ANALISIS PRINSIP EKONOMI ISLAM DALAM KERJA SAMA PENGAIRAN SAWAH DI DESA KEDUNG BONDO KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO.

ANALISIS PRINSIP EKONOMI ISLAM DALAM KERJA
SAMA PENGAIRAN SAWAH DI DESA KEDUNG BONDO
KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO

SKRIPSI

Oleh :
SA’ADATINA KHUZAIMAH
NIM : C94212146

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
PRODI EKONOMI SYARIAH
SURABAYA

2016

ABSTRAK

Skripsi yang berjudul “Analisis Prinsip Ekonomi Islam dalam Kerja Sama Pengairan
Sawah di Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro”. Penelitian ini
memuat praktek kerjasama pengairan sawah di Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen
Kabupaten Bojonegoro. Dan kerja sama pengairan sawah yang dilaksanakan di Desa Kedung
Bondo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro dalam perspektif prinsip ekonomi Islam.
Penelitian ini adalah metodologi deskriptif analitis dengan pola pikir deduktif yaitu
jenis penelitian lapangan (field rescarch), yang mana penelitian ini dalam bentuk lapangan
yaitu dengan terjun langsung ke lapangan untuk menggali kerjasama pengairan sawah di
Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Pengumpulan data dilakukan
dengan cara wawancara dengan kepala Desa, pihak pengelola irigasi dan petani. Untuk
mendapatkan data dokumentasi peneliti menggunakan arsip-arsip yang ada pada masyarakat
tani maupun pengelola irigasi. Observasi yang dilakukan oleh peneliti mengamatipraktek
pelaksanaan kerjasama pengairan sawah dari pelaksanaan sampai pengambilan hasil panen.
Hasil penelitian ini merupakan praktik kerja sama antara petani dan piihak pengelola
irigasi pengairan sawah yang dilaksanakan di Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen
Kabupaten Bojonegoro Apabila dilihat dari rukun musya>rakah, yaitu sig}hat ija>b dan
qabu>l, kedua orang yang berakad dan objek akad. Akan tetapi akad yang seharusnya
disepakati diawal yaitu tentang pembagian keuntungan 1/6 tidak terjadi sebagaimana
mestinya. Terjadi kerugian pada bagian pihak pengelola irigasi yakni hasil yang diterima
tidak mencapai 1/6. Pembagian keuntungan dalam kerjasama pengairan sawah di Desa
Kedung Bondo berupa padi yang ditanam oleh petani. Dalam prakteknya pembagian
keuntungan pengairan, dalam hal ini berupa padi merugikan pihak pengelola irigasi dimana
padi yang telah dibagi dan diukur sesuai dengan porsi masing-masing ternyata melenceng
dari apa yang diharapkan. Fenomena yang terjadi pada masyarakat Desa Kedung Bondo
Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro masih belum sesuai dengan prinsip ekonomi Islam,
yakni maslahah dan manfaat, keadilan berekonomi, kerja dan produktivitas, kebebasan dan
tanggung jawab dan nubuwwah.
Diharapkan kepada pihak-pihak yang melakukan kerja sama pengairan tersebut
berusaha belajar dan memahami realita yang ada di lapangan agar tidak terjadi kesalahan
dalam mengambil bagian terhadap porsi milik sendiri karena selama ini, masyarakat setempat
masih menganggap pengambilan bagian dalam kerja sama ini merupakan kebiasaan yang
sulit untuk dihilangkan.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

DAFTAR ISI
COVER DALAM ......................................................................................... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................................. ii
PERNYATAAN KEASLIAN ..................................................................... iii
PENGESAHAN .......................................................................................... iv
MOTTO ....................................................................................................... v
ABSTRAK ................................................................................................... vi
HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... vii
KATA PENGANTAR ............................................................................... viii
DAFTAR ISI................................................................................................. x
DAFTAR TABEL ..................................................................................... xii
DAFTAR TRANLITERASI ................................................................... xiii
BAB I
PENDAHULUAN...................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ....................................................... 1
B. Identifikasi masalah dan batasan masalah ........................... 7
C. Rumusan Masalah ................................................................. 8
D. Kajian pustaka ...................................................................... 8
E. Tujuan Penelitian ................................................................ 11
F. Kegunaan Hasil Penelitian .................................................. 12
G. Definisi operasional ............................................................ 13
H. Metode penelitian ............................................................... 13
I. Sistematika pembahasan .................................................... 21
BAB II
MUSHA>RAKAH DAN PRINSIP EKONOMI ISLAM ...... 23
A. Musha>rakah...................................................................... 23
1. Pengertian Musha>rakah ............................................. 23
2. Dasar Hukum Musha>rakah ........................................ 24
3. Rukun dan Syarat Mushar>akah .................................. 26
4. Jenis-jenis Musha>rakah .............................................. 29
5. Berakhirnya Musha>rakah .......................................... 29
B. Prinsip Ekonomi Islam ........................................................ 33
1. Tauhid ........................................................................... 33
2. Maslahah dan Manfaat .................................................. 34
3. Keadilan berekonomi .................................................... 36
4. Persaudaraan ................................................................ 37
5. Kerja dan Produktivitas................................................. 37
6. Kepemilikan .................................................................. 38
7. Kebebasan .................................................................... 39
8. Nubuwwah ................................................................... 40
9. An-Tarad}in Minkum .................................................... 42
10. Ta’awun ........................................................................ 42
BAB III KERJASAMA PENGAIRAN SAWAH DI DESA KEDUNG BONDO
KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO ..... .... 44

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ................................... 45
1. Keadaan Sosial Ekonomi .............................................. 45
2. Keadaan Sosial Pendidikan ........................................... 46
3. Keadaan Sosial Keagamaan .......................................... 48
B. Praktek Kerjasama Pengairan di Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen
Kabupaten Bojonegoro ....................................................... 49
1. Latar Belakang .............................................................. 49
2. Pelaksanaan Kerjasama Pengairan Sawah .................... 50
BAB IV ANALISIS PRINSIP EKONOMI ISLAM DALAM KERJASAMA
PENGAIRAN SAWAH DI DESA KEDUNG BONDO KECAMATAN
BALEN KABUPATEN BOJONEGORO ............................. 56
A. Analisis praktek kerjasama pengairan sawah di Desa Kedung Bondo
Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro ......................... 56
B. Analisis Prinsip Ekonomi Islam dalam Kerjasama Pengairan Sawah di Desa
Kedung Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro 61
BAB V
PENUTUP ................................................................................ 76
A. Kesimpulan ........................................................................ 76
B. Saran .................................................................................. 77
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Islam merupakan agama yang lengkap, dimana peristiwa di masa lampau,
bahkan sebelum adanya kehidupan, kejadian masa kini, dan kejadian pada
masa yang akan datang, semua tercatat dalam Islam yang terkandung dalam
kitab suci al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW. Oleh karenanya manusia
perlu memahami dan mengamalkan isi al-Qur’an dan hadis, karena semua
amalan, kewajiban, maupun larangan sudah sangat jelas diatur didalamnya.
Dalam agama Islam juga mengatur tentang aspek kehidupan manusia,
baik akidah, akhlak, maupun muamalah. Salah satu ajaran yang sangat penting
adalah bidang muamalah (ekonomi Islam). Kitab-kitab fiqh Islam tentang fiqh
muamalah (ekonomi Islam) sangat banyak dan berlimpah, jumlahnya lebih
dari ribuan judul buku. Para ulama tidak pernah mengabaikan kajian
muamalah dalam kitab-kitab fiqh mereka, dan dalam pengajian-pengajian
keIslaman mereka.
Indonesia merupakan negara agraris yang kaya sumber daya alam dan
mempunyai ketersediaan lahan yang luas untuk menunjang kegiatan
pertanian. Sektor pertanian1 merupakan sektor penting dalam upaya
pemenuhan

1

kebutuhan

bahan

pangan

penduduk

Indonesia.

Adanya

Dumairy, Perekonomian Indonesia (Jakarta:Erlangga, 1996), 106.

1

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

2

pembangunan pertanian berarti telah memberikan sumbangan yang besar
dalam pembangunan nasional, baik langsung maupun tidak langsung. Selain
itu pembangunan pertanian akan mendukung upaya dalam pemenuhan
kebutuhan pangan yang ditunjang oleh adanya peranan industri pengolahan
pangan sehingga akan dapat menyediakan kebutuhan pangan baik dalam
bentuk makanan maupun minuman.
Indonesia memiliki peran yang penting terhadap pertanian. Hal ini
dibuktikan dengan mayoritas mata pencaharian masyarakat Indonesia petani
dan masih luasnya lahan pertanian di Indonesia. Peranan petani tidak dapat
dilepaskan dalam kehidupan masyarakat. Mengapa demikian karena petani
menjadi pemasok setiap kebutuhan pangan dari setiap anggota keluarga dalam
pemenuhan kebutuhan pokoknya sehari-hari. Tanpa adanya petani manusia
tentu tidak dapat memenuhi kebutuhannya bahkan harus mengimpor barangbarang pangan dari luar.2
Maka sektor pertanian menjadi salah satu sektor terpenting dalam struktur
perekonomian Indonesia. Sayangnya, sektor pertanian di Indonesia masih
mengalami banyak permasalahan terutama dalam meningkatkan jumlah
produksi pangan. Penyebab produktivitas ini adalah karena beberapa waduk
dan saluran irigasi yang perlu diperbaiki, hutan-hutan tropis yang semakin
berkurang, serta siklus cuaca yang tidak menentu karena efek pemanasan

2

Ibid., 112.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

3

global yang pada akhirnya berpengaruh terhadap semakin berkurangnya
pasokan air yang dialirkan dari pegunungan ke lahan pertanian.
Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kecenderungan besar dalam
memenuhi bisnis dengan pihak lain. Berbagai pilihan model-model bisnis
mendorong manusia untuk memilih yang terbaik baginya, lebih mudah
prosesnya dan tidak mengandung resiko tinggi. Kecenderungan tersebut lebih
dianut oleh golongan masyarakat kelas menengah kebawah dan mereka adalah
yang tidak setiap saat memiliki modal besar untuk memenuhi kebutuhankebutuhannya. Sering sekali manusia melakukan suatu perjanjian dalam
melakukan suatu perjanjian dalam melakukan kegiatannya sehari hari.
Apabila dua orang atau pihak saling berjanji untuk melakukan atau
memberikan sesuatu berarti masing-masing orang atau pihak itu mengikat diri
kepada yang lain untuk melakukan atau memberikan sesuatu yang mereka
perjanjikan3.
Secara teori pengertian musharakah (shirkah) menurut bahasa berarti alikhtila>t} yang artinya campur atau percampuran. Apabila menurut pendapat
beberapa ulama’ dapat difahami yang dimaksud dengan shirkah adalah kerja
sama antara dua orang atau lebih dalam berusaha, yang mana keuntungan dan
kerugian nya ditanggung bersama.4

3
4

Syamsul Anwar, Hukum Perjanjian Syariah (Jakarta : PT.Grafindo Persada, 2010), 43.
Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada, 2002), 125.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

4

Banyak petani beranggapan pengairan pengairan sawah di Dusun Besuki
Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro tidak sesuai
dengan apa yang seharusnya dilakukan banyak terjadi ketidakadilan dan
ketimpangan, hal ini diperkuat dengan adanya fakta menurut Ismail Nawawi,5
prinsip adil merupakan pilar penting dalam ekonomi Islam. Penegakan
keadilan telah ditekankan oleh Al-Qur’an sebagai misi utama para nabi yang
diutus Allah SWT. Firman Allah dalam Surat Al-Hadīd. 57:25

ِ ِ
ِ
ِ
‫س باِلْ ِق ْس ِط َواَنْ َزلْ اَ احَ ِديْ َد‬
َ َ‫َول َق ْد أ َْر َس ْلَا ُر ُسلَ اَ با الْبَ يِ ت َوآَنْ َزلْ اَ َم َع ُه ْم الكتا‬
ُ ‫ب وامْيزا َن ليَ ُق ْوَم الَا‬
ِ ِ ‫`فِي ِ بأْس شدي ٌد و م ِفع لل‬
‫ بِا لْ َْي ِ ِ َن اه َ ِو ٌ َ ِزيٌْز‬,ُ ُ‫ َوَر ُسل‬, ‫ص ُر‬
ْ
ُ َْ‫اس َو ليَ ْعلَ َم اه َم ْن ي‬
ُ َ َ َ

Artinya :”Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan
membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan
bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia
dapat melaksanakan keadilan. Dan kami ciptakan besi yang
padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi
manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya
Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan Rasulrasulnya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah
maha kuat lagi maha perkasa.” (QS. Al-Hadid: 25)6
Penegakan keadilan ini termasuk keadilan ekonomi dan penghapusan

kesenjangan pendapatan. Allah yang menurunkan Islam sebagai sistem
kehidupan bagi seluruh umat manusia, menekankan pentingnya adanya
keadilan dalam setiap sektor baik ekonomi politik maupun sosial. Tujuan
keadilan sosio ekonomi dan pemerataan pendapatan/kesejahteraan, dianggap
sebagai bagian tak terpisahkan dari filsafat moral Islam. Fenomena

5
6

Nawawi Ismail, Filsafat Ekonomi Islam (Jakarta:CV.Dwiputra Pustaka Jaya, 2012), 76.
Mushaf Al-Azhar, (Bandung: Hilal Cibiru, 2010), 541.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

5

ketidakadilan ini terlihat sangat jelas terjadi di Indonesia. Akibatnya yang
kaya semakin kaya dan miskin semakin miskin, ketidakadilan pun semakin
melebar.7
Akhir-akhir ini, masyarakat Dusun Besuki Desa Kedung Bondo
Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro mengalami kemajuan dalam
pengairan sawah, yang semula hanya mengandalkan air tadah hujan, sekarang
sudah tersedia air irigasi untuk memenuhi kebutuhan air dalam bercocok
tanam khususnya tanaman padi. Jika sawah yang hanya mengandalkan air
tadah hujan dalam setahun hanya bisa panen sebanyak dua kali sedangkan
sawah yang diairi air irigasi dalam setahun bisa mencapai empat kali panen.
Berawal dari hal tersebut muncul suatu kerja sama atas pengairan sawah yang
dikenal dengan arealan piyak enem.
Arealan piyak enem merupakan istilah kerja sama yang terjadi antara
pihak masyarakat petani dengan pihak pengelola pengairan/irigasi sawah
untuk melakukan kerja sama.8 Dalam praktek arealan piyak enem yang terjadi
di masyarakat Dusun Besuki Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen
Kabupaten Bojonegoro masih menggunakan cara-cara tradisional, masyarakat
masih menggunakan suatu model kepercayaan, saling mempercayai terhadap
terjadinya arealan piyak enem tersebut. Hal ini terbukti dalam praktek arealan

7
8

Nawawi Ismail, Filsafat Ekonomi Islam … 78.
Naam, wawancara, Bojonegoro, 8 Mei 2016

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

6

piyak enem masih belum ada tanda atau bukti bahwa diantara kedua belah
pihak telah terjadi suatu kesepakatan.
Setelah arealan piyak enem disepakati secara lisan oleh masyarakat, maka
muncul sebuah hak dan kewajiban antara kedua belah pihak. Masyarakat
petani mempunyai hak untuk mendapatkan air dari pengelola irigasi dan
berkewajiban memberikan hasil panen yang telah disepakati kepada pengelola
irigasi. Sedangkan pengelola irigasi mempunyai hak untuk memperoleh hasil
panen masyarakat petani sesuai dengan kesepakatan dan berkewajiban
memberikan air pada sawah tertentu.9
Piyak enem merupakan kewajiban petani dalam memberikan hasil panen
kepada pengelola irigasi. Besarnya hasil panen yang diberikan yaitu luas
sawah dibagi 6 dengan cara di ukur dengan piyak. Oleh karena itu dinamakan
dengan piyak enem. Sebelum padi dipanen, para petugas dari pengelola irigasi
sudah melakukan piyak an terhadap tanaman padi. Agar pada saat panen
berlangsung petani bisa membedakan mana padi yang menjadi milik petani
dan mana padi yang menjadi kewajiban untuk dibayarkan kepada pihak
pengelola irigasi. Akan tetapi pada kenyataannya banyak petani yang
mengurangi ukuran yang telah dibuat oleh pengelola irigasi.
Berawal dari uraian tersebut dan observasi awal, model kerja sama
arealan piyak enem perlu dikaji lebih mendalam, baik dari segi prosesnya
maupun dari segi analisis Ekonomi Islamnya.
9

Subakir, wawancara, Bojonegoro, 08 Juni 2016.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

7

Sehingga pada penelitian ini penulis mengambil judul “ANALISIS
PRINSIP EKONOMI ISLAM DALAM KERJA SAMA PENGAIRAN
SAWAH

DI

DESA

KEDUNG

BONDO

KECAMATAN

BALEN

KABUPATEN BOJONEGORO”.
B. Identifikasi Masalah dan Batasan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka timbul persoalan yang harus dipelajari
oleh penulis untuk dijadikan acuan penelitian nanti, yaitu:
1. Fungsi dan tujuan sistem pengairan
2. Kerja sama pengairan sawah di Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen
Kabupaten Bojonegoro
Berdasarkan identifikasi permasalahan di atas dan dengan keterbatasan
penulis, maka penulis hanya membatasi beberapa permasalahan saja, diantara
masalah yang akan dibahas oleh penulis adalah:
1. Kerja sama pengairan sawah di Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen
Kabupaten Bojonegoro
2. Analisis prinsip ekonomi Islam dalam kerja sama pengairan sawah di Desa
Kedung Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti membuat rumusan
masalah

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

8

1. Bagaimana praktek kerja sama dalam pengairan sawah di Desa Kedung
Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro?
2. Bagaimana kerja sama pengairan sawah di Desa Kedung Bondo
Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro dalam perspektif prinsip
ekonomi Islam?
D. Kajian Pustaka
Kajian Pustaka merupakan deskripsi ringkas tentang kajian atau
penelitian yang sudah pernah dilakukan di seputar masalah yang akan diteliti
sehingga terlihat jelas bahwa kajian yang akan dilakukan ini tidak merupakan
pengulangan atau duplikasi dari kajian atau penelitian yang telah ada.
Adapun penelitian yang berjudul “Analisis Prinsip Ekonomi Islam dalam
Kerja Sama Pengairan Sawah di Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen
Kabupaten Bojonegoro” ini tentu tidak lepas dari penelitian terdahulu yang
dijadikan sebagai pandangan dan referensi, diantaranya yaitu :
Pertama, penelitian yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam terhadap
Pelaksanaan Penjualan Air Sumur Bor di Desa Menganti Kecamatan
Menganti Kabupaten Gresik” penelitian tersebut pada intinya membahas
tentang aturan penjualan air sumur bor dan ditinjau dari hukum Islam dengan
hasil bahwa penjualan air sumur bor tersebut merupakan jual beli yang sah
untuk kemaslahatan bersama dalam pemenuhan air bersih.10 Penelitian ini
10

Luluk Maslukha., “Tinjauan Hukum Islam terhadap Penjualan Air Sumur Bor di Desa Menganti
Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik” (Skripsi—IAIN Sunan Ampel Surabaya, 1999)

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

9

berbeda dengan penelitian yang sedang peneliti lakukan, perbedaannya
terletak pada analisis dan objek penelitiannya, pada penelitian ini
menggunakan analisis hukum Islam sedangkan yang sedang peneliti lakukan
adalah analisis prinsip ekonomi Islam, pada penelitian ini objek yang diteliti
adalah air sumur bor sedangkan objek yang sedang akan peneliti lakukan yaitu
tentang sistem pengairan.
Kedua, penelitian yang berjudul “Aplikasi Muzara’ah di Desa Drajat
Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro”. Penelitian ini secara garis besar
membahas tentang pandangan mazhab Syafi’I dan mazhab Hanabilah
terhadap pelaksanaan muzaraah di Desa Drajat Kecamatan Baureno
Kabupaten Bojonegoro.11 Penelitian ini berbeda dengan penelitian yang
sedang peneliti lakukan, perbedaannya terletak pada objek penelitiannya. Pada
penelitian ini objeknya penyewaan sawah sedangkan penelitian yang akan
peneliti lakukan yaitu pengairan sawah.
Ketiga, penelitian yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam terhadap
Transaksi Bagi Hasil Pengairan Sawah dengan Air Sumur Sistem Perseroan di
Desa Gondel Kecamatan Kedung Tuban Kabupaten Blora” penelitian tersebut
pada intinya membahas tentang transaksi jual beli air sumur sawah dengan
sistem perseroan merupakan adat kebiasaan warga setempat selama masa

11

Muhammad Sunoto., “Aplikasi Muzaraah di Desa Drajat Kecamatan Baureno Kabupaten
Bojonegoro” (Skripsi—IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2004)

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

10

tanam hingga panen dan termasuk jual beli yang shahih.12 Penelitian ini
berbeda dengan penelitian yang sedang peneliti lakukan, perbedaannya
terletak pada objek penelitian dan teori. Pada penelitian ini menggunakan teori
hukum Islam objek yang digunakan adalah bagi hasil pengairan sawah
sedangkan yang sedang peneliti teliti adalah kerja sama pengairan sawah
sedangkan teori yang digunakan peneliti adalah prinsip ekonomi Islam.
Keempat, penelitian yang berjudul “Analisis Hukum Islam terhadap Kerja
Sama Pertanian dengan Sistem Bagi Hasil disertai upah di Desa
Pademonegoro Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo”. Penelitian ini
menjelaskan tentang pelaksanaan kerja sama dengan pemilik tanah
menyerahkan tanahnya kepada penggarap untuk diolah dan hasilnya dibagi
bersama sesuai dengan ketentuan yang disepakati dalam perjanjian tersebut
dengan hasil bahwa penelitian tersebut tidak sah dengan analisis hukum
Islam.13 Penelitian berbeda dengan penelitian yang sedang peneliti lakukan.
Perbedaannya terletak pada objek penelitian dan analisis penelitian. Penelitian
ini objek yang digunakan adalah bagi hasil disertai upah dan analisis yang
digunakan adalah analisis hukum islam, sedangkan penelitian yang sedang
peneliti lakukan adalah kerja sama pengairan sawah dalam pertanian di

12

Endang Wulansari., “Tinjauan Hukum Islam terhadap Transaksi Bagi hasil Pengairan Sawah
dengan Air Sumur Sistem Perseroan di Desa Gondel Kecamatan Kedung Tuban Kabupaten Blora”
(Skripsi—IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2008).
13
Siti Machmudah., “Analisis Hukum Islam terhadap Kerja Sama Pertanian dengan Sistem Bagi Hasil
Disertai Upah di Desa Pademonegoro Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo” (Skripsi—IAIN
Sunan Ampel Surabaya, 2013).

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

11

Kabupaten Bojonegoro dan analisis yang digunakan adalah analisis prinsip
ekonomi Islam.
Kelima, penelitian yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam tentang HakHak Penggunaan Air Menurut Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945”.
Penelitian ini menghasilkan pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945
tidak berlawanan dengan syariat Islam, air tidak dimiliki secara perorangan
secara mutlak dengan tujuan agar air tersebut dapat memberikan manfaat
untuk seluruh rakyat dengan adil dan merata.14 Penelitian ini berbeda dengan
penelitian yang sedang peneliti lakukan. Perbedaannya terletak pada objek
penelitian. Pada penelitian ini objek penelitiannya terletak pada penggunaan
air menurut undang-undang dasar, sedangkan objek penelitian yang peneliti
lakukan adalah kerja sama dalam pengairan berdasarkan prinsip ekonomi
Islam.
E. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui praktik kerja sama dalam pengairan sawah di Desa
Kedung Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.
2. Untuk mengetahui praktik kerja sama pengairan sawah di Desa Kedung
Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro menurut perspektif
prinsip ekonomi Islam.
F. Kegunaan Hasil Penelitian

14

Zainun Waber., “Tinjauan Hukum Islam tentang Hak-Hak Penggunaan Air menurut Pasal 33 Ayat 3
Undang-Undang Dasar 1945” (Skripsi—IAIN Sunan Ampel Surabaya, 1990)

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

12

Hasil dari penelitian ini, diharapkan bermanfaat untuk hal-hal sebagai
berikut:
1. Kegunaan teoritis
Sebuah rujukan/penambah referensi

kepustakaan bagi

peneliti

berikutnya yang ingin meneliti atau menganalisis penelitian tentang
Analisis Prinsip Ekonomi Islam dalam kerja sama pengairan sawah di Desa
Kedung Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.
Sebagai sarana bagi penulis untuk mempraktikkan teori-teori yang
didapat selama perkuliahan dan sebagai sarana untuk memperoleh gelar
sarjana (S-1) di Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam, UIN Sunan Ampel Surabaya.
2. Kegunaan praktis
Dapat dijadikan informasi bagi manajemen pengusaha irigasi
khususnya untuk pengairan pertanian.

G. Definisi Operasional
Untuk mempermudah pemahaman dari judul, “Analisis Prinsip Ekonomi
Islam dalam Kerjasama Pengairan Sawah di Dusun Besuki Desa Kedung
Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.” Maka diperlukan
penjelasan makna yang ditimbulkan dari judul tersebut adalah :

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

13

1. Prinsip Ekonomi Islam
Prinsip ekonomi Islam merupakan landasan dalam melakukan kegiatan
ekonomi.
2. Kerja Sama
Kerja Sama (musharakah) adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan
oleh beberapa orang yang mana keuntungan dan kerugian ditanggung
bersama.
3. Pengairan sawah
Merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan penyediaan air untuk
pertanian, di tanah yang digarap dan diairi untuk tempat menanam.
H. Metode Penelitian
Metode adalah cara cepat untuk melakukan sesuatu dengan menggunakan
pikiran secara seksama dalam mencapai suatu tujuan. Sedangkan penelitian
adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan, dan
menganalisa suatu yang diteliti sampai menyusun laporan.15 Jadi metode
penelitian merupakan suatu strategi atau cara ilmiah untuk mendapatkan data
dan menganalisisnya dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research),
yaitu dengan terjun langsung ke lapangan untuk menggali kerja sama
pengairan sawah di Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen Kabupaten
15

Cholid Narbuko dan Ahmadi, Metodologi Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara, 1997), 7.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

14

Bojonegoro. Adapun penelitian yang peneliti lakukan ini adalah bersifat
deskriptif, yakni penelitian yang menggambarkan secara sistematis fakta
dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat.16
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan
kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan pelaku yang dapat
diamati.17
2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini di lakukan di Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen
Kabupaten Bojonegoro.
3. Data dan sumber data
Penelitian ini membutuhkan data primer, yaitu berupa data tentang
pelaksanaan kerja sama dan mekanismenya Sedangkan, data sekunder
dikumpulkan dari studi pustaka seperti buku, jurnal, artikel, dan skripsi
terdahulu yang terkait dengan pengairan sawah dan prinsip ekonomi Islam.
Sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan, maka data yang dihimpun
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Data yang dikumpulkan
1) Data mengenai praktek kerja sama pengairan sawah

16
17

Sukardi, Metode Penelitian Pendidikan (Jakarta : Bumi Aksara, 2003), 157.
Lexy J.Moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung : PT Remaja Rosdakarya,2007), 4.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

15

2) Data mengenai analisis prinsip ekonomi Islam dalam kerja sama
pengairan sawah.
b. Sumber data
Adapun sumber data dalam penelitian ini didapat dari berbagai
sumber yaitu:
1) Sumber data primer yakni subjek penelitian yang dijadikan sebagai
sumber informasi penelitian dengan menggunakan alat pengukuran
atau pengambilan data secara langsung18 atau yang dikenal dengan
wawancara. Sumber data primer yang diperoleh secara langsung
oleh pengelola irigasi dan masyarakat. Yaitu dari petani yang
mengikuti irigasi dan petani yang tidakmnegikuti irigasi serta pihak
pengelola irigasi.
2) Sumber data sekunder yakni data pendukung yang berasal dari
seminar, buku-buku maupun sumber-sumber yang lain. dalam hal
ini yang digunakan penulis adalah
a) Ismail Nawawi, Ekonomi Moneter Perspektif Islam, Jakarta:
VIV Press 2013.
b) Sayyid Sabiq, terjemahan H. Kamaluddin A. Marzuki, Fiqh
Sunnah, Bandung: Al-Ma’arif, 1988.
c) Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah, Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada 2007.
18

Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, Cetakan VIII, 2007), 91.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

16

d) Helmi Karim, Fiqh Muamalah, Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada, 1997.
e) Rachmat Syafei, Fiqih Muamalah, Bandung: Pustaka Setia 2001.
3) Data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa teknik,
yaitu:
a. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak
langsung ditujukan pada subyek penelitian, namun melalui
dokumen.19
pengumpulan

Studi
data

dokumenter
dengan

merupakan

menghimpun

dan

suatu

teknik

menganalisis

dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, maupun
elektronik.20
Untuk mendapatkan data dokumentasi yang terkait dengan
penelitian ini, maka peneliti menggunakan arsip-arsip yang ada
pada masyarakat tani maupun pengelola irigasi.
b. Wawancara
Wawancara atau interview yaitu metode ilmiah yang dalam
pengumpulan datanya dengan jalan berbicara atau berdialog
19

M. Iqbal Hasan, Metodologi Penelitian dan Aplikasinya (Bgogor: Ghalia Indonesia,2002), 87.
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cet
III, 2007), 221.
20

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

17

langsung dengan sumber obyek penelitian. Wawancara sebagai alat
pengumpul data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan
dengan sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian.
Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan dengan cara
langsung baik secara struktur maupun bebas dengan pihak
pengelola irigasi maupun dengan masyarakat.
Tujuan peneliti menggunakan metode ini, untuk memperoleh
data secara jelas dan kongkret tentang kerja sama dalam pengairan
sawah serta untuk mengetahui keuntungan dan kerugian dalam
kerja sama di Dusun Besuki Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen
Kabupaten Bojonegoro.
c. Observasi
Observasi dari bahasa latin yang berarti memperhatikan dan
mengikuti. Memperhatikan dan mengikuti dalam arti mengamati
dengan teliti dan sistematis sasaran perilaku yang dituju. Observasi
merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang
diselidiki. Dalam hal ini peneliti mengamati kerja sama dalam
pengairan sawah di Dusun Besuki Desa Kedung Bondo Kecamatan
Balen Kabupaten Bojonegoro.
5. Teknik Pengolahan Data

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

18

Setelah data terkumpul dari segi lapangan maupun pustaka, maka
dilakukan pengolahan data. Adapun teknik yang digunakan dalam
pengolahan data antara lain:
a. Editing yaitu memeriksa kembali dari semua data yang diperoleh
terutama dari segi kelengkapannya, kejelasan makna, keselarasan
antara data yang ada dan relevansi dengan penelitian21. Teknik ini
digunakan untuk memeriksa kelengkapan data-data yang sudah penulis
dapatkan.

Data yang diperoleh setelah penelitian pada pengelola

irigasi dan masyarakat di Dusun Besuki Desa Kedung Bondo
Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro ditinjau kembali agar data
yang diperoleh relevansi dengan penelitian baik dari segi kelengkapan
dan kejelasan makna.
b. Organizing menyusun kembali data yang telah didapat dalam
penelitian yang diperlukan dalam kerangka paparan yang sudah
direncanakan dengan rumusan masalah secara sistematis.22 Setelah data
diperoleh dari penelitian, maka data tersebut disusun kembali sesuai
dengan rumusan masalah yang menjadi topik utama penelitian. Data
yang diperoleh tidak sesuai dengan penelitian, maka data tersebut tidak
digunakan dalam penelitian ini, dikarenakan tidak sesuai dengan
rumusan masalah yang dipaparkan secara sistematis.
21
22

Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D (Bandung : Alfabeta, 2008), 243.
Ibid., 245.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

19

c. Penemuan hasil yaitu dengan menganalisis data yang telah diperoleh
dari penelitian untuk memperoleh kesimpulan mengenai kebenaran
fakta yang ditemukan23, yang akhirnya merupakan sebuah jawaban dari
rumusan masalah.
3. Teknik Analisis Data
Setelah mengumpulkan data-data yang ada serta menyeleksi sehingga
terhimpun dalam satu kesatuan maka langkah selanjutnya yaitu analisis
data. Analisis data merupakan proses mencari dan menyususn secara
sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan
dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori,
menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam
pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat
kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain24.
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis
deskriptif kualitatif, yaitu analisis yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari Pengelola irigasi dan masyarakat di
Dusun Besuki Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen Kabupaten
Bojonegoro dengan menggunakan metode yang telah ditentukan.25 Tujuan
dari metode ini adalah untuk membuat deskripsi atau gambaran mengenai

Ibid., 246.
Ibid., 252.
25
Bugin, Burhan. Penelitian Kualitatif Komunikasi Ekonomi, Kebijakan dan Ilmu Sosial Lainnya
(Jakarta: Kencana Prenada Group, 2011), 143.
23

24

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

20

objek penelitian secara sistematis, faktual dan aktual mengenai fakta-fakta,
sifat-sifat hubungan antar fenomena yang diteliti26.
Kemudian data tersebut diolah dan dianalisis dengan pola pikir
deduktif, yaitu dari permasalahan secara umumnya kemudian kepada
khususnya, yang pada akhirnya ditarik kesimpulan. Dalam penelitian ini
permasalahan umum nya adalah praktik kerja sama pengairan sawah di
Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, sedangkan
permasalahan khususnya adalah prinsip ekonomi Islam. Dimana dari
praktik kerjasama pengairan tersebut akan dikhususkan ke dalam prinsip
ekonomi Islam dan akhirnya akan ditarik kesimpulan.
I. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan memuat uraian dalam bentuk essay yang
mengambarkan alur logis mengenai bahasan skripsi. Tujuan dari sistematika
penelitian untuk meyusun skripsi secara teratur dan terarah sesuai dengan
bidang kajian dan untuk mempermudah pembahasan, dalam skripsi dibagi
dalam lima bab, dari masing-masing bab terdapat sub-bab, di mana antara satu
dengan yang lainnya saling berhubungan sebagai pembahasan yang utuh.
Adapun sistematika pembahasan sebagai berikut.
Bab Pertama, merupakan pendahuluan yang meliputi latar belakang,
identifikasi dan batasan masalah, rumusan masalah, kajian pustaka, tujuan

26

Moh. Nazir, Metode Penelitian (Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2005), 63.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

21

penelitian, kegunaan hasil penelitian, definisi operasional, metode penelitian,
dan sistematika pembahasan.
Bab Kedua, dalam bab ini dijelaskan mengenai beberapa teori-teori yang
akan diteliti, memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian yang
dilakukan. Pengertian kerja sama, syarat dan rukun kerja sama, dan prinsipprinsip dalam ekonomi Islam. Prinsip ekonomi adalah tauhid merupakan
fondasi utama seluruh ajaran Islam, maslahah dan manfaat, keadilan
berekonomi, persaudaraan (ukhuwah), kerja dan produktivitas, kepemilikan,
kebebasan, nubuwwah, an-Tarad}in minkum.
Bab Ketiga, bab ini diuraikan tentang data penelitian yang meliputi
gambaran umum mengenai di Desa Kedung Bondo Kecamatan Balen
Kabupaten Bojonegoro beserta praktek pelaksanaan kerja sama pengairan
sawah.
Bab Keempat, bab ini peneliti akan menguraikan tentang analisis prinsip
ekonomi Islam terhadap kerja sama akad arealan piyak enem dalam pengairan
sawah
Bab Kelima, bab ini akan menguraikan tentang kesimpulan dan saran
yang merupakan upaya memahami jawaban-jawaban atas rumusan masalah
juga saran-saran jika diperlukan, dalam bab ini juga penulis akhiri dengan
penutup dan daftar pustaka sebagai referensi kutipan yang telah diambil.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

BAB II
MUSHA>RAKAH, DAN PRINSIP EKONOMI ISLAM

A. Musha>rakah
1. Definisi Musharakah (Kerja sama)
Istilah lain dari musha>>rakah adalah sharikah atau shirkah1. Ashshirkah berarti percampuran, yaitu percampuran antara sesuatu dengan
yang lainnya, sehingga sulit dibedakan.2
Menurut istilah yang dimaksud dengan shirkah, para fuqaha>‟ berbeda
pendapat, antara lain :
a. Menurut Ulama‟ Hanafiyah shirkah adalah perjanjian antara dua pihak
yang bersyarikat mengenai pokok harta dan keuntungannya3.
b. Menurut Sayyid Sabiq shirkah Akad antara dua orang berserikat pada
pokok harta (modal) dan keuntungan4.
c. Menurut Ulama‟ Malikiyah, Shirkah adalah izin untuk mendayagunakan
(tasharruf) harta yang dimiliki dua orang secara bersama-sama oleh
keduanya, yakni keduanya saling mengizinkan kepada salah satunya
untuk mendayagunakan harta milik keduanya, namun masing-masing
memiliki hak untuk bertasharruf5.

1

Heri sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah (Yogyakarta: Ekonosia, 2005), 67.
Dewi., dkk, Hukum Perikatan Islam di Indonesia (Jakarta: Kencana, 2006), 115.
3
Ibn Abidin, Radd Al-Mukhtar Dar Al-Mukhtar, Juz III, (Al-Munirah: Mesir), 364.
4
Suhendi, Fiqh Muamalah (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada, 2002), 125.
5
Rachmat Syafi‟I, Fiqh Muamalah (Bandung: Pustaka Setia, 2001), 183-184.
2

23

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

24

d. Menurut Ulama‟ Hanabilah, shirkah adalah berkumpul dalam berhak dan
berbuat hukum6.
e. Menurut Hasbi As-Siddieqy, yang dimaksud shirkah adalah akad yang
berlaku antara dua orang atau lebih untuk ta’awun dalam bekerja pada
suatu usaha dan membagi keuntungannya7.
f. Menurut Ulama‟ Syafi‟iyah, shirkah adalah tetapnya hak tentang sesuatu
terhadap dua pihak atau lebih secara merata8.
Setelah diketahui beberapa definisi shirkah, dapat dipahami bahwa
yang dimaksud dengan shirkah adalah kerjasama antara dua orang atau
lebih dalam berusaha yang keuntungan dan kerugiannya ditanggung
bersama. Maka musha>rakah diartikan sebagai akad kerja sama antara dua
pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing-masing pihak
memberikan kontribusi dana (amal/expertise) dengan kesepakatan bahwa
keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama9.
2. Dasar hukum Musha>rakah (Kerja sama)
a. Al-Qur'a>n :
    
    








6

Wahbah az-Zuhayly, al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh, Juz V, (Damaskus: Dar al-Fikr, 1997), 3875.
Suhendi, Fiqh Muamalah…, 126.
8
Wahbah az-Zuhayly, al-Fiqh al-Islamy…, 3876.
9
Muhammad Syafi‟I Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani, 2005), 90.
7

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

25

Artinya :“Dan Sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang
berserikat itu sebahagian mereka berbuat z}alim kepada
sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal yang saleh...” (Q. S S{ad ayat : 24).10
    
Artinya :“...Maka mereka bersekutu pada sepertiga...” (Q. S an-Nisa‟
ayat 12).11
b. Al-Hadis

ِ
ِ
ِ ْ ‫ث الَ َش ِرَك‬
ْ
ُ ‫ اَناَ ثاَل‬: ‫ إِ َن اللّ َعَز َو َج َل يَ ُق ْو ُل‬: ‫ قاَ َل‬.‫م‬.‫َِ ص‬
ِ ِ ‫َع ْن اَ ِى ُ َريْ َرَة َرفَ َع ُ ا ََ ال‬
ِ
‫ت ِم ْن بَْيِ ِهماَ (روا ابو داود واحاكم‬
ُ ‫ماَ ََْ ََُ ْن اّ َح َد ُُاَ صاَحبَ ُ فَِإ َذا خاَنَ ُ َخَر ْج‬
) ‫وصحح اس اد‬

Artinya :“Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata : Rasulullah Saw.
bersabda: Allah ta‟ala berfirman : Aku adalah pihak ketiga
dari dua orang yang berserikat selama salah satunya tidak
menghianati lainnya. (HR. Abu Dawud dan disahkan oleh
hakim).12
Dalam Hadis| tersebut terkandung anjuran kerja sama tanpa
pengkhianatan dan peringatan keras terhadap orang yang bersekutu
disertai dengan pengkhianatan.13
c. Ijma‟
Ibnu Qudamah dalam kitabnya, al-Mughni, telah berkata, “kaum

Muslimin telah berkonsensus terhadap legitimasi musha>rakah secara

10

Depag RI, al-Qur’an dan Terjemahannya (Semarang PT. Kumudasmoro Grafindo, 1994),735.
Ibid., 117.
12
Abi Dawud Sulaiman, Sunan Abi Dawud juz II, (Libanon: Beirut, Dar al-Fikr, 1994), 462
13
As-San‟ani, Subul as-Salam Jilid III, Terjemah Abu Bakar Muhammad, (Surabaya: al-Ikhlas, 1995),
226
11

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

26

global walaupun terdapat perbedaan pendapat dalam beberapa elemen
darinya.”14
3. Rukun dan Syarat Musha>rakah
Rukun shirkah diperselisihkan oleh para ulama‟, menurut ulama‟
Hanafiyah bahwa rukun shirkah ada dua, yaitu ijab (ungkapan penawaran
melakukan perserikatan) dan qabu>>l (ungkapan penerimaan perserikatan)
yang menentukan adanya syirkah. Sedangkan orang yang berakad dan
objeknya bukan termasuk rukun, tetapi termasuk syarat. Menurut jumhur
ulama‟, rukun perserikatan itu ada tiga, yaitu sigat (lafal) ija>b dan qabu>l,
kedua orang yang berakad, dan objek akad.15
Dalam bersyirkah ada 5 (lima) syarat yaitu :16
a. Benda (harta) dinilai dengan uang (dinar, dirham, dalam rupiah dan lainlain)
b. Harta-harta itu sesuai dengan jenis dan macamnya
c. Harta-harta dicampur
d. Satu sama lain membolehkan untuk membelanjakan harta itu
e. Untung rugi diterima dengan ukuran harta masing-masing
Syarat-syarat yang berhubungan dengan shirkah menurut Ulama‟
Hanafiyah dibagi menjadi 4 (empat) bagian sebagai berikut ini :17
14

3.

Abdullah bin Ahmad bin Qudamah al-Maqdisi Abu Muhammad, al-Mughni Juz V, (kairo: Hajr,t.t)

15

Nasrun Haroen, Fiqh Muamalah (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2000), 173.
Abdul Fatah Idris dan Abu Ahmadi, Fiqh Islam Lengkap Terjemah Ringkasan Kifayah al-Akhyar,
(Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1990), 154

16

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

27

a. Sesuatu yang bertalian dengan semua bentuk shirkah baik dengan harta
maupun dengan yang lainnya. Dalam hal ini ada dua syarat, yaitu :
1) Yang berkenaan dengan benda yang diakadkan adalah harus dapat
diterima sebagai perwakilan.
2) Yang berkenaan dengan keuntungan, yaitu pembagian keuntungan harus
jelas dan dapat diketahui dua pihak, misalnya setengah, sepertiga dan
yang lainnya.
b. Sesuatu yang bertalian dengan shirkah ma>l (harta), dalam hal ini
terdapat dua perkara yang harus dipenuhi, yaitu :
1) Bahwa modal yang dijadikan objek akad shirkah adalah dari alat
pembayaran seperti junaih, riyal dan rupiah.
2) Yang dijadikan modal (harta pokok) ada ketika akad shirkah dilakukan,
baik jumlahnya sama maupun berbeda.
c. Sesuatu yang bertalian dengan sharikat mufa>wad}ah, bahwa dalam
mufa>wad}ah disyaratkan :
1) Modal (harta pokok) dalam shirkah mufa>wad}ah harus sama.
2) Bagi yang bershirkah ahli untuk kafa>lah.
3) Bagi yang dijadikan objek akad disyaratkan shirkah umum, yakni pada
semua macam jual beli atau perdagangan.
d. Adapun syarat yang bertalian dengan shirkah ‘ina>n sama dengan syaratsyarat shirkah mufa>wad}ah.
17

Suhendi, Fiqh Muamalah…, 127.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

28

1) Menurut Ulama‟ Malikiyah, syarat-syarat yang bertalian dengan orang
yang melakukan akad ialah mereka balig dan pintar. Sedangkan
Syafi‟iyah berpendapat bahwa shirkah yang sah hukumnya hanyalah
syirkah „ina>n, sedangkan shirkah yang lainnya batal. Dijelaskan pula
oleh Abdurrahman al-Jaziri bahwa rukun shirkah adalah dua orang
(pihak) yang berserikat, sighat dan objek akad shirkah baik harta
maupun kerja. Syarat-syarat shirkah, dijelaskan oleh Idris Ahmad
berikut ini :18
2) Mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan izin masing-masing anggota
serikat kepada pihak yang akan mengendalikan harta itu.
3) Anggota serikat itu saling mempercayai, sebab masing-masing mereka
adalah wakil yang lainnya.
4) Mencampurkan

harta

sehingga

tidak

dapat

dibedakan

hak

masingmasing, baik berupa mata uang maupun bentuk yang lainnya.
e. Adapun yang menjadi rukun serikat menurut ketentuan syariat Islam,
yaitu :19
1) S}ig{at (lafal akad)
2) Orang (pihak-pihak yang mengadakan serikat)
3) Pokok (bidang usaha yang dijalankan)

18
19

Ibid., 128-129.
K. libis dan pasaribu, Hukum Perjanjian (Jakarta: Sinar Grafika, 1996), 76.

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

29

Dalam perjanjian pembentukan serikat atau perseroan ini s}ig{at atau
lafalnya, dalam prakteknya di Indonesia sering diadakan dalam bentuk
tertulis, yaitu dicantumkan dalam akte perjanjian serikat itu. Yang padan
hakikatnya s}ig{at tersebut berisikan perjanjian serikat atau kongsi itu
haruslah:20
1) Orang yang berakal
2) Baligh
3) Dengan kehendaknya sendiri (tidak ada unsur paksaan)
Sedangkan syarat pokok mengenai barang modal yang disertakan
dalam serikat, adalah sebagai berikut :21
1) Keadaan pokok hendaklah uang (emas dan perak) atau barang yang
dapat ditimbang atau ditakar, seperti beras, gula dan lain-lain.
2) Dua barang pokok itu hendaklah dicampurkan sebelum akad sehingga
tidak dapat dibedakan lagi antara kedua bagian barang itu.
4. Jenis-jenis Musha>rakah
Musha>rakah atau shirkah ada dua jenis, yaitu :22
a. Shirkah amlak adalah beberapa orang memiliki secara bersama-sama
sesuatu barang, pemilikan bersama-sama atas barang tersebut bukan
disebabkan adanya perjanjian diantara para pihak, misalnya pemilikan
harta secara bersama-sama yang disebabkan/diperoleh karena pewarisan.
20

Ibid., 76.
Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 1997), 285.
22
Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah Jilid III (Bandung: Al-Ma‟arif, 1998), 294-297.
21

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

30

b. Shirkah uqud adalah shirkah yang terbentuk disebabkan para pihak
memang sengaja melakukan perjanjian untuk bekerja sama/bergabung
dalam suatu kepentingan harta dan bertujuan untuk memperoleh
keuntungan dalam bentuk harta benda. Shirkah uqud ini terbagi menjadi:
1) Shirkah al-‘inan adalah

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2701 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 701 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 589 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 386 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 527 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 886 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

42 805 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 493 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 732 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 874 23