-10 Allah hadir setiap saat.

6. Mazmur 102:25-27.

C. Ekspresi emosional.

Karakteristik lain yang ada di dalam puisi Ibrani adalah kemampuannya untuk mengungkapkan ekpresi emosional. Penulis memiliki kekuatan untuk mengungkapkan perasaannya, seperti rasa bahagia, putus asa, memohon keadilan. Anda harus menyadari hal ini, ketika Anda membaca kitab Mazmur. Penulis mengungkapkan bahwa Anda akan benar-benar mengalami perasaan - perasaan tersebut, jika Anda berada di dalam situasi yang telah disebutkan di atas.

Beberapa kitab Mazmur adalah kitab nubuat. (Mazmur 22) Daud lebih dikenal sebagai seorang yang bernubuat daripada seorang

penulis puisi.

III. PEMERINTAHAN SALOMO DAN KEBIJAKSANAANNYA.

Daud adalah seorang prajurit perang, namun Salomo adalah seorang yang penuh dengan kebijaksanaan.

A. Kebijaksanaan Salomo.

1. Kebijaksanaannya dalam pengadilan. (I Raja-raja 3:28)

2. Kebijaksanaannya dalam politik. (I Raja-raja 5:12) (a) keberadaannya diantara bangsanya untuk mengatur keadilan. (b) keberadaannya dalam hubungan dengan kerajaan/bangsa lain.

3. Bait Suci dan Istana. Kemasyuran, kesejahteraan, pernikahan, pelanggaran. Menciptakan pemerintahan aristokrat. (dipengaruhi oleh wanita ?) Dihukum oleh Allah (I Raja-raja 11) - Kerajaan terbagi.

B. Tulisan-tulisan hikmat.

Baca Amsal 26:17, 20:20, 11:1. Jadi, kita memiliki kitab puisi dan kitab kebijaksanaan.

DISKUSI KELOMPOK :

1. Diskusikanlah perasaan Saul ketika ditinggalkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Lanjutkan membaca

Dokumen yang terkait

AKIBAT HUKUM PERJANJIAN JAMINAN FIDUSIA YANG DILAKUKAN OLEH LEMBAGA LEASING BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA

3 56 18

PENGARUH LAMA PENUTUPAN PINTU PERLINTASAN KERETA API TERHADAP TUNDAAN DAN PANJANG ANTRIAN KENDARAAN (Studi Kasus Pada Perlintasan Kereta Api di JPL No.69 Jl. WR. Supratman, Kel. Klojen, Kec. Blimbing, Kota Malang)

21 117 19

ANALISIS TERHADAP PEMBATALAN PERJANJIAN BANGUN GUNA SERAH (BUILD OPERATE AND TRANSFER) OLEH PEMERINTAH DAERAH SERTA AKIBAT HUKUM BAGI INVESTOR YANG MENGALIHKAN HAK PENGELOLAAN KEPADA INVESTOR LAIN

2 62 161

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PELAKSANAAN PERJANJIAN PENGAMBILAN KREDIT UANG TANPA JAMINAN KHUSUS BAGI ANGGOTA DI KOPERASI PEGAWAI NEGERI REPUBLIK INDONESIA WANA LESTARI JEMBER

0 14 17

HUBUNGAN ANTARA LAMA WAKTU KERJA TERHADAP KOMPLIKASI PEMBENGKAKAN DAN TRISMUS PASCA ODONTEKTOMI GIGI MOLAR KETIGA RAHANG BAWAH DI RSGM UNIVERSITAS JEMBER

0 27 17

KEABSAHAN PERJANJIAN KAWIN YANG DIBUAT OLEH MEREKA YANG BELUM DEWASA

0 24 15

KEKUATAN PEMBUKTIAN PERJANJIAN ADAT TERHADAP WANPRESTASI DALAM HAK NUMPANG KARANG (PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 110

1 41 17

DESKRIPSI PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT USAHA RAKYAT KEPADA USAHA MIKRO KECIL dan MENENGAH (Studi Pada Bank Rakyat Indonesia Unit Way Halim)

10 93 46

PENGARUH LAMA PEMANASAN, PENDINGINAN SECARA CEPAT DAN TEMPERING TERHADAP SIFAT TANGGUH BAJA PEGAS DAUN AISI NO. 9260

10 101 48

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP FERTILITAS, SUSUT TETAS, DAYA TETAS, DAN BOBOT TETAS TELUR AYAM ARAB

7 81 51

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

56 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 385 23